NTB Berbelasungkawa, Gubernur Ajak Masyarakat Teladani Sosok H.Lalu Mudjitahid

Setelah tidak lagi menjadi Kepala Daerah pun, almarhum tetap beraktifitas untuk masyarakat dan menjadi inspirasi

MATARAM.lombokjournal.com — Innalillahi Wainna llaihi Roojiun. Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah atas nama Pemprov NTB dan seluruh masyarakat NTB ikut berbelasungkawa yang mendalam atas berpulangnya salah seorang putra terbaik NTB, Drs.H.Lalu Mudjitahid.

Almarhum meninggal dunia di RSUD NTB hari Ini pukul 14.57 Wita setelah sempat menjalani beberapa hari perawatan.

Gubernur Zul menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan mengucapkan terimakasih atas jasa dan pengabdian alm sepanjang hayat mengabdi bagi masyarakat NTB.

Almarhum disebut sebagai sosok yang memiliki kontribusi yang sangat besar bagi masyarakat, selama hidupnya selalu didedikasikan untuk memajukan daerah ini.

Sebagai pemimpin, pengalamannya sangat komplit. Pada usia yang masih sangat muda misalnya, ia sudah menjadi Camat Tanjung, yang kini menjadi ibukota Kabupaten Lombok Utara.

“Hari ini kita kehilangan orang tua kita, sosok yang memiliki dedikasi tinggi dalam membanguan daerah dan kaya dengan keteladanan. Marilah kita meneladani beliau karena spiritnya tak pernah padam hingga akhir hayat,” katanya.

Dalam riwayat hidupnya, H. L. Mudjitahid dilantik menjadi Walikota Mataram pertama oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Barat, H.R. Wasitakusumah sesaat setelah peresmian pembentukan Kota Administratif Mataram oleh Menteri Dalam Negeri H. Amir Machmud pada tanggal 29 Agustus 1978.

L. Mudjitahid menjadi Walikota Mataram dari tahun 1978 – 1989. Selanjutnya almarhum pernah menjadi Bupati Lombok Barat selama dua priode yaitu dari 1989 – 1999.

Sejumlah program unggulan dan legendaris lahir dari tangan dingin H.Lalu Mudjitahid.

Setelah tidak lagi menjadi Kepala Daerah pun, almarhum tetap beraktifitas untuk masyarakat dan menjadi inspirasi. Ia berjasa di PT Gerbang Emas, Dewan Masjid Indonesia, Majelis Adat Sasak, Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme NTB, hingga sejumlah perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di Kota Mataram.

Menurut informasi, pemakaman almarhum akan digelar pada hari Ahad 2 Agustus 2020. Sholat Jenazah akan digelar dari pukul 7.30 – 9.00 Wita di Masjid Hidayatul Mukhtar Kuripan dan Pemakaman akan digelar di Pemakaman keluarga Kuripan, Lobar.

AYA/HmsNTB




Usai jadi Khatib Shalat Idul Adha, Gubernur Tinjau Lokasi Kebakaran di Bima

Sebanyak 47 unit rumah yang terbakar dengan rincian 37 rusak berat, 10 rumah rusak ringan dan korban kebakaran sebanyak 200 orang

BIMA.lombokjournal.com —  Usai Menjadi khatib shalat Idul Adha yang digelar di lapangan Desa Doridungga,  Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Zulkieflimansyah  meninjau lokasi kebakaran di Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Jumat (31/07/20).

Saat dikunjungi oleh Gubernur  Zul dan rombongan, terlihat suasana haru karena pemandangan puluhan unit rumah yang terbakar.

Sejak kemarin, Pemerintah bergerak cepat dengan  menerjunkan personil BPBD dan peralatan untuk membantu proses pemadaman.

Selain itu, Dinas Sosial juga telah mendirikan dan menyediakan dapur umum untuk menyediakan makanan dan minuman bagi para korban kebakaran.

Berdasarkan pendataan dari BPBD Provinsi NTB Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.40 Wita dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.00 Wita setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.

Pemicu kebakaran diduga akibat meledaknya kompos gas LPG di salah satu rumah warga setempat. Hingga kini, tercatat ada sebanyak 47 unit rumah yang terbakar dengan rincian 37 rusak berat, 10 rumah rusak ringan dan korban kebakaran sebanyak 200 orang.

diskominfotikntb




Di Bima, Gubernur Serahkan Hewan Kurban Seberat 1 Ton

Negara dan bangsa ini dimerdekakan dan dibangun juga karena semangat ukhuwah dan keikhlasan berkorban

BIMA.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menjadi khatib shalat Idul Adha yang digelar di lapangan Desa Doridungga, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Jumat (31/07/20).

Shalat Idul Adha yang diikuti oleh masyarakat Desa Doridungga dan sekitarnya itu. berlangsung lancar dan khidmat.

Dari atas mimbar, Gubernur menyampaikan, Idul Adha atau Idul Qurban serta Ibadah Haji yang dilaksanakan oleh umat Muslim sejatinya merupakan napak tilas sejarah pengembaraan spiritual yang berujung pada tauhid yang dijalankan oleh Nabi Ibrahim AS.

“Esensi Idul Adha adalah kemampuan mentransformasi pesan keagamaan menjadi aksi nyata perjuangan kemanusiaan. Oleh karenanya, jika Idul Fitri membawa kita kembali kepada kesucian atau fitrah, maka Idul Adha seharusnya merupakan rekonfirmasi kita terhadap keesaan Allah SWT,” katanya.

Ketundukan dan kepatuhan kepada Allah, lanjutnya, sesuai dengan makna Islam itu sendiri, yaitu tunduk dan patuh.

“Hanya kepada Allah,” tegas Gubernur.

Negara dan bangsa ini dimerdekakan dan dibangun juga karena semangat ukhuwah dan keikhlasan berkorban. Bukan karena hadiah dari penjajah, bukan pula karena saling berselisih dan bercerai berai.

“Sesungguhnya, umat Islam adalah umat yang satu. Karena persatuan tersebut umat menjadi kuat,” ulasnya.

Pada akhir khutbah, Gubernur mengingatkan seluruh jamaah untuk mengingat lima hal sebelum datang lima hal.

“Pertama, isi masa mudah mu sebelum datang masa tua mu. Kedua, pergunakan dengan baik masa sehatmu sebelum datang masa sakit mu. Ketiga, manfaatkan masa kaya sebelum miskin. Keempat, manfaatkan lapang sebelum datang sempit. Ke lima isilah hidup sebelum datang kematian,” ujarnya.

Yang lima tersebut, tambah Bang Zul, semuanya harus tetap diingat. Apalagi, yang terakhir, datang hidup sebelum kematian menjemput kita semua.

“Yang paling penting, kita jalani kehidupan ini dengan hal-hal yang penuh kebaikan dan mendatangkan keberkahan,” tutup Bang Zul.

Usai Shalat Idul Adha, Gubernur menyerahkan hewan kurban ke panitia kurban Desa Doridungga, Kecamatan Donggo Kabupaten Bima berupa satu ekor sapi exotic jenis simetal seberat 1.050 Kg atau lebih dari 1 ton.

AYA/HmsNTB-




BPJS Kesehatan Mataram Gandeng Kejaksaan, Untuk Tigkatkan Kepatuhan Badan Usaha

Badan Usaha yang tidak patuh agar segera melakukan perbaikan baik dalam administrasi data pegawai, maupun iuran JKN-KIS yang belum dilunasi

MATARAM.lombokjournal.com — BPJS Kesehatan Cabang Mataram melakukan sosialisasi terpadu program Jaminan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kepada Badan Usaha di Wilayah Kabupaten Lombok Barat, Kamis (30/07/20).

Sosialisasi terpadu ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan bagi Badan Usaha di Kabupaten Lombok Utara dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS.

Kepala Bidang Perluasan, Pengawasan dan Pemeriksaan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Mataram Juluanta Kaibun menjelaskan, kegiatan sosialisasi terpadu ini sangat penting khususnya bagi Badan Usaha yang tidak patuh agar kedepannya para pemberi kerja paham akan pentingnya jaminan kesehatan bagi para pekerjanya.

Selain itu, ia menekankan bahwa badan usaha juga wajib untuk memberikan seuruh haknya kepada para pekerjanya khususnya dalam bidang jaminan kesehatan.

“Saya berharap Badan Usaha yang tidak patuh ini dapat memahami pentingnya Program JKN-KIS. Karena pemberi kerja wajib memberikan Jaminan Kesehatan bagi para pekerjanya sehingga apa yang menjadi hak pekerja dapat terpenuhi dengan baik,” ungkap Juluanta.

Kegiatan ini juga melibatkan Kejaksaaan Negeri Mataram dan Kepala Balai Pengawas Ketenagakerjaan Pulau, untuk ikut serta langsung dalam sosialisasi kepada para badan usaha yang belum patuh.

Dalam kegiatan ini, Kepala Seksi Perata dan Tata Usaha Kejaksaan Negeri Mataram Putu Agus Ary Artha memberikan sambutan kepada para badan usaha yang tidak patuh.

Dalam sambutannya, ia mengimbau kepada badan usaha yang tidak patuh untuk segera melakukan perbaikan baik dalam administrasi data pegawai maupun iuran JKN-KIS yang belum dilunasi.

Ary mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Mataram akan melakukan pemanggilan kepada seluruh badan usaha yang tidak patuh untuk dilakukan penerapan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk itu ia menghimbau kepada seluruh badan usaha yang tidak patuh untuk melaporkan data yang sebenarnya kepada petugas pemeriksa BPJS Kesehatan dan melakukan pembayaran iuran JKN-KIS tepat waktu.

“Saya berharap badan usaha yang hadir saat ini dapat memahami Program JKN-KIS sehingga tidak ada badan usaha yang dipanggil Kejaksaan Negeri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Ary saat memberikan sambutannya.

dh/yn/Jamkesnews

 




JKN-KIS Menjamin Penuh Pengobatan Syaraf Kejepit Yang Diderita Suyudi

Narasumber : Suyudi

MATARAM.lombokjournal.com — Banyak orang yang memanfaatkan Jaminan Kesehatan – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk perawatan di fasilitas kesehatan.

Suyudi (55) adalah salah satu peserta JKN-KIS yang telah merasakan manfaat dari adanya program JKN-KIS ini.

Suyudi menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk berobat Herniasi Nucleus Pulposus (HNP) atau yang sering disebut dengan saraf terjepit.

Ia mengaku pertama kali merasakan keluhannya berupa nyeri disertai dengan kesemutan yang tidak kunjung hilang hingga berjalan pun harus merunduk.

Saraf terjepit merupakan suatu kondisi, dimana saraf tertekan oleh bagian di sekitarnya.

Jika tidak ditindak lanjuti dengan serius, maka dapat berdampak pada jaringan lunak, atau pelindung di sekitar saraf mengalami kerusakan atau pecah.

Hal ini akan menyebabkan pembekakan dan tekanan yang ekstra, dan bila terjadi terus-menerus, tentu saja saraf bisa mengalami kerusakan secara permanen.

“Saat itu, tiba-tiba saya merasakan pinggang belakang terasa sakit, sampai jalan harus membungkukkan badan, rasa sakit juga terasa sampai di kaki, karena sudah tidak tahan dengan rasa sakitnya, saya pun dibawa ke rumah sakit terdekat dari rumah oleh istri dan anak saya, pada saat itu dokter langsung memeriksakan kondisi saya dan menyatakan bahwa saya mengalami saraf terjepit,” ujar Suyudi saat ditemui di kediamanannya pada, Jumat (31/07/20)

Suyudi menambahkan, setelah melalui proses pemeriksaan, dokter menyarankan Suyudi untuk menjalani rawat inap untuk kesembuhannya.

Bukan hanya itu, dirinya juga disarankan oleh dokter tersebut untuk memanfaatkan kartu kepesertaan JKN-KIS miliknya agar ia tidak khawatir soal biaya perawatan.

“Saya pun harus rawat inap selama 3 hari. Dokter saraf yang merawat saya pun menyarankan untuk menggunakan jaminan kesehatan yang saya punya yaitu JKN-KIS, karena biaya pengobatan dan perawatan ini cukup lama dan memakan biaya yang cukup banyak,” ungkapnya.

Kini, Suyudi hanya dapat mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah atas penyeleggaraan Program JKN-KIS. Karena program tersebut, seluruh biaya perawatannya saat itu dijamin oeh BPJS Kesehatan dan ia sudah tidak dibuat khawatir akan hal tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah menjamin seluruh biaya pengobatan ini. Saya tidak  tahu bagaimana jadinya jika saya tidak menjadi peserta JKN-KIS, tentunya biaya yang harus saya keluarkan cukup banyak,” tutupnya.

dh/yn/Jamkesnews

 




Selly-Manan akan Libatkan Penyandang Disabilitas dalam Tim Pemenangan

Pemerintah sudah cukup banyak menerbitkan regulasi tentang perlindungan terhadap penyandang disabilitas. Konsep pembangunan ramah disabilitas juga sudah seringkali digaungkan di tingkat nasional dan daerah

lombokjournal.com —

MATARAM;    Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dan H Abdul Manan (Selly-Manan) akan melibatkan para penyandang disabilitas dalam tim pemenangannya di Pilkada Kota Mataram tahun ini.

Keterlibatan partisipatif para difabel ini, bukan sekadar menempatkan penyandang disabilitas dalam posisi yang sama dengan masyarakat lainnya, tetapi juga sebagai bagian kepedulian Selly-Manan terhadap para difabel di Kota Mataram.

“Saudara kita yang memiliki kelebihan khusus atau difabel ini juga punya potensi yang sama. Kami akan libatkan mereka sebagai motor penggerak Selly-Manan untuk Mataram,” kata Hj Putu Selly Andayani, Kamis (30/07/20)

Mengangkat jargon Mataram Cemerlang dalam Pilkada tahun ini, Selly-Manan memang ingin membuktikan bahwa Kota Mataram bisa menjadi kota maju yang juga ramah disabilitas.

Aspek pembangunan perkotaan nantinya akan mempertimbangkan kebutuhan para penyandang disabilitas. Sebab bagaimana pun mereka juga merupakan warga Kota Mataram yang berhak mendapatkan pelayanan yang sama dan setara dengan yang lain.

Menurut Selly, pelibatan disabilitas dalam tim pemenangan dilakukan untuk menunjukan kesetaraan mereka dengan komponen tim lainnya.

“Mereka punya ide dan gagasan. Kritik dan saran mereka juga harus kita akomodir sebagai warga Kota Mataram yang sama,” timbuh Selly.

Hj. Putu Selly Andayani yang juga tokoh pembina disabilitas di NTB ini mengatakan, sejatinya para penyandang disabilitas ini memiliki potensi masing-masing. Mereka sama sekali tidak butuh dikasihani, tetapi lebih butuh mendapat perlakukan yang sama dan setara dengan masyarakat lainnya.

“Saudara kita ini tidak ingin sekedar dikasihani tapi mereka perlu diperlakukan sama dan diberi tanggungjawab sesuai proporsinya. Selly-Manan berkomitmen untuk mengajak kaum difabel duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan yang lain,” ujarnya.

Selly mengatakan, selama ini pemerintah sudah cukup banyak menerbitkan regulasi tentang perlindungan terhadap penyandang disabilitas. Konsep pembangunan ramah disabilitas juga sudah seringkali digaungkan di tingkat nasional dan daerah.

Hanya saja, dalam implementasinya semua itu belum bisa terealisasi secara optimal. Masih banyak fasilitas umum dan fasilitas publik yang belum memperhatikan kebutuhan disabilitas.

Stigmatisasi terhadap kaum difabel sebagai kelompok yang lemah dan terkadang dikucilkan dan dikasihani masih sering terjadi.

Kesempatan untuk mereka dapat bekerja dan berkarya di sejumlah sektor pembangunan juga masih terbatas

“Dengan melibatkan mereka secara partisipatif, Selly-Manan ingin mengubah stigma dan sterotype (cara pandang) yang salah tentang kaum difabel ini. Mereka juga bisa Cemerlang dan terlibat aktif dalam pembangunan Kota ini,” tuturnya.

Sementara itu Ketua DPD Perhimpunan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Provinsi NTB, Fitri Nugraha Ningrum menyambut baik dan mengapresiasi langkah Selly-Manan yang ingin melibatkan penyandang disabilitas sebagai tim pemenangan di Pilkada Kota Mataram.

“Ya kita bangga kalau memang teman-teman disabilitas dilibatkan. Ini sebuah penghargaan saya rasa untuk teman-teman,” katanya.

Menurut Fitri, sosok Selly Andayani sudah lama dikenal sebagai figur yang peduli dan punya empati yang tinggi kepada masyarakat bawah, termasuk para penyandang disabilitas.

Selly juga pernah menggelar acara khusus memperingati HUT Pertuni tahun lalu, dan menghadirkan Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah.

“Pak Gubernur saat ini juga sangat memperhatikan disabiitas dan memberi ruang yang cukup. Sehingga jika di Kota Mataram juga demikian akan lebih bagus lagi,” urainya.

Berdasarkan data Dinas Sosial NTB setidaknya di Provinsi NTB tercatat sebanyak 17.178 orang penyadang disabilitas. Sebagian besar berada di pulau Lombok, dan Kota Mataram khususnya.

Fitri mengungkapkan, seharusnya konsep pembangunan ke depan juga melibatkan para penyandang disabilitas sejak perencanaan hingga realisasinya.

Me




Sekda : Idul Adha, Keikhlasan Melaksanakan Protokol Kesehatan Covid-19

Pemerintah telah mengatur protol pelaksanaan Shalat idul adha beserta penyembelihan hewan qurban

MATARAM.lombokjournal.com —  Sekretaris Daerah Provinsi NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengajak masyarakat NTB untuk berqurban keikhlasan dalam disiplin melaksanakan protokol kesehatan covid-19.

Hal tersebut disampaikan Sekda saat mewakili Gubernur NTB dalam memberikan sambutan pelaksanaan Shalat Idul Adha, bertempat di Masjid Hubhul Wathan Islamic Centre, Jum’at (31/07/20) pagi.

Sekda menghimbau jamaah yang hadir agar dapat memahami esensi berqurban, yaitu keikhlasan. Esensi berqurban di masa pandemi saat ini ialah juga untuk mampu ikhlas dan bersungguh – sungguh mengatasi penularan Covid-19.

“Esensi dari berkurban adalah keikhlasan kita, saat ini mari kita ikhlas dan berikhtiar sungguh sungguh dalam menerapkan protokol kesehatan covid-19,” himbau Miq Gite.

“Selamat hari raya idul adha 1441 H, mudah mudahan dengan disiplin, musibah ini segera berlalu dari muka bumi kita ini,” katanya.

Miq Gite turut menekankan dua hal penting yang masyarakat harus pahami dalam pelaksanaan Idul adha tahun ini.

Yang pertama, Covid-19 telah merebak di berbagai belahan dunia, untuk itu Pemerintah mengambil kebijakan untuk tidak memberangkatkan jamaah haji demi kesehatan dan keselamatan bersama.

Kedua, Miq Gite mengingatkan, Pemerintah telah mengatur protol pelaksanaan Shalat idul adha beserta penyembelihan hewan qurban.

“Ini semua demi keselamatan bersama,” jelas Miq Gite

Di akhir sambutannya, Sekda mengingatkan bahwa angka kasus pasien positif Covid19 di NTB masih terus bertambah setiap harinya, untuk itu masyarakat harus terus waspada dan turut disertai doa yang tulus agar pandemi dapat segera berakhir.

“Mari kita berdoa, meminta pertolongan Allah SWT sembari tetap ikhtiar memutus rantai penyebarannya,” katanya.

Berdasarkan rilis pers Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB kemarin, Kamis (30/07/20) di NTB masih terdapat penambahan kasus pasien positif Covid19 sebanyak 43 kasus.

Sehingga jumlah total kasus sebanyak 2.065 dengan rincian 663 pasien positif Covid19 dirawat dalam keadaan baik, 1.290 pasien sudah sembuh dan 112 meninggal.

Terpantau, pelaksanaan Shalat idul adha di Masjid Hubhul Wathan Islamic Centre NTB sangat disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Mulai dari jamaah yang masuk ke area shalat diwajibkan menggunakan masker, pengecekan suhu badan dengan thermogun dan pemberian handsanitizer oleh panitia, hingga pengaturan shaf shalat yang berjarak.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan Sapi oleh para donatur, termasuk Sapi Sumbangan Presiden RI Joko Widodo seberat 1.3 Ton. Turut mendampingi Sekda pada kesempatan tersebut, para Asisten Setda NTB, dan beberapa kepala dinas dan biro lingkup Pemerintah Provinsi NTB.

diskominfotikntb




Pemprov Kembangkan Sayap UMKM Lokal NTB keluar Daerah

Upaya yang dilakukan oleh Pemprov NTB adalah hal yang luar biasa dan harus didukung bersama

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat siap kembangkan sayap dan memberdayakan UMKM lokal NTB keluar daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si menyampaikan itu saat menjadi narasumber kegiatan Rapat Daring yang digelar Inews TV di ruang kerjanya, Kamis (30/07/20).

Mengangkat tema diskusi “Pemberdayaan UMKM ala NTB di tengah Pandemi Covid-19”,   Sekda menegaskan, Pemerintah Provinsi NTB NTB di bawah kepemimpinan Gubernur Zul – Rohmi akan terus mendorong kemajuan UMKM di NTB.

“Kami tetap mendorong  kemajuan UMKM NTB, karena bagi kami UMKM memberikan efek positif yang sangat luar biasa” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi positif langkah yang dilakukan Pemprov NTB terhadap UMKM di tengah pandemi Covid-19.

Miq Gite sapaan akrab Sekda, juga memaparkan strategi dan langkah – langkah yang diupayakan Pemprov NTB dalam memajukan UMKM di NTB.

Langkah-langkah tersebut antara lain, pertama, UMKM lokal akan diberikan penguatan teknologi berupa bantuan alat produksi, pelatihan SDM dan penguatan pasar.

Kedua, menjaga lapangan pekerjaan dengan bantuan keringanan pajak . Hal itu diikhtiarkan karena pandemi covid19 yang belum berakhir.

Menurut Miq Gite, relaksasi pajak ini harus di niatkan sungguh- sungguh dan butuh political will, yaitu tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga kebijakan nasional.

Dan yang ketiga,  bagaimana NTB akan menfasilitasi berbagai beban-beban yang harus ditanggung oleh dunia usaha termasuk BPJS dan perijinan investasi.

Sekda juga menuturkan, langkah – langkah tersebut dapat terus berkembang sebagai ikhtiar Pemprov mengembangkan  UMKM lokal di NTB.

“Salah satu contohnya seniman, bagaimana dapat memberdayakan berbagai karyanya di hotel-hotel kita dan menempatkannya pada tempat wisata. Inilah wujud kita mencintai produk lokal itu” tutupnya

Pengamat politik NTB Dr. Iwan Harsono yang turut hadir mengatakan, upaya yang dilakukan oleh Pemprov NTB adalah hal yang luar biasa dan harus didukung bersama.

Selain langkah untuk mengurangi pengangguran di NTB, kemudian pemberdayaan UMKM juga sebagai bentuk kecintaan terhadap produk lokal NTB

“Ya tentu dengan upaya ini kita bisa melihat bagaimana lapangan berbicara. Dan bagi saya, kalau program ini terus diikhtiarkan, maka saya bisa pastikan UMKM di NTB akan maju dan angka pengangguran akan berkurang” tutupnya.

ftr/diskominfotik




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 30 Juli 2020, Bertambah 43 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 24 Orang, Kasus Kematian 2 (dua) Orang

Agar pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tetap dapat berjalan dengan khusyuk dalam masa pandemi ini, diharapkan kepada masyarakat untuk senantiasa memperhatikan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 dalam ibadah Sholat Ied maupun dalam rangkaian ibadah penyembelihan hewan qurban

 MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD Praya mengkonfirmasi, ada tambahan 43 pasien positif Covid-19, dan pasien yang dinyatakan sembuh 24 orang.

 

Lalu Gita Aryadi

Siaran pers hari Kamis 30/07/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 298 sampel dengan hasil 223 sampel negatif, 32 sampel positif ulangan, dan 43 sampel kasus baru positif Covid-19, sembuh 24 orang, Tidak ada kasus kematian.

Ddjeaskan, adanya tambahan 43 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 24 tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (30/7/2020) sebanyak 2.065 orang, dengan perincian 1.290 orang sudah sembuh, 112 meninggal dunia, serta 663 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

TAMBAHAN 43 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 24 ORANG, Kasus KEMATIAN 2 (dua) orang

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2023, an. Ny. DNG, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Jereneng, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  2. Pasien nomor 2024, an. Ny. S, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1850. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  3. Pasien nomor 2025, an. Tn. H, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1739. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  4. Pasien nomor 2026, an. Ny. Y, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 2027, an. Tn. BW, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  6. Pasien nomor 2028, an. Tn. SPLM, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  7. Pasien nomor 2029, an. Ny. S, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Risa Sentra Medika;
  8. Pasien nomor 2030, an. Ny. BZ, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Desa Ketare, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  9. Pasien nomor 2031, an. Tn. FA, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong;
  10. Pasien nomor 2032, an. An. MJ, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Cepak Daya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong;
  11. Pasien nomor 2033, an. Tn. LDP, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  12. asien nomor 2034, an. Ny. NPS, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  13. Pasien nomor 2035, an. Ny. K, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung;
  14. Pasien nomor 2036, an. Ny. NWA, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Salut, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung;
  15. Pasien nomor 2037, an. Tn. MR, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  16. Pasien nomor 2038, an. An. ARNS, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Desa Naru, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak pasien Covid-19 nomor 1860. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Bima;
  17. Pasien nomor 2039, an. By. A, perempuan, usia 4 bulan, penduduk Desa Rade, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Bima;
  18. asien nomor 2040, an. Tn. GF, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1805. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Plampang;
  19. Pasien nomor 2041, an. Tn. MI, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1807. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Plampang;
  20. asien nomor 2042, an. Ny. N, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1808. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Plampang;
  21. Pasien nomor 2043, an. An. YH, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1806. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Plampang;
  22. Pasien nomor 2044, an. An. KG, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1806. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Plampang;
  23. Pasien nomor 2045, an. Tn. HS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Sumbawa Barat;
  24. Pasien nomor 2046, an. Tn. DD, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Seteluk, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Sumbawa Barat;
  25. Pasien nomor 2047, an. Tn. N, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1644. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Sumbawa Barat;
  26. Pasien nomor 2048, an. Tn. A, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Lekong, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1711. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Alas Barat;
  27. Pasien nomor 2049, an. Tn. IH, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1796. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Alas;
  28. Pasien nomor 2050, an. Tn. M, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1796. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Alas;
  29. Pasien nomor 2051, an. Ny. H, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Dete, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Lape;
  30. Pasien nomor 2052, an. Ny. S, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Desa Songkar, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1824. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Moyo Utara;
  31. Pasien nomor 2053, an. Tn. H, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Songkar, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1824. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Moyo Utara;
  32. Pasien nomor 2054, an. Ny. J, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid19 nomor 1821. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  33. Pasien nomor 2055, an. Tn. IKM, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Desa Golong, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga;
  34. Pasien nomor 2056, an. Tn. M, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Rabakodo Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Bima;
  35. Pasien nomor 2057, an. Ny. N, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Bima;
  36. Pasien nomor 2058, an. Ny. K, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1851. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  37. Pasien nomor 2059, an. Tn. DI, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  38. Pasien nomor 2060, an. Tn. S, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1689. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  39. Pasien nomor 2061, an. Ny. H, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1689. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;40.
  40. Pasien nomor 2062, an. Ny. M, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Lembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 1896. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  41. Pasien nomor 2063, an. Tn. H, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas,Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram;
  42. Pasien nomor 2064, an. Ny. R, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Punia,Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram;
  43. Pasien nomor 2065, an. Tn. JW, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Desa Narmada, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda.

Hari Kamisi terdapat penambahan 24 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 965, an. Ny. AS, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1055, an. Tn. S, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 1149, an. Ny. IN, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Leu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  4. Pasien nomor 1297, an. Tn. N, laki-laki, usia 78 tahun, penduduk Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur;
  5. Pasien nomor 1306 an. An. ALDS, perempuan, usia 7 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 1421, an. Tn. S, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1445, an. Tn. IGNEDP, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 1452, an. Ny. MGR, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 1455, an. Ny. ECT, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 1468, an. Ny. SH, perempuan, usia 75 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 1537, an. Tn. GP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Sleman, Yogyakarta;
  12. Pasien nomor 1548, an. Ny. M, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  13. Pasien nomor 1580, an. Tn. KBM, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Rempe, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  14. Pasien nomor 1597, an. An. KMB, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  15. Pasien nomor 1608, an. Ny. NP, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  16. Pasien nomor 1665, an. Tn. WA, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 1686, an. Tn. IDGL, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Abian Tubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 1702, an. Ny. YY, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  19. Pasien nomor 1720, an. Ny. S, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  20. Pasien nomor 1770, an. Ny. UA, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  21. Pasien nomor 1774, an. An. ZAF, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Desa Gerung Utara,Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  22. Pasien nomor 1775, an. An. GZA, laki-laki, usia 4 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  23. Pasien nomor 1851, an. Tn. SS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat;
  24. Pasien nomor 1852, an. Tn. D, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Desa Tempos, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Kamis ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 2027, an. Tn. BW, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 2028, an. Tn. SPLM, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Hingga saat ini penularan Covid-19 masih terus terjadi. Ini menunjukkan bahwa penularan virus ini masih belum dapat dikendalikan dengan baik.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19, Lalu Gita Aryadi menghimbau, agar pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tetap dapat berjalan dengan khusyuk dalam masa pandemi ini, diharapkan kepada masyarakat untuk senantiasa memperhatikan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19

“Dalam ibadah Sholat Ied maupun dalam rangkaian ibadah penyembelihan hewan qurban. Yakni dengan menggunakan masker, membawa sajadah masing-masing, menjaga jarak, tidak berjabat tangan, menjaga kebersihan alat-alat yang digunakan untuk menyembelih qurban, meminimalkan kerumunan dan yang semisalnya,” kata Lalu Gita Aryadi

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 081802118119\

Selamat Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah.

Semoga keteladanan yang telah dicontohkan dalam ibadah qurban bisa menjadi penyemangat dan motivasi kita semua untuk senantiasa dapat menjaga kesabaran serta bekerja dengan ikhlas, aman dan produktif di tengah pandemi Covid19.

Mataram, 30 Juli 2020

Sekretaris Daerah 

Selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas

Provinsi Nusa Tenggara Barat,

Drs. H. LALU GITA ARIADI, M.Si.




Berkat JKN-KIS, Ibu Melahirkan Tanpa Dipungut Biaya

Ibu tiga orang anak ini sangat bersyukur, karena seluruh biaya persalinannya ditanggung oleh Program JKN-KIS

Narasumber : Putu Sri Oktari

MATARAM.lombokjournal.com — Momen melahirkan menjadi momen yang sangat dinantikan dan akan selalu diingat oleh setiap perempuan yang telah berkeluarga.

Persalinan normal ataupun caesar memiliki kisahnya masing-masing.

Seperti pengalaman yang telah dirasakan oleh Putu Sri Oktari (35), seorang ibu yang melahirkan anak ketiga dengan menggunakan kartu kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Dari awal melahirkan anak pertama sampai dengan anak ketiga, Putu, begitu panggilan akrabnya, selalu menggunakan Kartu JKN-KIS.

Putu yang saat itu sempat bingung dengan kabar yang ia dengar dari beberapa orang tentang pembedaan pelayanan di fasilitas kesehatan apabila menggunakan kartu JKN-KIS.

Namun, hal itu terbantahkan ketika ia membuktikan sendiri pelayanan yang ia dapat. Ia pun dengan senang hati membagikan kisah bahagianya kepada tim Jamkesnews, Selasa (30/06/20).

“Dari melahirkan anak pertama, saya selalu menggunakan kartu JKN-KIS. Banyak sekali manfaat yang saya dapatkan dari Program JKN-KIS ini. Saya beruntung sekali memiliki kartu JKN-KIS. Dengan mengikuti prosedur pelayanan yang benar pasti semua akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” tutur Putu.

Ibu tiga orang anak ini sangat bersyukur, karena seluruh biaya persalinannya ditanggung oleh Program JKN-KIS.

Apalagi, dengan upah yang diterima oleh suaminya yang hanya cukup untuk menghidupi keluarganya, dengan keberadaan Program JKN-KIS, Putu merasa bersyukur karena seluruh pembiayaan proses persalinanya sudah dijamian oleh Program JKN-KIS.

“Biaya persalinan itu cukup mahal, mungkin gaji suami saya pun tidak cukup untuk membiayai itu semua. Saya bersyukur sekali memiliki Kartu JKN-KIS yang sangat banyak manfaatnya ini. Sehingga persalinan anak pertama sampai dengan anak ketiga saya ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” tambah Putu

Bagi Putu, BPJS Kesehatan telah banyak membantu dirinya dan keluarga. Ia tidak tahu berapa banyak biaya yang akan dikeluarkan seandainya ia tidak menjadi peserta JKN-KIS, karena seperti pepatah mengatakan, sedia payung sebelum hujan.

Karena itu ia dan keluarga sangat bersyukur telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

Sebagai ucapan terima kasihnya kepada BPJS Kesehatan, ia mengajak serta seluruh peserta JKN-KIS untuk bersama-sama menyosialisasikan Program JKN-KIS kepada seluruh masyarakat. Agar masyarakat menjadi paham dan dapat merasakan manfaatnya seperti yang telah ia rasakan.

dh/yn/Jamkesnews