PLN Jalankan Stimulus Covid-19 untuk Pelanggan Sosial, Bisnis, dan Industri, Dukung Pemerintah Pulihkan Ekonomi

Melalui stimulus Tarif Tenaga Listrik ini, pelanggan hanya perlu membayar sesuai dengan pemakaian riil

lombokjournal.com —

JAKARTA ;     PLN telah menyiapkan mekanisme pemberian stimulus Tarif Tenaga Listrik (TTL) dari pemerintah berupa pembebasan rekening mininum bagi pelanggan Sosial, Bisnis, dan Industri dengan daya dimulai dari 1300 VA ke atas.

Apabila pemakaian pelanggan di bawah kWh minimum, maka pelanggan cukup membayar sesuai pemakaian kWh nya.

Selain itu, stimulus ini juga diberikan bagi pelanggan Sosial daya 220 VA sd 900 VA, Pelanggan Bisnis dan Industri daya 900 VA  berupa pengurangan biaya beban.

Stimulus pemerintah ini diberikan untuk meringankan beban pelanggan menghadapi pandemi Covid-19.

“Sebagai BUMN, PLN siap menjalankan kebijakan pemerintah untuk memberikan stimulus berupa pembebasan rekening minimum dan biaya beban,” tutur Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan, Bob Saril.

Adapun program ini diberikan bagi:

  1. Pembebasan penerapan ketentuan Rekening Minimum bagi pelanggan yang pemakaian energi listrik di bawah ketentuan rekening minimum (40 jam nyala), diberlakukan bagi:
  2. Pelanggan Golongan Sosial daya 1300 VA ke atas (S2/1300 VA s.d. S-3/> 200 kVA);
  3. Pelanggan Golongan Bisnis daya 1300 VA ke atas (B1/1.300 VA s.d. B-3/> 200 kVA); dan
  4. Pelanggan Golongan Industri daya 1300 VA ke atas (I-1/1.300 VA s.d. I-4/30.000 kVA keatas);
  5. Pembebasan penerapan ketentuan Jam Nyala Minimum bagi pelanggan Golongan Layanan Khusus sesuai dengan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL).
  6. Pembebasan Biaya Beban, diberlakukan bagi:
  7. Pelanggan Golongan Sosial daya 220 VA dan 900 VA (S-1/220 VA, S-2/450 VA, S-2/900 VA)
  8. Pelanggan Golongan Bisnis daya 900 VA (B-1/900 VA); dan
  9. Pelanggan Golongan Industri daya 900 VA (1-1/900 VA)

Melalui stimulus Tarif Tenaga Listrik ini, pelanggan hanya perlu membayar sesuai dengan pemakaian riil. Sementara selisih dari Rekening Minimum atau Jam Nyala Minimum terhadap rekening realisasi pemakaian serta Biaya Beban menjadi stimulus yang dibayar Pemerintah.

Stimulus ini berlaku sejak rekening Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember Tahun 2020.

PLN memastikan stimulus ini tidak akan mengganggu keuangan PLN. Pasalnya setiap stimulus yang diberikan akan diganti pemerintah melalui mekanisme kompensasi seperti halnya stimulus yang telah diberikan kepada pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA bersubsidi serta industri dan bisnis kecil berdaya 450 VA.

AYA (*)




Begini Reaksi Masyarakat Desa Doridungga Sambut Gubernur NTB

Kebijakan Bang Zul, menurutnya, sangat dirasakan masyarakat. Apalagi, pada saat pandemi Covid-19 melanda

KABUPATEN BIMA.lombokjournal.com — Usai salat Ashar di Musala Al-Ridwan Desa Doridungga, Kabupaten Bima, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah berjalan kaki menyapa teman, kerabat, serta penduduk Desa Doridungga, Kabupaten Bima.

Satu persatu, disapa, diajak bicara, bahkan bercengkerama di sepanjang jalan.

Kehadiran Gubernur yang akrab disapa Bang Zul di kampung tersebut sangat menyedot perhatian warga.

Bahkan, ada sejumlah warga yang keluar rumah hanya sekadar ingin menyapa, kemudian menyampaikan doa dan secara spontan minta Gubernur istirahat ke rumah mereka.

“Pak Gubernur, silahkan masuk, istirahat di rumah,” ujar warga dengan wajah berseri-seri.

“Mudah-mudahan Pak Gubernur tetap sehat,” ungkap warga lain yang tengah membuka pintu rumah.

Tak sedikit warga berfoto bersama orang nomor satu di Pemprov NTB tersebut. Menurut Rohani, warga Desa   Doridungga kedatangan Gubernur ke desanya ini sudah beberapa kali.

Dia bersyukur dan mendoakan Gubernur supaya tetap berkeliling menyapa dan menyerap aspirasi masyarakat.

“Pak Gubernur luar biasa. Biasanya kita yang capek-capek cari Gubernur, sekarang Gubernur langsung datang sendiri,” ujarnya setelah berswafoto dengan Gubernur NTB.

Kebijakan Bang Zul, menurutnya, sangat dirasakan masyarakat. Apalagi, pada saat pandemi Covid-19 melanda.

Saat dia dan keluarganya diminta berdiam di rumah, kebijakan Gubernur yang menyalurkan sembako JPS Gemilang ikut meredakan kesulitan hidup mereka.

“Untung ada sembako dari pak Gubernur, jadi kami bisa makan tanpa harus keluar rumah dan keluar duit,” tambah perempuan yang sudah lama menjadi ibu rumah tangga tersebut.

Rohani berharap, kedatangan Gubernur ke Kabupaten Bima ini menjadi momentum yang baik. Terlebih, Gubernur melaksanakan sholat Idul Adha di lapangan Desa Doridungga.

“Alhamdulillah, Pertama kali saya lihat ada Gubernur datang dan salat Idul Adha di desa terpencil di kabupaten Bima,” tutupnya.

AYA/HmsNTB

 




Gubernur Zul Dengar Keluhan Warga Kabupaten Bima Bersama Kepala OPD

Sekarang zamannya kita bersinergi, tidak lagi kita saling menyalahkan, kaa Gubernur Zul

KABUPATEN BIMA.lombokjournal.com — Tiap kunjungan kerja Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah ke Kabupaten/Kota, Gubernur selalu membawa seluruh kepala OPD.

Itu semua dilakukan dalam rangka meningkatkan solidaritas dan mendengar secara langsung keluhan dan aspirasi masyarakat.

“Hari ini saya didampingi puluhan kepala OPD Provinsi NTB. Jadi, apapun keluhan dan aspirasi masyarakat, bisa disampaikan langsung Kepala Dinas terkait,” ujar Gubernur di hadapan kades, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Kabupaten Bima, sambil memperkenalkan seluruh kepala OPD, Kamis (30.07/20).

Gubernur Zul menilai, keinginan masyarakat NTB sesungguhnya sederhana saja. Mereka hanya menginginkan pemimpinnya hadir, mau menyapa dan mengunjungi mereka untuk saling mendengar.

Gubernur tidak menghendaki jika alasan kesibukan menjadi penghalang silaturahmi antara para pemimpin dengan warganya.

“Alhamdulillah puluhan kepala OPD ikut, keluh kesah masyarakat bisa di dengar dan ditindaklanjuti langsung,” tambah Bang Zul.

Sesibuk apa pun kita, lanjut Bang Zul, jangan sampai lupa dengan yang namanya silaturahim. Gubernur menegaskan, dirinya tidak ingin ada kepala dinas ataupun pejabat lainnya yang enggan turun langsung mendengar masyarakat.

“Kita ini terkadang senang dicari. Masyarakat kita capek nyari, tapi malah tidak bisa ketemu. Sekarang tradisi itu kita balik, kita sendiri yang turun mencari masyarakat,” harap Bang Zul.

Gubernur menegaskan, masyarakat dan pemimin, serta semua pihak harus bersinergi, saling membantu. Persoalan yang bisa diselesaikan oleh pemerintah kabupaten, silakan diselesaikan oleh kabupaten. Demikian juga dengan persoalan yang bisa dibantu oleh Pemprov NTB, tentu akan dibantu oleh Pemprov NTB.

Demikian halnya dengan pemerintah pusat.

“Sekarang zamannya kita bersinergi, tidak lagi kita saling menyalahkan,” tutupnya.

AYA/HmsNTB




Peduli UMKM, HBK Adakan Literasi Jasa Keuangan di Mataram

Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian HBK kepada UMKM terdampak Covid-19 di Kota Mataram

lombokjournal.com —

MATARAM;    Wakil Ketua Komisi I DPR RI, H. Bambang Kristiono, atau yang akrab dipanggil HBK memanfaatkan masa resesnya dengan berbagai kegiatan.

Salah satu yang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, adalah dengan menggelar kegiatan literasi jasa keuangan di Kota Mataram.

Haji Bambang Kristiono (HBK)

Kegiatan bertema “Penyuluhan Jasa Keuangan Bersama Anggota DPR RI H. Bambang Kristiono (HBK)” ini, digelar pada hari Kamis (30/07/20), melibatkan Tim ‘HBK PEDULI Kota Mataram’ bekerjasama dengan Yayasan Swadaya Membangun Mataram, dan OJK Provinsi  NTB.

Penyuluhan dilaksanakan di 6 Kecamatan yang ada di Kota Mataram, dengan menghadirkan peserta antara lain para pelaku UMKM terdampak Covid-19, pelaku industri jasa keuangan lokal, pelaku pariwisata, dan pelaku jasa transportasi.

“Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Pak HBK kepada UMKM terdampak Covid-19 di Kota Mataram. Materi kegiatan penyuluhan jasa keuangan antara lain, tentang edukasi dan pemanfaatan produk industri Jasa Keuangan secara door to door dimasa pandemi Covid19,”  kata Ketua ‘HBK PEDULI Kota Mataram’ Ustadz Amrilah, di sela-sela kegiatannya, Kamis (30/07) di Mataram.

Selain kegiatan penyuluhan jasa keuangan, Tim HBK PEDULI juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako dari untuk masyarakat terdampak pandemi Covid19.

Ustads Amrilah mengatakan, metode penyaluran bantuan paket2 sembako ini dilaksanakan secara door to door, kepada kelompok2 sasaran terutama masyarakat terdampak, dengan tetap memperhatikan dan mentaati protokol Covid19.

Tiap paket sembako itu terdiri dari beras beras 3 Kg, Minyak goreng 1 Liter, Gula Pasir 1 Kg, Ikan Sarden 2 Kaleng, Telur Ayam 1 Trey (10 Butir), Mie Instant 4 Bungkus, Hand Sanitizer 100 ml 1 Botol, dan Masker.

Bantuan yang diberikan sebanyak 500 paket sembako tersebut, sebanyak 200 paket sembako disalurkan bersama Yayasan Swadaya Membangun Mataram, dengan sasaran para orang tua jompo, para anak yatim piatu yang tidak mampu, dan kelompok Nelayan di wilayah Pondok Perasi.

“Kemudian 300 paket Sembako lainnya, disalurkan di Kecamatan2 yang ada di Kota Mataram oleh Tim HBK PEDULI Kota Mataram dan para pengurus PAC Partai Gerindra Kota Mataram,”  kata Amrilah.

Ustads Amrilah mengaku bangga dengan kegiatan yang dilakukan HBK di Kota Mataram.

Ia mengatakan, bantuan yang disalurkan mendapat respons positif dan sangat antusias dari masyarakat, dan Ia berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat, meringankan kesulitan masyarakat terdampak Covid-19.

“Saya bangga menjadi bagian dari Tim HBK PEDULI, menjalankan instruksi2 Pak HBK untuk terus berada di tengah-tengah masyarakat yang diwakilinya. Pembagian 500 paket sembako bagi masyarakat Kota Mataram terdampak Covid19 pada hari ini, telah mendapatkan respons dan apresiasi yang sangat luar biasa,”  imbuhnya.

Salah satu penerima bantuan M Husni, seorang nelayan di Pondok Perasi, Ampenan, mengaku tidak mengenal HBK, dan juga bukan pemilihnya pada saat Pileg lalu. Namun ia bangga dan terharu, karena juga ikut mendapat bantuan yang tanpa pandang bulu.

“Saya secara pribadi tidak mengenal Pak HBK, saya juga bukan pemilihnya. Tapi program-program dan kepeduliannya Pak HBK, telah menyentuh orang-orang seperti kami. Mudah-mudahan Pak HBK dan keluarga sehat terus, dan dilimpahi rezeki yang cukup,” ujarnya.

Sementara itu secara terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPR RI H Bambang Kristiono (HBK) mengatakan, kegiatan di masa reses ini dihajadkan untuk menyentuh masyarakat di bawah, terutama masyarakat dan pelaku UMKM terdampak Covid-19.

HBK menyampaikan apresiasi kepada OJK dan semua Tim HBK Peduli yang sudah bersama-sama memberikan literasi jasa keuangngan bagi para pelaku UMKM.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak OJK yang telah bersedia bekerjasama dengan Yayasan Swadaya Membangun Mataram, dan Tim HBK PEDULI Kota Mataram, dalam kegiatan penyuluhan kepada para pelaku usaha IKM, yang dilanjutkan dengan penyaluran bantuan paket2 sembako bagi masyarakat terdampak Covid19,” kata HBK.

Pria Humble yang dikenal sebagai Samurai Prabowo ini menegaskan, dalam situasi sulit akibat pandemi Covid19 ini, empati dan rasa kesetiakawanan sosial harus ditingkatkan.

“Dalam situasi saat ini empati dan rasa kesetiakawanan sosial kita diuji. Sebagai pejuang, kita menjawabnya dengan aksi-aksi nyata di lapangan, terus berbagi dan mengulurkan bantuan kepada masyarakat-masyarakat yang membutuhkan. Saya minta kepada Tim HBK PEDULI Kota Mataram untuk terus turun ke masyarakat, membantu dan mendampingi mereka pada saat-saat sulit seperti ini,” tukas HBK.

Me




KEK Mandalika Akan Disusul 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Pengembangan pariwisata segera direalisasikan setelah rancangan Perpres diajukan oleh Bappenas dan ditetapkan oleh presiden

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendukung penuh persiapan Pulau Lombok sebagai destinasi pariwisata super prioritas di Indonesia.

Selain Mandalika, Pengembangan pariwisata super prioritas di Pulau Lombok akan disusul oleh  Senggigi, Tiga Gili, Rinjani, Kawasan Pantai Selatan dan Kota Tua Mataram.

Rencananya, pembangunan dan pengembangan destinasi super prioritas itu akan dilakukan secara bertahap selama 5 tahun ke depan, proses pembangunannya akan dimulai pada tahun 2021 hingga 2024 mendatang setelah Peraturan Presiden (Perpres) ditetapkan.

Pemerintah Provinsi NTB akan terus berikhtiar ditengah pandemi Covid-19, untuk menjadikan Lombok sebagai Destinasi Wisata yang aman dan produktif dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat mengikuti Rapat bersama Tim Program Pembangunan Pariwisata Terintegrasi (P3TB) di Ruang kerjanya, Kamis (30/07/20).

Rapat yang digelar melalui daring ini membahas laporan Hasil Penyusunan Rencana Induk Destinasi Pariwisata Prioritas (RIDPP) Lombok.

“Terima kasih kepada Kementerian Bappenas yang telah menjadikan Pulau Lombok sebagai daerah super prioritas pengembangan pariwisata. Kita akan betul-betul perjuangkan ke depan,” tegas Wagub.

Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub berharap, pengembangan pariwisata segera direalisasikan setelah rancangan Perpres diajukan oleh Bappenas dan ditetapkan oleh presiden.

Untuk mendukung segala tahap pengembangan itu, Pemerintah Provinsi NTB akan terus perkuat sinergi antara pemerintah pusat maupun kabupaten kota.

“Kami berharap mudah-mudahan pengembangan destinasi pariwisata di Lombok bisa sukses ke depannya,” harap Ummi Rohmi

Ketua I Tim Koordinasi Program P3TB, Ir. Bambang Prijambodo mengungkapkan, pemerintah pusat melalui tim koordinasi P3TB telah menyiapkan program pengembangan pariwisata yang berkualitas di beberapa daerah di Indonesia.

Salah satunya adalah pengembangan destinasi pariwisata yang ada di Pulau Lombok, Provinsi NTB.

Pengembangan destinasi pariwisata berkualitas itu telah disusun dalam Hasil Penyusunan Integrated Tourism Master Plan (ITMR) dan Rencana Induk Destinasi Pariwisata Prioritas (ITMR/RIDPP) khusus Lombok.

“Setelah semua disusun ke dalam ITMR dan RIDPP, kemudian dibuat rancangan perpres oleh Bappenas dan diajukan kepada presiden untuk ditetapkan,” ungkapnya sekaligus selaku Deputi Bidang Ekonomi Bappenas tersebut.

“Pengembangan ini melibatkan kementerian/lembaga yang terkait diantaranya, Kementerian PUPR, Kementerian Pariwisata dan Kementerian PPN/Bappenas,” lanjutnya.

Untuk mendukung percepatan pelaksanaan pembangunan pariwisata tersebut, lanjutnya,  Pemerintah bekerja sama dengan Bank Dunia, Pemerintah Daerah, Swasta dan BUMN serta pemangku kepentingan lainnya. Sehingga dapat meningkatkan kualitas dan akses pelayanan serta infrastruktur dasar pariwisata.

Selain Lombok, terdapat dua daerah super prioritas pengembanga destinasi pariwisata tahap pertama yaitu, Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara dan Candi Borobudur Provinsi Jawa Tengah.

man@kominfo




Lombok Destinasi Super Prioritas, Angin Segar Bagi NTB di Kancah Nasional dan Internasional

Pariwisata yang merupakan andalan Provinsi NTB ini tidak dapat terlepas dari pengelolaan lingkungannya, sehingga program NTB Bersih dan NTB Hijau benar benar didorong

MATARAM.lombokjournal.com –  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mewakili Gubernur NTB, mengikuti Courtesy Meeting Tim Koordinasi Program Pengembangan Pariwisata Terintegrasi dan Berkelanjutan (P3TB) secara virtual dari ruang kerjanya, bersama Deputi Bidang Ekonomi, Kamis (30/07/20).

Masuknya Pulau Lombok sebagai daerah super prioritas, merupakan sebuah angin segar bagi NTB dalam melambungkan nama NTB di kancah Nasional dan Internasional.

“Terimakasih untuk Bappenas dan semua tim, mudah mudahan ikhtiar untuk Lombok yang meliputi Mandalika, Senggigi, 3 Gili, Rinjani, Pantai Selatan dan Mataram ini bisa sukses,” ucap Wagub.

Wagub yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata NTB, menyampaikan, daerah super prioritas ini ke depan, akan diperjuangkan bersama.

Meski saat ini pandemi Covid-19 melanda NTB, bahkan seluruh belahan dunia, Pemerintah Provinsi NTB tetap optimis dan serius akan menyukseskan P3TB.

“Dalam program integrated tourism development projects ini, harapannya tentunya bisa cepat dapat price, agar dapat cepat kita eksekusi dan kami memang tidak mau terlena dalam pandemi Covid-19 ini, kami tetap bergerak dengan apa yang kita bisa, tentunya dengan pilihan untuk hidup aman dan produktif,” ujarnya.

Saat ini, Pemprov NTB sedang gencar mengkampanyekan protokol Covid-19, yang memang tidak mudah dalam pengaplikasiannya.

Terutama menjalankan kembali roda pariwisata dengan penerapan protokol Covid-19. Kendati demikian, Pemprov NTB tetap optimis dan komitmen dalam penerapan protokol ini di berbagai sektor dalam aktivitas masyarakat.

“Mengaktifkan kembali pariwisata dengan protokol Covid itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi kami terus berusaha dorong dan Alhamdulillah step by step berjalan dengan baik, seperti Gili juga sudah mulai aktif dan juga tempat tempat yang lain, utamanya daerah yang direkomendasikan yakni daerah terbuka, yang berhubungan dengan pegunungan, pantai dan lain sebagainya,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Wagub juga menyampaikan komitmen Pemprov NTB dalam pengelolaan lingkungan.

Pemprov sadar betul bahwa pariwisata yang juga merupakan andalan Provinsi NTB ini tidak dapat terlepas dari pengelolaan lingkungannya. Sehingga program NTB Bersih dan NTB Hijau benar benar didorong.

“Program zero waste atau NTB bersih, kami targetnya di tahun 2023 itu 30% pengurangan dan 70% penanganan dan juga untuk NTB Hijau kami juga memprogramkan rehabilitasi untuk hutan hutan kami dan kami sangat yakin dengan program lingkungan ini bisa sejalan dengan program pariwisata yang sudah saling mendukung satu sama lain,” ungkapnya.

Pada penghujung acara Wagub menyampaikan, Pemprov NTB akan memperdalam tugas dan tanggung jawab, agar P3TB benar benar dapat terealisasikan dengan baik.

“Kita sadar betul bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan Swasta ini benar benar bagaimana semua pihak dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik baiknya, tentunya kami dari pemerintah daerah akan mempersiapkan itu, seperti apa yang disampaikan tadi ada fungsi pengelolaan dan lain sebagainya, itu merupakan tugas dan tanggung jawab yang harus kami cermati dan tentunya kami akan mempelajari lebih lanjut dan Perpres tersebut,” ujarnya.

Terakhir Wagub mewakili masyarakat NTB sekali lagi menyampaikan rasa terimakasih kepada Bappenas atas kepercayaan dan terpilihnya Lombok sebagai salah satu daerah super prioritas.

“Terimkasih atas apa yang disampaikan dan komitmen kita bersama untuk di beberapa tempat prioritas ini, semoga harapan kami ini bisa terealisasi dan kita perjuangkan bersama,” tutupnya.

10 destinasi pariwisata prioritas

Deputi Bidang Ekonomi, Kementerian PPN/Bappenas, Ir. Bambang Prijambodo, menyampaikan arahan Presiden RI serta RPJMN 2020-2024.

Hal ini terkait dengan penetapan target-target pembangunan pariwisata pada tahun 2024 difokuskan pada pengembangan 10 destinasi pariwisata prioritas.

Untuk itu, P3TB kemudian dibentuk. P3TB diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan percepatan pembangunan pariwisata di destinasi pariwisata prioritas (DPP) tersebut.

Peraturan Presiden (Perpres) tengah disusun guna mempercepat pengembangan destinasi pariwisata prioritas secara terpadu dalam aspek-aspek kepariwisataan, infrastruktur, kehutanan, kemaritiman, tata ruang dan investasi. Tentunya ini harus selaras dengan perkembangan wilayah secara keseluruhan, sehingga diperlukan penetapan Rencana Induk Destinasi Pariwisata Prioritas (RDIPP).

“Jadi Perpres ini akan menjadi acuan dan alat koordinasi bagi kementerian lembaga dan pemerintah daerah, untuk percepatan pembangunan pariwisata kedepan,” ungkapnya.

RDIPP Lombok sendiri memuat visi, sasaran pertumbuhan, strategi pengembangan dan rencana aksi pengembangan kepariwisataan di destinasi pariwisata prioritas Lombok.

“Untuk itu, kami dari pusat, kementerian dan lembaga bersama daerah diharapkan untuk melaksanakan RIDPP Lombok ini,” jelasnya.

Selaku Ketua Pelaksana P3TB, Bambang berjanji akan terus mengawal proses dan perkembangan dari Perpres. Dengan ini, arah pembangunan pariwisata di Lombok dapat dipantau secara terus-menerus.

AYA/HmsNTB




Biaya Operasi Katarak Haerudin Ditanggung Program JKN-KIS

Program JKN-KIS banyak membantu masyarakat yang membutuhkan perawatan di fasilitas kesehatan, untuk itu harus didukung semua pihak dan mendapat perhatian penuh dari pemerintah

Narasumber : Haerudin

MATARAM.lombokjournal.com —  Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan sebagai pengelola jaminan kesehatan di Indonesia, terus berupaya meningkatkan performa pelayanan terbaiknya bagi masyarakat.

Pelayanan kesehatan yang komprehensif dan lengkap diberikan untuk semua peserta tanpa memandang lapisan masyarakat.

Haerudin (57), warga Dasan Lekong, Rembiga, Kecamatan Selaparang adalah salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat  (JKN-KIS) dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang sudah merasakan banyak manfaat dari program itu.

Saat ditemui tim jamkesnews, Haerudin mengaku pernah mengidap penyakit katarak. Ia dan keluarga selalu menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk berobat ke fasilitas kesehatan.

“Saya sudah merasakan manfaat dari Program JKN-KIS sejak zaman PT. Askes Persero. Operasi katarak saya sendiri berjalan lancar dan tidak mengeluarkan biaya sepeserpun, karena saya dan keluarga adalah peserta JKN-KIS,” ujar Haerudin pada, Rabu (29/06/20).

Berawal dari penglihatannya yang menurun, akhirnya ia melakukan pemeriksaan dan diharuskan menjalani operasi karena katarak.

Saat akan menjalani operasi di Rumah Sakit Mata Provinsi Nusa Tenggara Barat, Haerudin diberikan penanganan yang baik dan cepat. Haerudin pun sangat puas.

“Alhamdulilah operasi saya berjalan lancar dan cepat, tanpa ada kendala dan proses pemulihan saya sangat cepat. Dari awal pemeriksaan sampai dengan operasi katarak saya ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan. Bukan hanya itu, kacamata yang saya gunakan juga saya dapatkan berkat Kartu JKN-KIS yang saya miliki.” ujar Haerudin.

Ia dan keluarga pun merasa sangat terbantu dengan adanya Program JKN-KIS.

Menurutnya program ini banyak membantu masyarakat yang membutuhkan perawatan di fasilitas kesehatan untuk itu harus didukung semua pihak dan mendapat perhatian penuh dari pemerintah.

Agar masyarakat tidak perlu bingung memikirkan biaya kesehatan yang semakin lama semakin mahal.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang sudah membantu biaya operasinya, dan tidak lupa juga dirinya mengucapkan terima kasih kepada Rumah Sakit Mata Provinsi Nusa Tenggara Barat yang telah memberikan pelayanan terbaik.

Ia berharap Pemerintah Daerah dapat segera menjamin kesehatan seluruh masyarakatnya ke dalam Program  JKN-KIS.

dh/yn/Jamkesnews

 

 




Aplikasi Mobie JKN,  Beri Kemudahan Pemuda Milenial Ini

Narasumber : Naufal Fitriadi Irsan

MATARAM.lombokjournal.com —  Di era revolusi industri 4.0 yang teah dikelilingi dengan kecanggihan teknologi juga kerap disebut dengan zamannya kaum milenial.

Para pemuda melenial saat ini lebih akrab dengan perkembangan teknologi. Seperti salah satu pemuda milenial yang satu ini, Naufal Fitriadi Insan (29) yang mengaku dirinya tidak terlepas dari kecanggihan yang diberikan teknologi.

Naufal yang merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mengatakan bahwa kesehatan tidak untuk disepelekan.

Tak hanya itu saja, di era seperti ini Naufal pun kerap menggunakan Aplikasi Mobile JKN untuk memenuhi kebutuhannya dalam mengakses segala tentang Program JKN-KIS, maka dari itu bisa dikatakan saat ini BPJS Kesehatan terus berkembangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Menurut saya Program JKN-KIS ini sangat penting bagi kita, karena sedia payung sebelum hujan itu sangat perlu di masa seperti sekarang ini. Saya rasa pemuda melenial pasti sadar akan itu,” ungkap Naufal saat di temui dikediamannya pada Kamis (30/07/20).

Semua sudah sangat dipermudah dengan cara membuat perkembangan teknologi seperti Aplikasi Mobile JKN. BPJS Kesehatan pun telah meluncurkan aplikasi Mobile JKN ini dengan harapan dan tujuan untuk dapat mempermudah peserta JKN-KIS dalam hal mengakses layanan dri BPJS Kesehatan.

“Anak Muda seperti kami tentu lebih suka dan sangat senang jika semua fasilitas dapat di permudah, salah satunya dengan aplikasi Mobile JKN ini, sehingga saya bisa melakukan perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS kesehatan,” ujar Naufal.

Dengan adanya kemudahan seperti ini, Naufal pun tak lupa memberikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan yang terus berkembang dengan mengikuti perkembangan di era milenial ini.

“Tentunya saya sangat mengapresiasi kinerja dan terobosan BPJS Kesehatan yang tidak mau tertinggal dengan kemajuan teknologi yang ada dan tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang terus memberikan kemudahan dalam segi administrasi maupun dalam hal fasilitas yang ada saat ini sudah semakin baik,” tutup Naufal.

dh/yn/Jamkesnews




UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 29 Juli 2020, Bertambah 36 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 12 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Saat ini penularan Covid-19 masih terus terjadi. Ini menunjukkan bahwa penularan virus ini masih belum dapat dikendalikan dengan baik

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram mengkonfirmasi, ada tambahan 36 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 12 orang.

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Selasa (28/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 385 sampel dengan hasil 312 sampel negatif, 37 sampel positif ulangan, dan 36 sampel kasus baru positif Covid-19, sembuh 12 orang, Tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 36 kasus baru terkonfirmasi positif, 12 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (29/07/20) sebanyak 2.022 orang, dengan perincian 1.266 orang sudah sembuh, 110 meninggal dunia, serta 646 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

TAMBAHAN 36 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 12 ORANG, TIDAK ADA KEMATIAN BARU

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 1987, an. An. NPKAP, perempuan, usia 3 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1780. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  2. Pasien nomor 1988, an. Ny. GAAPL, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1780. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  3. Pasien nomor 1989, an. Tn. IMK, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1780. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1990, an. Ny. NMGG, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1780. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  5. Pasien nomor 1991, an. Ny. H, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  6. Pasien nomor 1992, an. Tn. LAWW, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  7. Pasien nomor 1993, an. Tn. MDZ, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  8. Pasien nomor 1994, an. Tn. KYS, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  9. Pasien nomor 1995, an. Tn. ASU, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram;
  10. Pasien nomor 1996, an. Ny. NWS, perempuan, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  11. Pasien nomor 1997, an. Ny. AK, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga;
  12. Pasien nomor 1998, an. Ny. RA, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  13. Pasien nomor 1999, an. Tn. A, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  14. Pasien nomor 2000, an. Ny. EYN, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  15. Pasien nomor 2001, an. An. MAGO, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara , Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1830. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  16. Pasien nomor 2002, an. Ny. STJ, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  17. Pasien nomor 2003, an. Ny. RH, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1833. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  18. Pasien nomor 2004, an. Ny. DY, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  19. Pasien nomor 2005, an. Ny. N, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  20. Pasien nomor 2006, an. Ny. MA, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  21. Pasien nomor 2007, an. Ny. M, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  22. Pasien nomor 2008, an. Ny. NR, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  23. Pasien nomor 2009, an. Ny. MS, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Penanae, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  24. Pasien nomor 2010, an. Ny. HW, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  25. Pasien nomor 2011, an. Tn. SA, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  26. Pasien nomor 2012, an. Ny. N, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  27. Pasien nomor 2013, an. Ny. RS, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  28. Pasien nomor 2014, an. Ny. LF, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  29. Pasien nomor 2015, an. Ny. NI, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1782. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  30. Pasien nomor 2016, an. Tn. A, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1832. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  31. Pasien nomor 2017, an. Tn. TAL, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  32. Pasien nomor 2018, an. Tn. MT, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1832. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  33. Pasien nomor 2019, an. Ny. NL, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  34. Pasien nomor 2020, an. Tn. S, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  35. Pasien nomor 2021, an. An. R, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1832. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima;
  36. Pasien nomor 2022, an. Tn. AM, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima.

Hari Rabu ini terdapat penambahan 12 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 1372, an. Ny. LH, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 1454, an. Ny. VC, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1499, an. Tn. DT, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1545, an. An. IGAFA, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 1600, an. Ny. FZ, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1690, an. Ny. NMCR, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 1713, an. Tn. S, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 1715, an. Tn. M, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  9. Pasien nomor 1716, an. Ny. BA, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  10. Pasien nomor 1742, an. Nn. FL, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 1746, an. Tn. N, laki-laki, usia 82 tahun, penduduk Desa Babusalam, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  12. Pasien nomor 1900, an. Ny. LP, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengatakan, hingga saat ini penularan Covid-19 masih terus terjadi. Ini menunjukkan bahwa penularan virus ini masih belum dapat dikendalikan dengan baik.

“Karena itu, untuk bisa tetap produktif dan beraktifitas ditengah pandemi ini, membutuhkan satu syarat yang harus dipenuhi oleh seluruh masyarakat secara kolektif,” katanya.

Ditegaskan, protokol kesehatan dan pencegahan ini harus terus kita terapkan secara disiplin dan ketat sampai vaksin atau obat Covid-19 ditemukan, agar kasus positif baru dan korban meninggal dapat benar-benar kita tekan dan hentikan.

AYA/Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 081802118119.




Gubernur Dijadwalkan Jadi Khatib Salat Iedul Adha di Bima

Di Bima, Gubernur Zul dijadwalkan akan menghadiri silaturahim dengan toga, toma, dan masyarakat serta menyerahkan bantuan pembangunan di sejumlah Masjid

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah dijadwalkan menggelar sholat Idul Adha di Lapangan Besar Desa Doridungga, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Jumat (31/07/20).

Gubernur akan menjadi khatib pada pelaksanaan sholat Ied tersebut.

Usai sholat Ied, Gubernur Zul akan menyerahkan hewan kurban ke panitia kurban Desa Doridungga berupa satu ekor sapi exotic jenis simental seberat 1.050 Kg.

Pelaksanaan salat Idul Adha di Kabupaten Bima ini dirangkaikan dengan kegiatan kunjungan kerja (kunker), serta silaturahim dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan masyarakat di Pulau Sumbawa yang dimulai dari tanggal 30 – 31 Juli.

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy, S.Sos, MM mengatakan, pada tanggal 30 Juli besok Gubernur dijadwalkan bertolak dari BIZAM menuju Bandara Sultan Salahuddin Bima pukul 09.50 Wita.

Di Bima, Gubernur Zul dijadwalkan akan menghadiri silaturahim dengan toga, toma, dan masyarakat serta menyerahkan bantuan pembangunan di sejumlah Masjid.

Hari Kamis (30/07/20), Gubernur Zul dijdawalkan tiba di Masjid Nurul Iman, Dusun Lewidewa, Desa Lewintana, sekaligus agenda penyerahan bantuan pembangunan masjid yang akan diterima oleh pengurus masjid setempat. Agenda berlanjut ke Masjid An Nur Dusun Bajo Selatan, Desa Bajo Kecamatan Soromandi.

Beberapa masjid lainnya yang akan didatangi oleh Gubernur dan sekaligus menyerahkan bantuan pembangunannya yaitu Masjid Al Hidayah Dusun Rade, Desa Punti Kecamatan Soromandi, Masjid Al-Fatah Dusun Teh, Desa Kananta Soromandi, Masjid Baburrahman Dusun Riando, Desa Sai Soromandi, Masjid Nurul Iman Dusun Saba.

Selain itu, juga Desa Sampungu, Masjid Sholihin Dusun Wadulancang, Desa Wadukopa Soromandi, dan Masjid At Taqwa Dusun Manggenae Desa Doridungga, Kecamatan Donggo.

“Gubernur dijadwalkan bermalam di Masjid At Taqwa Dusun Manggenae Desa Doridungga, Kecamatan Donggo pada Kamis malam,” kata Bang Najam.

Usai kunker di Kabupaten Bima, Gubernur melanjutkan perjalanan ke Pendopo Bupati Dompu pada hari Jumat 31 Juli 2020 pukul 13.00 Wita.

Di sana Gubernur dijadwalkan akan bersilaturahim dengan Kades se Kabupaten Dompu beserta Bupati Dompu dan OPD Kabupaten Dompu. Usai kegiatan silaturahim di Kabupaten Dompu, Gubernur akan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Sumbawa.

“Silaturrahmi dengan Kades Se Kabupaten Sumbawa beserta Bupati Sumbawa dan OPD Kabupaten Sumbawa akan digelar pada hari Sabtu 1 Agustus mendatang,” tambah Bang Najam.

Pada kegiatan Kunker dan silaturahmi di Pulau Sumbawa kali ini, Gubernur didampingi oleh 37 pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai dari tiga orang staf ahli, asisten serta puluhan kepala OPD seperti Inspektur, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda, Kadis PUPR, Kadis Perkim, Kadis Tanbun, Kadis DPMPTSP, Kadis Sosial, Kadis Dikbud, Kadispora.

Gubernur Zul akan didampingi juga oleh Kadis Perindustrian, Kadis Perdagangan, Kadis Pariwisata, LHK, Kadis Nakeswan, Kadis Perpustakaan dan Arsip, Kadis ESDM, Kadis PMPD Dukcapil, Kadis Perhubungan, Kadiskominfotik,  Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Koperasi dan UKM, Kadis Kelautan dan Perikanan, Kalak BPBD, Kasat Pol PP, Karo Hukum, Karo Ap dan LPBJP, Karo Organisasi, Karo Kesra, Karo Ekonomi, Karo Umum, Karo Humas & Protokol dan Karo Kerjasama.

AYA/HmsNTB