UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 25 September 2020, Bertambah 28 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 11 Orang,Tidak Ada Kasus Kematian

Petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Prodia, dan Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark mengkonfirmasi, ada tambahan 28 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Jum’at (25/09/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 308 sampel dengan hasil 278 sampel negatif, 2 (dua) sampel positif ulangan, dan 28 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 11,  tidak ada kasus kematian. .

Dijelaskan, adanya tambahan 28 kasus baru terkonfirmasi positif, 11 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari  Jum’at (25/9/2020) sebanyak 3.243 orang, dengan perincian 2.549 orang sudah sembuh, 192 meninggal dunia, serta 502 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi..

Diharapkan juga kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19

TAMBAHAN 28 PASIEN POSITIF COVID-19, SEMBUH 11 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3216, an. K, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3107. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Praya;
  2. Pasien nomor 3217, an. AW, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Abian Tubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
  3. Pasien nomor 3218, an. AL, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  4. Pasien nomor 3219, an. N, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Gapuk, Kecamatan Gerung,Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  5. Pasien nomor 3220 an. RD, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  6. Pasien nomor 3221, an. KKA, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  7. Pasien nomor 3222, an. MAP, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2968. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  8. Pasien nomor 3223, an. BNR, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Batuyang Daya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  9. Pasien nomor 3224, an. H, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  10. Pasien nomor 3225, an. N, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Montong Gading, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3168. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  11. Pasien nomor 3226, an. A, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3168. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  12. Pasien nomor 3227, an. F, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3168. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  13. Pasien nomor 3228, an. TH, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3168. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  14. Pasien nomor 3229, an. H, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3168. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  15. Pasien nomor 3230, an. M, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Montong Gading, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3168. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  16. Pasien nomor 3231, an. A, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3168. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  17. Pasien nomor 3232, an. A, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3168. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  18. Pasien nomor 3233, an. SY, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram;
  19. Pasien nomor 3234, an. EH, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 3235, an. R, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Kalampa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  21. Pasien nomor 3236, an. S, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  22. Pasien nomor 3237, an. I, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  23. Pasien nomor 3238, an. LY, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Timur, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  24. Pasien nomor 3239, an. HQ, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  25. Pasien nomor 3240, an. IN, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  26. Pasien nomor 3241, an. RAW, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Desa Cenggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  27. Pasien nomor 3242, an. W, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Sie, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3164. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  28. Pasien nomor 3243, an. RN, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Timu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima.

Hari Jum’ati terdapat penambahan 11 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2764, an. J, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  2. Pasien nomor 2863, an. S, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Desa Peresak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 2888, an. ESY, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 2958, an. TY, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  5. Pasien nomor 2969, an. RA, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 2979, an. SZ, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Suwangi Selatan, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  7. Pasien nomor 3093, an. E, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 3133, an. N, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 3148, an.FS, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 3153, an.AR, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 3169, an. M, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Anjani Selatan, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasive, untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” Lalu Gita Aryadi.

Rr/AYA

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas PercepatanPenanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




100 Ribu Pedagang Kecil di NTB Diajukan Terima Bantuan Modal

Secara umum kondisi UMKM di seluruh Indonesia memang membutuhkan program-program stimulus agar dapat bertahan

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah Pusat menyiapkan penyaluran bantuan modal sebesar Rp2,4 juta bagi 12 juta pedagang kecil se-Indonesia.

Khusus untuk NTB, sampai dengan pertengahan September Pemerintah Daerah telah mengajukan hingga 100 ribu usaha kecil menengah (UKM) untuk mendapatkan bantuan tersebut.

“Sebelumnya ada sebanyak 54 ribu, bertambah lagi hampir mencapai 100 ribu,” ujar Kepala Bidang KUKM  Dinas Koperasi dan UKM NTB, Chalid Tomasoang, jumat(25/09/20).

Sampai saat ini pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut terkait penyaluran bantuan tersebut.

Diterangkan, dalam petunjuk pelaksanaan (juklak) yang diterima pihaknya telah dijelaskan, pelaku usaha yang memenuhi prasyarat menerima bantuan modal.

Kendati demikian, terkait penyaluran serta pengawasan masih belum ada perincian.

“Ini yang kami belum tahu pasti, tapi yang kita data itu usaha mikro. Termasuk pedagang bakulan, karena memang peruntukkan hanya untuk yang mikro saja.” jelas Chalid.

Di sisi lain, pihaknya juga menerima informasi terkait perpanjangan waktu pengajuan penerima bantuan tersebut. Dengan begitu, jumlah UKM yang diajukan diproyeksikan masih dapat bertambah.

Mengingat tidak ada kuota pasti untuk masing-masing daerah yang ditentukan Pemerintah Pusat.

“Untuk perpanjangan memang belum ada surat dari Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan tidak ada pembagian kuota untuk satu daerah berapa banyak. Yang kami ajukan belum ada yang dapat, karena penyaluran dari Kemenkop serta verifikasinya,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan tersebut memang sangat dinantikan oleh pelaku usaha. Terlebih pedagang kecil yang terdampak pandemi Covid-19 dan harus kehabisan modal usaha untuk bisa bertahan.

“Sekarang lagi verifikasi data, jangan sampai ada yang ganda namanya,” jelas Chalid.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Suntono, menerangkan secara umum kondisi UMKM di seluruh Indonesia memang membutuhkan program-program stimulus agar dapat bertahan.

Di antaranya bantuan tambahan modal dari pemerintah, keringanan pembayaran listri dan relaksasi pembayaran kredit.

Menurutnya, walaupun kondisi tersebut merupakan gambaran nasional, pelaku usaha di NTB sangat mungkin merasakan dan memiliki kebutuhan yang untuk bantuan pemerintah.

“Itu gambaran nasional bukan gambaran NTB, tapi NTB merasakan hal yang kurang lebih sama, sulit bertahan. Hanya referensi waktunya yang mungkin berbeda,” ujar Suntono.

AYA




Gubernur Minta Mahasiswa Diberi Ruang Awasi Pembangunan

Mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi masyarakat diminta dengan cara-cara yang baik

MATARAM.lombokjournal.com  —

Kepala Dinas terkait diminta tetap memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengawal pembangunan di NTB.

“Silahkan teman-teman mahasiswa awasi, kami sangat senang mendapat masukan dari anak-anak muda NTB,” ujar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Didampingi Sekda NTB, Gubernur Zulkieflimansyah menyampaikan tanggapan itu saat audensi dengan puluhan mahasiswa Universitas Mataram (Unram) di ruang rapat halaman Kantor Gubernur, Jumat (25/09/20).

Sebelumnya, Ketua BEM Unram menjelaskan, audiensi tersebut dilakukan terkait banyaknya petani mengeluh karena tidak ada kehadiran Pemerintah Provinsi NTB dalam menjamin stabilitas harga pra dan pasca panen dalam bidang pertanian.

“Para petani banyak mengeluh, tidak ada keterlibatan pemerintah, banyak tengkulak yang bermain,” ungkap Irwan, membuka audiensi tersebut.

Pada Momentum Hari Tani Nasional ini, lanjut Irwan, Pemerintah NTB harus engedepankan kesejahteraan petani. Jangan sampai, di masa pandemi Covid-19 ini, petani yang harus diistimewakan malah tidak diperhatikan sama sekali.

“Orang-orang yang punya akses ke pemerintah saja yang menikmati manfaat pertanian tersebut. Sementara, para petani tidak bisa merasakan hasil keringat mereka sendiri,” tegas mahasiswa semester sembilan tersebut.

Ia meminta, pemerintah memberikan perhatian khusus kepada para petani, pemerintah juga harus memberikan banyak bantuan serta pupuk geratis demi menunjang kesehahteraan petani di masa pandemi.

“NTB ini dikenal sebagai lumbung padi, pemerintah harus banyak membantu masyarakat, terutama para petani,” ungkapnya tegas.

Tak hanya dalam bidang pertanian, Irwan juga meminta pemerintah mengedepankan hak asasi manusia dalam pembebasan lahan sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

“Apapun alasan pembangunan, tidak boleh ada yang yang menyakiti masyarakat,” ungkapnya.

Ia mengaku, proses pembebasan lahan sirkuit Mandalika tersbeut sangat fatal, sama sekali tidak mengedepankan dan memperhatikan perasaan serta perekonomian masyarakat.

“Masyarakat sedang susah karena Covid-19, jangan tambah derita masyarakat dengan digusurnya rumah mereka,” ungkapnya.

Tanggapan Pemprov

Gubernur mengapresiasi keberanian mahasiswa NTB dalam menyampaikan banyak aspirasi masyarakat.

“Silahkan sampaikan aspirasi masyarakat dengan cara-cara yang baik,” pinta Gubernur.

Saat itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Ir. H. Husnul Fauzi menyodorkan data tentang keterlibatan pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan petani di NTB.

“Alhamdulillah Pemerintah Provinsi NTB banyak memberikan bantuan berupa peralatan, pupuk, sarana prasarana, untuk petani di NTB,” ungkap Husnul Fauzi sambil memperlihatkan jumlah bantuan untuk petani kepada BEM Unram.

Dikatakan, Pemprov NTB sesuai visi dan misi dalam RPJMD telah mencanangkan industrialisasi. Untuk mendukung hal tersebut. telah diundangkan Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

“Pemprov NTB juga telah membuat Peraturan Gubernur Nomor 43 tahun 2020 Tentang Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah melalui bela dan beli produk lokal dan sedang disusun Raperda tentang rencana pembangunan industri,” tutup Husnul Fauzi.

Menyinggung pembebasan lahan sirkuit MotoGP, Sekda Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengatakan, tidak ada masyarakat yang dirampas haknya oleh Pemerintah Provinsi NTB.

“Alhamdulillah tidak ada yang merampas hak masyarakat,” ungkap Sekda.

Sekda mengatakan, mengenai percepatan pembangunan KEK Mandalika, telah dilakukan sesuai dengan prosedur dengan mengedepankan pendekatan aspek sosial dan metode preventif.

“Apabila ada masyarakat yang merasa haknya dirampas, terbuka ruang yang sangat luas bagi mereka untuk mengajukan gugatan,” ungkap Sekda yang juga pernah menjabat sebagai Komisatir ITDC.

HmsNTB




Masa ‘Low Season’, Dinas Budpar KLU Lengkapi Fasilitas Umum di Destinasi Wisata

Selain melengkapi fasilitas penunjang bagi wisatawan, hal lain yang dilakukan adalah mengembangkan jenis wisata alternatif seperti agrowisata dan wisata seni budaya

TANJUNG.lombokjournal.com

Pandemi Covid-19 memukul sektor Pariwisata di Kabupaten Lombok Utara, karena beberapa negara menutup akses warganya untuk berkunjung ke Indonesia.

Ha itu berdampak pada kunjungan wisatawan manca negara, yang berarti kebijakan menutup akses kunjungan ke Indonesia itu tidak bisa tidak membuat sepinya pengunjung di banyak destinasi wisata di  KLU.

Vidi Eka Kusuma

Saat masa sepi kunjungan wisatawan manca negara itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) KLU tak diam berpangku tangan. Situasi paceklik wisatawan itu dimanfaatkan  untuk membenahi fasilitas umum di destinasi-destinasi pariwisata yang ada.

Beberapa fasilitas penunjang pariwisata seperti toilet dan lain sebagainya dibangun di beberapa destinasi pariwisata KLU.

“Kita dari pariwisata mumpung sekarang sedang low season, kita coba membenahi fasilitas umum destinasi-destinasi pariwisata itu,” ujar Kadis Kebudayaan dan Pariwisatanya KLU Vidi Eka Kusuma kepada lombokjournal.com, Rabu (23/09/20).

Selain melengkapi fasilitas penunjang bagi wisatawan itu, hal lain yang dilakukan adalah mengembangkan jenis wisata alternatif seperti agrowisata dan wisata seni budaya.

Kembangkan Pariwisata Alternatif

Agrowisatadi Lombok Utara rencananya diterapkan di dua lokasi yakni kawasan wisata Senaru di Kecamatan Bayan dan kawasan Desa Adat Gumantar di Kecamatan Kayangan, Lombok Utara.

“Pengembangan untuk agrowisata, kita usulkan di Senaru dan kampung adat Gumantar,” katanya.

Untuk wisata seni dan budaya, Vidi menjelaskan akan menjalin kerjasama dengan sanggar-sanggar kesenian yang ada di KLU, dengan mengusung paket pertunjukan reguler.

“Mungkin juga kita bisa bikin paket-paket kebudayaan atau atraksi pertunjukan yang mungkin (bisa) menjadi daya tarik bagi wisatawan-wisatawan yang mungkin butuh hiburan,” ungkapnya.

Untuk kawasan wisata Gili Meno, Vidi berencana menata ulang danau Meno agar terlihat lebih menarik.

Hal tersebut dilakukan untuk lebih memajukan pariwisata di Gili Meno agar setara dengan Gili Air dan Trawangan.

“Kita tata danau Meno ini. Kita berharap bisa mengimbangi daya tarik dua Gili yang lain (Gili Air dan Trawangan),” jelasnya.

Ast

 




Komisi I DPRD NTB Kawal Rekomendasi Bawaslu, Agar KASN Tindak Tegas ASN Tak Netral pada Pilkada  

Bila rekomendasi  sanksi tegas dari Bawaslu tak diindahkan, pihaknya siap membantu Bawaslu untuk lakukan pengawalan terhadap putusan KASN

MATARAM.lombokjournal.com  —

Ketua Komisi I DPRD NTB, Syirajuddin menyampaikan, siap mengawal rekomendasi Bawaslu,  agar  Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) memberikan saksi tegas terhadap ASN tak netral pada Pilkada serentak bulan Desember 2020.

“Nah nanti kita bisa sama-sama jika ada yang ditemukan oleh Bawaslu selaku lembaga pengawas. Kita akan membantu jika ada persoalan seperti itu. Cuma Bawaslu harus menyiapkan segala sesuatu. Dia harus cukup bukti,” terangnya pada lombokjournal.com. Kamis (24/09/20).

Yang paling disorot Syirajuddin pada gelaran Pilkada, kemungkinan ASN di tujuh Kabupaten/Kota tersebut ikut serta mengkampanyekan salah satu pasangan calon (Paslon) peserta Pilkada.

Bawaslu di tujuh Kabupaten/Kota tersebut harus sungguh-sungguh mengawasi kegiatan ASN di daerahnya masing-masing.

“Dia (Bawaslu) harus lebih masif untuk melakukan pengawasan terkait dengan keterlibatan ASN,” katanya.

Jika pada pengawasan ditemukan bukti kuat yang mengarah kepada ketidaknetralan ASN, Bawaslu harus segera rekomendasikan nama ASN bersangkutan untuk ditindak tegas.

“Untuk itu dia bisa merekomendasikan ke KASN, sehingga ada sanksi tegas,” tegasnya.

Bila rekomendasi  sanksi tegas dari Bawaslu tak diindahkan, pihaknya siap membantu Bawaslu untuk lakukan pengawalan terhadap putusan KASN.

“Kita akan membantu, untuk melanjutkan kaitannya dengan persoalan seperti itu,” ujarnya.

Kendati yang memiliki wewenang untuk mengawasi kegiatan Pilkada, DPRD Provinsi bisa berkoordinasi dengan DPRD Kabupaten/Kota terkait pengawasan kinerja penyelenggara Pilkada.

“Sebenarnya persoalan pengawasan ada di DPRD Kabupaten/Kota. Nah, kitapun juga tidak bisa terlepas untuk koordinasi. Kami dari Komisi I DPRD Propinsi berharap Pilkada Serentak di NTB, agar outputnya berkualitas,” jelasnya.

Untuk diketahui, tujuh Kabupaten/Kota yang akan menggelar pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang yakni, Kabupaten Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, kabupaten Bima dan kota Mataram.

Ast




Audiensi dengan iNews Jakarta, Gubernur Siap Tingkatkan Sinergi dengan Media

Kerjasama dengan media sangat dibutuhkan agar semua potensi yang dimiliki NTB mampu dioptimalkan

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerima audiensi Direksi iNews Jakarta, di ruang kerja Gubernur, Kamis (24/09/20).

Saat audiensi Gubernur yang masih mengenakan rompi coklat usai mendampingi Menteri Kominfo Johnny G. Plate, didampingi oleh Sekda NTB, Kadis Kominfo NTB serta Kepala Biro Humas dan Protokol NTB beserta jajarannya.

Audiensi tersebut membahas pentingnya media televisi, cetak maupun online terus menjalin kerjasama dan sinergitas untuk membangun daerah.

Gubernur mengatakan, apa pun bentuk sinergi yang diinginkan, Pemprov NTB siap bekerjasama.

“Namun teman-teman harus punya gambaran untuk ke depan tentang kemajuan di dunia digital, sebab dunia digital begitu berkembang,” kata Bang Zul.

Jaka Susila perwakilan iNews Jakarta, yang saat itu hadir bersama Rina Ridson, Budi Santosa, Robhi Mulyadi juga H. Samiarto perwakilan iNews NTB, menyambut baik arahan Gubernur.

Menurut Jaka, selama ini televisi sudah terintegrasi dengan baik.

“Sekarang sudah saatnya, portalnya diintegrasikan bersama Pemerintah, kewajiban bagi kami untuk mengenalkan kepada masyarakat NTB. NTB memiliki potensi yang luar biasa”, tegas Jaka.

Ia mengatakan, kerjasama dengan media sangat dibutuhkan agar semua potensi yang dimiliki NTB mampu dioptimalkan, terlebih NTB memiliki daya tarik dan potensi yang luar biasa di banyak aspek, salah satunya ajang MotoGP yang akan dihelat pada 2021 mendatang.

iNews tidak hanya akan membuat portal khusus NTB, tetapi juga akan mengeksplorasi beberapa area spot adventure, sebab NTB memiliki keindahan gunung dan pantai yang menawan.

HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 243 September 2020, Bertambah 18 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 39 Orang, Kasus Kematian 2 (dua) Orang

Petugas kesehatan di kabupaten/kota diminta melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RS.H.L.Manambai Abdulkadir Sumbawa, Laboratorium TCM RSUD dr.R.Soedjono Selong dan Laboratorium TCM RSUD Prayamengkonfirmasi, ada tambahan 18 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Kamis (24/09/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 217 sampel dengan hasil 189 sampel negatif, 10 sampel positif ulangan, dan 18 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 39, kasus kematian 2 (dua) orang.

Dijelaskan,  adanya tambahan 18 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 39 tambahan sembuh baru dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (24/09/20) sebanyak 3.215 orang, dengan perincian 2.538 orang sudah sembuh, 192 meninggal dunia, serta 485 orang masih positif.

Petugas kesehatan di kabupaten/kota diminta melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus Covid-19.

TAMBAHAN 18 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 3 ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3198, an. H, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Baralau, Kecamatan Monta Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB;
  2. Pasien nomor 3199, an. R, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  3. Pasien nomor 3200, an. NHKD, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara,Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  4. Pasien nomor 3201, an. AN, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Anjani Selatan, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  5. Pasien nomor 3202 an. H, perempuan, usia 9 tahun, penduduk Desa Kerongkong, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  6. Pasien nomor 3203, an. SS, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien meninggal.;
  7. Pasien nomor 3204, an. M, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Mekarsari, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  8. Pasien nomor 3205, an. AS, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  9. Pasien nomor 3206, an. MZ, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3168. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  10. Pasien nomor 3207, an. MA, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3168. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr.R.Soedjono Selong;
  11. Pasien nomor 3208, an. MNU, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  12. Pasien nomor 3209, an. ABWY, laki-laki, usia 5 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSD Wisma Seganteng Mataram;
  13. Pasien nomor 3210, an. R, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Potu , Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu.. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam Mataram;
  14. Pasien nomor 3211, an.NNSK, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Keluarahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  15. Pasien nomor 3212, an.MFH, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  16. Pasien nomor 3213, an. GM, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Soriutu, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  17. Pasien nomor 3214, an. S, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  18. Pasien nomor 3215, an.AS, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima.

Hari Kamis terdapat penambahan 39 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 1494, an. Ny. YA, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 2603, an.Tn.SK, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Ko’do, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima;
  3. Pasien nomor 2906, an. R, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara;
  4. Pasien nomor 2944, an. MSM, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  5. Pasien nomor 2966, an. RDA, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  6. Pasien nomor 2968, an. EP, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  7. Pasien nomor 2988, an. FGA, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  8. Pasien nomor 2991, an. TDA, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  9. Pasien nomor 2993, an. H, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  10. Pasien nomor 3027, an. M, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  11. Pasien nomor 3028, an. E, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  12. Pasien nomor 3029, an. VIP, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  13. Pasien nomor 3030, an. PS, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Wawonduru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  14. Pasien nomor 3031 an. A, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  15. Pasien nomor 3032, an. R, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  16. Pasien nomor 3033, an. I, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Kareke, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  17. Pasien nomor 3034, an. MK, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Kempo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu;
  18. Pasien nomor 3035, an. SM, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  19. Pasien nomor 3036, an. NA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  20. Pasien nomor 3037, an. M, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  21. Pasien nomor 3038, an. R, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Kareke, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  22. Pasien nomor 3039, an. R, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Serakapi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  23. Pasien nomor 3040, an. MRRP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  24. Pasien nomor 3041, an. ME, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Kandai 1, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  25. Pasien nomor 3042, an. LA, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Kwangko, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu;
  26. Pasien nomor 3043, an. EM, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Kandai 2, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  27. Pasien nomor 3044, an. MYP, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  28. Pasien nomor 3045, an. HR, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Sorisakolo, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  29. Pasien nomor 3046, an. N, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  30. Pasien nomor 3047, an. M, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Madapangga, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima;
  31. Pasien nomor 3048, an. S, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  32. Pasien nomor 3049, an. D, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  33. Pasien nomor 3050, an. R, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Simpasai, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  34. Pasien nomor 3051, an. CPNW, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  35. Pasien nomor 3052, an. EH, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  36. Pasien nomor 3053, an. M, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Serakapi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  37. Pasien nomor 3054, an. WP, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  38. Pasien nomor 3055, an. RA, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  39. Pasien nomor 3056, an. K, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu.

Dipermaklumkan, berdasarkan hasil klarifikasi terhadap kasus sembuh baru positif Covid-19 yang diumumkan tanggal 23 September 2020 yakni pasien nomor 2345, an. S, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk ber-KTP di Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram sesungguhnya berdomisili di Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat.

Hari Kamis ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 3199, an. R, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 3203, an. SS, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Aryadi menghimbau seluruh warga, terutama masyarakat kelompok rentan agar lebih waspada dan lebih intens menjaga kesehatannya.

“Jika terpaksa keluar rumah harus benar -benar menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak, dan rajin cuci tangan serta tetap menjaga  pola hidup bersih dan sehat,” katanya.

Seluruh petugas, baik dari jajaran Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota se-NTB juga kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh petugas kesehatan dan aparat terkait lainnya, diajak memperkuat kolaborasi, untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19.

Rr/AYA

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Ambulance GuDek dan Berbagi Masker ala SALAM menuju  Mataram Zona Hijau

MATARAM.lombokjournal.com

Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) menginisiasi program dan kegiatan untuk menekan angka kasus dan penyebaran Covid-19 di Kota Mataram.

Setelah melaunching program internet portable  satu paket dengan  Guru, Dokter dan Psikolog Keliling (GuDeK) yang sudah berjalan, SALAM kembali meluncurkan Ambulance GuDek yang akan melayani kebutuhan pendidikan dan kesehatan masyarakat secara bergiliran di tiap lingkungan.

Pasangan jagoan koalisi PKS dan PDI-Perjuangan ini menyediakan tiga unit Ambulance Pendidikan dan Kesehatan GuDek, yang beroperasi melayani masyarakat Mataram selama masa pandemi Covid-19 ini.

“Aspirasi dari masyarakat kota Mataram saat pandemi, umumnya serba sulit terutama untuk anak-anak sekolah dan aspek kesehatan. InsyaAllah dengan ambulance GuDek ini, SALAM berupaya membantu meringankan beban masyarakat sekaligus membantu menekan penyebaran corona menuju mataram zona hijau ,” kata Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani, Kamis (24/9).

Tiga unit Ambulance GuDek SALAM ini dilengkapi berbagai alat kesehatan untuk pertolongan darurat. Masing-masing ambulance nantinya akan beroperasi secara bergiliran di seluruh lingkungan yang ada di Kota Mataram.

Hotline Service dan One Stop System

Dilengkapi hotline service, ambulance juga akan selalu standby jika ada masyarakat yang sakit dan membutuhkan transportasi ambulance menuju Rumah Sakit.

Selly mengatakan, setiap ambulance GuDek juga akan dilengkapi dengan dokter dan petugas medis. Uniknya, tiap ambulance beroperasi juga dilengkapi dengan tenaga didik atau guru yang siap membantu masyarakat terutama anak-anak sekolah yang belajar virtual dari rumah.

“Ambulance SALAM  untuk pendidikan dan kesehatan ibaratnya One Stop System,  Ada guru, dokter/ tenaga medis serta relawan SALAM dalam setiap operasinya ke lingkungan,” tuturnya.

Ia menambahkan selain melayani pendidikan dan kesehatan, operasional ambulance ke lingkungan-lingkungan juga akan disertai dengan edukasi dan sosialisasi tentang pencegahan Covid-19. Hal ini sebagai bentuk komitmen kongkret SALAM dalam mendukung disiplin Protokol Kesehatan menuju Mataram Zona Hijau

“Ambulance dan petugas SALAM  membagikan puluhan ribu masker gratis untuk masyarakat, termasuk masker anak-anak , melakukan penyemprotan desinfektan maupun Foging untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah ,” beber Hj.Selly

Implementasi Visi misi SALAM

Ambulance GuDek merupakan salah satu implementasi visi misi SALAM menuju Kota Mataram Berkah dan Cemerlang. Sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas, terutama di masa pandemi ini.

Program 1 Ambulance 1 Kelurahan juga akan didorong ke depan jika SALAM terpilih sebagai pemimpin Kota Mataram ini.

Selly mengatakan, peluncuran Ambulance GuDek dilakukan agar masyarakat Kota Mataram bisa merasa terbantu dan mudah mengakses kebutuhan pendidikan dan kesehatan.

Ia berharap keberadaan ambulance GuDek SALAM ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang memang membutuhkan.

“Sebab apapun kondisinya, ditengah pandemi ini,  pelayanan  pendidikan dan kesehatan. Masyarakat harus menerapkan disiplin protokol kesehatan.  Sementara di lain sisi, SALAM akan bantu fasilitasi dengan kemudahan Pelayanan Gratis, salah satunya dengan Ambulance GuDek ,” tukasnya.

Selain itu peluncuran Ambulance SALAM juga sebagai wujud komitmen SALAM dalam mentaati aturan protokol kesehatan selama Pilkada.

Mendagri Tito Karnavian juga sudah menerbitkan edaran untuk seluruh jajaran hingga para Camat agar menerapkan langkah pencegahan. Termasuk mengedukasi dan sosialisasi Perda NTB No 7 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Pengendalian  Penyakit Menular.

Selain itu Selly menekankan, perang melawan Covid-19 ini hanya bisa sukses dilakukan jika semua masyarakat aware dan peduli, serta mau berpartisipasi aktif menerapkan protokol.

“Pola Kampung Sehat yang digagas Polda NTB juga sangat inspiratif. Jadi Ambulance GuDek SALAM ini juga membawa misi edukasi dan kesadaran kolektif masyarakat untuk sama sama menciptakan Kampung Sehat yang bebas Covid 19,” Pungkasnya.

Me




Ziadi-Aswatara Libatkan Partisipasi Warga Lewat “Perjuangan Berjamaah”

Memberi edukasi dan pencerahan politik kepada masyarakat, sekaligus mengubah image pemilihan dalam dunia politik yang kerab kali diwarnai dengan praktik politik uang

lombokjournal.com —

LOMBOK TENGAH;  Setelah mendeklair akan mendorong program kesehatan 1 Dokter 1 Desa di Lombok Tengah, pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Lombok Tengah, Ahmad Ziadi dan Lalu Aswatara kembali bikin gebrakan konsep penggalangan dana kampanye swadaya.

Pola “perjuangan berjamaah” ini diharapkan mengedukasi masyarakat pemilih di Lombok Tengah agar mampu memilih dan memilah, serta mendukung calon pemimpin daerah yang memang bervisi dan misi paling realistis.

Selain itu untuk mendorong pelibatan partisipasi aktif masyarakat dalam pesta demokrasi di gumi Tatas Tuhu Trasna tersebut.

“Perjuangan Berjamaah agar terjadi peneguhan komitmen  yang mengikutsertakan partisipasi warga dalam perjuangan bersama.  Harapannya lainnya, memunculkan kesadaran  kolektif dari rakyat mau secara sukarela  ‘berkontribusi’ secara mandiri,” kata Ahmad Ziadi (AHZ), Selasa,  (22/09/20)

Politisi muda Demokrat ini menjelaskan,  gagasan ini muncul dari semangat bersama dari para relawan dan tim pemenangan Ziadi-Aswatara. Pola penggalangan resources partisipatif ini akan cukup efektif menjadi penyemangat masyarakat dalam mendukung calon pemimpin idola mereka.

Konsep serupa ini juga pernah diterapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam Pilkada Jabar 2018, demikian juga Capres-Cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam Pilpres 2018.

“Model keswadayaan politik seperti ini dalam praktek  tentu perlu penyesuaian maksud dalam merawat harapan dan kepercayaan masyarakat,” tambah Ziadi.

Lebih jauh Ziadi mengulas,  Bukan hanya sekadar membantu pasangan calon dalam pemenuhan kebutuhan dana kampanye, konsep ini diyakini akan merekatkan semangat demokrasi yang jujur dan transparan.

Dalam program perjuangan berjamaah Ziadi-Aswatara, para relawan, simpatisan dan masyarakat Lombok Tengah pada umumnya yang simpati dan mendukung visi dan misi pasangan ini, diberi ruang terbuka untuk berjuang bersama.

AHZ mengungkapkan, relawan dan simpatisan berasal dari banyak kalangan dengan beragam latar belakang. Mereka dapat berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing. Bukan hanya dalam bentuk penggalangan dana, tetapi juga support kegiatan selama Pilkada berjalan.

Dukungan dalam perjuangan berjamaah juga akan tercatat secara transparan. Dana yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk kebutuhan kampanye dan keperluan penyediaan saksi-saksi di TPS dalam Pilkada kelak.

“Dengan begini, kan, transparan dananya, masuk ke rekening kampanye, dilaporkan ke KPU (Komisi Pemilihan Umum). Masyarakat bisa lihat di website,” bebernya.

Menurutnya konsep perjuangan berjamaah Ziad-Aswatara ada nilai yang hendak diperjuangkan sekaligus merubah persepsi masyarakat terhadap makna Pilkada. Kedua ,  ‘Berjamaah’  merupakan konsep   membuka ruang bagi masyarakat yang menginginkan perubahan lebih baik di Lombok Tengah bisa ikut berjuang dan berkontribusi dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing.

“Pola ini bisa menjadi trigger  perekat semangat perjuangan bersama untuk meraih harapan dan cita cita perjuangan bersama,” ulasnya.

Di sisi lain, papar dia, konsep ini juga memberi edukasi dan pencerahan politik kepada masyarakat sekaligus mengubah image pemilihan dalam dunia politik yang kerab kali diwarnai dengan praktik politik uang.

“Setidaknya Ziadi – Aswantara melalui event pilkada serentak ingin memberikan pembelajaran,  bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika niat dan ikhtiar untuk melakukan perubahan tersebut bersinergi dengan  energi positif berjamaah dalam skala yang masiv,” tukasnya.

Me




Di Masa Pandemi, Kelompok Wanita Tani Didorong Tetap Produktif

KWT Flamboyan bisa menjadi inspirasi lebih berguna karna dilakukan pada masa pandemi Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Kelompok Wanita Tani (KWT) Flamboyan Kelurahan Pagutan Kota Mataram yang diajukan sebagai lokasi pelaksanaan panen serentak nasional wilayah NTB pada Hari Kamis (24/09/20)

Kegiatan panen serentak nasional dilaksanakan untuk menyambut perayaan Hari Tani Nasional, dan Kementerian Pertanian mengadakan kegiatan panen serentak Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Kegiatan panen serentak P2L merupakan strategi Kementerian Pertanian untuk optimalisasi lahan dan pekarangan dengan tanaman pangan untuk kebutuhan rumah tangga.

 

Ketua TP PKK NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan serta kekompakan KWT Flamboyan. Kegiatan tersebut bisa menjadi inspirasi lebih berguna karna dilakukan pada masa pandemi Covid-19.

Hj Niken mengatakan, tentu ada kesulitan-kesulitan yang harus kita hadapi akibat dari pandemi ini, namun hari ini kita berada di sini untuk sama-sama melaksanakan panen serentak.

“Artinya apa yang dilakukan oleh ibu-ibu di KWT Flamboyan Ini adalah sebuah contoh inspirasi kesuksesan keteguhan dan ketangguhan ibu-ibu, untuk tetap melakukan kegiatan dengan bergotong-royong,” ungkapnya.

Kemudian, Bunda Niken berharap agar kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi KWT lainnya. Agar  mengaktifkan kegiatan berkebun, kembali menghasilkan karya nyata di masa pandemi Covid-19 dan berharap menyelesaikan kendala-kendala yang dihadapi.

“Saya harap ini menjadi inspirasi untuk kelompok wanita tani di manapun yang ada di Nusa Tenggara Barat untuk kembali mengaktifkan kegiatan ini. Karena memang kita saat ini sebenarnya punya lebih banyak waktu untuk di rumah dan lingkungan dan tentunya lebih aman bersama dengan orang-orang yang sudah kita ketahui dan kita bisa bersama-sama mengisi kesibukan waktu kita dengan hal-hal yang positif dengan berkebun,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB Drs. H. Fathul Gani, M.Si menyampaikan laporan singkat bahwa KWT Flamboyan sudah selesai diberikan penilaian untuk mengikuti lomba nasional.

Ada dua yang diajukan dari NTB, yang pertama adalah KWT yang merupakan bantuan pemerintah melalui P2L diwakili oleh KWT Flamboyan Kelurahan Pagutan  Mataram.

Kemudian yang kedua merupakan, Kelompok Swadaya yang tidak diintreversi pemerintah dan diwakili oleh kelompok Hijau Berseri di Kabupaten Lombok Tengah.

“Banyak kendala di lapangan, apalagi kita masuk musim kemarau di mana air berkurang, kemudian hal-hal lain termasuk virus ini. Memang menjadi kendala kami di lapangan tetapi dengan program yang dicanangkan kembali untuk digugah oleh pemerintah pusat dan dengan program P2L didukung oleh pemerintah InsyaAllah bisa melakukan pembinaan bersama Dinas Pertanian baik itu di Provinsi atau Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota se-NTB,”ujarnya.

HmsNTB