Cara Daftar Autodebit, Bagi Peserta yang Tak Punya Rekening Bank Mitra BPJS Kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberi kemudahan layanan bagi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), termasuk dalam pembayaran iuran bulanan

Agar peserta tidak terlambat dalam membayar iuran, yang paling lambat harus dibayarkan sebelum tanggal 10 setiap bulannya, pihak BPJS) Kesehatan memiliki fitur pembayaran autodebit.

Sistem autodebit ini memungkinkan peserta membayarkan tagihan secara tepat waktu. Secara otomatis, sejumlah dana sesuai dengan nominal tagihan iuran BPJS Kesehatan akan ditarik dari rekening pada setiap waktu yang ditentukan.

Beberapa bank bekerjasama dengan BPJS Ksehatan untuk fitur autodebit seperti Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, BTN, Citibank, Bnak Jateng, dan PaninBank.

Pertnyaannya kemudian, bukankah tidak semua peserta memiliki rekening bank-bank tersebut.

Lantas bagaimana cara autodebit BPJS Kesehatan jika tidak memiliki rekening bank-bank tersebut?

Cara daftar autodebit BPJS Kesehatan

Dikutip dari laman resmi BPJS Kesehatan, pendaftaran autodebit bisa dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN, fitur Pendaftaran Autodebit.

Untuk mengakses fitur Pendaftaran Autodebit ini sangat mudah. Caranya:

  1. Setelah calon peserta atau peserta melakukan login pada aplikasi Mobil JKN, klik di bagian Tagihan.
  2. Lalu klik fitur Pendaftaran Autodebit sudah tersedia.
  3. Kemudian silakan pilih Autodebitnya.
  4. Lebih lanjut pilih Non-Bank-Fintech untuk pendaftaran autodebit bukan bank, dan silakan registrasi dan ikuti langkah selanjutnya sesuai petunjuk.
  5. Jangan lupa klik “Tambah” untuk menambahkan peserta yang akan di-autodebit-kan.

Untuk top-up nya sendiri dapat dilakukan melalui PT Pos Indonesia dan Alfamart.

Rr/BPJS Kes

 




Sengketa Lahan di Kawasan MotoGP Diminta Diselesaikan Kekeluargaan

Polemik yang terjadi di kawasan tersebut Diminta segera dituntaskan

lombokjournal.com —

JAKARTA ; “Menyangkut masih adanya gugat menggugat atau pun sengketa lahan, kami berpendapat supaya dilakukan melalui jalur non litigasi. Seperti mediasi dan musyawarah mufakat. Jangan kita biarkan berlarut larut masalah tersebut,” kata Lalu Sudarmadi melalui siaran pers, Minggu (06/09/20).

Saran yang disampaikan Tokoh Masyarakat NTB di Jakarta yang akarab disapa Mik Tjuk itu, terkait  Sengkarut lahan MotoGP di Kawasan Mandalika, Lombok Tengah belum berkesudahan.

Masih beberapa warga yang tetap bertahan di lahan tersebut, meskipun saat ini PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menyiapkan lahan seluas 2,5 hektare untuk relokasi warga.

Lalu Sudarmadi atau akrab disapa Mik Tjuck mengatakan, kawasan yang akan digunakan sebagai sirkuit MotoGP tersebut telah memasuki finishing, sehingga dia berharap agar semua pihak untuk memprioritaskan kepentingan NTB dari kepentingan-kepentingan pribadi.

“Kepada saudara saudara di NTB, Kita harus berpikir ‘NTB First’. Mendahulukan kepentingan NTB. NTB yang utama. Kami yakin banyak pihak yang merasa tersaingi dengan Kek Mandalika ini.

Yang akan senang jika Mandalika tersendak dan bahkan gagal. Untuk itu kita perlu jaga dan sukseskan proyek ini. Demi anak cucu kita. Demi kesejahteraan masyarakat NTB,” katanya.

Ia mengatakan, lahan di kawasan MotoGP itu tidak hanya soal perhelatan MotoGP semata, tapi juga sebagai prime mover atau mesin penggerak kebangkitan ekonomi daerah. Sehingga, dia meminta semua pihak melepas segala kepentingan pribadi demi NTB.

“Kawasan KEK Mandalika tersebut, akan dilaksanakan event internasional secara reguler, MotoGP. Ini adalah anugerah luar biasa bagi masyarakat Lombok NTB khususnya dan Indonesia Umumnya,” ujarnya.

“Akan ada berkah turunan lainnya yang akan diakibatkan oleh Moto GP tersebut. Mandalika kita bisa andalkan sebagai ‘prime mover’ kebangkitan ekonomi Nusa Tenggara Barat. Untuk itu kami berharap kita semua, saling bergandeng tangan, hand to hand mengawal proyek strategis tersebut,” sambungnya.

Mik Tjuck memberikan saran agar sengketa di kawasan MotoGP diselesaikan melalui jalur non litigasi yang mengedepankan musyawarah dengan nuansa kekeluargaan.

Mantan Sekjen Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sekaligus Mantan Komisaris Utama PT. ASDP ini sangat menggandrungi proyek super strategis nasional ini sukses. Dia meminta polemik yang terjadi di kawasan tersebut segera dituntaskan.

“Kami sangat setuju proyek strategis nasional tersebut harus segera selesai dan sukses, namun kita juga tidak mungkin membiarkan saudara saudara kita yang memiliki hak atas sebagian objek yang disengketakan kecewa. Untuk itu kepada pemerintah daerah baik propinsi ataupun lombok tengah bersama ITDC, kami sangat berharap untuk lebih agresif menuntaskan masalah masalah yang ada,” ulasnya.

Sementara, terkait dengan ultimatum Kapolda NTB yang akan mempidanakan provokator yang memicu sengketa lahan terus alot, Mik Tjuck sangat mendukung.

Ia meminta pihak kepolisian mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang memperkeruh suasana.

“Bahwa terhadap langkah pemidanaan yang akan dilakukan oleh Polda NTB kami sangat mendukung dengan syarat sepanjang semua tahapan tahapan pemenuhan hak masyarakat telah dipenuhi,” katanya.

“Kami juga memahami pasti ada saja pihak pihak yang tidak memiliki kepentingan atas sengketa itu bisa saja bermain, memperkeruh situasi, terhadap hal itu kami sangat setuju Polda NTB untuk ambil langkah hukum,” tegasnya.

Me




UPDATE Covid-19: Hari Minggu, 06 September 2020, Bertambah 9 (Sembilan) Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 16 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) orang

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan Penyakit Menular dan akan diberlakukan secara tegas mulai 14 September 2020

MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, dan Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong mengkonfirmasi, ada tambahan 9 (Sembilan) pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Minggu (06/09/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 133 sampel dengan hasil 119 sampel negatif, 5 (lima) sampel positif ulangan, dan 9 (sembilan) sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 16 orang, kasus kematian 1 (satua) orang

Dijelaskan, adanya tambahan 9 (sembilan) kasus baru terkonfirmasi positif, 16 tambahan sembuh baru dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Minggu (06/09/20) sebanyak 2.854 orang, dengan perincian 2.194 orang sudah sembuh, 169 meninggal dunia, serta 491 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 9 (SEMBILAN) PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 16 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2846, an. MS, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  2. Pasien nomor 2847, an. MDP, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  3. Pasien nomor 2848, an. BNRH, perempuan, usia 4 tahun, penduduk Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  4. Pasien nomor 2849, an. W, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  5. Pasien nomor 2850, an. IS, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Bima;
  6. Pasien nomor 2851, an. SMH, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Kelayu Selatan, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  7. Pasien nomor 2852, an. H, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Masbagik Selatan, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  8. Pasien nomor 2853, an. S, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  9. Pasien nomor 2854, an. BP, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji.

Dipermaklumkan bahwa berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pasien selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19 nomor 1908 yang diumumkan tanggal 12 Agustus 2020, semula diumumkan penduduk Kelurahan Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, bahwa pasien sesungguhnya penduduk Desa Pelambik, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah.

Hari Minggu terdapat penambahan 16 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 1419, an. NKSBW, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Gerimak Indah, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1671, an. JH, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Mekar Sari, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 1787, an. F, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 1901, an. ASN, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 2184, an. NKSSA, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 2246, an. AL, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 2265, an. L, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Narmada, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 2370, an. SA, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  9. Pasien nomor 2618, an. ART, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  10. Pasien nomor 2621, an. ES, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  11. Pasien nomor 2624, an. N, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  12. Pasien nomor 2626, an. MT, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  13. Pasien nomor 2658, an. M, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur;
  14. Pasien nomor 2659, an. R, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Gelora, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur;
  15. Pasien nomor 2739, an. FS, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Gapuk, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur;
  16. Pasien nomor 2748, an. JA, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Minggu ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 2588, an. S laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten  Sumbawa. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugu Tugas NTB, Lalu Gita Ayadi menjelaskan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2020 Tentang Penanggulangan Penyakit Menular dan akan diberlakukan secara tegas mulai 14 September 2020.

Menurutnya, adanya peraturan daerah ini diharapkan masyarakat dapat disiplin melaksanakan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 khususnya dalam menggunakan masker saat beraktivitas diluar rumah.

Jika masih ditemukan warga yang beraktivitas di luar rumah tanpa menggunakan masker maka dengan sangat terpaksa akan diterapkan sanksi denda.

Menurutnya, sanksi tersebut semata-mata dimaksudkan untuk membentuk disiplin masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19 serta dalam rangka menjaga keselamatan bersama dan kepentingan umum.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” Lalu Gita Aryadi.

Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119




Prestasi Bank NTB Syariah Diapresiasi Komisi III DPRD NTB

Pran Bank NTB Syariah dalam mendongkrak peringkat literasi dan inklusi keuangan syariah secara nasional sangat besar

MATARAM.lombokjournal.com – “Kami (Komisi III DPRD NTB) tentu mengapresiasi atas apa yang telah dicapai oleh pihak Bank NTB Syariah,” ungkap Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi, Minggu (06/09/20) di Mataram.

Memasuki smester II tahun 2020, Bank NTB Syariah mendapatkan tiga penghargaan sekaligus dalam ajang bergengsi TOP BUMD Award 2020 akhir Agustus.

Ketiga penghargaan itu, yaknin TOP Pembina BUMD 2020 kepada Gubernur DR H. Zulkieflimansyah, TOP BUMD Awards 2020 # BPD # Bintang 4 kepada Bank NTB Syariah, dan TOP CEO BUMD 2020 untuk Direktur Utama Bank NTB Syariah H Kukuh Rahardjo.

Bank NTB Syariah juga memiliki predikat yang sangat bagus dalam jajaran bank umum kegiatan usaha (BUKU) 2 dengan asset di bawah Rp 10 triliun.

Bank NTB Syariah yang baru pertama di-rating oleh Biro Riset Infobank (birI) sejak konversi tahun 2018 lalu langsung memimpin dengan menempati urutan pertama.

BACA JUGA ;  Gubernur Puji Bank NTB Syariah, Salah Satu Bank Daerah Terbaik di Indonesia

Menurut Sambirang Ahmadi,, raihan penghargaan itu juga menjadi salah satu bukti atas pencapaian kinerja konsisten yang ditunjukkan Bank NTB Syariah sejak awal tahun 2020.

“Kalau menurut saya, itu luar biasa. Tiga penghargaan sekaligus diraih,” sanjung Anggota DPRD Provinsi NTB Dapil V Kabupaten Sumbawa-KSB  tersebut.

Kendati demikian, ia berharap pihak Bank NTB Syariah tidak berpuas diri. Terutama dalam tingkatan kinerja, sekaligus meraih prestasi.

“Harapan kami, jangan cepat berpuas diri. Bila perlu berbagai prestasi atau penghargaan yang diraih itu dapat dijadikan suplemen atau motivasi meningkatkan kinerja untuk terus lebih baik lagi,” kata Pimpinan Fraksi PKS DPRD NTB itu.

Direktur Utama Bank NTB Syariah H. Kukuh Rahardjo, mengatakan penghargaan tersebut menjadi pemacu semangat seluruh insan Bank NTB Syariah untuk bekerja maksimal.

Pihaknya ingin terus menghadirkan beragam terobosan kreatif dan inovatif, dalam memberikan layanan kepada seluruh nasabah dan stakeholder NTB Syariah, serta meningkatkan performa usaha.

Kukuh mengatakan, penghargaan ini diberikan atas penilaian juri yang merupakan tokoh-tokoh kredibel dari berbagai bidang.

Yaitu diantaranya akademisi, pakar manajemen, praktisi dunia usaha, hingga konsultan bisnis dengan melakukan beberapa tahapan assessment diikuti oleh 200 nominasi BUMD Terbaik yang sebelumnya sudah diseleksi dari lebih 1.149 BUMD di seluruh Indonesia.

Kegiatan TOP BUMD Awards ini, diselenggarakan secara berkesinambungan tiap tahun, sejak tahun 2016. Untuk tahun 2020 ini, tema yang diangkat adalah Strategi Keberlangsung Bisnis BUMD di Era New Normal.

“Penghargaan ini diberikan, karena dewan juri menilai bahwa keberhasilan kinerja BUMD tentu tidak lepas dari peran, kontribusi dan dukungan serta bimbingan dari kepala daerahnya, dalam hal ini Bapak Gubernur NTB mewakili Bupati/Walikota,” ungkap Kukuh.

Dongkrak Literasi Keuangan Nasional

Untuk diketahui, peran signifikan Bank NTB Syariah mendongkrak peringkat literasi dan inklusi keuangan syariah secara nasional.

Di sisi lain, kehadiran Bank NTB Syariah setelah dikonversi tahun 2018 lalu telah membuat masyarakat NTB semakin terbuka dan memahami serta menggunakan produk dan jasa industrI keuangan syariah.

Menurut Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB, Farid Faletehan, peningkatan yang sangat signifikan terkait posisi peringkat literasi dan inklusi keuangan syariah di NTB tak terlepas dari peran penting Bank NTB setelah bertransformasi menjadi Bank NTB Syariah.

“Peran Bank NTB Syariah dalam meningkatkan peringkat literasi dan inklusi keuangan syariah di NTB,” tuturnya.

Farid mengakui,  peran Bank NTB Syariah dalam mendongkrak peringkat literasi dan inklusi keuangan syariah secara nasional sangat besar.

Pada tahun 2016 lalu (Bank NTB belum konversi ke syariah), posisi indeks literasi keuangan syariah Provinsi NTB secara nasional di angka 5,1 persen, maka pada akhir tahun 2019 meningkat signifikan menjadi 22,05 persen.

Kenaikan indeks literasi keuangan syariah tersebut membawa posisi NTB melejit naik peringkat menjadi posisi ke 3 tingkat nasional dari sebelumnya peringkat 23. Ini juga berdampak langsung terhadap indeks inklusi keuangan syariah yang meningkat signifikan secara nasional.

Jika di tahun 2016 silam, indeks inklusi keuangan syariah NTB di angka 8,4 persen, naik menjadi 16,7 persen di akhir tahun 2019.

Dengan demikian hal ini juga mendongkrak posisi peringkat inklusi dari sebelumnya di peringkat 16 menjadi posisi 6 nasional.

ano




Gubernur Puji Bank NTB Syariah, Salah Satu Bank Daerah Terbaik di Indonesia

Di Bank NTB Syariah juga terdapat edukasi yang tidak kalah menarik. Kata “Syariah” tidak lagi menjadi kata yang menjadi momok dan menakutkan bagi sebagian kalangan

MATARAM.lombokjournal.com —  Bank NTB Syariah memiliki predikat yang sangat bagus dalam jajaran bank umum kegiatan usaha (BUKU) 2 dengan asset di bawah Rp 10 triliun.

Majalah Infobank edisi September menulis, sebanyak 17 bank menghuni kelompok BUKU 2. Sebanyak tujuh bank berhasil meraih predikat sangat bagus, termasuk Bank NTB Syariah.

H Zulkieflimansyah

Atas presasinya itu, Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah memberikan pujian pada Bank NTB Syariah.

Bank NTB Syariah baru pertama di-rating oleh Biro Riset Infobank (BIRII) sejak konversi tahun 2018,  langsung memimpin dengan menempati urutan pertama.

Di akhir Agustus kemarin, Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Rahardjo serta Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah berhasil mendapatkan penghargaan dalam ajang bergengsi TOP BUMD Awards 2020, yang digelar oleh Top Business bekerjasama dengan Institut Otonomi Daerah dan sejumlah lembaga lainnya.

Gubernur NTB mendapatkan anugerah sebagai TOP Pembina BUMD. Direktur Utama Bank NTB Syariah H. Kukuh Rahardjo  seabagai TOP CEO BUMD 2020. Sedang Bank NTB Syariah meraih TOP BUMD Awards 2020 Bintang 4.

Top BUMD Awards merupakan penghargaan yang diberikan kepada BUMD-BUMD terbaik di Indonesia, atas achievement (prestasi), improvement (perbaikan), dan contribution (kontribusi) yang telah dilakukan oleh BUMD terkait kinerja bisnis, layanan, dan kontribusi BUMD terhadap perekonomian daerah.

Bank Daerah Terbaik

Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah,  Minggu (06/09/20), mengatakan tantangan menjadi Bank Syariah tidaklah mudah dan sederhana.

Namun dengan manajemen yang baik dan kinerja yang terukur, Bank NTB Syariah mampu memupus semua keraguan dan kini menjadi salah satu Bank Daerah Terbaik di Indonesia.

Gubernur menuturkan,  ketika ia  jadi Pimpinan di Komisi XI DPR RI yang membidangi Keuangan dan Perbankan, OJK sempat mengingatkan Bank NTB agar berhati-hati mengubah diri menjadi Bank Syariah.

“Karena kalau gagal, tidak bisa lagi balik menjadi Bank Konvensional. Alhamdulillah dengan manajemen yang baik dan kinerja yang terukur, Bank NTB Syariah mampu memupus semua keraguan dan kini menjadi salah satu Bank Daerah Terbaik di Indonesia,” puji Gubernur.

Gubernur mengatakan, di Bank NTB Syariah juga terdapat edukasi yang tidak kalah menarik. Kata “Syariah” tidak lagi menjadi kata yang menjadi momok dan menakutkan bagi sebagian kalangan.

Karena selama ini, cukup sering jika ada lembaga keuangan yang bernuansa syariah, karena pemahaman yang dangkal dan kurang tepat, orang jadi ragu dan takut.

“Syariah sudah sering identik dengan intoleransi, kurang bersahabat dengan pemeluk keyakinan yang berbeda, dan lain sebagainya,” terangnya.

Namun di Bank NTB Syariah, semua ditunjukkan dengan sangat profesional. Meskipun telah dikonversi dari Bank Konvensional menjadi Bank Syariah, Bank NTB Syariah tetap memberikan kesempatan bagi masyarakat yang non Muslim untuk berkiprah bahkan menjadi Pimpinan.

“Dan dengan berinteraksi secara langsung, pemaknaan kata Syariah menjadi indah dan memberi ruang bagi semua. Tentu Ini sangat membanggakan kita semua. Sekali lagi, selamat kepada Bank NTB Syariah atas kinerjanya yang luar biasa. Perjalanan panjang, memang selalu harus di mulai dgn langkah pertama,” tutupnya.

BACA JUGA ;  Prestasi Bank NTB Syariah Diapresiasi Komisi III DPRD NTB

Dirut Bank NTB Syariah H. Kukuh Rahardjo sebelumnya mengatakan, tiga perhargaan yang diraih dalam TOP BUMD Award 2020 akhir Agustus lalu, akan semakin memacu semangat seluruh insan Bank NTB Syariah untuk bekerja maksimal.

Pihaknya berupaya memberikan yang terbaik, serta menghadirkan beragam terobosan kreatif dan inovatif, dalam memberikan layanan kepada seluruh nasabah dan stakeholder NTB Syariah serta meningkatkan performa usaha.

“Meski masih dihadapkan pada situasi ekonomi dan dunia usaha yang terpuruk akibat pandemi Covid-19, Bank NTB Syariah tetap mampu bertahan, dan tetap menunjukan performa positif, karena terus menghadirkan beragam solusi kreatif dan inovatif dari layanan dan jasa yang dikelola,”ujar Kukuh.

HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Sabtu, 05 September 2020, Bertambah 19 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 21 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) orang

Dari empat indikator pengendalian infeksi Covid-19 Provinsi NTB, kita baru bisa memenuhi satu indikator yang sudah baik yakni kesembuhan 75,9 persen  dari standard 69 persen

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dan Laboratorium TCM RSUD Domp mengkonfirmasi, ada tambahan 19 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Sabtu (05/09/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 190 sampel dengan hasil 163 sampel negatif, 8 (delapan) sampel positif ulangan, dan 19 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 21 orang, kasus kematian 1 (satua) orang

Dijelaskan, adanya tambahan 19 kasus baru terkonfirmasi positif, 21 tambahan sembuh baru dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (5/9/2020) sebanyak 2.845 orang, dengan perincian 2.178 orang sudah sembuh, 168  meninggal dunia, serta 499 orang masih positif.

Dikatakan, untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

TAMBAHAN 19 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 21 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2827, an. ME, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Bima;
  2. Pasien nomor 2828, an. M, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Tolouwi, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  3. Pasien nomor 2829, an. N, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Paradowane, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  4. Pasien nomor 2830, an. FR, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa dan Puskesmas Taliwang;
  5. Pasien nomor 2831, an. S, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Desa Maluk, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belumteridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa dan Puskesmas Maluk;
  6. Pasien nomor 2832, an. H, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Maluk, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa dan Puskesmas Maluk;
  7. Pasien nomor 2833, an. KMA, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2800. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  8. Pasien nomor 2834 an. DS, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2656. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Praya dan Puskesmas Kopang;
  9. Pasien nomor 2835, an. MNAG, laki-laki, usia 5 tahun, penduduk Keluraahan Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  10. Pasien nomor 2836, an. M, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram;
  11. Pasien nomor 2837, an. T, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Seganteng;
  12. Pasien nomor 2838, an. TNS, perempuan, usia 8 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Seganteng;
  13. Pasien nomor 2839, an. M, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Peneda Gandor,Kecamatan Labuan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  14. Pasien nomor 2840, an. D, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Lenek, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  15. Pasien nomor 2841, an. D, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Bagik Nyaka  Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  16. Pasien nomor 2842, an. M, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 2843, an. PW, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Seganteng;
  18. Pasien nomor 2844, an. HH, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Seganteng;
  19. Pasien nomor 2845, an. RP, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Seganteng.

Hari Sabtu terdapat penambahan 21 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 683, an. RDA, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1574, an. IMAJ, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 1889, an. MA, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 1899, an. S, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Parampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 2269, an. AP, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 2322, an. NRTS, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
  7. Pasien nomor 2336, an. N, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 2397 an. N, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  9. Pasien nomor 2459, an. IS, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  10. Pasien nomor 2496, an. S, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 2538, an. N, perempuan, usia 73 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 2558, an. SH, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  13. Pasien nomor 2576, an. M, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Kotaraja, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur;
  14. Pasien nomor 2578, an. YM, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  15. Pasien nomor 2593, an. INS, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk ber-KTP Kabupaten Gianyar,Bali. Pasien saat ini berdomisili di Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  16. Pasien nomor 2594, an. I, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk berdomisili di Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  17. Pasien nomor 2612, an. H, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Pematung, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur;
  18. Pasien nomor 2614, an. K, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa,Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  19. Pasien nomor 2623, an. MZF, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  20. Pasien nomor 2672, an. A, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  21. Pasien nomor 2738, an. D, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Sabtu ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 2431, an. M, perempuan, usia 76 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Sekda NTB sebagai Ketua Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengatakan, hingga hari ini perkembangan kasus Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat cukup dapat terkendali dengan baik.

Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari komitmen dan upaya pemerintah kabupaten/kota se-NTB bersama dengan aparat TNI dan Polri yang tidak kenal lelah terus berupaya melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran dan penanganan Covid-19, di antaranya adalah melakukan contact tracing serta edukasi kepada masyarakat.

Namun demikian,  dari empat indikator pengendalian infeksi Covid-19 Provinsi NTB, kita baru bisa memenuhi satu indikator yang sudah baik yakni kesembuhan 75,9 persen  dari standard 69 persen.

Untuk indikator kematian masih 5,8 persen dibandingkan standard 3,3 persen, positif rate 10,5 persen dibandingkan standard 5 persen, serta komparasi tracing dibandingkan isolasi NTB 7,3 dibandingkan dengan standard 30.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




BASECAMP SENARU: Penginapan Gratis Bagi Pendaki Rinjani Jalur Senaru, Lombok Utara

Tidak menarik bayaran dipilih Nursaad dengan kesadaran bahwa para pendaki menginginkan penginapan dengan suasana guyub

TANJUNG.lombokjournal.com — Basecamp Senaru terletak di gerbang pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani Dusun Senaru Desa Senaru Kabupaten Lombok Utara.

Terletak di kawasan gerbang pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani, Basecamp Senaru menjadi primadona para pendaki untuk menginap.

Baik mereka yang bersiap mendaki maupun mereka yang baru turun.

Nursaad dan Istri

Alasan penginapan Basecamp Senaru digandrungi pendaki karena pemiliknya tidak menarik bayaran, seberapapun lamanya pendaki menginap.

Mereka hanya membayar makanan dan kopi. Itupun jika memesan.

Pemiliknya bernama Nursaad, sosok sederhana yang banyak dikenal pendaki Rinjani. Baik pendaki lokal, nasional pun mancanegara.

Pada kondisi normal, pendaki yang menginap di Basecamp Senaru bisa mencapai angka seratusan. Tidak satupun dari pendaki yang menginap itu dimintai bayaran.

Kepada lombokjournal.com, Nursaad menjelaskan, jika konsep tidak memungut bayaran telah berlangsung 10 tahun, Sejak 2010 lalu.

Ditanya apakah tidak mengalami kerugian? Ia menjawab tidak.

Keuntungan didapatkan dari menjual makanan dan kopi. Semakin banyak tamu, jualan pun semakin banyak laku.

Meski murah, karena banyak pembeli, lebih dari cukup untuk terus melangsungkan kegiatan usaha.

Hal tersebut belum ditambah penjualan cinderamata dan biji kopi yang ia produksi. Ada tiga jenis biji kopi yang diproduksi Nursaad: Robusta, Arabika, dan Plung.

“Ada tiga jenis kopi, Arabika, Robusta dan Plung. Plung hasil stek Robusta dan Malangsari. Itulah yang menghasilkan Plung,” terangnya.

Tidak menarik bayaran dipilih Nursaad dengan kesadaran bahwa para pendaki menginginkan penginapan dengan suasana guyub.

Suasana yang tidak didapatkan ketika ia mengambil bayaran. Sebab pasti ada jarak antara penginap dengan pemilik.

“Kan mereka ingin ngobrol. Saya menjelaskan tentang jalur pendakian. Itu tidak bisa didapatkan jika mereka menginap di hotel,” katanya.

Diakui, dalam satu tahun, ada 1.500 kartu nama yang ia edarkan ke pengunjung penginapannya. Jika dikalkulasikan dalam 10 tahun, telah mencapai angka 15.000.

Jumlah sebanyak itu sudah lebih dari cukup untuk tidak mengambil langkah promosi usaha secara konvensional melalui media masa maupun media sosial.

Dijelaskan, saat ini ia memiliki jaringan persahabatan lintas budaya. Baik dari Indonesia dan dari mancanegara.

Dari jaringan persahabatan itu, banyak manfaat diperolehnya. Bahkan pernah diminta ikut ke Mekkah tanpa mengeluarkan ongkos sepeserpun.

Tawaran yang kemudian ditolak Nursaad dengan alasan memiliki ketakutan menaiki pesawat terbang.

“Saya takut naik pesawat,” jelasnya.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, para pendaki yang naik ke Gunung Rinjani memang tengah sepi. Sepi pendaki berpengaruh pada sepinya penginapan.

Untuk mengisi waktu, Nursaad mengembangkan produksi biji kopi. Harganya mulai dari 100.000 ribu rupiah sampai 150.000 per kilogram biji kopi.

“Robusta yang proses natural 100.000, yang wine, 150.000 yang honey 120.000,” paparnya.

Ast




HBK Minta Cakada yang Diusung Gerindra Bertarung Ksatria, Santun dan Demokratis

Pilkada bukan sekadar medan pertempuran menentukan pemenang, tapi wadah demokrasi untuk menentukan siapa yang layak memimpin rakyat ke arah kesejahteraan

lombokjurnal.com —

JAKARTA ;  Pilkada serentak 2020 sudah dimulai dengan masuknya tahap pendaftaran para calon, baik Bupati dan Wakil bupati  maupun Walikota dan Wakil Walikota.

Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD)  Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono menyampaikan apresiasi, selamat dan dukungan semangat kepada para Cakada jagoan Partai Gerindra.

Pria tegas yang kerap disapa Samurai Prabowo ini, meminta para calon Kepala Daerah (Cakada) yang diusung Partai Gerindra di wilayah NTB untuk bertarung dengan cara-cara yang ksatria, cara-cara yang santun, dan demokratis dalam merebut hati masyarakat dan meraih kemenangan.

“Bertarunglah secara ksatria, dan jangan halalkan segala cara. Rebut hati rakyat, dan dapatkan mandat mereka. Turun terus dan serap aspirasinya, wujudkan segera setelah kemenangan bersama kita,”  tegas HBK, Sabtu (05/09/20).

Petinggi Gerindra ini mengatakan, Partai Gerindra  sangat konsisten dalam mengusung dan mendukung para Cakadanya di Pilkada serentak tahun 2020 ini.

Partai Gerindra konsisten dan tetap berada pada track dukungan sejak langkah pertama, yaitu sejak para calon diusulkan oleh Desk Pilkada DPD Partai Gerindra NTB, hingga para Cakada mendapatkan SK B1.KWK.

“Kita patut berbangga bahwa kita telah menunjukan konsistensi kita dalam membangun komitmen dengan para Cakada yang kita usung. Mulai dari mereka ditetapkan sebagai bakal calon oleh Desk Pilkada DPD Partai Gerindra Prov. NTB, sampai dengan keluarnya dokumen B1KWK. Tidak ada satupun Cakada yg bergeser, apalagi yang kita tinggalkan,” ujarnya Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.

Menurutnya, konsistensi  Partai Gerindra dalam berkomitmen dengan para Cakada yang diusung, telah memberikan kepastian dalam perjuangan mereka.

“Kepastian ini sangat penting dalam menjaga momentum dan memelihara semangat bertarung dalam mencapai keberhasilan Pilkada,” jelasnya.

HBK mengungkapkan, sepanjang proses usulan hingga penetapan dukungan, banyak lika liku dan tantangan serta godaan yang datang dengan berbagai tawaran.

Namun Partai Gerindra bergeming, dan konsisten dengan komitmennya.

“Begitu besar tantangan dan godaan yang kita hadapi di akhir-akhir penentuan Cakada mana yang akan kita dukung. Dan alhamdulillah, kita telah dapat melewati dan mengatasinya secara baik dan membanggakan. Tidak ada satu pun Cakada yang diajukan oleh Desk Pilkada DPD Partai Gerindra NTB ke DPP Partai Gerindra yang bergeser, yang kita tinggalkan apalagi yang kita main-mainkan. Kita sangat konsisten dalam mengawal keputusan2 kita,” urai HBK.

HBK menekankan, agar para Cakada jagoan Gerindra juga punya semangat dan komitmen yang sama.

Menurutnya, Pilkada bukan sekadar medan pertempuran menentukan siapa yang menang, tetapi wadah demokrasi untuk menentukan siapa yang layak memimpin dan membawa rakyat ke arah kesejahteraan.

“Tetaplah komit dan konsisten berbuat yang terbaik untuk rakyat. Sekali melangkah harus sampai tuntas menang, dan in syaa Allah kita bisa,”  tukas HBK.

Me




Parade Seni Budaya Multi Etnis Mengiringi Selly-Manan Daftar ke KPU

Iring iringan dan atraksi seni budaya itu juga untuk memastikan, pasangan Selly – Manan merangkul semua masyarakat untuk bersama membangun Kota Mataram

MATARAM.lombokjournal.com — Parade seni dan budaya multietnis mengiringi pasangan Calon Walikota Mataram dan Calon Wakil Walikota Mataram, Hj. Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan saat mendaftar di KPU Kota Mataram, Sabtu (05/09/20) pagi).

Parade budaya multietnis itu di antaranya Bale Ganjur, Rudat, Hadrah, Cilokak, Perkusi dan Barongsai. Masing-masing atraksi seni budaya mewakili sebagian besar etnis di Kota Mataram.

Di belakang parade seni tradisi itu, ribuan massa pendukung dengan gembira mengawal Selly-Manan.

Kegembiraan dan keceriaan massa pendukung, kader partai pengusung, dan para relawan berbaur dengan pertunjukan seni budaya yang digelar khusus mengiringi Selly-Manan.

Selly-Manan berjalan kaki dari Kantor DPD PDI Perjuangan menuju Kantor KPU Kota Mataram di jalan

Selly menggunakan busana khas dengan jilbab hijau dibaluti pakaian putih. Begitu juga TGH Manan menggunakan busana putih penuh kharisma.

Pertunjukan atraksi seni budaya kemudian digelar di depan kantor KPU Kota Mataram, di saat Selly-Manan melakukan pendaftaran didampingi tim pemenangan.

Iringan parade budaya multietnis itu bukan tanpa alasan. Selly-Manan ingin agar kesenian di Kota Mataram bisa terus dilestarikan.

“Sebagai Kota yang penduduknya sangat heterogen, tentu Kota Mataram ini adalah Kota yang kaya seni dan budaya. Hari ini pertunjukan seni budaya ini sebagai penyemangat bahwa kita semua harus bisa melestarikan budaya,” kata Selly Andayani.

Selain itu iring iringan dan atraksi seni budaya itu juga untuk memastikan, pasangan Selly – Manan merangkul semua masyarakat untuk bersama membangun Kota Mataram, tak pandang latar belakang etnis dan agama.

Parade budaya multietnis dan atraksi Happening Art  di depan kantor KPU Kota Mataram juga dihajadkan untuk memberi hiburan dan tontonan kesenian bagi masyarakat dan relawan Selly-Manan yang ikut datang mengiringi pasangan ini mendaftar.

Hal ini bisa menjadi penyemangat baru sekaligus memberi kesegaran baru bagi masyarakat yang mengantar Selly-Manan mendaftar.

“Intinya mereka bisa menikmati tontonan atraksi budaya kita, sekaligus menghibur masyarakat. Apalagi kan sudah banyak kejenuhan masyarakat yang terbatas kemana-mana di masa pandemi Covid 19,” ujarnya.

Calon Wakil Walikota Mataram TGH Abdul Manan mengatakan, keberagaman etnis dan agama di Kota Mataram akan menjadi modal yang kuat dalam membangun kebersamaan sosial di Kota ini.

“Masyarakat kita sangat beragam, heterogen. Nah kebersamaan lintas etnis ini bisa direkat dengan seni dan budaya. Ini yang Selly Manan ingin tunjukan bahwa kami merangkul semua, karena konsep pembangunan partisipatif hanya bisa berhasil jika ada kebersamaan yang kokoh antar masyarakat,” katanya.

Parade dan atraksi seni budaya multietnis yang digelar mengiringi prosesi pendaftaran Selly-Manan ke KPU Kota Mataram menunjukan bahwa Pilkada tak melulu ansih soal politik yang kaku dan penuh manuver intrik.

Namun harusnya menjadi pesta demokrasi bersama yang santun dan menciptakan kegembiraan dan suka cita layaknya sebuah pesta.

Di tengah proses verifikasi berkas, Selly-Manan tidak lupa menghampiri ribuan massa pendukung di depan kantor KPU Kota Mataram.

Di atas kendaraan bak terbuka Selly mengucapkan terimakasih kepada para pendukung yang telah mengantarkan dirinya dan TGH Manan mendaftar.

“Semoga Allah SWT, Tuhan yang maha esa mewujudkan ikhtiar kita. Allahuakbar!” Pekiknya.

“Semoga kemenangan ada di paket Salam (Selly-Manan) untuk menunjukkan Mataram yang berkah cemerlang,” imbuhnya.

Sementara TGH Manan dengan semangat berapi memekikkan semangat kepada para relawan. Ia juga memimpin doa bersama di sana.

“Hari ini kita sudah masuk di KPU. Semoga ikhtiar dan usaha menjadikan Kota Mataram berkah diijabah oleh Sang Maha Kuasa,” ujarnya.

Selly-Manan juga menggelar konferensi pers di tengah proses penelitian berkas oleh KPU. Ia mengatakan telah memiliki kursi yang cukup setelah didukung dua partai, yaitu PDIP dan PKS.

“Alhamdulillah pagi hari ini saya Hj Putu Selly bersama TGH Abdul Manan melaksanakan tugas pendaftaran. Alhamdulillah berkas sedang diteliti oleh KPU dan kami siap menanti untuk langkah selanjutnya,” katanya.

“Kami sepakat memberi nama paket Salam atau Selly-Manan. Semoga masyarakat Kota Mataram selalu mengingat Salam. Kami ingin mewujudkan Mataram berkah dan cemerlang. Kami didukung dua partai yaitu PDIP dan PKS dengan kuota kursi sudah cukup,” imbuh Selly.

Ketua KPU Kota Mataram, M. Husni Abidin, mengatakan setelah melakukan serangkaian penelitian berkas, akhirnya berkas Selly-Manan dinyatakan diterima.

“Berdasarkan pemeriksaan berkas maka KPU menyatakan Paslon Selly-Manan diterima. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan kesehatan dan psikologi,” katanya.

Me




Berziarah ke Makam para Aulia, Selly-Manan Ingatkan Manusia Bukan Saja Insan Dunia

Selly-Manan berziarah ke makam TGH Muhammad Amin, TGH Abdul Hamid Al Makki dan TGH Mustafa Faisal. Ketiga ulama tersebut adalah ulama dari Lombok yang lahir dan besar di Kota Suci Makkah

MATARAM.lombokjournal.com — Pagi ini, bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan akan mendaftar di KPU Kota Mataram.

Sehari sebelum mendaftar, di hari Sayyidul Ayyam, Jumat  (04/09/20), pasangan Selly-Manan (SALAM) menggelar ziarah ke makam para Aulia di Kota Mataram.

Selly-Manan mengawali ziarah ke makam TGH Abhar Muhidin, Pendiri Pondok Pesantren Darul Falah, di Pagutan.

Kedatangan Selly-Manan disambut hangat dan takzim oleh keluarga dan pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah.

Lantunan Salawat dari para santri juga mengiringi ziarah pada pagi Penghulu Hari tersebut.

Di dalam makam ulama kharismatik Nahdlatul Ulama yang berada di area utama Ponpes, TGH Abdul Manan memimpin dzikir.

Keduanya kemudian larut dalam doa yang khusyuk.

Usai berdoa, Selly-Manan beranjak ke pusara TGH Abhar Muhidin. Dan kembali memanjatkan doa.

“Ziarah ini untuk mengingatkan kami bahwa manusia bukan saja insan dunia. Tapi sebagai makhluk Allah yang pasti menghadap kematian,” kata Selly.

Ziarah ke makam para Aulia, kata Penjabat Wali Kota Mataram tahun 2015 ini, adalah kewajiban bagi insan yang masih hidup.

Sejarah pula telah mencatat, semasa hidupnya para alim ulama dan orang-orang saleh tersebut telah berbuat banyak untuk umat. Hatinya mulia, perilakunya juga mulia.

“Kami ingin mendapatkan tabarruk. Ingin mendapatkan keberkahan,” imbuh Selly.

Usai ziarah, istri TGH Mustiadi Abhar, pengasuh Ponpes Darul Falah menghampiri Selly. Keduanya berbincang akrab dan berbagi salam. Rupanya tuan rumah sudah menyiapkan jamuan. Selly dan TGH Abdul Manan dirangkul untuk masuk ke dalam rumah. Berbincang dengan hangat.

Dari Ponpes Darul Falah, ziarah kemudian dilanjutkan ke Makam TGH Mustafa Kamal, salah seorang ulama kharismatik dari Sekarbela. Di makam ulama ahli Fiqih yang lahir pada pertengahan tahun 1700-san itu, Selly-Manan juga berdzikir dan berdoa dengan khusyuk.

Dari Sekarbela, ziarah berlanjut ke makam Datuk Asysyaikh TGH Ahmad Tretetet bin TGH Umar Kelayu di Karang Kelok.

Sejumlah warga sudah menunggu kedatangan Selly-Manan di sana. Mereka pun ikut berziarah dan berdoa di makam ulama yang wafat pada 19 Desember 1985 tersebut.

Usai dari Karang Kelok, ziarah lalu dilanjutkan ke Pejeruk, Ampenan. Di sana, Selly-Manan berziarah ke makam TGH Muhammad Amin, TGH Abdul Hamid Al Makki dan TGH Mustafa Faisal. Ketiga ulama tersebut adalah ulama dari Lombok yang lahir dan besar di Kota Suci Makkah.

Dalam catatan sejarah, TGH Muhammad Amin adalah ulama kharismatik dari Lombok yang mengajar di Masjidilharam dan memiliki murid dari berbagai belahan dunia.

Me