Partai Gerindra Akan Tindak Tegas Kader Yang Tak Mengindahkan Keputusan Partai

Kader yang tidak loyal atau mbalelo akan diberikan tindakan yang sangat tegas

lombokjounal.com —

JAKARTA :     Berita tentang adanya sejumlah kader Partai Gerindra yang loncat gerbong mendukung pasangan lain di Pilkada KLU langsung disikapi Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, H. Bambang Kristiono, SE (HBK).

HBK menegaskan, dirinya tidak mempermasalahkan kepada siapapun, untuk menentukan pilihan politiknya di luar keputusan politik yang telah diambil Partai Gerindra.

Haji Bambang Kristiono (HBK)

“Tapi sebaiknya, jangan mengklaim atau mengaku-ngaku dirinya sebagai kader Partai Gerindra, apabila kemudian tidak bisa loyal dengan keputusan akhir yang telah diambil Partai Gerindra,” tegas HBK, Senin  (02/11/10).

Sebelumnya ramai diberitakan gerbong dan keluarga besar Wakil Bupati KLU, H Sarifudin mendeklarasikan dukungannya untuk pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wabup KLU, Najmul Akhyar–Suardi (NADI) dengan Nomor Urut-2.

Pernyataan dukungan disampaikan di rumah kediaman orang tua Sarifudin di Dusun Lokokrangan, Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Jumat (30/10).

Terkait hal tersebut HBK menegaskan, setiap orang memiliki hak yang dijamin oleh Undang-undang untuk menentukan pilihan politiknya secara bebas.

“Partai Gerindra memberikan kebebasan kepada siapapun untuk menentukan pilihan politiknya di Pilkada KLU 2020 ini, sesuai dengan hati nuraninya masing-masing dan itu dijamin oleh Undang-Undang. Jadi adalah hal yang biasa, wajar, dan sah-sah saja apabila kemudian antara satu orang dengan yang lainnya berbeda dalam pilihan politik,” tandasnya

Namun demikian, HBK kembali menegaskan, Partai Gerindra dengan segala kelebihan dan kekurangannya telah mengambil keputusan final untuk mengusung dan mendukung pasangan Djohan Syamsu-Danny K. Febrianto atau yang dikenal dengan pasangan Joda Akbar di Pilkada KLU 2020.

“Jadi, saya berharap tidak ada lagilah orang atau kelompok orang yang mengaku-ngaku dirinya sebagai kader Partai Gerindra, tapi sikap dan perilakunya tidak mencerminkan jadi diri sebagai kader Partai Gerindra”, katanya.

Menurutnya, sebagai Partai politik yang terbuka, dinamis, dan modern, Partai Gerindra memahami betul bahwa keputusan apapun yang telah diambil pastinya tidak akan memuaskan semua kader yang ada, tapi AD/ART Partai telah mengatur kewajiban dan larangan yang harus dipatuhi oleh segenap kader Partai.

AD/ART Partai telah dengan sangat jelas mengatur bahwa kader yang tidak loyal atau mbalelo akan diberikan tindakan yang sangat tegas.

Ia mengibaratkan, Pilkada ini adalah salah satu ujian dari pada komitmen dan kesetiaan seorang kader Partai dalam memperjuangkan kepentingan, agenda-agenda, dan kehormatan Partainya.

“Saya pastikan kepada mereka yang tidak segaris dengan kebijakan Partai akan menghadapi sanksi yang sangat berat, mulai dari teguran keras sampai dengan pemecatan,” sambung HBK.

HBK menekankan, bagi kader Partai yang tidak loyal, melawan dan tidak lagi sejalan dengan keputusan Partai, maka tanpa ada keraguan sedikitpun, Partai akan melakukan tindakan yang tegas.

Bisa berupa peringatan keras, atau pemecatan dari keanggotaan Partai.

“Untuk membesarkan Partai ini, kita butuh kader2 yang loyal serta memiliki integritas yang tinggi. Dan kepada mereka2 yang tidak sanggup untuk menjaga dan mempertahankan komitmen dirinya dengan perjuangan Partai, maka kami persilahkan untuk mengundurkan diri bahkan keluar dari keanggotaan Partai, sederhana saja tapi nggak usah lagi membawa-bawa nama Partai Gerindra,” pungkas HBK.

Me




UPDATE Covid-19: Hari Minggu, 01 Nopember 2020, Bertambah 2 (Dua) Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 9 (Sembilan) Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

Disiplin penerapan protokol kesehatan (Prokes) masih menjadi kunci utama kita untuk mencegah penularan Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com –

Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram dan Laboratorium TCM RSUD Kota Bima mengkonfirmasi, ada tambahan 2 (dua) pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Minggu (01/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sampel negatif, tidak ada sampel positif ulangan, dan 2 (dua) sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 9 (sembian) orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 2 (dua) kasus baru terkonfirmasi positif, 9 (sembilan) tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Minggu ini (01/11/20) sebanyak 3.992 orang, dengan perincian 3.277 orang sudah sembuh, 222 meninggal dunia, serta 493 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 2 (DUA) PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 9 (SEMBILAN) ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 3991, an. ZMM, laki-laki, usia 7 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
  2. Pasien nomor 3992, an. RI, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19.Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram.

Hari Minggu ini terdapat penambahan 9 (sembilan) orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 2761, an. FA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 3709, an. H, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Aikmel Barat, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 3711, an. HH, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Aikmel Barat, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  4. Pasien nomor 3718, an. S, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Gapuk, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur;
  5. Pasien nomor 3728, an. HW, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 3769, an. GPO, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  7. Pasien nomor 3794, an. T, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Bali Satu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  8. Pasien nomor 3821, an. EHS, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 3887, an. LH, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa.

Hari Minggu ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 3970, an. RMN, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien memiliki penyakit komorbid dan dilakukan tatalaksana Covid-19.

Lalu Gita Aryadi, Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB menghimbau masyarakat agar tidak mengabaikan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sosial dan ekonomi.

“Meski saat ini grafik kasus terpapar Covid-19 di NTB terus melandai, namun masyarakat tidak boleh lengah. Sebab disiplin penerapan protokol kesehatan (Prokes) masih menjadi kunci utama kita untuk mencegah penularan Covid-19,” katanya.

Protokol kesehatan tersebut, mulai dari penggunaan masker, rajin cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak atau  menghindari kerumunan dan membudayakan pola hidup bersih dan sehat, haruslah dapat dijadikan tatanan hidup baru bagi seluruh masyarakat NTB.

Menurutya, dengan cara demikian, Insya Allah kita bisa tetap aman dan produktif di tengah pandemi Covid-19 ini.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Gubernur Hadiri Ground Breaking Pabrik Pengolahan Limbah di Banyumulek

LOBAR.lombokjournal.com —

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah hadir pada  ground breaking pabrik pengolahan limbah, di Banyumulek Lombok Barat, Minggu (01/11/20) pagi.

Dikatakan,ihtiar menghadirka investasi terus dilakukan di tengah situasi pandemi Covid-19. Upaya ini tidak mudah, dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan dlam berinvestasi di Nusa Tenggara Barat, Investor mulai merealisasikan investasinya di tempat kita.

“Kita butuh investasi karena kita butuh untuk membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat kita dan Insya Allah investasi-investasi lainnya segera akan bergulir di Provinsi NTB yang kita cintai ini,” jelas Gubernur Zul. .

Dengan adanya pabrik pengolahan limbah itu akan mensukseskan program Zero Waste akan lebih terukur, temasuk program industrialisasi, ramah investasi segera terwujud..

Lebih lanjut Gub.NTB mengajak masyarakat berperan aktif memujudkan NTB menjadi aman dan nyaman untuk investasi, dan menyiapkan diri agar tak semata jadi penonton.

“Setelah ini kita akan segera memulai Pabrik Pakan Ternak untuk membantu Pertanian, Peternakan dan Perikanan kita,” kata Gubernu optimis.

Rr/HmsNTB




Konvoi Mobile RodaTiga Srikandi  SALAM  Keliling Mataram Kampanyekan Pilkada Sehat dan Bagi-bagi Masker Gratis

Selain masker gratis tim juga memberikan APK berupa stiker dan leaflet yang berisi 9 langkah menuju Mataram Berkah dan Cemerlang

lombokjournal.com —

MATARAM :      Tim  Srikandi SALAM,  pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Mataram Nomor Urut 2,  Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan,  melakukan kegiatan unik dan kreatif di Kota Mataram, terutama untuk mendukung Pilkada Sehat.

Kali ini, Minggu (01/11/20) pagi , Tim Mobile Roda Tiga Srikandi SALAM melakukan konvoi berkeliling Kota Mataram, sambil mensosialisasikan protokol kesehatan dan membagikan masker gratis untuk masyarakat.

Beberapa tim terbagi dalam konvoi, masing-masing menggunakan 5 unit kendaraan Viar roda tiga. Mereka berkeliling terutama di lokasi keramaian seperti pasar dan tempat rekreasi umum di Kota Mataram.

Di pasar Kebon Roek, Ampenan, puluhan pedagang dan kusir cidomo nampak antusias ketika tim mobile roda tiga SALAM melintas.

“Kami berterimakasih, dapat Masker dan Stiker dari SALAM,” kata Amaq Kus (52), kusir cidomo di pasar Kebon Roek.

Menurut dia, untuk masyarakat berpenghasilan pas-pasan seperti kusir cidomo, membeli masker adalah hal yang sulit. Penghasilan harian mereka kadang-kadang hanya cukup untuk keperluan dapur dan kebutuhan anak-anak.

“Bukan tidak mau pakai masker, tapi kalau beli harganya mahal. Makanya kita senang kalau ada yang memberikan gratis seperti dari SALAM ini,” tutur seorang ibu pedagang bakulan pasar.

Selain di pasar Kebon Roek, suasana yang sama juga nampak di Pantai Ampenan, pasar Sweta,  pasar Cemara, pasar Cakra,  pasar Bertais hingga Mataram dan Sekarbela  yang dilintasi tim mobile roda tiga SALAM.

Tim Ambulance GuDek yang dipimpin Imam Budi Gunawan dan kawan kawan melakukan pembagian masker dan kampanye pilkada sehat di pasar Dasan Agung dan kawasan taman udayana.

Setelah itu mereka berkeliling ke kampung-kampung perkotaan yang terkesan luput dari perhatian melakukan sosialisasi protokol kesehatan.

Aura keceriaan dan suasana bahagia juga mengiringi perjalanan konvoi tim mobile  Srikandi SALAM ini.  Flashmob dari kendaraan dan lagu-lagu bersemangat yang diputar membuat suasana meriah sepanjang perjalanan.

Meski demikian kegiatan dilakukan dengan tetap menjaga jarak dan tiap relawan tetap mengenakan Masker dan Face Shield sesuai aturan protokol kesehatan.

Juru bicara Mobile roda tiga Srikandi  SALAM, Nyayu Ernawati menjelaskan, kegiatan ini dilakukan untuk mendukung pelaksanaan Pilkada Sehat di Kota Mataram.

“Pilkada Sehat tentunya mengacu pada aturan protokol. Di lapangan kita lihat banyak masyarakat belum menggunakan masker. Bukan mereka tidak tertib, tetapi memang ada sebagain masyarakat yang kesulitan mendapatkan masker. Karena itu SALAM terus menerus turun untuk mengkampanyekan gerakan bermasker untuk Pilkada Sehat di Kota Mataram,” kata Nyayu yang didampingi Nunike F.N , Maureen Wenas, Hj Nurjanah, Hj Endang, Ki Agus Krisna , Henny Sulistina, Dewi Siregar, Donna Adrian

Nyayu yang juga Sekretaris DPC PDIP Kota Mataram menjelaskan, selain masker gratis tim juga memberikan APK berupa stiker dan leaflet yang berisi 9 langkah menuju Mataram Berkah dan Cemerlang.

Diakui oleh Nyayu, elektabilitas pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram Nomor Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) tercatat terus meningkat, terutama pasca Debat Publik Pilkada Kota Mataram yang digelar Kamis (29/10) lalu.

Menurutnya, tim pemenangan maupun relawan SALAM juga banyak mendapatkan feed back positif dari masyarakat Kota Mataram paska Debat Publik.

Baik secara individu maupun komunitas kelompok banyak memberikan dukungan untuk program SALAM yang dinilai implementatif dan kontektual dengan realita sosial masyarakat kota Mataram.

Masyarakat menilai SALAM merupakan pasangan yang terus turun lapangan dan memberikan kegiatan nyata berkaitan dengan gagasan mereka. Tidak banyak mengumbar janji, tetapi langsung action di lapangan.

“Ya alhamdulillah, visi misi dan gagasan Selly-Manan untuk Mataram Berkah dan Cemerlang dinilai realistis dan implementatif. Trend elektabilitas SALAM juga terus bergerak naik pasca Debat Publik,” tukas Nyayu.

Me




Rintik Hujan Tak Halangi Relawan SALAM Sosialisasi Pilkada Sehat  sembari Bagi Masker Gratis

Jika Pasangan SALAM kelak ditakdirkan  ALLAH SWT menjadi pemimpin Kota Mataram, akan melayani semua masyarakat, tidak hanya para pendukung saja yang diperhatikan

lombokjournal.com —

MATARAM:      Cuaca Mendung  di kawasan Kota Mataram sejak Sabtu pagi, dan hujan rintik juga turun di beberapa wilayah ibukota Provinsi NTB ini.

Namun cuaca kurang bersahabat tak menyurutkan semangat para relawan SALAM untuk The Show Must Go on giat  melakukan Kampanyekan Pilkada Sehat  sesuai Protokol Kesehatan sembari bagi Masker Gratis.

Para Relawan Ambulance GuDek SALAM sejak Sabtu pagi (31/10/20) menyebar ke sejumlah lokasi di Kota Mataram untuk mengkampanyekan protokol kesehatan, cara pencegahan Covid-19.

Di pasar tradisional Pagesangan misalnya, para relawan SALAM ini membagikan masker kepada pedagang dan pengunjung pasar. Akhir pekan di masa libur panjang ini, suasana pasar nampak ramai.

Masyarakat yang tidak menggunakan masker menjadi sasaran pembagian masker sekaligus diberi edukasi tentang protokol kesehatan melalui pengeras suara yang dipasang di Ambulance GuDek.

“Ini bagian dari kepedulian relawan SALAM di masa pandemi ini. Kami terus bersosialisasi tentang protokol kesehatan dibarengi membagikan masker gratis untuk masyarakat. Terutama di lokasi rentan keramaian seperti pasar dan lain sebagainya,” kata Koordonator Relawan Ambulance GuDek SALAM, Imam Budi Gunawan, Sabtu (31/10/20) di Mataram.

Imam mengatakan, selain memenuhi  arahan pemerintah agar seluruh daerah penyelenggara Pilkada bisa menerapkan Pilkada Sehat 2020, kegiatan yang dilakukan relawan SALAM juga sebagai bentuk nyata kepedulian pasangan SALAM terhadap kesehatan masyarakat Kota ini.

Menurut dia, Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram Nomor Urut 2,  Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) tetap berkomitmen melakukan kegiatan-kegiatan yang positif untuk masyarakat Kota Mataram.

“Gerakan relawan SALAM Jilbab Hijau juga tidak akan pilih-pilih. Baik yang mendukung SALAM atau mendukung paslon lain, sepanjang dia warga Mataram tetap kami bagikan maskernya. Kan kita nggak tahu juga di pasar itu pendukung siapa saja,” katanya.

Hal ini papar Imam, menunjukan jika Pasangan SALAM kelak ditakdirkan  ALLAH SWT menjadi pemimpin Kota Mataram, akan melayani semua masyarakat, tidak hanya para pendukung saja yang diperhatikan.

 

“Pesan Bunda Selly dan TGH Manan  yang sangat kami pegang dan membuat berkesan, adalah beliau mengatakan yang penting terus berbuat hal positif dan bermanfaat untuk semua, jangan pedulikan omongan orang,” tukasnya.

Aksi sosialisasi protokol kesehatan dan pembagian masker gratis SALAM juga digelar di lapangan Taman Sangkareang Mataram Sabtu (31/10) sore.

Para relawan SALAM membagikan masker kepada para pedagang kali lima dan pelaku UMKM yang ada di sana. Pengunjung yang sedang bersantai pun menjadi sasaran.

Menurut Imam, di Taman Sangkareang juga banyak warga Lombok Barat dan Lombok Utara yang sedang berekreasi, dijumpai dan diberikan masker gratis.

“Setidaknya dengan aksi positif seperti ini, semua masyarakat termasuk dari Kabupaten lain bisa tahu, bahwa warga Kota Mataram ini tertib menerapkan protokol kesehatan, dari hal terkecil seperti jaga jarak, cuci tangan, dan selalu menggunakan masker saat bepergian,” katanya.

Ia mengatakan, kegiatan-kegiatan seperti ini akan terus dilakukan relawan Ambulance GuDek SALAM dengan lokasi lainnya di Kota Mataram.

Me




Aplikasi Mobile JKN Permudah Ridwan Dapatkan Layanan Kesehatan

Aplikasi Mobile JKN memiliki manfaat yang sangat besar, apa lagi dengan kondisi saat ini dan tentunya dapat membantu pemerintah untuk menggencarkan pencegahan Covid-19

Narasumber: Ridwan Maulana

MATARAM.lombokjournal.com

Inovasi 4.0 terus dikembangkan oleh BPJS kesehatan, kini peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) benar-benar dimanjakan dalam segi pelayanan terutama dengan adanya kondisi pandemi Covid-19.

Saat ini, Pemerintah juga telah mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menghindari kerumunan yang ada, apa lagi dengan padatnya aktivitas sekarang membuat ruang gerak kita pun sangat terbatas.

Namun, hal tersebut tidak mengurungkan niat BPJS kesehatan untuk terus memberikan pelayanan yang prima kepada peserta JKN-KIS. Kini, dengan aplikasi Mobile JKN, seluruh peserta JKN-KIS dapat mengakses layanan kesehatan tanpa harus keluar dari rumah.

Seperti yang dirasakan oleh Ridwan Maulana (32), seorang pria yang bekerja sebagai petugas keamanan di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Kota Mataram. D

engan aktivitasnya yang sangat padat, kini ia menemukan solusi untuk administrasi di BPJS Kesehatan dengan cara menggunakan aplikasi Mobile JKN. Menurutnya, Mobile JKN ini merupakan pilihan yang sangat tepat pada masa saat ini.

“Tentunya saya sangat terbantu dengan adanya Aplikasi Mobile JKN, segala sesuatu yang dari minggu kemarin belum sempat saya selesaikan, dengan adanya ini, saya dapat lebih mudah untuk memindahkan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) keluarga saya,” ujarnya Ridwan pada saat berkunjung ke stand BPJS Kesehatan di Lombok Epicentrum Mall, Selasa (27/10/20).

Menurut Ridwan, aplikasi Mobile JKN memiliki manfaat yang sangat besar, apa lagi dengan kondisi saat ini dan tentunya dapat membantu pemerintah untuk menggencarkan pencegahan Covid-19.

Peserta pun tidak perlu datang ke kantor BPJS kesehatan untuk menyelesaikan masalah administrasi, karena BPJS Kesehatan saat ini pun mempunyai banyak program terbaru yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat dan peserta JKN-KIS dari rumah.

“Dengan inovasi yang dikeluarkan BPJS kesehatan ini membuat kami semua tentunya sangat-sangat dipermudah dengan BPJS Kesehatan saat ini. Jelas saya sangat merasakan manfaat dari program yang telah diluncurkan BPJS saat ini. Mungkin kalau tidak ada aplikasi Mobile JKN, saya tidak akan sempat untuk mengurus perpindahan fasilitas kesehatan keluarga saya,” tutur Ridwan pada tim Jamkesnews

dh/yn/Jamkesnews

 




Hayatin, Melawan Hipertensi Dengan Jaminan Program JKN-KIS

Rutin mengontrol tekanan darahnya ke rumah sakit dengan memanfaatkan kartu JKN-KIS

Narasumber; Hayatin

MATARAM.lombokjournal.com

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi saat tekanan darah berada pada nilai 130/80 mmHg atau lebih.

Kondisi ini dapat menjadi berbahaya, karena jantung dipaksa memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh, sehingga bisa mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit, seperti gagal ginjal, stroke dan gagal jantung.

Maka dari itu para penderita hipertensi ini sangat perlu untuk rutin memeriksa tekanan darahnya.

Hayatin (56) adalah salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang tengah menjalani perawatan hipertensi rutin dengan memanfaatkan Program JKN-KIS.

Saat ditemui tim Jamkesnews di kediamannya, Hayatin bercerita pentingnya untuk rutin mengontrol tekanan darahnya ke rumah sakit dengan memanfaatkan kartu JKN-KIS yang ia miliki.

“Saya sudah beberapa tahun ini menderita hipertensi, awalnya saya merasa pusing-pusing dengan leher yang tegang. Saat menjalani pemeriksaan, dokter menyarankan untuk mengecek darah dan setelah hasil pemeriksaan keluar, baru diketahui kalau saya menderita hipertensi,” ungkap Hayatin.

Hayatin mengatakan, dirinya terus mengonsumsi obat dan pastinya menghabiskan banyak biaya. Namun dengan hadirnya Program JKN-KIS, dirinya merasa terbantu karena sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS di kala ia membutuhkan pengobatan rutin.

“Selama menjalani perawatan yang rutin dalam beberapa tahun ini, saya tidak pernah memikirkan biaya yang akan saya keluarkan, karena semua biaya pengobatan saya tentunya ditanggung penuh program JKN-KIS yang diselenggarakan BPJS kesehatan,” ujar Hayatin.

Hayatin pun menjelaskan selama menjalani perawatan, ia juga kerap mengontrol pola makan dengan banyak mengonsumsi buah dan sayur.

Hayatin pun menambahkan, mengontrol pola makan yang sehat tentunya juga dapat membantu terhindar dari penyakit.

Jamkesnews

 




Komitmen Ketut Winarta, Rutin Membayar Iuran Agar Kepesertaan Program JKN-KIS Tetap Aktif

Karena mengabaikan pentingnya jaminan kesehatan, dan membuat Ketut harus merogoh kocek yang besar saat jatuh sakit

Narasumber: I Ketut Winarta

MATARAM.lombokjournal.com

Di masa pandemi seperti saat sekarang, membuat masyarakat mulai menyadari dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk mencegah penularan Covid-19.

Tetap waspada terhadap potensi terkena penularan Covid-19 penting dilakukan, namun bukan berarti kita mengabaikan risiko-risiko penyakit lainnya, salah satunya penyakit jantung.

Tentunya dengan adanya berbagai macam risiko yang ada pada saat ini kita tidak lupa akan pentingnya jaminan kesehatan.

Seperti yang dialami oleh salah satu peserta program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), I Ketut Winarta (40), yang menyesal karena mengabaikan pentingnya jaminan kesehatan, dan membuat ia harus merogoh kocek yang besar saat ia terjatuh sakit.

Ketut Winarta menuturkan, adanya pengalaman tersebut membuat ia menyadari  pentingnya jaminan kesehatan yang selama ini diabaikan.

“Saat saya jatuh sakit dan ingin menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS), ternyata sudah tidak aktif karena tunggakan dan saya memilih menjadi pasien umum untuk perawatan saya. Saat saya ingin membayar semua tagihan, saya sangat terkejut melihat tagihan yang sangat besar,” ujar Ketut pada tim Jamkesnews.

Ketut pun menambahkan, tak hanya pentingnya pola hidup yang sehat, kita pun tak lupa juga akan jaminan kesehatan yang telah diberikan pemerintah seperti BPJS kesehatan, dengan adanya berbagai macam program yang membuat dirinya tenang dI saat sakit.

“Tentunya dengan kejadian tersebut membuat saya menerapkan pola hidup sehat setiap hari dan tentunya rutin membayar iuran agar kepesertaan tetap aktif,  selalu ingat dengan tabungan masa depan saya di kala saya sedang jatuh sakit, seperti pepatah mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati. Dengan adanya program JKN-KIS, saya merasa tenang karena ada pegangan dan tak perlu kawatir lagi saat kita jatuh sakit,” ungkap Ketut.

Ketut pun tidak lupa menyampaikan pesan kepada seluruh peserta JKN-KIS khususnya pada peserta pada segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) untuk rutin membayar iuran JKN-KIS setiap bulan sebelum tanggal 10, agar tidak terjadi penonaktifan kepesertaan, seperti yang dialaminya.

dh/yn/Jamkesnews

 




Cara Registrasi Ulang Akun BPJS Kesehatan, Agar Kepesertaan Program JKN-KIS Tak Dibekukan

Peserta yang tidak dilengkapi Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada segmen peserta non penerima bantuan iuran jaminan kesehatan (PBI JK) akan dibekukan pada 1 November 2020 mendatang

MATARAM.lombokjournal.com —

BPJS Kesehatan akan melakukan cleansing data bagi  peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) )yang bermasalah, yang dilakukan mulai bulan depan atau per 1 November 2020.

Bagi seluruh peserta BPJS Kesehatan khususnya Peserta Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU PN) dan bukan pekerja (BP), sebaiknya segera melakukan registrasi ulang akun yang dimiliki.

M Iqbal Anas Ma’ruf

Peserta yang dimaksud bermasalah, yakni yang datanya belum terisi NIK. proses cleansing data merujuk pada Pasal 13 Ayat 1 UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, Setiap Penduduk Wajib memiliki NIK (nomor induk kependudukan).

Selain itu,dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, Kartu Indonesia Sehat paling sedikit memuat nama dan nomor Indentitas peserta yang terintegrasi dengan NIK, kecuali untuk bayi baru lahir.

Penjelasan dari BPJS Kesehatan, kesempatan diberikan peserta  untuk melakukan pembaruan data. Terutama bila data Kartu KIS belum terisi data NIK atau sudah terisi namun belum sesuai dengan KTP atau belum terdaftar du Dukcapil Kemendagri.

Bagi peserta BPS Kesehatan khususnya PPU PN dan BP, berikut cara registrasi ulangnya:

Langkah pertama adalah memeriksa status NIK mulai dari media komunikasi hingga kanal layanan tanpa tatap muka di BPJS Kesehatan.

Keterangan resmi BPJS Kesehatan menyebutkan, langkah ini untuk meningkatkan keakurasian data sehingga bisa memberikan pelayanan jaminan kesehatan yang maksimal.

Jika sudah diperiksa dan status NIK berubah dari aktif menjadi non aktif dengan keterangan ‘registrasi ulang kelengkapan administrasi untuk pemutakhiran data, lengkapi data KK/KTP’ langkah selanjutnya adalah pendaftaran ulang.

“Dalam proses registrasi ulang ini, peserta menyampaikan pembaharuan NIK Dukcapil melalui pelayanan tatap muka dan tanpa tatap muka,” tulis keterangan resmi BPJS Kesehatan.

Penonaktifan sementara ini tidak akan mengurangi hak peserta untuk mendapat jaminan pelayanan kesehatan.

Sebagai informasi, keputusan pembekuan sementara ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tahun buku 2018 dan hasil Rakornas Eselon I Kementerian/Lembaga.

BACA JUGA;  PNS Diminta Daftar Ulang BPJS Kesehatan, Mulai 1 November

Artinya, peserta yang tidak dilengkapi Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada segmen peserta non penerima bantuan iuran jaminan kesehatan (PBI JK) akan dibekukan pada 1 November 2020 mendatang.

Segmen Non PBI Jaminan Kesehatan yang dimaksud terdiri dari segmen peserta dan anggota keluarga pekerja penerima upah penyelenggara negara seperti ASN, TNI Polri, serta pensiunannya.

Rr




PNS Diminta Daftar Ulang BPJS Kesehatan, Mulai 1 November

Peserta segmen PPU PN dan BP yang datanya belum terisi NIK, status kepesertaannya akan dinonaktifkan sementara 

MATARAM.lombokjournal.com

Kepala Humas BPJS Kesehatan, M Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan, per 1 November 2020 pemerintah melakukan program registrasi ulang (Gilang) bagi  peserta program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Inndonesia Sehat (JKN-KIS).

“Khususnya dari segmen Pekerja Penerima Upah Penyelenggara Negara (PPU PN) dan Bukan Pekerja (BP), karena datanya belum terisi dengan NIK,” jelas Iqbal, dalam keterangan resmi yang diterima media, Jumat (30/10/20).

M Iqbal Anas Ma’ruf

BPJS Kesehatan meminta peserta segmen PPU PN dan BP melakukan registrasi ulang mulai 1 November 2020, terutama yang belum mengisi Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Untuk diketahui, peserta PPU-PN meliputi pejabat negara, PNS pusat/daerah, PNS pusat/daerah diperbantukan, prajurit, Polri, PNS prajurit, dan PNS Polri.

Lebih lanjut Iqbal menjelaskan, sebelum melakukan registrasi ulang, peserta segmen PPU PN dan BP dapat mengecek status kepesertaannya melalui aplikasi Mobile JKN dan layanan informasi melalui whatsapp di nomor 08118750400.

Peserta juga bisa mengecek status kepesertaannya melalui BPJS Kesehatan care Center 1500 400, petugas BPJS SATU! yang ada di rumah sakit atau aplikasi JAGA KPK.

Iqbal menuturkan, program registrasi ulang trsebut menindaklanjuti rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) 2018, dan hasil rapat bersama kementerian/lembaga (k/l).

Ia mengatakan, peserta segmen PPU PN dan BP yang datanya belum terisi NIK, status kepesertaannya akan dinonaktifkan sementara.

“Saat cek status kepesertaannya mulai 1 November mendatang akan muncul notifikasi untuk melakukan registrasi ulang,” katanya.

Pembaruan data NIK dapat dilakukan dengan cara menghubungi Kantor Cabang melalui layanan administrasi dengan WA menu pengaktifan kembali kartu.

Selain itu , bisa dilakukan melalui petugas BPJS SATU! di RS, maupun BPJS Kesehatan care center 1500 400.

Peserta diimbau menyiapkan sejumlah persyaratan yakni foto KTP, foto Kartu Keluarga (KK), dan kartu peserta (KIS). Jika sudah melaporkan pembaruan data, status kepesertaannya akan diaktifkan kembali dalam waktu maksimal 1×24 jam.

Keterlibatan Instansi

Lebih lanjut Iqbal menjelaskan, untuk program regristasi ulang pihakBPJS Kesehatan membutuhkan keterlibatan dari masing-masing instansi pemerintah.

Eterlibatan isntansi yang dimaksud, seperti Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PEPABRI), PT Taspen (Persero), dan PT Asabri (Persero), untuk mendorong pesertanya mengecek status kepesertaan JKN-KIS dan melakukan registrasi ulang bagi yang dinonaktifkan sementara.

BACA JUGA;

Cara Registrasi Ulang Akun BPJS Kesehatan, Agar Kepesertaan JKS-KIS Tak Dibekukan 

“Diharapkan dengan adanya internalisasi dan sosialisasi yang efektif, para peserta JKN-KIS PPU PN yang dinonaktifkan sementara dapat memanfaatkan kemudahan registrasi ulang melalui program Gilang dari BPJS Kesehatan,”  kata Iqbal.

Rr/CNN.com