Peringatan HUT RI Ke-75 Pesantren Ma’rifatul Falah Berlangsung Meriah

Momentum perayaan HUT RI ke 75 kita gunakan sebagai ajang memupuk kembali rasa nasionalisme sebagai rakyat Indonesia

BANYUMULEK.lombokjournal.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-75 di Pondok Pesantren Ma’rifatul Falah Banyumulek, Kediri, Lombok Barat,  NTB, Senin (17/08/20), tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pandemi virus corona Covid-19 yang masih melanda Tanah Air membuat peringatan HUT RI di pondok itu berlangsung dengan segala keunikan, kesederhanaan, kebersamaan namun tetap berjalan khidmat.

Berbagai kegiatan dilaksanakan seperti do’a dan istigosah bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan juga dimeriahkan oleh group khadrah Ma’rifatul Falah dengan acara maulidan dan menyanyikan lagu mars Ya Lal Waton.

“Berbagai kegiatan guna memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Pihak pesantren juga menyiapkan tempat cuci tangan dan handsinitizer,” ujar ketua panitia penyelenggara Ustadz. Burhanudin,S.Pd didampingi Ust. Ahmad Baehaqi.

Ust. Ahmad Baehaqi menambahkan, Pondok Pesantren Ma’rifatul Falah memberikan kesempatan masyarakat pesantren untuk mengikuti do’a bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya serta makan bersama. Hal ini semata mata sebagai wujud kecintaan terhadap agama dan bangsa.

“Acara tersebut juga untuk memeriahkan dan menghilangkan kejenuhan para santri, dikarenakan selama ini terus belajar, terutama belajar dan mengajar secara Daring, yang terus menerus menggunakan jaringan internet, mudah – mudahan dengan adanya acara semacam ini, kejenuhan dan kesetresan akibat pembelajaraan bisa berkurang, sehingga pada saat kembali belajar bisa nornal kembali,”tuturnya.

Ust. Muhammad Arifin.M.Pd selaku pengasuh pesantren Ma’rifatul Falah melalui Vidio Telecomfrence dari Jember Jatim menyampaikan, momentum perayaan HUT RI ke 75 kita gunakan sebagai ajang memupuk kembali rasa nasionalisme sebagai rakyat Indonesia.

ia juga berpesan jadilah santri yang ramah toleran dan menghormati perbedaan, jaga persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa. Indonesia maju Indonesia bersatu.

Arf




Wisatawan Lokal Mulai Ramai Kunjungi Gili Matra

Wisatawan mancanegara sejak pandemi Covid-19 mulai mewabah sampai sekarang belum ada yang berkunjung

TANJUNG.lombokJournal.com — Geliat wisatawan lokal untuk berwisata ke Gili Meno, Air, Trawangan (Matra) mulai meningat.

Jika pada awal pandemi Covid-19 pengunjung yang datang tak sampai sepuluh orang per hari, kini jumlahnya sudah mencapai ratusan.

Sahid, Pengurus Koperasi Karya Bahari di Bangsal

Kepada lombokjournal.com, Sahid, salah seorang pengurus Koperasi Karya Bahari selaku pengusaha transportasi laut dari Pelabuhan Bangsal menuju tiga Gili menyampaikan, kenaikan jumlah pengunjung tersebut dimulai bertahap sejak dua bulan lalu.

“Lebih seratus. Kalau baru-baru Covid itu jak satu, dua. Bahkan Gili Air itu kadang nggak ada. Sekarang lebih seratus. Wisatawan lokal aja,” terangnya. Rabu, (02/08/20).

Sementara turis mancanegara sejak pandemi Covid-19 mulai mewabah sampai sekarang belum ada yang berkunjung.

Selain karena Covid-19, hal tersebut kemungkinan disebabkan tidak dibukanya izin penerbangan dari negara pemasok turis terbanyak seperti Australia.

“Untuk saat ini kan baru Malaysia saja yang buka,” katanya.

Dijelaskan, Koperasi Karya Bahari oleh pandemi Covid-19 terpaksa merumahkan beberapa karyawannya.

Kendati pengunjung sudah mulai meningkat, karena jumlah kunjungan yang jauh menurun dari kondisi normal, kebijakan untuk kembali mempekerjakan karyawan belum mampu dilakukan.

“Beberapa kami rumahkan,” ungkapnya.

 

Sementara Sahid, salah seorang petugas kesehatan dari Gugus Tugas Covid-19 yang berjaga di pintu masuk ruang tunggu penumpang mengaku jika protokol kesehatan diterapkan secara ketat.

Dari pantauan lombokjournal.com, selain wajib mengenakan masker, para pengunjung juga harus melewati prosedur pengecekan suhu tubuh ketika hendak masuk ruang tunggu penumpang.

“Semua wajib pakai masker. Kami gantian berjaga di sini,” jelasnya.

AST




Wagub Nilai, Program Kampung Sehat Berhasil Tekan Penyebaran Covid-19

Kampung Sehat ini mampu menggerakkan masyarakat mulai dari kesehatan, perekonomian, keamanan, hingga kebersihan

MATARAM.lombokjournal.com – Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah menilai, program Kampung Sehat tersebut mampu menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB

“Kampung sehat ini menjadi vitamin untuk kita semua. Kita bersyukur, program Kampung Sehat tersebut mampu menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB,” ungkap Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah saat memberikan arahan pada acara Rapat Koordinasi Analisis dan Evaluasi (Anev) program Kampung Sehat, Rabu (02/09/20).

Rakor itu diiikuti seluruh kabupaten/kota se Provinsi NTB melalui Video Conference di Lapangan Gajah Mada Polda NTB.

Untuk menekan penyebaran Covid-19, Polda NTB bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTB dan jajaran TNI menggelar lomba “Kampung Sehat”.

Lomba yang sudah berjalan selama tiga bulan ini diikuti oleh 1.136 desa dan kelurahan yang ada di Provinsi NTB.

Menurut wagub, Kampung Sehat ini mampu menggerakkan masyarakat dalam berbagai sektor. Mulai dari kesehatan, perekonomian, keamanan, hingga kebersihan. Kampung Sehat terebut menjadi program yang sangat tepat dalam menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB.

“Kampung Sehat ini program yang sangat tepat, kami apresiasi langkah Polda NTB tersebut. Terbukti, dengan adanya Kampung Sehat ini, penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB terus melandai,” ujar Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi tersebut.

Tetapi, tambah Wagub, dengan kasus melandai tersebut, jangan sampai membuat masyakarat lengah, karena pemerintah menginginkan kasus yang melandai ini membuat masyakarat semakin kuat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Pada HUT NTB bulan Desember mendatang, kasus positif Covid-19 ini benar-benar berkurang, bahkan diharapkan NTB ini menjadi Zona Hijau.

“Jangan sampai karena landai, kita lengah, tapi harus kita kuatkan, kita terus berikhtiar, harapan kita, pada HUT NTB nanti, kita berada pada Zona Hijau,” ujarnya.

Umi Rohmi melanjutkan, seluruh lapisan masyarakat, harus tetap Istiqomah atau konsisten dalam melawan penyebaran Covid-19. Jangan sampai ada pihak yang bosan dalam memberikan sosialisasi terkait protokol kesehatan.

“Mari kita rapatkan barisan, tetap Istiqomah sosialisasi protokol kesehatan. Kita niatkan untuk ibadah,” tutup Wagub.

Sosialisasi pakai masker

Kapolda NTB Irjen Pol.Mohammad Iqbal, S.IK.,MH meminta seluruh lapisan masyarakat dari tingkat RT/RW untuk tetap melakukan sosialisasi penerapan masker saat keluar rumah.

Karena pada tanggal 14 September nanti, penindakan kepada masyarakat yang tidak pakai masker mulai ditegakkan.

“Tanggal 14 September nanti, yang tidak pakai masker akan kami beri tindakan hukum,” ungkap Kapolda.

Ia melanjutkan, tindakan hukum bagi yang tidak menggunakan masker tersebut menjadi garda terakhir dalam menekan penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB.

“Denda bukan tujuan, kita ingin masyarakat sehat, jangan sampai kasus yang landai ini membuat masyarakat lengah,” ujarnya.

Kapolda minta seluruh Kapolres untuk memasifkan sosialisasi, mulai dengan keliling menggunakan pengeras suara hingga kendaraan-kendaraan yang dibranding dengan Satgas Patroli Covid-19.

“Satu centi pun kita tidak boleh mundur dalam sosialisasi penerapan protokol kesehatan ini,” tegas Kapolda.

Untuk program Kampung Sehat, Kapolda meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk memulai melakukan penilaian. Karena, dari ribuan desa/kelurahan yang ikut, akan dijaring menjadi 30 desa/kelurahan untuk selanjutnya akan diikutkan dalam lomba Kampung Sehat di tingkat kabupaten/kota. Berikutnya pada bulan November akan diumumkan di tingkat provinsi.

“Silahkan mulai lakukan penilaian dengan menerapkan protokol kesehatan, kita optimis, penanganan Covid-19 di Provinsi NTB menjadi percontohan di darah lain,” tutupnya.

Sebelumnya, masing-masing pemerintah kabupaten/kota yang ada di NTB melaporkan kondisi masyarakat sebelum dan setelah dilaunchingnya Kampung Sehat tersebut.

Salah satunya Sekda Kabupaten Lombok Timur HM.Juaini Taofik yang melaporkan bahwa Kampung Sehat berkontribusi besar dalam menekan penyebaran Covid-19 di Lombok Timur.

“Program Kampung Sehat selama tiga bulan ini sudah berhasil, jumlah kecamatan yang sudah terkonfirmasi positif mulai menurun,” ungkapnya mengapresiasi Kampung Sehat yang di inisiasi oleh Polda NTB tersebut.

Konsep Kampung Sehat, lanjut Juaini, bukan hanya sebatas lomba, tapi mampu meningkatkan partisipasi masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, keamanan di masing-masing desa terus meningkat.

“Tidak hanya kesehatan, keamanan juga sudah meningkat,” ungkap Sekda penuh bangga.

Di Lombok Timur sendiri, melalui Kampung Sehat, pemerintah kabupaten telah melakukan screening berbasis masjid, sekolah, hingga berbasis pasar guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Alhamdulillah, di Lombok Timur, kami telah melaunching ASN Peduli Covid-19, Masjid Peduli Covid, Sekolah Peduli Covid, Pasar Peduli Covid, dan Generasi Muda Peduli Covid,” tambahnya.

Karena menurutnya, menekan penyebaran Covid-19 tidak mudah, butuh kerjasama seluruh pihak, karena yang di lawan bukan berwujud, bahkan vaksinnya pun belum ada.

“Melawan virus yang tak berwujud ini tidak mudah, butuh konsistensi seluruh pihak. Kami bersyukur, keberadaan Kampung Sehat mampu menyadarkan masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan,” tutupnya.

HmasNTB




Program RANTANG SALAM dari Selly-Manan, Tiap Hari Makanan Gratis Bagi Lansia

Selly mengatakan, kalau Selly-Manan diberi amanah oleh masyarakat untuk memimpin Kota Mataram, maka tidak akan ada lagi rumah kumuh seperti tempat tinggal Inaq Ili

lombokjournal –

MATARAM;   Bakal Calon Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan. menggebrak dengan program kemanusiaan.

Pasangan yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Keadilan Sejahtera ini meluncurkan program “RANTANG SALAM”, program memberi makanan gratis tiap hari untuk orang lanjut usia tidak mampu di enam Kecamatan di Kota Mataram.

Launching program “RANTANG SALAM” digelar di Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Selasa (01/09/20).

Makanan tersebut dikemas dalam rantang makanan higienis berwarna hijau. Rantang tersebut berisi menu makanan lengkap, lalu diantarkan langsung ke rumah para Lansia tidak mampu yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kota Mataram.

Relawan pasangan Selly-Manan menyiapkan ojek online untuk mengantarkan makanan tersebut. Pengantaran makanan itu akan berlangsug seterusnya tiap hari.

Mulai hari Selasa (01/09) makanan tersebut di antar ke sejumlah keluarahan seperti Pejeruk, Jempong, Jempong Baru, Taman Sari, Banjar, dan Dayen Peken. Tiap rantang makanan telah bertuliskan nama dengan alamat lengkap Lansia yang dituju.

“Ini salah satu program untuk kesejahteraan masyarakat. Terutama masyarakat Lansia 70 tahun dan merupakan keluarga prasejahtera,” kata Hajjah Selly di sela launching program ini.

Kecamatan Ampenan dipilih sebagai lokasi launching, rupanya lantaran di setiap kelurahan di Ampenan, masih ditemukan masyarakat yang hidupnya dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Usai launching dengan membonceng motor matik,  Selly menemui langsung salah seorang Lansia yang mendapatkan “RANTANG SALAM”

Lansia tersebut bernama Inaq Ili. Tinggal di Kampung Banjar. Kondisi rumahnya begitu memprihatinkan. Tinggal di rumah yang benar-benar tidak layak huni.

Kondisi kesehatan Inaq Ili juga memprihatinkan. Perempuan tersebut hanya tergolek di selembar kasur tipis di dalam ruangan yang pengap dan gelap. Membutuhkan pencahayaan terus menerus dari satu bola lampu meski siang hari.

Sungguh Inaq Ili tak menyangka, bahwa kemarin, dia akan mendapat kejutan yang menyenangkan. Di tengah ketidakberdayaannya, dia menunjukkan ekspresi wujud rasa syukur tiada tara.

Menghadapi kondisi Inaq Ili seperti ini, Hajjah Selly benar-benar tidak bisa berkata-kata. Hatinya pedih. Matanya sembab. Terlihat betul, Penjabat Wali Kota Mataram tahun 2015 tersebut membendung tangis.

Menurutnya, ada yang tidak berjalan dalam sistem pemerintahan di Kota Mataram. Sehingga masih ada warga seperti Inaq Ili. Pasti telah terjadi kekeliruan pendataan. Dan kondisi tersebut tidak hanya menimpa Inaq Ili. Melainkan menimpa banyak Lansia lain di Mataram.

“Padahal kita tahu selama ini ada program dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk mewujudkan hunian layak huni untuk masyarakat tidak mampu,” katanya.

Nyatanya, di Kelurahan Banjar, yang begitu dekat dengan jantung pemerintahan, banyak ditemukan warga yang masih tinggal di tempat yang tidak layak seperti Inaq Ili.

Karena itu dia menegaskan, kalau Selly-Manan diberi amanah oleh masyarakat untuk memimpin Kota Mataram, maka tidak akan ada lagi rumah kumuh seperti tempat tinggal Inaq Ili.

“Ini bukan sekadar janji. Tapi ini adalah program nyata. Karena kami berdua bertekad menjadi pemimpin yang amanah di dunia dan akhirat,” tutur Selly.

Dia menegaskan, dirinya ingin masyarakat Mataram berbahagia karena pemimpinnya adalah pelayan masyarakat. Bukan pemimpin yang hanya duduk di kursi emas.

Bukan pemimpin yang hanya mau diagung-agungkan tapi setiap hari masyarakatnya justru penuh dengan kekurangan. Hidupnya begitu timpang.

Selly menambahkan, program Mataram Berkah dan Cemerlang yang disiapkan Selly-Manan bukanlah janji kosong. Tapi program nyata untuk masyarakat. Bukan pula janji politik. Namun, ikhtiar nyata yang sudah dilakukan.

Dijelaskan, dirinya adalah birokrat bukan politisi. Karena itu, Hajjah Selly bertekad membawa jalan politik yang kini ditempuhnya ke jalan jalan yang lurus. Bukan politik dengan janji-janji kosong.

“Jangan janji melulu sekian tahun. Tapi kenyataannya malah sampai hari ini setelah sekian tahun kenyataannya malah kosong,” tandasnya.

Ekonomi Pro Rakyat

Program “RANTANG SALAM” sendiri akan dilakukan merata di enam kecamatan. Basis pendataan program ini melibatkan para Ketua RT di setiap lingkungan. Sehingga mereka yang menerima program ini benar-benar yang berhak.

Dalam hal ini, nantinya jika Selly-Manan memimpin Kota Mataram, maka setiap Ketua RT akan mendapatkan insentif. Akan mendapatkan reward dari pemerintah. Karena mereka menjadi ujung tombak pendataan yang benar.

Di sisi lain, program “RANTANG SALAM” ini juga merupakan program ekonomi yang pro rakyat. Sebab melibatkan transportasi ojek online. Kebetulan kata Selly, para ojek online tersebut juga memiliki motto “Salam Satu Aspal”.

“Ini tepat sekali dengan program ke masyarakat yang kami siapkan,” imbuhnya.

Makanan untuk “RANTANG SALAM” juga dipesan di warung-warung makan milik masyarakat. Sehingga menggairahkan ekonomi masyarakat lapisan bawah.

Warung yang terlibat pun akan berbeda setiap hari. Dengan begitu, menu makanan pun bervariasi. Namun dipastikan memenuhi standar gizi dan juga higienitasnya.

Di sisi lain, nantinya para Lansia ini juga akan mendapat layanan program kesehatan gratis.

Puskesmas di Kota Mataram nantinya akan disiapkan menjadi ujung tombak layanan kesehatan bagi para lansia tersebut.

Antara lain dengan memastikan setiap puskesmas memiliki ambulans lengkap. Ambulans itu akan rutin turun ke masyarakat. Sehingga bukan hanya berada di garasi puskesmas terus menerus.

“Kita siapkan layanan kesehatan yang benar-benar paripurna,” ujar Selly.

Dia menegaskan kembali, bahwa Selly-Manan tidak akan membiarkan ada masyarakat Kota Mataram yang hidupnya memprihatinkan.

“Masyarakat Kota Mataram sudah cerdas. Nggak bisa diajak main-main lagi. Ini masalah nyawa manusia,” tukasnya.

Me




Puluhan PKL di Samping Kantor Imigrasi Mataram, Minta Perhatian Walikota

Janji Dinas Perdagangan Kota Mataram untuk memberikan lokasi usaha yang baru sampai saat ini tidak kunjung terealisasi

MATARAM.lombokjournal.com — Puluhan PKL yang lapaknya dibongkar paksa Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB guna pembangunan gedung Bank NTB Syariah, kebingungan mencari lokasi usaha baru.

Mereka tidak mendapatkan solusi dari pemerintah untuk lokasi usaha pengganti seperti dijanjikan awal.

Awalnya, mereka dijanjikan oleh Dinas Perdagangan Kota Mataram untuk berjualan di lokasi Taman Udayana, tetapi sampai saat ini, janji tersebut belum ditepati.

Beberapa dari mereka mengambil inisiatif untuk berjualan di lapak pinggir sungai samping Kantor Imigrasi Kota Mataram, tapi karena tidak didapatkannya izin berjualan dari Pemprov, mereka khawatir sewaktu-waktu kembali dipaksa minggat.

Dan lagi ada permasalahan pengelolaan lapak tersebut, bangunan lapaknya dibuat oleh Pemkot Mataram, sementara areal tempat dibangunnya lapak di bawah tanggung jawab Pemprov NTB.

“Pokoknya yang bagian perdagangan. Dia nyuruh pindah Udayana. Udah ketemu rapat, janjinya jam 9 kita ketemu di Udayana. Tapi kita tunggu sampai jam 10, jam 11, sampai sekarang, ndak datang-datang dia,” papar salah seorang PKL yang berjualan di samping Kantor Imigrasi Mataram, Joni Suhaidi kepada Lombokjournal.com, Selasa, (01/09/20).

Dijelaskan, mereka menempati lapak yang yang bersengketa tersebut atas inisiatif pribadi guna tetap berlangsungnya kegiatan usaha.

Mereka terpaksa mengambil inisiatif tersebut karena janji pemerintah untuk memberikan lokasi usaha yang baru sampai saat ini tidak kunjung terealisasi.

“Kalau sudah urusan perut bagaimana pak. Masak kita mau jualan narkoba yang tidak perlu pakai tempat. Mau jualan, kita dipersulit. Makanya kita mohon pada Gubernur sebagai bapak kita. Jangan kita ini diperlakukan seperti anak pungut,” ujarnya.

Sebelumnya, atas prakarsa Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) NTB mereka sempat bertemu pejabat Dinas Perdagangan Kota Mataram. Dari pertemuan tersebut, mereka dijanjikan tempat di Taman Udayana.

Selain mediasi, mereka mengaku sudah melakukan beberapa kali demonstrasi ke Kantor Gubernur, tetapi selalu menemui jalan buntu karena Walikota Mataram, termasuk pejabat di Dinas Perdagangan Kota Matara, yang hendak mereka temui selalu tidak berada di kantornya.

“Kita mau ketemu Bapak kita, Pak Walikota, tapi sama Pol PP selalu dia bilang Bapak sedang keluar, Bapak sedang keluar. Itu aja katanya,” sesalnya.

Saat ini, jumlah mereka yang berjualan di lapak tersebut tersisa 15 orang. 25 orang dari mereka memilih tidak berjualan lagi dengan alasan takut sewaktu-waktu dibongkar paksa pemerintah.

“Awalnya 40 orang. Sekarang tinggal 15. 25 nya nggak berani keluar,” katanya.

Para PKL menyatakan seandainya Pemkot memberi izin untuk berjualan di lapak saat ini, mereka siap menjaga kebersihan lokasi lapak. Termasuk menjaga agar sungai kumuh di depan lokasi lapak mereka tetap bersih.

“Kalau diizinkan, kita tata ini. Kita bikin tamannya. Tapi kalau sekarang kita biayai, terus digusur lagi. Nah, itu yang kami takutkan,” keluh Joni.

Joni mengaku sudah pada kondisi kebingungan terkait persoalan tersebut. Oleh sebab itu, pihaknya berharap pemerintah segera memberi solusi. Dalam hal ini, menepati janji untuk memberi lokasi baru.

“Kita mintalah. Kami tidak minta dibantu pembiayaan. Kami tidak juga dapat bantuan BLT, JPS, apalah namanya itu. Kami hanya ingin dipermudah untuk tempat kami cari makan,” pintanya.

Wartawan lombokjournal.com berusaha menemui pengurus APKLI Mtaram terkait nasib para PKL itu. Namun pengurus APKLI selalu mengaku sibuk, dan menolak memberikan konfirmasi.

Ast




Arahan Presiden, Pentingnya Penggunaan Masker Harus Disampaikan Terus

Dalam satu bulan ke depan, Jadi  pertaruhan terakhir apakah ekonomi Indonesia memasuki jurang resesi atau tidak

JAWA BARAT.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah mengikuti rapat terbatas (Ratas) virtual penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi Nasional yang dipimpin Presiden Joko Widodo dari Istana Kepresiden Bogor, Jawa Barat, Selasa (01/09/20).

Dalam Ratas yang dihadiri jajaran menteri dan seluruh gubernur di Indonesia, Presiden Jokowi mengingatkan, pentingnya masyarakat untuk selalu menggunakan masker.

Tindakan pencegahan itu menjadi kunci pengendalian pandemi Covid-19 sebelum pemerintah melakukan vaksinasi secara massal..

Karena itu, Jokowi minta agar pentingnya penggunaan masker disampaikan terus menerus kepada masyarakat, termasuk protokol kesehatan mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

“Ini kunci sebelum vaksin, pemakaian masker ini penting,” kata Jokowi.

Presiden juga meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan dalam penerapan protokol kesehatan di masyarakat. Sanksi terhadap pelanggar protokol kesehatan harus diterapkan.

Presiden sebelumnya sudah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disipilin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang mengatur sanksi terhadap pelanggar protokol kesehatan.

“Sehingga kedisiplinan nasional kita dalam mengikuti protokol kesehatan betul-betul dikerjakan oleh masyarakat kita,” ujarnya.

Terkait pemulihan ekonomi nasional, Jokowi meminta jajaran kepala daerah untuk mempercepat belanja daerah sebagai penopang agar Indonesia tak masuk ke dalam jurang resesi seperti negara lainnya.

“Percepat belanja barang, belanja modal, belanja bantuan sosial betul-betul disegerakan sehingga bisa meningkatkan konsumsi masyarakat dan meningkatkan ekonomi di daerah,” kata Jokowi.

Dalam satu bulan ke depan, tegas Presiden,  menjadi pertaruhan terakhir apakah ekonomi Indonesia memasuki jurang resesi atau tidak.

Jokowi menegaskan, apabila ekonomi domestik kembali minus, maka dipastikan Indonesia masuk ke daftar negara resesi.

Dipaparkan, perekonomian Indonesia pada kuartal pertama 2020 masih tumbuh 2,97 persen. Padahal, menurut dia, negara lain sudah minus.

“Tetapi di kuartal kedua kita sudah pada di posisi minus 5,3 persen, sudah minus,” ujarnya.

“Untuk itu, kuartal ketiga, yang kita masih punya waktu satu bulan yaitu Juli, Agustus, September. Di September ini kita masih ada kesempatan. Kalau kita masih berada pada posisi minus artinya kita masuk resesi,” lanjutnya.

Triwulan I ekonomi NTB tumbuh lambat

Di NTB sendiri, dari data Bank Indoenesia Kondisi ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada triwulan I 2020 tumbuh melambat dari triwulan sebelumnya.

Pada  triwulan II-2020,  dibandingkan triwulan I-2020 tumbuh 0,52 persen (q to q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 31,50. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Luar Negeri tumbuh sebesar 24,05 persen (data BPS NTB).

Realisasi pendapatan Provinsi NTB Triwulan I 2020 tumbuh melambat menjadi 8,20% (yoy). Realisasi pendapatan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada Triwulan I 2019 yang tumbuh sebesar 5,54% (yoy).

Penyerapan belanja Provinsi NTB Triwulan I 2020 menurun dibandingkan Triwulan I 2019. Penyerapan belanja Triwulan I 2020 Provinsi NTB mencapai Rp7,3 Triliun, menurun dibandingkan Triwulan I 2019 yang sebesar Rp7,4 Triliun.

Menurunnya pertumbuhan belanja tersebut terjadi pada penyerapan belanja bantuan sosial sehingga mempengaruhi realisasi total belanja pemerintah daerah secara keseluruhan.

Pemulihan ekonomi NTB diperkirakan berlanjut pada triwulan III 2020. Pada triwulan III 2020, diperkirakan ekonomi NTB tumbuh kuat dengan laju pertumbuhan berkisar antara antara -3,4% s.d -3,0%(yoy).

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan III 2020 dibandingkan triwulan II 2020 diprakirakan oleh kinerja pertanian sejalan dengan memasukinya masa panen kedua komoditas padi,

Peningkatan kinerja LU Pertambangan pada triwulan III 2020, serta peningkatan aktivitas ekonomi akibat kebijakan new normal. Secara keseluruhan tahun 2020, diprakirakan ekonomi NTB tumbuh pada rentang -2,1 s.d -1,7% (yoy).

Untuk mendorong Pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi NTB telah meluncurkan stimulus ekonomi berupa bantuan mesin produksi dan industri kepada masyarakat, sebanyak 685 permesinan berbagai jenis dan model hasil karya Industri Kecil Menengah (IKM) lokal NTB.

“Jadi teknologi dan mesin ini meningkatkan produktifitas dibidang pertanian, perkebunan dan sektor lainnya,”ucap Gubernur Dr. Zulkieflimansyah saat memberikan kepada para kelompok masyarakat, UMKM, Kepala Desa dan penerima manfaat, Kamis (27/08) lalu di STlPark Banyumelek.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2020 yang baru disahkan, Pemerintah Provinsi NTB sendiri telah melakukan realokasi anggaran di masa pandemi Covid 19 yang difokuskan pada bidang kesehatan untuk penanganan Covid-19, bidang ekonomi dalam ketahanan pangan, akses layanan sosial dasar untuk masyarakat miskin, perempuan serta anak-anak selama masa pandemi serta ekonomi kreatif.

Ummi Rohmi, panggilan akrab Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengatakan, perubahan APBD 2020 ini adalah untuk merespon dinamika yang terjadi.

Harapannya, Perda APBD Perubahan ini menjadi APBD yang aspiratif, efektif, responsif dan mendatangkan manfaat besar bagi pembangunan NTB.

Dalam vidcon arahan Presiden kepada 34 Gubernur se Indonesia, Gubernur Dr. Zulkieflimansyah turut didampingi Asisten 1 dan Asisten 2 Setda NTB, Kadis Kesehatan, Kadis Perindustrian, Kadis Perdagangan, Plt.Kalak BPBD, Karo Ekonomi, Karo Pemerintahan, Karo Hukum Setda NTB dan Kasat Pol PP Provinsi NTB .

HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Selasa, 01 September 2020, Bertambah 14 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 29 Orang,Tidak Ada Kasus Kematian

Di era nurut tantanan baru ini, mematuhi protocol kesehatan dalam seluruh aktivitas ekonomi dan sosial kemasyarakatan adalah cara paling tepat dan efektif, untuk menghidari penularan wabah Corona.

MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Prodia, dan Laboratorium TCM RSUD Prayamengkonfirmasi, ada tambahan 14 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Salasa (01/09/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 99 sampel dengan hasil 81 sampel negatif, 4 (empat) sampel positif ulangan, dan 14 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 29, Tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 14 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 29 tambahan sembuh baru dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasai (01/09/20) sebanyak 2.785 orang, dengan perincian 2.106 orang sudah sembuh, 162 meninggal dunia, serta 517 orang masih positif.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

 TAMBAHAN 14 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH  29  ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2772, an. RY, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Narmada, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  2. Pasien nomor 2773, an. MI, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  3. Pasien nomor 2774, an. AP, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Midang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  4. Pasien nomor 2775, an. IMPA, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  5. Pasien nomor 2776, an. BF, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSI Siti Hajar Mataram;
  6. Pasien nomor 2777, an. ES, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  7. Pasien nomor 2778, an. A, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  8. Pasien nomor 2779, an. AGY, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  9. Pasien nomor 2780, an. ZWH, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  10. Pasien nomor 2781, an. A, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Kabar, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  11. Pasien nomor 2782, an. HY, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  12. Pasien nomor 2783, an. LSNIL, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  13. Pasien nomor 2784, an. S, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  14. Pasien nomor 2785, an. RAFL, laki-laki, usia 4,5 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Hari Selasa terdapat penambahan 29 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 868, an. LAS, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1344, an. NA, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 1525, an. RH, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk ber-KTP Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Saat ini berdomisili di Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 1687, an. JS, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 1839, an. S, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 1966, an. HJ, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 1986, an. S, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, KecamatanGerung, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 2124, an. SN, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  9. Pasien nomor 2141, an. IBP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  10. Pasien nomor 2179, an. S, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  11. Pasien nomor 2389, an. MA, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara;
  12. Pasien nomor 2390, an. UI, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara;
  13. Pasien nomor 2447, an. H, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  14. Pasien nomor 2474, an. AH, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Masbagik, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  15. Pasien nomor 2477, an. HH, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  16. Pasien nomor 2478, an. LGG, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  17. Pasien nomor 2525, an. M, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  18. Pasien nomor 2542, an. D, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  19. Pasien nomor 2543, an. ES, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Lape, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa;
  20. Pasien nomor 2544, an. SO, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  21. Pasien nomor 2559, an. ES, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  22. Pasien nomor 2566, an. AWA, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Labulia, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  23. Pasien nomor 2583, an. TTI, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  24. Pasien nomor 2596, an. IS, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah , Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  25. Pasien nomor 2597, an. I, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  26. Pasien nomor 2598, an. FHS, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk ber-KTP Karanganyar Demak,Jawa Tengah berdomisili Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  27. Pasien nomor 2599, an. BH, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  28. Pasien nomor 2639, an. NPSED, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  29. Pasien nomor 2664, an. R, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengatakan, upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 membutuhkan kerja sama dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, di era nurut tantanan baru ini, mematuhi protocol kesehatan dalam seluruh aktivitas ekonomi dan sosial kemasyarakatan adalah cara paling tepat dan efektif, untuk menghidari penularan wabah corona.

“Tetap gunakan masker, jaga jarak (physical distancing), terapkan pola hidup bersih dan sehat, berolahraga, makan makanan yang bergizi serta hindari stress yang berlebihan,” katanya.

Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Ratusan Ribu Masker Dibagikan, TP-PKK NTB Kampanyekan  Cegah Covid-19

PKK NTB tidak hanya melakukan pemberian bantuan saja, tapi juga memberikan sosialisasi dan pembinaan untuk tim penggerak PKK Kabupaten/Kota

LOTENG.lombokjournal.com —  Gerakan PKK Melawan COVID-19 digalakkan TP-PKK Provinsi NTB.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati menggelar Roadshow Kunjungan Kerja dimulai di Desa Marong Kabupaten Lombok Tengah..

“Kegiatan roadshow ini pertama kali kami lakukan di Lombok Tengah, karena rindu kami dengan Lombok Tengah dan semoga kegiatan kami ini bermanfaat” ujar Hj. Niken.

Menyambut kunjungan Hj Niken

Gerakan bagi-bagi masker ini sebagai bentuk kepedulian PKK terhadap pencegahan penularan COVID-19 di NTB.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB menyampaikan bahwa protokol kesehatan adalah hal yang sangat penting dalam masa Pandemi saat ini.

“Masker adalah pertahanan kita, ini adalah salah satu usaha kita untuk pencegahan penularan COVID-19, maka dari itu, kami ke sini untuk melakukan gebrakan masker di desa ini,” ungkapnya.

Diharapkan, masker menjadi bagian dari pakaian masyarakat yang selalu digunakan ketika keluar rumah.

“Pentingnya menggunakan masker sama seperti pentingnya menggunakan baju ataupun hijab,” ata Hj Niken.

Bekerjasama dengan beberapa instansi, TP-PKK membagikan ribuan masker dan paket sembako, 300 paket suplemen untuk puskesmas desa marong serta 1000 unggas untuk masyarakat, dan para anggota PKK, Dasawisma yang terkena dampak Pandemi ini.

“Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada para pihak yang ikut membantu kegiatan ini,” tuturnya.

Dalam roadshow ini tidak hanya melakukan pemberian bantuan saja tetapi tim penggerak PKK Provinsi juga memberikan sosialisasi dan pembinaan untuk tim penggerak PKK Kabupaten/Kota.

Kesejahteraan masyarakat

Sebelumnya, Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Lombok Tengah, Ir Nasrun,  mewakili  Bupati Lombok Tengah mengatakan, kegiatan PKK dengan kebijakan Pemda Lombok Tengah sangat berkesinambungan. Keduanya sama-sama memiliki perhatian lebih terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Salah satu misi Pemda Loteng itu Mewujudkan masyarakat Loteng yang sejahtera dan bermutu sedangkan kepanjangan dari PKK sendiri yaitu Pemberdayaan Kesejahteraan keluarga, jadi kita sama, sama-sama ingin menyejahterakan masyarakat kita,” kata Nasrun.

Nasrun juga menyampaikan 5 pesan penting dari Gubernur NTB yang selalu ia ingat dan harus diterapkan oleh semua orang agar dapat terhindar dari Covid-19.

Yakni mencuci tangan dengan benar, mengkonsumsi makanan bergizi, khususnya yang mengandung vitamin C, menjaga aktivitas agar tidak terlalu capek, menjaga jarak minimal 1 meter dan selalu menggunakan masker ketika ke luar rumah.

HmsNTB




Dipuji Gubernur Sebagai Kota Terbersih di Indonesia, Masih Banyak Tempat Kumuh di Kota Mataram

Selain di kali dekat Islamic Center, tempat lain yang paling kentara terlihat kumuh adalah Sungai Jangkok, terutama yang lokasinya di samping Kelurahan Dasan Agung

MATARAM.lombokjournal.com — Pada perayaan ulang tahun Kota Mataram ke-27 , Gubernur NTB Dr. Zulkiflimansyah memuji banyaknya penghargaan yang diraih Kota Mataram sebagai Ibu Kota Provinsi NTB.

Salah satunya penghargaan Adipura dengan ukuran sebagai kota terbersih di Indonesia beberapa tahun silam.

Pemerintah Kota Mataram bisa bangga dengan pujian itu Tapi, saat ini masih banyak tempat kumuh di Kota Mataram.

Yang paling jelas, kali di pusat Kota Mataram, yang membelah salah satu bangunan ikonik Kota Mataram Islamic Center, airnya menghitam dengan tumpukan sampah yang menimbulkan bau tak sedap.

Dari pantauan lombokJournal.com, Selasa, (01/09/2020), di kali tersebut sampah-sampah bertimbunan memenuhi badan kali.

Pemandangan semakin buruk oleh air kali yang menghitam, dan tidak mengalir deras. Bau busuk yang menguap ke udara selain mengganggu pengunjung Islamic Center dan pengguna Jalan Udayana yang lewat,.

Selain itu,  juga menggannggu pengguna Kantor Pelayanan Imigrasi yang jaraknya begitu dekat dari lokasi kali kumuh.

Joni Suhaidi, salah seorang warga yang sehari-hari beraktivitas di dekat kali tersebut mengaku  pemerintah sudah berusaha membersihkan kali tersebut.

Namuni minimnya tenaga kebersihan dan lemahnya pengawasan terhadap warga kota yang menjadikan kali tersebut sebagai lokasi akhir pembuangan sampah, membuat kali tetap dipenuhi sampah.

“Kalau di sekitar sini bisa kita jaga. Tapi yang di atas sana. Seringnya buang sampah malam. Ini kalau saya tidak di sini di baliho dilarang buang sampah itu mereka timbun,” ujarnya sambil menunjuk tulisan yang berisi peringatan agar masyarakat tidak membuang sampah ke kali.

Wartawan lombokJournal.com juga mendapati beberapa petugas kebersihan dari dinas Pekerjaan Umum sedang membersihkan kali.

Dengan alat seadanya, mereka terlihat kesulitan membersihkan timbunan sampah yang pada akhirnya dibiarkan menumpuk begitu saja.

“Kalau mereka (petugas kebersihan) pulang, banyak lagi yang buang sampah di sini,” terang Joni.

Selain di kali dekat Islamic Center, tempat lain yang paling kentara terlihat kumuh adalah Sungai Jangkok, terutama yang lokasinya di samping Kelurahan Dasan Agung.

Terlihat banyak tumpukan sampah warga sepanjang bantaran sungai.

Kenyataan tersebut tentu jadi ironi Pemerintah Kota Mataram yang dalam perayaan ulang tahun ke 27-nya mendapat pujian Gubernur NTB sebagai Ibu Kota Provinsi yang pernah meraih penghargaan kota terbersih.

“Kota Mataram telah memperoleh Kota Adipura, Kota Layak Anak, Kota Peduli HAM, WTP, Sakip Award, Anugerah KIP, TOP Instansi Pemerintah,Top Pelayanan Publik dan lain sebagainya,” ungkap Gubernur dalam sambutannya pada perayaan ulang tahun Kota Mataram ke-27, Senin (31/08/2020) kemarin di Kantor Wali Kota Mataram.

Ast




Presiden Tekankan, Sebelum Vaksin Massal Penting Pengawasan Protokol Kesehatan

Vaksin buatan Indonesia yang disebut vaksin Merah Putih sedang dalam proses benih vaksin, dan baru akan diuji secara klinis pada tahun 2021

MATARAM.lombokjournal.com — Presiden RI Joko Widodo mengingatkan pentingnya pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 dan sanksi bagi pelanggarnya.

Hal ini dilakukan selain akan memberikan rasa aman kepada masyarakat, juga agar pemulihan dan percepatan ekonomi pada triwulan ketiga dapat bergerak positif.

Jokowi juga meminta realisasi anggaran belanja daerah dipercepat untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi.

“Kunci sebelum vaksin adalah masker. Protokol Kesehatan dengan mencuci tangan dan jaga jarak harus terus diulang ulang,” ujar Jokowi saat memberikan arahan kepada Gubernur se- Indonesia, termasuk Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, melalui Video konferensi, Selasa (01/09).

Mengenai penanganan pandemi Covid 19, Presiden menjelaskan, saat ini Pemerintah Pusat sedang menyiapkan 20 – 30 juta vaksin sampai akhir 2020 dan 290 juta vaksin pada 2021.

Vaksin buatan Indonesia yang disebut vaksin Merah Putih sedang dalam proses benih vaksin, dan baru akan diuji secara klinis pada tahun 2021.

Presiden mengingatkan, sebelum adanya vaksin massal secara massif, data pergerakan angka penyebaran Covid 19 benar benar diantisipasi.

Secara umum, negara negara Eropa dan Asia sedang mengalami trend peningkatan. Meski posisi Indonesia relatif terkendali, angka fatality rate atau angka kematian masih tinggi secara global.

Per bulan Agustus, terdapat 175 ribu angka positif dari 2,23 juta tes. Angka kesembuhan juga tinggi 70,21 persen dari rata rata global 60 persen.

“Oleh karena itu kita perlu menyamakan gerak Langkah agar makin cepat dan efektif agar tidak kehilangan kendali. Pengendalian ini juga memberikan kepastian kepada dunia usaha untuk mulai bergerak”, tambah Jokowi.

Pemulihan ekonomi ini, kata Jokowi, sebelum sektor perdagangan, industri dan lainnya menunjukkan pertumbuhan ekonomi, realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah dapat menjaga konsumsi rumah tangga, sektor ril, industry kecil dan lainnya agar tidak terpuruk kepada resesi.

Belanja APBD harus disegerakan dari rata rata nasional yang baru 44 persen. Pemulihan ekonomi nasional, sebut Jokowi pada kwartal pertama masih 2,79, kuartal kedua minus 2,53.

Untuk kuartal ketiga masih ada kesempatan sehingga diharapkan daerah daerah memulai program kerja sekaligus pemberian bantuan sosial dan stimulus ekonomi dari pusat maupun daerah.

Ekonomi NTB Melambat di Trwulan I

Kondisi ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sendiri dari data Bank Indonesia Perwakilan menyebut,  pada triwulan I 2020 tumbuh melambat dari triwulan sebelumnya.

Sedangkan triwulan II-2020 dibandingkan triwulan I-2020 tumbuh 0,52 persen (q to q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 31,50. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Luar Negeri tumbuh sebesar 24,05 persen (data BPS NTB).

Realisasi pendapatan Provinsi NTB Triwulan I 2020 tumbuh melambat menjadi 8,20 Ppersen (yoy). Realisasi pendapatan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada Triwulan I 2019 yang tumbuh sebesar 5,54 persen (yoy).

Penyerapan belanja Provinsi NTB Triwulan I 2020 menurun dibandingkan Triwulan I 2019. Penyerapan belanja Triwulan I 2020 Provinsi NTB mencapai Rp7,3 Triliun, menurun dibandingkan Triwulan I 2019 yang sebesar Rp7,4 Triliun.

Menurunnya pertumbuhan belanja tersebut terjadi pada penyerapan belanja bantuan sosial sehingga mempengaruhi realisasi total belanja pemerintah daerah secara keseluruhan.

Sementara pulihan ekonomi NTB diperkirakan berlanjut pada triwulan III 2020. Pada triwulan III 2020, diperkirakan ekonomi NTB tumbuh kuat dengan laju pertumbuhan berkisar antara antara -3,4 persen s.d -3,0 persen(yoy).

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan III 2020 dibandingkan triwulan II 2020 diprakirakan oleh kinerja pertanian sejalan dengan memasukinya masa panen kedua komoditas padi, peningkatan kinerja LU Pertambangan pada triwulan III 2020, serta peningkatan aktivitas ekonomi akibat kebijakan new normal.

Secara keseluruhan tahun 2020, diprakirakan ekonomi NTB tumbuh pada rentang -2,1 s.d -1,7 persen (yoy).

Untuk mendorong Pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi NTB telah meluncurkan stimulus ekonomi berupa bantuan mesin produksi dan industri kepada masyarakat, sebanyak 685 permesinan berbagai jenis dan model hasil karya Industri Kecil Menengah (IKM) lokal NTB.

“Jadi teknologi dan mesin ini meningkatkan produktifitas di bidang pertanian, perkebunan dan sektor lainnya,”ucap Gubernur Dr. Zulkieflimansyah saat memberikan kepada para kelompok masyarakat, UMKM, Kepala Desa dan penerima manfaat, Kamis (27/08/20) lalu di STlPark Banyumelek.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2020 yang baru disahkan, pemerintah Provinsi NTB melakukan  realokasi anggaran di masa pandemi Covid 19 yang difokuskan pada bidang kesehatan untuk penanganan Covid-19, bidang ekonomi dalam ketahanan pangan, akses layanan sosial dasar untuk masyarakat miskin, perempuan serta anak-anak selama masa pandemi serta ekonomi kreatif.

Ummi Rohmi, panggilan akrab Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengatakan, perubahan APBD 2020 ini adalah untuk merespon dinamika yang terjadi. Harapannya,

Perda APBD  Perubahan ini menjadi APBD yang aspiratif, efektif, responsif dan mendatangkan manfaat besar bagi pembangunan NTB.

Dalam vidcon arahan Presiden kepada 34 Gubernur se Indonesia, Gubernur Dr. Zulkieflimansyah turut didampingi Asisten 1 dan Asisten 2 Setda NTB, Kadis Kesehatan, Kadis Perindustrian, Kadis Perdagangan, Plt.Kalak BPBD, Karo Ekonomi, Karo Pemerintahan, Karo Hukum Setda NTB dan Kasat Pol PP Provinsi NTB .

jm/diskominfotik