Plt. Bupati KLU Pimpin Rakor Kebencanaan

Persoalan kebakaran di Dasan Lekong Dusun Lendang Galuh Sigar Penjalin Tanjung menjadi atensi untuk sesegera mungkin diatas

TANJUG.lombokjournal.com

Plt. Bupati Lombok Utara H. Sarifudin, SH MH memimpin Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kebencanaan untuk penanganan bencana alam dan non alam di Aula Bupati setempat, Senin (5/10/2020). Dihadiri beberapa Kepala OPD dan Camat lingkup Pemda KLU.

H Sarifudin,

Saat memimpin rapat itu, Plt Bupati Lombok Utara didampingi Pj. Sekda Drs. H. Raden Nurjati, para Asisten Setda KLU

H Sarifudin SH MH, dalam arahannya menyampaikan, rakortas dilakukan setelah melihat beberapa kejadian yang tidak terduga yakni bencana alam dan bencana non alam.

Lebih lanjut Plt bupati menyampaikan kemarin (3 Oktober 2020) ada kebakaran, maka masyarakt kita membutuhkan perhatian pemerintah.

“Melalui rakor ini, harus ada keputusan yang menjadi kebijakan kita bersama yang bisa kita realisasikan, khusus untuk masyarakat yang saat ini dilanda bencana,” imbuhnya.

Plt. Bupati mengatakan, Pemda KLU perlu mengambil langkah-langkah cepat dalam mengatasi tiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakati.

“Saya berharap seluruh OPD yang berkewajiban pada aspek itu untuk bekerja sesegera mungkin, tidak saja kita berbicara untuk kebutuhan pendeknya, tetapi bagaimana kita menyelesaikan kebutuhan jangka panjang, yaitu tempat tinggal mereka. Mohon kerja sama kita dalam hal ini,” tandasnya.

Menurut Wabup Lombok Utara itu, khusus kejadian Dusun Lendang Galuh, yang ditugaskan menangani untuk segera bertindak cepat diantaranya beberapa waktu ke depan kita harus membuat Huntara dan air bersih dari PDAM.

Selain itu pula, penerangan juga penting, mungkin perlu koordinasi dengan PLN.

Rakor ini membahas pula bencana kekeringan yang dirasakan oleh dua kecamatan yaitu Bayan dan Kayangan, hampir setiap tahun di bulan Agustus, September dan Oktober kerap mengalami kekeringan.

“Tiap tahun kita harus memiliki kesigapan terhadap bencana. Pada tahun 2021, sudah disikapi dan anggarannya ditambah,” imbuhnya.

Usai memimpin rapat terbatas kepada awak media Plt. Bupati Sarifudin menyatakan, dana taktis disiasati untuk segera membangunkan hunian sementara masyarakat yang terdampak langsung karena bencana kebakaran.

“Bila perlu dalam satu bulan ini tuntas semua. Huntara sudah bisa terbangun,” tukasnya.

Dikatakannya pula, terkait dengan penangan bencana kebakaran di Dusun Lendang Galuh, untuk sementara Pemda KLU sudah membuat dapur umum, penerangan, pembagian selimut, tenda dan lain-lain.

Raden Nurjati

Pj. Sekda KLU Drs. H. Raden Nurjati menyampaikan, ada beberapa yang menjadi konsentrasi pada rapat. Pertama, terjadinya bencana kebakaran yang terjadi di Dasan Lekong Dusun Lendang Galuh Sigar Penjalin Tanjung.

Selanjutnya masalah RTG, dan yang terakhir perencanaan secara umum yang perlu disepakati program-program dalam pemulihan ekonomi, terkait Pandemi Covid.

Mantan Kepala DPKAD itu mengatakan,  terkait penanganan bencana kebakaran beberapa langkah yang sudah diambil, melalui BPBD, Dinsos, Dikes, Damkar termasuk kecamatan.

Kegiatan berupa membuat dapur umum, sudah berjalan dari hari kemarin, fasilitas sarana prasarana oleh BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan dan laporan masing-masing kecamatan dan OPD, terkait penanganan bencana alam dan non alam.

sas




Perayaan HUT TNI,  Plt Bupati KLU Serahkan Penghargaan  Juara Lomba Kampung Sehat

TANJUNG.lombokjournal.com

Plt Bupati Lombok Utara, H Sarifudin, SH, MH menjadi Inspektur Upacara (Irup) Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-75 di Kabupaten Lombok Utara (KLU) berlangsung di Halaman Kantor, Senin (05/10/20).

Plt Bupati KLU, H Sarifudin, SH, MN

Acara itu dirangkaikan dengan apel netralitas ASN menjelang Pemilihan Bupati (Pilbup) 2020. Selain itu, diisi dengan penyerahan nominator juara Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten dari Kapolda Nusa Tenggara Barat dan Pemda KLU.

Plt. Bupati Lombok Utara H. Sarifudin SH MH, dalam amanatnya menyampaikan, peringatan HUT  TNI rutin diperingati tiap tahun, sebagai upaya mewarisi semangat juang, memahami keteladanan, serta menghayati tindakan dan spirit patriotik penegak kedaulatan negara.

Spirit yang dilandasi rasa nasionalisme telah menjadi perisai penguatan kedaulatan negara.

“Melalui peringatan HUT TNI ke-75, saya mengajak seluruh komponen masyarakat KLU agar aktif bersama pemerintah meneruskan perjuangan dan cita-cita para pendahulu kita, terutama dalam mengisi pembangunan daerah,” tutur Sarifudin.

Menurut Plt Bupati, KLU tidak hanya diuji bencana alam, tetapi juga bencana non alam pandemi Covid-19. Penyebaran pandemi corona sungguh cepat menimpa sebagian besar negara dan masyarakat di berbagai belahan dunia. Lombok Utara juga tidak luput dari serangan wabah global tersebut.

“Inilah ujian yang harus kita hadapi dan kita tangani secara kolektif baik pemerintah, jajaran TNI/Polri dan masyarakat dalam rangka memberikan kenyamanan dan kondusifitas demi tetap terjaganya keutuhan berdaerah, berbangsa dan bernegara,” terangnya.

Pada momentum perayaan 75 tahun TNI tersebut, sejumlah upaya dan langkah nyata yang diterapkan secara berkala oleh pemerintah daerah KLU, bersama unsur TNI/Polri dan Gugus tugas Covid-19 guna mencegah dan memutus rantai penyebaran pandemi corona di antero KLU.

Di antaranya, penerapan Perda NTB nomor 7 tahun 2020 dan Perbup Lombok Utara nomor 15 tahun 2020, serta mengeluarkan edaran penggunaan masker di tempat umum, tempat ibadah maupun tempat-tempat lainnya.

Selain itu, Pemda KLU mengambil langkah-langkah mencegah penyebaran Covid-19 di KLU, misalnya penyemprotan disinfektan pada tempat-tempat umum, memonitoring Pelabuhan Bangsal sehubungan dengan keluar masuknya masyarakat lokal maupun wisatawan asing.

Prmda KLU Turut menyukseskan kegiatan Lomba Kampung Sehat yang memacu masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Mari kuatkan sinergi Program Kampung Sehat dikarenakan dapat menunjang keberhasilan desa-desa menerapkan protokol Covid-19. Saya mengajak kita semua agar terus menggalakkan kampanye gunakan masker, cuci tangan dengan air mengalir dan jaga jarak untuk keselamatan dan kesehatan kita bersama,” ajaknya.

Pemda KLU terus berikhtiar bekerja keras bersama melakukan terobosan penanganan keadaan untuk pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur dampak gempa bumi 2018.

Dikatakan, Data BPBD KLU per tanggal 28 September 2020,  jumlah RTG yang sudah terbangun sejumlah 37.129 unit, sementara RTG yang sedang dalam proses pembangunan sejumlah 5.964 unit.

Terkait kontestasi pilkada pada Desember mendatang, ASN harus netral mengacu pada kode etik ASN sesuai PP nomor 42 tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS.

Dalam PP tersebut, lanjutnya, terdapat nilai dasar yang mesti dijunjung tinggi oleh PNS, diantaranya netralitas.

“Pemerintah daerah dan segenap lapisan masyarakat KLU menyampaikan terima kasih yang tulus serta apresiasi yang luhur kepada pimpinan dan jajaran TNI atas kerja keras membantu masyarakat KLU. Dirgahayu TNI ke-75, Sinergi untuk Negeri,” imbuhnya.

Terkait Lomba Kampung Sehat Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansyah, SH menyampaikan selamat kepada Desa Jenggala atas kesuksesan menjuarai Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten, serta mewakili KLU pada lomba serupa di tingkat Provinsi NTB.

Diharapkan prestasi yang diraih Desa Jenggala bisa ditiru oleh desa-desa lain di KLU.

Menurut Kapolres, Lomba Kampung Sehat di Lombok Utara terus dilakukan Polres Lombok Utara. Bahkan pihaknya melakukan pembinaan sejumlah pola kegiatan yang dilakukan ketiga desa pemenang lomba. Seperti mendorong untuk mematuhi imbauan dan penerapan protokol kesehatan di tiga desa nominator juara.

Selain itu, pihaknya juga mendorong penyediaan infrastruktur dalam penanganan protokol kesehatan di ketiga desa. Hal itu bertujuan supaya yang bagus bisa bertambah bagus.

Kapolres, optimis desa utusan Lombok Utara nantinya bisa menjadi juara pada Lomba Kampung Sehat tingkat Provinsi NTB.

“Kampung sehat ini tetap kita berlakukan selama masa Covid-19. Ke depan, kampung sehat terus akan diterapkan meski covid sudah usai. Formatnya kita ubah agar kampung sehat tetap ada, karena masyarakat kita harus hidup sehat,” tuturnya.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan tropi piala dan hadiah kepada pemenang Lomba Kampung Sehat, masing-masing diserahkan kepada Desa Jenggala Kecamatan Tanjung (Juara I),  Desa Senaru Kecamatan Bayan (Juara II), dan Desa Bentek Kecamatan Gangga (Juara III).

Hadiah dan tropi piala diserahkan langsung oleh Plt. Bupati Lombok Utara bersama Kapolres Lombok Utara dan anggota Forkopimda.

Hadir dalam acara itu Pj. Sekda KLU Drs. H. Raden Nurjati, anggota Forkopimda, para Asisten, Kepala OPD, unsur TNI/Polri dan segenap ASN lingkup Pemda KLU

sid




Polwan Aipda Ismi Asuh Anak Saat Tugas, Dapat Penghargaan dari Gubernur

DOMPU.lombokjournal.com

Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah mengatakan, apapun tugas kita, kewajiban sebagai orang tua tidak boleh ditinggalkan.

Hal itu dikatakan Bang Zul saat memberikan penghargaan kepada Aipda Ismi di kediamannya di Dompu, Jln. Mahoni, Selasa (06/10/20).

Penghargaan ini bermula dari foto seorang Polisi Wanita (Polwan) yang tengah bertugas sambil memangku anaknya yang sedang  tertidur lelap beberapa waktu lalu viral di media sosial. Polwan tersebut adalah Aipda Ismi Andri Nurwati, Kanit Bintibmas, Polres Dompu, Provinsi NTB.

Foto tersebut diambil saat Aipda Ismi sedang bertugas mengamankan pelaksanaan sidang sengketa Pilkada di Bawaslu Dompu. Berkat foto itu, banyak masyarakat yang memberikan pujian, tak terkecuali Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul.

Ia menekankan, bukan hanya anak saja yang harus memenuhi kewajibannya pada orang tua. Melainkan kewajiban orang tua pada anak pun harus dipenuhi.

“Anak-anak punya hak untuk diberikan kasih sayang oleh orang tuanya,” ungkap Bang Zul.

Aipda Ismi saat diberikan penghargaan mengaku tak menyangka fotonya tersebar luas hingga sampai ke Gubernur dan Kapolda. Ia mengaku, kejadian tersebut spontanitas, tanpa rekayasa apapun.

“Anak saya yang paling bungsu tiba-tiba nangis, saat kondisi cukup kondusif, bibik saya mengantar anak saya ke Bawaslu Dompu,” ujar Aipda Ismi.

Aipda Ismi bercerita, saat dipangku, anaknya yang baru berusia 2,6 tahun tersebut tiba-tiba tertidur di pangkuanya. Dari jauh, suaminya yang juga anggota Polisi mengabadikan kejadian tersebut, kemudian disebarkan melalui medsosnya.

“Alhamdulilah, suami juga seorang anggota, saya lihat foto kami di posting, kemudian saya bagikan,” ungkap Aipda Ismi.

Kapolda NTB akan datang langsung ke Dompu untuk memberikannya penghargaan, kedatangan Kapolda juga sekaligus untuk melihat secara langsung kondusifitas Pilkada di Kabupaten Dompu.

“Pak Kapolda hubungi saya, dalam waktu dekat akan datang langsung ke Dompu, Alhamdulillah,” tutupnya.

Rr/HmsNTB




Wagub Tekankan Pentingnya Edukasi untuk Cegah Kanker Payudara

Posyandu Keluarga iterus didorong sehingga seluruh masyarakat di NTB dapat terlayani dan mendapat edukasi

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang juga sebagai Ketua Umum BKOW NTB mengatakan, kanker payudara bukan hal biasa, namun merupakan masalah besar dari segi kesehatan yang harus dapat ditangani bersama-sama.

Menurutnya, edukasi menjadi hal terpenting dalam penanganan kanker payudara, dan sebagain besar penyakit-penyakit yang menimpa masyakarat Indonesia.

Waggub Hj Sitti Rohmi

“Kunci utama adalah edukasi seperti apa yang dilakukan oleh YKPI selama ini. Terus menerus mengedukasi organisasi-organisasi wanita, melalui sekolah-sekolah dan kami NTB juga belajar dari itu,” ucap Wagub saat memberi sambutan pada acara Webinar , Selasa (06/10/20) di ruang kerjanya.

Dalam upaya menahan laju kanker payudara di Provinsi NTB, Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi NTB menjalin kerjasama dengan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI).

Lanjut Wagub, dengan edukasi  Pemprov NTB terus mengintervensi fasilitas-fasilitas atau kegiatan terkecil yangag dimaksu dilakukan secara reguler di seluruh dusun melalui Posyandu.

“Itulah yang kami lakukan di NTB. Kami mendorong untuk Posyandu kita di NTB ini, semuanya di setiap dusun itu, tidak hanya melayani bayi dan ibu hamil, tetapi menjadi Posyandu Keluarga, yaitu melayani dari bayi sampai lansia, seluruh masyarakat di dusun tersebut terlayani,” ungkapnya.

Posyandu Keluarga ini terus didorong sehingga seluruh masyarakat di NTB dapat terlayani dan mendapat edukasi. Dengan hal tersebut diharap dilakukan edukasi secara reguler.

“Di NTB juga kami mewajibkan untuk SMA, SMK, SLB itu juga ada pembelajaran tentang kesehatan reproduksi dan risiko-risiko yang mungkin akan mengenai mereka kalau mereka tidak aware dengan kesehatannya,” ungkapnya.

BKOW sebagai perkumpulan organisasi wanita dinilai memiliki peran yang sangat besar. Sehingga BKOW menggerakkan seluruh anggotanya untuk sungguh-sungguh bisa peka terhadap permasalahan yang ada di masyarakat, terlebih mengenai kesehatan dan pendidikan.

“Sosialisasi, edukasi, itu yang terus menerus kita dorong sehingga kita harapkan masyarakat memahami apa yang harus dilakukan untuk dirinya. Sehingga program-program pemerintah itu bukan untuk pemerintah, tetapi untuk masyarakat itu sendiri, sehingga keinginan dari masyarakat timbul, sehingga kalau dari bawah program-program pemerintah akan sangat sukses,” ujarnya.

Wagub mengapresiasi kegiatan webinar tersebut.

“Saya mengaprsiasi webinar ini, memang sosialisasi tidak boleh terhenti karena Covid, tetapi dengan teknologi kita semakin bisa memperkuat sosialisasi kita dan menjangkau jauh lebih luas lagi,” ujar Wagub.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Senin,  05 Oktober 2020, Bertambah 23 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 33 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Saat ini sejumlah tokoh penting seperti Presiden Amerika, Donald Trump telah terinfaksi Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia Mataram, Laboratorium TCM RSUD Bima, Laboratorium TCM RSUD Praya, dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi, ada tambahan 23 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Sabtu (03/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 167 sampel dengan hasil 139 sampel negatif, 5 (lima) sampel positif ulangan, dan 23 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 33  orang, tidak ada kasus kematian

Dijelaskan, adanya tambahan 23 kasus baru terkonfirmasi positif, 33 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini, Senin (05/10/20) sebanyak 3.460 orang, dengan perincian 2.741 orang sudah sembuh, 203 meninggal dunia, serta 516 orang masih positif.

Kata Lalu Gita, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Diharapkan, petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum  penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

TAMBAHAN 23 PASIEN POSITIF COVID-19, SEMBUH 33 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3438, an. YH, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  2. Pasien nomor 3439, an. DY, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Karara, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  3. Pasien nomor 3440, an. UH, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  4. Pasien nomor 3441, an. MR, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  5. Pasien nomor 3442 an. A, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  6. Pasien nomor 3443, an. NF, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  7. Pasien nomor 3444, an. EAP, perempuan, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3331. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  8. Pasien nomor 3445, an. IZ, perempuan, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3331. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  9. Pasien nomor 3446, an. JA, perempuan, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3331. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  10. Pasien nomor 3447, an. N, perempuan, usia 17 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3331. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  11. Pasien nomor 3448, an. U, perempuaan, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3331. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  12. Pasien nomor 3449, an. EA, perempuan, usia 10 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3331. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  13. Pasien nomor 3450, an. AH, perempuan, usia 10 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3331. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  14. Pasien nomor 3451, an. K, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Baabussalam, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  15. Pasien nomor 3452, an. IMA, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Desa Suntalangu, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  16. Pasien nomor 3453, an. H, perempuan, usia 83 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 3454, an. AAPP, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSAD Wirabhakti Mataram;
  18. Pasien nomor 3455, an. AS, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Kota Medan, Sumatera Utara. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  19. Pasien nomor 3456, an. ES, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Unram;
  20. Pasien nomor 3457, an. IGWE, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  21. Pasien nomor 3458, an. MN, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataran. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara Mataram;
  22. Pasien nomor 3459, an. AYW, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Punia, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  23. Pasien nomor 3460, an. EH, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;

Hari Senin terdapat penambahan 33 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3090, an. K, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk ber-KTP di Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  2. Pasien nomor 3134, an. AF, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 3137, an. I, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  4. Pasien nomor 3138, an. S, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  5. Pasien nomor 3170, an. LARA, laki-laki, usia 9 tahun, penduduk Desa Denggen, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  6. Pasien nomor 3201, an. AN, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Anjani Selatan, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur;
  7. Pasien nomor 3212, an.MFH, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 3215, an.AS, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  9. Pasien nomor 3218, an. AL, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  10. Pasien nomor 3244, an. HV, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Pekan Baru, Riau;
  11. Pasien nomor 3245, an. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Merada, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  12. Pasien nomor 3254, an. MJA, laki-laki, usia 7 bulan, penduduk Kelurahan Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur;
  13. Pasien nomor 3258, an. HMF, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 3267 an. AKN, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  15. Pasien nomor 3268, an. ES, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Lopok, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa;
  16. Pasien nomor 3271, an. MSAK, laki-laki, usia 6 bulan, penduduk Desa Sekarteja, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  17. Pasien nomor 3276, an. MFA, laki-laki, usia 3 bulan, penduduk Desa Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur;
  18. Pasien nomor 3302, an. LPS, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Kandai 2, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  19. Pasien nomor 3303, an. E, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  20. Pasien nomor 3304, an. AS, perempuan, usia 11 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  21. Pasien nomor 3305, an. AS, perempuan, usia 8 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  22. Pasien nomor 3306, an. DS, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  23. Pasien nomor 3307, an. NN, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  24. Pasien nomor 3308, an. S, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  25. Pasien nomor 3309, an. ERP, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  26. Pasien nomor 3310, an. EK, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Mbawi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  27. Pasien nomor 3311, an. M, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Saneo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  28. Pasien nomor 3312, an. B, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  29. Pasien nomor 3313, an. F, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  30. Pasien nomor 3348, an. H, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  31. Pasien nomor 3349, an. MS, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  32. Pasien nomor 3355, an. DA, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  33. Pasien nomor 3386, an. J, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Jantuk, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur.

Lalu Gita Aryadi menghimbau, agar masyarakat untuk tetap waspada dan tidak pernah menganggap remeh bahaya Covid-19, karena virus ini berpotensi menulari siapa saja, tanpa pandang bulu, terutama mereka yang tidak disiplin pada protokol kesehatan.

Saat ini sejumlah tokoh penting seperti Presiden Amerika, Donald Trump telah terinfaksi Covid-19.

Oleh karenanya langkah pencegahan dan pengobatan paling penting yang dapat kita lakukan saat ini adalah tetap taat, disiplin dan waspada terhadap penyebaran Covid-19.

Rr/AYA

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Kemensos Tanggap Cepat Dampak Kebakaran di Lombok Utara

Tim Balai Lansia “Gau Mabaji” di Gowa membantu memberikan bantuan kebutuhan dasar bagi lanjut usia korban kebakaran

KLU.lombokjournal.com

Kementeian Sosial (Kemensos) RI, mengirimkan tim Respon Kasus dalam memberikan perlindungan terhadap lanjut usia  korban bencana kebakaran di Lendang Galuh, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara pada Sabtu (03/10/20) malam.

Tim yang dikirim yakni dari  Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (BRSLU) “Gau Mabaji” di Gowa sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial.

Dugaan sementara kebakaran terjadi akibat arus pendek listrik di salah satu rumah warga yang pemiliknya sedang tidak berada di tempat.

Kejadian ini menyebabkan hangusnya 20 unit rumah penduduk serta satu mushola. Selain itu, sedikitnya 101 kepala keluarga yang terdiri dari 270 jiwa terdampak kebakaran harus mengungsi ketempat yang lebih aman.

Dari korban terdampak kebakaran diketahui terdapat juga kelompok rentan yaitu 15 orang lanjut usia, 45 bayi serta 35 anak.

Tim Balai Lansia “Gau Mabaji” di Gowa yang sedang melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Penyaluran Bantuan Sosial Program Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PROGRES-LU) di Kota Lombok Tengah segera menuju lokasi terjadinya kebakaran yang berada di Kabupaten Lombok Utara.

Melalui hasil pendataan dan koordinasi tim respon kasus yang selanjutnya dilakukan case conference (pembahasan kasus) di lokasi kebakaran, tim Balai Lansia “Gau Mabaji” di Gowa membantu memberikan bantuan kebutuhan dasar bagi lanjut usia korban kebakaran.

Bantuan yang diberikan berupa paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, ikan kaleng, susu kental manis, mie instan dan gula pasir.

Plt Bupati Lombok Utara, Sarifuddin hadir dalam kegiatan pemberian bantuan pemenuhan kebutuhan dasar bagi lansia korban kebakaran dan menyampaikan terimakasihnya kepada Kementerian Sosial yang telah memperhatikan lanjut usia terdampak.

“Saya mewakili lansia korban kebakaran menyampaikan terimakasih kepada Kementerian Sosial RI melalui Balai Lansia “Gau Mabaji” di Gowa yang telah memberikn bantuan dalam masa tanggap darurat bencana kebakaran ini” kata Sariffudin.

Syam Wuryani, Kepala Balai Lansia “Gau Mabaji” mengatakan, dalam pemberian pelayanan rehabilitasi sosial lanjut usia korban kebakaran ini harus dikaitkan dengan sistem sumber terdekat, salah satunya melalui LKS-LU sebagai pemberi layanan berbasis komunitas dalam implementasi program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI)” Ujar Yani dalam sambutannya.

Tim didampingi oleh Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diwakili oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Fitriah dan Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Anak dan Lanjut Usia, Siti Eny Chaerany, Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara, Faisol Mangkualam, Kepala Desa Sigar Penjalin, Zawir dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS-LU).

Diharapkan, adanya bantuan ini dapat mengurangi beban bagi lansia korban kebakaran dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, bantuan ini juga merupakan bentuk HADIR nya negara dalam memberikan perhatian terhadap lansia.

(*)




Wagub NTB dan Ketua TP. PKK NTB, Saling Kuatkan Lindungi Anak dari Covid-19

Melawan Covid-19 Butuh sinergi seluruh pihak, termasuk peran orang tua dalam menjaga anaknya

MATARAM.lombokjournal.com

Radio Republik Indonesia (RRI) Mataram bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB, TP. PKK NTB, Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII), Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB menggelar acara Talk Show bertajuk “Lindungi Anak Kita Dari Covid-19”, Senin (05/10/20).

Kegiatan talk show merupakan upaya meningkatkan edukasi masyarakat, khususnya dalam penanganan serta perlindungan anak dari Covid-19,

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dalam kesempatan tersebut mengatakan, Covid-19 belum berakhir, pemerintah dan masyarakat masih harus berjuang bersama agar Covid-19 bisa teratasi.

“Kita di NTB ingin hidup aman dan produktif, kita harus berkegiatan dengan Protokol Covid-19. Covid-19 tidak bisa selesai hanya dengan pemerintah, virus yang tidak terlihat ini, hanya bisa dilawan dengan kedisiplinan mematuhi protokol Covid-19 dan kesabaran menjalani hari-hari dengan Protokol Covid-19,” katanya.

Pemerintah Provinsi NTB, menjadi pelopor di Indonesia dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda), bagaimana agar penerapan Protokol Covid betul-betul diseriusi oleh seluruh kalangan masyarakat.

Menurut Wagub, pentingnya mengeluarkan Perda Nomor 7 Tahun 2020, sebab melawan Covid-19 sama dengan mengubah pola pikir masyarakat.

Butuh sinergi dengan seluruh pihak, termasuk peran orang tua dalam menjaga anaknya.

“Kita pemerintah harus ‘memaksa’ masyarakat dengan aturan supaya bisa disiplin, karena bisa kita bayangkan kalau seluruh masyarakat di NTB disiplin dengan protocol Covid, kita bisa hidup aman dan produktif, kegiatan bisa berlangsung, kasus turun kematian turun, kita bisa menjalani dengan baik, tidak akan ada kolaps,” tutur Umi Rohmi sapaan akrab Wagub.

Umi Rohmi mengungkapkan, di masa pandemi ini peran orang tua sangat penting untuk menjaga kesehatan anak – anak dan untuk mendampingi mereka dalam proses belajar. Karena selama pandemi kondisi terpaksa anak-anak harus belajar dari rumah.

Hal ini tentu mengakibatkan usaha yang lebih dari

Orang tua butuh usaha ekstra dalam pendampingan anak, butuh ketelatenan dan tidak boleh acuh.

“Anak adalah amanah dari Allah SWT yang harus kita pelihara kita jaga, kita sebagai orang tua di masa pandemi ini dituntut berikhtiar lebih menjaga anak kita, jika tidak ada hal yang emergency jangan biarkan anak keluar rumah, jadikan lah rumah tempat edukasi dan bermain yang aman bagi anak, sehingga anak kita betul terlindungi,” pesan Umi Rohmi.

Umi Rohmi mengajak seluruh masyarakat membiasakan menggunakan masker, nyaman hidup dengan masker agar bisa saling melindungi satu sama lain.

Pola asuh di masa pandemi

Dalam kesempatan sama, Ketua TP. PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang juga menjadi narasumber dalam talkshow menyampaikan tentang pola asuh anak di masa pandemi Covid-19.

Mengawali arahannya, Hj Niken menyebarkan dukungan kepada keluarga-keluarga di NTB. Kunci melawan Covid-19 adalah konsisten dan kedisiplinan dalam protokol kesehatan.

Saat ini terutama mengenai masalah anak, seluruh aspek kehidupan anak bergantung pada orang tua.

Pola asuh harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada saat ini. Ketua TP. PKK NTB juga menyampaikan beberapa tips pola asuh anak.

Pertama, gunakan waktu yang ada di rumah dengan melaksanakan kegiatan yang berkualitas. Kedua, bagaimana orang tua tetap bersikap positif. Ketiga, bagaimana para orang tua dalam melakukan pengasuhan, membuat rencana atau jadwal kegiatan anak dengan lebih terencana.

Keempat, bagaimana mengatasi perilaku anak-anak, mengawasi perkembangan anak-anak, apakah pandemi ini memberi efek positif atau negative. Kelima, bagaimana tetap melakukan edukasi Covid-19 pada anak dengan cara dan bahasa yang dipahami oleh anak.

Seperti halnya bagaimana menggunakan masker dan menjadi anak yang mau melindungi diri, awas terhadap masker, lebih sering mencuci tangan, jaga jarak dan lainnya.

“Anak adalah tanggung jawab kita sebagai orang tua, amanah kita untuk kita didik untuk kita asuh agar mereka menjadi khalifah atau pemimpin bagi masyarakat di masa nanti,” pesan Hj Niken.

“Marilah tetap memperbarui diri dengan pengetahuan terbaru mengenai Covid-19, memperhatikan hak  anak untuk berkembang, yang terpenting dan utama adalah anak mendapat hak perlindungan dan kesehatan dari orang tua, hal tersebut tentunya bisa terjadi dengan melaksanakan protokol kesehatan,” ujarnya.

Perlindungan anak dalam keluarga

Sahan, S.H selaku Ketua LPA menyampaikan kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan kebijakan Pemerintah Provinsi NTB, tentang edukasi dan percepatan pencegahan Covid-19 di NTB.

Selain itu, hal ini juga bertujuan sebagai media edukasi dalam rangka meningkatkan pemahaman keluarga dan masyarakat tentang pentingnya perlindungan anak dalam keluarga.

Kerjasama antara YPII, PLAN, Unicef, dan LPA NTB telah mengambil langkah intervensi di 50 desa/kelurahan di Kabupaten/kota sepulau Lombok.

“Kami sudah melatih para kader desa sebagai fasilitator untuk melakukan pendampingan di tingkat desa,” ujar H. Sahan.

Selain itu, LPA juga telah melakukan pembagian APD terhadap 75 fasilitator desa dan petugas, 2000 masker dan hand sanitizer kepada seluruh fasilitator yang ada di NTB.

Direktur Eksekutif PLAN Indonesia (YPII) Dini Widiastuti mengatakan, terkait program YPII. YPII fokus dengan program sanitasi, hygien, air bersih. Kemudian, YPII juga bekerjasama dengan organisasi lokal di NTB memastikan kekerasan anak menurun.

Terkait kemitraan pencegahan Covid-19, YPII bekerja di delapan kabupaten untuk Covid Response dan melaksanakan sosialisasi pada orang tua, pendidik dan juga melibatkan anak – anak dengan cara yang menyenangkan.

“Kita punya film animasi dalam bahasa sasak, permainan ular tangga, sehingga hal ini mudah dicerna anak – anak, dan membantu orang tua dalam menjelaskan pentingnya Protokol Covid, dan memberikan dukungan material dalam bentuk radio untuk menunjang proses pembelajaran secara daring,” tutur Dini.

Turut hadir sebagai narasumber, Kepala DP3AP2KB NTB, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) NTB, Praktisi dan perwakilan Forum Anak.

Rr/HmsNTB




NTB Zero Waste dan NTB Hijau, Wagub Tegaskan Pentingnya Sinergi dengan Kabupaten/Kota

MATARAM.lombokjournal.com

Program terkait NTB Zero Waste dan NTB Hijau selalu menjadi perhatian Pemerintah Provinsi NTB di kala pandemi Covid-19.

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang memimpin rapat terkait Zero Waste dan NTB Hijau di Ruang Anggrek menegaskan, sinergi pemerintah kabupaten/kota harus terus dijalankan agar semua berjalan dengan baik.

“Apalagi sebentar lagi masuk musim hujan, jangan sampai lengah. Banyak spot yang harus diperhatikan, semua harus bekerja sama dengan kabupaten/kota,” jelas Wagub, Senin (05/10/20).

Umi Rohmi tersebut menyampaikan, seluruh rencana dan program-program yang akan berjalan nantinya harus direncanakan dengan matang.

Hal ini untuk meminimalisir kurangnya komunikasi antar perangkat daerah.

“Sekarang bagaimana kita mengatur strategi dengan Kadis DPMPD agar rencana-rencana bisa diterapkan untuk saat ini di desa-desa dan harus dibicarakan teknisnya supaya bisa terkejar,” ungkap Umi Rohmi.

Selain itu juga pada rapat yang dihadiri pula oleh Kepala Dinas DPMPD Prov. NTB, Umi Rohmi meminta untuk kerja secara menyeluruh dan merata.

Khususnya terkait Desa Wisata, pihak Dinas Pariwisata harus bersinergi dengan Dinas DPMPD untuk melakukan perencanaan yang lebih memperhatikan lingkungan dan fokus terhadap pelestarian lingkungan.

“Semua perencanaan sangat berorientasi pada lingkungan bukan malah berdampak pada lingkungan. Justru, harus menghijaukan lingkungan dan melestarikan lingkungan,” jelas Umi Rohmi.

Umi Rohmi berharap agar semua perencanaan terintegrasi dan berkoordinasi baik dengan aparatur desa dan OPD sehingga progress dari sinergi berjalan dengan baik.

Rr/HmsNTB




PHRI Minta Perpanjangan Keringanan Pajak

Bukan karena pelaku usaha tidak ingin membayar, Melainkan karena kemampuan untuk membayar pajak tersebut masih minim

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua Kehormatan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, I Gusti Lanang Patra meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mempertimbangkan perpanjangan keringanan pajak hingga Desember mendatang.

Hal tersebut diperlukan mengingat kondisi usaha yang belum stabil hingga saat ini yang diakibatkan oleh Covid-19.

Lanang menjelaskan, Pemkot Mataram sebelumnya memberi keringanan pajak bagi hotel, restoran dan parkir hingga Agustus lalu. Sehingga pajak usaha kembali ditarik terhitung sejak September yang harus dibayarkan pada Oktober.

“Kita berharap sampai Desember ini jangan dulu di otak-atik teman-teman pengusaha ini. Kasihlah dia bernapas sedikit. Jangan dihantam, dihajar lagi (dengan pajak). Ini bisa mati nanti usahanya,” ujarnya

Menurut Lanang, mesikpun Pemkot Mataram telah menyurati pelaku usaha untuk membayar pajak periode September. Namun sampai saat ini belum banyak pelaku usaha yang melakukan realisasi pembayaran pajak.

Hal tersebut menurutnya bukan karena pelaku usaha tidak ingin membayar. Melainkan karena kemampuan untuk membayar pajak tersebut masih minim. Terlebih dengan kondisi tamu hotel dan restoran yang belum sebanding dengan pembayaran upah pekerja.

“Biar bagaimana ditagih, uang pakai bayar itu yang tidak ada. Mau maintenance hotel, belum ini biaya-biaya lainnya. Walaupun tidak beroperasi itu dia kan harus di rawat hotel itu,” jelas Lanang.

Menurutnya, secara umum hotel-hotel yang ada saat ini tengah menata kembali usahanya. Mengingat pada periode awal pandemi virus corona (Covid-19) masuk ke NTB, banyak hotel dan restoran yang ditutup sementara.

“Sedikit teman teman mulai menata hotelnya, memperbaiki apa yang rusak, berikan karyawan sedikit upah. Nah ini pemerintah harus paham kondisi yang begini, jangan langsung menekan,” tegasnya

Berdasarkan catatan pihaknya, tingkat hunian hotel di Mataram saat ini memang belum merata. Namun di beberapa hotel yang beroperasi tingkat hunian diakui dapat mencapai 40 persen.

Dengan peningkatan tersebut, pelaku usaha berharap dapat menutupi kekurangan dari segi keuangan yang diakibatkan pandemi beberapa belun terakhir.

“Mereka kan masih nombok atau mungkin pinjam di bank sebagai tambahan modal. Artinya di pilah-pilah gitu, ini mereka hanya sekedar bisa hidup,” jelasnya.

Penarikan kembali pajak

Berbeda dengan itu, General Manager (GM) Hotel Santika Mataram, Baharudin Adam, menerangkan keringanan pajak yang diberikan Pemkot Mataram telah cukup membantu pelaku usaha.

Dengan penarikan kembali pajak pada periode September, menurutnya dapat disesuaikan dengan pendapatan masing-masing unit usaha.

“Kalau hotel dan resto sepi, berarti pajaknya juga sedikit. Hotel tutup berarti tidak ada pajak yang di pungut,” ujar Baharudin.

Menurutnya, pada periode Juni – September masih banyak usaha hotel dan restoran di Mataram yang beroperasi dengan tetap memasukkan besaran pajak ke dalam komponen harga.

“Banyak yang tetap buka dan dia pungut pajak. Pajak itu tidak distor ke Pemda. Itulah bentuk subsidi yang diberikan pemda pada pengusaha,” jelasnya.

Menurut Baharudin, dengan penarikan kembali pajak oleh Pemkot Mataram seharusnya tidak menjadi masalah.

“Kasihan juga Pemda tidak ada PAD (Pendapatan Asli Daerah),” kata Baharudin.

AYA




Gubernur Kirim Bantuan Stimulan untuk Bocah Pengidap Sindrom Selaput Otak di Tente, Bima

. Bocah tersebut didiagnosa mengidap sindrom selaput otak. Namun karena terkendala biaya, pemeriksaan lanjutan tidak dilakukan lagi

BIMA.lombokjournal.com

Annisa (9) bocah pengidap sindrom selaput otak, anak pasangan suami-istri (pasutri) Andriawan- Nita Irfani asal Dusun Bante, Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima  mendapatkan perhatian serius dari Gubernur NTB ,Dr. Zulkiflimansyah.

Pasalnya sesaat setelah mendapatkan informasi dari media sosial terkait kondisi anak ini, bantuan stimulan-pun diberikan melalui Dinas Sosial Provinsi NTB.

Gubernur NTB Melalui Dinas Sosial Provinsi mengintruksikan kepada Pekerja Sosial SDM Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Woha Kabupaten Bima untuk langsung melakukan assesmen pada keluarga Annisa.

Hasilnya untuk tahap awal bantuan stimulan langsung dikirim melalui rekening keluarganya. Bantuan tersebut untuk kebutuhan dasar dan biaya pemeriksaan kesehatan.

“Menindaklanjuti atensi Gubernur NTB, kami langsung menerjunkan Tim untuk assesmen dan pemberian bantuan yang dikirim melalui rekening kelurganya,” Ungkap Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Akhsanul Khalik S.Sos MH, Senin (05/10/20).

Kepala Dinas menyebutkan uang yang dikirim tersebut dapat dimanfaatkan untuk membeli kebutuhan dasar seperti beras, gula dan minyak goreng dan biaya pemeriksaan kesehatan Annisa.

Berikutnya akan dikirimkan bantuan kursi roda dalam beberapa waktu yang tidak terlalu lama dari Dinsos Provinsi NTB.

Dikatakannya, berdasarkan assemen awal oleh Pekerja Sosial SDM PKH, Sri Mulyati dan Hadijah, anak  tersebut lahir di Desa Tente tanggal 27 April 2012.

Orang tuanya pernah membawa Annisa untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan setempat. Bocah tersebut didiagnosa mengidap sindrom selaput otak. Namun karena terkendala biaya, pemeriksaan lanjutan tidak dilakukan lagi.

“Kondisi keluarga adalah warga miskin, yang belum mendapatkan bantuan apa-apa, baik PKH, BPNT bahkan BPJS Kesehatan,” katanya.

Disamping itu, ia berharap keluarga Annisa dapat dimasukan dalam Basis Data Terpadu (BDT) atau bisa disebut sekarang Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di desa setempat.

Pasalnya, untuk sanitasi BAB saja diketahui belum dimiliki oleh keluarga tersebut.

“Untuk bantuan yang dikirim, semoga bermanfaat untuk keluarga Annisa dalam menopang kesehatan Annisa sementar waktu,” harapnya.

Keluarga Annisa, yang diwakili Pendamping Sosial PKH, Sri Mulyati menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gunernur NTB melalui Dinas Sosial Provinsi yang telah begitu cepat merespon keadaan keluarga Annisa.

Bantuan ini sangat membantu Annisa  dan keluarganya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan biaya pemeriksaan kesehatan.

“Terimakasih Pak Gunernur NTB, terimakasih juga kepada Kepala Dinsos Provinsi yang telah menghubungi kami untuk assesmen keluarga Annisa,” ucapnya.

Sebelumnya Nita Ifani, Orang tua Annisa, pernah mengekspose kondisi anaknya di media sosial Facebook, kemudian mendapat respon dari netizen dengan beragam komentar.

Rr/HmsNTB