Lalu Rudy Gunawan, Kabag Bantuan Hukum, Diminta Kawal Perlindungan Hutan

Pemprov NTB membutuhkan sosok ASN yang memiliki kapasitas dan kompetensi bantuan hukum

MATARAM.lombokjournal.com

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si kali ini melantik Lalu Rudy Gunawan, SH sebagai Kepala Bagian Bantuan Hukum dan HAM pada Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi NTB. Kegiatan pelantikan berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Senin (26/10/20).

Agenda pengambilan sumpah/janji ini disaksikan oleh Perwakilan Kejaksaan Tinggi Provinsi NTB, Asisten I dan III Sekretariat Daerah Provinsi NTB, Kepala BKD Provinsi NTB, dan Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi NTB.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H.Lalu Gita Ariadi, M.Si mengatakan bagian Bantuan Hukum dan HAM adalah bagian strategis. Sehingga Pemprov NTB kata Sekda membutuhkan sosok ASN yang memiliki kapasitas dan kompetensi bantuan hukum ini dengan sebaik-baiknya.

“Jabatan yang diterima merupakan sebuah amanat yang harus dikerjakan dengan keyakinan dan kesungguhan. Semoga Rudy Gunawan dapat memperkuat Hukum di Pemerintah Provinsi NTB dan membawa energi baru,” ujar Lalu Gita.

Sekda menekankan, proses mutasi tersebut adalah proses alamiah kebutuhan organisasi. Ia juga meminta untuk mengawal tugas berat dalam rangka melindungi hutan dan masalah lainnya yang ada di tengah masyarakat.

“Selamat memasuki dan memenuhi tugas di tempat yang baru. Proses asimilasinya saya percayakan kepada Kepala Biro Hukum dan Asisten I untuk memberikan pencerahan-pencerahan agar saudara Rudy dapat melaksanakan tugas dengan efektif dengan waktu yang singkat,” tutupnya.

Rr/HmsNTB




Harga Bawang Naik, Di Kisaran Harga Rp 28 ribu

Kenaikan bukan dipicu Maulid nabi Muhammad SAW, melainkan karena musim panen yang telah berakhir sehingga persediannya menipis

MATARAM.lombokjournal.com

Persedian kian menipis, Harga bawang merah mulai mengalami kenaikan meskipun belum melonjak.

Pasalnya, musim panen bawang merah terlebih di Bima mulai berakhir. Bahkan pada Desember hingga Januari mendatang tidak ada bawang.

“Bawang merah Rp 28-30 ribu perkilo naik harganya dari sebelumnya bulan September kemarin. Apalagi bulan 12 sampai bulan 1 itu tidak ada bawang,” ujar Inak Zaenap, seorang pedagang bawang merah di Pasar Induk Mandalika,Pada (26/10/20).

Saat ini bawang merah sudah mulai mengalami kenaikan. Bahkan di antaranya ada yang dikirim ke pulau Jawa. Nantinya jika persedian semakin menipis maka harganya bisa mencapai Rp 35-50 ribu per kilogram.

Kenaikan tersebut sama seperti tahun lalu di  mana harga bawang merah cukup tinggi.

“Apalagi masuk bawang Jawa, harga bawang Bima bisa lebih mahal lagi. Tapi kalau sekarang belum ada masuk bawang Jawa,” Ujarnya

Ia menilai, naiknya harga bawang merah saat ini bukan  karena maulid nabi Muhammad SAW. Melainkan karena musim panen yang telah berakhir sehingga persediannya pun mulai menipis.

“Panennya sudah tidak, sekarang orang (petani) lagi nunggu musim tanam,” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan Nunung,  harga bawang merah saat ini mulai naik berkisaran di harga Rp 28 ribu.

Terjadi kenaikan tersebut sejak satu bulan lalu, sebelumnya sempat turun namun kembali naik. Kendati demikia untuk persedian masih terbilang cukup.

“Bawang merah sekarang persediaan biasa saja.  Tapi nanti Bulan 12-1 itu tidak ada bawang, apalagi bulan 3 juga tidak ada.  Mungkin bulan 12 baru masuk bawang Jawa,” ujarnya.

Ia mengatakan, bawang merah suplaynya memang kebanyakan dari Bima. Namun jika kondisi barang tidak ada, maka bawang dari Jawa akan masuk untuk menekan tingginya harga bawang merah.

Kendati demikian, memasuki masa maulid nabi permintaan akan bumbu-bumbuan justru sepi .

“Sehari bisa laku cuma Rp 300 ribu, kalau tidak ada ya tidak ada. Karena corona sepi tidak ada yang lewat sini,” tuturnya.

Menurutnya, sejak terjadinya wabah virus corona membuat penjualannya menurun. Ditambah dengan kondisi permintaan yang ikut menurun.

Padahal, jika memasuki hari besar keagamaan akan banyak permintaan karena banyak digunakan.

“Biasanya ramai permintaan kalau maulid, tapi tahun ini sepi sekali,” pungkasnya

Aya




PKK NTB Terima Bantuan Penanganan Covid-19 Dari Save The Children

Save The Children yang berfokus pada pelatihan dan edukasi terhadap anak-anak, diajak terus menjalin kerjasama dengan PKK

MATARAM.lombokjournal.com

Save The Children bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB, menyerahkan bantuan berupa masker, media banner, leaflet dan poster terkait imbaun dan informasi seputar Covid-19.

Bantuan dalam upaya menekan laju penukaran Covid-19 itu diterima  oleh Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah bertempat di Kantor PKK Provinsi NTB, Senin (26/10/20).

Bantuan yang diberikan  hari ini yakni 1.400 masker anak, 225 lembar poster, 225 lembar leaflet dan 2 lembar spanduk besar. Sebagai wujud kerjasama Save The Children dengan pemerintah mencegah dan mengatasi dampak virus Corona.

Ketua TP PKK NTB, Hj Niken, mengapresiasi Save The Children atas niat baik dan kontribusi dalam melawan pandemi yang sudah berbulan-bulan mendera nyaris seluruh tempat di dunia.

Ia mendukung penuh gerakan Save The Children yang tengah fokus beroperasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak di Kabupaten Lombok Utara.

“Kami dari PKK sangat mengapresiasi bantuan Save The Children, mari kita terus bersinergi menangani Covid-19,” ujarnya.

Bunda Niken sapaan akrabnya, kemudian mengajak Save The Children yang berfokus pada pelatihan dan edukasi terhadap anak-anak untuk terus menjalin kerjasama dengan PKK. Terlebih, PKK memiliki Kelompok Kerja (Pokja) yang fokus utamanya adalah anak-anak.

“Kita di Pokja I, ada program Pola Asuh Anak-anak Dengan Kasih Sayang, semoga ini kedepannya bisa kita sinergikan,” ajak Bunda Niken.

Ia menyadari, pola asuh anak yang baik akan sangat berpengaruh terhadap masa depan anak itu sendiri. Dengan edukasi pola asuh yang baik, diharapkan anak-anak NTB kelak akan menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara.

Bunda Niken pun mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama mewujudkan hal tersebut.

John Bria selaku Project Officer Save the Children NTB mengatakan pihaknya saat ini sedang fokus di Kabupaten Lombok Utara, khususnya dalam bidang pendidikan.

Ia juga berharap momen ini merupakan langkah awal untuk menjalin sinergi yang lebih baik lagi dengan Pemerintah Provinsi NTB.

“Kami berharap semoga diskusi-diskusi seperti ini dapat terus terjalin, khususnya dengan ibu Ketua PKK sehingga kami bisa turut membantu Pemprov NTB,” ucap John.

Kegiatan ini turut pula dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB, Ir. Husnanidiaty Nurdin.

Rr/HmsNTB




Mawar Emas Diluncurkan Gubernur di Sumbawa Barat

Program Mawar Emas tersebut lahir atas dasar rasa perihatinnya kepada masyarakat yang banyak dijerat oleh rentenir

SUMBAWA.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah meluncurkan program Melawan Rentenir Berbasis Masjid (Mawar Emas) di Kabupten Sumbawa Barat, Minggu (25/10/20).

Program Mawar Emas merupakan salah satu program Pemprov NTB untuk membantu UKM dan pedagang-pedagang kecil yang selama ini lebih nyaman serta lebih mudah meminjam ke rentenir dengan bunga yang sangat tinggi.

Akibat bunga yang tinggi tersebut, beban masyarakat semakin bertambah dan kemiskinan sulit diputus.

“Mawar emas ini hadir untuk membantu serta mengeluarkan masyarakat dari jeratan rentenir,” ungkap Gubernur Zul.

Di waktu sama, Gubernur juga melantik Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syari’ah Kabupaten Sumbawa Barat bertempat di Masjid Agung Darussalam, KSB.

Melalui Mawar Emas, lanjut Gubernur, masyarakat bisa meminjam uang serta modal usaha ke masjid. Fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, namun mampu difungsikan sebagai pusat pengembangan sosial ekonomi masyarakat.

“Setiap desa pasti memiliki masjid, jika semuanya kita fungsikan sebagai pengembangan ekonomi, saya optimis, kemiskinan bisa kita atasi bersama,” tambah Gubernur yang populer disapa Bang Zul.

Bang Zul bercerita, program Mawar Emas tersebut lahir atas dasar rasa perihatinnya kepada masyarakat yang banyak dijerat oleh rentenir, dalam mendapatkan modal usaha serta keperluan lainnya dalam memenuhi kebutuhan ekonomi.

“Jangan sampai, niat mulia masyarakat untuk membuat usaha, malah menjadi beban karena minjam kepada rentenir,” tutup Bang Zul.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Minggu, 25 Oktober 2020, Bertambah 26 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 22 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Covid-19 tidak tampak, tetapi nyata adanya.  3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan menjadi strategi utama yang harus dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark dan Laboratorium TCM RSUD Bimamengkonfirmasi, ada tambahan 26 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Minggu (25/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 120 sampel dengan hasil 94 sampel negatif dan 26 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 22 orang, tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 26 kasus baru terkonfirmasi positif dan 22 tambahan sembuh baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Minggu (25/10/2020) sebanyak 3.879 orang, dengan perincian 3.158 orang sudah sembuh, 219 meninggal dunia, serta 502 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 26  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 22 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3854, an. DDD, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Labuhan Kuris, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 3855, an. SN, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi.. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kabupaten Bima;
  3. Pasien nomor 3856, an.N, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kabupaten Bima;
  4. Pasien nomor 3857, an. LBM, perempuan, usia 72 tahun, penduduk Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3749. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asysifa Sumbawa Barat;
  5. Pasien nomor 3858, an.LY, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3749. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asysifa Sumbawa Barat;
  6. Pasien nomor 3859, an. N, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  7. Pasien nomor 3860,an. HR, perempuan, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  8. Pasien nomor 3861, an. AKR, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  9. Pasien nomor 3862, an.M, perempuan, usia 73 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  10. Pasien nomor 3863, an. NDH, perempuan , usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  11. Pasien nomor 3864, an. ERD, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  12. Pasien nomor 3865, an. Y, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Sawe, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  13. Pasien nomor 3866, an. R, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  14. Pasien nomor 3867, an. H, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Adu, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  15. Pasien nomor 3868, an. M, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  16. Pasien nomor 3869, an. I, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Adu, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  17. Pasien nomor 3870, an. ZF, perempuan, usia 9 tahun, penduduk Kelurahan Kandai II, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  18. Pasien nomor 3871, an. M, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  19. Pasien nomor 3872, an.AS, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  20. Pasien nomor 3873,an. HA, laki-laki, usia 8 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  21. Pasien nomor 3874,an. NA, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  22. Pasien nomor 3875, an.AR, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Bali I, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  23. Pasien nomor 3876, an. BNR, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  24. Pasien nomor 3877, an. AA, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi.Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  25. Pasien nomor 3878, an. RW, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  26. Pasien nomor 3879, an. SY, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu.

Hari Minggu terdapat penambahan 22 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 1681, an. AR, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 1700, an. EBP, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 3088, an. YA, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk ber-KTP di Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 3089, an. SR, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk ber-KTP di Desa Kempo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu;
  5. Pasien nomor 3099, an. MS, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Belo, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima;
  6. Pasien nomor 3100, an. AAMS, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  7. Pasien nomor 3102, an. A, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Dopang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 3135, an. R, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 3139 an. IKKD, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 3143, an. KYG, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  11. Pasien nomor 3147, an. LJ, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  12. Pasien nomor 3220 an. RD, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  13. Pasien nomor 3314, an. AS, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kabupaten Padang, Sumatera Barat;
  14. Pasien nomor 3343, an. LAJ, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah;
  15. Pasien nomor 3455, an. AS, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Kota Medan, Sumatera Utara;
  16. Pasien nomor 3458, an. MN, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  17. Pasien nomor 3535, an. AH, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  18. Pasien nomor 3549, an. NUL, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Bagik Nyaka, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  19. Pasien nomor 3593, an. EL, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Anjani, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur;
  20. Pasien nomor 3594, an. PRI, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  21. Pasien nomor 3629, an. HF, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Lando, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur;
  22. Pasien nomor 3630, an. P, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Kuang Baru, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur.

Lalu Gita Aryadi mengatakan,  Covid-19 tidak tampak, tetapi nyata adanya.  3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan menjadi strategi utama yang harus dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.

Diharapkan, masyarakat mulai membiasakan diri dan membudayakan 3M secara kolektif di dalam kehidupan pribadi dan di dalam seluruh aktivitas sosial ekonomi sehingga tetap bisa produktif dan aman ditengah pandemi ini.

Lalu Gita Aryadi mengapresiasi masyarakat yang mengikuti himbauan pemerintah dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Termasuk  pada seluruh petugas, baik dari jajaran Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota se-NTB juga kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh petugas kesehatan dan aparat terkait lainnya.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” katanya.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Aisyah, Anak Yatim Piatu Pengidap Tumor Dijenguk Gubernur

Bang Zul minta kepada seluruh pihak untuk membantu segala keperluan Aisyah

TALIWANG.lombokjournal.com

Aisyah (5 th). seorang anak yatim piatu, sejak dua tahun lalu mengidap penyakit tumor. Kini ia sudah empat hari terbaring lemas di RSUD Asy-Syifa, Taliwang, KSB.

Kedua orang tua Aisyaha telah wafat sejak ia berusia satu tahun. Sehari-hari, Aisyah tinggal dan dijaga oleh neneknya.

Uluran tangan, serta do’a dari masyarakat terus mengalir kepada Aisyah. Salah satunya dari Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah.

Di tengah kesibukannya menjalankan roda pemerintahan, Gubernur datang mendo’akan serta memberikan bantuan kepada Aisyah.

“Kita do’akan adik kita Aisyah cepat diberikan kesembuhan oleh Allah SWT,” ungkap Gubernur saat menjenguk Aisyah di rumah sakit, Minggu (25/10/20).

Secara khusus, Gubernur yang populer disapa Bang Zul tersebut meminta kepada seluruh pihak untuk membantu segala keperluan Aisyah.

Dengan harapan, Aisyah bisa secepatnya sembuh dan bisa kembali belajar dan bermain layaknya anak-anak pada umumnya.

“Mari kita bantu bersama, InsyaAllah adik kita Aisyah cepat sembuh dan bisa bermain kembali,” harap bang Zul.

Nenek Aisyah yang sejak lama merawatnya merasa bersyukur dengan kedatangan orang nomor satu di provinsi NTB tersebut.

Menurutnya, kedatangan Gubernur menjadi bukti kehadiran pemerintah kepada masyarakat, terutama kepada cucunya yang sudah lama terserang penyakit.

“Ya bersyukur, kami diperhatikan,” ungkap Nenek Aisyah yang saat ini berusia 73 tahun.

Nenek Aisyah berharap, cucunya diberikan pelayanan yang terbaik serta mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang juga membantu cucunya tersebut.

“Alhamdulilah banyak yang bantu, syukur sekali rasanya,” ungkapnya penuh haru.

Rr/HmsNTB




Gubernur Pentingkan Modal Sosial, untuk Mengakselerasi Program Pembangunan

Pemimpin dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak ke arah bersatu padu, bahu-membahu mewujudkan visi daerah

SUMBAWA.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah aktif menyapa masyarakat, untuk membangun kebersamaan, menciptakan keteduhan, serta menumbuhkan rasa saling percaya antara berbagai elemen masyarakat.

Modal  pembangunan bukan melulu dalam bentuk dana, yang jauh lebih penting adalah modal sosial. Bagaimana persatuan, rasa saling percaya, dan gotong royong semua elemen dikoordinasikan untuk mengakselerasi program pembangunan.

Hal itu selalu ditekannkan Bang Zul, tentang pentingnya silaturrahmi.

“Silaturrahim harus tetap kita jaga, semua pihak harus dirangkul, digalang persatuan, ciptakan keteduhan, dalam mewujudkan NTB Gemilang,” ungkap Bang Zul, saat silaturrahim bersama masyarakat Poto Tano, Minggu (25/10/20).

Bagi Bang Zul, pemimpin dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak ke arah yang sama, bersatu padu, bahu-membahu dalam mewujudkan visi daerah. Dengan cara itu, segala program pemerintah serta aspirasi masyarakat mampu dijalankan dengan baik.

“Kita sedang menghadapi tantangan kebinekaan dan ancaman perpecahan. Memperkuat silaturrahim menjadi solusi untuk menjaga kekompakan, kedamaian dan keakraban di tengah kebinekaan,” tegasnya.

Salah seorang masyarakat Poto Tano, Badaruddin, mengaku senang dan bisa jumpa kembali dengan Gubernur NTB.

Ia mengaku, tradisi silaturrahim yang dilakukan orang nomor satu di provinsi NTB tersebut membuatnya kagum serta menjadi ruang kesempatan untuk menyampaikan seluruh aspirasi.

“Tidak hanya silaturrahim, kita bisa berdialog sekaligus menyampaikan kondisi masyarakat,” ungkap pria berusia 42 tahun tersebut.

Kepada Gubernur, ia berharap silaturrahim yang telah dilakukan tersebut konsisten dilakukan di seluruh kalangan masyarakat. Badar meminta, dalam kondisi apa pun, silaturrahim harus tetap dilakukan secara merata.

“Pak Gubernur mengajarkan kami tentang makna hidup, dari beliau saya belajar banyak, terutama dalam menjaga persaudaraan,” tambah pria tiga anak tersebut.

Rr/HmsNTB




Menghentikan Kerusakan Hutan, Kesepakatan Forkopimda NTB

Seluas 53 persen dari keseluruhan  luas NTB merupakan kawasan hutan yang rusak

MATARAM.lombokjournal.com

Forkopimda NTB kompak menyuarakan komitmen untuk menghentikan laju kerusakan hutan di Nusa Teggara Barat (NTB).

Kesepakatan Forkopimda NTB itu terungkap setelah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait dengan perkembangan, perlindungan dan pengamanan hutan serta kondisi hutan di Provinsi NTB, di Pendopo Gubernur NTB, Kota Mataram, Sabtu (24/10/20) malam

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc. menyampaikan, pembalakan liar yang terjadi semakin masif, dibutuhkan sinergi semua stakeholder untuk menghilangkan pembalakan hutan di NTB.

Faktanya, sudah banyak hutan yang hilang dan sumber air menjadi berkurang.

“Kami juga melihat banyak dari masyarakat membuka lahan dengan membakar hutan dan ini sangat disayangkan, ketika kami menggunakan heli melihat hutan yang banyak dibakar,” ungkap Bang Zul.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTB, Ir. Madani Mukarom, BScF. M.Si, mengatakan, kawasan hutan di NTB seluas 53 persen dari keseluruhan  luas NTB merupakan kawasan hutan yang rusak.

Ini  akibat pembalakan dan kebakaran hutan yang mencapai 360.000 hektar sampai Oktober 2020.

“Kerusakan hutan terdiri dari illegal logging, peladangan hutan, penggarapan hutan adat, pembuatan pemukiman dan lain-lain,” paparnya.

Pemetaan kawasan hutan

Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., menyampaikan, perlu dilaksanakan apel gelar Muspida tentang saling menjaga hutan.

Selain itu perlu dilakukan pemetaan terhadap kawasan hutan yang digelar dengan peta topografi tentang kawasan yang boleh dan tidak boleh dimanfaatkan oleh masyarakat. Misalnya, untuk menanam jagung, serta penerapan sanksi yang tegas bagi pelanggarnya.

“Kita proses oknum-oknum yang ikut serta dalam pembalakan liar, dan kita juga harus mempedomani peta-peta yang boleh ditanam jagung dan mana yang tidak boleh ditanam jagung,” pungkas Danrem.

Demikian juga Wakapolda NTB Brigjen Pol Asby Mahyuza mengatakan hal sama. Kajati NTB Nanang Sigit Yulianto dan peserta rapat lainnya menyampaikan, perlu segera mengambil langkah-langkah untuk mencegah kerusakan hutan yang berkelanjutan di NTB.

Serta membentuk Tim terpadu yang terkoordinasi melibatkan seluruh stakeholder agar dalam pelaksanaan tugas di lapangan dapat berjalan baik dan lancar.

Dari pembahasan dalam rapat tersebut diperoleh beberapa kesimpulan penting, yang disampaikan oleh Gubernur NTB.  Pertama, melarang kayu keluar dari Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok untuk  pengiriman kayu terutama illegal logging.

Kedua, menugaskan Dinas LHK untuk membuat peta wilayah mana yang boleh dan tidak boleh ditanami jagung untuk menghindari penjarahan hutan yang berkelanjutan. Ketiga, Tim Gugus Tugas Kehutanan dan Illegal Logging diperkuat dengan melibatkan masyarakat, tokoh agama, organisasi pemuda dan lainnya.

Keempat, segera meminta masukan yang sistemik dan komprehensif dari para ahli dan aktivis lingkungan agar NTB dihijaukan kembali sehingga hutan kembali asri dan lestari.

Hadir mengikuti Rakor tersebut Dir Intel Polda NTB Kombes Pol Drs. Rahayu Irianto, Danlanud ZAM Kolonel Pnb Andry Gandhi, Sekda NTB Drs. Lalu Gita Aryadi, M.Si., Kasiintel Kasrem 162/WB Kolonel Inf Setiya Asmara, S.IP, Kasi Gakkum Dinas LHK Hastan Wirya, SH.

Rr/HmsNTB




Sembalun Seven Summits, Diresmikan Gubernur untuk Rayakan Hari Sumpah Pemuda

Sembalun Seven Summits yang diinisiasi oleh pemuda Sembalun ini diapresiasi Gubernur

LOTIM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi NTB resmikan Sembalun Seven Summits guna gelorakan semangat kaum muda dalam menaklukkan 7 bukit tertinggi di Sembalun.

Sembalun Seven Summits diresmikan sebagai Perayaan Sumpah Pemuda, merupakan salah satu upaya dalam membangkitkan perekonomian masyarakat Sembalun di tengah pandemi.

Menurut Gubernur, momentum ‘Sembalun Seven Summit’ ini erat kaitannya dengan Pemuda. Dan sejarah peradaban manusia membuktikan peran pemuda.

“Semua inisiasi sebuah movement tidak akan bergerak, kalau tidak dilakukan oleh pemuda dan saya kira momentum pemuda hari ini luar biasa,” ujar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Ia mengatakannya saat memberikan sambutan perayaan Hari Sumpah Pemuda, Minggu (25/10/20) di Rest Area Sembalun, Lotim.

Sembalun Seven Summits yang diinisiasi oleh pemuda Sembalun ini mendapat apresiasi oleh Gubernur.

Gubernur berpesan agar gerakan ini juga dapat diikuti dengan sepenuh hati, sehingga dalam diri akan tumbuh rasa ketentraman.

“Saya kira kalau kita naik, kita akan lihat bulan, kita lihat bintang, kita lihat matahari. Semakin tinggi kita naik, menjelajahi, maka semakin dalam kita akan menjelajahi jiwa dan perasaan kita sendiri karena itu, selamat pada pencanangan acara ini, mudah-mudahan bisa bersinergi,” ungkap Gubernur Zul saatt meresmikan secara langsung Sembalun Seven Summits.

Ia berharap kegiatan ini  mendatangkan keberkahan buat daerah serta membantu ekonomi masyarakat.

“Dan membahagiakan kita semua. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim acara ini kita luncurkan, mudah-mudahan sukses di kemudian hari,” kata Gubernur.

Tantangan menaklukkan 7 gunung

Di sela acara, Plt. Kadispora NTB, Drs. H. Surya Bahari menjelaskan, meski pandemi Covid-19 masih terasa, tapi sebagai seorang pemuda dalam meniti masa depan harus tetap optimis.

Dikatakan, puncak acara Hari Sumpah Pemuda dilaksanakan di Sembalun yang dirangkai dengan kegiatan launcing Sembalun seven Summits.

“Konsep ini adalah konsep pertama di Indonesia yang bernuansa wisata petualangan, pendakian gunung berupa tantangan menaklukkan 7 gunung di kawasan Sembalun Lombok Timur,” ujarnya.

Melalui peringatan Sumpah Pemuda ini, menjadi titik balik untuk kembali mengejar peran pemuda untuk membangkitkan gairah dan semangat masyarakat untuk kembali beraktivitas, bekerja dan berwirausaha serta mengabdi meski di situasi pandemi seperti saat ini.

“NTB saat ini sangat membutuhkan karya-karya kreatif dan terbaik hasil olahan pikiran, rasa karsa pemuda-pemudanya, hasil karya-karya asli putra putri kita dalam berwirausaha, inilah yang nantinya  akan memperkuat daya saing daerah kita di kancah nasional, maupun internasional,” tuturnya.

Pada bidang kepemudaan, misi NTB sejahtera dan mandiri, dituangkan dalam program upaya penumbuhan kewirausahaan dan kecukupan hidup pemuda. Khususnya industri olahraga dan industri kreatif, untuk mendukung event MotoGP yang akan dilaksanakan tahun 2021 mendatang.

“Kami menjadi pencetak wirausaha muda yang terstruktur, sistematis dan masif, menuju iklim kewirausahaan yang kondusif, dapat kami wujudkan mulai detik ini. Mari mulai saat ini kita berkontribusi menghasilkan karya-karya terbaik hasil olah pikiran dan jiwa kita,” ujarnya.

DIharapKn, semangat para pemuda 92 tahun yang lalu, harus terus menjadi obor penyemangat bagi pengabdian pemuda Indonesia untuk bangsa dan tanah air tercinta.

“Keberhasilan pemuda terdahulu menyatukan hati dan fikiran bangsa indonesia terus harus oleh para pemuda Indonesia dengan meyakinkan harapan akan masa depan kita yang lebih baik dan lebih gemilang,” tutupnya.

Giat tersebut juga turut dihadiri oleh Bupati Lombok Timur, Wakil Bupati Lombok Timur, Forkopimda Prov. NTB, Sekda Prov. NTB, Asisten I Prov. NTB, Dispar Prov. NTB, Dinas LHK dan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.

Rr/HmsNTB




SALAM Dorong Mataram Green City, Hidupkan Kembali Gerakan Apotik Hidup

Dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, manfaat empon-empon dan herbal dari tanaman apotik hidup juga bisa bermanfaat untuk menjaga imunitas tubuh

lombokjournal.com —

MATARAM — Green City dengan konsep back to nature banyak dikembangkan di sejumlah kota besar dan maju.

Gaya hidup green life  atau kembali ke konsumsi yang alami juga menjadi bagian tak terpisah dalam konsep perkotaan ramah lingkungan.

Tanpa kesadaran bersama dan partisipasi masyarakat secara luas, konsep green city hanya akan menjadi konsep yang dibicarakan. Bakal sulit menjelma menjadi kenyataan yang bisa dirasakan, termasuk di Kota Mataram.

Untuk mendorong semangat bersama dan partisipasi masyarakat, pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram Nomor Urut 2 , Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) menggagas Gerakan Apotik Hidup.

Dimulai dengan menanam tumbuhan berkhasiat obat-obatan di pekarangan/ halaman rumah,  aktivitas Apotik Hidup juga memberi income bagi menyokong ketahanan ekonomi dan kesehatan keluarga maupun  masyarakat setempat.

Calon Walikota Mataram yang familiar dengan sebutan Jilbab Hijau ini mengatakan, Apotik Hidup bisa menjadi wahana kegiatan produktif terutama bagi ibu-ibu di Kota Mataram untuk mengurangi pengeluaran domestik rumah tangga, khususnya terkait permasalahan kesehatan keluarga.

“Selain memberi kesan hijau dan asri, apotik hidup di pekarangan rumah juga punya nilai ekonomis, dan bisa dimanfaatkan fungsi herbalnya untuk kesehatan. Aktivitas berkebun ini juga baik untuk olahraga ringan,” kata Hj Putu Selly Andayani, Minggu (25/10/20).

Gerakan partisipasi Apotik Hidup pernah menjadi gerakan nasional melalui perkumpulan PKK di era 1980-1990an silam.

Apotik hidup adalah kegiatan memanfaatkan sebagian tanah untuk ditanami tanaman obat-obatan untuk keperluan sehari-hari maupun tindakan darurat  untuk mengatasi sakit ringan.

Umum diketahui, bahwa banyak obat-obatan tradisional yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Obat tradisional umumnya lebih aman karena bersifat alami dan memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan obat-obat kimia buatan pabrik.

Apotik Hidup dan Gaya Hidup Green Life

Saat ini gaya hidup green life kembali menjadi trend kekinian. Banyak orang di perkotaan lebih senang mengkonsumsi obat-obat tradisional dan herbal. Karena diyakini tanaman obat herbal secara jangka panjang tidak memilki effect samping bagi kesehatan tubuh.  Harganya pun seringkali lebih mahal ketimbang obat kimia atau non herbal.

Selly mengatakan, gerakan partisipasi Apotik Hidup digagas SALAM untuk meningkatkan awarness masyarakat Mataram tentang pentingnya green city. Konsep ini sudah dilakukan SALAM di beberapa kelompok di sejumlah lingkungan di Kota Mataram.

“Kita ajak ibu-ibu rumah tangga untuk beraktivitas positif dengan apotik hijau ini. Ada kegiatan yang menyenangkan tentu membuat pikiran juga refresh, daripada menghabiskan waktu hanya untuk gadget dan medsos,” tandas Selly yang halaman rumahnya ditanami aneka jenis tanaman obat.

Menurut Jilbab Hijau, musim pancaroba pergantian kemarau ke penghujan saat ini banyak berpengaruh pada kesehatan dan imunitas tubuh masyarakat.

Rentan masuk angin dan cepat lelah menjadi banyak keluhan, termasuk anak-anak yang rewel dan kurang enak badan. Jika saja ada apotik hidup di rumah sendiri, tentu masalah kesehatan ringan seperti itu dapat diatasi sendiri.

“Misalnya kita butuh wedang jahe untuk penghangat, tinggal ambil di pekarangan,” katanya

Dikatakan, dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, manfaat empon-empon dan herbal dari tanaman apotik hidup juga bisa bermanfaat untuk menjaga imunitas tubuh.

Dari sisi ekonomis, rumah tangga dengan apotik hidup juga bisa menghasilkan. Karena hasil tanaman apotik hidup bisa juga dipasarkan di skala lingkungan sekitar.

Hj Selly mengungkapkan, sejumlah jenis tanaman herbal yang bisa ditanam untuk apotik hidup. Antara lain Lidah Buaya atau aloevera yang sudah lama dikenal sebagai tanaman penyubur rambut. Manfaat lainnya adalah dapat meredakan batuk.

Kemudian Lengkuas. Selain sebagai bumbu dapur, lengkuas dapat menyembuhkan panu pada kulit. Temulawak yang bermanfaat mengatasi penyakit kuning. Jinten, yang daunnya bisa digunakan penurun panas dan melancarkan ASI bagi ibu yang sedang menyusui.

“Jahe, dapat digunakan untuk menyembuhkan batuk dan rematik karena menghasilkan rasa hangat. Kumis kucing dapat digunakan untuk meredakan sakit pinggang. Demikian juga manfaat seledri yang tak kalah pentingnya buat kesehatan.  Dan masih banyak lagi,” ulas Jilbab Hijau

Kadis Perdagangan NTB ini kemudian menuturkan, pemanfaatkan lahan sempit untuk Apotik Hidup agar tumbuh  tanaman-tanaman berkhasiat obat-obatan mudah  dan praktis. Cukup ditata dengan tanaman menggunakan polybag dan pot tanah liat.

“Apalagi jika susunan dan penataan tanaman apotik hidup tersebut dikombinasikan ddengan tanaman hias akan menambah keindahan pekarangan,” ujarnya

Peran Apotik Hidup dalam ketahanan Pangan dan Kesehatan Keluarga

Selly mengatakan,  SALAM akan senantiasa  memikirkan pembangunan Kota Mataram dari hal yang terkecil sekali pun. Termasuk soal memotivasi masyarakat untuk mulai memanfaatkan pekarangan untuk apotik hidup.

“Saya rasa gerakan apotik hidup ini masih konstektual dalam memotivasi masyarakat untuk kembali memanfaatkan herbal,” imbuhnya.

Selly menambahkan, kaum ibu di Kota Mataram jangan sia-siakan lahan atau pekarangan tidak terpakai. Harus dimanfaatkan agar produktif untuk menambah income.

Tidak hanya dengan berbagai tanamanan hias atau berbagai jenis bunga dan pohon buah, tetapi juga dapat membuat taman menjadi apotek hidup yang akan berguna untuk ketahanan pangan maupun kesehatan seluruh keluarga.

“Bayangkan, bila di dalam pekarangan tersedia tanaman obat yang dapat digunakan apabila salah satu anggota keluarga sedang sakit. Tentu hal menyenangkan. Kita tinggal mengambilnya kapan saja, bahkan malam hari sekalipun. Tidak perlu mengeluarkan uang dan terjamin kesegarannya karena langsung dipetik dari tanamannya,” tandasnya.

Tanaman obat tidak kalah cantiknya dengan tanaman hias. Dapat pula menanamnya diantara tanaman hias atau bunga-bunga yang ada. Selain itu tanaman obat umumnya lebih kuat menghadapi berbagai penyakit tanaman karena memiliki kandungan zat alami  untuk mengatasinya, sehingga tidak perlu memberikan pestisida.

Yang terpenting, tambah Selly, dengan memanfaatkan pekarangan sebagai apotik hidup masyarakat bisa turut berpartisipasi untuk ikut menghijaukan Kota Mataram dari rumah sendiri.

“Goal besarnya tentu pola hidup sehat, gaya hidup green life yang akhirnya mendukung konsep green city di Kota Mataram yang berkah dan cemerlang ke depan,” Tukas Selly Andayani.

Me