UPDATE Covid-19: Hari Selasa, 22 September 2020, Bertambah 24 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 20 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Dihimbau kepada seluruh warga, terutama masyarakat kelompok rentan agar lebih waspada dan lebih intens menjaga kesehatannya

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RS Unram, LaboratoriumPCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium TCM RSUD dr.R.Soedjono Selong dan Laboratorium TCM RSUD Praya mengkonfirmasi, ada tambahan 24 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Selasa (22/09/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 162 sampel dengan hasil 131 sampel negatif, 6 sampel positif ulangan, dan 24 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 20, tidak kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 24 kasus baru terkonfirmasi positif, 20 tambahan sembuh baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa (22/09/20) sebanyak 3.158 orang, dengan perincian 2.479 orang sudah sembuh, 187 meninggal dunia, serta 492 orang masih positif.

Lalu Gita Aryadi mengingatkan, berkenaan dengan berita Menteri Agama Fachrul Razi yang terkonfirmasi Covid-19 setelah kegiatan kunjungan kerja di Provinsi Nusa Tenggara Barat, maka akan dilakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan beliau.

Kegiatan contact tracing terutama akan dilaksanakan pada orang yang berkontak dengan Menag saat;

  1. Pemberian bantuan kepada tokoh agama
  2. Peresmian Gedung Universitas Islam Negeri Mataram, dan
  3. Pembinaan ASN di lingkup Kantor Wilayah Keementerian Agama Provinsi NTB.

“Orang-orang yang pernah kontak erat diminta aktif membantu pelaksanaan contact tracing dengan cara melaporkan diri ke Layanan Provincial Call Center yang nomornya tercantum di bawah ini,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 24 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 20 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3135, an. R, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  2. Pasien nomor 3136, an. S, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  3. Pasien nomor 3137, an. I, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  4. Pasien nomor 3138, an. S, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  5. Pasien nomor 3139 an. IKKD, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Turida, KecamatanSandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  6. Pasien nomor 3140, an. ESH, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3141, an. VIT, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kecamatan Pasar Minggu,Jakarta Selatan,Provinsi DKI Jakarta. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSD Asrama Haji Mataram;
  8. Pasien nomor 3142, an. ISP, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  9. Pasien nomor 3143, an. KYG, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  10. Pasien nomor 3144, an. EMIP, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSD Wisma Seganteng Mataram;
  11. Pasien nomor 3145, an. MAEP, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSD Wisma Seganteng Mataram;
  12. Pasien nomor 3146, an. NWA, perempuan, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  13. Pasien nomor 3147, an. LJ, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  14. Pasien nomor 3148, an. FS, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  15. Pasien nomor 3149, an. NA, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Desa Denggen, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  16. Pasien nomor 3150, an. NMA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  17. Pasien nomor 3151, an. N, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2782. Saatini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  18. Pasien nomor 3152, an. UH, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  19. Pasien nomor 3153, an. AR, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  20. Pasien nomor 3154, an. M, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya;
  21. Pasien nomor 3155, an. WP, perempuan, usia 32 tahun penduduk Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Asy-syfa Sumbawa Barat;
  22. Pasien nomor 3156, an. J, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2903. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kabupaten Bima;
  23. Pasien nomor 3157, an. SR, perempuan, usia 31 tahun , penduduk Desa Cenggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kabupaten Bima;
  24. Pasien nomor 3158, an. HI, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kabupaten Bima.

Hari Selasa terdapat penambahan 20 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2288, an. Ny. R,perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 2636, an. SHH, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 2637, an. AOH, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 2917, an. PL, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Denggen, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  5. Pasien nomor 2924, an. S, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Marada, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  6. Pasien nomor 2963, an. H, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  7. Pasien nomor 2971, an. E, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 2974, an. LRW, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Sandubaya, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 2975, an. F, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Sandubaya, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 2976, an. MS, perempuan, usia 41 tahun, penduduk berdomisili di Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 2984 an. IAAR, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 2985, an. NWW, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan Baru, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 3005, an. SJ, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 3006, an. RS, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  15. Pasien nomor 3014, an. ES, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 3015, an. KN, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 3021, an. S, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  18. Pasien nomor 3078, an. S, laki-laki, usia 73 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  19. Pasien nomor 3096, an. Z, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Desa Tete Batu Selatan, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur;
  20. Pasien nomor 3121, an. MP, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi menghimbau kepada seluruh warga, terutama masyarakat kelompok rentan agar lebih waspada dan lebih intens menjaga kesehatannya.

“Ketika mengalami gejala ringan agar lebih dini memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” katanya.

Dan sebisa mungkin untuk sementara waktu tidak berkegiatan di luar rumah.

“Jika terpaksa keluar rumah harus benar -benar menerapkan protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan rajin cuci tangan serta tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat,” kata Lalu Gita.

Rr/AYA

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Road Show TP PKK NTB di KSB, Konsisten Beri Semangat dan Bangun Sinergi

Kehadiran PKK juga diharapkan dapat terus memberikan layanan dan edukasi bagi masyarakat melalui berbagai programnya

KSB.lombokjournal.com

Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) merupakan lokasi terakhir yang dikunjungi Ketua TP. PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, dalam rangkaian Road Show TP PKK Provinsi NTB.

Kegiatan ini sekaligus rangkaian Gerakan Bersama Pakai Masker (Gebrak Masker). Kecamatan Taliwang dan Kecamatan Brang Ene,  kemudian menjadi dua daerah yang dikunjungi oleh TP PKK Provinsi NTB hari ini, Selasa (22/09/20.

Sebelumnya, Gebrak Masker yang merupakan kolaborasi dengan Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK), telah melakukan sosialisasi dan pembinaan akan pentingnya menggunakan masker di kabupaten/kota se-NTB.

Selain itu, rangkaian Road Show TP PKK Provinsi NTB ini memberi semangat, membangun sinergi dan kekompakan kader-kader PKK di seluruh wilayah NTB.

Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengapresiasi seluruh kader-kader PKK baik tingkat desa hingga kabupaten/kota,  yang telah bersama-sama membantu masyarakat.

Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini, peran dan keterlibatan PKK begitu terasa ke seluruh aspek yang terdampak pandemi.

“Kabupaten Sumbawa Barat adalah titik terakhir di seluruh kabupaten/kota se-NTB dalam rangka memberikan motivasi, semangat dan dukungan kepada seluruh Tim Penggerak PKK di NTB, terutama untuk mengurangi dampak dari pandemi Covid-19,” ucap Ketua TP PKK yang akrab disapa Bunda Niken tersebut.

Bunda Niken memuji KSB yang berhasil menekan laju kasus positif di daerahnya hingga saat ini. Ini bukti kekompakan dan sinergi yang baik seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.

“Alhamdulillah, masyarakat di KSB ini adalah masyarakat yang betul-betul disiplin mematuhi protokol kesehatan,” ungkapnya.

Bunda Niken meminta masyarakat tetap mengedepankan protokol kesehatan di dalam beraktifitas. Kehadiran PKK juga diharapkan dapat terus memberikan layanan dan edukasi bagi masyarakat melalui berbagai programnya.

“Kami berterima kasih kepada seluruh Tim Penggerak PKK di KSB, yang sudah menggerakkan masyarakat KSB untuk selalu hidup sehat dan bersih,” sambung Bunda Niken.

Bunda Niken berharap, produk-produk lokal karya masyarakat KSB dapat terus berproduksi meskipun ditengah pandemi. Bahkan, Bunda Niken yang saat itu mengenakan pakaian tenun karya penenun-penenun asal Kertasari KSB, memuji kualitas lokal yang disebutnya tidak kalah dari daerah-daerah lain.

“Saya yakin produk lokal KSB tidak kalah bagusnya,” ujarnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada OPD-OPD terkait dan IKAPTK yang telah membersamai Road Show PKK dari hari pertama hingga terakhir di KSB hari ini.

KSB tekan kasus positif Covid-19

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin memberikan apresiasi atas kunjungan Ketua TP PKK Provinsi NTB beserta jajaran yang tak kenal lelah membantu masyarakat.

“Kami sangat apresiasi atas kunjungan kerja ibu Ketua PKK yang tak bosan-bosan datang ke KSB untuk mensejahterakan warga NTB pada umumnya dan KSB khususnya,” tuturnya.

Musyafirin mengungkapkan, masyarakat di KSB merupakan orang-orang yang sangat patuh pada protokol kesehatan, salah satunya menggunakan masker.

Hal inilah yang membuat KSB mampu menekan kasus-kasus positif baru pandemi Covid-19.

Ia mengungkapkan, saat ini sejumlah desa di KSB telah berhasil masuk 10 besar terkait lomba Kampung Sehat yang merupakan inisiasi Polda NTB.

Namun, Musyafirin menilai juara bukan menjadi prioritas melainkan kehidupan yang sehat secara berkelanjutan adalah tujuan utamanya.

“Juara itu bukan tumpuan terakhir, tapi bagaimana proses kita menciptakan kampung sehat ini. Alhamdulillah, ibu-ibu PKK sudah bersinergi didalam membangun Kampung Sehat ini,” terangnya.

Musyafirin kemudian berharap agar kader-kader PKK yang ada di KSB dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia pun berjanji akan terus membantu dan memberikan dukungan penuh untuk kesejahteraan para kader-kader PKK.

Sebelumnya, Ketua TP PKK KSB, Hj. Hanipah Musyafirin melaporkan bahwa hingga saat ini PKK KSB terus melaksanakan berbagai program pokok PKK tentunya dengan mengutamakan protokol kesehatan.

Berbagai program itu seperti pembimbingan dan pembinaan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) pada kelompok UMKM, kegiatan posyandu, penyuluhan pemanfaatan pekarangan, kegiatan Gebrak Masker di seluruh kecamatan hingga melakukan kegiatan pengajian.

“Terutama di masa pandemi Covid-19 saat ini, peran serta PKK sangat terasa karena dengan semangat ibu-ibu kader PKK di desa memberikan semangat kepada keluarga di semua bidang,” jelas Hj. Hanipah.

Begitu pula dengan lomba Kampung Sehat yang saat ini mendapat dukungan penuh dari PKK KSB. Ia menilai Kampung Sehat merupakan implementasi dari keberhasilan 10 program pokok PKK.

“Ketika 10 program pokok PKK dijalankan dengan baik, menggerakkan masyarakat khususnya ibu-ibu dasawisma sangat membantu mewujudkan tujuan dari diadakannya Kampung Sehat,” sebutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Niken beserta rombongan juga turut meninjau pameran pangan lokal khas KSB.

Selanjutnya, rombongan TP PKK Provinsi NTB mengunjungi Desa Mura Kecamatan Brang Ene. Di sana, terdapat pelayanan KB, posyandu keluarga dan kelompok-kelompok dasawisma.

Desa Mura juga merupakan desa yang termasuk ke dalam 10 besar lomba Kampung Sehat.

Bunda Niken yang menyaksikan keindahan Desa Mura kemudian memberikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh jajaran pemerintah Desa Mura atas semangatnya dalam mewujudkan Kampung Sehat.

Dalam Road Show kali ini, Ketua TP PKK Provinsi NTB turut pula didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi NTB, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Kepala Dinas PMPD Dukcapil Provinsi NTB serta Kepala BKKBN Provinsi NTB.

Sama halnya dengan kabupaten/kota lainnya, OPD terkait dan IKAPTK juga memberikan bantuan berupa masker dan bantuan pokok untuk menyukseskan berbagai program PKK di KSB.

HmsNTB




Wartawan Yang Meliput Kunker Menag Fahrul Razi Jalani Tes Swab

MATARAM.lombokjournal.com

Tujuh wartawan yang meliput Menteri Agma, Fahrul Razi saat kunjungan kerja ke Lombok,menjalani tes usap, Selasa (22/09/2020).

Karena sebelumnya Fachrul Razi melakukan sejumlah kegiatan dalam agenda kunjungan kerja ke Lombok pada 16-17 September lalu.

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, pada tanggal 17 September melakukan tes swab dan dinyatakan positif Covid-19

“Setelah Gubernur,Sekda dan Karo Kesra beserta sebanyak 52 orang staf dan pegawai di Biro Humas dan protokol Pemprov NTB melakukan tes , hari ini sebanyak tujuh wartawan yang meliput saat kunjungan Menteri dilakukan tes Swab usap,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Najamudin Amy, ditemui usai melakukan swab di Balai Penelitian dan Kesehatan (Litbankes) NTB, Selasa (22/09/2020).

Semua ini dilakukan untuk memastikan kondisi para pegawai, serta para awak media yang biasanya meliput kegiatan di lingkup Pemprov NTB, agar tetap dalam keadaan baik.

Petugas Swaber litbangkes NTB, Siti Azhariah menyatakan, Swab usab yang dilakukan ini merupakan swab antigen yang pengecekannya melalui saluran pernapasan (hidung).

“Namnya swab antigen,tidak ada bedanya  dengan swab antibodi lewat darah tapi ini lewat hidung saluran pernapasan,swab lewat hidung ini nanti hasilnya berupa Reaktif dn non rektif, jika reaktif akan dilanjutkn dengan swab PCR di RSUP NTB,” terangnya.

Dikatakan, hasil swab usab teman- teman wartawan akan di ketahui pada Jam dua (Selasa) siang .

Ketujuh Wartawan yang melakukan tes swab pada hari ini yakni M.Natsir dari media Suara NTB, Sirtupilaili dan Yuyun dari media Lombok post, Azwar Zamhuri dari media Radar Lombok, Emi Kusuma(SCTV), Fitri Rahmawati (Kompas Tv) Serta Idham (Kompas.com).

AYA

 




Wagub Apresiasi Inovasi SamsatApps dan Go-SIM

Inovasi pelayanan tersebut memberikan kemudahan kepada masyarakat sekaligus akan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan

MATARAM.lombokjurnal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi inovasi pelayanan digital, yaitu SamsatApps dan Go-SIM, yang dimiliki oleh Ditlantas Polda NTB di tengah pandemi Covid-19.

Peluncuran aplikasi ini dinilai tepat dan menjadi solusi agar pelayanan tetap berkualitas meskipum di tengah pandemi.

Wagub Hj Sitti Rohmi

“Peluncuran SamsatApps dan Go-SIM tentunya ini sungguh-sungguh menjawab tantang masa kini dan saya sangat bangga dengan apa yang dilakukan Polda NTB yang sungguh-sungguh mengedepankan bagaimana agar bisa mendekatkan pelayanan ke masyarakat apalagi sekarang di masa pandemi ini,” kata  Wagub saat Syukuran Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-65 tahun 2020 di Lapangan Tenis Polda NTB, Selasa (22/09/20).

Menurut Wagub, inovasi pelayanan tersebut memberikan kemudahan kepada masyarakat sekaligus akan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Tidak hanya itu, sosialisasi edukasi protokol Covid juga akan semakin dipermudah.

Pada momentum tersebut, Wagub juga menghanturkan ucapan terimakasih kepada Ditlantas Polda NTB atas kontribusi dan kerja kerasnya selama ini.

“Mudah-mudahan apa yang sudah dilakukan oleh Polisi Lalu Lintas NTB ini bisa kita hargai oleh seluruh masyarakat NTB, dengan cara tentunya mematuhi peraturan lalu lintas,” ucapnya.

Wagub mengingatkan, semakin banyak jumlah kendaraan maka tantangan juga semakin banyak.

Tantangan-tantangan ini menjadi PR bersama, bagaimana mengedukasi masyarakat dalam berlalu lintas yang aman serta sungguh-sungguh bisa masuk ke seluruh lapisan masyarakat.

Tidak hanya itu, penegakan hukum harus semakin baik, supaya tidak ada orang yang berani berlalu lintas dengan cara ugal-ugalan di jalan raya.

atas nama Pemprov NTB, Wagub mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-65 kepada Polisi Lalu Lintas Bhayangkara.

“Semoga di ulang tahun ini  menjadi di momen refleksi untuk semakin terus bisa meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat, khususnya untuk mewujudkan pelayan yang profesional, modern , dan terpercaya,” ucapnya.

Ke depan lebih baik

Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal menyampaikan bahwa makna dari Syukuran Ulang Tahun Lalu Lintas Bhayangkara adalah berkontemplasi, ke depan harus lebih baik.

“Saya selaku Kapolda NTB mengucapkan selamat ulang tahun kepada fungsi lalu lintas yang ke-65, pada peringatan hari lalu lintas ini temanya adalah Road Safety Policing, bagaimana melakukan pemolisian di bidang lalu lintas untuk berkeselamatan di jalan raya,” ungkapnya.

“Saya ucapkan terima kasih dan menghargai luar biasa terobosan kreatif yang dilakukan oleh pak Dirlantas dan tim  melalui program yang baru saja kita launching bersama Ibu Wagub, saya dan pak Danrem, yaitu program Go-SIM dan SamsatApps di jajaran Polda Nusa Tenggara Barat,” katanya.

Terobosan pelayanan digital ini, dinilai sangat tepat terlebih pada masa pandemi saat ini.

“Terima kasih banyak, Go-SIM ini semangatnya sama dengan semangat Ibu Wagub, sehingga kita mengurangi kerumunan masyarakat untuk memutus mata rantai Covid-19 ini. Terobosan ini tidak banyak dilakukan oleh Polda-polda lain,” tutupnya.

Direktur Ditlantas NTB, Kombes Pol  Noviar mengemukakan, momen peringatan HUT Lalu Lintas Bahayangkara dipergunakan untuk memantapkan langkah intropeksi menjadi aparat negara yang melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dengan jiwa pengabdian serta beban kultur paradigma Polri yang humanis, profesional dan terpercaya.

Saat ini, Polantas Polda NTB  memiliki 838 personil. ”

Tentu dengan jumlah personil yang ada ini dibarengi dengan tatanan tugas yang ada, kedepan saya yakin tugas ini semakin berat, hari ini juga di bangun dengan jumlah penduduk dengan pertumbuhan sekitar 1,8 persen per tahun dan pertumbuhan kendaraan yang saat ini sudah berjumlah sekitar 2 juta lebih kendaraan,” ujarnya.

Labih jauh, dari data Kopolisian dilaporkan khusus kejadian kecelakaan lalu lintas pada semester satu tahun 2020 ada 633 kasus dengan jumlah korban meninggal dunia 177 orang, luka berat 115 orang, luka ringan lebih dari 650 orang.

“Dari data tersebut, kita berharap bisa kita kendalikan, bisa kita kurangi,” ujarnya.

Ditlantas telah melakukan berbagai upaya menangani dan mencegah permasalahan tersebut.

“Kami berupaya semakin meningkatkan disiplin, motivasi dan semangat dalam pengabdian khususnya kita di Provinsi NTB ini tengah pandemi covid-19 mohon doa restu untuk penugasan kami kedepan lebih baik, lebih sempurna,” tutupnya.

HmsNTB




Bang Zul dan Umi Rohmi, Paling Banyak Diperbincangkan Netizen

Nama Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tetap di posisi satu dan dua, karena kami memantau selalu ada hal yang menarik setiap hari yang menjadi konsumsi perbincangan netizen

MATARAM.lombokjounal.com —  Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Dr.Hj Sitti Rohmi Djalilah di posisi teratas. Sebagai tokoh paling banyak diperbincangkan para netizen, sejak tahun 2019 hingga September 2020.

Koordinator Tim Ahli PRCC Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Jian Budiarto mengatakan, pihaknya mengambil data dari media online dan tiga platform media social, yaitu Facebook, Instagram dan Twitter.

Basis analisanya yaitu berdasarkan jumlah pemberitaan media online serta jumlah mention dan tag di media sosial.

Secara konsisten nama Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Dr.Hj Sitti Rohmi Djalilah berada di posisi satu dan dua tiap pekannya.

Untuk di posisi tiga yang paling banyak diperbincangkan netizen selalu berubah-ubah, tergantung isu yang hangat pada saat itu.

“Terkadang di posisi tiga tokoh yang paling banyak diperbincangkan netizen di NTB setiap pekannya itu bisa menteri, bisa Kepala OPD atau tokoh yang lainnya. Kan lumayan sering menteri datang ke NTB. Itu bisa juga menjadi trending topik. Namun nama Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tetap di posisi satu dan dua, karena kami memantau selalu ada hal yang menarik setiap hari yang menjadi konsumsi perbincangan netizen,” kata Jian Budiarto., Selasa (22/09/20).

Berdasarkan data hasil analisis sepanjang 2019 hingga 2020, Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah atau Bang Zul disebutkan namanya dalam pemberitaan media online serta mendapat mention dan tag di media sosial sebanyak 17.617 kali.

Sehingga ia menempati posisi satu. Sementara di posisi dua nama Dr.Hj Sitti Rohmi Djalilah atau Umi Rohmi mencuat sebanyak 15.264 kali.

Posisi ke tiga ada nama Fahri Hamzah dengan jumlah perbincangan sebanyak 14.090  kali, posisi ke empat muncul nama TGH M Zainul Majdi atau TGB yang diperbincangkan sebanyak 9.787 kali.

Di posisi ke lima muncul nama Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. Nurhandini Eka Dewi dengan jumlah perbincangan sebanyak 829 kali.

Selanjutnya di posisi ke enam, mencuat nama Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri dengan jumlah perbincangan sebanyak 684, di posisi ke tujuh ada nama Sekda NTB, H. Lalu Gita Ariadi dengan jumlah perbincangan sebanyak 482, posisi ke delapan muncul nama Kapolda NTB Irjen Pol M. Iqbal dengan jumlah perbincangan sebanyak 459.

Kemudian di urutan ke sembilan ada nama Karo Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy dengan jumlah perbincangan sebanyak 438, urutan ke 10 muncul nama Dirut RSUD NTB dr. Hamzi Fikri dengan jumlah perbincangan sebanyak 376.

Selanjutnya dari urutan ke 11 sampai 15 masing-masing figur yang mendapat atensi di permberitaan media online dan mention serta tag di media sosial di NTB yaitu Lalu M. Zohri (330) , Prof. Dien Syamsudin (288) Najwa Shihab (263) dr HL Herman Mahaputra (243) Eva Yolanda (124).

HumasNTB




Kelas Barista, Cara Selly-Manan Berdayakan Milenial Mataram Untuk Berwirausaha

Pelatihan barista ini tidak hanya memberikan materi saja, tetapi juga praktik sehingga para peserta memiliki keterampilan dan siap untuk membuka usaha kopi

lombokjournal.com —

MATARAM ; 

Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Mataram, Hj. Putu Selly Andayani dan TGH. Abdul Manan atau yang dikenal dengan paket SALAM, membuat gebrakan dalam mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat di Kota Mataram.

Di tengah kelesuan ekonomi akibat pandemi COVID-19, duo Paslon itu mulai membangkitkan semangat berwirausaha masyarakat dengan menggelar pelatihan meracik kopi melalui kelas Barista.

Paslon usungan PDIP dan PKS ini menggelar kelas Batista selama dua hari di Kedai Mr. Dim-Dim di Jalan Bung Karno Lingkungan Jempong, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram sejak Minggu (20/09) dan Senin (21/09).

Peserta pelatihan barista datang dari berbagai kalangan, seperti santri,  mahasiswa dan milenial di sejumlah lingkungan di Kota Mataram. Mereka tampak antusias mengikuti pelatihan.

April, seorang milenial Kota Mataram mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, banyak manfaat dari pelatihan tersebut.

“Saya merasa acara ini bermanfaat sekali ya untuk milenial seperti saya. Sekarang kawan-kawan saya sedang banyak yang berminat dengan kopi, namun hanya sekedar hobi. Di sini saya belajar seni membuat kopi yang bisa saya kembangkan menjadi bisnis,” kata April, salah satu peserta pelatihan, Senin (21/09/20).

Paslon SALAM bekerjasama dengan Kedai Mr. Dim-Dim memfasilitasi sebanyak 29 milenial untuk berkarya dan mengasah skillnya.

Program Kelas Barista Salam merupakan bentuk kongkret pemberdayaan ekonomi kerakyatan untuk menggairahkan UMKM di Kota Mataram.

“Pelatihan seperti ini bisa menjadi modal ilmu buat kami membuka usaha mandiri. Kalau bisa harus ada program lanjutan dengan durasi lebih panjang. Terima kasih Pak Tuan Guru Manan,” ujar April.

Sementara itu, Calon Wakil Wali Kota Mataram TGH Abdul Manan, mengatakan, pelatihan Kelas Barista Salam sebagai salah satu upaya dan komitmen pihaknya untuk mengantisipasi dampak ekonomi yang timbul selama masa pandemi Covid-19.

Hal ini guna mengimplementasikan konsep Mataram Berkah dan Cemerlang yang menjadi pemikiran Calon Wakil Wali Kota Mataram, TGH Abdul Manan agar masyarakat meningkat pendapatan ekonomi keluarganya.

“Maka dari itu kita memilih untuk melakukan pelatihan kopi kepada para millenial dalam memanfaatkan salah satu dampak akibat wabah Covid-19,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelatihan barista ini tidak hanya memberikan materi saja, tetapi juga praktik sehingga para peserta memiliki keterampilan dan siap untuk membuka usaha kopi.

Selain memberikan pelatihan barista. Tuan Guru Manan mengungkapkan, pihaknya juga memberikan materi wirausaha kopi. Hal itu menyusul, potensi kopi lokal NTB sangat banyak. Namun masih banyak yang belum tergarap dengan maksimal.

Oleh karena itu, pelatihan yang diberikan di Kedai Mr. Dim-Dim sangat berbeda dengan penyelenggara pelatihan lainnya. Kedai Mr. Dim-Dim juga diminta memberikan pendampingan secara terus menerus sehingga memastikan pelatihan dapat bekerja selain harus menyuplai bahan baku secara konsisten.

“Tidak hanya itu, peserta diharapkan mampu melakukan pemasaran hingga delivery kepada RT dan RW. Program ini diharapkan tidak hanya membantu calon pengusaha kopi, namun juga membantu ratusan ribu petani kopi di NTB yang sedang kesulitan juga untuk ekspor kopi ditengah wabah,” tandas Tuan Guru Manan.

Me




Kunker DPRD Badung ke Lombok Utara Diterima Langsung Bupati dan Ketua DPRD

Kedatangan Anggota DPRD Badung mengaku mendapat kehormatan,  bisa diterima langsung oleh Bupati lengkap dengan Ketua dan anggota DPRD KLU, Pj. Sekda, dan sejumlah Kepala OPD

TANJUNG.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH bersama Ketua DPRD Nasrudin, SHI kompak menerima kunjungan kerja (kunker) pimpinan dan anggota Komisi II dan IV DPRD Kabupaten Badung, Provinsi Bali,

Kegiatan menerima wakil rakyat dari Badung itu berlangsung di aula bupati setempat, Senin (21/09/20).

Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar menyampaikan selamat datang kepada rombongan komisi II dan komisi IV, sembari memaparkan singkat deskripsi Lombok Utara sebagai kabupaten paling muda di Provinsi NTB.

“Karena kami banyak keluarga dari Bali maka di sini bapak dan ibu bisa menemukan beberapa tempat yang namannya sama dengan di Bali. Contoh di Bali ada Kabupaten Badung di sini ada dusun namanya Badung. Ada juga Karang Subagan dan lain-lain,” seloroh Bupati Najmul.

Menurut bupati, setidak-tidaknya kesamaan nama itu menunjukan secara historis Lombok Utara dan Badung memiliki hubungan.

Dijelaskan, di Kabupaten Lombok Utara, penduduk yang beragama Hindu sejumlah 17 ribu jiwa.

“Kami memberikan perhatian yang sama. Baru saja (beberapa hari lalu-red), kami memberi bantuan mobil untuk transportasi dan operasional PHDI,” jelasnya.

Diterangkan Najmul, itulah cara pemerintah daerah menjaga dan merawat keamanan di Kabupaten Lombok Utara.

Menurutnya, langkah itu ternyata mendapat apresiasi pihak Kementerian Agama RI dengan memberi penghargaan kepada Lombok Utara sebagai kabupaten peduli kerukunan umat beragama di NTB dan Indonesia pada umumnya.

Sekjen APKASI tersebut juga mengutarakan maksud kunjungan rombongan Komisi II dan IV DPRD Badung, salah satunya berkaitan dengan Covid-19.

Di Lombok Utara, awalnya pandemi corona memang sangat mengkhawatirkan seluruh elemen masyarakat gumi Tioq Tata Tunaq.

Tapi dalam waktu tidak terlalu lama masyarakat bisa bersahabat dengan covid-19 dikarenakan terjalinnya kerjasama yang solid dari semua pihak di KLU.

“Awalnya KLU zero Covid-19 selama dua bulan. Tetapi bulan berikutnya pecah telur hampir di setiap kecamatan,” jelasnya lagi.

Pemkab Lombok Utara bersyukur lantaran terjalinnya kerjasama semua pihak, mulai dari karantina wilayah di tiap-tiap desa. Masyarakat-cukup melakukan karantina di desa masing-masing.

Selain itu, masyarakat tetap didampingi satgas Covid-19 di tingkat desa.

“Sekarang kami hanya merawat 1 orang yang mendekati kesembuhan. Sehingga saya minta izin kepada bapak Gubernur NTB untuk memasukkan anak-anak sekolah mulai dari pondok pesantren maupun sekolah di bawah Dikpora,” terang bupati.

Tapi sebelum rencana itu direalisasikan, Pemkab Lombok Utara memanggil semua pimpinan ponpes, komite, kepala desa, dan kepala dusun agar mengimbau anak-anak sekolah harus selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Jadwal untuk anak SD, SMP, dan SMA partime. Bisa 1, 2 hingga 3 kali tatap muka perminggu, tergantung jumlah siswa, sebagai bentuk uji coba,” imbuhnya.

Ditegaskan orang nomor satu di gumi Tioq Tata Tunaq ini, Pemda Lombok Utara mendeklarasikan New Normal.

Begitu pun dengan tempat pariwisata juga sudah mulai dibuka, misalnya obyek wisata 3 Gili dan Senaru dengan mematuhi protokol Covid-19.

Bupati Najmul juga menjelaskan, hal lain yang berpengaruh terhadap penanganan Covid-19 di Lombok Utara adalah tenaga kesehatan bina wilayah, yaitu 1 dokter 1 desa dan 1 ambulans 1 desa.

Pihaknya bersyukur hampir di setiap desa ada dokter. Pun di rumah sakit juga diikhtiarkan pelayanan sederhana melalui Kartu KLU sehat.

Diceritakan, pada awalnya Pemda KLU sepenuhnya menggunakan BPJS. Dampak positifnya KLU menjadi salah satu kabupaten dengan kategori UHC. Kategori itu mendapatkan penghargaan dari Presiden Lombok Utara termasuk Universal Healt Coverage di NTB.

“Tapi ketika terjadi gempa bumi 2018, kami kecewa terhadap BPJS dengan alasan gempa itu dianggap sebagai force major. Masyarakat kami tidak ditangani,” sesal Ketua PDNW KLU itu.

Imbasnya, dari 238.000 jiwa yang dibayarkan preminya disisakan 10.000 jiwa saja. Sisanya dikonversikanke kartu KLU Sehat.

“Alhamdullilah sampai RS Sanglah pun bisa kami tangani. Terkait pasien Covid-19 hingga saat ini kami bersyukur tinggal merawat 1 orang saja, sehingga kita bisa kembali zero Covid-19 di KLU,” pungkasnya di hadapan rombongan DPRD Badung.

Mendapat kehormatan

Ppimpinan rombongan DPRD Badung yang juga Ketua Komisi II DPRD Badung Agung Anom Gumanti, SH menyampaikan apresiasi sembari berbahagia, pasalnya kedatangan mereka mendapat kehormatan bisa diterima langsung oleh Bupati lengkap dengan Ketua dan anggota DPRD KLU, Pj. Sekda, dan sejumlah Kepala OPD.

Penerimaan itu, sambungnya, di luar ekspetasi pihaknya ketika hendak melakukan kunjungan di tempat lain.

“Lombok Utara menjadi inspirasi kami kala melihat Bali tahun 1980, seperti inilah perkembangan pariwisatanya. Kami menganggap tanah Lombok menjadi tanah kelahiran kami yang kedua setelah Bali,” tuturnya lugas.

Disampaikan tujuan kedatangan rombongan Komisi II dan Komisi IV ke Lombok Utara, disamping studi banding juga yang lebih utama mempererat tali silaturrahmi.

“Tahun 2020 ini di Kabupaten Badung juga dilaksanakan Pilkada. Saya dan seluruh teman-teman mengucapkan terima kasih atas waktu dan tempat penerimaan kami yang luar biasa ini,” pungkas legislator yang pernah kunker pascagempa 2018.

Kegitan penerimaan anggota DPRD Badung itu dihadiri Pj. Sekda KLU Drs. H. Raden Nurjati, anggota DPRD KLU Bagiarti, SH, Raden Nyakradi, Saparudin, Lalu Muhamamd Zaki, kepala OPD serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian acara ditutup dengan pemberian cinderamata oleh bupati kepada ketua rombongan DPRD Badung, diakhiri dengan foto bersama anggota komisi II dan IV.

api




Gubernur Imbau Masyarakat Disiplin Patuhi Protokol Kesehatan

Hasil tes swab, Gubernur dinyatakan Negatif Covid-19

 MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melaksanakan tes swab, usai mendengar kabar Menag RI, Fachrul Razi positif Covid-19 setelah melaksanakan kunjungan kerja ke NTB.

Hasil tes swab, Gubernur dinyatakan Negatif Covid-19.

Gubernur menegaskan, ia negatif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark RT-PCR SARS-COV-2 bernomor 0275/S.CO/SBW/IX/2020.

“Alhamdulillah sudah dites swab. Hasilnya negatif,” kata Gubernur.

Bang Zul juga mendapatkan informasi hasil swab sejumlah pejabat. Untuk Sekda NTB, Karo Kesra dan Karo Humas beserta 50 staf biro Humas dan Protokol, semuanya negatif.

Diharapkan, dengan hasil ini tidak ada lagi spekulasi maupun kekhawatiran, dampak dari kunjungan Menteri Agama, belum lama ini.

Gubernur kembali mengingatkan masyarakat NTB untuk mematuhi protokol kesehatan untuk menghindari Covid-19.

“Pakai masker jika keluar rumah, jaga jarak, dan sering cuci tangan. Atau selalu sediakan hand sanitizer. Karena kita tidak tahu, siapa pembawa virus ini,” tuturnya.

Kondisi Fahrul Razi baik

Melalui siaran pers Kementerian Agama, mengumumkan, Menteri Agama Fachrul Razi terkonfirmasi positif Covid-19. Namun saat ini kondisi fisiknya dalam keadaan baik.

Dijelaskan Kevin Haikal, Staf Khusus Menteri Agama, tnggal  17 September, Menag melakukan tes swab dan hasilnya positif.

“Namun, alhamdulillah kondisi fisik beliau hingga saat ini terpantau baik, tidak ada gejala-gejala mengkhawatirkan,” terang Kevin di Jakarta, Senin (21/09/20).

BACA JUGA;

Terkonfirmasi Positif Covid-19, Menag Fahrul Razi Menjalani Isolasi dan Istirahat

Saat ini Menag Fahrul Razi menjalani proses isolasi dan istirahat. Ini bagian dari wujud komitmen Fahrul Razi dalam menaati peraturan protokol kesehatan dan memutus mata rantai kemungkinan penyebaran.  Covid-19.

Juru Bicara (Jubir) Kementerian Agama, Oman Fathurahman menambahkan, Menag saat ini akan fokus menjalani proses isolasi dan pemulihan kesehatan.

Untuk pelaksanaan tugas birokrasi, Menag sudah mengkoordinasikan dan sekaligus mendelegasikannya kepada Wakil Menteri Agama, serta memberi arahan kepada para pejabat terkait.

HmsNTB




2 Tahun Zul-Rohmi, Wagub; Membangun NTB dengan Kebersamaan dan Cinta

 Sinergi seluruh pihak itu kunci yang terpenting di dalam membangun NTB

 MATARAM.lombokjournal.com

Dua tahun kepemimpinan pasangan Zul-Rohmi itu telah menggoreskan berbagai capaian pembangunan sesuai visi misi NTB Gemilang.

Wagub Hj Sitti Rohmi Djalillah

“Di awal kepemimpinan di tahun 2018 terjadi musibah gempa, dan di tahun 2020 kita dihadapkan Covid-19. Prinsip kita memang tidak melihat bencana atau tantangan yang ada di depan kita itu sebagai hambatan, justru kita berusaha mengambil hikmah dari semua itu. Bagaimana dengan tantangan yang ada di depan kita produktivitas kita lebih tinggi,” kata Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd.

Wagub mengatakan itu saat sebagai narasumber Dialog Berugaq dengan Tema “Dua Tahun Zul-Rohmi membangun NTB” pada acara berugaq live di TVRI Stasiun NTB, Senin (21/09/20)

Dengan prinsip mengambi hikmah dari bencana, membuat NTB  tetap bisa mencari peluang di masa-masa sulit tersebut.

“Dan alhamdulillah 2 tahun ini walaupun memang hambatannya luar biasa, tetapi pencapaian juga tetap kita dapatkan untuk kemudian bersama-sama membangun sinergi. Karena dengan memanfaatkan seluruh potensi yang ada bersama-sama sesuai kapasitasnya, Insya Allah di balik segala hambatan yang ada pasti selalu ada jalan,” kata Wagub.

Selanjutnya, Wagub menyampaikan pencapaian program unggulan yang berjalan sebagaimana mestinya, dan inovasi-inovasi yang datang dari NTB.

Contohnya, saat gempa bulan Agustus 2018, NTB termasuk terbaik dalam penanganan gempa di Indonesia. Dan di masa pandemi saat ini, Zul-Rohmi juga fokus pada beberapa hal yaitu produktivitas dan keamanan serta ekonomi.

”Allhamdulillah walaupun kita menjalani hambatannya luar biasa tetapi ternyata dalam skala nasional penanganan kita terbaik di masa pandemic, karena kita mau masyarakat hidup aman dan produktif dari sisi ekonominya juga,” ujara Wagub.

Ditambahkan, dengan meluncurkan program JPS Gemilang menjadi motivasi di nasional.

“Karena JPS gemilang kita luncurkan itu menggunakan produk-produk dari NTB sendiri jadi kita tidak memberikan bantuan berupa uang, tapi bagaimana kita mendorong UKM-UKM kita untuk bergerak, hasil merekalah yang kita gunakan untuk membantu saudara-saudaranya,” jelas Wagub.

Tidak hanya hambatan saja, tapi 2 tahun kepemimpinan sudah banyak pencapaian-pencapaian dalam 5 program unggulannya yaitu Industrialisasi, Zero Waste, Revitalisasi Posyandu, Desa Wisata, 1000 Cendikia.

Dijelaskan, program – Program unggulan Zul-Rohmi memang modelnya adalah pemberdayaan masyarakat. Dan programnya berbasis desa.

“Jadi kita tidak mau program unggulan hanya seremonial tetapi kita bangun sistem contohnya berbicara NTB bersih kita ingin secara sistemik sampah menjadi berkah, kita dorong mulai dari hulu seluruh desa di NTB, bagaimana mengubah sampah menjadi berkah dan berguna,” kaanya.

Demikian Revitalisasi Posyandu,  memanfaatkan posyandu yang sudah ada dIperkuat perannya dari sisi edukasi.

“Yang mulanya penyuluhan ibu dan anak kita dorong menjadi posyandu keluarga sehingga permasalahan sosial bisa juga diselesaikan,” ujarnya.

Terkait program unggulan Desa Wisata dan industrialisasi, Wagub NTB mengemukakan, salah satu cara pemerintah dalam mendorong desa agar dapat mengeluarkan potensinya yaitu dengan program unggulan Desa Wisata.

Begitu juga dengan industrialisasi,  pemerintah membantu dengan keberpihakan kepada UMKM – UMKM yang memproduksi mesin, dengan mewajibkan OPD menggunakan mesin buatan produk NTB sendiri.

Sinergi semua pihak

Mengenai 2 tahun kepemimpinan Zul – Rohmi, Wagub NTB mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi sinergitas dari semua pihak untuk bersama membangun NTB.

“Jadi untuk Masyarakat NTB, saya dan pak Gubernur mengucapkan terima kasih atas kontribusi seluruh masyarakat membangun NTB karena kebersamaan kunci kita untuk berhasil, NTB ini kita bangun dengan kebersamaan dan cinta,” ucap Wagub.

Menurutnya kunciya adalah sinergi dari seluruh pihak, di NTB ini kalau kita bicara Forkompinda luar biasa kompaknya, sinergi seluruh pihak itu kunci yang terpenting di dalam kita membangun NTB.

BACA JUGA;

Dua Tahun ‘Zul-Rohmi’, Bangun Industri dan UMKM di Tengah Bencana

“Betul kita menghadapi bencana, betul kita menghadapi gempa dan pandemi, tetapi itu bukan halangan untuk kita terus bergerak maju mewujudkan NTB yang gemilang, insyaAllah dengan sinergi bersama tidak ada yang tidak mungkin,” tegas Wagub.

HmsNTB

 




Bila Tak Ada Kelas, Berapa Iuran yang Dibayar Peserta BPJS Kesehatan?

Kelas standar diharapkan menjadi solusi atas polemik kenaikan iuran BPJS Kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com

Pemberlakuan kebijakan kelas standar bagi peserta BPJS Kesehatan bakal berlaku pada awal 2021 mendatang. Penerapannya akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2022.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi menjelaskan, kelas standar akan menggantikan sistem kelas 1, 2, dan 3 untuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau Bukan Pekerja (BP).

Dengan demikian seluruh peserta nantinya akan tergabung menjadi hanya satu kelas.

“Pada awal 2021 hingga 2022, paket manfaat jaminan kesehatan nasional berbasis kebutuhan dasar kesehatan (KDK) dan rawat inap kelas standar bisa kami terapkan bertahap,” ujar Oscar, seperti dikutip Minggu (20/9/2020).

Meski demikian, pemerintah belum disebutkan secara rinci berapa premi yang dibayarkan para peserta baik itu peserta PBPU maupun BP.

Saat ini, peserta sudah membayar iuran untuk tiap kelas peserta. Iuran tersebut telah mengalami kenaikan seiring dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) 64/2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres 82/2108 tentang Jaminan Kesehatan.

Berikut iuran yang dibayarkan para peserta kelas 1, 2, dan 3 :

Peserta mandiri kelas I: Rp 150.000

Peserta mandiri kelas II: Rp 100.000

Peserta mandiri kelas III: Rp 42.000

Sebelumnya, pemerintah mengatakan perumusan aturan kelas standar ini ada di bawah koordinasi Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN). DJSN pun melibatkan sejumlah pihak yakni Kemenkes, BPJS Kesehatan, Kementerian Keuangan, kalangan akademisi, perhimpunan dan asosiasi rumah sakit.

Adapun pada Januari-September 2020, seluruh pihak diharapkan bisa menyelesaikan rancangan paket manfaat JKN berbasis KDK dan rawat inap kelas standar.

Selanjutnya pada Oktober-Desember 2020, seluruh pihak diharapkan bisa mematangkan proses legal dari aturan tersebut meliputi pembahasan rancangan revisi Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan oleh internal Kemenkes.

Baca:Siap-siap! Kelas Standar BPJS Kesehatan Berlaku Awal 2021

Selanjutnya, harmonisasi revisi Perpres Nomor 82 Tahun 2018 hingga penetapannya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Terakhir, implementasi bertahap mulai awal 2021 hingga akhir 2022.

Sejalan dengan aspek legal, sejumlah persiapan teknis lainnya juga dilakukan pihak terkait. Misalnya, ketersediaan tempat tidur di RS, penyesuaian fasilitas rawat inap kelas standar oleh RS, sumber daya manusia medis dan non medis, hingga ketersediaan sarana dan prasarana di RS.

Ketentuan mengenai kelas standar tercantum dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020. Pada Pasal 54 A berbunyi untuk keberlangsungan pendanaan Jaminan Kesehatan, menteri bersama kementerian/lembaga terkait, organisasi profesi, dan asosiasi fasilitas kesehatan melakukan peninjauan manfaat Jaminan Kesehatan sesuai kebutuhan dasar kesehatan (KDK) dan rawat inap kelas standar paling lambat Desember 2020.

Kelas standar diharapkan menjadi solusi atas polemik kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Termasuk juga antisipasi terhadap lonjakan permintaan peserta untuk turun kelas demi menghindari membayar lebih mahal.

Rr