Usaha apa pun, investasi rumah makan maupun berbagai jenis kalau dia menjanjikan keuntungan yang dengan jumlah besar, itu hampir tidak mungkin dan pasti penipuan
MATARAM.lombokjournal.com –
Maraknya investasi Bodong yang tejadi di NTB, membuat Otoritas Jasa keuangan (OJK)NTB memberikan himbauan kepada masyarakat untuk lebih teliiti lagi dalam berinvestasi .
Kepala OJK NTB, Farid Feletehan mengatakan, dalam berinvestasi masyarakat terlebih dahulu mempelajari Legalitas dan Logis atau tidaknya tempat untuk berinvestasi tersebut.
“Jadi dalam kaitan ini OJK menghimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada,untuk melihat atau mengecek lebih dalam memelajari legal dan logisnya tempat untuk dijadikan investasi tersebut,”ujar Farid yang ditemui di kantor OJK, Selasa (03/11/20).
Menurutnya, legalitas yang dimaksud yakni mencari tahu, apakah tempat untuk melakukan investasi tersebut berada di bawah label keuangan atau di bawah dinas tertentu.
“Kalau masih ragu bisa ditanyakan ke OJK langsung, nanti kita bantu,” terangnya.
Sedangkan untuk mengetahui logis atau tidaknya suatu investasi , bisa dipelajari dengan berapa pemasukan atau hasil dari suatu usaha dari investasi tersebut serta berapa keuntungan yang dijanjikan.
“Kalau ada investasi online maupun yang sudah real menjanjikAn untung 20 persen per bulan, itu hal yang sangat tidak logis, pertama tidak mungkin perusahaan bisa menghasilkan keuntungan yang fix 20 persen per bulan,” terangnya.
Usaha apa pun, investasi rumah makan maupun berbagi jenis kalau dia menjanjikan keuntungan yang dengan jumlah besar, itu hampir tidak mungkin dan pasti penipuan.
“Jangan mudah tergiur dengan keuntungan yang besar ” pungkasnya
Seperti diketahui beberapa waktu lalu terjadi investasi berkedok rumah makan. Di mana terdapat ratusan masyarakat tertipu dengan investasi bodong tersebut.
Aya
Kemitraan LKKS NTB dan Badan Usaha, Mendorong Perekonomian di Masa Pandemi
Upaya mengatasi dampak pandemi, salah satunya menaruh perhatian penuh terhadap para pengurus tenaga kesejahteraan sosial yang juga turut terdampak Pandemi
MATARAM.lombokjournal.com –
Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi NTB menggelar pertemuan kemitraan strategis bersama Badan Usaha dalam penyelenggaraan pembangunan kesejahteraan sosial Provinsi NTB. di Green Asri, Sayang Sayang, Selasa (03/11/20).
Agenda yang dibuka langsung oleh Ketua Umum LKKS Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah tersebut, sebagai bentuk dukungan dan upaya dalam mendorong pergerakan perekonomian di NTB di masa pandemi Covid-19.
Hj Niken Saptarini
Sebab pandemi ini menimbulkan dampak bagi kehidupan masyarakat di semua aspek.
“Efek sosial, efek kesehatan dan ekonomi yang ditimbulkan memang luar biasa, mengubah hampir seluruh hal yang membuat kita harus mengubah cara kita berinteraksi dan berusaha, tentu saja untuk dunia usaha pastinya semua merasakan hal ini,” ujar Ketua LKKS yang akrab disapa Bunda Niken.
Lebih jauh, Bunda Niken menjelaskan, pihaknya turut melakukan berbagai upaya dalam mengatasi dampak pandemi tesebut, salah satunya menaruh perhatian penuh terhadap para pengurus tenaga kesejahteraan sosial yang juga turut terkena dampak Pandemi.
“Bagi para pengurus tenaga kesejahteraan sosial, bagi pengurus panti asuhan, hal ini juga sangat terasa,” jelasnya.
Bunda Niken menjelaskan, salah satu gerakan LKKS yakni, melakukan pelatihan usaha ekonomi produktif, mengumpulkan para pengurus LKKS dan para pengurus kesejahteraan sosial untuk mendapatkan pelatihan.
“Bagaimana masyarakat berusaha, sehingga organisasi mereka dapat menghasilkan usaha yang produktif, sehingga menghasilkan pemasukan bagi anak-anak atau masyarakat yang berada dalam naungan ini,” ujarnya.
Bunda Niken juga berharap, apa yang diupayakan tersebut dapat berjalan dengan baik. Ia menilai menghadapi resesi ekonomi yang telah di depan mata ini diperlukan kerja keras dan kontribusi semua pihak.
“Kalau kita tetap bekerja, kita tetap berusaha dan ini adalah bagian dari hal tersebut, kita harus tetap optimis masyarakat bisa kita benahi dan dunia usaha tentu saja akan mendapatkan efek positif juga,” ujarnya.
Sekretaris LKKS Provinsi NTB, H. Sahan, SH. Menjelaskan, pertemuan tersebut guna meningkatkan kesepahaman antara LKSS dan Badan Usaha tentang program pengembangan kesejahteraan sosial.
Agar terbentuk kerjasama dalam pelaksanaan program kegiatan pada proses penyelenggara usaha kesejahteraan sosial, dan Lembaga Kesejahteraan Sosial memiliki pendamping dalam mengelola usaha ekonomi produktif baik dalam.
“Hasil yang kita inginkan nantinya, kita berharap ada yang bisa dijadikan modal usaha, dari dunia usaha yang mengelola melalui jasa kedua, adanya kesediaan dari dunia usaha, usaha menjadi pendamping LKSS dalam mengelola dan mengembangkan usaha ekonomi produktif,” tutupnya.
Rr/HmsNTB
UPDATE Covid-19: Hari Senin, 02 Nopember 2020, Bertambah 18 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 23 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian
Mengingat penularan secara transmisi lokal terus terjadi, dihimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sosial dan ekonomi.
MATARAM.lombokjournal.ccom –
Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, dan Laboratorium TCM RSUD Praya Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram dan Laboratorium TCM RSUD Kota Bima mengkonfirmasi, ada tambahan 118 pasien positif Covid-19.
Lalu Gita Aryadi
Dalam siaran pers hari Senin (02/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 91 sampel dengan hasil 72 sampel negatif, 1 (satu) sampel positif ulangan, dan 18 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 23 orang, tidak ada kasus kematian
Dijelaskan, adanya tambahan 18 kasus baru terkonfirmasi positif, 23 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Senin (02/11/20) sebanyak 4.010 orang, dengan perincian 3.300 orang sudah sembuh, 222 meninggal dunia, serta 488 orang masih positif.
“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.
TAMBAHAN 18 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 23 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN
Kasus baru positif tersebut, yaitu :
Pasien nomor 3993, an. JW, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3992. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
Pasien nomor 3994, an. MH, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Pringgajurang, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
Pasien nomor 3995, an. IR, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
Pasien nomor 3996, an. NH, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3847. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 3997, an. H, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3847. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 3998, an. DP, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3841. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 3999, an. C, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3841. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima
Pasien nomor 4000, an. ABD, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Rontu, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3924. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 4001, an. Y, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Lelamase, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3805. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 4002, an. YWPSD, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3805. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 4003, an. HQ, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3805. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 4004, an. RTR, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Nungga, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3943. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 4005, an. AM, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3943. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 4006, an. Y, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3843. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 4007, an. NN, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3948, 3949, 3950. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 4008, an. APL, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3948, 3949, 3950. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 4009, an. Z, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3948, 3949, 3950. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
Pasien nomor 4010, an. YR, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3948, 3949, 3950. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima.
Hari Senin terdapat penambahan 23 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :
Pasien nomor 788, an. BHH, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 903, an. S, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 905, an. LK, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 1115, an. J, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 1704, an. LSJ, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 1913, an. H, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Telagawaru, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 1919, an. AZH, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Merembu, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 1997, an. AK, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 2023, an. DNG, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Jereneng, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 2059, an. DI, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Bagik Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 2060, an. S, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Labuapi, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 2506, an. SPR, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Bagik Polak Barat, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 3330, an. DH, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
Pasien nomor 3669, an. FBS, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
Pasien nomor 3758, an. SH, laki-laki, usia 75 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa
Pasien nomor 3765, an. LMBA, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
Pasien nomor 3767, an. M, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Suela, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 3768, an. M, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Poh Gading, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 3808, an. RKY, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Barejulat, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah;
Pasien nomor 3822, an. STA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram ;
Pasien nomor 3853, an.SAH, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Bagik Nyaka, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 3932, an. MI, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 3941,an. H, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.
Lalu Gita Aryadi mengatakan, mengingat penularan secara transmisi lokal terus terjadi, dihimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sosial dan ekonomi.
“Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan membiasakan pola hidup bersih dan sehat dalam keseharian adalah kunci kita bersama menekan penyebaran Covid-19,” katanya.
Rr/Aya
Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id
Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.
Perkembangan Inflasi Gabungan Kota Mataram Dan Kota Bima, Oktober 2020
MATARAM.lombokjournal.com —
Badan pusat statiatik (BPS) NTB merilis, pada bulan Oktober 2020 inflasi Gabungan Dua Kota (Kota Mataram dan Kota Bima) sebesar 0,18 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,11 pada bulan September 2020 menjadi 103,30 pada bulan Oktober 2020.
“Angka inflasi ini lebih kecil dibanding angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,07 persen,”ujar Kepala BPS NTB Suntono pada rilisnya, Senin (02/11/20)
Ia mengatakan, untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram mengalami inflasi sebesar 0,19 persen dan Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,14 persen.
Dikatakan, Inflasi Gabungan Dua Kota Bulan Oktober 2020 sebesar 0,18 persen terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 0,89 persen.
Kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya sebesar 0,21 persen; Kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 0,14 persen; Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran sebesar 0,05 persen; Kelompok Kesehatan sebesar 0,03 persen; Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,01 persen.
Serta Kelompok Pendidikan sebesar 0,00 persen. Sedangkan penurunan indeks terjadi pada Kelompok Transportasi sebesar 0,79 persen; Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,19 persen; Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 0,03 persen; dan Kelompok Pakaian dan Alas Kaki sebesar 0,02 persen.
“Laju inflasi Gabungan Dua Kota tahun kalender Oktober 2020 sebesar 0,14 persen lebih rendah dibandingkan inflasi tahun kalender Oktober 2019 sebesar 1,25 persen. Sedangkan laju inflasi “tahun ke tahun” Oktober 2020 sebesar 0,68 persen lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi “tahun ke tahun” di bulan Oktober 2019 sebesar 2,22 persen,” jelas Suntono
Aya
September 2020, Ekspor dan Impor NTB Menurun
MATARAM.lombokjournal.com —
Badan Pusat statistik (BPS) Provinsi NTB merilis Nilai Ekspor Provinsi Nusa Tenggara Barat bulan September 2020 sebesar US$ 41.531.287, mengalami penurunan sebesar 27,02 persen jika dibandingkan dengan ekspor bulan Agustus 2020 yang bernilai US$ 56.911.177.
“Ekspor bulan September 2020 yang terbesar ditujukan ke China sebesar 95,14 persen, Australia sebesar 2,82 persen kemudian disusul India yaitu sebesar 1,13 persen,” ujar Kepala BPS NTB, Suntono, Senin (02/11/20).
Menurutnya, jenis barang ekspor Provinsi NTB yang terbesar pada bulan September 2020 adalah Barang Galian/ Tambang Non Migas sebesar US$ 39.144.397 (94,25 persen), Perhiasan/Permata sebesar US$ 1.186.477 (2,86 persen), Buah-buahan sebesar US$ 467.841 (1,13 persen), Garam, Belerang, Kapur senilai US$ 236.670 (0,57 persen) serta Ikan dan Udang sebesar US$ 217.871 (0,52 persen).
“Nilai impor pada bulan September 2020 sebesar US$ 7.402.017. Ini berarti impor mengalami penurunan 34,12 persen dibandingkan dengan impor bulan Agustus 2020 sebesar US$ 11.236.195. Sebagian besar Impor berasal dari negara Amerika Serikat (38,65 persen), Jepang (27,63 persen), Cina (8,69 persen), dan Singapura (8,69 persen),”terangnya.
Jenis barang impor dengan nilai terbesar adalah Karet dan Barang dari Karet (40,23 persen), Mesin-mesin/Pesawat Mekanik (39,34 persen), Kendaraan dan Bagiannya (7,39 persen), Bahan Peledak (4,27 persen).
Aya
MUI NTB Serukan Boikot Produk Prancis
MATARAM.lombokjournal.com —
Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB, serta MUI Pusat mengecam keras pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang beberapa waktu lalu terkait karikatur Nabi Muhammad SAW.
Menurut Ketua MUI NTB, Saiful Muslim, pernyataan yang dinilai melukai perasaan Seluruh umat muslim yang ada di dunia ini harus diberikan sanksi tegas dengan Seruan boikot produk Prancis seperti yang dilakukan di beberapa Negara.
“Menghina Nabi Muhammad bagi umat Islam harus dikecam. Sebagai umat Islam wajib membelanya ini merupakan hinaan bagi manusia yang di agungkan Tuhan,” ujar Saiful, Senin (02/11/20).
Dikatakan Saiful Musli, pernyataan yang disampaikaneh Presiden prancis dinilai merugikan hubungannya dengan Negara Lain.
“Ini kan memancing kemarahan umat yang lain, jadinya dia merusak komunikasi yang sudah bagus dengan negara lain,” katanya.
Menurutnya, dengan mengajak masyarakat untuk memboikot produk Prancis dinilai sebagai bentuk perlawanan terhadap sikap Presiden Macron yang melecehkan Islam dan Rasulullah.
“Termasuk upaya boikot produk Prancis. Seruan itu satu komando dari MUI Pusat, kalau bisa gak usah di beli produknya” ujarnya.
Pidato kontroversi Macron bermula pasca insiden pemenggalan seorang guru di Prancis oleh muridnya akibat menunjukkan karikatur Nabi Muhammad dari majalah Charlie Hebdo
Presiden Macron kemudian memberikan pernyataan kontroversi, yang dinilai mendukung penerbit karikatur Nabi Muhammad di majalah, yng menyebut kRIKtur tersebut sebagai bentuk kebebasan berekspresi.
Marcon juga mengeluarkan pernyataan, menyebutkan Islam saat ini adalah agama yang tengah mengalami krisis.
Serangan juga terjadi di Nice,, Prancis belum lama saat terjadi insiden pemenggalan guru. Tiga orang dikabarkan tewas dalam aksi tersebut.
Prancis juga telah mengumumkan keadaan darurat akibat aksi teror tersebut. Mereka melakukan pengamanan level tinggi pada kota-kota di sana.
Aya
DPRD NTB Sahkan Dua Raperda
Diharapkan seluruh regulasi yang dibahas dan dihasilkan dalam forum sidang rapat di masa pandemi Covid-19 tersebut, bisa berfungsi secara efektif, mengatur jalannya pembangunan ke arah kemajuan menuju NTB Gemilang
MATARAM.lombokjournal.com –
Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Aryadi, MSi, menghadiri Rapat Paripurna keempat masa persidangan III tahun 2020 di Ruang Rapat Gedung DPRD, Senin (02/11/20).
Wagub Hj Sitti Rohmi
Rapat Paripurna tersebut, penyampaian laporan pansus-pansus terhadap 3 (tiga) buah Raperda prakarsa Gubernur NTB, persetujuan DPRD provinsi NTB terhadap 3 (tiga) buah Raperda prakarsa Gubernur NTB.
Serta Pendapat akhir Gubernur NTB sebagai sambutan terhadap 3 (tiga) buah Raperda.
Dalam Rapat Paripurna tersebut, telah disetujui dua buah Raperda, yaitu Raperda tentang penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman dan Raperda tentang penyelenggaraan kearsipan.
Tentang Raperda tentang rencana tata ruang wilayah provinsi NTB tahun 2020-2040, DPRD NTB meminta perpanjangan waktu untuk pembahasan lebih lanjut. Akan terus dilakukan penyempurnaan dan pendampingan oleh pihak pemerintah, hingga dapat diberikan persetujuan pada masa persidangan selanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Wagub NTB menyampaikan, terima kasihnya atas persetujuan terhadap Raperda tentang penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman serta Raperda tentang penyelenggaraan kearsipan.
Menurut Umi Rohmi, dengan bertambahnya Raperda-Raperda yang telah disetujui akan menambah jumlah produk hukum daerah sebagai acuan dan pedoman dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di NTB.
“Tujuannya tentu saja adalah untuk memberikan pelayanan,perlindungan dan pemberdayaan terbaik kepada masyarakat, dalam mendorong percepatan pembangunan daerah,” ungkapnya.
Wagub berharap agar seluruh regulasi yang dibahas dan dihasilkan dalam forum sidang rapat di masa pandemi Covid-19 tersebut, bisa berfungsi secara efektif, mengatur jalannya pembangunan ke arah kemajuan menuju NTB Gemilang.
Wagub juga menghaturkan terima kasih kepada Pansus di DPRD NTB atas kontribusi pemikiran dan komitmen dalam proses pembahasan, hingga proses penyempurnaan ketiga Raperda tersebut.
“Akhirnya, sekali lagi melalui kesempatan yang baik secara tulis dan ikhlas, saya menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada pimpinan dan segenap anggota dewan, khususnya kepada pansus terhadap kontribusi pemikiran, ide dan gagasannya. Demikian juga kepada para pimpinan dan pejabat birokrasi perangkat daerah yang juga telah membantu penyempurnaan ketiga buah Raperda ini,” kata Wagub.
Hadir dalam rapat paripurna tersebut, asisten bidang perekonomian dan pembangunan setda provinsi NTB,kepala Biro Hukum, Kepala Biro AP-LPBJP, serta kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTB.
Gubernur selalu mengingatkan masyarakat, agar jangan sampai terpecah belah atau tali silaturahim terputus lantaran Pilkada
MATARAM.lombokjournal.com –
Surat dari Kementerian Dalam Negeri terkait permintaan agar Kepala Daerah menindaklanjuti rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), soal ASN yang melanggar netralitas di Pilkada 2020, Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah telah menindaklanjuti semua rekomendasi KASN tersebut.
Sejumlah ASN yang melanggar netralitas Pilkada 2020 diberikan sanksi berupa pernyataan terbuka dan penundaan gaji berkala.
“ASN Pemprov NTB yang direkomendasikan oleh KASN yang melanggar netralitas dalam Pilkada 2020 telah ditindak lanjuti semuanya, dan jenis sanksi yang berikan berupa pernyataan terbuka dan penundaan gaji berkala. Gubernur sudah tegas soal itu,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, Senin (02/11/20).
Yang perlu diluruskan kata Najamuddin, munculnya surat dari Kemendagri ini bukan pelanggaran Pilkada, apalagi dilakukan oleh Kepala Daerah.
“Namun ini adalah teguran administratif terkait ASN yang dinilai tak netral di dalam Pilkada. Dimana kepala daerah, salah satunya Gubernur NTB selaku pejabat pembina kepegawaian (PPK) diminta oleh Kemendagri untuk memberikan sanksi kepada ASN. Dan itu sudah dilakukan,” tegas Bang Najam.
Ia mengatakan, dalam setiap kesempatan menemui masyarakat hingga ke pelosok-pelosok kampung, Gubernur justru selalu mengingatkan masyarakat, agar jangan sampai terpecah belah atau tali silaturahim terputus lantaran Pilkada.
Perbedaan pilihan di masa Pilkada sangatlah wajar, karena bagian dari demokrasi.
“Gubernur dalam setiap kunjungan rutin menyampaikan pesan-pesan yang sejuk. Jadi tidak ada sedikitpun menyinggung salah satu paslon. Ini bagian dari menguatkan komitmen masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas di masa pilkada agar tetap adem,” tambahnya.
Dalam surat yang ditandatangani oleh Inspektur Jenderal Kemendagri, Tumpak Haposan Simanjuntak, atas nama Mendagri Tito Karnavian tersebut, tidak hanya Gubernur NTB yang diminta untuk menindaklanjuti rekomendasi KASN, namun total ada 67 kepala daerah, baik itu gubernur maupun bupati/walikota.
“ Ini untuk meluruskan potensi mispersepsi publik bahwa ini bukan pelanggaran pilkada oleh Gubernur, tapi teguran administratif terkait ASN,” tutupnya.
Rr/HmsNTB
Pokdarwis Diminta Berkontribusi untuk Kemajuan Desa Wisata
Pokdarwis NTB akan segera melakukan Musyawarah Daerah (Musda) dengan Pokdarwis yang ada di kabupaten/kota se-NTB
MATARAM.lombokjournal.com –
Tidak diragukan lagi, sektor pariwisata merupakan daya pikat utama di Provinsi NTB.
Budaya serta keindahan alam NTB menjadi magnet, bukan hanya di dalam negeri, namun hingga ke seluruh dunia. Oleh karenanya, pariwisata menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi NTB.
Berbagai ikhtiar dan sinergi dengan berbagai kalangan terus dibangun guna semakin melejitkan pariwisata di NTB.
Salah satunya dengan dibentuknya organisasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam dunia pariwisata.
Komite Pokdarwis NTB yang baru saja dibentuk pada bulan Agustus telah melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan sinergi dengan pemerintah untuk mempercepat akselerasi pariwisata NTB.
Bahkan, dalam waktu dekat Pokdarwis NTB akan segera melakukan Musyawarah Daerah (Musda) dengan Pokdarwis yang ada di kabupaten/kota se-NTB.
Hal itu diungkapkan Ketua Komite Pokdarwis NTB saat bersilaturahmi dengan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bertempat di Ruang Kerja Wagub, Senin (02/11/20).
Turut pula mendampingi Wagub dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. L. Moh. Faozal, S. Sos., M. Si.
Wagub kemudian mengapresiasi semangat Pokdarwis NTB yang bertekad kuat memajukan pariwisata di NTB. Umi Rohmi sapaan akrabnya, kemudian mengarahkan agar Komite Pokdarwis terus menjalin sinergi dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota.
“Ini tidak bisa hanya dipikirkan oleh satu orang saja, harus bersinergi karena ini multisektor,” ucapnya.
Umi Rohmi kemudian mengungkapkan jika program unggulan 99 Desa Wisata yang saat ini digaungkan Pemprov merupakan bentuk keterlibatan masyarakat dalam memajukan desanya.
Ia percaya setiap desa memiliki potensi yang apabila dimanfaatkan sebaik mungkin akan berbuah manis bagi masyarakat desa itu sendiri.
“Program Desa Wisata yang kita maksudkan ini sebenarnya untuk memancing desa-desa ini agar berbenah, karena kita percaya setiap desa itu punya potensi,” jelas Umi Rohmi.
Desa Wisata diibaratkan sebagai rumah besar, dimana di dalamnya terdapat banyak aspek yang dapat dikembangkan. Untuk itu, kesuksesan Desa Wisata diharapkan dapat memberikan efek berganda bagi masyarakat. Umi Rohmi optimis, pariwisata NTB akan semakin eksis apabila didukung penuh oleh seluruh pihak dan elemen masyarakat NTB.
“Kalau anak mudanya semangat, pemerintah desanya semangat, Pokdarwisnya semangat, maka pasti desanya juga akan maju,” tegasnya.
Ketua Komite Pokdarwis NTB, Yogi Birul Walid Sugandi menerangkan jika terbentuknya Komite Pokdarwis NTB yakni sebagai mitra strategis Pemprov untuk mempercepat rangkaian kegiatan desa-desa wisata.
Ia pun mengungkapkan dalam waktu dekat Komite Pokdarwis NTB akan segera menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda). Rangkaian kegiatan juga telah dilakukan menuju Musda tersebut.
“Salah satunya adalah Road Show Lombok-Sumbawa dan bertemu dengan Pokdarwis, membuat FGD, serta menghasilkan diskusi-diskusi yang serius dan hangat untuk akselerasi percepatan pariwisata,” aku Yogi.
Kedepannya, Yogi berharap pariwisata di NTB dapat semakin terintegrasi dengan baik. Begitu juga dari sisi kelembagaan, yang disebutnya butuh perhatian serius dari seluruh pihak.
“Kelembagaan dalam arti di sini pengelola masing-masing kawasan itu betul-betul bagus kapasitasnya dan terintegrasi, harapan kita itu disana,” pungkasnya.
Rr/HmsNTB.
Ini Perhatian Selly-Manan untuk Olahraga Bulu Tangkis di Kota Mataram
Penyediaan fasilitas olahraga untuk bulu tangkis dan olahraga lainnya di Kota Mataram harus dioptimalkan
lombokjourna;.com —
MATARAM : Seperti tahun-tahun sebelumnya, memeriahkan Maulid Nabi kali ini, warga Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram kembali menggelar event Maulid Open Tournament Badminton ke 6.
Tournament secara resmi dibuka oleh Ketua Fraksi PDIP DPRD kota Mataram, Nyayu Ernawati, Minggu(01/11/20) malam, di lapangan bulu tangkis setempat. Diikuti 34 pasangan ganda putra perwakilan dari Babakan Kebon, Babakan Barat Selatan, Babakan Barat Utara, Babakan Timur Selatan, dan Babakn Sayo.
Nyayu Ernawati,
Ketua Panitia, Ahmad Juaini mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang digelar secara swadaya setiap kali perayaan Maulid Nabi.
Tahun ini merupakan tahun ke-enam event ini dilaksanakan.
“Kita punya Babakan Badminton Club, dan event tournament ini digelar untuk mencari bibit atlit bulu tangkis,” kata Juaini yang juga merupakan mantan atlit Bulu Tangkis yang kini aktif sebagai pelatih.
Menurut dia, animo masyarakat terutama generasi muda Babakan sangat tinggi pada olahraga bulu tangkis. Sayangnya, kurang fasilitas dan pembinaan.
Di Babakan, hanya ada satu lapangan bulu tangkis, dari hibah seorang warga sejak 20 tahun lalu.
“Kegiatan ini digelar sebagai ajang pencarian bibit atlit di Babakan,” ujarnya sembari mengatakan kegiatan turnamen direncanakan berlangsung selama 16 hari ke depan.
Sementara itu dalam pidato sambutan membuka Turnamen Maulid Cup , Nyayu Ernawati mengatakan, secara umum, bakat dan bibit atlet olahraga badminton atau bulu tangkis sebenarnya cukup banyak di Kota Mataram.
Namun fasilitas publik untuk cabor olah raga satu ini masih sangat minim tersedia di ibukota NTB ini.
“Kita punya bibit-bibit atlet yang bagus-bagus untuk bulu tangkis, hanya saja belum tersedia banyak fasilitas untuk mereka,” kata Nyayu Ernawati.
Ia mengapresiasi warga Babakan yang secara swadaya mengadakan kegiatan tersebut.
Menurutnya, sebagai anggota dewan, pihaknya selalu siap membantu dan memfasilitasi kegiatan olah raga badminton di Babakan agar maju dan berprestasi.
“Event Maulid Open Tournament Babakan Cup ini harus dijadikan tempat untuk mencari talenta baru pemain badminton yang handal yang bisa mengharumkan nama Kota Mataram,” ujar Nyayu Ernawati.
Usai memberikan memberikan sambutan, Nyayu Ernawati di daulat oleh peserta untuk melakukan Long Service sebagai tanda dimulainya Turnamen Maulid Cup.
SALAM akan Perbanyak Fasilitas Olah Raga
Secara terpisah, Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani mengatakan, masalah fasilitas olahraga ini menjadi perhatian khusus pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram Nomor Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM).
“Ini yang akan SALAM lakukan ke depan, memperbanyak sarana dan fasilitas olahraga untuk badminton di Kota Mataram,” kata Hj Putu Selly Andayani, Senin (2/11), di Mataram.
SALAM mengapresiasi setiap prakarsa dan inisiatif dari warga Kota Mataram yang secara swadaya dan gotong royong membangkitkan budaya sportifitas melalui pertandingan olah raga di setiap lingkungan.
Menurut Selly, kurangnya fasilitas gedung olahraga dan lapangan bulu tangkis untuk latihan membuat para anak-anak, remaja, dan bibit atlet bulu tangkis di Kota Mataram terpaksa memanfaatkan fasilitas apa adanya.
“Kita lihat di Mataram kan, untuk lapangan fustsal banyak tersedia baik yang disediakan Pemda maupun yang dikelola swasta. Sementara bulu tangkis masih terbatas. Ini yang akan kita dorong ke depan,” tuturnya.
Optimalisasi Sarana Olah Raga
Ia mengatakan, penyediaan fasilitas olahraga untuk bulu tangkis dan olahraga lainnya di Kota Mataram harus dioptimalkan. Agar ke depan makin banyak pretasi yang bisa diukir generasi muda Kota Mataram di bidang olahraga.
Selly menekankan, olahraga menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat masyarakat perkotaan termasuk di Mataram. Sehingga hal ini perlu terus didorong.
Sebab, selain menyehatkan, kebiasaan berolahraga juga menumbuhkan jiwa dan semangat sportivitas bagi generasi muda.
“Seperti lomba bulu tangkis ini. Boleh mereka berkompetisi, berlomba menjadi yang terbaik. Tetapi setelah pertandingan usai, mereka tetap sportif, tetap berteman dan saling mensuport bakat masing-masing,” ujarnya.
Selly mengatakan, untuk memperbanyak fasilitas olahraga di Kota Mataram bukan hal yang tidak mungkin. Sepanjang ada goodwill dari pemerintah dan ada sinergitas dengan semua pihak termasuk masyarakat, tentu ini akan mudah diwujudkan.
“Prinsipnya SALAM ingin semua cabang olah raga di Mataram bisa maju dan berprestasi agar ada kebanggaan sebagai warga kota Mataram. Untuk itu SALAM akan memberikan fasilitas maupun reward/ penghargaan kepada setiap atlet yang berprestasi tanpa pengecualian,” tukas mantan Penjabat Walikota Mataram 2015 silam .