Wagub Ingatkan Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan, RS Darurat Covid-19 Diresmikan Agustus

Menurut dr Hamzi, pembangunan RS ini sudah memenuhi standar WHO

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi pembangunan Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19 yang telah berlangsung selama 3 bulan terakhir.

Menurutnya, pembangunan RS Darurat tersebut sangat baik, bahkan gedung berantai dua ini akan segera rampung. Direncanakan, RS Darurat ini akan diresmikan pada tanggal 17 Agustus 2020 mendatang.

Rumah sakit-rumah sakit di NTB yang menangani pasien Covid-19  sudah mulai penuh dengan perawatan pasien Covid-19. Berbagai alat kesehatan (Alkes) seperti ventilator dan lainnya juga menjadi sangat terbatas.

“Sehingga dengan adanya RS Penanggulangan Covid-19, mampu memberikan pelayanan yang lebih baik dan tentunya kesembuhan bagi pasien,” harap Ummi Rohmi saat meninjau lokasi pembangunan RS Darurat Covid-19 di RSUD NTB, Rabu (29/07/20).

Ummi Rohmi berharap dengan adanya penambahan Rumah Sakit Darurat Covid-19, dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik bagi pasien yang terinfeksi Covid-19.

“Sehingga ke depan, pasien Covid-19 yang dirujuk di RSUP NTB tidak lagi dirawat di gedung yang sama bersama dengan pasien umum. Tapi gedungnya terpisah,” kata wagub.

Selain itu, lanjut Ummi Rohmi, dengan kehadiran RS Covid-19 ini masyarakat jangan sampai terlena. Justru masyarakat harus terus disiplin menerapkan protokol kesehatan covid-19.  Apalagi dengan Nurut Tatanan Baru, prosedur harus diperketat.

“Kita jangan lengah, mentang-mentang sudah punya RS Covid. Justru disiplin protokol Covid makin tinggi,” kata Wagub.

Pasien Covid-19 terus bertambah

Direktur RSUD Provinsi NTB dr. Lalu Hamzi Fikri menjelaskan, RS Darurat Covid ini awalnya direncanakan untuk membangun Instalasi Gawat Darurat (IGD) Trauma Center khusus Motor GP 2021.

“Namun karena adanya Covid melanda kita, pembangunan gedung ini dipercepat untuk menampung pasien yang terus bertambah,” kata dr. Hamzi Fikri.

Awalnya menurut Direktur RSUP, gedung ini berlantai Enam. Untuk sementara dibangun sementara berlantai dua. Namun tetap dipersiapkan untuk Enam lantai kedepan.

Ditambahkannya, daya tampung gedung ini sebanyak 69 pasien. Lantai satu ada 32 tempat tidur dipersiapkan untuk IGD penanganan dan perawatan pasien memiliki diagnosa dan gejala Covid.

Sedangkan lantai dua ada 37 tempat tidur, sebagai ruang tindakan yang dipersiapkan untuk merawat pasien yang telah diagnosa positif Covid-19.

“Kemudian lantai dua juga dipersiapkan untuk ruang terbuka menjalani aktifitas olahraga dan berjemur,” jelasnya.

Sehingga, ruang yang selama ini yang digunakan untuk ruang isolasai. Hampir 70 porsen telah dialihfungsikan untuk merawat atau ruang isolasi Covid dapat kembali dipergunakan untuk menangani pasien reguler.

Menurut dr Hamzi, pembangunan RS ini sudah memenuhi standar WHO.

Tenaga kesehatan (Nakes) juga dipersiapkan khusus untuk pelayanan di RS Darurat Covid. Ada sekitar 125 yang kita rekrut. “Mereka dilatih dan berikan pendidikan khusus,” tutupnya.

Wakil Gubernur NTB dalam peninjauan ini didampingi Assisten II Ir. Ridwansyah, Kepala PUPR Provinsi NTB.

edy@diskominfotikntb




TVRI Diminta Kolaborasi dengan OPD, untuk Angkat Kekayaan Alam dan Budaya NTB

Pihak TVRI NTB berkomitmen mendukung dan siap berkontribusi dalam mewujudkan NTB Gemilang

MATARAM.lombokjournal.com —  Di tengah gencarnya persaingan lembaga penyiaran dan bertambahnya usia TVRI NTB, maka TVRI NTB diharapkan menjawab dinamika dan kebutuhan informasi masyarakat, terutama informasi yang membangun optimisme terlebih di masa pandemi.

“Mudah mudahan dengan orang yang punya visi baru, TVRI bisa bertahan. Mudah mudahan dengan talenta-talenta hebat mau memikirkan TVRI, sehingga TVRI bukan hanya dapat bertahan, tapi juga kinerjanya semakin baik di masa yang akan datang,” ujar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat menerima silaturahmi dari Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Stasiun NTB di ruang kerja Gubernur NTB, Rabu (26/7/2020).

Kegiatan tersebut untuk meningkatkan kontribusi TVRI NTB bersama pemerintah untuk mewujudkan NTB Gemilang.

Dalam silayurrahmi itu Gubernur Zul didampingi oleh Asisten I Setda Provini NTB, Kadis Kominfotik, Kadis Dikbud, Kadis Koperasi dan UMKM, Kadis Perdagangan, Kadis Ketahanan Pangan, Kadispar, Kepala Biro Humas dan Protokol serta seluruh staf ahli menyambut baik kegiatan silaturahmi tersebut.

Dikatakan Bang Zul, peningkatan kapasitas SDM sangat perlu dilakukan, terlebih anak-anak muda yang ada di TVRI.

“Mari upgrade kapasitas anak anak muda yang ada di TVRI, sekolahkan, kursuskan, peroleh ilmu baru, pengalaman baru, karena masa depan harus dikunjungi lebih dulu dibanding pesaing kita,” harap Bang Zul.

Tidak hanya itu, Bang Zul meminta agar OPD lingkup Pemprov NTB dapat berkolaborasi bersama TVRI dalam mengemas dan menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama dalam meningkatkan dan membumikan kekayaan budaya dan alam NTB.

Kepala Stasiun TVRI NTB, I Gede Mustito menyampaikan, pihaknya berkomitmen mendukung dan siap berkontribusi dalam mewujudkan NTB Gemilang.

Ia juga menyampaikan, di tengah peliknya persaingan, TVRI telah memiliki aplikasi sendiri di PlayStore dan dapat diunduh oleh masyarakat yang ingin menikmati program-program dari TVRI.

“Tidak hanya itu, kami juga mengikuti tren saat ini dalam menikmati televisi, yakni dengan merambah ke media sosial,” katanya.

AYA/HmsNTB




Seleksi CAT CPNS Tahun 2019, Berlangsung SepTember dan Oktober

Peserta yang positif Covid-19, gugur dengan sendirinya

MATARAM.lombokjournal.com —  Seleksi Kompetisi Bidang (SKB) dengan CAT CPNS tahun 2019 yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19, akan berlangsung antara bulan September dan Oktober tahun ini.

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB menegaskan, jika ada peserta yang positif Covid-19 dengan terpaksa ia gugur dengan sendirinya. Peserta tersebut tidak diperkenankan untuk mengikuti SKB.

“Yang positif Covid-19 dan belum sembuh resikonya gugur,” tegas Kepala BKD NTB, Muhammad Nasir menyamapaikan aturan saat Jumpa Pers di Mataram, Rabu (29/07/20).

SKB akan berlangsung sekitar tujuh hari. Jika nanti ada peserta yang positif Covid-19 tetapi sembuh pada hari ketujuh itu dia ada kelonggaran bisa mengikuti SKB yaitu hari ke delapan.

Begitupun misalnya sembuh saat hari keenam maka peserta itu bisa mengikuti SKB di hari ketujuh itu. Pantia menyiapkan satu hari cadangan untuk bisa memfasilitasi peserta tersebut.

“Kalau belum juga sembuh sampai hari kedelapan maka gugur,” katanya.

Jumlah keseluruhan peserta yang akan mengikuti SKB untuk sepuluh kabupaten kota se NTB sebanyak 6.984, dan khusus untuk peserta SKB mengambil formasi lingkup Pemprov sendiri ada 942 orang.

Berdasarkan hasil rapat dengan panitia pusat yaitu BKN regional X Denpasar daerah diminta untuk menyiapkan ruangan CAT dan diberi jarak menurut ketentuan protokol Covid-19.

Untuk Pemrov sendiri dari isi CAT satu ruangan sebanyak 100 komputer yang boleh dipakai hanya 60 komputer, itu pun juga akan disediakan 10 ruangan.

“Pelaksanaan SKB sangat ketat. SKB mengikuti protokol Covid-19,” ujarnya.

Dijelaskannya juga sejumlah aturan yang akan diikuti peserta yaitu diharuskan memakai masker, memaki sarung tangan dan face shield.

Untuk sarung tangan sendiri akan disediakan oleh panitia. Sementara itu panitia daerah juga diminta menyiapkan tempat cuci tangan.

“Peserta tidak boleh ditunggu oleh keluarganya. Kalau sudah mengantar harus pulang,” jelasnya.

Sebelum masuk ruangan peserta di cek suhunya. Suhu peserta tidak boleh lebih dari 37,3 derajat Celsius.

Kalau lebih panitia nantinya akan memberikan waktu istirahat lima menit lalu dites lagi. Jika masih saja diatas suhu tersebut peserta akan ditempatkan di ruangan isolasi.

Hal yang juga perlu disiapkan yaitu hasil rapid test non reaktif yang akan dibawa dan diserahkan kepada panitia. Untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan peserta diminta melakukan isolasi diri selama 14 hari sebelum hari test berlangsung.

“Sebagai persiapan peserta harus mengisolasi diri,” terangnya.

Peserta yang di luar daerah NTB sangat memungkinkan untuk melakukan tes di daerahnya tetapi sebelumnya harus melaporkan jauh jauh hari kepada panitia.

Sehingga nantinya akan dikoordinasi dengan BKD daerah setempat. Sama halnya dengan peserta CPNS kementerian yang harus ke Jakarta, dia bisa tes di daerah sendiri asal melaporkan ke kantor BKN perwakilan di provinsi.

“Peserta dari luar daerah dimungkinkan bisa tes diluar daerah,” katanya.

BKD juga menyampaikan sejumlah persiapan sebelum SKB berlangsung diantaranya untuk daerah melakukan verifikasi akhir data kelulusan SKD (3 kali formasi) antara data BKN dsngan pengumuman instansi vertikal dilengkapi dengan SPTJM ketua Pansel paling lambat 28 Juli.

Mengunggah SPTJM dan mengisi link pengumuman hasil SKD melakaui SSCN Admin dan melakuakan entry lokaia ujian (Mandiri atau Cost Sharing jika ada) paling lambat 29 Juli.

“Sedangkan untuk peserta sendiri memilih lokasi test maksimal tiga kali pilih lokasi sebelum tanggal 7 Agustus. Mencetak kartu ujian SKB mulai tanggal 8 Agustus,” pungkasnya

AYA




Wagub Minta Ponpes Istiqomah Terapkan Protokol Kesehatan

Ponpes dapat menjadi contoh yang baik dalam hal penerapan protokol kesehatan di daerah ini

MATARAM.lobokjournal.com — Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren (Ponpes) menjadi salah satu fokus perhatian Pemerintah Provinsi NTB di masa pandemi saat ini.

Semua Ponpes di NTB untuk Istiqomah dalam menjalankan protokol kesehatan guna menghindari penyebaran wabah ini.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan itu saat menjadi narasumber pada Webinar yang diinisiasi oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan (PWNW) Provinsi NTB, Rabu (29/07/20).

“Protokol Covid-19 yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak adalah hal yang harus istiqomah kita lakukan sepanjang waktu, sampai vaksin ditemukan,” ujar Wagub Hj Sitti Rohmi.

Ia mengungkapkan, dirinya yakin keluarga besar NW dapat dengan cepat beradaptasi dengan kebiasaan hidup baru dengan protokol kesehatan. Karena memang sudah terbiasa untuk diajarkan disiplin dalam ajaran NW.

“Kita sadar betul di NW setiap kiprah perjuangan kita didasari oleh yakin, ikhlas, sabar dan Istiqomah, kita sudah terlatih untuk itu,” katanya.

Wakil Gubernur yang kerap disapa Umi Rohmi ini mengatakan, Ponpes dapat menjadi contoh yang baik dalam hal penerapan protokol kesehatan di daerah ini.

Melalui webinar, ia berpesan kepada seluruh pengurus Ponpes untuk ikut serta mensosialisasikan protokol kesehatan, agar masyarakat dapat mengetahui pentingnya hal tersebut.

Ia juga meminta kepada masyarakat, agar tidak menganggap remeh pandemi ini.

Dikatakan, mejalankan protokol kesehatan ini, adalah salah satu amalan yang sangat baik saat ini, karena menerapkan protokol kesehatan bukan hanya menyelamatkan diri dari penyebaran Covid-19, melainkan menyelamatkan orang lain, terutama yang ada di lingkungan sekitar.

“Saya sangat berharap melalui pertemuan kita pada webinar ini, mengetuk hati kita untuk menjadi garda terdepan, menjadi contoh yang baik seperti yang selalu diingatkan oleh Tuan Guru Bajang,” harap Ummi Rohmi.

Di akhir penyampaiannya, Umi Rohmi berpesan, Ponpes  harus memiliki pusat kesehatan santri, menyiapkan lebih banyak tempat cuci tangan, membuat tempat isolasi, kapasitas ruangan harus dikurangi, perlengkapan mandi tidak boleh digunakan bersama.

Selain itu, pengecekan suhu dilakukan secara rutin, olahraga rutin, serta menjaga kebersihan pondok.

Senada dengan Wakil Gubernur, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi NTB, Dr. KH. Zaidi Abdad juga berpesan kepada para pengasuh dan pengurus Ponpes di NTB, agar selalu memperhatikan penerapan protokol kesehatan di Ponpes masing-masing.

“Mencegah kemudharatan lebih kita utamakan daripada mencari kemaslahatan,” ungkapnya.

Kata Zaidi, bagi pondok-pondok pesantren,  yang ingin membuka kembali aktivitas pendidikan di pondoknya, harus mempersiapkan protokol kesehatan yang ketat. Seperti mempersiapkan ruang kesehatan, ruang isolasi dan mengurangi jumlah santri dalam kamar.

Pondok Pesantren juga harus tetap berkomunikasi dengan Gugus Tugas Covid-19 setempat.

AYA/HmsNTB




Suhu Terasa Dingin di NTB, Ini Penjelasan BMKG

Jika musim kemarau pertumbuhan awan hampir tidak ada sehingga cuaca di malam hari terasa dingin

MATARAM.lombokjournal.com —  Akhir-akhir ini suhu udara di Nusa Tenggara Barat terasa dingin khususnya pada malam hari.

BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat menjelaskan penyebab cuaca dingin beberapa hari belakangan ini.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Nindya Kirana mengatakan, salah satu penyebabnya adanya angin Monsun yang terjadi, akibat perbedaan suhu udara dan tekanan antara belahan bumi selatan dan bumi utara.

Peredaan ini disebabkan oleh pergerakan semu tahun matahari.

“Justru suhu udara di musim kemarau lebih dingin daripada saat di musim hujan, hal ini karena beberapa faktor seperti angin Monsun, angin musiman yang bersifat periodik,” katanya, Rabu (29/07/20).

Angin dari Australia tersebut membawa udara dingin, karena saat ini di Australia tengah masuk musim dingin.

“Saat puncak musim kemarau di NTB sekitar Juli-Agustus aktif Monsun Australia atau angin timuran karena di Australia sedang memasuki musim dingin,” ujarnya.

Ia mengatakan cuaca dingin lebih signifikan dirasakan di dataran tinggi dan daerah pegunungan.

Kemudian, faktor lainnya yang memicu suhu udara menjadi dingin karena di musim kemarau dipengaruhi akibat sedikitnya awan yang menutupi permukaan bumi.

“Awan diibaratkan seperti selimut yang dapat menahan dan memancarkan kembali pancaran panas bumi ke atmosfer. Pada musim hujan pertumbuhan awan lebih banyak sehingga malam hari terasa lebih hangat,” ujarnya.

Sebaliknya, jika musim kemarau pertumbuhan awan hampir tidak ada sehingga cuaca di malam hari terasa dingin.

AYA




Covid-19 Marak di Perkantoran, Sekda Ingatkan Disiplin Protokol Kesehatan

Epicentrum Covid-19 sekarang terjadi di perkantoran, pegawai dI kantor diingatkan agar makin waspada dan berhati-hati

MATARAM.lomokjournal.com —  Lingkungan perkantoran pemerintah maupun swasta diingatkan agar serius menegakkan protokol kesehatan Covid-19. Pasalnya, penyebaran virus Corona ini bukan saja terjadi pada tempat dan fasilitas umum, namun kini marak terjadi di lingkungan kerja dan perkantoran.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB Drs. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengingatkan itu saat silaturahim bersama para Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Provinsi NTB, di Kantor Cabang Utama BNI, Selasa (28/7/2020) malam.

“Informasi dari media nasional, salah satu tajuk hangatnya, Covid-19 mengganas di perkantoran,  ini harus menjadi perhatian serius kita bersama,” kata Miq Gite, sapaan akrabnya.

Artinya, epicentrum Covid-19 sekarang terjadi di perkantoran. Karena itu,  pegawai yang bekerja dI kantor diingatkan agar makin waspada dan berhati-hati.

Bahkan beberapa tenaga kesehatan (Nakes) di NTB ada yang terpapar akibat kelelahan menangani pasien serta kurangnya tim medis yang khusus menangani Covid.

“Sehingga RSUD Provinsi NTB merekrut Nakes sebagai tenaga tambahan agar mampu menangani penderita Covid,” jelas miq Gita.

Menurut mantan Kabag Humas dan Protokoler Setda NTB ini, ada empat poin untuk menekan epicentrum perkantoran sesuai himbauan pemerintah pusat.

Pertama, peserta rapat atau pegawai yang bekerja dipastikan kondisinya dalam keadaan sehat.

“Sehingga Thermogun harus dipersiapkan untuk mengukur suhu badan pegawai yang masuk bekerja atau ikut rapat,” tegasnya.

Kemudian yang kedua, saat rapat tetap disiplin menggunakan masker. Selama rapat masker tidak boleh dibuka, termasuk tidak dianjurkan untuk menyiapkan sajian makan minum.

Ketiga, materi yang disampaikan harus ringkas. Tidak terlalu banyak pembukaan dan sambutan. Tetapi langsung ke poin dan inti rapat “To The Point saja,” harap Sekda.

Terakhir, poin ke empat, durasi rapat tidak boleh terlalu lama. Paling lama satu jam dan setelah selesai rapat langsung bubar.

Kata Sekda, ruang tertutup bukan ruang yang sehat selama pandemic Covid-19.

Miq Gite mengajak semua pegawai perkantoran untuk menjadi terdepan dalam memberi contoh kepada masyarakat. Disiplin bekerja dan beraktifitas dengan menerapkan protokol Covid-19.

Sementara itu, Direktur RSUD Provinsi NTB dr. Lalu Hamzi Fikri mengatakan masih banyak persepsi tentang pandemi Covid-19 ini dimaknai berbeda. Ada yang tidak percaya, mengganggap konspirasi dan lain sebagainya.

“Kalau saya memaknainya Covid-19 sekarang telah menjelama seribu wajah, Covid-19 ini nyata dan bukan konspirasi,” katanya.

Perkembangan Covid-19 semakin hari kian bertambah. Belum ada penurunan drastis yang terjadi. Ada potensi penularan dari orang ke orang.

Data terbaru bahwa pasien positif sebanyak 1.986 orang. Sedangkan angka kematian sebanyak 110 orang.

Menurutnya, Covid-19 ini bisa berakhir apabila kita menerapkan disiplin dengan ketat, namun tetap produktif.

“Tergantung kita sekarang, kalau mau pandemi cepat berlalu maka disiplin menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan dan jaga kesehatan,” tandasnya.

Selain itu, dr Fikri mengajak semua pihak untuk terus melakukan promosi dan edukasi tentang penerapan protokol Covid. Tidak terkecuali semua elemen dari lembaga pemerintah maupun swasta.

“Ini harus gencar kita lakukan,” katanya.

Kepala BNI KCU Mataram Amirudin mengatakan, BNI telah menegakan disiplin dan SOP dalam mencegah dan menjaga seluruh pimpinan dan pegawainya terhadap pandemi Covid.

“Dibeberapa titik kami sediakan tempat cuci tangan dan handtanizer untuk pegawai BNI dan masyarakat, termasuk alat ukur suhu badan,” kata Amirudin.

Silaturahmi Forkompimda NTB turut dihadiro oleh Kakanwil Dirjen Perbendaharaan Wilayah NTB, Wakapolda NTB, Kepala BI wilayah NTB, Perwakilan Korem 162, Kepala OPD Pemrov. NTB.

edy@diskomifotikntb




HBK Bentuk Pusat Informasi Dan Pengaduan Untuk Mahasiswa NTB Di Jakarta

Dalam pertemuan tersebut dibentuk Pusat Informasi dan Pengaduan (PIP), yang dipimpin oleh  Memet Setiawan, wartawan senior asal P. Lombok yang biasa melakukan peliputan di DPR RI Senayan

lombokjournal.com —

JAKARTA – Mahasiswa bisa menjadi contoh dan tauladan yang baik bagi masyarakat dalam masa adaptasi kebiasaan baru atau New Normal.

Para mahasiswa juga diharapkan tetap menjaga spirit dan ketekunan, dalam menempuh pendidikannya meski banyak menghadapi keterbatasan dan kesulitan akibat pandemi Covid19.

Hal itu disampaikan anggota DPR RI H. Bambang Kristiono (HBK), saat bersilaturahmi dan bertatap muka dengan puluhan mahasiswa asal NTB yang tengah menimba ilmu di Ibu Kota Jakarta, Selasa (28/07/20), di Rumah Makan Ayam Goreng Suharti, Jalan Tendean, Jakarta Selatan.

Pertemuan yang dihadiri oleh lebih dari 30 pimpinan organisasi2 mahasiswa NTB yang sedang melakukan perkuliahan di Ibu Kota tersebut, yang datang hadir tidak hanya pimpinan organisasi mahasiswa yang berasal dari P. Lombok saja, tetapi juga yang berasal dari P. Sumbawa.

Silaturahmi dan tatap muka ini digelar HBK dalam rangka kegiatan Reses-IV DPR-RI, untuk menyerap aspirasi, saran dan masukan, sampai dengan keluh kesah dari pimpinan organisasi2 mahasiswa yang berasal dari NTB tersebut.

Pada pertemuan dan silaturahmi itu juga, HBK berpesan kepada para mahasiswa NTB untuk tetap semangat dan tekun menjalani perkuliahan agar dapat meraih keberhasilan.

“Saya berharap adik-adik mahasiswa semuanya tetap semangat, serta tekun dalam menjalani perkuliahan walaupun dalam situasi sulit akibat wabah pandemi Covid19. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. In syaa Allah, dengan tetap menjaga semangat dan ketekunan, adik2 akan memperoleh keberhasilan nanti,”  kata HBK memotivasi para pimpinan organisasi2 mahasiswa yang hadir dalam pertemuan tsb.

Anggota DPR RI yang juga petinggi Partai Gerindra ini berharap, para mahasiswa bisa menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak, jaga kebersihan, sering mencuci tangan, dan selalu menggunakan masker. Hal ini diharapkan bisa menjadi contoh dan tauladan bagi masyarakat, dalam menuju adaptasi kebiasaan baru atau New Normal.

“Lakukan yang sederhana saja, seperti dengan terus menggunakan masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak. Mahasiswa harus bisa menjadi contoh dan tauladan dalam menerapkan pola hidup sehat menuju adaptasi kebiasaan baru atau New Normal,”  ujarnya.

HBK berusaha untuk mendengar dan menyerap aspirasi, sampai dengan keluh kesah para mahasiswa NTB yang kuliah di Jakarts. Tidak lupa, HBK juga memberikan bantuan dana untuk menunjang kegiatan organisasi kemahasiswaan, sebagai wadah silaturahmi dan berkumpulnya para mahasiswa NTB yang kuliah di Jakarta.

Ia juga memberi inspirasi bahwa pemuda-pemuda NTB juga bisa sukses dalam segala bidang, maju di kancah nasional, apabila sanggup bekerja keras dengan tekun belajar.

“NTB kaya akan sumber daya alam, baik itu pertanian, peternakan, maupun perikanan. Semua SDA itu butuh orang yang pintar dan tangguh untuk mampu mengelola dan mengembangkannya. Adik-adik mahasiswa inilah yang akan menjadi garda terdepan dalam pembangunan NTB kedepan. Jadi, tetaplah semangat dan buktikan bahwa kita bisa. Saya tegaskan, anak2 NTB tidak kalah hebat dengan anak2 lainnya di Indonesia,” kata HBK.

Kedatangan HBK pada pertemuan tersebut, disambut hangat dan antusias oleh para mahasiswa yang hadir. Apalagi HBK merupakan salah satu anggota DPR RI dari daerah pemilihan NTB, yaitu P. Lombok.

Para mahasiswa mengapresiasi atensi dan kepedulian HBK, yang mau memperhatikan mereka di Jakarta. Mereka juga sama2 berdo’a agar kesehatan dan kelimpakan selalu bersama HBK, sehingga kiprah dan kinerjanya bisa memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat NTB, dimanapun mereka berada.

Para mahasiswa dengan sangat lugas dan terbuka, menyampaikan harapan2 dan uneg2nya langsung kepada HBK. Banyak saran dan masukan yang disampaikan, langsung direspon dengan cepat oleh HBK.

“Dengan hadirnya Pak HBK ditengah-tengah kami, kami merasa punya orang-tua disini, tempat kami mengadu apabila kami ada persoalan dan kesulitan. Terima kasih pak HBK, sudah memperhatikan kami2”, ungkap Raja Agung Nusantara, mahasiswa Universitas Ganesha yang berasal dari KLU.

Salah satu yang mencuat dalam pertemuan tersebut adalah dibentuknya Pusat Informasi dan Pengaduan (PIP), yang dipimpin oleh  Memet Setiawan, wartawan senior asal P. Lombok yang biasa melakukan peliputan di DPR RI Senayan.

“Pusat Informasi dan Pengaduan (PIP) ini, dibentuk dalam rangka menjembatani permasalahan2 yang mungkin timbul kepada para mahasiswa asal NTB yang mengalami emergency dan kesulitan, padahal mereka jauh dari orang tua dan keluarga,” tukas Memet Setiawan.

Tambahnya, dengan adanya Pusat Informasi dan Pengaduan (PIP) ini, maka pak HBK bisa terjun langsung dan memberikan bantuan secara cepat, kepada adik-adik mahasiswa yang membutuhkan.




UPDATE Covid-19: Hari Selasa, 28 Juli 2020, Bertambah 40 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 30 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Hingga saat ini penularan Covid-19 masih terus terjadi. Ini menunjukkan bahwa penularan virus ini masih belum dapat dikendalikan dengan baik

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium TCM RSUD Prayamengkonfirmasi, ada tambahan 40 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 30 orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Selasa (28/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 402 sampel dengan hasil 303 sampel negatif, 59 sampel positif ulangan, dan 40 sampel kasus baru positif Covid-19, sembuh 30 orang, Tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan,  adanya tambahan 40 kasus baru terkonfirmasi positif, 30 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa (28/07/20) sebanyak 1.986 orang, dengan perincian 1.254 orang sudah sembuh, 110 meninggal dunia, serta 622 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Petugas kesehatan di kabupaten/kota diharapkan melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19,” kata Lalu Gita Ariyadi.

TAMBAHAN 40 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 30 ORANG, TIDAK ADA KEMATIAN BARU

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1947, an. Ny. ADN, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 1948, an. Ny. NRU, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Lombok Tengah;
  3. Pasien nomor 1949, an. Tn. RB, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Lombok Tengah;
  4. Pasien nomor 1950, an. Ny. SW, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Mujur;
  5. Pasien nomor 1951, an. Ny. R, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Lombok Tengah;
  6. Pasien nomor 1952, an. Ny. SA, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  7. Pasien nomor 1953, an. Tn. LFS, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Gontoran, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  8. Pasien nomor 1954, an. Tn. LA, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Taman Baru, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  9. Pasien nomor 1955, an. An. ZNF, perempuan, usia 4 bulan, penduduk Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1956, an. Tn. M, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 1957, an. Tn. S, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  12. Pasien nomor 1958, an. Ny. JI, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  13. Pasien nomor 1959, an. Tn. KA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  1. Pasien nomor 1960, an. Tn. J, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  2. Pasien nomor 1961, an. Tn. INS, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Gerung ,Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  3. Pasien nomor 1962, an. Ny. S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  4. Pasien nomor 1963, an. Ny. TY, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  5. Pasien nomor 1964, an. Ny. Y, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Terong Tawah,Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  6. Pasien nomor 1965, an. Ny. A, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Gapuk, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  7. Pasien nomor 1966, an. Tn. HJ, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1727. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  8. Pasien nomor 1967, an. Ny. NI, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1548. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  9. Pasien nomor 1968, an. Tn. MR, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1581. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  10. Pasien nomor 1969, an. Tn. MRIH, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari,Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 1970, an. Ny. DFF, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 1971, an. An. MARH, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 1972, an. Tn. J, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 1973, an. Ny. MLSN, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  15. Pasien nomor 1974, an. Ny. SSK, perempuan, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1973. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 1975, an. Tn. EKMD, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara,Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 1976, an. Ny. RYLW, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1849. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 1977, an. Ny. A, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  19. Pasien nomor 1978, an. Tn. ZYP, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram;
  20. Pasien nomor 1979, an. Tn. EH, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram;
  21. Pasien nomor 1980, an. Ny. Z, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Kembang Sari, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  22. Pasien nomor 1981, an. Tn. MS, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Desa Kembang Sari, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  23. Pasien nomor 1982, an. Ny. SZ, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  24. Pasien nomor 1983, an. Tn. S, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Desa Duman, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  25. Pasien nomor 1984, an. Tn. MP, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  26. Pasien nomor 1985, an. Ny. S, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSI Siti Hajar Mataram;
  27. Pasien nomor 1986, an. Tn. S, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram.

Hari Selasa terdapat penambahan 30 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 957, an. Tn. INR, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 1058, an. Ny. R, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Suryawangi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 1152, an. Tn. M, lak-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  4. Pasien nomor 1203, an. Tn. EAW, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kabupaten Kendal, Jawa Tengah;
  5. Pasien nomor 1251, an. Ny. IAPM, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1256, an. Ny. G, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 1274, an. Ny. S, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 1277, an. Ny. J, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Makassar, Sulawesi Selatan;
  9. Pasien nomor 1337, an. Tn. IK, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1397, an. Ny. S, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 1448, an. Ny. NKWA, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 1496, an. Tn. Z, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 1497, an. Tn. HH, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 1498, an. An. AST, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  15. Pasien nomor 1500, an. Tn. SS, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 1521, an. Tn. S, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara;
  17. Pasien nomor 1522, an. Ny. H, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara;
  18. Pasien nomor 1534, an. Ny. MSD, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  19. Pasien nomor 1540, an. Tn. LSQ, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 1560, an. Ny. HS, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  21. Pasien nomor 1579, an. Tn. PRM, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  22. Pasien nomor 1623, an. Tn. M, laki-laki, usia 77 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  23. Pasien nomor 1701, an. Tn. ARH, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Nyiur Tebel, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur;
  24. Pasien nomor 1740, an. Tn. R, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Pengenjek, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  25. Pasien nomor 1754, an. Ny. YEA, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  26. Pasien nomor 1786, an. An. PDZ, laki-laki, usia 7 bulan, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  27. Pasien nomor 1854, an. Ny. NA, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  28. Pasien nomor 1863, an. Tn. SJ, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  29. Pasien nomor 1885, an. Ny. NJ, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  30. Pasien nomor 1888, an. Ny. AW, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, Lalu Gita Aryadi mengatakan, hingga saat ini penularan Covid-19 masih terus terjadi. Ini menunjukkan bahwa penularan virus ini masih belum dapat dikendalikan dengan baik.

Menurutnya, untuk bisa tetap produktif dan beraktifitas di tengah pandemi ini, membutuhkan satu syarat yang harus dipenuhi oleh seluruh masyarakat secara kolektif.

Yakni tetap memakai masker pada saat beraktifitas di luar rumah, menjaga jarak (physical distancing) atau tidak berkerumun, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalirserta menerapkan pola hidup bersih dan sehat, katanya.

“Protokol kesehatan dan pencegahan ini harus terus kita terapkan secara disiplin dan ketat sampai vaksin atau obat Covid-19 ditemukan, agar kasus positif baru dan korban meninggal dapat benar-benar kita tekan dan hentikan,” kata Lalu Gita Aryadi.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 081802118119.




Perkembangan Penanganan Covid-19 Lombok Utara, Pasien Masih Positif Virus Corona 14 Orang

Sesuai perkembangan Covid-19 di Lombok Utara, meski  keadaan sudah mulai relatif pulih, diserukan untuk tetap jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, dan gunakan masker

TANJUNG.lombokjournal.com – “Kini Penanganan dan Pelayanan medis bagi pasien Covid-19 difokuskan di RSUD KLU,” kata Evi Wiarni, M.Si, Bidang Kehumasan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 KLU/Juru Bicara Covid-19.

Evi Winarni, M.Si

Hal itu dikatakan Evi Winarni, saat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 KLU menggelar konferensi pers yang dihadiri watawan dari media di Lombok Utara, Selasa (28/07/20).

Menurut Juru Bicara Covid-19, Evi Winarni, saat ini RSUD KLU sedang merawat 14 pasien positif Corona.

Lebih anjut iungkapkan, jumlah yang sudah dilakukan RDT sebanyak 3506 orang. Dengan hasil reaktif sebanyak 180 orang, dan non reaktif sebanyak 3326 orang.

Total RDT sejumlah 7510 set, dan saat ini ketersediaan RDT di Dinas Kesehatan KLU masih tersisa sejumlah 4004 set. (per tanggal 10 Juli 2020).

Secara rinci, Evi Winarni memaparkan perkembangan penanganan Covid-19 per tanggal 27 Juli 2020 di KLU. Rincianya sebagai berikut;

  • Kontak Erat : 11 orang (isolasi mandiri);
  • Kasus Konfirmasi Tanpa Gejala: 3 orang (isolasi mandiri);.
  • Kasus Suspek : 20 orang (isolasi mandiri);
  • Kasus Konfirmasi Positif : 63 orang;
  • Sembuh : 46 orang;
  • Masih dalam perawatan medis positif Corona : 14 orang;
  • Meninggal : 3 orang.

Kontribusi Bantuan dan Layanan  

Terkait penyaluran bantuan bagi keluarga pasien yang terpapar Covid-19, Evi Winarni menjelaskan kontibusi bantuan yang berasal dari Instansi, Lembaga, Donatur dan Pemerintah Daerah

“Dinas Sosial memberikan sembako kepada keluarga pasien yang reaktif dan positif. Sampai dengan tanggal 27 Juli 2020, pemberian sembako itu jumlahnya sebanyak 290 paket sembako,” jelas Evi.

Lebih lanjut disampaikan, terkait bantuan Pemda Lombok Utara, terhitung sampai hari ini (per 27 Juli), bantuan dalam program  JPS Kabupaten tahap I, telah disalurkan seluruhnya sejumlah 20.614 paket sembako.

Total jumlah bantuan dari program JPS Kabupaten tahap I itu disalurkan untuk 20.614 KK, yang menjankau semua kecamatan yang ada di Lombok Utara.

Terkait layanan medis, Evi mengungkapkan bahwa layanan terhadap pasien positif Covid-19 dan ODP reaktif pada RSUD KLU  dilaksanakan secara teratur, dari mulai layanan medis, layanan tempat, maupun layanan kuliner bagi yang terdampak Covid-19.

Disampaikan pula, sesuai perkembangan Covid-19 di Lombok Utara, meski  keadaan sudah mulai relatif pulih, diserukan untuk tetap jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, dan gunakan masker.

“Kita ikhtiarkan untuk Nurut Tatanan Baru,” kata Evi Winarni.

Ia menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi bagi kemanusiaan.

BACA JUGA;

Penanganan Covid-19 di KLU,  Melaksanakan Penyuluhan Hingga Penyemprotan Disinfektan

“Bersama mencegah Covid-19 di KLU dengan bekerja tangguh profesional untuk kemanusiaan. Mari cegah penyakitnya, tidak mengucilkan penderitanya,” kata Evi.

HumasproKLU

 

 




Penanganan Covid-19 di KLU, Melaksanakan Penyuluhan Hingga Penyemprotan Disinfektan

Selain di Aula Kantor Bupati, penyemprotan disinfektan dilakukan di Kantor Desa Persiapan Samaguna, Pasar Tanjung, Bank BPBD, PDAM, Polsek Tanjung, Polres KLU, juga di di Masjid Jami’ Tanjung, Puskesmas Kayangan, dan Pasar Hewan Tanjung

TANJUNG.lombokjournal.com — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 KLU terus melakukan upaya pencegahan dan memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Lombok Utara,

Melalui Koordinator Bidang Kehumasan/Juru Bicara Covid-19 KLU, Evi Winarni, M.Si dijelaskan berbagai kegiatan Gugus Tugas Penanganan Covid-19  Lombok Utara, saat konferensi pers bersama watawan dari media di Lombok Utara, Selasa (28/07/20).

Plt Asisten III Setda KLU selaku Juru Bicara Covid-19, Evi Winarni, M.Si menyampaikan, sepekan sebelumnya, Gugus Tugas Covid-19  telah melaksanakan berbagai kegiatan secara berkala.

Kegiatan berkala yang dimaksud meliputi, antara lain penyuluhan penyebaran pandemi, kontrol Pelabuhn Bangsal,patrol di kawasan Wisata Bahari Gii/Pelabuhan, termasuk kegiatan penyemprotan disinfektan.

Dalam konferensi per situ, Evi Winarni merinci kegiatan berkala yang telah dilaksanakan Gugus Tugas Covi-19 KLU.

“Gugus Tugas Penanganan Covid-19 melaksanakan penyuluhan tentang penyebaran pandemi Covid-19, penertiban penataan jarak lapak antarpedagang di Pasar Tanjung, dan Pasar Pemenang,” ungkap Evi.

Pelaksanaan kegiatan peyuluhan itu berlangsung pada periode tanggal 21 – 27 Juli 2020.

Pada tanggal yang sama, juga dilaksanakan kontrol Pelabuhan Bangsal terkait keluar masuknya masyarakat lokal maupun wisatawan asing yang menyeberang ke 3 Gili.

“Satuan Gugus Tugas Covid-19 melaksanakan pengecekan suhu tubuh sekaligus memberikan imbauan agar tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker,” jelasnya.

Masih pada tanggal 21 – 27 Juli 2020, telah dilaksanakan kegiatan patroli di kawasan wisata Bahari Gili / Pelabuhan.

Menurutnya, pada pelaksanaan kegiatan itu, tujuannya untuk mengimbau kepada masyarakat setempat, untuk bersama-sama mencegah penyebaran virus Corona.

“Pada tanggal 20, 21 dan 25 Juli 2020, telah melaksanakan penyemprotan disinfektan di Aula Kantor Bupati,” kata Evi.

Dijelaskan, selain di Aula Kantor Bupati, penyemprotan disinfektan dilakukan di Kantor Desa Persiapan Samaguna, Pasar Tanjung, Bank BPBD, PDAM, Polsek Tanjung, Polres KLU.

BACA JUGA; Perkembangan Penanganan Covid-19 Lombok Utara, Pasien Masih Positif Virus Corona 14 Orang

“Penyemprotan disinfektan itu terus berlanjut dilaksanakan di Masjid Jami’ Tanjung, Puskesmas Kayangan, dan Pasar Hewan Tanjung,” jelasnya.

Humaspro KLU