Ummi Rohmi Dorong Milenial Jadi Enterpreneur

Generasi milenial didorong terus belajar dan mengembangkan jiwa usaha sesuai “passion” masing-masing

KSB.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd mendorong para milenial menjadi enterpreneur muda saat hadapi ancaman resesi ekonomi, dan berkontribusi mewujudkan  lapangan kerja baru di Indonesia.

Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB menyampaikan itu saat menjadi narasumber Webinar Nasional yang bertajuk “Milenial Bisa Apa?? Dalam menghadapi resesi perekonomian Indonesia”, yang diikuti secara virtual di Kantor Camat Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat. Selasa (20/10/20).

“Anak – anak muda dapat menjadi tangguh dan pejuang untuk dapat menapaki kehidupan lebih baik di masa depan, dengan menjadi enterpreneur di tengah pandemic,” kata Ummi Rohmi

Perempuan Inspiratif Tahun 2019 tersebut mengingatkan, menjadi wirausahawan diperlukan konsistensi dan disiplin yang tinggi dalam menjalankan usaha.

Ia berharap,  agar generasi milenial dapat terus belajar dan mengembangkan jiwa usaha sesuai “passion” masing-masing.

Webinar tersebut dihadiri Pengusaha Nasional Sandiaga Uno, dan Pegiat Wisata Taufan Rahmadi.

Ummi Rohmi  memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan Pemprov NTB dalam menghadapi Covid – 19. Seperti Gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), tetap aman dan produktif, termasuk Perda No. 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular.

“Kita di NTB memilih hidup aman dan produktif, konsekuensinya adalah kita meletakkan kesehatan dan ekonomi dalam porsi yang sama karena sama pentingnya makan harus dijalankan sebaik baiknya” tuturnya.

Hal yang sama disampaikan Founder OK OCW, Sandiaga S. Uno yang menilai, pandemi Covid – 19 telah memberikan dampak di berbagai sektor. Salah satunya di sektor ekonomi, dan hal ini paling dirasakan oleh UMKM di Indonesia.

“Selama pandemi UMKM mengalami konsumen penurunan drastis, pesanan sepi dan pembayaran mulai tertahan semua pasti akan berlalu dan kita bisa saling bergandengan tangan untuk sama – sama saling bantu” tuturnya.

Bang Sandi sapaan akrabnya menilai, salah satu solusi menghadapi ancaman resesi ekonomi adalah dengan melakukan adaptasi pasar. Caranya, dengan melakukan pengelolaan serta inovasi yang efektif dan efisien di masa pandemi.

“Masyarakat dapat beradaptasi dengan wabah di masa pandemi ini, protokol kesehatan yang disiplin harus selalu diterapkan” jelasnya.

Ketua Umum OK OCE, Lim Rusyamsi menjelaskan, sebanyak 76.040 jumlah warga tergabung dengan OK OCE melalui komunitas penggerak dan sebanyak 310.270 jumlah warga yang tergabung dengan OK OCE melalui Pemerintah Daerah.

“Target 4 tahun kedepan sebanyak 2 juta anggota dan 500 penggerak, sehingga setiap penggerak sudah dibekali untuk dapat menjadi mentor yng dapat mendampingi UMKM setiap daerahnya,” jelasnya.

Sedangkan Taufan Rahmadi, founder Temannya Wisatawan mengharapka,n agar para milenial dapat menjadi ambassador atau duta bagi desa wisata yang ada di kampung halaman terlebih di masa pandemi Covid-19 namun tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Kita bisa menjadi ambassador sendiri sebagai duta pariwisata bagi daerah masing-masing untuk memajukan pariwisata” tuturnya.

Webinar Nasional yang diinisiasi oleh Kabinet Gotong Royong Universitas Hamzan wadi ini diikuti oleh 520 Peserta seluruh Indonesia melalui aplikasi zoom dan live di sosial media Facebook serta YouTube.

IKP@diskominfotik_ntb




Kunjungi RSUD Asy-Syifa KSB, Wagub Ingatkan Penerapan Protokol Kesehatan

Selain protokol kesehatan, Wagub menekankan agar kebersihan lingkungan

KSB.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah konsisten melakukan sosialisasi pentingnya penerapan protokol kesehatan tersebut.

Kali ini, Wakil Gubernur mengunjungi RSUD Asy-Syifa Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) untuk memastikan penerapan protokol kesehatan, Selasa (20/10/20).

Menurutnya, kalau bicara Pandemi yang paling utama adalah protokol Covid.

“Protokol Covid ini kelihatannya sederhana, berkali-kali dan berulang-ulang itu saja yang kita bicarakan, tapi pelaksanaannya terkadang sulit, karena kita memang kita berbicara merubah mindset masyarakat,” kata Wagub saat mengunjungi RSUD Asy-Syifa.

Wagub juga minta kepada seluruh jajaran RSUD untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam menjalankan tugas.

“Rumah Sakit ini adalah tempat pertama dan utama untuk penegakan protokol Covid, dari sejak orang masuk hingga keluar Rumah Sakit ini,” tuturnya.

Selain protokol kesehatan, khusus rumah sakit, Wagub yang kerap disapa Umi Rohmi ini menekankan agar kebersihan lingkungan rumah sakit harus tetap terjaga dengan baik.

Ia mengungkapkan bahwa kebersihan adalah salah satu faktor kenyamanan pasien yang berada di rumah sakit tersebut.

“Alhamdulillah saya sampai di sini melihat keadaan RSUD ini bersih, Alhamdulillah, mudah-mudahan ini terus ditingkatkan mengingat kebersihan itu adalah salah satu syarat utama rumah sakit,” terangnya.

Ia menjelaskan, pasien jika datang ke rumah sakit atau pelayanan kesehatan lainnya, kesan pertama yang dilihat adalah kebersihannya. Jadi orang akan nyaman berobat di rumah sakit jika kebersihannya terjaga dengan baik.

“Kalau sudah bersih nyaman rasanya, kepercayaan diri kita untuk berobat itu ada, kalau kita datang ke pelayanan kesehatan yang kumuh, kotor, dan jorok, kita tentunya tidak akan nyaman. Alhamdulillah mudah-mudahan ini terus ditingkatkan pak direktur,” ungkap Umi Rohmi.

Direktur Utama RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat, dr. Carlof menyampaiikan terimakasih kepada Wagub beserta jajaran,  yang memberikan masukan kepada rumah sakit tentang cara-cara untuk mempertahankan penerapan protokol kesehatan.

“Kami sangat terkesan beliau di tengah kesibukannya mau melihat pelayanan di rumah sakit ini, memang betul sekali yang beliau sampaikan untuk tidak jenuh menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, segenap jajaran akan tetap mengikuti arahan dari Wagub yang baru saja disampaikan,

“Kamipun di sini komitmen akan menjalankan pesan dari ibu untuk menerapkan protokol kesehatan,” tuturnya.

Rr/HmsNTB




KPPU Dukung Pengembangan UMKM di NTB

KPPU, dan terus mendorong industri usaha kecil agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerima silaturrahmi Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di ruang kerjanya, Selasa (20/10/20) .

Pertemuan yang  berlangsung hangat tersebut membahas  sinergi KPPU dalam meningkatkan kesejahteraan masyakarat.

Gubernur mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi NTB mendukung penuh sinergi yang dilakukan oleh KPPU di NTB.

Ketua KPPU, Kurnia Toha menyampaikan, pihaknya berkomitmen dalam mengedepankan proses penegakan hukum persaingan usaha yang lebih tegas dan transparan.

“Kita menegakkan hukum persaingan usaha. Sudah banyak juga kasus-kasus yang kita tangani di NTB ini. Kemudian hal lain adalah kita mengawasi pelaku usaha kemitraan antara pelaku usaha besar dan pelaku usaha kecil, jadi kita melakukan pemeriksaan kemitraan apakah kemitraan ini sudah jalan secara adil atau tidak,” ungkapnya.

Kesejahteraan rakyat menjadi tujuan utama KPPU, dan terus mendorong industri usaha kecil agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

“Bagaimana kemitraan antara pelaku usaha besar dengan pelaku usaha kecil itu, bisa membuat pelaku usaha kecil menjadi semakin berkembang,” ujarnya.

Ia mengatakan, pembangunan kawasan Mandalika akan membuat banyak perusahaan besar yang akan masuk. Maka hal tersebut  harus membawa manfaat yang besar bagi masyarakat NTB dan bagi UMKM di NTB.

“Pelaku usaha besar dan kecil kedudukannya itu harus setara, harus sejajar, harus mempunyai kedudukan yang sama,” kata Kurnia Toha.

Rr/HmsNTB




Desa di Loteng Disinergikan Jadi 1000 Sapi Mulai November

Sekarang sudah mulai gerakan menanam pakan

MATARAM.lombokjournal.com

Lima Desa di wilayah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) masing-masing desa Pengengat, Sukadana, Teruwai, Bangket Parak, dan Desa Mertak,  disinergikan menjadi desa 1000 sapi. Kelima desa itu yakni.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Ir. Hj. Budi Septiani mengatakan,NTB, dalam hal ini Lombok Tengah, sebagai penerima manfaat dari program 1000 sapi tengah menyiapkan persediaan kandang,pakan serta pengembangan hijauan pakan ternak (HTP).

“Pengadaan dari pusat tidak ada dari kita ,kita penerima  manfaat saat ini kita  dalam proses  persediaan ,persiapan kandang persiapan pengembngan HTP sekarang sedang bimtek juga,” ujar Hj Budi Septian, Selasa (20/10/20).

Budi menyebut  persiapan sudah dilakukan hingga 80 persen, sekarang sudah mulai gerakan menanam pakan,  ada pendampingan dari Uiversitas Mataram.

“insyaallah jika tendernya berjalan lancar November mungkin sudah bisa sapi tersebut didatangkan ke petani ternak,” terangnya.

Kandang milik kelompok dan di masing-masing desa per kelompok dikasih 200 Ekor sapi, masing-masing kelompok harus menyiapkan 40 Hektare ,untuk Hijauan pakan ternak (HTP), kandangnya kurang lebih 60 are .

Budi menyatakan sudah ada bahan baku yang disiapkan, makanya NTB terpilih dalam proses calon petani calon lahan (CPCL) nya ketat.

“Insyalah November, karena begitu sapinya  datang  tentunya pakannya harus siap jadi persyaratan utama untuk penerima program harus ketersediaan pakannya terjamin,” katanya.

Aya




Kunker Komisi VI DPR RI ke NTB, Soroti Kontribusi Investor di Tengah Pandemi Covid-19

Ungkapkan Resep Aman Berinvestasi di daerah, Gubernur Minta Investor Perhatikan Pendidikan Masyarakat

LOBAR.lombokjournal.com

Kunjungan kerja (Kunker) Komisi VI DPR RI ke Provinsi NTB. diawai dengan rapat bersama sejumlah Direksi BUMN serta Pemprov NTB, agendanya membahas upaya pemulihan sektor ekonomian di tengah pandemi Covid-19, Senin (19/10/20).

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Gde Sumarja Linggih yang memimpin rombongan tersebut mengatakan, kunker tersebut dilakukan sebagai bagian dari fungsi DPR sebagai lembaga legislatif.

“Sebagai DPR, kita memiliki tiga fungsi, pengawasan, anggaran, dan legislasi,” ungkap laki-laki yang akrab disapa Demer tersebut.

Politikus partai Golkar tersebut menambahkan, dampak Covid-19 di Provinsi NTB cukup besar terhadap perekonomian masyarakat. Karena itu, ia menyoroti kontribusi investor ataupun perusahan di tengah pandemi Covid-19 tersebut.

“Seluruh investor ataupun perusahaan harus memberikan kontribusi kepada masyarakat,” ujarnya.

Beasiswa untuk anak NTB

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan resep aman berinvestasi di sebuah daerah, seperti halnya di NTB.

Gubernur meminta kepada Investor maupun perusahaan yang ada di NTB memperhatikan pendidikan masyarakat. Terutama yang berada di lingkar perusahan tersebut.

“Kita harap, seluruh perusahaan ataupun investor ini berani memberikan beasiswa kepada anak-anak NTB, ketika mereka balik nanti, mereka semua mampu berkontribusi kepada perusahaan tersebut,” ungkap Gubernur yang populer disapa Bang Zul tersebut.

Kalau saja, lanjut Gubernur, seluruh perusahaan atupun investor yang ada di NTB ini, mendidik atau memberikan beasiswa kepada masyarakat. Maka, tidak ada investor, tidak ada tambang yang ditolak oleh masyarakat.

“Kalau perusahan sudah memberikan pendidikan yang baik kepada masyarakat. kami yakin, tidak ada satupun pertambangan yang ditolak,” tambah Gubernur.

Karena, cara pandang masyarakat menurut Gubernur, rata-rata dengan keberadaan tambang ataupun perusahan yang besar, mereka semua harus bisa bekerja disana, sementara tidak didukung oleh SDM yang baik.

“Kita harus utamakan kepentingan masyarakat, Insya Allah masyarakat NTB pandai berterimakasih,” tutup Gubernur.

Rr/HmsNTB




SALAM Jilbab Hijau Luncurkan Bidan SALAM Menyapa di Kota Mataram

Bidan SALAM Menyapa akan dilakukan bergilir dan berpindah tempat

lombokjournal.com —

MATARAM  ;  Masalah Kesehatan Ibu Hamil, Balita dan Anak di Kota Mataram di masa pandemi, menjadi atensi pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram No Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM).

Pasangan yang lagunya mulai ngetren dan akrab didengar warga kota yakni Salam Dua Jari  dengan tagline  Jilbab Hijau meluncurkan program Bidan SALAM Menyapa di Kota Mataram.

Program ini bertujuan membantu pelayanan edukasi / konsultasi kesehatan dasar untuk ibu hamil, balita dan anak-anak. Bidan SALAM Menyapa  bagian dari kampanye Pilkada Sehat di masa pandemi saat ini.

“Bidan SALAM Menyapa ini bertujuan untuk mencegah stunting pada balita maupun anak-anak ,” ujar Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani, Senin (19/10/20 )

Menurutnya, program ini digagas setelah menyerap aspirasi selama turun ke lapangan dan menyapa masyarakat Kota Mataram.

Salah satu masalah peliknya terkait edukasi kesehatan ibu hamil, balita dan anak. Penyebabnya karena aktivitas Posyandu yang berhenti memberikan layanan kesehatan rutin akibat pandemi.

“Penghentian  kegiatan Posyandu selama masa Pandemi Covid-19 amat dirasakan oleh ibu hamil dan ibu yang memiliki anak Balita. Dengan tidak adanya kegiatan Posyandu para ibu-ibu tersebut tidak dapat melakukan konsultasi dan mengikuti penyuluhan terkait cara menjaga kandungan dan cara merawat anak balita,” urai Mantan Kadis Perdagangan NTB yang pernah menempuh pendidikan di Belanda ini.

Menurut Selly, melalui Bidan SALAM Menyapa, Jilbab Hijau ingin  berbagi kehidupan  ditengah-tengah warga kota , khususnya yang kurang mampu/ miskin guna memberikan konseling /edukasi penyuluhan cara menjaga kandungan dan merawat anak Balita agar kelak tumbuh menjadi Generasi Cemerlang.

“Kegiatan ini bentuk  kepedulian SALAM untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat Mataram. Para bidan dan relawan SALAM turun ke lapangan, terutama di kantong-kantong yang sulit mengakses layanan kesehatan,” ujar Selly.

Atensi Bidan dan Ibu Hamil

Marliana,  seorang ibu muda dengan balita berusia 2,9 bulan  tahun mengaku sangat terbantu dengan program Bidan SALAM Menyapa. Ia merasa lebih nyaman ketika ada layanan konsultasi  dalam menjaga kesehatan ibu dan janin.

“Dengan Bidan SALAM Menyapa ini tentu kami terutama ibu ibu yang punya balita sangat terbantu, ” katanya.

Senada Devi Fitri , Warga Lingkungan Taman Seruni Kelurahan Taman Sari Ampenan menyampaikan terima kasih atas penyuluhan kesehatan yang diadakan SALAM karena membantu mengetahui perkembangan anak yang dihadapi oleh ibu ibu hamil.

“Kami berharap kegiatan penyuluhan kesehatan ini dilakukan secara berkala dan berkesinambungan dimasa pandemi ini,” pintanya.

Sementara itu Tim  Bidan Salam Menyapa, Yesvi Zulfiana,S.Tr.Keb.,M.Kes mengatakan  para relawan  Bidan SALAM Menyapa  yang turun memberikan layanan kesehatan gratis ini  rata- rata berpendidikan Strata II (S2).

Diakui oleh Yesvi dengan penutupan posyandu akibat pandemi para ibu balita mengalami kesulitan memantau pertumbuhan dan perkembangan balitanya , terutama masalah pola makan balita yang sesuai gizi berimbang, konsultasi stimulasi perkembangan balita dan penyakit yang sering dialami balita.

“Bidan Salam Menyapa termasuk  mensosialisasikan edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pola asuh anak, dan edukasi pencegahan Covid 19,” tutur Yesvi

Yesvi menambahkan,  kegiatannya bersama timnya  memberikan layanan edukasi dan konsultasi  kesehatan gratis ini didorong oleh keterpanggilan kemanusiaan  akibat pandemi  ketika posyandu tidak beroperasi.

“Bidan Salam Menyapa akan bergerak door to door untuk memberikan layanan edukasi kesehatan secara berkala,” imbuh bidan yang berparas cantik ini.

Layanan Edukasi Kesehatan Online dan Off Line Ala Jilbab Hijau

Imam Budi Gunawan, Koordinator Ambulance GuDek  menambahkan, Bidan SALAM Menyapa ini spiritnya adalah Jilbab Hijau ingin fokus memberikan kemudahan pelayanan edukasi ataupun konsultasi kesehatan baik secara online ataupun off line atau tatap muka.

ia menambahkan tiga tenaga medis dan bidan disiapkan Jilbab Hijau dalam setiap kegiatan menggunakan Ambulance SALAM ini.

Bidan SALAM Menyapa akan dilakukan bergilir dan berpindah tempat. Setiap kali layanan dilakukan, maka tim Task Force Ambulance SALAM lainnya akan melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan dan fogging di lingkungan setempat.

“Penyemprotan disinfektan untuk mengantisipasi pandemi corona, sedangkan fogging dilakukan karena saat ini kan mulai masuk pancaroba ke musim penghujan. Tujuannya agar jentik nyamuk tidak berkembang dan meminimalisir penyakit DBD, di kota Mataram” ujarnya.

Sementara beberapa Tim Task Force Ambulance SALAM yang lainnya akan mensosialisasikan protokol kesehatan sembari mereka membagikan masker gratis untuk masyarakat.

Pria yang akrab disapa Wawan ini mengungkapkan, program Guru, Dokter dan Psikiater Keliling (GuDek) yang diluncurkan beberapa bulan lalu juga untuk mendekatkan layanan edukasi bidang pendidikan dan kesehatan.

Program Bidan SALAM Menyapa semakin memperkuat dan menyasar kelompok rentan yang lebih luas.

Me




UPDATE Covid-19: Hari Senin, 19 Oktober 2020, Bertambah 28 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 6 (enam) Orang, Kasus Kematian 2 (Dua) Orang  

Adanya penambahan kasus baru positif Covid-19 dan jumlah kematian baru, hal ini menunjukkan bahwa transmisi lokal dan penularan virus Corona di NTB masih terus terjadi

MATARAM.lmbokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, dan Laboratorium TCM RSUD Bima mengkonfirmasi, ada tambahan 28 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Senin (19/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 167 sampel dengan hasil 136 sampel negatif, 3 (tiga) sampel positif ulangan, dan 28 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 6 (enam) orang, kasus kematian 2 (dua) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 28 kasus baru terkonfirmasi positif, 6 (enam) tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Senin ini (19/10/20) sebanyak 3.727 orang, dengan perincian 3.013 orang sudah sembuh, 211 meninggal dunia, serta 503 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gia Aryadi.

TAMBAHAN 28  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 6 (ENAM) ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3700, an. TAR, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3537. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H.L. Manambai Abdulkadir dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  2. Pasien nomor 3701, an. M, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Awet Muda Narmada;
  3. Pasien nomor 3702, an. AH, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  4. Pasien nomor 3703, an. NU, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  5. Pasien nomor 3704, an. AK, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  6. Pasien nomor 3705, an. S, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  7. Pasien nomor 3706, an. H, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  8. Pasien nomor 3707, an. N, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara Baru, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  9. Pasien nomor 3708, an. LAR, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk wilayah Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat inidirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  10. Pasien nomor 3709, an. H, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Aikmel Barat, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3546. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  11. Pasien nomor 3710 an. RS, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  12. Pasien nomor 3711, an. HH, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Aikmel Barat, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3546. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  13. Pasien nomor 3712, an. AAH, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Gegelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  14. Pasien nomor 3713, an. AJ, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Masbagik Selatan, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  15. Pasien nomor 3714, an. RSD, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  16. Pasien nomor 3715, an. F, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Kelayu Utara, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  17. Pasien nomor 3716, an. AFAH, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  18. Pasien nomor 3717, an. S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  19. Pasien nomor 3718, an. S, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Gapuk, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3483. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  20. Pasien nomor 3719, an. IY, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  21. Pasien nomor 3720, an. IMO, laki-laki, usia 76 tahun, penduduk Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  22. Pasien nomor 3721, an. MBA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  23. Pasien nomor 3722, an. NKC, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju;
  24. Pasien nomor 3723, an. DP, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Desa Rhee, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang terduga Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji;
  25. Pasien nomor 3724, an. A, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSI Siti Hajar Mataram;
  26. Pasien nomor 3725, an. SA, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3526. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima dan Puskesmas Palibelo;
  27. Pasien nomor 3726, an. A, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Soro, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3534. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Dompu;
  28. Pasien nomor 3727, an. SAM, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19.

Hari ini terdapat penambahan 6 (enam) orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3222, an. MAP, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  2. Pasien nomor 3344, an. DDI, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara;
  3. Pasien nomor 3484, an.RJ, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur;
  4. Pasien nomor 3485, an. M, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  5. Pasien nomor 3486, an. R, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur;
  6. Pasien nomor 3513 an. LT, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur.

Hari ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 3497, an. M, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Boak, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki penyakit komorbid dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  2. Pasien nomor 3714, an. SAM, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Pasien memiliki penyakit komorbid dan dilakukan tatalaksana Covid-19.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, adanya penambahan kasus baru positif Covid-19 dan jumlah kematian baru, hal ini menunjukkan bahwa transmisi lokal dan penularan virus corona di NTB masih terus terjadi.

Ia menghimbau, seluruh masyarakat agar selalu mengutamakan kesehatan dalam setiap aktivitas sosial ekonomi.

“Untuk bisa tetap produktif dan aman di tengah pandemi ini, maka protokol kesehatan wajib diterapkan secara disiplin oleh seluruh warga masyarakat. Kita tidak boleh lengah dan kendor dalam melakukan pencegahan dan proteksi terhadap diri sendiri maupun orang lain,” katanya.

Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Silaturrahmi Gubernur Dengan DPRD NTB, Segarkan Visi Misi NTB Gemilang

NTB Aman dan Berkah, merupakah perwujudan masyarakat madani yang beriman, berkarakter dan penegakan hukum yang berkeadilan

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc menggelar silaturrahmi bersama para pimpinan dan anggota DPRD NTB, di pendopo Gubernur NTB, Senin (19/10/20).

Gubernur menyampaikan rasa bahagianya bisa bertemu dengan para pimpinan dan anggota DPRD NTB, baginya momentum berkumpul dengan anggota DPRD terbilang cukup sering.

Namun momen ngobrol santai sambil bertukar pikiran seperti ini adalah momen langka.

Selain itu, Gubernur menerangkan Visi Misi NTB Gemilang yang perlu menjadi perhatian bersama. Pertama, NTB Tangguh dan Mantap yakni penguatan mitigasi bencana dan pengembangan infrastruktur penunjang sektor unggulan serta konektivitas wilayah seperti jalan raya.

Kedua, Bersih dan Melayani, meliputi transformasi birokrasi yang berintegritas, berkinerja tinggi, bersih dari KKN dan berdedikasi.

Ketiga NTB Sehat dan Cerdas, hal ini berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pondasi daya saing daerah. Keempat, Asri dan Lestari, yang dimaksud asri dan lestari adalah pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan.

“Salah satu yang menjadi tantangan kita di NTB adalah penghijauan,” kata Gubernur.

Poin kelima Sejahtera dan Mandiri, hal ini meliputi penanggulangan kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan pertumbuhan ekonomi inklusif bertumpu pada pertanian, pariwisata dan industrialisasi.

Sejauh ini kita ketahui bersama program-program industrialisasi di NTB dapat dilihat bersama hasilnya.

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB mengatakan, jika semua masyarakat ingin sejahtera maka harus lebih berinovasi.

Terakhir, NTB Aman dan Berkah, merupakah perwujudan masyarakat madani yang beriman, berkarakter dan penegakan hukum yang berkeadilan.

Salah satu contoh pengembangan visi misi keenam ini adalah terwujudnya program di NTB guna membantu masyarakat terbebas dari rentenir melalui program ‘Mawar Emas’.

Gubernur menambahkan, agar Biro Humas dan Protokol senantiasa mengingatkan para pimpinan daerah NTB, jika ada kunjungan ke daerah perlu disertakan para anggota DPRD NTB.

Hal ini penting untuk kebersamaan sambil bersilaturrahmi.

Saat yang sama Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH, MH menyampaikan, hal yang perlu menjadi perhatian bersama. Memberi rasa aman dan nyaman, yakni memberi keyakinan bahwa pokok pikiran DPRD wajib terlaksana di lapangan.

TurutTurut hadir para piminan  Organisasi Perangkat Daerah lingkup NTB.

Rr/HmsNTB




Tingkatkan Literasi dan Inklusi Pasar Modal, CMSE 2020 Digelar Virtual

lombokjournal.com —

JAKARTA ;  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), menyelenggarakan acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2020 secara virtual, Senin (19/10) hingga Sabtu (24/10/20).

CMSE 2020 diadakan sebagai rangkaian dari peringatan 43 Tahun diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia.

Sejalan dengan tujuan meningkatkan literasi serta inklusi masyarakat terhadap Pasar Modal Indonesia, CMSE 2020 dikemas dalam format serangkaian kegiatan seminar (Summit) dan pameran (Expo) Pasar Modal Indonesia.

Kegiatan itu sebagai sarana menampilkan peran dan fungsi dari seluruh lembaga, profesi, produk, dan layanan di Pasar Modal Indonesia kepada para stakehoders dan publik.

Acara ini dibuka dengan laporan kegiatan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, yang dilanjutkan dengan sambutan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pada Opening Ceremony CMSE 2020.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada CMSE 2020 kali ini kegiatan pameran para stakeholders pasar modal, seminar, dan kegiatan edukasi serta sosialisasi pasar modal seluruhnya dilakukan dengan sistem daring alias virtual, selama 6 hari berturut-turut.

Dalam CMSE 2020, setiap harinya akan dilaksanakan 2 sampai 3 sesi kegiatan seminar dan talk show menghadirkan narasumber di bidang pasar modal. Seiring dengan usaha meningkatkan literasi dan inklusi Pasar Modal Indonesia, penyelenggaraan CMSE 2020 bertujuan untuk menumbuhkan jumlah investor di Pasar Modal Indonesia.

Tujuan lain dari diadakannya CMSE 2020 ini adalah guna mendukung pencapaian target penambahan jumlah Perusahaan Tercatat baru maupun nilai penggalangan dana di Pasar Modal Indonesia.

CMSE 2020 ini ditargetkan akan diikuti oleh 10.000 orang peserta yang terdiri dari calon investor, investor, Perusahaan Tercatat, dan calon Perusahaan Tercatat, serta menjadi ajang bertemunya seluruh stakeholders di pasar modal dan masyarakat umum secara virtual.

CMSE 2020 menggunakan aplikasi berbasis website, pada alamat cmse.id, yang dibangun khusus sesuai dengan kebutuhan pengunjung yang akan menghadiri acara ini.

Pengunjung dapat mengakses booth/expo secara virtual dan menyaksikan seminar yang sedang berlangsung, melalui alamat website cmse.id tersebut.

Konsep Acara

CMSE 2020 kali ini menghadirkan beberapa kegiatan yang dapat diikuti oleh para pengunjung. Kegiatan pertama adalah seminar utama pada hari pertama yang akan mengambil tema “Perkembangan Ekonomi Terkini dan Ketahanan Sektor Keuangan”, dengan pembicara Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, dan Ketua Dewan Komisioner OJK.

Sedangkan seminar utama pada hari kedua akan mengambil tema “Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional dan Ketahanan Sektor Riil” yang akan disampaikan oleh Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Menteri Perindustrian.

Selain seminar utama, pada acara CMSE 2020 juga terdapat kegiatan seminar dan talk show lainnya terkait investasi di pasar modal.

Seminar dan talk show CMSE 2020 menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang, antara lain tokoh dari Perusahaan Tercatat dan investor yang inspiratif, perencana keuangan, profesional, praktisi, dan/atau figur publik di industri pasar modal.

Dalam CMSE 2020 juga terdapat pameran (expo) virtual dari para stakeholders di pasar modal seperti dari Perusahaan Sekuritas, Perusahaan Tercatat, Manajer Investasi, asosiasi, dan regulator.

Pameran ini juga memudahkan para pengunjung untuk dapat membuka rekening saham dan reksa dana secara langsung.

Selain itu juga diadakan Workshop Go Public, yakni kegiatan sosialisasi pasar modal kepada calon-calon Perusahaan Tercatat. Workshop Go Public ini juga didukung oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Salah satu kegiatan CMSE 2020 lainnya adalah pemberian apresiasi dalam bentuk penghargaan kepada pihak-pihak yang berjasa.

Aya (*)

 




Waspada, Ancaman Demam Berdarah

Bulan Agustus hingga Sepetember,  penambahan kasus sekitar 300an di kabupaten/kota

MATARAM.lombokjournal.com

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih mengancam, khususnya di saat musim penghujan. Hingga kini Jumlah warga yang terserang penyakit ini cukup tinggi.

Data Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi NTB, jumlah orang yang terkena DBD hingga saat ini mencapai 4.319 orang yang tersebar di kabupaten/Kota.

“Total sampai  hari ini 4.319  sampai september meninggal 13 orang terbanyak kasus DBD yang meninggal masih di Lombok barat ,kota mataram dan Lombok timur”Ujar Kepal dinas Kesehatan NTB Nurhandini Eka Dewi, Senin (19/10/20)

Eka menjelaskan, angka  kematiannya hanya 13 termasuk rendah jadi dibandingkan dengan tahun- tahun sebelumnya.

“Di satu sisi kita covid disatu sisi waspada DBD, tetap waspada dengan cara melakukan gerakan  3M,yakni menguras,menutup dan mengubur tempat-tempat yang diduga bersarangnya Nyamuk penyebab DBD,” ungkapnya.

Eka menjelaskan, bulan Agustus hingga Sepetember,  penambahan kasus sekitar 300an di kabupaten/kota.

“Kota mataram penduduknya padat,Lombok barat selain padat ada daerah  tertentu yg banyak covidnya jg sehingga oenyebaran kasus cepet terjadi,” kata Eka.

Aya