Keindahan NTB Dipromosikan di Depan Ahli Geologi

Para ahli geologi diminta ikut menyosialisasikan keselamatan lingkungan khususnya pada sektor pertambangan liar

MATARAM.lombokjournal.com

Nusa Tenggara Bart adalah surganya dunia dan meminta para ahli tersebut untuk menceritakan keindahan ini ke seluruh dunia.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan itu di depan para ahli geologi yang tergabung dalam Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI).

“Saya atas nama pemerintah provinsi mengungkapkan terimakasih telah mengadakan even ke-49 di NTB, dan mudah-mudahan semua yang baik yang bapak ibu temui di sini itu, bisa diceritakan pada Indonesia dan dunia,” tuturnya saat memberikan sambutan pada acara pertemuan ilmiah tahunan IAGI di Killa Senggigi, Jumat (18/12/20).

Diceritakan, Provinsi NTB  terdiri dari dua pulau besar, Lombok dan Sumbawa, serta lebih dari 400 pulau pulau kecil, yang biasa disebut gili.

Gili-gili di NTB memiliki alam yang masih terjaga. Selain itu, Tuhan juga menganugerahkan kandungan alam yang luar biasa banyaknya.

Umi Rohmi, sapaan akrabnya menuturkan, Pemerintah NTB sangat mengetahui, keindahan dan kekayaan alam di provinsi tercinta ini sangat luar biasa.

Pemerintah Provinsi dengan pemerintah kabupaten kota sangat gencar dalam melakukan perlindungan dan pelestarian lingkungan, mulai dari memasifkan pengelolaan sampah hingga penghijauan kembali hutan-hutan yang gundul.

“Kami di NTB ini paham betul bahwa daerah ini luar biasa indah luar biasa kaya, dengan sumber daya alam. Jadi kami paham bahwa pelestarian lingkungan ini menjadi suatu kewajiban yang harus betul-betul kita perjuangkan bersama,” ujarnya.

Melalui kesempatan ini, Umi Rohmi meminta kepada para ahli geologi untuk ikut menyosialisasikan keselamatan lingkungan khususnya pada sektor pertambangan liar yang marak terjadi dan menimbulkan kerusakan lingkungan.

“Dalam kesempatan ini, saya tentunya ingin titip juga sama bapak ibu semua, yuk kita kampanyekan, supaya tidak ada tambang-tambang ilegal yang sangat membahayakan kehidupan kita. Karena kadang-kadang tambang ilegal yang kecil yang dikelola secara tidak bertanggung jawab, itu yang merusak citra secara keseluruhan,” ajaknya.

Perlu diketahui, pertemuan IAGI merupakan event ke-49 yang sangat dinantikan bagi para ahli geologi. Kalangan yang hadir dalam kegiatan ini berasal dari akademi, praktisi dan birokrasi.

Pertemuan yang dibalut dalam nuasan kekeluargaan menjadi ajang silaturrahmi dan berbagi ilmu bagi para ahli geologi dengan bidang kerja yang berbeda-beda dan keahlian yang berbeda-beda pula.

Pertemuan IAGI kali ini menjadi spesial, karena bertepatan dengan ulang tahun IAGI yang ke-60.

Di umur yang sudah cukup mapan, tentunya IAGI dituntut sebagai organisasi profesi yang dapat memberikan kontribusi yang besar bagi bangsa dan negara. Khususnya dalam bidang kebumian sehingga pembangunan yang berwawasan sumber daya dan bencana geologi dapat terlaksana.

Isu lingkungan menjadi isu yang sangat seksi akhir-akhir ini, mengingat meningkatnya jumlah penduduk yang meningkatkan kebutuhan akan komoditi geologi. Seperti bahan tambang dan kebutuhan akan ruang mengakibatkan isu-isu lingkungan semakin perlu untuk diperhatikan.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 18 Desember 2020, Bertambah 29 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 16 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Petugas kesehatan di kabupaten/kota diharapkan melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19

 

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia Mataram, Laboratorium TCM RSUD Bima dan Laboratorium TCM RSUD Praya mengkonfirmasi ada tambahan 29 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers, Jum’at (18/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 107 (seratus tujuh) sampel dengan hasil 77 (tujuh puluh tujuh) sampel negatif, 1 (satu) sampel positif ulangan, dan 29 (dua puluh sembilan) sampel kasus baru positif Covid-19, 16 pasien sembuh, tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 29 (dua puluh sembilan) kasus baru terkonfirmasi positif, 16 (enam belas) tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at (18/12/20) sebanyak 5.211 (lima ribu dua ratus sebelas) orang, dengan perincian 4.398 (empat ribu tiga ratus sembilan puluh delapan) orang sudah sembuh, 269 (dua ratus enam puluh sembilan) meninggal dunia, serta 544 (lima ratus empat puluh empat) orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

Diharapkan, kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

TAMBAHAN 29 KASUS BARU POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUh 16 ORANG, tidak ada KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 5183, an. MY, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;.
  2. Pasien nomor 5184, an. ER, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  3. Pasien nomor 5185, an. E, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Tawali, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  4. Pasien nomor 5186, an. S, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  5. Pasien nomor 5187, an. H, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  6. Pasien nomor 5188, an. M, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Praya;
  7. Pasien nomor 5189, an. TSU, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Praya;
  8. Pasien nomor 5190, an. SW, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Gerantung, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  9. Pasien nomor 5191, an. RD, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Suangi Timur, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  10. Pasien nomor 5192, an. AM, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Jotang, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  11. Pasien nomor 5193, an. MVA, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Konte, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  12. Pasien nomor 5194, an. LL, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  13. Pasien nomor 5195, an. GAAPB, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  14. Pasien nomor 5196, an. EKS, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  15. Pasien nomor 5197, an. ZA, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Sepukur, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  16. Pasien nomor 5198, an. NMHW, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Sokong, KecamatanTanjung, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  17. Pasien nomor 5199, an. LYIH, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Jurit, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  18. Pasien nomor 5200, an. EYG, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Tiwugalih, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  19. Pasien nomor 5201, an. KA, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  20. Pasien nomor 5202, an. MKFS, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Geres, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  21. Pasien nomor 5203, an. MIHH, laki-laki, usia 3 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4967. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  22. Pasien nomor 5204, an. S, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Geres, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4968. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  23. Pasien nomor 5205, an. F, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Desa Geres, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4968. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  24. Pasien nomor 5206, an. PP, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Suangi, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  25. Pasien nomor 5207, an. HM, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  26. Pasien nomor 5208, an. MW, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Universitas Mataram;
  27. Pasien nomor 5209, an. RAH, perempuan, usia 8 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Siloam Mataram;
  28. Pasien nomor 5210, an. FSR, laki-laki, usia 4 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
  29. Pasien nomor 5211, an. GK, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Siloam Mataram.

Hari Kamis ini terdapat 16 (enam belas) tambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 4700, an. AH, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima;
  2. Pasien nomor 4743, an. SZH, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 4792, an. M, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  4. Pasien nomor 4798, an. A, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Lamusung, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  5. Pasien nomor 4821, an. BF, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur;
  6. Pasien nomor 4825, an. AB, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4876, an. S, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Leming, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 4885, an. DKH, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  9. Pasien nomor 4958, an. DAP, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  10. Pasien nomor 4963, an. AL, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Labuhan Kertasari, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  11. Pasien nomor 4964, an. H, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  12. Pasien nomor 4979, an. J, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  13. Pasien nomor 4980, an. K, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  14. Pasien nomor 4983, an. RK, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Leseng, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa;
  15. Pasien nomor 5096, an. T, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  16. Pasien nomor 5164, an. IKWP, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Penanganan Pandemi Covid-19 di NTB Dinilai Efektif

Melalui rekomendasi hasil pemeriksaan BPK, Pemprov NTB diharapkan melaksanakan perbaikan kebijakan yang tepat sasaran

MATARAM.lombokjournal.com

Dalam melakukan penanganan pandemi Covid-19, kinerja Pemerintah Provinsi NTB dinilai cukup efektif.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi NTB mengungkapkan itu, dalam penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja dan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) atas penangangan Pandemi Covid-19 di Auditorium BPK Perwakilan NTB, Jumat (18/12/20).

Gubernur Zulkieflimansyah

Kepala BPK Perwakilan Provinsi NTB, Hery Purwanto menjelaskan, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengukur, apakah penanganan pandemi Covid-19 telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Pemeriksaan kinerja atas efektivitas penanganan pandemi Covid-19 pada Pemprov NTB meliputi, pengelolaan atas pengujian, penelusuran kasus, perawatan dan edukasi serta sosialisasi,” jelasnya.

Melalui rekomendasi hasil pemeriksaan BPK, Pemprov NTB diharapkan membuat dan melaksanakan perbaikan kebijakan yang tepat sasaran.

“Mengingat rekomendasi hasil pemeriksaan mempunyai karakteristik, antara lain rekomendasi diberikan hanya kepada pihak yang bertanggung jawab dan rekomendasi harus disampaikan sejalan dengan tujuan, temuan dan kesimpulan hasil pemeriksaan, ” kata Hery Purwanto.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah yang hadir dalam acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan tersebut, mengapresiasi sinergi yang telah dilakukan BPK NTB dengan Pemerintah Provinsi NTB dan DPRD Provinsi NTB dalam menangani masalah kesehatan Covid-19.

“Alhamdulilah kinerja BPK dengan Pemerintah Daerah sangat baik, sehingga BPK NTB dapat bekerja dengan maksimal dan semoga kerjasama ini bisa terus dilanjutkan,” tutur Gubernur NTB.

Wakil Ketua I DPRD Provinsi NTB, Mori Hanafi mengucapkan rasa syukurnya kepada BPK NTB yang telah memberikan saran dan masukan kepada Pemerintah Provinsi NTB.

Ia berharap sinergi dan kerjasama yang baik terus dijalankan untuk mengurangi kekeliruan dan dapat dijadikan pembelajaran bagi Pemerintah Daerah Provinsi NTB.

“Kami atas nama DPRD Provinsi NTB, terima kasih atas penyerahan LHP ini. Semoga dapat dijadikan pembelajaran bagi Pemerintah Daerah Provinsi NTB kedepannya,” kata Mori.

Rr/HmsNTB




Di Masa Pandemi, Perempuan Garda Terdepan Selamatkan Keluarga, Daerah dan Bangsa

Kaum  Perempuan harus jadi garda terdepan pelopori penegakkan protokol kesehatan

MATARAM.lombokjonurnal.com

Puncak perayaan Hari Ibu ke-92 bertema “Perempuan Berdaya Indonesia Maju”, yang juga rangkaian peringatan HUT ke-62 Provinsi NTB, digelar di Graha Bakti Praja Kantor Gubernur, Jumat (18/12/20).

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengingatkan, kaum perempuan di NTB bahkan di Indonesia untuk menjadi garda terdepan menyelamatkan diri, keluarga, daerahnya dan bangsanya dalam menegakkan protokol kesehatan selama masa pandemi ini.

“PR kita bersama adalah tentunya sekarang bagaimana semua itu tersinergi dalam melindungi keluarga kita bersama dan membantu pemerintah Provinsi NTB ini menjaga masyarakat dalam berkegiatan di masa pandemi ini dan tetap berdaya,” ungkap Umi Rohmi, sapaan Wagub NTB.

Umi Rohmi mengingatkan, seluruh organisasi wanita agar mampu memberdayakan seluruh ibu-ibu yang ada di lingkungan sehingga membentuk generasi emas demi masa depan NTB yang Gemilang.

“Ibu itu perannya luar biasa di dalam pembangunan keluarga dan lingkungan, suntikan energi dalam hal-hal positif terhadap keselamatan keluarga hingga paham betul tentang bagaimana menciptakan keluarga yang sejahtera dan anak yang cemerlang,” pesannya.

Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, Sesepuh Organisasi Wanita NTB mengatakan bahwa perempuan adalah pelopor dalam membawa keluarga dan masyarakatnya kembali sehat, kembali produktif dan menuju cita-cita bersama yaitu NTB Gemilang dan Indonesia maju.

Bunda Niken menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh Ibu yang ada di dunia ini atas perjuangan dan pengorbanannya untuk seluruh anak-anak di dunia ini.

Sebelumnya saat yang sama, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) NTB, Hj. Lale Prayatni Gita Ariadi saat itu hadir sekaligus membacakan sejarah singkat Hari Ibu.

“jejak perjuangan para perempuan terdahulu telah menempuh jalan panjang untuk mewujudkan peranan dan kedudukan perempuan Indonesia dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Puncak perayaan hari Ibu kali ini dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Smeeton bersama seluruh Organisasi Wanita kabupaten/kota se- NTB dan di rangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada tiga Perempuan Inisiator di Prov. NTB.

Rr/HmsNTB

 




Pabrik Pakan Ternak di STIPark Banyumulek, Progresnya Sudah 80 Persen

Pabrik pakan merupakan rangkaian dari program industrialisasi di bidang pertanian

MATARAM.lombokjournal.com

Hadirnya pabrik pakan ternak yang dibangun di STIPark Banyumulek, Lombok Barat (Lobar), maka peternakan  di NTB akan menjadi lebih baik karena akan ada jaminan ketersediaan pakan.

Pembangunan pakan ternak unggas yang kini sudah mencapai 80 persen,  menjadi bagian dari program industrialisasi yang sedang digaungkan oleh Pemprov NTB.

Para peternak pun akan senang karena harga bahan-bahan baku akan relatif stabil dan terjaga jika muncul industri pakan di dalam daerah.

“Industrialisasi itu harus dimulai demi kebaikan kita bersama. Saya senang melihat progress pabrik pakan ternak kita yang sudah 80 persen penyelesaiannya di STIP Banyumulek Lombok Barat, Luar biasa,” puji Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah, Jumat (18/12/20).

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti, SE, ME mengatakan, pembangunan pabrik pakan merupakan rangkaian dari program industrialisasi di bidang pertanian, khusus komoditi jagung mulai dari hulu hingga hilirisasinya dalam bentuk pakan.

“Kami menangani hilirisasinya, sementara Dinas Pertanian di hulunya mulai dari pembibitan, corn dryer. Jadi itulah gambaran siklus ekosistem industrialisasi per komoditinya,” terang Nuryanti.

Ia mengatakan, pabrik pakan unggas ini bisa menjadi kado HUT NTB di bulan Desember meskipun hari ini belum rampung. Namun direncanakan di akhir Desember nanti akan dimaksimalkan peluncurannya.

“Bisa kita bilang ini kado HUT NTB. Ini ibaratnya bulan Desember ini moment kita untuk evaluasi pencapaian-pencapaian kita,” ujarnya.

Adapun target operasional pabrik pakan ini direncanakan di triwulan pertama tahun 2021 mendatang setelah gadung dan mesin di dalamnya sudah siap. Setelah dua fasilitas utama tadi tersedia, tinggal penyiapan sumberdaya manusia yang akan dimaksimalkan agar operasional pabrik berjalan dengan baik.

Pemprov NTB berharap hadirnya pabrik pakan ternak yang dibiayai dari APBD ini menjadi awal yang baik untuk semakin berkembangnya usaha peternakan di NTB, karena selama ini pakan unggas masih bergantung dari luar daerah.

Rr/HmsNTB

 




Kado HUT NTB, BKD NTB Raih Predikat I dalam Implementasi SAPK dari BKN

NTB menerapkan secara konsisten dan konsekwen implementasi SAPK

MATARAM.lombokjournal.com

Badan Kepegawain Daerah (BKD) Provinsi NTB mendapatkan predikat  pertama dalam implementasi Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) dan Pemanfaatan CAT dari Badan Kepegawaian Pusat (BKN).

Pemprov NTB juga meraih predikat ke II dalam menerapkan pengawasan dan pengendalian bidang kepegawaian.

Kepala BKD Provinsi NTB, H. Muhammad Nasir mengatakan, penghargaan tersebut diberikan oleh BKN usai kegiatan webinar yang diikuti oleh BKD seluruh Indonesia, Kamis (17/12/20).

Tentunya, penghargaan ini menjadi salah satu kado bagi Provinsi NTB yang sedang merayakan hari jadinya yang ke 62.

“Ini sebagai kado kita di HUT NTB ke 62, tadi award diberikan melalui Webinar. Jadi memang khusus kita diundang untuk mengikuti Webinar, semua daerah ada dan langsung diumumkan di bagian akhir,” kata Kepala BKD Provinsi NTB H. Muhammad Nasir, Kamis (17/12/20).

Pihaknya secara konsisten dan konsekwen menggunakan aplikasi SAPK tersebut. Itulah yang membuatnya mendapatkan penghargaan.

Sebab ada provinsi yang memiliki aplikasi yang lebih bagus, namun tidak konsisten dalam menggunakan SAPK tersebut

M Nasir mengatakan, kegiatan seleksi harus menggunakan sistem aplikasi, misalnya seleksi CPNS atau pun seleksi lainnya yang menggunakan sistem komputer .

Sehingga pengawasannya tidak bisa dilakukan secara sendiri, melainkan ada pihak-pihak lain yang bisa mengawasi secara bersama-sama.

“Contoh kemarin waktu SKD CPNS kemarin itu, langsung  diawasi oleh BKN di ring satu, kemudian pengawasannya langsung dari inspektorat, BPKP dan dari polisi. Jadi kita betul-betul menerapkan SOP yang ada,” terangnya.

Ia  mengatakan, pihaknya menerapkan secara konsisten dan konsekwen implementasi SAPK tersebut, sehingga mendapat award yang tidak terduga.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 17 Desember 2020, Bertambah 16 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 10 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR dan TCM RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD Dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium TCM RSUD Kota Bima, Laboratorium TCM RS H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Laboratorium TCM RSUD Bima mengkonfirmasi ada tambahan 16 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers, Rabu (16/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 207 (dua ratus tujuh) sampel dengan hasil 185 (seratus delapan puluh lima) sampel negatif, 7 (tujuh) sampel positif ulangan, dan 16 (enam belas) sampel kasus baru positif Covid-19, 10 pasien sembuh, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 16 (enam belas) kasus baru terkonfirmasi positif, 10 (sepuluh) tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (17/12/2020) sebanyak 5.182 (lima ribu seratus delapan puluh dua) orang, dengan perincian 4.382 (empat ribu tiga ratus delapan puluh dua) orang sudah sembuh, 269 (dua ratus enam puluh sembilan) meninggal dunia, serta 531 (lima ratus tiga puluh satu) orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 16 KASUS BARU POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBU 10 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 5167, an. DP, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 5168, an. EK, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Dadibou, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  3. Pasien nomor 5169, an. R, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Bima;
  4. Pasien nomor 5170, an. WBAS, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  5. Pasien nomor 5171, an. U, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Adu, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  6. Pasien nomor 5172, an. N, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  7. Pasien nomor 5173, an. SR, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
  8. Pasien nomor 5174, an. IMWA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Renteng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Praya;
  9. Pasien nomor 5175, an. MY, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  10. Pasien nomor 5176, an. RA, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  11. Pasien nomor 5177, an. J, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  12. Pasien nomor 5178, an. A, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Bagik Papan, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  13. Pasien nomor 5179, an. SF, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  14. Pasien nomor 5180, an. MAS, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Lantung;
  15. Pasien nomor 5181, an. AKM, laki-laki, usia 72 tahun, penduduk Desa Ngeru, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  16. Pasien nomor 5182, an. M, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal.

Hari Kamis ini terdapat 10 (sepuluh) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3588 an. I, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Dena, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima;
  2. Pasien nomor 4450, an. SD, laki-laki, usia 9 bulan, penduduk Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima;
  3. Pasien nomor 4507, an. M, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima;
  4. Pasien nomor 4691, an. AH, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Desa Kakiang, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  5. Pasien nomor 4736, an. S, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa;
  6. Pasien nomor 4828, an. Y, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Wora, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima;
  7. Pasien nomor 4890, an. MK, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  8. Pasien nomor 4892, an. AF, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  9. Pasien nomor 4910, an. AK, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  10. Pasien nomor 5097, an. S, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa.

Hari ini terdapat 1 (satu) penambahan kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 5182, an. M, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119




Gubernur Launching NTB MALL Saat HUT NTB ke-62

Jumlah UMKM yang terdaftar di marketplace NTB Mall tersebut hingga akhir Desember mendatang sebanyak 1000 pelaku usaha

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi NTB melaunching NTB Mall bertempat di Kantor Dinas Perdagangan Provinsi NTB,  Kamis (17/12/20). Acara tersebut menandai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi NTB ke-62.

Dalam sambutannya, Gubernur DR H. Zulkifliemnsyah mengaku bangga dengan gebrakan Dinas Perdagangan bersama Dekranasda Provinsi NTB. Menurutnya, pada zaman sekarang ini pemerintah harus hadir mengaomodir seluruh usaha masyarakat.

“Ini luar biasa, saya yakin pelaku usaha pasti terbantu dengan keberadaan NTB Mall,” ungkap Gubernur yang populer disapa Bang Zul.

Tantangan UMKM bukan pada proses pembuatannya, sebab jika semua orang diberikan ruang untuk membuat suatu produk, pasti bisa dan tentunya dengan hasil yang bagus. Namun tantangannya pada pemasarannya.

“Kesulitan UMKM kita bukan pada proses pembuatannya, namun pada Pemasarannya, ketika barang sudah jadi, mereka bingung mau jual kemana. Untuk itu, NTB Mall ini hadir untuk membantu memasarkan produk masyarakat hingga ke luar negeri,” tutup Bang Zul.

Gubernur Jawa Barat, H.Ridwan Kamil yang juga hadir pada acara tersebut mengaku bangga dan mengapresiasi produk-produk yang hasil karya UMKM NTB. Menurutnya, produk tersebut memang harus dipasarkan secara digital, seperti yang telah ada di aplikasi E-Mall tersebut.

“Ini harus didukung, produknya bagus-bagus, pelaku usaha di NTB saya yakin sangat bersyukur dengan keberadaan NTB Mall, orang-orang bisa pesan lewat aplikasi E-Mall,” ungkapnya saat melihat hasil produk UMKM NTB.

Secara khusus, Ridwan Kamil berpesan kepada pelaku usaha di Provinsi NTB, di zaman ini jangan sampai terlena terlalu jauh dalam sebuah persaingan.

“Kurangi persaingan, perbanyak kerjasama, dengan begitu, pelaku usaha pasti semakin jaya,” ungkap Kang Emil.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, H.Fathurrahman selaku penggagas NTB Mall mengatakan, Marketplace tersebut merupakan wadah bagi UMKM NTB untuk memasarkan produknya dengan berbasis aplikasi online.

“Alhamdulillah, NTB Mall ini telah kita launching, ini kado spesial untuk daerah kita tercinta,”ungkap Fathurrahman.

Fathurrahman menargetkan, jumlah UMKM yang terdaftar di marketplace NTB Mall tersebut hingga akhir Desember mendatang sebanyak 1000 pelaku usaha.

Sebanyak 1000 pelaku usaha itu akan mendaftarkan produk mereka, baik di NTB Mall online maupun NTB Mall Offline.

“Salah satu syarat UMKM yang bisa masuk di NTB Mall ini adalah punya izin edar hingga memiliki kemasan menarik,” tambahnya.

NTB Mall menjadi batu loncatan produk UMKM NTB melebarkan sayapnya. Karena target pasar tak hanya bagi warga NTB saja, melainkan hingga ke Asia Tenggara yang dijangkau dengan sistem cash on delivery (COD) ekspor. Dengan begitu UMKM tidak perlu takut penipuan pembeli.

“Pada HUT NTB ini, kita ingin menaikkan kelas UMKM lokal setara Internaisonal, menaikkan  profit dan omzet UMKM pasca terdampak Pandemi Covid-19,” tutupnya.

Rr/HmsNTB




Kang Emil Tebar Pantun Saat Perayaan HUT NTB

“Ikan hiu makan cabe, I Love You NTB”

MATARAM.lombokjournal.com

Acara Tasyakuran Peringatan HUT NTB ke 62, Kamis (17/12/20) berlangsung meriah dan hangat.

Acara yang digelar di Gedung Graha Bakti Praja Kantor Gubernur NTB itu juga dihadiri secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil saat menyampaikan pidato kebangsaan di hadapan Gubernur NTB, Wakil Gubernur, Forkopimda dan ratusan undangan lainnya, memberikan pantun-pantun segar yang membuat acara semakin meriah.

Kang Emil, panggilan karib Ridwan Kamil, mengawali pantunnya seputar salam silaturrahim dari masyarakat Jawa barat.

Memakai kerudung bermotif sulam, dipuji suami setiap saat, dari Bandung datang ke Mataram, menyampaikan silaturrahim rakyat Jawa barat,” kata Kang Emil di hadapan seluruh tamu undangan yang hadir dengan protokol kesehatan yang ketat tersebut.

Pantun kedua dari Kang Emil seputar makanan khas Provinsi NTB serta tema besar HUT NTB yang ke-62.

Makan ayam Taliwang, bayarnya dua puluh ribu, jika NTB Gemilang, Insya Allah Indonesia maju,” tambah kang Emil yang disambut tepuk tangan meriah tamu undangan.

Tak lupa, Kang Emil menyampaikan pantun Jabar Juara.

Kue coklat mengundang selera, rasanya pun begitu lezat, jika Jawa Barat juara, maka Indonesia menjadi hebat,” tambah Kang Emil.

Mantan Walikota Bandung itu mengaku bangga bisa menghadiri perayaan HUT NTB tersebut. Ia pun tidak datang sendiri,

Kang Emil datang bersmaa istri hingga membawa beberapa Kepala OPD Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang nantinya akan menindaklanjuti kerjasama yang telah disepakati kedua provinsi.

“Alhamdulilah saya tidak datang sendiri, saya datang bersama beberapa kepala dinas dan istri tercinta,” ungkap pria yang terkenal humoris tersebut.

Tak hanya pada saat awal-awal pidato, Kang Emil juga melempar pantun saat menutup pidato kebangsaannya.

Ia mengaku, pantun tersebut di tulis langsung oleh istrinya saat berada di dalam pesawat.

Ikan hiu makan cabe, I Love You NTB,” tutup Kang Emil.

Rr/HmsNTB




Jabar-NTB Connection; Bang Zul dan Kang Emil Sepakat Kembangkan Potensi Ekonomi Kreatif

 Kerjasama NTB dan Jabar merupakan langkah awal dalam mendekatkan hubungan kemitraan NTB dan Jawa Barat

MATARAM.lombokjournal.com

Dalam menyambut perhelatan akbar di Mandalika tahun depan, salah satunya MotoGP, Pemerintah Provinsi NTB membutuhkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Terutama melatih UMKM di NTB, agar mampu menghasilkan produk-produk kerajinan yang berkualitas, eye catching dan harganya yang terjangkau. Sehingga mampu menyemarakkan event balap sepeda L’etape Tour de France, MotoGP dan Superbike tahun 2021 mendatang.

Hal itu disampaikan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dalam jumpa pers usai penandatanganan kerjasama antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang berlangsung pada momentum peringatan HUT ke 62 Provinsi NTB di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Kamis (17/112/20).

Peringatan HUT ke 62 Provinsi NTB tersebut dirayakan secara terbatas dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Jumpa pers yang dihadiri Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, terungkap bahwa kerjasama NTB dan Jabar merupakan langkah awal dalam mendekatkan hubungan kemitraan NTB dan Jawa Barat.

Selain Bang Zul dan Kang Emil, jumpa pers juga dihadiri oleh Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si dan Asisten II Provinsi NTB, Ir. H. Ridwan Syah.

Direct flight NTB-Jabar

Dikatakan Gubernur Zul, saat ini di Jabar sudah ada komite yang bernama KREASI atau Komite Ekonomi Kreatif & Inovasi.

Lembaga ini dibentuk  untuk mendorong kolaborasi pemangku kepentingan ekonomi  kreatif dalam melahirkan kreativitas dan inovasi yang  memberikan nilai tambah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Bang Zul juga berharap akan ada direct flight antara NTB dengan Jabar. Sehingga nantinya orang-orang Jawa Barat bisa menghabiskan waktunya untuk berlibur menikmati keindahan alam Nusa Tenggara Barat. Begitu juga sebaliknya orang NTB bisa berkunjung ke Bandung.

Terkait progres pembangunan Sirkuit Mandalika, dijelaskan Bang Zul bahwa sampai saat ini pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika berjalan dengan baik. Persoalan-persoalan teknis di lapangan, sudah dapat diselesaikan dengan baik oleh tim independen yang telah dibentuk.

“Alhamdulillah, berkat kerjasama tim independen dan kekompakan TNI dan Polri semua masalah dapat kita selesaikan dengan baik,” tuturnya.

Dalam kesempatan sama, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil juga mengatakan, sejarah kedekatan NTB dengan Jabar sudah berlangsung lama. Banhkan salah satu Gubernur NTB pada periode 1968-1979 adalah asal Tasikmalaya, Jawa Barat.

Menurutnya, ini menunjukkan bahwa hubungan kedua daerah antara NTB – Jabar sudah sedemikian erat. Ia mengajak semua pihak untuk membangun Indonesia.

Membangun Indonesia tidak perlu dikotak-kotakkan. Karena itu ia juga mengajak semua pihak untuk mengurangi kata kompetisi dan memperbanyak kata kolaborasi.

Dalam pandangan Kang Emil, event MotoGP 2021 di Mandalika bukan hanya kebanggaan bagi Nusa Tenggara Barat, namun menjadi kebanggaan seluruh Indonesia.

Maka dari itu, hukumnya wajib bagi masyarakat Indonesia untuk mendukung NTB.

Sebagai bentuk dukungan tersebut, Gubernur Jawa Barat akan mengirimkan orang-orang kreatif Bandung untuk mendukung teknis acara dari sisi produk-produk untuk menyambut MotoGP.

Kerjasama yang dibangun ini diharapkan akan mampu mengalihkan teknologi dan transfer ilmu, sehingga pada saat kebangkitan pariwisata NTB sistem ekologi dari kreativitas sudah terbentuk.

Kang Emil mengungkapkan, kedatangannya ke NTB dengan membawa tim besar, yang terdiri dari tim ekonomi dan perbankkan. Tujuannya untuk melakukan survei langsung terhadap potensi-potensi yang akan dikerjasamakan antara NTB dengan Jabar.

Rr/HmsNTB