Sembilan Wakil NTB Raih Juara di MTQ Nasional 2020

Provinsi NTB mendapat peringkat ke-9 dari 32 provinsi yang ikut serta pada kompetisi yang diadakan dua tahun sekali tersebut

PADANG.lombokjournal.com

Sebanyak sembilan wakil Provinsi NTB berhasil meraih juara di ajang MTQ Nasional XXVIII Tahun 2020 yang berlangsung di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.

Kafilah dari NTB telah menunjukkan penampilan terbaiknya selama Musabaqah berlangsung.

Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Hakim Nomor: 02/Kep.DH/MTQ-XXVIII/2020 tentang Penetapan Peserta Terbaik I, II, III dan Harapan I, II dan III pada MTQ Nasional XXVIII Tahun 2020 di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat, muncul sembilan nama wakil NTB yang meraih Juara Terbaik maupun Juara Harapan.

Hasil itu diumumkan dalam rangkaian penutupan MTQ Nasional di Masjid Raya Sumbar.

“Keputusan dewan hakim tidak dapat diganggu gugat,” kata Ketua Dewan Hakim, Prof Dr. H Roem Rawi saat membacakan keputusan dewan hakim, Jumat (20/11/20) malam.

Empat peserta asal NTB yang menjadi Peserta Terbaik pada ajang MTQ Nasional XXVIII Tahun 2020 yaitu;

  • Qariah Terbaik 1 atas nama Riski Jumiati pada Cabang Tilawah Al-Quran Golongan Tuna Netra;
  • Qari Terbaik 2 atas nama M. Zaitun Ridwan pada Cabang Tilawah Al-Quran Golongan Tuna Netra, L. Moh Khairurrazaq Alhafizi;
  • Hafizh Terbaik 2 pada Cabang Hifzh Al-Quran Golongan 30 Juz dan Qariah Terbaik 3 atas nama Sulistiawati pada Cabang Qiraat Al-Quran Golongan Qiraat Murottal Dewasa.

Lima peserta dari NTB yang meraih Juara Harapan pada  MTQ Nasional XXVIII Tahun 2020 yaitu;

  • Qariah Harapan 2 atas nama Gadis Eva Rofida pada Cabang Tilawah Al-Quran Golongan Anak Anak;
  • Qari Harapan 3 atas nama Muhammad Alwi pada Cabang Tilawah Al-Quran Golongan Remaja;
  • Qari Harapan 1 atas nama Ahlul Hijar pada Cabang Qiraat AL-Quran Golongan Qiraat Murottal Dewasa,;
  • Qari Harapan 3 atas nama Ahmad Qodri Cabang Qiraat Al-Quran Golongan Qiraat Mujawwad Dewasa;
  • Hafizh Harapan 2 atas nama M.Maulana Aqiyas pada Cabang Hifzh Al-Quran Golongan 10 Juz.

Sekretaris Daerah provinsi NTB, H.L.Gita Ariyadi selaku Ketua LPTQ NTB hadir langsung dan sempat saksikan Kafilah NTB berlomba dan berharap akan mendapat juara.

“Walaupun kita mengirim setengah dari kekuatan yang semestinya (22 dari 56 orang) kita mampu memperoleh juara sebanyak 9 orang dari 22 peserta yang kita kirim,” ucap Sekda NTB  usai pengumuman pemenang.

Provinsi NTB mendapat peringkat ke-9 dari 32 provinsi yang ikut serta pada kompetisi yang diadakan dua tahun sekali tersebut.

Peringkat ke-9 tersebut sesuai dengan Keputusan Dewan Hakim MTQ Nasional XXVIII Tahun 2020 Nomor: 03/Kep.DH/MTQ-XXVIII/2020 tentang Penetapan Juara Umum dan Peringkat 10 Besar MTQ Nasional XXVIII Tahun 2020, di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat.

Juara Umum pada MTQ Nasional XXVIII Tahun 2020 diraih oleh Provinsi Sumatera Barat.

“Alhamdulillah, MTQ Nasional XXVIII Tahun 2020 Provinsi NTB berada pada peringkat 9 secara nasional,” ucap Miq Gita sebagai sapaan akrabnya yang didampingi Kepala Biro Kesra H. Syukur Ahmad Masyhuri, SH.

Rr/HmsNTB.




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 19 Nopember 2020, Bertambah 28 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 2 (dua) Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Gejala umum terpapar Covid-19 sangat sulit untuk dikenali, tidak hanya deman tinggi, sesak napas atau gangguan pernapasan saja, juga seringkali sangat mirip dengan penyakit komorbid lain, seperti jantung, DB, tipes serta batuk/pilek, asam lambung dan penyakit pencernaan lainnya.

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, dan Laboratorium PCR RS Universitas Mataram  mengkonfirmasi, ada tambahan 28 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Jum’at  (20/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 187 sampel dengan hasil 157 sampel negatif, 2 (dua) sampel positif ulangan, dan 28 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh  2 (dua)  orang,  tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 28 (dua puluh delapan) kasus baru terkonfirmasi positif, 2 (dua) tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at ini (20/11/20) sebanyak 4.584 orang, dengan perincian 3.745 orang sudah sembuh, 245 meninggal dunia, serta 594 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 28 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 2 (DUA)  ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4557, an. L, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Teruwai, Kecamatan Pujut,Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Praya;
  2. Pasien nomor 4558, an. L, perempuan, usia 66 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  3. Pasien nomor 4559, an. A, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Presak, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  4. Pasien nomor 4560, an. AR, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  5. Pasien nomor 4561, an. LM, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  6. Pasien nomor 4562, an. KKS, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4563, an. RRD, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  8. Pasien nomor 4564, an. NF, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Manggemaci,Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  9. Pasien nomor 4565, an. B, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Oi Fo’o, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  10. Pasien nomor 4566, an. I, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  11. Pasien nomor 4567, an. RA, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  12. Pasien nomor 4568, an. ATA, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  13. Pasien nomor 4569, an. DA, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  14. Pasien nomor 4570, an. MI, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  15. Pasien nomor 4571 an. FA, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  16. Pasien nomor 4572 an. DS, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Matakando, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  17. Pasien nomor 4573 an. MAA, laki-laki, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, KecamatanRasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4261. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  18. Pasien nomor 4574 an. N, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  19. Pasien nomor 4575 an. ZH, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  20. Pasien nomor 4576 an. NRB, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Asa Kota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  21. Pasien nomor 4577 an. A, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Asa Kota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  22. Pasien nomor 4578 an. AT, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  23. Pasien nomor 4579 an. ES, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  24. Pasien nomor 4580 an. NY, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Jati Wangi, Kecamatan Asa Kota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4175. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  25. Pasien nomor 4581 an. HA, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4175. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  26. Pasien nomor 4582 an. YM, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4176. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  27. Pasien nomor 4583 an. M, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4175. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  28. Pasien nomor 4584 an. BH, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4258. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima.

Hari Jum’at ini terdapat 2 (dua) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 4250, an. FH, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Kilang, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur;
  2. Pasien nomor 4252, an. LHK, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Desa Dasan Geres, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Lalu Gita Aryadi menghimbau, agar seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan tidak menganggap remeh bahaya Covid19, karena virus ini berpotensi menulari siapa saja, tanpa pandang bulu, terutama mereka yang tidak disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

Menurutnya, gejala umum terpapar Covid-19 sangat sulit untuk dikenali, tidak hanya deman tinggi, sesak napas atau gangguan pernapasan saja, tetapi juga seringkali sangat mirip dengan penyakit komorbid lain, seperti jantung, DB, tipes serta batuk/pilek, asam lambung dan penyakit pencernaan lainnya.

“Guna meminimalkan resiko kematian, diharapkan kepada warga masyarakat yang mengalami gejala awal penyakit-penyakit tersebut agar lebih dini memeriksakan diri pada petugas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat,” katanya.

Aya/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Hoaks Surat Permintaan Dana yang Catut Nama Gubernur,  Beredar Lagi   

Masyarakat dihimbau agar tidak gampang percaya dengan informasi yang beredar di media sosial

MATARAM.lombokjournal.com

Surat Edaran (SE) yang mencatut nama Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah kembali beredar setelah sebelumnya surat serupa muncul di sejumlah media sosial dan WhatsApp Group.

Seperti  surat hoaks yang beredar sebelumnya, SE ini juga ditujukan kepada pimpinan perusahaan yang beroperasi di NTB yang berisi permintaan bantuan dana pengamanan pelaksanaan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020.

Najamuddin Amy

Terkait dengan hal ini, Pemprov NTB akan melaporkan pembuat hoaks ini ke Aparat Penegak Hukum (APH).

“Hoaks surat edaran yang mencatut nama Gubernur kembali kami temukan. Kontennya mirip dengan yang beredar tanggal 10 November kemarin yaitu meminta dana pengamanan pelaksanaan Pilkada. Kami harus klarifikasi kembali biar masyarakat, terutama dunia usaha tidak mudah percaya dengan modus penipuan seperti itu,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, Jumat (20/11/20).

Dalam surat hoaks tersebut, muncul nama pemilik rekening, nomor rekening dan nomor telepon.

Selanjutnya di bagian akhir muncul nama Gubernur NTB plus tandatangan dan stempel yang menyerupai stempel resmi Gubernur NTB.

Namun itu semua hanya rekayasa yang dibuat oknum yang tak bertanggung jawab. Karena sesungguhnya Pemprov NTB tidak pernah meminta perusahaan untuk mengumpulkan anggaran dalam rangka biaya pilkada.

“Terlebih soal dana Pilkada itu sudah clear seperti yang pernah disampaikan Ketua KPU NTB. Semua daerah yang menggelar pilkada serentak di NTB sudah mengalokasikan anggaran Pilkada melalui APBD masing-masing,” jelasnya.

Menurutnya, hasil penelusuran Tim PRCC Biro Humas dan Protokol NTB secara umum pelaku merupakan orang yang sama. Dan ingin membuat ketidaknyamanan pada saat pemilu daerah berlangsung.

Pencarian di sosial media dan media online tentang surat hoaks yang kedua kalinya ini, tidak terlihat muncul di provinsi lain. Dengan demikian munculnya surat kedua ini bisa dikatakan sisa-sisa sebaran random pelaku.

“Kalau di surat yang pertama kemarin, berbagai daerah juga secara bersamaan mendapatkan hoaks yang mirip dengan NTB seperti DKI, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Jawa Barat, namun kali ini tidak. Ini hanya sisa-sisa sebaran random dari pelaku. Namun kami tetap merasa perlu melakukan klarifikasi agar masyarakat makin sadar bahaya hoaks,” tambahnya.

Hoaks ini adalah musuh peradaban bangsa. Dalam setiap sejarah peradaban dan bangsa, informasi bohong selalu menjadi tantangan bersama.

“Karena itu tugas kami ingin terus menjaga masyarakat agar tidak termakan oleh hoaks ini,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Biro Hukum Setda NTB H. Ruslan Abdul Gani, SH, MH mengatakan, pihaknya sedang mempelajari beredarnya surat hoaks yang mencatut nama Gubernur tersebut.

Melihat bahwa hoaks ini berbahaya, maka pihaknya merasa perlu membuat laporan ke kepolisian.

“Perlu kita laporkan kalau memang sudah begini, muat di surat kabar juga, bahwa itu tidak benar kan begitu. Saya sedang mempelajari ini. Memang ada rencana untuk melaporkan,” ujarnya.

Senada dengan Karo Humas,  Ruslan Abdul Gani juga mengimbau masyarakat agar tidak gampang percaya dengan informasi yang beredar di media sosial. Pastikan untuk tabayun serta check dan recheck informasi yang diterima.

Rr/HmsNTB




Program Bela Beli Produk Lokal, Baru Sebatas Perda  Masih Tunggu Pergub

Program bela beli produk lokal ini sebagai percobaan sudah dilakukan pada program JPS Gemilang. namun dalam program tersebut tidak hanya produk lokal

MATARAM.lombokjournal.com

Program bela beli produk diwacanakan untuk mendukung produk-produk UMKM lokal.

Sejauh ini progres dari program tersebut baru pada Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang.

Namun program beli produk lokal ini perlu dibenahi, pasalnya baru dibuatkan Peraturan daerah (perda) saja.

“Program bela beli produk lokal, itu kan baru perda saja. Kita baru mulai programnya di ujung akhir tahun anggaran 2020. Jadi kita baru rencanakan program itu sudah ada Pergubnya,” ujar Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setda NTB, H Ridwansyah.

TiNdak lanjutannya akan dilakukan, pertama memastikan bahwa apa saja produk-produk lokal yang ada di masing-masing kabupaten.

Dari sisi ketersediaan produksinya yang akan dikaitan dengan pemasaran. Kedua produk ini juga bisa dibeli oleh OPD- OPD dan itu dibagikan ke masyarakat.

Nanti pada akhirnya dengan adanya produk yang dibuat oleh daerah sendiri masyarakat akan membelinya.

“Maka uang itu tidak beredar keluar daerah, uang itu beredar didalam daerah ini. Memang kan menemukan porses panjang. Karena syarat untuk program bela beli produk lokal ini pertama adalah kuantitasnya cukup kedua kualitasnya ketiga kontinuitasnya,” tuturnya.

Dicontohkan,  seperti produk kopi yang banyak jenisnya. Untuk bisa masuk ke hotel-hotel maupun ritel modern ada beberapa syarat dan tidak dapat memaksaskan agar bisa dibeli oleh mereka.

Pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan untuk hotel membeli produk lokal .

“Tapi pertanyaannya, apakah cukup tidak untuk konsumsi tamu-tamu hotel itu. Lalu bagaimana kualitasnya, berarti kita harus memperkuat UMKM kita ini supaya kopi yang mereka hasilkan ini memiliki kualitas sehingga orang menjadi suka,” terangnya.

Kendati demikian, bela beli produk lokal ini sebagai percobaa sudah dilakukan pada program JPS Gemilang. Namun dalam program tersebut tidak hanya terdapat produk lokal saja, tetapi ada beberapa yang justru merupakan produk luar.

“Ya, itu titik awal mulai program itu ya dari JPS gemilang itu sebenarnya.

Itulah yang akhirnya memberikan kesadaran bahwa barang kita ini juga tidak kalah. Dan kita sudah memiliki UMKM yang menyediakan produk-produk itu,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Perdagangan (Disdag) NTB, Baiq Nelly Yuniarti menerangkan, sejuah ini untuk bela beli produk lokal pada hotel-hotela tengah proses MoU dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB. Di mana produk-produk lokal bisa masuk ke hotel.

“Sedang kita coba atur sistemnya, berapa banyak UMKM kita yang bisa kita adu produknya. Misalnya ada 5 produk, oh iya udah yang 5 ini masuk di satu hotel. Kita upayakan seperti itu,” kata Baiq Nelly.

Aya




Meningkatkan Kualitas Kemasan Produk, 1.000 Alat Kemasan Akan Dibagikan untuk IKM

Produk usaha ultra mikro di NTB sudah memiliki pangsa pasar, Namun cukup sulit berkembang karena terkendala pada kemasan yang masih di bawah standar

MATARAM.lombokjournal.com

Sebanyak 1000 alat kemasan akan dibagikan Pemprov NTB, guna meningkatkan kualitas kemasan produk para pelaku usaha khususnya ultra mikro.

Produksi Industri Kecil Menangah di NTB dinilai sudah bagus terutama olahan makanan. Namun selama ini yang menjadi kendala dalam pemasaran yaitu kemasan produk.

“Jadi ini program tahun 2021 untuk membagi 1.000 alat kemasan sederhana dan buatan IKM. Untuk dibagikan kepada UKM. Sasarannya UKM di NTB yang khususnya ultra mikro,” ujar Kepala Dinas Perindustrian NTB, Hj. Nuryanti pada, Jumat (20/11/20)

Menurut Nuryanti, alat kemasan yang akan dibagikan masih dalam bentuk sederhana sehingga bisa dimanfaatkan oleh para pelaku usaha.

Bahkan  Dinas Perindustrian sekarang melakukan pendampingan per kabupaten terkait penggunaan kemasan. Sekaligus membagi hand sealer dengan bentuk kelompok.

“Tahun depan kita akan masifkan kepada masyarakat pendampingan alat kemasan sederhana. Khususnya ultra mikro, sehingga produknya berapa pun tapi kemasan bisa tetap bersaing,” jelasnya.

Ia menyatakan , pembagian alat kemasan tersebut dapat meningkatkan kualitas produk dihasilkan oleh pelaku usaha di NTB.

Selain itu, Dinas Perindustrian NTB akan memberikan pendampingan kepada pelaku usaha. Sehingga produk yang dihasilkan bisa bersaing dengan yang lain.

“Permasalahan kita hanya kemasan. Dari segi rangka sudah bagus, inovasi sudah sangat banyak. Dengan alat sederhana dan pendampingan membuat design dan kemasan standar kita akan dampingin,” ungkapnya.

Diakui, produk usaha ultra mikro di NTB sudah memiliki pangsa pasar. Namun cukup sulit berkembang karena terkendala pada kemasan yang masih dibawah standar.

Sehingga dengan pembagian mesin kemasan ini bisa meningkatkan kualitas produk para pelaku usaha di daerah ini.

“Ini sedang kita upayakan untuk mempunyai kemasan yang memiliki daya saing, sehingga harga produk itu bisa ditekan,” ucapnya.

Saat ini alat tersebut masih dalam tahap produksi dan akan dibagikan tahun 2021 mendatang. Mesin kemasan ini merupakan produk IKM di NTB. Data-data penerima bantuan mesin kemasan sudah ada dan tersebar di seluruh kabupaten/kota di daerah ini.

“Datanya  sudah masuk berapa banyak IKM yang dapat dan kita akan bagikan kesemua kabupaten/kota secara bertahap,” kata Nuryanti.

Aya




NTB Tuan Rumah Kejuaraan Nasional IOF Seri pertama, Gubernur Buka Rakernas IOF 2020

Kejuaraan Nasional IOF menjadi ajang pemanasan sebelum perhelatan MotoGP berlangsung

LOBAR.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah membuka Rakernas Indonesia Off-Road Federation (IOF) 2020 di Hotel Aruna Senggigi Lombok Barat, Jumat (20/11/20).

Mengusung tema “Strengthen Communication Based On Information Technology For Mutual Progress”, Rakernas IOF berlangsung dari tanggal 19 sampai dengan 21 November 2020.

Gubernur H Zulkieflimansyah

Gubernur menyampaikan terima kasih atas ditunjuknya NTB selaku tuan rumah Rakernas IOF tahun ini.

Diharapkan, Rakernas berjalan lancar dan sukses, Ia mengajak peserta Rakernas untuk turut pula meluangkan waktu menikmati keindahan alam selama berada di NTB.

“Karena itu kami dari Pemerintah Provinsi NTB merasa sangat tersanjung, para sahabat semua berkenan datang di tempat kami,” ucapnya.

Bang Zul panggilan akrab Gubernur menyebut, kegiatan off-road mempunyai warisan yang bukan hanya sekadar program-program kerjanya.

Lebih dari itu, warisan terbesar dari kegiatan off-road dikatakan Bang Zul ialah rasa persaudaraan dan kekeluargaannya.

Bang Zul kemudian menyinggung tema yang diangkat Rakernas IOF yakni “Strengthen Communication Based On Information Technology For Mutual Progress”.  Tema yang diusung begitu menarik, karena menarik Informasi dan Teknologi (IT) di dalamnya.

Ia berharap keberadaan IT dapat menjadi sarana untuk memperbaiki dan membangun jembatan komunikasi yang lebih baik lagi.

“Nanti kami akan melakukan apa saja yang bisa dibantu supaya kegiatan ini sukses di kemudian hari,” tutur Bang Zul.

Bang Zul sempat meminta kegiatan off-road ke depan memiliki warna yang berbeda.  Salah satunya dengan menghadirkan sejumlah kendaraan listrik yang tentunya merupakan karya dari anak-anak muda di daerah.

“Karena NTB ini Alhamdulillah berkah juga dari musibah bukan hanya mampu membuat produk-produk lokal berteknologi tinggi, tapi anak-anak NTB mampu membuat sepeda motor listrik dengan kualitas yang internasional,” ungkapnya.

Bang Zul optimis kegiatan off-road akan memiliki warna dan daya tarik tersendiri , terlebih dalam menyambut dan menyemarakkan gelaran MotoGP Mandalika 2021..

Ketua Umum IOF, Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, MH bersyukur kegiatan Rakernas dapat berlangsung di NTB dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan.

Dijelaskan, Rakernas IOF merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan guna mensinergikan dan mengesahkan program kerja untuk tahun 2021.

“Alhamdulillah, kerinduan rekan-rekan untuk berkumpul hari ini terobati dengan kita bisa hadir bersama, untuk duduk bersama dalam rangka Rakernas 2020,” ungkapnya.

Sam juga menyampaikan, IOF berupaya meningkatkan konsistensi demi mengoptimalkan potensi baik di skala nasional hingga internasional. Dengan begitu, kahadiran IOF diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Salah satu upaya menyukseskan upaya ini, Sam mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu IOF telah melakukan rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR RI.

Rapat tersebut dalam rangka memberikan partisipasi menyusun, memberi sumbangsih terhadap isian masalah tentang sistem olahraga nasional.

“Disepakati bahwa kita nantinya akan diakomodir dalam Undang-Undang Sistem Olahraga Nasional dan Insya Allah olahraga off-road ini akan menjadi salah satu cabang olahraga dalam sistem keolahragaan nasional,” ungkap Sam.

Lebih lanjut, Sam mengarahkan seluruh jajaran IOF untuk tetap melaksanakan berbagai kegiatan positif yang menambah erat kesetiakawanan dan juga tetap mengedepankan protokol kesehatan yang telah dianjurkan.

“IOF akan mengoptimalkan seluruh potensi dan sinergi internal guna menghasilkan organisasi IOF yang satu dan solid melalui perubahan yang lebih baik serta peningkatan komunikasi internal, eksternal yang terjalin harmonis dengan keterbukaan dalam hubungan kerjasama dengan semua pihak,” jelasnya.

Sam juga memberikan dukungan penuh terhadap NTB yang akan segera menjadi salah satu tuan rumah perhelatan akbar MotoGP 2021 di Mandalika, Lombok Tengah. Tak sampai di situ, Ia juga turut menyetujui usulan Pengda IOF NTB untuk menggelar event Kejuaraan Nasional Indonesia Off-Road Federation seri pertama.

NTB Tuan Rumah

Sebelumnya, Ketua Pengda IOF Provinsi NTB, Dr. H. L. Herman Mahaputra menyerukan kesiapan NTB sebagai tuan rumah event Kejuaraan Nasional Indonesia Off-Road Federation seri pertama. Ia berharap seluruh dukungan dari jajaran Pemprov NTB dalam menyukseskan hal tersebut.

Hal ini juga disebut Herman dapat sekaligus menjadi ajang pemanasan sebelum perhelatan MotoGP berlangsung.

“Kami Pengurus Daerah (Pengda) IOF NTB sudah melakukan 2 kali eksekusi di Mandalika, kami lihat juga disitu masih lumayan luas dan kami Pengda NTB bercita-cita ingin melakukan kegiatan produktif,” terangnya.

Sementara untuk penyelenggaraan Rakernas, Ia bersyukur kegiatan ini akhirnya dapat dilaksanakan setelah sebelumnya mengalami penundaan. Ia Menjelaskan bahwa kegiatan Rakernas semula dijadwalkan berlangsung pada bulan maret lalu, namun harus ditunda dikarenakan pandemi Covid-19.

Untuk itu, Ia berharap poin-poin terhadap regulasi pada Rakernas 2019 yang seharusnya diaplikasikan pada tahun ini dapat ditingkatkan untuk kemudian dilaksanakan pada tahun 2021 mendatang.

Pembukaan Rakornas IOF dihadiri Danrem 162/WB, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB, Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB, serta Pengurus Daerah (Pengda) IOF se-Indonesia.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 19 Nopember 2020, Bertambah 39 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 22 Orang, Kasus Kematian 4 (Empat) Orang

Hingga hari Kamis ini penambahan kasus baru Covid-19 masih terus terjadi

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia Mataram, Laboratorium TCM RSUD Bima dan Laboratorium TCM RSUD Dompu  mengkonfirmasi, ada tambahan 39 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Kamis (19/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 362 sampel dengan hasil 305 sampel negatif, 18 sampel positif ulangan, dan 39 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh  22 orang, kasus kematian 4 (empat) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 39 kasus baru terkonfirmasi positif, 22 tambahan sembuh baru, dan 4 (empat) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis ini (19/11/20) sebanyak 4.556 orang, dengan perincian 3.743 orang sudah sembuh, 245 meninggal dunia, serta 568 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata alu Gita Aryadi.

Diharapkan, petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat Covid-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid19.

TAMBAHAN 39 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 22 ORANG, KASUS KEMATIAN 4 (EMPAT) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4518, an. TWMP, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  2. Pasien nomor 4519, an. H, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  3. Pasien nomor 4520, an. ASU, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kabupaten Rembang, Provinsi JawaTengah. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  4. Pasien nomor 4521, an. SM, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  5. Pasien nomor 4522, an. SN, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  6. Pasien nomor 4523, an. AR, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Raba Dompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  7. Pasien nomor 4524, an. II, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  8. Pasien nomor 4525, an. RF, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Panggi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  9. Pasien nomor 4526, an. MNH, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  10. Pasien nomor 4527, an. IW, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  11. Pasien nomor 4528, an. TS, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  12. Pasien nomor 4529, an. R, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  13. Pasien nomor 4530, an. A, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  14. Pasien nomor 4531, an. BSN, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram;
  15. Pasien nomor 4532, an. I, perempuan, usia 90 tahun, penduduk Desa Madaprama, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  16. Pasien nomor 4533, an. IMRW, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  17. Pasien nomor 4534, an. AHH, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  18. Pasien nomor 4535, an. INA, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  19. Pasien nomor 4536, an. IWSP, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  20. Pasien nomor 4537, an. J, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patuh Patut Patju Gerung;
  21. Pasien nomor 4538, an. MF, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  22. Pasien nomor 4539, an. INN, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  23. Pasien nomor 4540, an. PS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  24. Pasien nomor 4541, an. APP, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram;
  25. Pasien nomor 4542, an. E, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Mura, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  26. Pasien nomor 4543, an. RF, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  27. Pasien nomor 4544, an. DNO, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Loka, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  28. Pasien nomor 4545, an. FAF, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  29. Pasien nomor 4546, an. SA, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Kelayu Jorong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  30. Pasien nomor 4547, an. SH, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Kembang Sari, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  31. Pasien nomor 4548, an. AAA, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Lendang Ara, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  32. Pasien nomor 4549, an. S, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4271. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  33. Pasien nomor 4550, an. H, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4271. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  34. Pasien nomor 4551, an. R, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  35. Pasien nomor 4552, an. KA, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4271. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  36. Pasien nomor 4553, an. F, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4271. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  37. Pasien nomor 4554, an. I, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4271. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 2 Sumbawa;
  38. Pasien nomor 4555, an. LEP, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  39. Pasien nomor 4556, an. H, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Buin Baru, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Buer.

Hari Kamis  terdapat penambahan 22 orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3950, an. SH, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Oi Mbo, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima;
  2. Pasien nomor 4007, an. NN, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  3. Pasien nomor 4009, an. Z, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  4. Pasien nomor 4101, an. AM, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  5. Pasien nomor 4120, an. MSR, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  6. Pasien nomor 4121, an. AH, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  7. Pasien nomor 4122, an. DNZ, perempuan, usia 13 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  8. Pasien nomor 4123, an. EM, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  9. Pasien nomor 4124, an. ASS, perempuan, usia 13 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  10. Pasien nomor 4125, an. J, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Kelanir, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  11. Pasien nomor 4186, an. DK, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  12. Pasien nomor 4187, an. MA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  13. Pasien nomor 4189, an. R, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  14. Pasien nomor 4194, an. K, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  15. Pasien nomor 4195, an. EWR, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  16. Pasien nomor 4196, an. IH, perempuan, usia 89 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  17. Pasien nomor 4243, an. NK, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  18. Pasien nomor 4277, an. S, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Desa Luar, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa;
  19. Pasien nomor 4278, an. EA, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  20. Pasien nomor 4279, an. KA, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  21. Pasien nomor 4380, an. MII, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Waringin, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur;
  22. Pasien nomor 4381, an. ES, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Pringgajurang, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Kamis ini juga terdapat penambahan 4 (empat) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 4419, an. H, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Pasien dilakukan tatalaksana Covid-19;
  2. Pasien nomor 4483, an. N, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Desa Selebung Borok, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien dilakukan tatalaksana Covid-19;
  3. Pasien nomor 4490, an. R, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Desa Rade, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Pasien memiliki riwayat penyakit komorbid dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  4. Pasien nomor 4528, an. TS, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien memiliki riwayat penyakit komorbid dan dilakukan tatalaksana Covid-19.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, hingga hari ini penambahan kasus baru Covid-19 masih terus terjadi.

Ia menghimbau seluruh warga NTB menjaga kewaspadaan,  dengan menerapkan 3M dan 1T, dengan mamakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak minimal dua meter serta tidak berkerumun dan menjauhi keramaian.

Mari kita sayangi dan saling menjaga keselamatan diri kita dan orang-orang disekitar kita.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi, kerja sama dan tetap semangat untuk melakukan pembinaan, sosialisasi dan edukasi secara humanis dan persuasif untuk meminimalisir jatuhnya korban akibat Covid-19,” kata Lalu Gita.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Peduli Pariwisata Lombok, HBK Luncurkan Kursus Bahasa Inggris Gratis

Menurut HBK, masa pandemi harus bisa dijadikan kesempatan bagi para pelaku dan SDM pariwisata di P. Lombok untuk terus berbenah dan mempersiapkan diri menyambut masa new normal nantinya

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, H. Bambang Kristiono, yang akrab disapa HBK  meluncurkan program beasiswa kursus bahasa Inggris gratis, Kamis(19/11/20).

Kegiatan yang dilakukan secara virtual ini diikuti oleh 200 peserta penerima beasiswa di P. Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Hadir dalam kegiatan peluncuran, para calon peserta penerima beasiswa serta perwakilan dari Bakti Kemkominfo juga management startup Bahaso.

Program beasiswa kursus bahasa Inggris gratis ini diberikan kepada 200 penerima beasiswa, yang terdiri dari para pelajar, mahasiswa, guru sekolah, tour guide, anggota Pokdarwis (kelompok sadar wisata), dan pemilik losmen atau hostel.

HBK mengatakan, program ini terwujud atas kerjasama dengan Bakti Kemkominfo dan Bahaso, sebuah startup pemegang lisensi aplikasi bahasa Inggris.

“Ini sebagai bentuk kepedulian kami, untuk mendorong semangat bangkitnya pariwisata di P. Lombok, di masa new normal ini”, kata HBK, saat membuka peluncuran kursus bahasa Inggris gratis tersebut.

Menurutnya, melalui program ini para peserta akan menjalani kursus bahasa Inggris secara daring, selama 12 bulan.

Kelas kursus akan dibagi sesuai dengan tingkatannya masing2 mulai dari pre-elementary, elementary, intermediate, hingga advance.

Yang menarik dan membanggakan, setiap peserta yang lulus di setiap level nantiya akan mendapatkan E-Sertifikat dari Universitas Indonesia.

Lebih jauh HBK mengungkapkan, program ini diluncurkan di P. Lombok karena P. Lombok kedepan merupakan salah satu destinasi wisata andalan nasional.

Kemampuan berbahasa Inggris, papar HBK, menjadi salah satu prasyarat sebuah destinasi untuk bisa menangkap peluang di sektor pariwisata.

“Kursus bahasa Inggris seperti ini diharapkan akan membantu meningkatkan kapasitas SDM pariwisata di P  Lombok,” ujar HBK

Meski saat ini sektor pariwisata P. Lombok turut terdampak pandemi, HBK tetap memberikan motivasi agar masyarakat tetap optimis menatap hari depan.

Menurut HBK, masa pandemi harus bisa dijadikan kesempatan bagi para pelaku dan SDM pariwisata di P. Lombok untuk terus berbenah dan mempersiapkan diri menyambut masa new normal nantinya. Apalagi, P. Lombok juga terus berbenah dan bersiap untuk menyambut gelaran event internasional MotoGP.

“Pandemi memang berdampak pada pariwisata, tapi hal ini bukan hanya di P. Lombok tapi menasional dan bahkan internasional. Cara terbaik kita dalam menyikapinya adalah dengan lentur beradaptasi. Penerapan protokol kesehatan 3M harus terus diedukasikan, dan juga kesempatan ini kita gunakan untuk peningkatan kapasitas SDM kita, yang salah satunya adalah dengan penyelenggaraan kursus bahasa Inggris seperti ini,” papar HBK.

HBK berharap, dengan program kursus bahasa Inggris ini, dan segenap upaya pemerintah pusat maupun daerah, maka sektor pariwisata P. Lombok bisa bangkit dan bergairah kembali seperti sedia kala.

Menutup sambutannya, HBK meminta para peserta penerima beasiswa kursus bahasa Inggris gratis ini, untuk bisa memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Dengan kemampuan bahasa Inggris yang memadai, para peserta diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang handal. Terutama untuk sektor pariwisata kita di P. Lombok,” kata HBK.

Me (*)




JNK-KIS Andalan Sang Calon Bapak  Muda

Anam pun sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan dan  pemerintah,  dengan adanya program JKN- KIS ini tentunya sangat membantu ia dan keluarganya

MATARAM.lombokjournal.com

Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS) adalah salah satu program yang sangat membantu untuk masyarakat Indonesia pada saat masa pandemi.

BPJS Kesehatan sebagai pengelola program jaminan kesehatan adalah salah satu sarana yang tepat untuk menjamin kesehatan masyarakat.

Seperti salah satu calon bapak muda yang satu ini bernama Khaerul Anam (26) pada saat masa pandemi seperti ini JKN – KIS andalan sang calon bapak muda ini.

Menurutnya perlindungan kesehatan itu sangatlah penting, ibarat pepatah mengatakan “sedia payung sebelum hujan”.

“Dimasa pendemi ini kartu Jaminan kesehatan sangatlah penting karena sekarang biaya pengobatan sudah serba mahal dan menurut saya ini adalah pilihan yang tepat untuk saya dan keluarga disaat istri sedang mengandung anak pertama”. ujar Anam saat ditemui tim jamkesnews di rumahnya.

Tak hanya menjaga dirinya beserta istri tetapi juga menjaga sang calon buah hati lahir kedunia dengan sehat, tentunya memiliki kartu JKN-KIS sangatlah penting untuk persalinan sang istri.

Tentunya tidak kalah penting dengan menjaga kondisi sang istri dan si calon buah hati untuk lahir kedunia.

“Dengan adanya kartu JKN – KIS ini saya dan istri tidak khawatir lg dengan biaya pengobatan apabila sakit, apalagi biaya persalinan untuk kelahiran sang buah hati nantinya karna terkadang kita tidak tahu apa yang akan terjadi, maka dari itu JKN-KIS ini sangatlah penting untuk saya,istri dan sang buah hati,” ungkap Anam

Anam pun sadar akan pentingnya Jaminan Kesehatan maka dari itu ia pun tidak mau luput untuk memperhatikan jaminan kesehatannya untuk dirinya dan keluarga.

Anam pun sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan dan  pemerintah,  dengan adanya program JKN- KIS ini tentunya sangat membantu ia dan keluarganya.

“Saya pun sangat berterima kasih dengan pemerintah dan BPJS kesehatan ini, karena dengan adanya program JKN – KIS, saya dan keluarga dapat terbantu jaminan kesehatnnya sehingga saya tidak perlu lagi memikirkan biaya berobat kami dikala kami jatuh sakit atau pun biaya persalinan istri saya,” kata Anam tersenyum lega.

dh/yn/Jamkesnews




Penataan Pasar Jadi Prioritas SALAM, Mewujudkan Mataram Cemerlang

Jika pasar ditata kembali lebih rapi maka minat dan animo masyarakat berbelanja ke pasar tradisional juga akan meningkat

MATARAM.lombokjournal.com

Gagasan Selly-Manan (SALAM) untuk melakukan revitalisasi pasar tradisional yang sempat muncul dalam Debat Publik Kedua Pilkada Kota Mataram, menjadi perhatian masyarakat.

Mempercantik pasar dengan mendorongnya menjadi pasar wisata, bukan saja akan menciptakan kenyamanan dan kebersihan, tetapi juga mengikis disparitas yang terjadi saat ini antara pasar tradisional dan gerai modern.

“Revitalisasi pasar tradisional yang disampaikan bu Selly dalam debat kedua, saya rasa paling realistis. Dan ini memang masalah pasar ini harus segera dibenahi,” kata wirausahawan yang juga pemerhati lingkungan, Syawaluddin.

Menurut Syawal, pasar bisa menjadi cermin utama perkotaan. Sebab jika pasar tradisional di sebuah kota sudah terkesan bersih dan rapih, tentu Kota tersebut juga pasti bersih dan rapi.

Sebab, papar Syawal, sebagian besar produksi sampah perkotaan ini bersumber dari aktivitas pasar.

“Jadi memang kalau mau Kota-nya bersih, ya bereskan dulu pengelolaan pasar, penataannya hingga penanganan sampahnya,” katanya.

Pedagang kelontong di Pasar Kebon Roek, Nur Rahmi, juga menyambut baik gagasan SALAM untuk merevitalisasi pasar.

Ia menilai jika pasar ditata kembali lebih rapi maka minat dan animo masyarakat berbelanja ke pasar tradisional juga akan meningkat.

Menurutnya, saat ini kebanyakan yang berbelanja di pasar adalah masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Mereka yang lebih mampu akan memilih ke pasar mini modern atau gerai modern.

“Nah di saat pandemi seperti sekarang dimana daya beli masyarakat juga sepi, maka kita sebagai pedagang pun banyak kehilangan omzet,” katanya.

Rahmi berharap dengan revitalisasi pasar maka stigma bahwa pasar tradisional itu kotor dan kumuh bisa berubah. Sehingga animo untuk berbelanja ke pasar juga bisa terus bertumbuh.

Revitalisasi Pasar dan Potensi Wisata

Gagasan revitalisasi pasar tradisional di Kota Mataram disampaikan Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani dalam debat publik kedua Pilkada Kota Mataram, akhir pekan lalu.

Selly menyampaikan hal ini sebagai solusi pengelolaan terintergrasi beberapa sektor penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) seperti, Parkir, Pasar, dan Persampahan.

Pengelolaan terintgrasi bukan saja memaksimalkan realisasi PAD semata, tepai juga memberi nilai tambah seperti aspek kebersihan, dan perputaran ekonomi masyarakat yang didukung sektor pariwisata nantinya.

“Revitalisasi pasar tradisional ini penting. Ke depan pasar kita harus bersih dan nyaman, dengan konsep pasar wisata,” kata Selly Andayani, Kamis  (19/11/20) di Mataram.

Ia memaparkan, kondisi saat ini di sejumlah daerah perkotaan pasar tradisional hampir ditinggalkan oleh masyarakatnya bila tidak benar-benar dijaga dan dipelihara dengan baik.

Munculnya pasar-pasar modern atau swalayan memang cukup mengancam keberlangsungan hidup pasar tradisional.

Di kota-kota besar khususnya, nilai sosial budaya pasar hampir punah karena orang cenderung memilih belanja di swalayan yang bersih dan tanpa menawar harga.

Bagi SALAM dibutuhkan upaya yang kuat dari pemerintah dan masyarakat dalam upaya menghidupkan kembali semangat pasar tradisional di Kota Mataram.

Itulah yang akan dilakukan SALAM di Kota Mataram nantinya. Bukan hanya menggerakkan kembali semangat belanja di pasar.

Lebih dari itu, hal ini diharapkan mampu mengintegrasikan pasar dan pariwisata sehingga wisatawan pun datang dan berbelanja ke pasar.

Ke depan, pengelolaan parkir, pasar, dan persampahan industri akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang akan dibentuk. Hal ini agar pengelolaannya lebih profesional.

Beberapa Kota besar sudah melakukan ini dan berhasil, misalnya di Kota Bandung, Jabar dan juga Denpasar, Bali.

“Konsepnya pasar tradisional harus bersih dan rapi, sehingga orang nyaman datang. Pengelolaannya kita serahkan ke BUMD yang khusus mengelola Pasar, Parkir, dan Persampahan,” ujar Selly

Ke depan pasar tradisional di Kota Mataram jugamenyediakan space atau lapak khusus untuk industri kuliner dan juga kerajinan. Sehingga pasar bisa menjadi tempat yang menyeyangkan dan bisa menjadi alternatif berekreasi warga Mataram dan juga wisatawan yang datang.

Space kreatif ini juga bisa menjadi wadah bagi tumbuhnya wirausaha baru di Kota Mataram.

“Bukan hal yang sulit atau tidak mungkin untuk membenahi pasar kita. Ini hanya masalah goodwill pemerintah saja, SALAM optimistis bisa melakukan yang terbaik untuk perekonomian masyarakat kita,” pungkasnya.

Me (*)