Bupati Dompu Masih Dirawat Intensif, Sesak Nafasnya Membaik

Bupati Dompu ditangani dokter paru-paru senior, dokter anastesi yang jam terbangnya tinggi. Pengawasan ketat 24 jam, setiap  progres kondisinya dilaporkan langsung ke Hamzi Fikri

MATARAM.lombokjournal.com

Bupati Dompu, M Bambang Yasin saat ini masih menjalani perawatan di ruang VIP Isolasi Rumah sakit umum provinsi (RSUP) NTB. Ia dinyatakan positif Covid-19 hari Sabtu (10/10) lalu,

“Ya saya sampaikan disini kondisi masuk beliau memang waktu dibawa ke RSUP dalam  Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), saat cairan dari pembuluh darah merembes keluar dan mengisi kantung-kantung udara di paru. Akibatnya,  paru-paru tidak mampu menampung udara dengan maksimal,” ujar Direktur Utama RSUP NTB, dr.H. Lalu Hamzi Fikri, Kamis(15/10/20).

Hamzi Fikri menjelaskan, kondisi sesak nafas yang dialami Bupati Dompu saat ini s perkembangannya positif.

“Kami terakhir melakukan plasma konvalesen, karena kita masih berusaha menyiapkan rumah sakit kita mandiri, menyiapkan donor donor konvalesen itu adalah orang orang yang terkena Covid kemudian sembuh diambil darahnya diberikan plasmanya kepada orang sakit,” terangnya.

“ini kita sudah lakukan yang ke tiga  darahnya sudah masuk dua call 200 cc  sebanyak dua kali. Terakhir saya dapat laporan keluhan sudah berkurang. Mudahan kondisinya membaik “ujarnya.

Bupati Dompu Dirawat di ruang intensif, kemudian VIP Isolasi. Jadi ruangan khusus disiapkan, yang dilengkapi alat-alat medis mulai standar oksigen biasa, sampai ventilator .

“Alat-alat yang disiapkan tersebut guna mengantisipasi kondisi terburuk. Jadi harus disiapkan dalam ruangan perawatannya,” jelas Hazi Fikri.

Saat ini Bupati Dompu ditangani oleh dokter paru-paru senior,  kemudian dokter anastesi yang jam terbangnya tinggi. Pengawsan ketat 24 jam, setiap  progres kondisi beliau tetap terlapor ke Hamzi Fikri.

“Jadi kita berdo’a agar beliau semakin membaik hingga negatif Covid dan tidak perlu menggunakan alat bantu. Saat ini masih berproses harapannya semoga cepat sembuh,” katanya.

Aya




Resmikan Posyandu Keluarga di Lombok Utara, Wagub Puji Prestasi Desa Anyar

Ummi Rohmi bangga atas proporsi anggaran yang digunakan Pemerintah Desa Anyar

KLU.lombokjournal.com

Urusan Kesehatan harus ditempatkan di urutan utama sebagai prioritas kehidupan. Dengan tingkat kesehatan yang baik, segala aktivitas bisa dilakukan dengan lancar dan baik.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan itu, saat meresmikan Posyandu Keluarga di Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (15/10/20).

Menurut Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub, di masa pandemi Covid-19 sebaiknya dimaknai dengan mengedepankan kesehatan sebagai prioritas utama.

Kesehatan menjadi posisi terdepan dalam kehidupan, tanpa mengabaikan sektor-sektor lainnya seperti  pendidikan, lingkungan dan ekonomi yang juga menjadi  prioritas-prioritas yang harus diperjuangkan.

“Saya bangga dengan Desa Anyar atas proporsi penganggaran yang dilakukan oleh Pak Kades beserta perangkatnya untuk segala pembangunan di desa dengan melibatkan para pendamping desa untuk membangun desa menjadi lebih baik,” puji Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi juga bangga atas proporsi anggaran yang digunakan Pemerintah Desa Anyar untuk membangun sektor-sektor dasar dan strategis, termasuk untuk lingkungan dan khususnya masalah persampahan.

Selain itu, telah terbentuknya 3 (tiga) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi kebanggaan dan prestasi lain yang diraih, termasuk Bumdes yang bergerak di bidang ekonomi produktif.

“Ini artinya Bumdes Desa Anyar cukup produktif. Kades paham betul apa-apa yang menjadi prioritas pembangunan di desanya,” ungkap Ummi Rohmi.

Pada kesempatan tersebut, Wagub juga menyinggung angka kemiskinan di KLU yang termasuk masih tinggi di NTB.

Meski demikian, Wagub memberi apresiasi karena ikhtiar pengurangan angka kemiskinan di KLU termasuk yang tercepat atau penurunannya sangat tajam di NTB. Prestasi ini haruslah tetap dijaga konsistensinya, agar bisa mengejar lebih cepat lagi penurunannya.

Wagub juga bangga dengan Desa Anyar yang sudah memiliki Posyandu Keluarga. Menurutnya, Launching Posyandu keluarga ini sudah dilakukan  beberapa waktu lalu di KLU. Ia berharap seluruh Posyandu di KLU secepatnya  bisa menjadi Posyandu keluarga.

“Sudah saatnya secara terus-menerus Posyandu Keluarga tetap bisa diperkuat. Diharapkan  2020 ini peningkatan Posyandu keluarga cukup signifikan. Karena pada dasarnya Kades-Kades sudah menggangarkannnya melalui DD ataupun ADD dengan tetap bersemangat meningkatkan Posyandu keluarga. Mari kita dorong  untuk itu. Apa yang bisa disupport dari kabupaten atau provinsi untuk training, pelatihan kader dan sebagainya, Pemprov ataupun Pemkab siap mensupport. Ingat  Puskesmas juga harus kuat untuk mensupervisi semua Posyandu yang ada di masing-masing  desa,” tutup Ummi Rohmi.

Menjaga kualitas kesehatan

Plt. Bupati Lombok Utara, H. Syarifudin, SH., MH., mengungkapkan komitmen Pemkab KLU untuk sungguh-sungguh menjadikan kaum perempuan khususnya ibu-ibu agar terus semangat menjaga kualitas kesehatannya, menjaga lingungannya dan bagaimana menjaga generasinya ke depan.

“Kami tak ingin ada masyarakat kita yang stunting, tak ingin anak kita terkena busung lapar, tak ingin ada ibu-ibu kita yang terkena kunker serviks dan penyakit lainnya. Sehingga Posyandulah salah stau jalan paling penting dan Pemda akan tetap mendorongnya,” tutup Syarifudin.

Sebelumnya, Kepala Desa Anyar, Rusni melaporkan, guna menggerakkan sektor kesehatan, pendidikkan, ekonomi termasuk lingkungan di desa Anyar, proporsi anggaran sudah disiapkan dari Dana Desa (DD) ataupun Anggaran Dana Desa (ADD) untuk membangun sektor-sektor dasar yang dibutuhkan masyarakat.

Termasuk diantaraya dalam upaya membangun dan menumbuhkan ekonomi masarakat desa dengan terbentuknya tiga Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

“Tiga Bumdes ini bergerak pada lembaga keuangan mikro, Bumdesmart dan 1 unit Bumdes  Pertasok. Bumdes yang khusus mengelola BBM khusus Pertamak bekerjasama dengan Pertamina. Saat ini kita tengah mengurus perijinannya untuk pembuatan PT,” jelas Rusni.

IKP@diskominfotik




Lombok Utara, Ada Tambahan 4 (empat) Pasien Positif Covid-19

Sampai hari ini pasien positif Covid-19 jumlahnya mencapai 118 orang,  sembuh 103 orang, masih dalam perawatan medis 10 orang. Sebanyak 5 (lima) orang lainnya meninggal dunia

TANJUNG.lmbokjournal.com

Plt Bupati Lombok Utara, H. Sarifudin, SH, MH menyampaikan,  perkembangan dan penanganan pandemi Covid-19 di Lombok Utara hingga tanggal 14 Oktober, pasien yang terkonfirmasi Covid-19 bertambah 4 (empat) orang.

Masing-masing pasien yang terkonfirmasi tersebut yakni;

  1. Pasien an. VAR (13 th), alamat Desa Anyar, Kecamatan Bayan
  2. Pasien an. N. AR (16 th) alamat Desa Anyar, Kecamatan Bayan
  3. Pasien an. N. m (16 TH) alamat Desa Anyar, Kecamatan Bayan
  4. Pasien an. N. SA (16 th) alamat Desa Anyar, Kecamatan Bayan

Dengan adanya tambahan 4 (empat) orang kasus konfirmasi positif Covid-19 itu, sampai hari ini jumlahnya mencapai 118 orang,  sembuh 103 orang, masih dalam perawatan medis 10 orang. 1 (satu) orang pasien dirawat di RS Bhayangkara, sedang 9 (sembilan) lainnya melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan Puskesmas Bayan. Sebanyak 5 (lima) orang lainnya meninggal dunia.

Menurut H Sarifudin, hingga Siara Pers ini diterbitkan, terdapat 36 pasien kategori Kontak Erat yang masih melakukan karantina mandiri.

“Terdapat 39 pasien Suspek yang masih melakukan isolasi mandiir,” jelas Sarifudin dalam keterangan pers yang dikirim ke media, Kamis (15/10/20).

Sesuai prosedur, orang dengan hasil RDT Reaktif, akan dilanjutkan dengan tindakan medis Swab, sebagai standar pemeriksaan laboratorium diagnose Covid-19.

Sarifudin menghimbau masyarakat, agar tidak melakukan perundungan terhadap pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kita cegah penyakitnya, bukan mengucilkan orangnya,” kata Plt Bupati Lombok Utara.

Lebih lanjut Sarifudin menyerukan, agar seluruh warga Lombok Utara wajib menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dengan menggunakan hand sanitizer.

“Menerapkan jaga jaak (physical distancing), dan menghindari kerumunan, serta melakukan pola hidup bersih dan sehat,” tegas Sarifudin.

Rr/Humaspro

 




Panen Udang Vaname Tahap Dua Sukses, Masyarakat Siap Berdiri Sendiri

Masyarakat harus siap melakukan kegiatan pembudidayaan udang Vaname tahap selanjutnya secara mandiri

KLU.lombokjournal.com

Kegiatan panen tahap dua kelompok Budidaya Udang Vaname di Dusun Lokok Kengkang Desa Sukadana Kecamatan Bayan Lombok Utara, sukses dengan hasil melimpah.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar lokasi budidaya dan pemerintah selaku pemberi bantuan pembiayaan.

“Alhamdulillah. Saya sangat puas melihat panennya,” ujar Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan, Kelautan dan Perikanan KLU Iwan Asmara, Rabu, (14/10/20).

Iwan mengaku bangga dengan suksesnya panen tahap dua tersebut. Hal itu jadi bukti program tersebut berhasil membuat masyarakat pesisir memiliki kemampuan dalam hal pembudidayaan udang Vaname.

“Siklus pertama memang tidak sebanyak ini. Sekarang ini ada peningkatan jauh lebih banyak. Padahal sekarang ini sudah semi mandiri. Alhamdulillah saya sangat puas melihat panennya,” katanya.

Terpisah, salah seorang anggota kelompok budidaya udang vaname Lokok Kengkang, Esi Julianti mengatakan, pengalaman dua kali memelihara udang Vaname membuat pihaknya percaya, Ke depan,  mereka mampu membudidaya udang Vaname secara mandiri.

“Nanti kita pakai uang kas untuk beli bibit,” akunya.

Dijelaskan, pada dua tahapan penangkaran, kelompoknya mendapat bantuan berupa peralatan penangkaran dan dana operasional  dari Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan KLU.

Sehingga dalam pelaksanaan pembudidayaan diakuinya lebih mudah dari sisi pembiayaan dan perawatan alat penangkar.

Karena bersifat stimulan, bantuan tidak bisa dianggarkan terus-menerus oleh pemerintah. Karenanya, masyarakat harus siap melakukan kegiatan pembudidayaan udang Vaname tahap selanjutnya secara mandiri.

Guna menjawab tantangan tersebut, masyarakat akan melibatkan salah satu perusahaan swasta di Lombok Utara sebagai mitra kerja untuk pembelian benih dan pembiayaan pakan dengan konsep bisnis bagi hasil pasca panen.

“Nanti hasilnya sekian persen dibagi,” jelasnya.

Untuk diketahui selain di Lokok Kengkang, kelompok pembudidaya udang Vaname juga tersebar di beberapa titik di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bayan, Gangga dan Kayangan.

BACA JUGA;

Jumlah kelompok yang saat ini terbentuk sebanyak 10 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 40 anggota. Setiap kelompok menangani 20 kolam udang.

Ast




Budi Daya Udang Vaname, Daerah Lain Tertarik Ikuti Jejak Lombok Utara

Salah satu inovasi yang mendorong suksesnya budidaya udang Vaname di Lombok Utara adalah kolam penangkaran yang berbentuk bundar

KLU.lombokjournal.com

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan (Dihublutkan) memiliki program pembudidayaan udang Vaname kolam bundar, dengan melibatkan 10 kelompok perempuan di tiga Kecamatan.

Saat ini, ke-10 kelompok tersebut telah sukses dengan dua kali panen. Kesuksesan yang membuat beberapa daerah lain di NTB tertarik untuk belajar ke Lombok Utara.

“Bahkan kemarin dari beberapa kabupaten seperti Lombok Barat dan Kota (Mataram), minta referensi dari kita,” terang Sekretaris Dishublutkan KLU, Lalu Majemuk kepada lombokjournal.com, Rabu, (14/10/20).

Dijelaskan, beberapa daerah tertarik untuk mengikuti jejak Dishublutkan KLU,  karena melihat keberhasilan program tersebut memberdayakan masyarakat.

“Tapi sekarang dengan segala keterbatasan sekalipun. Keterbatasan anggaran dan lain-lain tapi masyarakat merasakan secara maksimal menikmati hasil,” katanya.

Lebih jauh, Majemuk menyampaikan, salah satu inovasi yang mendorong suksesnya budidaya udang Vaname di Lombok Utara adalah kolam penangkaran yang berbentuk bundar.

Secara naluri, udang Vaname yang dibudidayakan di kolam bundar  menganggap tempat penangkarannya luas. Sehingga dengan sendirinya berpengaruh kepada tingkat pertumbuhan.

BACA JUGA ;

Di Lombok Utara, masyarakat yang terlibat langsung dalam praktik budidaya sejumlah 400 orang yang tersebar di 10 kelompok di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bayan, Gangga dan Kayangan.

Ast.




UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 14 Oktober 2020, Bertambah 25 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 15 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Masyarakat diajak jadikan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD Bim mengkonfirmasi, ada tambahan 25 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Rabu (14/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa Sumbawa sebanyak 354 sampel dengan hasil 322 sampel negatif, 7 (tujuh) sampel positif ulangan, dan 25 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 15,  tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 25 kasus baru terkonfirmasi positif, 15 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu ini (14/10/20) sebanyak 3.608 orang, dengan perincian 2.953 orang sudah sembuh, 208 meninggal dunia, serta 447 orang masih positif.

Diharapkan, petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

TAMBAHAN 25  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 15 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3584, an. AP, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kota Kendari, Sulawesi Tengah. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  2. Pasien nomor 3585, an. TJ, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kota Bogor, Jawa Barat.Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  3. Pasien nomor 3586, an. YH, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kabupaten Lampung Barat, Lampung. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  4. Pasien nomor 3587, an. MH, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3481. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  5. Pasien nomor 3588 an. I, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Dena, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3481. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  6. Pasien nomor 3589, an. N, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Dena, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3481. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  7. Pasien nomor 3590, an. MDI, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Dena, KecamatanMadapangga, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3481. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  8. Pasien nomor 3591, an. S, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Dena, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3481. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  9. Pasien nomor 3592, an. FA, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3481. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  10. Pasien nomor 3593, an. EL, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Anjani, KecamatanSuralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  11. Pasien nomor 3594, an. PRI, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  12. Pasien nomor 3595, an. F, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Songak, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  13. Pasien nomor 3596, an. S, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  14. Pasien nomor 3597, an. N, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Sukamulia Timur, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  15. Pasien nomor 3598, an. H, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  16. Pasien nomor 3599, an. N, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3298. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  17. Pasien nomor 3600, an. Q, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3298. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  18. Pasien nomor 3601, an. NA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3298. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  19. Pasien nomor 3602, an. ML, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru Barat, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3298. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  20. Pasien nomor 3603, an. RS, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3298. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  21. Pasien nomor 3604, an. DN, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Pane, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3298. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  22. Pasien nomor 3605, an. NPA, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru Timur, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3298. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  23. Pasien nomor 3606, an. MRA, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3543. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  24. Pasien nomor 3607, an. RMA, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3543. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  25. Pasien nomor 3608, an. MI, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3543. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima.

Hari Rabu terdapat penambahan 15 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2138, an. MJ, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 2820, an. S, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Sesela, KecamatanGunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 3158, an. HI, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Rabakodo,Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  4. Pasien nomor 3219, an. N, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Gapuk, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 3236, an. S, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  6. Pasien nomor 3239, an. HQ, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  7. Pasien nomor 3421 an. ZH, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 3423, an. S, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Ketapang Raya, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 3472, an. M, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Sekarteja, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 3476, an. EH, usia 26 tahun, penduduk Desa Lenek Lauk, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 3490, an. W, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  12. Pasien nomor 3491, an. DM, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  13. Pasien nomor 3493, an.YA, perempuan, usia 37 tahun, peduduk Desa Bukit Damai, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  14. Pasien nomor 3584, an. AP, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kota Kendari, Sulawesi Tengah;
  15. Pasien nomor 3585, an. TJ, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kota Bogor, Jawa Barat.

Dipermaklumkan, pasien nomor 3574, an. NH, perempuan, usia 24 tahun, yang sebelumnya diumumkan sebagai penduduk Desa Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kabupaten Bima sebenarnya adalah penduduk Desa Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, mari kita jadikan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika kita mampu membiasakan menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai gaya hidup baru, Insya Allah kita bisa tetap produktif dan aman di tengah pandemi ini,” katanya.

Menurut Lalu Gita,  dengan cara sederhana inilah, mata rantai  penularan Covid-19 dapat kita cegah bersama. Syaratnya adalah disiplin menerapkan protocol kesehatan secara ketat dan kolektif.

Rr/AYA

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818

0211 8119




Posyandu Keluarga Menjadi Pusat Edukasi

Selain edukasi tentang kesehatan dan bahaya narkoba, masyarakat juga bisa paham tentang pentingnya sebuah kebersihan

LOTENG.lombokjournal.com

Seluruh desa di Provinsi NTB merevitalisasi Posyandu menjadi Posyandu Keluarga, serta mengintegrasikan Posyandu tersebut dengan bank sampah ataupun kerajinan tangan lainnya.

“Kalau Posyandu Keluarga sudah ada di masing-masing desa, maka, masalah kesehatan, pernikahan dini, hingga stunting pasti teratasi,” ungkap Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah, saat melaunching Posyandu Keluarga di Dusun Klanjuh Lauq Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah Rabu (14/10/20).

Posyandu Keluarga, diminta diintegrasikan dengan bank sampah. Dengan begitu, selain edukasi tentang kesehatan dan bahaya narkoba, masyarakat juga bisa paham tentang pentingnya sebuah kebersihan.

“Posyandu Keluarga ini pusat edukasi. Melalui Posyandu keluarga tersebut, masyarakat juga paham tentang pentingnya kebersihan,” ungkap wagub yang akrab disapa Umi Rohmi ini.

Wagub memuji Posyandu Keluarganya di Desa Barabali, karena  sudah terintegrasi dengan Bank Sampah. Bahkan, banyak kerajinan tangan yang bisa dibuat.

“Saya lihat, Posyandu Keluarga di Desa Barabali ini keren banget. Ban bekas dan sampah bisa diubah menjadi tempat duduk, kerajinan tangannya pun banyak, pokonya luar biasa,” tambah Umi Rohmi disambut tepuk tangan masyarat serta tamu undangan yang hadir pada acara tersebut.

Kepala Desa Barabali, Lalu Ali Junaidi menyebutkan, Posyandu Keluarga sudah menjadi kebutuhan di masyarakat. Ia berharap, dengan keberadaan Posyandu Keluarga tersebut, segala masalah masyarakat bisa diatasi.

“Posyandu Keluarga ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Lalu Ali berjanji, Posyandu di Desa Barabali akan terus ditambah, semuanya akan diintegrasikan dengan kelompok usaha.

“Setiap dusun akan ada Posyandu Keluarga, setiap dusun pula akan ada kelompok usaha, dengan begitu, masyarakat pasti sejahtera,” tambahnya penuh semangat.

Sementara itu, Amelina, salah seorang remaja Desa Barabali mengaku senang dengan adanya Posyandu Keluarga tersebut. Ia mengatakan, remaja juga butuh Posyandu untuk mengetahui masalah kesehatannya.

“Ya, remaja juga perlu Posyandu, bukan hanya bayi dan ibu hamil,” ungkap mahasiswi ini.

Ia mengatakan, keberadaan Posyandu ini cukup membantunya, terlebih di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Cukup membantu sih, setelah Posyandu juga ada pelatihan buat abon hingga pelatihan kerajinan tangan,” ungkapnya.

Rr/HmsNTB




Rakor Sinergitas Terkait Omnibus Law,  Unjuk Rasa Silahkan Tanpa Anarkis

Banyak hoaks terkait UU Cipta Kerja yang beredar sehingga tugas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah bekerjasama untuk meluruskan hoaks tersebut

MATARAM.lombokjournal.com

Rapat Koordinasi (Rakor) virtual Melalui Video Conference dalam menjalin Sinergitas Kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah Dalam Pelaksanaan Omnibus Law, berlangsung di Ruang Rapat  Utama, Kantor Gubernur NTB, Rabu (14/10/20).

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah ikut dalam rakor bersama Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Ketenaga Kerja Ida Fauziyah, dan Para Menteri lain secara virtual.

Menko Polhukam, Mahfud MD, selaku pemimpin rakor, menyampaikan, unjuk rasa terkait UU Cipta Kerja diperkirakan akan masih terus berlangsung.

Bila dipandang dari sudut intelijen masih akan berlangsung beberapa lama lagi, meskipun skalanya semakin kecil.

“Tugas kita semua adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Undang-Undang ini dilatar belakangi lambatnya atau banyaknya meja birokrasi yang harus dilalui, sehingga Presiden Republik Indonesia mengambil inisiatif agar bentuk-bentuk perijinan lebih disederhanakan atau satu pintu,” kata Menko Polhukam.

Selain itu, UU ini juga lahir didasari adanya kekhawatiran mengenai rawannya tindak korupsi dan pungutan liar di tingkat birokrasi. Terciptanya UU Tenaga Kerja dan Usaha disatukan dalam satu pintu yaitu Omnibus Law Cipta Kerja.

Menko Polhukam menjelaskan, banyak hoaks terkait UU Cipta Kerja yang beredar sehingga tugas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah bekerjasama untuk meluruskan hoaks tersebut.

Hoaks yang beredar di tengah masyarakat, di antaranya penghapusan uang pesangon, penghapusan cuti, upah buruh dihitung per jam, pekerja alih daya, dan lain-lain.

Mahfud MD juga menambahkan, sikap pemerintah atas unjuk rasa yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, unjuk rasa  adalah proses menyampaikan sebuah aspirasi, asalkan sesuai aturan dan UU, tanpa ada tindakan anarkis.

“Yang aspiratif silakan, tetapi yang anarkis harus ditangani, negara ini harus diselamatkan. Jangan sampai kita kacau atau tidak terkendali, dan mohon Forkopimda memperhatikan yang anarkis,” tegas Mahfud.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, saat ini jumlah masyarakat yang membutuhkan pekerjaan sebanyak 13,3 juta jiwa, dengan rincian 6,9 juta pengangguran, korban PHK akibat Covid-19 sebanyak 3,5 juta, serta tiap tahunnya ada fresh graduate sebanyak 2,9 juta.

Menurutnya, jumlah UMKM sebanyak 64,13 juta, sebagian besar atau sekitar 80 persen berasal dari sektor informal. Hal tersebut diharapkan dapat berubah menjadi formal dengan lebih mudah melalui UU Cipta Kerja.

“Undang-undang ini bertujuan untuk mempermudah usaha, mendukung pencegahan korupsi dan mendukung pembangunan di daerah,” kata Airlangga.

Turut hadir mendampingi Gubernur NTB, Kapolda NTB, Ketua DPRD NTB, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi NTB, Kabinda NTB, Sekda NTB, Kepala Staf Korem, Danlanal NTB, Danlanud NTB beserta jajarannya.

Rr/HmsNTB




Rakor Bunda PAUD, Membahas  Tugas dan Tanggung Jawab Bunda PAUD

Bunda PAUD memiliki peran sebagai figur dan tokoh sentral Gerakan Nasional PAUD Berkualitas

MATARAM.lombokjournal.com

Rapat Koordinasi (Rakor)  Bunda PAUD se Provinsi NTB berlangsung di Hotel Aston Inn, Mataram, Rabu (14/10/2020) .

Tugas dan tanggung jawab seorang Bunda PAUD menjdi pembahasan Rakor untuk  meningkatkan pelayanan PAUD yang berkualitas Rakor tersebut membahas.

Ketua Bunda PAUD Provinsi NTB Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah SE, M.Sc mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyusun sebuah buku saku Bunda PAUD.

Itulah yang menjadi topik pembahasan serta disosialisasikan kepada Bunda PAUD se NTB.

“Alhamdulillah layanan PAUD sudah ada di seluruh pelosok di daerah kita ini, namun yang menjadi masalah adalah bagaimana kita memberikan layanan PAUD yang berkualitas.” ujarnya.

Bunda Niken mengatakan, semua orang memahami bahwa investasi terbaik adalah investasi bidang pendidikan, termasuk pada Pendidikan Anak Usia Dini.

Ketika anak-anak sedang bertumbuh, maka di saat itulah kita berikan stimulus yang terbaik bagi anak anak PAUD.

Ia menyampaikan terimakasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atas dukungannya memajukan program Bunda PAUD di Provinsi NTB.

“Allhamdulillah dengan dukungan dari Kementerian kami di provinsi kemarin membentuk kerja Bunda PAUD dan sudah dibuat SK-nya oleh Gubernur.” lanjutnya.

Ia mengatakan, Bunda PAUD memiliki peran sebagai figur dan tokoh sentral Gerakan Nasional PAUD Berkualitas dengan cara memberikan sumbangan pemikiran, sosialisasi dan advokasi pelaksanaan Gerakan PAUD Berkualitas.

Kerjasama mulai provinsi hingga desa

Suprihatin Sugianto selaku Ketua Panitia Penyelenggara menjelaskan,  tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kerjasama para pemangku kepentingan, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, sampai desa/kelurahan.

Kerjasama sangat diperlukan untuk mendukung peningkatan sumber daya manusia sejak usia dini melalui PAUD yang berkualitas.

Selain itu, tujuan khusus dari kegiatan ini yaitu tersosialisasinya pedoman peran Bunda PAUD sebagai pedoman pelaksanaan Bunda PAUD di Daerah, tersosialisasinya revisi peraturan Gubernur Nomor 23 tahun 2013 tentang PAUD HI, terbentuknya pengurus POKJA Bunda PAUD di kabupaten/kota se-NTB sampai pengurus POKJA PAUD desa dan kelurahan.

Rr/HmsNTB




Komitmen BPJS Kesehatan Meningkatkan Layanan, Meningkatkan Kepuasan Peserta

Capaian tersebut pun tak terlepas dari upaya BPJS Kesehatan yang menghadirkan berbagai kemudahan bagi badan usaha untuk mengakses layanan JKN-KIS selama pandemi Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Badan penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus berupaya melakukan peningkatan pelayanannya.

Berbagai inovasi dalam pelayanan kesehatan itu membuahkan kepuasan bagi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari mengatakan, indeks kepuasan terhadap BPJS Kesehatan terus mengalami peningkatan.

Dijelaskan, pada tahun 2019 indeks kepuasan badan usaha terhadap BPJS Kesehatan tercatat mencapai skor 84 persen. Padahal tahun sebelumnya,  skornya baru mencapai sebesar 78,1 persen. Dan itu berarti  angka skornya lebih tinggi dari skor tahun sebelumnya.

Andayani mengakui capaian ini merupakan wujud nyata komitmen BPJS Kesehatan dalam melakukan penyempurnaan pelayanan terhadap peserta.

“Capaian ini merupakan wujud nyata komitmen BPJS Kesehatan dalam melakukan penyempurnaan pelayanan terhadap peserta. Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) badan usaha,” katanya.

Andayani Budi Lestari mengatakan itu dalam acara Temu Pelanggan Peserta JKN-KIS Tahun 2020 yang digelar daring bersama brand ambassador BPJS Kesehatan Ade Rai dan MarkPlus Institute, Selasa (13/10/20).

Capaian tersebut pun tak terlepas dari upaya BPJS Kesehatan yang menghadirkan berbagai kemudahan bagi badan usaha untuk mengakses layanan JKN-KIS selama pandemi Covid-19.

Layanan tersebut, mulai dari layanan administrasi, layanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan rumah sakit, hingga layanan informasi dan pengaduan peserta JKN-KIS.

Dari sisi administrasi, BPJS Kesehatan telah mengembangkan aplikasi e-Dabu Mobile. Selama ini, layanan ini harus diakses melalui laptop atau personal computer (PC). Kini, aplikasi e-Dabu Mobile dapat diakses dengan mudah person in charge badan usaha kapan dan di mana saja melalui ponsel pintar.

Selain itu, aplikasi yang bisa diunduh melalui Playstore ini juga telah dilengkapi dengan fitur untuk mengecek status kepesertaan JKN-KIS pekerja dan anggota keluarganya, riwayat pembayaran iuran, data mutasi pekerja, tren pembayaran, hingga konten kesehatan.

Selain e-Dabu Mobile, layanan administratif juga dapat diakses peserta JKN-KIS badan usaha melalui berbagai kanal, seperti aplikasi Mobile JKN, Mal Pelayanan Publik, BPJS Kesehatan Care Center 1500 400, serta Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (Pandawa).

Kemudahan layanan informasi Tak hanya itu, BPJS Kesehatan juga menghadirkan kemudahan layanan informasi dan pengaduan melalui fitur Pengaduan Keluhan di Mobile JKN, Chat Assistant JKN (Chika), serta melalui petugas BPJS Kesehatan Siap Membantu! (BPJS SATU!) di rumah sakit.

Andayani menyebut, selama pandemi Covid-19, pemanfaatan layanan administratif melalui kanal digital mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

“Misalnya, sampai dengan Agustus 2020, aplikasi Mobile JKN sudah digunakan oleh 9,9 juta peserta JKN-KIS,” paparnya seperti keterangan tertulisnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, pemanfaatannya layanan informasi melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 juga ikut bertambah.

Sementara itu, dalam hal pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan turut menyediakan layanan Skrining Mandiri Covid-19, antrean online, teleconsulting, informasi ketersediaan tempat tidur, informasi jadwal antrean operasi, serta daftar obat bagi peserta dengan penyakit kronis yang ditanggung BPJS Kesehatan.

Perlu diketahui, seluruh layanan tersebut yang dapat diakses peserta JKN-KIS melalui Mobile JKN.

“Harapan kami, badan usaha dapat meneruskan informasi ini kepada para pekerjanya agar mereka dapat benar-benar paham dan bisa seoptimal mungkin memanfaatkan aneka kemudahan layanan yang telah kami sediakan,” ujar Andayani.

Dia juga berharap, badan usaha yang memiliki fasilitas kesehatan dapat menjadi mitra BPJS Kesehatan.

Hal itu bukan hanya mempermudah pekerjanya memperoleh pelayanan kesehatan.

“Diharapkan fasilitas kesehatan milik badan usaha tersebut juga dapat melayani peserta JKN-KIS lainnya,” kata Andayani.

Rr

(Sumber; Kompas.com)