HUT Ke-75 TNI, Gubernur; NTB Mencontohkan Sinergi Luar Biasa

Kekompakan antara TNI dan Polri di NTB sangat bagus dalam membantu Pemerintah Provinsi di setiap program yang dijalankan

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah beserta para anggota Forkopimda NTB mengikuti Upacara HUT Ke-75 TNI secara virtual di seluruh Indonesia, di Makorem 162/WB, Senin (05/10/20).

Presiden RI, Ir. Joko Widodo saat memimpin upacara itu mengatakan, sinergi antara TNI, Porli dan lembaga pemerintah lainnya berjalan dengan sangat baik. Ia minta agar sinergi ini terus dipertahankan.

Jokowi mengatakan, upacara ini bukan hanya diikuti oleh para anggota TNI saja, namun diikuti juga oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Perjalanan panjang TNI, sejak perjuangan kemerdekaan hingga kini menunjukkan, TNI adalah penjaga utama kedaulatan negara.

Menjaga keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan Pancasila & UUD 1945. Serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

“Oleh karena itu, atas nama rakyat Indonesia, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar dan institusi TNI. Kepada para prajurit yang sedang bertugas di manapun,” Ujar Presiden.

Dalam berbagai kesempatan, dunia berubah dengan sangat cepat, dunia bergerak dengan sangat dinamis.

Transformasi organisasi TNI harus terus dilakukan sesuai dengan dinamika lingkungan strategis, dinamika ancaman, dan perkembangan teknologi militer.

“Kita harus terus melakukan transformasi teknologi dan personel yang mampu memahami dan memanfaatkan lompatan di bidang teknologi informasi, teknologi nano, dan teknologi kecerdasan buatan,” terangnya.

Selain transformasi organisasi dan transformasi teknologi, TNI juga harus didukung oleh transformasi personel yang kokoh.

Baik dalam menghadapi tugas-tugas Operasi Militer untuk Perang, maupun untuk tugas-tugas Operasi Militer Selain Perang.

“Kita harus siap mengantisipasi karakter baru pertempuran masa depan, yang mempunyai daya hancur lebih besar atau high level of destruction. Kita harus siap menghadapi pertempuran yang berjalan lebih singkat dalam menentukan pemenang atau decisive battle,” kata Presiden.

Karakter pejuang yang selalu siap untuk bersinergi, bekerja sama bahu-membahu dengan berbagai elemen bangsa.

Karakter pejuang yang membangun sinergi antar korps, sinergi antar matra, sinergi antar instansi, serta sinergi antara TNI dan POLRI, yang menjadi kunci untuk membangun kekuatan pertahanan yang semakin kokoh dan efektif.

“Akhir kata, terus tingkatkan kemampuan, profesionalisme, dan kesiap-siagaan TNI untuk menerima penugasan. Pegang teguh amanat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Jagalah terus kemanunggalan TNI dengan rakyat. Jadikanlah sinergi sebagai kekuatan membangun Negeri, membawa Indonesia menjadi negara maju. Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia,” tutupnya.

Kekompakan TNI-Polri

Gubernur Zul saat diwawancarai menyampaikan bahwa kekompakan antara TNI dan Polri di NTB sangat bagus dalam membantu Pemerintah Provinsi di setiap program yang dijalankan.

“Saya kira tema yang sangat bagus ya, sinergi untuk negeri, ditengah pandemi seperti ini, nampaknya tidak ada pilihan lain kecuali memperkuat sinergi antara TNI, Polri, Masyarakat dan institusi lain yang terkait, saya kira di NTB kita sudah mencontohkan sinergi yang luar biasa,” terang Gubernur.

Rr/HmsNTB




Tinjau Posyandu Keluarga Terpadu, Wagub Apresiasi Kekompakan Warga Midang

Wagub optimis seluruh Posyandu di NTB kelak akan menjadi Posyandu Keluarga

LOBAR.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi langkah-langkah terobosan yang dilakukan pemerintah dan warga Desa Midang.

Ha itu diungkapkannya saat mengunjungi salah satu Posyandu Keluarga Terintegrasi di Desa Midang Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Senin (05/10/20) pagi.

Ia pun memuji Kepala Desa Midang yang disebutnya memahami betul bagaimana menjadikan kesehatan, ekonomi, pendidikan dan juga lingkungan sebagai prioritas utama.

Posyandu Keluarga Desa Midang ini telah terintegrasi dengan Bank Sampah.

Selain itu, terdapat pula pengembangan usaha ecobrick, jalinan kerjasama dengan BUMDes, serta usaha-usaha dalam memajukan UMKM di desa tersebut.

“Alhamdulillah, semoga semakin banyak Kepala Desa yang sangat sungguh-sungguh memikirkan hal-hal yang mendasar. Karena kita berjuang untuk kesehatan dan lingkungan itu tidak seperti membalikan telapak tangan,” kata Wagub.

Umi Rohmi mendukung penuh harapan Kepala Desa Midang yang bertekad menjadikan desanya sebagai Desa Wisata andalan di Lombok Barat bahkan NTB.

“Dengan mendorong Desa Midang ini menjadi desa wisata, itu menjadi trigger untuk membenahi lingkungan dan juga menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Umi Rohmi kembali mempertegas, saat ini masyarakat dihadapkan hanya pada dua pilihan. Pilihan tersebut yakni hidup aman dan produktif.

Sehingga, dimasa pandemi Covid-19 ini masyarakat diminta mampu tetap produktif dengan mengedepankan protokol kesehatan yang telah dianjurkan.

“Untuk bisa hidup aman dan profuktif syaratnya hanya satu, yaitu patuhi protokol kesehatan Covid-19,” ungkap Umi Rohmi.

Dalam hal ini, Umi Rohmi bersyukur masyarakat NTB tetap mampu bertahan di tengah sulitnya perekonomian yang disebabkan adanya pandemi.

Ia mengajak seluruh daerah mendorong potensi yang dimiliki di daerahnya masing-masing.

Terakhir, Umi Rohmi berharap ke depan semakin banyak daerah-daerah di NTB yang menerapkan Posyandu Keluarga.

Dengan kekompakan, Ia optimis seluruh Posyandu di NTB kelak akan menjadi Posyandu Keluarga. Untuk itu, sinergi antar pemerintah dan seluruh masyarakat menjadi kunci mewujudkan hal tersebut.

“Kita harapkan semoga posyandu bisa menjadi Posyandu Keluarga, bisa melayani anak sampai lansia sehingga masalah kesehatan dan masalah sosial yang kita hadapi bisa kita atasi bersama,” kata Wagub.

Perhatian ke Lombok Barat

Sekretaris Daerah Lombok Barat, Dr. H. Baehaqi, menyambut hangat kunjungan Wagub beserta rombongan, yang disebutnya memperhatikan pembangunan hingga ke lingkup terkecil.

“Perhatian Wakil Gubernur kepada Lombok Barat ini sangat luar biasa, sangat sering sekali beliau hadir bersama kita dengan masyarakat, terlebih dimasa pandemi Corona ini,” ujar Baihaqi.

Baehaqi juga mendukung penuh akan pentingnya kehadiran Posyandu Keluarga di tengah masyarakat. Posyandu Keluarga yang mencakup semua kalangan akan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kesehatan.

“Bisa dikatakan posyandu sebagai layanan kesehatan paling terdepan di masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Midang, Drs. Syamsuddin melaporkan capaian dan progres pembangunan di Desa Midang.

Dimulai dari keberlangsungan Posyandu Keluarga hingga menyukseskan Desa Midang sebagai salah satu Desa Wisata andalan di NTB. Menurutnya, kehadiran Desa Wisata akan memberikan multiplier effeck pada aspek-aspek lainnya, seperti kebersihan lingkungan dan kemajuan UMKM.

“Warga Desa Midang banyak menciptakan program program yang berkaitan dengan kebersihan sampah. Harapan saya, semoga sampah sampah di Desa Midang bisa terus menjaga kebersihan,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Desa Midang telah mempunyai satu Posyandu Keluarga. Sehingga, Syamsuddin berjanji Posyandu Keluarga di Desa Midang akan terus ditambah jumlahnya.

Hal ini disebutnya merupakan wujud dukungan penuh Desa Midang terhadap program unggulan Pemprov NTB.

“Untuk target di tahun 2021 semoga semua posyandu di Desa Midang menjadi Posyandu Keluarga,” harapnya.

Dalam kunjungan kali ini, Wagub didampingi Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda NTB, Kadis Kesehatan Provinsi NTB, Kadis P3AP2KB Provinsi NTB, Kadis LHK Provinsi NTB, Kadis Kominfotik Provinsi NTB, Kadis PMPD Dukcapil Provinsi NTB, Kepala Biro Kesra Setda NTB, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB.

Rr/HmsNTB




Calon Walikota Mataram Selly Andayani, Suka Berburu Kuliner Kampoeng yang Asyik

Jago PDIP-PKS ini memang sudah lama akrab dengan banyak pengusaha kuliner di Kota Mataram, sejak ia menitis karir birokrasi. Mulai dari yang berkelas kaki lima, hingga hotel berbintang

lombokjournal.com —

MATARAM ;  Terkenal tegas dan sangat disiplin dalam memimpin birokrasi, namun Hj Putu Selly Andayani memiliki sisi humanis yang tak banyak orang tahu.

Bisa meledak-ledak jika ada bawahan yang kerja tidak becus, dan memberikan penghargaan dan pujian untuk bawahan yang berkinerja baik.

Hj Selly dan Interi TGH Abdul Manan

“Bu Selly tipe pemimpin yang ideal, ada karakter mendasar yang membuat kita sebagai bawahan termotivasi bekerja. Ada reward dan punishment yang objektif, beliau tidak suka pekerja yang Asal Bos Senang (ABS),” kata salah seorang mantan bawahan Selly di sebuah OPD di Provinsi NTB.

Bagi sejumlah mantan anak buahnya, Selly Andayani adalah sosok perempuan tangguh. Mantan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB ini selalu memberi teladan bagi para ASN untuk bekerja benar-benar mengabdi demi pelayanan bagi masyarakat.

Selly juga selalu turun lapangan dan memimpin kerja-kerja kemanusiaan di sektor kedinasan yang ia pimpin. Misalnya, dalam sejumlah operasi pasar ketika harga komoditas tertentu melambung dan langka.

“Bu Selly bukan tipe yang langsung percaya dengan laporan bawahan, beliau pasti turun langsung untuk melihat kondisi masyarakat sebenarnya,” kesan mantan bawahan Selly Andayani ini.

Cerita itu bergulir sampai saat ini. Selly Andayani melepas kedinasan dan birokrasinya sebagai ASN untuk menjadi Calon Walikota Mataram dalam Pilkada 2020 ini.

Salah satu kebiasaan Selly Andayani yang tak banyak orang tahu adalah gaya blusukan uniknya. Terutama saat berburu Kuliner Kampoeng /Tradisional .

Jago PDIP-PKS ini memang sudah lama akrab dengan banyak pengusaha kuliner di Kota Mataram, sejak ia menitis karir birokrasi. Mulai dari yang berkelas kaki lima, hingga hotel berbintang.

Seperti yang nampak Jumat sore ( 2/10) dan  Sabtu malam (3/10) di kawasan Karang Buaye Pagutan dan  Sekarbela, Kota Mataram. Hanya didampingi beberapa orang, Selly Andayani meluangkan waktu untuk berburu kuliner Kampoeng asyik yakni Nasi Rarit khas Karang Buaye dan Nasi Selak  Sekarbela yang sangat tersohor.

Sebelumnya Selly juga Kulineran Rujak Kemeng dikawasan Cakra.

“Saya ya seperti ini, kalau pingin makan memilih kuliner yang merakyat saja. Kan di sini kita bisa menyerap aspirasi dan harapan-harapan masyarakat yang kita jumpai,” kata Selly Andayani.

Lama menjabat Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Selly paham benar ada banyak potensi UMKM di NTB termasuk di Kota Mataram yang bisa dan harus bisa dikembangkan. Sektor kulinari adalah salah satunya.

Sektor kulinari juga menjadi pelengkap kekuatan NTB sebagai destinasi wisata unggulan nasional. Jika dikemas dan digarap serius, sektor ini akan membuka banyak lapangan pekerjaan dan menggeliatkan perekonomian daerah.

Nasi Selak Sekarbela misalnya, jika dikemas apik dan didampingi dengan promosi kepariwisataan, bukan hal mustahil bisa seperti Rawon Setan di Kota Surabaya, Jawa Timur.

“Cukup banyak orang ingin datang ke Surabaya karena penasaran dengan Rawon Setan. Nah, di Mataram kita punya Nasi Selak Sekarbela, ini tentu potensi juga yang bisa dikembangkan. Satu ketika orang ingin ke Mataram karena penasaran dengan kuliner Nasi Selak,” kata Selly Andayani.

Untuk urusan Kuliner, SALAM menilai Kota Mataram ini etalase warung besar NTB. Di Kota ini segala macam kuliner lokal Lombok, Sumbawa, Dompu dan Bima tersedia. Masakan nusantara juga bisa dinikmati di cukup banyak kedai yang ada.

Menurut Selly, ke depan perlu dibuat semacam lokasi khusus kuliner di Kota Mataram. Selain sebagai wahana bagi warga Kota Mataram berekreasi dan berburu kuliner di akhir pekan. Ini juga akan menjadi daya tarik wisata tersendiri di Kota Mataram.

“Karena itu SALAM  gagas Mataram Car Free Night di kawasan Cakranegara yang  akan menjadi lokasi pusat kuliner Mataram. Kuliner andalan dan Khas  akan diberikan space agar suasana Kota hidup dan menjadi perputaran ekonomi juga,” bebernya.

Kunjungan Selly Andayani di kawasan Nasi Selak Sekarbela dan Nasi Rarit Karang Buaye Pagutan , tak banyak membicarakan politik.

Apalagi dukungan untuk SALAM. Meski pemetaan geografi politik kawasan Sekarbela  bukan kantung pendukung SALAM, bagi Selly seluruh wilayah Kota Mataram adalah masyarakat yang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dan pelayanan pemerintah.

Terlebih setelah SALAM terpilih dan dilantik kelak sebagai Walikota dan Wakil Walikota Mataram mendatang.

Me




UPDATE Covid-19: Hari Minggu,  04 Oktober 2020, Bertambah 21 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 20 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Disiplin menerapkan protokol kesehatan merupakan obat atau vaksin paling mujarab yang harus dilakukan secara kolektif untuk bisa menurunkan resiko tertular wabah Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laborat orium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Klinik Medika Plaza, Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark, dan Laboratorium TCM RSUD Bimamengkonfirmasi, ada tambahan 21 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Sabtu (03/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 96 sampel dengan hasil 73 sampel negatif, 2 (dua) sampel positif ulangan, dan 21 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 20  orang, tidak ada kasus kematian

Dijelaskan,  adanya tambahan 21 kasus baru terkonfirmasi positif, 20 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Minggu ini (04/10/20) sebanyak 3.437 orang, dengan perincian 2.708 orang sudah sembuh, 203 meninggal dunia, serta 526 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita.

TAMBAHAN 21 PASIEN POSITIF COVID-19, SEMBUH 20 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3417, an. SA, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Sumbawa Barat;
  2. Pasien nomor 3418, an. NS, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Labuhan Kuris, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3281. Saat in menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dan Puskesmas Lape;
  3. Pasien nomor 3419, an. SC, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  4. Pasien nomor 3420, an. ED, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Runggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  5. Pasien nomor 3421 an. ZH, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  6. Pasien nomor 3422, an. LP, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  7. Pasien nomor 3423, an. S, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Ketapang Raya, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  8. Pasien nomor 3424, an. MS, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  9. Pasien nomor 3425, an. RM, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  10. Pasien nomor 3426, an. S, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 3427, an. JA, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 3428, an. AP, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 3429, an. APP, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 3430, an. AJ, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  15. Pasien nomor 3431, an. AW, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  16. Pasien nomor 3432, an. LZ, perempuan, usia 25 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 3433, an. H, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 3434, an. LAS, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  19. Pasien nomor 3435, an. S, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 3436, an. S, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  21. Pasien nomor 3437, an. MA, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu.

Hari ini terdapat penambahan 20 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2983, an. R, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Pungkas Daya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  2. Pasien nomor 2999, an. NA, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Kota Raja, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 3098, an. BA, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  4. Pasien nomor 3173, an.H, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  5. Pasien nomor 3206, an. MZ, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  6. Pasien nomor 3226, an. A, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  7. Pasien nomor 3227, an. F, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 3255, an. Z, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 3256, an. M, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 3275, an. MHBA, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Rembiga, Kota Mataram;
  11. Pasien nomor 3426, an. S, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  12. Pasien nomor 3427, an. JA, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  13. Pasien nomor 3428, an. AP, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  14. Pasien nomor 3429, an. APP, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  15. Pasien nomor 3430, an. AJ, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  16. Pasien nomor 3431, an. AW, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  17. Pasien nomor 3432, an. LZ, perempuan, usia 25 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  18. Pasien nomor 3433, an. H, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  19. Pasien nomor 3434, an. LAS, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk luar Provinsi NTB;
  20. Pasien nomor 3435, an. S, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk luar Provinsi NTB.

LALU Gita  Aryadi menghimbau seluruh warga agar tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19.

“Disiplin menerapkan protokol kesehatan merupakan obat atau vaksin paling mujarab yang harus dilakukan secara kolektif untuk bisa menurunkan resiko tertular wabah virus ini,” katanya.

Rr/AYA

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC)  Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




HBK Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran di KLU

Untuk tiap keluarga, masing-masing diberikan bantuan Beras 5 kg, Mie Instant 1 dus, Air Minum Kemasan 1 Dus, Minyak Goreng 1 liter, Telor Ayam 1 Trey, dan Kopi instans

lombokjournal.com —

Lombok Utara;   Musibah kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah di Dusun Lendang Galuh, Desa Sigar Penjalin, KLU pada hari Sabtu (03/10/20) malam mendapat atensi khusus Wakil Ketua Komisi 1  DPR RI, H. Bambang Kristiono (HBK).

Mendengar khabar musibah kebakaran di KLU, ‘Samurai Prabowo’ tersebut  langsung memerintahkan Tim relawan HBK Pedulinya untuk segera mendata dan menginventarisir kebutuhan para korban kebakaran, kemudian menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi para korban terdampak kebakaran.

“Mendapat berita musibah ini semalam, dari Bogor saya langsung perintahkan dan pimpin langsung Tim HBK Peduli untuk menyalurkan bantuan bagi para korban kebakaran di KLU. Saya juga sudah perintahkan para pengurus DPC Partai Gerindra KLU dan anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD KLU untuk semaksimal mungkin memberikan bantuannya kepada masyarakat terdampak, yang pastinya mengalami berbagai kesulitan,” kata HBK, Minggu (04/10/20) melalui keterangan tertulisnya.

Diketahui, kebakaran di Desa Sigar Penjalin menyebabkan sekitar 20 unit rumah penduduk ludes terbakar, termasuk satu Mushola.

Dan sedikitnya 101 Keluarga yang terdiri dari 270 jiwa terdampak kebakaran harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

HBK melalui Tim relawan HBK Peduli langsung bergerak Minggu (04/10/20) pagi ke lokasi musibah kebakaran dan mendata serta menginventarisir kebutuhan mendesak dan darurat para korban kebakaran.

Pada Minggu siang, Tim HBK Peduli membawa bantuan kemanusiaan untuk para korban kebakaran di tiga titik lokasi pengungsian di Desa Sigar Penjalin.

Bantuan tanggap darurat berupa paket-paket sembako diberikan untuk tiap keluarga, masing-masing Beras 5 kg, Mie Instant 1 dus, Air Minum Kemasan 1 Dus, Minyak Goreng 1 liter, Telor Ayam 1 Trey, dan Kopi instans.

Tim relawan HBK Peduli juga membawa bantuan family kits, baju layak pakai untuk para korban kebakaran yang sangat membutuhkan.

“Saya dan keluarga merasa sangat prihatin dengan musibah ini, dan berharap masyarakat para korban bisa tabah dan sabar menghadapi ujian musibah ini. Tim HBK Peduli tetap kita standby-kan dan memperhatikan kebutuhan para korban dan membantunya semaksimal mungkin,” ujar HBK.

HBK mengatakan, Tim HBK Peduli juga mengerahkan unit-unit Ambulance HBK Peduli untuk membantu masyarakat korban kebakaran yang membutuhkan layanan medis, selama mengungsi di lokasi sementara.

Bantuan air bersih juga akan diberikan apabila masyarakat terdampak sangat membutuhkan.

Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra ini juga berharap, bantuan-bantuan tersebut bisa meringankan beban masyarakat korban kebakaran.

Penyaluran bantuan Tim HBK Peduli kepada para korban kebakaran di Dusun Lendang Galuh, Desa Sigar Penjalin, KLU, Minggu sore (04/10) disambut dengan sangat antusias oleh seluruh masyarakat korban kebakaran.

Ketua DPC Partai Gerindra KLU, Sudirsah Sujanto bersama anggota Fraksi Gerindra DPRD KLU, Artadi turut mengawal penyerahan bantuan tersebut langsung di lapangan.

Kepada masyarakat korban kebakaran, Sudirsah dan Artadi menyampaikan salam dan rasa prihatin yang teramat dalam dari HBK dan keluarga kepada masyarakat.

“Jadi, kehadiran kami disini juga sebagai bentuk rasa duka dan keprihatinan pak HBK atas musibah kebakaran yang menimpa keluarga besar masyarakat di Dusun Lendang Galuh ini. Beliau menyampaikan berbagi bantuan ini sebagai bentuk empati dan peduliannya kepada masyarakat Dusun Ledang Galuh yang sedang kena musibah ini, meringankan beban bapak, ibu serta keluarga korban kebakaran,” kata Sudirsah.

Penyerahan bantuan dilakukan Sudirsah dan Artadi kepada para perwakilan keluarga korban kebakaran, mewakili relawan HBK Peduli.

Kegiatan kemudian ditutup dengan do’a bersama dan pembacaan Al-Fatihah untuk kesehatan pak HBK dan keluarga yang dipimpin oleh anggota Fraksi Gerindra DPRD KLU Artadi.

“Mari kita sama-sama do’akan pak HBK supaya tetap diberi kesehatan dan kelimpahan rahmat oleh Allah SWT, dan agar diberikan balasan yang mulia atas kepeduliannya kepada kita semua. Dan kita semua yang terdampak musibah kebakaran ini bisa segera melewati dan mengatasinya,”  kata Artadi.

Usai penyerahan bantuan dan do’a bersama, masyarakat korban kebakaran menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada HBK dan keluarga yang sudah peduli dengan kondisi mereka saat ini.

“Kami bersyukur dan berterima-kasih kepada pak HBK dan keluarga yang sudah turut membantu kesusahan kami,”  kata Musripin, salah seorang korban kebakaran.

Me




Hati-hati, Calon Kepala Daerah dari Petahana Potensial Lakukan Kecurangan

Kecurangan itu bisa melalui operasi terselubung ASN mulai Sekda, OPD sampai struktur paling bawah seperti kepala dusun maupun lurah

MATARAM.lombokjournal.com

Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Alfitra Salamm mengatakan, Calon Kepala Daerah dari petahana paling potensial lakukan kecurangan Terstruktur, Sistemik dan Masif (TSM) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung di masa  Pandemi Covid-19.

“Pilkada di masa Pandemi, calon petahana paling diuntungkan dan rawan lakukan kecurangan TSM melalui operasi terselubung, dengan memobilisir ASN memenangkan calon bersangkutan” kata Alfitra ketika menggelar acara ngobrol bareng media, di Hotel Lombok Astoria Mataram, Minggu (03/10/20).

Mobilisasi dilakukan baik untuk memaksa ASN memberikan dukungan suara, jadi tim pemenangan hingga melakukan politik uang.

Melalui operasi terselubung ASN mulai Sekda, OPD sampai struktur paling bawah seperti kepala dusun maupun lurah.

Praktik kecurangan dilakukan calon petahana juga dengan memanfaatkan program dan APBD melalui pemberian dana bantuan sosial untuk kepentingan kampanye politik praktis.

“Dengan kekuasaan dipegang, calon kepala daerah petahana bisa menekan ASN dengan ancaman mutasi jabatan bagi yang tidak mendukung atau sebaliknya menjadi alat promosi kenaikan pangkat dan jabatan bagi yang memberikan dukungan” katanya.

Praktik kecurangan semacam ini kemudian sulit terdeteksi oleh pengawas Pemilu, karena dilakukan secara terselubung bahkan TSM, tanpa peran serta dan partisipasi masyarakat.

AYA




Gubernur Silaturahim dengan Lombok Mercusuar dan Laskar Sasak

Bang Zul mengapresiasi Lombok Mercusuar yang telah menyatukan hati para tokoh-tokoh yang ada di Pulau Lombok

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerima silaturahim Tokoh Adat, Agama dan Budaya se-Pulau Lombok yang tergabung Lombok Mercusuar dan juga Laskar Sasak yang berlangsung di Pendopo Gubernur, Sabtu (03//10/20) siang.

Dalam acara silaturrahim itu, Gubernur mengajak masyarakat untuk selalu menjunjung tinggi adat, kebudayaan dan juga agama.

Sehingga dimanapun berada, akar budaya menjadi hal yang tidak boleh dilupakan.

“Pengalaman kami berkelana kemana mana, Islam itu adalah agama sangat lentur dalam menghargai keragaman dan memberikan ruang adat untuk berkembang,” ucapnya.

Bang Zul membahas perhelatan internasional yang akan segera berlangsung di NTB, yakni MotoGP Mandalika 2021.

Ia memotivasi tokoh-tokoh yang hadir agar turut mendukung progres pembangunan sirkuit hingga kesuksesan gelaran tersebut  nantinya.

Bang Zul juga tak ingin anak-anak NTB kelak akan hanya jadi penonton di daerahnya sendiri. Hadirnya program Beasiswa Luar Negeri diharapkan dapat membuat anak-anak muda NTB lebih percaya diri dan memiliki wawasan yang luas.

“Percuma pakai pakaian adat panjang sampai semeter, dua meter tapi hatinya tidak berpihak pada lokal. Percuma kerisnya panjang-panjang kalau ternyata tidak punya keberanian juga membela masa depan anak cucu kita,” tegas Bang Zul.

Ia pun berjanji, pintu pendopo akan selalu terbuka untuk menyambut masyarakat demi ikhtiar membangun NTB yang Gemilang.

Bang Zul mengapresiasi Lombok Mercusuar yang telah menyatukan hati para tokoh-tokoh yang ada di Pulau Lombok.

“Kita yakin, dengan adanya Lombok Mercusuar kita punya tuntutan, kita punya arahan, sehingga kita punya tempat kembali guyub, duduk bersama, hidup tentram menghadirkan kesejahteraan kemakmuran bagi pulau Lombok, NTB, Indonesia bahkan dunia dimasa yang akan datang,” tutupnya.

Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal S.I.K., M.H, menekankan akan pentingnya menjunjung tinggi kearifan lokal dan adat istiadat yang begitu beragam di Indonesia.

“Sangat luar biasa beraneka ragam, saya kaitkan dalam konsep kepolisian sebagaimana Polri didalam memelihara ketertiban, kami sangat tidak bisa lepas dari kearifan lokal tersebut,” ujarnya.

Begitu juga dengan Suku Sasak yang disebutnya telah eksis dari zaman nenek moyang dan dikenal berkat keakrabannya. Ia mengimbau agar masyarakat Sasak dapat terus menjaga keharmonisan dan kerukunan antar sesama suku dan juga suku-suku lainnya.

“Silaturahim itu penting, oleh karena itu Polri senjatanya bukan KUHP, bukan hukum, borgol, water cannon, bahkan pistol. Namun, senjata paling utama adalah silaturahim dan komunikasi dengan hati yang lurus,” jelas Iqbal.

Sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah NTB, Ir. Wahyudi Adi Siswanto M.Si, menyampaikan dua hal terkait pentingnya menjalin silaturahim dan kaitan seni budaya dalam penegakkan peraturan-peraturan daerah.

“Pentingnya silaturahim yang merupakan wujud dari kasih sayang ini, jadi sehebat apapun ilmu wujudnya adalah kasih sayang,” tutur Wahyudi.

Selain itu, Ia menyinggung peran seni dan budaya dalam mendukung penegakkan peraturan. Menurutnya, seni dapat menjadi media untuk mengkampanyekan hal-hal positif yang tentunya akan lebih mudah dipahami dan diterima oleh masyarakat.

Ia pun mencontohkan musik yang mengajak orang-orang untuk patuh memakai masker saat beraktifitas.

“Jadi memakai masker bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi persoalan kepatuhan terhadap adat dan dengan begitu maka kita sudah dibataskan atau dipagari dari hal-hal yang tidak baik,” pungkasnya.

Momen ini juga menjadi tempat para tokoh-tokoh untuk menyampaikan harapan dan juga aspirasinya. Dimulai dari Tokoh Adat, Budaya hingga Agama satu persatu menyuarakan rasa nasionalisme dari Bumi Lombok untuk Indonesia.

Di hadapan Gubernur yang juga turut didampingi Kapolda NTB, Kabinda NTB serta sejumlah Kepala OPD lingkup Pemprov NTB, para tokoh-tokoh ini begitu akrab berdiskusi dan bertukar pikiran demi membangun daerah.

Perwakilan Tokoh Adat, Drs. Lalu Bayu Windia, M. Si, mengapresiasi era kepemimpinan Gubernur yang disebutnya sangat memberikan perhatian terhadap kebudayaan yang ada di NTB.

“Alhamdulillah pada era pak Gubernur, isu-isu kebudayaan mendapat perhatian yang proporsional, selain juga dengan isu-isu yang lainnya,” ungkapnya.

Melalui kesempatan ini, Ia berharap seluruh masyarakat dapat terus memberikan perhatian kepada adat budaya dan juga agama.

Senada dengan hal tersebut, Perwakilan Tokoh Budaya, H. Lalu Putria bertekad untuk terus menciptakan keamanan di daerah. Ia juga memuji para pimpinan daerah yang telah menunjukan kepeduliannya dalam mewujudkan keamanan di NTB.

 

“Alhamdulillah di Bumi Sasak Lombok Ini sudah ada Laskar Sasak, yang akan bersama-sama dengan masyarakat akan mewujudkan keamanan tersebut,” sebutnya.

Terakhir, TGH. Kudri Abdullah, MA., M. Si yang mewakili Tokoh Agama menyampaikan rasa terima kasihnya dapat menyapa dan bersilaturahim dengan  seluruh tokoh adat, budaya dan agama se-Pulau Lombok.

Bersama antar lintas tokoh, Ia bertekad menyatukan visi guna mengharmoniskan antara tokoh adat, tokoh budaya dan juga tokoh agama.

“Agama akan kuat kalau ditopang oleh adat dan budaya. Sebaliknya, adat dan budaya akan selamat kalau ditopang oleh agama,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Ia berharap seluruh aspek tersebut dapat saling mendukung dan juga menguatkan. Dengan hal ini, Kudri yakin NTB dapat semakin harmonis dan menjunjung tinggi rasa kekeluargaan.

HmsNTB




Kebakaran di Sigar Penjalin, Gubernur Salurkan Bantuan

Pemprov NTB koordinasi dengan Pemda KLU melalui Dinas Sosial dan BPBD,  segera melakukan perbaikan rumah warga yang rusak akibat kebakaran 

 KLU.lombokjournal.com

Sekitar 20 rumah warga dan satu masjid di Desa Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara (KLU) dimakan api, Sabtu (03/10/20) malam.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah langsung terjun ke lokasi kebakaran, Minggu (04/10/20) pagi. Saat meninjau dampak kebakaran tersebut, memberikan bantuan berupa 80 paket sembako, 4 paket peralatan dapur keluarga, 18 paket kebutuhan lansia dan 8 paket kebutuhan anak serta akan melakukan perbaikan pada rumah yang terdampak.

“Untuk bantuan sudah dimuat, sejauh ini masih tertangani dengan baik,” tuturnya.

Bng Zul berpesan, agar masyarakat tetap berhati-hati di musim kemarau ini, karena musim kemarau sangat rawan terjadi kebakaran.

“Pak Kades tolong diimbau masyarakat untuk berhati-hati di musim kemarau ini, gampang sekali terjadi bencana di musim ini,” pesannya.

Pemprov NTB akan melakukan koordinasi dengan Pemda KLU melalui Dinas Sosial dan BPBD, agar segera melakukan perbaikan rumah warga yang rusak akibat kebakaran .

“Untuk rumah, kita koordinasikan, karena kayu mudah terbakar jadi alternatifnya adalah seperti rumah tahan gempa itu,” terang Bang Zul.

Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik yang juga turut mendampingi Gubernur mengakatakan, untuk tahap awal, Pemerintah Provinsi menyalurkan bantuan yang berisfat darurat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kebutuhan alat rumah tangga yang pertama kita lakukan dan saya juga sudah berkoordinasi dengan Kalak BPBD. Kita akan drop air bersih, untuk beras selama kebutuhan masyarakat kita sudah tangani, siang ini akan dikeluarkan dari Bulog,” ungkapnya.

Kalak BPBD Provinsi NTB, Ir. I Gusti Bagus Sugiharta menyampaikan, BPBD akan menyesuaikan kebutuhan sehari-hari masyarakat yang menjadi korban bencana kebakaran ini, kemudian disalurkan bantuan.

HmsNTB




7 Cara Praktis Untuk Membayar Iuran BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan memiliki berbagai cara untuk mempermudah masyarakat saat akan membayar iuran

MATARAM.lombokjournal.com

Negara hadir di tengah masyarakat untuk memastikan seluruh penduduk Indonesia terlindungi oleh jaminan kesehatan.

Karena itu, tiap warga negara Indonesia sudah wajib menjadi peserta asuransi kesehatan nasional lewat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau BPJS Kesehatan.

Melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan,

Per 1 Juli 2020, pemerintah memberlakukan tarif baru BPJS Kesehatan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

  • Berikut tarif BPJS Kesehatan terbaru:
  • Peserta mandiri kelas I: Rp 150.000
  • Peserta mandiri kelas II: Rp 100.000
  • Peserta mandiri kelas III: Rp 42.000

Pemerintah juga berencana menghapus sistem kelas I, II, dan III BPJS Kesehatan mulai tahun 2021.

Sebagai gantinya, pemerintah akan menerapkan sistem satu kelas atau kelas standar untuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau mandiri.

BPJS Kesehatan memiliki berbagai cara untuk mempermudah masyarakat saat akan membayar iuran BPJS. Adapun tenggat waktu dalam membayar iuran adalah paling lambat tanggal 10 pada setiap bulannya.

Berikut ini 7 cara membayar iuran BPJS Kesehatan ( cara membayar BPJS Kesehatan):

  1. Membayar melalui kantor pos terdekat
  2. Membayar melalui jaringan gerai minimarket yang sudah bekerja sama antara lain Indomaret dan Alfamart. Peserta tinggal mendatangi petugas kasir.
  3. Cara membayar BPJS Kesehatan juga bisa dilakukan lewat e-commerce atau penyelenggara toko online seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak.
  4. Membayar menggunakan e-wallet yang bermitra dengan BPJS Kesehatan seperti OVO, Gopay, dan DANA.
  5. Menggunakan aplikasi mobile JKN yang bisa diunduh di Playstore dan App Store.
  6. Menggunakan layanan bank atau lembaga keuangan lainnya yang bermitra dengan BPJS Kesehatan seperti Bank Mandiri, Bank BTN, Bank BNI, Bank BRI, dan Bank BCA. Pembayaran bisa dilakukan dengan menggunakan ATM maupun internet dan mobile banking. Selain itu pihak bank juga menyediakan pembayaran BPJS Kesehatan dengan metode autodebet setiap bulannya, untuk cara ini peserta harus menghubingi pihak bank.
  7. Cara membayar iuran BPJS Kesehatan terakhir yakni dengan mendatangi langsung kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat dengan membawa kartu peserta dan menunjukannya ke loket pembayaran.

Rr




UPDATE Covid-19: Hari Sabtu,  03 Oktober 2020, Bertambah 26 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 10 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) Orang

Dihimbau, agar seluruh warga NTB untuk tetap taat, disiplin dan waspada terhadap penyebaran Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Klinik Medika Plaza, Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark, dan Laboratorium TCM RSUD H.L. ManambaiAbdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 26 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Sabtu (03/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 197 sampel dengan hasil 168 sampel negatif, 3 (tiga) sampel positif ulangan, dan 26 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 10  orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dengan adanya tambahan 26 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 10 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (3/10/2020) sebanyak 3.416 orang, dengan perincian 2.688 orang sudah sembuh, 203 meninggal dunia, serta 525 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita.

TAMBAHAN 26 PASIEN POSITIF COVID-19, SEMBUH 10 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3391, an. LWHDP, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Kekeri Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  1. Pasien nomor 3392, an. LMDWA, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Desa Bunut Baok,  Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Praya;
  1. Pasien nomor 3393, an. M, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Provinsi NTB;
  2. Pasien nomor 3394, an. SBM, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Lampok, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  3. Pasien nomor 3395 an. N, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3214. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  4. Pasien nomor 3396, an. S, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3251. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  5. Pasien nomor 3397, an. FK, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  6. Pasien nomor 3398, an. YH, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3164. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  7. Pasien nomor 3399, an. H, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3164. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  8. Pasien nomor 3400, an. MS, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  9. Pasien nomor 3401, an. RL, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  10. Pasien nomor 3402, an. J, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Laju, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  11. Pasien nomor 3403, an. M, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Monta Baru, KecamatanLambu, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  12. Pasien nomor 3404, an. AG, perempuan, usia 4 bulan, penduduk Desa Parado Wane, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3329. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  13. Pasien nomor 3405, an. STP, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Belo, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  14. Pasien nomor 3406, an. J, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Runggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  15. Pasien nomor 3407, an. N, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  16. Pasien nomor 3408, an. DHS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 3409, an. AESK, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 3410, an. MN, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk luar Provinsi NTB. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  19. Pasien nomor 3411, an. WS, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  20. Pasien nomor 3412, an. H, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  21. Pasien nomor 3413, an. DM, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  22. Pasien nomor 3414, an. RWA, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  23. Pasien nomor 3415, an. M, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  24. Pasien nomor 3416, an. S, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu.

Hari ini terdapat penambahan 10 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3077, an. A, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Kelayu Selatan, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  2. Pasien nomor 3149, an. NA, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Desa Denggen, KecamataSelong, Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 3152, an. UH, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  4. Pasien nomor 3202 an. H, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Kerongkong,Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur;
  5. Pasien nomor 3205, an. AS, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  6. Pasien nomor 3334, an. TUA, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Montong Tangi, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur;
  7. Pasien nomor 3335, an. N, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 3408, an. DHS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk luar Provinsi NTB.
  9. Pasien nomor 3409, an. AESK, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk luar Provinsi NTB.
  10. Pasien nomor 3410, an. MN, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk luar Provinsi NTB.

Hari Sabtu ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 3394, an. SBM, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Lampok, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid;

Lalu Gita Aryadi menghimbau, agar seluruh warga NTB untuk tetap taat, disiplin dan waspada terhadap penyebaran Covid-19.

“Setiap orang wajib menjaga dirinya dan orang-orang disekitarnya dengan menerapkan 3M dan 1T, yakni mamakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak minimal dua meter serta tidak berkerumun dan menjauhi keramaian,” katanya.

Demikian juga, bagi pengelola fasilitas publik dan pusat-pusat kegiatan ekonomi masyarakat untuk memperhatikan, mengawasi serta menyediakan sarana pencegahan penyebaran Covid-19.

Rr/AYA

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818

0211 8119.