Pesan Bunda Niken, 20 Finalis Ownbeat 2020 Harus Mencari dan Menggali Potensinya

Potensi Itu diharapkan memberi manfaat yang besar bagi masyarakat di kemudian hari

MATARAM.lombokjournal.com — Anak-anak muda  kreatif dan inovatif berpean memajukan  daerahnya, bahkan bagi kemajuan Indonesia.

Sukses tidaknya pembangunan suatu daerah. tidak lepas dari peran anak mudanya.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menegaskan, potensi yang dimiliki anak-anak muda yang biasa disebut milenial harus dapat terus digali dan dikembangkan.

Bunda Niken

Motivasi Bunda Niken itu diungkapkan kepada Duta Ownbeat 2020, di Hotel Lombok Vaganza, Jumat (11/20/20).

Ia mengajak para 20 Finalis Duta Ownbeat turut serta mewujudkan visi NTB Gemilang beserta keenam misinya.

“Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar, bergaul mencari teman dari berbagai kalangan, karena hal ini kelak akan memperkaya diri kita,” ujar Bunda Niken.

Dijelaskan,  saat ini Pemerintah Provinsi NTB fokus meningkatkan kapasitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang ditujukan bagi  anak-anak muda. Salah satu di antaranya yakni program Beasiswa Luar Negeri yang terus berlangsung.

“Anak-anak muda memiliki potensi yang luar biasa kalau kita bantu, mereka akan melejit, mereka akan menjadi luar biasa bahkan menjadi generasi yang lebih baik dari pada kita,” ucapnya optimis.

Bunda Niken berpesan, anak-anak muda NTB harus mampu mencari dan menggali potensi yang dimilikinya.

Potensi ini kemudian diharapkan dapat memberi manfaat yang besar bagi masyarakat dikemudian hari.

“Mari kita mencari sisi positif pada diri kita yang kelak akan bermanfaat untuk masyarakat,” pungkas Bunda Niken.

Masa depan mandiri

Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram, Halus Mandala, M. Hum, mengatakan,  ajang Duta Ownbeat 2020 merupakan sarana mengembangkan kemampuan dan potensi dari anak-anak muda.

“Anak muda diharapkan memiliki wawasan dan masa depan mandiri dalam bidang wirausaha dan tidak bergantung kepada orang lain,” ungkapnya.

Halus pun berharap ke depan makin banyak anak muda berpartisipasi pada kegiatan-kegiatan positif dan bertujuan membangun kapasitas diri.

“Semoga ke depan semakin banyak yang ikut Duta Ownbeat. Tahun ini yang mendaftar sekitar 70 peserta dan tersisa menjadi 20 finalis seperti sekarang,” jelasnya.

Duta Ownbeat sendiri merupakan ajang yang bertujuan mengasah jiwa wirausaha generasi muda.

Para finalis berasal dari seluruh kabupaten/kota  di NTB ini memiliki bakat dan keahlian di bidang lainnya.

HmsNTB

 




Kata Wagub NTB, Mau Hidup Aman dan Produktif Harus Patuh Protokol Covid-19

Semakin disiplin Masyarakat NTB menjalankan protokol kesehatan Covid-19, maka NTB akan lekas pulih

MATARAM.lombokjournal.com

Di tengah kecamuk dampak pandemi terhadap pariwisata, dengan kerja keras dari segala pihak, maka Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah optimis, pariwisata NTB mampu bangkit dan berlari lebih kencang lagi.

“Kita tahu betul tempat kita ini surga dunia, tinggal bagaimana kita sungguh-sungguh bisa bekerja keras bersama-sama,” ujar Wagub coffee morning yang dirangkai dengan penyerahan paket bantuan lauk pauk siap saji (Balasa) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Wagub Hj Sitti Rohmi

Serta penyerahan sertifikat Cleanlines, Healty, Safety, Environment (CHSE), di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Jumat (11/09/20)

Menurutnya, di masa pandemi seperti saat ini, hidup aman dan produktif ialah dua hal yang tidak dapat terpisahkan.

Sehingga, bila ingin hidup produktif kita harus mengedepankan aman. Mewujudkan aman dan produktif amatlah mudah yakni, patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19.

“Solusi untuk bisa hidup aman dan produktif hanya satu, hanya patuh protokol Covid-19 pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan.  Kalau kita berinteraksi dengan orang, harus kita gunakan ketiga hal ini,” katanya. .

Sehat saat ini menjadi hal yang sangat penting. Semakin disiplin Masyarakat NTB menjalankan protokol kesehatan Covid-19, maka NTB akan lekas pulih.

“Kita tahu area kita menjadi kuning kemudian hijau, kita bisa beraktivitas dengan leluasa, orang-orang juga dari luar akan sangat percaya dengan kita,” ucapnya.

Lebih jauh, untuk hidup aman dan produktif, Pemerintah Provinsi mengeluarkan sertifikat CHSE yang wajib dimiliki oleh pegiat pariwisata maupun usaha di NTB di tengah pandemi.

Dengan CHSE wisatawan atau pembeli memiliki jaminan aman berwisata. Hal ini disambut baik antusias oleh pegiat pariwisata dan usaha.

Pemrov NTB menjadi pertama di Indonesia yang mengeluarkan Perda Penanggulangan Penyakit Menular.

“Ini satu-satunya solusi untuk kita bertahan dalam kondisi belum ditemukannya vaksin, ini satu-satunya solusi maka dari itu, dengan Perda ini jangan dilihat dendanya, yang kita inginkan masyarakat pakai masker, bila perlu tidak usah tarik-tarikan denda, tetapi kalau tidak pakai masker ya harus didenda,” ujarnya.

Terkait bantuan-bantuan yang disalurkan, Wagub menekankan, harus tepat sasaran, sehingga dengan bantuan yang tepat sasaran dapat menyelesaikan banyak masalah.

“Untuk bantuan-bantuan, saya hanya pesan satu tepat sasaran, ya tepat sasaran, tepat sasaran itu saja. Karena kalau bantuan tepat sasaran begitu banyak masalah yang diselesaikan kalau tidak tepat sasaran tidak ada artinya bantuan bantuan tersebut,” pintanya.

Wagub menyampaikan terimakasih kepada seluruh stakeholder Dinas Pariwisata NTB yang telah bekerja keras untuk pariwisata NTB. “Semoga pariwisata kita semakin maju dan maju lagi,” tutupnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. L. Moh. Faozal mengatakan, Balasa ini merupakan kali kedua dari Kemenpar dan akan dialokasikan untuk memenuhi pekerja pariwisata di Pulau Lombok.

Jumlah Balasa yang diterima NTB sebanyak 6 ribu paket, yang terdiri dari 10 kg beras, 2 kg gula, minyak goreng dan ikan asin.

Moh. Faozal menjelaskan, pelaksanaan CHSE di industri pariwisata NTB, hingga saat ini masih terpantau baik dan akan diserahkan sertifikat CHSE kepada usaha jasa pariwisata di Kawasan Mandalika.

Membantu karyawan

“Jadi ada 5 perwakilan yang hari ini akan menerima, ada Novotel, ada JM hotel, ada Damage Hotel kemudian ada Jivana hotel dan juga satu lagi dari Grand Royal,” ujarnya.

Salah seorang penerima bantuan balasa dan sertifikat CHSE, Adrian perwakilan dari Jivana Resort, mengutarakan rasa terimakasihnya.

Bantuan yang diberikan tersebut menurutnya sangat berguna dan membantu para karyawannya khususnya melewati dampak dari pandemi.

“Balasa alhamdulillah sangat berguna dan membantu sekali bagi para karyawan kami di masa pandemi ini,” ujar Adrian.

Sementara itu Adrian juga menyampaikan rasa bahagianya atas sertifikat CHSE yang telah diperolehnya itu.

“Dengan sertifikat ini, tamu yang datang ke hotel khususnya, atau yang ke Kuta Mandalika umumnya lebih confident, bahwa kita sudah menjalankan semua protokol kesehatan covid-19 dan mereka juga lebih yakin dan tenang bahwa ke Kuta Mandalika, aman dari covid,” ungkapnya.

Langkah yang diambil oleh Pemerintah Provinsi NTB ini dinilai sangat tepat dan sangat membantu khusunya pelaku pariwisata.

“Pemprov NTB semua sudah bekerja semaksimal mungkin, alhamdulillah kita dari pihak industri juga mengucapkan  terimakasih, banyak-banyak bantuan, pencerahan, edukasi edukasi yang diterima oleh kita,” ucapnya.

HmsNTB




Sertifikat CHSE Wajib Bagi Pelaku Usaha Pariwisata

Jasa transportasi hingga travel agent serta jasa event organizer belum bisa mendapatkan sertifikat CHSE

MATARAM.lombokjournal.com — 

Syarat mutlak yang harus dipenuhi pelaku usha pariwisata dimasa Pandemi covid-19 yaitu wajib memiliki sertifikat CHSE

Kepala Dinas Pariwista NTB Lalu Moh. Faozal menegaskan itu, hari  Jumat (11/09/20).

“Sertifikat CHSE diperlukan sebagai bahan penguat jasa layanan pariwisata tersebut untuk menguatkan pasarnya dalam menjalankan bisnis pariwisata terlebih dimasa Pandemi Covid-19,” ujar K Lalu Moh. Faozal, di Mataram.

Dinas pariwisata Provinsi NTB mencatat hingga saat ini tercatat sebanyak 128 jasa layanan pariwisata yang sudah memiliki sertifikat CHSE dari 280 Jumlah layanan jasa pariwisata yang mengajukan sertifikat CHSE.

“Dari jumlah tersebut rata rata yg paling banyak mengajukan sertifikat CHSE terdiri dari restoran, sedangkan jasa transportasi hingga travel agent serta jasa event organizer belum bisa mendapatkan sertifikat CHSE karena belum menyelesaikan standar  SOP,” ungkapnya.

Ditegaskan Faozal, Standar utama CHSE adalah kesiapan SDM dan fasilitas yang mendukung seperti kesiapan dengan pelaksanaan protokol Covid-19. Di antaranya perangkat perangkat seperti alat cek suhu badan, tempat cuci tangan handsanitizer hingga penyemprotan rutin untuk disinfektan

AYA




1.331 Tenaga Kerja di NTB Mendapatkan Bantuan Subsidi Upah, Tahap Kedua 15.048 Orang

Penyaluran Bantuan Subsidi Upah diklaim tepat sasaran

MATARAM.lombokjournal.com —  Penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU)  akan diperpanjang hingga kuartal pertama tahun 2021 mendatang. Di Provinsi NTB, jumlah pekerja yang sudah mendapatkan BSU mencapai 16 ribu orang lebih.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, T Wismaningsih Drajadiah mengatakan, pada tahap pertama jumlah tenaga kerja di NTB yang mendapatkan BSU yaitu sebanyak 1.331 orang.  untuk tahap kedua sebanyak 15.048 orang.

Ia mengatakan, Pemerintah Pusat menargetkan jumlah pekerja yang akan mendapatkan BSU yaitu sebanyak 15 juta orang.

T Wismaningsih

Namun hingga saat ini, jumlah pekerja yang terdaftar hanya Sembilan juta orang.

Dengan kekurangan tersebut, pemerintah pusat masih menerima pendaftaran peserta yang sudah memenuhi syarat sebagai penerima BSU.

Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang NTB, Adventus Edison Souhuwat mengatakan, perpanjangan BSU ini belum ada aturan tertulis dari Pemerintah Pusat.

Namun hal tersebut hanya pernyataan dari ketua Gugus Tugas Bidang Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Rencana perpanjangan pemberian ini disambut baik, karena penyaluran BSU diklaim tepat sasaran.

Artinya, penyalurannya sesuai dengan data BPJamsostek atau pekerja yang sudah terdaftar sebagai peserta.

AYA




PT GNE Optimis Produksi Massal 1000 Unit Mobil Listrik Terealisasi Tahun 2020

Sumber Daya manusia (SDM), khususnya yang berkaitan dengan perakitan mobil, dikerjakan sekolah kejuruan yang memiliki spesifikasi di bidang otomotif

MATARAM.lombokjournal.com —  PT Gerbang NTB Emas (GNE) optimis menyelesaikan target produksi 1000 unit mobil listrik di tahun 2020 ini.

Optimisme itu muncul karena semua aspek bisnis produksi maSsal sudah tersedia. Mulai dari permodalan, manajemen produksi, hingga pasar.

Dirut PT GNE, Samsul Hadi

“Sekarang Mandiri, Bukopin, BRI, BNI, Bank NTB semua Bank itu jadi mitra kita,” terang Direktur Utama PT GNE Samsul Hadi kepada lombokjournal.com. Jum’at (11/09/20).

Terkait pasar, PT GNE menjelaskan tidak khawatir. Sebab nantinya, mobil listrik tersebut akan dibeli oleh desa-desa yang ada di seluruh NTB sebagai kendaraan operasional desa dalam mengangkut sampah masyarakat.

Di NTB saat ini, ada ribuan desa yang siap memesan. Belum termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), baik di tingkat Kabupaten maupun Provinsi.

“Berapa desa yang ada di NTB? Ini belum termasuk OPD yang juga memesan,” katanya.

Untuk Sumber Daya manusia (SDM), khususnya yang berkaitan dengan perakitan mobil, dikerjakan sekolah kejuruan yang memiliki spesifikasi di bidang otomotif.

Mobil listrik hasil produksi PT GNE

Khususnya sekolah kejuruan yang pernah berprestasi membuat mobil listrik.

Selain dengan sekolah, nantinya PT GNE berencana melibatkan para alumni sekolah kejuruan tersebut untuk bergabung mengerjakan produksi massal tersebut.

“Saat ini SMK Lingsar. Masih dipusatkan di sana untuk produksi. Nanti semuanya akan dipusatkan di sini (lkasi milik PT GNE),” ujarnya.

Untuk bahan baku produksi mobil listrik, 80 persen dibuat di NTB. Hanya motor penggerak dan batre yang masih harus didatangkan dari luar.

Ast




Produksi 1000 Mobil Listrik, PT GNE Didanai Perbankan

Tak hanya modal untuk produksi mobil listrik, sampai saat ini, semua kegiatan usaha PT GNE belum disertai modal dari pemerintah

MATARAM.lombokjournal.com –

Rencana PT Gerbang NTB Emas (GNE) memproduksi masal 1000 unit mobil listrik telah didasarkan pada kalkulasi bisnis yang matang, dengan menjadikan pihak swasta sebagai mitra kerja.

Sumber biaya untuk modal produksi seluruhnya didapatkan PT GNE dari kerjasama dengan beberapa perbankan di NTB.

Belum ada suntikan modal dari anggaran pemerintah sampai saat ini.

“Siapa investornya, investornya perbankan. Sekarang Mandiri, Bukopin, BRI, BNI, Bank NTB semua Bank itu jadi mitra kita,” terang Direktur Utama PT GNE Samsul Hadi kepada lombokjournal.com, Kamis (10/09/20).

Perbankan jadi pilihan mitra kerja PT GNE dengan mengedepankan prinsip saling menguntungkan.

Dikatakan, kerjasama dengan Bank sangat dimungkinkan ketika prospek usaha yang dijalankan menguntungkan mereka. Dan sejauh Samsul memimpin PT GNE, perbankan memberikan kepercayaan penuh dalam penyediaan modal.

“Kalau perbankan itu sangat mudah. Kalau dia melihat bisnis itu bisa sustainable, pasti diambil. Karena ada marjin di situ. Karena kalau dia nggak ikut dia juga yang rugi. Ada bisnis kok kita bisa garap sama-sama, kita bagi-bagi,” paparnya.

Belum Ada Anggaran dari Pemerintah NTB untuk Modal Usaha PT GNE

Dijelaskan, tak hanya modal untuk produksi mobil listrik, sampai saat ini, semua kegiatan usaha PT GNE belum disertai modal dari pemerintah.

“Kan dari pemerintah nggak ada. Dari saya masuk itu semua back up-nya perbankan. Jadi kita bisnis aja,” katanya.

Belum adanya anggaran pemerintah yang masuk ke PT GNE disebabkan perubahan Peraturan Daerah (Perda) yang menyebut anggaran 100 miliar rupiah untuk PT GNE mulai digunakan 2021 mendatang.

Itu pun kalau ketersediaan anggaran Pemprov cukup memadai.

“Nanti pada tahun 2021,” ungkapnya.

Di luar itu, Pemda sudah seharusnya menyertakan modal ke BUMD.

Berkaca pada BUMD di luar daerah, hampir semuanya didanai Pemda. Dan dana yang mengalir ke BUMD-BUMD tersebut sangat besar.

“Kalau BUMD-BUMD di DKI itu sampai 1,2 triliun per tahun,” jelasnya.

Semakin besar anggaran pemerintah NTB ditaruh di PT GNE, semakin besar deviden yang nantinya PT GNE setor.

“Makanya kita minta penyertaan modalnya lebih besar perusahaannya juga lebih kompetitif dengan perusahaan lain. Maka kita besarkan penyertaan modalnya. Karena dimana-mana BUMD itu besar-besar penyertaan modalnya,” jelasnya.

Sebelumnya pengamat dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unram Dr. M. Firmansyah menyebut karakteristik BUMD yang sehat ketika mampu meyakinkan investor swasta menjadi mitra kerja.

Kemandirian finansial BUMD jadi hal mutlak untuk meraih kepercayaan publik bisnis yang lebih besar.

“Dan karakteristik perushaaan yang sehat itu di situ. Mandiri dalam finansial, ada mitra yang dipercaya untuk kerja sama atau lembaga keuangan percaya untuk beri pinjaman. Karena trust bahwa bisnis ini akan bisa berjalan baik,” paparnya.

Ast




Kades Sesait Minta Maaf dan Berjanji Patuhi Regulasi Pemda KLU

Kades Susianto berikrar tunduk dan patuh pada peraturan hukum yang berlaku dan selalu mendukung segala program-program daerah demi kemajuan Kabupaten Lombok Utara

TANJUNG.lmbokjournal.com —

Kepala Desa Sesait Susianto, M.Pd didampingi dua lawyernya Muchtar Moh. Saleh, SH dan Hijrat Priyatno, SH. MH. bertemu dengan unsur Pemda Lombok Utara, yang diwakili Asisten Bidang Hukum dan Pemerintahan Setda KLU Kawit Sasmita, SH, Inspektur Inspektorat H. Zulfadli, SE, Kadis DP2KB Pemdes Drs. H Kholidi, MM.

Pertemuan untuk keberlangsungan Pemerintah Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, yang sempat kisruh itu, berlangsung di Ruangan Pejabat Sekda KLU, Kamis (10/09/20)

Berlangsungnya pertemuan itu menindaklanjuti surat permohonan dari lawyer Kades Sesait.

Pihak Pemda memediasi dan mendengarkan langsung testimoni, permintaan maaf serta respons dari Kades Sesait Susianto, M.Pd serta lawyernya pada pertemuan tersebut.

Mediasi yang dilakukan Pemda sebagai pertimbangan terhadap sanksi yang diberikan kepada Kades Sesait, sekitar tiga bulan silam.

Mencabut SK Kades

Kades Susianto dalam kesempatan tersebut mengatakan berturut-turut mencabut Surat Keputusan Kepala Desa Sesait  nomor 141/15/Pem-DS/IV/2020 tentang Pemberhentian Perangkat Desa Kaur Tata Usaha dan Keuangan, SK nomor 141/16/Pemb-Des/IV/2020 tentang Pemberhentian Kasi Pemerintahan dan Kasi Kesejahteraan, serta SK nomor 141/17/Pem.Des/IV/2020. tentang Pemberhentian Sekretaris Desa Sesait.

Dalam pernyataan tertulisnya, tertanggal 6 Agustus 2020 silam, disampaikan dirinya selaku Kepala Desa Sesait menyadari kekeliruan dalam menafsirkan ketentuan pemerintahan terhadap regulasi hukum yang berlaku, khususnya di Kabupaten Lombok Utara.

Kades Sesait menyampaikan pula tidak akan mengulangi kembali kekeliruan penafsiran. Selain itu, Kades Susianto berikrar tunduk dan patuh pada peraturan hukum yang berlaku dan selalu mendukung segala program-program daerah demi kemajuan Kabupaten Lombok Utara.

“Tujuan kami ke sini (Pemda), ingin menyampaikan isi hati yang paling dalam tentang kekeliruan dalam menafsirkan undang-undang tersebut, intinya kami ingin menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Lombok Utara dan rekan-rekan di sini, sehingga selama ini KLU menjadi kisruh karena suasana di Sesait,” imbuhnya.

Kades Susianto menambahkan, permohonan tersebut ingin disampaikannya sejak lama, namun mengingat tidak dapat dilakukan secara pribadi, sehingga baru saat ini dapat dilakukan melalui bantuan para lawyer.

“Sudah saya menyampaikan secara tertulis formalnya, itulah isi hati saya, intisarinya saya memohon maaf, dan saya merasakan dampak yang meresahkan diri dan keluarga selama ini. Melalui pernyataan tertulis pula sudah saya lakukan terkait menyadari kekeliruan saya dalam menafsirkan undang undang, ternyata saya misinterpretasi menafsirkan makna undang undang atau wewenang peraturan,” tukasnya.

Salah satu lawyernya Muchtar Moh. Saleh SH menyampaikan terima kasih Pemda KLU khususnya kepada Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH MH atas diresponsnya tindak permohonan maaf dari Kades Sesait.

Yang bersangkutan berjanji mematuhi peraturan regulasi dan mendukung program Pemerintah Daerah, sesuai dengan surat yang disampaikan kepada bupati.

Hadir pula menyaksikan pernyataan dari Kades Sesait dari unsur Bagian Hukum, Pemerintahan dan Kehumasan. .

Pencopan sementara ditinjau

Kadis DP2KB Pemdes KLU menyetujui  penanganan kasus Desa Sesait, berujung pada kelegaan bersama. Kades Sesait telah meminta maaf dan ingin mematuhi regulasi pemda.

“Kondisi ini segera dipulihkan, sanksi berkategori sedang berupa pencopotan sementara yang dialaminya, akan ditinjau kembali. Dengan memulihkan yang bersangkutan kembali sebagai kepala desa,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, semenjak kisruh, Pemerintah Desa Sesait terasa “lumpuh”. Ditambah lagi dengan adanya agenda pemekaran desa yang cukup menyita perhatian publik, kendati tetap bisa diselesaikan.

“Desa Sesait telah melahirkan dua desa pemekaran, tentu tanpa proses dari kepala desa, dua desa pemekaran ini menjadi terhambat. Oleh karenanya, segera kami tindak lanjuti dengan mengeluarkan surat keputusan untuk memproses surat keputusan bupati tentang pengukuhan kembali saudara Susianto sebagai Kepala Desa Sesait.” katanya.

Wld

 




Komisi Informasi NTB Siap Gelar Monev KIP 2020

Telah ada sIstem untuk memantau dan melihat aktifitas Pelayanan KIP pada dashboard NTB Prov

MATARAM.lmbokjournal.com —  Prinsip menjadi daerah yang bersih dan melayani benar-benar dipegang teguh oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Meski di tengah pandemi, evaluasi monev (monitoring dan evauasi) Keterbukaan Informasi Publik (KIP) kembali digelar Komisi Informasi (KI) Provinsi NTB.

Namun tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya, instrument penilaiannya banyak disesuaikan dengan tatanan normal baru yang tengah dijalani masyarakat di seluruh dunia.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, menyambut baik hal tersebut.

Ummi Rohmi panggilan akrabnya mengungkapkan, Pemprov NTB akan mendukung penuh monev KIP tahun ini dan akan mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam lingkupnya untuk ikut berpatisipasi.

“Semoga tahun ini partisipasi badan publik di NTB bisa lebih baik dari tahun sebelumnya,” harap Ummi Rohmi saat menerima audiensi KI NTB dalam rangka monev KIP di Ruang Tamu Wagub, Kamis (10/09/20).

Ajeng Roslinda Motimori, S.Pt, Ketua Komisioner KI NTB lebih jauh menjelaskan terkait perbedaan monev KIP tahun ini. P

erempuan kelahiran Kempo 1969 tersebut mengungkap tahun ini monev KIP tak lagi diikuti oleh badan publiK vertikal dan partai politik, namun diikuti oleh Sekolah tingkat SMA/SMK, Puskesmas, dan Kantor Desa seprovinsi NTB.

Instrument penilaiannya pun sedikit berbeda, menyesuaikan dengan pandemi Covid-19, akan dinilai seberapa bagus dan seberapa siap badan publik menyampaikan informasi terkait covid-19 dan  pelayanan yang menyesuaikan standar covid-19.

“Serta kami akan menilai bagaimana badan publik menyampaikan program unggulannya di tengah pandemi ini,” jelas Ajeng.

Ajeng berharap tahun ini semakin banyak badan publik yang ikut berpartisipasi.

Dari lima kategori yang akan diberikan seperti Informatif, menuju informatif, cukup informatif, Tidak informatif, Tidak Partisifatif, ia berharap agar tak ada Badan publik yang mendapat predikat tidak informatif dan tidak partisipatif.

“Harapannya, badan publik tahun ini cukup sampai cukup informatif saja jangan ada yang tidak informatif, tidak partisifatif,” ungkapnya.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB, I Gede Putu Aryadi, dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan, telah ada sIstem untuk memantau dan melihat aktifitas Pelayanan KIP pada dashboard NTB Prov.

“Tahun ini dalam pembinaan oleh PPID Utama Provinsi NTB, kami bangun system untuk memantau dan melihat aktifitas Pelayanan KIP pada dashboard NTB Prov,” tandas Gede.

novita, diskominfotikntb

 




Lawan Rentenir, Program “Mawar Emas” Disosialisasikan di Bima

Mawar Emas merupakan program untuk membantu UMKM dan pedagang-pedagang kecil yang selama ini lebih nyaman dan lebih mudah meminjam ke rentenir dengan berbunga tinggi

KAB BIMA.lombokjournal.com

Program Melawan Rentenir Berbasis Masjid, atau disingkat Mawar Emas yang diluncurkan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, pertengahan Agustus  di Kabupaten Lombok Timur, kini disosialisasikan di Kabupaten Bima.

Program tersebut digagas untuk membantu UMKM dan pedagang kecil di daerah, khususnya di Kabupaten Bima.

Sosialisasi program Mawar Emas digelar oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) NTB bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB, di Aula Kantor Bupati Bima, Kamis (10/09/20).

Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda NTB, Dr. H. Lalu Syafi’i, MM, Ketua MES Provinsi NTB, Ketua MUI Kabupaten Bima, dan pengurus Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Bima.

Hadir dalam kegiatan itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos., MM., jajaran Bank NTB Syariah dan PNM. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah, Kabupaten Bima.

Mewakili Gubernur, Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda NTB, Dr. H. Lalu Syafi’i, MM berharap program Mawar Emas di Kabupaten Bima segera dilasaksanakan untuk membantu para UMKM dan masyarakat kecil yang sering terjerat rentenir.

Nama besar NTB sebagai Provinsi dengan dengan penduduk mayoritas Muslim mesti dikokohkan dengan ikut memperbaiki sistem ekonominya ke ekonomi Islam.

“Berangkat dari kesadaran inilah Pemda bersama MES, OJK, Bank NTB Syariah dan PNM bekerjasama menciptakan Mawar Emas,” katanya.

Program Mawar Emas merupakan program untuk membantu UMKM dan pedagang-pedagang kecil yang selama ini lebih nyaman dan lebih mudah meminjam ke rentenir dengan berbunga tinggi.

Dengan lahirnya program Mawar Emas ini, pedagang dan masyarakat kecil akan dapat difasilitasi dan didekatkan dengan institusi keuangan. Sehingga mampu mendapatkan pinjaman dan memperoleh modal dengan lebih mudah dan lebih nyaman, dibandingkan ke rentenir.

Ketua MES NTB, Dr. Hj. Baiq Mulianah menjelaskan, MES terus berupaya memberikan pelayanan untuk umat dalam pembangunan ekonomi Syariah selama 20 tahun terakhir.

Menurutnya, dalam transaksi ekonomi Islam , salah satu hal yang paling penting adalah mekanisme akad yang menjadi asas dalam ekonomi Syariah.

“Apabila akadnya benar, sesuai syariah, maka Insya Allah perjalanan bisnis nya juga akan halal dan tayib,” jelasnya.

MES mengambil bagian untuk memberikan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya ekonomi syariah.

“Alhamdulillah Program Mawar Emas ini lahir karena kerjasama antara Pemerintah Provinsi NTB, OJK, Bank NTB Syariah dan PNM,” tuturnya

Ia juga menegaskan, MES berkomitmen untuk bekerjasama dengan semua institusi dan organisasi untuk membumikan ekonomi syariah.

Jajaran Bank NTB Syariah yang diwakili M. Nur Rahmat menjelaskan sebagai wujud dari komitmen program ini, Bank NTB Syariah sudah menyediakan Rp 1 milyar dan lebih kurang Rp 400 juta telah disalurkan setelah satu bulan diresmikan oleh Gubernur.

“Dan proses terus berjalan. Kami juga ada pelatihan pelatihan takmir yang bekerjasama dengan MES,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala OJK Provinsi NTB Farid Faletehan selaku Pengarah TPAKD Provinsi NTB dalam beberapa kesempatan menekankan, pentingnya akses pembiayaan yang mudah dan murah bagi pelaku usaha mikro.

Kehadiran Mawar Emas diharapkan mampu melepaskan masyarakat dari rentenir dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah NTB.

Ke depan, TPAKD NTB akan mengundang keterlibatan lembaga jasa keuangan lainnya, agar Mawar Emas dirasakan manfaatnya di seluruh penjuru NTB.

HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 10 September 2020, Bertambah 9 (sembian) Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 19 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) Orang

Diharapkan masyarakat untuk tetap waspada, patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan selama masa pendemi Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, dan Laboratorium TCM RSUD Bima mengkonfirmasi, ada tambahan 9 (Sembilan) pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Kamis  (10/09/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 122 sampel dengan hasil 100 sampel negatif, 13 sampel positif ulangan, dan 9 (sembilan) sampel kasus baru positif Covid-19, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dengan adanya tambahan 9 (sembilan) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 19 tambahan sembuh baru dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (10/9/2020) sebanyak 2.909 orang, dengan perincian 2.288 orang sudah sembuh, 172 meninggal dunia, serta 449 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

Petugas kesehatan di kabupaten/kota diharapkan melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19

TAMBAHAN 9 (SEMBILAN)  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 19 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 2901, an. AT, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Selong Belanak,Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram dan Puskesmas Batu Jangkih;
  2. Pasien nomor 2902, an. ASN, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram;
  3. Pasien nomor 2903, an. I, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Desa Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  4. Pasien nomor 2904, an. N, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  5. Pasien nomor 2905 an. R, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Sekotong, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  6. Pasien nomor 2906, an. R, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Tanjung;
  7. Pasien nomor 2907, an. NWS, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  8. Pasien nomor 2908, an. AJ, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur Labuan Haji;
  9. Pasien nomor 2909, an. MA, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Kembang Sari, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Lombok Timur Labuan Haji.

Hari Kamis terdapat penambahan 19 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 1189, an. RWN, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1190, an. TYWW, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 2127, an. IKS, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 2236, an. MT, laki-laki, usia 77 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.
  5. Pasien nomor 2238, an. R, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 2552, an. S, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 2585, an. M, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 2607, an. LH, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Babussalam, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  9. Pasien nomor 2695, an. YSI, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  10. Pasien nomor 2707, an. MAA, laki-laki, usia 39 tahun penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 2717, an. SA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara;
  12. Pasien nomor 2718, an. LSH, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara;
  13. Pasien nomor 2743, an. MJF, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 2752, an. S, perempuan, usia 66 tahun, penduduk Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  15. Pasien nomor 2794, an. R, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Kalijaga, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  16. Pasien nomor 2795, an. SH, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Kalijaga, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  17. Pasien nomor 2797, an. HP, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  18. Pasien nomor 2798, an. S, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur;
  19. Pasien nomor 2808, an. B, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Hari Kamis ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 2903, an. ,laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Desa Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi mengharapkan  masyarakat untuk tetap waspada, patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan selama masa pendemi Covid-19.

“Agar trend jumlah penurunan kasus dan penambahan jumlah sembuh di Provinsi NTB dapat terjaga dan terkendali,” katanya.

Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Lyanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.