Bang Zul Harapkan Anak Muda Tumbuh di Lingkungan yang Baik

Anak-anak NTB didorong kuliah di luar negeri, agar menyadari betapa luasnya dunia, berapa jauhnya tertinggal, dan betapa banyaknya potensi yang kita miliki

MATARAM.lombokjournal.com

Meski memiliki talenta yang baik tapi jika tumbuh di lingkungan yang kurang baik, maka lambat laun talenta tersebut akan mati.

Anak muda NTB diharapkan dapat dipupuk dan tumbuh di lingkungan yang baik agar mampu berkembang dan memiliki potensi yang luar biasa.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menegaskan itu, saat menjadi narasumber pada program “Sabtu Untuk Semua” yang digelar secara virtual oleh Yayasan Pemberdayaan Nathan Indonesia (YPNI),  Sabtu (24/10/20)

Program tersebut mengangkat tema “Menyiapkan Masa Depan Anak Muda NTB”. Nathan Indonesiaadalah tempat berkumpulnya anak-anak muda untuk diberikan pelatihan tentang kepemimpinan dan pengembangan diri.

“Kita carikan lingkungan yang baik supaya bisa tumbuh dan dipupuk sebagaimana manusia agar bisa memiliki kesempatan kuliah dan kerja di luar negeri,” kata Gubernur.

Anak muda masa lalu dan masa yang akan datang, memiliki substansi yang sama, walaupun memiliki tantangan yang berbeda.

Menurut Gubernur, apa yang telah dilakukan oleh YPNI ini memberikan inspirasi dengan pengalaman yang telah dijalani, serta pendidikan dan sudut pandang yang berbeda.

“Mudah-mudahan potensi yang luar biasa di NTB ini bisa dididik untuk kemudian kita alirkan pada aliran yang dapat berkontribusi untuk NTB, Indonesia bahkan dunia,” tutur Bang Zul..

Lebih lanjut dikatakan, orang yang memiliki kemampuan di NTB sangat banyak. Anak muda NTB diminta untuk tidak takut bersaing. Karena sudah saatnya NTB menularkan satu cara berpikir untuk saling menjunjung win win situation.

“Lebih banyak anak muda yang kita berikan semangat dan inspirasi untuk kemudian lebih banyak orang yang hebat di kemudian hari berasal dari NTB, sehingga dengan sendirinya menularkan efek positif untuk daerah,” ujar Bang Zul.

Bang Zul sangat mendorong anak-anak NTB untuk kuliah di luar negeri, agar menyadari betapa luasnya dunia, berapa jauhnya tertinggal, dan betapa banyaknya potensi yang kita miliki.

“Era semakin terbuka dan akses kemana pun terbuka. Dengan ini kepemimpinan harus dimaknai lebih luas, bukan hanya pemimpin yang terlibat dalam bidang politik tetapi juga pemimpin di dunia bisnis,” kata Bang Zul.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Sabtu, 24 Oktober 2020, Bertambah 22 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 16 Orang, Kasus Kematian 2 (Dua) Orang

Makin banyak orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala sehingga perilaku sehat 3M menjadi upaya pencegahan yang sangat penting

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Dr.R.Soedjono Selong, Laboratorium Prodia dan Laboratorium TCM RSUD Bima mengkonfirmasi, ada tambahan 22pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Sabtu (24/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 148 sampel dengan hasil 126 sampel negatif dan 22 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 16 orang, kasus kematian 2 (Dua) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 22 kasus baru terkonfirmasi positif, 16 tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (24/10/20) sebanyak 3.853 orang, dengan perincian 3.136 orang sudah sembuh, 219 meninggal dunia, serta 498 orang masih positif.

“Diharapkan juga kepada petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 22  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 16 ORANG, KASUS KEMATIAN 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3832, an. YBP, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Pemenang Barat, kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menj lani isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas Pemenang;
  2. Pasien nomor 3833, an. P, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi.. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Unram;
  3. Pasien nomor 3834, an. M, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Desa Monta Baru, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  4. Pasien nomor 3835, an. A, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3647. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sondosia Bima dan Puskesmas Bolo;
  5. Pasien nomor 3836, an.WS, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Bontokape, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3647. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sondosia Bima dan Puskesmas Bolo;
  6. Pasien nomor 3837, an. H, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3647. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sondosia Bima dan Puskesmas Bolo;
  7. Pasien nomor 3838, an. FT, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Bontokape, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3647. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sondosia Bima dan Puskesmas Bolo;
  8. Pasien nomor 3839, an. M, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3647. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sondosia Bima dan Puskesmas Bolo;
  9. Pasien nomor 3840, an.N, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Naru, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3239. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sondosia Bima dan Puskesmas Sape;
  10. Pasien nomor 3841, an. AFR, laki-laki, usia 5 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Bima;
  11. Pasien nomor 3842, an. NF, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  12. Pasien nomor 3843, an. AR, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  13. Pasien nomor 3844, an. NVW, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  14. Pasien nomor 3845, an. AF, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  15. Pasien nomor 3846, an. RM, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3783. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  16. Pasien nomor 3847, an. LAM, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3544. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  17. Pasien nomor 3848, an. SS, perempuan, usia 73 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  18. Pasien nomor 3849, an. LI, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3396. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  19. Pasien nomor 3850, an. RA, perempuan, usia 11 tahun, penduduk Kelurahan Penanae, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kabupaten Bima;
  20. Pasien nomor 3851, an. BWW, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur,Labuhan Haji;
  21. Pasien nomor 3852, an. H, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Sandubaya, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur,Labuhan Haji;
  22. Pasien nomor 3853, an. SAH, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Bagik Nyaka, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr.R.Soejono,Selong.

Hari Sabtu terdapat penambahan 16 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3407, an. N, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 3461, an. AHI, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Pungka, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
  3. Pasien nomor 3568, an. K, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Leu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima;
  4. Pasien nomor 3570, an. RAH, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Tumpu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  5. Pasien nomor 3571, an. N, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Bolo, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima;
  6. Pasien nomor 3634, an. FA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Songak, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  7. Pasien nomor 3642, an. NS, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 3681, an. RS, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 3685, an. MG, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 3687, an. LGAG, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah;
  11. Pasien nomor 3706, an. H, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 3712, an. AAH, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Gegelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara;
  13. Pasien nomor 3714, an. RSD, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  14. Pasien nomor 3732, an. MDAA, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  15. Pasien nomor 3735, an. ZAZ, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Desa Belo, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat;
  16. Pasien nomor 3737, an. MHR, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Kakian, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa.

Hari Sabtu ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 3748, an. A, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Desa Manggeasi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  2. Pasien nomor 3834, an.M, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Desa Monta Baru, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, di masa pandemi Covid-19 perlu adanya  perubahan perilaku masyarakat yang menyangkut 3  hal yakni:

  1. Iman, yaitu beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing;
  2. Aman, yaitu patuh terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yang dikenal dengan istilah 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun; serta
  3. Imun, yaitu istirahat cukup, olahraga teratur, tidak panik, bergembira, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Setiap orang harus mau dan mampu melakukan perubahan perilaku kepatuhan 3M sehingga dapat mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Ditegaskan, Saat ini makin banyak orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala sehingga perilaku sehat 3M menjadi upaya pencegahan yang sangat penting.

“Mari kita mulai membiasakan diri dan membudayakan 3M secara kolektif di dalam kehidupan pribadi dan di dalam seluruh aktivitas sosial ekonomi sehingga tetap bisa produktif dan aman ditengah pandemi ini,” kata Lalu Gita.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan  Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Bunda Niken Sarankan Para Perias Tetap Kreatif

Adanya pandemi Covid-19 ini tidak membuat orang hanya berdiam diri, namun harus semangat dalam belajar dan meningkatkan kapasitas diri

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua Umum BKOW Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah, membuka kegiatan Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Sasak Baku bagi peserta didik Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Endah Salon, di Aula Wisma BP PAUD Dikmas NTB, Sabtu (24/10/20).

Hj.Niken mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini, sebab kegiatan itu sudah lama terkendala oleh pandemi Covid-19.

“Dan ini adalah suatu kegiatan yang harus diapresiasi karena kita sedang berupaya meningkatkan kualitas diri kita semua dan Alhamdulillah kegiatan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin,”ujar Bunda Niken, sapaan akrabnya.

Bunda Niken kemudian menyarankan dengan adanya pandemi Covid-19 ini tidak membuat orang hanya berdiam diri.

Namun harus harus semangat dalam belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Kegiatan Uji Kompetensi Tata Rias Pengantin Sasak Baku ini merupakan kesempatan untuk mendapatkan sertifikat kompetensi tata rias yang menjadi bekal dalam meningkatkan usaha.

“Saya sangat senang mendengar dalam beberapa waktu akan datang, akan ada lagi uji kompetensi yang akan dilakukan. Ini menandakan kita mulai bergerak mengisi waktu dengan hal yang bermanfaat” ujarnya.

Para peserta diingatkan agar terus meningkatkan kreatifitas dan dapat terus belajar meskipun telah mendapatkan sertifikat kompetensi.

Mereka juga disarankan agar memasarkan jasa melalui platform digital untuk memperoleh manfaat dari mengikuti kegiatan tersebut.

“Kalau sudah dapat sertifikat kompetensi, teruslah belajar dan jangan lupa memasarkan jasa yang sudah diperoleh ini ke berbagai pihak,untuk terus memperoleh pengalaman yang lebih baik, dan semoga dapat dibanggakan di wilayah masing-masing,” pesan Buda Niken.

Ketua Tempat Uji Kompetensi (TUK) Endah Salon, Hj. Titi Soeharto berterimakasih kepada seluruh tamu undangan serta mengapresiasi para peserta yang telah mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan ini diikuti oleh 75 peserta dari berbagai macam lembaga yang ada di sejumlah daerah di Lombok.

Titi Soeharto berharap semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini.

Rr/HmsNTB




BPJS Kesehatan Memberi Penghargaan 15 Jurnalis Pemenang Lomba Karya Jurnalistik Tahun 2020

Lomba Karya Jurnalistik Tahun 2020 diikuti oleh 152 peserta dari berbagai media massa lokal maupun nasional di Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberikan apresiasi kepada 15 jurnalis pemenang Lomba Karya Jurnalistik Tahun 2020, Jumat (23/10.20).

Apresiasi tersebut disampaikan pada para jurnalis Indonesia yang dinilai telah mengedukasi masyarakat tentang Program JKN-KIS lewat karya-karyanya melalui berbagai media.

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS, Kesehatan Andayani Budi Lestar mengucapkan selamat kepada para pemenang Lomba Karya Jurnalistik Tahun 2020 yang dselenggaakan BPJS Kesehatan.

“Tidak mudah memilih pemenang di antara ratusan karya-karya terbaik yang dikirimkan oleh rekan-rekan jurnalis media massa dari seluruh Indonesia. Terima kasih telah mengedukasi dan menginsipirasi masyarakat untuk peduli terhadap pentingnya menjaga kebelangsungan Program JKN-KIS,” kata Andyani dalam acara pemberin penghargaan Lomba Karya Jurnalistik Tahun 2020 yang dihadiri ratusan jurnalis dari seluruh Indonesia secara online tersebut.

Dalam Lomba Karya Jurnalistik Tahun 2020 ini,  diikuti oleh 152 peserta dari berbagai media massa lokal maupun nasional di Indonesia.

Jumlah karya yang masuk sebanyak 239 karya, terdiri atas 20 karya media cetak, 67 karya media online, 122 karya foto jurnalistik, 17 karya televisi, dan 13 karya radio.

Untuk menjaga netralitas dalam melakukan penilaian, nama jurnalis dan media massa pada seluruh karya lomba yang masuk telah dihilangkan, sehingga bersifat anonim.

Andayani mengapresiasi peran jurnalis dalam mendukung implementasi Program JKN-KIS dengan memberikan berbagai informasi dan masukan yang konstruktif kepada BPJS Kesehatan untuk menyempurnakan layanan dari waktu ke waktu.

Berikut para pemenang Lomba Karya Jurnalistik Tahun 2020:

Kategori Media Cetak

juara 1:  Robby Patria dari Tanjung Pinang Pos dengan judul karya “Pelayanan Tetap Prima di Situasi Genting”

Juara 2:  Heru Prayitno dari Radar Sampit dengan judul karya “Jangan Gugat Lagi Penyelamat Kami”

Juara 3:  Adi Kurniawan dari Sriwijaya Post dengan judul karya “Bayi Sehat Sri pun Bisa Berhemat, Program Relaksasi BPJS Kesehatan”

Kategori Media Online

Juara 1:  Stefy Thenu dari Beritasatu.com dengan judul karya “Melayani dengan Hati di Masa Pandemi”

Juara 2:  Irawan Sapto Adhi dari Kompas.com dengan judul karya “Saat Ketua RTRW di Solo Keroyokan Ajak Warga Daftar JKN-KIS”

Juara 3:  Sarah Meiliana Gunawan dari Republik Merdeka Online dengan judul karya “Gapai Layanan Kesehatan Lewat Gawai

 Kategori Foto Jurnalistik

Juara 1:  Givo Alputra dari Prokabar.com dengan judul karya “Masker Pelindung Wajah”

Juara 2:  Harviyan Perdana Putra dari Antara Foto dengan judul karya “Jemput Bola Layanan BPJS Kesehatan”

Juara 3: Agus Bagjana dari Pos Metro Batam dengan judul karya “Enam Tahun BPJS Menemani Pasien Kemoterapi”

Kategori Televisi

Juara 1:  Gancar Wicaksono dari CNN Indonesia Jawa Timur dengan judul “Profesi Penagih Tunggakan BPJS Kesehatan”

Juara 2:  Ervan Wahzudin dari Kompas TV dengan judul “Aman Berobat di Tengah Pandemi Covid-19”

Juara 3:  Fahrani dari TVRI Jawa Barat dengan judul “BPJS dalam Genggaman”

 Kategori Radio 

Juara 1:  Ardi dari RRI Merauke dengan judul “BPJS Hadir bagi Pasien Covid-19”

Juara 2:  Ustad Mukorobin dari RRI Purwokerto dengan judul “Mobile JKN Berpendar Dalam Pelayanan di Kala Pandemi”

Juara 3:  Anik Mukholatin dari RRI Surabaya dengan judul “BPJS Kesehatan Mendapatkan Tugas Khusus dari Pemerintah.”

Rr

 

 




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 23 Oktober 2020, Bertambah 6 (Enam) Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

Makin banyak orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala sehingga perilaku sehat 3M menjadi upaya pencegahan yang sangat penting

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB,Laboratorium PCR Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium Prodia dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi, ada tambahan 20 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Jum’at (23/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 146 sampel dengan hasil 135 sampel negatif, 5 sampel positif ulangan, dan 6 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 14 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 6 (enam ) kasus baru terkonfirmasi positif, 14 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at (23/10/20) sebanyak 3.831 orang, dengan perincian 3.120 orang sudah sembuh, 217 meninggal dunia, serta 494 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

Diharapkan, petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

TAMBAHAN 6 (ENAM)  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 14 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3826, an. M, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Praya;
  2. Pasien nomor 3827, an. BNH, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Muncan, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah.. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Praya;
  3. Pasien nomor 3828, an. IMDW, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Bhayangkara, Mataram;
  4. Pasien nomor 3829, an. SDN, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD.H.L.Manambai Abdulkadir dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  5. Pasien nomor 3830, an. YTPF, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD.H.L.Manambai Abdulkadir dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
  6. Pasien nomor 3831, an. N, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu.

Hari Jum’at terdapat penambahan 14 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2061, an. H,perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 2079, an. HPP,laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 2320, an. AGM, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 2400, an. DIS, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 2442, an. A, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 2480, an. MS, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3300, an. LHAW, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  8. Pasien nomor 3474, an.S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Denggen Timur, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 3488, an.B, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  10. Pasien nomor 3489, an. S, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  11. Pasien nomor 3517, an. EA, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  12. Pasien nomor 3536, an. UNAG, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  13. Pasien nomor 3542, an. M, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima;
  14. Pasien nomor 3595, an. F, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Songak, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Jum;at ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 3815, an. K, lakilaki, usia 68 tahun, penduduk Desa Lagam, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, Untuk mencegah penularan Covid-19 diperlukan perubahan perilaku masyarakat yang menyangkut 3 hal yakni :

  1. Iman, yaitu beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing;
  2. Aman, yaitu patuh terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yang dikenal dengan istilah 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun; serta
  3. Imun, yaitu istirahat cukup, olahraga teratur, tidak panik, bergembira, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Setiap orang harus mau dan mampu melakukan perubahan perilaku kepatuhan 3M sehingga dapat mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Menurutnya,  makin banyak orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala sehingga perilaku sehat 3M menjadi upaya pencegahan yang sangat penting.

Mari kita mulai membiasakan diri dan membudayakan 3M secara kolektif di dalam kehidupan pribadi dan di dalam seluruh aktivitas sosial ekonomi sehingga tetap bisa produktif dan aman ditengah pandemi ini.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119




Hj. Niken Apresiasi Pelaksanaan Kemah Dakwah Immawati

Dengan kegiatan ini, mahasiswa dapat lebih banyak berkontribusi membantu masyarakat untuk memberikan solusi-solusi atas masalah yang terjadi di masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah  menjadi keynote speaker kegiatan Kemah Dakwah Immawati di Universitas Muhammadiyah Mataram, Jumat (23/10/20).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Menanamkan Nilai Tri Kompetensi Dasar Ikatan dalam Mewujudkan Immawati yang Mandiri, Loyal dan Berkemajuan”.

Hj. Niken mengapresiasi kegiatan Kemah Dakwah ini karena merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia terutama dari kalangan mahasiswi.

Pada masa pandemi ini sangat membutuhkan SDM yang mampu bertahan dan memberikan solusi atas apa yang terjadi serta dapat meningkatkan kualitasnya dari berbagai sisi seperti iman, ilmu dan amalnya.

“Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi para mahasiswi para Immawati untuk banyak belajar menerima ilmu dari senior-senior dari para tokoh-tokoh agar mereka bisa mendapatkan bekal yang baik,” jelasnya.

Hj. Niken mendukung para Immawati agar dapat memperbesar kapasitas diri belajar melaksankan tugas-tugas, dan belajar tentang tenggang rasa.

“Kita sedang memperbesar kapasitas diri kita, saya selalu mendukung semua ananda, anak-anak muda yang ingin belajar setinggi-tingginya,” tutur Hj. Niken.

Ia berharap dengan kegiatan ini, mahasiswa dapat lebih banyak berkontribusi membantu masyarakat untuk memberikan solusi-solusi atas masalah yang terjadi di masyarakat.

“Tentu saja harapan saya kegiatan kemah dakwah ini bisa dilanjutkan lagi dengan kegiatan-kegiatan amal sholeh yang bermanfaat bagi masyarakat karena mahasiswa adalah harapan masyarakat untuk bisa membantu mereka memberikan solusi-solusi atas masalah mereka,” tutur Hj. Niken.

Ketua Bidang Immawati Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah berharap, Immawati sebagai kader perempuan dan penguat jati diri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Pembinaan Moral dapat tertanam dalam diri setiap anggotanya.

“Karena memang pada dasarnya, kita harapkan tertanamnya 3 nilai yang ada di dalam Immawati seperti intelektualitasnya, religiulitasnya dan humanitasnya,” tuturnya.

Hal tersebut demi terwujudnya organisasi Islam yang berakhlak mulia. Oleh karena itu, 3 hal tersebut harus ada dalam diri Immawati.

“Sebab ilmu tanpa agama itu buta dan agama tanpa ilmu itu pincang. Sebaik-baiknya manusia itu adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya,” serunya.

Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Kota Mataram mengatakan, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah akan terus maju dan berkembang ke depan untuk melahirkan kader-kader yang potensial untuk melanjutkan estafet keberlanjutan Muhammadiyah.

“Terima kasih banyak telah memberikan kesempatan dan membangun satu frekuensi yang sama untuk NTB yang berkemajuan,” katanya.

Rr/HmsNTB




CAPITAL MARKET SUMMIT & EXPO (CMSE) 2020

MATARAM.lombokjournal.com

OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK) bersama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), menyelenggarakan acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2020 secara virtual.

Diselenggarakan pada Senin (19/10/20) hingga Sabtu (24/10/20), CMSE 2020 diadakan sebagai rangkaian dari peringatan 43 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia.

Sejalan dengan tujuan untuk meningkatkan literasi serta inklusi masyarakat terhadap Pasar Modal Indonesia, CMSE 2020 dikemas dalam format serangkaian kegiatan seminar (Summit) dan pameran (Expo) Pasar Modal Indonesia, sebagai sarana untuk menampilkan peran dan fungsi dari seluruh lembaga, profesi, produk, dan layanan di Pasar Modal Indonesia kepada para stakehoders dan publik.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada CMSE 2020 kali ini kegiatan pameran para stakeholders pasar modal, seminar, dan kegiatan edukasi serta sosialisasi pasar modal seluruhnya dilakukan dengan sistem daring alias virtual, selama 6 hari berturut-turut.

Dalam CMSE 2020, setiap harinya akan dilaksanakan 2 sampai 3 sesi kegiatan seminar dan talk show menghadirkan narasumber di bidang pasar modal. Seiring dengan usaha meningkatkan literasi dan inklusi Pasar Modal Indonesia, penyelenggaraan CMSE 2020 bertujuan untuk menumbuhkan jumlah investor di Pasar Modal Indonesia

Capital Market Summit & Expo 2020 di Hari ke 4,  Kamis 22 Oktober 2020

SEMINAR WASPADA INVESTAsI

NARASUMBER : Tongam L Tobing (Ketua Satgas Waspada Investasi)

Data temuan investasi illegal Tahun 2020 (per September 2020) :

  1. 195 entitas investasi Ilegal,
  2. 75 entitas gadai illegal,
  3. 820 entitas fintech peer-to-perr lending illegal

Permasalahan Investasi Ilegal

  1. Menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu cepat
  2. Menjanjikan bonus dari perekrutan anggota baru “member get member”
  3. Memanfaatkan tokoh masyarakat / tokoh agama/ Fublic Figure untuk menaik minat investasi
  4. Klaim tanpa resiko (free risk)
  5. Legalitas tidak jelas
  • Tidak memiliki izin
  • Memiliki izin kelembagaan tapi tidak punya izin usaha
  • Memiliki izin kelembagaan dan izin usaha namun melakukan kegiatan yang tidak    sesuai dengan izinnya

Penyebab Masih Marakya Inveatasi Ilegal

Penyebab Utama : Masyarakat mudah tergiur bunga tinggi, Masyarakt belum paham investasi, Kemudahan membuat penawaran investasi illegal

Dampak yang ditimbulkan : Menimbulkan ketidakpercayaan dan image negative terhadap produk keuangan, menimbulkan potensi instabilitas (korban yang cukup besar), mengganggu proses pembangunan

Modus Investasi Ilegal

  1. Kegiatan ECF Tanpa Izin : sesuai POJK Nomor 37/POJK.04/2018 tentang Layanan Urun Dana Melalui Penawaran Saham Berbasis Teknologi Informasi (Equity Crowdfunding). Penyelenggara yang melakukan Equity Crowdfunding wajib memiliki izin OJK. Penyelenggara Equity Crowedfunding berbentuk badan hukum Indonesia, seperti Perseroan Terbatas atau Koperasi, bukan perorangan. Saat ini ada 3 ECF berizin OJK yaitu : Santara, Bizhare, Crowddana.
  2. Kegiatan Penasehat Investasi Tanpa Izin
  3. Penawaran Investasi dengan skema money game
  4. Duplikasi Website Perusahaan Berizin ; Mengatasnamakan perusahaan berizin sehingga menimbulkan rasa percaya, Menggunakan logo instansi. Seakan-akan diawasi instansi terkait.

Apa yang dilakukan Satgas Waspada Investasi

  1. Tindakan Preventif
  • Meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat
  • Memperkuat Satgas Waspada Investasi
  • Mewajibkan seluruh industry untuk segera mendapatkan izin dari Otoritas
  • Meningkatkan peran Satgas Waspada Investasi di daerah untuk deteksi dini dengan     merespon cepat Pengaduan Masyarakat
  • Publikasi kegiatan investasi illegal untuk menciptakan tren jumlah investasi illegal menurun
  •  Himbauan kepada masyarakat untuk mengi
  1. Tindakan Represif
  • Menangani investasi illegal sebelum banyak korban dengan menghentikan aktivitas perusahaan investasi illegal
  • Mengumumkan investasi illegal kepada masyarakat melalu Siaran Pers
  • Mengajukan blokir website dan aplikasi secara rutin kepada Kemenkominfo
  • Memperkuat proses penegakan hukum bagi pelaku investasi illegal.

 




Gubernur Tandatangani MoU dengan PLN untuk Pengembangan Sepeda Listrik

Pengembangan teknologi butuh pembelajaran, dan model pembelajarannya yang paling utama adalah learning by doing yaitu belajar dengan cara mengerjakannya secara langsung

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi NTB menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan PLN tentang Penelitian dan Pengembangan Teknologi Sepeda Listrik Bima Electric Bicycle atau Matric-B, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Jum’at (23/10/20).

Penandatanganan MoU dilaksanakan oleh Gubernur Provinsi NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dengan General Manager PLN UIW NTB, Ir. Lasiran MH.

Gubernur mengutip pepatah Tiongkok ‘Perjalanan Panjang Selalu Dimulai Dari Langkah Pertama’. Sebab pepatah itu relevan dengan apa yang menjadi program saat ini, yaitu pengembangan kendaraan listrik yang merupakan kendaraan masa depan.

Dikatakan, hari ini adalah satu langkah awal untuk mengubah cara pandang masyarakat NTB khususnya, bahwa sebenarnya kita semua memiliki kemampuan.

Pandemi Covid-19 di NTB memang berdampak terhadap banyak hal, namun selalu ada terobosan baik di tengah musibah tersebut.

“Saya masih teringat awal-awal Corona virus, orang mengalami kelangkaan masker, akhirnya ada yang import masker dari luar, dari Jawa. Namun kini, tidak hanya masker, kendaraan listrik pun kita mampu membuatnya”, ungkap Gubernur.

Menurutnya,  pengembangan teknologi butuh pembelajaran, dan model pembelajarannya yang paling utama adalah learning by doing yaitu belajar dengan cara mengerjakannya secara langsung.

“Tidak ada produk teknologi Tiongkok, Korea, India pas lahir lalu sempurna, pasti dia diremehkan dulu, dibully, tapi seiring berjalannya waktu ada feedback dari masyarakat,” kata Gubernur.

Jika sepeda listrik ini dilaunching dengan harga Rp 20 juta per unit pasti banyak orang yang akan bertanya-tanya karena harganya yang mahal.

Namun, jika belajar dari negara berkembang, semua produk pasti mengalami fase seperti itu, yang membedakannya adalah berani untuk memulai.

“Saya kira ini jadi momentum penting, kalau sepeda listrik yang begini saja bisa kita buat, apalagi sekedar masker, cold storage. Mudah – mudahan dengan semangat industrialisasi ini bisa kita mulai dari NTB dan pemicunya adalah dengan kehadiran PLN, hidup menjadi lebih baik”, tutur Bang Zul.

50 Unit bulan Desember

Sebelumnya, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTB melaporkan perkembangan pengembangan Sepeda Listrik Matric-B yang pada saat ini sudah berjumlah 15 unit. Diupayakan pada di tangal 17 Desember 2020 nanti, sudah ada 50 unit sepeda listik Matric-B dalam rangka menyambut HUT NTB.

PLN juga akan mempercepat Pengembangan Sepeda Listrik Matric-B untuk mendukung terlaksananya MotoGP di Sirkuit Mandalika.

Saat itu Gubernur menerima penyerahan CSR peralatan pendukung produksi sepeda listrik Matric-B dari GM PT. PLN UIW NTB.

Selain itu ada penyerahan secara simbolis pemesanan 15 unit sepeda listrik Matric-B dari GM PT. PLN UIW NTB kepada Kadis Perindustrian NTB.

Rr/HmsNTB




Mobile JKN, Kemudahan Layanan Kesehatan dari BPJS  Kesehatan di Masa Pandemi

Tahun 2020 ditargetkan sebagai tahun kepuasan peserta dan peningkatan pelayanan. BPJS Kesehatan telah mencanangkan 10 komitmen perbaikan layanan

MATARAM.lombokjournal.com –

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Penambahan sejumlah fitur pendukung pada aplikasi Mobile JKN merupakan bukti  dari komitmen tersebut.

Platform Mobile JKN yang pertama kali dirilis pada 15 November 2017 itu, awalnya hanya berisi informasi dasar, seperti data kepesertaan, kartu digital, dan tagihan.

Memang ada fitur lain macam pendaftaran pelayanan dan akses pengubahan data peserta, aplikasi Mobile JKN yang berjalan di smartphone Android dan iOS tersebut masih sepi pengguna alias belum dimanfaatkan sepenuhnya oleh para peserta BPJS Kesehatan.

Kini, memasuki tahun ketujuh pengelolaan program JKN-KIS, aplikasi Mobile JKN pun ikut ditambah dengan sejumlah teknologi pendukung.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, BPJS Kesehatan menargetkan 2020 sebagai tahun kepuasan peserta dan peningkatan pelayanan. BPJS Kesehatan telah mencanangkan 10 komitmen perbaikan layanan.

Misalya, melakukan simplifikasi prosedur layanan cuci darah, menghadirkan layanan antrean elektronik untuk memberikan kepastian waktu layanan, serta melakukan integrasi sistem informasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan rumah sakit dengan sistem informasi BPJS Kesehatan melalui Mobile JKN.

“Pada usia ke-52 tahun ini, BPJS Kesehatan berada dalam performa yang matang. Namun dalam menjalankan tugasnya, BPJS Kesehatan memerlukan dukungan dari berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem Program JKN-KIS sehat sehingga penyelenggaraan JKN-KIS bisa berjalan optimal,” ujar Fachmi Idris melalui siaran pers BPJS Kesehatan, Rabu (15/07/20).

Selain untuk meningkatkan kualitas layanan, langkah tersebut diambil guna memberikan kemudahan dan keterbukaan akses informasi bagi peserta asuransi.

Fitur-fitur yang ditambahkan pada Mobile JKN, yakni skrining mandiri Covid-19, fasilitas konsultasi kesehatan online dengan dokter, cek jadwal operasi, dan informasi ketersediaan tempat tidur kosong untuk pasien membutuhkan.

Seluruh fitur tambahan tersebut menuai respons positif karena membantu masyarakat mendapat layanan kesehatan optimal, terlebih di tengah kondisi pandemi virus corona.

Seperti diketahui, segala aktivitas tatap muka, apalagi di tempat yang banyak kerumunan massa, sebisa mungkin dihindari selama pandemi. Hal ini bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19.

Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Maruf mengatakan, kondisi kesehatan peserta JKN-KIS menjadi prioritas. Karena itu, pihaknya mendorong peserta memanfaatkan layanan non-tatap muka seperti aplikasi Mobile JKN.

Sebagai contoh, bagi masyarakat yang mengalami masalah kesehatan, tapi masih bisa ditangani tanpa perlu tatap muka, bisa memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk konsultasi via daring dengan dokter.

Lebih lengkapnya, berikut penjelasan fitur terbaru aplikasi Mobile JKN yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan tanpa perlu tatap muka.

Skrining mandiri Covid-19

Kesigapan deteksi dini terhadap gejala Covid-19 perlu dilakukan, apalagi jika seseorang punya riwayat kontak dengan pasien virus corona atau singgah di tempat berstatus zona merah. Lewat aplikasi Mobile JKN, peserta BPJS Kesehatan dapat memanfaatkan layanan “Skrining Mandiri Covid-19” untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut.

Cukup menjawab dengan benar pertanyaan yang tertera di menu “Skrining Mandiri Covid-19”, seperti kondisi kesehatan, riwayat perjalanan, dan kontak pasien terindikasi Covid-19, peserta akan mendapatkan hasil deteksi dan arahan selanjutnya.

Konsultasi dengan dokter  

Melalui fitur konsultasi dokter, peserta BPJS Kesehatan dapat berkonsultasi via chat dengan dokter di FKTP soal gangguan kesehatan yang tengah dialami. Dengan demikian, potensi penularan Covid-19 dan penyakit lainnya dapat ditekan.

Untuk menggunakan layanan tersebut, peserta cukup akses menu “Konsultasi Dokter”, lalu klik “Mulai Konsultasi”. Jangan lupa jelaskan keluhan kesehatan guna memudahkan dokter mendiagnosis penyakit.

Tak hanya diperuntukkan untuk menangani keluhan penyakit, fitur konsultasi dokter tersebut juga bisa dimanfaatkan apabila peserta ingin mencari tahu informasi seputar kesehatan. Cari tahu jadwal operasi Selain konsultasi,

Jadwal Tindakan Operasi

Mobile JKN juga menyediakan fitur “Jadwal Tindakan Operasi” guna mengakomodasi kebutuhan para peserta BPJS Kesehatan yang hendak menempuh tindakan medis berkelanjutan, seperti operasi.

Lewat fitur tersebut, peserta dapat mengetahui informasi seputar jadwal pelaksanaan operasi, nama rumah sakit yang ditunjuk faskes primer atau rujukan, dan tenaga kesehatan yang menangani pembedahan.

Cek ketersediaan tempat tidur rumah sakit Bagi peserta yang memerlukan rawat inap, informasi ketersediaan tempat tidur juga bisa dicek melalui fitur “Ketersediaan Tempat Tidur di Rumah Sakit” pada aplikasi Mobile JKN.

Layanan itu bisa digunakan jika faskes rujukan pertama tidak lagi memiliki tempat tidur kosong untuk peserta. Data ketersediaan tempat tidur yang ditampilkan pun bersifat real time sehingga peserta tak perlu repot bolak-balik pergi atau menelepon rumah sakit.

Rr/Kmp.com




Kunjungi Desa-desa, Gubernur Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas saat Pilkada

Membangun NTB Gemilang membutuhkan sinergi dan kekompakan dari pemerintah dan juga masyarakat

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com

Tujuh kabupaten/kota di Provinsi NTB saat ini sedang menyambut pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah(Pilkada).

Terkait hal tersebut, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah rutin bersilaturahmi mengunjungi desa-desa, mengajak masyarakat agar ikut menjaga kondusifitas selama Pilkada berlangsung.

Begitu juga saat Gubernur mengunjungi Desa Pendua, Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara, Jum’at (23/10/20), dengan hangat dan penuh kekeluargaan Bang Zul mengajak masyarakat agar dewasa dalam menyambut pesta demokrasi tahun ini.

“Kita sedang di dalam nuansa Pilkada, oleh karena itu pastikan bahwa desa kita, dusun kita, Lombok Utara ini kondusif, aman dan tertib. Tidak boleh karena perbedaan calon yang kita dukung, tidak boleh karena perbedaan partai yang kita usung, membuat kita kehilangan kehangatan persaudaraan,” ucap Bang Zul.

Menurutnya, pilihan yang berbeda dalam Pilkada merupakan suatu hal yang lumrah. Bahkan, Pilkada merupakan siklus untuk mengingatkan bahwa rakyatlah yang memegang kekuasaan yang sesungguhnya.

Selain itu, Bang Zul berjanji kebiasaan mengunjungi desa-desa dan bercengkrama dengan masyarakat akan terus dilakukan. Sebab membangun NTB Gemilang membutuhkan sinergi dan kekompakan dari pemerintah dan juga masyarakat.

“Sebelum jadi Gubernur, kami dulu berjanji kepada masyarakat bahwa kalau kami jadi pemimpin baru di NTB ini, kami akan tetap setia untuk menyapa masyarakat berkunjung ke Pondok Pesantren, datang ke desa-desa, dusun-dusun, menjumpai tokoh agama, tokoh pemuda dan lainnya sebagai kecintaan kita pada masyarakat,” jelasnya.

Hal ini disebut Bang Zul sebagai bukti bahwa pemimpin tidak boleh melupakan masyarakatnya. Sebaliknya, pemimpin baginya ialah orang yang dengan kerendahan hati dan penuh kesetiaan dalam melayani masyarakat.

“Mudah-mudahan ini bukan menjadi kedatangan kita yang terakhir di Desa Pendua ini,” lanjut Bang Zul.

Ia berharap, tiap desa di NTB memiliki Kepala Desa yang visioner dan penuh semangat dalam mengabdi dan membangun desanya.

Bang Zul optimis desa-desa di NTB kedepannya akan semakin maju apabila dipimpin oleh kepala desa yang mumpuni.

Membawa manfaat

Sebelumnya, Kepala Desa Pendua, H. Abu Agus Salim Tohiruddin menyebut kehadiran Gubernur ke Desa Pendua hari ini tak disangka-sangka. Ia menganggap kedatangan orang nomor satu di NTB itu merupakan sebuah bukti bahwa Gubernur ialah sosok yang akrab dan merangkul semua elemen masyarakatnya.

“Tentu sekali kehadiran Gubernur akan membawa banyak manfaat di desa Pendua ini,” ujarnya.

Agus Salim mengungkapkan, Desa Pendua menjadi salah satu desa termuda yang ada di Lombok Utara. Sama seperti kebanyakan daerah di NTB, desa ini menjadikan pertanian dan peternakan sebagai mata pencaharian utamanya.

Tak hanya itu, saat ini Desa Pendua sedang fokus membudidayakan ikan air tawar dan pengembangan komoditi unggulan tanaman hortikultura. Dengan hal ini, tentu saja sektor pangan menjadi hal yang menonjol di Desa Pendua.

“Jadi Alhamdulillah program-program dari Kementerian Pertanian juga ada, dari provinsi juga banyak dan beberapa tahun yang lalu tahun 2018 dan 2019 putra-putri dari Desa Pendua secara berurutan terpilih sebagai Pemuda pelopor tingkat provinsi Nusa Tenggara Barat di bidang pangan,” terang Agus Salim.

Ia pun berharap, kedatangan Gubernur dapat menjadi penyemangat warga yang ada di Desa Pendua. “Ini adalah awal yang baik, karena silaturahmi pasti akan membawa manfaat yang baik bagi kita semua,” kata Agus Salima.

Turut pula mendampingi Gubernur dalam silaturahmi kali ini, Kepala BPBD Provinsi NTB, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Kepala Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Kepala Biro Kesra Setda NTB dan Kepala STIPark NTB Banyumulek.

Rr/HmsNTB