Ini Surat Hoax, Surat Permintaan Dana Pilkada Atas Nama Gubernur

Di media sosial dan sejumlah WhatsApp group beredar sebuah surat tertanggal 9 November 2020, perihal permohonan bantuan dana pengamanan pelaksanaan Pilkada

MATARAM.lombokjournal.com

Pemprov NTB memastikan, beredarnya  surat  terkait permintaan dana pengamanan Pilkada 2020 kepada perusahaan swasta yang beroperasi di NTB adalah hoaks atau kabar bohong.

Surat yang mencatut nama Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah tersebut beredar di sejumlah media sosial dan sejumlah WhatsApp group, Selasa (10/11/2020).

Najamuddin Amy

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy, S.Sos, MM mengatakan, Gubernur merasa dirugikan dengan beredarnya hoaks tersebut.

Kalau menyangkut urusan anggaran Pilkada, sesungguhnya sudah dianggarkan oleh masing-masing daerah di APBD murni maupun di APBD perubahan.

“Tidak benar Gubernur meminta dana ini dan itu. Ini adalah ulah oknum atau segelintir orang yang memanfaatkan situasi ini. Kepada masyarakat kami harapkan agar jangan terpengaruh oleh hoaks tersebut,” kata Najamuddin Amy, Selasa  (10/11/20).

Najamuddin mengatakan, sesaat setelah surat tersebut beredar, tim PRCC Humas dan Protokol Provinsi NTB melakukan penelusuran melalui teknologi informasi.

Tim menggunakan pencarian kemiripan gambar oleh Google Image didapatkan gambar yang mirip.

Terlihat adanya konten tulisan yang dibuat sangat mirip dengan surat yang beredar sebelumnya yang mencatut nama pimpinan di daerah lain.

Intinya surat itu meminta permohonan dana ke berbagai perusahaan daerah untuk pelaksanaan Pilkada dan dikirim ke rekening tertentu.

“Dalam penelusuran Tim PRCC, berbagai daerah juga secara bersamaan mendapatkan hoax yang sama seperti DKI, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Jawa Barat,” katanya.

Ia mengharapkan, agar masyarakat bijak menerima sebuah informasi. Apalagi yang belum pasti kebenarannya.

Najam mengimbau masyarakat untuk selalu check and balance serta tabayyun dalam menerima sebuah informasi, terlebih informasi tersebut cukup sensitif.

“Pernyataan kami ini sekaligus sebagai klarifikasi atau bantahan terhadap surat yang beredar itu,” katanya.

Diketahui, di media sosial dan sejumlah WhatsApp group beredar sebuah surat tertanggal 9 November 2020, perihal permohonan bantuan dana pengamanan pelaksanaan Pilkada.

Surat tersebut ditujukan ke Presdir PT.SMS.  Dalam sepotong surat tersebut tertulis nama Gubernur Zulkieflimansyah yang dicatut oleh oknum yang ingin memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan tertentu.

Terkait dengan anggaran Pilkada 2020, Ketua KPU Provinsi NTB Suhardi Soud mengatakan, anggaran Pilkada di tujuh kabupaten/kota itu berasal dari APBD.  Dari APBN ada tambahan dana untuk kepentingan penerapan protokol Covid-19.

“Pemda sudah menyiapkan anggaran tersebut dan saat ini sudah klir. Dan memang tidak boleh ada penggunaan dana lain selain APBD dan itu berlaku untuk seluruh penyelenggara pemilu,” jelasnya.

Seluruh Pemkab dan Pemkot yang menyelenggarakan Pilkada telah menyelesaikan penandatangan Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk Pembiayaan Pemilihan Serentak.

Dari situs resmi KPU NTB terlihat, total biaya yang dihibahkan oleh tujuh Pemkab dan Pemkot kepada KPU kabupaten/kota Penyelenggara Pemilihan Serentak sebesar Rp. 147.368.100.000.

Perinciannya adalah Kabupaten Bima 24.668.000.000, Kabupaten Dompu Rp. 15.000.000.000, Kabupaten Sumbawa Rp. 25.000.100.000, Kabupaten Sumbawa Barat Rp. 13.500.000.000, Kota Mataram Rp. 25.000.000.000, Kabupaten Lombok Utara, Rp. 16.200.000.000,- dan Kabupaten Lombok Tengah Rp. 28.000.000.000.

Rr/HmsNTB

 




Wagub Berharap Lahir Pahlawan-Pahlawan Baru dari NTB

Rasa cinta tanah air sebagai nilai yang diingat pertama kali ketika berbicara tentang kepahlawanan

 MATARAM.lombokjournal.com

Menyambut Hari Pahlawan yang jatuh tepat pada tanggal 10 November ini, BEM Universitas Hamzanwadi menyelenggarakan Webinar Pahlawan dengan tema “Menjadi Pembelajar yang Baik Mengikuti Jejak Para Pahlawan”.

Webinar ini turut menghadirkan Gubernur NTB periode 2008-2013 dan 2013-2018, TGB Dr. H. M. Zainul Majdi, Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal dan juga Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani sebagai narasumber.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang menjadi Keynote Speaker dalam kegiatan ini mengajak pemuda-pemudi NTB agar selalu menghormati jasa para pahlawan yang telah berkorban memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Wagub kemudian teringat pesan Pahlawan Nasional dari NTB, TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid, dalam menghadapi hidup harus berpegang teguh pada prinsip, yakin, ikhlas, jujur, sabar dan istiqomah.

Terlebih di masa pandemi Covid-19, prinsip ini dirasa Wagub sangat sesuai dengan kondisi saat ini.

“Kalau kita pegang prinsip ini semua, Insya Allah kita akan bisa hadapi pandemi ini, kita akan bisa lalui pandemi ini dengan baik,” ucap Umi Rohmi bertempat di Pendopo Wagub, Senin (09/11/20).

Umi Rohmi berpesan kepada pemuda-pemudi NTB agar selalu mengisi masa mudanya dengan hal-hal yang positif dan juga bermanfaat. Ia menyebut, masa depan NTB dan juga Indonesia ada di tangan generasi mudanya.

Umi Rohmi kemudian berharap di NTB kelak akan lahir pahlawan-pahlawan baru yang akan menjadi kebanggaan dan menebarkan kebaikan di masa akan datang.

“Semoga ke depan akan ada lagi Pahlawan Nasional dari NTB, sehingga semakin banyak contoh mulia, semakin banyak pembelajaran, semakin banyak yang bisa kita jadikan panutan untuk NTB dan Indonesia kedepannya,” harapnya.

Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal yang menjadi narasumber dalam webinar kali ini mengaku emosional apabila membahas tentang pahlawan.

Jasanya yang begitu besar sehingga perjuangannya harus dapat diteruskan pula oleh pemuda-pemudi di zaman sekarang.

“Kita hari ini bisa tenang, bisa fokus, adik-adik bisa belajar menuntut ilmu, saya juga dapat berprofesi sebagai polisi ini karena pahlawan,” ujarnya.

Iqbal memaparkan, potensi Indonesia yang begitu banyak dan harus dapat dikelola dengan baik. Potensi yang berlimpah ini ke depan bukan tidak mungkin dapat memberikan dampak negatif dan ancaman yang besar apabila tidak dikelola dengan sebaik mungkin.

“Bayangkan berapa ribu adat istiadat , bahasa, suku bangsa, agama dan lain-lain. Kita Alhamdulillah masih survive, dan kita harus menjaganya,” sambung Iqbal.

Ia mencontohkan, bagaimana menjadi pembelajar yang baik di masa sekarang terlebih dalam situasi Covid-19 yang belum usai.

Nasehat tersebut antara lain, pantang menyerah, menahan diri, selalu berpikir positif dan yang terpenting selalu menjadi diri sendiri.

“Saat ini kita harus adaptif, apalagi pemuda. Pahlawan pada era pandemi, bahwa kita harus menjaga persatuan, melaksanakan bantuan sosial yang humanis kepada masyarakat yang membutuhkan dan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19,” jelasnya.

Begitu juga dengan Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani yang fokus mengajak anak-anak muda menjadi pahlawan masa kini dengan menghindari segala perbuatan tidak baik dan tercela.

Salah satunya, ancaman narkoba, miras hingga pergaulan bebas yang kerap menimpa pemuda-pemudi.

Danrem yakin, dengan memegang teguh empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI Harga Mati, maka anak-anak muda di Indonesia dapat menjauhi perbuatan tidak baik sehingga dapat berkarya dan berprestasi bagi bangsa dan negara.

“Kita sosialisasikan, kita jadikan kebiasaan bagi seluruh pemuda yang ada di Indonesia, khususnya di NTB,” terangnya.

Begitu juga dalam menyampaikan pendapat, haruslah melalui cara yang benar dan mematuhi aturan yang berlaku.

Terlebih akhir-akhir ini, sebagian anak muda cenderung suka berbuat anarkis. Padahal, dalam hal ini bermusyawarah hingga mencapai mufakat merupakan sebuah cara efektif dalam menemukan solusi terbaik dan benar.

Danrem kemudian meminta anak-anak muda agar jangan mudah terpengaruh terhadap budaya asing dan arus globalisasi yang bersifat negatif. Untuk itu, berpikir jernih, bijak dan kritis atau positive thinking menjadi cara agar terhindar dari segala sesuatu yang tidak baik.

“Selamat berjuang untuk meraih mimpi yang besar dan cemerlang, pemuda Indonesia pahlawan bangsa, anda pasti bisa,” pungkas Ahmad Rizal.

Sementara itu, Gubernur NTB periode 2008-2013 dan 2013-2018, TGB Dr. H. M. Zainul Majdi yang juga Ketua Umum Dewan Tanfidziah PBNW menilai kepahlawanan di setiap generasi memiliki suatu kesamaan.

Hal yang pertama yakni rasa cinta tanah air. Rasa cinta tanah air disebutnya sebagai nilai yang diingat pertama kali ketika berbicara tentang kepahlawanan. Setelah itu, munculah keberanian dan keikhlasan seperti yang pernah diajarkan TGKH. Zainuddin Abdul Madjid.

“Sebagai Pahlawan Nasional, beliau mengajarkan kepada kita bahwa seluruh aktifitas kita harus diikat dengan satu sikap yaitu cinta tanah air,” ungkapnya.

TGB menyebut pentingnya literasi yang baik dalam menghadapi banyaknya permasalahan yang ada. Untuk itu, literasi yang baik dalam pendidikan menjadi hal yang terpenting di dalam mewujudkan Indonesia yang maju.

“Maka ketika berbicara mengenai Indonesia kedepan, hal yang paling penting adalah bagaimana kita memajukan pendidikan,” tambah TGB.

Kolaborasi kemudian menjadi kata berikutnya yang disebut oleh TGB. Ia meyakini, segala hal besar tidak akan dapat dikerjakan sendiri, untuk itu butuh dibangunnya kolaborasi yang baik.

“Salah satu karateristik kaum minelial adalah kemampuan kolaborasi yang luar biasa, kemudian didukung dengan teknologi digital yang ada,” tuturnya.

Ketika literasi dan kolaborasi sudah terlaksana, maka yang terakhir adalah aksi.

“Pahlawan masa kini adalah orang dan anak-anak muda generasi milenial yang menggunakan literasi yang Ia miliki , kolaborasi yang Ia bangun, jejaring yang baik untuk kemudian melakukan aksi-aksi yang jelas untuk melawan hal-hal yang bisa merusak kesatuan kita sebagai satu,” kata TGB.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Senin, 09 Nopember 2020, Bertambah 11 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 33 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

Masyarakat dihimbau tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sosial dan ekonomi

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR Prodia, dan Laboratorium TCM RSUD H. L. Manambai Abdulkadir mengkonfirmasi, ada tambahan 44 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Senin (09/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 41 sampel dengan hasil 29 sampel negatif, 1 (satu) sampel positif ulangan, dan 11 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 33 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelakan, adanya tambahan 11 kasus baru terkonfirmasi positif, 33 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari  Senin (09/11/20) sebanyak 4.243 orang, dengan perincian 3.579 orang sudah sembuh, 230 meninggal dunia, serta 434 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 11 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 33 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4233, an. MI, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa,Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir;
  2. Pasien nomor 4234, an. I, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir;
  3. Pasien nomor 4235, an. MSHAH, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir;
  4. Pasien nomor 4236, an. AK, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir;
  5. Pasien nomor 4237, an. SW, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  6. Pasien nomor 4238, an. K, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Desa Lopok Beru, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir;
  7. Pasien nomor 4239, an. S, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir;
  8. Pasien nomor 4240, an. A, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir;
  9. Pasien nomor 4241, an. MS, laki-laki, usia 77 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir;
  10. Pasien nomor 4242, an. P, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Masbagik Utara Baru, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  11. Pasien nomor 4243, an. NK, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;

Hari Senin ini terdapat penambahan 33 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 1047, an. MS, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 2376, an. J, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 2774, an. AP, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Midang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 2873, an. H, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 2891, an. T, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Desa Midang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 3011 an. MH, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 3321, an. R, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 3405, an. STP, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Belo, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima;
  9. Pasien nomor 3525, an. AA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima
  10. Pasien nomor 3526, an. SN, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima;
  11. Pasien nomor 3529, an. M, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Risa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  12. Pasien nomor 3533, an. NI, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Risa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  13. Pasien nomor 3567, an. W, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Teke, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima;
  14. Pasien nomor 3591, an. S, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Dena, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima;
  15. Pasien nomor 3598, an. H, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  16. Pasien nomor 3632, an. MYAA, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  17. Pasien nomor 3637, an. AMS, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  18. Pasien nomor 3639, an. AM, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  19. Pasien nomor 3641, an. MAAB, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  20. Pasien nomor 3649, an. MA, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  21. Pasien nomor 3656, an. AMAZ, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  22. Pasien nomor 3659, an. NAS, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  23. Pasien nomor 3725, an. SA, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima;
  24. Pasien nomor 3729, an. GFA, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  25. Pasien nomor 3733, an. AA, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  26. Pasien nomor 3736, an. SS, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Desa Kalampa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  27. Pasien nomor 3738 an. SA, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Kalampa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  28. Pasien nomor 3793, an. IAR, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Desa Belo, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima;
  29. Pasien nomor 3837, an. H, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  30. Pasien nomor 3893, an. H, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  31. Pasien nomor 3954, an. SW, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  32. Pasien nomor 3976, an. D, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  33. Pasien nomor 3977, an. ATS, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Bontokape, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.

Hari Senin ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 4208, an. AZ, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa.

Lalu Gita Aryadi Menghimbau, seluruh masyarakat agar tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sosial dan ekonomi.

“Mari bersama mencegah penularan Covid-19, mulai dari penggunaan masker, rajin cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak atau menghindari kerumunan dan membudayakan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.

Diharapkan, masyarakat bisa aman dan produktif dalam tatanan baru kehidupan di tengah pandemi Covid-19.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Kampung Sehat Awards; Kesadaran Masyarakat Merawat Semangat Tangani Covid-19

Kampung Sehat menumbuhkan kesadaran masyarakat dan membangun semangat bersama agar lebih waspada terhadap penyebaran Covid-19

LOBAR.lombokjournal.com

Gelaran Lomba Kampung Sehat NTB yang diinisiasi oleh Polda NTB berjalan dengan sukses. Kegiatan ini mendapat banyak respon positif dan juga partisipasi dari masyarakat.

Kampung Sehat dinilai berhasil menjadi energi baru di dalam penanganan Covid-19 di NTB.

Kampung Sehat Awards kemudian dilaksanakan sebagai puncak acara sekaligus pengumuman hasil dan para pemenang di berbagai kategori yang sudah diperlombakan.

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Kila Senggigi Lombok Barat, Senin (09/11/20).

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengapresiasi inisiasi Polda NTB berkat terobosan program Kampung Sehat NTB 2020. Ia menilai kehadiran lomba Kampung Sehat telah berhasil membuat masyarakat NTB berlomba-lomba untuk merawat desanya.

“Walaupun sederhana, proses yang di inisiasi oleh Kapolda ini luar biasa. Ketika dicanangkan Kampung Sehat, masyarakat di desa-desa sampai pelosok, di pinggir pantai dan puncak gunung-gunung, hilang kekhawatiran dan mereda ketakutannya dan berlomba-lomba merawat kampungnya untuk menjadi Kampung Sehat,” ucapnya.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini kemudian mengatakan dengan adanya lomba Kampung Sehat telah menghadirkan sebuah harapan. Harapan yang dimaksud yakni untuk menjuarai kompetisi Kampung Sehat dengan cara yang positif.

“Sekali lagi terima kasih pak Kapolda, teman-teman Polri dan TNI yang kami saksikan sampai kampung-kampung dan desa-desa memastikan Kampung Sehat ini sukses hingga puncak acaranya yang kita rayakan pada hari ini,” pungkas Bang Zul.

Puncak acara Kampung Sehat kali ini juga turut dihadiri oleh Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H. Mewakili Kapolri.

Ia menyambut baik program Kampung Sehat NTB yang merupakan bentuk penjabaran dari gagasan Kapolri yakni Kampung Tangguh Nusantara.

Agus kemudian menjelaskan bahwa tujuan adanya Kampung Sehat utamanya adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat dan membangun semangat bersama agar lebih waspada terhadap penyebaran Covid-19 serta dampak yang diakibatkan.

“Program Kampung Sehat di wilayah Provinsi NTB diharapkan dapat membantu perekonomian dan mendukung Ketahanan pangan masyarakat,” terangnya.

Pandemi Covid-19 yang juga turut berdampak tidak hanya di bidang kesehatan melainkan juga di bidang ekonomi, keagamaan, sosial, dan budaya serta keamanan diharapkan dapat diatasi bersama. Terlebih, saat ini tujuh dari sepuluh kabupaten/kota di NTB sedang melaksanakan Pilkada.

“Di sinilah peran Polri dibutuhkan agar potensi gangguan tidak berkembang menjadi gangguan nyata. Seluruh anggota Polri harus ekstra berkeja keras dengan mengedepankan tindakan promotif dan preventif. Inilah bentuk kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat untuk mewujudkan Polri yang profesional, moderen dan terpercaya,” jelasnya.

Kabaharkam juga turut memuji peran dan kontribusi Kampung Sehat yang telah membuat NTB tidak berada dalam zona merah dan hampir semua daerahnya telah masuk ke zona kuning.

Untuk itu Ia berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTB dan seluruh Forkopimda khususnya Polda NTB atas dedikasi dalam menekan laju Covid-19.

“Kepada para pemenang yang terpilih menjadi juara saya ucapkan selamat atas keberhasilan saudara dan wilayah saudara terpilih sebagai juara. Mari kita bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 serta melaksanakan pilkada yang aman, damai, sejuk dan sehat,” ajaknya.

Sebelumnya, Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal kembali menjabarkan pengertian Kampung Sehat NTB, yang mana kata Sehat dalam hal ini memiliki akronim, “Steril, Ekonomi Produktif, Harmonis, Asri dan Tangguh”.

“Alhamdulillah, pada awal 19 Juni 2020, Kampung Sehat ini dilaunching, dan Alhamdulillah juga, tanpa melebih-lebihkan, tanpa ada perasaan puas, kami merasa Kampung Sehat ini adalah tools untuk mengintervensi paparan Covid-19,” ungkap Iqbal.

Iqbal turut pula mengapresiasi kekompakan Forkopimda NTB yang begitu rutin melakukan pertemuan guna membahas strategi dan langkah apa saja dalam menangani pandemi Covid-19.

Begitu juga dengan apel setiap bulan yang dilakukan untuk memantapkan koordinasi antar tiga pilar, yakni Pemerintah, TNI dan Polri.

“Setiap bulan kami melaksanakan apel tiga pilar, mengecek teman-teman Kapolsek, Danramil, Camat, Lurah, Babinsa dan juga Bhabinkamtibmas bagaimana semangatnya,” lanjutnya.

Iqbal menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan lomba Kampung Sehat.

“Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya atas dukungan bapak Gubernur, seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Provinsi, seluruh stakeholder yang ada, dan juga kepada Bupati Walikota se-NTB yang sangar luar biasa,” tutup Iqbal.

Berikut ini adalah desa-desa yang berhasil mendapatkan predikat Kampung Sehat NTB 2020 dan juara kategori-kategori yang diperlombakan;

Kategori Juara Kampung Sehat 2020

  • Juara I ; Desa Kembang Kuning Lombok Timur
  • Juara II ; Desa Pernek Sumbawa
  • Juara III ; Desa Mura Sumbawa Barat
  • Kategori Tempat Wisata Tersehat  ; Pantai Tanjung Bias Lombok Barat
  • Kategori Pasar Tersehat               ; Pasar Taliwang Sumbawa Barat
  • Kategori Tempat Ibadah Tersehat ; Masjid Al Amanah Lombok Timur

Kategori Tokoh/Sosok Terbaik;

  • Bupati Terbaik ; Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmi
  • Sekda Terbaik, Sekda Lombok Timur, H. M. Juaini Taofik
  • Kapolres Terbaik, Kapolres Sumbawa, AKBP Widy Saputra, S. IK
  • Dandim Terbaik, Dandim 1607/Sumbawa, Letkol Kav. Rudi Kurniawan
  • Kepala Dinas Kesehatan Terbaik, Kadikes Lombok Barat, Drs. H. Rachman Sahnan Putra, M. Kes
  • Camat Terbaik ; Camat Cakranegara, Muhammad Erwan
  • Kapolsek Terbaik ; Kapolsek Sekotong, Iptu I Kadek Sumerta, SH
  • Danramil Terbaik, Danramil Monta, Syaharuddin, SE
  • Kepala Desa/Lurah Terbaik ; Lurah Arab Kenangan Taliwang Sumbawa Barat, Erni Patriany
  • Babinsa Terbaik ; Babinsa Bilebante, Loteng, Sirtu Moh. Sohdi
  • Bhabinkamtibmas Terbaik ; Bhabinkamtibmas Baka Jaya Dompu, Brigadir Agus Salim

Juara Favorit Versi Pembaca Koran Lombok Post ; Taman Seruni Kelurahan Taman Sari Ampenan Kota Mataram

Rr/HmsNTB




Bank Wakaf Mikro Penting Jadi Program Prioritas OJK

BWM merupakan Lembaga Keuangan Mikro Syariah yang didirikan atas izin OJK, bertujuan menyediakan akses permodalan atau pembiayaan bagi masyarakat kecil yang belum memiliki akses pada lembaga keuangan formal

MATARAM.lombokjournal.com

Bank Wakaf Mikro (BWM) sebagai salah satu lembaga keuangan Syariah yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus menjadi program prioritas pemerintah.

Selain NTB berpenduduk mayoritas muslim, akses keuangan yang mudah dan murah bagi masyarakat diharapkan dapat memulihkan ekonomi secara umum dengan bergeraknya ekonomi kerakyatan.

Selain itu, literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat menjadi tanggungjawab penuh OJK dalam membangun industri jasa keuangan di NTB.

“Saya yakin komitmen OJK NTB dalam membantu perekonomian NTB. Bank Wakaf Mikro ini penting untuk jadi program prioritas OJK membantu masyarakat mengakses lembaga keuangan yang selama ini lebih percaya kepada rentenir karena mudah mendapatkan pinjaman,” ujar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, saat menghadiri peresmian Gedung baru OJK di Mataram, Senin (09/11/20).

Menurutnya, dua hal tersebut merupakan tugas penting OJK NTB bersama stakeholder industri jasa keuangan NTB lainnya, seperti perbankan untuk benar benar mewujudkan keberpihakan akses keuangan bagi masyarakat bawah dengan cara yang tidak komersil.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan, upaya pemulihan ekonomi Nusa Tenggara Barat dari dampak pandemi Covid – 19 bisa dipercepat, dengan mendorong bergeraknya perekonomian di daerah yang memiliki banyak potensi sektor ekonomi untuk dikembangkan.

OJK menawarkan, perekonomian NTB bisa didorong dengan membangun kluster-kluster ekonomi yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Sehingga meningkatkan nilai ekonomi dari produk yang dihasilkan dan bisa menarik perhatian sektor jasa keuangan seperti perbankan ataupun pasar modal.

OJK sudah secara rutin memberikan dukungan dalam menggerakkan perekonomian melalui berbagai program UMKM di sektor-sektor produktif seperti pertanian, perikanan, peternakan dan pariwisata.

“Sembilan tahun OJK yang akan berulang tahun pada bulan ini bisa dirasakan denyutnya oleh masyarakat dalam membangun industri jasa keuangan yang sehat dalam mendukung perekonomian yang baik. Potensi NTB di empat sektor tersebut akan terus kita gali dan kembangkan terutama di masa pandemi seperti sekarang. Intinya tidak boleh berpasrah dengan situasi”, ujar Wimboh.

Ia menilai, meski secara nasional nilai kredit turun, namun NTB mengalami kenaikan satu persen. Hal ini harus menjadi indikasi dan dapat dapat ditingkatkan lagi kualitas pelayanannya oleh perbankan dan lembaga keuangan lain.

Data OJK menyebutkan, hingga 5 Agustus 2020 realisasi kebijakan restrukturisasi kredit di NTB sudah mencapai Rp1,35 triliun untuk 23.045 debitur Bank Umum.

Debitur BPR yang mendapatkan restrukturisasi 5.157 debitur dengan nilai Rp252,66 miliar.  Sedangkan restrukturisasi pembiayaan di NTB sudah diberikan kepada 50.888 kontrak dengan nilai Rp1,38 triliun.

Secara nasional kebijakan restrukturisasi kredit yang dikeluarkan OJK pada Maret lalu telah berhasil menjaga stabilitas sektor jasa.

Hingga 5 Oktober 2020  realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan mencapai Rp914,65 triliun untuk 7,53 juta debitur yang terdiri dari 5,88 juta debitur UMKM senilai Rp361,98 triliun dan 1,65 juta debitur non UMKM senilai Rp552,69 triliun.

Bank Wakaf Mikro sendiri adalah Bank Wakaf Mikro (BWM) merupakan Lembaga Keuangan Mikro Syariah yang didirikan atas izin OJK. Tujuanya, menyediakan akses permodalan atau pembiayaan bagi masyarakat kecil yang belum memiliki akses pada lembaga keuangan formal.

Model bisnis Syariah dengan imbal bagi hasil tiga persen per tahun ini dananya dikumpulkan dari donator perorangan atau perusahaan yang memiliki kepedulian dengan pemberdayaan masyarakat miskin. Dengan paket pembiayaan satu sampai tiga juta rupiah bagi masyarakat yang sudah ataupun belum memiliki usaha produktfi.

Salah satu strateginya adalah membangun BWM di pesantren pesantren bagi masyarakat sekitar.

“Gedung baru OJK NTB ini adalah salah satu sarana kontribusi OJK untuk fasilitas dan pelayanan OJK yang lebih baik”, tutup Wimboh.

Rr/HmsNTB

 




Pendidikan Kecakapan Wirausaha,  Mendorong Pegiat Usaha Sebagai Penggerak Ekonomi

Diharapkan peserta dapat berkontribusi untuk menggairahkan kembali perekonomian NTB

LOBAR.lombokjournal.com

Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Destinasi Pariwisata Super Prioritas Kuta Mandalika, NTB resmi dibuka di Jayakarta Hotel Senggigi, Senin (09/11/20), oleh Ketua Dharma Wanita Kemendikbud, Franka Nadiem Makarim secara virtual.

Franka mengatakan, program PKW untuk melahirkan pegiat usaha baru,  serta upaya pelestarian budaya dan menekankan peran usaha sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional.

Menurutnya, terpilihnya Mandalika sebagai satu dari lima destinasi wisata super prioritas, dinilai perlu mendapat dukungan semua pihak.

Dekranas bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta PT.Telkom Indonesia, bersinergi memberikan fasilitasi perintisan usaha lokal yang berdaya saing ,serta membuka akses bagi generasi muda  untuk mendapatkan ilmu dan pelatihan.

“Kita ingin semakin banyak wirausahawan-wirausahawan di bidang kerja yang kompetitif produktif cakap teknologi, serta mampu membangun daerahnya dan negaranya,” ungkap Franka.

Kepada peserta kprogram PKW, Franka berpesan, agar memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang didapatkan dari pelatihan tersebut.

Sehingga ke depan para peserta tersebut mampu berkontribusi bagi diri dan bagi negeri.

“Kami percaya semua anak bisa berdaya, semua anak bisa keluar dari keterbatasannya. Tidak hanya  menyelenggarakan program PKW, tapi kami juga memberikan paket C bagi 5 orang peserta yang lulus dengan baik di setiap destinasi dan mau mengikuti program beasiswa,” tutupnya.

Ketua Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menerangkan, Program PKW juga sebagai salah upaya peningkatan perekonomian di NTB.

Tidak hanya itu, Program PKW dinilai memiliki manfaat yang begitu besar bagi NTB, terlebih dari sisi kerajinan.

“Sebagaimana daerah-daerah di Indonesia yang lain, juga mengalami kelesuan. Dan tentu saja kegiatan pendidikan kecakapan wirausaha ini akan sangat bermanfaat untuk melecut kembali semangat dari anak-anak muda kami disini, untuk memberikan tambahan wawasan serta mengubah mindset mereka untuk menjadi pengusaha yang baik,” ujar Bunda Niken.

Dengan program PKW ini pula, Bunda Niken berharap agar kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk belajar mengenai hal-hal yang tidak diketahui sebelumnya.

Para peserta nantinya diharapkan dapat berkontribusi untuk menggairahkan kembali perekonomian NTB terlebih pada masa pandemi saat ini.

Bunda Niken berterimakasihnya kepada Dekranas dan segala pihak yang telah bersusah payah untuk terlaksananya kegiatan tersebut.

“Kepada Dekranas, kami mengucapkan terima kasih atas upaya yang dilakukan ini. Harapannya kegiatan ini bisa dilanjutkan dan harapan kita adalah bisa muncul 200 wirusaha baru yang akan nantinya membantu perekonomian di Nusa Tenggara Barat,” kata Buda Niken.

Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. Aidy Furqan meyampaikan  program PKW ini diikuti oleh 200 orang, yang berasal dari 5 sekolah menengah kejuruan dan 2 PKBM di Lombok Tengah dan Lombok Barat.

“Marilah kita bersama-sama dapat melaksanakan dan mensukseskan program ini dengan baik, demi kita semua dan semoga bisa bermanfaat bagi kemajuan kerajinan Pariwisata NTB dan mempercepat visi menuju NTB Gemilang,” ucapnya.

Rr/HmsNTB




Selly-Manan Makin Populer dan Dicintai Masyarakat Kota Mataram

lombokjournal.com —

MATARAM:    Gerakan masif Tim Pemenangan Partai Koalisi, Relawan SALAM maupun sejumlah kegiatan nyata yang dilakukan pasangan Selly – Manan dalam tiga bulan terakhir membuahkan hasil signifikan.

Kecenderungan masyarakat grassroots dan Pemilih Cerdas di Kota Mataram untuk memilih pasangan calon Walikota dan calon Wakil Walikota, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) No. Urut 2 semakin meningkat.

Menurut Mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD NTB, HMNS. Kasdiono, Hj. Putu Selly Andayani adalah  sosok yang layak memimpin Kota Mataram.

Karakter Hj Selly yang lahir dari kalangan multi etnis sangat tepat memahami multi kultur dan beragam perbedaan yang ada di Kota Mataram..

Ditambahkannya, Kota Mataram saat ini, sangat membutuhkan sosok pemimpin yang mampu merekatkan semua kalangan. Apalagi, Kota Mataram sebagai ibukota provinsi NTB seluruh suku, etnis dan budaya ada di wilayah ini.

Kasdiono mencontohkan, saat ini, selain warga NTB yang terdiri Suku Sasak, Samawa dan Mbojo (Bima dan Dompu) juga ada etnis lainnya. Yakni, Bali, Jawa, Madura, Ambon, Makassar/Sulawesi, Palembang dan Padang.

Mereka ini adalah etnis yang lama tinggal di Mataram. Oleh karena itu, dalam kepemimpinan di Mataram, sejatinya mereka membutuhkan sosok figur yang bisa mengayomi, pelindung dan mencintai seluruh etnis yang ada itu.

“Kalau saya misalnya mendukung Bunda Selly, maka itu adalah pilihan yang wajar. Mengingat, sosok Bunda Selly sangat cocok menjadi memimpin dan menjadi ibu yang menyayangi seluruh warga Mataram,” tegas Kasdiono dikutip dari Harian Nusa.com ( 21/10).

Ditambahkan oleh Kasdiono, masyarakat Kota Mataram bisa merasakan betul bagaimana saat Hj Putu Selly Andayani menjadi Penjabat Walikota Mataram tahun 2015 selama 6 bulan.

Banyak terobosan kebijakan dan penyelesaian masalah di kota  yang dituntaskan oleh Selly dalam enam bulan kepemimpinannya.

“Masyarakat kota Mataram tidak akan pernah bisa melupakan kenangan dan jasa baik Selly saat menjadi Penjabat Walikota, mulai dari ASN, Petugas kebersihan, dll,” ujar Kasdiono .

Sementara itu tokoh Pemuda Nasrani Kota Mataram Ronni Nelwan, mengatakan kepedulian SALAM dalam menjaga semangat persatuan, prularisme dan kebhinnekaan di Kota Mataram juga sangat baik.

“Artinya Selly-Manan bisa menaungi semua kalangan, bisa jadi pemimpin untuk semua warga Kota Mataram tak peduli apa latar belakang etnis, agama, dan kesukuan. Karena Mataram ini kan sangat heterogen,” tegas Ronni.

Ia juga mengapresiasi kegiatan nyata yang langsung dilakukan SALAM selama ini. Misalnya dengan program Guru, Dokter, dan Psikolog (GuDEK), juga Bidan SALAM menyapa yang dihajadkan untuk membantu aspek pendidikan dan kesehatan masyarakat Kota Mataram.

“Maka tak heran jika Selly-Manan ini makin di hati dan  dicintai masyarakat kota Mataram. Harus diakui kecenderungannya sangat signifikan,” tegas Ronni Nelwan, Minggu (08/11/20).

SALAM Peduli Atlet dan Olah Raga

Sementara itu Pemilik klub sepakbola wanita Neo Angle Mataram, Moh Jaelan mengatakan, kepedulian SALAM dalam memajukan olahraga sangat luar biasa.

“Masyarakat menaruh harapan besar agar SALAM memenangkan Pilwakot Mataram agar atlet dan Olah Raga bertambah Maju dan Berprestasi,” tandasnya.

Menurut Jaelan, masyarakat sangat berharap pemimpin yang punya visi jelas dalam memajukan olahraga.

“Penyediaan fasilitas olahraga dan bagaimana fungsi pembinaan terhadap bibit-bibit atlit yang ada harus terus ditingkatkan lagi. Kami yakin bu Selly bisa melakukan itu ke depan,”  imbuhnya sembari menginformasikan saat ini empat pemain sepak bola puteri asal Neo Angel masuk Pelatnas yakni Bq. Amiatun Sholihah. (Ambong), Zuliara (ARA), Liana Dewi (Ciput) dan Afifa Andini ( Ipok).

Pemilik Warung Surya Rinjani – Ampenan yang juga pegiat Lingkungan, Hasim Bo menilai Figur Hj Putu Selly Andayan sudah tidak asing di Kota Mataram dan NTB umumnya. Selly pernah menjabat sebagai pejabat Walikota Mataram di tahun 2015. Karir birokrasinya di Pemprov NTB juga moncer sebagai Kepala Dinas Perdagangan NTB.

Sebagai Kepala OPD yang bersentuhan dengan sektor ekonomi dan UMKM ini, Selly terkenal sebagai pejabat yang merakyat. Kerap kali blusukan di pasar, dan memimpin operasi-operasi pasar ketika ancaman inflasi terjadi dan harga sembako meningkat.

Sementara TGH Abdul Manan adalah ulama muda yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Kota Mataram. Dari sisi keilmuan , TGH Manan tidak perlu diragukan kapasitasnya.

Hasim Bo menambahkan program rantang Salam yang diluncurkan Selly Manan merupakan bentuk kepedulian dan empati SALAM terhadap nasib kaum manula kota yang tidak berdaya.

“Program Rantang SALAM yang berkesinambungan,  secercah harapan buat warung kecil dan ojol ditengah ancaman pandemi,” tutur Hasim Bo yang terlibat juga dalam Gerakan Lingkungan Sampah Nihil.

Terpisah, salah satu Pengusaha Bakso ternama di Kota Mataram, Marianto berharap jika kelak Paket SALAM ditakdirkan menang dalam Pilwakot Mataram hendaknya tetap rajin turun ke masyarakat untuk mendengar dan melihat permasalahan langsung  yang dirasakan oleh warganya.

“Yang penting jangan Eksklusif, tetap rajin turba menyapa warga kota mataram,” imbuhnya.

Selanjutnya H.Zakir,  Tokoh Masyarakat lingkungan Turide menambahkan, kecintaan masyarakat Kota Mataram pada SALAM meningkat karena sejauh ini program yang ditawarkan SALAM untuk Kota Mataram lebih realistik dan terukur dibanding paslon lainnya.

Pria Humble yang akrab disapa Mamiq Jack ini mengatakan pemilih di Kota Mataram ini umumnya pemilih rasional yang melihat dan menjatuhkan pilihannya pada pasangan yang punya gagasan masuk akal.

“Program Strategis  SALAM  paling realistis. Apalagi dengan turun lapangan Selly-Manan sudah memperlihatkan bagaimana mereka ini memimpin Kota Mataram. Misalnya dari segi masifnya kampanye kesehatan,” papar Mamiq Jack didampingi Haji Adi, salah satu tokoh masyarakat Karang Genteng.

Ia menilai, dukungan untuk SALAM akan terus meningkat hingga saatnya Pilkada Kota Mataram 9 Desember nanti.

Keterbukaan Program SALAM kepada Publik

Di lain sisi Pegiat Pers, Tahzibul Adab mengatakan, dari sisi media massa SALAM termasuk paling media darling.

Menurut dia dalam konteks keterbukaan dan publikasi media,  SALAM yang cukup intens menyampaikan program-programnya ke publik, ini  mengindikasikan SALAM sangat care dengan media sebagai mitra pembangunan.

“SALAM ini paslon yang friendly dengan media. Artinya saat memimpin pun SALAM  menyadari bahwa media adalah mitra strategis pembangunan daerah,” paparnya.

Tahzibul mengatakan, gaya kepemimpinan Selly akan sama dengan Gubernur NTB Doktor Zulkiefliemansyah dalam mengelola hubungan baik kemitraan dengan media.

“Kami harapkan dengan kepemimpinan SALAM maka pemerintahan Kota Mataram bisa lebih membuka ruang dan merangkul media massa sebagai mitra strategis pembangunan Kota ini ke depan,” tukasnya.

Ia menambahkan, dalam Pilkada ini SALAM juga menunjukan keterbukaan dan mendorong kecerdasan masyarakat dalam menilai calon pemimpin Kota Mataram yang berkualitas.

SALAM Bangkitkan Harkat dan Martabat Kaum Disabilitas

Dukungan dan kecintaan juga disampaikan masyarakat berkelebihan khusus atau disabilitas.

Ketua Pertuni NTB Fitri Nugrahaningrum mengatakan, kepedulian dan keberpihakan SALAM dalam mengangkat harkat dan martabat kaum disabilitas sangat dirasakan.

“Ada perhatian luar biasa. Sebenarnya pembangunan fasilitas Kota yang ramah disabilitas yang kami perlukan dan berharap SALAM bisa mewujudkannya,” katanya.

Fitri mengatakan, kaum disabilitas sejatinya tak ingin bermental pasrah dan dikasihani. Mereka tetap punya semangat seperti orang kebanyakan. Yang terpenting keberadaan mereka bisa dianggap ada, dan hak-hak mereka yang dilindungi undang-undang bisa diimplementasikan oleh pemerintah.

Menurutnya, penyediaan fasilitas ramah disabilitas di pusat pelayanan publik dan fasilitas umum harus terus didorong, ke depan.

“Kita sudah sering berkomunikasi dengan bu Selly, dan kami pikir, pasangan Selly-Manan sangat care dan peduli pada disabilitas,” katanya.

Ia berharap di bawah kepemimpinan Selly-Manan kelak Kota Mataram benar-benar menjadi Kota yang Berkah dan Cemerlang untuk semua warganya, termasuk para disabilitas yang ada.

Me (*)




UPDATE Covid-19: Hari Minggu, 08 Nopember 2020, Bertambah  44 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 4 (Empat) Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Terus bertambahanya pasien positif Covid-19 ini menunjukkan bahwa belum semua warga masyarakat mau dan mampu disiplin serta patuh dan taat menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan covid 19

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium TCM RSUD H. L. Manambai Abdulkadir, Laboratorium TCM RSUD Dompu, dan Laboratorium TCM RSUD Bima mengkonfirmasi, ada tambahan 44 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Minggu (08/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 228 sampel dengan hasil 183 sampel negatif, 1 (satu) sampel positif ulangan, dan 44 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 4 (empat) orang, tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan,  adanya tambahan 44 kasus baru terkonfirmasi positif, 4 (empat) tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Minggu (08/11/20) sebanyak 4.232 orang, dengan perincian 3.546 orang sudah sembuh, 229 meninggal dunia, serta 457 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 44 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 4 (EMPAT)  ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4169, an. R, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  2. Pasien nomor 4190, an. NKS, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3953. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  3. Pasien nomor 4191, an. KAA, perempuan, usia 6 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3953. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  4. Pasien nomor 4192, an. YS, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3953. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  5. Pasien nomor 4193, an. FB, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang tanpa Covid19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Labuan Badas;
  6. Pasien nomor 4194, an. K, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3956. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4195, an. EWR, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3956. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  8. Pasien nomor 4196, an. IH, perempuan, usia 89 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3956. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  9. Pasien nomor 4197, an. WA, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Lopok, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3954. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Lopok;
  10. Pasien nomor 4198, an. R, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Telaga, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3954. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Lenangguar;
  11. Pasien nomor 4199, an. NL, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3954. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Utara;
  12. Pasien nomor 4200, an. SR, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3954. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Labuan Badas;
  13. Pasien nomor 4201, an. S, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Jorok, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3954. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unter Iwes;
  14. Pasien nomor 4202, an. SM, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Nijam, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3954. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unter Iwes;
  15. Pasien nomor 4203, an. BPP, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Sebewe, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Utara;
  16. Pasien nomor 4204, an. J, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Sebewe, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Utara;
  17. Pasien nomor 4205, an. ASS, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Muer, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Plampang;
  18. Pasien nomor 4206, an. S, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3890. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Labuan Badas;
  19. Pasien nomor 4207, an. TP, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Tatebal, Kecamatan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3956. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Lenangguar;
  20. Pasien nomor 4208, an. AZ, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  21. Pasien nomor 4209, an. HI, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3954. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  22. Pasien nomor 4210, an. RA, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3954. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  23. Pasien nomor 4211, an. MAN, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Buin Baru, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  24. Pasien nomor 4212, an. RP, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H. L. Manambai Abdulkadir dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  25. Pasien nomor 4213, an. H, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H. L. Manambai Abdulkadir dan Puskesmas Unit 1 Labuan Badas;
  26. Pasien nomor 4214, an. IP, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H. L. Manambai Abdulkadir dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  27. Pasien nomor 4215, an. WH, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Maria Utara, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  28. Pasien nomor 4216, an. AM, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Parado Rato, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  29. Pasien nomor 4217, an. M, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  30. Pasien nomor 4218, an. M, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Ntori, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  31. Pasien nomor 4219, an. A, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Kaleo, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  32. Pasien nomor 4220, an. AH, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Desa Malayu, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  33. Pasien nomor 4221, an. RDM, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy Syifa;
  34. Pasien nomor 4222, an. A, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Desa Meraran, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy Syifa;
  35. Pasien nomor 4223, an. NK, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Desa Seteluk Atas, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy Syifa;
  36. Pasien nomor 4224, an. NA, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Lamsung, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy Syifa;
  37. Pasien nomor 4225, an. RMW, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Desa Lamsung, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy Syifa;
  38. Pasien nomor 4226, an. EMP, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy Syifa;
  39. Pasien nomor 4227, an. IRF, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy Syifa;
  40. Pasien nomor 4228, an. I, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  41. Pasien nomor 4229, an. SD, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Naru, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  42. Pasien nomor 4230, an. HS, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Mataram;
  43. Pasien nomor 4231, an. NI, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  44. Pasien nomor 4232, an. RAP, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Tolokalo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu.

Hari Minggu ini terdapat penambahan 4 (empat) orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3528, an. F, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Sai, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima;
  2. Pasien nomor 3640, an. MM, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk wilayah kerja Puskesmas Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 3889, an. N, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  4. Pasien nomor 3933, an. NWF, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur.

Dipermaklumkan, bahwa pasien nomor 4169, an. RD, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima yang diumumkan positif Covid-19 pada tanggal 7 November 2020, bahwa berdasarkan klarifikasi hasil laboratoriumnya negatif Covid-19.

Untuk selanjutnya nomor pasien 4169 digunakan untuk pasien, an. R, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, terus bertambahanya pasien positif Covid-19 ini menunjukkan bahwa belum semua warga masyarakat mau dan mampu disiplin serta patuh dan taat menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan covid 19.

“Mari kita terus waspada dan saling melindungi. Masingmasing diri kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesehatan dan keselamatan diri sekaligus orang lain. Tetap gunakan masker, jaga jarak, rajin mencuci tangan serta membiasakan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Ridha Terpilih Sebagai Ketua IJTI NTB 2020-2023

MATARAM.lombokjurnal.com

Persaingan dua kandidat, Sitti Faridha Andi Patiroi (iNews TV) dan Afifuddin Adnan (TV9 Lombok), calon Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Nusa Tenggara Barat berakhir.

Nama Sitti Faridha Andi Patiroi (iNews TV) mengungguli peroleh suara dari Afifuddin Adnan (TV9 Lombok) melalui Musda yang digelar di Mataram,  Sabtu (07/11/20).

Sitti Faridha Andi Patiroi

Sitti Faridha atau akrab di sapa Ridha, memenangkan kontestasi pemilihan Ketua IJTI NTB yang dilakukan secara voting, dengan 32 suara kemenangan dari total 52 suara dukungan sah peserta Musda yang hadir.

Nyaris tak berjalan mulus, proses pleno penjaringan dan penetapan calon ketua yang berjalan sampai malam hari, dihujani protes dan masukan.

Meski demikian azas kekeluargaan dan musyawarah tetap dikedepankan hingga akhirnya forum menemukan kata sepakat.

“Alhamdulilah Musda semalam berjalan aman lancar dan demokratis. Iya wajar mungkin ada hal hal kritis rekan rekan terhadap pelaksanaan musda namanya juga wartawan, masak hanya bisa kritis diluar tapi di dalam organisasi tidak kritis,” katanya.

Seluruh peserta tampak antusias mengikuti jalannya proses pleno musda periode ke empat ini. Dari total 63 kantung suara hak pilih berdasar jumlah anggota aktif, 52 diantaranya memenuhi kehadiran untuk memberikan hak pilihnya untuk ketua IJTI NTB periode 2020-2023 mendatang.

“Saya sendiri merasakan antusiasme yang luar biasa dari rekan – rekan, terimakasih khusus saya sampaikan kepada rekan – rekan dari luar daerah yang telah meluangkan waktu untuk hadir, baik yang dari Bima, Dompu, Sumbawa dan Kabupaten lain di pulau Lombok,” ucap Ridha.

Untuk menjalankan roda organisasi tiga tahun kedepan, Ridha berkomitmen untuk menjaga marwah organisasi dan memperjuangkan hak – hak jurnalis.

Visi dan misinya inipun di ikhtiarkan dapat berjalan baik, namun tentunya harus dibarengi dengan kemompakan dan soliditas anggota juga lintas organisasi.

“Sesuai dengan visi misi dan motivasi saya, insha Allah kepercayaan yang diberikan akan saya ikhtiarkan sebaik baiknya,” ujarnya.

Terdapat 3 garis besar yang menjadi harapannya ke depan, di antaranya:

  1. Profesionalisme

Menjadikan keselamatan sebagai budaya dalam menjalankan tugas – tugas profesi, dengan meningkatkan kapasitas untuk peliputan yang (high risk). Kemudian yang tak kalah pentingnya adalah membangun kesetaraan dengan perusahaan – perusahaan media untuk memberikan proteksi kepada jurnalisnya. Seperti halnya asuransi kesehatan dan keselamatan juga upaya perlindungan lain baik terhadap individu jurnalis maupun terhadap karya – karya jurnalistik yang dihasilkan.

  1. Kompetensi

Kedepan sebagaimana harapan bersama untuk turut mencerdaskan bangsa, maka wartawan juga harus cerdas dan mengupgrade kemampuan pengetahuannya, ekerjasama  dengan perguruan tinggi di NTB. Kegiatan peningkatan kompetensi melalui Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) yang telah menjadi program utama organisasi, akan terus berjalan. Selain itu diharapkan juga kepedulian media nasional maupun lokal, untuk rutin mengelar diskusi – diskusi seminar dan pelatihan untuk peningkatan kapasitas jurnalis.

  1. Kesejahteraan

Satu tujuan berorganisasi yaitu membangun ruang komunikasi untuk menyuarakan persoalan kesejahteraan. IJTI NTB kedepan harus menjadi mitra perusahaan media untuk membangun persepsi yang sama tentang menghasilkan karya yang baik dan profesional.

Aya (*)




Safari Subuh di Kediri, Gubernur; Kita Melayani Gubernur atau Walikota Seperti Raja

Perlakuan itu membuat banyak orang ingin menjadi Walikota, Gubernur maupun Presiden

LOBAR.lombokjournal.com

Safari Subuh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, mengunjungi masjid Umar Ibnu Khattab, Kediri, Minggu (08/11/20)..

Dalam kesempatan Safari Subuh kali ini, Gubernur minta agar masyarakat tidak menganggap pemimpin itu raja.

“Hakikat pemimpin itu melayani masyarakat, bukan dilayani. Tapi kebanyakan kita melayani Gubernur atau walikota seperti raja,” ujar Gubernur.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini mengungkapkan, perlakuan seperti itu yang membuat banyak orang ingin menjadi Walikota, Gubernur maupun Presiden.

“Bukan karena gajinya. Gajinya kecil, tapi perlakuan seperti raja itu yang mahal,” kata Bang Zul.

Pada momentum maulidi, Bang Zul juga minta kepada masyarakat khususnya Jamaah Ta’lim Al.Aqso untuk terus meneladani Rasulullah yang memiliki sifat kesederhanaan dalam menjalankan pemerintahan yang baik.

Dalam waktu dekat, NTB akan menjalankan Pemilukada serentak di beberapa kabupaten/kota, Ia berharap masyarakat dapat menetukan pilihannya dengan benar dan berharap pemimpin yang terpilih dapat menjalankan amanah masyarakat.

Gubernur berpesan,  dalam Pemilukada ini masyarakat harus tetap menjaga ukuwah kebersamaan kita, tidak menciptakan perpecahan ataupun keributan antar masyarakat kita

“Kita jangan terlalu serius menghadapi Pilkada ini hingga menimbulkan permusuhan di antara kita gara-gara beda pilihan namun tetaplah dalam kebersamaan dan persaudaraan,” pesannya.

Rr/HmsNTB