BNN Lakukan Pemusnahan Barang Bukti 491,2 gr Jenis Sabu

MATARAM.lombokjournal.com

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB melaksanakan kegiatan pemusnahan barang bukti dari kasus narkotika yang sedang ditangani oleh penyidik BNNP NTB.

Pemusnahan barang bukti berupa barang kasus narkotika yang terjadi hari Selasa dan Rabu, 28 s.d 29 Juli 2020,  di Salah satu jasa ekspedisi diwilayah kota Mataram.

Dilanjutkan dengan pengembangan di Pelabuhan Kayangang Kabupaten. Lombok Timur serta di perumahan wilayah Kekalik, Mataram dengan tersangka YM berjenis kelamin perempuan.

Kepala BNNP NTB Brigjen. Pol. Gde Sugianyar Dwi Putra menjelaskan, dari 3 TKP tersangka terdapat jumlah BB berupa kristal bening, diduga Narkotika Jenis Sabu seberat netto seluruhnya 491,2 (empat ratus sembilan puluh satu koma dua) gram.

Dan saaat dilakukan uji lab pembuktian di persidangan seberat keseluruhan 80,72 delapan puluh koma tujuh dua) gram.

“Selanjutnya jenis BB yang di musnahkan saat disisihkan Unji lab berupa 1 paket berisi kristal bening diduga Narkotika jenis Shabu seberat keseluruhan 410,48 empat ratus sepuluh koma empat delapan) gram,” ujar Gede Sugianyar, Rabu (30/09/20).

Gede menjelelaskan,  jika BB di uangkan nilainya sekita 1 miliar rupiah, dengan asumsi harga per gram senilai Rp.1,8 hingga Rp.2 Juta rupiah/gram.

Dengan demikian, BNN Provinsni NTB telah menyelamatkan sebanyak 6000 Orang warga masyarakat NTB dari Narkoba dengan asumsi 1 gram dikonsumsi sebanyak 12 orang..

Gde Sugianyar Dwi Putra menegaskan, terus melakukan pencegahan stop terhadap penyalahgunaan, saat ini 50 persen lebih lapas adalah penyalah tahanan narkotika dan dilakukan rehabilitasi

“Sementara itu dari data yang ada di NTB sebanyak 90 persen menggunakan Sabu, dan 40 persen yang berusia 20 sampai 25 tahun, sehingga BNNP NTB terus melakukan dan menjauhi narkoba melalui siaran Media studio Semeton BNN NTB, serta mengupas tuntas cara pencegahan Narkotika,” tutur Gede

AYA

 




Tuntaskan Lahan Sirkuit, Komnas HAM Bersama Pemerintah dan Masyarakat akan Duduk Bersama

Posisi masyarakat yang melakukan pengaduan ke Komnas HAM, tidak dalam posisi menolak proyek pembangunan Sirkuit Mandalika

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB bersama unsur Forkompinda dan pihak PT. ITDC menyambut baik

Keberadaan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam menuntaskan masalah lahan di Sirkuit Mandalika, disambut baik.

Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah mengungkapkan itu saat menggelar rapat dengan Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur NTB, Rabu (30/09/20), yang dihadiri pihak ITDC.

Gubernur berharap, kehadiran Komnas HAM akan membantu menuntaskan masalah agar persoalan sengketa lahan ini tidak menimbulkan kegaduhan.

“Hal ini sesuai pesan dari Presiden, agar masalah selesai tapi tidak ada kegaduhan,” ungkapnya.

Diharapkan Komnas HAM  menjadi kanal, sehingga aspirasi dan pengaduan masyarakat dapat segera diselesaikan secara bersama-sama.

“Komnas HAM akan fokus menyelesaikan sengketa lahan Mandalika di NTB hingga tuntas,” tutupnya.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, mengatakan Komnas HAM akan menjembatani pertemuan antara pemerintah dengan masyarakat, untuk menuntaskan masalah lahan pembangunan Sirkuit Mandalika.

Langkah ini direkomendasikan Komnas HAM sebagai tindak lanjut dari adanya aduan masyarakat terkait masalah lahan di Mandalika.

Beka mengatakan, posisi masyarakat yang melakukan pengaduan ke Komnas HAM, tidak dalam posisi menolak proyek pembangunan Sirkuit Mandalika.

Namun masyarakat menginginkan adanya pemenuhan hak-hak oleh ITDC sesuai tuntutan berdasarkan alas hak yang dimiliki.

Ia menjelaskan Komnas HAM tidak dalam kontek memperlambat proyek strategis nasional tersebut.

Namun pihaknya dalam koridor menjalankan arahan Presiden agar semua proyek strategis nasional harus berlandaskan hak asasi manusia.

Beka menawarkan solusi agar pemerintah dan masyarakat duduk bersama berdiskusi menyelesaikan masalah lahan tersebut.

Komnas HAM akan menjembatani untuk menyandingkan data pengadu dan pihak ITCD, untuk kemudian didiskusikan terkait hak-hak berdasarkan alas hak lahan yang dimiliki.

Ia mendorong penuntasan masalah lahan di Mandalika tanpa menimbulkan ekses. Untuk itu Komnas HAM siap menjadi kanal pengaduan masyarakat yang akan menjembatani komunikasi dengan pemerintah dan pihak ITDC.

“NTB harus berbangga karena modal sosialnya luar biasa, dari pihak pengadu tidak ada yang menolak proyek strategis nasional itu, tapi hak masyarakat harus dituntaskan,” ujarnya.

Kehadiran Komnas HAM penting

Menanggapi hal tersebut, Kapolda NTB, Kajati NTB dan Ketua Pengadilan Tinggi NTB menilai, kehadiran Komnas HAM dalam penuntasan masalah lahan di Mandalika sangat penting. Menurutnya Komnas HAM bisa melakukan review terhadap masalah tersebut.

Untuk mendukung hal tersebut, pihak kepolisian akan membantu Komnas HAM semaksimal mungkin.

Selain itu Kapolda juga meminta agar pihak ITDC dapat bekerjasama dengan baik, sehingga masalah ini bisa cepat diselesaikan.

“Proyek strategis nasional Sirkuit MotoGP Mandalika harus jalan, namun kita harus menghormati dan melindungi hak-hak masyarakat sesuai ketentuan dan alas hak yang dimililiki,” pungkasnya.

HmsNTB

 




Idrus dan Keluarga Puas dengan Inovasi Layanan Non Tatap Muka dari BPJS Kesehatan

Banyak sekali inovasi layanan kesehatan yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan dapat mempermudah pesertanya

MATARAM.lombokjournal.com

Hanya dengan satu genggaman handphone saja, di era digital saat ini masyarakat disuguhkan dengan berbagai kemudahan.

Begitu juga dengan BPJS Kesehatan yang terus berkembang mengikuti perkembangan zaman di era 4.0 saat ini.

Adanya Mobile JKN yang dapat diakses di mana saja dan kapan saja, BPJS Kesehatan pun kini terus melakukan peningkatan layanannya.

Cukup dengan satu genggaman, berbagai macam kebutuhan tentu dapat terselesaikan dalam sekejap.

Seperti yang dirasakan salah satu peserta JKN-KIS asal Mataram, Idrus (23). Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya aplikasi Mobile JKN saat ini.

“Dengan adanya aplikasi Mobile JKN, segala sesuatu administrasi sudah sangat mudah saya lakukan hanya dengan satu genggaman saja saat ini, apa lagi dengan masa pandemi seperti sekarang ini,” ungkap idrus

Bagi Idrus, layanan melalui digital seperti ini sangat efektif, apalagi saat ini masyarakat Indonesia tengah bersama berjuang melawan penyebaran Covid-19.

Layanan digital sangat diperlukan dalam rangka mengurangi tatap muka langsung atau kontak antar sesama.

Tak hanya itu, Idrus juga pernah mendengar adanya layanan PANDAWA yang telah diluncurkan BPJS Kesehatan dan ia pun langsung untuk mencoba layanan tersebut.

“Sekarang kita sudah benar-benar sangat dipermudah oleh BPJS Kesehatan. Banyak sekali pelayanan yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan dapat mempermudah pesertanya, seperti aplikasi Mobile JKN dan ada lagi layanan PANDAWA ini sangat mudah. Cukup menulis pesan pada aplikasi Whatsapp, kita sudah dapat langsung terhubung dengan pelayanan BPJS Kesehatan. Saya juga bisa melakukan konsultasi dokter melalui Aplikasi Mobile JKN,” ungkap Idrus.

Tentunya dengan layanan terbaru dari BPJS Kesehatan, peserta sudah sangat mudah mencari informasi, apalagi masalah administrasi dan tentunya dengan pelayanan ini dapat menekan penyebaran Covid-19 yang sedang melanda dunia.

“Terima Kasih BPJS Kesehatan yang telah melakukan pelayanan terbaik untuk kemudahan peserta JKN-KIS di masa pandemi Covid-19 ini, sehingga saya dan keluarga tidak perlu keluar rumah untuk mendapatkan layanan dari BPJS Kesehatan,” tutup pada tim Jamkesnews

dh/ay/Jamkesnews

 




Wagub Mengajak Satukan Mindset, dan Bekerjasama  Melawan Covid-19

Melawan pandemi Covid-19 tak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah, butuh sinergitas yang kompak serta strategi yang jelas

MATARAM.lombokjournal.com

Pandemi Covid-19 tak hanya berdampak terhadap kesehatan fisik semata, masyarakat juga dihadapkan pada dampak kesehatan mental.

Banyaknya berita tidak benar (hoax) yang bertebaran, membuat keyakinan masyarakat akan eksistensi virus corona menjadi semakin berkurang

Sehingga, tugas berat pemerintah tak lagi hanya melawan virus, tapi juga menyatukan mindset masyarakat bahwa virus corona (covid-19) ini ada, dan seluruh pihak harus bekerjasama untuk melawannya.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, menyampaikan itu saat mengikuti Focus Group Discussion (FGD) secara virtual bersama Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) dan para peneliti Indonesia, bertempat di Pendopo Wagub NTB, Rabu (30/09/20).

“Salah satu tugas berat kita adalah bagaimana caranya agar masyarakat NTB sadar dan mengakui virus ini ada. Karena kita tahu banyak berita hoax tentang covid-19 yang tersebar. Sehingga yang penting kita satukan mindset dan lawan!” jelas Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB.

Ummi Rohmi lebih jauh memaparkan, dalam menyatukan pemahaman tersebut butuh waktu, edukasi yang berkesinambungan, dan cara yang persuasif.

Dengan melibatkan berbagai stakeholders dan peran masyarakat untuk berjuang bersama. Berulang kali Ummi Rohmi menegaskan, melawan pandemi Covid-19 ini tak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah, butuh kerjasama dan sinergitas yang kompak serta strategi yang jelas.

Untungnya, di NTB sinergitas berbagai stakeholder terjalin dengan sangat baik. Melalui Forum

Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pemprov NTB mengkomunikasikan berbagai strategi yang ditempuh.

Bahkan pada Legislatif NTB, disebutkan Ummi Rohmi, sangat responsif. Dilihat saat Pemprov NTB berinisiatif mengajukan Perda Penanggulangan penyakit Menular yang langsung dibahas dan ditindaklanjuti oleh DPRD Provinsi NTB.

“Betapa sinergi sangat penting dalam lewan covid-19 ini. Alhamdulillah di NTB sangat kompak bersinergi. Forkompimda, Pemda, TNI, Polri, hingga Legislatif semuanya bekerjasama mengatur strategi dan menjalankannya dengan kompak,” jelas Wagub. .

Abdul Muta’ali, mewakili SKSG UI pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi terhadap berbagai strategi yang telah dilakukan oleh NTB dalam menanggulangi Covid-19.

Ia juga mengapresiasi keterbukaan Pemprov NTB yang telah bersedia untuk berdiskusi bersama para peneliti Indonesia.

“Sebuah itikad yang luar biasa karena Pemprov NTB mau berdiskusi bersama kami. Jika Pemerintah Daerah sudah mau berjalan dengan Ilmu Pengetahuan pasti kedepannya akan baik,” jelasnya.

Ke depan, Abdul Muta’ali berharap, seluruh upaya dan strategi yang telah dilakukan oleh NTB dapat berbuah manis.

Dan daerah lain bisa mencontoh berbagai program strategis melawan covid-19 yang dilakukan oleh NTB.

HmsNTB




BPJS Kesehatan Mataram Gelar Forum Komunikasi di Lobar, Tingkatkan Sinergitas antar Lembaga Pemerintahan  

Hasil pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti agar seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Lombok Barat masuk ke dalam jaminan JKN-KIS

MATARAM.lombokjournal.com

BPJS Kesehatan Cabang Mataram bersama menggelar Forum Komunikasi Tingkat Kabupaten Lombok Barat, Rabu (30/09/20).

Ini bagian dri upaya menjaga sinergitas antara BPJS Kesehatan seluruh pemangku kepentingan

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan peran seluruh pemangku kepentingan untuk tetap berkomitmen berkontribusi dan mendukung penyelenggaraan Program JKN-KIS.

Seperti diungkapkan Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Barat, Baihaqi bahwa seluruh dinas, instansi, lembaga harus ikut berperan dan berkontribusi aktif dalam menyukseskan Program JKN-KIS.

Serta ikut memecahkan permasalahan serta merumuskan rencana strategis terkait pelaksanaan Program JKN-KIS.

Menurut Baihaqi, Program JKN-KIS ini perlu adanya dukungan penuh dari seluruh lini, baik dari unsur pemerintahan, pemberi layanan kesehatan hingga peserta.

“Hingga saat ini, memang sering muncul permasalahan terkait penyelenggaraan Program JKN-KIS. Untuk itu, diharapkan kepada seluruh mitra kerja dapat berperan aktif dalam berkontribusi menjaga kesinambungan Program JKN-KIS dan terus membangun sinergi yang optimal dengan BPJS Kesehatan,” ungkap Baihaqi.

Di kesempatan sama, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram Sarman Palipadang mengatakan, melalui kegiatan forum seperti ini, pihaknya optimis bisa membangun sinergitas dan hubungan kemitraan antar lembaga pemerintahan.

Sekaligus membawa kemajuan yang berarti bagi pelayanan untuk peserta JKN-KIS, dan menekankan pentingnya dukungan pemangku kepentingan.

“Saya berharap dengan adanya Forum Komunikasi ini, pemerintah daerah khususnya di Kabupaten Lombok Barat dapat terus mendukung kelancaran Program JKN-KIS, dan menyiapkan anggaran untuk jaminan kesehatan masyarakat Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2021,” ujar Sarman.

Kemudian Baihaqi mengatakan, hasil yang muncul setelah adanya pertemuan tersebut, pihaknya akan segera akan menndaklanjuti agar seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Lombok Barat masuk ke dalam jaminan JKN-KIS.

Baihaqi menekankan kepada seluruh dinas terkait untuk menyiapkan seluruh data yang dibutuhkan agar pelaksanaan Program JKN-KIS tidak menemukan kendala.

Menurutnya, pembahasan pada forum hari ini akan segera ditindaklanjuti bersama Bupati Lombok Barat dan menjadi perhatian khusus.

“Agar masyarakat Kabupaten Lombok Barat dapat terjamin kesehatannya. Saya harap seluruh dinas terkait agar segera menyiapkan data- data yang dibutuhkan untuk BPJS Kesehatan,” katanya pada tim Jamkesnews.

dh/yn/Jamkesnews




Wagub: Kita Lawan Covid-19 dengan Kekompakan

Kedatangan Wagub menjadi angin segar dan semangat baru bagi tenaga kesehatan di Loteng

LOTENG,lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah aktif memberikan motivasi kepada tenaga kesehatan (Nakes).

Setelah sebelumnya memotivasi tenaga kesehatan di Kota Mataram dan Lombok Barat, Wagub yang juga selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB tersebut kini bergerak ke Kabupaten Lombok Tengah.

Didampingi Asisten I Setda NTB, Kadis Kesehatan, dan Karo Kesra, Wagub menyambangi Puskesmas Praya dan RSUD Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (30/09/20)..

“Sebagai garda terdepan, tenaga kesehatan punya tugas yang cukup berat. Selain menjaga pasien, juga menjaga diri dari virus Corona tersebut,” ungkap Umi Rohmi, sapaan akrabnya di hadapan puluhan tenaga kesehatan di Puskesmas Praya.

Umi Rohmi berpesan bahwa, seluruh tenaga kesehatan harus tetap mematuhi protokol kesehatan dimana pun berada. Karena, tenaga kesehatan menjadi ujung tombak penanganan Covid-19.

Tak lupa, para tenaga keshatan dimita untuk mengawali setiap kegiatan dengan berdo’a.

“Awali setiap kegiatan dengan do’a, selanjutnya kita (tenaga kesehatan) laksanakan pekerjaan dengan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Menurutnya, Covid-19 punya dampak yang sangat besar terhadap hampir semua lini kehidupan. Tidak bisa semuanya diserahkan kepada pemerintah.

Namun itu semua butuh kerja bersama, butuh kekompakan dalam melawan pandemi yang telah berbulan-bulan berada di Provinsi NTB ini.

“Tak cukup dengan pemerintah, kita semua harus kompak, harus kerja bersama untuk menekan Covid-19 ini dengan cara mematuhi protokol kesehatan, gunakan masker dimana pun berada,” lanjut Umi Rohmi.

Dikatakan, kasus positif Covid-19 di Provinsi NTB yang mulai melandai harus tetap ditekan.

Jangan sampai, karena kasus melandai, tenaga kesehatan ataupun masyarakat jadi lengah, bahkan menganggap Covid-19 ini telah hilang.

“Jangan sampai kita lengah, kasus yang mulai melandai ini harus kita tekan seminimal mungkin,” tambah wagub.

Penjabat Sekda Kabupaten Lombok Tengah, H.Lalu Idham Khalid mengucapkan terimakasih atas kedatangan Wagub, yang dikatakan menjadi angin segar dan semangat baru bagi tenaga kesehatan di Loteng.

“Alhamdullah ibu Wagub menyempatkan waktu untuk memberikan semangat kepada nakes,” tambahnya.

Diceritakan, masyarakat Lombok Tengah sudah mulai sadar tentang pentingnya protokol kesehatan. Berbagai ikhtiar telah dilakukan, salah satunya memberikan sanksi kepada para pelanggar protokol kesehatan.

“Yang melanggar, kami berikan sanksi, kita optimis, Loteng secepatnya menjadi zona hijau,” tutupnya.

Amelina, salah satu tenaga kesehatan Puskesmas Praya mengucapkan terimakasih  atas motivasi yang telah diberikan oleh Wakil Gubernur NTB tersebut.

Ia mengaku, di masa pandemi Covid-19 ini, tenaga kesehatan perlu banyak dukungan dari seluruh pihak, terutama pemerintah.

“Ya, selain dari keluarga, kami (tenaga kesehatan) butuh banyak dukungan dari pemerintah,” ungkap perempuan berusia 24 tahun tersebut.

Amelina menambahkan, disela-sela rasa lelah dan penuh kekhawatiran, kedatangan pemerintah memberikan motivasi membuatnya terharu.

Ia bercerita, selama pandemi ini, rasa lelah selalu menghampirinya, terutama saat memakai Alat Pelindung Diri (APD) standar medis.

“Pasti ada rasa lelah, Alhamdulillah kami dapat dukungan penuh dari Umi,” ungkap perempuan asal Pujut, Loteng tersebut.

HmsNTB




BPJS Kesehatan Mataram Hadirkan PANDAWA, untuk Kurangi Layanan Tatap Muka

Salah satu upaya mengurangi risiko penyebaran Covid–19 bagi peserta program JKN-KIS di wilayah Nusa Tenggara Barat

MATARAM.lombokjournal.com

Pelayanan Administrasi Melalui Aplikasi WhatsApp (PANDAWA) merupakan jenis layanan yang dihadirkan dan tentu sangat mudah dioperasikan, sebab hanya dengan menggunakan WhatsApp.

Hadirnya PANDAWA,  pihak BPJS Kesehatan berharap mempermudah dalam hal administrasi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Sarman Palipadang, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram mengatakan, adanya layanan PANDAWA ini, diharapkan dapat mengurangi risiko penyebaran Covid–19 bagi peserta program JKN-KIS di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Layanan administrasi yang dapat dilayani melalui PANDAWA ini adalah pendaftaran peserta baru, pendaftaran bayi baru lahir, penambahan anggota keluarga, ubah jenis kepesertaan, ubah data identitas, ubah data golongan dan gaji, penonaktifan peserta meninggal, perubahan Fasilitas kesehatan (Faskes), perbaikan data ganda dan pengaktifan kembali.

Perlu diperhatikan, untuk mengakses layanan PANDAWA ini tentunya dapat diakses pada hari kerja mulai pukul 08.00 sampai 15.00 WITA.

“Cukup chat ke nomor Whatsapp yang sudah disediakan, kemudian peserta dihubungi dan dilayani sesuai kebutuhan administrasinya. Saya berharap peserta dapat memanfaatkan layanan PANDAWA ini di masa pandemi Covid–19 agar semua tetap terjaga, tidak berkerumun dan tetap di rumah saja,” ujar Sarman, Rabu (30/09/20).

Selain itu, Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta I Wayan Sumarjana menambahkan dengan diluncurkannya layanan PANDAWA ini, dapat mengurangi kekhawatiran masyarakat yang akan terpapar virus tersebut jika keluar rumah.

Melalui PANDAWA, I Wayan menyebut peserta JKN-KIS bisa langsung mengakses layanan kepesertan JKN-KIS dengan di rumah saja tanpa harus datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan.

“Tentunya dengan adanya PANDAWA ini, peserta tidak perlu lagi datang ke kantor, cukup chat saja untuk akses layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Adanya PANDAWA ini, tentunya mampu menekan angka kunjungan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mataram khususnya,” ujar I Wayan.

Dengan adanya program PANDAWA ini peserta JKN-KIS dapat lebih mudah mengakses layanan BPJS Kesehatan secara online. Layanan ini telah diberlakukan sejak Senin 14 September 2020, dengan menghubungi nomor layanan 082339095687 untuk jenis pelayanan Peserta Penerima Upah (PPU) PNS, TNI/POLRI, Pegawai Swasta (Penambahan Anggota Keluarga) Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) / Mandiri Kelas 1 dan 2 sedangkan untuk layanan informasi dan penanganan pengaduan dapat menghubungi 08118750400.

Dihubungi terpisah, Indah (28) seorang pekerja swasta yang sudah merasakan kemudahan saat membutuhkan pelayanan administrasi BPJS Kesehatan.

“Saya sangat terbantu sekali dengan adanya PANDAWA dan Aplikasi Mobile JKN, karena saya sudah memanfaatkan layanan tersebut. Dengan kesibukan saya dikantor saya dapat mengurus perubahan faskes dan konsultasi kepada dokter keluarga dari tempat bekerja saya saat ini, tanpa harus datang dan antri di Kantor BPJS Kesehatan,” ujar Indah

Tak hanya PANDAWA dan Aplikasi Mobiloe JKN saja kanal layanan yang dimiliki BPJS Kesehatan, ada beberapa kanal layanan yang dapat di akses peserta untuk pemenuhan kebutuhan pelayanan BPJS Kesehatan.

Kanal digital yang dimiliki BPJS kesehatan di antaranya Care Center BPJS Kesehatan 1500400, CHIKA dan VIKA. Adanya kanal–kanal digital ini semoga semakin memberikan kemudahan untuk seluruh peserta JKN–KIS dalam mendapatkan pelayanan maupun informasi BPJS Kesehatan.

dh/yn/Jamkesnews

 




BPJS Kesehatan Mataram Hadirkan PANDAWA, untuk Kurangi Layanan Tatap Muka

Salah satu upaya mengurangi risiko penyebaran Covid–19 bagi peserta program JKN-KIS di wilayah Nusa Tenggara Barat

MATARAM.lombokjournal.com

Pelayanan Administrasi Melalui Aplikasi WhatsApp (PANDAWA) merupakan jenis layanan non tatap muka yang dihadirkan dan tentu sangat mudah dioperasikan, sebab hanya dengan menggunakan WhatsApp.

Hadirnya PANDAWA,  pihak BPJS Kesehatan berharap mempermudah dalam hal administrasi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Sarman Palipadang, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram mengatakan, adanya layanan PANDAWA ini, diharapkan dapat mengurangi risiko penyebaran Covid–19 bagi peserta program JKN-KIS di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Layanan administrasi yang dapat dilayani melalui PANDAWA ini adalah pendaftaran peserta baru, pendaftaran bayi baru lahir, penambahan anggota keluarga, ubah jenis kepesertaan, ubah data identitas, ubah data golongan dan gaji, penonaktifan peserta meninggal, perubahan Fasilitas kesehatan (Faskes), perbaikan data ganda dan pengaktifan kembali.

Perlu diperhtikan, untuk mengakses layanan PANDAWA ini tentunya dapat diakses pada hari kerja mulai pukul 08.00 sampai 15.00 WITA.

“Cukup chat ke nomor Whatsapp yang sudah disediakan, kemudian peserta dihubungi dan dilayani sesuai kebutuhan administrasinya. Saya berharap peserta dapat memanfaatkan layanan PANDAWA ini di masa pandemi Covid–19 agar semua tetap terjaga, tidak berkerumun dan tetap di rumah saja,” ujar Sarman, Rabu (30/09/20).

Selain itu, Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta I Wayan Sumarjana menambahkan dengan diluncurkannya layanan PANDAWA ini, dapat mengurangi kekhawatiran masyarakat yang akan terpapar virus tersebut jika keluar rumah.

Melalui PANDAWA, I Wayan menyebut peserta JKN-KIS bisa langsung mengakses layanan kepesertan JKN-KIS dengan di rumah saja tanpa harus datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan.

“Tentunya dengan adanya PANDAWA ini, peserta tidak perlu lagi datang ke kantor, cukup chat saja untuk akses layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Adanya PANDAWA ini, tentunya mampu menekan angka kunjungan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mataram khususnya,” ujar I Wayan.

Dengan adanya program PANDAWA ini peserta JKN-KIS dapat lebih mudah mengakses layanan BPJS Kesehatan secara online.

Layanan ini telah diberlakukan sejak Senin 14 September 2020, dengan menghubungi nomor layanan 082339095687 untuk jenis pelayanan Peserta Penerima Upah (PPU) PNS, TNI/POLRI, Pegawai Swasta (Penambahan Anggota Keluarga) Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) / Mandiri Kelas 1 dan 2 sedangkan untuk layanan informasi dan penanganan pengaduan dapat menghubungi 08118750400.

Dihubungi terpisah, Indah (28) seorang pekerja swasta yang sudah merasakan kemudahan saat membutuhkan pelayanan administrasi BPJS Kesehatan.

“Saya sangat terbantu sekali dengan adanya PANDAWA dan Aplikasi Mobile JKN, karena saya sudah memanfaatkan layanan tersebut. Dengan kesibukan saya dikantor saya dapat mengurus perubahan faskes dan konsultasi kepada dokter keluarga dari tempat bekerja saya saat ini, tanpa harus datang dan antri di Kantor BPJS Kesehatan,” ujar Indah

Tak hanya PANDAWA dan Aplikasi Mobiloe JKN saja kanal layanan yang dimiliki BPJS Kesehatan, ada beberapa kanal layanan yang dapat di akses peserta untuk pemenuhan kebutuhan pelayanan BPJS Kesehatan.

Kanal digital yang dimiliki BPJS kesehatan di antaranya Care Center BPJS Kesehatan 1500400, CHIKA dan VIKA. Adanya kanal–kanal digital ini semoga semakin memberikan kemudahan untuk seluruh peserta JKN–KIS dalam mendapatkan pelayanan maupun informasi BPJS Kesehatan.

dh/yn/Jamkesnews




Ini Gagasan SALAM untuk Pemberdayaan Nelayan, Masyarakat Pesisir Kota Mataram

Dinas Kelautan dan Perikanan akan bekerja dengan prioritas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan

lombokjournal.com

MATARAM ;  Kunjungan lapangan menyapa warga masyarakat Kota Mataram terus dilakukan Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM).

Berbagai aspirasi dan harapan masyarakat pun diserap dan akan diperjuangkan demi membangun Kota Mataram Berkah dan Cemerlang lima tahun ke depan. Termasuk harapan masyarakat pesisir dan para nelayan di Kota Mataram.

Pasangan Calon Nomor urut 2 di Pilkada Kota Mataram ini memang merangkul semua masyarakat. Tak peduli latar belakang, kemampuan ekonomi dan tingkat pendidikan.

SALAM menilai selama mereka adalah warga Kota Mataram harus mendapatkan hak dan pelayanan yang sama dari pemerintah Kota Mataram.

“Kita coba ubah mindset, jangan sampai masyarakat pesisir dan para nelayan ini terabaikan dari perhatian. Agar tidak hingar bingar melulu oleh pusat perbelanjaan.

Mataram punya garis pantai yang lumayan panjang dan di sana juga ada masyarakat pesisir dan nelayan yang punya hak yang sama untuk diperhatikan,” kata Hj Putu Selly Andayani, Senin sore (28/09/20), saat melihat  kawasan Pondok Prasi , Pantai Ampenan, Kota Mataram.

Awalnya usai melayat dirumah duka Relawan SALAM  dikawasan Pagutan Peresak dan Mengunjungi rumah Wakil Walikotanya , TGH. Abdul Manan.

Selly kemudian berkeliling ke sejumlah lokasi di perkampungan nelayan  Sesekali wanita ramah dan cerdas ini menyapa dan berdialog dengan masyarakat yang ditemui, tanpa melakukan kampanye terbuka maupun terselubung.

Bagi para nelayan, musim baik saat ini memang tengah ramai-ramainya hasil tangkapan ikan. Namun tak seperti komoditi lainnya, untuk komoditi ikan tangkapan, semakin banyak panen maka harga jualnya murah.

“Tangkapan  sedang rame karena musim ikan tongkol. Akibatnya harganya anjlok, karena stok berlimpah,” kata seorang nelayan pondok prasi yang ditemui Selly.

Sebagian ikan yang tidak terjual, akan diolah menjadi ikan asin atau pindang, sehingga daya tahannya bisa lebih lama dan bisa  laku di pasaran.

“Kalau musim cuaca buruk, bisa berbulan-bulan tidak melaut. Akhirnya tambal sulam berhutang di koperasi untuk bertahan hidup,” imbuhnya.

Sementara itu Hj. Selly Andayani mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat pesisir dan nelayan di Kota Mataram. Karena itu, SALAM menggagas program kelautan dan perikanan terintegrasi.

Menurut Selly, dalam konsep pembangunan Mataram Berkah dan Cemerlang, setiap OPD atau instansi terkait harus berbuat maksimal sesuai tupoksinya. Dinas Kelautan dan Perikanan akan bekerja dengan prioritas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan.

Selly mengatakan, SALAM akan mengupayakan bantuan peralatan dan juga coldstorage untuk para nelayan maupun bantuan modal tanpa bunga untuk nelayan. Selain itu, peningkatan kapasitas dalam pengolahan produk kelautan dan perikanan akan ditingkatkan.

Diharapkan dengan demikian, produk kelautan dan perikanan tidak hanya dalam bentuk mentah tetapi olahan, seperti kerupuk ikan, abon ikan, atau minyak ikan nutrisi.

Konsep Kelautan dan Perikanan terintegrasi akan membuat sektor Kelautan dan Perikanan di Kota Mataram digarap bersinergi Dinas Kelautan Perikanan bersama Dinas terkait lainnya.

“Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan mendorong produk turunan ikan dan hasil laut lainnya. Sementara Dinas Pariwisata juga bisa memaksimalkan potensi pasar komoditas perikanan di destinasi wisata yang ada,” tegas Selly Andayani.

Bertemu dengan sejumlah masyarakat pesisir dan nelayan, Selly Andayani memberi motivasi. Selly menekankan bahwa Kota Mataram akan menjadi Kota yang besar jika semua potensi masyarakat dilibatkan dalam pembangunan.

Kehadiran Selly yang mendadak dan tanpa pemberitahuan itu membuat masyarakat mengaku terkejut. Namun mereka menyambut Selly dengan sumringah, karena bersedia mengunjungi mereka yang terkesan terabaikan.

“Iya kami sangat senang bu Selly mau mampir melihat kondisi kami di pesisir ini,” kata seorang ibu pedagang ikan pindang yang dagangannya dibeli Selly beberapa Trei.

Me




Raperda Perubahan RPJMD NTB 2019-2023 Disetujui DPRD NTB

Bertambahnya berbagai regulasi daerah, menggambarkan bahwa eksekutif dan legislatif di daerah sama-sama memahami dinamika perkembangan dan kemajuan pembangunan di NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat mnyetujui Raperda tentang perubahan atas Peraturan daerah nomor 1 tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) provinsi NTB tahun 2019-2023, dalam Rapat Paripurna di Ruang Rapat Gedung DPRD, Selasa (29/09/20).

Gubernur Zulkieflimansyah

Dalam rapat paripurna keempat masa persidangan III tahun 2020 di Ruang Rapat Gedung DPRD – itu dihadiri Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M. Sc yang didampingiSekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, menghadiri, 29 September 2020

Raperda tersebut merupakan salah satu dari empat buah Raperda Prakarsa Gubernur NTB

Tiga Raperda lainnya, DPRD NTB meminta perpanjangan waktu guna pembahasan lebih lanjut. Tiga Raperda tersebut adalah, Raperda tentang penyelenggaraan Perumahan Dan Kawasan Permukiman, Raperda tentang Penyelenggaraan Kearsipan dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) provinsi NTB tahun 2020-2040.

Gubernur NTB dalam sambutannya mengemukakan, terima kasihnya atas persetujuan terhadap Raperda tentang RPJMD provinsi NTB tahun 2019-2023.

Menurutnya, bertambahnya berbagai regulasi daerah, menggambarkan bahwa eksekutif dan legislatif di daerah sama-sama memahami dinamika perkembangan dan kemajuan pembangunan di NTB.

Gubernur menegaskan, penambahan Raperda yang disetujui menjadi Perda, tentu akan menambah jumlah produk hukum daerah yang akan memberikan pelayanan, perlindungan dan pemberdayaan terbaik kepada masyarakat, serta dalam rangka mendorong percepatan pembangunan daerah.

“Oleh karenanya, melalui kesempatan ini saya menyampaikan penghargaan kepada pimpinan dan segenap anggota dewan atas seluruh komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang baik, serta komitmennya dalam proses pembahasan Raperda-Raperda hingga paripurna,” ujarnya.

Gubernur juga menghaturkan terima kasih kepada pansus-pansus di DPRD NTB yang telah bekerja, membahas, mencermati dan mengkaji keempat buah Raperda ini dalam kondisi pandemi covid–19. Gubernur mengapresiasi komitmen para anggota DPRD NTB yang tetap melaksanakan tugas dengan optimal.

“Terhadap Raperda-Raperda yang diperpanjang masa pembahasannya diharapkan menjadi perhatian kita untuk dapat dibahas dan diparipurnakan pada kesempatan selanjutnya,” kata Gubernur.

HmsNTB