Bupati Najmul Adakan Rapat Terbatas Satgas Penanganan Covid-19

Hingga kini, di Lombok Utara, belum atau tidak ada yang terinfeksi covid-19. Per tanggal 25 Maret pukul 12 siang, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona berjumlah 36 orang

TANJUNG.lombokjournal..com —  Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH menggelar rapat terbatas (Ratas) bersama Kepala OPD terkait dan unsur Satgas Penanganan Covid-19.

Ratas dalam pencegahan Virus Corona (Covid-19) tingkat kabupaten, dihadiri Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH dan Plt. Asisten III Setda KLU Evi Winarni, SP, M.Si , yang berlangsung hari Kamis (26/03/20).

Usai ratas penanganan virus corona, Bupati Najmul, menyampaikan perlu melakukan rapat terkait langkah-langkah tepat dan terukur dalam penanganan virus corona.

“Alhamdulillah hari ini kita sudah bisa formulasikan (mekanisme) penanganan, sehingga bisa dilakukan hal-hal yang bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Bupati Najmul menyampaikan, untuk Dana Desa nanti dirapatkan, ini terkait Surat Edaran No. 8 tahun 2020 dari Kementerian Desa memungkinkan digunakan untuk penanggulangan covid-19.

“Nanti itu kita rapatkan kembali sesuai dengan regulasi mana yang bisa digeser atau tidak itu sudah ada ketentuannya,” jelasnya.

Anggaran yang sekarang sedang diusahakan untuk digeser. Dinas Kesehatan mengusulkan sekitar Rp. 826 juta, sekarang sedang dalam proses.

Kemudian, OPD yang sudah menyampaikan usulan pergeseran, Dana Insentif Daerah (DID) untuk penanganan covid-19 sekitar  Rp. 1 miliar lebih.

Artinya dana insentif yang ada di masing-masing OPD juga digeser untuk kepentingan ini.

“Sekarang kita baru bisa mengakumulasi sekitar Rp. 1,5 miliar dari masing-masing OPD dan ini masih ada OPD yang belum menyetorkan (rumusan) dana DID yang bisa digeserkan. Kesehatan kita harapkan melakukan pergeseran alokasi kesehatan itu sekitar Rp.7,46 miliar dan Rp. 3 miliat dari RSUD untuk pelayanan,” terangnya.

Menurut bupati, pergeseran ini tentu akan disesuaikan dengan jumlah yang dibutuhkan untuk penanganan covid 19.

“Intinya kita ingin dana-dana yang ada yang bisa digeser. Ini kita lakukan pergeseran secepatnya, agar bisa langsung melakukan penanganan,” tutur bupati.

Bupati Najmul menyampaikan, bahwa ketika hari ini selesai, hari itu pula diekseskusi untuk kebutuhan penanganan covid-19.

Sudah ada Satgas

Kordinator Subsatgas Komunikasi Publik  Covid-19, Evi Winarni, SP, M.Si kepada media menyatakan, di Kabupaten Lombok Utara sudah ada Satgas untuk menangani dampak virus corona, terdiri dari seluruh unsur yang ada.

”Masing-masing satgas memiliki koordinator Subsatgasnya,” terang mantan Sekretaris BPBD KLU itu.

Hingga kini, di Lombok Utara, belum atau tidak ada yang terinfeksi covid-19. Per tanggal 25 Maret pukul 12 siang, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona berjumlah 36 orang.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sejumlah 2 orang dan 38 orang Orang Dalam Resiko (ODR) ini masih isolasi secara mandiri, sehingga totalnya per 25 Maret 76 orang.

Pihaknya menyampaikan untuk Alat Pelindung Diri (APD) sampai saat ini virus corona terjadi global di seluruh dunia sehingga terjadi kelangkaan APD, tetapi sudah disiapkan anggaran dari dana tidak terduga, sebagian untuk membeli APD.

“Sampai hari ini, sementara masih bisa ditanggulangi untuk APD. Memang kami sedang melakukan pemesanan terkait dengan pengadaan APD tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya pada tempat yang sama, tiga hari lampau diadakan pula rapat koordinasi dipimpin langsung Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH.

Terutama mengulas persiapan segala kebutuhan yang dibutuhkan untuk penanganan pencegahan covid-19 serta agenda penyemprotan disinfektan.

“Mari kita ikuti anjuran-anjuran yang ada untuk mencegah penyebaran covid-19, mengimbau aparatur sipil negara dan masyarakat agar tidak keluar negeri atau  keluar daerah yang terdampak serta menjaga kebersihan,” ujarnya.

(api)




Gubernur Zul Lantik Pimpinan BAZNAS NTB

Dengan potensi dari umat Islam yang luar biasa, maka BAZNAS mampu menjadi garda terdepan untuk penanganu virus corona dan kemiskinan di NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc mengambil sumpah dan melantik pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi NTB,  masa bakti 2020-2025 di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Jum’at 27 Maret 2020.

Lima pimpinan yang dilantik tersebut antara lain, Drs. TGH. Munajib Kholid, Dr. TGH. Muhammad Said, Abdul Hakim, H. L. Pattimura Farhan, Drs. H. Maad Umar.

Dalam  sambutannya, Gubernur Zul mengatakan, saat ini NTB dalam situasi yang tidak biasa karena pandemi dari virus corona belum berakhir.

Karena itu tugas BAZNAS  berbeda dari sebelum-sebelumnya, karena akan menjadi salah satu garda terdepan dalam berinteraksi dengan masyarakat di NTB terkait upaya pencegahan virus corona.

Gubernur Zul berharap, dengan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki, para pengurus mampu membesarkan BAZNAS NTB.

Sehingga ke depan tidak hanya mengumpulkan zakat dan sedekah tapi mampu mengembangkan BAZNAS yang sifatnya produktif.

“BAZNAS kita salah satu yang terbaik di Indonesia, kesinambungan pekerjaannya harus terus ada. Sehingga ini akan menjadi estafet yang bagus di masa yang akan datang,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur Zul mengucapkan selamat kepada lima orang pimpinan yang telah dilantik.

Gubernur yakin, BAZNAS mampu bekerja dengan maksimal. Terlebih dengan potensi dari umat Islam yang luar biasa, maka BAZNAS mampu menjadi garda terdepan untuk penanganu virus corona dan kemiskinan di NTB.

“Selamat kepada yang telah dilantik, pekerjaan ini sangat berat dan betul-betul dipertanggung jawabkan bukan hanya di masyarakat tetapi juga dihadapan Allah SWT. Mari bersinergi,” tutupnya.

AYA/HmsNTB




Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Asal Dasan Agung, Meninggal Dunia

Almarhum masuk RSUD tanggal 24 siang, tes Swab tanggal 26, dan meninggal tanggal 27 siang, dalam usia 55 tahun, alamat Jalan Gunung Pengsong Gapuk Dasan Agung

MATARAM.lombokjournal.com — Gugus Tugas Kota Mataram melaporkan, seorang warga Dasan Agung yang merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia, Jum’at (27/03/20)

Paisen meninggal dunia dengan hasil tes swab belum keluar, dan belum tahu apakah positif atau negatif terpapar virus Covid-19.

Penanganan yang dilakukan sudah sesuai standart, lebih pada kewaspadaan untuk melindungi masyarakat.

“Ini penting dari pada kita berspekulasi bahwa yang bersangkutan negatif,” ujar Komandan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covied- 19 Provinsi NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Orang nomor dua di NTB yang kerap disapa Umi Rohmi itu mengatakan, tes swab merupakan tes yang dilakukan dengan pengambilan jaringan sel pada hidung atau tenggorokan.

Dari hasil tes swab inilah keberadaan virus corona dalam tubuh dapat diketahui.

“Diagnosis corona didapat melalui swab atau sampel dahak yang dikirim ke laboratorium,” ujarnya.

Almarhum dalam status PDP diisolasi di RSUD Kota Mataram.

Almarhum punya riwayat perjalanan baru balik dari Jakarta. Almarhum pada tanggal 10 – 16 Maret ada di Jakarta.

Dan datang ke RSUD Kota Mataram langsung dalam kondisi masih bisa jalan sendiri, dengan keluhan seperti pasien Covid-19 pada umumnya.

Setelah 3 hari, Almarhum masuk RSUD tanggal 24 siang, tes Swab tanggal 26, dan meninggal tanggal 27 siang, dalam usia 55 tahun, alamat Jalan Gunung Pengsong Gapuk Dasan Agung.

Pemerintah Provinsi NTB, melalui Gugus Tugas Provinsi menghimbau agar semua masyarakat tenang, dan percayakan kepada tenaga medis, kalau hasil swab nya sudah keluar maka pasti akan dibuka secara luas kepada masyarakat.

Saat ini yang paling penting adalah agar masyarakat memperhatikan himbauan yang sudah dikeluarkan pemerintah, untuk lebih banyak di rumah, jaga jarak dalam berhubungan (physical distancing) dan tingkatkan pola hidup bersih.

AYA




Mobile JKN, Solusi BPJS Kesehatan Kala Social Distancing

Peserta yang ingin mendapat informasi atau melaporkan aduan bisa menghubungi Care Center, atau mengakses Mobile JKN dan aplikasi SIPP dengan memilih menu ‘Hubungi Kami’ di situs dan PIPP RS

lombokjournal.com —

JAKARTA  ;   Mobile JKN dan Care Center 1500 400 menjadi dua solusi pelayanan bagi pserta BPJS Kesehatan, setelah Presiden Joko Widodo mengamanatkan social distancing untuk pencegahan penyebaran virus corona.

Solusi ini merupakan upaya BPJS Kesehatan memberikan pelayanan terbaik kepada publik di tengah pandemi Covid -19.

Dalam kondisi saat ini, menjalankan imbauan Jokowi untuk tetap tinggal di rumah adalah pilihan terbaik, karena itu masyarakat harus memaksimalkan inovasi yang ada.

Masyarakat tetap dapat menerapkan social distancing, dan tetap bisa mendapatkan layanan administrasi kepesertaan tanpa harus ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan.

Caranya cukup akses saja melalui Mobile JKN serta melalui Care Center kami di 1500 400.

Ia mengingatkan, bagi peserta Non PBI, yaitu peserta PBPU dan BP, dapat melakukan pendaftaran melalui Mobile JKN.

Sementara untuk penambahan anggota keluarga bisa melalui Care Center 1500 400, dan untuk perubahan kelas rawat dapat memanfaatkan kedua fasilitas tersebut.

Namun mengubah NIK, nama, dan tanggal lahir hanya dilakukan lewat Care Center 1500 400, karena untuk mengubah data itu harus melalui pengecekan data yang terintegrasi dengan Disdukcapil.

Peserta yang ingin mendapat informasi atau melaporkan aduan bisa menghubungi Care Center, atau mengakses Mobile JKN dan aplikasi SIPP dengan memilih menu ‘Hubungi Kami’ di situs dan PIPP RS.

Meski demikian, jika ada peserta yang tetap datang ke kantor cabang, tetap layani sesuai dengan protokol yang telah ditetapkan.

Namun diimbau, agar masyarakat  lebih memilih stay at home dengan menggunakan layanan yang telah disediakan BPJS Kesehatan.

Salah seorang peserta PBPU, Indah mengutarakan dirinya memilih menggunakan Mobile JKN untuk melakukan perubahan kelas. Ia menilai aplikasi itu sebagai pilihan yang tepat.

Menurut Indah, tetap berada di rumah bukan pilihan, tetapi suatu keharusan.

Jadi ketika sudah diberikan kemudahan melalui Mobile JKN harus dimanfaatkan, terlebih kondisi saat ini sedang tidak memungkinkan untuk berkumpul karena penerapan social distancing oleh pemerintah.

Rr

(CNN Ind/rea)

 




Dua Pasien Positif Covid 19 Asal Lotim Berangsur Membaik

Dias Kesehatan NTB saat ini menyiapkan skenario penanganan pasien Covid-19, pasien status  PDP ringan ditempatkan di lokasi yang berbeda seperti halnya yang dilakukan di wisma Atlit Jakarta,  dan pasien status PDP berat dirawat di rumah sakit

MATARAM.lombokjournal.com — Dua orang pasien yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19 asal Aikmel (Lombok Timur), saat ini dilaporkan kondisinya berangsur membaik.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, Jumat (27/03/20), menjelaskan, saat ini pasien tersebut masih berada di ruang isolasi Rumah sakit Provinsi NTB hingga 14 hari ke depan.

“Sebelum dibolehkan pulang oleh pihak rumah sakit, dua orang yang positif tersebut masih dalam Ruang Isolasi RSUP NTB guna melakukan pengecekan kesehatan selanjutnya,” kata Eka.

Dikatakannya, pasien yang sudah positif tersebut akan terus diawasi.

“Dilakukan pengecekan setiap saat, kita ambil sampel darahnya hingga menunggu hasilnya menjadi negatif dari virus tersebut,” terangnya.

Data Dinas Kesehatan Provinsi NTB per tanggal 26 Maret 2020, jumlah kasus sebanyak 594, terdiri dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 26 orang, selesai dalam pengawasan sebanyak 13 orang, masih dalam pengawasan sebanyak 13 orang, Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 568 orang.

“Jumlah orang dalam pengawasan yang sudah selesai dalam pemantauan sebanyak 158 orang, masih dalam pemantauan sebanyak 410 orang,” katanya.

Nurhandini Eka Dewi menjelaskan, saat ini pihaknya akan menyiapkan skenario penanganan pasien Covid-19.

Pasien PDP ringan ditempatkan di lokasi yang berbeda seperti halnya yang dilakukan di wisma Atlit Jakarta, dan pasien PDP berat dirawat di rumah sakit.

“Saat ini kita masih mengatur skenarionya seperti itu,” terangnya.

Cara tersebut dinilai sangat efektif dalam penanganan pasien yang terkena wabah virus tersebut.

AYA

 




Cegah Virus Corona, Pasar Tradisional Disemprot Disinfektan

Masyarakat diminta mentaati imbauan pemerintah agar terhindar dari pandemic Virus Corona

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kota Mataram, TNI, Polri dan relawan bersinergi melakukan penyemprotan disinfektan di tiga lokasi yakni pasar Cakranegara, pasar Pagesangan dan pasar Karang Jasi, Jumat (27/03/2020).

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni melakukan penyemprotan cairan disinfektan di fasilitas publik dan tempat-tempat keramaiann.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang hadir pada kegiatan tersebut mengatakan, pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah akan lebih maksimal jika masyarakat ikut berpartisipasi dengan tetap mengikuti aturan yang ada.

“Yang paling utama adalah waspada, hati-hati, karena virus Corona itu telah berada di sekitar kita. Oleh karena itu, penyemprotan disinfektan ini sangat diperlukan,” terang Gubernur.

Gubernur Zul menekankan, bagaimana masyarakat tidak cemas dan takut berlebihan terhadap pandemi ini.

Namun, ia meminta masyarakat untuk waspada dan menjalani hidup dengan penuh kebersihan.

“Jangan sampai masyarakat menjadi sakit justru karena katakutan dan kekhawatiran yang berlebihan,” tutur Bang Zul sapaan akrab gubernur.

disampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan relawan yang ikut dalam kegiatan penyemprotan ini. Ia berharap masyarakat menyadari betapa pentingnya menjaga kebersihan.

“Kepada masyarakat agar tetap waspada, hati-hati, di sisi yang lain, kita juga harus menyadarkan masyarakat agar tidak cemas, tidak takut, dan tetap menjaga kebugaran tubuh,” imbau Bang Zul.

Assisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang yang juga hadir mengatakan, kegiatan penyemprotan dan sosialisasi ini dilakukan agar masyarakat terhindar dari virus corona.

Ia meminta masyarakat untuk mentaati imbauan pemerintah agar terhindar dari pandemi ini.

“Mari masyarakat, kita berjuang untuk melawan COVID-19 ini, tetap jaga jarak (phisycal distancing). Ini penting karena kita ingin kehidupan kita berlanjut,” kata Lalu Martawang.

Ia berharap Kota Mataram menjadi pionir dalam pencegahan wabah virus Corona ini.

Kegiatan penyemprotan ini dilaksanakan oleh 12 orang petugas inti yang dibagi menjadi tiga tim. Penyemprotan menyisir seluruh kios yang berada di pasar-pasar tersebut.

Salah seorang warga Mayura, Cakranegara, Komang Suartana mengatakan, kegiatan ini sangat diperlukan oleh masyarakat untuk mencegah penyebaran virus Corona di wilayah pasar Cakranegara.

Dengan begitu, perekonomian yang ada di tempat ini dapat berjalan lancar.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada pemerintah karena telah diperhatikan seperti ini, kami berharap wabah ini segera berakhir agar perekonomian kembali normal,” tutur Komang.

AYA/HmsNTB




Korem 162/WB Dan Jajaran, Serentak Laksanakan Sterilisasi  Antisipasi Covid-19

Masyarakat diminta proaktif mengikuti imbauan pemerintah untuk membatasi diri dari kegiatan-kegiatan yang sifatnya seremonial dan mengutamakan lebih banyak di dalam rumah

MATARAM.lombokjournal..com —  Upaya imbauan serta tindakan untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) oleh jajaran TNI, Polri dan Pemerintah Daerah NTB  yang tergabung dalam Gugus Tugas Penanganan Virus Covid -19 masih terus dilakukan.

Hari ini, Korem 162/WB melaksanakan strerilisasi penyemprotan disinfektan  guna cegah Penyebaran Virus Covid-19 di Full Bus Perum Damri di Sweta dan Pasar Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Kamis (26/03/20).

Sterilisasi dengan menyemprotkan larutan disinfektan kepada para penumpang dan kendaraan bus Damri sekaligus melakukan pengecekan kelengkapan bus dalam menangkal penyebaran Covid-19.

Pengecekan ini sesuai imbauan Gubernur NTB, seperti penyediaan masker maupun cairan handsanitizer atau pembersih tangan dari kuman dan bakteri.

Komandan Korem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., di lokasi kepada wartawan menyampaikan, hari ini jajaran TNI, Polri dan Pemerintah Daerah dari Kecamatan dan Kelurahan melaksanakan strerilisasi  di beberapa tempat fasilitas umum, yakni penyemprotan disinfektan baik Bus Perum Damri di Sweta  maupun di pasar Mandalika Bertais, Kecamatan Sandubaye .

Danrem Rizal Ramdhani mengatakan, Damri merupakan salah satu fasilitas umum yang mengangkut penumpang antar kota baik kabupaten maupun provinsi.

Ppihaknya melakukan penyemprotan sebagai upaya mengatisipasi dan mencegah  penyebaran dari virus Corona sehingga bisa meminimalisasi penyebaran Covid-19 di NTB.

Sampai saat ini, di NTB sudah ada dua orang dinyatakan positif Covid-19 di Lombok Timur, dan masih menjalani perawatan intensif di RSUD Provinsi NTB.

“Yang paling optimal untuk menekan agar tidak bertambah yakni dengan pencegahan,” terang orang nomor satu di jajaran Korem 162/WB tersebut.

Danrem juga berharap, agar masyarakat proaktif mengikuti imbauan pemerintah untuk membatasi diri dari kegiatan-kegiatan yang sifatnya seremonial dan mengutamakan lebih banyak di dalam rumah.

“Amankan dan yakinkan keselamatan keluarga dengan tetap berada di dalam rumah,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Penerangan Korem 162/WB Mayor Inf Dahlan, S.Sos., menjelaskan kegiatan yang sama juga dilakukan serentak di seluruh Kodim jajaran Korem sebagai langkah preventif penyebaran Covid-19 di NTB.

“Jadi hari ini seluruh juga melaksanakan strerilisasi di tempat-tempat umum yang dianggap rawan penyebaran virus Corona,” ujar Dahlan.

Dahlan juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan badan dan lingkungan.

Diharapkan, agar masyarakat mengikuti imbauan pemerintah untuk tidak menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang dapat mengumpulkan orang banyak, serta menjaga jarak dalam berkomunikasi.

AYA




‘Bilik Disinfektan’ Dipasang di Sejumlah Obyek Vital

Selain di Bandara, Bilik Disinfektan yang diproduksi Industri Kecil Menengah (IKM) di STIP Banyumulek ini, tahap awal akan dilakukan pemasangan di Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Kayangan, Rumah Sakit Selong dan Rumah Sakit Provinsi NTB

LOTENG.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi NTB melakukan pemasangan Bilik Disinfektan, di Bandara, Kamis (26/3).

Pemasanan Bilik Disinfektan ini merupakan salah satu wujud keseriusan pemerintah, guna mengantisipasi atau mencegah penyebaran Virus Corona di NTB.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, didampingi Danrem 162/WB, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, GM Angkasa Pura I, Nugroho Jati dan Tim Satgas penanganan Virus Corona di NTB, langsung melakukan pemasangan dan uji coba alat tersebut.

Selain di Bandara, Bilik Disinfektan yang diproduksi Industri Kecil Menengah (IKM) di STIP Banyumulek ini, tahap awal akan dilakukan pemasangan di Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Kayangan, Rumah Sakit Selong dan Rumah Sakit Provinsi NTB.

Tahap awal produksi alat ini sebanyak 40 unit dan akan terus ditambah.

Karena selain dipasang di semua objek vital, alat ini juga akan dipasang di sekolah-sekolah di NTB, subagai upaya serius pemerintah mencegah penyebaran Virus Corona di NTB.

Danrem 162/WB yang ikut mendampingi Gubernur dalam pemasangan alat tersebut mengatakan, pasangan penyemprot Disinfektan di Bandara itu, merupakan langkah serius Pemerintah Provinsi dalam mencegah masuknya Virus Corona di NTB.

Menurutnya, alat ini sangat efektif untuk mencegah masuknya Virus Corona di NTB.

Danrem sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan Pemerintah Provinsi. Dan diharapkan, alat ini bisa diproduksi lebih banyak sehingga bisa juga dilalukan pemasangan di tempat lain di NTB.

AYA/HmsNTB




Satu Lagi Warga NTB Positif Covid-19

Masyarakat diingatkan agar tetap tenang, menghindari keramaian dan masyarakat diminta tetap terus saling mengingatkan

MATARAM.lombokjournal.com — Setelah sebelumnya dinyatakan satu warga NTB positif, kini bertambah satu lagi.

Cepatnya sebaran virus Corona Covid-19 Nusa Tenggara Barat, disampaikan Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi NTB, H Ahsanul Khalik.

“Ada penambahan satu pasien lagi positif. Psien ini merupakan suami dari pasien positif yang diumumkan oleh Bapak Gubernur dan Wagub Selasa (24/03) kemarin,” ujar Ahsanul, Rabu (25/03/20).

Dengan demikian sekarang ada dua orang warga NTB positif Covid-19.

“Mereka adalah suami istri,” jelas Ahsanul.

Diungkapkan, yang bersangkutan terjangkit pada saat mengikuti acara di Jakarta. Penderita dirawat sejak tanggal 17 Maret 2020.

Lebh jauh ditegaskan, positif bukan berarti tidak bisa sembuh, artinya bukan akhir dari segalanya. Untuk penanganan lebih lanjut, petugas kesehatan tengah menelusuri orang-orang yang pernah berhubungan dengan penderita.

“Petugas kesehatan kita sedang melakukan tracking kontak, untuk mengetahui orang orang yang pernah berhubungan dengan pasien, dan selanjutnya dilakukan penanganan dan pemeriksaan,” kata Ahsanul Khalik  yang juga menjabat Kalak BPBD NTB itu.

Meski demikian, ia tak lupa juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, menghindari keramaian dan masyarakat diminta tetap terus saling mengingatkan.

“Mari kita bersama terus meningkatkan kewaspadaan,” kata Ahsanul.

AYA




BPJS Kesehatan, IDI, dan Republika Serahkan APD dan Bantuan Tambahan untuk Tenaga Medis

“Walaupun pada praktiknya tidak mudah mencari APD di tengah kondisi saat ini, tapi kami terus upayakan semata-mata untuk membantu melindungi keselamatan tenaga medis yang bertugas di lapangan. Dompet donasi BPJS Kesehatan dan Republika juga masih terus kami buka untuk masyarakat yang ingin berpartisipasi”

lombokjournal.com —

MATARAM  ;  Gerakan Gotong Royong Bantu Tenaga Kesehatan Cegah Corona (GEBAH CORONA) yang diprakarsai BPJS Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Republika beberapa waktu lalu, telah menunjukkan hasil nyata.

Dari hasil penggalangan dana itu diserahkan bantuan berupa Alat Perlindungan Diri (APD) kepada para tenaga medis dan fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, para tenaga medis sudah bekerja keras mempertaruhkan kesehatan, bahkan nyawanya, demi melindungi masyarakat.

“Saatnya kita bergerak juga melindungi tenaga medis. Apalagi di tengah kondisi saat ini, APD sulit dicari karena banyaknya kebutuhan. Mudah-mudahan bantuan ini dapat mendukung kelancaran para tenaga medis dalam menjalankan tugasnya,” ujar Fachmi usai acara penyerahan bantuan APD di Kantor Pengurus Besar (PB) IDI, Selasa (24/03).

Dalam acara penyerahan bantua itu, hadir Ketua Umum PB IDI Daeng M. Faqih, Pemimpin Redaksi Harian Republika Irfan Junaidi, serta jajaran direktur rumah sakit mitra BPJS Kesehatan, seperti RSAL Mintoharjo, RS Pelni, dan RS Said Sukanto.

Fachmi mengatakan, APD berupa masker bedah, baju pelindung medis, baju APD lengkap, hand sanitizer, dan kipas disinfektan itu nantinya akan didistribusikan kepada para tenaga medis yang bertugas di lapangan.

Selain APD, BPJS Kesehatan juga menyalurkan donasi tambahan yang berasal dari penggalangan dana sukarela karyawan BPJS Kesehatan.

“Gotong royong bersama ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap kesehatan dan keselamatan tenaga medis yang bertugas melayani masyarakat di tengah pandemi virus corona. Mudah-mudahan langkah ini bisa menginspirasi masyarakat luas dan instansi lainnya untuk turut bergerak mendukung kerja tenaga medis,” ucap Fachmi.

Saat ini, angka pasien positif corona di Indonesia terus meningkat tajam hingga mencapai lebih dari 500 kasus. Dukungan dari masyarakat pun sangat diperlukan agar tenaga medis bisa melakukan pekerjaannya dengan aman.

“Terima kasih kepada Republika dan BPJS Kesehatan yang telah menginisiasi gerakan kemanusiaan ini. Bantuan APD selanjutnya akan didistribusikan kepada ketiga rumah sakit tersebut. Mudah-mudahan BPJS Kesehatan dan Republika ke depannya bisa memperluas bantuan ke rumah sakit lainnya,” ujar Ketua Umum PB IDI Daeng M. Faqih.

Dalam kesempatan yang sama, Pemimpin Redaksi Harian Republika Irfan Junaidi juga meminta dukungan IDI untuk terjun langsung ke lapangan memfasilitasi tenaga kesehatan yang membutuhkan bantuan APD.

“Sumbangan bantuan ini adalah inisiatif bersama dari kami bagi tenaga kesehatan yang berada di lini paling depan. Walaupun pada praktiknya tidak mudah mencari APD di tengah kondisi saat ini, tapi kami terus upayakan semata-mata untuk membantu melindungi keselamatan tenaga medis yang bertugas di lapangan. Dompet donasi BPJS Kesehatan dan Republika juga masih terus kami buka untuk masyarakat yang ingin berpartisipasi,” ujarnya.

Masyarakat bisa ikut berdonasi dengan melakukan transfer ke PT Republika Media Mandiri melalui Bank BCA dengan nomor rekening 375.305.177-1 dan Bank Mandiri dengan nomor rekening 127.00.9090909-2.

“Kami mengapresiasi dukungan kepada PB IDI dan berbagai pihak yang telah ikut berkontribusi. Penyebaran virus corona ini harus dikendalikan agar virus tidak meluas ke wilayah yang fasilitas kesehatannya minim sarana prasarana. Mudah-mudahan wabah virus corona ini dapat segera berlalu,” kata Direktur Utama RSAL Mintoharjo dr. Wiweka yang juga hadir dalam acara tersebut.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Direktur Utama RS Pelni dr. Dewi F. Fitriana. Menurutnya, bekerja merawat pasien yang diisolasi bukanlah perkara mudah.

“Apalagi jumlah pasien yang memerlukan isolasi terus bertambah. Karena itulah pihaknya terus mengubah sebagian ruangan di RS Pelni menjadi ruang isolasi,” terangnya.

Di sisi lain, Kepala RS Said Sukanto dr. Rusdianto mengatakan pihaknya sudah bersiap-siap mendirikan posko penanganan khusus untuk kasus corona di rumah sakitnya.

Menurutnya, kasus virus corona ini seperti bola salju, makin lama makin banyak. Meski kami sudah mengantisipasinya, namun kebutuhan alat medis terus bertambah.

“Untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada IDI, BPJS Kesehatan, dan Republika atas bantuan yang diberikan,” kata Rusdinato.

Rr

(Jamkesnews)