Menjadi Peserta Program JKN-KIS, Iman Tak Khawatir Biaya Persalinan Sang Istri
Menjadi peserta JKN-KIS merupakan proteksi diri jika sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan
MATARAM.lombokjoutnal.com –
Pepatah yang mengatakan “sedia payung sebelum hujan” memang sudah tidak asing bagi masyarakat.
Menyiapkan segala sesuatu lebih awal untuk mengantisipasi kondisi yang akan datang dan yang bisa menimpa diri masyarakat di kemudian hari.
Begitu juga yang dilakukan oleh Iman Setiawan (30), salah seorang peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Ia tengah berbahagia karena sang buah hati yang dinanti-nantikan selama 9 bulan, akhirnya hadir di tengah-tengah mereka.
Ditemui tim Jamkesnews, Iman mengaku saat mengetahui sang istri tengah mengandung, ia dengan cepat langsung mendaftarkan dirinya beserta sang istri ke dalam Program JKN-KIS.
“Seperti pepatah mengatakan “Sedia Payung Sebelum Hujan” pepatah itu tepat mengibaratkan Program JKN-KIS ini, karena kita tidak pernah tahu kapan akan memanfaatkannya,” ungkapnya pada tim Jamkesnews.
Menurut Iman, menjadi peserta JKN-KIS merupakan proteksi diri jika sewaktu-waktu membutuhkan pelayanan kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan.
Apalagi, ia menyadari bahwa hingga saat ini, untuk mengakses pelayanan kesehatan memerlukan biaya yang sangat besar jika tidak dibantu oleh JKN-KIS.
“Seandainya saya dan istri belum menjadi perserta JKN-KIS, mungkin saya sudah kebingungan untuk mencari biaya persalinan istri nanti,” Pungkas Iman, Senin (28/12).
Ia pun menyadari, biaya persalinan saat ini tidaklah murah, sehingga dirinya merasa sangat beruntung telah menjadi peserta JKN-KIS.
Terlebih, ia mengaku dirinya sudah tidak perlu lagi memikirkan biaya persalinan sang istri, karena sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan melalui Program JKN-KIS.
“Masalah biaya persalinan sudah dijamin BPJS Kesehatan, kini saya dan sang istri dapat fokus dalam hal kesehatan janin yang ada dalam rahim istri saya dengan rutin mengontrolkan kandungan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat istri terdaftar. Tentunya menggunakan KIS juga dan biaya kontrol juga dijamin penuh Program JKN-KIS,” tambah Iman tersenyum lega.
Berbekal dari kisah yang ia ceritakan pada tim Jamkesnews, Iman turut serta mengajak seluruh masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, agar segera mendaftarkan diri beserta anggota keluarga sebelum sakit.
Bagi masyarakat yang telah menjadi peserta JKN-KIS, Iman mengajak agar rutin membayar iuran tepat waktu sebelum tanggal 10 setiap bulannya. Agar terhindar dari penonaktifan kepesertaan sehingga KIS dapat selalu digunakan.
dh/yn/Jamkesnews
UPDATE Covid-19: Hari Senin, 28 Desember 2020, Bertambah 11 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 39 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian
MATARAM.lombokjournal.com –
Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR Prodia Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi ada tambahan 11 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.
Lalu Gita Aryadi
Dalam siaran pers, Senin (28/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 95 (sembilan puluh lima) sampel dengan hasil 82 (delapan puluh dua) sampel negatif, 2 (dua) sampel positif ulangan, dan 11 (sebelas) sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 39 orang, tidak ada kasus kematian.
Dengan adanya tambahan 11 (sebelas) kasus baru terkonfirmasi positif, 39 (tiga puluh sembilan) tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Senin (28/12/20) sebanyak 5.535 (lima ribu lima ratus tiga puluh lima) orang, dengan perincian 4.595 (empat ribu lima ratus sembilan puluh lima) orang sudah sembuh, 281 (dua ratus delapan puluh satu) meninggal dunia, serta 659 (enam ratus lima puluh sembilan) orang masih positif.
“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.
TAMBAHAN 11 KASUS POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 39 ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN
Kasus baru positif tersebut, yaitu ;
Pasien nomor 5525, an. LH, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
nomor 5526, an. IMAS, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 5527, an. R, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Monta Baru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
Pasien nomor 5528, an. A, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Mumbu, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
Pasien nomor 5529, an. R, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Doridungga, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
Pasien nomor 5530, an. NFE, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Mura, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5531, an. YAA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Arab Kenangan, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5532, an. JP, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5533, an. ATB, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Tepas, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5281. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5534, an. RN, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5535, an. SW, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Senayan, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
Hari ini terdapat 39 (tiga puluh sembilan) tambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid19, yaitu :
Pasien nomor 3757, an. MJA, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Desa Pungka, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 4660, an. F, laki-laki, usia 11 bulan, penduduk Desa Pungka, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 4686, an. AM, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima;
Pasien nomor 4880, an. N, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Nisa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
Pasien nomor 4901, an. HP, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara;
Pasien nomor 4939, an. S, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 4961, an. SH, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Beru, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat;
Pasien nomor 4987, an. S, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5005, an. IZ, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Roi, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima;
Pasien nomor 5011, an. T, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5012, an. AB, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Uma Beringin, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5029, an. MNA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5055, an. ES, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Maronge, Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5100, an. K, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5108, an. AM, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima;
Pasien nomor 5115, an. PR, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima;
Pasien nomor 5122, an. YS, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Banda, Kecamatan Tarano,Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5133, an. Y, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5134, an. SM, laki-laki, usia 6 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5141, an. AH, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5168, an. EK, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Dadibou, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
Pasien nomor 5186, an. S, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
Pasien nomor 5231, an. NKK, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
Pasien nomor 5245, an. DPGPS, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali;
Pasien nomor 5246, an. DAM, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Gelanggang, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 5262, an. S, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5279, an. UK, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Tepas Sepakat, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5281, an. IW, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Tepas Sepakat, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5282, an. SN, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Tepas Sepakat, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5283, an. R, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5285, an. NK, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Tepas Sepakat, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5287, an. RH, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5288, an. AP, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5289, an. RW, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5290, an. HK, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5291, an. RAD, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Arab Kenangan, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5292, an. H, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5293, an. EL, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5295, an. GAP, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.
Bupati Lombok Utara Resmikan Pembukaan Desa Wisata Genggelang
GANGGA.lombokjournal.com –
Bupati Lombok Utara, Dr H Najmul Akhyar SH MH meresmikan pembukaan Desa Wisata Genggelang dan Festival Sangah Kopi di lokasi Air Terjun Tiu Pituq Dusun Panjor, Desa Genggelang (26/12/20).
Dibukanya Desa Wisata Genggelang itu merupakan upaya untuk membangun semangat recovery setelah bencana menimpa.
“Saya menyaksikan semangat yang luar biasa dari Pokdarwis kita, juga aparatur desa, dusun dan harapan saya kedepan semua lokasi wisata yang ada di Desa Genggelang ini bisa dikunjungi kembali oleh wisatawan kita,” imbuhnya.
Bupati Najmul mendengar laporan dari Pemerintah Desa, sampai 60.000 orang berkunjung dan wisatawan asing mencapai ribuan orang yang sudah datang.
Artinya potensi wisata di Genggelang memang diminati. Ada wisata Tiu Pitu, ada wisata Kampung Cokelat, Rumah Pohon, Kerta Gangga dan sebagainya.
“Saya optimis pada masa mendatang, Genggelang menjadi desa wisata terkemuka, tidak hanya di Lombok Utara tapi juga di level nasional. Kita tahu bahwa ada dua desa wisata nasional yaitu Kerujuk dan Gumantar yang menjadi nominator nasional tahun ini,” tuturnya.
Dikatakan Bupati Najmul yakin, Desa Genggelang bisa menjadi salah satu desa wisata andalan nasional. Apalagi unsur UNDP dan Paluma beserta masyarakat begitu antusias.
Pesan bupati kepada Pokdarwis untuk memajukan potensi wisata sehingga menjadi salah satu wisata andalan di Lombok Utara.
Kepala Desa Genggelang Almaududi mengatakan, launching desa wisata hari ini merupakan niatan beberapa tahun silam.
Cukup lama direncanakan dengan Paluma dan UNDP. Bagaimana menggerakkan ekonomi yang ada di desa.
Dikatakannya, Desa Genggelang memiliki potensi wisata, potensi yang diinisiasi supaya bisa berkolaborasi dan memulai kegiatan-kegiatan menjalankan fungsi destinasi wisata yang ada di Desa Genggelang.
“Selain potensi perkebunan, kita juga mempunyai potensi pertanian yang harus digerakkan kembali. Karena potensi ini subur untuk dikembangkan serta geliat-geliat pariwisata sehingga upaya pariwisata di tingkat desa kita gerakkan bersama -sama,” urainya.
Kades Almaududi berterimakasih kepada berbagai pihak UNDP, Paluma dan Pemda KLU yang perhatian serius dalam membantu perkembangan pariwisata di Desa Genggelang. Manfaat pariwisata dirasakan pengembangannya.
“Mudah-mudahan kebangkitan pariwisata membangkitkan semangat Pokdarwis yang ada, dari tujuh Pokdarwis baru empat yang mulai berbenah, saya berharap tiga Pokdarwis lainnya mulai mengikuti,” katanya.
Di tempat sama, Koordinator Program PETRA UNDP, Zaenudin menyampaikan kegiatan pihaknya di KLU ada beberapa pembangunan infrastruktur.
Ada pembangunan SMK Negeri Genggelang, dimulai pertengahan November, SMK 1 Tanjung, SMK Kayangan, dan SMK Pemenang serta 8 Pustu yang dibangun. Satu diantaranya, ada di Desa Genggelang yaitu Pustu Gangga.
Dijelaskannya, selain infrastruktur UNDP bekerja sama dengan Paluma memberikan dukungan untuk pembangunan infrastruktur masyarakat, seperti Pasar Genggelang sudah rampung 100 persen.
waktu dekat, rencananya serah terima, kemudian jaringan air bersih di Desa Sambik Elen dalam waktu dekat rencananya juga diserahterimakan, agar bisa cepat bermanfaat.
“Selain kegiatan fisik UNDP melalui mitra di Paluma Nusantara juga memberikan dukungan untuk pemulihan kehidupan pasca-recovery seperti kegiatan ecogreen. Kegiatan lain pendampingan Pokdarwis memperkuat kelembagaan Pokdarwis di Desa Genggelang,” jelasnya.
Kendati kegiatan UNDP sifatnya stimulus hanya setahun, tetapi telah mulai terlihat hasilnya. Dengan ownership kemitraan antara Pemdes dan Pemda, kegiatan di dua desa yakni Sambik Elen dan Genggelang, dari sisi target yang dipilih bisa menyasar fasilitas yang dibutuhkan masyarakat, jelasnya.
Rangkaian acara berjalan khidmat, dengan pemotongan tumpeng oleh bupati tanda dibukanya Desa Wisata Genggelang. Dilanjutkan dengan kunjungan ke stand UMKM dan spot-spot selfi yang disediakan dengan lomba-lomba yang diadakan panitia penyelenggara.
Acara tersrbut, dihadiri pula anggota DPRD KLU Hakamah, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah KLU Lalu Suratman, unsur UNDP, Perwakilan Paluma Umi Azizah, Ketua Pokdarwis Desa Genggelang Fahrurizal serta tamu undangan lainnya.
sas
Ketua DPW PKS NTB Terpilih, Yek Agil: Ketua Bukan Kemuliaan tapi Amanah
MATARAM.lombokjournal.com –
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTB Terpilih, Yek Agil menyatakan, jabatan ketua yang diembannya merupakan amanah partai yang harus dijalankan sebaik-baiknya.
Yek Agil
Jabatan ketua tidak sertamerta sebuah kemuliaan. Karenanya, amanah jadi titik fokus pihaknya dalam bekerja memajukan PKS NTB lima tahun ke depan.
“Innalillahi wa innailaihi roji’un. Astagfirullahaladzhim. Jabatan sebagai Ketum DPW PKS bukan kemuliaan tapi amanah yang akan dipertanggungjawabka,n baik di dunia maupun di akhirat,” ujar Yek Agil saat dikonfirmasi lombokjournal.com, Minggu, (27/12/2020).
Ke depan, ia dan seluruh kader PKS NTB akan bekerja berdasarkan tagline baru PKS ‘bersama melayani rakyat’.
Untuk pelantikan sebagai Ketua DPW PKS NTB, Yek mengaku dilakukan di daerah masing-masing dengan mekanisme daring.
Hal yang sama dilakukan untuk pengambilan sumpah jabatan.
Para kader terpilih dilakukan pengambilan sumpah jabatan oleh Presiden PKS di Jakarta, tidak dengan tatap muka langsung.
“Kami mengajak seluruh pihak termasuk para pengurus Parpol, Ormas, lembaga-lembaga dan lain-lain yang ada di NTB, mari kita bersinergi dan membangun harmoni untuk melayani masyarakat NTB lebih baik lagi, baik kualitas maupun kuantitasnya ke depan. Lebih-lebih dalam suasana pandemi seperti sekarang dan pasca pandemi nanti, tentu butuh kerja keras untuk memberikan palayanan kepada masyarakat,” terangnya.
Ast
UPDATE Covid-19: Hari Minggu, 27 Desember 2020, Bertambah 53 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 5 (Lima) Orang, Tidak Ada Kasus Kematian
Masyarakat diajak membiasakan diri dengan tatanan baru kehidupan, yakni disiplin mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19
MATARAM.lombokjournal.com –
Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR Prodia Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD Dompu mengkonfirmasi ada tambahan 53 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.
Lalu Gita Aryadi
Dalam siaran pers, Minggu (27/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 185 (seratus delapan puluh lima) sampel dengan hasil 122 (seratus dua puluh dua) sampel negatif, 10 (sepuluh) sampel positif ulangan, dan 53 (lima puluh tiga) sampel kasus baru positif Covid19, pasien sembuh 5 (lima) orang, tidak ada kasus kematian.
TAMBAHAN 53 KASUS POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 5 (LIMA) ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN
Kasus baru positif tersebut, yaitu :
Pasien nomor 5472, an. SA, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
Pasien nomor 5473, an. IB, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Patut Patuh Patju Gerung;
Pasien nomor 5474, an. JR, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Ubung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Awet Muda Narmada;
Pasien nomor 5475, an. S, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Awet Muda Narmada;
Pasien nomor 5476, an. ES, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
Pasien nomor 5477, an. N, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga;
Pasien nomor 5478, an. PCS, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatibaru;
Pasien nomor 5479, an. SD, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatibaru;
Pasien nomor 5480, an. NB, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasane Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5347 dan 5348. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Kumbe;
Pasien nomor 5481, an. MFH, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Timur, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
Pasien nomor 5482, an. SWW, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasane Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Rasanae Timur;
Pasien nomor 5483, an. MS, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Sebotok, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
Pasien nomor 5484, an. H, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
Pasien nomor 5485, an. MY, laki-laki, usia 80 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
Pasien nomor 5486, an. MY, laki-laki, usia 69 tahun, penduduk Desa Lenangguar, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
Pasien nomor 5487, an. N, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Jorok, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
Pasien nomor 5488, an. ARZ, laki-laki, usia 72 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5320. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
Pasien nomor 5489, an. B, perempuan, usia 75 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5320. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
Pasien nomor 5490, an. Y, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5320. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
Pasien nomor 5491, an. NY, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5267. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
Pasien nomor 5492, an. A, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5267. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit II Sumbawa;
Pasien nomor 5493, an. OR, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
Pasien nomor 5494, an. R, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5267. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
Pasien nomor 5495, an. RA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Luar, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas;
Pasien nomor 5496, an. AR, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
Pasien nomor 5497, an. Y, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Luk, Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Rhee;
Pasien nomor 5498, an. SH, perempuan, usia 67 tahun, penduduk Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5264. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas;
Pasien nomor 5499, an. J, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5264. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Alas;
Pasien nomor 5500, an. FRW, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 5501, an. F, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 5502, an. DM, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 5503, an. MB, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 5504, an. S, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 5505, an. AP, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 5506, an. S, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Lajut, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 5507, an. IKS, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 5508, an. S, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Gegelang, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 5509, an. AAN, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Panji Sari, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 5510, an. IGLBPI, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 5511, an. AY, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 5512, an. LIZ, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 5513, an. DA, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 5514, an. T, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 5515, an. R, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 5516, an. ABD, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 5517, an. A, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 5518, an. AF, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 5519, an. AN, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 5520, an. RA, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 5521, an. SR, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 5522, an. S, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 5523, an. D, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
Pasien nomor 5524, an. S, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram.
Hari ini terdapat 5 (lima) tambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :
Pasien nomor 4820, an. S, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 4877, an. MHM, laki-laki, usia 10 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 5086, an. AW, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Beru, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5207, an. HM, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 5219, an. MS, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Belo, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat.
Dengan adanya tambahan 53 (lima puluh tiga) kasus baru terkonfirmasi positif, 5 (lima) tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Minggu i (27/12/20) sebanyak 5.524 (lima ribu lima ratus dua puluh empat) orang, dengan perincian 4.556 (empat ribu lima ratus lima puluh enam) orang sudah sembuh, 281 (dua ratus delapan puluh satu) meninggal dunia, serta 687 (enam ratus delapan puluh tujuh) orang masih positif.
“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.
Masyarakat diajak membiasakan diri dengan tatanan baru kehidupan, yakni disiplin mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.
Rr/Aya
Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id
Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.
Tutup Tahun 2020, Biro Humas dan Protokol Bersama PR Ambassador Bagi-bagi Sembako
Menjadi edukasi bagi masyarakat betapa pentingnya menjaga kebersihan pantai
LOBAR.lombokjournal.com –
Menutup tahun 2020, Biro Humas dan Protokol Setda NTB Bersama PR Ambassador bagi-bagi sembako dan bersih-bersih sampah di Pantai Cemara, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (26/12/20).
Karo Humas dan Protokol, Najamuddin Amy, S.Sos, M.Si mengatakan, kegiatan bersih-bersih pantai ini merupakan partisipasi Biro Humas dan Protokol bersama PR Ambassador, guna menghidupkan destinasi wisata.
Menurut Najamuddin, kebersihan adalah hal pertama yang dilihat wisatawan.
“Jadi kegiatan bersih-bersih pantai ini kami pilih sebagai bentuk kepedulian kami terhadap pariwisata,” ungkapnya.
Selain itu, bagi sembako di tempat yang sama untuk memotivasi masyarakat, agar tetap semangat membangun destinasi wisata di pantai Cemara.
Ia berharap masyarakat sekitar dapat menjaga, agar pantai Cemara ini tetap bersih dari sampah.
Bang Najam mengingatkan masyarakat, dalam setiap melakukan kegiatan yang produktif untuk tetap senantiasa menerapkan protokol kesehatan guna menghindari terjadinya penyeberan virus Covid-19.
“Cara kita menghindari Covid-19 ini yakni dengan disiplin untuk memakai masker, tetap menjaga jarak, mencuci tangan setelah melakukan aktivitas kita sehari-hari,” tutur Bang Najam.
PR Ambassador 2020, Niken Mulya yang juga hadir bersama PR Ambassador 2020 lainnya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan guna menjaga kebersihan destinasi wisata pantai Cemara.
Putri asal Sumbawa Barat ini juga mengajak para wisatawan untuk mengunjungi keindahan pantai yang saat masuk disambut dengan pepohonan bakau yang lebat pantainya, yang dihiasi oleh bukit-bukit kecil nan hijau yang memanjakan mata bagi setia orang yang berkunjung.
“Jadi desa wisata ini patut dimasukkan ke list objek wisata kunjungan kalian, wajib deh datang ke sini bagi wisatawan lokal maupun mancanegara,” ajaknya.
Rangga yang juga salah satu PR Ambassador 2020 mengatakan, kegiatan ini sekaligus menjadi edukasi bagi masyarakat betapa pentingnya menjaga kebersihan pantai dari sampah-sampah yang berserakan untuk kebaikan lingkungan sekitar.
“Kita melakukan kegiatan outbound ini untuk membantu masyarakat agar disiplin dalam membuang sampah, untuk menjaga ekosistem laut juga, untuk menjaga kenyamanan dari desa dan wisatawan, bersih sehat akan menyejahterakan lingkungan kita,” jelasnya.
Kepala Desa Lembar Selatan, H. Benny Basuki menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Biro Humas dan Protokol Setda NTB yang telah berkunjung dan memberikan bantuan kepada masyarakat di Pantai Cemara, yang merupakan salah satu destinasi andalan Desa Lembar Selatan.
Ia berharap dengan kedatangan rombongan ini, akan banyak lagi rombongan yang datang sehingga pendapatan masyarakat di pantai ini bisa meningkat.
Kegiatan ini juga merupakan rangkaian Hut NTB ke-62, dan paket sembako sejumlah 30 paket yang terbagi bagi masyarakat sekitar pantai Cemare, merupakan sumbangan dari PR Ambassador dan Biro Humas dan Protokol beserta semua staf.
Rr/HmsNTB
Korban Puting Beliung di Bima Dapat Bantuan Gubernur
MATARAM.lombokjournal.com –
Adanya pertumbuhan awan konvektif di wilayah Kabupeten Bima dan sekitarnya menyebabkan hujan yang disertai angin yang cukup kencang pada harI Kamis (24/12/20), pukul 12.50-14.30 WITA, yang merusak sejumlah rumah warga di Kabupeten Bima.
“Akibat angin kencang meski dengan durasi yang tidak terlalu lama namun menyebabkan beberapa rumah warga di Dusun Lakeke RT 06, Dusun Kacamba RT 07, 08, dan RT 19 Desa Doridungga, Kecamatan Donggo Kabupaten Bima, mengalami rusak berat akibat angin puting beliung yang terjadi pada Rabu (24/12/2020), jam 14.30 Wita,” kata Bambang Hermawan, pejabat BPBD Kabupaen Bima.
Diperkirakan, sebanyak 13 rumah rusak berat dalam kejadian tersebut, antara lain rumah milik M. Ja’far, A.Bakar, Ona Saputra, Iso, Sri Endang, Ja’far, Ismail, Mustamin, Durais, Ramli, Amirudin, Bakri, Wahyuningsih
Menanggapi laporan bencana tersebut, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melalui Kalak BPBD NTB, Ir. I Gusti Bagus Sugiharta, berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima saat itu juga untuk memetakan bantuan yang tepat.
“Kami telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupeten Bima untuk mengirimkan bantuan tanggap darurat. Besok (hari Jum’at, red) bantuan akan langsung diberikan melalui BPBD Kabupaten Bima. Sehingga bisa langsung sampai pada para korban,” ujar Sugiharta.
Hari Jum’at (25/12/20) Kepala Desa Doridungga, Jubaid A Wahab bersama beberapa korban, langsung menjemput bantuan ke BPBD Kabupeten Bima.
“Alhamdulillah, bantuan yang sesuai dengan kebutuhan kami telah diterima para korban bencana. Kami atas nama warga Desa Doridungga menyampaikan salut dan mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada Gubernur NTB, yang begitu cepat merespon dan membantu warga kami. Padahal hari ini libur nasional,” ujar Jubaid
Bantuan yang diterima berupa terpal 10 lembar, seng 100 lembar, paku seng 10 kg, 11 dus mie instan, dan 11 dus air mineral.
“Bantuan tersebut merupakan bantuan tanggap darurat, yang merupakan hasil kolaborasi dari Pak Gubernur NTB dan BPBD Kabupaten Bima,” tandas IGB. Sugiharta.
Rr/HmsNTB
Libur Natal dan Tahun Baru ke NTB, Harus Kantongi Hasil Uji Rapid Tes Antigen
Dilarang keras menyelenggarakan pesta perayaan tahun baru dan sejenisnya baik di dalam atau di luar ruangan
MATARAM.lombokjornal.com –
Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Natal dan Tahun Baru di masa pandemi ini.
Dalam SE tersebut termuat sejumlah substansi penting yang harus diperhatikan oleh masyarakat untuk menghindari potensi penyebaran Covid-19.
Dalam SE Nomor 360/440/BPBDNTB/XII/2020 yang ditandatangani Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah tanggal 23 Desember 2020, beberapa poin yang penting yaitu ; pelaku perjalanan dalam negeri yang akan datang ke NTB, baik melalui transportasi udara, darat maupun laut harus menunjukkan surat keterangan hasil uji rapid tes antigen.
Surat keterangan hasil uji rapid tes berlaku selama 14 hari sejak diterbitkan. Selama masih berada di Provinsi NTB wajib memiliki surat keterangan hasil uji rapid tes antigen yang masih berlaku.
Bagi pelaku perjalanan dalam negeri yang berangkat dari NTB, surat keterangan hasil uji rapid tes antigen yang masih berlaku dapat digunakan untuk perjalanan kembali ke NTB, sedangkan untuk perjalanan dalam provinsi NTB dapat menggunakan rapid antibodi.
Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy, S.Sos, MM mengatakan, dalam SE tersebut juga disampaikan, setiap orang, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang melaksanakan aktivitas selama libur NataL dan Tahun Baru, wajib menaati protokol kesehatan.
“Memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer, membatasi interaksi fisik atau jaga jarak, dan tidak boleh berkerumun,” kata Najamuddin Amy, Kamis (24/12/20).
Dalam edaran tersebut juga diterangkan bagi setiap orang, pelaku usaha, pengelola, penyelennggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum dilarang keras menyelenggarakan pesta perayaan tahun baru dan sejenisnya baik di dalam atau di luar ruangan.
Dilarang juga menggunakan petasan, kembang api dan sejenisnya serta dilarang minuman keras dan sejenisnya.
Substansi edaran tersebut juga mengamanatkan kepada Kepala Bupati/Walikota dan para pihak terkait lainnya agar mengkoordinasikan, mengkomunikasikan dan mensosialisasikan SE ini untuk dilaksanakan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.
Kepada jajaran TNI, Danrem 162/WB, Danlanal Mataram, Danlanud ZAM, Kapolda NTB serta Satpol PP untuk melakukan operasi penegakan disiplin selama Natal dan Tahun Baru.
“Edaran ini mulai berlaku pada tanggal 23 Desember 2020 sampai dengan tanggal 8 Januari 2021 dan akan dilakukan evaluasi secara ketat sesaui dengan perkembangan kasus temuan positif Covid-19,” jelasnya.
Rr/HmsNTB
UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 25 Desember 2020, Bertambah 18 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 18 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang
MATARAM.lombokjournal.com –
Laboratorium PCR RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium PCR Dr. R Soedjono Selong mengkonfirmasi ada tambahan 32 kasus baru terkonfirmasi Covid-19.
Lalu Gita Aryadi
Dalam siaran pers, Jum’at (25/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, DRS Lalu Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 177 (seratus tujuh puluh tujuh) sampel dengan hasil 143 (seratus empat puluh tiga) sampel negatif, 2 (dua) sampel positif ulangan, dan 32 (tiga puluh dua) sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 18 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.
Dijelaskan, adanya tambahan 32 (tiga puluh dua) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 18 (delapan belas) tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at (25/12/20) sebanyak 5.455 (lima ribu empat ratus lima puluh lima) orang, dengan perincian 4.526 (empat ribu lima ratus dua puluh enam) orang sudah sembuh, 277 (dua ratus tujuh puluh tujuh) meninggal dunia, serta 652 (enam ratus lima puluh dua) orang masih positif.
“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.
TAMBAHAN 32 KASUS POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 18 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG
Kasus baru positif tersebut, yaitu :
Pasien nomor 5424, an. DY, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
Pasien nomor 5425, an. KSF, perempuan, usia 11 tahun, penduduk Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Universitas Mataram;
Pasien nomor 5426, an. G, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kota Serang, Provinsi Banten. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Universitas Mataram;
Pasien nomor 5427, an. LA, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Universitas Mataram;
Pasien nomor 5428, an. SPAA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng Mataram;
Pasien nomor 5429, an. PAKD, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kabupaten Singaraja, Provinsi Bali. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Universitas Mataram;
Pasien nomor 5430, an. DZ, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng Mataram;
Pasien nomor 5431, an. S, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat;
Pasien nomor 5432, an. LD, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Desa Marong, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Biomedika Mataram;
Pasien nomor 5433, an. ER, perempuan, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Timur, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
Pasien nomor 5434, an. J, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Lewirato, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
Pasien nomor 5435, an. P, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Timur, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
Pasien nomor 5436, an. I, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5346. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
Pasien nomor 5437, an. A, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Penanae;
Pasien nomor 5438, an. I, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Apitaik, Kecamatan Batuyang, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
Pasien nomor 5439, an. MS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Batuyang, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
Pasien nomor 5440, an. S, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Danger, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
Pasien nomor 5441, an. SM, perempuan, usia 10 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid19 nomor 4967. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
Pasien nomor 5442, an. H, perempuan, usia 11 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid19 nomor 4967. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
asien nomor 5443, an. RHI, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5080. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Lombok Timur Labuhan Haji;
Pasien nomor 5444, an. ZZ, perempuan, usia 11 tahun, penduduk Desa Geres, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5205. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
Pasien nomor 5445, an. RLOT, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Pernek, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
Pasien nomor 5446, an. EK, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5329. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Labuhan Badas;
Pasien nomor 5447, an. ESW, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Uma Beringin, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5274. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unter Iwes;
Pasien nomor 5448, an. DS, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 5274. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
Pasien nomor 5449, an. MI, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit I Sumbawa;
Pasien nomor 5450, an. SA, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Desa Kakiang, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa;
Pasien nomor 5451, an. NZ, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa;
Pasien nomor 5452, an. GPN, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Arab Kenangan, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5453, an. DR, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Sekongkang Atas, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5454, an. ASM, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Air Suning, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5455, an. AN, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat.
Hari Sabtu terdapat 18 (delapan belas) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :
Pasien nomor 4923, an. N, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Geres, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 4988, an. S, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5013, an. N, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5027, an. BS, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Pukat, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5065, an. MAM, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Desa Sandubaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 5099, an. CN, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
Pasien nomor 5158, an. DMY, laki-laki, usia 9 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 5160, an. GJ, laki-laki, usia 8 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 5228, an. H, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Montong Tangi, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 5229, an. ATP, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur;
Pasien nomor 5275, an. M, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Mura, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5276, an. MS, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5277, an. RR, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Arab Kenangan, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5278, an. S, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5280, an. C, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Arab Kenangan, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5284, an. YAR, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Mura, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5294, an. C, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Sekongkang Bawah, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat;
Pasien nomor 5232, an. NWPSL, perempuan, usia 16 tahun, penduduk Desa Kokarlian, Kecamatan Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat.
Hari Jum’at ini juga terdapat 1 (satu) penambahan kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 5422, an. ZA, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki penyakit komorbid.
Rr/Aya
Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id
Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.
Wisuda ke-XXXI, UNW Mataram Berkomitmen Berkhidmat untuk Negeri
UNW Mataram membuktikan mampu menjadi PTS yang siap sebagai Institusi yang mengabdi dan berkhidmat untuk kemajuan Bangsa dan Negara
MATARAM.lombokjournal.com –
Universitas Nadlatul Wathan (UNW) Mataram menggelar wisuda sarjana strata satu dan program diploma tiga yang ke XXXI dengan jumlah 456 peserta di Ballroom Hotel Grandlegi Mataram, Rabu (23/12/20).
Dr. TGH. Lalu M. Abdul Muhyi Abidin MA
Rektor UNW Mataram, Dr. TGH. Lalu M. Abdul Muhyi Abidinn MA mengucapkan selamat kepada seluruh peserta wisuda atas penyelesaian studinya di UNW Mataram.
“Akhirnya, hari ini merupakan Momentum yang sangat dinantikan oleh seluruh Mahasiswa, kami ucapkan selamat kepada adik-adik peserta Wisuda atas telah dinyatakan lulus sebagai Penyandang Gelar Sarjana di Universitas Nahdlatul Wathan Mataram,” ungkapnya
Ucapan terimakasihnya juga disampaikan kepada seluruh Civitas Akademika dan seluruh jajaran Panitia yang telah bekerja secara ikhlas hingga terlaksananya kegiatan Rapat Senat Tebuka yang ke XXXI tersebut.
“Terimakasih dan selamat kepada seluruh dosen dan karyawan UNW Mataram atas komitmen dalam melaksanakan tugas secara ikhlas, yakin dan Istiqomah dalam mendidik, membimbing serta melayani mahasiswa hingga menyelsaikan studinya semua itu demi kemajuan organisasi dalam bidang Pendidikan dan kepada seluruh Jajaran kepanitiaan yang telah menyukseskan kegiatan ini, insyallah semoga bakti semua pihak tercatat sebagai amal jariah,” ucapnya
TGH. Muhyi juga mengungkap, pekan Lalu UNW Mataram telah berhasil meraih predikat ke III untuk Kategori Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan Perolehan hibah penelitian dan pengabdian masyararakat terbanyak tahun 2020 dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII.
Menurutnya, dengan Raihan Predikat tersebut, UNW Mataram telah membuktikan diri mampu menjadi PTS yang siap dan Siaga mengabdikan diri sebagai Institusi yang mengabdi dan berkhidmat untuk kemajuan Bangsa dan Negara.
“Alhamdulillah UNW Mataram telah berhasil meraih predikat III untuk PTS penerima Hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tahun 2020” ungkapanya
Selain itu, saat ini UNW Mataram telah mempunyai sebanyak 9 Orang Kandidat Doktor yang akan menyelesaikan studinya diberbagai Perguruan tinggi baik di Luar Maupun dalam Negeri, karena itu UNW Mataram akan menambahkan Program Si S1 Kesehatan, Profesi dan Pasca Sarjana Sosial.
“Saat ini UNW Mataram sedang menyiapkan berkas untuk penambahan Prodi S1 Kesehatan, Profesi dan Pasca Sarjana Sosial karena saat ini sebanyak 9 kandidat Doktor UNW Mataram sedang berjuang menyelesaikan Studinya” Paparnya
Menutup Pidatonya, TGH. Muhyi juga menitipkan pesan kepada Seluruh peserta Wisuda untuk Para Orang Tua dan Wali Mereka yang Saat ini tidak bisa mendampingi secara Langsung Prosesi Wisuda kali ini terkait Pandemi Covid-19, Namun ia meyakinkan Seluruh peserta Wisuda Bahwa UNW Mataram merupakan Kampus tempat bernaungnya Keberkahan Ilmu, karena Berkah dari Pendiri UNW yang merupakan Seorang Ulama Tersohor di Tanah Air bahkan Dunia.
‘’ Menuntut Ilmu di UNW Mataram adalah keberkahan, inysallah biiznillah semua barokah ilmunya dan Hidupnya, sebagaimana yang kita ketahui Bahwa Pendiri dari UNW adalah seorang Ulama tersohor di Tanah Air bahkan dunia, juga merupakan Pahlawan Nasional Asal NTB yang telah menjadi Milik semua Masyarakat di Tanah Air tercinta, Sampaikan Salam permohonan Kami kepada para Orang Tua dan Wali adik-adik Sekalian terkait Kendala Pandemi ini sehingga tidak bisa menemani keberlangsungan Acara Wisuda kali ini, harapan kami teruslah berbakti kepada Orang Tua, Agama, Negara dan Bangsa dimanapun Kalian Berada,’’ harapnya
Sementara Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII Prof. Nengah Dasi Astawa dalam Sambutannya melalu Sambungan virtual mengucapkan Selamat kepada Seluruh peserta Wisuda dan Sivitas akademika UNW Mataram atas terlaksananya Wisuda ke XXXI .
“Prosesi Wisuda yang dilaksanakan hari ini telah membuktikan UNW Mataram sebagai Perguruan Tinggi yang mampu terus berjalan di tengah Pandemi Covid-19,” ungkapnya
Nengah Juga Mengingatkan untuk Peserta Wisuda agar terus berupaya untuk survive dan Kreatif ditengah Perkembangan dan tantangan Zaman yang berubah begitu Cepat.
“Pesan saya jangan pernah takut, hari ini telah mengantarkan kalian untuk dua Hal yakni menrima pekerjaan atau menciptakan pekerjaan, teruslah berkarya dan berkontribusi, jika tidak dapat pekerjaan Ciptakanlah Pekerjaan,” cetusnya
Dalam kesempatan Rapat Senat Terbuka tersebut, hadir Pula secara Virtul, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan, Raden Tuan Guru Bajang Kyai H. Lalu Gede M. Zainuddin Atsani. Dalam sambutannya Ketum PBNW turut mengucapkan Selamat kepada seluruh peserta Wisuda UNW Mataram yang ke XXXI.
“Selamat kepada seluruh Mahasiswa yang telah dinyatakan Lulus, selepas ini kembalilah mengabdikan diri kepada Masyarakat sesuai pesan dan Ketauladan dari Pendiri UNW Mataram Ninikda Maulanasyaikh TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid,” ungkapanya
Ketum PBNW juga mengingatkan kepada semua Hadirin untuk meletakkan Akhlak menjadi Pondasi dalam melakukan suatu tindakan, karena menurutnya Semua tindakan tanpa Akhlak tidak akan berguna.
“Sehebat apapun jika tidak didasari dengan akhlak yang baik tidak ada artinya. UNW Mataram ini mengajarkan akhlak yang baik untuk itu mari tebarkan kabaikan di masyarakat” lanjutnya
Di sisi lain, Peserta Wisuda M. Khairul Fatihin, meyakini, UNW Mataram merupakan Kampus yang berbeda dari yang lainnya, menurutnya, selama ia mengenyam pendidikan di UNW Mataram Banyak Hal yang berbeda dari Perguruan Tinggi lainnya.
“saya mempunyai keyakinan siapapun yang menuntut ilmu di UNW Mataram maka dia mendapatkan keberkahan. inilah kesan saya pertama masuk di UNW Mataram, belajar di UNW Mataram sesungguhnya tersambungnya mata rantai keilmuan sampai Rasulullah SAW, Saya berharap UNW Mataram menjadi universitas yang unggul sesuai dengan harapan kita bersama,’’ ucapnya
Fatihin juga merasa bangga telah Lulus di Perguruan Tinggi yang didirikan oleh Ulama Masyhur sekaligus Pahlwan Nasional dari NTB. Almaghfurlah Maulanasyaikh TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid.
“Tentu saya merasa bangga telah diwisudakan dikampus yang penuh keberkahan, dikampus yang didirikan oleh Pahlawan Nasional, Ulama besar” tandasnya
Wisuda kali ini juga dirangkaikan dengan Penyerahan Penghargaan kepada Ketua Yayasan Pendidikan Darul Mujahidin Nahdlatul Wathan” Umi Hj. Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid yang telah berjuang sepenuh Ikhlas memperjuangkan Cita-cita dari Ayahandanya TGKH M Zainuddin Abdul Madjid selaku pendiri UNW Mataram dalam meningkatkan Mutu pendidikan untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa dan Negara.