‘Pekenan Dayan Gunung’, Upaya Bangkitkan Geliat Wisata Tiga Gili

Saat pelaksanaannya nanti, seluruh pihak khususnya pemda dan panitia akan menerapkan protokol kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com

Kawasan Tiga Gili bersama Pemda Lombok Utara dan stakeholder pegiat pariwisata, kompak untuk menggelar even budaya sebagai langkah membangkitkan kembali pariwisata daerah.

Konsep lokal untuk mengangkat kembali adat, budaya dan kekayaan alam dikemas dalam even bertajuk “Pekenan Dayan Gunung, ngemunggahang dowe banda gumi sasak” yang berarti pasar kekayaan alam.

Konsep pasar lokal diangkat guna mempromosikan kembali seluruh potensi pariwisata, dari kerajinan tangan, budaya dan adat, hingga benda sejarah tradisional melalui kegiatan transaksi pasar.

Namun lebih khusus konsep ini ditujukan untuk menarik minat wisatawan untuk datang kembali ke kawasan Tiga Gili, di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Ketua Gili Hotel Asosiasi, Lalu Kusnawan menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya seluruh komponen pariwisata di Lombok Utara, untuk menggeliatkan kembali ekonomi melalui seluruh potensi pariwisata yang ditawarkan.

“Masa pandemi ini kawasan Gili semua berdampak. Kita ini mati suri tetapi bukan berarti kita tidak ada berusaha untuk bangkit. Melalui kegiatan ini kita mengangkat kekayaan budaya adat dan alam sebagai daya tarik. Kegiatan ini di maksudkan untuk mengangat priwisata melalui adat budaya dan kekayaan alam di Gili,” katanya saat menggelar temu media di Mataram pada Selasa (17/11/20).

Kusnawan mengatakan, konsep kegiatan ini terbentuk atas perubahan market agar geliat ekonomi di kawasan Gili tidak terus terpuruk jika menunggu Pandemi berakhir.

Melalui ‘Pekenan Dayan Gunung’ ini, akan menggerakkan UMKM untuk kembali produktif. Semua stakeholder dipastikan akan kembali bangkit saat penyelenggaraannya nanti yang digelar pada tanggal 12 – 13 Desember 2020 mendatang.

“Semua OPD ikut meramaikan acara ini sebagai wisatawan. Sehingga geliat ekonomi itu berputar dari bawah dan dari yang terdekat,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan dalam pasar pariwisata ini di antaranya, pekenan keris dan batu permata yang dinilai tidak bisa dipisahkan dari budaya. Kemudian kerajinan dan kuliner khas dayan gunung, untuk mengangkat sajian kuliner yang selama ini tidak pernah tersentuh.

“Pekenan kuliner gili dan workhop akan menjdi warna yang nantinya akan menarik wisatawan. Kesenian tradisional dayan gunung, dayan gunung ini menjadi asal muasal kita sebagai orang masyarakat suku Sasak sehingga menjadi keharusan bagi kita untuk mengangkat budaya,” tambahnya.

Rangkaian restorasi terumbu karang 3 Gili dan penanaman pohon di 3 Gili juga akan menjadi kegiatan utama untuk memulihkan kembali keindahan alam sekaligus menjadi persembahan bagi alam.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara, Vidi Eka Kusuma menyampaikan, kondisi pariwisata di Lombok Utara saat ini tidak berada pada masa kejayaan dengan kunjungan pariwisata yang terus menurun, dan bahkan akan menuju nol.

Karenannya, melalui kegiatan ini diharapkan dapat memulihakan kembali ketertinggalan kunjungan wisata Lombok Utara yang sebelumnya dilanda musibah Gempa dan saat ini Pandemi Covid-19.

“PAD di Lombok Utara income terbesarnya dari pariwisata. Namun sejak ada gempa disusul Covid ekonomi dari sektor pariwisata menurun tajam, tingkat kunjungan bahkan hampir mendekati nol. Jadi kita geliatkan kembali promosi – promosi untuk meningkatkan kembali pariwisata. Saat ini hanya kita bisa melakukan rangkaian kegiatan dalam koridor protokol covid. Begitu juga dengan kegiatan kita saat ini,” katanya.

Kadispar memastikan, saat pelaksanaannya nanti, seluruh pihak khususnya pemda dan panitia akan menerapkan protokol kesehatan, sehingga menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan.

“Kita yakinkan didalam pelaksanaannya nanti akan terus terpantau dan terjaga protokol covid itu sendiri sehingga nantinya akan menjadi branding bagi wisata lain bahwa penerapan di Gili tetap pada protokol covid yang ketat,” pungkasnya.

Aya (*)




Peduli Tangani Covid-19, HBK Salurkan Bantuan Alat Test Covid ke RSUD di P. Lombok

Sampai saat ini semua pihak belum tahu pasti, sampai kapan pandemi ini akan berakhir. Oleh karena itu HBK mengimbau masyarakat P. Lombok agar tidak boleh abai dalam mengantisipasi dan mengatasi pandemi Covid19 ini

jombokjournal.com —

JAKARTA  ;    Pandemi dan penanganan Covid-19 yang masih terus diikhtiarkan di Prov. NTB, khususnya di P. Lombok, menjadi perhatian serius anggota DPR RI Dapil NTB-2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK).

Setelah berulang kali meluncurkan bantuan sosial kemanusiaan untuk masyarakat yang kurang mampu, terdampak pandemi Covid19 di P. Lombok, kini Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini menyalurkan bantuan untuk para tenaga medis (NAKES), di tiga Rumah Sakit di P. Lombok.

Hal ini dilakukan HBK untuk membantu para tenaga kesehatan (NAKES), maupun masyarakat P. Lombok yang kurang mampu dalam memerangi dan mengatasi serangan pandemi Covid19.

Bantuan yang disalurkan adalah peralatan pendeteksi pandemi Covid19 berupa Rapid Test Device, dan Detection of SARS COV2 antigen (SWAB), yang disalurkannya melalui tiga Rumah Sakit besar di P. Lombok, masing2 RSUD Kota Mataram, Kab. Loteng, dan KLU.

HBK mengatakan, bantuan ini diberikan mengingat masih terus berjangkitnya pandemi Covid19, baik di Indonesia maupun di mancanegara, terlebih dengan masih mahalnya biaya test untuk mendeteksi penularan virus Covid19 tersebut.

Sampai saat ini, sudah lebih dari 450.000 masyarakat Indonesia yang terpapar pandemi Covid19 ini.

“Mudah-mudahan dengan adanya bantuan peralatan pendeteksi virus Covid19 ini, baik yang berupa Rapid Test maupun SWAB, akan dapat membantu dan meringankan para tenaga kesehatan (NAKES), maupun masyarakat P. Lombok yang kurang mampu dalam mengantisipasi dan mengatasi penyebaran pandemi ini,” kata HBK, Selasa (17/11/20) di Jakarta.

HBK mengatakan, sampai saat ini semua pihak belum tahu pasti, sampai kapan pandemi ini akan berakhir. Oleh karena itu HBK mengimbau masyarakat P. Lombok agar tidak boleh abai dalam mengantisipasi dan mengatasi pandemi Covid19 ini.

“Kita harus tetap hati2, saling mengingatkan, dan waspada,”  imbuhnya.

HBK mengharapkan, himbauan Pemerintah untuk terus melakukan protokol kesehatan 3M yaitu selalu memakai Masker, sering mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak saat bersosialisasi, harus secara konsisten terus dilakukan oleh masyarakat P. Lombok.

“Menurut saya, bagian terpenting dalam mengantisipasi dan menghindari serangan pandemi Covid19 ini adalah dengan melaksanakan protokol kesehatan 3M. In syaa Allah, kalau kita konsisten bisa menjaga dan melaksanakan protokol kesehatan 3M tersebut, maka kita akan terhindar dari serangan pandemi Covid19,”  tegasnya.

Bantuan peralatan Rapid Test dan SWAB dari HBK ini, disalurkan ke 3 RSUD di P. Lombok oleh Sekjen DPD Partai Gerindra Prov. NTB yang juga merupakan Ketua Relawan HBK PEDULI Prov. NTB, Ali Usman Ahim.

Ali Usman Ahim mengatakan, HBK PEDULI adalah satuan relawan (volunteer) yang dibentuk oleh HBK dan keluarga.

Relawan HBK Peduli terdiri dari anakanak muda P. Lombok yang dengan sukarela melibatkan diri dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan untuk membantu para orang tua dhuafa, yang sakit permanent, para fakir miskin, dan yang hidup sebatangkara karena tidak memiliki keluarga lagi.

Dengan memegang teguh motto : “Melayani rakyat dengan Cinta, Silaturahmi, dan Kesetiaan”.

Para relawan HBK PEDULI tanpa mengenal lelah terus bergerak sampai ke pelosok2 kampung untuk menyalurkan bantuan sembako, bantuan makanan siap saji, pengobatan gratis, serta bantuan air bersih bagi masyarakat yang terkena dampak musibah kekeringan.

“Sebelumnya pak HBK melalui HBK Peduli sudah menyalurkan bantuan-bantuan untuk masyarakat terdampak pendemi. Kali ini beliau menyalurkan peralatan untuk membantu tugas para tenaga kesehatan (NAKES) di RSUD Kota Mataram, Kab. Loteng, dan KLU,” tandas Ali Utsman Ahim.

Me




UPDATE Covid-19: Hari Selasa, 17 Nopember 2020, Bertambah 21 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 10 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

Proses contact tracing dan uji swab yang dilakukan oleh surveilans berjalan sebagaimana mestinya, sehingga memudahkan sesegera mungkin memperlambat dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR Prodia, dan Laboratorium TCM RSUD H. L. Manambai Abdulkadir  mengkonfirmasi, ada tambahan 21 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Selasa (17/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 291 sampel dengan hasil 257 sampel negatif, 13 sampel positif ulangan, dan 21 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh  10 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 21 kasus baru terkonfirmasi positif, 10 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa (17/11/20) sebanyak 4.501 orang, dengan perincian 3.707 orang sudah sembuh, 239 meninggal dunia, serta 555 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 21 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 10 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4481, an. M, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  2. Pasien nomor 4482, an. P, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  3. Pasien nomor 4483, an. N, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Selebung Borok, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  4. Pasien nomor 4484, an. R, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Doropeti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  5. Pasien nomor 4485, an. AP, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Sorisakolo, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  6. Pasien nomor 4486, an. RMS, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Bali, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  7. Pasien nomor 4487, an. I, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Montabaru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  8. Pasien nomor 4488, an. SS, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  9. Pasien nomor 4489, an. AH, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Madaprama, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  10. Pasien nomor 4490, an. R, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Rade, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  11. Pasien nomor 4491, an. H, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Tolowata, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  12. Pasien nomor 4492, an. M, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Talapiti, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat inimenjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  13. Pasien nomor 4493, an. S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Sondosia, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  14. Pasien nomor 4494, an. PS, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  15. Pasien nomor 4495, an. SN, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  16. Pasien nomor 4496, an. SW, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  17. Pasien nomor 4497, an. KK, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  18. Pasien nomor 4498, an. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Teta, Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  19. Pasien nomor 4499, an. AP, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Lape, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat inimenjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Lape;
  20. Pasien nomor 4500, an. S, perempuan, usia 67 tahun, penduduk Desa Empang Atas, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir;
  21. Pasien nomor 4501, an. A, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir.

Hari Selasa terdapat penambahan 10 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 1415, an. S, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  2. Pasien nomor 2159, an. MI, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Midang, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 3511, an. IA, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 3610, an. M, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 3881, an. SW, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara;
  6. Pasien nomor 4126, an. AIKS, laki-laki, usia 7 tahun, penduduk Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  7. Pasien nomor 4127, an. KAK, laki-laki, usia 3 tahun, penduduk Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  8. Pasien nomor 4128, an. T, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  9. Pasien nomor 4182, an. YF, perempuan, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  10. Pasien nomor 4226, an. EMP, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat.

Hari Selasa ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yait pasien nomor 4420, an. SK, lakilaki, usia 52 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki penyakit komorbid.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, perkembangan jumlah kasus terkonfirmasi positif baru di Pulau Sumbawa

beberapa waktu ini, maka masyarakat dihimbau tetap waspada dan selalu mematuhi protokol kesehatan dimana pun berada..

Banyaknya jumlah kasus positif yang ditemukan disatu sisi juga menunjukkan, proses contact tracing dan uji swab yang dilakukan oleh surveilans berjalan sebagaimana mestinya, sehingga memudahkan kita sesegera mungkin memperlambat dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id 

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Pemprov dan DPD RI Berkoordinasi, Pastikan Pilkada di NTB Pro Keamanan dan Kesehatan

Penyebaran Covid-19 di NTB dinilai cukup terkendali

MATARAM.lombokjournal.com

Pimpinan dan anggota DPD RI melakukan kunjungan kerja dan berkordinasi bersama Pemprov NTB, guna pastikan proses Pilkada serentak 2020 di masa pandemi Covid-19 di NTB berjalan lancar

Wakil Ketua DPD RI, Dr. H. Mahyudin menjelaskan, pelaksanaan Pilkada di tengah Covid-19 berpegang pada beberapa prinsip.

Pertama, perlu memperhatiakn perlindungan, keamanan jiwa dan kesehatan yang maksimal terhadap semua pihak yang terlibat dalam pelaksaan Pilkada, mulai dari hulu sampai dengan hilir tahapan Pilkada.

“Masalah keselamatan ini tidak bisa ditawar, jangan sampai penyelenggara dan masyarakat tertular Covid-19, dan menimbulkan klaster baru, klaster Pilkada,” ujar Mahyudin saat memberikan sambutan di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB tersebut, Selasa, (17/11/20),.

Kedua, ketersediaan kerangka hukum yang adaptif tetapi tetap akuntabel dalam pelaksanaan Pilkada.

“Kerangka hukum ini yang pro pada keamanan dan kesehatan semua pihak. Tentu kami juga sudah diberitahu, disini sudah ada Perda tentang Covid, mudah-mudahan Perda ini bisa dilaksanakan,” jelasnya.

Prinsip ketiga, lanjutnya, penting untuk diperhatikan yakni, dukungan anggaran dan distribusi logistik yang tepat waktu.

“Di setiap TPS perlu memperhatian ketersediaan masker, sarung tangan dan handsanitizer untuk petugas-petugas di TPS. Karena jika pendistribusiannya lamban, nanti masyarakat terlanjur membeludak dan kita harapkan masyarakat datangnya tidak berdesak-desakan,” ungkapnya.

Berikutnya adalah komitmen semua pihak untuk menjaga keberlanjutan tahapan Pilkada yang jujur, adil, dan demokratis walaupun di tengah pandemi.

Memastikan tidak ada diskriminasi antar paslon satu dengan paslon yang lain, serta penegakan integritas, kredibilitas, transparansi dan akuntabilitas hasil Pilkada.

“Jadi hasil Pilkadanya, bisa diterima segala pihak, yang memang mengayomi semua masyarakat, yang kalah harus diterima kekalahannya, kadang ada juga orang siap menang, tidak siap kalah,” ungkapnya.

Mahyudin menilai, penyebaran Covid-19 di NTB cukup terkendali.

Penyelenggaraan lomba Kampung Sehat yang memicu masyarakat untuk ambil andil dan sadar akan pentingnya protokol Covid-19 dalam beraktivitas, dinilai tepat dalam menurunkan angka penularan Covid-19.

Tapi, untuk menghindari adanya klaster baru, kewaspadaan perlu terus ditingkatkan.

Hidup aman dan produktif

Wakil Gubernur NTB, Dr. Sitti Rohmi Djalilah mengucapkan selamat datang kepada rombongan DPD RI di Provinsi NTB.

“Mudah-mudahan bapak ibu dalam berkunjung ke NTB ini, ada kesempatan waktu untuk menikmati alam di Nusa Tenggara Barat,” kata Wagub.

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, Pemprov NTB memutuskan untuk hidup aman dan produktif.

Sehingga penegakan protokol kesehatan covid-19 menjadi sesuatu yang benar-benar diperjuangkan oleh Pemprov bersama TNI, Polri dan seluruh stakeholder di daerah ini.

“Perda yang berkaitan dengan penegakan protokol Covid ini menjadi Perda yang pertama di Indonesia, tapi memang betul bapak Wakil, bahwa penerapan protokol Covid ini memang membutuhkan sinergi yang luar biasa, konsistensi, kesabaran, kedisiplinan yang tidak kendor. Ini menjadi ujian yang luar biasa besar bagi kami di NTB,” tutur Wagub.

Dikaakan, saat ini di tujuh kabupaten/kota di NTB sedang melaksanakan tahapn demi tahapan Pilkada serentak, tentu hal ini akan menjadi tantangan dan PR besar bagi Pemprov NTB.

Pemprov NTB bersama Polda, TNI dan tokoh masyarakat sudah sejak awal berkomitmen, untuk bagaimana agar Pilkada serentak ini dapat mematuhi dan mengedepankan Protocol Covid-19.

“Di awal kita undang seluruh bakal calon, sebelum mereka ditetapkan sebagai calon, untuk membuat komitmen bahwa dalam proses, mereka harus mematuhi protokol Covid, tanda tangan, membuat komitmen, dan sanggup untuk kemudian diberikan sanksi apabila melanggar Protokol Covid,” tambah Wagub.

Selain itu, sinergi antara Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri terus dijaga, agar pengawalan Pilkada serentak tahun 2020 ini dapat benar-benar berjalan dengan sebaik-baiknya.

“Hal yang tidak mudah, tapi kami saling menguatkan selalu, untuk bagaiamana NTB ini tetap bisa hidup aman dan produktif,” ungkapnya.

Lebih jauh, Wagub menjelaskan, menghadapi Pilkada serentak ini, NTB relatif aman dan terkendali. Tapi hal tersebut perlu kewaspadaan untuk melihat potensi-potensi yang akan mungkin terjadi ke depan.

“Tentunya doa kita semua supaya momen demokrasi ini, Pilkada serentak di NTB ini, bisa berjalan kondusif dan lancar,dan juga kita bisa berdamai dengan Covid-19 sampai ditemukannya vaksin,” kata Wagub.

Perwakilan TNI dan Polri pada kesempatan itu, menyampaikan kesiapannya dalam turut membantu kelancaran serta keamanan penyelenggaraan Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang.

Dalam kesemptan itu hadir KPU Provinsi  NTB, Bawaslu Provinsi NTB, dan pihak terkait lainnya.

Rr/HmsNTB

 

 




Banyak Pelanggaran Selama Masa Kampanye Pemilukada

Dari 105 pelanggaran yang terjadi jika di persentasikan mencapai 3,5 persen

MATARAM.lombokjournal.com

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTB menyebut selama kampanye pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Tujuh kabupaten/kota, terjadi berbagai macam pelanggaran.

Di antaranya pelanggaran kesehatan yakni jumlah pertemuan terbatas tatap muka hingga 5 November sebanyak 2.981 pertemuan.

“Di masa pandemi  saat ini setidaknya ada sebanyak 105 pelanggaran yang terjadi,dari jumlah pelanggaran tersebut 68 sudah diberikan teguran tertulis serta 37 diberikan teguran lisan,”  ujar Kepala Bawaslu NTB Khuwailid, Selasa (17/11/20).

Kwuailid menyebut dari 105 pelanggaran yang terjadi jika di persentasikan mencapai 3,5 persen,akan tetapi walaupun tingkat persentasenya rendah bukan dijadikan alasan untuk disepelekan.

“Tentu 3,5 persen ini tidak boleh dianggap sepele. harus dilakukan tindakan yang itu bisa mencegah agar zero pelanggaran ksehatan ditengah Covid-19 ini,” ujarnya

Adapun sanksi ada yang sudah diberikan kepada peserta baik itu Pasangan Calon, Tim Sukses  tidak boleh kampanye selama tiga hari dalam bentuk kampanye yang sama.

Seperti diketahui dari Tujuh kabupaten kota yang akan melaksanakan pemilukada Sumbawa merupakan daerah yang paling banyak melakukan pelanggaran, yakni tidak mengindahkan protokol Covid dengan cara peserta tidak mengunakan masker serta berkerumun dalam jumlah banyak .

Aya




Wagub Minta Kualitas Pelayanan Samsat Ditingkatkan

Diharapkan kepatuhan pemilik kendaraan bermotor atau para wajib pajak untuk menunaikan kewajiban Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB)

MATARAM.lombokjournal.com

Meski dalam suasana pandemi seperti sekarangi, kualitas pelayanan Samsat di daerah ini terus ditingkatkan.

Wakil Gubernur NTB Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan itu saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Tim Pembina Samsat Tingkat Provinsi NTB yang berlangsung di Hotel Lombok Astoria, Selasa (17/11/20).

Wagub menjelaskan, adanya koordinasi dan sinergi yang semakin baik, tentunya akan menunjang sisi fasilitas yang semakin baik pula untuk masyarakat.

“Alhamdulillah kita di NTB bangga ada Samsat Apps dan Samsat Delivery. Tapi kebanggaan itu harus betul-betul bisa kita tunjukkan secara realita dengan sungguh-sungguh bisa melayani masyarakat dengan baik dan masyarakat termudahkan”, kata Umi Rohmi, sapaan akrab Wagub.

Wagub juga mengharapkan agar kepatuhan pemilik kendaraan bermotor atau para wajib pajak untuk menunaikan kewajiban Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di masa pandemi Covid-19 bisa terus meningkat dalam rangka sama-sama membangun daerah.

Umi Rohmi mengingatkan, para peserta rakor dan seluruh masyarakat NTB untuk selalu menegakkan Protokol Covid dalam setiap kegiatan. Sebab dengan cara itulah, NTB bisa melawan pandemi Covid-19.

“Kalaupun beracara seperti ini saya mohon sekali agar betul-betul kita pakai masker, pakai masker yang benar. Selama acara juga tetap pakai masker, jaga jaraknya ya, jangan diabaikan karena apapun kita harus memberi contoh pada masyarakat terkait penegakan protokol Covid-19”, ungkap Wagub.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pajak Daerah Bappenda NTB, Moh Husni, S. Sos., M. Si selaku Panitia Rakor melaporkan tujuan kegiatan ini yaitu melakukan evaluasi terhadap pelayanan Samsat, membangun persamaan dan sinergi diantara penyelenggara Samsat demi terwujudnya pelayanan yang berkualitas, serta menyatukan persepsi dalam menyikapi berbagai keluhan masyarakat.

“ Selain itu tujuan kita melakukan Rakor ini adalah agar dapat menghasilkan inovasi baru dalam pengembangan pelayanan Samsat yang dapat mempermudah masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor dengan teknologi informasi,” ujarnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Bappenda Provinsi NTB, Kepala Cabang Jasa Raharja NTB, Wakil Direktur Lalu Lintas Polda NTB dan stakeholder lainnya.

Rr/HmsNTB




Wagub Serahkan KUA PPAS APBD NTB 2021

Umi Rohmi berharap pembangunan di NTB ini berjalan dengan lancar agar terwujud cita-cita menjadi Provinsi NTB yang Gemilang

MATARAM.lombokjournal..com

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah didampingi Sekda NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi menghadiri rapat paripurna dengan agenda penyerahan KUA PPAS APBD Tahun Anggaran 2021 di Gedung DPRD Provinsi NTB, Senin (16/11/20).

Wakil Gubernur yang kerap disapa Umi Rohmi ini mengatakan, pembangunan Provinsi NTB tahun 2021 diarahkan pada peningkatan nilai tambah pertanian/agribisnis, industri, pariwisata dan investasi, serta penguatan sistem kesehatan daerah.

Wagub Hj Sitti Rohmi

Masing-masing memiliki target yakni pertumbuhan ekonomi tanpa tambang nonmigas berkisar antara 2,75 persen sampai dengan 3,30 persen, Tingkat inflasi berkisar antara 3,00 persen sampai dengan 4,00 persen, Tingkat kemiskinan sebesar 12,98 persen, Gini rasio sebesar 0,353, Indeks pembangunan manusia sebesar 69,20 point dan Tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,30 persen.

“Memperhatikan arahan, sasaran dan target pembangunan provinsi ntb tahun 2021, berikut ini disampaikan rancangan KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2021 yang mencakup tiga komponen yaitu  pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah,” ungkapnya.

Pendapatan daerah, tahun anggaran 2021 direncanakan sebesar Rp 5.473.931.855.427, dengan rincian meliputi pendapatan asli daerah sebesar Rp 1.954.341.221.233, pendapatan transfer sebesar Rp 3.464.809.730.250, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 54.780.903.944.

“Belanja daerah tahun anggaran 2021 direncanakan sebesar Rp 5.528.931.855.427, termasuk di dalamnya belanja operasi, belanja modal, belanja tak terduga, dan belanja transfer,” terang Umi Rohmi.

Untuk pembiayaan, Umi Rohmi menyampaikan bahwa pembiayaan daerah tahun anggaran 2021 meliputi Penerimaan pembiayaan direncanakan sebesar Rp65.000.000.000. dan pengeluaran pembiayaan direncanakan sebesar Rp10.000.000.000.

Di akhir penyampaiannya, Umi Rohmi berharap pembangunan di NTB ini berjalan dengan lancar agar terwujud cita-cita menjadi Provinsi NTB yang Gemilang.

Rr/HmsNTB




Gubernur Akan Serahkan 15  Nama Calon Komisioner KI NTB

Hasil fit and proper test oleh DPRD nantinya disampaikan lagi ke gubernur untuk dilakakukan penetapan dan pelantikan

MATARAM.lombokjournal.com

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos, M.H., mengatakan, 15 besar nama calon Komisioner Komisi Informasi (KI) NTB telah ditetapkan oleh Tim Seleksi, selanjutnya diserahkan Gubernur ke DPRD.

“Tim Seleksi (Timsel) Calon Anggota Komisi Informasi yang dibentuk Pemprov NTB telah berhasil menjaring 15 nama yang akan diserahkan ke Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Selanjutnya, Gubernur akan menyerahkan 15 nama calon komisioner KI NTB tersebut ke DPRD NTB untuk dilakukan fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan,” ujar Gede Puru Aryadi, Senin (16/11/20).

Selanjutnya, 15 nama tersebut diumumkan ke publik mulai Senin (16/11) sampai lima hari mendatang.

“15 besar sudah ditetapkan. Diumumkan , dia dikasi waktu lima hari setelah pengumuman untuk membuat makalah,” kata Aryadi.

15 calon komisioner KI NTB tersebut akan mengumpulkan makalah ke Timsel dan disampaikan ke DPRD NTB. Makalah tersebut digunakan sebagai bahan untuk fit and proper test.

“Nanti gubernur menyerahkan hasil seleksi oleh Timsel. Gubernur akan bersurat ke DPRD setelah pengumuman ini, setelah terkumpul makalahnya bahwa ini hasil seleksi 15 orang untuk dilakukan fit and proper test oleh Komisi I DPRD NTB,” katanya.

Hasil fit and proper test oleh DPRD nantinya disampaikan lagi ke gubernur untuk dilakakukan penetapan dan pelantikan.

“Kita berharap tahun ini selesai seleksinya,” harapnya.

Diketahui, dari 83 peserta yang berhak ikut tes kompetensi, Pansel sudah melakukan rapat pleno dan menetapkan 47 calon komisioner KI NTB untuk mengikuti tahap seleksi berikutnya.

Pansel akan memberikan kesempatan kepada masyarakat NTB untuk memberikan masukan terkait dengan track record atau rekam jejak 47 calon komisioner KI NTB yang dinyatakan lulus tes kompetensi.

Diketahui, sebanyak 83 peserta yang lulus seleksi administrasi komisioner KI NTB. Sebanyak 71 peserta yang ikut tes kompetensi. Sedangkan 12 orang tidak hadir. Dari 71 peserta yang ikut tes kompetensi, berdasarkan hasil pleno yang dilakukan Timsel, sebanyak 47 orang yang berhak ikut tes kompetensi.

Dari 47 peserta ditetapkan 15 orang calon Komisioner KI NTB yang akan disampaikan ke Gubernur. Selanjutnya, Gubernur akan menyampaikan ke DPRD NTB untuk dilakukan fit and proper test.

Aya




Pemrov NTB Ajukan Kebutuhan PCR Test Dan Vaksin Covid-19

Wagub menghimbau masyarakat tidak menggantungkan diri pada kedua kebutuhan utama tersebut, dan lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan 

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berupaya mempercepat realisasi vaksin Covid-19 dan pengadaan satu mesin P-C-R untuk pemeriksaan Covid-19 di Kabupaten Bima.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Siti Rohmi Djalilah menyatakan, Pemerintah Provinsi sedang mengupayakan Kabupaten Bima dapat memiliki fasilitas dan sarana kesehatan untuk mendukung pemeriksaan hasil tes covid-19.

“Ini untuk mempercepat proses deteksi jumlah orang yang terpapar covid-19,” ujar Wagub, Senin (16/11/20).

Ada dua mesin PCR yang diajukan Pemprov sesuai kebutuhan yang diperlukan, karena selama ini hasil swab dari Kabupaten Bima harus diperiksa ke RSUP Provinsi NTB lebih dulu hal ini.

Hal ini membuat lamanya proses diketahuinya seseorang yang terpapar Covid-19.

Selain mesin PCR,  Wagub juga mengajukan permintaan vaksin ke Pemerintah Pusat.

Ia menegaskan,  langkah pencegahan yang terbaik selain melalui anti virus adalah disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19, yaitu mencuci tangan,  menggunakan masker dan menjaga jarak.

“Disiplin menerapkan protokol covid-19 merupakan langkah utama saling menjaga diri dalam masa pandemi saat ini. Jika ini diterapkan dengan baik,  maka akan berdampak ke sector lainnya terutama ekonomi  pengendalian dari masing-masing daerah merupakan kunci utama dari masa pandemic Covid-19,” katanya.

Aya




Kapal Cruise Batal Berlabuh di Lombok

Pemerintah belum mengeluarkan izin untuk kapal persiar berlabuh

MATARAM.lomokjournal.com

Sejumlah kapal persiar  yang dijadwalkan mulai Oktober sampai Desember akan berlabuh diPelabuhan Gili Mas Lombok Barat dibatalkan,

Pasalnya, pemerintah belum mengeluarkan izin berlabuh untuk semua kapal cruise di Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB Lalu Mohammad Faozal menerangkan, saat ini ada kebijakan  standar keluar masuknya kapal yang memang sekarang belum dibuka oleh pemerintah Indonesia.

Selain itu dari imigrasi belum memberikan kepastian kapan membuka lalu lintas cruise di Indonesia. Sehingga jadwal kedatangan kapal pesiar ke Lombok tidak jalan.

“Pastinya (batal) semua lalu lintas cruise di Indonesia masih belum ada. Itulah menyebabkan semestinya Oktober kemarin sudah tersisi 5 paket (kapal persiar, red) itu juga tidak jalan,” ujar Lalu Mohammad Faozal

Faozal mengatakan, pemerintah belum mengeluarkan izin untuk kapal persiar berlabuh. Bahkan sampai saat ini belum ada kepastian dari pemerintah pusat, kapan akan kembali memberikan izin keluar masuknya kapal pesiar.

Mengingat, kedatangan kapal persiar mampu membawa ribuan wisatawan mancanegara dengan harapan mendorong pariwisata NTB.

“Saya kemarin sudah kontak pelindo III dan dia belum mendapatkan kepastian mengenai regulasi ini. Kalau ini sudah di buka, maka pasti yang sudah terequest (terjadwal ) pada 2021 sudah masuk dan tidak ada pembatalan. Infonya dari manajemen pelindo III ada 28 curise yang masuk di 2021,” ungkapnya.

Jika memang sudah dibuka regulasi tentang lalu lintas curise itu, pada awal 2021 mendatang pelabuhan Gili Mas sudah bisa menerima kedatangan kapal persiar.

Mengingat, masih ada 5 kapal yang terjadwal dari 2020 akan datang. Namun karena adanya pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia membuatnya batal.

“Memang masih ada satu kapal pesia yang memang sudah stay disini tapi itu tidak bisa keluar, makanya kalau ada yang bertanya kok masih ada karena memang dia sudah stay disini dan tidak bisa pulang, hanya memperpanjang masa tinggal saja,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dishub NTB Lalu Bayu Windya mengatakan, sampai saat ini ada lima kapal pesiar yang masih memiliki jadwal sandar di Pelabuhan Gili Mas.

Masing-masing kapal pesiar disebut akan membawa ribuan wisatawan mancangegara (wisman).

Ada 5 kapal yang datang di Oktober, November dan Desember, Kapalnya sendiri itu ada Viking Orion, Sea Princess, Star Breeze, Aida Vita, dan Silver Muse.

“Masih on schedule seperti jadwal lama, tetapi kedatanganya tetap dengan protokol covid. Sekarang sedang kita siapkan lagi SOP-nya,” ujarnya.

Ano