UPDATE Covid-19: Hari Rabu, 11 Nopember 2020, Bertambah 28 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 19 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

Angka kesembuhan Covid-19 di Provinsi NTB terus bertambah. Meski demikian, tetap ada penambahan jumlah kasus positif baru

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Dompu, dan Laboratorium TCM RSUD H. L. Manambai Abdulkadi mengkonfirmasi, ada tambahan 28 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Rabu (11/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 265 sampel dengan hasil 235 sampel negatif, 2 (dua) sampel positif ulangan, dan 28 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 19 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 28 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 19 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (11/11/2020) sebanyak 4.307 orang, dengan perincian 3.609 orang sudah sembuh, 231 meninggal dunia, serta 467 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 28 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 19 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

  1. Pasien nomor 4280, an. IDNDM, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Selatan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Siloam Mataram;
  2. Pasien nomor 4281, an. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Dorebara, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  3. Pasien nomor 4282, an. M, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 3805. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  4. Pasien nomor 4283, an. A, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  5. Pasien nomor 4284, an. NJ, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Poja, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  6. Pasien nomor 4285, an. SW, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Kaleo, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  7. Pasien nomor 4286, an. RF, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  8. Pasien nomor 4287, an. N, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Desa Rai Oi, KecamatanSape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  9. Pasien nomor 4288, an. N, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  10. Pasien nomor 4289, an. KK, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Lanta, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  11. Pasien nomor 4290, an. Q, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  12. Pasien nomor 4291, an. J, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  13. Pasien nomor 4292, an. SL, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  14. Pasien nomor 4293, an. R, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  15. Pasien nomor 4294, an. S, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Rai Oi, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  16. Pasien nomor 4295, an. NA, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Rai Oi, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  17. Pasien nomor 4296, an. A, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Rai Oi, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  18. Pasien nomor 4297, an. MN, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Sangia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  19. Pasien nomor 4298, an. EA, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Sangia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  20. Pasien nomor 4299, an. T, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  21. Pasien nomor 4300, an. TH, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  22. Pasien nomor 4301, an. MG, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Bontokape, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  23. Pasien nomor 4302, an. S, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Darusalam, KecamatanBolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  24. Pasien nomor 4303, an. SM, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Bolo, Kecamatan Madapangga, Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  25. Pasien nomor 4304, an. RF, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  26. Pasien nomor 4305, an. SW, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Rada, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  27. Pasien nomor 4306, an. AHA, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Desa Nggembe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  28. Pasien nomor 4307, an. F, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Empang Atas, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H. L. Manambai Abdulkadir.

Hari Rabu ini terdapat penambahan 19 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3587, an. MH, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  2. Pasien nomor 3589, an. N, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Dena, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima;
  3. Pasien nomor 3647, an. L, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  4. Pasien nomor 3722, an. NKC, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 3836, an. WS, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Bontokape, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  6. Pasien nomor 3898,an. RH, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 3956, an. AWA, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  8. Pasien nomor 3972, an. F, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima;
  9. Pasien nomor 3994, an. MH, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Pringgajurang, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 4025, an. H, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  11. Pasien nomor 4027, an. AW, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  12. Pasien nomor 4029, an. MS, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  13. Pasien nomor 4110, an. AM, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  14. Pasien nomor 4141, an. MBH, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Lepak, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur;
  15. Pasien nomor 4199, an. NL, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa;
  16. Pasien nomor 4200, an. SR, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  17. Pasien nomor 4201, an. S, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Jorok, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
  18. Pasien nomor 4202, an. SM, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Nijam, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa;
  19. Pasien nomor 4211, an. MAN, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Buin Baru, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa.

Hari Rabu juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 4281, an. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Dorebara, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Lalu Gita Aryadi menghimbau,  seluruh masyarakat agar tidak mengabaikan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sosial dan ekonomi.

Alhamdulillah angka kesembuhan Covid-19 di Provinsi NTB terus bertambah. Meski demikian, tetap ada penambahan jumlah kasus positif baru.

“Karenanya, mari tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ini adalah kunci utama kita untuk mencegah penularan Covid-19,” kata Lalu Gita Aryadi.

Protokol kesehatan tersebut, mulai dari penggunaan masker, rajin cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak atau menghindari kerumunan dan membudayakan pola hidup bersih dan sehat, haruslah dapat dijadikan tatanan hidup baru bagi seluruh masyarakat NTB.

Menurutnya, dengan cara demikian, Insya Allah kita bisa tetap aman dan produktif di tengah pandemic. Covid-19 ini.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Korban Kebakaran Batu Rotok, Selain Rumah Juga Fasilitas Dasar Jadi Atensi Pemda

Dari semua keluhan masyarakat, yang paling utama adalah rumah

SUMBAWA.lombokjournal.com

Desa Batu Rotok, Kecamatan Batulanteh, merupakan desa terpencil di Kabupaten Sumbawa. Akses jalan yang belum diaspal, penuh bebatuan serta terjal membuat siapa saja yang datang harus berhati-hati.

Selain akses jalan yang belum diaspal, Desa Batu Rotok belum ada aliran listrik. Sejumlah masyarakat menggunakan tenaga surya dan mikro hidro. Jadi kalau airnya surut, lampu akan meredup, bahkan mati.

Cerita keterbatasan fasilitas dasar di Batu Rotok tak henti sampai di situ, kebakaran hebat yang melalap ratusan rumah waga menambah derita mereka.

Bagaimana tidak, rumah tempat biasa mereka bercengkrama bersama keluarga, kini rata dengan tanah.

Dari dalam tenda, Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah mendengar berbagai keluh kesah masyarakat saat  orang nomor satu di NTB itu datang ke Batu Rotok, Selasa (10/11/20). Momentum kedatanagan Gubernur benar-benar digunakan untuk curhat oleh masyarakat.

“Pak Gubernur, kami hanya punya semangat. Rumah tidak ada, apalagi listrik dan sinyal internet,” ungkap Hariati.

Kepada Gubernur, Ibu rumah tangga tersebut meminta perhatian sepenuhnya kepada masyarakat Batu Rotok. Menurutnya, selain berdo’a, bantuan dari pemerintah menjadi satu-satunya tumpuan masyarakat.

“Banyak anak kami putus sekolah gara-gara akses jalan yang rusak serta sekolah yang jauh,” tambah perempuan berusia 45 tahun tersebut.

Sementara itu, Makbullah, mengeluhkan jalan yang sejak ia lahir hingga sekarang tidak ada perubahan sama sekali. Menurutnya, akses jalan tersebut sangat penting karena menjadi salah satu faktor penunjang kesejahteraan masyarakat.

“Jalan rusak, gelap, sebelah kiri dan kanan jurang, tiap hari jalan tersebut kami lalui,” ungkapnya sedih.

Selain jalan, Makbullah juga menceritakan masalah kesehatan. Laki-laki berusia 38 tahun tersebut mengatakan, penyaikit diare paling sering dirasakan masyarakat. Untuk berobat pun sangat jauh, lagi-lagi mereka harus melewati jalan yang cukup berbahaya.

“Kalau sakit, kadang pakai obat tradisional, kalau ke rumah sakit, jauh, bahaya,” tambahnya.

Menanggapi keluhan masyarakat, Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah akan terus mengikhtiarkan seluruh keluh kesah masyarakat tersebut. Dari semua keluhan masyarakat, yang paling utama adalah rumah.

“Dalam waktu dekat, perumahan untuk masyarakat terdampak kebakaran akan segera dibangun,” ungkap Bang Zul.

Ke depan, lanjut Bang Zul, masalah listrik, jalan, serta kesehatan akan terus diperhatikan.

BACA JUGA;

“Beberapa kepala OPD sudah kami bawa. Jadi, seluruh keluhan bapak ibu semua sudah di catat, dan saya minta untuk di tindak lanjuti,” tutup Gubernur di hadapan beberapa Kepala OPD yang juga ikut mendengat curhat warga dari bawah tenda.

Rr/HmsNTB




Gubernur Jadi Tumpuan Harapan, Bagi Korban Kebakaran di Batu Rotok

Pemerintah diharapkan secepatnya membangun rumah layak huni

SUMBAWA.lombokjournal.com

Masyarakat Batu Rotok, Kecamatan Batulanteh Kabupaten Sumbawa korban kebakaran, menyambut gembira kedatangan Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah ke lokasi kebakaran, Selasa (10/11/20).

Kedatangan Gubernur menjadi pemberi harapan terkait masa depan mereka setelah rumah tempat tinggal mereka telah rata dengan tanah.

Salah seorang pemuda Batu Rotok, Ardyan, mengaku bersyukur didatangi sekaligus diberikan bantuan oleh orang nomor satu di Provinsi NTB tersebut. Menurutnya, Bang Zul sangat tanggap membantu masyarakat yang tertimpa musibah kebakaran.

“Setelah kebakaran, kami bersyukur dapat bantuan dari pemerintah provinsi dan kabupaten,” ungkapnya dari bawah tenda terpal.

Ia membayangkan, jika tidak ada bantuan dari pemerintah dan pihak terkait lainnya, dia tidak tau lagi seperti apa kondisi masyarakat yang ada di desanya. Sebab, rumah dan isinya sudah ludes terbakar.

“Kami hanya mampu berdo’a, sejak kebakaran hari pertama, beberapa rekannya terpaksa tidur beralaskan bumi dan berdinding langit,” tutur pria berusia 22 tahun tersebut.

Lain lagi Hadijah, 34, ibu rumah tangga, berterimaksih atas bantuan yang telah diberikan oleh Gubernur NTB. Menurut Hadijah, bantuan tersebut sedikit tidak telah mengurangi rasa sedihnya sejak tertimpa musibah kebakaran.

BACA JUGA;

“Ya, tadi sudah dibawakan tenda, selimut, pakaian dan makanan, terima kasih pak Gubernur,” tuturnya.

Ia  berharap, pemerintah secepatnya membangunkan masyarakat rumah layak huni. Karena saat ini Desa Batu Rotok sudah mulai musim hujan, jangan sampai masyarakat berlama-lama tidur di tenda, apalagi ia sendiri punya anak yang masih kecil.

“Mudah-mudahan ada rumah layak huni,” pintanya saat ditemui disela-sela membersihkan puing-puing rumah kayu miliknya.

Rr/HmsNTB




Kunjungi Korban di Batu Rotok, Gubernur Janjikan Bantuan Perumahan

Pemprov NTB bersama dengan Pemkab Sumbawa akan berupaya menuntaskan bantuan perumahan warga yang terbakar

SUMBAWA.lombokjournal.com

Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah mengunjungi lokasi kebakaran di Desa Batu Rotok Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa  Selasa (10/11/20).

Gubernur bersama rombongan mengunjungi desa tersebut setelah menempuh perjalanan dengan medan yang cukup berat, terlebih di musim hujan ini.

Kebakaran yang terjadi hari Sabtu (07/10/20) pada pukul 16.10 Wita lalu mengakibatkan 120 unit rumah terbakar, mengakibatkan 280 jiwa terdampak akibat musibah kebakaran tersebut berdasarkan laporan dari kades setempat.

Kebakaran berawal dari meledaknya aki di salah satu rumah warga. Karena sebagian rumah warga terbuat dari kayu, api cepat membesar dan menyebar ke rumah warga lainnya.

Warga pun bergorong royong memadamkan api yang terus menyebar kemana-mana. Namun banyak barang dan isi rumah tidak dapat diselamatkan.

“Pemprov NTB akan terus membantu masyarakat Batu Rotok,” ungkap Gubernur saat memberikan bantuan kebutuhan dasar kepada masyarakat terdampak musibah kebakaran.

Bantuan yang diberikan seperti pakaian, tenda, makanan, perlengkapan kebutuhan bayi dan lainnya.

BACA JUGA;

Tak lupa, Gubernur yang populer disapa Bang Zul tersebut mendo’akan serta meminta masyarakat untuk tetap bersabar sambil menunggu bantuan pembangunan perumahan.

“Insya Allah dalam waktu dekat, bantuan perumahan warga akan ditunaikan, mohon do’a,” tambah Bang Zul.

Gubernur mengatakan, pihaknya di Pemprov NTB bersama dengan Pemkab Sumbawa akan berupaya menuntaskan bantuan perumahan warga yang terbakar tersebut.

Karena rumah merupakan kebutuhan dasar warga yang harus ada.

Rr/HmsNTB




Masyarakat Diminta Kooperatif Jalani Rapid test dan Swab test Covid-19

Banyaknya masyarakat menjalani test pemeriksaan kesehatan Covid-19, menjadi ukuran suatu daerah dalam mengurangi resiko penyebaran Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB Hj Siti Rohmi Djalillah meminta masyarakat untuk lebih kooperatif menjalani Rapid test dan Swab test Covid-19

Makin banyaknya masyarakat menjalani test pemeriksaan kesehatan Covid-19, menjadi ukuran suatu daerah dalam mengurangi resiko penyebaran covid-19

“Covid-19 ini jangan takut dites, intinya siapapun kalo mau dirapid diswab justru kalau bisa kooperatif karena berhasil tidaknya suatu daerah menangani covid-19 itu tergantung dari banyaknya yang dites. Jadi bisa dengan mudah diketahui jumlah yang terpapar,” ujarnya, Rabu (11/11/20)

Menurut wagub, bnyaknya ditemukan kasus positif jauh lebih baik daripada kasusnya sedikit tetapi ternyata yang terpapar lebih banyak.

Wagub menghimbau, masyarakat jangan takut menjalani pemeriksaan kesehatan terutama di masa pandemi Covid-19.

Menurutnya, semakin banyaknya masyarakat menjalani test pemeriksaan kesehatan Covid-19 maka menjadi ukuran suatu daerah dalam mengurangi resiko penyebaran Covid-19.

Meski kasus penularan covid-19 di pulau Lombok relatif melandai, namun Wagub menghimbau masyarakat tetap mentaati protokol kesehatan Covid-19.

Salah satunya memakai masker sebagai benteng pertahanan diri yang paling utama dalam mencegah terjadinya penularan Virus.

Ano

 




Keanggotaan ASITA 71 Terancam Dicabut

MATARAM.lombokjournal.com

Terjadinya dualisme kepengurusan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) ini ditandai dengan terbentuknya kepengurusan Asita 71 oleh sejumlah pengusaha agen perjalanan.

Namun hal tersebut menuai polemik, karena Nomer Induk Anggotan (NIA) Asita 71 terancam dicabut oleh pusat.

Ketua Asita NTB, Dewantoro Umbu Joka mengatakan, sebenarnya Asita ini beberapa lalu ada sekolompok orang menamakan Majelis Penyelamatan Asita (MPA). Salah satu yang mereka persoalkan adalah akte pendirian Asita 2016.

Hal tersebut menjadi persoalan, bahkan mengatasnamakan dari pusat. Kendati demikian, pihaknya sudah mengkoordinasi dengan pihak pusat adanya dualisme kepengursan tersebut.

“Sudah, dan mereka-mereka ini yang ada di kemarin itu (ASITA 71) kan masih memiliki nomer induk anggota asita. Secepatnya kita akan cabut Nomer induk anggota (NIA),” ujar Dewantoro Umbu Joka

Dikatakan, nantinya akan diberhenti dari keanggotaan Asita NTB. Hal tersebut memang sudah menjadai konsekuensinya karena mengantas namakan dari pusat. Apalagi mereka masih mempunyai nomer induk anggota di Asita NTB.

“Itu kita ajukan dipusat yang memberikan NIA kan dari pusat, pusat yang akan cabut. Bukan saya lagi secara organisasi (yang dicabut, red),” terangnya

Persoalan akte yang  pendirian tersebut dari pendirian organisasi itu sudah benar. Hanya saja ada catatan yang harus diingat dari perjalanan tersebut. Diakuinya, ASITA memang berdiri pada tahun 1971 dan didaftar di Kemenkumham tahun 1975. Karena pada tahun 1975, ASITA belum mendapatkan AHU, hanya mendapat akta. Di mana skta pendirian 2016 merupakan perubahan dari akta 1975.

“Sehingga di buat di akte 2016 itu dengan catatan akte ini menjadi satu kesatuan dengan akte 75 itu sudah terlampir. Dalam hasil rapat rakenas 2016 di Lombok itu menyarankan supaya Asita mendaftar untuk dapat lambang negara,” ucapnya.

Sementara itu, terkait gugatan perdata terhadap legalitas akta, pihaknya saat ini masih dalam proses. Ketetapan inkrah terkait keputusan gugatan tersebut merupakan urusan pengurus pusat ASITA. Di sisi lain, jumlah anggota Asita NTB yang masih aktif sebanyak 113 anggota dari keseluruhan anggota yang ada 140.

Ano (*)




Ini Pesan  Wagub Saat Lepas Kafilah MTQN ke Padang

Diharapkan para peserta dapat kembali ke NTB dengan membawa prestasi terbaik

MATARAM.lombokjournal.com

Sebanyak 23 putra-putri terbaik NTB akan mengikuti ajang MTQ Nasional XXVIII Tahun 2020.

MTQ Nasional ke-28 ini akan berlangsung dari tanggal 12 sampai dengan 21 November 2020, \Kota Padang Provinsi Sumatera Barat menjadi tuan rumah.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah melepas Kafilah MTQ Nasional yang akan mewakili NTB,  di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Rabu (11/10/20).

Didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB dan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda NTB, Wagub menyampaikan dukungan dan pesannya terhadap para peserta MTQ.

“Kalian adalah putra-putri terbaik NTB, pertama pesan saya, jaga kesehatan,” ucap Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi tersebut.

Menurut Umi Rohmi, menjaga kesehatan merupakan hal yang terpenting, terlebih lagi di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Cara menghadapinya juga disebutnya tidak sulit, yakni jangan sampai lengah dalam mematuhi protokol kesehatan yang telah dianjurkan.

“Kalian aset bangsa, aset NTB, betul-betul patuhi protokol Covid-19, jaga diri kalian,” pintanya.

Umi Rohmi tidak ingin segala persiapan yang sudah lakukan menjadi terganggu karena kelengahan dalam menjalankan protokol kesehatan.

Ia yakin para peserta MTQ asal NTB akan mampu menunjukan yang terbaik di dalam kompetisi selama tetap disiplin.

“Do’a dan ikhtiar, itu betul-betul bisa kita perjuangkan sampai kalian Insya Allah bisa membawa nama baik NTB,” lanjutnya.

Terakhir, Ummi Rohmi berpesan agar para peserta dapat terus menjaga kekompakan dan saling membantu satu sama lain.

Ummi Rohmi berharap para peserta dapat kembali ke NTB dengan membawa prestasi terbaik dan tentunya dalam keadaan yang sehat pula.

“Ini semua harus kita hargai, kita jaga, kita persiapkan sebaik-baiknya, supaya Kafilah dari NTB meskipun di saat pandemi Covid-19 ini tetap bisa menorehkan prestasi terbaiknya,” pungkas Umi Rohmi.

Sebelumnya, Kepala Bagian Agama Biro Kesra Setda NTB, Abdul Azis Azmi dalam laporannya menyampaikan bahwa pada pelaksanaan MTQ Nasional tahun ini, perwakilan NTB tidak dapat mengikuti semua cabang lomba. Hal ini diakibatkan pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai.

“Para Kafilah NTB dipilih langsung oleh para pelatih melalui lembaga pengembangan Tilawatil Al-Qur’an dan diseleksi sebelum pemberangkatan ketika pembatasan jumlah,” terangnya.

Abdul Azis juga mengatakan ada salah satu peserta asal Lombok Timur harus mengundurkan diri lantaran dalam kondisi sakit. Peserta atas nama Muhammad Baihaki Hidayatullah ini sebelumnya terdaftar akan mengikuti cabang Hifzil Al-Qur’an golongan 20 juz.

Adapun tambahan dua cabang lomba yang diikuti pesertanya secara mandiri. Untuk pembiayaan, kedua peserta ini dibiayai langsung oleh Pemerintah Daerah.

Selain itu, Abdul Azis juga menyampaikan berbagai persiapan yang telah dilakukan pemerintah dalam menyambut ajang MTQ Nasional tahun ini. “Langkah-langkah yang dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Al-qur’an Provinsi NTB adalah mengadakan pemusatan latihan yang dilaksanakan di Hotel Grand Legi Mataram pada tanggal 07 sampai dengan 11 November 2020 yang diikuti oleh 22 orang peserta dan pelatih,” jelasnya.

Nurul Hidayanti, salah satu peserta dalam cabang Tilawatil Qur’an golongan Remaja menyatakan rasa bangga dan bahagianya dapat mewakili NTB pada ajang MTQ Nasional Tahun 2020. Nurul yang mengaku telah mengasah kemampuannya semenjak kelas 3 SD ini kemudian berharap NTB dapat memperoleh hasil terbaik pada ajang tersebut.

“Semoga NTB dapat meraih banyak juara,” harapnya.

Kafilah NTB dijadwalkan akan berangkat tanggal 12 November 2020 didampingi pula seluruh pelatih dan pembina.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Selasa, 10 Nopember 2020, Bertambah 36 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 11 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Dihimbau, agar masyarakat tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sosial dan ekonomi

 MATARAM.lombokjournal..com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Dompu, dan Laboratorium TCM RSUD Praya mengkonfirmasi, ada tambahan 26 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Selasa (10/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 232 sampel dengan hasil 183 sampel negatif, 13 sampel positif ulangan, dan 36 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 11 orang, tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 36 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 11 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa ini (10/11/20) sebanyak 4.279 orang, dengan perincian 3.590 orang sudah sembuh, 230 meninggal dunia, serta 459 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita.

TAMBAHAN 36 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 11 ORANG,TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4244, an. R, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Teruai, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Praya;
  2. Pasien nomor 4245, an. A, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Tolokalo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  3. Pasien nomor 4246, an. Z, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Loang Maka, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Risa Sentra Medika;
  4. Pasien nomor 4247, an. N, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  5. Pasien nomor 4248, an. H, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  6. Pasien nomor 4249, an. SK, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  7. Pasien nomor 4250, an. FH, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Kilang, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 4251, an. MS, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Sukadana, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 4252, an. LHK, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Mataram;
  10. Pasien nomor 4253, an. HMR, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  11. Pasien nomor 4254, an. D, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  12. Pasien nomor 4255, an. UTA, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  13. Pasien nomor 4256, an. AS, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  14. Pasien nomor 4257, an. NS, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  15. Pasien nomor 4258, an. EPA, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  16. Pasien nomor 4259, an. AF, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Lewi Rato, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  17. Pasien nomor 4260, an. SN, perempuan, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4097. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  18. Pasien nomor 4261, an. SF, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  19. Pasien nomor 4262, an. MA, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  20. Pasien nomor 4263, an. NMG, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pane, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima; Pasien nomor 4264, an. MA, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  21. Pasien nomor 4265, an. S, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Lewirato, Kecamatan Mpunda,Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  22. Pasien nomor 4266, an. AN, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  23. Pasien nomor 4267, an. IP, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Kolo, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  24. Pasien nomor 4268, an. W, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  25. Pasien nomor 4269, an. MY, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  26. Pasien nomor 4270, an. DO, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  27. Pasien nomor 4271, an. MM, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  28. Pasien nomor 4272, an. IKW, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  29. Pasien nomor 4273, an. H, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  30. Pasien nomor 4274, an. SH, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  31. Pasien nomor 4275, an. S, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  32. Pasien nomor 4276, an. TS, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  33. Pasien nomor 4277, an. S, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Luar, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  34. Pasien nomor 4278, an. EA, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  35. Pasien nomor 4279, an. KA, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa.

Hari Selasa ini terdapat penambahan 11 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 948, an. HK, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Jagaraga Indah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 977, an. NWS, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 1168, an. By. ANS, perempuan, usia 4 bulan, penduduk Desa Jagaraga, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  4. Pasien nomor 2753, an. M, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Umbe Baru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 3730, an. ZMS, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Desa Kediri Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 3749, an. M, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  7. Pasien nomor 3942, an. YRU, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  8. Pasien nomor 4081, an. RP, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  9. Pasien nomor 4083, an. SM, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  10. Pasien nomor 4084, an. D, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  11. Pasien nomor 4118, an. S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Lalu Gita Aryadi menghimbau, agar masyarakat tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sosial dan ekonomi.

“Mari bersama mencegah penularan Covid-19, mulai dari penggunaan masker, rajin cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak atau menghindari kerumunan dan

membudayakan pola hidup bersih dan sehat. Semoga kita tetap bisa aman dan produktif dalam tatanan baru kegidupan di tengah pandemi Covid-19 ini,” katanya.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Wagub Berharap, SMK Dapat Mencetak Wirausaha Andal

Wagub; tidak ada kata tidak bisa untuk berusaha, ini bukan masalah biaya tapi masalah kemauan

LOTIM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Membuka gerai wirausaha Boga di SMKN 1 Sakra Lombok Timur, Selasa (10/11/20).

Selain memfasilitasi pengembangan bidang pertanian pada kompetensi pengolahan hasil pertanian, Wagub  merealisasikan keterampilan siswa SMK pada kompetensi Tata Boga,

“Allhamdulillah bahagia sekali,Jadi baru bisa hadir di sini sekarang. Tapi Insya Allah mudah-mudahan walaupun terlambat kehadiran saya dan kita semua ini, akan memberikan energi yang luar biasa terhadap bangkitnya jiwa entrepreneurship untuk anak-anak muda kita,” ungkap Umi Rohmi.

Ia menyampaikan kekagumannya terhadap para pelaku wirausaha. Contohnya Dila, salah seorang pelajar SMKN 1 Sakra jurusan tataboga yang telah berwirausaha sejak kelas 11 dan memiliki omzet sekitar 10 juta per bulan.

Menurut Wagub, ini merupakan salah satu contoh dari banyak anak muda NTB yang menunjukkan bahwa anak muda NTB  bisa berprestasi, berkarya dan mandiri.

“Anak seumur Dila bisa hasilkan uang segitu dan potensi untuk naik dari nilai itu sangat besar dan itu bisa dilakukan oleh banyak anak muda NTB, selama sistem pendidikan kita ini kita tata, kita benahi, agar mereka terasah untuk menjadi entrepreneur – entrepreneur yang tangguh,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wagub menjelaskan, tidak ada kata tidak bisa untuk berusaha dan ini bukan masalah biaya tetapi masalah kemauan dari diri kita sendiri.

Seperti yang dilakukan Dila, Wagub berharap lembaga pendidikan, khususnya SMK dapat mencetak wirausaha yang andal dan diperkuat dengan Kepala Sekolah yang menjadi ujung tombak dari keberhasilan di sekolah.

“Tidak ada rasa malu untuk kerja keras, malah bangga bisa menghasilkan uang untuk keluarga dari keringat sendiri dan insyaAllah nanti dinas – dinas terkait akan membantu. Luar biasa Dila, saya sangat bangga dan nanti Dila bisa membagi ilmu ke teman – teman supaya termotivasi,” serunya.

Umi Rohmi mengungkapkan, apa yang telah direncanakan sudah berjalan sesuai rencana.

Dunia sudah ada dalam genggaman, tinggal kita memanfaatkan teknologi untuk mendapatkan ilmu dan bisa belajar dari mana saja.

“Jangan sia-siakan umur kalian, kesempatan yang kalian punya. Teruslah maju anak-anakku. Mari kita cetak sebanyak mungkin entrepreneurship di NTB,” kata Wagub.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Dr. H Aidy Furqan, M.Pd mengatakan gerai serupa akan dibuka pada akhir tahun di sepuluh tempat di NTB untuk pengelolaan hasil pertanian dalam ilmu tata boga.

“InsyaAllah semester berikutnya akan merambah kepariwisata,kemaritiman,dan lain – lain yang siap dan salah satu wujud dari gerai ini adalah untuk membangun pendidikan bersih dan sehat,” ungkapnya.

Rr/HmsNTB




Wagub Ziarah di Makam Maulana Syaikh

Pesan  Wagub, agar para penerus bangsa, mampu mengisi kemerdekaan ini dengan jiwa juang yang tidak kalah besarnya

LOTIM.lombokjournal.com – –

Setelah memimpin langsung upacara ziarah nasional dan tabur bunga di TMPN Majeluk Mataram, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah melanjutkan perjalanan ke Lombok Timur untuk upacara ziarah di makam pahlawan TGKH. M Zainuddin Abdul Madjid, Selasa (10/11/20).

Maulana Syaikh, TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid dikenal sebagai satu-satunya pahlawan nasional yang berasal dari NTB.

Giat yang berlangsung khidmat itu, diikuti pula oleh FKPD, Kepala OPD dan sejumlah instansi/lembaga Provinsi NTB,  berlangsung di Pancor, Selong, Lombok Timur.

Wagub yang memimpin langsung upacara tersebut berpesan, agar perjuangan para pahlawan dapat sungguh-sungguh diteladani.

“Di masa-masa beliau, berjuang jauh lebih sulit dari masa sekarang, karena kita sekarang sudah merdeka, kita mudah-mudahan pandai mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah,” ungkap Wagub.

Selain mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan, Wagub  berpesan agar para penerus bangsa, mampu mengisi kemerdekaan ini dengan jiwa juang yang tidak kalah besarnya, tentunya yang sesuai dengan kapasitas diri masing-masing.

“Hal yang paling simpel ialah saat ini bagaimana kita bekerjasama, seluruh pihak bersinergi, untuk menghadapi pandemi Covid-19, menegakkan protokol Covid-19, saling mengingatkan satu sama lainnya, menghindari yang namanya hoaks, jangan percaya hoaks, jangan mudah terprovokasi yang namanya hoaks, ikuti anjuran pemerintah,” ujar Wagub.

Dengan meneladani perjuangan para pahlawan yang tanpa lelah dalam memperjuangkan tanah air, Wagub berharap agar hal itu dapat memberikan kekuatan dan juga semangat bagi pemerintah dan seluruh masyakat NTB dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

“Tanpa lelah, tanpa melihat hambatannya seperti apa, nah itulah yang harus betul betul menguatkan kita dimasa masa sulit seperti saat ini, perjuangan pahlawan kita, kita harus lebih kuat, bersama-sama berkolaborasi untuk membangun bangsa,” tutup Wagub.

Rr/HmsNTB