Bank NTB Syariah Dapat Tambahan Kuota Pembiayaan Rumah Subsidi

Keberpihakan bank yang semula konvesional bertransformasi menjadi syariah ini juga konsisten menyalurkan pembiayaan ke pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)

lombokjournal.com —

MATARAM;   PT Bank NTB Syariah kembali mendapatkan tambahan kuota sebanyak 450 unit pembiayaan rumah subsidi dari Pemerintah Pusat.

240 di antaranya telah dilakukan akad pembiayaan, termasuk sebanyak 160 akad massal, tanggal 25 Agustus 2020 lalu.

Tahun 2019, Bank NTB Syariah berhasil membukukan akad 1.175 unit rumah subsidi.

Sampai dengan semester 1 tahun 2020, Bank NTB Syariah sukses menghabiskan kuota yang diberikan Pemerintah Pusat sebanyak 1.200 unit rumah subsidi program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Acara akad mMasal antara Bank NTB Syariah dengan konsumen rumah subsidi dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2020 yang digelar virtual, Selasa (25/08/20). Disaksikan langsung oleh Menteri PUPR RI Basuki Hadi Mulyono, diiikuti 13 bank mitra FLPP rumah subsidi, termasuk didalamnya adalah Bank NTB Syariah.

Akad masal pengajuan kepemilikan rumah subsidi dalam program FLPP untuk wilayah NTB dilaksanakan di Hotel Santika yang dihadiri sebanyak 160 nasabah KPR rumah subsidi Bank NTB Syariah.

Acara itu berlangsung di sela-sela pameran perumahan secara virtual yang diadakan Kementerian PUPR saat Hapernas 2020 tersebut. Tetap dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Direktur Utama Bank NTB Syariah, H Kukuh Rahardjo mengatakan, peringatan Hapernas 2020 yang dilakukan secara virtual secara bersamaan di seluruh Indonesia oleh 13 bank mitra program FLPP bersama konsumen rumah subsidi dengan jumlah akad masal sebanyak 16.180 debitur.

Pria humble ini mengaku bersyukur atas kepercayaan Pemerintah Pusat kepada Bank NTB Syariah dengan kembali memberikan tambahan alokasi program FLPP di tahun 2020 ini. Sebelumnya di semester I-2020 UNIT sudah habis terjual.

Atas kepercayaan tersebut, Bank NTB Syariah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur dalam memberikan kenyamanan bagi developer dan juga konsumen.

“Alhamdulillah pertama masuk dalam program FLPP ini tahun 2019, masyarakat melihat ada perubahan dari sisi binis di Bank NTB Syariah, salah satunya adalah kehadiran FLPP. Kami memberikan kemudahan dan kecepatan proses, termasuk kesiapan infrastruktur pendukung yang kami siapkan. Prinsipnya kami akan senantiasa terus meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah dan juga developer selaku mitra,” Kata Kukuh Raharjo melalui siaran pers yang disampai ke media, Kamis ( 27/08/20).

Ia menyebut, jumlah perusahaan pengembang (developer) yang bermita dengan Bank NTB Syariah dalam program pembiayaan perumahan terus bertambah.

Saat ini yang sudah menjalankan kemitraan dalam program pembiayaan perumahan sudah ada 28 perusahaan. Sementara itu, sedikitnya ada 40 perusahaan masih dalam proses untuk menjadi mitra Bank NTB Syariah.

“Dari jumlah tambahan 450 unit untuk program FLPP ini, tersisa sekitar 260 lagi dan kamis optimis September sudah bisa habis,” ujarnya.

Mantap ke Pembiayaan Investasi Produktif

Sementara itu Performa PT Bank NTB Syariah makin mentereng. Hal ini tak hanya karena ditopang kinerja keuangan yang positif, tapi juga setoran deviden ke pemegang saham, dalam hal ini Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota se-NTB.

“Kinerja apik ini menjadi tolak ukur yang bagus bagi manajemen untuk dipertanggungjawabkan ke pemegang saham. Beberapa indikator dari target perseroan di tahun lalu hampir semua terlampaui.

Kukuh Raharjo mengatakan,  tercatat untuk asset dari target Rp8,32 triliun tercapai sebesar Rp8,64 triliun atau capaiannya 103,81 persen.

“Begitu pun dengan DPK (Dana Pihak Ketiga) dan laba bersih lewati 100 persen dari target,” kata Kukuh Raharjo dalam acara penjurian TopBUMD Awards 2020 yang digelar Majalah Top Business (23/3) silam.

Ia mencontohkan, untuk DPK misalnya, perseroan berhasil mengumpulkan dana mencapai Rp6,81 triliun atau sebanyak 107,22 persen dari target di angka Rp6,35 triliun.

Sementara untuk laba bersih dari target sebesar Rp161,5 miliar berhasil dibukukan sebanyak Rp163 miliar.

Namun di bagian pembiayaan, target yang dipatok sebesar Rp5,89 triliun hanya tercapai 94,72 persen atau setara Rp5,58 triliun.

Tapi tak dapat dipungkiri karena dampak gempa di NTB masih cukup dirasakan perseroan. Sehingga kucuran pembiayaan pun cukup tersendat. Modal perseroan juga berhasil dikumpulkan sebanyak 96,67 persen  dari target Rp1,47 triliun dengan realisasi sebesar Rp1,42 triliun.

Indikator lainnya juga sangat bagus. Seperti rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) di level sangat aman yakni 35,47 persen sedang targetnya di posisi 33,92 persen.

Pun demikian dengan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) juga relative rendah di posisi 76,83 persen dari target 75,47 persen. Pun dengan rasio pembiayaan macet (NPF) bisa ditekan rendah menjadi 1,36 persen dari target 1,46 persen.

Sementara untuk imbal hasil bagi pemegang saham juga cukup stabil. Tercatat indicator return on asset (RoA) di level 2,56 persen sedang untuk return on equity meningkat menjadi 12,05 persen dari target di level 11,62 persen.

“Dengan kinerja yang bagus itu, perseroan membagikan dividen payout ratio ke pemegang saham sebesar 60% dari laba bersih. Ini juga sebagi upaya untuk mendukung pembangunan di daerah. Karena BUMD hebat, ekonomi daerah melesat,” terangnya

Keberpihakan bank yang semula konvesional bertransformasi menjadi syariah ini juga konsisten menyalurkan pembiayaan ke pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sepanjang tahun lalu, pembiayaan ke UMKM mencapai Rp419,9 miliar.

Saat ini Bank NTB Syariah lebih fokus masuk ke pembiayaan produktif, khususnya modal kerja, untuk mendukung pergerakan ekonomi di era pandemi Covid-19. Hal ini untuk mendukung program Pemerintah Daerah melalui pembiayaan kepada sektor industri daerah.

“Selama ini, NTB mempunyai banyak komoditas, tapi belum ada industrialisasi tercipta sehingga sebagian besar bahan mentah yang dikirim ke luar. Justru akan bernilai lebih bagus jika ada industrialisasi,” urai Kukuh  sembari menambahkan seperti pembiayaan komoditas utama pertanian yakni jagung, bawang putih, peternakan sapi, perikanan, bahkan perkebunan kopi.

“Kopi di NTB justru tak kalah dengan daerah lain, seperti Toraja, Mandailing, dan lainnya,” kata Kukuh.

Me




Hajjah Selly, Istiqomah Menyelamatkan Pendidikan Anak-Anak

Hajjah Selly  menerjunkan relawan Volunter Nusantara untuk melakukan pendampingan pembelajaran pada anak-anak

lombokjournal.com —

MATARAM;   Bakal Calon Wali Kota Mataram, Hj Putu Selly Andayani istiqomah menyelamatkan pendidikan anak-anak Kota Mataram masa pandemi Covid-19.

Anak-anak Mataram tak hanya butuh akses internet gratis. Mereka juga butuh pendampingan dalam belajar.

Hajjah Selly menyemengati anak-anak Suradadi Barat, Kelurahan Karang Baru, Kota Mataram, Kamis (27/08/20). Anak-anak di Karang Baru itu dengan riang menyambut kedatangan Penjabat Wali Kota Mataram tahun 2015 itu.

Anak-anak Suradadi Barat memang sedang bersuka cita. Mereka baru menyelesaikan program Sekolah Ceria yang digagas Volunter Nusantara.

Para siswa tersebut merupakan murid-murid sekolah yang kesulitan belajar daring selama pandemi Covid-19. Ada yang duduk di bangku SD, ada pula yan duduk di SMP.

“Anak-anak kita bukan hanya butuh fasilitas internet yang tidak berbayar. Tapi mereka juga butuh pendampingan saat belajar,” kata Hajjah Selly yang dikelilingi anak-anak dengan mata berbinar.

Hajjah Selly pun menerjunkan relawan Volunter Nusantara untuk melakukan pendampingan pembelajaran pada anak-anak ini.

Pendampingian dilakukan khusus pada mata pelajaran inti pada jenjang pendidikan yang sedang mereka tempuh.

Hajjah Selly adalah Pembina Volunter Nusantara. Ia menyerahkan alat-alat tulis dan buku, beserta sertifikat tanda anak-anak itu telah menyelesaikan program Sekolah Ceria Volunter Nusantara.

Selly menegaskan, bagi sebagian anak, belajar di rumah dengan dibimbing oleh orang tua adalah sebuah kemewahan. Sebab, banyak orang tua yang tak bisa melakukannya.

Sebagian orang tua harus keluar rumah untuk mencari nafkah. Sebagian lagi, orang tua memang tak memiliki pengetahuan yang memadai untuk membimbing anak-anak belajar.

Kata Hajjah Selly, jika hanya menyediakan akses internet gratis semata, hal tersebut tak akan menyelesaikan persoalan.

Melalui Sekolah Ceria yang digagas Volunter Nusantara, Hajjah Selly menerangkan, para siswa ini selain mendapat bimbingan belajar langsung selama pelajaran daring dari relawan, mereka juga menikmati suasana belajar yang menyenangkan.

Sekolah Ceria ini juga membuat nuansa kebiasaan anak-anak selama bersolah sebelumnya tidak terputus.

“Jadi, mereka bisa menambah pengalaman dan pengetahuan dengan asyik dan menyenangkan,” katanya.

Me




BPJS Kesehatan Kembangkan Digitalisasi Layanan, Menceggah Kecurangan Program JKN-KIS

BPJS Kesehatan menerapkan verifikasi klaim layanan berbasis digital

lombokjournal.com —

MATARAM ;  BPJS Kesehatan mengembangkan upaya pencegahan kecurangan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Salah satu upaya pengembangan yang dimaksud adalah digitalisasi layanan, mulai dari pengembangan penggunaan biometrik, teknologi analisa data, serta machine learning.

Maya Amiarny Rusady, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, mengatakan itu terkait upaya Pencegahan Kecurangan Program JKN-KIS

Lebih dari  itu, BPJS Kesehatan juga menerapkan verifikasi klaim layanan berbasis digital (Vedika).

Maya menjelaskan, kini sistem tersebut sudah semakin matang, dan setiap harinya mampu merekam data dalam jumlah yang tidak sedikit.

Data yang didapat dari sistem tersebut pun terus berkembang, hingga menghasilkan data-data analisa termasuk yang mengarah pada kecurangan ( fraud).

Dalam keterangan tertulisnya Maya menerangkan, BPJS Kesehatan juga menggunakan teknologi machine learning dalam upaya meminimalkan potensi fraud.

“Teknologi ini memanfaatkan alogaritma dari pengguna yang fungsinya untuk mempelajari klaim-klaim yang diajukan,” jelas Maya.

Maya mengatakan itu, dalam Webinar Peran Pemerintah Daerah dalam Pencegahan Fraud JKN, Kamis (27/8/2020).

DITambahkan, untuk mencegah kecurangan JKN-KIS, BPJS Kesehatan mendorong pula pemerintah daerah (pemda) mengoptimalkan upaya pencegahan.

Upaya yang dapat dilakukan pemda adalah menyusun regulasi pendukung dari turunan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 16 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanganan Kecurangan (Fraud).

Serta Pengenaan Sanksi Administrasi terhadap Kecurangan (Fraud) dalam Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan.

“Pemda merupakan salah satu key stakeholder BPJS Kesehatan dalam penyelenggaraan program JKN-KIS. Penting bagi pemda memahami perannya. Pelayanan yang bermutu menjadi aksi kolaborasi besar dari seluruh pemangku kepentingan,” kata Maya.

Tim Pencegahan Kecurangan

Senada dengan Maya, Inspektur I Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sekaligus Ketua Tim Pencegahan Kecurangan Tingkat Pusat, Edward Harefa mengatakan, pemda maupun fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan melaksanakan Program JKN-KIS, harus mulai menyusun regulasi pendukung.

Pihak-pihak tersebut juga harus mengembangkan budaya pencegahan kecurangan, memberi pelayanan yang berorientasi pada kendali mutu dan biaya, serta membentuk Tim Pencegahan Kecurangan JKN-KIS di daerah masing-masing.

“Kemenkes telah memonitor dan mengevaluasi implementasi upaya pencegahan kecurangan program JKN-KIS di Dinas Kesehatan (Dinkes), RS Vertikal, dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Hasil monitoring menunjukkan, masih perlu dilakukan sosialisasi tentang Permenkes Nomot 16 Tahun 2019, serta kegiatan monitoring,” kata Edward.

Dikatakan, integrasi sistem pencegahan, deteksi, dan penanganan kecurangan pada seluruh area program JKN-KIS juga perlu dilakukan, melalui upaya sistematis dari dinkes kabupaten atau kota, melalui penyusunan kebijakan, pelaksanaan dan monitoring, serta evaluasi.

Rr




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 27 Agutus 2020, Bertambah 23 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 27 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) Orang

Tiga kelompok rentan, yakni anak-anak, orang dengan komorbid serta para lanjut usia, agar sebisa mungkin menghindari aktivitas di luar rumah

MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Praya, dan Laboratorium TCM RS. HL. Manambai Abdulka.dir mengkonfirmasi, ada tambahan 23 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Lalu Gita Aryadi[/caption] Dalam siaran pers hari Rabu (21/08/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 226 sampel dengan hasil 182 sampel negatif, 21 sampel positif ulangan, dan 23 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 27 orang.

Dengan adanya tambahan 23 kasus baru terkonfirmasi positif, 27 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (27/8/2020) sebanyak 2.684 orang, dengan perincian 1.971 orang sudah sembuh, 156 meninggal dunia, serta 557 orang masih positif.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” katanya.

TAMBAHAN 23 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH  27  ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2662, an. J, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Perung, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS. H.L.Manambai Abdulkadir;
  2. Pasien nomor 2663, an. K, perempuan, usia 68 tahun, penduduk Desa Motong, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS. H.L.Manambai Abdulkadir;
  3. Pasien nomor 2664, an. R, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentfikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 2665, an. Z, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  5. Pasien nomor 2666, an. SH, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2638. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wira Bhakti Mataram;
  6. Pasien nomor 2667, an. JAFH, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2638. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wira Bhakti Mataram;
  7. Pasien nomor 2668, an. RNS, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2638. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wira Bhakti Mataram;
  8. Pasien nomor 2669, an. RAP, laki-laki, usia 9 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2638. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wira Bhakti Mataram;
  9. Pasien nomor 2670, an. RS, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 2671, an. AS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 2672, an. A, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram;
  12. Pasien nomor 2673, an. S, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  13. Pasien nomor 2674, an. J, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Muncan, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  14. Pasien nomor 2675, an. F, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Sayang-sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  15. Pasien nomor 2676, an. KDSR, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  16. Pasien nomor 2677, an. M, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Sekotong, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  17. Pasien nomor 2678, an. NWS, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentfikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  18. Pasien nomor 2679, an. M, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  19. Pasien nomor 2680, an. M, laki-laki, usia 5 hari, penduduk Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  20. Pasien nomor 2681, an. J, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Jati Baru dan RSUD Kota Bima;
  21. Pasien nomor 2682, an. LEG, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSAD Wira Bhakti Mataram;
  22. Pasien nomor 2683, an. SM, laki-laki, usia 27 tahun penduduk Kelurahan Dayen Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak belum dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  23. Pasien nomor 2684, an. VH, laki-laki, usia 28 tahun penduduk Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga Mataram.

Hari Kamis terdapat penambahan 27 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu:

  1. Pasien nomor 1743, an. IK, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1822, an. AHDH,laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Warga Negara Asing. Pasien berdomisili Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  3. Pasien nomor 2022, an. AM,laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  4. Pasien nomor 2048, an. A,laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Lekong, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa;
  5. Pasien nomor 2049, an. IH,laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  6. Pasien nomor 2050, an. M,laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 2220, an. MI,laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  8. Pasien nomor 2224, an. BSN, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 2247, an. MT, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  10. Pasien nomor 2248, an. MF, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  11. Pasien nomor 2268, an. TH, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  12. Pasien nomor 2294, an. NAKD, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara;
  13. Pasien nomor 2347, an. IGBYA, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  14. Pasien nomor 2351, an. WAS,laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  15. Pasien nomor 2385, an. S,perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  16. Pasien nomor 2426, an. AA, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  17. Pasien nomor 2433, an. NNM,perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  18. Pasien nomor 2450, an. MFD,laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Penujak, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  19. Pasien nomor 2476, an. S,laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  20. Pasien nomor 2488, an. IBT, laki-laki, usia 55 tahun, pendudukKelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  21. Pasien nomor 2497, an. M,perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  22. Pasien nomor 2498, an. AM,laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Sukadamai, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur;
  23. Pasien nomor 2500, an. P, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Temusik, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  24. Pasien nomor 2501, an. UH, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Kampung Karya, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  25. Pasien nomor 2524, an. H,perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Danger, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  26. Pasien nomor 2577, an. NNM,perempuan, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  27. Pasien nomor 2611, an. BDS, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Kembang Sari, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Kamis ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 2665, a, n. Z, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengajak masyarakat tetap patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan pecegahan Covid-19 dalam setiap aktivitas kegiatan ekonomi dan sosial kemasyarakatan.

“Penting untuk kita semua bisa bersabar dan beradaptasi dengan era tatanan baru kehidupan agar kita semua dapat sehat dan produktif dimasa pandemi Covid-19,” katanya.

Tetap gunakan masker, senantiasa mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak (physical distancing) serta menjaga pola hidup bersih dan sehat.

.AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Gubernur NTB Dianugerahi TOP Pembina BUMD 2020

Gubernur ingin selalu memastikan bahwa BUMD tetap  unggul dalam segi bisnis, layanan, dan kontribusinya terhadap perekonomian daerah

lombokjournal.com

JAKARTA ;  Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dianugerahi penghargaan bergensi yaitu sebagai Kepala Daerah yang berhasil membina BUMD sehingga unggul dari segi bisnis, layanan, dan kontribusinya terhadap perekonomian daerah.

Penyerahan penghargaan tersebut berlangsung di Golden Ballroom – The Sultan Hotel Jakarta, Kamis (27/08/20).

Namun dalam kegiatan tersebut, Gubernur diwakili oleh Asisten III Setda NTB Dr. H.Lalu Syafii, MM.

Penyerahan penghargaan dilakukan secara langsung oleh pimpinan Top Business kepada sejumlah Kepala Daerah atau perwakilan, serta kepada pimpinan BUMD dari seluruh Indonesia yang memenangkan penghargaan tersebut.

Hadir dalam kesempatan itu Wapres RI Prof. KH Ma’ruf Amin dan berkesempatan memberikan sambutan.

Dalam surat yang dilayangkan oleh Ketua Dewan Juri, Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, MA, selain Gubernur NTB yang mendapatkan penghargaan sebagai TOP Pembina BUMD 2020, pihaknya juga memberikan penghargaan kepada Bank NTB Syariah dengan kategori TOP BUMD Awards 2020 Sektor BPD Syariah – Bintang 4.

Selain itu Dirut Bank NTB Syariah H.Kukuh Rahardjo diberi anugerah sebagai TOP CEO BUMD 2020.

TOP BUMD Awards – Level Bintang 4 BUMD yang dinilai yaitu miliki pencapaian kinerja yang baik, kepemimpinan dan manajemennya baik dan relatif selaras dengan visi BUMD, telah melakukan inovasi/perbaikan namun kurang didukung tekonologi informasi, serta memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi di daerah.

“Kami mengucapkan selamat atas pencapaian kinerja dan prestasi Bank NTB Syariah yang berhasil mendapatkan penghargaan yang membanggakan, dalam kegiatan TOP BUMD Awards 2020,” katanya.

Keberhasilan kinerja BUMD, tentu tidak lepas dari peran, kontribusi, dan dukungan Kepala Daerahnya.

Dengan alasan tersebut, Dewan Juri juga menetapkan sejumlah Kepala Daerah di Indonesia, termasuk Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah yang BUMD-nya berprestasi dan berkinerja baik, sebagai Top Pembina BUMD 2020.

“Kegiatan TOP BUMD Awards 2020 ini, diikuti oleh 200 Nominasi BUMD Terbaik, yang sebelumnya sudah diseleksi dari lebih 1.149 BUMD di seluruh Indonesia,” ujar Prof. Djohermansyah.

TOP BUMD Awards adalah satu-satunya kegiatan corporate rating (penilaian kinerja BUMD), yang terbesar paling kredibel, dan komprehensif di Indonesia.

TOP BUMD Awards merupakan penghargaan yang diberikan kepada BUMD-BUMD Terbaik di Indonesia, atas achievement (prestasi), improvement (perbaikan), dan contribution (kontribusi) BUMD yang telah dilakukan, terkait kinerja bisnis, layanan, dan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

Kegiatan TOP BUMD Awards, diselenggarakan oleh majalah Top Business (yang diterbitkan PT Madani Solusi Internasional) bekerjasama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan beberapa Lembaga, Asosiasi dan Konsultan Bisnis, seperti SGL Management, PPM Manajemen, Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, dan Solusi Kinerja Bisnis.

Sementara itu Asisten III Setda NTB Dr. H.Lalu Syafii, MM usai kegiatan tersebut mengatakan, penghargaan ini bisa diraih karena Gubernur NTB sungguh-sungguh di dalam membina BUMD yang ada di daerah ini.

Begitu pula BUMD terus berupaya menunjukkan kinerja yang terbaik dalam segala hal.

“ Ini adalah bukti nyata bahwa kerja keras itu pasti akan membuahkan hasil walapun kita tidak berharap. Tim selama setahun menilai kita dan pilihannya jatuh ke Gubernur NTB. Ini menandakan bahwa NTB bisa gemilang dalam berbagai sektor pembangunan,” terangnya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy, S.Sos, MM mengatakan, Gubernur NTB memang tetap aktif melakukan pembinaan terhadap seluruh BUMD di daerah ini.

Gubernur ingin selalu memastikan bahwa BUMD tetap  unggul dalam segi bisnis, layanan, dan kontribusinya terhadap perekonomian daerah.

Berhasilnya Bank NTB Syariah memperoleh anugerah sebagai TOP BUMD Awards 2020 Sektor BPD Syariah – Bintang 4 tidak terlepas dari peran pembinaan Gubernur selama ini.

Selain Bank NTB Syariah, BUMD lain juga sedang terus dipacu untuk memberi kontribusi yang lebih besar bagi daerah.

Misalnya PT GNE yang didorong terus menyempurnakan program Mahadesa untuk mengembangkan pembangunan ekonomi daerah dengan menjadikan perusahaan daerah baik dari tingkat provinsi, kabupaten, hingga desa (BUMDes) sebagai pelaku langsung yang mengelola berbagai potensi bisnis di NTB.

AYA/HmsNTB




Masyarakat NTB Mulai Rasakan Kehadiran Industrialisasi

Hadirnya industri permesinan dapat membuat produktifitas sektor pertanian, peternakan dan juga yang lainnya semakin meningkat

LOBAR.lombokjournal.com  – Pemerintah Provinsi NTB menyerahkan bantuan berupa alat dan mesin produksi kepada masyarakat di STIPark NTB di Banyumulek, Kamis (27/08/20).

Masyarakat pun dibuat kagum Program industrialisasi yang dimunculkan oleh Pemerintah Provinsi NTB, dengan karya putra-putri NTB yang mampu memproduksi mesin yang dapat mempermudah pekerjaan mereka.

Salah satunya, Lalu Supratman yang mewakili TPS 3R “Lestari” dari Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur.

“Sangat senang sekali, karena yang kami harapkan dari beberapa tahun kemarin, sekarang ini terealisasi,” ungkap Supratman yang baru saja mendapat bantuan mesin dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB tersebut.

Ia berharap, ke depan makin banyak mesin-mesin yang diciptakan oleh putra-putri NTB. Tentunya, mesin-mesin tersebut juga diharapkan mampu bersaing dengan produk dari luar.

“Dengan adanya industri permesinan ini, usaha-usaha UMKM dan juga usaha-usaha lainnya akan lebih meningkat lagi,” tuturnya.

Selain itu, ada pula Reza Apriani yang mewakili BKR “Masa Depan”. Mewakili rekan-rekannya, Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemprov NTB yang telah memperhatikan usaha-usaha kecil yang ada di NTB.

“Alhamdulillah dengan pemberian bantuan ini, yakni pemberian mesin pembuat minyak kelapa ini kami sangat berbahagia karena sudah tidak perlu menggunakan tangan dan prosesnya juga sangat lama,” jelasnya.

Apriani juga berharap, pemerintah dapat terus konsisten dalam memperhatikan keberlangsungan usaha-usaha kecil yang ada. Agar ke depan usaha-usaha kecil ini dapat mandiri dan dapat terus produktif.

Sebelumnya, Gubernur H. Zulkieflimansyah menjelaskan, hadirnya industri permesinan dapat membuat produktifitas sektor pertanian, peternakan dan juga yang lainnya semakin meningkat.

Dengan begitu, masyarakat NTB yang dalam hal ini UKM/IKM dapat segera mencapai kesejahteraan dan kemandirian di dalam melakukan usaha mereka.

“Bukan berarti kita mementingkan industrialisasi terus melupakan pertanian, peternakan, perikanan dan lain-lain. Justru sebaliknya, dengan adanya industri permesinan ini Insya Allah kita akan meningkatkan produktifitas disektor yang lain,” jelas Bang Zul.

AYA/HmsNTB




Menko PMK Puji Pemprov NTB dalam Menangani Pandemi 

Seluruh pihak untuk sama-sama berjibaku dalam menekan penyebaran Covid-19

L.OTENG.lombokjournal —  Pemerintah Provinsi NTB terus siaga dan melakukan sejumlah langkah terbaik untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Salah satu ikhtiar Pemprov NTB untuk menekan penyebaran Covid-19, Perda tentang Penanggulangan Penyakit Menular yang sudah dimiliki oleh Pemprov NTB akan mulai ditegakkan bulan September mendatang.

Bagi masyarakat yang tidak pakai masker di ruang publik, siap-siap diberikan sanksi sosial, bahkan denda berupa uang tunai saat operasi digelar.

Tidak hanya itu, Rumah Sakit Covid-19 yang baru dilauncing bertempatan dengan Perayaan HUT RI tersbeut, mendapat  apresiasi dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Muhadjir Effendy.

Menurutnya, langkah tersebut sangat tepat dan patut menjadi contoh untuk daerah lain di Indonesia.

“Langkah Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah membuat Perda Penanggulangan Penyakit Menular sangat bagus, Rumah Sakit Covid-19 juga sudah ada, bahkan alat rapid test di buat di NTB. Ini sungguh luar biasa, kami apresiasi setinggi-tingginya,” ungkap Menko PMK Muhadjir Effendy saat Pembagian Masker Serta Sosialisasi Penanganan Covid-19 di Pantai Kuta dan Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Kamis (27/08/20).

Menurutnya, kesadaran masyarakatsudah cukup tinggi. Itu semua tentu berkat kerja keras semua pihak, berkat kerja keras Gubernur, Bupati, Walikota hingga masyarakat dan media yang selalu kampenyakan gerakan masker.

“NTB masuk dalam kategori tingkat kesembuhan tinggi, tingkat positif nya juga tinggi, untuk itu kami datang untuk memberikan perhatian khusus kepada Provinsi NTB,” tambah Muhadjir.

Pihaknya meminta kepada seluruh pihak untuk sama-sama berjibaku dalam menekan penyebaran Covid-19. Jangan sampai ada masyarakat yang tidak memakai masker, tapi tidak ditegur.

Jika ada yang demikian, masyarakat diminta mengingatkan orang bersangkutan agar tetap saling menjaga kesehatan dengan cara patuhi protokol Covid-19.

“Mari kita saling ingatkan, jangan malas pakai masker, demi kesehatan kita semua,” pinta Menko PMK.

Dukungan Menko PMK

Guberur NTB mengucapkan selamat datang kembali kepada Menko PMK Muhadjir Effendy yang kembali berkenan datang ke NTB.

Menurutnya, kedatangan Menko PMK sebagai bentuk dukungan dan bantuan dalam menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB.

“InsyaAllah pak Menteri di NTB selama di hari, salah satu kegiatan beliau bagi-bagi masker serta melihat Kuta Mandalika,” ungkap Gubernur yang akrab disapa Bang Zul tersebut.

Bang Zul bersyukur kesadaran masyarakat NTB tentang pentingnya protokol kesehatan cukup tinggi. Meski begitu, semua pihak tidak boleh lalai, harus tetap mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker.

“Ini salah satu bukti keseriusan kita untuk menekan penyebaran Covid-19 di NTB, kami bersama pak Menko PMK akan terus berikhtiar membawa daerah kita menuju zona hijau Covid-19,” tutup Bang Zul.

AYA/HmsNTB




BPJS Kesehatan Perkuat FKTP, Promosikan Gerakan Nasional Disiplin Protokol Kesehatan

Peran FKTP sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus diperkuat.

lombokjournal.com —

MATARAM;   Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya melakukan Gerakan Nasional Disiplin Protokol Kesehatan secara masif, dalam rapat terbatas (ratas), bulan Juli.

Menindaklanjuti yang tditekankan  Presiden Jokowi, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi mengatakan, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama ( FKTP) menjadi instrumen strategis mengimplementasikan itu.

“Dalam hal ini, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama ( FKTP) menjadi instrumen strategis yang berperan besar untuk menumbuhkan aktivitas Gerakan Nasional Disiplin Protokol Kesehatan di tengah masyarakat,” kata Fachmi Idris.

Ditegaskannya, peran FKTP sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus diperkuat.

“Khususnya dalam mengedukasi dan menggerakkan masyarakat untuk menerapkan Gerakan Nasional Disiplin Protokol Kesehatan,” ungkapnya.

Dia menerangkan, FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan memiliki daftar nama-nama peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), yang dapat dijadikan target sosialisasi dan edukasi.

Hal ini pun menjadi upaya promotif preventif untuk menekan pertambahan angka kasus Covid-19.

Fachmi meminta kerja sama FKTP bergotong royong memberikan pencerahan kepada peserta JKN-KIS yang terdaftar di masing-masing FKTP.

Terutama, mengenai pentingnya menerapkan protokol kesehatan di segala aktivitas.

“Saya yakin setiap FKTP paham persis siapa saja peserta JKN-KIS yang berisiko tinggi, misalnya peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), peserta dengan komorbid (penyakit penyerta), peserta lansia, dan sebagainya,” paparnya.

Dia juga mengimbau, agar para peserta ini hendaknya diperhatikan secara khusus. Maka dari itu, FKTP dapat melakukan upaya promotif preventif individual.

“Dengan edukasi yang optimal, diharapkan angka fatalitas Covid-19 bisa ditekan semaksimal mungkin,” katanya seperti keterangan tertulis yang dikutip Kompas.com.

Rr




Menko PMK Terpesona Keindahan Mandalika

Muhadjir berharap tidak hanya sirkuit yang menjadi kebanggaan bangsa, tapi adat istiadat, industri kerajinan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi siapapun yang datang ke NTB

LOTENG.lombokjournal.com —  Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)  Mandalika menjadi salah satu destinasi wisata super prioritas di Indonesia.

Tahun 2021 mendatang, event bergengsi MotoGP akan digelar di kawasan tersebut.

“Ternyata dari dulu hingga sekarang, Lombok-NTB masih terkenal dengan keindahannya,” ujar Menko PMK, Prof Muhadjir Effendy saat tiba di Pantai Kuta Mandalika, Kamis (27/08/20).

Ia berharap, event berkelas seperti MotoGP bisa berjalan sesuai harapan, karena dengan MotoGP tersebut bisa mengatasi pengangguran, mengatasi kemiskinan, dan tentunya mendongkrak pariwisata nasional hususnya pariwisata yang ada di NTB.

“Lewat MotoGP ini kita kenalkan pariwisata NTB kepada dunia,” tambah Menko PMK kemudian berkeliling melihat Pantai Kuta.

Kedatangan Menko PMK KEK Mandalika, untuk meninjau dan melaksanakan perintah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, melihat secara langsung progress pembangunan rumah tahan gempa serta progres pembangunan sirkuit MotoGP.

“Selain memulihkan rumah masyarakat pasca gempa, kedatangan kami untuk memastikan seluruh kegiatan terutama kegiatan pariwisata terus berjalan,” ungkapnya.

Khusus untuk pariwisata, Muhadjir berharap tidak hanya sirkuit yang menjadi kebanggaan bangsa, tapi adat istiadat, industri kerajinan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi siapapun yang datang ke NTB.

Ia mengajak seluruh kekuatan yang ada di NTB untuk mensosialisasikan sadar memakai masker. Itu semua sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19 di NTB.

“Hanya dengan menggunakan masker, menjadi salah satu cara menurunkan angka terpapar hingga kematian akibat Covid-19 ini,” katanya.

Menko PMK menyerahkan satu juta masker secara simbolis kepada Gubernur NTB untuk kemudian diserahkan kepada masyarakat.

AYA/HmsNTB




Kajian Akbar di IC, Isi Tahun Baru Hijriah dengan Spirit Kebaikan

MATARAM.lombokjournal.com — Ketua TP.PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menghadiri acara Kajian Akbar dalam rangka Lombok Islamic Festival yang diadakan oleh komunitas Pemuda Hijrah Lombok.

Kagiatan dengan tema “Lelah Yang akan Menjadi Lillah” ini digelar di Islamic Center, Kamis (27/08/20).

“Saya melihat semangat pemuda pemudi untuk belajar, dan menuntut ilmu tidak pernah putus. Mudah – mudahan acara yang diselenggarakan hari ini bisa memberikan ilmu yang bermanfaat, semangat mengisi tahun baru hijriah dengan lebih baik lagi dari sisi ilmu, akhlak dari sisi amal perbuatan” ujar Hj. Niken saat memberikan sambutan.

Bunda Niken mengingatkan pandemi Covid-19 yang telah berbulan-bulan di NTB ini hendaknya disikapi dengan bijak.

Selain itu dibutuhkan kerjasama dengan semua pihak untuk sama – sama menjaga kesehatan dan melakukan yang terbaik dalam penerapan protokol kesehatan.

“Insya Allah di seluruh NTB kita berupaya tidak ada lagi wilayah yang merah, dan ini semua bisa dilakukan dengan kontribusi dan peran aktif dari semua, terutama pemuda pemudi Islam agar bisa menjadi agen of change di lingkungan masing – masing,” ungkapnya.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Komunitas Pemuda Hijrah Lombok mengucapkan terimakasih dan menyatakan, tujuan kegiatan kajian akbar ini untuk memberi semangat kepada pemuda untuk berkontribusi dalam dakwah demi kebaikan bersama,karena pemuda akan menjadi pemimpin untuk kedepannya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan kegiatan kajian dan talkshow dengan beberapa pemateri diantaranya Ust. Fatih Karim, Ust. Syamsuri Firdaus, Habib Hasan Alaydrus dan ditutup dengan doa bersama.

AYA/HmsNTB