Kebijakan Khusus BPJS Kesehatan, Meniadakan Kegiatan Yang Melibatkan Banyak Orang

BPJS Kesehatan meniadakan beberapa pelayanan, seperti Mobile Customer Service (MCS). Demikian pula sosialisasi informasi yang berlangsung dalam forum-forum pertemuan, pendeknya semua kegiatan lain yang melibatkan banyak orang

lombokjournal.com —

JAKARTA  ;  Terkait upaya meminimalkan penyebaran virus corona, BPJS Kesehatan mulai memberlakukan perubahan layanan sejak  Selasa (17/03/20).

Untuk sementara, BPJS Kesehatan meniadakan beberapa pelayanan, seperti Mobile Customer Service (MCS). Demikian pula sosialisasi informasi yang berlangsung dalam forum-forum pertemuan, pendeknya semua kegiatan lain yang melibatkan banyak orang.

“Kebijakan ini diberlkukan untuk meminimalisir kontak langsung,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris memaparkan sejumlah kebijakan khusus.

Peserta yang hendak mengubah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) non peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), atau mengubah kelas rawat peserta PBPU dan BP dapat mengakses layanan JKN-KIS melalui aplikasi Mobile JKN atau Care Center di 1500 400.

Kemudian untuk layanan pendaftaran peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP), dan penggantian kartu hilang dialihkan ke aplikasi Mobile JKN.

BPJS Kesehatan Care Center dipersiapkan jika peserta ingin menambah anggota keluarga PBPU dan BP, atau mengubah identitas peserta non PBI.

Namun di Kantor Cabang dan Kantor Kabupaten/Kota masih membuka beberapa pelayanan administrasi. Antara lain, pendaftaran peserta baru Pekerja Penerima Upah (PPU) khusus pegawai negeri, perubahan data peserta PBI, perubahan FKTP peserta PBI, pendaftaran bayi baru lahir peserta PBI, dan pengaduan.

Kata Fahmi, pelayanan administrasi di mall pelayanan publik, tetap berlngsung sesuai kebijakan Pemerintah Daerah setempat.

Pelayanan administrasi di rumah sakit juga tetap dilakukan dengan memaksimalkan aplikasi Saluran Informasi dan Penanganan Pengaduan (SIPP) atau Mobile JKN.

“Pelaksanaan mekanisme kebijakan khusus ini diberlakukan sampai dengan ada kebijakan lebih lanjut terkait penanganan virus corona. Kami juga senantiasa melakukan sosialisasi dan edukasi kepada peserta JKN-KIS untuk menerapkan pola hidup bersih dan seha




Positif Corona, Warga Dasan Agung Yang Meninggal Jum’at Lalu

“Penderita mempunyai riwayat melakukan perjalanan ke Jakarta, kemungkinan J terpapar covid19 di luar NTB”

MATARAM.lombokjournal.com —    J (55 tahun) pasien PDP asal Dasan Agung Mataram yang meninggal dan di kuburkan oleh tim medis beberapa waktu lalu, di nyatakan positif mengidap virus corona.

J di ketahui positif covid19 setelah keluarnya hasil swab dari laboratorium Litbangkes Kementerian Kesehatan.

Dari pers rilis yang di terima oleh media ini Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah menerangkan, J memiliki riwayat perjalanan ke daerah pandemik yakni Jakarta.

J di duga tertular covid19 saat berkunjung ke Jakarta.

“Penderita mempunyai riwayat melakukan perjalanan ke Jakarta, kemungkinan J terpapar covid19 di luar NTB,” jelas gubernur pada rilis yang diterima edia,  Rabu(01/04/20)

Gubernur Zul juga mengatakan, petugas sedang menelusuri rekam kontak J sehingga bisa melakukan tindakan awal.

Sementara IMS warga Karang Medain yang juga meninggal dan sempat di isolasi di RSUP NTB dari hasil swab laboratorium Litbangkes Kementerian Kesehatan hasilnya adalah negatif.

IMS meninggal dunia akibat penyakit degeneratif bawaan.

Dengan hasil swab J yang positif data positif covid19, di NTB menjadi lima orang dengan rincian empat orang masih dalam perawatan dan satu orang meninggal dunia.

AYA/HmsNTB




Humas Pemda KLU Adakan Jumpa Pers, Ikuti Protokol Covid-19

Saat di dalam ruangan, posisi duduk peserta diberi jarak 1,5 meter, ditandai dengan pemasangan isolasi atau plester penanda jarak

TANJUNG, KLU.lombokjournal.com — Bagian Humas dan Protokol Setda KLU menyelenggarakan jumpa pers sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Protokol Pencegahan Penyebaran dan Pengendalian Covid-19, Senin (30/03/20).

Kehumasan berupaya menerapkan protokol pencegahan penyebaran dan pengendalian covid-19, ketika menyelenggarakan kegiatan yang mengumpulkan/mendatangkan audiens/khalayak secara terbatas.

Dalam jumpa pers yang diadakan di Aula Kantor Bupati tersebut, menghadirkan narasumber Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH, Pelaksana Tugas Asisten III sekaligus Koordinator Subsatgas Komunikasi Publik Covid-19 Evi Winarni, SP, M.Si, Kepala Dikes KLU dr. H. Lalu Bahrudin, serta Direktur RSUD KLU dr. H. Syamsul Hidayat (30/3).

Bupati Najmul mengapresiasi jumpa pers yang dilakukan oleh Bagian Humas dan Protokol Setda KLU, untuk bisa diterapkan selanjutnya.

“Saya mengapresiasi pertemuan ini, karena ini pertama kali jumpa pers dengan prosedur protokol Covid-19. Ini bisa dicontohkan instansi lain, jika mengadakan pertemuan,” tutur bupati.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Lalu Bahrudin, dirinya mengatakan sudah berkomunikasi dengan kehumasan, supaya pertemuan ini menggunakan sistem protokol Covid-19.

“Sebelum acara ini, sudah berkomunikasi dengan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda KLU. Ini bisa menjadi model pertemuan pada masa siaga darurat covid-19,” imbuh mantan Direktur RSUD itu.

Tampak ruangan aula dilakukan sterilisasi dengan cairan desinfektan oleh pihak Dikes KLU sebelum acara berlangsung.

Memasuki ruangan dilakukan pengukuran suhu tubuh terhadap seluruh peserta. Kemudian dilanjutkan dengan membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer dan pembagian masker.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda KLU, Mujaddid Muhas menyatakan, saat di dalam ruangan, posisi duduk peserta diberi jarak 1,5 meter, ditandai dengan pemasangan isolasi atau plester penanda jarak.

“Kita batasi jaraknya antar orang per orang, bersinergi dengan pihak Dikes KLU dan RSUD KLU untuk penyemprotan disinfektan pada ruangan serta terapan hand sanitizer dan masker,” jelasnya.

Pada akhir jumpa pers, pihaknya berterima kasih atas kritik saran format kegiatan sebelumnya terkait covid-19 dari kawan-kawan pewarta. Sekaligus kepada Dikes dan RSUD KLU.

“Terima kasih kawan-kawan pewarta, pertemuan ini terealisasi sebagaimana lontaran saran dari kawan-kawan pewarta pula, termasuk hasil koordinasi dengan Dikes dan RSUD KLU. Terima kasih,” tuturnya.

Pihaknya menyatakan, ke depan apabila siaga darurat covid-19 dan keadaan masih terus melanda, jumpa pers diadakan dengan sistem jarak jauh melalui aplikasi video conference.

api/humaspro




Produksi APD, IKM dan UKM Bisa Mengambil Peluang Di Tengah Wabah Virus Corona

“Ini merupakan peluang IKM dan UKM kita untuk memproduski. Tentunya dalam hal ini peran pemerintah juga memberikan pembinaan dan stimulus untuk mereka”

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi NTB mendorong para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) untuk memproduksi Alat Pelindung Diri (APD).

Banyaknya pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) yang saat ini usahanya menurun, memproduksi APD bisa menjadi alternatif.

Eprti diketahuo, setelah merebaknya covid-19 beberapa bulan terakhir Ini, kebutuhan alat pelindung diri (APD) melonjak tajam.

Baik masker, sarung tangan, hand sanitizer, hingga pelindung diri lainnya. Akibatnya, stok APD di pasaran menipis.

Jika ada, harga yang ditawarkan cukup tinggi, yang membuat masyarakat kesulitan membeli.

Memproduksi APD seperti masker, hand sanitaizer, sarung tangan dan lain-lainnya, akan melibatkan puluhan pelaku usaha.

Terutama pada pembuatan masker yang ditargetkan sebanyak 100 ribu, mengingat kebutuhan akan masker saat ini cukup tinggi.

“Momentum ini bisa di manfaatkan oleh para pelaku usaha, terutama di bidang konveksi. Sekarang ini IKM yang tercatat itu ada 21 IKM dan dari Diskop ada 22 UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB, H Wirajaya Kusuma, Rabu (01/04/20)

Wirajaya berharap, peran UKM dan IKM bisa membantu melengkapi kebutuhan masyarakat. Khususnya, kebuuhan APD guna pencegahan penyebaran Covid-19.

Menurutnya, peran UKM dan IKM di NTB akan dioptimalisasi  dalam memproduksi APD.

Dalam produksi APD ini akan melibatkan beberapa dinas, yakni Dinas Perdagangan (Disdag), Dinas Perindustrian (Disperin) NTB, dan Diskop NTB.

“Ini merupakan peluang IKM dan UKM kita untuk memproduski. Tentunya dalam hal ini peran pemerintah juga memberikan pembinaan dan stimulus untuk mereka,” ucapnya.

Para pelaku usaha akan di arahkan sesuai potensi masing-masing UKM dan IKM, seperti mereka (pelaku usaha) yang fokus di konveksi.

“Maka diarahkan untuk membuat masker.  Begitu juga dengan hand sanitizer.  Sejak merebaknya virus korona, tak sedikit pelaku usaha di bidang pariwisata oleh-oleh mengalami rugi besar. Pasalnya, kunjungan wisatawan mendadak anjlok,” ungkapnya.

Menurutnya, banyak yang terdampak, tapi kita harus bisa lebih kreatif dan menangkap peluang. Salah satunya dengan memproduksi APD,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam pembuatan APD, tiga dinas tersebut akan melibatkan banyak pelaku usaha. Bahkan ditargetkan sebanyak-banyak, agar dapat memenuhi permintaan 100 ribu masker yang ditargetkan.

“Kemungkinan besar, jumlahnya akan bertambah (pelaku usaha). Untuk saat ini kami targetkan pembuatan APD 100 ribu (buah). Sementara saat ini baru 2 ribu APD terpenuhi,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti, pihaknya sudah mendorong para IKM untuk memproduksi masker.

Seperti yang diarahkan oleh pemda, untuk memenuhi kebutuhan akan APD saat ini. Dalam hal ini, masker yang dibuat adalah masker kain,  bukanlah masker kesehatan. Lantaran belum adanya alat mumpuni untuk memproduksi di NTB

“Kita sedang jalankan sekarang, tentunya kita dorong dan bina mereka IKM dan UKM ini untuk memproduksi pembuatan APD,” katanya.

Disisi lain, pembuatan masker tersebut sesuai dengan standar yang ada. Yakni mampu mengurangi paparan cipratan droplet hingga debu. Selain itu, dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

AYA




Memutuskan Mata Rantai Covid – 19,  Danrem 162/WB Bersama Persit KCK Bagi-bagi Masker

Danrem juga berharap agar masyarakat melaksanakan semua imbauan pemerintah tentang pencegahan Covid-19 mengingat ancaman virus corona sangat luar biasa

MATARAM.lombokjurnal.com — Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi para Dandim se Pulau Lombok dan Persit KCK membagikan masker pelindung diri kepada pengguna jalan Lingkar Selatan tepatnya di depan Makorem 162/WB, Rabu (01/04/20).

Danrem 162/WB menyampaikan, hari ini jajaran Korem 162/WB bersama Satgas Zeni TNI melaksankan pembagian masker kepada masyarakat yang melintas di depan Makorem.

Tujuannya, memberikan edukasi kepada masyarakat agar melaksanakan semua petunjuk-petunjuk dan arahan dari pemerintah terkait dengan pencegahan virus corona di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Korem 162/WB, pihaknya juga memberikan bantuan masker kepada seluruh jajaran Korem 162/WB dan Satgas Zeni yang sedang melaksanakan tugas pembangunan rehab rekon di NTB.

“Mudah-mudahan dengan pemberian alat pelidung diri ini, semua Prajurit dan keluarganya tetap sehat wal’afiat, begitu juga dengan seluruh masyarakat NTB,” harap Rizal Ramdhani.

Kaitan dengan harga masker, pihaknya sudah berkolaborasi dengan Polda NTB sudah melaksanakan operasi pasar agar dapat menurunkan harga masker di pasaran.

Selain membeli masker, pihak Korem juga membuat masker secara swadaya dari kain dengan melibatkan ibu Persit KCK untuk menjahit.

“Masker kemudian diberikan kepada para prajurit dan keluarganya,” ujarnya.

Wacana pelaksanaan darurat sipil dalam penanganan Covid-19, TNI dan Polri yang tergabung dalam Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Covid-19 di NTB sudah membuat beberapa alternatif, berupa langkah-langkah terbaik untuk NTB dalam penanganan pencegahan Covid-19.

“TNI Polri yang tergabung dalam Satgas Gugus Tugas sudah siap melaksanakan petunjuk-petunjuk Pemerintah Pusat dan Komando Atas,” papar Danrem.

Menurut Danrem, pihaknya akan mendukung sepenuhnya kebijakan-kebijakan Pemerintah Pusat maupun Komando Atas.

Danrem juga berharap agar masyarakat melaksanakan semua imbauan pemerintah tentang pencegahan Covid-19 mengingat ancaman virus corona sangat luar biasa.

“Ini dilakukan mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar dan scup yang lebih besar,,” katanya.

Sebelumnya, Danrem 162/WB juga menyerahkan dukungan logistik berupa perlengkapan perorangan kepada perwakilan anggota Satgas Zeni TNI yang sedang melaksanakan pembangunan rehab rekon berupa pakaian PDL, baju kaos loreng, topi rimba, masker dan hand sanitizer.

AYA




Presiden Jokowi Gratiskan Masyarakat Pengguna Listrik 450 VA Selama Tiga Bulan

Para Kepala Daerah diMinta tidak membuat kebijakan sendiri-sendiri yang tidak terkoordinasi

lombokjournal.com —

JAKARTA  ;  Dalam keterangan pers melalui video yang disiarkan saluran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (31/03/20), Presiden Jokowi menggratiskan masyarakat pengguna listrik 450 VA selama tiga bulan, sejak April, Mei, sampai Juni, di tengah wabah virus corona Covid-19.

“Jadi untuk pengguna listrik 450 VA yang jumlahnya sekitar 24 juta orang, akan digratiskan selama 3 bulan ke depan sejak April, Mei, sampai Juni,” kata presiden.

Pelanggan listrik 900 VA yang berjumlah 7 juta orang, diberikan diskon harga sebesar 50 persen dalam periode yang sama, yakni April hingga Juni.

Para pelanggan listrik tersebut saat ini diakui sedang kesulitan karena adanya wabah virus corona Covid-19.

Selain itu Jokowi mengatakan, pemerintah juga akan mengawasi serta mengantisipasi pasokan kebutuhan pokok.

“Pemerintah mencadangkan Rp 25 triliun untuk memenuhi kebutuhan pokok serta operasi pasar logistik.” Katanya.

Pemerintah juga telah menerbitkan peraturan pemerintah (PP) tantang Pembatasan Sosial Berskala Besar  (PSBB) terkait pandemi virus corona Covid-19 yang terjadi di Indonesia.

Bahkan, pemerintah telah menerbitkan Keppres untuk melaksanakan aturan tersebut.

Presiden Jokowi meminta Kepala Daerah untuk tidak membuat kebijakan sendiri dalam mengatasi Covid-19. Seluruh kebijakan daerah diminta untuk mengacu pada PP tersebut.

“Pemerintah juga sudah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dan Keppres Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat untuk melaksanakan amanat Undang Undang tersebut,” kata Jokowi.

Terbitnya PP maksudnya jelas, para Kepala Daerah diinta tidak membuat kebijakan sendiri-sendiri yang tidak terkoordinasi.

“Semua kebijakan di daerah harus sesuai dengan peraturan, berada dalam koridor Undang Undang, PP, serta Keppres tersebut,” katanya.

Jokowi juga meminta Polri ikut andil agar kebijakan tersebut berjalan lancar. Polri diminta mengambil langkah penegakan hukum agar kebijakan ini berjalan dengan efektif.

“Polri juga dapat mengambil langkah-langkah penegakan hukum yang terukur dan sesuai undang-undang agar PSBB berlaku secara efektif dan mencapai tujuan mencegah meluasnya wabah,” papar Jokowi.

Me

(suara.com

 




MTB dan M16 Bantu Masyarakat NTB Hadapi Corona Dengan Bagi Sembako

Jika hasil evaluasi MTB dan M16 Peduli nanti positif, kemungkinan besar akan ditambah lagi agar cakupan wilayah dan penerima donasi ini bertambah banyak

lombokjournal.com —

MATARAM   ;   Penyalurkan bantuan paket Sembako ke warga masyarakat kurang mampu di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (31/03/20), berlangsung  di Kantor Mi6, Taman Indah, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Puluhan dengan jarak dua meter mengantre pembagian sembako tersebut. Rata-rata sembako dibagikan pada masyarakat menengah ke bawah.

Muhamad Taufik Budiman (MTB) menggandeng Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 untuk pembagian sembako tersebut sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat di tengah mewabahnya pandemi COVID-19.

“Kita juga ikut bergotong-royong membantu masyarakat di tengah wabah ini. Meskipun ini aksi kecil, tapi semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat kita,” kata MTB.

Pembagian sembako diharapkan membantu masyarakat yang terkena dampak ekonomi akibat kebijakan diam di rumah untuk mengantisipasi penyebaran virus COVID-19.

“Bagi kelompok ini tentu menjadi simalakama. Keluar cari uang tidak bisa, sementara kebutuhan rumah tangga harus dipenuhi. Ini yang ingin coba kami bantu dengan kegiatan seperti ini,” kata MTB didampingi Ketua Pemuda NW NTB , Zainul Pahmi .

Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto, mengatakan paket sembako yang terkumpul sebanyak 1.500 paket. Hari ini difokuskan untuk warga Mataram.

Kemudian pada Jumat besok akan dibagikan di masyarakat Lombok Tengah sebanyak 250 paket.

“Jumat nanti kita bagi 250 paket di Lombok Tengah, bekerjasama dengan Kelompok Peternak Bebek Desa Pengadang yang dikoordinir oleh Ahmad SH,” ujarnya.

Kemudian pada Senin nanti akan berkolaborasi dengan Pemuda Nahdatul Wathan (NW) NTB mendistribusikan paket ke masyarakat hingga paket tersebut habis terbagi.

Paket sembako tersebut berisi beras 2,5 kilo, susu, kecap, minyak goreng, telur, sabun dan mie telur.

Didu sapaan akrabnya, menambahkan jika hasil evaluasi MTB dan M16 Peduli nanti positif, kemungkinan besar akan ditambah lagi agar cakupan wilayah dan penerima donasi ini bertambah banyak.

“Kami berharap kegiatan kecil yang kami lakukan ini bisa membantu saudara kita yang memang membutuhkan,” katanya.

Me




Kondisi Kesehatan Dua Pasien Positif Corona di NTB Semakin Membaik

Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih dirawat di RSUD NTB saat ini sebanyak 12 orang

MATARAM.lombokjournal.com — Kondisi kesehatan dua orang pasien positif virus Corona Covid-19 yang sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB dinyatakan terus membaik.

Namun untuk menyatakan mereka sudah sembuh, tim medis harus menunggu hasil pemeriksaan sampel swab yang dilakukan di laboratorium Litbangkes Kementerian Kesehatan RI.

Kabid Pelayanan RSUD Provinsi NTB dr.Nyoman Wijaya menerangkan, hasil positif untuk pasien 01 tanggal 24 Maret 2020, dan pasien 02 tanggal 25 Maret 2020.

Masih dua kali pemeriksaan lagi yang  ditunggu untuk memastikan dua pasien tersebut mudah-mudahan negatif corona atau sembuh

“Hari ini kondisi kedua pasien stabil. Tekanan darah normal berkisar 100 – 110/70, suhu normal berkisar antara 36 – 36,5 derajat,” kata Nyoman Wijaya, Selasa (31/03/2020)

Ia mengatakan, kedua pasien sudah bisa makan minum seperti biasa karena kondisinya memang terus membaik.

Namun mereka diperbolehkan pulang setelah hasil pemeriksaan swab negatif dua kali berturut-turut. Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih dirawat di RSUD NTB saat ini sebanyak 12 orang.

Sebagaimana diketahui, kasus pertama virus corona di NTB dipublikasi pada tanggal 24 Maret lalu. Pasien perempuan berusia 50 tahun yang kemudian dikenal dengan pasien 01 tersebut kemungkinan besar terjangkit di luar daerah.

Karena pasien pernah melakukan perjalanan ke Jakarta untuk menghadiri berbagai kegiatan dan pulang ke NTB.

AYA/HmsNTB

 




Pasien Positif Covid-19, Bertambah Dua Orang

Keduanya sudah dirawat di RSUP NTB sejak 22 dan 23 Maret, dan dari hasil pemeriksaan menunjukkan perkembangan yang baik

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah menyebut, dua orang pasien yang positif Covid-19 yang baru adalah LJ berjenis kelamin laki-laki, 44 tahun, asal Kota Mataram.

Pasien lain, yaitu YT laki-laki yang berumur 46 tahun asal Bali yang melakukan perjalanan ke Lombok.

Dengan bertambahnya  pasien positif Covid-19 tersebut, di NTB terdapat empat orang positif terpapar virus corona.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mengirimkan siaran pers resmi yang diterima media ini, tentang dua orang yang positif terjangkit virus corona di NTB.

Keduanya sudah dirawat di RSUP NTB sejak 22 dan 23 Maret lalu, dan dari hasil pemeriksaan menunjukkan perkembangan yang baik.

Masih dalam rilis tersebut, Gubernur Zul mengatakan, tim gugus sedang melakukan pelacakan kontak kedua penderita.

Kedua penderita di perkirakan tertular di luar, dan keduanya memiliki laporan perjalanan ke daerah yang terpapar Covid-19

“Iya kami sedang membicarakan siapa saja yang melakukan kontak dengan dua orang tersebut,” terang Gubernur Zul dalam pers rilis.

Pemerintah Provinsi NTB menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menghindari penyebaran virus corona dengan tidak mendukung dan menerapkan jarak sosial.

AYA/HmsNTB




Peduli Covid-19, MTB dan M16 Gelar Bakti Sosial di Mataram

Pilihan bantuan dalam bentuk Sembako dilakukan karena hal ini paling mendasar dibutuhkan masyarakat kurang mampu, dalam menghadapi masa siaga darurat Covid-19, dimana aktivitas harian memang harus dibatasi

MATARAM.lombokjournal.com —  Muhamad Taufik Budiman (MTB) menggandeng Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 untuk menyalurkan bantuan paket Sembako ke warga masyarakat kurang mampu di Mataram.

Kegiatan akan dilakukan mulai Selasa sore (31/03/20) di sejumlah lokasi di Kota Mataram.

Budiman mengatakan, bakti sosial ini dilakukan sebagai wujud kepedulian pihaknya bersama M16 untuk membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu di Mataram, khususnya di masa-masa siaga darurat Covid-19 di wilayah NTB, khususnya di Mataram.

“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi dan membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu di Kota Mataram,” kata MT Budiman, Senin Malam (30/03/20).

Menurutnya, dalam situasi saat ini kebijakan social distancing memang harus dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Anjuran agar masyarakat diam di rumah dan mengurangi berada di luar dan berkerumun, juga harus ditaati semua lapisan warga.

Namun, di sisi lain kebijakan ini tentu akan sangat terasa berdampak terutama bagi masyarakat kurang mampu yang sehari-hari menggantungkan hidup dari kerja serabutan atau upah harian.

“Bagi kelompok ini tentu menjadi simalakama. Keluar cari uang tidak bisa, sementara kebutuhan rumah tangga harus dipenuhi. Ini yang ingin coba kami bantu dengan kegiatan seperti ini,” kata Taufik Budiman.

Sekretaris M16, Lalu Athari mengatakan, MTB dan M16 akan membagikan sekitar 1.500 paket Sembako, namun dilakukan secara bertahap setiap pekan 250 paket Sembako.

Paket Sembako antara lain berisi Beras, Telur, Minyak Goreng, Kecap, dan Sabun Cair.

“Kami akan salurkan tiap pekan 250 paket, karena keterbatasan tenaga, dan untuk menjaga kerumunan orang karena kita harus patuh untuk social distancing juga,” kata Athari.

Sementara itu, Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto menjelaskan, pilihan bantuan dalam bentuk Sembako dilakukan karena hal ini paling mendasar dibutuhkan masyarakat kurang mampu, dalam menghadapi masa siaga darurat Covid-19, dimana aktivitas harian memang harus dibatasi.

“Ya kalau PNS dan pekerja swasta kan masih aman karena ada gaji bulanan. Nah untuk masyarakat kurang mampu yang bekerja serabutan dan upahnya harian, tentu ini menjadi masa-masa yang berat,” katanya.

Didu mengatakan, MTB dan M16 tidak menyalurkan bantuan masker dan APD karena hal itu sudah banyak dilakukan oleh pihak peduli lainnya.

Didu menambahkan, jika hasil evaluasi MTB dan M16 Peduli nanti positif, kemungkinan besar akan ditambah lagi agar cakupan wilayah dan penerima donasi ini bertambah banyak.

“Kami berharap kegiatan kecil yang kami lakukan ini bisa membantu saudara kita yang memang membutuhkan,” tukasnya.

Me