Bantuan 50 Ribu Lembar Masker dari Provinsi Henan untuk Provinsi NTB

Kerjasama Provnsi Henan dan Provinsi NT B  ke depan diharapkan berlanjut di sejumlah sektor, seperti kerjasama di bidang pariwisata, ekonomi dan pendidikan

MATARAM.lombokjournal.com

Bantuan 50 ribu lembar masker medis diterima oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB yang merupakan Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Aradi, M.Si, bersama pihak BPBD Provinsi NTB, Jumat (18/09/20).

Bantuan masker yang nilainya sebesar USD 19.000 atau setara Rp 285.000.000,- itu berasal dari Provinsi Henan, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) kepada Pemerintah Provinsi NTB.

Proses penyerahan bantuan masker tersebut sejatinya akan dilakukan langsung pihak RRT, namun karena kondisi Covid-19, maka proses penyerahan dilakukan oleh Kepala Biro Kerjasama Setda Provinsi NTB, yang diterima Sekda NTB..

Lalu Gita Aryadi mengatakan, bantuan 50 ribu lembar masker itu merupakan salah satu wujud kepedulian dan dukungan dari Pemerintah RRT, dalam hal ini Provinsi Henan, sebagai upaya percepatan penanganan pandemi  Covid-19 di Provinsi NTB.

“Bantuan ini juga merupakan wujud nyata dari hubungan baik kerjasama antara pemerintah Provinsi NTB dengan Provinsi Henan, pasca kunjungan Pak Gubernur beberapa waktu lalu,” H. Lalu Gita Aryadi.

Pemerintah Provinsi NTB memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas bantuan tersebut.

Kerjasama yang baik ini diharapkan ke depan akan terus berlanjut di sejumlah sektor, seperti kerjasama di bidang pariwisata, ekonomi dan pendidikan.

HmasNTB




Lombok Utara, Daerah yang Komunitas Seni Rupanya Paling Bergeliat

Komunitas seni rupa jadi penyangga geliat seni rupa Kabupaten Lombok Utara

MATARAM.lombokjournal.com

Pada periode 90-an, Kabupaten Lombok Timur jadi daerah yang geliat komunitas seni rupanya paling maju, dengan komunitas Sanggar Berugak sebagai motor penggerak.

Memasuki periode 2000-an, Kabupaten Lombok Utara menggeser Lombok Timur dan memunculkan diri sebagai daerah yang komunitas seni rupanya paling bergeliat.

“Tahun 2000-an ini Lombok Utara cukup kuat,” kata Sasih Gunalan, seorang kurator seni rupa kepada lombokjournal.com. Kamis, (17/09/20).

Fakta tersebut disampaikan Sasih Gunalan selaku kurator pameran bertajuk Art Comunity Exibition 2020 setelah melakukan penelitian sebelum pameran digelar Taman Budaya NTB, mulai 15-19 September 2020.

Dalam pemaparannya, Sasih mengatakan peran komunitas-komunitas seni rupa jadi penyangga geliat seni rupa Kabupaten Lombok Utara. Hal yang menurutnya menarik untuk ditelaah lebih jauh.

“Sangat menarik. Kalau di NTB geliat komunitas pada tahun 90-an dikuasai Lombok Timur dengan Sanggar Berugak. Memasuki tahun 2000-an ini sudah terpecah saya melihat yang saat ini cukup kuat Lombok Utara. Pendatang baru,” terangnya.

Lombok Tengah Kompetitor Baru

Selain Lombok Utara, daerah lain yang disebut Sasih jadi kompetitor dalam geliat seni rupa NTB baru-baru ini adalah Kabupaten Lombok Tengah.

Menariknya, dominasi Kabupaten Lombok Utara sebagai daerah dengan komunitas seni rupa paling bergeliat bisa digeser Kabupaten Lombok Tengah.

Selain karena dibukanya ruang pamer baru, posisi Lombok Tengah diuntungkan sebab menjadi Kabupaten dengan status daerah wisata super prioritas.

“Tapi gini, sejak dibukanya Sakart Art Space di Lombok Tengah sekarang, ini juga kompetitor baru dengan momen yang tepat karena ada tim akselerasi seni rupa yang digagas di Mandalika itu juga akan menarik wacana seni rupa di Lombok Tengah dengan event sandingan itu,” jelasnya.

Pameran Art Comunity Exibition 2020 sendiri  mewajibkan karya seni yang dipajang bersumber dari karya seniman yang tergabung dalam komunitas seni rupa.

Untuk tema karya yang dipamerkan, Sasih tak membuat batasan sebagaimana pola kerja kuratorial umumnya.

Yang jadi fokus kerja kuratorial Sasih adalah ingin melihat khasanah seni rupa sesuai dengan latar belakang daerah di mana komunitas berasal.

Ast




Roadshow TP PKK Dan IKAPTK di Kabupaten Bima, Putus Rantai Covid-19 Lewat Gebrak Masker

TP PKK sudah sejak awal menyosialisasikan penggunaan masker

 KABUPATEN BIMA.lombokjournal.com

Upaya mengoptimalkan pencegahan penyebaran Covid-19, TP PKK Provinsi NTB menggelar Roadshow Hari Kedua, bersama Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Provinsi dan Kabupaten Bima.

Sekaligus, melaksanakan kegiatan Gebrak Masker di Gedung Serba Guna Sape, Kamis (17/09/20).

Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyampaikan, pandemi Covid-19 sudah berlangsung selama 6 bulan.

TP PKK sebagai mitra pemerintah selalu mendukung upaya pencegahan pandemi Covid-19 yang belum ditemukan vaksinnya. Hj. Niken pun mengapresiasi IKAPTK Provinsi maupun Kabupaten atas partisipasi dalam program Gebrak Masker.

Menurut Hj Niken,  sampai saat ini, virus ini masih belum ditemukan vaksinnya, sehingga cara mencegah penularan sebelum vaksin ditemukan yaitu menggunakan masker.

Katanya, TP PKK sudah sejak awal menyosialisasikan penggunaan masker.

“Tentu saya juga berterimakasih kepada IKAPTK Provinsi bekerja sama dengan IKAPTK seluruh Kabupaten Kota seluruh NTB dan hari ini, dengan IKAPTK Kabupaten Bima menyumbangkan 4000 masker untuk PKK Kabupaten Bima, masker ini kami titipkan kepada ibu -ibu kader untuk mengingatkan masyarakat kita harus tetap  disiplin menggunakan masker, insyaAllah dengan masker penularan bisa dihindari,” ujar Bunda Niken.

Kemudian, Bunda Niken juga mengingatkan beberapa prioritas yang ditekankan di masa pandemi Covid 19 ini. Di antaranya, agar setiap Pokja dalam TP.PKK lebih mengoptimalkan dan memastikan agar seluruh program PKK dapat tercapai.

Dijelaskan, untuk pokja duadiharapkan agar UP2K PKK bisa bekerjasama lebih baik lagi memanfaatkan momen pandemi Covid ini untuk saling membeli, membela dan menggunakan produk dari IKM kita sendiri.

“Alhamdulillah pemerintah provinsi sudah mencontohkan dengan JPS Gemilang. Kemudian Pokja tiga, membahas dan memberikan pembinaan terkait pengelolaan dan pemilahan sampah dari rumah tangga, kemudian pokja Empat menegakkan kembali bahwa kader PKK bisa membantu  menyukseskan Posyandu keluarga dan melakukan sosialisasi pengelolaan Posyandu di masa pandemi dengan protokol Covid-19,” ujarnya.

Bunda Niken berpesan kepada seluruh kader PKK untuk membantu keberhasilan pemerintah baik di tingkat pusat, di kabupaten dan kota dalam menyukseskan program-program yang ada. Terlebih program pencegahan dampak Covid-19 di masa pandemi ini.

“Mudah mudahan pembinaan yang akan dilakukan oleh PKK provinsi bisa dirasakan dengan baik dan kesuksesan akan kami tunggu dari Kabupaten Bima. Terimakasih atas sambutan dan dukungan dari berbagai pihak. Kita bersabar ibu-ibu, mudah-mudahan kita dapat melalui pandemi Covid ini dengan segera,” tutupnya.

Membagi masker

Ketua TP PKK Kabupaten Bima Ibu Hj. Rostiati, S.Pd mengucapkan terimakasih atas kunjungan TP.PKK Provinsi dan mengatakan bahwa roadshow PKK ini merupakan kali pertama dalam masa adaptasi kebiasaan baru Pandemi Covid-19 dan mengapresiasi IKAPTK

“Mudah mudahan kegiatan ini akan semakin mengeratkan kemitraan antara tim PKK Provinsi dan PKK kabupaten bima untuk membangun daerah tercinta dan  semoga kedepannya diharapkan PKK Kabupaten bima mampu mengatasi hambatan dan tantangan mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Selanjutnya, Ketua TP.PKK Provinsi NTB  menyerahkan bantuan bagi 2 kelompok pangan lestari, 7 kelompok Posyandu di Kabupaten Bima dan diterima secara simbolis oleh ketua TP.PKK Kabupaten Bima.

Usai acara, Ketua TP. PKK NTB, Ketua TP. PKK Kabupaten Bima, Kepala BKKBN NTB, Ketua IKAPTK NTB dan IKAPTK Kabupaten Bima beserta seluruh jajarannya membagikan masker ke warga.

Turut hadir pada acara tersebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, kepala DPMPD Provinsi NTB, Asisten 2 Kabupaten Bima, Kader PKK dan Tokoh Masyarakat.

HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 17 September 2020, Bertambah 20 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 11 Orang, Kasus Kematian 2 (dua) Orang

Seluruh warga NTB dihimbau senantiasa tetap waspada serta patuh dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Praya, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 20 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Kamis (17/09/20), Ketua Pelaksana Ha sebanyak 188 sampel dengan hasil 162 sampel negatif, 7 (tujuh) sampel positif ulangan, dan 19) sampel kasus baru positif Covid-19rian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 111 sampel dengan hasil 88 sampel negatif, 3 (tiga) sampel positif ulangan, dan 20 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 11, kasus kematian 2 (dua) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 20 kasus baru terkonfirmasi positif, 11 tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis ini (17/9/2020) sebanyak 3.026 orang, dengan perincian 2.399 orang sudah sembuh, 179 meninggal dunia, serta 448 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata au Gita Aryadi.

Ia berharap kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TAMBAHAN 20 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 11 ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3007, an. P, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Unram;
  2. Pasien nomor 3008, an. JM, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  3. Pasien nomor 3009, an. SDP, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  4. Pasien nomor 3010, an. DW, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  5. Pasien nomor 3011 an. MH, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  6. Pasien nomor 3012, an. HM, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Gegelang, KecamatanLingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  7. Pasien nomor 3013, an. EAR, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Nyur Lembang, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi NTB;
  8. Pasien nomor 3014, an. ES, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 3015, an. KN, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 3016, an. RH, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSJ Mutiara Sukma;
  11. Pasien nomor 3017, an. DI, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Desa Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  12. Pasien nomor 3018, an. MI, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L Manambai Abdulkadir;
  13. Pasien nomor 3019, an. I, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L Manambai Abdulkadir;
  14. Pasien nomor 3020, an. AY, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  15. Pasien nomor 3021, an. S, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  16. Pasien nomor 3022, an. M, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  17. Pasien nomor 3023, an. AIS, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  18. Pasien nomor 3024, an. M, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  19. Pasien nomor 3025, an. IGP, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  20. Pasien nomor 3026, an. AA, laki-laki, usia 80 tahun, penduduk Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima.

Hari Kamis terdapat penambahan 11 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 1892, an. M, laki-laki, usia 73 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 2024, an. S, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 2139, an. M, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 2609, an. SR, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 2679, an. M, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 2781, an. A, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Kabar, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  7. Pasien nomor 2849, an. W, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 2860, an. YH, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat;
  9. Pasien nomor 2862, an. RCM, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Sekarteja, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 2875, an. S, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kabupaten Jember, Jawa Timur;
  11. Pasien nomor 2908, an. AJ, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Kamis ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 2412, an. J, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 3023, an. AIS, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

 

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi mengatakan,  bertambahnya jumlah kematian akibat Covid-19, dihimbau kepada seluruh warga NTB agar senantiasa tetap waspada serta patuh dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19.

Diingatkan, jika mengalami keluhan terkait kesehatan diharap untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan takut memeriksakan diri.

Disarankan sesegera mungkin memeriksakan diri maka tindakan medis yang tepat dapat lebih cepat diberikan, sehingga dapat mengurangi risiko penyakit yang lebih berat dan bisa lekas sembuh.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi..

Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Sekda Lantik Dua Pejabat Tinggi Pratama Lingkup Pemprov NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si melantik dan mengambil sumpah janji dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkup Pemerintah Provinsi NTB di Ruang Anggrek, Kamis 17 September 2020.

Pelantikan disaksikan Asisten I dan III Setda NTB, serta Kepala BKD Provinsi NTB. Dalam sambutannya, Sekda mengatakan,  mutasi dan rotasi adalah sebagian dari proses alamiah dalam kebutuhan organisasi.

Sekda berpesan kepada Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB yang baru, Ir. I Gusti Bagus Sugihartha yang sebelumnya menjabat sebagai Staff Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, Infrastruktur dan Pembangunan untuk selalu siap menghadapi tantangan dan tugas dalam waktu singkat untuk menjalankan tugas-tugas pasca gempa.

“Dalam waktu yang singkat ini sangat diharapkan sinergisitas BPBD yang sudah baik dalam penanganan gempa agar paripurna dengan menggerakan potensi internal serta koordinasi yang lebih mantap lagi di lapangan khususnya dengan aparat keamanan,” pesannya.

Sekda juga berpesan kepada Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, Infrastruktur dan Pembangunan, Ir. H. Azhar, MM yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Provinsi NTB, dengan melihat perjalanan karirnya selama ini, mampu berkoordinasi dan menghadapi tantangan untuk ke depan.

“Kita ingin bangkit menuju NTB Gemilang, tapi kita terhalang dengan keterbatasan fiskal yang ada. Oleh karnanya mudah-mudahan dalam kapasitas sebagai Staff Ahli Gubernur terinspirasi dalam menghasilkan motivasi dalam merancang investasi,” jelasnya.

Sekda berpesan kepada Staf Ahli dan Kalak BPBD untuk terus berproses dan berharap dapat mengemban amanah yang diberikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTB dengan sebaik-baiknya.

“Tentu yang akan terjadi akan menjadi atensi bapak-bapak yang mengemban amanah baru. Saya yakin tidak akan memerlukan waktu yang cukup lama untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

HmsNTB




Wagub Ajak Perempuan Tunjukkan Profesionalismenya

Tidak ada lagi pembedaan antara laki-laki dan perempuan. Karena hal tersebut tidak mempengaruhi profesionalitas maupun prestasi di dunia kerja

MATARAM.lombokjournal.com

Perempuan di Indonesia harus terus meningkatkan kapasitas diri, menunjukkan profesionalisme sehingga menjadi tenaga kerja yang kompetitif.

Kesempatan tenaga kerja wanita untuk berkiprah di Indonesia sudah terbuka lebar.

“Saya pernah bekerja di dunia profesional yang mana di lingkungan kerja saya, saya sendiri yang perempuan. Tetapi saya bisa membuktikan bahwa perempuan bisa berprestasi dan memberikan kontribusi terbaik,” kata Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalillah.

Hal tersebut disampaikannya ketika membuka webinar yang diinisiasi oleh BPJS Ketenagakerjaan di Pendopo Wakil Gubernur, Kamis (17/09/20).

Dalam webinar bertema “Optimalisasi Peran Perempuan dalam Pembangunan Nasional Melalui Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan”, Wagub menyampaikan, Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini dapat menjamin kelangsungan dari pekerja.

Karena itu, melalui webinar ini Wagub berharap sistem ketenagakerjaan ke depan makin baik.

“Sehingga kiprah perempuan NTB dan perempuan Indonesia dalam membangun NTB maupun Indonesia sudah tidak ada pembedaan antara laki-laki dan perempuan,” kata Wagub.

PR saat ini yang terkait isu perempuan harus ditangani bersama-sama.

Menurut Wagub, hal ini menyangkut cara pandang masyarakat tentang kekerasan, terhadap perempuan dan hal-hal yang berhubungan dengan isu perempuan.

Dengan adanya Jamsostek, diharapkan keberlangsungan pekerjaan-pekerjaan profesional itu bisa dijaga, dan lebih mendorong profesionalitasnya.

“Sehingga Jamsostek ini menjadi satu elemen penting untuk mendorong profesionalitas dan produktivitas daripada pekerja perempuan,” ungkap Wagub yang kerap disapa Umi Rohmi.

Umi Rohmi menekankan tidak ada lagi pembedaan antara laki-laki dan perempuan. Karena hal tersebut tidak mempengaruhi profesionalitas maupun prestasi di dunia kerja.

“Hal ini harus dimulai sejak dini dari keluarga tidak membedakan laki-laki dan perempuan. Apapun cita-cita anak selama itu baik dan memberikan kontribusi positif terhadap bangsa harus didorong,” jelas Umi Rohmi dengan penuh semangat.

Di akhir, Umi Rohmi mengucapkan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan dapat memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan NTB Gemilang.

Program Perisai

Ketua Pokja I TP-PKK Provinsi NTB, Yusmi Zustia mengatakan, PKK dan BPJS Ketenagakerjaan telah bersinergi melakukan program perisai dengan beberapa Kader Posyandu, Kader Dasawisma, maupun dengan seluruh Tim Penggerak PKK seluruh NTB.

“Sampai saat ini PKK bisa dikatakan semua pengurus PKK tingkat provinsi sudah ikut dalam program perisai. Kemudian PKK Kab/kota maupun tingkat desa sudah diimbau oleh Ibu Gubernur untuk mengikuti program BPJS ini,” jelasnya.

Ia mengajak semua perempuan NTB di masa pandemi ini untuk tetap produktif, karena pada masa seperti ini tugas perempuan khususnya seorang ibu untuk mendidik dan mengubah karakter anak dari yang biasa menjadi luar biasa.

“Maka kader-kader PKK yang berada di pedesaan itu diberikan pelatihan dengan keterampilan yang ada baik itu pembuatan kue, menjahit, dan keterampilan yang bisa menambah penghasilan,” pesannya.

Direktur Keuangan BPJAMSOSTEK, Evi Afiatin mengaku terkejut dan mengapresiasi karena salah satu pimpinan di NTB adalah seorang perempuan. Menurutnya, perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam menjalankan tugas.

“Jaman dulu itu kesempatan bagi perempuan itu hanya ada di dalam rumah membantu suaminya. Tetapi bukan berarti perempuan itu tidak optimal, karena sebagai ibu rumah tangga perempuan sangat berperan untuk menunjang keberhasilan suami dan untuk mendidik anak-anaknya hingga berhasil,” katanya.

HmsNTB




Menag RI bersama Gubernur NTB Resmikan Gedung Baru UIN Mataram

Fachrur Razi berharap bukan hanya dari sisi bangunan saja yang luar biasa, namun kualitas SDM  Mahasiswanya juga harus lebih luar biasa

MATARAM.lmbokjournal.com — Menteri Agama RI, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, S.I.P., S.H., M.H, bersama Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, meresmikan gedung baru Rektorat, Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Kamis (17/09/20).

Dalam peresmian itu, yang ikut mendampini Menag Fachrur Razi yaitu Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Prof. Dr. Mutawalli, M.Ag, dan Anggota Komisi VIII DPR RI, Ir asal NTB, H. Nanang Samoedra.

UIN Mataram memiliki gedung besar dan mewah. Pembangunan gedung tersebut sempat terhenti tahun 2005. Dan oleh Rektor Prof. Dr. Mutawalli, berhasil dilanjutkan hingga diresmikan saat ini.

Atas peresmian gedung UIN Mataram itu, Menteri Agama mengapresiasi dan merasa bangga atas penyelesaian pembangunan gedung UIN Mataram yang pernah mangkrak tersebut.

“Senang sekali saya bisa berada di tengah-tengah keluarga UIN, karena ketika saya datang ke UIN atau pesantren ada sesuatu yang berbeda. Kita masuk ke tempat akademik dengan Imtaq yang tinggi, Imtek yang tinggi juga. Dikarenakan Imtaqnya tinggi, pasti wawasan keislaman dan kebangsaan sangat tinggi,” kata Menag Fachrul Razi.

Menag juga merasa kagum atas bangunan yang sudah dinanti-nanti selama 6 tahun, sejak tahun 2015 silam. Ia berharap bukan hanya dari sisi bangunan saja yang luar biasa, namun kualitas SDM  Mahasiswanya juga harus lebih luar biasa.

Ia minta bangunan gedung ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, untuk berbuat sesuatu bukan hanya untuk kemajuan UIN, tapi juga untuk kemajuan daerah maupun Negara Indonesia.

“Ketika saya masuk ke UIN, saya sangat kagum sekali dengan bangunan-bangunan yang ada. melihat aspek dari pembangunan fisik kita tidak ketinggalan. Oleh sebab itu kita memiliki tantangan supaya tidak dari fisik saja tetapi juga non-fisiknya luar biasa,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur NTB dalam sambutannya mengatakan, di tengah kemewahan dan kemegahan gedung Kampus UIN Mataram, ada hal yang paling esensial dan menjadi tanggungjawab bersama.

Disampaikan gubernur,  gedung besar, mewah dan megah itu, harus mampu diisi oleh orang-orang hebat di dalamnya.

Gubernur mengingatkan, jangan sampai gedung mewah tersebut kehilangan ruhnya, jangan sampai gedung ini menjadi kumuh, karena di dalam gedung ini kita tidak mampu hadirkan atau mengisinya dengan orang-orang hebat, yang akan mampu mengharumkan nama UIN Mataram ini hingga ke seluruh penjuru negeri bahkan dunia.

Seperti kata bijak dari China, “Gunung itu tidak harus tinggi, yang penting ada Dewanya. Sungai itu tidak perlu dalam, yang penting ada Naganya,” ujarnya.

BACA JUGA;

Untuk itu ke depan gubernur berharap,  Kementerian Agama RI harus punya terobosan baru, dengan melakukan pertukaran tenaga-tenaga Dosen ke seluruh ke seluruh wilayah Indonesia.

Hal ini dinilai sebagai langkah strategis, untuk menggodok proses pendidikan di Indonesia.

“Dengan demikian cita-cita Presiden Jokowi menjadikan Indonesia pusat peradaban Islam akan menjadi kenyataan,” tutupnya.

HmsNTB




Pesan Gubernur Sambut Pilkada, Jaga Kerukunan

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) jangan sampai menjadi celah saling mencaci dan mencari kesalahan orang lain

MATARAM.lombokjournal.com

Momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) diharapkan tidak menjadi pemecah kerukunan antar masyarakat NTB. Sebaliknya, Pilkada harus dijadikan ajang mempererat keharmonisan.

Pesan itu disampaikan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat menyapa Umat Hindu di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abiantubuh, Kamis (17/09/20).

“Partai boleh beda, calon boleh beda, tapi senyum kita harus senantiasa semanis mungkin dengan tetangga-tetangga kita,”  ucap Gubernur yang kerap disapa Bang Zul tersebut.

Pilkada disebutnya jangan sampai menjadi celah saling mencaci dan mencari kesalahan orang lain.

Ia berharap kabupaten/kota di NTB dalam Pilkada mendatang akan mendapatkan orang terbaik dan layak untuk memimpin daerahnya kelak.

“Pilkada ini adalah pesta rakyat untuk memilih pelayan, siapa yang memiliki waktu untuk melayani rakyat, bukan menjadi raja. Oleh karena itu, biasanya yang mau melayani itu orang yang betul-betul mau berkorban untuk kita semua,” jelasnya.

Bang Zul juga meminta masyarakat untuk patuh dalam menaati protokol kesehatan Covid-19. Termasuk dalam pelaksanaan Pilkada, protokol kesehatan wajib untuk dilakukan.

“Mudah-mudahan dengan pola hidup sehat ini, NTB bisa kembali menjadi zona hijau dan normal kembali,” harap Bang Zul.

Terakhir, Ia mengucapkan terima kasih atas sambutan masyarakat yang begitu hangat dan penuh rasa kekeluargaan.

Hal ini menurut Bang Zul, membuktikan bahwa NTB merupakan daerah yang ramah untuk dikunjungi oleh siapapun.

Ketua Pura Dalem Swasta Pranawa, Ida Wayan Sugata mengaku sangat senang dengan kehadiran Gubernur di tengah-tengah umat Hindu hari ini.

Mewakili masyarakat, Ia berharap Gubernur dapat terus amanah dalam melaksanakan tugasnya selaku pemimpin di Provinsi NTB.

“Kami merasa bangga dan terharu, kami dari tahun 60-an, baru kali ini, tumben-tumben dikunjungi oleh orang nomor satu di daerah kita, terima kasih pak Gubernur NTB,” ungkapnya.

BACA JUGA;

Bapaslon Deklarasi Mematuhi Protokol Covid-19, Wagub Yakin Tidak Ada Klaster Pilkada

Kegiatan ini kemudian ditutup dengan pemberian bantuan untuk pembangunan untuk Pura Dalem yang secara langsung diserahkan Gubernur kepada Ketua Pura Dalem Swasta Pranawa.

HmsNTB




Bapaslon Deklarasi Mematuhi Protokol Covid-19, Wagub Yakin Tidak Ada Klaster Pilkada

Membuktikan keseriusan Bapaslon, dan juga kekompakannya untuk bersama menjalankan Pilkada dengan sukses dan aman

MATARAM.lombokjounal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan,  Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di tengah pandemi Covid-19 merupakan momentum bagi Bapaslon Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota untuk menujukkan kepedulian menjaga masyarakat di Kabupaten/Kota masing-masing.

“Sehingga tidak ada klaster pilkada,” katanya.

Wagub mengatakan itu saat menghadiri deklarasi bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota untuk mematuhi protokol Covid-19 pada semua tahapan Pilkada serentak tahun 2020 di Provinsi NTB, yang berlangsung di Lapangan Tenis Polda NTB, Kamis (17/09/20).

“Menjaga keselamatannya, menjaga keamanannya dan tidak ada klaster Pilkada setuju bapak ibu? Insya Allah setuju semua, saya sangat yakin seyakin-yakinnya semua kita di sini menempatkan keselamatan nyawa di atas segala-galanya,” kata wagub.

Lebih lanjut dikatakan, apapun yang kita lakukan pijakannya adalah keselamatan nyawa. Dan kita tahu pandemi ini bukan hanya masalah NTB, Indonesia, bahkan dunia melawan Covid-19 yang belum ada vaksinnya.

“Belum ada vaksinnya sekarang dalam bentuk medicine atau dalam bentuk obat. Vaksinnya saat ini adalah pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan,” ujar Wagub.

Menurutnya, menerapkan protokol kesehatan tidaklah susah, hanya dibutuhkan keyakinan dan ketekunan diri.

Maka kesempatan ini diharapkan mampu dimanfaatkan oleh Bapaslon untuk menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat, khususnya dengan menjaga setiap kegiatan mengikuti protokol Covid-19 dan tidak berkerumun.

“Di masa pandemi, berkerumun menunjukkan ketidakpedulian kita terhadap keselamatan nyawa masyarakat kita. Percayalah banyaknya orang yang berkerumun itu tidak menunjukkan bahwa kita pasti menang. Jadi kemenangan, tidak ditunjukkan oleh banyaknya orang yang berkerumun. Pemenangan Bapak Ibu ditunjukkan seberapa banyak orang akan mencoblos gambar bapak ibu di bilik suara.Dan inilah saatnya untuk menggunakan media teknologi, inilah saatnya untuk jual visi misi dengan cara yang tepat sesuai pandemic, dan inovasi dari bapak ibu pasti akan menjadi penilaian masyarakat,” ungkap Wagub.

Wagub mengapresiasi kehadiran Bapaslon Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota dalam deklarasi mematuhi protocol Covid-19.

Hal itu membuktikan keseriusan Bapaslon, dan juga kekompakannya untuk bersama menjalankan Pilkada dengan sukses dan aman.

Wagub menyampikn  terimakasih kepada Kapolda Prov NTB, Danrem dan Forkopimda Provinsi NTB atas kontribusi dan kekompakan yang luar biasa dalam bahu membahu bersama Pemrov NTB menangani dan mencegah Covid-19.

“Terima kasih atas cinta kasihnya bagi masyarakat NTB, semoga bapak ibu semua yang sudah menyumbangkan tenaga, pikiran, usahanya untuk menyelamatkan masyarakat NTB,” kata Wagub.

Ia mendoakan agar diberi perlindungan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dipelihara selalu oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan diberikan jalan yang lebih baik dan lebih baik lagi kedepannya, mudah-mudahan Bapak KPU dan Bapak Bawaslu juga beserta jajarannya diberi kekuatan, Pilkada NTB harus berlangsung dengan sukses dan aman.

Keselamatan mayarakat

Kepala Polda NTB, Irjen. Pol. M. Iqbal mengajak seluruh jajarannya untuk mengedepankan keselamatan masyarakat dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Menjadi sangat penting bahwa kepatuhan dan disiplin untuk mematuhi protokol kesehatan ini menjadi hal yang dominan dan hal yang utama,” ucapnya.

  1. Iqbal juga menghaturkan rasa terima kasih yang setingginya kepada Wakil Gubernur yang selalu hadir memberikan motivasi untuk bergerak terus terlebih di masa pandemi.

Meskipun saat ini NTB telah menunjukkan landai, akan tetapi protokol kesehatan harus terus dikuatkan. Terlebih untuk menghindari klaster pilkada.

“Jangan sampai ada klaster pilkada di provinsi NTB. Mari kita berjuang inshaAllah mulai hari ini batu pijakan bahwa bapak ibu bakal pasangan calon yang sangat saya hormati mengajak masyarakatnya untuk mematuhi protokol kesehatan,” ujar M. Iqbal.

Ketua KPU NTB, Suhardi Soud menjelaskan, seluruh tahapan Pilkada ini harus menggunakan protokol kesehatan Covid-19.

Sehingga komitmen dari seluruh penyelenggara pemilu, badan pengawas pemilu, Pemerintah Daerah, aparat keamanan dan bakal pasangan calon peserta pemilih dan peserta pemilihan harus sama-sama menjaga dan menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

“Sesuai dengan peraturan KPU nomor 6 dan peraturan KPU nomor 10 yang menyatakan bahwa seluruh tahapan proses pemilihan serentak 2020 itu harus menggunakan protokol Covid-19 yang terdekat dari kegiatan kita adalah penetapan pasangan calon yang Insya Allah tanggal 23 September, 24 penarikan nomor urut dan 26 adalah dimulainya kampanye sampai dengan dengan H-3 sebelum tanggal 9 Desember 2009/2020,” ujarnya.

Kombes Pol Hari Brata S.I.K menuturkan, tidak ada seorangpun yang tidak dapat dihukum ataupun menghindar dari ancaman pidana, kepada siapapun yang melawan Undang-Undang.

“Ini bukan bersifat ancaman. Namun ini buat kita semua. Semua harus bersatu semua harus sama menjadikan hukum sebagai panglima,” ucapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa pada era pandemi ini, keselamatan rakyat adalah yang utama.

BACA JUGA;

Pesan Guberur Sambut Pilkada, Jaga Kerukunan

“Saya mengutip pernyataan apa yang disampaikan oleh Bapak Kapolri bahwa Salus populi suprema Lex esto, dimana keselamatan rakyat merupakan merupakan hukum tertinggi,” tutupnya.

HmsNTB

 




Kuatkan Protokol Covid-19, TP. PKK NTB Gelar “Gebrak Masker” di Pulau Sumbawa

TP PKK dengan seluruh pokjanya berupaya mengatasi dampak Covid-19

DOMPU.lombokjournal.com

Setelah tuntas roadshow di seluruh kabupaten/kota di Pulau Lombok, Ketua TP.PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah melanjutkan di Pulau Sumbawa.

Hj Niken Saptarini mengawali roadshow  di Kabupaten Dompu dengan tema “Gerakan PKK Melawan Covid 19”, Rabu (16/09/20).

Kegiatan yang dirangkai dengan ‘Gebrak Masker’ atau Gerakan Bersama Memakai Masker, dengan menggandeng Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK), tujuannya mengoptimalkan pencegahan dan penularan Covid-19.

“Alhamdulillah ini adalah pertama kali saya bertemu kembali dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Dompu selama masa pandemi Covid-19. Ini suatu pandemi yang baru dan tidak biasa sehingga membutuhkan penanganan yang luar biasa dan kami Tim PKK Provinsi berkoordinasi dengan kabupaten/kota agar tim PKK berada di lapangan membantu pemerintah,” ungkapnya.

Bunda Niken berharap agar TP.PKK berupaya secara optimal dengan seluruh pokjanya mengatasi dampaknya dari Covid-19, bukan hanya pada sisi ekonomi saja, tapi juga pada sisi sosial.

Ditegaskan, kesehatan adalah prioritas utama, karena itu jaga kesehatan. Karena itu diharapkan,  ibu – ibu PKK mengupayakan anak-anak di rumah terjaga dengan baik selama masa pandemi Covid-19.

“Setelah ini PKK Provinsi bersama IKAPTK akan melaksanakan Gebrak Masker dalam rangka mengingatkan kembali masyarakat pentingnya penggunaan masker sebagai solusi penanggulangan Covid -19,” tutupnya.

Ketua TP.PKK Kabupaten Dompu Hj. Eri Aryani berterima kasih atas kunjungan TP PKK Provinsi NTB, yang sekaligus membagi masker kepada masyarakatnya.

Menurutnya, Gebrak Masker ini sangat bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten Dompu.

“Dan kami TP.PKK Kabupaten telah berupaya secara optimal dengan Pokja-pokja membantu penanggulangan Covid-19 ini,” kata Hj Eri.

Membagi 2.500 masker

Dalam kegiatan kali ini, IKAPTK akan membagi masker sebanyak 2.500 lembar. Masing-masing 1.000 masker yang diterima dari Ketua TP PKK Provinsi, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, dan 500 masker diterima Ketua TP PKK Kabupaten, Hj Eri Ariyani.

Usai acara, Ketua TP. PKK NTB, Ketua TP. PKK Kabupaten Dompu, serta Ketua IKAPTK Kabupaten Dompu beserta rombongan, turun langsung ke masyarakat dengan sama-sama berjalan keliling menuju kelurahan Bada, untuk membagikan masker pada masyarakat.

Acara ini turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Kepala Dinas Ketahanan Pangan , Kepala DPMPD Dukcapil Provinsi NTB, Bupati Dompu, Ketua Organisasi Perempuan di Dompu, Ketua Tim Penggerak PKK se Kecamatan di Kabupaten Dompu, serta tokoh agama dan masyarakat.

HmsNTB