Pegawai Honorer Pemda dapat Bantuan Subsidi Upah

MATARAM.lombokjournal.com

Sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No.14 Tahun 2020, pegawai honorer yang ada di kementerian dan lembaga serta Pemerintah Daerah juga mendapatkan bantuan subsidi upah (BSU) atau BLT senilai Rp600 per bulan selama empat bulan.

“Pegawai honorer atau non ASN yang menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dan bergaji di bawah Rp5 juta, akan mendapatkan bantuan subsidi upah (BSU), semula disebut bantuan langsung tunai (BLT), untuk pekerja dan buruh formal,” ujar Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang NTB, Adventus Edison Souhuwat, Senin (19/10/20)

Adventus menyebut, Bantuan subsidi Upah (BSU) Khusus untuk Non ASN yang ada di Kota Mataram jumlahnya sekitar tiga ribuan. Di antaranya  dari Dinas PU, Kesbangpol, Dinas Tenaga Kerja dan Rumah Sakit Kota.

Sedangkan  untuk non ASN di kabupaten/kota lainnya, pihaknya mengaku belum melihat update data riil.

“Untuk di kabupten/kota kita belum lihat dara riilnya ya, tapi untuk bulan Juli-Oktober sudah banyak non ASN yang sudah mendaftar ke BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek),” terangnya

Dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No. 51, salah satunya mengatur tentang kepesertaan Non ASN dengan harapan apabila BSU diperpanjang, dalam periode kwartal pertama  2021 bisa mensapatkan BSU.

“Mungkin yang didaftar sampai bulan Juni sampai Desember mudah mudahan datanya bisa dipakai untuk penerimaan BSU kwartal pertama,” katanya.

Dikatakan, secara  keseluruhan 55.755 orang untuk Non ASN di Provinsi, belum ada. Sejak bulan Agustus – September sudah mulai daftar seluruh  non ASN, dari sekitar 45 OPD yang mengajukan.

“Mudahan dalam waktu dekat, saat penyerahan saya ingin secara simbolis gubernur yang memberikan langsung kepada non ASN,” kata Edison Souhuwat.

Aya




Gubernur Bantu Alfarizi,  Bocah PengidapTumor Ganas

Alfarizi segera ditangani Rumah Sakit Provinsi

LOTENG.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah merespon informasi yang berkaitan dengan masalah sosial dan kesehatan dari media sosial.

Kali ini, Muhammad Alfarizi (4) bocah pengidap tumor kepala,  yang berdoisili di Rt 04 Dusun Bongo Desa Batu Nyale Kecamatan Praya tengah Kabupaten Lombok Tengah, diberikan bantuan sosial (bansos) tanggap darurat dan Covid-19 dari Dari Dinas Sosial Provinsi NTB.

Selanjutnya  pelayanan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut oleh Rumah Sakit Daerah (RSUD) Provinsi untuk pemulihan anak tersebut.

“Pagi ini kami serahkan bantuan dana untuk pemeriksaan kesehatan, bantuan tanggap darurat dan paket sembako Covid-19 sebagai bantuan awal untuk kebutuhan keseharian anak dan keluarga. Berikut telah diintruksikan Direktur Rumah Sakit Provinsi untuk menangani lebih lanjut untuk pemeriksaan pemulihan penyakit anak tersebut,”  ungkap  Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos MH, yang menyampaikan amanat Gubernur NTB, Senin (19/10/20) pagi.

Menurut Khalik, Gubernur sangat merespon pengaduan kondisi masyarakat, tanpa melihat sekat kepulauan, suku, ras dan agama.  Terutama isu yang berkenaan dengan kondisi sosial , ekonomi dan kesehatan.

Belakangan, banyak isu di media sosial yang mencuat dan dipandang penting untuk ditindaklanjuti bagi setiap perangkat daerah/Instansi yang berkaitan langsung.

Termasuk informasi yang menyinggung kondisi Muhammad Alfarizi. Anak dari pasangan suami istri, Juriati dan Busari, asal Dusun Bongor Desa Batu Nyala Lombok Tengah yang tidak berdaya di tempat tidur.

Kondisinya sangat memprihatinkan. Pasalnya, kepala bocah laki-laki itu membesar karena mengidap tumor ganas yang menyerangnya sejak empat bulan terakhir.

Sejak Minggu (18/09) malam, tim Pilar Pilar Sosial di Dinas Sosial Provinsi telah dikerahkan, baik Tagana, TKSK, Sakti Peksos, Satgas P3S dan Pendamping Keluarga Harapan,  untuk sesegara mungkin melakukan asessment kondisi ekonomi dan kesehatan bocah.

Selanjutnya, Senin (19/10) pagi Tim kembali turun membawa bantuan Gubernur NTB, baik dana untuk pemeriksaan kesehatan, bantuan tanggap darurat dan paket sembako Covid-19.

Bantuan itu untuk kebetuhan keseharian keluarga, kebutuhan nutrisi anak dan biaya proses pemeriksaan kesehatan.

 

“Sesuai perintah Pak Gubernur kepada Kepala Dinas Sosial dan  Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. Hamzi Fikri, agar Alfarizi segera ditangani oleh Rumah Sakit Provinsi, dipersilahkan kepada orang tua Alfarizi  meminta rujukan di Rumah Sakit Umum Praya. Agar kemudian bisa melakukan pengobatan di Rumah Sakit Provinsi. Disana akan ditangani langsung oleh direktur Rumah Sakit Provinsi melalui tim medisnya,” saran Khalik.

Tumor ganas di kepala Muhammad Alfarizi

Juriati (35) ibu kandung Muhammad Alfarizi, menyampaikan terimakasih kepada Gubernur NTB. Ia dan keluarga kaget dan terharu didatangi Dinas Sosial Provinsi dan tim asessment.

Dengan mata yang berkaca-kaca, Juriati ditemani suami tercinta Busairi (36), mencurahkan isi hatinya dihadapan Kepala Dinas Sosial pagi itu.

Muhammad Alfarizi adalah putera kedua, kelahiran tahun 2017 lalu. Sejak lahir, bocah lucu itu kondisinya normal seperti anak lainnya. Hingga, empat tahun kemudian, tepatnya empat bulan lalu kondisi badannya lemas dan keadaan kian memburuk.

Awalnya dikira penyakit types, kemudian keluarga merasa khawatir dan beberapa kali dibawa ke fasilitas kesehatan, baik Puskesmas maupun Rumah Sakit. Waktu terus berjalan, kepala anaknya kemudian berubah menjadi membesar.

“Karena keadaan sangat kritis, pernah mendapatkan diagnosa oleh petugas medias, bahwa anaknya diserang tumor di kepalanya,” tuturnya.

Ia lantas, terus berusaha untuk melakukan pemeriksaan mandiri saat itu. Karena bukan peserta BPJS gratis. Namun, lambat laun, keadaan ekonomi kian terguncang di masa Pandemi, kemudian pasrah di rumah saja sembari diupayakan pengobatan tradisional.

“Hari ini kami terharu, kedatangan bapak-ibu sekalian. Terimakasih Pak Gubernur dan Pak Kadis Sosial. Semoga anak saya segera mendapatkan pelayanan kesehatan lebih lanjut,” harapnya.

Saat kunjungan, Kepala Dinas Sosial Provinsi didampingi Jajaran Kabid dan Kasi Linjamsos berikut Pilar Sosial Tagana, TKSK, Sakti Peksos, Satgas P3S, Pendamping Sosial PKH.  Lainnya, seperti Kepala Desa, babinkantibmas Polres Lombok Tengah dan relawan sosial lainnya.

Rr/HmsNTB




Bertemu Dengan Umat Hindu, Gubernur Ajak Dewasa Berdemokrasi

Kedewasaan berdemokrasi sangat penting, karena itu rasa kekeluargaan dan persaudaraan antar sesama harus tetap dijunjung tinggi

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah kali ini menyapa dan bercengkrama dengan  umat Hindu di Geria Batu Bolong Pagesangan Selatan Kota Mataram, Sabtu (17/10/20).

Bang Zul melanjutkan kebiasaannya bersilaturahim, salah satu cara menghilangkan sekat-sekat antara pemimpin dan masyarakatnya.

Berbincag dengan umat Hindu, Bang Zul mengajak bertukar pikiran terkait banyak hal, di antaranya penanganan pandemi Covid-19, hingga menyambut Pilkada serentak mendatang.

Menurutnya, dalam membangun daerah dibutuhkan peran dari semua pihak. Untuk itu, tali silaturahim haruslah tetap terjalin dengan baik.

“Kedatangan kami malam ini, mudah-mudahan mengobati kerinduan dan menautkan hati kita semua,” ucapnya.

Seperti biasa, dalam suasana Covid-19, Bang Zul mengajak seluruh elemen masyarakat kompak berjuang agar segera terbebas dari virus Corona. Masing-masing masyarakat harus mengambil perannya dalam mengingatkan akan bahaya pandemi Covid-19.

“Ini perlu pendekatan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, bahwa ini penyakit tidak harus ditakuti, kalau memang ada gejala segera periksakan diri, kalau positif segera isolasi diri di rumah,” jelasnya.

Selain itu, Bang Zul juga turut menyinggung Pilkada serentak yang akan segera berlangsung di sejumlah daerah di NTB. Ia minta masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan keamanan selama berlangsungnya pesta demokrasi tersebut.

“Boleh beda partai, boleh beda paslon, tapi tidak boleh karena perbedaan membuat ada aura permusuhan sesama kita,” pesannya.

Kedewasaan berdemokrasi sangat penting, karena itu rasa kekeluargaan dan persaudaraan antar sesama harus tetap dijunjung tinggi.

“Mari kita jaga ibukota provinsi kita tetap hangat dan penuh kekeluargaan, walaupun ada kontestasi demokrasi, kita sikapi dengan jernih, kepala dingin dan tetap teguhi senyuman terindah yang kita miliki kepada saudara-saudara kita,” ajak Bang Zul.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi NTB, I Gede MandIa, M.Si mengungkapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur yang dinilai selalu merangkul semua kalangan masyarakat NTB.

Dalam setiap kegiatan, Gubernur disebutnya selalu menyempatkan diri hadir di tengah masyarakatnya.

“Baru kami rasakan sosok Gubernur yang begitu dekat dengan kami,” ungkapnya.

Gede MandIa kemudian mengajak masyarakat agar tetap menjaga kerukunan dan keharmonisan. Ia menyebut keberagaman yang ada harus menjadi penguat didalam menyukseskan pembangunan di NTB.

Turut pula mendampingi Gubernur dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB dan Kepala Pelaksana BPBD NTB.

Rr/HmsNTB




Di Tengan Pandemi Covid-19, Hj Niken Sebarkan Virus Kewirausahaan

Seorang wirausahawan memiliki imunitas tubuh yang tinggi untuk menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja

KOTA BIMA.lombokjournal.com

Usai menggelar Sosialisasi Penggunaan Masker di Halaman Kantor Walikota Bima, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang juga menjabat sebagai Koordinator ICSB NTB, menghadiri kegiatan Galang UKM di halaman Kantor Walikota Bima, Minggu (18/10/20).

Dikatakan, Dekransda Provinsi NTB memiliki kewajiban mendukung program Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun daerah untuk menggeliatkan perekonomian di masa pandemi melalui UMKM.

Namun disadari Covid-19 belum berakhir.

“Tapi kita tidak bisa berdiam diri saja. Untuk itu, ayo kita lawan virus corona dengan menyebarkan virus kewirausahaan,” tutur Hj. Niken

Menurutnya, seorang wirausahawan memiliki imunitas tubuh yang tinggi untuk menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja. Karena itu, peserta yang hadir diminta bersemangat dan sharing pengalaman dengan santai.

Hj. Niken memperkenalkan platform digital NTB Mall yang diinisiasi oleh Dinas Perdagangan Provinsi NTB dan bekerjasama dengan ISCB NTB. Diharapkan, semua produk UMKM di NTB ada di platform digital tersebut.

“Saya harap semua produk-produk UMKM di NTB ada di platform tersebut,” katanya.

Ketua Panitia Galang UKM, Indah Purwanti Ningsih mengatakan, Kota Bima adalah titik terakhir yang diselenggarakan di Kota Bima.

Kegiatan ini merupakan sebuah wadah bagi para pelaku UMKM karena pada kegiatan ini membahas terkait brainstroming bisnis, branding produk dan digital marketing.

Diharapkan pelaku UKM turut berpartisipasi pada Galang UKM yang digelar saat ini.

“Saya harap wirausaha muda di Kota Bima dapat ikut berpartisipasi dalam lomba yang sekarang sudah dibuka hingga tanggal 31 Oktober,” kata Indah.

Rr/HmsNTB

 




Pelepasan Santri MDQH al-Majidiyyah, Gubernur; Jangan Remehkan Covid-19

LOTIM.lombokjournal.com

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menghadiri acara Adz-Zikrol Hauliyyah atau pelepasan santri NW ke-55 MDQH al-Majidiyyah asy-Syafi’iah NW di Anjani, Lombok Timur, Minggu (18/10/20).

Bang Zul sapaan akrab Gubernur ini, mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan di masa pandemi. Ia meminta masyarakat untuk tidak meremehkan Covid-19 agar risiko dari wabah pandemi ini dapat ditekan.

“Kita sedang berada pada situasi yang tidak biasa, oleh sebab itu, jangan meremehkan Covid-19 ini, tetap terapkan protokol kesehatan, menjaga jarak, tetap mencuci tangan, dan menggunakan masker,” tuturnya.

Bang Zul juga minta masyarakat agar terus melakukan aktifitas positif guna meningkatkan imunitas tubuh agar dapat terhindar dari wabah ini.

“Mari kita berolahraga, kemudian menghiasi pikiran kita dengan hal-hal positif, mudah-mudahan Allah melindungi kita semua,” ajak Bang Zul.

Ketua Panitia Acara, M. Zainal Muhibbinallah mengakatakan,  acara ini diadakan dengan konsep Internal Ma’had.

Artinya tidak ada jama’ah dan wali yang hadir. Akan tetapi hanya dihadiri oleh Masyaikh, tamu undangan dan Thullab dan Tholibat.

“Acara berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini acara diadakan dengan jumlah jamaah terbatas, tidak mengundang para wali dan alumni sebelumnya, tapi acara bisa disaksikan melalui daring fanspage FB Nahdlatul Wathan Official,” terangnya.

Rr/HmsNTB




Menebar Virus Kewirausahaan, ICSB Dorong Pengembangan UMKM

Pemerintah Provinsi NTB dengan tangan terbuka akan mendukung IKM dan UMKM untuk meningkatkan kualitas produknya

SUMBAWA.lombokjournal.com

Program Pengembangan UMKM terus dilakukan International Council for Small Business (ICSB) NTB.

Kali ini Galang UMKM NTB 2020 digelar di Kabupaten Sumbawa, merupakan titik ketiga setelah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Timur.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB selaku Koordinator ICSB NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengungkapkan, dunia sedang dilanda virus yang tidak terlihat.  Maka Ia mengajak pelaku usaha yang hadir untuk menciptakan sebuah virus baru yaitu virus kewirausahaan.

“Jadi kita harus menebarkan juga virus untuk menangkalnya agar kita mau menjadi pengusaha atau wirausahawan,” jelas Hj. Niken di Ruang Publik Kreatif, Universitas Teknologi Sumbawa, Sabtu (17/10/20)

Hj. Niken yang akrab disapa Bunda Niken mengatakan, seorang pengusaha memiliki imunitas yang baik untuk menghadapi macam-macam cobaan. Hal tersebut harus dikembangkan dan dijadikan contoh bagi seluruh pelaku usaha atau penggiat UMKM di NTB.

Bunda Niken mengingatkan, jika memiliki keinginan untuk maju dan mengembangkan diri, Pemerintah Provinsi NTB dengan tangan terbuka akan mendukung IKM dan UMKM untuk meningkatkan kualitas produknya.

“Sekarang bagaimana agar kita memanfaatkan peluang-peluang yang ada dan momentum pandemi Covid-19 untuk kebangkitan NTB,” katanya.

Ketua Panitia Galang UMKM, Indah Purwanti Ningsih mengatakan kegiatan ini merupakan wadah bagi para pelaku UMKM untuk mengetahui terkait NTB Mall, jenama produk dan pemasaran digital.

Ia menyampaikan sebuah ajang wirausaha muda NTB dan diharapkan pelaku UMKM turut berpartisipasi pada ajang yang bergengsi tersebut.

“Saya berharap teman-teman berpartisipasi dalam lomba yang sekarang sudah dibuka hingga tanggal 31 Oktober,” jelasnya.

Rektor Universitas Teknologi Sumbawa, Dr. Ir. Chairul Hudaya mengatakan, di kondisi pandemi saat ini membuat banyak sekali dampak sosial dan ekonomi. Menurutnya melalui kegiatan ini, UMKM mampu bangkit di tengah pandemi.

 

“Sehingga kita bisa menyaksikan saat ini banyak sekali teman-teman kita di UMKM berinovasi dan menghasilkan terobosan-terobosan, khusunya dalam mengatasi pandemi saat ini,” ujarnya.

Rr/HmsNTB

 




Cara Mudah Membayar Iuran BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan memiliki berbagai cara untuk mempermudah masyarakat saat akan membayar iuran

MATARAM.lombokjournal.com

Negara hadir di tengah masyarakat untuk memastikan seluruh penduduk Indonesia terlindungi oleh jaminan kesehatan.

Karena itu, tiap warga negara Indonesia sudah wajib menjadi peserta asuransi kesehatan nasional lewat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan.

Melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan,

Per 1 Juli 2020, pemerintah memberlakukan tarif baru BPJS Kesehatan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

  • Berikut tarif BPJS Kesehatan terbaru:
  • Peserta mandiri kelas I: Rp 150.000
  • Peserta mandiri kelas II: Rp 100.000
  • Peserta mandiri kelas III: Rp 42.000

Pemerintah juga berencana menghapus sistem kelas I, II, dan III BPJS Kesehatan mulai tahun 2021.

Sebagai gantinya, pemerintah akan menerapkan sistem satu kelas atau kelas standar untuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau mandiri.

BPJS Kesehatan memiliki berbagai cara untuk mempermudah masyarakat saat akan membayar iuran BPJS. Adapun tenggat waktu dalam membayar iuran adalah paling lambat tanggal 10 pada setiap bulannya.

Berikut ini 7 cara membayar iuran BPJS Kesehatan ( cara membayar BPJS Kesehatan):

  1. Membayar melalui kantor pos terdekat
  2. Membayar melalui jaringan gerai minimarket yang sudah bekerja sama antara lain Indomaret dan Alfamart. Peserta tinggal mendatangi petugas kasir.
  3. Cara membayar BPJS Kesehatan juga bisa dilakukan lewat e-commerce atau penyelenggara toko online seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak.
  4. Membayar menggunakan e-wallet yang bermitra dengan BPJS Kesehatan seperti OVO, Gopay, dan DANA.
  5. Menggunakan aplikasi mobile JKN yang bisa diunduh di Playstore dan App Store.
  6. Menggunakan layanan bank atau lembaga keuangan lainnya yang bermitra dengan BPJS Kesehatan seperti Bank Mandiri, Bank BTN, Bank BNI, Bank BRI, dan Bank BCA. Pembayaran bisa dilakukan dengan menggunakan ATM maupun internet dan mobile banking. Selain itu pihak bank juga menyediakan pembayaran BPJS Kesehatan dengan metode autodebet setiap bulannya, untuk cara ini peserta harus menghubingi pihak bank.
  7. Cara membayar iuran BPJS Kesehatan terakhir yakni dengan mendatangi langsung kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat dengan membawa kartu peserta dan menunjukannya ke loket pembayaran.

Rr




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 16 Oktober 2020, Bertambah 27 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 24 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium TCM RSUD Praya, dan Laboratorium TCM RSUD Bima mengkonfirmasi, ada tambahan 27 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Jum’at (16/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 170 sampel dengan hasil 135 sampel negatif, 8 (delapan) sampel positif ulangan, dan 27 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 24, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 27 kasus baru terkonfirmasi positif, 24 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (16/10/2020) sebanyak 3.668 orang, dengan perincian 2.996 orang sudah sembuh, 209 meninggal dunia, serta 463 orang masih positif.

“Petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan  pengendalian penyebaran Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 27  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 24 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3642, an. NS, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  2. Pasien nomor 3643, an. H, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  3. Pasien nomor 3644, an. N, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Beleke, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  4. Pasien nomor 3645, an. DS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Awet Muda Narmada;
  5. Pasien nomor 3646 an. AM, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  6. Pasien nomor 3647, an. L, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima dan Puskesmas Bolo;
  7. Pasien nomor 3648, an. LS, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Praya dan Puskesmas Penujak;
  8. Pasien nomor 3649, an. MA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  9. Pasien nomor 3650, an. MIF, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi,Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  10. Pasien nomor 3651, an. HAS, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  11. Pasien nomor 3652, an. MKI, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  12. Pasien nomor 3653, an. MRM, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk wilayah kerja PuskesmasGunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  13. Pasien nomor 3654, an. AH, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  14. Pasien nomor 3655, an. RF, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  15. Pasien nomor 3656, an. AMAZ, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk wilayah kerja PuskesmasGunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  16. Pasien nomor 3657, an. GGA, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Desa Aikmual, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  17. Pasien nomor 3658, an. MNI, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  18. Pasien nomor 3659, an. NAS, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3498. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  19. Pasien nomor 3660, an. Y, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Pulogadung, Jakarta Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 3661, an. F, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  21. Pasien nomor 3662, an. N, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  22. Pasien nomor 3663, an. Y, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  23. Pasien nomor 3664, an. MA, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Kabar, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  24. Pasien nomor 3665, an. RJ, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Kembang Sari, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  25. Pasien nomor 3666, an. AW, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Selagik, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  26. Pasien nomor 3667, an. DP, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  27. Pasien nomor 3668, an. DMK, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Hari Jum’at ini terdapat penambahan 24 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2157, an. DSMA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 2648, an. MNRP, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 2649, an. DED, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 2835, an. MNAG, laki-laki, usia 5 tahun, penduduk Kelurahan Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 3070, an. NJRG, perempuan, usia 8 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 3071, an. SMMCRG, perempuan, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3072, an. DKEYRG, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 3160, an. RW, perempuan, usia 67 tahun, penduduk Desa Pringgabaya,Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 3167, an. NW, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 3238, an. LY, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Timur, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  11. Pasien nomor 3281, an. J, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Pungkit, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa;
  12. Pasien nomor 3289, an. RNF, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 3299, an. AF, laki-laki, usia 3 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  14. Pasien nomor 3340, an. ES, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  15. Pasien nomor 3358, an. AS, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Rumbuk Siren, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  16. Pasien nomor 3402, an. J, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Laju, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima;
  17. Pasien nomor 3406, an. J, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Desa Runggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima;
  18. Pasien nomor 3418, an. NS, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Labuhan Kuris, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa;
  19. Pasien nomor 3492, an. S, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Lampok, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat;
  20. Pasien nomor 3496, an.S, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Sapugara Bree, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat;
  21. Pasien nomor 3514, an. IMR, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  22. Pasien nomor 3516, an. A, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  23. Pasien nomor 3547, an. SS, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Desa Selaparang, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur;
  24. Pasien nomor 3548, an. LM, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Teros, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Jum’at ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 3537, an. SD, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pemakaman pasien dilakukan tatalaksana Covid-19.

Lalu Gita Aryadi menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak kendor dengan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19.

“Mari kita jadikan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita mampu membiasakan menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai gaya hidup baru, Insya Allah kita bisa tetap produktif dan aman ditengah pandemi ini,” katanya.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818

0211 8119.




Layanan Digital BPJS Kesehatan, Cegah Penyebaran Covid-19

Berbagai inovasi digital disediakan untuk mengurangi kegiatan tatap muka

MATARAM.lombokjournal.com

Dalam masa pandemi Covid-19, berbagai kegiatan di luar rumah yang memungkinkan terjadinya tatap muka dibatasi. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi risiko penularan.

Demikian juga aktivitas pelayanan kesehatan juga sbisa mungkin dilakukan pembatasan.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS) Kesehatan sebagai penyelenggara program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), melakukan penyesuaian agar layanan yang memungkinkan kontak langsung dengan masyarakat dibatasi.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris laman bpjs-kesehatan.go.id menjelaskan, terdapat sejumlah pelayanan BPJS Kesehatan yang ditiadakan untuk sementara waktu.

Misalnya, pelayanan Mobile Customer Service (MCS), sosialisasi atau pemberian informasi langsung melalui forum pertemuan, dan berbagai kegiatan lain yang melibatkan banyak orang di satu lokasi.

Sebagai gantinya untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan, BPJS Kesehatan meminimalisasi layanan tatap muka selama pandemi Covid-19 dengan menyediakan berbagai inovasi digital.

BPJS Kesehatan melakukan inovasi digital untuk mengurangi kegiatan tatap muka, yaitu;

Mobile JKN;

Mobile JKN merupakan aplikasi digital dari BPJS Kesehatan, yang memberikan kemudahan akses dan kenyamanan bagi para peserta JKN dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Aplikasi itu memiliki layanan yang cukup lengkap seputar program JKN-KIS, mulai dari memeriksa status keanggotaan, cek premi, mengubah data peserta, mengecek iuran, pindah fasilitas kesehatan, mengurus pindah kelas iuran, hingga mengakses berbagai artikel kesehatan.

Baru-baru ini, aplikasi Mobile JKN menambahkan satu fitur baru, yakni menu Konsultasi Dokter. Lewat menu ini, peserta dapat berkomunikasi melalui chat dengan dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tertentu tanpa harus tatap muka secara langsung. Dengan demikian, risiko penularan berbagai penyakit, termasuk Covid-19, dapat diminimalisasi.

BPJS Kesehatan Care Center 1500 400

BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 tidak hanya menjadi pusat informasi dan pengaduan seputar layanan BPJS Kesehatan. Lebih dari itu, call center ini merupakan kanal alternatif bagi peserta JKN-KIS yang ingin melakukan transaksi pelayanan administrasi, tetapi terkendala dalam mengakses kantor cabang.

Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Arief Syaefuddin menjelaskan, ada beberapa jenis layanan lain yang juga dapat dilakukan melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500 400, seperti pendaftaran peserta baru dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja (PBPU/BP), serta penambahan anggota keluarga peserta PBPU/BP.

Kemudian, ada layanan perubahan data peserta selain Penerima Bantuan Iuran (PBI), perubahan kelas perawatan peserta PBPU/BP, layanan bagi badan usaha, dan konsultasi kesehatan gratis dengan dokter.

 Layanan Chika

Chika atau chat assistant JKN adalah layanan online milik BPJS Kesehatan yang memanfaatkan teknologi chatting dan artificial intelligence. Layanan ini dapat diakses melalui aplikasi Whatsapp di nomor 08118750400, Facebook Messenger BPJS Kesehatan, atau Telegram

Dengan memanfaatkan Chika, peserta JKN-KIS dapat memperoleh informasi dan mengajukan pengaduan terkait pelayanan BPJS Kesehatan melalui smartphone tanpa perlu pergi ke luar rumah. Beberapa layanan yang dapat diakses melalui Chika antara lain cek status peserta, cek tagihan, registrasi peserta, perubahan data fasilitas kesehatan, hingga informasi letak fasilitas kesehatan atau kantor BPJS Kesehatan

Layanan Pandawa

Pendaftaran administrasi melalui Whatsapp (Pandawa) merupakan inovasi terbaru BPJS Kesehatan dalam rangka mendukung penerapan physical distancing di masa pandemi Covid-19.

Dengan layanan ini, peserta tidak perlu mendatangi kantor-kantor cabang BPJS Kesehatan untuk mengurus hal-hal terkait administrasi.

Terdapat 10 layanan dengan kode berbeda yang dapat diakses melalui Pandawa, yakni kode A untuk pendaftaran peserta baru, kode B untuk penambahan anggota keluarga, kode C untuk pendaftaran bayi baru lahir, kode D untuk perubahan segmen, dan kode E untuk perubahan identitas.

Selanjutnya, kode F untuk perubahan gaji golongan, kode G untuk perubahan FKTP, kode H untuk menonaktifkan peserta meninggal, kode I untuk perbaikan data ganda, dan kode J untuk mengaktifkan kembali kartu peserta.

Untuk informasi mengenai kontak Pandawa kantor-kantor cabang BPJS, bisa didapatkan melalui layanan Chika dan BPJS Kesehatan Care Center 1500 400. Dengan keempat layanan digital tersebut, diharapkan pelayanan BPJS Kesehatan selama pandemi Covid-19 tetap berjalan dengan baik sekaligus membantu mencegah dan mengurangi risiko penularan virus corona di masyarakat.

Rr




Masalah di Salah Satu Pembangkit, Penyebab Listrik Padam

Waktu yang cukup panjang untuk penormalan inilah yang dialami oleh PLN, sehingga melakukan pemadaman bergilir dengan mengandalkan daya listrIk di PLTD

MATARAM.lombokjournal.com

Pemadaman Listrik yang dilakukan oleh PLN NTB dalam dua hari terkahir, karena PLN mengalami permasalahan di salah satu pembangkit Listrik di Pulau Lombok. Menyebabkan sistem pembangkit tersebut tidak bisa menampung beban listrik pelanggan.

“Ya,kita mengalami permasalahan di salah satu  pembangkit, yang menyebabkan sistem pembangkit itu tidak bisa menampung beban dari pelanggan, prosesnya begitu panjang karena begitu satu sistem PLN terlepas/ bermasalah maka pembangkit -pembangkit itu akan padam,”ujar Manager Komunikasi PLN UIW NTB, Taufiq Dwi Nurcahyo,  Jumat (16/10/20).

Pihaknya sudah menelusuri  permaslahan kerusakan, yakni terjadinya kerusakan pembangkit di Lombok Up III. Adanya kerusakan tersebut membutuhkan waktu yang lama untuk memulihkan atau membentuk sistem baru.

Dituturkan, setelah ditelusuri, ternyata permaslahannya itu di salah satu pembangkit di Lombok Up 3. Dengan keluarnya pembangkit atau sistem padam total itu, mengakibatkan butuh waktu yang cukup panjang untuk bisa memulihkan atau membentuk sistem baru.

Karena ada beberapa pembangkit membutuhkan recoveri yang cukup panjang misalkan PLTU. PLTU minimal setelah  start itu, baru 8 jam baru bisa mensingkron untuk menyuplai listrik.

Dikatakan Taufik, waktu yang cukup panjang untuk penormalan inilah yang dialami oleh PLN, sehingga melakukan pemadaman bergilir dengan mengandalkan daya listirk di PLTD .

“Jadi kemarin begitu padam, kita menyalakan seluruh PLTD di pulau Lombok. Jadi setelah itu nyala, memang tidak bisa masuk seluruh beban karena pembangkit PLTD kita secara total kemampuan itu masih di bawah kapasitas kebutuhan beban di pulau Lombok, sehingga penormalannya dilaksannya secara bertahap itu yang terjadi kemarin,” terangnya.

Menurut nya, itu yang memang salah satu kendala yang dihadapi dan waktu yang cukup panjang untuk penormalannya. Namun PLN juga berusaha secepatnya dengan menyalakan pembangit PLTD untuk menyelesaikan permaslahan tersebut.

“Kenapa harus diselesaikan, sebab kalau sampai itu tidak dituntaskan kemudian  malah padam,  itu akan bisa mengakibatkan bisa padam secara keseluruhan kembali. Itu proses recoverinya lama”ucapnya

Karena itu terpaksa tadi malam kita lakukan pemadaman, kita lakukan non stop melakukan upaya perbaikan dan tadi subuh kita baru bisa menyelesaikan itu sehingga peaker mulai nyala lagi.

Memang ini masih terus diawasi dan juga dikawal jangan sampai kejadian pemadaman terulang kembali.

 

Diharapkan,  pembangkit PLTU bergabung, contohnya jeranjang bergabung. PLTU Lombok Timur nanti siang  untuk mengantisipasi Lombok peaker mengalami kendala lagi sehingga tidak perlu  terjadi padam.

“Kita PLN mengupayakan tidak ada pemadaman untuk pelanggan  namun kembali lagi semuanya kita kawal kondisi belum stabil semua bisa terjadi. Disini kami tidak ada plan untuk pemadaman, namun jika konsisi perbaikan di Lombok peaker belum tuntas ternyata masih ada proses gangguan terpaksa keluar ada kemungkinan untuk padam. Ttapi  kita berusaha memasukan pembangkit PLTD tadi segera masuk ke sisetem, sehingga PLTU bisa operasi secara maksimal bisa menutupi kekurangan yang ada, ” jelas Taufik

Aya