DPRD NTB Ketok Perda APBD NTB 2021, Wagub Apresiasi Lancarnya Koordinasi Eksekutif dan Legislatif

Umi Rohmi berharap agar koordinasi dan komunikasi yang konstruktif antara eksekutif dan legislatif selama proses pembahasan Raperda APBD tahun 2021 terus terjalin pada masa-masa mendatang

MATARAM.lombokjournal.com

DPRD Provinsi NTB menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi NTB Tahun Anggaran 2021 menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Hal ini diputuskan saat Rapat Paripurna Ke-empat DPRD Provinsi NTB Masa Persidangan III Tahun 2020, berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB, Jum’at (27/11/20).

Agenda Rapat Paripurna kali ini yakni Penyampaian Laporan Badan Anggaran DPRD Provinsi NTB atas hasil pembahasannya terhadap Raperda tentang APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2021. Dilanjutkan dengan Keputusan DPRD Provinsi NTB tentang Persetujuan DPRD  Provinsi NTB terhadap Raperda tentang APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2021.

Kemudian ditutup dengan Pendapat akhir Gubernur NTB sebagai sambutan terhadap Raperda tentang APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2021.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang mengikuti Rapat Paripurna menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Provinsi NTB yang menyetujui Raperda tentang APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2021.

Ia menyadari, selama pembahasan Raperda telah dijalani dengan penuh dinamika, mencurahkan waktu, pikiran dan perhatian yang sangat serius dari semua pihak terkait.

“Alhamdulillah, semua upaya tersebut telah dapat dirumuskan dalam satu komitmen bersama bahwa APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2021 menjadi produk hukum yang aspiratif, responsif, akseleratif dan produktif, dalam mendatangkan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan wilayah Provinsi NTB,” ucap Wagub.

Wagub yang kerap disapa Umi Rohmi ini menyebut, adanya persetujuan DPRD Provinsi NTB terhadap Raperda tentang APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2021, itu artinya Pemerintah NTB telah memiliki produk hukum yang akan menjadi pedoman bagi pelaksanaan pembangunan daerah tahun 2021.

“Persetujuan ini menunjukkan adanya komitmen serta kesungguhan pimpinan dan segenap anggota DPRD untuk benar-benar mengawal dan memastikan bahwa setiap produk hukum yang ditetapkan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah,” jelasnya.

Umi Rohmi berharap agar koordinasi dan komunikasi yang konstruktif antara eksekutif dan legislatif selama proses pembahasan Raperda APBD tahun 2021 terus terjalin pada masa-masa mendatang, demi memberikan kinerja terbaik bagi pembangunan daerah.

“Semoga dengan semangat kebersamaan ini dapat menjadi energi positif dalam melaksanakan tanggung jawab sesuai bidang tugas kita masing-masing,” pungkasnya.

Keputusan penetapan Raperda Provinsi NTB tentang APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2021 menjadi Perda dibacakan langsung oleh Sekretaris DPRD Provinsi, Mahdi, SH., MH.  Setelah sebelumnya mendengarkan penyampaian laporan Badan Anggaran atas hasil pembahasannya terhadap Raperda.

“Memutuskan menetapkan, kesatu, menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Provinsi NTB tentang Anggaran, Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi NTB Tahun Anggaran 2021 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda), setelah mendapatkan evaluasi dari Menteri Dalam Negeri dengan rincian sebagaimana tercantum dalam lampiran satu keputusan ini,” sebut Mahdi.

APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2021 mulai berlaku terhitung sejak tanggal 1 Januari 2021 sampai dengan 31 Desember 2021.

Selain itu, ada pula sejumlah catatan, rekomendasi dan saran yang tercantum dalam lampiran agar mendapat perhatian oleh Gubernur NTB.

“Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan, akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya,” tambahnya.

Rincian APBD Provinsi NTB Tahun Anggaran 2021 sebagai berikut :

  • Pendapatan Daerah Rp. 5.473.931.855.427,00
  • Pendapatan Asli Daerah Rp. 1.954.341.221.233,00
  • Pajak Daerah Rp. 1.487.726.538.148,00
  • Retribusi Daerah Rp. 47.219.957.500,00
  • Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Rp. 64.104.210.166,00
  • Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Rp. 355.290.515.419,00
  • Pendapatan Transfer Rp. 3.464.809.730.250,00
  • Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat Rp. 3.463.147.644.000,00
  • Dana Perimbangan Rp. 3.394.625.397.000,00
  • Dana Transfer Umum, Dana Bagi Hasil (DBH) Rp. 211.656.697.000,00
  • Dana Transfer Umum, Dana Alokasi Umum (DAU) Rp. 1.524.501.604.000,00
  • Dana Transfer khusus, Dana Alokasi Khusus Dat Fisik, Rp. 417.655.234.000,00
  • Dana Transfer Khusus, Dana Alokasi Khusus Dat Non-Fisik Rp. 1.240.811.862.000,00
  • Dana Insentif Daerah (DID) Rp. 68.522.247.000,00
  • Pendapatan Transfer Antar Daerah Rp. 1.662.086.000.250,00
  • Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemda lainnya Rp. 1.662.086.000.250,00
  • Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Rp. 54.780.903.944,00
  • Pendapatan Hibah Rp. 54.780.903.944,00

Belanja Daerah Rp. 5.528.931.855.427,00

Defisit Rp. 55.000.000.000,00

Pembiayaan Daerah :

  • Penerimaan Pembiayaan Rp. 65.000.000.000,00
  • Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya Rp. 65.000.000.000,00
  • Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Rp. 0
  • Pengeluaran Pembiayaan Rp. 10.000.000.000,00
  • Penyertaan Modal Investasi Pemerintah Daerah Rp 10.000.000.000,00
  • Jumlah Pembiayaan Neto Rp. 55.000.000.000,00.

Rr/HmsNTB

 




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 27 Nopember 2020, Bertambah 32 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 18 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) Orang

Disiplin penerapan protokol kesehatan (Prokes) masih menjadi kunci utama kita untuk mencegah penularan Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium PCR Dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium TCM RSUD Bima, Laboratorium TCM Kota Bima dan Laboratorium TCM RS H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa mengkonfirmasi, ada tambahan 17 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Jum’at (27/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 114 sampel dengan hasil 81 sampel negatif, 1 (satu) sampel positif ulangan, dan 32 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 18 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 32 kasus baru terkonfirmasi positif, 18 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at (27/11/20) sebanyak 4.720 orang, dengan perincian 3.874 orang sudah sembuh, 250 meninggal dunia, serta 596 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 32 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 18 ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4689, an. SR, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L Manambai Abdul Kadir Sumbawa;
  2. Pasien nomor 4690, an. M, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Lempeh, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L Manambai Abdul Kadir Sumbawa;
  3. Pasien nomor 4691, an. AH, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Desa Kakiang, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L Manambai Abdul Kadir Sumbawa;
  4. Pasien nomor 4692, an. D, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L Manambai Abdul Kadir Sumbawa;
  5. Pasien nomor 4693, an. KA, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, KecamatanSumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4551. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  6. Pasien nomor 4694, an. B, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4695, an. AZ, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  8. Pasien nomor 4696, an. SSS, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Pane, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi.Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kota Bima;
  9. Pasien nomor 4697, an. A, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  10. Pasien nomor 4698, an. B, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  11. Pasien nomor 4699, an. M, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Kendo, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  12. Pasien nomor 4700, an. AH, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Bajo, Kecamatan Soromandi,Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima dan Puskesmas Soromandi;
  13. Pasien nomor 4701, an. SS, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Nggembe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima dan Puskesmas Bolo;
  14. Pasien nomor 4702, an. FII, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Gelogor, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju Gerung;
  15. Pasien nomor 4703, an. IH, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Patut Patuh Patju Gerung;
  16. Pasien nomor 4704, an. BK, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  17. Pasien nomor 4705, an. R, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Rasabou, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  18. Pasien nomor 4706, an. VAS, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Jala, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  19. Pasien nomor 4707, an. UK, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Adu, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  20. Pasien nomor 4708, an. ND, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  21. Pasien nomor 4709, an. AP, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kabupaten Dompu;
  22. Pasien nomor 4710, an. NM, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Kandai Satu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  23. Pasien nomor 4711, an. SY, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  24. Pasien nomor 4712, an. I, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Bara, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  25. Pasien nomor 4713, an. FSA, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  26. Pasien nomor 4714, an. SY, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Potu, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  27. Pasien nomor 4715, an. NW, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Manggeasi, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  28. Pasien nomor 4716, an. AK, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Desa Perigi, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr.R. Soedjono Selong;
  29. Pasien nomor 4717, an. S, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Peresak, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  30. Pasien nomor 4718, an. P, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Jenggik, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  31. Pasien nomor 4719, an. DH, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong;
  32. Pasien nomor 4720, an. LKSJ, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Desa Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Hari Jum’at ini terdapat 18 tambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3824, an. IKPD, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.
  2. Pasien nomor 4092, an. MHA, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.
  3. Pasien nomor 4114, an. INKA, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.
  4. Pasien nomor 4140, an. M, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Desa Kalijaga, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur.
  5. Pasien nomor 4144, an. MJ, perempuan, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.
  6. Pasien nomor 4253, an. HMR, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Desa Mamben Daya, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur.
  7. Pasien nomor 4473, an. YM, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Kembang Are Sampai, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten Lombok Timur.
  8. Pasien nomor 4477, an. WI, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur.
  9. Pasien nomor 4504, an. FGEP, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Telaga Waru, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.
  10. Pasien nomor 4518, an. TWMP, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.
  11. Pasien nomor 4533, an. IMRW, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.
  12. Pasien nomor 4534, an. AHH, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.
  13. Pasien nomor 4535, an. INA, laki-laki, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.
  14. Pasien nomor 4536, an. IWSP, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.
  15. Pasien nomor 4538, an. MF, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.
  16. Pasien nomor 4539, an. INN, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.
  17. Pasien nomor 4540, an. PS, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.
  18. Pasien nomor 4546, an. SA, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Kelayu Jorong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur.

Hari Jum’at ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 4704, an. BK, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid. Tatalaksana Covid-19.

Lalu Gita Aryadi menghimbau,  seluruh masyarakat agar tidak mengabaikan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sosial dan ekonomi. Disiplin penerapan protokol kesehatan (Prokes) masih menjadi kunci utama kita untuk mencegah penularan Covid-19.

“Protokol kesehatan tersebut, mulai dari penggunaan masker, rajin cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak atau menghindari kerumunan dan membudayakan pola hidup bersih dan sehat, haruslah dapat dijadikan tatanan hidup baru bagi seluruh masyarakat NTB,” katanya.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119




KONI Lombok Utara Berikan Bonus Atlet Berprestasi

KON Lombok Utara dengan keterbatasan mampu menunjukkan prestasi luar biasa bagi daerah

TANJUNG.lombokjournal.com

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lombok Utara memberikan penghargaan dan bonus kepada atlet berprestasi di masing-masing cabang olahraga (cabor) yang mendapatkan juara.

Kegiatan penyerahan bonus berlangsung di Sekretariat KONI KLU di Tanjung (26/11/20).

Pembagian bonus pada kegiatan tersebut, dihadiri  Plt. Asisten Bidang Administrasi Umum Setda KLU Evi Winarni MSi, Ketua KONI KLU H Burhan M Nur SH dan jajaran Pengurus KONI KLU

Plt Asisten III Evi Winarni M.LSi menyampaikan meskipun dengan segala keterbatasan anggaran yang di hadapi KONI saat ini, bisa memberikan bonus kepada atlet berprestasi.

“Kita tahu para atlet ini memberikan prestasi dan membawa (panji) Lombok Utara. Atlet memiliki komitmen kuat dalam situasi dan kondisi apapun bisa memberikan prestasi yang gemilang, baik di tingkat internasional, nasional, maupun lokal. Tunjukkan bahwa anak-anak KLU, mampu menjadi kebanggaan kita semua,” tandasnya.

Secara khusus, asisten III memberikan pesan kepada atlet atletik Mirawan  yang hadir di acara, menjadi atlet nasional kebanggaan Lombok Utara bisa membuat bangga keluarga.

“Persembahkan yang terbaik dan saya yakin di bawah kepemimpinan KONI beserta jajaran pengurus mampu memberikan kontribusi kepada Mirawan dan kawan-kawan atlet lainnya,” tuturnya.

Lebih lanjut ditambahkannya, pemda menyadari tidak semua hal sesuai keinginan dan harapan KONI KLU. Tapi ditegaskan, pemerintah memberikan dukungan maksimal untuk mendukung apa yang dilakukan oleh KONI yang dengan keterbatasan mampu menunjukkan prestasi luar biasa bagi daerah.

Kepada yang menerima bonus dan penghargaan, jangan cepat berbangga diri, jadikan sebagai titik awal untuk presentasi gemilang, seperti yang telah diraih atlet KLU seperti Zohri, Sudirman dan Mirawan.

“Pemda KLU mengucapkan terima kasih kepada KONI dan pengurus atas bimbingan dan kerja keras selama ini sehingga membuahkan hasil yaitu adanya atlet berprestasi sampai dengan kancah internasional,” imbuhnya.

Pemberian bonus rutin tiap tahun

Ketua KONI KLU H Burhan M Nur SH menyampaikan, sebanyak tujuh cabang olahraga yang terdiri dari 105 atlet diberikan penghargaan dan bonus pada tahun 2020.

Perjalanan KONI semenjak diamanahkan pada bulan Juli 2019, dana KONI 1,6 miliar namun seiring waktu berjalan Pemerintah Daerah di masa itu kekurangan dana pilkada sehingga anggaran dialihkan. Situasi kembali pada awal 2020, karena wabah pandemi yang sampai saat sekarang, maka dana untuk KONI ikut mengalami pemangkasan hingga nol.

“Alhamdulillah, saat ini sdh ada anggaran melalui anggaran perubahan 2020. Kegiatan pemberian bonus ini rutin kita lakukan setiap tahunnya dan komitmen KONI terus untuk memberikan bonus kepada atlet,” jelasnya.

Selain itu pula, KONI pada tahun 2021 memiliki agenda olahraga sangat padat seperti Popda, menyiapkan atlet Zohri, Sudirman dan Mirawan di PON Papua, ini yang menjadi fokus dan prioritas.

Pihaknya memberikan atensi biaya tiap bulan, baik ketika di Platda maupun Platnas dalam rangka persiapan PON dan event internasional seperti Olimpiade Tokyo yang sempat tertunda pada tahun 2020, kemudian dilaksanakan pada tahun 2021 nanti.

Lebih lanjut Ketua KONI yang juga Wakil Ketua DPRD itu menyampaikan anggaran terbatas dalam situasi pandemi yang belum kita tahu kapan berakhirnya, KONI akan segera melakukan rapat kerja karena saat sekarang ini banyak agenda yang harus dilakukan.

Selain masalah fasilitas olahraga di KLU pascagempa 2018 dan untuk operasional KONI serta Pembinaan kepada Cabor yang aktif melakukan kegiatan olahraga.

Mirawan atlet Lari 400 Meter Putra yang juga pemegang 10 medali nasional menyampaikan tekadnya untuk bisa lolos membela NTB dan KLU pada ajang PON Papua. Karena itu, ia meminta KONI NTB dan KLU membantunya agar bisa ikut serta pada ajang bergengsi empat tahunan tersebut.

Adapun persiapan yang dilakukan relatif sudah matang. Terkait persiapan yang dilakukan, sprinter asal Senaru itu menyampaikan dalam waktu dekat akan ikut Jatim Open dan Kejurnas di Aceh dengan menargetkan tiga medali emas, lantaran nomor 400 menjadi andalannya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis bonus atlet kepada perwakilan masing-masing cabor serta penyerahan APD bantuan dari Kemenpora RI, melalui KONI NTB yang diserahkan oleh KONI KLU.

sid




Ragam Kebhinnekaan dalam 2 Juta Langkah SALAM di Kota Mataram

Masyarakat, terutama dari kelompok minoritas sejatinya tak mengharapkan apa-apa. Cukup dengan sentuhan perhatian dan menganggap eksistensi mereka itu ada sebagai warga Kota Mataram

lombokjournal.com —

MATARAM ;       Pilkada bukan sekadar ajang pertarungan politik merebut kekuasaan. Apalagi sampai memecah dan mengkotak-kotak masyarakat berdasarkan pilihan, dan rawan menimbulkan gesekan, disharmonisasi di Kota Mataram.

Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Mataram Nomor urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) memaknai Pilkada sebagai pesta demokrasi untuk seluruh masyarakat Kota ini.

Apapun latar belakang etnis, agama, strata ekonomi dan pendidikan, selama warga Kota Mataram yang memiliki hak pilih harus merasakan kemeriahan pesta lima tahunan.

2 juta langkah SALAM membuka bagaimana keberagaman dan heterogenitas di Kota Mataram bisa tetap terpupuk dan terjaga sepanjang pesta Pilkada ini. Dan yang terpenting, masyarakat harus bersuka cita menyambut Pilkada, agar angka partisipasi pemilih di Kota Mataram bisa meningkat dibanding Pilkada lima tahun silam.

Menghargai dan merangkul masyarakat yang beragam di Kota Mataram sudah ditunjukan pasangan SALAM sejak mendaftar di KPU Kota Mataram, awal September 2020 lalu. Diiringi ratusan relawan pendukung, SALAM juga menggelar pertunjukan dan pawai lintas budaya dan Multi Etnik , sembari menunggu jalannya proses pendaftaran.

“Sejak awal maju dan mendaftar ke KPU, bu Selly dan TGH Manan memang sudah mengkampanyekan Pilkada Damai, merangkul semua warga masyarakat yang beragam dan heterogen,” kata Ketua Tim Pemenangan SALAM, Eko Anugraha Priyanto, Kamis ( 26/11/20) .

Menurut Eko , kepemimpinan Selly-Manan adalah kepemimpinan yang merangkul dan memperhatikan semua. Bagi SALAM, siapa pun orangnya, sepanjang dia warga Kota Mataram harus mendapatkan hak-hak dan pelayanan publik yang setara dan berkualitas.

SALAM ingin menciptakan Mataram sebagai Kota yang Madani. Pemerintahan yang tidak mengabaikan atau menganggap ringan kebutuhan dan aspirasi kelompok minoritas. Semua ini demi terciptanya kerukunan masyarakat lintas etnis, agama dan budaya di Ibukota NTB ini.

“Pesan pentingnya adalah SALAM akan menjadi pemimpin untuk semua, melayani semua masyarakat. Sebab kondusivitas daerah menjadi hal pokok dalam pembangunan daerah. Dan kondusivitas yang baik bisa muncul dari rasa persatuan dan persaudaraan antar masyarakat yang beragam ini,” ujarnya.

Di masa kampanye politik yang harus beradaptasi dengan kondisi pandemi ini, SALAM juga terus menanamkan nilai-nilai persatuan dan keberagaman tersebut.

Kegiatan flashmob beberapa kali dilakukan dengan tema-tema khusus seni dan budaya. Bahkan, kesenian barongsai juga sempat mengiringi flashmob SALAM sebagai apresiasi bagi warga keturunan tionghoa di Kota Mataram.

Selly-Manan juga sangat aktif turun menyapa masyarakat dan komunitas masyarakat. Sejumlah paguyuban diaspora Jawa hingga pedagang kaki lima kelas lalapan pecel lele ikut menjadi perhatian.

Tak heran jika dukungan untuk SALAM juga sangat signifikan dari kelompok perantau yang menjadi warga Mataram ini.

Suhartono, pria asal Lamongan yang sudah  enam tahun berjualan pecel lele di kawasan Cakranegara mengaku senang dan bangga pernah bertemu langsung dengan Calon Walikota Mataram, Selly Andayani.

“Pernah ketemu waktu bu Selly sedang kulineran. Orangnya bersahaja tapi kelihatan cerdas dan tegas. Kalau saya lihat mirip sosok bu Risma (Walikota Surabaya). Mudah-mudahan bu Selly bisa membangun Mataram lebih bagus lagi, seperti bu Risma mengubah Surabaya dulu,” katanya.

Suhartono menilai, gaya kulineran Selly tak sekadar kulineran biasa. Namun, sosok pemimpin itu juga melihat langsung kondisi dan geliat sektor UMKM di Kota ini. Hal ini bisa ditangkap dari setiap obrolan dan sapaan Selly kepada para pedagang di sekitar.

“Yang ditanya saat itu bagaimana usaha kita lancar tidak. Terus apa ada pungli atau tidak. Nah ini kan cara pemimpin memastikan bahwa masyarakatnya aman dan nyaman dalam beraktivitas, khususnya UMKM kayak saya ini,” ujarnya.

Sektor kuliner juga dimanfaatkan SALAM untuk mempererat persatuan dalam keberagaman. Selly-Manan seringkali blusukan sambil menyapa langsung warung dan resto masakan khas daerah di Kota ini.

Tim pemenangan lainnya, Ruslan Turmuzi  menegaskan, ada pesan penting dalam 2 juta langkah SALAM sepanjang kampanye Pilkada ini. Selain untuk mempererat persatuan dalam keberagaman juga sekaligus untuk mengedukasi dan sosialisasi bahwa Pilkada ini milik semua masyarakat Kota Mataram.

Kesadaran politik yang harus terus dibangun adalah agar seluruh masyarakat mau dan turut berpartisipasi memberikan suara mereka dalam Pilkada 9 Desember nanti.

“Selly-Manan tidak hanya turun dan bersilaturahmi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat saja, tetapi juga menyentuh langsung akar rumputnya. Kalau masyarakat sudah merasa bahwa menentukan pilihan dalam pesta demokrasi ini penting, maka inshaa Allah angka partisipasi pemilih kita bisa meningkat juga,” urai Striker Politisi PDI Perjuangan ini.

Pria Humble yang kerap disapa RT mengatakan, selama masa kampanye ini banyak feedback positif yang diterima dari masyarakat. Baik yang disampaikan secara individu maupun melalui kelompok komunitas.

Masyarakat, terutama dari kelompok minoritas sejatinya tak mengharapkan apa-apa. Cukup dengan sentuhan perhatian dan menganggap eksistensi mereka itu ada sebagai warga Kota Mataram.

“Dalam blusukan Selly-Manan, banyak kita temukan testimoni masyarakat yang merasa kurang mendapat perhatian, dan aspirasi mereka kurang didengar. Kepada Selly-Manan ini mereka berharap ada perubahan ke depan di Kota Mataram,” tuturnya.

Sementara itu, Calon Walikota Mataram, Hj Putu Selly Andayani mengatakan, apa yang dilakukan SALAM dan tim relawan selama ini merupakan cerminan program nyata yang akan dilakukan SALAM ke depan.

“SALAM berkomitmen tidak ada lagi perbedaan perlakuan dan pelayanan pemerintah untuk semua masyarakat Kota Mataram. Apapun latar belakangnya, setiap warga Kota ini harus mendapatkan jaminan dan hak-hak pelayanan yang setara,” katanya.

Menurutnya, keberagaman dan heterogenitas di Kota Mataram bisa menjadi modal yang kuat bagi keberlangsungan pembangunan Kota yang lebih maju.

Selain itu, pemunculan tema-tema seni dan budaya lintas etnis dan agama yang seringkali ditampilkan dalam kampanye flashmob juga dilakukan agar kemeriahan pesta demokrasi ini bisa dirasakan masyarakat.

“SALAM ingin Pilkada ini berwarna dan ceria penuh kegembiraan. Masyarakat boleh berbeda pilihan, namun harmonisasi sosial dan kerukunan antar warga harus tetap terjaga erat,” kata Mantan Penjabat Walikota Mataram tahun 2015 ini.

Hal yang sama disampaikan Calon Wakil Walikota Mataram, TGH Abdul Manan. Menurutnya, konsep Rahmatan Lil Alamin harus bisa diterapkan dalam sendi-sendi kehidupan, bersosial masyarakat di Kota Mataram.

Ulama yang sempat menjabat Ketua MUI Kota Mataram ini mengatakan, saat memimpin Kota Mataram maka pemimpin harus mengayomi semua masyarakat tanpa memandang latar belakang.

“Toleransi menjadi bagian penting dalam menjaga harmonisasi masyarakat kita yang beragam ini. SALAM akan menjadi pemimpin yang merakyat untuk semua masyarakat Kota Mataram,” ujarnya.

Ia mengatakan, bentuk kongkrit toleransi, persatuan dan merawat keberagaman yang dilakukan SALAM saat ini sebagai teladan masyarakat ke depan.

“Jika semua masyarakat rukun, bisa bersama membangun Kota Mataram ini secara partisipatif, tentu Mataram yang berlah dan Cemerlang akan bisa kita wujudkan,” katanya.

Me




UPDATE Covid-19: Hari Kamis, 26 Nopember 2020, Bertambah 38 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 14 Orang, Kasus Kematian 1 (satu) Orang

Disiplin penerapan protokol kesehatan (Prokes) masih menjadi kunci utama kita untuk mencegah penularan Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Prodia, dan Laboratorium TCM RS H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa mengkonfirmasi, ada tambahan 17 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Kamis (26/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 155 sampel dengan hasil 108 sampel negatif, 9 (sembilan) sampel positif ulangan, dan 38 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 14 orang, kasus kematian.1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 38 kasus baru terkonfirmasi positif, 14 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis (26/11/20) sebanyak 4.688 orang, dengan perincian 3.856 orang sudah sembuh, 249 meninggal dunia, serta 583 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Ariyadi.

TAMBAHAN 38 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 14  ORANG, KASUS KEMATIAN 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4651, an. A, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Simu, Kecamatan Maronge, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Maronge Sumbawa;
  2. Pasien nomor 4652, an. AJ, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4420. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hilir;
  3. Pasien nomor 4653, an. JOM, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4420. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unter Iwes;
  4. Pasien nomor 4654, an. M, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  5. Pasien nomor 4655, an. A, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  6. Pasien nomor 4656, an. J, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4657, an. KD, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Desa Empang Atas, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4500. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  8. Pasien nomor 4658, an. RM, laki-laki, usia 64 tahun, penduduk Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4501. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  9. Pasien nomor 4659, an. SIL, perempuan, usia 4 tahun, penduduk Desa Boak, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  10. Pasien nomor 4660, an. F, laki-laki, usia 11 bulan, penduduk Desa Pungka, KecamatanUnter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  11. Pasien nomor 4661, an. SVR, perempuan, usia 6 bulan, penduduk Desa Pernek, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  12. Pasien nomor 4662, an. HS, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4555. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  13. Pasien nomor 4663, an. HP, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4420. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hilir Sumbawa;
  14. Pasien nomor 4664, an. SLAP, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4420. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hilir Sumbawa;
  15. Pasien nomor 4665, an. SA, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4420. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hilir Sumbawa;
  16. Pasien nomor 4666, an. HM, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4420. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hilir Sumbawa;
  17. Pasien nomor 4667, an. PE, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Lopok Beru,Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4420. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Lopok Sumbawa;
  18. Pasien nomor 4668, an. SB, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  19. Pasien nomor 4669, an. H, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Potu, KecamatanDompu, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  20. Pasien nomor 4670, an. D, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Desa Rada, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  21. Pasien nomor 4671, an. S, perempuan, usia 86 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Provinsi NTB;
  22. Pasien nomor 4672, an. NK, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Manemeng, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  23. Pasien nomor 4673, an. ENL, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Desa Goa, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  24. Pasien nomor 4674, an. K, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  25. Pasien nomor 4675, an. IA, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Sampir, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  26. Pasien nomor 4676, an. EA, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  27. Pasien nomor 4677, an. G, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  28. Pasien nomor 4678, an. Z, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  29. Pasien nomor 4679, an. M, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Loka, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  30. Pasien nomor 4680, an. DA, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Asy-Syifa Sumbawa Barat;
  31. Pasien nomor 4681, an. YPMS, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Sangia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Bima;
  32. Pasien nomor 4682, an. I, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  33. Pasien nomor 4683, an. FAH, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Mande, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  34. Pasien nomor 4684, an. AM, perempuan, usia 35 tahun, penduduk Kelurahan Mande,Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  35. Pasien nomor 4685, an. HIS, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru Barat, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saatini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  36. Pasien nomor 4686, an. AM, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  37. Pasien nomor 4687, an. ERSP, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima;
  38. Pasien nomor 4688, an. MK, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima.

Hari Kamis terdapat 14 tambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 3650, an. MIF, laki-laki, usia 13 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.
  2. Pasien nomor 4151, an. MI, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasaanae Barat, Kota Bima.
  3. Pasien nomor 4152, an. INS, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima.
  4. Pasien nomor 4153, an. M, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Santi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.
  5. Pasien nomor 4155, an. MRF, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.
  6. Pasien nomor 4157, an. S, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima.
  7. Pasien nomor 4158, an. F, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.
  8. Pasien nomor 4159, an. TH, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.
  9. Pasien nomor 4160, an. H, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima.
  10. Pasien nomor 4161, an. F, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.
  11. Pasien nomor 4162, an. MZA, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.
  12. Pasien nomor 4215, an. WH, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Maria Utara, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima.
  13. Pasien nomor 4216, an. AM, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Desa Parado Rato, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima.
  14. Pasien nomor 4523, an. AR, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima.

Hari ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 4656, an. J, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid dan dilakukan tatalaksana Covid-19.

Dipermaklumkan bahwa jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Lombok Barat yang kemarin diumumkan berjumlah 734 kasus, sebenarnya berjumlah 732 kasus. Sedangkan jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Lombok Tengah yang kemarin diumumkan berjumlah 270 kasus, sebenarnya berjumlah 272 kasus.

Lalu Gita Aryadi menghimbau, seluruh masyarakat agar tidak mengabaikan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sosial dan ekonomi. Disiplin penerapan protokol kesehatan (Prokes) masih menjadi kunci utama kita untuk mencegah penularan Covid-19.

“Protokol kesehatan tersebut, mulai dari penggunaan masker, rajin cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak atau menghindari kerumunan dan membudayakan pola hidup bersih dan sehat, haruslah dapat dijadikan tatanan hidup baru bagi seluruh masyarakat NTB,” tegasnya.

Rr/Aya

 Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.




Kampus Zero Waste, Punya Bank Sampah Daring hingga Bayar SPP dengan Sampah

Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) diharapkan menjadi kampus yang mampu mewujudkan NTB zero waste. Sehingga diharapkan menjadi kampus percontohan dalam mengelolah sampah bagi universitas dan perguruan tinggi lain di NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Sejak 2019, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, mendukung program unggulan NTB Zero Waste (Bebas Sampah) dengan berbagai inovasi dan terobosannya.

Salah satu terobosan yang gemilang yaitu dengan adanya kebijakan kampus yang membolehkan mahasiswa membayar kuliah dengan sampah.

Tidak hanya itu, kampus UNU NTB juga menyediakan bank sampah yang didukung dengan sistem online yaitu, aplikasi “mySmash” untuk mencatat transaksi sampah yang disetorkan pada bank sampah.

Mahasiswa UNU juga dapat mengecek saldo sampah yang mereka miliki, lalu kemudian dikonversi menjadi uang.

“Melihat terobosan itu, UNU NTB layak menjadi kampus yang paling terdepan untuk mewujudkan NTB zero waste,” hal itu dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, Ir. Madani Mukarom, saat membuka pengenalan pengelolaan sampah berbasis universitas di Aula UNU NTB, Kamis (26/11/20).

Dijelaskan Madani sapaan akrabnya Kadis LHK itu, Program NTB bebas sampah atau zero waste merupakan program unggulan yang tertuang dalam Misi NTB Asri dan Lestari.

Zero waste atau bebas sampah merupakan salah satu ikhtiar Pemerintah Provinsi NTB dibawah kepemimpinan Dr. Zul-Ummi Rohmi terhadap revolusi di bidang lingkungan.

Menurut Madani, sampah akan tetap menjadi sumber penyakit jika dibiarkan begitu saja. Sebaliknya, sampah akan menjadi berkah dan memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan jika dikelolah dengan baik.

“Masalah sampah tidak pernah habis dibicarakan, kesadaran masyarakat pun untuk membuang sampah pada tempatnya juga masih kurang. Karena itu, diharapkan kepada mahasiswa UNU untuk lebih intens lagi untuk mensosialisasikan kepada masyarakat,” harap Madani yang didampingi Firmansyah, Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan Dinas LHK NTB.

Menurut data Dinas LHK Provinsi NTB, sebanyak 20 persen sampah di NTB dapat ditangani. Dan sebanyak 80 persen belum dikelola dengan baik.

Sampah-sampah ini tersebar di berbagai tempat seperti, sawah, kebun, lingkungan masyarakat bahkan sebagian besarnya bermuara ke laut. Akibatnya, eksosistem laut terancam rusak, ikan dan hewan laut mati akibat tercemar oleh sampah.

“UNU sudah mulai dengan hal-hal terkecil. Bahwa mengelolah sampah adalah berkah. Kunci pertama mengelolah sampah adalah memalukan pemilahan dari rumah,” ucapnya di hadapan puluhan mahasiswa kampus UNU.

Pengenalan pengelolaan sampah ini, diharapkan mampu memancing peran aktif mahasiswa untuk lebih terlibat hingga mensosialisasi kepada masyarakat secara luas.

UNU juga diharapkan menjadi kampus yang mampu mewujudkan NTB zero waste. Sehingga diharapkan menjadi kampus percontohan dalam mengelolah sampah bagi universitas dan perguruan tinggi lain di NTB.

Kegiatan pengenalan sampah kepada mahasiswa ini merupakan rangkaian kegiatan “Zero Waste Goes to Campus” yang sebelumnya sukses diselenggarakan di Kampus Universitas Cordova, Kabupaten Sumbawa Barat, 7 November lalu.

IKP@diskominfotik_ntb




Peringatan Hari Ikan, Hj Niken Ajak Makan Ikan Untuk Lawan Covid dan Stunting

Hj Niken mengimbau untuk bersama mengingatkan diri untuk meningkatkan konsumsi ikan di tempat masing-masing

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menghadiri peringatan Hari Ikan Nasional (Harkanas) ke-7, di Halaman Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTB, Kamis (26/11/20).

Dengan tema, “Makan Ikan, Tingkatkan Imun, Lawan Covid dan Stunting”, adalah sebagai sebuah upaya dari Pemerintah Provinsi dan daerah untuk memberikan peringatan kepada masyarakat bahwa ikan adalah komoditi yang harus digunakan komoditinya.

Selaku Ketua Forikan, Hj Niken menambahkan ini adalah sebuah momentum bahwa di tengah pandemi ini kampanye untuk meningkatkan konsumsi ikan sangat diperlukan. Dengan konsumsi ikan Insya Allah akan meningkatkan imunitas tubuh.

Dengan meningkatnya imunitas tubuh, selain mampu mencegah Covid-19 juga membantu memberi nutrisi bagi tubuh dan sangat sejalan dengan program pemerintah untuk mencegah stunting dan gizi buruk di NTB.

Menurut Hj Niken, pandemi Covid-19 membuat kesadaran berbagai hal esensial dalam hidup.

“Kita harus menekankan pentingnya kesehatan dengan konsumsi makanan sehat dan bergizi yang bisa didapat dari konsumsi ikan”, ungkap Hj Niken.

Hj Niken mengimbau untuk bersama mengingatkan diri untuk meningkatkan konsumsi ikan ditempat masing-masing.

“Mari gunakan kesempatan ini untuk lebih memasyarakatkan informasi bagaimana ikan meningkatkan kesehatan dan juga kesejahteraan, masyarakat sehat dan berdaya, Insya Allah jadi sumber daya yang luar biasa bagi Nusa Tenggara Barat,” pungkasnya.

Sebelumnya saat yang sama, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan NTB, Yusron Hadi mengatakan, Harkanas ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2014 dan dicanangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ada dua hal yang ingin dicapai dalam perayaan Harkanas kali ini.

Pertama, meningkatkan kegemaran masyarakat konsumsi ikan dan berbagai produk olahan lainnya yang berbahan baku ikan. Dengan perayaan ini diharapkan masyarakat makin mencintai produk-produk perikanan & kelautan.

Kedua, mengingatkan masyarakat bahwa potensi perikanan dan kelautan di NTB cukup besar, dan harus digali lebih jauh, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah NTB.

Pada saat itu juga diberikan bantuan stimulus kepada beberapa UMKM yang ada di NTB, seperti sarana pengolah abon ikan, sarana pengolah ikan asap, mesin suir, Deep Fryer, peniris minyak ikan, Cool Box, mesin packing dan bantuan paket sembako bagi Cleaning Service dan penjaga malam Dinas Perikanan dan Kelautan NTB.

Rr/HmsNTB

 




Jadi Entrepreneur, Cara Kita Berkontribusi Membangun NTB

Ke depan dunia akan memaknai pemerintah sebagai fasilitator dan dunia usaha yang menjadi mesin ekonomi

MATARAM.lombokjournal.com

Menjadi entrepreneur atau menjadi pengusaha merupakan cara berkontribusi dalam pembangunan, dan menjadi Pegawai Negeri bukan lagi menjadi pilihan.

Gubernur H Zulkieflimansyah engatan itu, saat hadir dalam acara Malam Penganugerahan Lomba Wirausaha Muda NTB di Hotel Lombok Astoria, Rabu (25/11/20) malam.

“Untuk bukan lagi hanya melihat pegawai negeri sebagai pilihan, tapi menjadi entrepreneur, menjadi pengusaha sebagai bagian dari cara kita berkontribusi dalam pembangunan,” katanya.

Lomba Wirausaha Muda NTB 2020 yang diselenggarakan oleh International Council for Small Business (ICSB) NTB berhasil menentukan para juara d ari sejumlah kategori.

Kegiatan lomba ini sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Daerah dalam menstimulus lahirnya wirausaha baru di NTB.

Dalam acara tersebut,  Wiwin Suryani, pelaku UKM Kopi Punik Sumbawa berhasil terpilih menjadi juara 1 Wirausaha Muda NTB 2020 kategori Umum. Sementara juara 1 kategori pelajar diraih oleh Ilham Ariadi pelaku UKM Kedai Terserah.

Gubernur saat itu juga menegaskan, menentukan juara tidak hanya melihat kualitas yang dimiliki. Lebih penting lagi, harus dapat menginspirasi banyak anak muda di NTB. Sehingga turut tergerak menjadi pengusaha dan berkontribusi dalam pembangunan Negeri.

Dikatakan, ke depan dunia akan memaknai pemerintah sebagai fasilitator dan dunia usaha yang menjadi mesin ekonomi, yang menyediakan kesempatan kerja, sehingga mampu mengatasi kemiskinan.

“Kami dari pemerintah daerah akan menyediakan support, menyediakan segala macam batuan yang memungkinkan agar teman-teman ini betul-betul hidup dalam lingkungan yang nyaman dan menyenangkan,” ujar Bang Zul.

Kepada pemenang Wirausaha Muda NTB 2020, Gubernur berharap ke depan dapat menjadi pengusaha sukses di dunia bisnis Indonesia dan dunia.

Koordinator ICSB Wilayah NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengemukakan, Ia bangga atas antusias para kaum muda dalam berkontribusi pada kegiatan tersebut.

“Saya ingin menyampaikan rasa bangga saya, yang luar biasa kepada para finalis, yang hari ini hadir bersama kami. Anda adalah orang-orang luar biasa, harapan kita semua di Nusa Tenggara Barat, untuk majunya UKM Nusa Tenggara Barat menjadi daerah yang dibanggakan di Indonesia,” tuturnya.

Bunda Niken mengapresiasi seluruh finalis dengan ideny yang biasa dan berhasil mewujudkannya dalam sebuah bisnis.

Kepada para pemenang satu, dua dan tiga baik kategori umum maupun kategori pelajar, diharapkan mampu menjadi motivator bagi para wirausaha muda lainnya.

Ketua Panitia, Indah Purwanti Ningsih, menuturkan bahwa pemenang Wirausaha Muda NTB 2020 atau penyandang duta wirausaha muda NTB ini, telah melalui proses yang cukup ketat. Semua peserta berjumlah 440 pendaftar, dan telah disaring melalui berbagai tahap.

Rr/HmsNTB




Jadi Entrepreneur, Cara Kita Berkontribusi Membangun NTB

Ke depan dunia akan memaknai pemerintah sebagai fasilitator dan dunia usaha yang menjadi mesin ekonomi

MATARAM.lombokjournal.com

Menjadi entrepreneur atau menjadi pengusaha merupakan cara berkontribusi dalam pembangunan, dan menjadi Pegawai Negeri bukan lagi menjadi pilihan.

Gubernur H Zulkieflimansyah engatan itu, saat hadir dalam acara Malam Penganugerahan Lomba Wirausaha Muda NTB di Hotel Lombok Astoria, Rabu (25/11/20) malam

“Untuk bukan lagi hanya melihat pegawai negeri sebagai pilihan, tapi menjadi entrepreneur, menjadi pengusaha sebagai bagian dari cara kita berkontribusi dalam pembangunan,” katanya.

Lomba Wirausaha Muda NTB 2020 yang diselenggarakan oleh International Council for Small Business (ICSB) NTB berhasil menentukan para juara d ari sejumlah kategori.

Kegiatan lomba ini sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Daerah dalam menstimulus lahirnya wirausaha baru di NTB.

Dalam acara tersebut,  Wiwin Suryani, pelaku UKM Kopi Punik Sumbawa berhasil terpilih menjadi juara 1 Wirausaha Muda NTB 2020 kategori Umum. Sementara juara 1 kategori pelajar diraih oleh Ilham Ariadi pelaku UKM Kedai Terserah.

Gubernur saat itu juga menegaskan, menentukan juara tidak hanya melihat kualitas yang dimiliki. Lebih penting lagi, harus dapat menginspirasi banyak anak muda di NTB. Sehingga turut tergerak menjadi pengusaha dan berkontribusi dalam pembangunan Negeri.

Dikatakan, ke depan dunia akan memaknai pemerintah sebagai fasilitator dan dunia usaha yang menjadi mesin ekonomi, yang menyediakan kesempatan kerja, sehingga mampu mengatasi kemiskinan.

“Kami dari pemerintah daerah akan menyediakan support, menyediakan segala macam batuan yang memungkinkan agar teman-teman ini betul-betul hidup dalam lingkungan yang nyaman dan menyenangkan,” ujar Bang Zul.

Kepada pemenang Wirausaha Muda NTB 2020, Gubernur berharap ke depan dapat menjadi pengusaha sukses di dunia bisnis Indonesia dan dunia.

Koordinator ICSB Wilayah NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengemukakan, Ia bangga atas antusias para kaum muda dalam berkontribusi pada kegiatan tersebut.

“Saya ingin menyampaikan rasa bangga saya, yang luar biasa kepada para finalis, yang hari ini hadir bersama kami. Anda adalah orang-orang luar biasa, harapan kita semua di Nusa Tenggara Barat, untuk majunya UKM Nusa Tenggara Barat menjadi daerah yang dibanggakan di Indonesia,” tuturnya.

Bunda Niken mengapresiasi seluruh finalis dengan ideny yang biasa dan berhasil mewujudkannya dalam sebuah bisnis.

Kepada para pemenang satu, dua dan tiga baik kategori umum maupun kategori pelajar, diharapkan mampu menjadi motivator bagi para wirausaha muda lainnya.

Ketua Panitia, Indah Purwanti Ningsih, menuturkan bahwa pemenang Wirausaha Muda NTB 2020 atau penyandang duta wirausaha muda NTB ini, telah melalui proses yang cukup ketat. Semua peserta berjumlah 440 pendaftar, dan telah disaring melalui berbagai tahap.

Rr/HmsNTB




Benarkah Ada Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan? Menkes Terawan Bicara Perpres 64 Tahun2020

Saat ini proses penyesuaian iuran JKN masih dalam tahap awal

lombokjournal.com —

JAKARTA ;           “Adanya amanat dalam Perpres 64/2020 tentang peninjauan ulang iuran Jaminan Kesehatan Nasional, rawat inap kelas standar, konsekuensinya pada perubahan besaran iuran,,” kata Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto

Hal itu dikatakan Menkes Terawan saat rapat bersama Komisi IX DPR, Selasa (24/11/20).

Sepertinya. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengisyaratkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Ia berdalih penyesuaian iuran sebagai amanat Peraturan Presiden 64 Tahun 2020 atas kelas standar dan kebutuhan dasar kesehatan (KDK).

Menurutya, penetapan iuran tentunya dengan pertimbangan Kementerian Keuangan, BPJS Kesehatan, termasuk juga kementerian yang dipimpinnya, Kementerian Kesehatan.

Lebih lanjut ia memberi gambaran, pertama, penetapan iuran akan menggunakan metode aktuaria. Kedua, pertimbangan pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan, rawat inap kelas standar, kemampuan membayar dari peserta, inflasi kesehatan, termasuk perbaikan tata kelola program JKN.

Adapun, pemanfaatan program JKN berbasis kebutuhan dasar kesehatan yang dijamin berdasarkan pola epidemiologi atau penyakit umum di Indonesia.

“Dasar penentuan manfaat berbasis kebutuhan dasar kesehatan yang tidak dijamin JKN kemudian akan

Terawan menegaskan, saat ini proses penyesuaian iuran JKN masih dalam tahap awal.

“Masih disiapkan permodelan perhitungan iuran dengan data utilisasi dengan data cost (biaya) dari BPJS Kesehatan dan mempertimbangkan proyeksi dan asumsi berbagai kebijakan,” tandasnya.

Rr/CNNind