Gubernur Silaturahim dengan Lombok Mercusuar dan Laskar Sasak

Bang Zul mengapresiasi Lombok Mercusuar yang telah menyatukan hati para tokoh-tokoh yang ada di Pulau Lombok

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerima silaturahim Tokoh Adat, Agama dan Budaya se-Pulau Lombok yang tergabung Lombok Mercusuar dan juga Laskar Sasak yang berlangsung di Pendopo Gubernur, Sabtu (03//10/20) siang.

Dalam acara silaturrahim itu, Gubernur mengajak masyarakat untuk selalu menjunjung tinggi adat, kebudayaan dan juga agama.

Sehingga dimanapun berada, akar budaya menjadi hal yang tidak boleh dilupakan.

“Pengalaman kami berkelana kemana mana, Islam itu adalah agama sangat lentur dalam menghargai keragaman dan memberikan ruang adat untuk berkembang,” ucapnya.

Bang Zul membahas perhelatan internasional yang akan segera berlangsung di NTB, yakni MotoGP Mandalika 2021.

Ia memotivasi tokoh-tokoh yang hadir agar turut mendukung progres pembangunan sirkuit hingga kesuksesan gelaran tersebut  nantinya.

Bang Zul juga tak ingin anak-anak NTB kelak akan hanya jadi penonton di daerahnya sendiri. Hadirnya program Beasiswa Luar Negeri diharapkan dapat membuat anak-anak muda NTB lebih percaya diri dan memiliki wawasan yang luas.

“Percuma pakai pakaian adat panjang sampai semeter, dua meter tapi hatinya tidak berpihak pada lokal. Percuma kerisnya panjang-panjang kalau ternyata tidak punya keberanian juga membela masa depan anak cucu kita,” tegas Bang Zul.

Ia pun berjanji, pintu pendopo akan selalu terbuka untuk menyambut masyarakat demi ikhtiar membangun NTB yang Gemilang.

Bang Zul mengapresiasi Lombok Mercusuar yang telah menyatukan hati para tokoh-tokoh yang ada di Pulau Lombok.

“Kita yakin, dengan adanya Lombok Mercusuar kita punya tuntutan, kita punya arahan, sehingga kita punya tempat kembali guyub, duduk bersama, hidup tentram menghadirkan kesejahteraan kemakmuran bagi pulau Lombok, NTB, Indonesia bahkan dunia dimasa yang akan datang,” tutupnya.

Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal S.I.K., M.H, menekankan akan pentingnya menjunjung tinggi kearifan lokal dan adat istiadat yang begitu beragam di Indonesia.

“Sangat luar biasa beraneka ragam, saya kaitkan dalam konsep kepolisian sebagaimana Polri didalam memelihara ketertiban, kami sangat tidak bisa lepas dari kearifan lokal tersebut,” ujarnya.

Begitu juga dengan Suku Sasak yang disebutnya telah eksis dari zaman nenek moyang dan dikenal berkat keakrabannya. Ia mengimbau agar masyarakat Sasak dapat terus menjaga keharmonisan dan kerukunan antar sesama suku dan juga suku-suku lainnya.

“Silaturahim itu penting, oleh karena itu Polri senjatanya bukan KUHP, bukan hukum, borgol, water cannon, bahkan pistol. Namun, senjata paling utama adalah silaturahim dan komunikasi dengan hati yang lurus,” jelas Iqbal.

Sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah NTB, Ir. Wahyudi Adi Siswanto M.Si, menyampaikan dua hal terkait pentingnya menjalin silaturahim dan kaitan seni budaya dalam penegakkan peraturan-peraturan daerah.

“Pentingnya silaturahim yang merupakan wujud dari kasih sayang ini, jadi sehebat apapun ilmu wujudnya adalah kasih sayang,” tutur Wahyudi.

Selain itu, Ia menyinggung peran seni dan budaya dalam mendukung penegakkan peraturan. Menurutnya, seni dapat menjadi media untuk mengkampanyekan hal-hal positif yang tentunya akan lebih mudah dipahami dan diterima oleh masyarakat.

Ia pun mencontohkan musik yang mengajak orang-orang untuk patuh memakai masker saat beraktifitas.

“Jadi memakai masker bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi persoalan kepatuhan terhadap adat dan dengan begitu maka kita sudah dibataskan atau dipagari dari hal-hal yang tidak baik,” pungkasnya.

Momen ini juga menjadi tempat para tokoh-tokoh untuk menyampaikan harapan dan juga aspirasinya. Dimulai dari Tokoh Adat, Budaya hingga Agama satu persatu menyuarakan rasa nasionalisme dari Bumi Lombok untuk Indonesia.

Di hadapan Gubernur yang juga turut didampingi Kapolda NTB, Kabinda NTB serta sejumlah Kepala OPD lingkup Pemprov NTB, para tokoh-tokoh ini begitu akrab berdiskusi dan bertukar pikiran demi membangun daerah.

Perwakilan Tokoh Adat, Drs. Lalu Bayu Windia, M. Si, mengapresiasi era kepemimpinan Gubernur yang disebutnya sangat memberikan perhatian terhadap kebudayaan yang ada di NTB.

“Alhamdulillah pada era pak Gubernur, isu-isu kebudayaan mendapat perhatian yang proporsional, selain juga dengan isu-isu yang lainnya,” ungkapnya.

Melalui kesempatan ini, Ia berharap seluruh masyarakat dapat terus memberikan perhatian kepada adat budaya dan juga agama.

Senada dengan hal tersebut, Perwakilan Tokoh Budaya, H. Lalu Putria bertekad untuk terus menciptakan keamanan di daerah. Ia juga memuji para pimpinan daerah yang telah menunjukan kepeduliannya dalam mewujudkan keamanan di NTB.

 

“Alhamdulillah di Bumi Sasak Lombok Ini sudah ada Laskar Sasak, yang akan bersama-sama dengan masyarakat akan mewujudkan keamanan tersebut,” sebutnya.

Terakhir, TGH. Kudri Abdullah, MA., M. Si yang mewakili Tokoh Agama menyampaikan rasa terima kasihnya dapat menyapa dan bersilaturahim dengan  seluruh tokoh adat, budaya dan agama se-Pulau Lombok.

Bersama antar lintas tokoh, Ia bertekad menyatukan visi guna mengharmoniskan antara tokoh adat, tokoh budaya dan juga tokoh agama.

“Agama akan kuat kalau ditopang oleh adat dan budaya. Sebaliknya, adat dan budaya akan selamat kalau ditopang oleh agama,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Ia berharap seluruh aspek tersebut dapat saling mendukung dan juga menguatkan. Dengan hal ini, Kudri yakin NTB dapat semakin harmonis dan menjunjung tinggi rasa kekeluargaan.

HmsNTB




Peringatan Ulang Tahun TNI, Gubernur Tanam Terumbu Karang di Senggigi

Gubernur minta penanaman terumbu karang masif dilakukan oleh semua lapisan

LOBAR.lombokjournal.com

Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 TNI tanggal 5 Oktober mendatang, berbagai kegiatan telah dilakukan, salah satunya penanaman terumbu karang di pesisir pantai Senggigi, Sabtu (03/10/20).

“Jika terumbu karang rusak atau terganggu kondisinya, maka semua rantai makanan dan siklus kehidupan biota laut akan terganggu. Bahkan berpotensi menuju kepunahan. Di sini pentingnya upaya program pengelolaan terumbu karang,” ujar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah usai menanam terumbu karang.

Menyadari peran terumbu karang yang begitu besar dalam ekosistem laut, Gubernur minta penanaman terumbu karang masif dilakukan oleh semua lapisan.

Apalagi, terumbu karang punya manfaat lain, sebagai penghasil oksigen yang sangat dibutuhkan oleh manusia dan makhluk hidup lainnya.

“Menanam terumbu karang bukan hal yang sulit. Sangat mudah dilakukan, mudah-mudahan ini bukan yang pertama di pantai Senggigi,” harap Gubernur.

Selaku tuan rumah, Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si menyampaikan, penanaman terumbu karang akan terus dilanjutkan, terutama di pantai Senggigi.

“Untuk mengajak orang kembali ke Senggigi, kami (Pemkab Lobar) menyiapkan banyak inovasi,” ungkapnya.

Tak hanya Senggigi, lanjut Bupati, banyak tempat wisata lainnya di Lombok Barat yang akan ditanami terumbu karang. Itu semua dilakukan untuk menarik kembali gairah sektor pariwisata di tengah pandemi Covid-19.

“Di Lombok Barat, kami berkomitmen, apapun kegiatannya, kami wajibkan patuhi protokol kesehatan,” tambah Bupati Fauzan.

Jangan sampai, lanjut Fauzan, niat untuk berwisata serta menikmati keindahan alam, tapi malah mendatangkan penyakit. Itu semua harus diantisipasi. Protokol kesehatan di tempat wisata akan dilaksanakan secara ketat.

“Silahkan nikmati keindahan alam, tapi ingat, wajib patuhi protokok kesehatan,” tambah Bupati.

Sementara itu, Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos, SH, M.Han mengucapkan terimakasih kepada suluruh pihak yang telah menyukseskan acara tersebut.

“Saya ucapkan terimakasih kepada BUMN, Nelayan, komunitas yang telah membantu kelancaran acara ini, semoga silaturrahim kita terus terjalin hingga masa mendatang,” ujarnya.

Jendral bintang satu tersebut bercerita, persiapan acara penanaman terumbu karang ini telah disiapkan satu bulan yang lalu, terhitung, sebanyak 750 terumbu karang di tanam di pantai Senggigi.

“Alhamdulillah, sebanyak 750 terumbu karang kita tanam hari ini,” ungkapnya.

Kapolda NTB, Irjen Pol. M. Iqbal yang juga hadir pada kesempatan tersebut mengapresiasi rangkaian acara HUT TNI yang ke-75.

“Alhamdulillah, sebagai saudara kandung, kami apresiasi penanaman terumbu karang ini,” ungkap Kapolda.

Kegiatan tersebut, lanjut Kapolda, selaras dengan tagline HUT TNI ke-75 tersebut, yaitu Sinergi Untuk Negeri. Menurut Kapolda, seluruh kegiatan memang diperlukan kekompakan serta sinergi yang kuat.

“Dengan bersinergi, kita akan semakin kuat,” tutup Kapolda.

HmsNTB




Gubernur Motivasi Para Penerima Beasiswa

Awardee merupakan duta masa depan untuk membela Indonesia dan membawa nama NTB yang nantinya bermanfaat bagi umat manusia

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengunjungi dan memberikan motivasi kepada para penerima Beasiswa NTB di Rumah Bahasa NTB, Sabtu, (03/10/20).

Bang Zul dengan santai bercerita tentang telur elang yang menetas dan hidup bersama ayam.

Menurutnya, para awardee yang akan melanjutkan studinya ke Polandia dan Ceko ini adalah seekor elang yang diharapkan mampu mengepakkan sayapnya lebih lebar dan dapat bermanfaat bagi sesama.

“Bukan hanya melampaui bukit lembah dan lautan, tapi anda mampu menjangkau langit dengan tidak terbatas untuk kemudian menghadirkan kebaikan kepada umat manusia di kemudian hari,” pesan Bang Zul.

Bang Zul yang didampingi oleh Kepala Biro Humas dan Protokol ini mengatakan, negara-negara tujuan beasiswa seperti Polandia, Ceko dan Rusia dijadikan sebagai salah satu wahana untuk membuka mata bahwa dunia begitu luas untuk ditelusuri.

“Anda dikirim keluar negeri supaya anda sadar, anda elang yang bisa menjadi tokoh dunia dan anda bisa bekerja di World Bank, New York, dan anda bisa bekerja dimana saja di seluruh dunia yang menghadirkan kebaikan untuk NTB,” tutur Bang Zul.

Setelah mampu bekerja di seluruh dunia, awardee  diminta dapat memberikan inspirasi kepada anak-anak muda NTB.

Sebab, awardee merupakan duta masa depan untuk membela Indonesia dan membawa nama NTB yang nantinya bermanfaat bagi umat manusia.

“Jadi selamat, jaga nama baik NTB. Kuliah di luar negeri itu bukan gaya-gayaan tetapi menghadirkan cara pandang yang berbeda untuk menyikapi kesuksesan,” tutup Bang Zul.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqon mengatakan, di penghujung 2020 ini, para awardee ini telah sukses menunjukan kemampuan awal menjadi pemenang dari sekian banyak calon yang diseleksi dengan ketat dan kuat.

“Tentu sebuah kebanggaan bagi kami, telah lahir anak-anak NTB yang menambah jumlah target dari Provinsi NTB,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Ia berharap kepada para awardee untuk tetap menjaga dan membawa karakter ke-NTB-annya agar membanggakan nama NTB dan Indonesia.

Selain itu juga, Ia berpesan agar segera menyesuaikan diri dengan kultur dan kebiasaan belajar di luar negeri.

“Selamat kepada adik-adik yang mendapatkan beasiswa tujuan Polandia, Ceko dan Rusia,” ujarnya. Kita harus bersyukur Allah telah mempertemukan kita di satu Provinsi yang bernama NTB,” tutupnya.

HmsNTB

 




KLU Ada Tambahan 2 Pasien Positif Covid-19, 1 Diantaranya Meninggal Dunia

Masyarakat diminta tetap mematuhi protocol Covid-19

TANJUNG.lombokjournal.com

Penanganan pandemi Covid-19 di Kabupten Lombok Utara (KLU) mencatat perkembangan baru.

Dalam siara pers Jum’at (02/10/20), Plt Bupati Lombok Utara, H. Saripudin, SH, MH menyampaikan, hasil pemeriksaan Swab yang dilakukan Laboratorium Bioomedis RSUD Provinsi NTB hingga Kamis (01/10), ada tambahan kasus konfirmasi  sebanyak 2 (dua) orang.

“Satu di antaranya meninggal dunia,” kata H Saripudin melalui siaran pers yang diterima media hari Jum’at.

Rincian 2 (pasien) terkonfirmasi yang dimaksud adalah;

  1. Pasien nomo 3344 an Tn DD (21 th), lama Desa Bentek, Kecaatan Gangga.
  2. Pasien an Ny US (59 th) alamat Desa Anyar Kecamatan Bayan, meninggal dunia dan telah dilakukan pemulasaran yang dilakukan Satgas Covid-19, sesuai protocol Covid-19.

Sampai hari Jum’at (02/10/20, di KLU kasus konfirmasi positif Covid-19 berjumlah 109 orag, sembuh 102 orang, masih dalam perawatan medis  2 orag ( 1 orang dirawat di RSUD NTB, dan satu orang lainnya dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram). Pasien meninggal 5 (lima) orag.

Saat ini masih terdapat 36 orang pasien kategori Kontak Erat yang masih melakukan karantina mandiri. Saat  ini terdapat 5 pa dengan kategori Suspek yang masih mlakukan isolasi mandiri.

Dijelaskan, orang dengan hasil RDT Reaktif, akan dilakukan tindakan medis Swab. Ini merupakan standar pemeriksaan laboratorium diagnosa Covid-19.

Saripudin mnghimbau agar masyarakat tidak melakukan perundungan terhadap paien terkonfirmasi posiif Covid-19.

“Kita cegah penyakitnya, bukan mengucilkan orangatau latar belakangnya,” katanya.

Selain iitu Saripudin menyerukan, agar warga Lombok Utara tetap mematuhi protocol Covid-19.

“Wajib menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun, jaga jarak, menghindari kerumunan, serta melakukan pola hidup hidup bersih dan sehat,” seru Saripudin.

Rr/Humaspro




Bunda Niken Tegaskan Peran Penting Orang Tua Membimbing Belajar Dari Rumah

Orang tua berperanan penting dalam mendidik anak di masa pandemi, terutama penyediaan fasilitas dan menjamin lingkungan untuk mendukung anak belajar dari rumah

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang akrab disapa Bunda Niken, mengapresiasi kegiatan Pojok Ekspresi yang berlangsung di Halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Jum’at (02/10/20).

Pojok Ekspresi adalah ruang kreativitas dan inovasi bagi sekolah yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB.  Ini upaya melestarikan permainan tradisional guna mengundang ketertarikan masyarakat untuk menyaksikan permainan tersebut.

Hj. Niken pada kesempatan itu menjadi narasumber membahas “Peran Keluarga dalam Mendidik di Masa Pandemi Covid-19”.

Menurutnya, orang tua berperanan penting dalam mendidik anak di masa pandemi, terutama penyediaan fasilitas dan menjamin lingkungan untuk mendukung anak belajar dari rumah.

“Peran orang tua sangat besar untuk membimbing anak-anaknya ketika belajar di rumah, dengan belajar di rumah bukan berarti putus belajar, melainkan semangat belajar,” jelas Bunda Niken.

Guru dan siswa didorong memanfaatkan masa pandemi ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas diri dan terus bersemangat.

“Artinya kita diberikan kesempatan untuk menjadi orang-orang yang terus meningkatakan kualitas dirinya dengan belajar,” jelas Bunda Niken.

Bunda Niken berharap beberapa sekolah yang dijadikan sekolah percobaan, dibuka di masa pandemi ini untuk tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Mudah-mudahan dilakukan terus dengan lancar, teman-teman di berbagai daerah semoga sekolah percobaannya bisa lancar,” tutup Bunda Niken.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB Dr. H. Aidy Furqon mengaku terpukau dan terpaku dengan seni kreasi tradisional yang ditampilkan oleh SMA Negeri 7 Mataram dan SMK Negeri 1 Batu Kliang yang turut memeriahkan Pojok Ekspresi.

“Kami yakin, ini adalah salah satu langkah kita meningkatkan indeks kebudayaan yang juga merupakan tanggung jawab dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” tuturnya dengan penuh semangat.

HmsNTB




Bus Khusus Penyandang Disabilitas, Pemprov Upayakan Ada di Tiap Kabupaten/Kota

Diharapkan mempermudah para penyandang disabilitas untuk ke sekolah, tempat kerja, bahkan ke tempat-tempat rekreasi

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melakukan pelepasan First Riding atau ujicoba satu unit Bus Disabilitas NTB Gemilang di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Jum’at (02/10/20).

Dengan pelepasan itu, kini Provinsi NTB kini memiliki kendaraan yang diperuntukkan khusus bagi penyandang disabilitas.

Gubernur mengaku senang melihat kebahagiaan para penyandang disabilitas menyambut kendaraan umum yang akan mempermudah mobilitas yang kerap terhambat akibat transportasi.

Menurutnya, NTB adalah daerah yang ramah anak dan juga penyandang disabilitas.

“Mestinya ini suatu hal yang biasa, bahwa saudara-saudara kita yang kebetulan mengalami disabilitas itu punya fasilitas. Jadi bukan suatu hal yang istimewa tapi memang sudah menjadi haknya,” ucapnya.

Kehadiran bus ini diharapkan mempermudah para penyandang disabilitas untuk ke sekolah, tempat kerja, bahkan ke tempat-tempat rekreasi.

Pemprov akan mengupayakan agar bus seperti ini dapat hadir di setiap kabupaten/kota di NTB.

“Kita targetkan, mudah-mudahan ada caranya nanti, pas HUT NTB nanti kita tambah,” terang Bang Zul.

Ada tiga unit Bus Disabilitas yang siap beroperasi. Satu unit bus di Pulau Lombok, serta dua unit bus untuk Pulau Sumbawa yang mencakup Sumbawa dan KSB serta Dompu dan Bima.

Bang Zul pun mengapresiasi terobosan Dinas Perhubungan Provinsi NTB.

“Perjalanan panjang selalu harus dimulai dengan langkah pertama,” tutup Bang Zul.

Kedua di Indonesia

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Drs. Lalu Bayu Windia, M.Si mengungkapkan, pengoperasian Bus Disabilitas merupakan yang kedua di Indonesia setelah Jawa Barat pada tahun 2019 lalu. Ia menyebut acara hari ini memiliki kesan tersendiri.

“Alhamdulillah hari ini kita menyelenggarakan sebuah acara yang cukup monumental, yaitu gladi rute atau tes rute untuk pemanfaatan Bus Disabilitas,” kata Bayu.

Bayu menerangkan, sejatinya bus ini akan secara penuh diresmikan pada peringatan HUT NTB pada bulan Desember mendatang.

Hal ini juga bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap tanggal 3 Desember.

Selain dikhususkan untuk penyandang disabilitas, bus ini juga disebutnya sangat ramah anak.

Ia pun turut berharap kehadiran bus ini dapat memberi banyak manfaat bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas.

Terlihat raut wajah gembira para penyandang disabilitas yang akhirnya memiliki kendaraan umum yang dapat digunakan sehari-hari. Salah satunya, diungkapkan Munawar yang begitu bersyukur mendapat fasilitas dari Pemprov NTB.

“10 kursi roda dan 1 unit bus dapat menambah kebahagiaan kami, kami diperhatikan, kami dijadikan saudara oleh Gubernur,” aku Munawar.

Acara ini dihadiri Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi NTB.

Saat itu, Dinas Sosial Provinsi NTB turut memberikan bantuan berupa 10 kursi roda kepada penyandang disabilitas.

HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at,  02 Oktober 2020, Bertambah 22 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 17 Orang, Kasus Kematian 2 (dua) Orang

Pengelola fasilitas publik dan pusat-pusat kegiatan ekonomi masyarakat untuk memperhatikan, mengawasi serta menyediakan sarana pencegahan penyebaran Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Klinik Medika Plaza, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 22 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Jum’at (02/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 150 sampel dengan hasil 126 sampel negatif, 2 (dua) sampel positif ulangan, dan 22 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 17  orang, kasus kematian 2 (dua) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 22 kasus baru terkonfirmasi positif, 17 tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at (02/10/20) sebanyak 3.390 orang, dengan perincian 2.678 orang sudah sembuh, 202 meninggal dunia, serta 510 orang masih positif.

Diharapkan petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19, untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

TAMBAHAN 22 PASIEN POSITIF COVID-19, SEMBUH 17 ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3369, an. M, perempuan, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3316. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  2. Pasien nomor 3370, an. IGYPP, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  3. Pasien nomor 3371, an. NLS, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  4. Pasien nomor 3372, an. US, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  5. Pasien nomor 3373 an. SD, perempuan, usia 24 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 3374, an. S, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3375, an. DM, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 3376, an. AK, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 3377, an. DKP, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 3378, an. AS, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 3379, an. LWK, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 3380, an. IS, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 3381, an. YH, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Bug-Bug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  14. Pasien nomor 3382, an. S, laki-laki, usia 79 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Unram;
  15. Pasien nomor 3383, an. RAH, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  16. Pasien nomor 3384, an. S, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Teros, KecamatanLabuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  17. Pasien nomor 3385, an. R, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Jurit Selatan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  18. Pasien nomor 3386, an. J, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Jantuk, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  19. Pasien nomor 3387, an. MA, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  20. Pasien nomor 3388, an. M, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  21. Pasien nomor 3389, an. DAS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Gresik, Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  22. Pasien nomor 3390, an. Z, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Kerumut, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Hari Jum’at terdapat penambahan 17 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2666, an. SH, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 2912, an. NNS, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 3016, an. RH, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 3083, an. MFM, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 3129, an. MDRH, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur
  6. Pasien nomor 3136, an. S, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3174, an. LIH, laki-laki, usia 72 tahun, penduduk Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 3253, an. TW, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 3277, an. MAI, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Teros, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 3373 an. SD, perempuan, usia 24 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  11. Pasien nomor 3374, an. S, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  12. Pasien nomor 3375, an. DM, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  13. Pasien nomor 3376, an. AK, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  14. Pasien nomor 3377, an. DKP, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  15. Pasien nomor 3378, an. AS, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  16. Pasien nomor 3379, an. LWK, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  17. Pasien nomor 3380, an. IS, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk luar Provinsi NTB.

Hari Jum’at ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 3372, an. US, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien memiliki penyakit komorbid;
  2. Pasien nomor 3384, an. S, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Teros, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Lalu Gita Aryadi menghimbau, agar seluruh warga NTB untuk tetap taat, disiplin dan waspada terhadap penyebaran Covid-19.

Ditegaskan, tiap orang wajib mamakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak minimal dua meter serta tidak berkerumun dan menjauhi keramaian.

Demikian juga bagi pengelola fasilitas publik dan pusat-pusat kegiatan ekonomi masyarakat untuk memperhatikan, mengawasi serta menyediakan sarana pencegahan penyebaran Covid-19.

Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Okupansi Hotel di NTB Menurun Drastis

Gusti Lanang tak menampik bahwa okupansi di hotel MICE ini naik karena banyaknya meeting yang dilakukan perkantoran, yang mungkin sedang menghabiskan anggaran akhir tahun

MATARAM.lombokjournal.com

Okupansi Hotel di NTB semenjak terjadinya Covid-19 ini mengalami penurunan drastis sampai bulan-Sepember 2020, tak beranjak membaik seperti bulan sebelumnya.

“Saya kira tidak ada yang berbeda dengan bulan sebelumnya, naik naik sedikit. Ya hampir sama lah,” ujar I Gusti Lanang Patra, Badan Kehormatan Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) NTB,  Jumat (02/10/20).

Menurutnya, saat ini MICE ada peningkatan sekitar 30-40 persen bahkan ada yang sampai 60 persen. Namun yang kondisiya terparah yakni resort- resort yang ada di Gili, Kuta dan Senggigi.

“Yang parah teman teman yang di resort seperti di Gili, Kuta, Senggigi. Kalau di daerah-dearah itu mungkin tidak lebih dari 30 persen, kalau di kota lumayan rata rata 40 persen. Memang ada hotel yang okupnasinya sampai 60 persen di kota,” tegasnya.

Gusti Lanang tak menampik bahwa okupansi di hotel MICE ini naik karena banyaknya meeting yang dilakukan perkantoran, yang mungkin sedang menghabiskan anggaran akhir tahun.

Gusti menambahkan, kalau kondisi normal (sebelum pandemi Covid-19) bulan ini sudah masuk high season,  kalau untuk mice apalagi MICE sampai Desember.

Namun karena Covid ini okupansi menurun, jangankan MICE untuk wisatawan mancanegara turun,  sama sekali tidak ada alias 0 persen.

“Iya okupnasi hanya dipenuhi oleh MICE saja. Kalau wisatawan segmen pasarnya kecil sekali yang ada ini ya kegiatan bisnis, MICE pemerintahaan, itu saja, wisatawan  0 persen,” katanya.

Apalagi Bali sebagai salah pintu masuk wisman juga meurun.

“Kalau sekarang ini kita hanya mengandalkan lokal dan domestik saja. yang resort seperti di Sembalun Kuta, Senggigi, Gili, itu orang orang lokal kita yang di andalkan,” kata Lanang..

AYA




Wagub NTB Kunjungi RSUD dan Puskesmas BLUD Pemenang

Wagub menyebut Puskesmas sebagai garda terdepan hendaknya sungguh-sungguh dalam penegakan Protokol Covid-19

TANJUNG.lombokjurnal.com

Wakil Gubenur (Wagub) NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Puskesmas BLUD Pemenang dan RSUD KLU, untuk memberikan semangat dan memotivasi petugas kesehatan yang menangani Covid-19 di Kabupaten Lombok Utara (KLU), Senin (01/10/20).

Kedatangan Wagub yang didampingi beberapa pejabat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, diterima Pj. Sekda Drs. H. Raden Nurjati. Selain itu  hadir pula Plt. Asisten Bidang Administrasi Umum Setda KLU Evi Winarni, SP, M.Si, Kadis Kesehatan dr. HL Bahrudin beserta seluruh Kepala Puskesmas se-KLU.

Wagub melihat langsung sistem pelayanan di tengah pandemi yang diselenggarakan Puskesmas Pemenang dan RSUD yang berupaya memberikan pelayanan yang nyaman dan aman kepada pasien.

Wagub mengapresiasi RSUD dan Puskesmas Pemenang yang dinilai luar biasa bagus, suatu hikmah dari kejadian gempa bumi 2018.

Dikatakan, KLU telah membuktikan diri pada dua tahun lalu daerah terparah terdampak gempa bumi. Tapi sekarang sudah normal, aktif, dan bagus.

Kondisi yang cepat itu berkat kerja pemerintah dan masyarakat KLU yang luar biasa. Karena itu, saat pandemi Covid-19 mentalnya sudah kuat.

“Alhamdulillah KLU sudah zona kuning, namun ingat namanya pandemi ini dalam waktu dekat bisa berubah dan gampang sekali mengalami perubahan jika kita lengah,” pesan Umi Rohmi.

Semakin bagus zona semua pihak semakin dituntut untuk meningkatkan kedisiplinan dan kerja keras untuk menahan penyebaran Covid-19.

Dan Wagub berharap jangan sampai ada yang meninggal, sebab begitu ada pasien covid meninggal seketika itu pula zona berubah menjadi kembali merah.

“Jadi, tugas kita adalah bagaimana mempertahankan jangan sampai ada yang meninggal. Pandemi covid dan penyebarannya bisa kita jaga bersama dan itu kuncinya adalah kedisiplinan dan penegakan protokol kesehatan,” pesannya lagi.

Pada kesempatan itu, Wagub menyebut Puskesmas sebagai garda terdepan hendaknya sungguh-sungguh dalam penegakan Protokol Covid-19.

“Bila ada yang sakit, jangan biarkan masuk untuk mencegah dan menimalisir penularan di tempat kerja. Kita tahu di Indonesia banyak juga klaster datang dari perkantoran dan tempat kerja yang lain,” imbuh Wagub.

Posyandu Keluarga

Lebih lanjut disampaikan Rohmi, Posyandu keluarga yang telah dilaunching beberapa waktu yang lalu agar terus meningkatkan pelayanan.

Targetnya, pekerjaan rumah seperti gizi buruk, pernikahan dini, angka kematian ibu dan bayi bisa diatasi dan terselesaikan dengan baik.

“Semoga pelayanan kesehatan di KLU ini semakin baik dan semoga saja KLU meletakkan pembangunan kesehatan pada porsi utama,” harap Wagub NTB itu.

Pj. Sekda KLU Drs. H. Raden Nurjati menyampaikan terima kasih atas kunjungan Wagub NTB beserta rombongan ke KLU dalam rangka memberi dukungan, semangat, dan motivasi kepada tenaga kesehatan di KLU.

Pemda KLU terus berupaya memberi pelayanan maksimal dalam upaya memutus rantai penyebaran covid-19 di antero Lombok Utara.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan dan memulihkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi, kata Nurjati, Pemda KLU juga sudah membagikan JPS Kabupaten, BLTDD, dan JPS Provinsi.

Dalam hal JPS Kabupaten, dituturkannya, pemda juga melibatkan UMKM yang ada dalam hal penyediaan produk lokal yang bisa mengisi JPS yang dibagikan kepada masyarakat.

Ditempat yang sama, Direktur RSUD KLU dr. H. Syamsul Hidayat, menyampaikan RSUD KLU sudah merawat 67 pasien, dan selama dua minggu terakhir RSUD tidak merawat lagi pasien yang terkonfirmasi positif.

“Alhamdulillah, sejak awal penanganan Covid-19 di KLU ini, pemda menyiapkan dua tempat, selain di RSUD ini ada juga di eks RSUD Sementara yang berlokasi di samping Pasar Tanjung. Kita jadikan sebagai pusat karantina pasien, sehingga pelayanan pasien covid berjalan dengan baik,” jelas Direktur RSUD KLU ini.

Diterangkan dr. Syamsul, sampai saat ini tenaga kesehatan KLU yang terkonfirmasi positif sebanyak tujuh orang. Jumlah itu pun karena nakes sempat bertugas di tempat lain , dan dari daerah zona merah.

KLU sekarang masih zona aman sehingga sampai hari ini yang melakukan isolasi mandiri di rumah tinggal satu orang saja.

Dan kunjungan Wagub diharapkan menambah semangat dan motivasi semua pihak terutama nakes untuk terus berkerja dan memberikan pelayanan sesuai standar Protokol Covid-19.

sid




Dewan Riset Daerah Lombok Utara, Serahkan Rekomendasi Kegiatan 2020

Rekomendasi yang ada disesuaikan dengan kondisi daerah KLU dan sesuaikan pula dengan anggaran daerah

TANJUNG.lombokjournl.com

Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Lombok Utara bersilaturahmi bersama Plt Bupati H. Sarifudin, SH MH, sekaligus menyerahkan rekomendasi kegiatan riset tahun 2020.

Kgiatan itu dihadiri Kepala Bappeda Heriyanto SP, Kadis Dikpora Dr Fauzan M.Pd, serta unsur DRD KLU, perwakilan OPD lingkup Pemda KLU di Aula Bappeda, Kamis (01/10/20).

Kepala Bappeda KLU Heriyanto SP, dalam pengantarnya menyebutkan, sejak KLU terbentuk, masih kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM), sementara Sumber Daya Alam (SDA) melimpah.

“Pemda membutuhkan pemikiran inovatif, maka pemda membentuk tim penyelaras menjadi Dewan Riset Daerah berjumlah 43 orang, kemudian sedikit penyesuaian terhadap anggota riset daerah,. Membantu perumusan rancangan perencanaan pembangunan. Tahun ini, fokus pada aspek kesehatan dan recovery pembangunan pascagempa,” tuturnya.

Plt. Bupati Lombok Utara, H. Sarifudin SH MH, dalam arahannya mengatakan rekomendasi DRD menjadi referensi acuan Pemda dalam menyusun KUA PPAS oleh Bappeda.

“Alhamdullilah, hasil rekomendasi DRD ini menjadi acuan, tentu dengan melihat kondisi Lombok Utara pascagempa dan pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Saat itu Sarifudin menjelaskan, Pemda KLU telah banyak melakukan hal strategis, baik secara finansial maupun secara sosial ekonomi.

“Tidak cukup hanya dengan memberi bantuan JPS, BLTD dan sebagainya, tetapi secara finansial psikologis terus menerus dilakukan, seperti trauma healing bagi masyarakat yang masih mengalami trauma terhadap keadaan yang melanda,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikannya, terkait tugas dari pada DRD, Plt Bupati yang juga Wabup itu berharap setiap rekomendasi yang ada, disesuaikan dengan kondisi daerah KLU dan sesuaikan pula dengan anggaran daerah.

“Mana yang skala prioritas harus dilakukan. Misalnya, pada bulan 6, 7, 8, dan 9 pada tiap tahunnya masyarakat kita selalu mengalami kekeringan, perlu antisipasi dalam bentuk program kegiatan,” jelasnya.

Dikatakan,  kekeringan memiliki dampak yang luar biasa, terutama pada dua kecamatan yaitu di Kecamatan Bayan dan Kayangan yang wilayahnya memiliki lahan kering mencapai 60 persen. Diharapkan agar bisa dicarikan solusi.

Menurutnya, selain berbicara ekonomi, sosial, budaya, mesti berpikir bagaimana membangun infrastruktur.

“Mulai hari ini, Kepala Bappeda harus berpikir agar sesegera mungkin membuat rencana tata ruang final, karena ditunggu-tunggu oleh masyarakat dan multipihak. Kita memiliki daerah tetapi belum memiliki ikon yang jelas. Untuk fokus pada perumusan Perda tentang Tata Ruang. Sebagai pondasi pembangunan kita di Lombok Utara 50 tahun ke depan,” urainya.

Pada tempat yang sama, Ketua DRD KLU Dr Suwandi SE M.Ec, menyampaikan, DRD menyerahkan rekomendasi tahun 2020, sebagaimana tugas DRD yang diamanatkan oleh SK Bupati untuk memberi masukan dan rekomendasi.

Terdapat lima aspek yang direkomendasikan yaitu, bidang kesehatan, ekonomi, pariwisata, pertanian dan hukum.

“Semua aspek itu, alhamdulillah telah berhasil disusun saran dan rekomendasi bagi pengembangan pembangunan,” urainya.

“Sekitar 50 poin lebih rekomendasi yang kami serahkan. Diantaranya, kami memberikan rekomendasi untuk mendirikan BUMD,” tandasnya.

sas