Penguatan SDM di NTB, Gubernur Minta Putra NTB Pimpin Poltekpar

Penguatan SDM di NTB benar-benar dikedepankan sehingga warga NTB bisa ikut berbaur dalam arus kemajuan NTB

LOTENG.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Asisten II Setda NTB, dan Kepala Dinas Pariwisata NTB menyambut kedatangan Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata, Odo R. M. Manuhutu beserta rombongan.

Odo R. M. Manuhutu Tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) sekitar pukul 12.25 Wita.

Pada kunjungannya kali ini, Odo RM Manuhutu bukanlah untuk menyelesaikan potensi masalah di lapangan dan bersinergi dengan Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi NTB.

“Bukan hanya sekedar datang melihat tetapi bagaimana bersama teman-teman PUPR dan Kementerian lainnya bersama Gubernur NTB untuk menyelesaikan permasalahan,” ujarnya di ruang VIP Bandara.

Ia berharap kunjungan ini dapat membuka pikiran, melihat apa yang akan dilakukan di tahun-tahun selanjutnya. Terutama dalam membantu masyarakat setempat dalam memulihkan kondisi ekonomi.

“Saya kira tujuan dari pembangunan adalah bagaimana masyarakat bisa memiliki masa depan yang lebih baik dan bisa tumbuh dan menerima manfaat dari pariwisata,” katanya.

Pada kesempatan ini, Odo RM Manuhutu juga membahas wacana pengurangan status Bandara Internasional di Indonesia yang akan berdampak pada kinerja yang telah dilakukan oleh Angkasa Pura.

Hal ini akan menjadi salah satu bahan yang akan didiskusikan di Pemerintah Pusat.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul menyampaikan ucapan selamat datang dan terimakasih atas keluangan waktu di tengah kesibukan Deputi beserta rombongan.

Gubernur menyinggung terkait masalah Sumber Daya Manusia (SDM). Bagi Bang Zul, SDM adalah pembangunan yang tidak boleh direduksi maknanya sebatas Comodity Center Approach saja tapi harus dilihat sebagai proses untuk peningkatan.

Dengan adanya Politeknik Pariwisata Lombok, tentunya bukan hanya akan kedatangan wisatawan-wisatawan mancanegara tetapi juga ada banyak perhelatan berskala internasional.

Karena itu, Bang Zul berharap, penguatan SDM di NTB benar-benar dikedepankan sehingga warga NTB bisa ikut berbaur dalam arus kemajuan NTB.

“Jangan sampai nanti ada banyak International Event tapi orang lokal hanya jadi penonton saja. Melalui forum ini saya juga menyampaikan kepada Pak Deputi dan rombongan bahwa di NTB banyak orang yang mengerti pariwisata dan punya kemampuan dan bukan mengedepankan primordialistik, tapi untuk mengakselarasi persiapan NTB menjadi tuan rumah. Saya rasa bagus jika ada akselerasi khusus untuk memberikan kesempatan kepada putra daerah untuk memimpin Poltekpar Lombok,” pungkas Bang Zul.

Gubernur menambahkan, ketika nantinya ada MotoGP dan perusahaan internasional di NTB, dikhawatirkan akan muncul ketegangan sosial.

Selain itu, Bang Zul juga menanggapi potensi masalah tentang tidak efektifnya terlalu banyak bandara bertaraf internasional.

“Mudah-mudahan itu tidak melucuti setetes airport di Lombok karena bagaimanapun Lombok juga menjadi hub airline yang kecil-kecil,” tambah Bang Zul.

Salah satu strategi untuk menarik wisata asing adalah dengan adanya direct flight, sebab menurut Gubernur, percuma menghias pariwisata jika akses menuju daerah tersebut susah.

Bang Zul berharap mudah-mudahan status bandara internasional di NTB dapat tetap dipertahankan/ Bahkan, dilengkapi dengan fasilitas yang lebih baik. Apalagi dengan banyaknya wisatawan dari timur tengah yang datang ke Lombok dengan adanya Best Halal Destination In The World.

“Karena dengan menjadikan Lombok sebagai International hub akan membawa dampak positif untuk ekonomi kami,” ujar Gubernur.

Sebelumnya, perwakilan Angkasa Pura I, memaparkan terkait progress perkembangan pembangunan Bandara.

Saat ini, Angkasa Pura I Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) mengalami penurunan produksi kurang lebih mencapai lima puluh (50) persen dibanding tahun 2019 pada saat pemulihan gempa bumi Lombok.

Tahun ini pada akhir September, produksi Bizam hanya dua puluh (25) persen dibanding tahun 2018 pada saat sebelum gempa.

“Angkanya cukup fantastis sehingga hal ini berdampak pada produksi dan pembiayaan lain-lain. Komitmen korporasi Angkasa Pura I untuk pembangunan KEK Mandalika sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas juga pada konsistensi,” ungkapnya.

Rr/HmsNTB




Jelang Maulid Nabi, Stok Kebutuhan Pokok Aman

Maulid tahun ini berbeda karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, daya beli masyarakat menurun

MATARAM.lombokjournal.com

Menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah, Dinas Perdagangan Provinsi NTB memastukn Kebutuhan pokok aman.

“Kebutuhan pokok menjelang Maulid Nabi terpantau aman, di tiga pasar pantauan kita. Termaauk juga di pasar induk,” ungkap Kepala Dinas Perdagangam Provinsi NTB Faturahman, Rabu (21/10/20).

Fathurahman mengatakan,  untuk stabilisasi Harga masih dalam kondisi baik, dan tidak terjadi lonjakan yang signifikan. Hal ini karena persedian (stok) kebutuhan pokok masih ada.

“Ya,hingga saat ini untuk stabillitas harga masih dalam kondisi baik, tidak ada lonjakan dari beberapa pasar induk. Karena kita mempunyi stok setiap komoditi kebutuhan,” terangnya.

Menurtnya, jika terjadi kenaikan harga itu biasanya terjadi karena hukum pasar saja.

“Memang permintaan itu banyak pasti harga naik, itu  hukum pasar nanti kondisi yang seperti ini tidak terlalu berpengaruh,” ujarnya.

Dikatakan,  perayaan Maulid di NTB, khususnya di Lombok memang berbeda yang setiap wilayah atau kampung memiliki perayaan berbeda setiap harinya. Terlebih saat ini  Maulid tahun ini berbeda karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19 dimana daya beli masyarakat menurun.

“Di tengah pandemi kita tau bahwa suasana daya beli masyarakat menurun masyarakat sudah bisa melakukan pembelian yang urgen bagi dirinya, yang disesuaikan dengan kebutuhan sesuai kondisi masing-masing,” kata Faturrahman.

Aya




NTB Mall Beroperasi Bulan November

NTB mall harus memberikan respon positif tehadap produk NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Marketplace NTB Mall yang di gagas Pemprov NTB mulai beroperasi November mendatang.  Marketplace ini merupakan wadah bagi UMKM NTB  memasarkan produknya dengan berbasis aplikasi.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Faturahaman menyatakan, saat ini pembangunan NTB Mall sudah rampung  dan sedang dalam menata produk yang sudah terdaftar.

“Sudah rampung sekarang dalam planenya tinggal menata suplay produk InsyaAllah di November kita sudah bisa beroperasi produk-produk UMKM kita,” ujarnya, Rabu (21/10/20).

Hingga saat ini sudah ada 700  jenis prodak yang akan masuk di NTB Mall tersebut dengan melibatkan 300 UMKM di NTB.

“Ini terus akan berkembang, kita targetkan 1000 UKM. Bisa terjaring, kita juga melihat peluang bahwa NTB mall ini juga paling tidak harus memberikan respon positif tehadap produk NTB yang  mempunyai kualitas premium,” terangnya.

Dikatakan, kualitas premium yakni  pasang pasarnya berada di tingkat antara daerah dan luar daerah bahkan hingga ke luar negeri.

“Kita akan melihat konsep dan menatata seluruh kerjasama  baik itu dengan PHRI  dan stekholder termasuk yang khusus untuk nota kesepakatan perjanjiannya,” ucapnya.

Khusus yang mempunyai kontribusi akan melakukan itu siap untuk menampung UMKM di NTB, November sudah dibuka, dan diharapkan pada Desember sudah bisa dilihat.

“Nanti  kita akan launching di 17 Desember ketika Hari ulang Tahun NTB,” kata Faturrahman.

Aya




Di Sumbawa, Wagub Minta Nakes Bersemangat Bantu Masyarakat

Nakes dminta jadi pelopor  dalam melaksanakan sosialisasi  penerapan protokol kesehatan

SUMBAWA.lombokjournal.com

Rumah Sakit menjadi salah satu garda terpenting dalam penanganan Covid-19.

Tidak sedikit tenaga kesehatan yang menjadi korban wabah ini. Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah memberikan motivasi kepada tenaga kesehatan (Nakes) di beberapa rumah Sakit di pulau Sumbawa.

Salah satunya adalah Rumah Sakit H. L. Manambai Abdulkadir di Kabupaten Sumbawa, Rabu (21/10/20).

Wakil Gubernur minta para nakes tetap bersemangat dalam mengabdikan diri untuk kesehatan masyarakat di masa pandemi ini.

“Tetap semangat bapak ibu serta adik-adik tenaga kesehatan yang bertugas, tetap semangat untuk membantu masyarakat dimasa pandemi ini,” tutur Wagub yang disambut dengan tepuk tangan.

Wakil Gubernur yang kerap disapa Ummi Rohmi ini meminta agar rumah sakit menjadi tempat yang terdepan dalam penerapan protokol kesehatan, dan menjadi contoh untuk masyarakat yang mengunjungi rumah sakit.

“Yang kita inginkan rumah sakit ini menjadi ujung tombak di dalam penerapan protokol kesehatan, karena sesungguhnya bagaimana kita mencegah Covid-19 ini, yaitu bagaimana kita disiplin memakai masker, penjaga jarak dan selalu mencuci tangan,” ungkapnya.

Nakes diharapkan menjadi pelopor terdepan dalam melaksanakan sosialisasi terkait penerapan protokol kesehatan khususnya di Sumbawa.

“Saya berharap seluruh kita ini bisa menjadi agen untuk mengedukasi masyarakat di masa pandemi ini, tetap semangat ya,” pintanya.

Ummi Rohmi jjuga berkeliling rumah sakit untuk mengecek fasilitas rumah sakit dan mamastikan penerapan protokol kesehatan berjalan dengan baik.

Direktur Rumah Sakit H. L. Manambai Abdulkadir, dr. Arindra Kurniawan menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Wakil Gubernur dan jajaran karena telah menyempatkan diri untuk meninjau rumah sakit yang dipimpinnya.

Ia berharap rumah sakit ini akan lebih maju dengan bimbingan-bimbingan seperti ini

Rr/HmsNTB




Hadiri Peringatan Maulid, Gubernur Dinobatkan Jadi Keluarga Besar Datoq Lopan

Memperingati Maulid Nabi bukan sekadar seremonial, tapi meneladani keempat sifat utama Rasul yakni Shiddiq, Tabligh, Amanah, dan Fathonah

PRAYA.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah berharap, peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dapat dijadikan momentum agar umat muslim dapat meneladani sifat-sifat Mulia Nabi Besar Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagai umat muslim, kita harus meneladani sifat-sifat Mulia Nabi Muhammad SAW,” ujar Gubernur saat menghadiri acara maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul Datok Lopan ke-78 di Praya Tengah, Lombok Tengah, Rabu (21/10/20).

Gubernur menambahkan, Nabi Muhammad merupakan satu-satunya sosok dalam sejarah di bumi yang riwayat hidupnya detail diabadikan hingga lima belas abad setelah meninggal dunia.

“Tidak ada satu manusia pun dalam sejarah bumi, yang diketahui detailnya dan dinarasikan 15 abad kemudian kecuali Nabi Besar Muhammad shalallahu alaihi wasallam,” ungkap Gubernur yang akrab  disapa Bang Zul tersebut.

Memperingati Maulid Nabi ini, lanjut Gubernur, bukan sekadar acara seremonial belaka. Tetapi juga menjadi momen untuk bermuhasabah atau introspeksi diri, sejauh mana sudah mengenal dan meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Terutama keempat sifat utama Rasul yakni Shiddiq, Tabligh, Amanah, dan Fathonah.

“Saya yakin kalau masing-masing kita meneladani sifat-sifat Rasulullah, mengikuti sunnahnya, mudah-mudahan kita pasti menjadi manusia yang lebih baik dan ingat kita berkumpul seperti ini wajib terspkan protokol kesehatan dan tetap jaga ukuwah Islamiyah kita ya” pesan Bang Zul.

Gubernur jadi keluarga besar Datoq Lopan

Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri Gubernur NTB ini juga dirangkaikan dengan peringatan haul Datok Lopan ke-78.

Datoq Lopan, yang bernama lengkap TGH. L. Muhammad Sholeh, merupakan figur publik Masyarakat Pulau Lombok yang digelari seorang waliyullah.

Walau telah wafat pada tahun 1942 (Awal  Penjajahan Jepang), namun kecintaan masyarakat hingga kini tidak berkurang sedikitpun.

Terbukti, setiap hari Makam Ketak (Tempat pemakaman Datoq Lopan) selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat khususnya masyarakat Lombok Tengah untuk berdoa dan berziarah.

Bahkan, Haul Datoq Lopan hingga saat ini masih tetap diperingati oleh seluruh jemaah Datoq Lopan.

Tak terkecuali Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, menghadiri secara langsung Haul Majemuk Datoq Lopan yang ke-78. Di hadapan jemaah, salah satu Keturunan Datoq Lopan menyambut keluarga baru Datoq Lopan tersebut.

“Selamat datang keluarga baru Datoq Lopan, Gubernur NTB,” seru TGH. Lalu Muhammad Makmur Sholeh.

Pada moment haul tersebut Gubernur NTB langsung dinobatkan menjadi Keluarga Besar Datoq Lopan. Penobatan itu ditandai dengan pengalungan selendang serta pemakaian topi khas Datoq Lopan.

“Kita nobatkan, bapak Gubernur sebagai keluarga besar Datoq Lopan, setuju?” tanya cucu Datoq Lopan, disambut teriakan setuju oleh ratusan jemaah yang hadir dengan menerapkan protokol kesehatan tersebut.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah merasa senang sekali menjadi keluarga besar Datoq Lopan.

Menurut Gubernur, yang paling berat menjadi keluarga Datoq Lopan adalah meneladani sifat serta keistiqomahan dalam menyebarkan agama Islam.

“Almaghfurulahu Datoq Lopan tauladan kita semua, semoga kita bisa mencontoh jejak beliau dalam menyebarkan ajaran Islam dengan penuh keistiqomahan,” tutup Bang Zul.

Rr/HmsNTB




Kunci Utama Membangun Daerah Adalah Sinergi Antar Lembaga

Dengan sinergi, kita bisa menghadapi segala permasalahan seberat apapun, bencana demi bencana yang kita alami di NTB tidak menyurutkan niat untuk membangun

SUMBAWA.lombokjournal.com

Salah satu rahasia kesuksesan pembangunan daerah adalah sinergi yang terjalin baik antar lembaga baik itu Pemerintah Daerah, TNI dan Kepolisian.

Pandangan tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah pada acara Penutupan TMMD Ke-109 Kodim 607/Sumbawa, Rabu (21/10/20).

“TNI bagi kami sangat dekat, peristiwa-peristiwa yang kami alami di NTB ini memberikan kami pelajaran bahwa kekompakan dan sinergi itu memang kunci utama dalam kita membangun daerah,” kata Wakil Gubernur.

Umi Rohmi, sapaan akrab Wakil Gubernur ini, menyampaikan sinergi di NTB ini sangat kuat antara pemerintah, TNI dan Polri. Banyak hal yang sudah dilalui bersama, mulai dari penanganan bencana alam seperti gempa bumi di tahun 2018 lalu, hingga penanganan Pandemi COVID-19 saat ini.

Peran TNI dalam membangun kembali NTB pasca gempa bumi 2018 sangat besar, pengerahan pasukan bantuan dari TNI sangat membantu mempercepat pembangunan kembali rumah-rumah penduduk di NTB yang menjadi korban gempa.

“Di NTB, antara pemerintah daerah, TNI dan Polri itu sangat kompak, banyak peristiwa yang kami alami seperti bencana di 2018, tapi Alhamdulillah karena TNI terdepan, kita bersama-sama dapat mengatasi hal itu,” ungkapnya.

Pada tahun 2019 lanjutnya, dunia dan khususnya NTB dilanda wabah Pandemi COVID-19 yang mana wabah ini hingga kini belum ditemukan vaksinnya, namun dengan sinergi antara pemerintah, TNI, dan Polri, wabah ini dapat kendalikan.

“Tidak lama kemudian kita mengalami Covid 19 ini, tapi Alhamdulillah berkat support babinsa dan bhabinkamtibmas kita bisa melakukan tracking, edukasi, sosialisasi terkait wabah ini,” terangnya

Sinergi ini menjadi energi yang luar biasa di NTB ini, dengan sinergi, kita bisa menghadapi segala permasalahan seberat apapun, bencana demi bencana yang kita alami di NTB tidak menyurutkan niat untuk membangun.

“Yang terpenting bagi kita semua adalah sinergitas dan kekompakan itu adalah kunci, dan itu kemudian akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kita, terimakasih kepada TNI Polri yang sudah sangat membantu dalam membangun Provinsi NTB yang kita cintai ini,” tutur Umi Rohmi.

Di akhir sambutannya, Umi Rohmi menuturkan bahwa TMMD ini adalah program yang sangat strategis dan sangat baik untuk dilanjutkan kedepannya karena banyak pembangunan seperti jalan tani, irigasi, rumah layak huni, jalan sekolah, jembatan dan lain sebagainya sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Rr/HmsNTB




Plt Bupati Lombok Utara Hadiri Penyerahan Hadiah Wajib Pajak Kooperatif

Kalau tidak ada pajak sebagai penopang maka negara akan kebingungan, apalagi daerah kecil seperti KLU

TANJUNG.lombokjournal.com

Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memberikan penghargaan kepada wajib pajak hotel dan restoran yang paling kooperatif dan taat pada tahun 2019, Selasa (20/10/20).

Dihadiri Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH, Pj. Sekda Drs H Raden Nurjati, unsur pimpinan OPD dan Camat Lingkup Pemda KLU serta pelaku usaha dan wisata.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH mengatakan, pajak merupakan roh yang fundamental dalam melaksanakan pembangunan fisik maupun non fisik.

Menurutnya, kalau tidak ada pajak sebagai penopang, maka negara akan kebingungan, apalagi daerah kecil seperti KLU.

“Oleh karena itu untuk meneruskan laju pembangunan, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah menjaga stabilitas keuangan dengan cara terus bersinergi dengan wajib pajak dan stakeholders,” tuturnya.

Sambungnya lagi, berbicara pajak daerah bisa menjadi pilar pembangunan, jika dilihat perkembangan dari tahun ke tahun, kendati kini mengalami penurunan.

“Retribusi kita menurun bahkan sampai 51,2 persen, ini situasi yang sulit bagi pemerintah daerah. Adanya pembagian reward kepada para pembayar pajak, mudah-mudahan memacu semangat kita untuk tetap membangun daerah,” imbuhnya.

Kepala Bapenda KLU Ir Hermanto melaporkan pajak hotel dan restoran kooperatif dalam rangka mempererat tali silaturahmi Pemda KLU khusus jajaran Bapenda sebagai pengelola pajak daerah, agar kerja sama yang sudah terjalin dapat ditingkatkan dan berkesinambungan.

Jumlah wajib pajak hotel dan restoran berjumlah 752 wajib pajak, wajib pajak yang melakukan penyetoran selama 12 bulan sebanyak 204 wajib pajak atau sekitar  27,12 persen.

Sedangkan 451 atau 59,97 persen lainnya tidak rutin membayar pajak tiap bulannya pada tahun pajak 2019 bahkan yang belum pernah menyetor pajak sama sekali ada 97 wajib pajak atau 12,90 persen.

“Wajib pajak yang koorperatif dan taat sesuai perundangan-undangan, 12 di antaranya diberikan reward berupa laptop, sepeda dan juga penghargaan. Sedangkan 24 wajib pajak lainnya diberikan piagam,” urainya.

Dikatakannya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari sektor pariwisata khususnya pajak hotel, restoran dan tempat hiburan tahun 2019 yaitu sebesar 52 miliar rupiah lebih atau 62,61 persen dari total pajak daerah sebesar 83 miliar rupiah lebih.

“Kontribusi pajak daerah terhadap keseluruhan PAD KLU tahun 2019 sebesar 56,96 persen dari target PAD 147 miliar rupiah lebih pada tahun 2019, namun dengan adanya covid-19 penurunan pajak daerah tahun 2020 mengalami penurunan 51,20 persen dari tahun sebelumnya,”  kata Hermanto.

Rangkaian acara berjalan lancar diakhiri dengan penyerahan hadiah oleh pelaksana tugas bupati kepada para wajib pajak.

sas




Plt Bupati Lombok Utara Monev Pemdes di Kecamatan Bayan dan Kayangan

Masyarakat dihimbau tetap patuh menerapkan protokol kesehatan

BAYAN.lombokjournal.com

Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) penyelenggaraan pemerintahan kecamatan dan desa di Kecamatan Bayan dan Kecamatan Kayangan, Senin (19/10/20).

H Sarifudin, SH, MH

Dalam kegiatan monev itu,  Plt Bupati didampingi Asisten Bidang Hukum  dan Pemerintahan Setda KLU Kawit Sasmita SH, Kalak BPBD Muhadi SH, Kadis DP2KBPMD Drs H Kholidi MM, Kadis Sosial PPA Faisol MSi, dan beberapa kepala bagian unsur Setda KLU.

H Sarifudin SH MH, mengawali sambutannya memberikan apresiasi kepada Camat Bayan yang menggambarkan kondisi di Kecamatan Bayan dengan rinci dan gamblang, sebagai bahan dalam penyelesaian masalah-masalah yang berkembang di Kecamatan Bayan.

Lebih lanjut dikatakannya, Pemerintah Desa khususnya pada proses pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa oleh kepala desa kerap menjadi perdebatan.

“Saya ingin mendengar secara langsung, persoalan dari masing-masing desa sehingga apa kebijakan yang ada di Pemda, seimbang dengan informasi di desa. Selain terkait dengan isu Jaminan Hidup (Jadup) yang akhir-akhir ini menjadi trending topik, mesti segera dipastikan seperti apa perkembangannya,” tuturnya.

Selain hal-hal krusial di atas, Plt Bupati menyoroti pula pilkada yang menjadi tanggung jawab pemerintah, untuk mengendalikan kondisi dan situasi demi lancar dan amannya pelaksanaan pilkada di KLU.

“Melihat kondisi KLU yang pilkadanya pada masa pandemi, tentu kegigihan Satgas Covid dan Penyelenggara Pemilu, dalam rangka memutuskan mata rantai penularannya. Sekaligus saya mengimbau masyarakat agar terus dalam protokol covid,” tandasnya.

Camat Bayan, Intiha SIP menyampaikan berkaitan dengan Pilkada jumlah TPS di Kecamatan Bayan berjumlah 128 TPS, DPT sebanyak 36.885 jiwa terdiri dari 18.304 pemilih laki-laki dan 18.551 pemilih perempuan.

Sementara hal lainnya, realisasi PBB di Kecamatan Bayan terealisasi masih di bawah 1 miliar rupiah dari target 1 miliar 240 juta rupiah lebih.

Secara terpisah, Sekretaris Camat Kayangan Negasip SSos, ketika menerima kunjungan Plt Bupati Lombok Utara menyatakan terima kasih telah diberikan mobil pemadam kebakaran yang membantu dalam menangani kebakaran di Kecamatan Kayangan.

Disampaikannya pula bahwa Kecamatan Kayangan sekarang sudah menjadi 10 desa dan dua desa pemekaran telah definitif. Sedangkan persoalan kekeringan terjadi di Desa Salut dan Kayangan yang perlu solusi terutama pada musim kemarau.

Rangkaian acara berjalan lancar dengan penyerahan santuan kematian dari Dinas Sosial oleh Plt Bupati kepada empat orang ahli waris yang keluarganya meninggal dunia.

Acara monev diakhiri dengan sesi dialog bersama pimpinan dan perangkat desa se-Kecamatan Kayangan. Adapun agenda roadshow selanjutnya direncanakan di Kecamatan Gangga, serta berakhir di Kecamatan Pemenang dan Kecamatan Tanjung

sas




Wagub Jelaskan Pentingnya Posyandu Keluarga DI Sumbawa Barat

Tantangan Pemerintah Desa untuk mempertahankan dan terus berinovasi di Posyandu Keluarga

KSB.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah melakukan kunjungan kerja ke kabupaten/kota di pulau Sumbawa. Pada Ini

Di Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat, Selasa (20/10/20),Wagub menyampaikan pentingnya Posyandu Keluarga bagi masyarakat.

“Kenapa Posyandu Keluarga? Kalau Posyandu biasanya kan melayani bayi dan ibu hamil, tapi kalau Posyandu Keluarga yang dilayani adalah dari bayi sampai lansia. Jadi remaja dilayani, lansia juga dilayani, ibu-ibu produktif juga dilayani,” ungkap Wagub.

Saat memberikan sambutan di Posyandu Keluarga Desa Moteng, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat. Wagub menjelaskan, pelayanan dalam Posyandu Keluarga bukan hanya sekedar pelayanan kesehatan. Namun pelayanan sosial dan pendidikan juga ada dalam Posyandu Keluarga, seperti pengetahuan tentang bahaya narkoba dan dampak-dampak sosial akibat pernikahan usia anak.

“Semua itu dilakukan di Posyandu setiap dusun di Indonesia sebulan sekali, dilakukan secara berlanjut setiap bulan, di situ masuk edukasi-edukasi maka InsyaAllah masalah-masalah yang kita hadapi di dusun maupun desa bisa teratasi,” jelasnya.

Namun dikatakan, salah satu ujian dalam menjalankan program ini adalah kepedulian dari masyarakat terkait masalah ini. Itu menjadi tantangan Pemerintah Desa untuk mempertahankan dan terus berinovasi di Posyandu Keluarga.

“Masalah kita di Indonesia adalah edukasi, bukan tidak mampu, tapi hanya kurang paham, atau kurang mau paham atau kurang peduli sehingga tidak teratasi. Kalau edukasi dilakukan terus menerus, akhirnya akan ternanam di benak masyarakat bahaya narkoba dan pernikahan anak,” terangnya.

Pjs. Bupati Sumbawa Barat, Dr. M. Agus Patria mengukapkan, program  revitalisasi posyandu menjadi Posyandu Keluarga sudah mulai dimasifkan di Sumbawa Barat. Ini dibuktikan dengan telah terbentuknya 67 Posyandu Keluarga dari 225 Posyandu di Sumbawa Barat.

Untuk meningkatkan kualitas dan semangat para kader Posyandu Keluarga, Agus Patria juga meminta agar insentif para kader ditingkatkan.

“Saya sudah minta kepada Sekda untuk meningkatkan insentif para kader dari 200 ribu menjadi satu juta rupiah, karena kita tahu ibu Wagub dan da ibu kadis kita ini sangat memperhatikan sektor kesehatan,” jelas Patria.

Beranjak dari Sumbawa Barat, Wakil Gubernur langsung menuju ke Desa Lape Kabupaten Sumbawa untuk melakukan launching Posyandu Keluarga.

Disana, Wakil Gubernur memberikan arahan yang sama terkait Posyandu Keluarga.

Dan diingatkan kepada masyarakat yang hadir, untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama melakukan aktivitas.

Rr/HmsNTB

 




UPDATE Covid-19: Hari Selasan, 20 Oktober 2020, Bertambah 32 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang 

Covid-19 dapat menyerang siapa saja tanpa kecuali, termasuk anak muda. Kelompok ini memiliki imunitas yang lebih baik sehingga mungkin dapat terpapar tanpa menunjukkan gejala (asimtomatik), tetapi berbahaya dan dapat menyebabkan kematian bagi orang-orang di sekitarnya (silent killer)

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik sumbawa Technopark Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Klinik Medika Plaza,Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RS.H.L.Manambai, Laboratorium TCM RSUD Dompu dan Laboratorium TCM RSUD Kabupaten Bima mengkonfirmasi, ada tambahan 32 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Senin (19/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 274 sampel dengan hasil 237 sampel negatif, 5 sampel positif ulangan, dan 32 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 14 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 32 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 14 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa ini (20/10/20) sebanyak 3.780 orang, dengan perincian 3.037 orang sudah sembuh, 214 meninggal dunia, serta 529 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 32  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 14 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3749, an. M, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 3750, an. B, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Belo, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 3751, an. MN, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 3752, an. MAN, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kabupaten Kutai Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 3753, an. YU, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Mapin Rea, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 3754, an.F, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3755, an. MAM, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Labuhan Badas, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 3756, an. AG, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3563. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  9. Pasien nomor 3757, an. MJA, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Desa Pungka, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  10. Pasien nomor 3758, an. SH, laki-laki, usia 75 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3563. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  11. Pasien nomor 3759 an. MI, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3251. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  12. Pasien nomor 3760, an. NS, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3236. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  13. Pasien nomor 3761, an. SH, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3236. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  14. Pasien nomor 3762, an. A, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3299. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  15. Pasien nomor 3763, an. EN, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3236. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  16. Pasien nomor 3764, an. HRW, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sondosia Bima;
  17. Pasien nomor 3765, an. LMBA, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  18. Pasien nomor 3766, an. MA, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Gapuk Kecamatan Suralaga Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3483. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  19. Pasien nomor 3767, an. M, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr.Soedjono, Selong;
  20. Pasien nomor 3768, an. M, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Poh Gading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr.Soedjono, Selong;
  21. Pasien nomor 3769, an. GPO, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  22. Pasien nomor 3770, an. MF, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3156. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  23. Pasien nomor 3771, an. N, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
  24. Pasien nomor 3772, an. AS, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3164. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  25. Pasien nomor 3773, an. N, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
  26. Pasien nomor 3774, an. A, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
  27. Pasien nomor 3775, an. S, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Dadibou, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
  28. Pasien nomor 3776, an. N, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Penapali, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
  29. Pasien nomor 3777, an. LL, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Nisa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
  30. Pasien nomor 3778, an.F, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Nisa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
  31. Pasien nomor 3779,an.AK, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha;
  32. Pasien nomor 3780, an. SR, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Naru, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3240. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kabupaten Bima dan Puskesmas Woha.

Hari Selasa terdapat penambahan 14 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3249, an. TF, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  2. Pasien nomor 3424, an. MS, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 3444, an. EAP, perempuan, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 3445, an. IZ, perempuan, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 3446, an. JA, perempuan, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 3447, an. N, perempuan, usia 17 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 3448, an. U, perempuaan, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 3449, an. EA, perempuan, usia 10 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  9. Pasien nomor 3450, an. AH, perempuan, usia 10 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  10. Pasien nomor 3478, an. R, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Kelayu Selatan, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 3509, an. N, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Jembatan Kembar , Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat;
  12. Pasien nomor 3546, an. YA, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Aikmel Barat, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  13. Pasien nomor 3601, an. NA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  14. Pasien nomor 3627, an. SR, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima.

Hari Selasa ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu psien nomor 3724, an. A, lakilaki, usia 58 tahun, penduduk Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Lalu Gita megatakan, Covid-19 dapat menyerang siapa saja tanpa kecuali, termasuk anak muda. Kelompok ini memiliki imunitas yang lebih baik sehingga mungkin dapat terpapar tanpa menunjukkan gejala (asimtomatik), tetapi berbahaya dan dapat menyebabkan kematian bagi orang-orang disekitarnya (silent killer).

Karenanya, mari kita semua tetap patuh dan taat menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan Covid19 dalam seluruh aktivitas dalam tatanan baru kehidupan ini.

“Tetap sehat dan produktif dengan selalu menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan dengan sabun serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai gaya hidup baru. Jika mengalami gangguan kesehatan segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sesegera mungkin,” kata Lalu Gita Aryadi.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.