Pemerintah Umumkan Seleksi Penerimaan 1 Juta Guru Melalui Jalur P3K

MATARAM.lombokjoural.com  –

Angin segar bakal segera didapatkan para guru honorer yang selama ini mengabdikan diri sebagai guru di sekolah negeri maupun swasta.

Pemerintah mengumumkan akan memberikan kesempatan untuk menyelenggarakan seleksi penerimaan 1 juta guru di seluruh Indonesia, secara bertahap.

Pengumuman seleksi penerimaan guru dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) ini disampaikan Wakil Presiden RI Prof. Dr. KH Makruf Amin melalui konferensi video yang digelar secara virtual, Senin (23/11/20) langsung dari Istana Wakil Presiden.

Bersama Wapres turut hadir Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Wapres Makruf Amin memahami bahwa tugas dan peran guru sangat strategis dalam membangun kualitas sumberdaya manusia Indonesia dengan pekerjaan dan tanggungjawab yang demikian besar.

Namun tidak sebanding dengan penghargaan atau gaji yang diterima oleh tenaga pendidik ini setiap bulannya.

“Namun pengabdian seorang guru di tengah medan dan situasi yang sulit seperti saat ini tidak pernah menurun demi mendarmabaktikan dirinya bagi keberlangsungan generasi Indonesia emas yang akan melanjutkan perjuangan bangsa dan negara ini,” kata mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Karena itu Wapres mengingatkan bagi guru-guru honorer untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam menghadapi sleksi guru P3K pada 2021 mendatang. Setiap calon guru P3K memiliki kesempatan yang seluas-luasnya untuk bisa mendaftar dan mengikuti ujian sleksi ini dengan baik.

“Hanya guru yang memilikki kualitas dan kemampuan secara akademik dalam tahapan mengikuti sleksi nanti yang bisa ditetapkan sebagai guru P3K oleh pemerintah,” jelas Wapres dari kalangan ulama ini.

Menteri Pendidikan mengungkapkan pengalamannya selama turun ke daerah-daerah pelosok sekalipun, bahwa semangat guru dalam proses belajar-mengajar ditengah keterbatasan penghargaan berupa upah atau gaji yang minim.

Namun motivasi pengabdiannya cukup tinggi. Bagi Menteri, banyak guru yang ditemuinya memiliki kapasitas dan kemampuan mengajar yang tidak diragukan lagi. Hanya belum mendapatkan hak-hak yang layak dari sisi pendapatan dibandingkan dengan guru-guru yang sudah berstatus PNS.

“Karena itu kesempatan baik saat ini hendaknya diambil oleh para guru honorer untuk mengikuti tahapan sleksi untuk bisa menjadi guru dengan status P3K dan akan memperoleh pendapatan yang lebih layak untuk merubah nasib guru ke depan yang lebih baik.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan pemerintah pusat sudah menyiapkan penggajian bagi tenaga guru yang lulus melalui rekruitmen guru P3K tahun 2021.

Karena bagaimanapun juga dalam situasi apappun termasuk dalam kondisi Covid-19 saat ini, proses belajar-mengajar bagi anak didik harus terus dilakukan dan tidak boleh terhenti.

Untuk itu pemerintah menganggarkan melalui APBN 2021 dengan nilai belanja yang cukup signifikan bagi lancarnhya proses belajar-mengajar di seluruh institusi Pendidikan.

Terpisah Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB M Nasir, SH mewakil Sekretaris Daerah NTB menambahkan, peluang tenaga guru honorer di NTB untuk mengikuti sleksi ini sangat besar untuk bisa lulus sebagai tenaga guru P3K.

Karenanya para guru hendaknuya mempersiapkan diri dengan baik untuk bisa berkompetensi dengan nilai yang baik agar bisa masuk sebagai tenaga guru P3K.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB ini juga mengingatkan kepada para guru honorer yang akan mengikuti seleksi untuk hendaknya percaya diri dengan kemampuan masing-masing dan berusaha menghindari calo atau janji-janji untuk bisa lulus dari oknum-oknum yang kurang bertanggungjawab.

Proses sleksi yang dilakukan nanti dilakukan secara transparan dan jauh dari prakrek-praktek yang merugikan peserta.

IKP@Diskominfo NTB




Resmikan Rumah Perempuan KAMMI, Hj. Niken Berharap Jadi Pusat Edukasi

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M. Sc meresmikan Rumah Perempuan KAMMI Mataram, Senin (23/11/2020).

Rumah Perempuan KAMMI tersebut terletak di Jln Raya Sembada Asri Blok E No 1, Depan Masjid Perumahan Griya Sembada Asri, Kekalik Mataram.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Niken menyampaikan harapannya, agar Rumah Perempuan KAMMI Mataram ini bisa menjadi pusat edukasi terutama bagi masyarakat sekitar, sebagai tempat belajar anak-anak dan sebagai tempat diskusi untuk membangun tradisi literasi.

“Saya berharap nantinya alumni Rumah Perempuan ini akan menjadi alumni yang hebat, mereka-mereka yang ditempa disini dan bukan hanya untuk para pengurus tapi bagaimana agar Rumah Perempuan ini jadi sumber mata air bagi masyarakat sekitar, sebagai tempat belajar anak-anak di sekitar lingkungan, baik belajar mengaji dan lain-lain” ujarnya.

Hj. Niken menanti  kolaborasi  bersama antara Rumah Perempuan KAMMI  dengan ibu-ibu PKK yang selama ini cukup aktif dengan berbagai kegiatan yang produktif.

“Saya tunggu kegiatan-kegiatan di sini, dan saya pikir harus ada kegiatan untuk anak-anak, remaja dan ibu-ibu, dan nantinya bisa juga berkolaborasi dengan ibu-ibu PKK. Saya berharap semoga Rumah Perempuan KAMMI bisa berkah dan bermanfaat,” katanya. .

Ketua KAMMI Mataram Arif Rahman mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi Ketua TP PKK NTB yang telah meluangkan waktunya untuk meresmikan Rumah Perempuan KAMMI Mataram.

“Saya membayangkan di ruangan sederhana ini saya berharap lahirnya perempuan perempuan pelanjut Bu Niken di masa yang akan datang” harapnya.

Peresmian Rumah Perempuan KAMMI Mataram ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Hj. Niken dan diakhiri dengan foto bersama seluruh Perempuan KAMMI Mataram.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Senin, 23 Nopember 2020, Bertambah 14 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 9 (Sembilan) Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Untuk mencegah penularan Covid-19 diperlukan perubahan perilaku masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RSUD dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium TCM RSUD H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, dan Laboratorium TCM RSUD Domp mengkonfirmasi, ada tambahan 14 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Senin (23/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 560 sampel dengan hasil 541 sampel negatif, 5 (lima) sampel positif ulangan, dan 14 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 9 (Sembilan) orang,  tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan adanya tambahan 14 kasus baru terkonfirmasi positif, 9 (sembilan) tambahan sembuh baru dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Senninn ini (23/11/20) sebanyak 4.623 orang, dengan perincian 3.787 orang sudah sembuh, 246 meninggal dunia, serta 590 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Ariadi.

TAMBAHAN 14 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 9 (Sembilan)  ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4610, an. MS, perempuan, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS Unram dan Puskesmas Pagesangan;
  2. Pasien nomor 4611, an. GP, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  3. Pasien nomor 4612, an. SP, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Surabaya, Jawa Timur. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  4. Pasien nomor 4613, an. MA, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Sibolga, Sumatera Utara. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Wisma Seganteng;
  5. Pasien nomor 4614, an. SF, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Kandai 2, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  6. Pasien nomor 4615, an. AH, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  7. Pasien nomor 4616, an. RN, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Dompu dan Puskesmas Dompu Kota;
  8. Pasien nomor 4617, an. R, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Nangakara, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  9. Pasien nomor 4618, an. Y, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  10. Pasien nomor 4619, an. M, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pasien merupakan pelaku perjalanan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Darurat Asrama Haji Mataram;
  11. Pasien nomor 4620, an. SB, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir;
  12. Pasien nomor 4621, an. YA, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Sandubaya, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  13. Pasien nomor 4622, an. MB, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Gunung Rajak, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4473. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  14. Pasien nomor 4623, an. KA, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkitCovid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Hari Senin  terdapat 9 (sembilan) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19 :

  1. Pasien nomor 3896, an. TA, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  2. Pasien nomor 4024, an. IGP, laki-laki, usia 6 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  3. Pasien nomor 4031, an. RP, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  4. Pasien nomor 4203, an. BPP, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Sebewe, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa;
  5. Pasien nomor 4204, an. J, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Sebewe, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa;
  6. Pasien nomor 4214, an. IP, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4248, an. H, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 4387, an. BN, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara;
  9. Pasien nomor 4514, an. MZ, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa.

Lalu Gita Ariadi mengatakan, untuk mencegah penularan Covid-19 diperlukan perubahan perilaku masyarakat yang menyangkut 3 hal.

Dijelaskannya,  pertama Iman, yaitu beribadah sesuai dengan agamanya , dan kedua Aman, yaitu patuh terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yang dikenal dengan istilah 3M, yaitu memakai  masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun.

“Dan ketiga Imun yaitu istirahat cukup, olahraga teratur, tidak panik, bergembira, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Setiap orang harus mau dan mampu melakukan perubahan perilaku kepatuhan 3M sehingga dapat mencegah terjadinya penularan Covid-19,” kata Lau Gita Ariadi.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Usai Tinjau Aset Pemprov di Gili Trawangan, Gubernur Tandatangani Kantor Kajati

KPK juga tidak menginginkan  pemerintah dan pihak ketiga yang menguasai aset Pemprov NTB  di gili ada yang merasa dirugikan, harus sama-sama diuntungkan

KLU.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Koordinator Wilayah III, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Aida Ratna Zulaiha, Asisten Perdata dan Tatausaha Negara (Asdatun) Kajati NTB dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah Provinsi NTB beserta Pemda Kabupaten Lombok Utara, meninjau  keberadaan aset berupa lahan milik Pemerintah Provinsi seluas 65 hektare di Gili Trawangan, Senin (23/11/20).

Pemerintah Provinsi NTB melakukan upaya serius untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi pengelolaan aset daerah.

Usai menandatangani SKK

Pemerintah Provinsi NTB akan terus membangun koordinasi dengan KPK dan Asdatun Kajati NTB untuk menemukan solusi terbaik dalam pengelolaan Aset daerah di Gili Trawangan yang masih dikuasai oleh pihak ketiga.

Aida Ratna Zulaiha selaku Koordinator Wilayah III KPK yang membawahi wilayah NTB, DKI, Aceh dan Sulawesi Utara mengatakan, KPK menjalankan upaya pencegahan korupsi melalui penataan aset daerah.

KPK tidak menginginkan agar pemerintah dan pihak ketiga yang menguasai aset tidak ada yang merasa dirugikan.

Ke depan pemerintah bersama pihak ketiga dan masyarakat harus duduk bersama, mendiskusikan solusi terbaik dalam pengelolaan aset daerah.

“KPK menginginkan Pemerintah, pihak ketiga dan masyarakat harus sama-sama diuntungkan, tidak boleh ada yang dirugikan,” kata Aida.

Asdatun Kajati NTB mengatakan, pihaknya akan bekerja melakukan kajian untuk memberikan masukan penanganan aset Pemprov di Gili Trawangan, setelah dilakukan penandatanganan Surat Kuasa Khusus (SKK), dari Pemerintah Provinsi NTB kepada Kajati NTB.

Selain itu, Asdatun Kajati NTB juga perlu mendengarkan presentasi dari pihak Pemprov tentang kronologis dari awal hingga akhir, terkait persoalan aset Pemprov NTB di Gili Trawangan.

“Kami akan bekerja melakukan kajian setelah penandatangan SKK,” ujarnya.

Menandatangani SKK

Gubernur  Zul usai  melakukan peninjauan keberadaan aset Pemprov  di Gili Trawangan Kabupaten Lombok Utara, Senin (23/11/20) langsung menandatangani surat kuasa khusus (SKK), bantuan hukum non letigasi lahan Pemerindah Provinsi NTB.

SKK ini akan menjadi dasar Kajati NTB, untuk melakukan kajian terkait penyelesaian aset Pemprov NTB yang ada Gili Trawangan.

Penandatangan berlangsung di Kantor Kajati NTB, dari Gubernur NTB kepada Kajati NTB, disaksikan langsung Koordinator III, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Aida Ratna Zulaiha, Asisten Perdata dan Tatausaha Negara (Asdatun) Kajati NTB, dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah lingkup Provinsi NTB.

“Insya Allah akan dicoba untuk mencari jalan terbaik agar bermanfaat bagi masyarakat kita,  menguntungkan pemda dan tidak merugikan investor,” ucapnya

Koordinasi dengan KPK dan Kajati NTB untuk menemukan solusi terbaik dalam pengelolaan Aset daerah di Gili Trawangan akan terus digalakkan.

KPK juga tidak menginginkan  pemerintah dan pihak ketiga yang menguasai aset Pemprov NTB  di gili ada yang merasa dirugikan, harus sama-sama diuntungkan

Rr/HmsNTB




Buka Pekan Budaya Daerah, Gubernur Dorong Sekolah Terus Berinovasi

Acara menarik ini diadakan guna memeriahkan Gelar Budaya tahun ini, di antaranya Gebyar SMK, Gebyar PK-PLK, Gebyar SMA, Pameran Pagelaran Seni, Gelar Seni Tari, Musyawarah Kebudayaan dan berbagai kegiatan lainnya

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah membuka kegiatan Gelar Budaya yang berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, Senin (23/11/20).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mengapresiasi dan terkesan dengan berbagai terobosan yang dilakukan Dikbud Provinsi NTB, terlebih di masa pandemi seperti saat ini.

Hal ini diharapkan Gubernur dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi oleh jajaran Dikbud Provinsi NTB.

“Mudah-mudahan kekompakan ini bisa dijaga terus,” ucap Gubernur yang akrab disapa Bang Zul tersebut.

Ke depan, Bang Zul berharap Dikbud, Kepala Sekolah dan Sekolah-Sekolah yang ada di NTB dapat terus menghadirkan inovasi-inovasi demi kemajuan daerah. Sehingga, situasi pandemi Covid-19 tidak lantas menyurutkan semangat anak-anak muda NTB untuk tetap berkarya dan berprestasi.

“Selamat kepada para teman-teman Dikbud, yang dengan terobosan dan kreasinya yang luar biasa kita disuguhi hal-hal yang menarik. Saya begitu takjub dan terpesona oleh SMA dan SMK kita,” ungkap Bang Zul.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan melaporkan kegiatan Gelar Budaya merupakan rangkaian dari acara Pekan Kebudayaan Daerah, yang mulai berlaku diseluruh daerah di Indonesia mulai hari ini dan berlangsung pada bulan November.

“Karena dinas ini mengelola dua dimensi, pendidikan dan kebudayaan, maka kami menggabungkan dua dimensi itu, aktifitas kebudayaan dirangkaikan dengan ekspo untuk semester ini adalah ekspo pengolahan hasil bagi anak-anak SMK dan fokus konsentrasi di tata boga, kriya, tata busana dan sebagainya,” ujar Aidy.

Selain itu, Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan Gelar Budaya akan berlangsung selama satu minggu, tepatnya tanggal 23 sampai dengan 28 November 2020 ke depan.

Berbagai acara menarik diadakan guna memeriahkan Gelar Budaya tahun ini, di antaranya Gebyar SMK, Gebyar PK-PLK, Gebyar SMA, Pameran Pagelaran Seni, Gelar Seni Tari, Musyawarah Kebudayaan dan berbagai kegiatan lainnya.

“Oleh karena itu, rangkaian kegiatan kebudayaan ini berlangsung selama satu minggu dan nanti akan memperebutkan trofi Gubernur NTB bagi kabupaten/kota dan Insya Allah bupati/walikota yang hasil penilaian dari aktifitas kebudayaan selama satu tahun ini akan mendapatkan trofi Gubernur,” terangnya.

Rr/HmsNTB




Begini Cara BPJS Kesehatan Kumpulkan Iiuran Peserta

MATARAM.lombokjournal.com

Meski peserta program Jaminan Kesehatan Nasional sering diingatkan agar membayar iuran sebelum tanggal 10 tiap bulan, namun tunggakan iuran peserta jumlahnya masih cukup banyak.

Tentu berbagai alasan yang menyebabkan peserta belum membayar iuran itu tepat waktu. Bagaimana cara untuk mengumpulkan tunggakan iuran itu?

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tentu saja mempunyai cara untuk mengatasiya. Pihak BPJS Kesehata membeberkan lima strategi jitu mengumpulkan iuran dari peserta Jaminan JKN-KIS.

Strategi atau cara itu dibeberkan Direktur Pengawasan, Pemeriksaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan Bayu Wahyudi melalui keterangan persnya kepada media.

“Kelima strategi khusus BPJS Kesehatan dalam mengumpulkan iuran, yaitu pertama, melalui fasilitas autodebit yang diwajibkan untuk seluruh peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau mandiri,” kata.Bayu Wahyudi, seperti dikutip ANTARA, Jakarta, Jumat. (20/11/20).

Strategi berikutnya atau kedua dengan mengirim SMS Blast untuk mengingatkan tanggal jatuh tempo pembayaran iuran. Kemudian cara ketiga, melalui tele-collection, yaitu mengingatkan peserta JKN-KIS PBPU/mandiri melalui telepon.

Keempata, dengan cara penagihan iuran oleh kader JKN, yang melibatkan masyarakat, kepada peserta JKNKIS PBPU/mandiri. Dan tang terakhir atau kelima,  dengan crowd founding yang menggunakan dana tanggung jawab social perusahaan (CSR) dari perusahaan besar untuk mendaftarkan masyarakat sekitar ke JKN-KIS dan membiayai iurannya.

“Selama Januari hingga September 2020, pendapatan dari telecollection sebesar Rp295,54 miliar.  Sementara, dari 2.426 Kader JKN yang bermitra dengan BPJS Kesehatan tercatat berhasil mengumpulkan iuran sebesar Rp106,168 miliar sepanjang Januari hingga Oktober 2020,” katanya.

Bayu mengatakan, penerimaan iuran Program JKN-KIS didominasi oleh segmen peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), yaitu sebesar 37 persen.

Hal tersebut menunjukkan perhatian pemerintah yang sangat besar kepada masyarakat tidak mampu dengan memastikan mereka dapat mengakses layanan kesehatan.

Namun, jika dibandingkan dengan penerimaan iuran berdasarkan kategori peserta PBI dan peserta non-PBI, maka iuran dari Program JKN-KIS didominasi oleh kontribusi peserta Non PBI sebesar 51 persen dari total pendapatan.

“Berdasarkan data per Oktober 2020, realisasi pengumpulan iuran untuk semua segmen peserta adalah 92,31 persen, sedikit di bawah target Tahun 2020 sebesar 94,74 persen. Alasan utama rendahnya pencapaian tersebut adalah belum optimalnya tingkat pemungutan dari Pemerintah Daerah.

“Mengingat saat ini anggarannya dialokasikan untuk mengatasi pandemi COVID-19,” kata Bayu.

Rr/Ant




UPDATE Covid-19: Hari Sabtu, 21 Nopember 2020, Bertambah 10 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 30 Orang, Tidak Ada Kasus Kematian

Langkah pencegahan dan pengobatan paling penting yang dapat kita lakukan saat ini adalah tetap taat, disiplin dan waspada terhadap penyebaran Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Dompu, Laboratorium TCM RSUD Bima dan Laboratorium TCM RS H.L Manambai Sumbawa  mengkonfirmasi, ada tambahan 10 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Sabtu (20/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 182 sampel dengan hasil 172 sampel negatif, tidak ada sampel positif ulangan, dan 10 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 30 orang,  tidak ada kasus kematian.

Dijelaskan, adanya tambahan 10 kasus baru terkonfirmasi positif, 30 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (21/11/20) sebanyak 4.594 orang, dengan perincian 3.775 orang sudah sembuh, 245 meninggal dunia, serta 574 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 10 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 30  ORANG, TIDAK ADA KASUS KEMATIAN

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4585, an. KK, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  2. Pasien nomor 4586, an. HG, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  3. Pasien nomor 4587, an. UH, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Sekongkang Atas, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  4. Pasien nomor 4588, an. N, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  5. Pasien nomor 4589, an. S, laki-laki, usia 72 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa;
  6. Pasien nomor 4590, an. H, perempuan, usia 69 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4591, an. AFA, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RS H.L. Manambai Abdulkadir dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  8. Pasien nomor 4592, an. A, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4423. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  9. Pasien nomor 4593, an. A, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Kotu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  10. Pasien nomor 4594, an. SU, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Desa Teke, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima.

Hari Sabtu ini terdapat 30 tambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3996, an. NH, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima.
  2. Pasien nomor 4094, an. SH, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima.
  3. Pasien nomor 4138, an. HN, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima.
  4. Pasien nomor 4146, an. DTN, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara.
  5. Pasien nomor 4171, an. SH, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.
  6. Pasien nomor 4221, an. RDM, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat.
  7. Pasien nomor 4222, an. A, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Desa Meraran, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat.
  8. Pasien nomor 4223, an. NK, perempuan, usia 15 tahun, penduduk Desa Seteluk Atas, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat.
  9. Pasien nomor 4225, an. RMW, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Desa Lamsung, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat.
  10. Pasien nomor 4227, an. IRF, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.
  11. Pasien nomor 4262, an. MA, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.
  12. Pasien nomor 4353, an. MZA, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Loang Maka, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah.
  13. Pasien nomor 4354, an. S, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.
  14. Pasien nomor 4355, an. AA, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur.
  15. Pasien nomor 4376, an. RI, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.
  16. Pasien nomor 4388, an. MF, perempuan, usia 12 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat.
  17. Pasien nomor 4398, an. EAR, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat.
  18. Pasien nomor 4399, an. N, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Merarang, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat.
  19. Pasien nomor 4400, an. RA, perempuan, usia 13 tahun, penduduk Desa Rempe Beru, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat.
  20. Pasien nomor 4401, an. UF, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Seteluk Atas, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat.
  21. Pasien nomor 4402, an. AC, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.
  22. Pasien nomor 4403, an. Z, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.
  23. Pasien nomor 4404, an. NF, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.
  24. Pasien nomor 4405, an. SF, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.
  25. Pasien nomor 4406, an. S, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.
  26. Pasien nomor 4408, an. M, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.
  27. Pasien nomor 4409, an. MYPS, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.
  28. Pasien nomor 4410, an. S, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Seteluk Tengah, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat.
  29. Pasien nomor 4411, an. PKB, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.
  30. Pasien nomor 4541, an. APP, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.

Lalu Gita Aryadi mengatakan, untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, maka langkah pencegahan dan pengobatan paling penting yang dapat kita lakukan saat ini adalah tetap taat, disiplin dan waspada terhadap penyebaran Covid-19.

“Setiap orang wajib menjaga dirinya dan orang-orang disekitarnya dengan menerapkan 3M dan 1T, yakni mamakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak minimal dua meter serta tidak berkerumun atau menjauhi keramaian,” kata Lalu Gita Aryadi.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Penilaian Kadin, Ekonomi NTB Positif Saat Pandemi Covid-19

Dengan sentuhan industrialisasi yang kini tengah di ikhtiarkan Pemerintah Provinsi NTB, semakin menguatkan NTB di tengah jurang resesi

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Ruslani mengapresiasi pertumbuhan ekonomi di NTB.

Menurutnya, meski di tengah pandemi Covid-19, kuartal kedua pertumbuhan di NTB masih positif, padahal trend nasional masih negatif.

Menurut Roslan,  karena kebijakan pemerintah dan sinergi yang solid. Koordinasi dan komunikasi di masa pandemi antara pemerintah dan pengusaha serta strategi ekonomi juga berjalan sangat baik.

“Gubernur Zul sangat mengenal dunia usaha. Sinergi yang solid membuahkan strategi yang terarah dan terukur” puji Ketua umum Kadin saat menghadiri Pelantikan Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTB periode 2020 – 2025 di Hotel Golden Palace, Mataram, Sabtu (21/11/20).

Gubernur H Zulkieflimansyah

Menurut Rosan, meski sektor utama pariwisata terdampak sangat buruk, NTB mampu memaksimalkan potensi lain yang dimiliki seperti sektor perkebunan, pertanian, dan peternakan.

Apalagi dengan sentuhan industrialisasi yang kini tengah di ikhtiarkan Pemerintah Provinsi NTB, semakin menguatkan NTB di tengah jurang resesi.

Penentu kemajuan; sektor swasta

Senada dengan hal tersebut, Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan, kemajuan ekonomi NTB tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, namun juga ada pada para pengusaha lokal.

Tugas Pemerintah daerah bekerja baik untuk memastikan iklim berusaha yang kondusif, agar pengusaha dapat tumbuh dan berkembang.

“Penentu kemajuan ekonomi bukan pemerintah tapi sektor swasta. Tapi kita membutuhkan pengusaha yang berani mengambil resiko mengembangkan industri bukan cuma rebutan rente ekonomi dari proyek pemerintah bersama oknum pemerintah”, ujar Gubernur Zul yang hadir saat pelantikan Dewan Pengurus Kadin.

Menurut  Gubernur, Pemerintah menyadari,  program strategis Industrialisasi baru dapat terlihat dalam masa sepuluh tahun ke depan.

Pemerintah membangun Science, Technology, and Industrial Park (STIP) Banyumulek dan pelabuhan Poto Tano agar fasilitas yang baik itu menggairahkan pengusaha.

Di hulu, kampus-kampus menyediakan sarjana teknik dalam merancang mesin mesin industri. Artinya, pengusaha diminta berkontribusi dalam mengembangkan industri di banyak sektor dan tidak hanya mengejar profit.

“Untuk itu pengusaha juga harus merubah mental dan mindset agar ekonomi daerah berkembang karena masih banyak industri pengolahan yang belum digarap”, tambah Doktor ekonomi industri tersebut.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin NTB, Taufan Rahmadi dalam kesempatan itu mengusulkan terkait pemulihan pariwisata NTB. Taufan sapaan akrabnya, meminta agar Kadin Pusat melakukan strategi ‘travel corridor’ antara Indonesia dengan negara negara lain dalam rangka promosi kunjungan pariwisata.

Begitu pula dengan program unggulan pemerintah, yaitu 99 desa wisata agar Kadin NTB sebagai stakeholder dapat mengambil peran dengan melakukan pendampingan langsung kepada Kelompok Sadar Wisata (Porkdarwis) agar seluruh potensi yang dimiliki desa wisata terkelola dengan baik.

Taufan yang juga merupakan founder ‘Temannya Wisatawan’ ini mengusulkan pula agar gelaran MotoGP yang direncanakan dilaksanakan tahun depan dapat terus didorong percepatan pembangunannya.

“MotoGP itu krusial sebagai kick off bergeraknya pariwisata Indonesia dan NTB. Harus didorong oleh banyak pihak termasuk Kadin Pusat.” tutup Taufan.

IKP/diskominfotikntb




Anggota DKPP Ungkapan Tantangan Pilkada Serentak

Pilkada pada era pandemi Covid menguntungkan bagi petahana

MATARAM.lombokjournal.com

Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Dr. Alfitra Salam mengungkapkan, beberapa tantangan serius Pilkada serentak 2020 di hadapan sejumlah awak media pada acara ‘Ngetren Media’ DKPP (Ngobrol Etika Penyelenggara Dengan Media), Jumat (20/11/20) malam.

Tantangan pertama, Pilkada serentak 2020 dilaksanakan di tengah pandemi covid-19.

Situasi ini menyebabkan pilkada menjadi tidak menarik bagi masyarakat, karena mereka lebih memikirkan kesehatan, pekerjaan atau sekolah melalui daring.

“Untung ada media yang membuat pilkada ini menjadi menarik bagi masyarakat. Kondisi saat ini sangat terbatas pembicaraan tentang pilkada di tengah masyarakat. Mereka lebih memperbincangkan suara ambulans yang lewat, atau korban covid yang terpaksa dimakamkan tanpa diantar oleh keluarga,” kata Alfitra.

“KPU melalui PKPU Nomor 13 tahun 2020 telah resmi melarang demokrasi berjalan komunal, kerumunan, demokrasi dangdutan, demokrasi arak-arakan. Saya menyebutnya sebagai  demokrasi terlarang,” katanya lagi.

Tantangan kedua adalah pelaksanaan kampanye melalui metode daring. Hampir sebagian besar calon Kepala Daerah (Cakada) belum menggunakan demokrasi digital.

Pertemuan tatap muka yang dibatasi hanya sebanyak 50 orang saja.

“Pemerintah ingin pilkada ini adalah pilkada sehat. Saya kira prioritas utama bukan hanya pilkada yang demokratis tapi juga sehat. Sehat pemilih, sehat penyelenggara, dan sehat media yang meliputnya,” lanjutnya.

Tantangan ketiga, politik uang. Politik ini tidak hanya digunakan oleh petahana tapi oleh semua calon. hasil survei itu 60 persen pemilih suka uang sehingga tidak heran muncul istilah-istilah baru di luar serangan fajar.

Menurut Alfitra ada paradoks antara demokrasi dengan Covid. Saat ini komunikasi cakada dengan masyarakat terbatas. Dan, sangat disayangkan cakada tidak maksimal memanfaatkan media sosial. Penggunaan medsos merupakan metode yang sangat efektif untuk pilkada. Hal  ini sudah dibutikan dalam Pilpres 2019.

“Saya melihat memang cakada kurang kreatif memanfaatkan medsos. Berdasarkan survei baru 2 persen cakada dari 270 yang menggunakan medsos. Demokrasi kita saat ini pertama informasinya dari diperoleh dari koran, tetapi kebanyakan demokrasi ‘mulut ke mulut’ di pasar, di kantor, di ruang redaksi. Masyarakat memang tidak tertarik dengan pidato-pidato, masyarakat tertarik dengan Tik Tok ,”ungkap dia.

Pilkada Di Tengah Pandemi Covid Menguntungkan Petahana?

Lanjut menurut Alfitra,  Pilkada pada era pandemi covid menguntungkan bagi petahana. Karena, Alfitra mengistilahkan Pilkada serentak 2020 adalah ‘pilkada paket hemat.’

Petahana tidak perlu kampanye lagi karena dia sudah lebih dikenal.

“Paket hemat karena tidak perlu beli nasi bungkus, sewa transport, bayar penyanyi dangdut karena memang sudah tidak boleh. Pilkada yang minimalis dalam arti penggunaan uang sangat minimalis,” jelasnya.

Selain diuntungkan karena petahana sudah lebih dikenal, di masa pandemi covid ini bagi petahana birokrasi (ASN) dapat menjadi mesin politik. Sehingga ada kalimat sinis sebagian masyarakat sebenarnya Pilkada tahun 2020 ini hanya sekadar stempel bagi petahana.

Dalam kesempatan Ngetren, Alfitra juga menjelaskan terkait tugas dan wewenang DKPP. Tugas DKPP adalah memeriksa adanya dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu.

“Yang diperiksa oleh DKPP adalah perilaku pribadi ketika penyelenggara melakukan pelayanan terhadap peserta pilkada, termasuk profesionalitas.  Artinya seberapa jauh profesinya itu benar-benar dijalankan dengan baik, tidak pemindahan suara, menambah atau mengurangi  suara,  prosedur penanganan perkara sudah benar atau tidak, tidak money politik, dan tidak ngopi-ngopi dengan cakada atau timsesnya,” tegasnya.

DKPP mengimbau penyelenggara untuk tidak ngopi di tempat yang berpotensi untuk mengundang kecurigaan masyarakat, bijak dalam bermedsos atau bahkan hati-hati dalam memilih warna pakaian yang melambangkan warna dari paslon atau partai tertentu.

Alfitra mengingatkan, penyelenggara pemilu di tingkat kabupaten terutama kecamatan, kelurahan hingga TPS atau penyelenggara di tingkat ad hoc, adalah penyelenggara yang rentan.

Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan DKPP beberapa sidang yang membuktikan bahwa penyelenggara pilkada di kecamatan dan kelurahan adalah bagian dari mesin politik.

Di akhir paparannya, Alfitra mendukung konsep ‘Kampung Sehat’ dan akan mengusulkan kepada Kemendagri  untuk bisa diterapkan di seluruh Indonesia. Jika kampung sehat maka masyarakat akan sehat juga dan tentunya akan datang beramai-ramai tanggal 9 Desember 2020 ke TPS.

Narasumber lain adalah Prof. Syarifuddin, Anggota Tim Pemeriksa Daerah (TPD) unsur masyarakat Provinsi NTB, dan pemimpin redaksi Lombok Joni Mardiata.

Aya/Hrm

 




Wisata Halal, ‘Vaksin’ Pariwisata di Masa Pandemi Covid-19

Konsep wisata halal bukan hanya berbicara tentang Islam, namun lebih kepada layanan dan tempat yang mengedepankan kebersihan.

MATARAM.lombokjournal.com

Wisata halal atau halal tourism sudah menjadi trend baru dalam konsep pengembangan destinasi wisata di Indonesia.

Konsep wisata halal semakin mendunia tatkala Provinsi NTB dinobatkan sebagai World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination di negara Dubai pada tahun 2015 lalu.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, justru konsep wisata halal menjadi momentum untuk segera membangkitkan pariwisata Indonesia. Konsep halal tourism dinilai menjadi ‘Vaksin’ pariwisata di masa pandemi, karena sangat selaras dengan kebijakan era new normal di masa Covid-19.

Wisata halal adalah ‘lifestyle’ atau gaya hidup para wisatawan itu sendiri untuk memilih makanan dan tempat yang sehat, bersih, dan aman. Untuk itu, dengan selera wisata domestik dan lokal yang menjadi target, pariwisata diharapkan bisa segera pulih lebih cepat.

Hal itu diungkapkan oleh Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI Bidang Ekonomi dan Keuangan, Guntur Subagja, S.Sos, M.Si saat menjadi narasumber pada acara ngobrol bareng bertajuk “Wisata Halal dan Momentum Kebangkitan Pariwisata Indonesia” bertempat di Resto Taliwang Moerad, Mataram, Jumat (20/11/20).

“Wisata halal merupakan solusi dari pandemi Covid-19. Halal itu berbicara tentang kebersihan, kesehatan, tentang makanan yang sehat dan tempat yang bersih,” kata pria yang akrab disapa Bang Guntur tersebut.

Menurut Guntur, inovasi wisata halal yang diterapkan di NTB bukan hanya sebagai pemantik mempercepat pemulihan pariwisata.

Konsep wisata halal bukan hanya berbicara tentang Islam, namun lebih kepada layanan dan tempat yang mengedepankan kebersihan. Sehingga wisatawan yang datang ditawarkan pilihan, apakah ingin menikmati konsep wisata konvensional ataukah konsep wisata halal.

“Halal tourism bukan dikotomi antara muslim dan non muslim tetapi tentang pilihan konsep pelayanan dan gaya hidup wisatawan yang sedang berkembang, apalagi Indonesia merupakan negara muslim terbesar, ini adalah opportunities” jelasnya.

Berdasarkan laporan Global Islamic Economic Report tahun 2019, negara-negara eksportir produk halal terbesar di dunia memang bukan negara dengan penduduk mayoritas muslim.

Brasil merupakan eksportir produk halal nomor 1 di dunia dengan nilai US$ 5,5 miliar dolar, Posisi nomor dua diduduki Australia dengan nilai ekspor US$ 2,4 miliar.

Anehnya, meski memiliki banyak penduduk Muslim, Indonesia justru menjadi konsumen produk halal besar dunia. Proporsinya bahkan mencapai 10 persen atau mencapai US$ 214 miliar.

“Inilah saatnya Indonesia mengambil peluang dari konsep wisata halal. Wisata halal merupakan solusi pariwisata di masa pandemi Covid-19” tutup Guntur.

Senada dengan itu, Jubir Sandiago Uno Bidang Pariwisata, Taufan Rahmadi menegaskan, wisata halal merupakan sebuah energi dan solusi dari kebangkitan pariwisata nasional di masa pandemi Covid-19.

Berbicara tentang kesehatan sebenarnya sudah ada sejak wisata halal diterapkan. Jadi, pola new normal dan gaya berwisata di era saat ini merupakan bagian dari halal tourism.

“Halal tourism adalah vaksin pariwisata. Artinya halal tourism dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional. Produk-produk dan servia wisata halal merupakan vaksin dalam gaya hidup kita saat ini,” tegas pria kelahiran Lombok tersebut.

Menurutnya, wisata halal yang didorong di NTB harus menjadi bagian dalam pengembangan pariwisata di Indonesia.

Kalau pandemi ini masih terus mewabah, berarti halal adalah cara untuk tetap survive. Konsepnya tetap menjadi contoh dan standar. Pandemi merupakan sesuatu yang tidak pasti, namun kepastian dalam layanan berwisata pilihannya adalah halal.

“Ingat, konsep wisata halal tidak memaksa, karena ia adalah pilihan gaya hidup. Yang ditawarkan kepada wisatawan adalah layanan, makanan, tempat penginapan dan servisnya. Selanjutnya tergantung dari wisatawan itu sendiri, mau memilih layanan konvensional atau layanan halal,” tegas pria yang merupakan bagian penting kala memenangkan NTB penghargaan sebagai wisata halal terbaik dunia kala itu.

IKP/diskominfotikntb