Revitalisasi Posyandu Menandai Capaian Penting HUT NTB KE 62

Setiap Desa/Kelurahan rata-rata terdapat 6-7 Posyandu, dan setiap Posyandu melayani sekitar 70 anak balita

MATARAM.lombokjournal.com

Program Revitalisasi Posyandu merupaka salah satu capaian penting yang diraih oleh Pemprov NTB dibawah kepemimpinan Dr. H. Zulkieflimansyah – Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah atau Zul – Rohmi.

Capaian penting itu menandai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi NTB ke 62 tanggal 17 Desember tahun 2020.

Revitalisasi Posyandu adalah satu ikhtiar untuk meningkatkan dan mengoptimalkan fungsi Posyandu secara bertahap menuju Posyandu Keluarga.

Jika Posyandu biasa hanya melayani Ibu dan anak, maka Posyandu Keluarga melayani semua anggota keluarga yang merupakan gabungan dari Posyandu KIA, Posyandu Remaja, Posbindu dan Posyandu Lansia.

Sejak dilaunching program Posyandu Keluarga sebagai salah satu inovasi Pemerintah Provinsi NTB pada tahun 2017, perkembangan terbentuknya Posyandu Keluarga cukup pesat berawal dari 86 Posyandu keluarga pada tahun 2018.

Saat ini di bulan Desember 2020, jumlah Posyandu Keluarga mencapai 2.223 Posyandu. Hal ini membuktikan bahwa Posyandu Keluarga begitu besar manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.

Revitasisasi Posyandu juga ditujukan untuk menjadikan Posyandu sebagai ujung tombak penanganan beragam persoalan sosial kesehatan di tingkat dusun.

Misalnya pendewasaan usia perkawinan, bahaya narkoba, penanganan buruh migran, pendidikan tanggap bencana dan sebagainya.

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dalam beberapa kesempatan mengatakan, Posyandu Keluarga tak hanya melayani aspek kesehatan,  namun juga mampu menjadi jawaban persoalan sosial masyarakat desa.

Selain kasus gizi buruk, stunting dan isu lain seperti buruh migran dan narkoba, Wagub juga berharap sosialisasi tentang dampak pernikahan usia dini terhadap kesehatan reproduksi makin digencarkan.

Hal itu sebagai upaya pencegahan terhadap kasus pernikahan anak yang marak terjadi di masa pandemi.

Begitu pula dengan pola hidup sehat sebagai imunitas dan mewaspadai penyakit menular seperti Covid-19 menjadi tugas kader Posyandu sebagai ujung tombak di masyarakat.

Secara kuantitas, perkembangan jumlah Posyandu di NTB cukup signifikan, karena terjadi penambahan jumlah posyandu setiap tahun, pada tahun 2018 jumlah posyandu sebanyak 7.207 bertambah pada tahun 2020 menjadi 7.474 posyandu.

Jadi setiap Desa/Kelurahan rata-rata terdapat 6-7 Posyandu, dan setiap Posyandu melayani sekitar 70 anak balita.

Kemajuan posyandu tidak terlepas dari keaktifan dan ketrampilan kader posyandu. Sejak tahun 2019 telah dibuatkan sertifikat bagi kader terlatih dengan harapan kader-kader yang telah mendapatkan berbagai pelatihan tidak serta merta diganti tanpa alasan yang jelas.

Jumlah kader sebanyak 36.832, kader terlatih 29.291, dan kader yang telah mengantongi sertifikat sebanyak 23.728.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Selasa, 15 Desember 2020, Bertambah 33 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 10 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium TCM RSUD Dompu dan Laboratorium TCM RSUD Bima mengkonfirmasi ada tambahan 33 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Dalam siaran pers, Selasa (15/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah di[eriksa sebanyak 160 (seratus enam puluh) sampel dengan hasil 112 (seratus dua belas) sampel negatif, 15 (lima belas) sampel positif ulangan, dan 33 (tiga puluh tiga) sampel kasus baru positif Covid-19, 10 pasien sembuh, Tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 33 (tiga puluh tiga) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 10 (sepuluh) tambahan sembuhbaru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasai (15/12/20) sebanyak 5.135 (lima ribu seratus tiga puluh lima) orang.

Rinciannya,  4.353 (empat ribu tiga ratus lima puluh tiga) orang sudah sembuh, 267 (dua ratus enam puluh tujuh) meninggal dunia, serta 515 (lima ratus lima belas) orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracingterhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

Tambahan 33 kasus baru positif Covid-19, Pasien Sembu 10 orang, tidak ada kasuss kematian

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 5103, an. RR, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Monta Baru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  2. Pasien nomor 5104, an. K, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Labuhan Lombok;
  3. Pasien nomor 5105, an. H, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatibaru;
  4. asien nomor 5106, an. FI, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4921. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga;
  5. Pasien nomor 5107, an. MRP, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  6. Pasien nomor 5108, an. AM, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatibaru;
  7. Pasien nomor 5109, an. A, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Penanae, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  8. Pasien nomor 5110, an. M, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  9. Pasien nomor 5111, an. RH, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Matakando, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  10. Pasien nomor 5112, an. FPP, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga;
  11. Pasien nomor 5113, an. MM, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4921. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga;
  12. Pasien nomor 5114, an. AR, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Nata, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  13. Pasien nomor 5115, an. PR, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  14. Pasien nomor 5116, an. NA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4972. Saat ini menjalani isolasimandiri dalam pengawasan RSUD Dompu dan Puskesmas Dompu Kota;
  15. Pasien nomor 5117, an. DS, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Dompu dan Puskesmas Dompu Kota;
  16. Pasien nomor 5118, an. RLH, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4972. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  17. Pasien nomor 5119, an. QQ, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4972. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  18. Pasien nomor 5120, an. MRA, laki-laki, usia 5 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4972. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  19. Pasien nomor 5121, an. APV, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  20. Pasien nomor 5122, an. YS, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Banda, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Tarano;
  21. Pasien nomor 5123, an. IY, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Batu Lanteh, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Tarano;
  22. Pasien nomor 5124, an. MAP, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  23. Pasien nomor 5125, an. ES, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Pamanto, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Empang;
  24. Pasien nomor 5126, an. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Pungkak, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unter Iwes;
  25. Pasien nomor 5127, an. LSJ, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Ongko, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Empang;
  26. Pasien nomor 5128, an. MQ, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Bunga Eja, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Empang;
  27. Pasien nomor 5129, an. F, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Labuhan Mapin, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUDSumbawa dan Puskesmas Alas Barat;
  28. Pasien nomor 5130, an. Y, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Suka Damai, Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Labangka;
  29. Pasien nomor 5131, an. U, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Sekokat, Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Labangka;
  30. Pasien nomor 5132, an. WKF, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H. L. Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  31. Pasien nomor 5133, an. Y, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5028. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  32. Pasien nomor 5134, an. SM, laki-laki, usia 6 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5028. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  33. Pasien nomor 5135, an. M, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontakdengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa.

Hari ini terdapat 10 (sepuluh) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3843, an. AR, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  2. Pasien nomor 3911, an. NPA, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  3. Pasien nomor 4684, an. AM, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  4. Pasien nomor 4687, an. ERSP, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  5. Pasien nomor 4747, an. AS, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  6. Pasien nomor 4753, an. EW, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  7. Pasien nomor 4754, an. MYP, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Oimbo, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima;
  8. Pasien nomor 4797, an. ES, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  9. Pasien nomor 4815, an. YPR, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  10. Pasien nomor 4858, an. AAW, perempuan, usia 6 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, KotaBima.

Dipermaklumkan bahwa Tabel Penambahan Covid-19 Provinsi NTB yang diumumkan pada tanggal 14 Desember 2020 kemarin, jumlah kasus positif baru dari Kota Mataram tertulis 5 yang sebenarnya berjumlah 7 orang, dan jumlah kasus positif baru dari luar provinsi tertulis 6 yang sebenarnya berjumlah 4 orang

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran PandemiCovid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Wagub; Mendukung Penyelamatan Lingkungan Melalui Insentif Fiskal Berbasis Ekologi

Masa depan sumber daya alam hutan di NTB, bergantung bagaimana semua pihak memperlakukan hutan, apakah melakukanpelestarian atau melakukan eksploitasi

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menjadi Keynote Speaker pada kegiatan “Workshop Intensif Fiskal Berbasis Ekologi Untuk Mendukung Pencapaian SDG’s di Provinsi NTB” melalui video conference, Selasa (15/12/20).

DIkatakan, Pemerintah Provinsi NTB telah menggagas berbagai program unggulan yang diharapkan dapat mengakselarasi percepatan pebangunan di NTB. Hal ini sekaligus menjawab berbagai tujuan pencapaian pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional (SDG’s).

Kata Wagub, Pemprov NTB mendukung penuh segala bentuk misi penyelamatan lingkungan melalui insentif fiskal berbasis ekologi.

“Prinsip kita, warisan terbaik yang bisa kita berikan untuk anak dan cucu kita adalah lingkungan yang lebih baik di masa yang akan datang,” kata Ummi Rohmi.

Seluruh jajaran Pemprov NTB juga harus sungguh-sungguh menyatukan mindset mengenai pembangunan berorientasi lingkungan,

“Kita tidak boleh main-main, ke depan seluruh pembangunan NTB harus orientasinya lingkungan, produktivitas berjalan tetapi tidak mengorbankan lingkungan,” ungkap Umi Rohmi.

Wagub menyampaikan, bahwa pihaknya memiliki enam misi utama pembangunan NTB lima tahun ke depan.  satunya adalah NTB Asri dan Lestari, yang diimplementasikan dalam bentuk program prioritas, NTB Hijau (Rehabilitasi Lahan Kritis) dan NTB Zero Waste (Penanganan dan Pengelolaan Sampah).

Untuk mengoptimalkan program tersebut, dibutuhkan komitmen yang kuat dan sinergi baik dari Pemerintah Pusat hingga ke Pemerintah Desa dalam proses pencapaiannya.

Karena itu, dibutuhkan seperangkat instrument yang mampu mendorong integrasi dan sinkronisasi tersebut, salah satunya dengan memberikan insentif fiskal kepada pemerintah kabupaten/kota dalam mendorong program tersebut secara simultan.

Pelestarian atau eksploitasi

Sebelumnya Kepala Bappeda Provinsi NTB Dr. H. Amry Rakhman mengatakan, masa depan sumber daya alam hutan di NTB bergantung dari bagaimana semua pihak memperlakukan hutan tersebut, apakah akan melakukan perlindungan, konservasi, pelestarian atau justru melakukan eksploitasi.

Ia mengatakan, pihaknya memiliki komitmen untuk melindungi hutan dengan baik, dan untuk memelihara dan menjaganya, membutuhkan keterlibatan semua pihak, yaitu baik pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat.

Pihaknya juga mendukung misi penyelamatan lingkungan melalui insentif fiskal berbasis ekologi dengan memberikan penghargaan kepada Pemerintah Daerah yang melindungi linkungannya terutama sumber daya hutan.

“Kalau dikaitkan dengan pembangunan berkelanjutan, secara umum ada tiga hal yang kita pertimbangkan, pertama pembangunan harus sesuai dengan lingkungan, kedua banyak masyarakat di sekitar hutan yang menggantungkan hidup dengan sumber daya hutan dengan mempertimbangkan sosial, ekonomi dan budaya, bagaimana keserasian diantara aspek pembangunan berkelanjutan itu yang menjadi penting untuk didalami”, tuturnya.

Kepala Bappeda berharap,  melalui workshop ini dapat mendukung percepatan pembangunan di NTB dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Rr/HmsNTB




Pengembangan Pasar Modal Indonesia: Apresiasi BEI untuk Negeri di Tahun Kebangkitan Investor Ritel Dalam Negeri

PANDEMI COVID-19 tidak menyurutkan langkah pengembangan pasar modal dan apresiasi yang dilakukan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dukungan seluruh stakeholders pasar modal, khususnya Anggota Bursa dan Perguruan Tinggi.

Hari Senin (14/12/20), BEI menyelenggarakan acara Pengembangan Pasar Modal Indonesia–Apresiasi untuk Negeri, yang merupakan rangkaian Peresmian Galeri Investasi BEI ke-500 dan Penghargaan Galeri Investasi (GI) BEI Terbaik 2020.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen, serta jajaran Manajemen Self-Regulatory Organization (SRO), yaitu BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Anggota Bursa, Pengelola GI BEI, dan Wartawan Pasar Modal.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen sangat mengapresiasi upaya Literasi dan Inklusi Pasar Modal Indonesia yang inklusif yang dilakukan oleh BEI dengan pendirian 30 Kantor Perwakilan (KP) BEI dan 500 GI BEI di seluruh Indonesia.

Dalam hal diperlukan, Hoesen menjelaskan OJK juga akan kembali mengeluarkan kebijakan stimulus untuk menjaga stabilitas Pasar Modal Indonesia dan dalam rangka mengurangi dampak Pandemi COVID-19.

“OJK akan terus bekerjasama dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholders di Pasar Modal Indonesia, yaitu Pemerintah, Lembaga Jasa Keuangan, SRO dan Asosiasi, serta pelaku industri lainnya yang memiliki peran penting dalam pemenuhan prasyarat menuju Indonesia Maju,” ujar Hoesen, dalam sambutan pembukaan acara Pengembangan Pasar Modal Indonesia – Apresiasi untuk Negeri, di Jakarta, Senin (14/12).

Hoesen melanjutkan, kerja sama dan koordinasi tersebut antara lain, membangun dan menyediakan infrastruktur yang baik dan berkualitas, dalam hal ini channel distribusi informasi pasar modal yang solid antara 30 KP BEI dan 500 GI BEI.

Selanjutnya adalah membangun sumber daya manusia yang memiliki literasi finansial dan literasi pasar modal yang baik, terlatih, serta memiliki optimisme sekaligus keterlibatan langsung atas peningkatan perekonomian melalui pasar modal.

Selain itu, kata Hoesen, perlu untuk dilanjutkan pengembangan berkelanjutan dan inovasi yang visioner dengan memanfaatkan teknologi untuk pengembangan pasar modal yang selama ini telah sangat terdorong dengan adanya pandemi.

Pengembangan tersebut antara lain di berbagai fitur dan layanan ‘mesin perdagangan’ BEI, media interface investor yaitu aplikasi online trading milik Anggota Bursa, serta edukasi secara masif melalui media sosial, influencer, komunitas, dan kelas-kelas Sekolah Pasar Modal (SPM) yang dilaksanakan secara online.

“Terbukti bahwa stabilitas dan kekuatan Pasar Modal Indonesia hanya bisa terwujud jika investor domestik, terutama ritel, bangkit menjadi tuan rumah di negeri sendiri yang terefleksi dari berbagai data pencapaian tahun ini,” lanjut Hoesen.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi dalam sambutannya menyampaikan,  acara hari ini merupakan wujud penghargaan BEI atas peran seluruh stakeholders yang menjadi mitra sekaligus ujung tombak edukasi Pasar Modal Indonesia di masyarakat.

Peran tersebut telah menciptakan generasi yang lebih melek investasi, serta mendorong Pasar Modal Indonesia yang lebih berintegritas dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

Berdasarkan data BEI dari Januari sampai dengan November 2020, lanjut Inarno, dari sisi edukasi kepada calon investor dan investor, terdapat 6.571 aktivitas edukasi yang telah dijalankan dengan jumlah peserta lebih dari satu juta orang dan 54.800 pembukaan rekening efek.

Dari total tersebut, 88 persen atau sekitar 5.000 aktivitas edukasi memanfaatkan sarana digital dengan jumlah peserta lebih dari 950.000 orang.

“Sebagai hasil kegiatan edukasi yang gencar tersebut, tahun 2020 ditandai dengan berbagai pencapaian signifikan pada peningkatan jumlah Single Investor Identification (SID), baik saham maupun SID pasar modal, peningkatan jumlah investor yang aktif bertransaksi, peningkatan aktifitas investor domestik ritel dari sisi frekuensi dan nilai transaksi, bahkan kepemilikan saham yang tahun ini sudah didominasi oleh investor domestik”, ujar Inarno.

Menurut Inarno, pencapaian ini tentunya tidak luput dari peran penting GI BEI yang pro-aktif dalam menyebarluaskan informasi pasar modal ke seluruh daerah di Indonesia. “Untuk itu, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras dari Galeri Investasi BEI di seluruh Indonesia,” kata Inarno.

2020 Sebagai Kebangkitan Investor Ritel Dalam Negeri di Pasar Modal Indonesia

Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi, dalam pemaparannya menyatakan “Tahun 2020 sebagai Tahun Kebangkitan Investor Ritel Dalam Negeri di Pasar Modal Indonesia.

Hal ini tidaklah berlebihan jika melihat di tengah pandemi, BEI bersama para stakeholders Pasar Modal Indonesia, mampu mencatatkan berbagai pencapaian dan 10 rekor positif dari sisi Pengembangan Pasar Modal di Tahun 2020, khususnya pada aspek investor ritel dalam negeri”.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang sempat tertekan dari posisi 6.299,54 poin pada akhir 2019, yang bahkan sempat ke level 3,937.63 poin pada 24 Maret 2020. Walau demikian, secara perlahan IHSG kembali bangkit dan terus menguat hingga per penutupan perdagangan Jumat (11/12) berada di level 5.938,329 poin.

Kenaikan IHSG merupakan refleksi dari mulai pulihnya kepercayaan dan keyakinan investor terhadap Pasar Modal Indonesia maupun perekonomian Indonesia. Semua saluran distribusi edukasi Pasar Modal, baik KP BEI, GI BEI, komunitas, sampai Perusahaan Tercatat telah menghasilkan capaian yang menggembirakan.

“Di tahun 2020 ini, telah tercipta 10 rekor baru yang merupakan pencapaian tertinggi di sepanjang sejarah Pasar Modal Indonesia,” ujar Hasan.

Rekor pertama, yakni rekor penambahan investor atau SID baru Pasar Modal Indonesia (Saham, Obligasi, Reksa Dana, dan investor instrumen investasi pasar modal lainnya) di 2020 yang naik tertinggi sepanjang sejarah pasar modal dengan pertumbuhan 48,82 persen atau 1.212.930 SID menjadi 3.697.284 SID per 10 Desember 2020.

Dari sisi pertumbuhan SID baru saham yakni sebanyak 488.088 SID baru saham, jumlahnya naik 93,4 persen dari total pertumbuhan SID baru saham di tahun lalu sebesar 252.370 SID baru saham di 2019.

Saat ini jumlah investor saham per 10 Desember 2020 sebanyak 1.592.698 SID atau setara dengan 44,19 persen dari jumlah investor saham di Pasar Modal Indonesia.

Rekor kedua adalah momentum dominasi kepemilikan investor domestik, dengan jumlah kepemilikan investor domestik tertinggi sepanjang sejarah Pasar Modal Indonesia.

Dari Rp3.491 triliun jumlah kepemilikan saham yang tercatat di BEI, 50,44 persen merupakan milik investor ritel domestik, sedangkan 49,56 persen dimiliki investor asing.

Rekor ketiga adalah momentum dominasi investor ritel domestik atas rata-rata nilai transaksi harian bursa. Data rata-rata nilai transaksi harian secara tahunan (year to date) Januari hingga November 2020 yang berjumlah Rp8,42 triliun, sebanyak 45,9 persen diantaranya dikontribusikan oleh aktivitas transaksi yang dilakukan oleh investor ritel dan tertinggi sepanjang sejarah Pasar Modal Indonesia.

Rekor keempat adalah momentum dominasi investor ritel domestik atas frekuensi transaksi di BEI. Secara tahunan frekuensi rata-rata transaksi di 2020 meningkat 31,98 persen menjadi 619.000 kali transaksi dari 469.000 kali transaksi di 2019, capaian tertinggi sepanjang sejarah Pasar Modal Indonesia.

Dari sisi bulanan, rata-rata frekuensi transaksi per bulan tertinggi terjadi di bulan November 2020 dengan kenaikan 44 persen menjadi 984.000 kali transaksi dari 681.000 kali transaksi pada Oktober 2020, tertinggi sepanjang sejarah Pasar Modal.

Dari 20 besar frekuensi transaksi tertinggi di BEI seluruhnya terjadi di tahun 2020, capaian rekor lainnya yang tercipta sejak dimulainya era automasi sistem perdagangan saham BEI, Jakarta Automated Trading System (JATS) pada 22 Mei 1995.

Rekor kelima adalah aktifitas investor ritel domestik dari sisi harian dan bulanan, yang tertinggi sepanjang sejarah Pasar Modal. Rata-rata investor aktif per hari di 2020 meningkat 56 persen menjadi 85.079 dari 54.530 di tahun 2019, sedangkan dari rata-rata investor aktif per bulan di sepanjang 2020 meningkat 45 persen menjadi 270.975 SID dari 186.102 pada tahun 2019.

Rekor keenam yakni Pasar Modal Indonesia yang semakin inklusif sepanjang sejarah dengan persebaran jumlah investor di Pulau Jawa jika dibandingkan dengan Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia Timur semakin merata.

Dari total jumlah investor saham di BEI, 71 persen memang didominasi oleh investor di Pulau Jawa, namun persentase jumlah investor di 4 wilayah lain semakin merata seperti Sumatera 16 persen, Kalimantan 5 persen, Sulawesi 4 persen, dan Indonesia Timur 4 persen.

Rekor ketujuh adalah dari sisi demografi yang lebih baik. Investor berusia 18 hingga 25 tahun dan 25 hingga 30 tahun telah mengalami penambahan kumulatif tertinggi pada periode 2017 hingga 2020.

Khusus untuk di tahun ini, jumlah investor baru dengan usia 18 hingga 25 tahun naik 211.030 atau 43,23 persen dari total investor baru 2020 dan usia 26 hingga 30 tahun naik 96.396 atau 19,74 persen dari total investor baru 2020.

Rekor kedelapan adalah semakin ekspansifnya saluran distribusi informasi Pasar Modal Indonesia dengan kehadiran 30 Kantor Perwakilan BEI, 500 GI BEI, dan 442 komunitas investor. Selain itu, akun media sosial BEI serta Kantor Perwakilan BEI juga semakin aktif dengan semakin meningkatnya jumlah followers dan subscribers.

Saat ini terdapat 354.687 followers Instagram @indonesiastockexchange, 312.693 followers Twitter @idx_bei, 117.293 followers Facebook Page Indonesia Stock Exchange, 29.976 subscriber YouTube Channel Indonesia Stock Exchange, dan total 221.455 followers dari Instagram 30 KP BEI.

Khusus untuk followers Instagram 30 KP BEI, jumlahnya naik 189 persen dari tahun 2019 dengan total penambahan sebanyak 75.212 followers.

Rekor kesembilan adalah capaian jumlah dan partisipasi program-program pengembangan Pasar Modal Indonesia. Selama 2020 terdapat 7.946 kegiatan edukasi yang diikuti 1.234.108 peserta, tertinggi sepanjang sejarah Pasar Modal Indonesia, khususnya jika dibandingkan dengan capaian pada tahun 2019 yakni ada 6.964 kegiatan edukasi yang diikuti 292.073 peserta.

Beberapa program pengembangan investor di 2020 adalah Kompetisi 10 Days Challenge sebanyak 4 periode, Public Expose Live – Virtual, Capital Market Summit & Expo Virtual, Waktu Indonesia Berinvestasi (Instagram Live KP BEI), dan SPM untuk Negeri oleh 30 KP BEI yang diikuti 2.724 Peserta.

Rekor kesepuluh adalah kontribusi GI BEI terhadap pertumbuhan jumlah investor saham di Pasar Modal Indonesia. Sampai dengan bulan Oktober 2020, terdapat 210.312 SID investor saham yang tercipta dari seluruh GI BEI dengan nilai transaksi yang dari seluruh GI BEI adalah sebesar Rp2,2 triliun.

“Rekor-rekor yang telah berhasil diraih pada tahun 2020 tidak terlepas dari keterlibatan seluruh stakeholders Pasar Modal Indonesia. Saya mengucapkan terima kasih atas seluruh bantuan, sinergi, kerja sama para stakeholders Pasar Modal Indonesia. Tanpa bantuan dan kerja sama dari semua pihak, mustahil rekor-rekor tersebut dapat diraih,” kata Hasan.

Pasar Modal di Nusa Tenggara Barat

Perkembangan pasar modal di NTB juga naik signifikan, Kantor Perwakilan BEI NTB yang berdiri 3 Tahun yang lalu tepatnya tanggal 7 Desember 2017.

Dimana ketika itu belum ada satupun perusahaan sekuritas di NTB, hingga saat ini telah ada 6 Perusahaan sekuritas di NTB yaitu Phintraco Sekuritas, Phillip Sekuritas Indonesia, Kresna Sekuritas, MNC Sekuritas, Sucor Sekuritas dan BRI Danareksa Sekuritas dan 1 perusahaan Asset Management yaitu Sinarmas Sekuritas.

Peningkatan jumlah perusahaan sekuritas juga berbanding lurus dengan peningkatan investor pasar modal di NTB (Saham, Obligasi, Reksadana), dari sebelumnya Desember 2017 sebanyak 2.042 SID saat ini per November 2020 sebanyak 10.132 SID yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTB.

Selain perusahaan sekuritas & asset management, pasar modal di NTB juga memiliki 7 Galeri Investasi dan segera penambahan menjadi 9 GI.

Terdapat 7 Komunitas Pasar Modal lokal termasuk di dalamnya Komunitas Lumbung Saham, Sasambo Investor Community & Investor Saham Pemula ujar Gusti Ngurah Sandiana (Kepala Kantor Perwakilan BEI NTB).

(*)




Pertumbuhan IPM NTB Tahun 2020, Terendah Dibanding Tahun Sebelumnya

MATARAM.lombokjournal.com

Badan Pusat Statistik (BPS) NTB merilis Indeks Pembangunan Manusia (IPM)  Provinsi NTB mengalami peningkatan, dari 68,14 di tahun 2019 menjadi 68,25 pada tahun 2020.

Provinsi NTB masih berada pada kategori capaian sedang.

“Pertumbuhan IPM NTB di tahun 2020 mencapai 0,16 persen. Laju pertumbuhan IPM NTB tahun ini merupakan yang terendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Kepala BPs NTB Suntono, Selasa (15/12/20).

Suntono menyatakan , dari dimensi Kesehatan yang digambarkan oleh indikator Umur Harapan Hidup, di tahun 2020 Provinsi NTB mencapai 66,51 tahun. Indikator ini meningkat sebanyak 0,23 tahun dibandingkan tahun 2019.

Dimensi Pendidikan digambarkan oleh indikator Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS).

HLS Provinsi NTB di tahun 2020 Provinsi NTB mencapai 13,70 tahun, meningkat 0,22 tahun dibandingkan tahun 2019. Sedangkan RLS-nya sebesar 7,31 tahun dan nilai ini meningkat sebanyak 0,04 tahun dibanding tahun sebelumnya.

“Dari dimensi hidup layak yang digambarkan oleh indikator Pengeluaran Per Kapita yang disesuaikan, capaian Provinsi NTB di tahun 2020 sebesar 10,35 juta rupiah per orang per tahun. Indikator ini menurun sebanyak 289 ribu rupiah dibandingkan tahun 2019,” kata Sunton.

Aya




Dukung Terwujudnya Ketahanan Keluarga Bersama Dharma Wanita di Era Digital

Era digital adalah masa atau zaman dimana seluruh bidang dan tatanan kehidupan kita sudah menggunakan tehnologi digital

MATARAM.lombokjournal.com

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 21 Dharma Wanita Persatuan (DWP), di Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB, Selasa (15/12/20).berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Perayaan kali ini dalam suasana yang penuh kesederhanaan dan keterbatasan peserta, karena harus memenuhi protokol kesehatan. Hal tersebut mendorong seluruh pihak khususnya DWP untuk memanfaatkan teknologi untuk ketahanan keluarga.

HUT ke 21 DWP kali ini mengusung tema “Peran Pemberdayaan Wanita Persatuan Dalam Dharma Perempuan Era Digital Untuk Mendukung Terwujudnya Ketahanan Keluarga Indonesia”.

Ketua DWP Provinsi NTB, Ny. Hj. Lale Prayatni Gita Ariadi menyampaikan, DWP harus terdepan dalam penggunaan media digital untuk meningkatkan ketahanan keluarga.

“Saya mengajak seluruh pengurus dan anggota DWP Provinsi NTB dan DWP kabupaten/kota se NTB untuk kita bisa mewujudkan, bisa menterjemahkan tema tersebut untuk kita tuangkan dalam program/kegiatan kita tahun 2021,” tuturnya saat memberikan sambutan.

Ia mengatakan, tema ini sangat sesuai dengan kondisi saat ini. Karena era digital adalah masa atau zaman dimana seluruh bidang dan tatanan kehidupan kita sudah menggunakan tehnologi digital.

“Apalagi dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini yang melibatkan semua tatanan kehidupan mengalami goncangan dan keterpurukan khususnya lagi terkait dengan perekonomian,” terangnya.

Ia beharap, Dharma Wanita Persatuan dapat lebih berperan aktif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia anggotanya dan membantu masyarakat dengan bekerjasama dengan organisasi wanita lainnya, OPD terkait di dalam pemberdayaan perempuan.

“Hal tersebut kita lakukan untuk mendukung terwujudnya ketahanan keluarga dengan memanfaatkan teknologi digital. Kita tidak tahu kapan pandemi ini berakhir tetapi kita tidak boleh larut, berpangku tangan, saling membantu,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Panitia pelaksana Upacara Virtual, Ny. Amalia Yusron menjelaskan, dalam rangka menyemarakkan HUT Dharma Wanita, DWP telah melaksanakan berbagai kegiatan – kegiatan antara lain zikir akbar dan doa bersama di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB, Sosialisasi advokasi parenting di Kabupaten Lombok Utara, serta bakti sosial membersihkan pesisir pantai Batas Senja Ampenan.

Rr/HmsNTB




Perajin Asal Lombok Tengah Juara 1 Kompetisi Tudung Saji Nusantara 2020

Pengurus Dekranas diminta terus mendorong perajin agar terus produktif dan berkarya

MATARAM.lombokjournal.com

Muliani, perajin asal Lingkungan Juring, Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah meraih Juara 1 ajang Kompetisi Tudung Saji Nusantara 2020 yang digelar oleh Kementerian Perindustrian RI, Kementerian Perdagangan RI dan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) RI.

Hasil itu diumumkan pada kegiatan Gebyar Akhir Tahun Dekranas secara virtual, Selasa (15/12/20).

Mengusung Tema “Penerapan Revolusi Industri 4.0 Dalam Rangka Peningkatan Kemampuan Pengrajin Binaan Dekranas”, kegiatan ini diikuti Ketua Umum Dekranas, Hj. Wury Ma’ruf Amin serta Ketua Dekranasda tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Indonesia.

Hadir pula Kepala Dinas Perindustrian dan Dinas Perdagangan se-Indonesia dan para peserta kompetisi juga stakeholder terkait.

Dalam sambutannya, Hj. Wury Ma’ruf Amin menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus Dekranas yang telah berinisiatif dan berkontribusi aktif tanpa kenal lelah membina dan memajukan industri kerajinan nasional, melalui berbagai kegiatan selama tahun 2020.

“Apa yang telah dan akan dilaksanakan oleh Dekranas sejalan dengan program pemerintah, yaitu menjadikan industri kecil dan menengah atau usaha mikro kecil dan menengah sebagai salah satu prioritas dalam kebijakan ekonomi, apalagi di tengah pandemi yang terjadi pada saat ini,” tuturnya.

Hj. Wury menyadari, adanya pandemi telah memberikan dampak yang begitu signifikan di berbagai sendi kehidupan masyarakat, termasuk pula pada perkembangan industri kerajinan.

Pandemi dikatakannya telah membawa dampak langsung pada menurunnya kinerja industri kerajinan nasional.

Untuk itu, pengurus Dekranas diminta terus mendorong perajin agar terus produktif dan berkarya, tentunya dengan mengedepankan protokol kesehatan yang telah dianjurkan.

Dengan hal ini, industri kerajinan nasional diharapkan tetap tumbuh dinamis ditengah suasana pandemi.

“Kita semua harus turun tangan berperan serta lebih aktif dalam menggerakkan sektor kerajinan ini,” tegas Hj. Wury.

Ia pun kembali mengapresiasi Dekranas atas inisiasinya menghelat berbagai kompetisi yakni Kompetisi Tudung Saji Nusantara dan Lomba Desain Masker dalam rangka memperingati Hari Ibu yang bertemakan “Pemberdayaan Perempuan Perajin dan Pelestarian Adat Budaya Nusantara”.

Kompetisi ini disebutnya merupakan langkah positif di dalam menggali potensi masyarakat, terutama perajin untuk membuat suatu karya yang kreatif dan inovatif.

“Saya mengucapkan selamat kepada para pemenang Kompetisi Tudung Saji Nusantara dan pemenang Lomba Desain Masker, semoga hal ini dapat terus menumbuhkan motivasi para perajin dalam berkarya sebaik-baiknya,” ucap Hj Wury.

Hj. Wury mengajak masyarakat untuk menggaungkan bela dan beli produk asli buatan Indonesia.

Kegiatan ini kemudian dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Dekranas dengan Tokopedia, Grab dan OVO.

Penandatanganan ini sebagai bentuk dukungan lembaga tersebut dalam upaya mendukung dan memajukan UMKM yang ada di Indonesia menyambut era ekonomi digital. Selain itu, ada peluncuran Buka Pesona Baju Adat Indonesia oleh Ketua Umum Dekranas RI.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Senin, 14 Desember 2020, Bertambah 34 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 19 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia Mataram, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Laboratorium TCM RSUD Praya mengkonfirmasi ada tambahan 34 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers, Senin (13/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 362 sampel dengan hasil 318 sampel negatif, 10 sampel positif ulangan, dan 34 sampel kasus baru positif Covid-19, 19 pasien sembuh, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dengan adanya tambahan 34 kasus baru terkonfirmasi positif, 19 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Senin (14/12/20) sebanyak 5.102 orang, dengan perincian 4.343 orang sudah sembuh, 267 meninggal dunia, serta 492 orang masih positif.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

Diharapkan, petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

TAMBAHAN 34 KASUS BARU POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 19 ORANG, KASUS  1 (SATU) KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 5069, an. H, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kota Malang, Provinsi JawaTimur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Siloam Mataram;
  2. Pasien nomor 5070, an. AH, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  3. Pasien nomor 5071, an. MSSA, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  4. Pasien nomor 5072, an. SD, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  5. Pasien nomor 5073, an. HAR, laki-laki, usia 75 tahun, penduduk Kelurahan Kandai II, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  6. Pasien nomor 5074, an. M, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  7. Pasien nomor 5075, an. U, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  8. Pasien nomor 5076, an. MRA, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  9. Pasien nomor 5077, an. DR, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  10. Pasien nomor 5078, an. MB, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Universitas Mataram;
  11. Pasien nomor 5079, an. NEM, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Tumbuh Mulya, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  12. Pasien nomor 5080, an. H, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  13. Pasien nomor 5081, an. F, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  14. Pasien nomor 5082, an. E, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Rumbuk Timur, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  15. Pasien nomor 5083, an. RA, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  16. Pasien nomor 5084, an. S, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Mura, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  17. Pasien nomor 5085, an. INP, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Kokarlian, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4979. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  18. Pasien nomor 5086, an. AW, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Beru, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  19. Pasien nomor 5087, an. SH, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5056, 5057 dan 5058. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 5088, an. S, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5056, 5057 dan 5058. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  21. Pasien nomor 5089, an. CWD, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5056, 5057 dan 5058. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  22. Pasien nomor 5090, an. DL, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram;
  23. Pasien nomor 5091, an. NRH, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  24. Pasien nomor 5092, an. MNJI, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4884. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Tarano;
  25. Pasien nomor 5093, an. HIM, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4884. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Maronge;
  26. Pasien nomor 5094, an. WNL, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  27. Pasien nomor 5095, an. YDP, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Moyo Mekar, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hilir;
  28. Pasien nomor 5096, an. T, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  29. Pasien nomor 5097, an. S, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  30. Pasien nomor 5098, an. L, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4909. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  31. Pasien nomor 5099, an. CN, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  32. Pasien nomor 5100, an. K, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  33. Pasien nomor 5101, an. B, perempuan, usia 80 tahun, penduduk Desa Lape, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  34. Pasien nomor 5102, an. KAS, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir Sumbawa.

Hari ini terdapat 19 tambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 4393, an. NN, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Kendo, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  2. Pasien nomor 4571 an. FA, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  3. Pasien nomor 4579 an. ES, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  4. Pasien nomor 4584 an. BH, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  5. Pasien nomor 4667, an. PE, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Lopok Beru, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa;
  6. Pasien nomor 4689, an. SR, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4698, an. B, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  8. Pasien nomor 4739, an. SJ, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  9. Pasien nomor 4755, an. A, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  10. Pasien nomor 4756, an. M, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Timur, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  11. Pasien nomor 4761, an. SHP, laki-laki, usia 71 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 4774, an. W, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Sepit, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur;
  13. Pasien nomor 4796, an. H, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  14. Pasien nomor 4822, an. F, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  15. Pasien nomor 4823, an. SAA, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  16. Pasien nomor 4827, an. IGBART, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Timur, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 4836, an. M, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru Barat, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  18. Pasien nomor 4853, an. S, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  19. Pasien nomor 4854, an. FBH, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Dipermaklumkan bahwa beberapa pasien yang diumumkan pada tanggal 12 Desember 2020 berdasarkan klarifikasi di lapangan, dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Pasien nomor 5016, an. S, laki-laki, usia 32 tahun, sebelumnya diumumkan penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, sebenarnya penduduk Desa Simu, Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa;
  2. Pasien nomor 5017, an. S, laki-laki, usia 35 tahun, sebelumnya diumumkan penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, sebenarnya penduduk Desa Pemasar, Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa;
  3. Pasien nomor 5018, an. IKD, laki-laki, usia 23 tahun, sebelumnya diumumkan penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, sebenarnya penduduk Desa Sepayung, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
  4. Pasien nomor 5019, an. LS, laki-laki, usia 28 tahun, sebelumnya diumumkan penduduk Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, sebenarnya peduduk Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
  5. Pasien nomor 5020, an. K, perempuan, usia 32 tahun, sebelumnya diumumkan penduduk Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, sebenarnya penduduk Desa Karya Mulya, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
  6. Pasien nomor 5021, an. AK, perempuan, usia 22 tahun, sebelumnya diumumkan penduduk Desa alimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, sebenarnya penduduk Desa Muer, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 5022, an. AM, laki-laki, usia 50 tahun, sebelumnya diumumkan penduduk Desa Luar, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, sebenarnya penduduk Desa Plampang, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
  8. Pasien nomor 5023, an. N, perempuan, usia 32 tahun, sebelumnya diumumkan penduduk Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, sebenarnya penduduk SP III, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
  9. Pasien nomor 5024, an. Y, perempuan, usia 45 tahun, sebelumnya diumumkan penduduk Desa Labuhan Alas, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, sebenarnya penduduk Desa Muer, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
  10. Pasien nomor 5025, an. BMF, perempuan, usia 45 tahun, sebelumnya diumumkan penduduk Desa Kalabeso, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa, sebenarnya penduduk Desa Sepakat, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
  11. Pasien nomor 5026, an. YY, perempuan, usia 26 tahun, sebelumnya diumumkan penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, sebenarnya penduduk Desa Sepakat, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa;
  12. Pasien nomor 5027, an. BS, laki-laki, usia 21 tahun, sebelumnya diumumkan penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, sebenarnya penduduk Desa Pukat, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa.

Dipermaklumkan juga, bahwa pasien sembuh pada tanggal 13 Desember 2020 yaitu pasien nomor 4952, an. KN, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur yang diumumkan sembuh pada nomor urut 3 dan 4 sesungguhnya adalah pasien yang sama.

Untuk selanjutnya, pasien sembuh nomor urut 4 adalah pasien nomor 4263, an. NMG, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pane, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.

Hari Seni terdapat 1 (satu) penambahan kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 4609, an. SA, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki penyakit komorbid dan dilakukan tatalaksana Covid-19.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




NTB Dapat Jatah 5 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Semua Jenjang

Saat ini NTB masih kekurangan guru produktif, saat jumlahnya masih sebesar 1.400 orang terdiri dari ahli mesin, ahli tanah ahli boga dan lain sebagainyan

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi NTB tahun 2021 akan mendapatkan jatah lima ribu Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).

Peserta P3K yang sudah terbit SK-nya tahap satu dan dua jumlahnya  sebanyak 2.555 orang, untuk tahap ketiga jumlahnya sekitar 1.200 orang, yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di NTB

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB,  Aidy Furqon dI Mataram, Senin (14/12/20).

Aidy  menyebutkan,  Pemerintah Pusat memberikan jatah P3K Provinsi NTB untuk semua jenjang sebanyak lima ribu orang. Kabar ini sekaligus akan menjadi angin segar bagi para tenaga guru honorer untuk mendapatkan gaji atau upah yang layak.

Sebelum difasilitasi oleh Pemerintah Pusat, pihak Dikbud NTB tetap menerbitkan SK Penugasan oleh Gubernur kepada Guru Honorer yang sudah diumumkan pada tanggal 17 Desember mendatang, yakni sekitar 1.200 orang yang sudah memenuhi standar dari tiga ribu lebih peserta yang terdaftar.

Dikbud NTB tidak memungkiri, saat ini NTB masih kekurangan guru produktif. Berdasarkan data yang dimiliki saat ini, NTB memiliki guru produktif sebesar 1.400 orang terdiri dari ahli mesin, ahli tanah ahli boga dan lain sebagainya.

Sedangkan guru SLB termasuk SLB yang paling banyak dimiliki saat ini, yaitu guru umum seperti guru Matematika, PKN  dan Bahasa.

“Melalui SK gubernur yang sudah terbit ini, nantinya akan memberikan ruang kepada para guru yang sudah terdaftar di didata pokok Pendidikan. Dengan demikian berhak untuk ikut pelatihan peningkatan kompetensi guru dan telah memiliki sertifikat pendidik  artinya memiliki hak atas tunjangan sertifikasi yang besaranya satu kali gaji,” jelas Aidy.

Aya




Pembelajaran Tatap Muka di NTB Dimulai Tahun 2021

Sistem shift yang dimaksudkan yakni pembatasan pertama separuh dulu, yaitu lama belajar maksimal tiga setengah jam dibagi menjadi dua bagian

MATARAM.lombokjournal.com

Awal pembelajaran baru pada tahun 2021 mendatang, NTB langsung menerapkan pemebelajaran tatap muka secara langsung.

Penerapan pembelajaran tatap muka itu tetap dengan melaksanakan protokol Covid-19 meskipun daerah masih atau sudah dalam Zona Merah, kuning atau Hijau.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Aidy Furqon mengungkapkan itu pada wartawan di Mataram, Senin,(14 /12/20).

Aidy Furqon menegaskan, status zona yang dikeluarkan Gugus Tugas Pusat itu tidak menjadi kriteria karena dilakukan dengan standar operasional SOP)serta dengan sistem shift .

“Jadi mau zon Hijau, kuning, atau orange, merata bisa tatap muka tapi dengan sistem shift. Januari nanti tidak lagi simulasi, tapi sudah layanan tatap muka langsung. Cuman dibatasi ini sesuai dengan revisi sistem kegiatan belajar (SKB), ” terang Aidy.

Menurutnya, sistem shift yang dimaksudkan yakni pembatasan pertama separuh dulu, yaitu lama belajar maksimal tiga setengah jam dibagi menjadi dua bagian.

“Misalnya pembelajaran pertama dimulai p ukul 7.30 sampai 10.30, shift kedua dimulai  jam 10.00 sampai jam 2 siang,”ujarnya

Selain pembatasan dalam pembelajaran, pembatasan juga dilakukan dalam pelajaran olahraga.

“Olahraga yang sifatnya berpindah tangan gak boleh, misAlnya basket. Tapi kalau senam boleh, lari juga ,pokoknya aktifitas yang ada kaitannya pindah tangan itu gak boleh,” jelasnya.

Aidy Furqon menegaskan, pembatasannya akan terus dilakukan hingga vaksin bisa ditemukan.

Aya