UPDATE Covid-19: Hari Jum’at,  30 Oktober 2020, Bertambah 6 (enam) Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 3 (Tiga) Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

Masyarakat dihimbau agar tidak mengabaikan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sosial dan ekonomi

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Prodia, dan Laboratorium TCM RSUD Kota Bima mengkonfirmasi, ada tambahan 16 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Jum’at (30/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 31 sampel dengan hasil 25 sampel negatif, tidak ada sampel positif ulangan, dan 6 (enam) sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 3 (tiga) orang, tidak  kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 6 (enam) kasus baru terkonfirmasi positif, 3 (tiga) tambahan sembuh baru dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at  (30/10/20) sebanyak 3.966 orang, dengan perincian 3.263 orang sudah sembuh, 221 meninggal dunia serta 482 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

Diharapkan,  petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid19.

TAMBAHAN 6 (ENAM) PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 3 (TIGAT) ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu

  1. Pasien nomor 3961, an. SE, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Bima;
  2. Pasien nomor 3962, an. A, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Naru, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  3. Pasien nomor 3963, an. I, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 3964, an. LHA, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 3965, an. AF, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Jembatan Kembar Timur,Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 3966, an. S, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Mataram.

Hari Jum’at  ini terdapat penambahan 3 (tiga) orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3688, an. IAQ, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  2. Pasien nomor 3702, an. AH, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 3786, an. DAK, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.

Hari Jum’at  ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 3705, an. S, lakilaki, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.

Lalu Gita Aryadi, Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB menghimbau masyarakat agar tidak mengabaikan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sosial dan ekonomi.

“Meski saat ini grafik kasus terpapar Covid-19 di NTB terus melandai, namun masyarakat tidak boleh lengah. Sebab disiplin penerapan protokol kesehatan (Prokes) masih menjadi kunci utama kita untuk mencegah penularan Covid-19,” katanya.

Protokol kesehatan tersebut, mulai dari penggunaan masker, rajin cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak atau  menghindari kerumunan dan membudayakan pola hidup bersih dan sehat, haruslah dapat dijadikan tatanan hidup baru bagi seluruh masyarakat NTB.

Menurutya, dengan cara demikian, Insya Allah kita bisa tetap aman dan produktif di tengah pandemi Covid-19 ini.

Lalu Gita mengapresiasi masyarakat yang telah mengikuti himbauan pemerintah dan disiplin melaksanakan  protokol kesehatan. Demikian juga seluruh petugas, baik dari jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTB, juga kepada aparat TNI dan Polri serta seluruh petugas kesehatan dan apparat terkait lainnya.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukanpembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” ajak Lalu Gita..

Rr

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




BPJS Kesehatan Mataram Ajak Peserta Manfaatkan Layanan PANDAWA

BPJS Kesehatan hadirkan Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA)

MATARAM.lombokjoutnal.com

BPJS Kesehatan Cabang Mataram mengajak seluruh peserta JKN-KIS untuk mengoptimalkan pelayanan melalui layanan digital yang telah dihadirkan BPJS Kesehatan.

Selain sebagai bentuk dukungan terhadap langkah pemerinyah yang ingin menekan angka penyebaran virus Covid-19, hadirnya layanan digital juga diyakini sebagai sarana untuk mempermudah peserta untuk mengakses layanan kepesertaan JKN-KIS.

Kepala Bidang Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Mataram, I Wayan Sumarjana mengatakan di tengah wabah pandemi Covid-19, BPJS Kesehatan berkomitmen untuk selalu hadir memberikan pelayanan yang optimal kepada seluruh peserta JKN-KIS.

Meski sebelumnya BPJS Kesehatan telah menghadirkan aplikasi Mobile JKN, kini dengan hadirnya Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA), kata Wayan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan peserta yang ingin mengakses layanan kepesertaan tanpa khawatir terpapar virus.

“Tentunya dengan ada program PANDAWA ini, peserta JKN-KIS cukup melakukan pendaftaran dari rumah, petugas BPJS Kesehatan akan melayani melalui Whatsapp seperti pelayanan administrasi yang dilakukan di Kantor BPJS Kesehatan, sehingga peserta tidak perlu repot-repot untuk datang dan antri di Kantor BPJS Kesehatan,” ujar Wayan saat melakukan sosialiasi kepada peserta JKN-KIS di Epicentrum Mall.

Tak hanya itu, Wayan menambahkan hingga saat ini BPJS Kesehatan terus mengembangkan inovasinya yang juga mengikuti perkembangan zaman.

Tentunya pada aplikasi Mobile JKN ini, menurutnya terdapat banyak fitur yang bisa dimanfaatkan oleh peserta JKN-KIS dan sangat mempermudah peserta untuk mengetahui informasi terkini mengenai Program JKN-KIS.

“Tidak hanya PANDAWA, BPJS Kesehatan juga terus mengembangkan beberapa fitur yang terdapat dalam aplikasi Mobile JKN, seperti adanya fitur antrean online, ketersedian tempat tidur pada rumah sakit, sehingga peserta JKN-KIS tidak perlu menunggu lama di fasilitas kesehatan, cukup lewat aplikasi mobile JKN, peserta dapat melihat dari rumah nomor antreannya. Kemudahan ini kami berikan untuk seluruh peserta JKN-KIS agar kedepannya fasilitas kesehatan dapat memberikan pelayanan terbaik lagi bagi peseta JKN-KIS,” jelas Wayan.

Pada kesempatan yang sama, Deni (29) salah satu pengunjung Epicentrum Mall mengungkapkan kepusaannya akan informasi yang diterima terkait Program JKN-KIS yaitu Aplikasi Mobile JKN.

“Dengan adanya sosialisasi ini, saya menjadi tahu bahwa BPJS Kesehatan sekarang memiliki Aplikasi Mobile JKN yang banyak sekali fitur-fitur menarik dan membantu peserta JKN-KIS. Saya tidak perlu berkunjung ke Kantor BPJS Kesehatan, semua dapat dilakukan melalui handphone saja. Terima kasih BPJS Kesehatan yang terus mengembangakan inovasinya untuk masyarakat dan peserta JKN-KIS,” kata Deni.

dh/yn/Jamesnews




Tampil Elegan di Debat Kandidat, Program Pasangan SALAM Lebih Realistis dan Terukur

Dalam debat kandidat tersebut pemaparan program SALAM juga disertai video grafis pemetaan masalah sosial di Kota Mataram

lombokjournal.com —

MATARAM  ;     Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram Nomor Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) tampil elegan dalam Debat Kandidat Pilkada Kota Mataram, Kamis malam (29/10/20) di Mataram.

Gagasan pasangan SALAM dinilai paling kongkrit dengan ide-ide program yang realistis dan terukur

Calon Walikota Mataram, Selly Andayani membuka pemaparan program SALAM dengan mengupas sejumlah permasalahan yang ada di Kota Mataram.

“Mataram hari Ini masih diselimuti dengan berbagai masalah. Akses pendidikan, kesehatan, kemiskinan, kesenjangan ekonomi,” katanya.

Selain itu, masih ada lebih dari 5 persen angkatan kerja yang menganggur, ribuan keluarga belum memiliki rumah. Bahkan masih ada balita yang kurang gizi.

“Mataram butuh perubahan. Butuh keadilan dan pemerataan pembangunan, serta rasa kebahagiaan warganya. Pasangan SALAM hadir sebagai solusi 5 tahun ke depan,” tegas Selly Andayani.

Untuk mengurai semua masalah itu, SALAM maju dengan visi yang jelas, yakni Menghadirkan Peradaban Baru Yang Maju, Berkah, dan Cemerlang, Berbasiskan Gotong Royong.

“Kami ingin hadirkan Mataram sebagai Kota Madani (Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur). Kota yang Maju, terdepan, terbaik, teladan, unggul di segala bidang. Dan setiap warganya hidup Sejahtera, Bahagia Lahir dan Batin,” katanya.

Ia menegaskan, pasangan SALAM bertekad menciptakan pemerintahan  terbaik, bersih dan terbuka.

“Kami pastikan semua birokrasi bekerja, jujur, ikhlas dan sungguh-sungguh, dengan kami memberikan contoh teladan,” tukas Selly.

Ia memaparkan, dengan semangat nilai kebajikan, SALAM akan menghadirkan Kebijakan Pembangunan di Kota Mataram yang melindungi semua warganya terutama berpihak pada Fakir Miskin, Lansia, Anak Terlantar, kamu Perempuan,  Penyandang Disabilitas.

SALAM akan berlaku adil bagi semua warga dengan menghadirkan Program 1 Keluarga 1 Sarjana, 1 Keluarga 1 Lapangan Usaha, 1 Warga 1 BPJS, 1 Lansia Pra-KS 1 Rantang Salam.

“Kami juga pastikan Generasi Muda memiliki wirausaha, berprestasi di segala bidang baik itu Agama, Seni Budaya, Olah Raga dan lainnya,” katanya.

SALAM akan terus berikhtiar mengembangkan sektor Industri, Perdagangan, Jasa, dan Pariwisata, serta UMKM yang tumbuh produktif dan berdaya saing.

“Kami tidak mau berdiam diri dengan keadaan saat ini. Kita perlu berjuang bersama untuk memastikan semua warga memiliki pekerjaan dan penghasilan yang cukup, rumah yang layak huni, lingkungan yang bersih, asri, aman, dan kehidupan yang rukun dan damai di Kota Mataram ini,” tegasnya.

SALAM tidak ingin ada lagi warga yang mendapat perlakuan tidak adil. Karena itu SALAM berkomitmen menghadirkan kepemimpinan yang responsif dan sensitif terhadap persoalan warga, dengan pelayanan Inklusif dan Inovatif.

“SALAM akan mengatasi seribu masalah dengan seribu solusi dan inovasi. Kami akan turun tangan langsung dalam mengatasi masalah, Bukan lepas tangan atau tunjuk tangan. Kami siap mendengar dan melayani setiap saat. Kami tidak tunggu tapi kami jemput  aspirasi warga. Kami percaya, bersama rakyat dan doa rakyat kita bisa wujudkan Kota Mataram yang Cemerlang, bahagia warganya,  Berkah Kotanya,” katanya.

Dalam debat kandidat tersebut pemaparan program SALAM juga disertai video grafis pemetaan masalah sosial di Kota Mataram.

Sejumlah program bahkan sudah mulai dilakukan pasangan SALAM seperti Rantang Salam untuk lansia, gerakan Guru, Dokter dan Psikolog Keliling (GudeK SALAM), Bidan SALAM Menyapa, dan program lainnya yang sudah dilakukan SALAM sepanjang masa kampanye ini.

Memasuki sesi tanya jawab antara masing-masing calon, SALAM yang mendapat pilihan bertanya pada calon nomor urut 1, Mohan-Mujib (HARUM). SALAM bertanya bagaimana calon tersebut dapat mengupayakan kemandirian fiskal daerah, dan mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.

“Kami ingin bertanya kaitan dengan kontribusi PAD Kota Mataram terhadap APBD yang hanya 24 persen, artinya ada ketergantungan pada pusat 76 persen. Kami ingin strategi apa yang dilakukan sesuai visi kemandirian fiskal daerah?,” tanya Selly.

Sesi tanya jawab berlangsung serius antara dua calon yang memiliki pengalaman dalam mengelola roda birokrasi ini.

Profesionalisme Penanganan Sampah dan Terpadu

Tiba saat calon nomor urut 3, Makmur-Ahda bertanya pada Selly-Manan terkait solusi yang ditawarkan SALAM dalam mengurus permasalahan sampah seusai konsep green city dan zero waste.

Dengan cerdas Selly menjawab pertanyaan tersebut dengan sistematis dan disertai contoh kongkrit.

Selly menegaskan dia akan mempersiapkan Badan Usaha Milik Kelurahan atau BUMKel yang nantinya dapat mengelola sampah menjadi bernilai ekonomis.

“Kami akan buat Badan Usaha Milik Kelurahan atau BUMkel untuk penanganan sampah di Kota Mataram. Kita ingin pusatkan di satu tempat. Sehingga permasalahan sampah dari rumah telah selesai diangkut oleh operator dan dikendalikan oleh Bumkel,” paparnya.

Menurut Selly, permasalahan sampah ini berkaitan dengan jumlah volume sampah setiap hari dan kemampuan daerah mengelolanya yang masih terbatas.

“Setiap hari 320 ton sampah diproduksi di Kota Mataram, separuhnya yang mampu terangkut ke TPS, TPA,” katanya.

Kehadiran BUMKel akan sangat membantu menyelesaikan masalah samah.  SALAM memprogramkan setidaknya ada 2 BUMKel yang akan dikelola profesional dibawah BUMD milik Kota Mataram nantinya.

“BUMD dan BUMKel ini akan dikelola profesional, jadi bukan tim sukses kami yang akan masuk. Dengan BUMKel ini kita bukan hanya menyelesaikan masalah sampah tetapi juga membuka lapangan usaha, ada nilai tambah untuk masyarakat. Selama ini Pemkot sudah bekerjasama dengan Bank Sampah, tetapi ini belum optimal,” tandasnya.

Ia juga menyoroti rendahnya honor pekerja pengangkut sampah di Mataram saat ini yang masih diberikan Rp500 per bulan. Pada konsep Bumkel ala SALAM, pekerja akan diberikan upah 3 juta. Ini adalah upaya peningkatan kesejahteraan sekaligus sebagai trigger atau pemicu kinerja pekerja.

“Di setiap lingkungan sudah ada motor roda tiga. Sehingga urusan sampah nantinya selesai dirumah tangga  karena penanganannya akan dikelola Operator yang profesional, bukan oleh tim sukses Salam,” tambahnya.

Selain itu, Selly menyampaikan SALAM akan mendorong Pengolahan Sampah Terpadu (Osamtu)

Pengolahan sampah terpadu ini akan bermuara pada Waste to Energi.

Asap dari sisa pembakaran sampah menjadi energi listrik dengan bekerja sama dengan PLN sebagai energi terbarukan. Potensi eneri listrik itu akan diberikan kepada masyarakat yang kurang sejahtera. Sehingga permasalahan sampah berkorelasi dengan kesejahteraan.

Tidak hanya itu, SALAM juga akan berkomitmen untuk mengejar dana CSR dari perusahaan yang memproduksi plastik botol bekas. Karena itu merupakan tanggung jawab perusahaan tersebut, tidak hanya menyisakan persoalan sampah.

Persoalan sampah di Kota Mataram, kata Selly juga akibat sampah kiriman dari hilir.

Sehingga jika terpilih menahkodai Mataram, ia akan memasang jaring di setiap hulu untuk mengantisipasi sampah kiriman. Kemudian membuat regulasi turunan dalam bentuk Peraturan Walikota terkait sampah.

Lebih unik lagi, Selly ke depan akan memasang kamera pengawas di beberapa sungai yang biasa digunakan masyarakat membuang sampah. Jika ada warga kedapatan maka tentu akan diberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

Kepemimpinan yang Melayani Masyarakat

Sementara itu, dalam closing statemen SALAM, Calon Wakil Walikota Mataram TGH Abdul Manan mengatakan, SALAM yakin dan percaya bahwa Kota Mataram mampu menjadi Kota Peradaban yang maju bersama SALAM.

“Mataram butuh kemajuan di segala bidang. Untuk itu Mataram butuh sosok pemimpin yang Kreatif, Inovatif, dan melayani semua warga. Pemimpin yang setia, melayani, dan hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.

Manan mengatakan, Mataram butuh pemimpin yang melindungi kelompok rentan seperti Fakir Miskin, Lansia, Penyandang Disabilitas dan lainnya. Bukan Pemimpin yang sekedar memberikan harapan tetapi pemimpin yang memberikan kenyataan.

“Mataram butuh pemimpin yang selalu mendatangi rakyat, bukan didatangi. Pemimpin yang selalu mendengar, bukan yang selalu ingin didengar. Pemimpin yang turun ke lapangan bukan pemimpin yang turun belakangan dan suka tunjuk tangan,” katanya.

Ia menegaskan, pasangan SALAM hadir untuk menjawab semua itu. Untuk mewujudkan Mataram sebagai Kota  yang  maju di segala bidang.

“SALAM hadir untuk semua kalangan, tua maupun muda, dan memberikan kesempatan kepada semua warga untuk menikmati hasil pembangunan,” tegasnya.

Me




Lintasan un Nocturno de Jabo dalam Pameran “Air Palem, Burung Hantu dan Pohon Kamboja”

SYAMSUL FAJRI NURAWAT (SFN) pameran seni rupa tunggal bertajuk “Air Palem, Burung Hantu dan Pohon Kamboja” di Galeri Gudang ErKaEm, di Lombok Barat, 21-28 Oktober 2020. Di hari akhir pameran itu ditutup dengan pertunjukan ‘teater gerak’ (istiah yang disampaikan Jabo sapaan SFN). “Untuk menguatkan pemaknaan karya yang saya pamerkan,” kata Jabo

 

SFN atau kita sebut Jabo, yang dikenal sebagai aktor  dan penata artistik teater, memamerkan 10 karya lukisan yang menggunakan media karton dengan tarikan garis bolpoin, 2 karya instalasi dan sebuah pertunjukan ‘happening’ tunggal.

Kita tak membicarakan seni drawing yang memvisualkan sesuatu sebagai bentuk representasi, atau suatu karya ilustrasi yang memberi keterangan atau gambar keterangan.

Syamsul Fajri Nurawat / Jabo

Karya-karya  dalam pameran itu masing-masing dipajang  di ruang (yang sengaja dipilih) dengan tingkatan makna yang berbeda. Mulai beranda dan ruang tamu, ruang tengah yang berisi karya instalasi sepatu boot dan sebutlah topi cowboy serta satu pitcher tuak dan lilin yang merobek gelap , hingga di lantai dua Galeri Gudang ErKaEm yang selama ini dipakai untuk pelbagai keperluan.

Tingkatan makna di masing-masing ruang itu, seperti pemahaman akan struktur drama, mulai dari diperkenalkannya ‘konflik’ hingga mencapai krisis. Masing-masing karya menyimpan riwayat sastra dari lintasan  un Nocturno de Jabo.

Misalnya,  setelah mengamati di antaranya ‘Kematian di Hari yang Mengecewakan’ , ‘Sebuah Adegan Mengenai Metamorfosa’, kemudian berlanjut pada ‘Patria o Muerte!!! (Negara atau Kematian!!!), lalu berlanjut ke ‘Laki-laki Pejuang dan Raungan Pembebasan’.

Tapi karya-karya Jabo memuat kisah sambung menyambung. Tiap karya bukanlah captura del momento yang berdiri tunggal,  tapi peristiwa satu bergerak menuju peristiwa lain yang merakit bangunan drama.  Kita  tengah menyaksikan riwayat seseorang, yang dikatakan Ahmad Tabibudin (dalam pengantar kurasionalnya), seorang aktor ‘yang (selalu) ingin menunjukkan sistem kerja neurosisnya dalam menangkap gejala dan simbol-simbol dalam masyarakat’

Saat menyadari pemahaman demikian, pameran karya-karya di Galeri Gudang ErKaEm itu tak cukup semata-mata layaknya mengapresiasi pameran tunggal perupa.  Ini (mungkin)  tentang seniman yang mengubah diri melalui eksperimen estetik melalui bentuk-bentuk kolaborasi pelbagai media artistik.

Jabo disebut menguasai cara menjadi sunyi di tengah keramaian, dan terbiasa memendam apa pun. Dan memang, dalam karyanya  memancar pesona pilu yang terbingkai dalam raungan semangatnya. Pertunjukan tunggalnya juga dengan hentakan kaki, teriakan tertahan dan tubuh menggeiat, campur aduk antara kobaran semangat, kekecewaan, sensiblero, dan tentu rasa pilu.

Ari Juliant

ARI jULIANT

“Saya menangkap rasa pilu, kekecewaan dan kesepian,” kata Ari Juliant. Itu diugkapkannya mengomentari pameran dan pertunjukan Jabo.

Ari Juliant, musisi yang selalu mengumandangkan gerakan gerilya kesenian dan penggagas Galeri Gudang ErKaEm,  merupakan bagian penting  dari pameran dan pertunjukan Jabo. Sejak pameran dibuka dan diakhiri dengan pertunjukan, 21-28 Okober 2020,  musik Ari (bersama violis Arif dan pemain bas kang Maman) mengisi ruang auditif dan menyeret pengunjung dalam kekecewaan dan kepiluan Jabo.

Tapi seperti diakuinya, bunyi-bunyi yang dimainkan bukan berfugsi memberi ilustrasi tapi ekspresi otonom sebagai respon bentuk-bentuk visual yang ditangkapnya. Baru saya sadari, bunyi-bunyi itu menyarankan kegembiraan dan optimisme meski membingkai kekecewaan dan rasa pilu.

Dan kemudian saya juga menyadari, selama pameran ‘Air Palem, Burung Hantu dan Pohon Kamboja’ itu juga tentang kesenangan murni. Hadirnya kolaborasi pelbagai media artistik, seperti kata orang, momen ‘Happenings’ dengan gagasan seni sebagai penanda kualitas hidup

Ka-Es

 

 




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 29 Oktober 2020, Bertambah 16 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 4 (Empat) Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

Disiplin penerapan protokol kesehatan (Prokes) masih menjadi kunci utama kita untuk mencegah penularan Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD H. L. Manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 16 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Kamis (29/10/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 68 sampel dengan hasil 52 sampel negatif, tidak ada sampel positif ulangan, dan 16 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 4 (empat) orang, tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 16 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 4 (empat) tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari iKamis ini (29/10/20) sebanyak 3.960 orang, dengan perincian 3.260 orang sudah sembuh, 220 meninggal dunia, serta 480 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Ariadi.

TAMBAHAN 16  PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 4 (EMPAT) ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3945, an. S, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Desa Loang Naka, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  2. asien nomor 3946, an. SR, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3924. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  3. Pasien nomor 3947, an. SS, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3913. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  4. Pasien nomor 3948, an. T, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3913. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  5. Pasien nomor 3949, an. KM, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3924. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  6. Pasien nomor 3950, an. SH, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Oi Mbo, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3924. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  7. Pasien nomor 3951, an. R, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalan isolasi terpusat di Kota Bima;
  8. Pasien nomor 3952, an. J, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3805. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  9. Pasien nomor 3953, an. S, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  10. Pasien nomor 3954, an. SW, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3888. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  11. Pasien nomor 3955 an. M, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  12. Pasien nomor 3956, an. AWA, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  13. Pasien nomor 3957, an. SF, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Dorebara, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  14. Pasien nomor 3958, an. MS, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  15. Pasien nomor 3959, an. JJ, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Kempo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  16. Pasien nomor 3960, an. RK, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Doro Tangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu.

Hari Kamis ini terdapat penambahan 4 (empat) orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3515, an. LMHJ, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Majidi, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  2. Pasien nomor 3633, an. DA, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 3635, an. YMDA, laki-laki, usia 17 tahun, penduduk Desa Belok Petung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur;
  4. Pasien nomor 3700, an. TAR, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa.

Hari Kamis juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 3953, an. S, lakilaki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki penyakit komorbid dan dilakukan tatalaksana Covid-19.

Lalu Gia Aryadi menghimbau, agar seluruh masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sosial dan ekonomi.

“Meski saat ini grafik kasus terpapar Covid-19 di NTB terus melandai, namun masyarakat tidak boleh lengah.,” katanya mengingatkan.

Ditegaskan, disiplin penerapan protokol kesehatan (Prokes) masih menjadi kunci utama kita untuk mencegah penularan Covid-19.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




SALAM Persiapkan Kejutan untuk Debat Terbuka Pilkada Kota Mataram Malam Ini

Saat menjadi Penjabat Walikota Mataram selama enam bulan, Selly membuat gebrakan menaikan upah pasukan kuning di Kota Mataram, karena paham betul persoalan kebersihan sangat mendasar di Kota Mataram

lombokjournal.com —

MATARAM ;   Debat terbuka pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Mataram akan digelar malam ini, Kamis (29/10/20), pukul 19.00 Wita.

Debat putaran pertama ini akan membahas tema “Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat,” dan akan berlangsung di Hotel Grand Legi Mataram dan disiarkan di Lombok TV.

Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram Nomor Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) memastikan akan memberikan kejutan dalam pelaksanaan debat malam nanti.

SALAM telah menyiapkan materi debat berbekal pengalaman sebagai Penjabat Walikota Mataram tahun 2015,  mantan Kadis Perdagangan Provinsi NTB maupun serapan aspirasi masyarakat saat blusukan dan door to door

“Kalau bunda diamanatkan jadi Walikota Mataram tentu akan kita upayakan bagaimana membahagiakan warganya. Ukuran bahagia itu juga ukuran kesejahteraan. Kalau urusan perut terpenuhi pasti sehat, kalau sudah sehat ngapain ke dokter,” ujar Hj Selly di Mataram, Kamis,  (29/10/20).

Selly juga menyoroti banyaknya warga Mataram yang tidak memiliki rumah. Sebanyak 34 ribu kepala keluarga di Mataram belum memiliki rumah. Itu sangat besar dari jumlah warga Mataram yang lebih dari 400 ribu.

“Bahkan ada satu rumah yang diisi 10 orang. Itu sejahteranya bagaimana,” ujarnya.

Saat menjadi Penjabat Walikota Mataram selama enam bulan, Selly membuat gebrakan menaikan upah pasukan kuning di Kota Mataram, karena paham betul persoalan kebersihan sangat mendasar di Kota Mataram.

Gebrakan lainnya Selly juga melakukan penutupan Pasar Beras di Cakranegara yang kala itu menjadi sarang prostitusi.

Bukti kongkrit lainnya dalam menata kota, dapat terlihat di Tanjung Karang. Wilayah yang dikenal rawan banjir kala musim hujan kini aman dari genangan maupun banjir karena kebijakan normalisasi saluran di Tanjung Karang.

Selain itu Selly juga memberlakukan Tunjangan Kerja Daerah (TKD) lebih tinggi dan menaikkan gaji Kepala Lingkungan.

Bahkan saat menjabat Kadis Perdagangan Provinsi NTB, Selly membuat gebrakan pasar murah dengan bekerjasama dengan distributor tanpa menggunakan APBD. Pasar murah digelar di Lombok dan Pulau Sumbawa. Manfaatnya betul-betul dirasakan masyarakat.

Deretan prestasi tersebut membuat Selly paham betul dengan tema debat putaran pertama malam ini. Sehingga pasangan SALAM mempersiapkan kejutan untuk debat malam ini. Kira-kira apa kejutan SALAM?

Me




Lewat Mobile JKN, Urus BPJS Kesehatan Tanpa Khawatir Terdampak Penularan Covid-19

Pendaftaran, perubahan kelas, maupun perubahan faskes semua bisa dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN

MATARAM.lombokjournal.com

Pelayanan publik menjadi tempat yang rawan akan penyebaran Covid-19.

Banyak peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang datang bergerombol atau saling berdekatan menjadi potensi untuk menyebarkan Covid-19.

Hal ini tentu perlu menjadi perhatian bersama, karena meskipun memiliki potensi demikian, pelayanan publik tidak dapat dihentikan. Sudah sewajarnya selalu mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Hal ini untuk kebaikan bersama dan sebagai usaha menjaga diri serta orang sekitar.

“BPJS Kesehatan Cabang Mataram selalu berusaha mengikuti seluruh himbauan pemerintah melalui program disiplin 3M+ yaitu untuk selalu menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan serta menerapkan pola hidup sehat. Kami sudah menyediakan tempat mencuci tangan, begitu pula dengan pelayanan pengurusan administrasi BPJS Kesehatan, semua mengikuti protokol kesehatan yang ketat dan teratur. Antrean dan kursi juga diberi jarak dan tentunya setiap pengunjung maupun petugas wajib memakai masker. Semua itu untuk menjaga dan menjamin setiap pengunjung BPJS Kesehatan agar tetap aman dan terhindar dari Covid-19,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mataram Sarman Palipadang.

Selain dengan disiplin 3M+, BPJS Kesehatan juga meminimalisir kedatangan peserta ke kantor BPJS Kesehatan guna menghindari keramaian pengunjung.

Hal itu dilakukan dengan memanfaatkan kanal-kanal lain yang dapat dimanfaatkan peserta BPJS Kesehatan seperti Care Center 1500400, Layanan Suara VIKA, Layanan Chat CHIKA dan penggunaan Aplikasi Mobile JKN.

Aplikasi Mobile JKN masih menjadi favorit peserta BPJS Kesehatan untuk pemanfaatan kanal layanan BPJS Kesehatan secara online, dengan Aplikasi Mobile JKN, peserta BPJS Kesehatan tidak perlu repot-repot datang ke kantor dan mengantri untuk mengurus administrasi BPJS Kesehatan.

Lestari (29) warga Kabupaten Lombok Barat, mengungkapkan betapa mudahnya dalam penggunaan aplikasi Mobile JKN. Dengan aplikasi tersebut, dirinya dapat dengan mudah mengetahui informasi seputar Program JKN-KIS.

“Dulu saya pernah diberikan informasi terkait aplikasi Mobile JKN, tetapi karena saya gaptek (gagap tekhnologi), saya tidak pernah memakainya, namun setelah dipandi oleh petugas BPJS Kesehatan, ternyata sangat mudah, jika tahu mudahnya seperti ini, saya tidak perlu datang ke Kantor BPJS Kesehatan untuk mengurus kepesertaan saya,” ungkap Lestari saat berkunjung ke Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Lombok Barat.

Pendaftaran, perubahan kelas, maupun perubahan faskes semua bisa dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN. Mobile JKN kini semakin canggih dengan berbagai fitur yang mempermudah peserta dalam menggunakan pelayanan kesehatan.

BPJS Kesehatan terus berusaha meningkatkan kualitas dan fitur pelayanan yang ada sehingga peserta dapat lebih mudah dalam penggunaannya.

dh/yn/Jamkesnews

 




Peserta JKN-KIS Segmen PPU PN Per 1 Nopember, Harus Registrasi Ulang

Untuk memperbarui data NIK, peserta dapat menghubungi Kantor Cabang melalui menu pengaktifan kembali kartu pada Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp (Pandawa)

MATARAM.lombokjournal.com

Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan, peserta Jaminan Kesehatan Sosial – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU PN), muai 1 Nopember harus mengikuti Program Registrasi Ulang (Gilang).

M. Iqbal Anas Ma’ruf

Dalaam keterangan tertuisy, Iqbal menjelaskan, registrasi ulang itu terkait datanya yang belum terisi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Selain itu, hal itu perlu dilakukan guna menindaklanjuti rekomendasi Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tahun buku 2018, serta hasil rapat bersama kementerian dan lembaga.

Peserta JKN-KIS segmen PPU PN sebeum registrasi ulang dapat mengecek status kepesertaannya melalui aplikasi Mobile JKN, layanan informasi Whatsapp (CHIKA) 08118750400, BPJS Kesehatan Care Center 1500 400, petugas BPJS SATU! yang ada di rumah sakit (rs), atau aplikasi JAGA KPK .

“Bagi peserta JKN-KIS PPU PN yang datanya belum terisi NIK, status kepesertaannya akan dinonaktifkan sementara. Mulai Minggu (1/11/20), saat cek status kepesertaan, akan muncul notifikasi untuk melakukan registrasi ulang,” jelas Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf, dalam keterangan tertulisnya.

Untuk memperbarui data NIK, peserta dapat menghubungi Kantor Cabang melalui menu pengaktifan kembali kartu pada Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp (Pandawa).

Tak hanya itu, peserta juga bisa menghubungi petugas BPJS SATU! yang ada di RS, dan melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 dengan menyiapkan foto KTP atau KK, serta KIS.

“Jika sudah melaporkan pembaruan data, status kepesertaannya akan aktif kembali dalam waktu maksimal 1×24 jam,” jelas Iqbal.

DIharapkan,  melalui internalisasi dan sosialisasi yang efektif, para peserta JKN-KIS PPU PN yang dinonaktifkan dapat memanfaatkan kemudahan registrasi ulang melalui Program Gilang dari BPJS Kesehatan.

Iqbal meminta keterlibatan instansi seperti Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI),

Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri), Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (TASPEN), serta Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI).

Rr

 

 




Wagub Bersama Forkopimda Ikuti Peringatan Sumpah Pemuda Secara Virtual

Kata Presiden, Bersatu melewati masa sulit pandemi, bangkit menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju

 MATARAM.lmbokjournal.com

Wakil Gubernur Provinsi NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bersama Forkopimda menghadiri Acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke 92 Rabu 28 Oktober 2020 secara virtual di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB.

Hadir bersama Wakil Gubernur NTB pada acara ini Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda NTB Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahya Ningsih, M.Si bersama Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda NTB, Dr. H. Lalu Syafi’i, MM.

Momentum ini juga dirangkai dengan peresmian Stasiun Penyiaran TVRI Papua Barat yang merupakan stasiun ke 30 di Indonesia oleh Presiden RI Joko Widodo secara daring.

Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo dalam kesempatan tersebut menegaskan, semangat sumpah pemuda harus terus menyala sebagaimana ikrar pertama kali yang terucap pada 28 Oktober 1928 silam.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 tahun 2020 ini juga merupakan momentum membangun kolaborasi bersama untuk melawan dan mencegah penyebaran Covid-19.

“Sumpah pemuda harus dinilai sebagai energi positif yang menyatukan, bukan saling menyalahkan dalam perbedaan. Untuk mempercepat Indonesia maju di tengah Pandemi Covid-19 harus bersatu dalam mencegahnya,” kata Jokowi dalam sambutannya.

Menurut Presiden, atas dasar panggilan jiwa untuk berjuang, para pemuda menyatukan semangat dan harapan untuk bersatu melawan penjajahan bangsa Indonesia.

Refleksi semangat Sumpah Pemuda tahun ini diharapkan dapat membantu Indonesia keluar dari wabah Covid-19 yang menghantam segala sektor kehidupan masyarakat Indonesia.

“Ketika semua bersama dan bersatu Indonesia akan terus bergerak maju. Bersatu melewati masa sulit pandemi, bangkit menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju,” tegasnya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini selain dirangkai dengan peresmian TVRI Papua Barat, juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada 16 pemuda-pemudi pelopor di berbagai bidang pembangunan secara nasional maupun internasional.

Rr/HmsNTB




Kunjungi Desa Terpencil, Gubernur Peringati Sumpah Pemuda dan Merespon Permintaan Listrik  

GM PLN Wilayah NTB diminta untuk secepatnya memberikan perhatian berupa listrik kepada masyarakat di Desa Mungkin dan sekitarnya

 SUMBAWA.lombokjournal.com

Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah bersama rombongan silaturrahim bersama masyarakat di Desa Mungkin, Kecamatan Orong Telu, Kabupaten Sumbawa Rabu (28/10/20).

Kegiatan ini sekaligus memperingati hari Sumpah Pemuda ke 92 tahun 2020.

Di hadapan puluhan pemuda dan masyarakat Desa Mungkin, Gubernur Zul berp pesan pada masyarakat tidak boleh patah semangat, tidak boleh berpasrah meski berada di desa terpencil.

“Semangat pemuda itu tidak hanya dimiliki oleh masyarakat perkotaan, dimana pun kita berada, optimisme serta kekompakan tidak boleh hilang,” nasehat Gubernur.

Dari Desa Mungkin diharapkan banyak dilahirkan pemimpin hebat, pengusaha hebat, serta akademisi-akademisi hebat.

Menurutnya, semangat belajar masyarakat pedesaan sangat tinggi dan harus didukung oleh seluruh pihak, termasuk Pemerintah Provinsi NTB.

“Boleh saja kita terlahir di desa terpencil, tapi semangat belajar serta cara pandang kita tidak boleh kerdil,” tambah Bang Zul memberikan semangat pada pemuda.

Merespon aspirasi masyarakat

Ardian, salah seorang pemuda Desa Mungkin mengaku terharu, karena  baru pertama kali merayakan hari sumpah pemuda.

Karena menurutnya, hari Sumpah Pemuda itu hanya dirayakan oleh orang-orang yang bersekolah tinggi.

“Pandangan saya, sumpah pemuda hanya dirayakan oleh orang yang bersekolah,” ungkapnya dengan suara haru.

Pemuda  yang putus sekolah sejak SMA ini berharap, momentum hari Sumpah Pemuda Ini bisa dijadikan semangat pembangunan. Mulai dari membangun SDM hingga infrastruktur, terutama di daerah terpencil seperti Desa Mungkin.

“Jujur, salah satu penyebab saya putus sekolah adalah jalan yang susah, dari rumah seragam saya bersih, sampai sekolah kotor sekali,” ungkap pemuda berusia 18 tahun itu.

Kepala Sekolah SDN Karya Baru Taufik Andita berharap, kedatangan Gubernur ke Desa Mungkin tersebut mempunyai dampak positif terutama dalam pendidikan. Ia meminta ada kendaraan operasional yang bisa dipakai untuk mengajar muridnya dari rumah ke rumah.

“Saya kredit motor selama tiga tahun, belum lunas, sudah rusak,” ungkapnya.

Tak hanya kendaraan, ia meminta ada pagar sekolah. Itu semua demi keamanan serta kenyamanan proses belajar mengajar. Taufik bercerita, beberapa kali kuda dan sapi naik ke pagar sekolahnya.

“Pagar sekolah banyak yang rusak sama kuda dan sapi,” tambahnya.

Darwin, Kades Desa Mungkin bercerita, banyak petani yang mengeluhkan harga pupuk yang cukup tinggi. Darwin meminta, harga pupuk bisa dinormalkan atau diberikan bantuan khusus dari pemerintah.

“Masyarakat kami semuanya petani, semuanya mengeluhkan mahalnya harga pupuk,” ungkapnya.

Tak hanya pupuk, jalan pun begitu, satu meter pun tidak ada aspal. Semuanya berbatu, tanah dan lumpur. Ia merasa kasihan dengan masyarakat serta anak sekolah yang sangat jauh mencari nafkah dan menuntut ilmu melewati jalan terjal dan licin.

“Semoga ada perhatian lebih kepada kami yang berada di daerah terpencil seperti saat ini,” harapnya.

Merespon aspirasi tersebut, Gubernur meminta kepada GM PLN Wilayah NTB untuk secepatnya memberikan perhatian berupa listrik kepada masyarakat di Desa Mungkin dan sekitarnya.

“Kita ikhtiarkan bersama PLN, dalam waktu dekat listrik di desa ini nyala terus,” ungkap Gubernur.

Lasiran, GM PLN Wilayah NTB akan langsung menindaklanjuti permintaan Gubernur. Menurutnya, listrik belum sampai di Desa Mungkin ini bukan karena kurang perhatian, tapi pihaknya tidak mengetahui kalau ada desa di daerah tersebut.

“Karena sangat terpencil dan jauh, kami tidak tau ada desa di sini, beruntung pak Gubernur langsung mengajak kami ke Desa Mungkin,” tutupnya.

Rr/HmsNTB