NTB Harus Menangkan Pertempuran Besar Melawan Pandemi dan Pemulihan Ekonomi

Pemerintah Provinsi NTB, menjadikan pandemi sebagai blessing in disguise

MATARAM.lombokjournal.com

Provinsi NTB dipaksa untuk memenangkan dua pertempuran besar dalam perang melawan Pandemi Covid-19.

Pertempuran pertama, di sisi penanganan kesehatan dengan segala keterbatasan dan sumber daya. Kedua, di wilayah pemulihan ekonomi, sebab Covid-19 tidak hanya menggerogoti kesehatan masyarakat, tapi juga membuat ekonomi lesu dan kehilangan daya dorongnya.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah yang didampingi oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengungkapkan itu saat menghadiri Rapat Paripurna Peringatan HUT ke-62 Provinsi NTB, di Ruang Sidang Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB, Rabu (16/12/20) Pukul 20.00 Wita.

Dalam Rapat Paripurna itu, para undangan yang hadir menggunakan pakaian adat khas Sasambo (Sasak, Samawa, Mbojo), dengan tetap menggunakan protokol kesehatan Covid-19. Gubernur menggunakan pakaian adat Sumbawa.

“Upaya stimulus ekonomi inilah yang kita kongkretkan melalui sejumlah program turunan seperti, program industrialisasi, STIPark, sepeda listrik, bela dan beli produk lokal, serta Jaring Pengaman Sosial (JPS Gemilang),” jelas Gubernur.

JPS Gemilang merupakan wujud keberanian Pemerintah Provinsi NTB, menjadikan pandemi sebagai blessing in disguise. Pemprov menyalurkan ratusan ribu paket sembako yang isinya merupakan produk-produk UMKM/IKM lokal NTB.

JPS Gemilang adalah strategi agar bisa membantu masyarakat kecil, sekaligus mengakselerasi IKM dan UKM di NTB.

Selama tiga bulan, telah disalurkan tak kurang dari 350 ribu paket sembako kepada masyarakat miskin dan hampir miskin yang tidak mendapatkan bantuan JPS Pusat. Serta kelompok masyarakat sektor formal dan informal serta dunia usaha yang terdampak Covid-19.

Program tersebut melibatkan dan mengakselerasi pertumbuhan dari 4.673 UKM/IKM di NTB.

“Alhamdulillah, keberanian kita berbuah manis dan kini JPS Gemilang telah mengantarkan NTB menjadi salah satu daerah yang jadi rujukan nasional dalam strategi pemulihan ekonomi di masa pandemi,” jelasnya.

Melanjutkan sambutannya, di momentum HUT NTB ini sedang dibangun kolaborasi dan saling melengkapi antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di sejumlah bidang.

Khususnya dalam menghadapi perhelatan MotoGP 2021, NTB perlu menyiapkan banyak suguhan seperti produk-produk industri kreatif.

Dalam penyediaan produk inilah, dibutuh dukungan dari banyak pihak, tak terkecuali dari daerah-daerah lain di Nusantara.

“Karena itulah, kolaborasi dengan Provinsi Jawa Barat ini sangat penting. Kolaborasi ini, antara lain akan terwujud melalui penandatanganan letter of intent Jabar – NTB Connection,” ungkap Gubernur.

Kerjasama Jabar-NTB ini juga akan diwujudkan dalam sektor pariwisata, industri kreatif, pendidikan, perdagangan dan investasi.

Kerjasama dengan Jawa Barat ini, nanti akan diwujudkan dengan terbentuknya sebuah komite yang dinamakan “Komite Kreasi Jabar dan NTB”, yang bertanggung jawab terhadap berjalannya kerjasama kedua belah pihak.

“Dengan diluncurkannya program dan terobosan-terobosan ini, kita akan menancapkan tonggak baru, sebagai satu dari ribuan langkah maju yang akan kita tempuh, bagi kebaikan NTB kita tercinta,” tutup Gubernur.

Filosofi Ulang Tahun

Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Direktur Jendral Otonomi Daerah, Dr. Akmal Malik mengucapkan rasa syukurnya, Pilkada di tujuh kabupaten/kota di NTB berjalan dengan aman dan sukses.

“Saya berharap calon terpilih nanti dapat memajukan, mengembangkan dan memelihara pembangunan secara berkesinambungan dan lebih mengedepankan kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan filosofi perayaan ulang tahun yang dimaknai dengan tiga hal. Pertama, melihat masa lalu sebagai mata rantai sejarah dan sebuah pondasi yang sangat bernilai sebagai referensi untuk menapaki masa kini dan masa yang akan datang.

Kedua, dapat dimaknai sebagai sarana untuk mawas diri, sehingga responsif dengan tantangan kedepan. Terakhir, dimaknai dengan upaya untuk merancang gambaran masa depan yang berlandaskan realita dan dinamika tanpa melupakan nilai-nilai dan peristiwa bersejarah di masa lalu.

“Dengan perayaan ulang tahun ini, kita wajib untuk bersyukur dengan menjadikan kelahiran Provinsi NTB sebagai sebuah inspirasi dan motivasi untuk mengisi kembali setiap detik perjuangan kehidupan daerah ini dengan karya dan prestasi,” pesannya.

Provinsi NTB memiliki karakteristik perkembangan yang cepat, perkembangan sosial budaya yang dinamis dan pertumbuhan penduduk yang tinggi.

Berdasarkan potensi sumber daya yang ada, NTB memiliki berbagai peluang investasi yang sangat prospektif untuk dikembangkan antara lain, pertanian perkebunan, peternakan, perikanan, industri mikro kecil serta pariwisata.

“Peluang-peluang tersebut ditanggapi dengan baik dan bijak oleh Pemprov NTB, terbukti dalam beberapa dekade belakangan ini NTB dengan gencar mendukung hal tersebut melalui ketersediaan sarana dan prasarana yang sudah memadai dengan pengembangan SDM,” jelasnya.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah pusat untuk mewujudkan sinergi penyelenggaraan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan 5 agenda prioritas.

Untuk itu, Ia berharap Provinsi NTB mampu saling bahu-membahu dalam mewujudkan kebijakan dan meningkatkan ekonomi masyarakat di masa Pandemi Covid-19.

“Kami mengimbau agar seluruh masyarakat NTB tetap menerapkan protokol kesehatan yang sejalan dengan upaya meningkatkan kembali perekonomian masyarakat,” tutupnya.

Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda pada rapat tersebut menyampaikan wabah virus corona yang mulai dirasakan sejak awal tahun 2020 telah banyak memakan korban jiwa. Sehingga upaya untuk melakukan edukasi kepada masyarakat harus terus digencarkan.

“Mengkonsolidasikan berbagai kekuatan dengan melibatkan berbagai stakeholder dengan mengedepankan program kerja yang terukur dan terarah agar pelaksanaan penanganan wabah virus corona ini dapat berjalan efektif dan bertanggung jawab,” tegasnya

Ia juga mengajak Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota di NTB dan seluruh komponen anak bangsa untuk meningkatkan koordinasi dalam membangun daerah agar siergitas dalam pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Disamping itu, Baiq Isvie juga menyampaikan beberapa hal yang telah dilakukan oleh DPRD Provinsi NTB dalam memberikan kontribusi terbaik di masa pandemi Covid-19. Salah satunya membantu meringankan beban masyarakat dengan meluncurkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) berbasis dapil sebanyak 2 tahap.

“Tahap pertama telah membantu 65.000 paket sembako dan tahap kedua sebanyak 68.965 paket sembako bagi masyarakat yang terdampak sosial-ekonomi dari wabah Covid-19. Disamping itu Anggota Dewan juga turut memberikan edukasi bagi masyarakat terkait protokol kesehatan Covid-19 melalui program sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi NTB,” jelasnya.

Rapat Paripurna ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Forkopimda, Kepala OPD Provinsi NTB, mantan pimpinan DPRD NTB, dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Rr/HmsNTB




Menag: Kerukunan Umat Beragama di NTB Sudah Paripurna

Kerukunan di Provinsi NTB sudah sangat baik harus dijaga bersama

MATARAM.lombokjournal.com

Menteri Agama RI Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, S.IP, SH, MH,  didampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah meresmikan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja – Kota Mataram, Rabu (16/12/20).

Acara yang berlangsung dengan protokol kesehatan yang sangat ketat tersebut berlangsug di halaman kampus IAHN. Di hadapan tamu, Menteri mengapresiasi peralihan status Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri menjadi Institut Agama Hindu Negeri.

Menag Fachrul Razi

“Saya apresiasi, mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk perkembangan IAHN,” ungkap Menag Fachrul Razi.

Kata Menag, IAHN harus mempu mencetak generasi muda yang bisa berkontribusi banyak untuk bangsa dan negara.

Karena menurut Menag, kontribusi kepada negara tersebut tidak memandang agama. Semua orang boleh dan sangat dianjurkan berkontribusi positif.

“Saya harap dengan beralihnya status kampus ini, mampu meningkatkan kualitas generasi bangsa tercinta,” tambah Menteri Agama.

Jendral Bintang Empat tersebut mengaku, kerukunan di Provinsi NTB sudah sangat baik, itu semua harus dijaga bersama. Mahasiswa hingga anak-anak muda NTB diharapkannya mampu menjaga kerukunan yang telah lama dibangun tersebut.

“Kerukunan umat beragama di provinsi NTB sudah paripurna, saya bangga, mari kita jaga bersama,” tutup Menag Fahrul Razi.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengucapkan selamat kepada Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Kota Mataram atas peralihan statusnya. Status baru tersebut, menurut Gubernur harus menjadi pemacu untuk menjadi yang lebih baik.

“Jangan sampai, status kampus kita meningkat, tapi cara pandang kita masih kerdil,” ungkap Gubernur yang populer disapa Bang Zul tersebut.

Kampus yang ada nuansa agama, tambah Bang Zul, harus menjadi contoh dalam menghadirkan ketenangan, menghadirkan kebaikan di tengah-tengah masyarakat.

“Apapun agama kita, kerukunan harus kita junjung tinggi bersama,” tutup Bang Zul.

Rr/HmsNTB




Film SAMOTA, Ungkap Kekayaan Alam dan Surga Pariwisata di Kawasan Timur NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Film SAMOTA (teLuk SALEH, pulau MOYO dan kawasan gunung TAMBORA) dalam dua sesi merupakan film bergenre semi documenter, yang disutradarai sineas senior Indonesia, Adi Pranajaya.

Film tersebut diproduksi guna mengungkap dan menyampaikan ke dunia luar kekayaan alam dan budaya di kawasan bgia timur Provinsi Nusa Tenggra Barat (NTB).

Sutradara film Samota mengatakan,  meski durasi film Samota masing-masing 10 menit, film Samota dalam dua sesi menjadi film yang cukup menguras tenaga dan pikiran.

Bahkan disebut sebagai film ‘tersulit’ dari hampir ratusan film yang pernah digarapnya, sejak mulai berkarir sebagai sutradara film pada tahun 1994 silam.

Sesi pertama film Samota diberi sub-judul Perikanan, Pertanian, Perkebunan dan Kemaritiman. Pada film pertama ini, Adi mengupas potensi Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Gunung Tambora dari segi melimpahnya potensi alam dari mulai perikanan, pertanian, perkebunan dan kemaritiman.

Sesi ke dua dengan sub-judul Samota dalam bingkai Pariwisata mengupas jauh dan dalam kekayaan pantai dan laut Samota.

Dalam sesi dua film itu, Adi mendeskripsikan Kawasan Samota sebagai bakal surga yang menunggu sedikit polesan investor guna menjadi surganya pariwisata.

“Ini adalah persembahan untuk NTB kita yang lebih baik ke depan,” ungkap Adi dalam sambutannya.

Asisten II Setda Provinsi NTB H. Ridwansyah menyampaikan apresiasi tinggi untuk Adi Pranajaya yang dengan penuh kegigihan dan ketekunan berhasil menyelesaikan pembuatan film Samota.

Diharapkan, karya tersebut bisa jadi pintu masuk para pemerhati pariwisata dan kebudayaan untuk melebarkan sayapnya dengan berinvestasi di Samota.

“Kita berharap film ini semakin banyak ditonton, orang akan mengenal NTB bukan hanya Lombok, Mandalika, di timur ada Sumbawa. Ketika bicara Sumbawa, jawabannya adalah Samota,” kata Ridwansyah.

Ridwansyah menggambarkan pentingnya film sebagai media propaganda untuk kemajuan daerah. Ia menjadikan Bangka Belitung sebagai percontohan.

Pasca film Laskar Pelangi yang settingnya di Bangka Belitung, daerah tersebut menjadi tujuan banyak investor asing. Hal yang sama ia harapkan terjadi di NTB melalui film Samota.

“Kita ingin mengabarkan Samota ke dunia luar. Kalau tidak dikabarkan percuma. Pernah nonton Laskar Pelangi dan akhirnya Bangka Belitung mendunia. Tanpa banyak bicara, investor datang ke Belitung,” kata Ridwansyah.

Pemilihan gambar pada dua sesi film Samota banyak memperlihatkan keindahan bawah laut Teluk Saleh yang berair jernih tanpa polusi.

Di dalam laut diperlihatkan beragam spesies ikan dengan bermacam bentuk dan ukuran. Mulai dari ikan hias yang kecil-kecil hingga hiu paus berukuran besar yang ramah pada manusia.

Demikian halnya dengan Pulau Moyo dan Gunung Tambora yang digambarkan memiliki keindahan alam luar biasa yang patut untuk dikelola dan dijadikan objek wisata berkelas dunia.

Film Samota – diputar di Taman Budaya NTB, Rabu (16/12/20) — merupakan film ke tiga Adi Pranajaya yang semua kru-nya berasal dari NTB.

“Saya hanya membawa diri saya dari Jakarta. Semua dari NTB,” terang Adi Pranajaya dikenal banyak belajar film dari Teguh Karya.

Ast




HUT ke-62 NTB, Wagub Berikan Apresiasi Guru Inovatif dan Kreatif

MATARAM.lombokjournal.com —

Dalam rangka menyambut perayaan hari ulang tahun (HUT) ke 62 Provinsi NTB, hari Kamis, 17 Desember 2020, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, memberikan apresiasi kepada guru inovatif dan kreatif di NTB. Pemberian apresiasi berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, Rabu (16/12/20).

Dalam kegiatan itu Wagub didampingi Kepala Dikbud Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan,

Selain penyerahan apresiasi kepada guru inovatif dan kreatif, juga dilakukan serah terima hasil pekerjaan dana alokasi khusus (DAK) fisik/nonfisik dan penyerahan beasiswa luar dan dalam negeri tahun 2020.

Wagub mengatakan, pemberian apresiasi ini menunjukkan komitmen yang kuat dari pemerintah  terhadap peningkatan kualitas pendidikan di NTB.

Wagub mengingatkan, agar pembangunan infrastruktur pendidikan harus selalu sejalan dengan pembangunan Sumber Daya Manusia.

“Kalau kita bangun infrastruktur tanpa membangun SDM maka akan sia-sia,” ujarnya.

Ke depan, Wagub meyakini, universitas-universitas di NTB akan terus berbenah dan meningkatkan kualitasnya.

Begitu juga dengan SMA/SMK, agar terus melakukan inovasi dan menghasilkan temuan-temuan yang luar biasa.

Ia berharap, hasil karya-karya luar biasa ini harus terus kita keluarkan, untuk meningkatkan kepercayaan diri kita, sehingga mampu bersaing dengan negara lain.

“Percaya diri sebagai modal kita untuk bersaing dengan negara lain,” ujarnya.

Wagub mengajak semua pihak, jangan membesar-besarkan kekurangan, namun sesungguhnya prestasi, inovasi dan hasil karya inilah yang harus dibesarkan.

Ditekankan, dalam melakukan pembangunan pendidikan jangan hanya terpaku pada fisik, dengan sarana prasarana yang mewah, namun kualitas SDMnya rendah.

“Pembangunan sarana fisik harus sejalan dengan peningakatan kualitas SDM,” pintanya.

Wagub juga selalu mengingatkan agar dalam setiap kegiatan selalu menerapkan protokol kesehatan. Karena dengan penerapan prokes di setiap aktivitas sehari-hari kita akan membuat kita bisa produktif di masa pandemi saat ini.

“Mudah-mudahan semua ini cepat  berlalu, dan ini kuncinya adalah kedisiplinan kita semua. Selamat HUT NTB ke-62, terimakasih atas kontribusi seluruh pihak atas pembangunan di NTB,” tutupnya.

Kepala Dikbud Provinsi NTB, dalam laporannya mengatakan, pemberian apresiasi kepada guru inovatif dan kreatif di NTB, merupakan hadiah di ulang tahun NTB ke-62.

Apresiasi guru inovatif dan kreatif bidang teknologi, sebanyak 17 temuan teknologi tempat guna yang dihasilkan SMK di NTB. Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada guru dan Kepala sekolah dengan hasil karya berupa penulis buku.

“Guru berprestasi yang kreatif dan inovatif ini kita harapkan kedepan, bisa menjadi fasilitator bagi guru-guru lain di NTB,” ujarnya.

Dijelaskan, selain pemberian apresiasi kepada guru inovatif dan kreatif, juga dilakukan serah terima hasil pekerjaan dana alokasi khusus (DAK) fisik/nonfisik dan penyerahan beasiswa luar negeri dan dalam negeri tahun 2020.

“Total serapan beasiswa NTB sampai dengan tahun 2020 sebanyak 1.371 orang. Dengan rincian sebanyak 551 orang untuk beasiswa luar negeri, Beasiswa Miskin Berprestasi sebanya 330 orang dan Beasiswa Stimulan sebanyak 490 orang,” jelasnya.

Rr/HmsNTB




Alumni IPDN Didorong Miliki Visi untuk Kemajuan Indonesia

Tidak hanya menjadi pemimpin di daerah tapi juga meninggalkan legasi

MATARAM.lombokjournal.com

Lulusan-lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) diharapkan memiliki pemikiran besar tentang bagaimana Indonesia ke depan, serta mampu menghadirkan sebuah inovasi baru untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

Gubernur H. Zulkieflimansyah

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan harapan itu pada acara pelantikan Dewan Pengurus Provinsi Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (DPP IKAPTK) masa bakti 2020-2025 di Hotel Lombok Astoria, Rabu (16/12/20).

Pada sambutannya, Ketua Dewan Pembina DPP IKAPTK NTB itu juga menyampaikan selamat kepada DPP IKAPTK NTB, atas pelantikannya.  Pengurus DPP IKAPTK dimminta terus menjaga dan memupuk kekompakannya.

“Komunitas ini bisa sebagai forum saling mengingatkan, bertemu rutin untuk kemudian tetap kompak berkontribusi buat tempat kerja dan pemerintah daerah yang kita cintai,” kata Gubernur.

Diharapkan, pengurus bisa menyemangati, merevitalisasi, IKAPTK untuk benar-benar serius bergulir masalah mesin birokrasi.

“Sehingga tidak hanya menjadi pemimpin di suatu daerah namun juga dapat meninggalkan suatu legasi,” ucap Gubernur.

Ketua Umum DPN IKAPTK, Dr. Akmal Malik menyampaikan rasa terimakasih setinggi-tingginya atas kehadiran dan dukungan Gubernur dalam kegiatan pelantikan tersebut.

Akmal mengungkapkan,  ke depan DPP IKAPTK NTB dapat membangun lebih banyak kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menjalankan tugas-tugasnya.

“Kami ingin menegaskan sekali lagi, bahwa tidak ada organiasasi-organisasi yang  dapat berjalan sendiri, kami IKAPTK mencoba membangun budaya kolaborasi dengan berbagai pihak,” ungkapnya.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 16 Desember 2020, Bertambah 31 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 19 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Dr. R. Soedjono Selong dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi ada tambahan 33 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers, Rabu (16/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 185 (seratus delapan puluh lima) sampel dengan hasil 140 (seratus empat puluh) sampel negatif, 14 (empat belas) sampel positif ulangan, dan 31 sampel kasus baru positif Covid-19, 19 pasien sembuh, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dengan adanya tambahan 31 (tiga puluh satu) kasus baru terkonfirmasi positif, 19 (sembilan belas) tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (16/12/20) sebanyak 5.166 (lima ribu seratus enam puluh enam) orang, dengan perincian 4.372 (empat ribu tiga ratus tujuh puluh dua) orang sudah sembuh, 268 (dua ratus enam puluh delapan) meninggal dunia, serta 526 (lima ratus dua puluh enam) orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 31 KASUS BARU POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBU 19 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (satu) orang

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 5136, an. MS, laki-laki, usia 80 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Metro Medika Mataram;
  2. Pasien nomor 5137, an. AR, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Lantung;
  3. Pasien nomor 5138, an. AS, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
  4. Pasien nomor 5139, an. ER, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Labangkar, Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Ropang;
  5. Pasien nomor 5140, an. I, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Luar, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  6. Pasien nomor 5141, an. AH, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Labuhan Badas;
  7. Pasien nomor 5142, an. SK, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Rasanae Timur;
  8. Pasien nomor 5143, an. R, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Timur, Kecamatan Penanae, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  9. Pasien nomor 5144, an. AF, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Naru, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  10. Pasien nomor 5145, an. J, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru Barat, Kecamatan Penanae, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  11. Pasien nomor 5146, an. H, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Rontu, Kecamatan Penanae, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
  12. Pasien nomor 5147, an. MP, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Kareke, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  13. Pasien nomor 5148, an. AG, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Desa Kareke, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  14. Pasien nomor 5149, an. SH, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Ta’a, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  15. Pasien nomor 5150, an. SA, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Soro, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  16. Pasien nomor 5151, an. PD, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  17. Pasien nomor 5152, an. AH, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  18. Pasien nomor 5153, an. R, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  19. Pasien nomor 5154, an. MT, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Kandai II, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4870. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  20. Pasien nomor 5155, an. YR, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Kandai II, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4870. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  21. Pasien nomor 5156, an. NS, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Bakajaya, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  22. Pasien nomor 5157, an. RI, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  23. Pasien nomor 5158, an. DMY, laki-laki, usia 9 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4877. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  24. Pasien nomor 5159, an. SMP, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4898. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur;
  25. Pasien nomor 5160, an. GJ, laki-laki, usia 8 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4951. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  26. Pasien nomor 5161, an. SW, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  27. Pasien nomor 5162, an. SH, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4899. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  28. Pasien nomor 5163, an. FW, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5080. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  29. Pasien nomor 5164, an. IKWP, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  30. Pasien nomor 5165, an. LFA, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5056, 5057 dan 5058. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  31. Pasien nomor 5166, an. FVSD, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5056, 5057 dan 5058. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram.

Hari ini terdapat 19 (sembilan belas) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3761, an. SH, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  2. Pasien nomor 4176, an. S, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  3. Pasien nomor 4529, an. R, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  4. Pasien nomor 4568, an. ATA, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  5. Pasien nomor 4585, an. KK, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  6. Pasien nomor 4638, an. SR, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  7. Pasien nomor 4681, an. YPMS, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Sangia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima;
  8. Pasien nomor 4699, an. M, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Kendo, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  9. Pasien nomor 4745, an. BR, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Janapria, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah;
  10. Pasien nomor 4810, an. AA, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  11. Pasien nomor 4811, an. DAP, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  12. Pasien nomor 4818, an. MM, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  13. Pasien nomor 4832, an. DWP, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  14. Pasien nomor 4857, an. RU, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  15. Pasien nomor 4888, an. M, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Ngeru, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  16. Pasien nomor 5004, an. ARH, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Kowo, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima;
  17. Pasien nomor 5039, an. HA, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 5043, an. R, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  19. Pasien nomor 5046, an. S, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Hari ini juga terdapat 1 (satu) penambahan kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 5140, an. I, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Luar, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid dan dilaksanakan tatalaksana Covid-19.

Rr /Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119




Peresmian Bus Disabilitas, Wagub; NTB Ramah Disabilitas

Disabilitas juga punya hak untuk bekerja dan berkegiatan seperti warga lainnya

MATARAM.lombokjournal.com

Peresmian Bus khusus untuk disabilitas menandakan, Provinsi NTB merupakan provinsi yang sangat memperhatikan kebutuhan masyarakat disabilitas.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat meresmikan bus disabilitas di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Rabu (16/12/20).

“Dengan bus disabilitas ini, mengukuhkan NTB sebagai Provinsi yang ramah disabilitas,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah.

Ia mengatakan, hal ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk menjadikan Provinsi ini sebagai Provinsi yang ramah disabilitas.

Ia bahkan menyatakan, pembangunan-pembangunan yang akan datang mesti diperhitungkan fasilitas khusus disabilitas.

“Seluruh pembangunan di NTB ini juga harus dirancang agar bisa digunakan juga oleh disabilitas,” ujarnya.

Umi Rohmi mengaku, pemerintah memang tidak memandang disabilitas sebagai bagian yang berbeda dengan yang lainnya. Disabilitas juga punya hak untuk bekerja dan berkegiatan seperti warga lainnya.

“Ini menunjukkan bahwa kita tidak memandang disabilitas sebagai benan, justru kita memandang disabilitas sama dengan yang lain, yang memang harus kira siapkan fasilitas,” terangnya.

Bahkan, banyak di antara warga disabilitas yang memiliki kemampuan lebih daripada yang lainnya.

Selain meresmikan bus disabilitas, Umi Rohmi juga menyerahkan sertifikat Uji Tipe untuk sepeda motor listrik buatan lokal.

Dalam kesempatan itu pula Umi Rohmi mengatakan bahwa produk motor listrik ini membuktikan NTB di masa pandemi ini tetap produktif namun juga tidak mengabaikan pandemi ini.

“Kita di NTB ini tidak pernah mau menyerah dalam keadaan apapun, kita tetap hidup produktif, untuk tetap hidup produktif dan aman, tetap jaga protokol Kesehatan,” tuturnya.

Umi Rohmi menyampaikan rasa bangga dan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah ikut serta membangun NTB hingga dapat maju seperti sekarang ini.

Rr/HmsNTB




Menteri Agama; Tugas Utama Kemenag Membangun Kerukunan

NTB sudah selesai dengan masalah kerukunan, tinggal menyebarluaskan ke tempat lain

MATARAM.lombokjournal.com

Usai meresmikan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram, Menteri Agama RI, Jenderal TNI (Purn.) Fachrul Razi didampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melanjutkan kunjungannya ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi NTB, Rabu (16/12/20).

Menag menggelar silaturahmi dengan Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Ormas dan juga ASN lingkup Kemenag Provinsi NTB.

Menteri Agama Fahrul Razi

Ia berpesan, agar masyarakat selalu menjaga dan merawat keberagaman. Sebab keberagaman yang ada bukanlah sebuah petaka, melainkan rahmat dari Allah SWT.

Ditegaskannya, tugas utama Kemenag yakni membangun kerukunan.

“Alhamdulillah selama ini bisa kita rawat dengan baik, saya bisa katakan NTB ini sudah selesai dengan masalah kerukunan, tinggal bagaimana mengkampanyekan atau menyebarluaskan makna kerukunan itu ke tempat lain,” ucapnya.

Fachrul Razi bahkan mengakui jika di setiap kunjungannya ke sejumlah daerah-daerah di Indonesia, Ia kerap menceritakan tentang NTB. Salah satu contohnya yaitu Bank NTB Syariah yang disebutnya sudah maju dan ternyata sebagian besar pegawainya ialah non-muslim. Hal ini membuktikan NTB begitu menjunjung tinggi kerukunan di tengah keberagaman.

“Menunjukan syariah itu adalah memang sebuah sistem yang diangkat oleh umat Islam, tapi tidak hanya bagi umat Islam, untuk siapapun yang bisa mengambil manfaat dari syariah itu dengan senang hati juga bisa,” ungkap Fachrul Razi.

Menag berharap kerjasama yang baik dapat terus ditingkatkan dalam menjaga kerukunan di Indonesia.

“Setiap orang harus merasa, dan harus yakin, bahwa agama yang dianutnya adalah agama yang paling baik dan benar, tapi pada sisi lain, Ia juga harus menghormati orang lain yang punya pandangan yang sama terhadap agamanya, itulah kehidupan yang sangat harmonis,” jelasnya.

Ia mengajak masyarakat agar terus mengutamakan protokol kesehatan saat beraktivitas.

Menurutnya, Covid-19 tidak boleh dianggap remeh terlebih telah banyak korban yang berjatuhan diakibatkan virus yang satu ini.

“Ini tidak bisa dianggap enteng, oleh sebab itu kesehatan harus bisa kita jaga dengan sungguh-sungguh,” tutur Fachrul Razi.

Senada dengan itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengucapkan terima kasih kepada para Tokoh Agama yang ada di NTB.

Ia menyebut Tokoh Agama berkontribusi dalam membangun daerah, terlebih dalam masa penanggulangan pendemi Covid-19 saat ini. Begitu juga dengan tokoh-tokoh lainnya, yang dikatakannya sangat penting dalam memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat.

“Karena kehadiran Tokoh Agama, banyak persoalan pelik yang dihadapi di NTB ini bisa selesai dengan baik, salah satunya itu masalah Covid-19,” sebut Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu.

Bang Zul mengutarakan terima kasihnya atas atensi dan perhatian Menag bagi kemajuan di NTB.

Ia pun berharap kehadiran Menag dapat memberikan semangat dan motivasi bagi masyarakat NTB, khususnya di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi NTB.

“Terima kasih pak Menteri, mudah-mudahan sering-sering berkunjung ke NTB,” tutupnya.

Moderasi beragama

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi NTB, Dr. H. M. Zaidi Abdad turut pula menyampaikan  apresiasi kepada Menag atas perhatiannya kepada Provinsi NTB.

Terlebih lagi, rentang waktu kunjungan Menag kali ini tidak terlampau jauh dari kunjungan yang sebelumnya.

“Ini merupakan suatu kebahagiaan bagi kami semua, karena tentunya tidak setiap provinsi bisa dikunjungi bapak Menteri Agama,” kata Zaidi.

Untuk itu, kehadiran Menag berpengaruh pula pada sinergi dalam membangun moderasi beragama di NTB.

“Bahwa keberagaman atau keragaman itu patut untuk disyukuri, keragaman tidak diminta melainkan pemberian Tuhan, bukan untuk ditawar-tawar tetapi untuk diterima, ditengah keberagaman Alhamdulillah Indonesia masih berdiri dengan kokoh dan bersatu terus bergerak maju mengejar negara-negara maju lainnya yang ada di dunia ini,” ujarnya.

Rr/HmsNTB




Penyebrangan Rute Banyuwangi-Lembar Segera Dibuka

Tiap hari akan ada 4-5 Kapal yang beroperasi pulang-pergi

MATARAM.lombokjournal.com

Kepala Dinas Perhubungan NTB L. Bayu Windia menyambut baik rencana Kementerian Perhubungan segera membuka rute pelayaran kapal penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju pelabuhan Lembar, Lombok, NTB, juga sebaliknya, 25 Desember mendatang.

Dibukanya jalur penyebrangan baru antara Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi ke Pelabuhan Lembar, Lombok dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di Pulau Bali.

“Penyeberangan tersebut akan mengurangi kepadatan lalu lintas di Pulau Bali yang mengganggu kegiatan pariwisata disana. Selain itu, adanya penyebrangan baru ini dipastikan biaya yang akan dikeluarkan akan lebih murah karena kapal akan sekali saja bongkar muat dipelabuhan,” ujar Bayu, Rabu (16/12/20).

Pembukaan jalur penyeberangan Ketapang-Lembar akan dibuka tanggal 25 Desember 2020 ini juga dimaksudkan agar  masyarakat tidak perlu menggunakan jalur darat, karena sudah ada jalur laut yang ditempuh kurang lebih 12 jam.

Setiap harinya akan ada 4-5 Kapal yang akan beroperasi.

Aya




Pekerja Rentan Terima 7.500 Kartu BPJamsostek

Peserta BPJamsostek dimminta selalu meningkatkan kewaspadaan dalam bekerja

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah menyerahkan secara simbolis sebanyak 7.500 Kartu untuk  perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan rentan bantuan Bank NTB Syariah.

Di kesempatan sama, juga dilakukan penyerahan sertifikat pemenang Penyelenggara Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) Award tahun 2020, dan bantuan perlindungan RS Risa Sentra Medika Mataram.

Mendampingi Wagub dalam kegiatan itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Kadisnakertrans Provinsi NTB, Kepala BPJS ketenagakerjaan NTB, Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Direktur RSDUP NTB dan Direktur RS Risa Centra Medik.

Dalam kesempatan itu, Wagub mengajak kepada seluruh peserta BPJamsostek untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dalam bekerja, menaati aturan dan prosedur yang telah ditetapkan. Khususnya, di masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Peserta harus mematuhi protokol kesehatan, menggunakan masker dalam beraktivitas. Kewaspadaan merupakan langkah paling efektif dalam menangkal penularan dan penyebaran pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Kemudian, Umi Rohmi mengapresiasi atas program bantuan yang diberikan oleh Bank NTB Syariah Kepada para pekerja rentan dan tugas BPJS untuk mengakomodir, agar pekerja di NTB terlindungi serta tugas pemerintah mengkampanyekan secara terus menerus agar pekerja di NTB terlindungi.

“Ke depan, agar BPJS terus meningkatkan manajemennya agar bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat kita,” pungkasnya.

Wagub berharap, NTB semakin baik ke depan, dan mampu melewati masa pandemi ini secepat mungkin.

“Selamat bagi yang mengikuti BPJS Ketenagakerjaan, semoga di NTB tersosialisasi dengan baik dan semua pekerja terlindungi dan mudah-mudahan NTB yang kita cintai ini akan semakin baik ke depan, dan kita bisa melalui masa pandemi ini secepat mungkin,” kata Wagub.

Rr/HmsNTB