Gubernur Apresiasi Gerak Cepat Tim NTB Care

Tiga Layanan Pengaduan yang dikelola oleh Dinas Kominfotik Provinsi NTB sudah saling terkoneksi dan terintegrasi, yaitu NTB Care, SMS Center dan Fanspage NTB Care

MATARAM.lomokjournal.com

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, mengapresiasi gerak cepat yang dilakukan oleh Tim NTB Care dalam menjawab aduan dan  masukan. Baik itu melalui Facebook maupun aplikasi NTB Care yang dikelola langsung oleh Dinas Kominfotik Provinsi NTB.

Dalam akun pribadi milik Dr.Zulkieflimansyah, Bang Zul sapaan akrabnya memposting kinerja cepat Tim NTB Care bersama OPD terkait dan stakeholder lainya, dalam menangani salah satu  anak yang memerlukan perlindungan khusus (AMPK) kategori anak terlantar.

“Terima kasih teman-teman di Dinas Sosial Provinsi maupun KSB serta tim yang langsung turun ke desa-desa setelah diberitahukan ada adik kita yang putus sekolah dan hidup di bawah standar hidup yang layak di Poto Tano. Kalau ada keluhan atau apa sampaikan ke facebook NTB Care. Insya Allah tim akan dengan senang hati untuk menindaklanjuti,” katanya.

Hingga minggu ke-2  sudah terdapat 32 aduan yang tercatat oleh Tim NTB Care. Aduan yang didapat oleh Tim NTB Care beragam, mulai dari sektor kesehatan, infrastruktur hingga lingkungan hidup.

Dalam sektor Kesehatan Tim NTB Care telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTB guna menjawab aduan dari masyarakat salah satunya kasus Ibu berinisial I berusia 70 Tahun yang telah mengalami penyakit stroke selama 5 tahun belakang ini.

Dinas Kesehatan Provinsi NTB telah menyambangi dan melakukan pemeriksaan terhadap pasien. Berdasarkan koordinasi stakeholder pasien kini dalam kondisi baik.

Aduan mengenai infrastruktur, Tim NTB Care menemukan beberapa aduan yang langsung disampaikan masyarakat melalui akun pribadi milik Gubernur, salah satunya adalah kurang memadainya jalan di Kabupaten Bima, Kecamatan Monta.

Dinas PUPR Provinsi NTB selaku penanggung jawab langsung memberikan respon yang cepat dan mengkoordinasikan dengan pihak-pihak terkait guna menindaklanjuti aduan tersebut.

Masalah lingkungan juga masih disampaikan oleh masyarakat NTB.

Dalam akun Fanpage milik Gubernur, salah satu aduan masyarakat mengenai penumpukan  sampah  menyebabkan air menggenang  terjadi  disisi terowongan pertama arah bundaran Lingkar Selatan menuju Dusun Kebun Sudak Kabupaten Lombok Barat.

Gerak cepat dilakukan oleh Dinas LHK Provinsi NTB berkoordinasi dengan Dinas LHK Kabupaten Lombok Barat sehingga masalah sampah dilokasi tersebut telah diselesaikan.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., menerangkan Fanpage NTB Care ini adalah salah satu alternatif bagi masyarakat khususnya pengguna media sosial facebook agar aduan ataupun masukan lebih cepat dan efisien tersampaikan.

Dengan adanya terobosan ini, maka  tiga Layanan Pengaduan yang dikelola oleh Dinas Kominfotik Provinsi NTB sudah saling terkoneksi dan terintegrasi, yaitu NTB Care, SMS Center dan Fanspage NTB Care.

“Fanpage NTB Care ini merupakan fitur tambahan dari aplikasi NTB Care yang sebelumnya telah ada,  tujuan adanya layanan ini untuk mewujudkan pelayanan publik yang cepat dan efisien,” terang Gde Aryadi.

Diskominfotik NTB




Pilkada Sumbawa Memanas, DPW PKS NTB Siap Pasang Badan Hadapi Sengketa

Selain siap menghadapi gugatan kubu Djarot-Mukhlis, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan gugatan yang sama

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua DPW PKS NTB Abdul Hadi menyatakan PKS NTB siap pasang badan menghadapi gugatan Paslon Djarot-Mukhlis terkait kemenangan tipis Paslon Mo-Novie selaku Paslon yang diusung PKS di Pilkada Kabupaten Sumbawa.

Dari tujuh titik Pilkada Serentak NTB 2020, Pilkada Kabupaten Sumbawa yang tensinya paling panas.

Dua Paslon yang meraih suara tertinggi, Mo-Novie dan Djarot-Mukhlis saling klaim kemenangan berdasarkan hasil hitung cepat masing-masing tim.

Melihat fakta tersebut, Hadi yang dikonfirmasi lombokjournal.com mengaku siap pasang badan terkait kemungkinan penyelesaian sengketa hasil Pilkada di MK.

Penyelesaian sengketa pilkada di MK sendiri kemungkinan besar terjadi mengingat selisih suara dua Paslon tersebut yang tidak melebihi dari dua persen.

“Pelaksanaan sudah bagus ya, tinggal hal-hal temuan yang harus dibuktikan. Semua ya, tinggal nanti di MK seperti apa,” katanya. Senin, (14/12/20).

Ditambahkan Hadi, selain siap menghadapi gugatan kubu Djarot-Mukhlis, pihaknya juga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan gugatan yang sama ketika dibutuhkan.

“Karena masih dalam perhitungan kami minta petugas, saksi partai mengawal sampai keputusan KPU,” ujarnya.

Sementara ini, Paslon PKS NTB hanya menang di tiga Kabupaten yakni Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat.

Untuk Kabupaten Sumbawa, Paslon usungan PKS masih harus menunggu pengumuman resmi KPU mengingat selisih kemenangan yang tak mencapai dua persen, sementara untuk kabupaten yang terakhir, Paslon PKS diuntungkan karena hanya melawan kotak kosong.

“Allah punya kekuasaan. Upaya ke arah sana sudah kita lakukan,” ungkapnya.

Ast




HBK Berharap, Pemenang Paslon Partai Gerindra  Pilkada NTB Bisa Pegang Amanah Rakyat

Ada 5 pasangan calon (Paslon) yang diusung Partai Gerindra yang sudah dipastikan unggul

lombokjournal.com —

JAKARTA   ;   Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono, SE (HBK)

menyampaikan ucapan selamat kepada para Paslon Pemenang di  Pilkada Kab/Kota se-Prov. Nusa Tenggara Barat (NTB), baik yang diusung maupun yang tidak diusung oleh Partai Gerindra.

Samurai Prabowo ini berharap, para pemenang Pilkada bisa menjadi pemimpin daerah yang amanah, yang mampu menjaga kepercayaan rakyatnya, untuk waktu lima tahun ke depan.

“Pesta demokrasi sudah usai, Pilkada serentak 9 Desember 2020 kemarin sudah menunjukan pilihan dan mandat rakyat itu diberikan kepada siapa. Untuk selanjutnya, siapa pun yang menjadi pemenangnya, tentu itu adalah pilihan terbaik rakyat. Saya mengucapkan selamat untuk para paslon yang telah memenangkan Pilkada di 7 Kab/Kota yang berada di Prov. NTB”, kata HBK, Minggu (13/12/20) melalui keterangan tertulisnya dari Jakarta.

Berdasarkan hasil quick/real count KPU, ada 5 pasangan calon (Paslon) yang diusung Partai Gerindra yang sudah dipastikan unggul dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di 7 Kab/Kota di Prov. Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pasangan Djohan Sjamsu/Danny Karter Febrianto (Joda) unggul di Lombok Utara, pasangan Ir. HW Musyafirin/Fud Syaifuddin unggul di Sumbawa Barat, pasangan Indah Damayanti Putri/Dahlan M. Noer unggul di Bima, pasangan Kader Jaelani/H. Syahrul Parsan unggul di Dompu, pasangan H Lalu Pathul Bahri/HM Nursiah unggul di Lombok Tengah, sementara pasangan Syarafudin Jarot/Mohklis masih bersaing ketat dengan pasangan Mo/Novy di Sumbawa.

HBK yang memimpin langsung pemenangan Pilkada serentak Partai Gerindra di NTB, menyampaikan apresiasi, penghormatan serta kebanggaanya kepada semua paslon yang diusung Partai Gerindra di Prov. NTB, atas perjuangan, militansi serta kerja kerasnya didalam mengambil hati serta mendapatkan mandat rakyat dalam perhelatan Pilkada serentak 2020 ini.

Setidaknya, dari 7 Pilkada Kab/Kota di Prov. NTB, jago-jago Partai Gerindra dipastikan telah berhasil tampil sebagai pemenang di 5 Kab/Kota, antara lain pasangan Djohan Sjamsu/Danny Karter Febrianto (Joda) di Lombok Utara, pasangan Ir. HW Musyafirin/Fud Syaifuddin di Sumbawa Barat, pasangan Indah Damayanti Putri/Dahlan M. Noer di Bima, pasangan Kader Jaelani/H. Syahrul Parsan di Dompu, pasangan H. Lalu Pathul Bahri/HM Nursiah di Lombok Tengah, sementara pasangan Jarot/Mokhlis masih bersaing ketat dengan pasangan Mo/Novi di Sumbawa.

“Partai Gerindra merasa bangga, dan menyampaikan apresiasi, terimakasih, serta penghormatan yang setinggi-tingginya atas kepercayaan yang diberikan masyarakat NTB kepada para paslon yang diusung Partai Gerindra,” katanya.

Menurut HBK, kepastian kemenangan paslon Partai Gerindra di 5 Kab/Kota merupakan kemenangan bersama masyarakat. Hal ini sebagai wujud dari soliditas dan kerja keras para kader Partai, Tim Pemenangan, para Relawan dan simpatisan, serta masyarakat di Kab/Kotanya masing-masing.

“Kemenangan paslon dari Partai Gerindra adalah kemenangan bersama rakyat. Perjuangan kolektif dari paslon, kader Partai, Tim pemenangan, Relawan dan simpatisan, serta masyarakat Kab/Kota itu sendiri. Kemudian khusus untuk Pilkada Sumbawa, saya sudah turunkan Tim Pemenangan dari Partai Gerindra Prov. NTB untuk segera berada ditengah-tengah Tim pemenangan paslon Jarot/Mokhlis dalam rangka mempertahankan kemengannya, sekaligus mempersiapkan diri kalau-kalau harus berperkara sampai di MK,” ujar HBK.

Selain menyampaikan selamat untuk para pemenang di 7 Pilkada Kab/Kota di Prov. NTB, HBK juga memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada para penyelenggara Pilkada, yaitu para petugas KPU dan Bawaslu.

Mereka sudah bekerja keras, amanah, dan profesional dalam mensukseskan terselenggaranya Pilkada yang damai, hidup, dan sehat di wilayahnya masing-masing.

HBK juga mengapresiasi kinerja jajaran Kepolisian dan TNI, khususnya jajaran Polda NTB dan Korem 162/WB, yang sudah bekerja profesional, tidak memihak, dan maksimal dalam menjaga ketertiban dan keamanan penyelenggaraan Pilkada di wilayah NTB.

“Saya mengapresiasi KPU, Bawaslu, TNI-Polri, serta semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Pilkada sehingga jalannya pesta demokrasi di NTB bisa berjalan dengan tertib, lancar dan aman, juga yang telah memenuhi Prokes (protokol kesehatan) dengan baik,”  paparnya

Terakhir, HBK mengimbau kepada seluruh peserta Pilkada, dan para pendukung serta simpatisan-simpatisannya untuk bisa kembali bersatu, saling mendukung dalam pembangunan di daerahnya masing-masing.

“Yang kemarin sempat berbeda pilihan politik, berbeda dalam dukungan paslon, saya kira sekarang ini sudah saatnya kita kembali bersama, kembali bersatu, dan bersinergi dalam membangun daerahnya masing-masing. Dan kepada paslon yang masih bersaing ketat, berjuang keras meningkatkan hasil perolehan yang ada, maka jalur hukum haruslah menjadi satu-satunya pilihan atau jalan dalam mencari keadilan. Saya nyatakan Partai Gerindra sangat siap, dalam mendukung dan mendampingi Paslonnya, kalau harus berperkara di MK,” tukasnya.

Me

 

 




UPDATE Covid-19: Hari Minggu, 13 Desember 2020, Bertambah 38 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 4 (Empat) Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

MATARAM.lombokjournal.com –

Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium TCM RSUD Dompu dan Laboratorium TCM RSUD Bima mengkonfirmasi ada tambahan 38 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

H. Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers, Minggu (13/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah di[eriksa sebanyak 146 sampel dengan hasil 103 sampel negatif, 5 (lima) sampel positif ulangan, dan 38 sampel kasus baru positif Covid-19, 4 (empat) pasien sembuh, Tidak ada kasus kematian.

Dengan adanya tambahan 38 kasus baru terkonfirmasi positif, 4 (empat) tambahan sembuh baru, dan

tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Minggu (13/12/20) sebanyak 5.068 orang, dengan perincian 4.324 orang sudah sembuh, 266 meninggal dunia, serta 478 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gia Aryadi.

Tambahan 38 kasus baru positif Covid-19, Pasien Sembu 4 (empat) orang, tidak ada kasuss kematian

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 5031, an. ESH, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  2. Pasien nomor 5032, an. G, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  3. Pasien nomor 5033, an. I, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Lompo, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
  4. Pasien nomor 5034, an. M, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Lepadi, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  5. Pasien nomor 5035, an. A, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Kandai II, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  6. Pasien nomor 5036, an. R, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
  7. Pasien nomor 5037, an. JN, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
  8. Pasien nomor 5038, an. FJCD, laki-laki, usia 81 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
  9. Pasien nomor 5039, an. HA, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  10. Pasien nomor 5040, an. UJ, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Batu Tulis, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  11. Pasien nomor 5041, an. H, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  12. Pasien nomor 5042, an. N, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Bagik Polak Barat, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  13. Pasien nomor 5043, an. R, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  14. Pasien nomor 5044, an. TK, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  15. Pasien nomor 5045, an. JH, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Bugbug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  16. Pasien nomor 5046, an. S, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  17. Pasien nomor 5047, an. RM, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Rumbuk Timur, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  18. Pasien nomor 5048, an. EIC, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4938. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  19. Pasien nomor 5049, an. S, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4938. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  20. Pasien nomor 5050, an. KZC, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4938. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  21. Pasien nomor 5051, an. ES, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Lagam, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Lopok;
  22. Pasien nomor 5052, an. PI, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Labuan Kuris, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Lape;
  23. Pasien nomor 5053, an. WDA, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Labuan Mapin, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Alas Barat;
  24. Pasien nomor 5054, an. FA, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  25. Pasien nomor 5055, an. ES, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Maronge, Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Maronge;
  26. Pasien nomor 5056, an. PMA, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  27. Pasien nomor 5057, an. IGAMPS, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  28. Pasien nomor 5058, an. DWU, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  29. Pasien nomor 5059, an. IGBS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  30. Pasien nomor 5060, an. BLES, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  31. Pasien nomor 5061, an. IA, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Nyiur Tebel, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  32. Pasien nomor 5062, an. N, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  33. Pasien nomor 5063, an. A, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Pauk Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  34. Pasien nomor 5064, an. H, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  35. Pasien nomor 5065, an. MAM, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Desa Sandubaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4877. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  36. Pasien nomor 5066, an. U, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  37. Pasien nomor 5067, an. A, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Sangia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  38. Pasien nomor 5068, an. PAYP, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram.

Hari Minggu ini terdapat 4 (empat) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 4766, an. K, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Kembang Sari, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  2. Pasien nomor 4951, an. N, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 4952, an. KN, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;Pasien nomor 4952, an. KN, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur.

Rr/Aya.

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Hanya Menang di Tiga Pilkada, PPP NTB Kecewa

Diakui, PPP bisa belajar dan menjadikan kekalahan tersebut sebagai bahan evaluasi

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Ketua DPW PPP NTB, H Muzihir kecewa dengan capaian partainya yang hanya menang di tiga titik Pilkada dari tujuh titik kontestasi perebutan kursi Kepala Daerah Kabupaten/Kota di NTB 2020.

Pasangan Clon (Pason) yag diusung partai berlambang Ka’bah itu hanya mampu menang di Pilkada Kota Mataram, Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa Barat. Untuk kabupaten terakhir, wakil PPP diuntungkan karena bertarung dengan kotak kosong.

Muzihir yang juga Wakil Ketua DPRD NTB itu mengaku, sudah menentukan kriteria kandidat yang mestinya diusung pada Pilkada lalu. Tap, tidak berjalan sesuai rencana karena beberapa pertimbangan lain seperti ketentuan mengusung kader sendiri dan beberapa ketentuan lain.

Ia memberi gambaran kekalahan di Kabupaten Sumbawa di mana PPP mengusung kadernya yakni Nurdin Ranggabarani yang berpasangan dengan Burhanuddin Ja’far Salam.

Nurdin terpaksa gigit jari karena perolehan suaranya jauh merosot dari ekspektasi awal.

“Di Sumbawa sebenarnya Nurdin sudah tidak bisa nyalon. Tetapi ngotot dan lobinya berhasil di pusat untuk mencari wakil tiba tiba datang,” ungkapnya, Senin, (14/12/20).

Pertimbangan yang sama tetapi dengan pola berbeda terjadi di Kabupaten Lombok Utara. Menurut Muzihir, pihaknya lebih sepakat mendukung Joda-Akbar.

Tetapi beberapa kader PPP lain lebih memilih Najmul-Suardi yang pada kenyataannya harus menelan pil pahit kekalahan menyakitkan karena notabene. Padahal, Najmul-Suardi adalah kandidat yang diuntungkan posisinya selaku petahana.

“Najmul itu penyebabnya karena gempa. Bayangkan belum pulih sudah datang Covid,” katanya.

Di Pilkada Kabupaten Lombok Tengah, PPP disebutnya terlalu dini mengambil dukungan.   Hal yang seharusnya tidak perlu terjadi mengingat politik di NTB yang cenderung dinamis.

Terlepas dari itu, PPP diakuinya bisa belajar dan menjadikan kekalahan tersebut sebagai bahan evaluasi guna lebih menguatkan mesin partai di masa-masa mendatang.

Ast




HUT NTB  Ke-62 Dirayakan Dalam Ruangan, Dengan Protokol Covid-19

Baik lokasi maupun pemberlakuan protocol Kesehatan itu untuk menghindari penyebaran Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Provinsi NTB akan mencapai usianya yang ke-62 pada tanggal 17 Desember mendatang. Persiapan terus dilakukan oleh Pemprov NTB untuk merayakan HUT ke-62 di tahun ini.

Namun demikian, Pemprov tidak serta merta melupakan bahwa Indonesia termasuk NTB masih dalam masa pandemi.

Karena itu, Pemprov NTB merancang peringatan HUT yang ke-62 lokasi indoor dan dengan sepenuhnya menerapkan protokol covid-19  secara ketat.

Hal ini disampaikan Karo Humas dan Protokol, Najamudin Ammy S.Sos, M.M.  yang juga selaku Sekretaris pada pelaksanaan Hut NTB tahun ini.

Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengatakan, seluruh peserta maupun petugas upacara dalam rangka memperingati HUT ke-62 Provinsi NTB dipastikan dalam keadaan sehat dan tidak terpapar oleh Covid-19.

Selain itu, banyak hal-hal yang berbeda pada acara yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Desember mendatang, mulai dari pengurangan petugas upacara, hingga terbatasnya tamu  maksimal 100.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya, Gubernur NTB periode-periode sebelumnya dihadirkan, namun dalam situasi ini, kita lakukan dengan cara virtual,” terang Sekda pada acara rapat persiapan HUT ke-62 NTB di RRU Kantor Gubernur, Sabtu (12/12/20).

Hal tersebut dilakukan untuk menghindari penyebaran Covid-19 pada saat berlangsungnya acara yang dinantikan ini.

Ia juga mejelaskan bahwa acara peringatan HUT ke-62 ini dilaksanakan di dalam ruangan, mengambil tempat di Gedung Graha Bhakti Praja Kompleks Kantor Gubernur.

“Kalau kita buat acara di lapangan, itu akan mengundang kerumunan, oleh karenanya, acara dilaksanakan di dalam ruangan, jadi tidak ada was-was lagi, mau angin mau hujan dan lain sebagainya, tidak khawatir ” jelasnya.

Sebelum puncak acara, mulai tanggal 14 hingga 16 Desember akan diadakan berbagai kegiatan, mulai dari pameran produk-produk lokal, pasar murah oleh Dinas Ketahanan Pangan di Lapangan Jaka Mandala,  seminar literasi, hingga pengenalan program-program unggulan hingga Lounching NTB Mall tanggal 16 Agustus. Oleh Dinas Perdagangan.

Tidak hanya itu, video pendek yang berisi program-program di tahun sebelumnya harus ditampilkan.

Mulai dari penanganan gempa, pencegahan Covid-19,  hingga prestasi NTB di tengah pandemi harus ditampilkan sebelum puncak HUT NTB tanggal 17 Desember mendatang.

Pelaksanaan HUT NTB ini akan disiarkan langsung di akun Facebook  (FB) Humas NTB secara live streaming. Semua OPD dan  10 Kabupaten/Kota bisa mengikuti secara virtual.

Sekda NTB juga meminta kekompakan para Pimpinan OPD Lingkup Provinsi untuk turut serta memeriahkan acara ini dengan memberikan persembahan masing-masing sesuai dengan programnya.

“OPD diperkenankan melaksanakan rangkaian kegiatan secara sederhana, tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Rr/HmsNTB




Dukung NTB Hijau, Gerakan Pramuka Menanam Digelorakan

Pramuka terus turun di tiap wilayah, untuk melakukan pembinaan, memberikan edukasi serta mendroping aneka bibit tanaman

LOTIM.lombokjournal.com

Salah satu Program Unggulan Pemerintah Provinsi NTB yakni NTB Hijau, terus di gelorakan.

Tidak hanya mahasiswa dan ASN, gerakan pramuka juga terus berikhtiar menghijaukan NTB dengan ‘Gerakan Pramuka Menanam’ di seluruh wilayah NTB.

Seperti yang dilakukan oleh Pengurus Daerah Kwarda Pramuka NTB, Minggu (13/12/2020) pagi di Desa Setungkeplingsar, Kecamatan Keruak, dan Desa Suka Damai Kecamatan Jerowaru, kabupaten Lombok Timur.

Melanjutkan arahan Gubernur Zul, Pramuka NTB dengan sigap serta terorganisir melaksanakan terobosan positif tersebut, serta menggelorakan secara masif paramuka menanam agar diikuti seluruh kabupaten/kota di NTB.

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTB Drs. H. Fathul Gani, M.Si mengatakan, gagasan dari Gubernur Zul ini disambut baik oleh seluruh anggota Pramuka.

“Kegiatan ini juga sebagai Wujud Pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka”, papar Kak Fathul.

“Gerakan Pramuka Menanam tahun ini lebih diperluas target dan jenis tanaman yang ditanam. Bukan hanya tanaman pelindung, tapi mencakup berbagai jenis tanaman buah, sayur sayuran yang dibutuhkan setiap hari, dan bernilai ekonomis.

Kami akan terus turun di tiap wilayah, untuk melakukan pembinaan, memberikan edukasi serta mendroping aneka bibit tanaman.

Warga harus dibimbing tentang cara menanam yang baik, serta bagaimana memanfaatkan lahan yang ada, papar H. Fathul Gani yang juga merupakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) provinsi NTB.

Sebelumnya, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., optimis target penanaman sejuta pohon melalui Gerakan Pramuka Menanam di tahun 2021 dapat tercapai.

“Salah satu hobi dan passion saya adalah menanam pohon. Ada kepuasan tak terkira melihat pohon yang kita tanam menjulang tinggi, membesar dan menghasilkan keteduhan, ” ucap Gubernur Zul di Bumi Perkemahan (Buper) Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (11/12).

ikp/diskominfotikntb




Gubernur Deklarasi Rinjani dan Soft launching Jalur Sepeda WisataTetebatu

Selain Lombok Tengah, daerah-daerah lainnya diharapkan mendukung serta mempersiapkan diri menyambut lonjakan pengunjung ke NTB ke depan

LOTIM.lombokjournal.com

Deklarasi Rinjani dan Soft launching jalur pendakian dan jalur sepeda wisataTetebatu dilakukan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah di Ulem-ulem, Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (13/12/20).

Kegiatan ini sebagai tindak lanjut kegiatan sosialisasi kebijakan pemulihan ekosistem di tingkat tapak (Piagam Rinjani), untuk mendukung pelaksanaan Festival Geopark Rinjani Tahun 2020 Balai TN Gunung Rinjani.

Dan ini wujud keseriusan Provinsi NTB, memajukan pariwisata yang sempat terhambat akibatkan pandemi Covid-19.

Salah satunya, pariwisata Rinjani yang semenjak tanggal 7 Desember lalu menggelar Festival Geopark Rinjani.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul mengajak seluruh pihak bersama-sama merawat dan menjaga kelestarian Rinjani. Bang Zul berpesan, agar memperlakukan Rinjani layaknya makhluk hidup.

“Ketika kita memaknai bahwa Rinjani adalah sesuatu yang hidup, akan ada kesadaran bahwa dia akan lahir, dia akan tumbuh, dia akan sakit. Dan ketika dia sakit harus dirawat dan kalau tidak hati-hati dia akan mati,” pesan Bang Zul.

NTB yang akan menjadi tuan rumah berbagai event nasional dan internasional, mengharuskan semua pihak menyiapkan diri dari sekarang.

Kebersihan kemudian yang  pertama kami disoroti Bang Zul.

Ia menyebut, keindahan alam NTB kerap dinodai oleh banyaknya sampah, padahal tempat tersebut merupakan destinasi wisata.

Kemudian kondisi toilet yang dinilai kurang mendapat perhatian serius dari masyarakat.

Menyikapi ini, Ia menyerukan kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan daerahnya.

“Oleh karena itu, ini jadi tanggung jawab utama, bahwa toilet dan sampah adalah tanggung jawab serius yang harus kita benahi dan ini mudah-mudahan menjadi komitmen untuk menambah poin dalam Deklarasi Rinjani kita,” terangnya.

Selain Mandalika Lombok Tengah yang akan menjadi poros berbagai perhelatan akbar mendatang, daerah-daerah lainnya diharapkan Bang Zul dapat mendukung serta mempersiapkan diri menyambut lonjakan pengunjung ke NTB ke depan.

“Saya kira Lombok Timur punya banyak alternatif  yang memungkinkan orang menengok untuk datang ke tempat kita,” tutur Bang Zul.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Lombok Timur, Muhsin yang mewakili Bupati Lombok Timur mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berhasil menyukseskan berlangsungnya kegiatan hari ini.

Ia mengatakan, hal ini sebagai salah satu bentuk Pemkab Lombok Timur yang terus berupaya menjalin sinergi dengan pemerintah, baik di pusat maupun provinsi.

“Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus-menerus melanjutkan ikhtiar dalam rangka mendukung Pemerintah Pusat maupun di tingkat Provinsi,” jelasnya.

Muhsin menyampaikan, Pemkab Lotim mempunyai tiga hal yang menjadi fokus untuk diwujudkan. Tiga hal yang dimaksud yakni, jalan mulus sepanjang jalan, air mengalir sepanjang tahun dan listrik menyala sepanjang hari.

Dalam momen Deklarasi Rinjani ini, Ia fokus pada poin kedua yaitu air mengalir sepanjang tahun. Ia menyebut hal ini akan sulit diwujudkan apabila sinergi dari berbagai penunjang tidak berjalan dengan baik.

“Rinjani diyakini memiliki spiritual values, maka sejalan dengan agenda hari ini dalam rangka Deklarasi Rinjani yang mengedepankan, yang memperkuat “Tri Kaya Atmaja Nirah” yaitu Tiga Pusat Kekayaan Terbesar yaitu kawasan Rinjani menjadi sumber inspirasi, simbol persatuan dan kesatuan dan juga simbol keharmonisan,” ucapnya.

Sinergi multi pihak

Sebelumnya, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Dedy Asriady menerangkan jika kegiatan kali ini merupakan wujud kerjasama dan sinergi multi pihak, yaitu TNGR, Pemprov, Pemkab Lombok Timur hingga Pokdarwis dan masyarakat Tetebatu.

“Kegiatan ini adalah wujud real kolaborasi antara Geopark Rinjani Lombok bersama Taman Nasional Gunung Rinjani dan yang terakhir, yang paling keren adalah acara ini terjadi berkat kerjasama Pokdarwis dan masyarakat Desa Tetebatu,” ungkapnya.

Dedy kemudian menyebut alasan Tetebatu dipilih sebagai lokasi berlangsungnya kegiatan, salah satunya Tetebatu merupakan Desa Wisata Tertua yang ada di Pulau Lombok. Untuk itu, Ia berharap Tetebatu dapat terus eksis dan maju dalam mengembangkan pariwisatanya.

Begitu juga dengan Rinjani, Ia berharap seluruh pihak kompak dalam merawat kekayaan alam yang satu ini. Menurutnya, Rinjani adalah episentrum seluruh sendi-sendi kehidupan.

“Rinjani dianggap oleh masyarakat Lombok adalah pusat air, pusat budaya masyarakat lingkar Lombok, sumber kekayaan biodiversity. Sehingga, saya meyakini bahwa menjaga Rinjani adalah menjaga peradaban Lombok,” kata Dedy Asriady.

Rr/HmsNTB




Gubernur Buka Mubes IKB Flobamora NTB

Pesan Bang Zul, pengambilan keputusan dengan cara yang baik pati akan menghasilkan keputusan yang baik juga

MATARAM.lombokjournal.com

Saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) II Ikatan Keluarga Besar Flobamora NTB, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bercerita seorang raja yang membunuh burung elang peliharaannya. Elang itu dianggap merendahkan martabatnya dengan menendang gelas minuman.

Sesaat Raja menyadari Ketika tahu, minuman tersebut telah bercampur dengan racun ular.

“Poin penting dalam cerita ini, jangan sekali-sekali membuat keputusan penting pada saat marah,” ujar Bang Zul, saat menyampaikan sambutan Mubes II Keluarga Besar Flobamora NTB, di Hotel Grand Legi Mataram, Sabtu (12/12/20).

Flobamora merupakan akronim dari Flores, Sumba, Timor, dan Alor.

Bang Zul meminta kepada seluruh peserta Mubes ini, untuk membuat keputusan dalam keadaan yang baik. Tanpa ada unsur-unsur emosional yang berlebihan, agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan.

“Buatlah keputusan-keputusan penting dalam forum ini dengan perasaan hati yang penuh suka cita, tidak boleh ada emosi, marah, apa lagi sampai lempar-lemparan kursi,” ungkap Bang Zul disambut dengan tawa peserta.

Ia menjelaskan, pengambilan keputusan dengan cara yang baik pati akan menghasilkan keputusan yang baik juga.

Selain itu, Gubernu yang jebolan Universitas Indonesia ini juga menyampaikan bahwa NTB dan NTT berpeluang menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028.

Rencana tersebut sudah diajukan ke Kemenpora beberapa waktu yang lalu bersama dengan Gubernur NTT.

“Ketika bertemu dengan Gubernur NTT di Jakarta, kita sepakat bahwa sudah saatnya internasional event itu dilaksanakan di NTB dan NTT, salah satu yang akan segera kita realisasikan adalah menjadi tuan rumah bersama PON 2028,” ungkapnya.

Bang Zul meminta doa dan dukungan kepada semua peserta Mubes agar rencana ini berjalan dengan lancar demi kemajuan bersama

Di akhir sambutannya, Gubernur mengucapkan salah satu semboyan yang sering didengar dari sahabat-sahabatnya yang berasal dari NTB.

“Mengakhiri sambutan ini, saya ingin mengucapkan, katong samua basudara,” tuturnya disambut dengan tepuk tangan meriah.

Ketua IKB Flobamora NTB, Agus Balela menyampaikan terimakasihnya kepada Gubernur NTB yang telah menyempatkan diri untuk hadir pada acara Mubes ini. Ia meminta kepada segenap keluarga besar Flobamora untuk terus aktif dalam mengembangkan NTB.

Rr/HmsNTB




Era ‘Ageing Population’, Mendorong Pengembangan Jaminan Sosial Kesehatan

Jumlah peserta JKN-KIS berusia di atas 60 tahun saat ini mencapai 27 juta jiwa. Risiko akan penyakit kronik degeneratif —  hipertensi, artritis, stroke, PPOK, diabetes melitus, kanker, penyakit jantung koroner, batu ginjal, gagal ginjal dan gagal jantungdalam — usia tersebut sangat tinggi

MATARAM.lombokjournal.com

Indonesia saat ini tengah memasuki periode ageing population, suatu kondisi proporsi penduduk lansia di suatu daerah mengalami peningkatan secara progresif.

Sensus Sosial Ekonomi Nasional 1 (Susenas) tahun 2015 menunjukkan, jumlah lansia sebesar 21,72 juta jiwa atau 8,43 persen dari jumlah penduduk.

Kondisi itu menjadi tantangan dalam pengelolaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Menurut proyeksi penduduk dari BPS, diperkirakan pada tahun 2020 penduduk lansia akan mencapai 27,09 juta atau 9,99 perssen dari jumlah penduduk, dan pada tahun 2035 sebesar 48,20 juta atau 15,77 persen dari jumlah penduduk,” kata Fachmi dalam keterangan tertulis yang diterima media, Kamis (10/12/20).

Dalam webinar yang diselenggarakan International Social Security Association (ISSA) bertemakan The Long-Term Care Challenge In Europe-Innovative Solutions In A Comparative Perspective, Rabu (09/12/20) Fachmi Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015.

“Diperkirakan pada tahun 2050 penduduk lansia mencapai 61,7 juta atau 19,2 persen dari jumlah penduduk,” ungkapnya.

Tantangan ageing population

Saat ini jumlah peserta JKN-KIS berusia di atas 60 tahun mencapai 27 juta jiwa. Risiko akan penyakit kronik degeneratif dalam usia tersebut sangat tinggi.

Berdasarkan Riskesdas 2013, 10 penyakit kronik degeneratif terbanyak pada lansia adalah hipertensi, artritis, stroke, PPOK, diabetes melitus, kanker, penyakit jantung koroner, batu ginjal, gagal ginjal dan gagal jantung.

Kecenderungan yang ada, semakin meningkat usia maka semakin meningkat pula prevalensi penyakitnya.

Namun Pemerintah Indonesia saat ini telah memastikan kebutuhan dasar kesehatan khususnya bagi peserta lansia sudah terpenuhi.

Tantangan ageing population mendorong pengembangan jaminan sosial.

Bagaimana jaminan sosial memenuhi kebutuhan yang meningkat bukan hanya pada layanan kesehatan dan perawatan sosial jangka panjang (PJP) atau long term care (LTC) dengan cara yang berkelanjutan secara finansial, memadai, dan berkualitas tinggi, jelas Fachmi.

Menurut definisi WHO (2012), perawatan jangka panjang adalah sistem kegiatan-kegiatan terpadu yang dilakukan oleh caregiver informal atau profesional untuk memastikan, lanjut usia yang tidak sepenuhnya mampu merawat diri sendiri, dapat menjaga kualitas tertinggi kehidupannya, sesuai dengan keinginannya, dan dengan kemungkinan terbesar 4 memiliki kebebasan, otonomi, partisipasi, pemenuhan kebutuhan pribadi serta kemanusiaan.

Pentingnya LTC bagi lansia adalah untuk mempertahankan tingkat kemandirian, mengurangi ketergantungan, mencegah komplikasi penyakit atau disabilitas, mencegah kecelakaan, menjaga harga diri dan kualitas hidup, mengurangi rasa sakit, serta merasa bermartabat.

Dengan demikian kualitas hidup lansia dapat dijaga dengan seoptimal mungkin.

“Walaupun implementasi jaminan sosial di Indonesia baru berusia 7 tahun, namun cakupan kepesertaannya sudah besar. Diharapkan melalui diskusi dan kajian bersama negara-negara di dunia terkait jaminan sosial dan penerapan LTC di Indonesia akan semakin optimal dan berkesinambungan,” ungkap Fachmi.

Direktur Utama BPJS Kesehatan saat ini ditunjuk sebagai Ketua Komisi Kesehatan atau Technical Commission on Medical Care and Sickness Insurance ISSA Periode 2020-2022.

Komisi Kesehatan ISSA (TC Health) terdiri dari negara Algeria, Argentina, Belgia, Perancis, Gabon, Georgia, Hungaria, Indonesia, Iran, Kazakhstan, Korea, Peru, Rusia, Rwanda, Turki, dan Uruguay.

TC Health selama periode 2020-2022 memprioritaskan tema pada fenomena ageing population, tantangan perluasan cakupan jaminan sosial dan kompilasi studi terkait hubungan antara Universal Health Coverage (UHC) dengan peningkatan Kohesi Sosial dan Inklusi Sosial.

ega/ega/Detik.news