SALAM akan Bangun Underpass di Mataram

Untuk mengatasi banjir dan kemiskinan, SALAM juga memiliki program Mataram tanpa rumah kumuh

lombokjournal.com —

MATARAM ;   Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram Nomor Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM), menghadiri diskusi Kebijakan Publik, sebagai Narasumber Utama yang diadakan Team Satgas Pengawalan Pemilihan Walikota Mataram  Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota  Mataram, di Pantai Batas Senja, Kota Mataram, Jumat, 16 Oktober 2020.

SALAM menghadiri undangan mahasiwa dalam acara diskusi bareng  membedah visi-misi SALAM sekaligus menyerap setiap masukan maupun aspirasi mahasiswa terkait masalah-masalah yang ada di Kota Mataram.

Awal diskusi, Hj Selly mengatakan, Mataram saat ini masih diselimuti masalah-masalah sosial, sehingga dia bertekad maju untuk membenahi semua masalah tersebut.

“Hari ini Mataram masih diselimuti beberapa masalah kehidupan, seperti kemiskinan, pendidikan, kesehatan, karena semakin banyak yang pindah di Mataram. Jumlah kemiskinan 43 ribu lebih. Pengangguran jumlahnya 15.400. Tingkat pendapatan ada gap, 20 persen yang berpenghasilan Rp3 juta ke atas. 40 persen berpenghasilan Rp1 – Rp3 juta,” katanya.

Selly juga mengungkapkan, sebanyak 39,45 persen ketersediaan infrastruktur perumahan berstatus kontrak. Padahal luas Mataram hanya 61 km persegi.

“Berdasarkan itu kami mengambil visi peradaban baru Kota Mataram yang berkah, cemerlang, berbasis gotong royong,” ujarnya.

SALAM berjanji akan menuntaskan masalah-masalah di Kota Mataram dengan bergotong royong dan bersinergi dengan sejumlah pihak.

Interaksi berjalan lancar dalam diskusi tersebut. Mahasiswa memberikan banyak masukan sekaligus pertanyaan soal strategi SALAM dalam mewujudkan Mataram yang berkah dan cemerlang.

Jika SALAM menjadi Walikota Mataram juga akan membenahi lokasi Pasar Burung di Cakra untuk dijadikan lokasi UMKM.

Untuk mengatasi banjir dan kemiskinan, SALAM juga memiliki program Mataram tanpa rumah kumuh. Nantinya, Mataram akan bersinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk merenovasi rumah kumuh warga.

“Program tidak ada rumah kumuh. Caranya sinergitas dengan provinsi dan pusat. Jangan hanya APBD dipakai buat tembolak, palingan itu untuk selfie,” ujarnya.

Membangun Underpass

Untuk mengatasi kemacetan di Kota Mataram, SALAM juga berencana akan membangun jalan bawah tanah atau underpass.

Underpass nantinya akan dibangun di daerah-daerah yang menjadi titik macet. Selain itu underpass juga untuk menunjang MotoGP 2021.

“Underpast jalan bawah tanah. Program SALAM. Kami pingin buat juga di Tanah Aji (kawasan dekat Epicentrum Mall),” katanya.

Sementara Calon Wakil Walikota Mataram, TGH Abdul Manan mengatakan 9 langkah SALAM untuk menjadikan Kota Mataram tertuang dalam visi-misi. Mulai dari kesejahteraan masyarakat, kesehatan hingga pendidikan.

“Kita lihat soal pendidikan di Mataram banyak yang hanya tamat SMA. Itu menjadi tanggung jawab kita bersama sekarang ini,” ungkapnya.

TGH Manan juga menjelaskan soal program Mataram Mengaji. Soal religiusitas tersebut dinilai dapat menjadi penangkal segala bentuk perilaku menyimpang di tengah masyarakat.

Ketua KAMMI Kota Mataram, Arif Rahman, mengatakan tujuan digelar bedah visi tersebut sebagai sebuah ikhtiar mahasiswa yang menjadi Tim Pengawal Pilwalkot.

“Bedah Visi & Misi Calon Walikota & Wakil Walikota Mataram 2020 adalah salah satu langkah taktis/kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim Pengawal Pilwalkot dalam rangka memberikan ruang kepada kandidat calon untuk memaparkan Visi & Misi di hadapan publik khususnya di kalangan pemuda,” ujarnya.

“Kegiatan ini berisi pemaparan Visi & Misi dengan memberikan pandangan terkait pembangunan Kota Mataram yang lebih baik mengenai ekonomi, pendidikan dan budaya masyarakat Kota Mataram,” jelasnya.

Me




Plt Bupati Lombok Utara Dampingi Wagub NTB Launching Posyandu Keluarga di Desa Anyar

Wagub membanggakan prestasi Desa Anyar

BAYAN.lombokjournal.com — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr Ir Hj Sitti Rohmi Djalilah MPd dan rombongan Pemprov NTB, me-launching Posyandu Keluarga di Dasan Lendang Desa Anyar, Kamis (15/10/20).

Saat peluncuran itu, ikut mendampingi Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH, Plt Ketua TP PKK KLU Nani Cahyani SE. Hadir pula Pj Sekda KLU Drs H Raden Nurjati, Camat Bayan Intiha, SIP, unsur pimpinan OPD lingkup Pemda Lombok Utara beserta undangan lainnya.

Wagub Hj Sitti Rohmi mengaku bangga dengan prestasi-prestasi Desa Anyar.

“Saya bangga dengan Desa Anyar, kita harus yakini betul di NTB porsinya sesuai, menukik kepada kebutuhan-kebutuhan yang memang esensi seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi lingkungan. Itu harus betul-betul dikedepankan,” tuturnya.

Menurutnya, Posyandu Keluarga sudah baik, tinggal nanti bagaimana pelayanan di masa pandemi disesuaikan, tidak perlu berkerumun dalam waktu bersamaan.

“Dari 400 posyandu yang ada di KLU, sudah 100 posyandu menjadi Posyandu Keluarga. Kalau mau cepat menjadikan semua Posyandu Keluarga,  ada posyandu lansia, posyandu remaja, tinggal ditambah meja layanannya saja,” imbuhnya.

Pola hidup bersih

Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH, dalam sambutannya mengajak ibu-ibu untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Kami tidak ingin ada warga KLU yang stunting, busung lapar, ibu-ibu kita kena kanker serviks. Oleh karena itu Posyandulah tempat kita untuk bersama-sama bagaimana menjaga kesehatan itu,” tandasnya.

Dikatakan, KLU menjadi perhatian provinsi NTB karena kabupaten termiskin di NTB. Tapi kemiskinan ini tidak disebabkan oleh jarangnya posyandu tetapi karena semua anggaran habis pada pembangunan fisik.

Untuk mengelola lingkungan dan sumber daya manusia masyarakat menjadi prioritasnya ke depan.

“Saran saya jadikanlah momentum ini untuk menjadikan generasi kita generasi yang sehat,” pesannya.

Pada tempat yang sama, Kepala Desa Anyar, Ir Rusni melaporkan posyandu desa yang dipimpinnya memiliki  jumlah kader 47 orang, tersebar di 9 posyandu dari 10 dusun.

Menurunya, tahun 2021 Desa Anyar akan mendapatkan bantuan TPS 3R dari Pemerintah Pusat dan hibah tanah dari Pemda KLU.

“Selain mengolah sampah organik kami juga berharap bisa mengelola sampah plastik oleh karena itu kami membutuhkan alat pres sampah plastik Bu Wagub. Lanjutnya lagi, kami pernah studi tiru ke desa Duman, Desa Sepakek, dan kami tertarik karena mereka mendapat bantuan alat pres plastik dari provinsi,” harapnya.

Rangkaian acara berjalan lancar, diakhiri dengan penyerahan bantuan peralatan kesehatan higienis oleh Wagub didampingi Plt Bupati kepada Kades Anyar serta meninjau stand UMKM yang ada di sekitar lokasi acara.

sas




Gubernur Tinjau Pemasangan Fiber Optic, Agar Internet di NTB Makin Ngebut

Di seluruh daerah di NTB akan diikhtiarkan menikmati jaringan internet yang makin baik

KLU.lombokjournal.com

Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah meninjau secara langsung proses pemasangan Fiber Optic (FO) oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) di Kabupaten Lombok Utara, Jum’at (16/10/20).

Pemerintah Provinsi NTB dan PT. Telkom area NTB berupaya, denagn pemasangan Fiber Optic ini akan memperluas layanan berbasis digital hingga ke tempat-tempat wisata, seperti Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno.

Serat optic merupakan saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut. Serat optik tersebut dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain.

“Kalau Fiber Optic ini sudah terpasang, jaringan internet di gili akan semakin ngebut,” ungkap Gubernur NTB.

Ke depan tidak hanya di Lombok Utara, tapi di seluruh daerah di provinsi NTB akan diikhtiarkan menikmati jaringan internet yang semakin baik. Terutama daerah dengan tofografi pegunungan, seperti wilayah selatan dan utara Pulau Lombok, serta Pulau Sumbawa.

“Kita tetap ikhtiarkan, seluruh daerah di NTB menikmati layanan internet yang semakin baik,”tambah Gubernur yang akrab disapa Bang Zul.

Enurutnya, Fiber Optic ini juga telah dipasang di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, terutama di pinggir-pinggir lintasan Sirkuit MotoGP. Itu semua dilakukan agar seluruh masyarakat di dunia dapat menonton event bergengsi tersebut dengan baik.

”Karena MotoGP event internasional, jadi fiber optic harus dipasang, sehingga dari negara mana pun, orang bisa menyaksikan dengan kualitas bagus,” ujar Bang Zul.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 15 Oktober 2020, Bertambah 33 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 19 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Jadikan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, dan Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB mengkonfirmasi, ada tambahan 33 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Kamis (15/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 93 sampel dengan hasil 60 sampel negatif, tidak ada sampel positif ulangan, dan 33 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 19, tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 33 kasus baru terkonfirmasi positif, 19 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (15/10/2020) sebanyak 3.641 orang, dengan perincian 2.972 orang sudah sembuh, 208 meninggal dunia, serta 461 orang masih positif.

“Kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19,” kaa Lalu Gita Ayadi..

TAMBAHAN 33  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 19 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, antara lain :

  1. Pasien nomor 3609, an. SR, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju;
  2. Pasien nomor 3610, an. M, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  3. Pasien nomor 3611, an. S, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Keru, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Awet Muda Narmada;
  4. Pasien nomor 3612, an. SUF, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Lewirato, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3298. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  5. Pasien nomor 3613 an. SH, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3251.Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  6. Pasien nomor 3614, an. RAP, perempuan, usia 9 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3251. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  7. Pasien nomor 3615, an. D, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3288. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  8. Pasien nomor 3616, an. NU, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  9. Pasien nomor 3617, an. B, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi.Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  10. Pasien nomor 3618, an. J, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  11. Pasien nomor 3619, an. SM, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3295. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  12. Pasien nomor 3620, an. A, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Panggi,xKecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3295. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  13. Pasien nomor 3621, an. DSSR, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  14. Pasien nomor 3622, an. A, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  15. Pasien nomor 3623, an. D, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  16. Pasien nomor 3624, an. DY, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Dara, KecamatanRasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3397. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  17. Pasien nomor 3625, an. NHT, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3397. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  18. Pasien nomor 3626, an. GB, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3397. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  19. Pasien nomor 3627, an. SR, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  20. Pasien nomor 3628, an. IPC, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3397. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  21. Pasien nomor 3629, an. HF, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Lando, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  22. Pasien nomor 3630, an. P, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Kuang Baru, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  23. Pasien nomor 3631, an. AFK, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  24. Pasien nomor 3632, an. MYAA, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  25. Pasien nomor 3633, an. DA, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  26. Pasien nomor 3634, an. FA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Songak, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  27. Pasien nomor 3635, an. YMDA, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Belok Petung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  28. Pasien nomor 3636, an. SAI, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Kakiang, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  29. Pasien nomor 3637, an. AMS, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  30. Pasien nomor 3638, an. MPZ, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  31. Pasien nomor 3639, an. AM, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  32. Pasien nomor 3640, an. MM, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  33. Pasien nomor 3641, an. MAAB, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji.

Hari Kamis ini terdapat penambahan 19 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2865, an. R, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Sengkerang, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah;
  2. Pasien nomor 2896, an. LW, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Muncan, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah;
  3. Pasien nomor 2950, an. T, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Serengat Selatan, Kecamatan Prapen, Kabupaten Lombok Tengah;
  4. Pasien nomor 2956, an. LMD, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Pringgarata, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah;
  5. Pasien nomor 2996, an. F, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Perapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  6. Pasien nomor 2997, an. HW, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah;
  7. Pasien nomor 2998, an. BM, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Menemeng, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah;
  8. Pasien nomor 3101, an. INS, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Jontlak, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah;
  9. Pasien nomor 3248 an. INP, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  10. Pasien nomor 3250, an. J, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  11. Pasien nomor 3293, an. F, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  12. Pasien nomor 3297, an. N, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  13. Pasien nomor 3301, an. MA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  14. Pasien nomor 3396, an. S, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  15. Pasien nomor 3400, an. MS, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  16. Pasien nomor 3401, an. RL, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  17. Pasien nomor 3414, an. RWA, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  18. Pasien nomor 3417, an. SA, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  19. Pasien nomor 3422, an. LP, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Lalu Gita Aryadi mengajak,  jadikan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika kita mampu membiasakan menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai gaya hidup baru, Insya Allah kita bisa tetap produktif dan aman di tengah pandemi ini,” katanya.

Rr/AYA

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818

0211 8119.




Lewat Kuliner Tradisional,  SALAM Ajak Warga Samawa-Mbojo Ciptakan Mataram Berkah Cemerlang

lombokjournal.com —

MATARAM — Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram Nomor Urut 2 , Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) terus bergerak memperkuat basis dukungan di tengah masyarakat dengan pendekatan-pendekatan humanis dan simpatik.

Gaya kepemimpinan Selly Manan  yang merakyat dan rajin turun menyapa masyarakat kembali menyedot perhatian, saat Jilbab Ijo itu menyempatkan  kuliner ke sebuah rumah makan Karaci khas Sumbawa di kawasan Panji Tilar, Kota Mataram, Rabu ( 14/10/20)  sore

Tampak Hj Selly dan TGH Manan asyik menikmati hidangan Sepat dan Singang, olahan ikan laut dengan bumbu khas Sumbawa diselilingi obrolan ringan dengan pemilik Resto,  Yunita.

Selly mengatakan, sebagai Ibukota Provinsi, Kota Mataram bukan saja menjadi kota yang heterogen tapi juga etalase keberagaman entitas Provinsi NTB secara luas.

Keragaman latar belakang penduduk baik dari etnis, agama, seni dan budaya menjadi kekayaan sekaligus ‘taman sari’ Kota Mataram.

Hal ini diyakini Selly Manan untuk mempererat persaudaraan dalam jalinan silaturahmi lintas etnis dan budaya perlu terus dibangun dan dikedepankan dalam berbagai momentum.

Guna memperkuat ikatan persaudaraan yang saling memahami maksud, Selly dan TGH Abdul Manan melakukan safari kuliner di beberapa rumah makan tradisional yang menyajikan masakan khas Samawa dan Mbojo di Kota Mataram.

“Melalui kuliner ini SALAM ingin  membaur dan menjadi bagian keluarga besar Tana Samawa dan Mbojo. Sekaligus memperelat persaudaraan  yang tak lekang oleh waktu dan kepentingan semata,” ujarnya

Menurut Selly, diplomasi masakan  sebagai bagian mempertahankan dan melestarikan menu masakan tradional dari serbuan gaya kuliner masakan modern yang makin menjamur di Kota Mataram.

“Yang jelas, masakan tradisional dari sisi taste/rasa tidak kalah lezat dan higienisnya dibanding masakan modern,” tegas Mantan Kepala Dinas Perdagangan NTB.

Tak hanya soal citarasa, menurut Selly masakan khas Samawa dan Mbojo di Kota Mataram juga bisa menjadi penggerak sektor UMKM di bidang kuliner.

Secara berkesinambungan ini juga menjadi kekayaan pilihan kuliner untuk wisatawan domestik yang mengunjungi Kota Mataram ke depan.

“Pesan diplomasi makanan ini ialah bagaimana setiap orang yang datang ke Kota Mataram bisa merasakan kekayaan kuliner khas NTB,” ucapnya.

Heterogenitas Urban City

Selly menambahkan selain melalui media kuliner, SALAM dalam waktu akan melakukan silaturahmi dengan entitas Samawa – Mbojo di Kota Mataram.

“Kita sedang desain bentuk  acaranya supaya tidak terkesan berjarak dan formalitas semata,” imbuh Selly sembari mengatakan SALAM ingin diterima sebagai bagian Keluarga Besar Samawa – Mbojo dengan sepenuh hati.

Terpisah ,  TGH Abdul Manan menambahkan Ke depan, SALAM juga akan memberikan ruang-ruang ekspresi untuk seni dan budaya Sasak-Samawa-Mbojo (Sasambo) di Kota Mataram.

“Ini bentuk penghormatan Selly Manan atas simbol-simbol kultural dan kearifan lokal tana’ samawa dan mbojo yang harus tetap dilestarikan eksistensinya,” kata TGH Manan

TGH Manan mengatakan  SALAM juga akan melakukan kegiatan serupa yang akan dilakukan bersama komunitas atau warga etnik lainnya seperti Paguyuban Tionghoa,  NTT ( Flores/Kupang) , Jawa, Makasar/Bugis, Padang, Madura dan lainnya yang ada di Kota Mataram ini.

Ditambahkannya, Mataram sebagai epicentrum urban city yang tentu saja ciri khas warganya majemuk baik dari sisi adat istiadat maupun strata sosialnya, maka Selly Manan ingin menjadi bagian  keluarga besar yang baik dalam heterogenitas kultural yg multi etnik tersebut.

“Semangatnya adalah membangun persaudaraan dalam keberagaman untuk Mataram yang berkah dan cemerlang,” tukas Pria yang juga Ketua MUI Kota Mataram ini.

Silaturahmi dengan diaspora warga NTT

.Hj Putu Selly Andayani bersama Warga Flobamora (Flores , Sumba, Timor dan Alor)./ Foto; Me

Sementara itu , Selasa malam (13/10) bertempat di kediaman Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani , Jl Panji Masyarakat No 15 , Mataram, Puluhan diaspora warga Nusa Tenggara Timur ( NTT) yang berdomisi dan menetap di kota Mataram melakukan silaturahmi.

Suasana pertemuan berlangsung cair, familiar dan akrab , jauh dari kesan formalitas. Apalagi Sahibul Bait , Hj Selly  nampak dengan tekun menyimak dan mencatat setiap aspirasi yang disampaikan tamunya itu.

“Kami warga Flobamora (Flores Sumba Timur Alor)  senang bisa bertemu dengan  Calon Walikota Mataram, Ibu Hj Selly yang memiliki Program Kesejahteraan yang jelas dan memiliki komitmen menjaga toleransi antar umat dalam memajukan Mataram jika terpilih kelak ,” tutur  Akhmad Atapukan,  Tokoh Masyarakat diaspora NTT asal Lamahala Flores Timur ( LAMAHOLOT )  yang puluhan tahun menetap di Mataram .

Di akhir pertemuan , Selly didampingi suami tercintanya, H Rachmat Hidayat memberikan surprise kepada para saudaranya dari NTT mengajak makan malam bersama dengan aneka sajian masakan khas NTT yakni , Jagung Bose, Daging Se’i dan Sayur Rumpu Rampe sambal pedas.

Me




Lima Kali WTP, Capaian Luar Biasa Pemprov NTB

Dengan WTP ini masyarakat makin yakin, uang yang dikelola pemerintahan sudah dikelola dengan baik

MATARAM.lmbokjournal.com

Pemprov NTB menerima penghargaan dari Pemerintah RI atas capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Tahun 2020 ini, menjadi tahun kelima berturut-turut untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2015 sampai dengan tahun 2019.

Penghargaan atas opini WTP diterima langsung oleh Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah dari Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTB, Syarwan, mewakili Pemerintah RI, Kamis (15/10/20) di ruang kerjanya.

Doktor Zul, sapaan akrab Gubernur NTB, menyampaikan apresiasi atas raihan WTP kelima kali yang didapat Provinsi NTB. Pria kelahiran Sumbawa ini berharap DJPb terus bersinergi untuk mendukung capaian ini kedepan.

“Kalau masih ada yang belum sempurna, misalnya Dana Desa, mari kita bina dan perbaiki bersama SDM di desa. Begitu juga dengan yang lain agar lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Dirjen Perbendaharaan ( DJPb) NTB, Syarwan mengatakan, penghargaan ini terkait dengan capaian opini tertinggi dalam penyusunan laporan keuangan yang diraih NTB yaitu WTP.

“Kalau sudah lima kali berturut-turut memperoleh Opini WTP, maka ini capaian yang luar biasa,” kata Syarwan.

Menurutnya, opini WTP menggambarkan bahwa pengelolaan keuangan oleh Pemerintah Daerah itu sudah sangat baik. Sudah sesuai ketentuan aturan baik dari pengadaan maupun pertanggungjawabannya.

Dengan WTP ini masyarakat makin yakin, uang yang dikelola pemerintahan sudah dikelola dengan baik. Begitupun investor-investor yakin dan tidak akan ragu menanamkan modalnya di NTB.

Dari opini WTP, ini Syarwan berharap pengelolaan dana desa lebih optimal lagi.

Apalagi tahun 2021 ada perhelatan internasional MotoGP. Ini perlu inovasi pemerintah desa untuk menyediakan berbagai sarana dan prasarana sebagai pendukung kegiatan tesebut.

Langkah ini penting, mengingat untuk menghadapi lonjakan pengunjung yang diperkirakan sekitar 200.000 orang. Sedangkan penginapan yang tersedia saat ini hanya 11.000 kamar.

“Ini yang perlu terus digenjot,” katanya.

Salah satu alternatif mendukung ketersediaan kamar untuk menunjang MotoGP adalah memberdayakan dan mengoptimalkan masyarakat. Pemerintah desa dapat memberdayakan rumah warga untuk dijadikan penginapan.

“Penyewaan rumah penduduk ini dapat mendongkrak PAD desa dan ekonomi masyarakat dalam pengelolaan untuk mendukung optimalisasi dana desa, di sektor wisata desa,” ucapnya.

 

Selain itu, lanjut Syarwan, masyarakat juga dapat didorong mengembangkan UMKM. Ia menerangkan saat ini banyak pembiayaan yang dikucurkan pemerintah demi mendukung pengembangan UMKM. Misalnya ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bunganya sangat rendah, sekitar 6 persen.

“Nah ini bisa dioptimalkan,” sebutnya.

Diketahui, Provinsi NTB sendiri telah mendapatkan opini WTP terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan BPK terkait Laporan Keuangan Pemerintah Daerah sembilan kali berturut-turut sejak 2012.

Penghargaan yang diberikan kali ini dihitung sejak 2015 sebagai daerah yang tetap konsisten bisa mempertahankan Opini WTP secara terus menerus dan berturut turut hingga saat ini.

Rr/HmsNTB




Gubernur Ajak Masyarakat Bedah Omnibus Law Cipta Kerja

Aspirasi yang sudah disampaikan akan disatukan dan akan dikirim langsung ke Pemerintah Pusat

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah memimpin langsung kegiatan Curah Pendapat Undang-undang Cipta Kerja (Omnibus Law) yang digelar bersama berbagai tokoh masyarakat, tokoh agama, serikat pekerja, mahasiswa, dan masyarakat umum di Graha Bakti Praja, Kamis (15/10/20).

Doktor Zul, sapaan akrab Gubernur NTB, mengungkapkan, curah pendapat ini digelar untuk mendapatkan kejernihan pikiran terkait UU Cipta Kerja.

Dengan mengundang berbagai elemen masyarakat beserta pakar hukum diharapkan semua pihak mendapatkan kajian UU Ciptaker yang lebih baik.

“Karena itu kita mengumpulkan lebih banyak tokoh agar unjuk rasa kita bukan lagi emosional tapi dengan kajian yang lebih baik. Mudah-mudahan pendapat kita ada bobotnya berdasarkan kejernihan pikiran,” jelas Gubernur.

Dalam kegiatan itu Gubernur didampingi Sekertaris Daerah NTB, Lalu Gita Ariadi, dan dimoderatori oleh Asisten II Setda NTB, H. Ridwansyah.

Curah pendapat ini juga digelar untuk memenuhi janji Gubernur sebelumnya, saat menerima tuntutan massa aksi dan berjanji akan berdiskusi serta menjembatani aspirasi semua elemen.

Aspirasi yang sudah disampaikan akan disatukan dan akan dikirim langsung ke Pemerintah Pusat.

Doktor Zulmenjelaskan, disahkannya UU Ciptaker ini merupakan salah satu ikhtiar pemerintah Indonesia untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarkat. Dengan mempermudah investor masuk ke Indonesia, namun dibarengi dengan perlindungan terhadap pekerja yang ketat.

Presiden Joko Widodo menyederhanakan peraturan menjadi Omnibus Law agar urusan perizinan usaha tak lagi berbelit belit, dan rawan korupsi hingga pungli. Masyarakat diminta untuk mengambil sikap dengan kepala jernih.

“Pemerintah sangat terbuka dengan masukan masyarakat. Jadi setiap aspirasi masyarakat akan dipertimbangkan untuk membuat pemerintah menjadi lebih baik lagi,” jelas Gubernur alumni Universitas Harvard tersebut.

Sekda  NTB Lalu Gita Ariadi, berharap melalui Curah Pendapat ini pemahaman masyarakat NTB terkait UU Ciptaker menjadi lebih baik lagi.

Miq Gita panggilan akrabnya menegaskan, banyak kabar hoaks terkait UU Ciptaker yang beredar. Sehingga masyarakat diminta untuk berhati-hati agar tidak mudah tersulut emosi.

“Ada banyak hoaks terkait UU Ciptaker, seperti isu pesangon dan cuti yang dihilangkan. Itu tidak benar. Banyak kabar yang tidak benar sehingga kita harus mengkaji ini bersama-sama,” tandasnya.

IKP/Diskominfotikntb




Hj. Niken Dukung Pengentasan Kemiskinan Melalui Bimbingan Calon Pengantin

Pernikahan yang disiapkan dengan baik akan mampu mencapai kepuasan pernikahan yang optimal dan  kesuksesan dalam kehidupan berkeluarga

MATARAM.lombokjournal.com

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB, menggelar Diskusi Uji Coba Pengentasan Kemiskinan melalui Program Bimbingan Perkawinan Masa Nikah,  di Aula Kanwil Kemenag Provinsi NTB, Kamis (15/10/20), siang.

Ketua TP. PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah dalam diskusi itu, menyampaikan tingkat perkawinan di usia anak di NTB masih menjadi masalah besar, indikasinya akan cukup banyak pada beberapa sektor-sektor di NTB.

PKK NTB selama ini telah bersinergi bersama dengan para Perangkat Daerah lingkup NTB untuk menangani masalah-masalah yang terkait dengan pembentukan keluarga sejahtera.

“Kami disini tentu saja senang sekali bisa ikut, karena kami akan memberikan masukan-masukan positif kami dari sistem pemerintah untuk membuat program-program yang lebih bermanfaat dan lebih tepat sasaran. Tentu saja dukungan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kemenko PMK akan sangat kami butuhkan kedepannya,” ungkap Hj. Niken.

Ia menyambut baik upaya-upaya yang akan dilakukan dan menunggu tindak lanjut kegiatan ini.

Kegiatan ini selain sudah dipersiapkan jauh hari, juga akan dievaluasi secara menyeluruh dan Pemprov NTB siap bekerjasama dan tindak lanjut program ini.

Bimbingan calon pengantin

Sebelumnya, Kepala Kanwil Kemenag NTB, Dr. H. M. Zaidi Abdad, M.Ag menceritakan awal mula ide ini tercetus. Berawal dari pertemuan singkat Kakanwil Kemenag NTB dengan Staf Ahli Kemenko PMK yang menyampaikan beberapa gagasan tentang pembimbingan calon pengantin.

Menurutnyat, sebenarnya sudah lama dilakukan oleh para pegawai Kemenag NTB.

Untuk diketahui, program ini juga menjadi  program Nasional, hanya saja perlu adanya penguatan lagi.

Zaidi Abdad berharap, mudah-mudahan sinergi ini bisa dilakukan terus menerus secara menyeluruh, sehingga dapat merealisasikan secara gotong royong apa yang diprogramkan.

Ghafur Dharmaputra, Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Berkelanjutan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menambahkan, pernikahan yang disiapkan dengan baik akan mampu mencapai kepuasan pernikahan yang optimal. Sekaligus kesuksesan dalam kehidupan berkeluarga, sehingga mampu menghasilkan SDM yang berkualitas.

“Kurangnya kesiapan menikah akan berdampak pada perselisihan dan ketidakharmonisan pasangan, masalah ekonomi, rendahnya kualitas pengasuhan, serta rendahnya kualitas perkembangan anak,” pungkas Ghafur mengakhiri arahannya.

Rr/HmsNTB




Pemda KLU Dapat WTP Lagi

KLU sudah enam kali berturut-turut mendapatkan opini WTP

TANJUNG.lombokjournal.com

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memberikan penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-6 kalinya secara berturut-turut kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) terhadap laporan pengelolaan keuangan tahun 2019.

Pelaksana Tugas Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH, didampingi Pj Sekda Drs H Raden Nurjati, Asisten III Bidang Administrasi Umum Evi Winarni MSi, Kepala BPKAD Sahabudin M.Si menerima penghargaan opini WTP dari Kemenkeu RI yang diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Barat Syarwan SE MM, Rabu (14/10/20).

Usai penyerahan penghargaan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Barat Syarwan SE MM, di hadapan awak media mengatakan, pihaknya menyampaikan penghargaan dari Menteri Keuangan kepada Pemda Lombok Utara atas pengelolaan keuangan yang baik.

Itu dibuktikan dengan opini audit dari BPK yaitu Wajar Tanpa Pengecuaian (WTP), sehingga membuktikan pengelolaan keuangan pemda berkategori baik.

“Menteri Keuangan memberikan apresiasi, karena (Pemda) KLU berkontribusi memberikan indikator baik kepada pemerintah untuk nilai WTP. Selain itu akan menarik investor untuk berinvestasi di KLU,” imbuhnya.

Dikatakan, KLU sudah enam kali berturut-turut mendapatkan opini WTP.

“Seharusnya penerimaan WTP ini di istana, tetapi karena pandemi Covid-19, maka diserahkannya di KLU,” ujarnya.

Ketika ditanya, apakah ada spesifikasi khusus dari BPK untuk pengelolaan keuangan ini sehingga memperoleh WTP?

SyarwaN mengatakan  ada aturan-aturannya memang. Diantaranya akuntasi harus pas, pengeloaan keuangan  juga harus pas.

Dalam pada itu Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH, menyambut baik atas diterimanya penghargaan opini WTP Pemda KLU, untuk keenam kalinya.

Dikatakannya, penghargaan WTP sebagai motivasi dan semangat kerja bagi OPD untuk mempertahankan opini WTP, bahkan kalau bisa terus ditingkatkan lebih baik dari berbagai aspek.

sas




Realisasi Investasi pada Triwulan III, Rp 3,2 Triliun

Muhammad Rum optimis realisasi investasi di tahun ini bisa tercapai sesuai target yang telah direvisi menjadi Rp 10 triliun

MATARAM.lombokjournal.com

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Mohammad Rum menyatakanRealisasi investasi di NTB memasuki triwulan III 2020 mencapai Rp 3,2 triliun.

Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah, karena pendataannya belum final (selesai) untuk posisi triwulan III.

“Jumlah yang laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sampai dengan 12 Oktober kemarin sebanyak 232 dengan total realisasi Rp 3,2 triliun. Ini status kemarin, bisa bertambah lagi,” ujar Muhammad Rum pada Kamis(15/10/20)

Ia mengatakan, saat ini masih ada proses pendataan jumlah realisasi investasi di masing-masing sektor. Karena angka realisasi tersebut bisa terus bertambah atau berubah.

Pasalnya, ada beberapa sektor yang realisasinya belum masuk. Kendati demikian, meski di tengah kondisi pandemi virus Corona (Covid-19) investasi di NTB tetap tumbuh.

“Itu angka realisasinya masih bisa naik atau berubah dari data terakhirnya. Angkanya itu belum final, besok di update lagi,” tuturnya.

Tingginya realisasi investasi di NTB sebelumnya sektor pariwisata dan tambang menjadi andil besar untuk investasi. Namun kini, justru dari sektor energi dan perhubungan yang berkontribusi besar pada realisasi investasi di triwulan III 2020 ini.

“Masih rekap dan masih masuk terus untuk triwulan III, belum bisa di rangking. Tapi untuk sementara urutan 1 Ketenagalistrikan dan Pelindo urutan ke dua dengan nilai sebesara Rp 523 miliar,” ungkapnya.

Rum menuturkan, realisasi investasi pada triwulan II tercatat mencapai Rp 781 miliar. Hal tersebut karena adanya wabah covid-19 membuat investasi di NTB terhambat.

Pasalnya, beberapa sektor terimbas dari Covid-19 sehingga pegerakan realisasinya berkurang. Terutama sektor pariwisata yang memang cukup berdampak, tetapi kini justru mulai bergerak.

Sementara itu, untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat capaiannya lebih besar dibandingkan dengan Penamanan Modal Asing (PMA).

Karena memang pergerakan investasi PMDN lebih terlihat begitu juga PMA, hanya saja tidak sebasa PMDN. Kendati demikian, pihaknya optimis realisasi investasi di tahun ini bisa tercapai sesuai target yang telah direvisi menjadi Rp 10 triliun.

“PMDN kita mencapai Rp 2,4 triliun dan yang sisanya ada PMA, kita berharap semoga capainnya bisa mencapai targetlah,” kata Mohammad Rum.

Aya