Bantuan Ventilator dari USAID, Diserahkan Wagub ke RSUD Dr. Soedjono Selong

Nakes diingatkan untuk menguatkan sinergi serta meniatkan seluruh pekerjaan sebagai ladang ibadah

LOTIM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi NTB menyerahkan bantuan dari United States Agency for International Development (USAID), berupa 3 buah ventilator untuk Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedjono, Selong.

Bantuan tersebut diberikan langsung oleh Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah,  Jumat (23/10/20).

Selain ventilator, lembaga bantuan Internasional milik pemerintah Amerika Serikat tersebut juga menyerahkan ribuan masker guna membantu Pemprov NTB dalam menekan penyebaran Covid-19.

“InsyaAllah, berkat bantuan ini, tingkat kesembuhan Covid-19 di provinsi NTB semakin meningkat,” ungkap Wagub di RSUD Soedjono Selong.

Didampingi Asisten 1, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, tak lupa wagub mengingatkan tenaga kesehatan untuk tetap berikhtiar semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Mari perkuat sinergi, kita berjuang bersama dalam melayani masyarakat,” tambah Wagub yang populer disapa Umi Rohmi tersebut.

Di masa Covid-19 ini, lanjut Wagub, tenaga kesehatan benar-benar diuji kesabarannya, bagaimanapun, Nakes berada di garis depan menangani masyarakat. Untuk itu, Umi Rohmi mengingatkan Nakes untuk menguatkan sinergi serta meniatkan seluruh pekerjaan sebagai ladang ibadah.

“Di masa-masa yang sulit ini, kita harus saling bahu membahu, dengan begitu, seberat apapun masalah kita, bisa kita selesaikan bersama,” ungkap Umi Rohmi.

Direktur RSUD  Dr. R. Soedjono Selong dr. Moh Tantowi Jauhari,Sp.B mengaku bersyukur dengan bantuan ventilator tersebut. Ia mengaku, bantuan yang diberikan saat ini menambah kekurangan ventilator yang ada di RSUD Soedjono selong.

“Kami bersyukur, bantuan ini menambah kekurangan ventilator di RSUD yang kita cintai ini,” ungkap Tantowi.

Di hadapan Wagub, Tantowi berterimaksih atas kedatangan Umi Rohmi untuk kesekian kalinya dalam menyemangati tenaga kesehatan. Menurut Tantowi, semangat serta sinergi yang baik sangat dibutuhkan oleh seluruh jajahan RSUD Soedjono selong.

“Alhamdulillah kedatangan Ibu Wagub menambah semangat kami untuk tetap melayani masyarakat,” tutup Tantowi.

Rr/HmsNTB




Buka Kegiatan Literasi Media,  Plt Asisten III KLU: Media Digital Berikan Edukasi pada Masyarakat

Media menyampaikan informasi tentang penanganan Covid-19

TANJUNG.lombokjournal.com

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi NTB menggelar acara kegiatan literasi media dengan tema “Bijak Bermedia di Era Kenormalan Baru”, di Tanjung Lombok Utara, Kamis (22/10/20), yang diikuti pengelola radio, kaum milenial, mahasiswa dan undangan lainnya.

Kegiatan itu dibuka oleh Plt Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda KLU Evi Winarni MSi, didampingi Ketua KPID NT,B Yusron Saudi ST MPd, menghadirkan narasumber Wakil Ketua KPID NTB Andayani SE MM,  Komisioner KPID NTB, Sadhan SPd.

Evi Winarni MSi

Plt Asisten III Setda KLU Evi Winarni MSi mengatakan, melalui media digital dapat memberikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat. Agar di era pandemi tidak menjadi lemah, tetapi harus tetap berkarya dengan inovasi.

“Semoga acara ini sesuai dengan tujuannya, bagaimana menyaring informasi di media, memberikan informasi yang baik dan bermanfaat,” harapnya.

Dikatakannya, keberadaan media membantu situasi saat ini seperti di KLU. Menyampaikan informasi tentang penanganan Covid-19, harus disampaikan rilisnya kepada masyarakat.

Jika tidak ada media maka masyarakat tidak tahu. Lanjutnya, bagaimana menginformasikan kepada masyarakat secara reguler.

“Adanya intensitas media meliput dan menginformasikan, masyarakat bisa membedakan mana hoaks, mana informasi benar yang harus disampaikan ke publik atau kemudian informasi yang harus segera dilanjutkan ke masyarakat, mengenai regulasi dan lain-lain yang bermanfaat,” imbuhnya.

Diharapkan melalui ajang ini, bisa lebih kreatif, dan inovatif untuk ke depan ada pembentukan lembaga-lembaga penyiaran nantinya, sesuai aturan yang berlaku, tuturnya.

Plt Asisten yang juga Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan itu menyatakan, media dapat mempromosikan pariwisata, ritual adat, bahasa daerah termasuk hasil-hasil pertanian produktif yang bisa dijual ke daerah lain.

Ketua KPID Provinsi NTB Yusron Saudi ST MPd mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian Program Literasi Media dan Penyiaran Publik. Kegiatan yang dilakukan hampir pada seluruh kabupaten/kota di NTB.

Disampaikannya, bencana alam maupun non alam biasanya dibarengi dengan bencana informasi sehingga KPID merasa penting mengambil bagian, bagaimana mengurangi bencana informasi ini.

“KPID mengawasi seluruh radio dan televisi di NTB yang jumlahnya mencapai 67. Ada televisi nasional, Lembaga Penyiaran Publik, (LPP). KLU termasuk yang kita dorong untuk memiliki Lembaga Penyiaran Publik Lokal, sudah beberapa kali Bagian Humas dan Protokol, konsultasi termasuk mendorong adanya regulasi perda,” tuturnya.

Dikatakannya, lembaga penyiaran swasta yang ada di KLU adalah Silver FM, sedangkan televisinya belum ada.

Kaum muda perlu produktif dan inovatif dalam membantu masyarakat dengan keberadaan lembaga penyiaran publik. Menuju penyiaran digital, yang membuka peluang dan usaha baru bagi milenial muda untuk lebih inovatif.

Usai foto bersama, rangkaian acara dilanjutkan dengan penyampaian materi dari para narasumber, guna peningkatan kapasitas pemahaman, terkait literasi media di era pandemi. Penyiaran publik yang sehat dan bijak dalam bermedia.

sas




Peringatan Hari Santri Nasional 2020, Pj Sekda KLU Tekankan Pentingnya Penguasaan Teknologi

Tanpa penguasaan teknologi khususnya IT, akan tergerus oleh perkembangan zaman

GANGGA.lombokjournal.com

Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara Drs. H. Raden Nurjati menghadiri Peringatan Hari Santri Nasional, di Ponpes Syamsul Huda Lekok Gondang, Kecamatan Gangga, Kamis (22/10/20).

Mengangkat tema “Santri Bersholawat, Lombok Utara kuat, Indonesia Hebat, diawali dengan upacara bendera dilanjutkan dengan tabligh akbar serta diakhiri sejumlah lomba.

H. Raden Nurjati

Pj Sekda H. Raden Nurjati mengawali sambutan menyampaikan selamat Hari Santri Nasional bagi seluruh santri di gumi Tioq Tata Tunaq.

Menurutnya, sebagaimana tujuan pendidikan nasional yang berupaya meningkatkan, melaksanakan serta menggali ilmu pengetahuan dan teknologi, baik pada lingkungan pendidikan umum maupun pendidikan di pondok pesantren atau madrasah.

“Tanpa ilmu pengetahuan dan teknologi maka kita tergerus oleh perkembangan zaman. Bagaimana masyarakat kita bersaing dalam kegiatan untuk mendapatkan suatu prestasi,” katanya.

Dirinya meminta anak-anak KLU mengejar ilmu pengetahuan semaksimal mungkin. Pasalnya rata-rata pendidikan saat sekarang sudah maju tetapi perlu ditingkatkan terus.

Caranya menguasai teknologi, sebab tanpa penguasaan teknologi khususnya IT, maka akan tergerus oleh perkembangan zaman.

“Jadi, santri-santri nantinya betul-betul mantap secara ilmu pengetahuan dan menguasai teknologi. Kemudian meningkatkan iman dan takwa. Dengan iman dan taqwa kita bisa mengendalikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah kita peroleh, sebab tanpa iman dan taqwa bisa terjerumus ke hal-hal yang negatif,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, sekarang terlebih lagi saat musim pandemi kegiatan transaksi dan kegiatan lainnya dilakukan secara online. Selain itu, ia menekankan setiap orang harus punya keterampilan.

“Keterampilan ini banyak macamnya, misalnya sekarang ada keterampilan di bidang pertanian. Saat pandemi ini mengalami pertumbuhan positif tidak seperti sektor lain,” jelasnya.

Ditambahkannya pula, sehubungan dengan pandemi covid saat ini pemerintah daerah sedang dalam tahapan penegakan protokol Covid bekerja sama dengan TNI/Polri melakukan razia masker.

Bagi yang melanggar, dikenakan sanksi, baik sanksi sosial bahkan sanksi denda. Protokol kesehatan Covid-19 harus ditegakkan serta diterapkan agar penyebaran virus corona bisa dikurangi.

Ketua Tanfidziyah PCNU KLU diwakili oleh Ustadz Miptahudin MPdI menyampaikan, hari santri merupakan kado terindah bagi Nahdatul Ulama dan santriwan/santriwati di Indonesia, khususnya di KLU.

Presiden Jokowi pada 2015 menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional seraya mengajak para santri bersyukur, lantaran pemerintah telah menetapkan hari santri sebagai hari bersejarah.

“Sekarang bagaimana santri di KLU bisa tumbuh. Di mana-mana banyak pondok pesantren berdiri saat ini. Ini menunjukkan santri penting dalam kehidupan kita, baik dalam berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Dikatakannya, PCNU KLU mengapresiasi semua pihak yang ikut menyukseskan perayaan hari santri nasional tersebut sembari meminta para santri berperan dalam membangun daerah dengan kiprah sebagai penuntut ilmu agama sekaligus ilmu umum.

“Tugas santri sekarang tidak seberat tugas santri masa-masa dulu. Kita tahu zaman dulu para santri ikut berperang melawan penjajah. Pengorbanan mereka luar biasa untuk ikut serta dalam membela NKRI. Tantangan kita sebagai santri saat ini adalah tantangan teknologi dan tantangan kebodohan menyongsong masa depan. Jadi, tugas santri saat sekarang ini adalah belajar dan belajar,” pungkasnya.

Dalam peringatan Hari Santri itu Hadir Ketua Komisi 3 DPRD KLU Artadi, S.Sos, Ketua Baznas H. Sueb Yusup MMPd serta pengurus PCNU KLU. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Nahdatul Ulama itu berlangsung meriah dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

sid




Workhsop Virtual BPJS Kesehatan, Bersama Awak Media Mitra Kerja Kantor Cabang Seluruh Indonesia

Media massa sangat dibutuhkan, terutama di tengah pandemi agar tidak terjadi disinformasi

MATARAM.lombokjournal.com –-

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggelar media workshop secara virtual, yang diikuti awak media mitra kerja dari berbagai Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

Acara yang digelar selama 2 hari, yakni Kamis (22/10/20) dan Jum’at (23/10/20), pada hari pertama digelar 2 sesi.

M Iqbal Anas Maruf

Sesi pertama yang mengambil tema “Menjaga Keberlangsungan Program JKN KIS” menghadirkan narasumber yaitu Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo, Kepala Satgas Direktorat Penelitian dan Pengembangan Kedeputian Pencegahan KPK Kunto Ariawan, Ketua Tim Kendali Mutu, dan Kendali Biaya Pusat dr. Adang Bachtiar, Chief of Party USAID Health Financing Activity Prof. Hasbullah Thabrany dan pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio.

Pada sesi Kedua tema yang dibahas mengenai “Peran Jaminan Sosial Kesehatan di Era Pandemi Covid-19.”

Di sesi Kedua workshop menghadirkan narasumber di antaranya Tb A. Choesni Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Jesejahteraan Sosial Kemenko PMK RI, Prof Budi Hidayat Pakar Asuransi Kesehatan dan Raden Pardede Sekretaris Eksekutif Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Di Mataram, Kantor Cabang BPJS Kesehatan Kantor Cabang Mataram menggelar kegiatan virtual ini di Hotel Java Klui Senggigi. Selain dihadiri wartawan dari 5 media cetak dan online kegiatan ini juga diikuti Kepala Cabang BPJS Kesehatan Sarman Palipadang.

Acara yang akan dirangkai dengan Anugerah Lomba Jurnalistik BPJS Kesehatan 2020 di hari Kedua itu dibuka oleh Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan yang diwakili oleh Kepala Humas BPJS Kesehatan Muhammad Iqbal Anas Maruf.

Muhammad Iqbal Anas Maruf mengatakan, media merupakan pejuang keselamatan bangsa.

Peranan media massa sangat dibutuhkan, terutama di tengah pandemi agar tidak terjadi disinformasi, atau kesalahan penyampaian informasi.

“Saya juga berharap semua bisa sehat di tengah wabah pandemi saat ini,” kata Anas Maruf.

Dalam kesempatan tersebut Muhammad Iqbal Anas Maruf juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas partisipasi awak media baik kehadiran dalam workshop media ini diberbagai tempat di Indonesia, dan kepesertaannya dalam lomba anugrah jurnalistik BPJS Kesehatan 2020.

Rr/Aya (*)




Plt Bupati Lombok Utara Bersama Kaban PPSDMP Kementan RI, Launching Model BPP

Sejak awal berdirinya KLU, dibutuhkan banyak teman-teman pertanian di lapangan

KLU.lombokjournal.com

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP) Kementerian Pertanian RI (Kementan RI,) Prof Dedi Nursyamsi M Agr bersama Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH me-launcing Model Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Kamis (22/10/20).

Acara itu dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Nusa Tenggara Barat Ir Khusnul Fauzi MSi,  Kepala BPTP Mataram Dr Awaludin Hipi, Pj. Sekda KLU Drs H Raden Nurjati, Plt Kadis PPKP Ir Hermanto serta tamu undangan lainnya.

Prof Dedi Nursyamsi M Agr menyampaikan, pada masa pandemi Covid-19 ini ternyata kinerja pertanian meningkat tajam. PDP pertanian dalam arti luas meningkat 16,24 persen.

Kalau pertanian secaraspesifik peningkatannya 22,25 persen. Sementara sektor yang lain minus sampai 20 persen.

“Implikasinya pada seluruh kegiatan pertanian itu turun, pupuk turun, benih turun, tetapi petani kita tetap semangat sehingga produksi meningkat. Kami berpikir supaya ada peningkatan SDM petani. Oleh karena itu di Kementan, ada program yang disebut Komando Strategis Pertanian pada tingkat Kecamatan (Koslatani),” urainya.

Disampaikan, Koslatani sebenarnya adalah pemberdayaan BPP. Sejak zaman Presiden Soeharto dulu selalu dibangun, tetapi belakangan mati suri, dan kini dikembangkan lagi.

“Sejak tahun 1970 sampai 1984 swasembada pangan kita melejit sampai Indonesia mendapat penghargaan. Seiring Zaman Reformasi, BPP terlupakan. Kami ingin bekerjasama dengan Pemda KLU untuk sama-sama membangun SDM pertanian, khusus petani dan penyuluh melalui program Koslatani,” tuturnya.

Dijelaskannya, Program Koslatani tingkat kecamatan dikomandoi oleh camat, seluruh penyuluh disupport oleh Babhinkamtimas, Babinsa, toga, toma, dan tokoh perempuan. Tujuannya untuk memberdayakan penyuluh dan petani.

Kepada awak Prof Dedi Nursyamsi mengatakan, aktualisasi pembangunan sumber daya pertanian di KLU segera diimplementasikan melalui Program Koslatani pada tingkat kecamatan.

Baik itu bangunan fisik, sarana dan prasarana termasuk teknologi. Mulai dari pengolahan pertanian, permodalan sampai penjualan.

Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH menyatakan sejak awal berdirinya KLU, dibutuhkan banyak teman-teman pertanian di lapangan.

“Berbicara anggaran tentu semua harus memahami, karena anggaran berkurang cukup besar, tetapi coba supaya Koslatani ini segera dibentuk. Kemudian terkait dengan SDM dan sarana prasarana juga akan kita coba realisasi menjadi PR kedepannya,” tandasnya.

Di sela-sela kegiatan Plt Bupati Lombok Utara, menjawab pertanyaan awak media mengenai program Kementan mengatakan, prinsipnya Pemda KLU menyambut baik dan melaksanakan apa yang menjadi harapan Pemerintah Pusat. Menurutnya, KLU sebagai sasaran program, tentu ada nilai plusnya.

“Melihat potensi Lombok Utara, tentunya memungkinkan untuk kita kerja sama. Supporting para petani kita,” pungkasnya.

Rangkaian acara diakhiri dengan penyerahan plakat dari Pemda KLU.

sas




REI NTB Soroti Tata Ruang Kota Mataram

Tata ruang di Kota Mataram saat ini masih belum konsisten. Kawasan yang dijadikan lokasi perkantoran justru berdiri pertokoan

lombokjournal.com —

MATARAM ;    ataram – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pengurus Daerah Mataram menggelar diskusi bertema Tata Ruang Kota Mataram, Kamis (22/10/20).

Diskusi ini menghadirkan pembicara Ketua DPD REI NTB, Heri Susanto.

Heri sapaan akrabnya memberikan beberapa catatan khusus mengenai tata ruang Kota Mataram.

“Tata ruang ilmu paling primitif yang kita tahu. Seorang kepala daerah jika tidak memiliki kemampuan tata ruang saya yakin daerahnya tidak tertata bahkan kumuh,” bukanya.

Ia menjelaskan, ilmu tentang tata ruang adalah ilmu yang sudah ada sejak zaman Babilonia. Kota Babilonia sudah tertata layaknya bagaimana Firaun di Mesir menata kotanya.

Ia juga menjelaskan di Arab, tata ruang dikaitkan dengan keimanan. Sehingga semua jalan di sana tertata dengan rapi. Jika tidak tertata maka akan menjadi sebuah simbol rendahnya keimanan seseorang.

“Di Arab, tidak ada jalan yang jelek, karena itu menandakan imannya rendah,” kelekarnya.

Kaitan dengan Kota Mataram, jelang Pilkada ia berhatap masyarakat betul-betul memilih figur calon yang memiliki kemampuan tata ruang yang baik. Itu untuk mengatasi kesemrawutan pembangunan dan banyaknya kawasan kumuh di kota.

“Kita kaitkan dengan kepala daerah, latar belakang visi-misi mereka. Apakah kepala daerah memiliki visi yang jelas. Kehebatan pemerintah ketika mampu buat tata ruang yang bertahan lama,” ujarnya.

Heri juga mencontohkan Dubai. Bagaimana Dubai bisa menyerap banyak investor, karena Dubai memiliki tata ruang yang dapat bertahan hingga ratusan tahun ke depan.

“Kenapa Dubai banyak investor, karena memiliki tata ruang sampai 150 tahun kemudian,” tuturnya.

Ingat, Kota Mataram kedepan akan menjadi kota internasional, hal ini berkaitan dengan dilaksanaknnya kegiatan internasional motor GP

Data REI NTB, pada tahun 2017 atau 2018 pernah ramai dibahas LP2B atau Lahan Pangan Pertanian Berkelanjutan. Aturan tersebut diturunkan menjadi Perda untuk menyelamatkan lahan pertanian abadi.

“Niatnya mulia, jika ditempatkan di suatu wilayah sangat tepat karena jarang orang menghuni wilayah tersebut. Pelaksanaannya justru dipukul rata untuk semua daerah, akhirnya Kota Mataram memiliki beban harus memiliki sawah di atas 1.000 hektare. Tapi justru sisa 800 artinya ada pelanggaran,” ungkapnya.

“Pertanyaannya apa iya di Mataram memiliki sawah. Segala sesuatu harus proporsional,” katanya. Harusnya ruang terbuka hijau, bukan sawah ..

Seperti diketahui tata ruang di Kota Mataram saat ini masih belum konsisten. Kawasan yang dijadikan lokasi perkantoran justru berdiri pertokoan.

Begitu juga kawasan pendidikan yang bercampur dengan kawasan ekonomi hingga perkantoran.

Begitu juga dengan masih banyaknya bangunan-bangunan yang berada dekat dengan bantaran sungai yang justru membuat kesan kumuh Mataram semakin terlihat.

Dalam closing statemennya Heri menegaskan, untuk Kepala Daerah Kota Mataram ke depan, tidak dibutuhkan orang yang hebat. Tetapi cukup orang yang peduli dan paham tentang tata ruang Kota.

“Yang bisa menata Kota dan punya visi misi jelas untuk jangka panjang. Untuk anak cucu kita,” tegasnya.

Me




Wagub Minta Nakes Tidak Jenuh Layani Pasien Covid-19

Pengorbanan tenaga kesehatan (Nakes) di masa pandemi ini sangat luar biasa

 KABUPATEN BIMA.lombokjournal.com

Tenaga Kesehatan (Nakes) merupakan salah satu kelompok yang berisiko tinggi terpapar Covid-19. Selain butuh kesehatan fisik, mereka juga butuh kesehatan mental.

Karena itu, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah memberikan semangat dan motivasi kepada para tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD Kabupaten Bima, Kamis (22/10/20).

Wagub juga minta kepada tenaga kesehatan untuk tidak jenuh dalam melayani pasien yang terpapar oleh Covid-19. Hal ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Butuh kesabaran yang paripurna, butuh kedisiplinan yang luar biasa, butuh keistiqomahan, butuh keikhlasan, dan kita semua dalam kondisi apapun tetap layani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” kata Wakil Gubernur yang kerap disapa Umi Rohmi ini.

Ia menilai, pengorbanan tenaga kesehatan di masa pandemi ini sangat luar biasa.

Disamping mempertaruhkan diri sendiri, tenaga kesehatan juga rela meninggalkan keluarga demi keselamatan masyarakat dari wabah ini. Hal tersebut sangat diapresiasi oleh Wakil Gubernur.

Untuk menguatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Bima, Umi Rohmi memberikan bantuan masker dan ventilator untuk menunjang kegiatan mereka selama bertuga di rumah sakit.

Ia mengajak para tenaga kesehatan untuk terus bersatu menguatkan satu sama lain dan meningkatkan kerjasama antar tenaga kesehatan.

“Mari kita kuatkan diri satu sama lain saling menyemangati, InsyaAllah apa yang kita lakukan ini semua tercatat sebagai amal baik kita bagi kita semua,” ungkapnya.

Di akhir penyampaiannya, ia meminta kepada pihak rumah sakit untuk tetap memperketat penerapan protokol kesehatan agar penyebaran Covid-19 ini bisa ditekan. Selain itu, rumah sakit diminta meniadi pusat edukasi protokol kesehatan bagi pasien maupun keluarga pasien yang membesuk.

“Terakhir, saya sangat berharap rumah sakit ini menjadi pusat edukasi masyarakat.Tunjukanlah penerapan protokol kesehatan yang sungguh-sungguh, setiap orang yang masuk ke rumah sakit ini harus memakai masker,” tutupnya.

Direktur RSUD Kabupaten Bima, drg. H. Ihsan Mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan bantuan yang telah diberikan kepada rumah sakit. Dirinya akan memastikan bahwa protokol kesehatan di RSUD ini berjalan dengan baik.

Usai memberikan motivasi di RSUD Kabupaten Bima, Umi Rohmi langsung beranjak ke Posyandu Desa Monggo untuk meresmikan Posyandu Keluarga. Disana ia langsung meninjau Posyandu Keluarga tersebut.

Ia berpesan kepada seluruh kader Posyandu Keluarga dan kepala desa untuk senantiasa konsisten mengembangkan dan menjalankan setiap Program Posyandu keluarga demi kesehatan masyarakat Desa Monggo.

Rr/HmsNTB




Rakornas Pengendalian Inflasi, Presiden Minta Kepala Daerah Perhatikan Ketersediaan Pangan

Presiden meminta para Gubernur, Bupati dan Walikota, agar betul-betul memperhatikan ketersediaan pangan di wilayah masing-masing

 LOTENG.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menghadiri Rakornas Pengendalian Inflasi 2020 secara virtual yang dibuka langsung oleh Presiden RI H.Jojo Widodo, Kamis (22/10/20).

Rakornas yang mengusung tema “Transformasi Digital UMKM Pangan untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi dan stabilitas Harga menuju Indonesia Maju” tersebut diikuti Guberur saat berada di Novotel, Lombok Tengah didampingi Kepala Biro Ekonomi dan pejabat dari Dinas Koperasi dan UMKM Prov.NTB

Presiden RI Joko Widodo yang membuka Rakornas mengemukakan, saat ini menjaga keseimbangan pasokan barang sangat diperlukan, agar di saat perekonomian mulai pulih dan daya beli masyarakat telah kembali normal, tidak terjadi tekanan signifikan terhadap harga-harga.

Lanjut Presiden, Pemerintah Pusat menyalurkan skema program perlindungan sosial yang bersifat cash transfer dari PKH bantuan sosial tunai, dana desa, kartu prakerja, subsidi gaji, dan bantuan UMKM.

Berbagai skema bantuan sosial tersebut diharapkan akan meningkatkan konsumsi rumah tangga, menaikan kembali demand dan akhirnya mendorong tumbuhnya supply.

“Diharapkan apa yang telah dilakukan pemerintah pusat, diperkuat lagi di daerah, dan percepatan realisasi APBD, terutama belanja bantuan sosial dan belanja modal yang mendukung pemulihan ekonomi,” ungkap Presiden.

WHO lanjut Presiden  telah memperingatkan, pandemi Covid-19 dapat menimbulkan krisis pangan.

Sehingga Presiden meminta para Gubernur, Bupati dan Walikota, agar betul-betul memperhatikan ketersediaan pangan di wiliyah masing-masing.

“Hal ketersediaan pangan saya meminta kepada para Gubernur, Bupati dan Walikota agar hati-hati, sekali lagi hati-hati, kesediaan data itu sangat penting untuk merumuskan kebijakan yang tepat. Segera perkuat data informasi pangan, di pusat sudah ada pusat informasi harga strategis untuk daerah, saya harap dikembangkan jenis data dan informasi yang penting lainnya,” tambahnya.

Seluruh data baik di pusat maupun daerah harus tersinergikan dengan akurat, agar jika ada persoalan pangan, dapat cepat teratasi.

“Data produksi, data konsumsi yang akurat sangat penting, karena berdasarkan data tersebut kita akan mengetahui lebih cepat mana provinsi yang kekuranagan, mana provinsi yang kelebihan dan berdasarkan data tersebut, perdagangan antar daerah bisa didorong dan kerjasama antar daerah bisa diperkuat,” ujarnya.

Selain data, Presiden juga meminta kepada Gubernur dan Walikota untuk memberikan informasi yang positif dan optimis kepada masyarakat.

“Sampaikan perkembangan kebijakan dan langkah-langkah penanganan pandemi covid, setiap saat jelaskan program pemulihan ekonomi nasional yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerindah daerah,” pintanya.

Terakhir, Presiden mengemukakan, dengan bergotong royong dalam menghadapi situasi yang sulit seperti saat ini, maka kesehatan dan ekonomi Indonesia akan segera bangkit.

Rr/HmsNTB

 




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 22 Oktober 2020, Bertambah 20 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 27 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

Virus Covid-19 tidak ditularkan oleh hewan, tetapi menular antar manusia terutama dari orang-orang terdekat. Covid-19 ditularkan melalui cipratan liur (droplet) yang dikeluarkan seseorang dari mulut atau hidung ketika bersin, batuk, bahkan saat berbicara

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB,Laboratorium PCR Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong dan Laboratorium TCM RS.H.L.Manambai mengkonfirmasi, ada tambahan 20 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Kamis (22/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 187 sampel dengan hasil 161 sampel negatif, 6 sampel positif ulangan, dan 20 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 27 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 20 kasus baru terkonfirmasi positif, 27 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis ini (22/10/20) sebanyak 3.825 orang, dengan perincian 3.106 orang sudah sembuh, 216 meninggal dunia, serta 503 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 20  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 27 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3806, an. S, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Unram;
  2. Pasien nomor 3807, an. DR, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSD Wisma Seganteng;
  3. Pasien nomor 3808, an. RKY, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Barejulat, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 3809, an. J, perempuan, usia 84 tahun, penduduk Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  5. Pasien nomor 3810, an. YH, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  6. Pasien nomor 3811, an.IA, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3672. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  7. Pasien nomor 3812, an. SR, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu.. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3672. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  8. Pasien nomor 3813, an. AA, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Soro, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3726. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Dompu;
  9. Pasien nomor 3814, an. S, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3726. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  10. Pasien nomor 3815, an. K, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Lagam, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L.Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  11. Pasien nomor 3816 an. WN, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Montong Beter, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  12. Pasien nomor 3817, an. NF, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di runag isolasi RSUD Dr.R.Soedjono Selong;
  13. Pasien nomor 3818, an. SS, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr.R.Soedjono Selong;
  14. Pasien nomor 3819, an. B, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Bagik Nyaka Santri, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
  15. Pasien nomor 3820, an. NPN, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Lewirato, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS.Bhayangkara Mataram;
  16. Pasien nomor 3821, an. EHS, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS.Bhayangkara Mataram;
  17. Pasien nomor 3822, an. STA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS.Bhayangkara Mataram;
  18. Pasien nomor 3823, an. SJ, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS.Bhayangkara Mataram;
  19. Pasien nomor 3824, an. IKPD, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS.Bhayangkara Mataram;
  20. Pasien nomor 3825, an. P, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS.Bhayangkara Mataram.

Hari Kamis terdapat penambahan 27 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2850, an. IS, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  2. Pasien nomor 2965, an. EA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  3. Pasien nomor 3107, an. D, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Batujai, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  4. Pasien nomor 3142, an. ISP, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  5. Pasien nomor 3145, an. MAEP, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  6. Pasien nomor 3154, an. M, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah;
  7. Pasien nomor 3214, an. S, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  8. Pasien nomor 3216, an. K, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah;
  9. Pasien nomor 3237, an. I, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
  10. Pasien nomor 3259, an. KAAB, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Praya, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah;
  11. Pasien nomor 3266, an. IPS, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Ubung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
  12. Pasien nomor 3283 an. IBM, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah;
  13. Pasien nomor 3285, an. MKY, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah;
  14. Pasien nomor 3298, an. NA, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  15. Pasien nomor 3316, an. MR, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  16. Pasien nomor 3369, an. M, perempuan, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  17. Pasien nomor 3392, an. LMDWA, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah;
  18. Pasien nomor 3395 an. N, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  19. Pasien nomor 3480, an. M, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  20. Pasien nomor 3522, an. RAH, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  21. Pasien nomor 3543, an. AA, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  22. Pasien nomor 3563, an. AA, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  23. Pasien nomor 3603, an. RS, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  24. Pasien nomor 3622, an. A, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  25. Pasien nomor 3691, an. S, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Kuang Baru, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  26. Pasien nomor 3698, an. R, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur;
  27. Pasien nomor 3703, an. NU, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Kamis  ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 3803, an. MJ, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur.

Lalu Gita Aryadi menjelaskan, virus Covid-19 tidak ditularkan oleh hewan, tetapi menular antar manusia terutama dari orang-orang terdekat. Covid-19 ditularkan melalui cipratan liur (droplet) yang dikeluarkan seseorang dari mulut atau hidung ketika bersin, batuk, bahkan saat berbicara.

Dikatakan, droplet dapat jatuh dan menempel pada bendabenda di sekitar kita. Oleh karena itu, ketika kita memegang benda-benda tersebut, tangan kita berpotensi menjadi jalur transmisi penularan Covid-19 jika menyentuh hidung, mulut, dan mata.

“Karenanya mari tetap patuh pada protokol kesehatan dengan senantiasa menggunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan dengan sabun serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai gaya hidup baru,” kata Lalu Gita Aryadi.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Libur Panjang, Menkopolhukam  Ingatkan Semua Pihak Harus Antisipasi Penularan Virus

Potensi kerumunan di transportasi umum, atau di tempat-tempat seperti terminal, stasiun, bandara, tempat rekreasi dan sebagainya, harus diantisipasi, jangan sampai menjadi pusat penularan baru

MATARAM.lombokjournal.com

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Moh. Mahfud MD, minta semua pihak mengantisipasi potensi kerawanan, terutama penularan Covid-19 dimasa libur panjang.

Jangan sampai setelah libur panjang muncul pusat-pusat penularan Covid-19 yang baru.

“Disitu akan terjadi kerawanan – kerawanan yang harus kita antisipasi yang mungkin tidak kondusif atau tidak sejalan dengan kebijakan pokok Pemerintah pada saat ini, yaitu protokol kesehatan,” kata Mahfud MD.

Saat ITU Mahfud  memberi arahan dalam Rapat Koordinasi Antisipasi Libur Panjang Cuti yang dikuti oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu  Gita Ariadi, M.Si., bersama unsur anggota Forkompinda Provinsi NTB di Ruang Rapat Utama (RRU) Kantor Gubernur NTB, Kamis (22/10/20).

Menurutnya, setiap ada libur panjang selalu ada potensi  kerumunan atau tumpukan orang.

Misalnya di transportasi umum, atau di tempat-tempat seperti terminal, stasiun, bandara, tempat rekreasi dan sebagainya. Tentu semua potensi ini harus diantisipasi, jangan sampai menjadi pusat-pusat penularan baru.

Ini akan  berakibat pada menurunnya tingkat kesembuhan pasien yang sudah bagus.

“Kemudian persentase penularan yang juga sudah bagus, tingkat kematian yang juga sudah bagus, karena sedikit, di tingkat kematian itu tiga koma sekian persen, masih lumayan meskipun tidak sama dengan rata-rata dunia, bisa menurun lagi. Nah itu semua harus diantisipasi,” kata Mahfud.

Mahfud menyinggung soal perayaan Maulid Nabi.

Kata dia, Maulid Nabi itu adalah salah satu peringatan keagamaan.  Satu pertanda bahwa negara ini sangat menghargai acara keagamaan.

Namun karena saat ini masa pandemi, jangan sampai perayaan hari keagamaan jadi kluster penularan Covid-19. Karenanya penerapan protokol kesehatan harus diperhatikan betul.

“Nanti tentu akan banyak yang menyampaikan, yang mengamankan jalan siapa, yang maulidan siapa, tempat rekreasi siapa dan semuanya itu akan sangat ditentukan bagaimana daerah, pimpinan daerah, Forkompinda dan seluruh jajarannya itu berkoordinasi untuk melakukan antisipasi atas berbagai kemungkinan,” tegasnya.

Prof. Dr. Agus Saptono, mewakili Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menyampaikan seruan kementeriannya kepada masyarakat.

Di antaranya di masa pandemi ini, masyarakat harus tetap disiplin dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Selain itu pengawasan juga melibatkan unsur TNI-Polri disejumlah titik keramaian dan memperbanyak pos-pos pemantauan Protokol Kesehatan di daerah.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kewaspadaan masyarakat agar tidak timbul kluster-kluster baru serta perlunya penyediaan dan penerapan Protokol Kesehatan di tempat-tempat kerja dan lain sebagainya.

Selain itu perlu dilakukan tes rapid atau swab bagi masyarakat yang sudah melakukan libur panjang.

Kepala BNPB, Letjen Doni Munardo, mengaku gembira karena angka kesembuhan masyarakat dari Covid-19 mulai meningkat, meski angka kematian masih terbilang tinggi.

Namun kondisi sepert ini tidak membuat kehilangan kewaspadaan bagi masyarakat untuk tetap berhati-hati menghadapi Covid-19 ini. Tentunya dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan untuk hidup lebih sehat dan selamat.

Monardo juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai cuaca ekstrim yang akan melanda Indonesia seperti banjir, tanah longsor dan sebagainya yang harus diwaspadai dampaknya.

“Pesan saya selama liburan nanti lebih baik berlibur bersama keluarga di rumah dengan melakukan hal-hal positif yang bisa meningkatkan imun masyarakat,” kata Doni.

Terkait transportasi, Menteri Perhubungan, Budi Karya, menyampaikan, pihaknya akan membangun koordinasi yang kuat dengan pihak Lantas di lapangan, terutama saat terjadinya kemacetan lalu lintas saat mudik libur Panjang. Masyarakat pengguna jalan maupun pengguna transportasi lainnya baik darat, laut dan udara untuk tetap memerhatikan protokol kesehatan dengan baik, agar terhindar dari serangan Covid-19.

“Kita ingin lakukan hal ini dengan hasil yang baik. Tentunya kekompakan harus kita pegang teguh dan jalankan secara tertib pula,” pesan Menhub.

IKP@diskominfotik_ntb