Gubernur Berharap Unram Terus Bersinergi Membangun Daerah

Kolaborasi dan komunikasi yang baik antara masyarakat dan kampus, maka ke depan akan lebih banyak lagi hal positif yang dapat dihasilkan

MATARAM.lombokjournal.com — Pembangunan suatu daerah tidak bisa lepas dari peran anak-anak mudanya.

Karenanya, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkelanjutan menjadi hal yang wajib dilakukan tiap daerah.

Kehadiran sekolah dan perguruan tinggi kemudian dinilai sangat berpengaruh atas sukses tidaknya hal tersebut.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan itu saat  mengikuti Rapat Senat Terbuka Universitas Mataram, dalam rangka Dies Natalis Unram ke-58 yang berlangsung secara virtual bertempat di Pendopo Gubernur, Jumat (02/10/20).

Dalam kesempatan itu, Gubernur mengucapkan selamat kepada Unram yang saat ini menyambut hari lahir yang ke-58.

Unram disebutnya telah melahirkan banyak putra-putri yang telah berkontribusi dalam pembangunan di Provinsi NTB.

“Alhamdulillah kita di NTB ini dengan kehadiran Universitas Mataram betul-betul membantu mengupgrade kapasitas kapabilitas dari SDM yang ada di Provinsi kita ini,” ucapnya.

Bang Zul sapaan akrabnya, berharap di usia ke-58 tahun, Unram dapat terus aktif bersinergi untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan masyarakat di Provinsi NTB.

Ia yakin dengan kolaborasi dan komunikasi yang baik antara masyarakat dan kampus, maka ke depan akan lebih banyak lagi hal positif yang dapat dihasilkan.

Bang Zul optimis, program Merdeka Belajar yang merupakan inisiasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dapat segera diwujudkan di NTB.

“Mudah-mudahan dengan Merdeka Belajar kita bisa berkolaborasi dan bekerja sama untuk menghasilkan kemaslahatan bagi masyarakat yang ada di NTB,” tambahnya.

Bang Zul mengajak seluruh jajaran Unram serta mahasiswa agar terus membangun kekompakan dalam mewujudkan NTB Gemilang.

“Atas nama masyarakat NTB, kami mengucapkan selamat Dies Natalis Ke-58, mudah-mudahan Unram jaya selalu, bisa menjadi universitas kelas satu dan kelas atas di Indonesia,” pungkas Bang Zul.

HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Kamis,  01 Oktober 2020, Bertambah 26 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 7 (tujuh) Orang, Kasus Kematian 2 (dua) Orang

Hingga hari Kamis ini penambahan kasus baru Covid-19 masih terus terjadi

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa. Technopark, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR Klinik Medika Plaza, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi, ada tambahan 26 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Kamis (01/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 185 sampel dengan hasil 157 sampel negatif, 2 (dua) sampel positif ulangan, dan 26 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 7 (tujuh) orang, kasus kematian 2 .(dua) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 26 kasus baru terkonfirmasi positif, 7 (tujuh) tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (1/10/2020) sebanyak 3.368 orang, dengan perincian 2.661 orang sudah sembuh, 200 meninggal dunia, serta 507 orang masih positif.

“Ptugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi..

TAMBAHAN 26 PASIEN POSITIF COVID-19, SEMBUH 7 (TUJUH) ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3343, an. LAJ, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  2. Pasien nomor 3344, an. DDI, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  3. Pasien nomor 3345, an. A, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  4. Pasien nomor 3346, an. AH, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Pototano, Kecamatan Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 3347 an. YJ, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 3348, an. H, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3349, an. MS, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 3350, an. SA, perempuan, usia 75 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Awet Muda Narmada;
  9. Pasien nomor 3351, an. DNK, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi NTB;
  10. Pasien nomor 3352, an. NNS, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  11. Pasien nomor 3353, an. KDD, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Siloam Mataram;
  12. Pasien nomor 3354, an. AFR, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Desa Dete, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dan Puskesmas Lape;
  13. Pasien nomor 3355, an. DA, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  14. Pasien nomor 3356, an. P, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Desa Keselet Timur, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  15. Pasien nomor 3357, an. M, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Sikur, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Suralaga;
  16. Pasien nomor 3358, an. AS, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Rumbuk Siren, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Labuhan Lombok;
  17. Pasien nomor 3359, an. HW, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Kerumut, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Batuyang;
  18. Pasien nomor 3360, an. MHSH, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid19 nomor 3129. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Rensing;
  19. Pasien nomor 3361, an. AZ, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Montong Beter, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Rensing;
  20. Pasien nomor 3362, an. ZH, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Kabar, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3173. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Sakra;
  21. Pasien nomor 3363, an. MRFL, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Desa Rakam, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  22. Pasien nomor 3364, an. C, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Jakarta Utara, DKI Jakarta. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  23. Pasien nomor 3365, an. RYS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  24. Pasien nomor 3366, an. N, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Mimika, Papua. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  25. Pasien nomor 3367, an. FF, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  26. Pasien nomor 3368, an. SN, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Desa Kandai 1, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19.

Hari Kamis terdapat penambahan 7 (tujuh) orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2970, an. MNF, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 3146, an. NWA, perempuan, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 3151, an. N, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  4. Pasien nomor 3161, an. SFA, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 3204, an. M, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Mekarsari, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur;
  6. Pasien nomor 3233, an. SY, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3339, an. EA, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Bukit Damai, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat.

Hari Kamis ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 3345, an. A, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  2. Pasien nomor 3368, an. SN, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Desa Kandai 1, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, hingga hari Kamis ini penambahan kasus baru Covid-19 masih terus terjadi.

Ia menghimbau,  agar warga NTB untuk tetap menjaga kewaspadaan terhadap virus ini dengan menerapkan 3M dan  1T, yakni mamakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak minimal dua meter serta tidak berkerumun dan menjauhi keramaian.

Mari kita sayangi dan saling menjaga keselamatan diri kita dan orang-orang disekitar kita. Mari kita doakan juga saudarasaudara kita yang sedang berjuang untuk sembuh dari Covid-19.

“Jauhkan stigma negatif, kita bersama pasti bisa beradaptasi dengan tatanan kehidupan baru serta optimis dapat keluar dari ujian wabah ini,” kata Lalu Gita..

Rr/AYA.

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Dukungan untuk SALAM Makin Tak Terbendung di Kota Mataram

Dukungan untuk SALAM juga dinyatakan oleh belasan perwakilan pengusaha dan wirausahawan muda Kota Matam

lombokjournal.com —

MATARAM ;   Fenomena Dukungan Warga kota untuk Pasangan  Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram No urut 2,   Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) nampaknya tak terbendung dan makin seksi.

Hal ini terkait kreatifnya SALAM dalam mengemas isu yang mudah dipahami dan dirasakan langsung implementasinya  oleh Pemilih kota. Maka tak heran jika arus kuat dukungan warga ke SALAM makin tebal.

Gerakan SALAM yang masif mampu menarik perhatian dan simpati lebih banyak pemilih dari berbagai strata sosial kota Mataram .

Terutama dari kalangan pemilih cerdas, kelas menengah, milennials, perempuan, Kelompok minat dan hobby, wirausaha , pendidik,  dan lain lain.

Seperti kejadian semalam , Belasan orang Perwakilan Komunitas Pacuan Kuda Kota Mataram bertemu Calon Walikota Mataram Hj Putu Selly Andayani, Rabu (30/09/20) malam di kediaman Selly di Panji Tilar 15, Kota Mataram.

Komunitas yang beranggotakan anak-anak muda pegiat olahraga berkuda ini, menyatakan dukungan untuk SALAM dan berharap pasangan SALAM bisa lebih memperhatikan kegiatan olahraga berkuda di Kota Mataram.

Menurut mereka, potensi atlit berkuda di Kota Mataram sangat besar. Apalagi Mataram sudah lama memiliki lapangan pacuan kuda di kawasan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Sayangnya lapangan pacuan Kuda justru beralih fungsi untuk medan balapan motor.

“Padahal kalau lapangan pacuan Kuda itu dimanfaatkan akan sangat berguna bagi kami. Karena itu kami berharap SALAM bisa memperhatikan hal ini ke depan agar Kota Mataram melahirkan atlit berkuda berbakat,” kata Muhammad Ahdari, pendamping Komunitas Pacuan Kuda Kota Mataram.

Ahdari mencontohkan, Habibie salah seorang anak pegiat olahraga berkuda. Habibie merupakan aset Kota Mataram yang kini lebih sering ikut pacuan Kuda di Lombok Tengah hingga Dompu dan Bima.

Prestasinya dalam olahraga berkuda justru mendongkrak nama daerah lain. Padahal Habibie warga Kota Mataram asli gubuk mamben sekarbela . Namun karena keterbatasan perhatian dan fasilitas pembinaan, ia justru lebih sering mengikuti event balap kuda atasnama kabupaten lain.

Ahdari menjelaskan, potensi atlit berkuda cukup besar di Kota Mataram. Tapi karena keterbatasan fasilitas, akhirnya mereka berlatih di Praya, Lombok Tengah.

“Sangat sayang sekali jika potensi dan prestasi atlit berkuda mataram  justru mengharumkan daerah lain. Harusnya  Kota Mataram bisa menunjukan  banyak talenta berbakat  berkuda yang handal,” tukasnya.

Hj. Selly Andayani menyambut baik semangat dan optimisme generasi muda dari Komunitas Berkuda Mataram ini. Menurutnya, SALAM akan memfasilitasi gagasan dan kegiatan yang positif bagi generasi muda Kota Mataram, termasuk di bidang olahraga berkuda.

“Tentu semua komunitas olahraga semua cabor yang ada perlu mendapat perhatian yang sama. SALAM akan melakukan hal ini, dan akan memaksimalkan fungsi lapangan pacuan Kuda nantinya,” katanya.

Ia optimis akan banyak prestasi anak-anak muda Kota Mataram yang cemerlang di bidang olahraga, jika saja kegiatan pembinaan dan penyediaan fasilitasnya dilengkapi oleh pemerintah daerah. Prestasi mereka tentu akan menoreh nama baik bagi Kota Mataram di tingkat nasional.

Ke depan, SALAM akan rutin menggelar event-event pacuan Kuda. Hal ini bukan saja mendorong animo untuk olehraga berkuda, tetapi juga bisa menjadi potensi destinasi wisata, atraksi baru di Kota Mataram ke depan.

Dukungan Pengusaha dan Wirausahawan Muda

Dukungan untuk SALAM juga dinyatakan oleh belasan perwakilan pengusaha dan wirausahawan muda Kota Matam yang tergabung dalam Lembaga Cipta Daya Wirausaha (LCDW).

LCDW merupakan gabungan pengusaha, wirausahawan dan pelaku UMKM di Kota Mataram dari berbagai bidang usaha.

Ketua LCDW John Fitriadi mengatakan, dukungan untuk SALAM karena figur Selly Andayani dikenal punya semangat luar biasa dalam penguatan dan pengembangan UMKM di Kota Mataram bahkan NTB.

“Kami ke buk Selly dan mendukung SALAM, karena beliau selama ini peduli dengan UMKM. Bisa dibilang buk Selly ini Bunda-nya UMKM,” kata John, Kamis (01/10/20) usai menggelar talkshow ekonomi kreatif di kediaman Selly Andayani , Jl Panji Masyarakat No 15 Mataram .

Dialog bisnis perwakilan LCDW dengan Selly Andayani membahas peluang dan tantangan sektor UMKM Kota Mataram di masa mendatang.

Selly mengungkapkan bagaimana teknologi harus mulai menjadi bagian tak terpisahkan dari geliat ekonomi, termasuk UMKM.

Mantan Kadis Perdagangan NTB ini menjelaskan, bagaimana konsep e-commerce NTB melalui aplikasi I-Shop NTB mampu mengubah paradigma pasar produk UMKM NTB.

“Kota Mataram juga harus melakukan hal yang sama. Digitaliasasi harus mulai dilakukan di era ekonomi 4.0 ini,” tegasnya.

Selly menyemangati para pelaku usaha ini agar terus berkreasi dan inovasi, mengangkat potensi-potensi Kota Mataram ke depan.

Fenomena Dukungan SALAM

Fenomena dukungan untuk pasangan SALAM di Kota Mataram juga terus tumbuh dari kalangan masyarakat pemilih pemula. Hal ini juga nampak di kantong-kantong akar rumput yang sebelumnya apriori dengan Pilkada.

Kegiatan sosial kemanusiaan menggunakan kendaraan roda tiga yang dilakukan SALAM dengan berbagi masker dan sosialisasi pencegahan Covid-19 juga mendapat respons positif berbagai kalangan.

Selain itu lewat kegiatan Flashmob di sejumlah kawasan strategis juga mendongkrak nama SALAM. Kampanye simpatik dibarengi dengan pembagian masker oleh SALAM justru mendapat sambutan,  antusiasme dan di elu-elukan warga dikampung-kampung.

“Setiap hari ratusan masker SALAM kita bagi ke warga dikampung kampung tanpa pandang bulu agar terhindar dari bahaya covid sekaligus upaya SALAM mendorong kota Mataram menuju Zona Hijau,” kata Mahsan, SH , Relawan Selly Manan yang keliling keluar masuk kampung dengan kendaraan Viar Roda Tiga mengkampanyekan protokol kesehatan.

Me




Plt Bupati Hadiri Paripurna Banggar DPRD KLU

Hampir semua memiliki semangat untuk mewujudkan peningkatan daerah, agar bisa setara bahkan lebih maju dari pada daerah lain di Provinsi NTB

TANJUNG.lombokjournal.com

Plt. Bupati Lombok Utara H. Sarifudin, SH MH, menghadiri Sidang Paripurna laporan Badan Anggaran (Banggar) dan Pendapat Akhir Fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terhadap RAPBD perubahan tahun 2020 di Aula Paripurna setempat, Rabu (30/09/20).

H. Saripundin, SH, MH

Laporan yang disampaikan perwakilan Banggar, Anggota DPRD Kardi, A.Ma menyebutkan, Banggar DPRD telah menyelesaikan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD tahun 2020 sesuai dengan RKPD, KUA dan PPAS.

Ada beberapa poin substansi pokok pada pembahasan yang dilakukan antara lain, Peningkatan Asumsi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada RAPBD Perubahan 2020 sebesar 1 milyar 466 juta rupiah lebih yang bersumber dari kenaikan beberapa Pos PAD, dan asumsi penurunan pada pos PAD, antara lain Kenaikan Asumsi PAD pada Retribusi Daerah Rp. 80.834.400,-,.

Dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan Rp. 673.392.483. Lain-lain PAD yang Sah Rp. 1.015.773.116. Sedangkan penurunan pada Pajak Daerah Rp. 304.000.000,00.

Dijelaskan oleh legislator Dapil Bayan itu, penambahan anggaran sebesar 2,3 milyar rupiah pada Dinas Sosial bukan merupakan anggaran atau kegiatan baru.

Tapi  merupakan anggaran yang dialokasikan untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang berada pada Belanja Tidak Terduga di Belanja Tidak Langsung.

“Pengembalian DAK tambahan berdasarkan Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Perpres No. 54 Tahun 2020, serta PMK 76 Tahun 2020 dialokasikan untuk mendukung pencapaian target Pembangunan Nasional, Pemulihan Perekonomian Daerah, Ketahanan Pangan dan Pengembangan Kawasan strategis Pariwisata Nasional,” tuturnya.

Kegiatan DAK cadangan bukan merupakan kegiatan baru, melainkan kegiatan yang sudah berada sebelumnya pada APBD Murni 2020.

Dijabarkan, struktur RAPBD Perubahan tahun 2020 disampaikan Pendapatan Daerah Rp. 861.775.750.928 yang terdiri dari PAD Rp. 108.807.206.746, dana perimbangan Rp.  563.738.707.132,00, lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp  189.229.837.050.

Adapun belanja daerah Rp. 892.565.935.469 terdiri dari belanja tidak langsung  Rp. 435.390.100.139 dan belanja langsung Rp. 457.175.835.330. Pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah Rp. 35.790.184.541, sedangkan pengeluaran pembiayaan daerah Rp. 5.000.000.000 dan pembiayaan netto  Rp. 30.790.184.541.

Ketua DPRD KLU Nasrudin, SH.I mengatakan setelah mendengar dan memperhatikan secera saksama pendapat akhir gabungan fraksi-fraksi dewan  disimpulkan, prinsipnya gabungan fraksi-fraksi dewan dapat menyetujui RAPBD perubahan tahun 2020 untuk ditetapkan menjadi Perda.

Selanjutnya  dituangkan dalam keputusan DPRD Kabupaten Lombok Utara.

Semangat mewujudkan peningkatan daerah

Plt. Bupati Lombok Utara H. Sarifudin, SH. MH dalam sambutannya menyampaikan dalam proses pembahasan RAPBD perubahan tersebut terdapat dinamika.

Kita semua menghargai dan memahami, hampir semua memiliki semangat untuk mewujudkan peningkatan daerah, agar bisa setara bahkan lebih maju dari pada daerah lain di Provinsi NTB.

Kendati di sisi itu, merasa perihatin yang sama terhadap berkurangnya target penerimaan daerah sebagai dampak dari bencana non alam yaitu pandemi Covid 19 yang berpengaruh terhadap percepatan penbangunan di daerah.

“Kami Menyadari bahwa rancangan perubahan APBD KLU tahun 2020 yang telah kami sampaikan masih perlu penyempurnaan. Walaupun demikian pandangan-pandangan selektif dan orientasi yang sama dapat diatasi bersama, dan yang lebih penting lagi hal yang belum sempurna sebagai acuan dalam penyusunan APBD tahun berikutnya” tambahnya.

Dalam konteks ini, masukan konstruktif sebagai wujud dari fungsi pengawasan tentu membantu. Sebagai pedoman bagi pemerintah dan DPRD telah memberikan pedoman yang baik dan terukur sampai sejauh mana mengelola keuangan daerah yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel.

“Dalam Permendagri No. 19 tahun 2020 terdapat dimensi yang patut menjadi perhatian kita dalam mengelola keuangan daerah, terjabar dalam APBD agar lebih bermanfaat, kualitas anggaran belanja dalam APBD, transparansi pengelolaan keungan daerah dan penyerapan anggaran serta opini BPK atas LKPD,” kata Saripudin..

Acara berlangsung hangat dan khidmat, dilanjutkan dengan ramah tamah.

Paripurna Banggar tersebut dihadiri pula pimpinan dan anggota DPRD, Pj. Sekda KLU Drs. H. Raden Nurjati, para staf ahli, para asisten, unsur TNI/Polri, unsur pimpinan OPD, serta para tamu undangan.

sas




Di Lombok Utara, Wagub Motivasi Nakes Tetap Semangat Laksanakan Tugas Kemanusiaan

  Para tenaga kesehatan diminta untuk menjaga kesehatan, dan niatkan pekerjaan sebagai ibadah

KLU.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah kembali berikan motivasi kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) guna mengantisipasi pandemi virus Corona, Kamis (01/10/2020) di Puskesmas Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

Wagub mengapresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan Lombok Utara yang selalu siap 24 jam sebagai ujung tombak menghadapi Corona sesuai sumpah profesinya.

“Tugas-tugas kemanusiaan harus kita laksanakan dengan penuh tanggungjawab dan semangat,” ungkap Wagub mengingatkan.

Dikatakan, pandemi Covid-19 mengajarkan kita tentang pentingnya sebuah kesehatan. Nikmat sehat yang diberikan oleh Allah SWT harus tetap disyukuri.

“Kesehatan itu tidak boleh dinomorduakan, kesehatan harus yang utama, kita niatkan setiap pekerjaan sebagai ibadah,” ungkap Wagub.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB itu menambahkan, dengan nikmat sehat; maka pekerjaan, ibadah, serta kegiatan sehari-hari bisa di jalani dengan baik.

Para  Nakes diminta untuk menjaga kesehatan dengan tetap patuhi protokol kesehatan.

“Sebagai tenaga kesehatan, protokol kesehatan harus kita jalankan dengan ketat,” tambah Umi Rohmi.

Di hadapan Kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan, Wagub berharap, Posyandu yang ada di Lombok utara seluruhnya direvitalisasi menjadi Posyandu Keluarga.

Dengan begitu, seluruh keluhan bisa ditangani oleh Posyandu keluarga tersebut.

“Alhamdulillah Posyandu Keluarga di Lombok Utara telah kita launching. Kita berharap seluruh Posyandu yang ada di revitalisasi menjadi Posyandu Keluarga,” tambah Wagub.

Umi Rohmi meminta seluruh pegawai di RSUD Kabupaten Lombok Utara untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Menurutnya, tempat orang berobat itu harus indah nan bersih.

“Jaga kesehatan, jaga kebersihan, hanya orang-orang sehat yang bisa merawat orang sakit,” ungkap wagub melanjutkan kunjungannya di RSUD Lombok Utara.

Umi Rohmi meminta, protokol kesehatan di rumah sakit harus di laksanakan secara ketat, tidak boleh ada pasien atupun keluarga pasien tidak menggunakan masker, tidak boleh berkerumun dan harus menjaga jarak.

Harus diatur dengan rapi, mulai dari keluarga yang jenguk, hingga yang datang untuk berobat, semuanya harus patuh terhadap protokol kesehatan,” tutup Wagub.

HmsNTB




Wagub Dukung Perhimpunan Ahli Epidemi, Untuk Penguatan Surveilans Covid-19

Wagub berharap agar masyarakat NTB bisa hidup New Normal, dan terbiasa hidup dengan protokol Covid

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menerima Perhimpunan Ahli Epidemologi Indonesia (PAEI) Drs. Bambang WK. M. Epid, dalam rangka melaporkan capaian hasil program penguatan surveilans Covid-19 di NTB, Kamis (01/10/20).

Audiensi ini bertujuan melaporkan yang sudah dilakukan selama empat (4) bulan di NTB, dari hasil evaluasi tersebut akan dilanjutkan penguatan komunikasi resiko.

Kemudian akan dilakukan penguatan tim surveilans. Sasarannya adalah tracing dan testing yang akan dtingkatkan dan dikuatkan melalui sistem pelatihan dan On The Job Training.

Menanggapi hal tersebut, Wagub yang ditemui di ruang kerjanya menyampaikan sepakat dan mendukung perbaikan yang akan dilakukan karena sesuai dengan tujuan kedepan, yaitu penguatan tracing dan testing.

Wagub NTB tak hanya mendukung tapi juga berpesan agar betul-betul mengikuti standar tertinggi, bila perlu lebih baik dan lebih baik lagi.

Kesulitan utama pemerintah dalam menangani Covid-19 adalah paradigma masyarakat tentang penggunaan masker.

“Kami ingin yang terbaiklah, karena kuncinya tracing treatment, bagaimana biar bisa masif dan tepat sasaran dan penyebaran bisa dilokalisir,” tutur Hj Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB.

Pemerintah Provinsi NTB melalui Wagub yang saat itu didampingi Asisten I Setda NTB dan Kepala Dinas Kesehatan NTB, setuju dan sepakat.

“Yang terpenting adalah agar masyarakat NTB bisa hidup New Normal, dan masyarakat terbiasa hidup dengan protokol Covid, apa pun akan saya dukung yang penting untuk kebaikan masyarakat,” tegas Hj Rohmi.

Wagub menambahkan, bagaimana membuat masyarakat satu persepsi, bahwa Covid-19 itu ada dan tidak mengenal siapapun, dan yang terpenting adalah protect diri.

“Alhamdulillah NTB Perdanya sudah ada dan pertama di Indonesia, TNI Polri juga terus support dan ini terus dikampanyekan,” tegas Hj Rohmi.

Menurut Wagub, kehidupan era tatanan baru atau New Normal, masyarakat tetap bisa mencari nafkah, aturan tegas untuk ditegakkan, boleh tetap menjalankan kewajiban mencari nafkah, tetapi masyarakat wajib juga patuhi protokol Covid sampai menunggu vaksin datang.

“Pakai masker memang gak enak, tapi jauh lebih enak daripada kita kena Covid, silakan apa yang terbaik supaya kita eksekusi sebaik-baiknya,” kata Wagub.

Sementara itu, Bambang WK menyampaikan kesiapannya untuk terus membantu penguatan sistim kesehatan di NTB.

“Kegiatan pokok kami yaitu menguatkan tim surveilans, tim lapangan,  juga mengadakan pelatihan, asesmen, survey knowledge kepada masyarakat tentang pandemi ini,” tambahnya.

Beberapa hal yang ditemukan juga sudah dibenahi dengan baik dibantu dengan aplikasi khusus. Namun, yang harus ditingkatkan adalah kapasitas petugas yang mengadakan tracing di lapangan, sebab dari sisi jumlah spesimen penduduk juga masih kurang.

“Salah satu yang perlu dipertimbangkan adalah tingginya kasus pneumonia, jika ada ciri langsung di-swab,” tutur Bambang. (

HmsNTB




Jawaban Plt Bupati, Sarifudin terkait Pandangan Fraksi Terhadap RAPBD Perubahan 2020

Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah KLU secara konseptual tetap berada pada koridor perkiraan yang terukur, rasional dan memiliki kepastian serta dasar hukum

TANJUNG.lombokjournal.Com

Plt. Bupati Lombok Utara Sarifudin, SH MH menyampaikan jawaban/respons Kepala Daerah atas pandangan umum Fraksi-fraksi dewan tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2020 di Aula Paripurna DPRD setempat, Selasa (29/09/20).

Disampaikan, beberapa masukan dan pemikiran dari pimpinan dan anggota dewan yang terhormat,  dalam pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD KLU terhadap pengantar Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perubahan APBD KLU tahun 2020. Mulai dari komponen pendapatan, pengeluaran/belanja dan komponen pembiayaan daerah menunjukkan, pimpinan dan anggota dewan memiliki perhatian sedemikian besar terhadap penganggaran.

Sebagaimana tertuang dalam rancangan perubahan APBD, agar disajikan lebih konsisten antara perencanaan yang tertuang dalam kebijakan umum perubahan anggaran serta prioritas plafon anggaran sementara tahun 2020.

“Kita sependapat bahwa RAPBD  tetap menjadi perhatian bersama, termasuk jadwal proses penyusunan yang harus tepat waktu, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, baik kualitas pelayanan publik yang terus meningkat maupun ketersediaan fasilitas publik dalam ketersediaan yang memadai. Tentu pada akhirnya dapat bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lombok Utara,” tutur Saripudin.

Lebih lanjut disampaikan, tanggapan terhadap pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD atas penjelasan Kepala Daerah tentang pengantar nota keuangan dan Raperda tentang perubahan APBD tahun 2020.

Bersepakat peningkatan strategi harus dilakukan untuk menyikapi kondisi perekonomian daerah pascabencana, terlebih dalam menghadapi bencana non-alam yang saat ini tengah merundungi kita.

Pada tahun-tahun berikutnya, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah KLU secara konseptual tetap berada pada koridor perkiraan yang terukur, rasional dan memiliki kepastian serta dasar hukum, baik dalam rancangan penerimaan maupun pengeluaran.

Penyertaan modal ke PDAM

Kemudian penyertaan modal Pemerintah Daerah kepada PDAM, pada hakikatnya bertujuan membantu perusahaan daerah memenuhi kebutuhan pelayanan air bersih kepada masyarakat, agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Diharapkan pada waktunya PDAM dapat memberikan kontribusi bagi Pemerintah Daerah sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, sesuai kebijakan pemerintah, penyertaan modal pendapatan tahun ini dialokasikan untuk meningkatkan kapasitas produksi sebagai cakupan pelayanan,” imbuhnya.

Menurut Saripudin, penyertaan modal yang dilaksanakan itu didasari semata-mata oleh pertimbangan kebutuhan, untuk peningkatan kapasitas produksi.

Selain itu ada beberapa pekerjaan penting yang harus dibiayai dengan sumber pembiayaan yang mesti dipastikan ketersediaannya, seperti penambahan instalasi pengolahan air minum, penambahan dan pemeliharaan jaringan pipa tertier, distribusi dan transmisi.

Hal tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar.

“Dalam kontetks pengalokasian program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEM) yang diperoleh Kabupaten Lombok Utara sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan nomor 87 tahun 2020. Program dan kegiatan sudah jelas diatur dalam peraturan Menkeu tersebut, antara lain untuk pemulihan ekonomi nasional seperti dukungan kepada sektor Pariwisata, UMKM, Koperasi dan pasar tradisional, serta bidang kesehatan untuk penanganan Covid-19 dan Jaring Pengaman Sosial (JPS) berupa bantuan sosial,” tandasnya.

Terkait arah penggunaan belanja tidak terduga, Pemda KLU telah meminta pendampingan pada pengawas di tingkat daerah maupun BPKP perwakilan Provinsi NTB.

Hal itu sebagai bentuk nyata transparansi Pemerintah Daerah dalam melaksanakan kegiatan yang bersumber dari belanja tidak terduga.

Diuraikan pula oleh Ketua BNNK KLU itu, terkait pandangan umum gabungan fraksi Demokrat, Golkar, PBB dan PAN, menitikberatkan perhatiannya pada langkah-langkah Pemda KLU dalam menggali dan meningkatkan target PAD.

Adapun usaha strategis untuk meningkatkan pendapatan daerah, lanjut Plt Bupati, terus kita lakukan, baik dalam bentuk intensifikasi maupun ekstensifikasi.

Dalam konteks ini, tentu dibutuhkan sinergi, baik dalam mengembangkan sumber-sumber PAD maupun perolehan dana perimbangan.

Terutama dana bagi hasil yang sumber sebenarnya berasal dari Lombok Utara, baik bagi hasil dari  Pemprov maupun pemerintah pusat, seperti dana bagi hasil pajak kendaraan bermotor, BBN-KB, pajak pertambahan nilai dan pajak penghasilan.

“Pemda KLU memberikan atensi luhur serta apresiasi atas pandangan umum gabungan fraksi-fraksi DPRD terhadap dukungannya mengawal sekaligus mengawasi pelaksanaan APBD KLU,” tukasnya.

Wakil Ketua DPRD H. Burhan M Nur, SH kemudian menutup Paripurna ke-19 Masa Sidang III Tahun Dinas 2020.

Sidang paripurna masa sidang III Tahun Dinas 2020 dipimpin oleh Wakil Ketua II H. Burhan M Nur, SH ini dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD KLU, Pjs Sekda KLU Drs. H. Raden Nurjati, unsur TNI/Polri, para Staf ahli, para asisten, Pimpinan OPD dan Camat lingkup Pemda Kabupaten Lombok Utara.

sas




Lomba Kampanye Sehat, Gubernur Apresiasi Terobosan Kapolda

Kampanye sehat kata Gubernur, tidak hanya menyehatkan fisik tapi juga menyehatkan rohani dan spiritual

 MATARAM.lombokjournal.com

Lomba Kampanye Sehat memperioritaskan keselamatan dan kesehatan masyarakat dalam penyelenggaraan kampanye oleh Pasangan Calon (Paslon) Kepala Daerah dalam Pilkada Serentak 2020 di Nusa Tenggara Barat.

Terobosan Lomba Kampanye Sehat yang diluncurkan oleh Polda NTB mendapat apresiasi dari Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah. Terobosan Kapolda NTB itu dinilai menjadi yang pertama di Indonesia.

Menurutnya, Polda NTB tidak berhenti terus melakukan inovasi.

“Alhamdulillah kampanye sehat ini merupakan satu terobosan yang saya kira yang perama di Indonesia, dan mudah-mudahan akan mendapat apresiasi juga,” ungkap Gubernur Zul.

Gubernur menyampaikan itu saat memberi sambutan sekaligus meresmikan langsung Lomba Kampanye Sehat, di Lapangan Tenis Mapolda NTB, Rabu (30/09/20).

Pada kesempatan itu, Gubernur berharap jajaran Polda NTB mengusut tuntas akun-akun media sosial yang kerap kali meresahkan masyarakat.

“Karena khawatirnya itu bukan akun dari paslon tertentu, tetapi malah akun dari konsultan sosial media yang dengan akun mesin sosial medianya itu bisa mengaduk emosi masyarakat kita,” ungkapnya.

Dengan adanya kampanye sehat kata Gubernur, tidak hanya menyehatkan fisik saja akan tetapi juga menyehatkan rohani dan spiritual.

“Terimakasih pak Kapolda dan pak Kasrem, aktivis-aktivis yang jadi pimpinan KPUD dan Bawaslu. Mudah-mudahan dengan seringnya kita bersama akan menghadirkan kondusivitas bagi masyarakat NTB,” kata Gubernur Zul. .

Kasrem 162/WB Kolonel Armed I Made Kariawan yang mewakili Danrem 162/WB, menyampaikan dukungan penuhnya terhadap inovasi kampanye sehat.

“Kami di Korem 162/WB mendukung apa yang sudah diprogramkan, apa yang sudah direncanakan dan yang sudah diinisiasikan oleh Kapolda,” ungkap Kasrem memberi sambutan.

Apa yang telah diinisiasi oleh Kapolda NTB ini dinilai sebagai program yang baik, terlebih dalam menghadapi dan mencegah penyebaran Covid-19 pada ajang kampanye nanti.

“Mudah-mudahan ini akan menjadi contoh dan tauladan bagi daerah lainnya,” ujarnya

KPU dan Bawaslu Provinsi NTB juga mengapresiasi terobosan Polda NTB itu.

“Saya dan teman-teman di Bawaslu sebetulnya merasa iri dengan bapak Kapolda, selalu punya cara untuk berinovasi, untuk bagaimana kemudian memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat NTB,” ungkap Ketua Bawaslu Provinsi NTB, M. Khuwailid

Tidak hanya itu, Khuwailid juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh Paslon Kepala Daerah di tujuh Kabupaten/Kota di NTB yang melaksanakan Pilkada tahun 2020 atas komitmen menjalankan kampanye dengan memprioritaskan protokol kesehatan Covid-19.

Kapolda NTB Irjen Pol. M Iqbal mengemukakan,  menjadi tugas TNI dan Polri dalam melakukan berbagai upaya yang optimal bersama Pemerintah Daerah dalam memelihara keamanan dan ketertiban Pilkada serentak.

Kapolda menerangkan, kampanye sehat merupakan salah satu upaya bersama untuk menekan angka penularan virus Corona di NTB.

“Pilkada saat ini bukan Pilkada biasa, namun ini adalah Pilkada yang istimewa. Oleh karena itu perlu dilakukan juga langkah-langkah yang istimewa juga, pada 13 hari yang lalu di halaman ini juga melakukan deklarasi dan komitmen bersama bahwa siap mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 30 September 2020, Bertambah 30 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Kasus Kematian 2 (dua) Orang

“Kita tidak boleh menganggap pandemi Covid-19 ini tidak nyata,” kata Lalu Gita Aryadi

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, dan Laboratorium PCR Klinik Medika Plazamengkonfirmasi, ada tambahan 27 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Selasa (29/09/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 267 sampel, dengan hasil 230 sampel negatif, 7 (tujuh) sampel positif ulangan, dan 30 sampel kasus baru positif Covid-19 pasien sembuh 14orang, kasus kematian 2 .(dua) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 30 kasus baru terkonfirmasi positif, 14 tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu ini (30/09/20) sebanyak 3.342 orang, dengan perincian 2.654 orang sudah sembuh, 198 meninggal dunia, serta 490 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 30 PASIEN POSITIF COVID-19, SEMBUH 14 ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3313, an. F, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 3314, an. AS, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kabupaten Padang, Sumatera Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  3. Pasien nomor 3315, an. S, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kabupaten Padang, Sumatera Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  4. Pasien nomor 3316, an. MR, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  5. Pasien nomor 3317 an. E, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Kebun Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  6. Pasien nomor 3318, an. IS, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3319, an. A, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 3320, an. AMH, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 3321, an. R, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Unram;
  10. Pasien nomor 3322, an. SIS, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha,Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  11. Pasien nomor 3323, an. PS, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  12. Pasien nomor 3324, an. A, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Soki, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  13. Pasien nomor 3325, an. AI, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3026. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  14. Pasien nomor 3326, an. MA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3026. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  15. Pasien nomor 3327, an. YA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3026. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  16. Pasien nomor 3328, an. AA, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3158. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  17. Pasien nomor 3329, an. S, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Parado Wane, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 2829. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  18. Pasien nomor 3330, an. DH, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSAD Wirabhakti Mataram;
  19. Pasien nomor 3331, an. NH, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Kelurahan Sandubaya, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  20. Pasien nomor 3332, an. NF, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Suralaga, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3160. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Suralaga;
  21. Pasien nomor 3333, an. NW, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Puskesmas Labuhan Lombok;
  22. Pasien nomor 3334, an. TUA, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Montong Tangi, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  23. Pasien nomor 3335, an. N, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  24. Pasien nomor 3336, an. HA, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  25. Pasien nomor 3337, an. HF, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  26. Pasien nomor 3338, an. AS, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Sekongkang Atas, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  27. Pasien nomor 3339, an. EA, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Bukit Damai, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  28. Pasien nomor 3340, an. ES, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  29. Pasien nomor 3341, an. RAP, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Ropang, Kecamatan Ropang, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi.Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  30. Pasien nomor 3342, an. MS, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Bug-Bug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram.

Hari Rabu terdapat penambahan 14 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2789, an. S, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, KecamatanSelaparang, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 2827, an. ME, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  3. Pasien nomor 2962, an. Z, perempuan, usia 79 tahun, penduduk Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
  4. Pasien nomor 2980, an. SW, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 2994, an. MPA, laki-laki, usia 6 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  6. Pasien nomor 2995, an. AAT, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Desa Perapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  7. Pasien nomor 3081, an. M, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Gerimax Indah, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 3119, an. J, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  9. Pasien nomor 3124, an. IMS, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 3128 an. ASA, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Desa Kabar, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 3132, an. A, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Kelayu Utara, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  12. Pasien nomor 3150, an. NMA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  13. Pasien nomor 3163 an. RCMH, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 3209, an. ABWY, laki-laki, usia 5 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Hari Rabu ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 3270, an. SNH, perempuan, usia 1 tahun, penduduk Desa Sikur, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 3288, an. N, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, hingga hari ini kasus baru Covid-19 masih terus bertambah dengan jumlah kasus kematian yang cukup tinggi di NTB.

“Kita tidak boleh menganggap pandemi Covid-19 ini tidak nyata,” tegasnya. Kita harus terus waspada dan melaksanakan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas.

“Mari kita doakan juga saudara-saudara kita yang sedang berjuang untuk sembuh dari Covid-19. Jauhkan stigma negatif, kita bersama pasti bisa beradaptasi dengan tatanan kehidupan baru serta optimis dapat keluar dari ujian wabah ini,” kata Lalu Gita Aryadi..

Rr/AYA

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Hadirnya PANDAWA, BPJS Kesehatan Beri Kemudahan Layanan Bagi Peseta JKN-KIS

 Adanya layanan CHIKA dan VIKA hingga PANDAWA, diharapkan dapat menghilangkan kekhawatiran masyarakat yang ingin mengakses layanan JKN-KIS di Kantor Cabang BPJS Kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com

Di masa pandemi Covid-19, aktvitas seluruh masyarakat di Luar Rumah dibatasi.

Dengan anjuran mematuhi protokol kesehatan Covid-19,  membuat warga kesulitan untuk mengakses berbagai layanan atau fasilitas publik.

Bergerombol di tempat publik merupakan salah satu hal yang perlu dihindari karena berpotensi menyebarkan virus Covid-19.

Hal tersebut tentunya membuat fasilitas atau layanan publik kini tidak mudah untuk didapatkan seperti dahulu.

Tapi hal itu bukan menjadi alasan bagi BPJS Kesehatan untuk menghentikan layanannya. Hal ini ditunjukan Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mataram yang tetap beroperasi meskipun berada di situasi pandemi.

Banyak inovasi layanan yang diterapkan di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Mataram untuk mengurangi resiko penyebaran virus Covid-19, salah satunya dengan mulai menerapkan Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp (PANDAWA).

Seperti yang tengah dirasakan oleh Lazuardi (35). Peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) asal Mataram itu merasa sangat terbantu dengan adanya layanan melalui PANDAWA ini.

Dirinya sudah tidak perlu lagi datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan untuk mendapatkan layanan kepesertaan JKN-KISnya. Ia menyebut, hanya dengan melalui chat di Whatsapp, kebutuhan dirinya sudah dipenuhi dengan baik.

“PANDAWA ini sangat memudahkan saya untuk mengurus BPJS Kesehatan. Ketika saya WA, responnya cepat dan mudah dipahami. Layanan yang didapatkan pun tidak berbeda seperti kita ke kantor BPJS Kesehatan. Saya tak mengira urusan saya bisa selesai dan lebih gampang karena saya tidak perlu repot-repot datang ke kantor BPJS Kesehatan,” ujar Lazuardi.

Bukan hanya itu, Lazuardi juga mengapresiasi layanan non tatap muka lainnya yang dihadirkan BPJS Kesehatan sebagai upaya mengurangi kontak fisik antara petugas dengan peserta.

Ia melihat, adanya layanan tanpa tatap muka seperti Mobile JKN, Care Centre 1500400, Layanan Chat Chika, dan Layanan Suara VIKA, dapat mengurangi resiko peserta JKN-KIS terpapar oleh virus tersebut.

“Sebelumnya memang sudah lebih dulu hadir aplikasi Mobile JKN yang bisa diakses oleh masyarakat. Kemudian, engan adanya layanan CHIKA dan VIKA hingga PANDAWA ini, diharapkan dapat menghilangkan kekhawatiran masyarakat yang ingin mengakses layanan JKN-KIS di kantor cabang. Dengan adanya layanan digital ini, kebutuhan peserta akan terpenuhi dengan baik tanpa dibuat khawatir terpapar oleh viris tersebut,” tambah Lazuardi.

Tak lupa, ia juga mengajak kepada seluruh peserta JKN-KIS lainnya untuk mulai beralih menggunakan layanan digital yang dihadirkan BPJS Kesehatan.

Hal itu juga sebagai bentuk apresiasi kepada BPJS Kesehatan yang senantiasa memberikan kemudahan bagi peserta JKN-KIS yang ingin mendapatkan layanan.

dh/yn/Jamkesnews