UPDATE Covid-19: Hari Selasa, 01 Desember 2020, Bertambah 22 Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 21 Orang, Kasus Kematian 1 (Satu) Orang

Adanya tambahan kasus terkonfirmasi positif baru menandakan Covid-19 nyata dan masih harus diwaspadai

MATARAM.lombokjournal.com –

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR RS Dr. R. Soedjono Selong, Laboratorium PCR Prodia, Laboratorium TCM RSUD Bima, Laboratorium TCM RSUD Praya dan Laboratorium TCM RS H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa mengkonfirmasi, ada tambahan 22 pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Selasa (01/12/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 279 sampel dengan hasil 250 sampel negatif, 7 (tujuh) sampel positif ulangan, dan 22 sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 21 orang, kasus kematian 1 (satu) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 22 kasus baru terkonfirmasi positif, 21 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa (01/12/20) sebanyak4.792 orang, dengan perincian 3.944 orang sudah sembuh, 255 meninggal dunia, serta 593 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 22 KASUS BARU POSITIF,  21 PASIEN SEMBUH, KEMATIAN BARU 1 (SATU) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasiennomor 4771, an. AYP, laki-laki, usia 3 bulan, penduduk Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4536. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Universitas Mataram;
  2. Pasien nomor 4772, an. A, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Madaprama, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  3. Pasien nomor 4773, an. A, laki-laki, usia 55 tahun, pendudukDesa Baka Jaya, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Pasien meninggal;
  4. Pasien nomor 4774, an. W, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Sepit, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur. Riwayatkontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dr. R. Soedjono Selong;
  5. Pasien nomor 4775, an. S, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Praya;
  6. Pasien nomor 4776, an. AMR, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4608. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4777, an. MFR, laki-laki, usia 8 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4608. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  8. Pasien nomor 4778, an. S, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4608. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  9. Pasien nomor 4779, an. SW, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4608. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Sumbawa dan Puskesmas Unit 1 Sumbawa;
  10. Pasien nomor 4780, an. H, perempuan, usia 53 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, KabupatenSumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4604. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  11. Pasien nomor 4781, an. SK, perempuan, usia 8 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4604. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  12. Pasien nomor 4782, an. DK, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4604. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  13. Pasien nomor 4783, an. WAK, laki-laki, usia 26 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4604. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  14. Pasien nomor 4784, an. CM, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Uma Beringin, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Unter Iwes;
  15. Pasien nomor 4785, an. RA, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4604. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  16. Pasien nomor 4786, an. SA, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H.L. Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  17. Pasien nomor 4787, an. AWD, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Sumbawa;
  18. Pasien nomor 4788, an. SBB, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4137 dan 4139. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Jatibaru;
  19. Pasien nomor 4789, an. AY, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4137 dan 4139. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga;
  20. Pasien nomor 4790, an. MH, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4137 dan 4139. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Mpunda;
  21. Pasien nomor 4791, an. S, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 4741. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD Kota Bima dan Puskesmas Paruga;
  22. Pasien nomor 4792, an. M, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RS Harapan Keluarga Mataram.

Hari Selasa terdapat 21 tambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu:

  1. Pasien nomor 3719, an. IY, laki-laki, usia 12 tahun, penduduk Desa Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  2. Pasien nomor 3763, an. EN, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  3. Pasien nomor 3990, an. G, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima;
  4. Pasien nomor 4137, an. HP, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  5. Pasien nomor 4175, an. RR, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima;
  6. Pasien nomor 4552, an. KA, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4553, an. F, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  8. Pasien nomor 4554, an. I, perempuan, usia 49 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  9. Pasiennomor 4556, an. H, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Kelurahan Buin Baru, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa;
  10. Pasien nomor 4587, an. UH, perempuan, usia 18 tahun, penduduk Desa Sekongkang Atas, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  11. Pasien nomor 4597, an. AAM, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Kelurahan Arab Kenangan, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  12. Pasien nomor 4650, an. SI, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  13. Pasien nomor 4674, an. K, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  14. Pasien nomor 4672, an. NK, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Manemeng, Kecamatan Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat;
  15. Pasien nomor 4675, an. IA, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Sampir, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  16. Pasien nomor 4676, an. EA, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  17. Pasiennomor 4677, an. G, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  18. Pasien nomor 4678, an. Z, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  19. Pasien nomor 4679, an. M, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Loka, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  20. Pasien nomor 4680, an. DA, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  21. Pasien nomor 4695, an. AZ, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Bugis, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa

Hari Selasa ini juga terdapat penambahan 1 (satu) kasus kematian baru, yaitu pasien nomor 4773, an. A, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Baka Jaya, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Pasien dilakukan tatalaksana Covid-19

Lalu Gita Aryadi menghimbau, seluruh masyarakat agar senantiasa tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan dalam seluruh aktifitas sosialdan ekonomi, terutama di tempat-tempat keramaian seperti mall, pasar tradisional dan pusat-pusat perbelanjaan serta diberbagai tempat diselenggarakannya kegiatan-kegiatan sosial.

Ditegaskan, adanya tambahan kasus terkonfirmasi positif baru menandakan Covid-19 nyata dan masih harus diwaspadai.

“Karenanya, hal terpenting bagi kita untuk dapat beradaptasi dengan tatanan baru kehidupan saat ini adalah dengan taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19, agar kita semua dapat tetap beraktifitas, produktif, sehat dan aman di tengah pandemi,” kata Lalu Gita Aryadi.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran PandemiCovid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Partai NasDem Kota Mataram Optimis, Pasangan HARUM Menang Pilkada

Tidak ada tren negatif yang merugikan paket HARUM dalam pilkada ini

MATARAM.lombokjournal.com

Ketua DPD Partai NasDem Kota Mataram, Lalu Fatahillah Prawiranega menyebutkan hasil akhir berupa kemenangan paket HARUM Tinggal menunggu waktu tanggal 9 DESEMBER 2020, dan ia memastikan  kemenangan mutlak pasangan yang.

“Melihat beberapa variabel survey bahwa kementapan Pemilih sudah diangka 35 persen, hal ini sudah tergambar dari hasil survey Indikator terakhir.” ungkap Fatahillah, bersama Wasekjen DPP Partai Nasdem Bidang Pemenang Pemilu Jakfar Sidiq yang berkunjung ke Kota Mataram, Senin (30/11/20).

Fatahillah juga menegaskan, tidak ada tren negatif yang merugikan paket harum dalam pilkada ini.

Wasekjen DPP Partai Nasdem,  Jakfar Sidiq, juga menegaskan hal sama bahwa Paket H Mohan Roliskana dan Paket TGH Mujiburahman sudah dari awal diprediksi meraih kemenangan.

Hal itu terlihat dari dua kali survey yang dilakukan DPP Partai Nasdem. Kerja kerja politik yang dilakukan H Mohan Roliskana dan TGH Mujiburahman bersama Ketua DPD Partai Nasdem Kota Mataram dan jajarannya,  Ibarat Orkestra dimana semua saling mengisi, saling berharmoni dalam pemenangan Pilkada.

” Hal ini yang kami harapkan Partai Pengusung saling bersinergis kerja keras dan berjuang tiada henti dalam pemenangan Pilkada. Maka saya harapkan, metode seperti ini dipakai oleh seluruh DPD se NTB yang melaksanakan pilkada, bahwa kemenangan itu adalah kemenangan bersama.” ujar Jakfar

Hal tersebut juga disampaikan oleh Sekertaris DPP Bidang Ideologi , keanggotaan dan Kaderisasi Partai Nasdem, Dedi Rahmanta.

“Kami berharap sinergisitas NasDem-Golkar ini tetap bersama hingga tuntas. Tidak ada gesekan yang prinsip melainkan sama-sama berdiri tegak dalam membangun Kota Mataram,” kata Dedi.

Sebagai Sekertaris DPP, bangga melihat DPD kota Mataram dipimpin oleh anak mudah dan kader Inti dari partai NasDem.

Komitmen yang kuat dalam menggerakkan struktur kepartaian, pembagian tugas sesuai kompetensi, serta strategi menempatkan Nasdem dalam posisi strategis di dalam koalisi bersama Golkar dan PPP  harus mendapat apresiasi .

Dua partai lainnya merupakan partai senior dapat berbagi peran bersama partai NasDem, hal ini merupakan kepiawaain Ketua DPD beserta jajaran.

“Saya berharap Nasdem 2024 tidak satu kursi lagi di Mataram setelah dikomandoi lalu Fatahillah. Hari ini saya beri mandat anak muda ini untuk mencapai 6 kursi di 2024. Jika berhasil DPP akan Mengajukan Lalu Fatahillah sebagai Calon walikota atau bakal Calon Walikota di 2025, anak muda ini punya potensi jika berhasil memimpin partainya sesuai target DPP.” ungkap Dedi.

Tak hanya itu, Lalu Fatahillah juga menjadi harapan dari Ketua DPW Partai NasDem, H. M. Amin selaku Ketua DPW Partai NasDem Nusa Tenggara Barat.

Amin berharap besar, Nasdem kota Mataram bisa tampikan Ketua DPD Partai Nasdem sebagai  walikota ke depan dengan kepiawaannya mengelola organisasi. Dia mantan birokrat, dia pengusaha, hari ini dia ketua partai, tidak ada salahnya NasDem mengusulkan adinda lalu Fatahillah ini dalam kontestasi ke depan dalam pilkada kota Mataram, tentunya dengan memenuhi target memenangkan Paket HARUM dan meraih 6 kursi dalam target DPP, sangat dinamis ke depan jika hari ini kita bersama bisa dalam surat suara yang sama.” tegas H. M. Amin, yang juga Wakil Gubernur NTB  pariode 2013-2018.

Aya (*)




Fatahillah Resmi Jadi Ketua HIPMI Lombok Tengah

Para pengusaha muda di Lombok Tengah diajak tetap optimis, menjalin aksi dan kolaborasi dengan berbaga fihak

LOTENG.lombokjournal.com

Lalu Fatahillah Prawira resmi menjadi Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Lombok Tengah Periode 2020-2023.

Ia terpilih sebagai ketua HIPMI dalam Musyawarah Cabang (Muscab) HIPMI yang ke-14 Kabupaten Lombok Tengah yang berlangsung di Hotel D-Max, Jalan Bypass BIL Praya, Jum’at (27/11/20).

Ketua HIPMI Lombok Tengah tepilih menyatakan komitmennya untuk membantu para pengusaha kecil dan menengah khususnya dari kalangan muda, untuk tetap produktif walaupun dalam krisis Covid-19.

“Bagi kita pengusaha muda, krisis Covid-19 ini tidak menjadi masalah, sebaliknya justru krisis ini bisa membuka peluang lain untuk menjalankan bisnis from home,” ungkap Fatahillah.

Dikatakan, dengan semangat yang sama, para pengusaha muda yang rata-rata bergerak di sektor UMKM akan mampu survive dan menjadi penyelamat ekonomi Indonesia seperti tahun 1997-1998.

Lalu Fatahillah menambahkan, terutama saat ini Kabupaten Lombok Tengah masuk dalam 5 Destinasi Prioritas Nasional Pemerintah Republik Indonesia, yang secara otomatis membutuhkan progresifitas para pengusaha muda untuk ikut terlibat dalam mensukseskan program tersebut.

“Kolaborasi dengan berbagai stakeholder sangat dibutuhkan, sinergitas antara ragam komunitas sangat penting untuk mendukung KEK Mandalika dan Moto GP yang sudah masuk dalam program priotas nasional” katanya.

Ia mengajak para pengusaha muda di Lombok Tengah untuk tetap optimis, menjalin aksi dan kolaborasi dengan berbaga fihak. Dan mengembangkan diri di HIPMI Lombok Tengah.

Sementara itu, pengurus BPD HIPMI Nusa Tenggara Barat (NTB) yang juga sebagai caretaker BPC HIPMI Lombok Tengah, Sudirman menyatakan sangat optimis organisasi ini akan menjadi spirit baru para pengusaha muda di Lombok Tengah dengan terpilihnya Lalu Fatahillah Prawira Negara.

“Dengan segudang pengalaman baik di organisasi maupun di berbagai perusahaan yang ia pimpin, saya yakin HIPMI Loteng akan semakin maju dibawah kepemimpinan Lalu Fatahillah,” ungkap Sudirman.

Ia berharap, Lalu Fatahillah akan membawa HIPMI Lombok Tengah menjadi terdepan apalagi Lombok Tengah akan menjadi pusat pergerakan bisnis sebab menjadi pintu masuk dunia internasional. Sehingga peran para pengusaha sangat dibutuhkan.

Aya (*)




Grand Finalis NTB Gemilang Ambassador,  Diminta Wagub Gaungkan Program Unggulan

Grand Finalis NTB Gemilang Ambassador 2020 menggaungkan protokol kesehatan kepada keluarga, kerabat dan masyarakat di masa pandemi Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com

10 Grand Finalis NTB Gemilang Ambassador 2020 beraudensi dengan Wakil Gubernur NTB Dr Hj. Sitti Rohmi Djalilah bertempat di Ruang Kerja Wagub yang didampingi oleh Kepala Biro Humas dan Protokol, Selasa (0 1/12/20).

Wagub menyambut hangat 10 Grand Finalis NTB Gemilang Ambassador 2020 dan menyampaikan,  program Pemprov NTB harus digaungkan oleh para finalis tersebut.

Informasi yang harus disampaikan kepada masyarakat NTB, antara lain program NTB Zero Waste, NTB Hijau, Desa Wisata, Rrevitalisasi Posyandu dan lain sebagainya.

“NTB ini ibarat surga yang sangat luar biasa indahnya. Dan keindahan ini jika tidak kita sayangi, tidak dirawat dan dipelihara pasti akan hancur. Jadi kita semua harus memelihara karunia Allah ini dengan menjaga lingkungan seperti menjaga sampah dan mengupayakan bagaimana sampah ini bisa dikelola dengan baik dan bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat, baik menjadi pupuk atau barang lain yang memiliki daya jual,” tutur Wagub.

Ummi Rohmi juga menyampaikan harapannya,  agar Revitalisasi Posyandu bisa menjadi pusat edukasi, tidak hanya sekedar melayani  ibu anak saja. Tapi  sebagai pusat edukasi untuk seluruh masyarakat, baik remaja, lansia, dan masyarakat umum.

Ditekankan Wagub, agar para Grand Finalis NTB Gemilang Ambassador 2020 menggaungkan protokol kesehatan kepada keluarga, kerabat dan masyarakat di masa pandemi Covid-19.

“Masih banyak Program NTB Gemilang yang harus dipahami dan semua ini bisa dilakukan dengan melibatkan kalian para anak muda, karena anak muda memiliki peran yang sangat besar dalam mensukseskan semua ini dan yang bisa mengkomunikasikan kepada anak muda ya anak muda itu sendiri,” pesan Wagub.

Rr/HmsNTB




Akses Layanan BPJS Kesehatan, Masyarakat Banyak Gunakan Kanal Digital

Selama pandemi Covid-19, pemanfaatan layanan administratif, permintaan informasi, dan pengaduan melalui kanal digital mengalami kenaikan yang signifikan

MATARAM.lombokjournal.com

Pandemi Covid-19 telah mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih menyukai layanan digital karena bisa diakses kapan saja, tidak perlu keluar rumah, sehingga meminimalisir risiko terpapar Covid-19.

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari mengatakan itu dalam Pertemuan Nasional Petugas Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) Rumah Sakit bertema Digitalization for Humanity in Hospital Service yang berlangsung secara daring, Sabtu (28/11/20).

Digitalisasi layanan Kesehatan  peserta JKN-KIS dipengaruhi oleh sistem layanan di rumah sakit. BPJS Kesehatan mengajak rumah sakit membangun sistem layanan digital guna memberikan kemudahan, kecepatan, dan kepastian layanan kepada peserta JKN-KIS.

“BPJS Kesehatan memang sudah melakukan transformasi sejumlah layanan konvensional ke layanan digital, namun hal ini juga perlu diikuti dengan digitalisasi layanan dari fasilitas kesehatan,” kata Andayani Budi Lestari.

Dijelaskan, saat ini sistem antrean online sudah dikembangkan di 2.028 rumah sakit, dari jumlah tersebut sebanyak 528 rumah sakit sudah terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN.

Untuk informasi ketersediaan tempat tidur sudah diimplementasikan di 2.054 rumah sakit dan informasi jadwal tindakan operasi sudah diterapkan di 845 rumah sakit. Andayani berharap, angka tersebut bisa semakin bertambah mengingat pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh peserta JKN-KIS di rumah sakit juga kian meningkat.

Andayani juga menjelaskan bahwa selama pandemi Covid-19, pemanfaatan layanan administratif, permintaan informasi, dan pengaduan melalui kanal digital mengalami kenaikan yang signifikan.

Kini, alih-alih mendatangi Kantor Cabang, peserta JKN-KIS lebih memilih menggunakan layanan digital seperti aplikasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan Care Center 1500 400, Chat Assistant JKN (CHIKA), Voice Interactive JKN (VIKA), hingga Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA).

Kunjungan ke kantor cabang berkurang dengan adanya layanan digital. Animo masyarakat terhadap layanan digital BPJS Kesehatan luar biasa.

“Angkanya mengalami peningkatan dengan pesat karena aksesnya lebih mudah, cepat, dan dapat dilakukan di mana saja. Ke depannya, pasca pandemi Covid-19, layanan digital ini akan tetap berjalan dan dikembangkan lagi mengikuti kebutuhan masyarakat,” kata Andayani.

Ia juga mengapresiasi seluruh rumah sakit mitra yang terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN-KIS, terbukti dari kian meningkatnya indeks kepuasan peserta. Menurut Andayani, hal ini salah satunya dipengaruhi oleh kepuasan peserta terhadap pelayanan di rumah sakit.

Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Yunita Dyah Suminar, menerangkan pihak telah melakukan digitalisasi layanan kesehatan dalam bentuk registrasi online, Tele Apik (untuk melihat antrian pendaftaran dan polikliknik), Tele Medicine #SayDoc (untuk memudahkan komunikasi pasien dengan dokter), serta mengembangkan digitalisasi keterbukaan informasi publik.

“Tahun 2017 kami sudah punya sistem registrasi online, sekarang penggunanya sudah mencapai 97 persen dari total pasien yang berkunjung. Petugas rumah sakit juga turun langsung mengedukasi masyarakat untuk menggunakan registrasi online. Di entry point, kita tempatkan orang-orang yang komunikasinya bagus karena melayani orang sakit itu sangat berbeda, mereka ingin selalu diutamakan. Kita juga punya jalur fast track untuk pasien lansia dan bayi. Di internal, kita tanamkan mindset yang sama, jika pelayanan baik, otomatis administrasi juga ikut baik, pasien puas, klaim lancar, pemasukan lancar, sehingga kita bisa meningkatkan fasilitas dan sarana prasarana rumah sakit,” tutur Prof Margono.

Senada, President Director Hermina Hospital Group dr. Hasmoro juga mengatakan jika pihaknya telah melakukan penyesuaian pelayanan kepada pasien yang berkunjung ke rumah sakit.

Menurutnya, saat pandemi Covid-19, para dokter, khususnya yang sudah berusia lanjut dan memiliki penyakit komorbid, mengurangi jam praktiknya di rumah sakit. Kunjungan pasien yang sakit ringan juga menurun karena mereka khawatir tertular Covid-19.

“Oleh karena itu, kami menciptkan layanan Halo Hermina dan Telemedicine untuk memudahkan komunikasi antara pasien dan dokter RS Hermina. Para dokter RS Hermina sudah memiliki riwayat kesehatan pasiennya, sehingga bisa tetap memantau perkembangan kondisi pasiennya lewat aplikasi tersebut tanpa bertatap muka. Selain itu, kami juga mengembangkan sistem appointment melalui call center 1500488, Hermina Mobile, dan website,” ujarnya.

Rr

 

 

 




Mobile JKN, Membantu Dina Di Era Pandemi Covid-19

Mobile JKN ini pun mempunyai banyak kelebihan atau fitur – fitur yang sangat bermanfaat seperti konsultasi dengan dokter, mengecek ketersediaan tempat tidur di rumah sakit , jadwal tindakan opreasi dan masih banyak lagi fitur yang menarik

MATARAM.lombokjournal.com

Aplikasi Mobile JKN yang diluncurkan oleh BPJS Kesehatan telah menorehkan dampak positif bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat khususnya.

Selain dapat mempermudah segala aktivitas dan dapat menghindari kontak langsung, karna mengingat saat ini Indonesia terdampak wabah Covid-19. Mobile JKN pilihan yang sangat tepat untuk mengurus Jaminan Kesehatan.

Seperti salah satu wanita muda yang satu ini yang bernama Dina Maulidia (20) memilih Mobile JKN untuk segala aktivitas Jaminan Kesehatannya, Mobile JKN tentunya sangat membantu Dina saat konsultasi dokter dan menyelesaikan segala urusan administrasi.

“Awalnya saya mengenal mobile JKN ini dari seorang teman yang kerap menggunakan Mobile JKN tersebut dan ia sedikit memeberikan penjelasan mengenai Mobile JKN dan pada saat itu juga saya langsung mendowload Mobile JKN ini di App Store dan langsung mencobanya”. Ungkap dina saat di temui tim Jamkesnews di kediamannya.

Pada saat itu iya pun kerap menggunakan Mobile JKN ini untuk melakukan segala urusan administrasi.

Tak hanya itu, Mobile JKN ini pun mempunyai banyak kelebihan atau fitur – fitur yang sangat bermanfaat seperti konsultasi dengan dokter, mengecek ketersediaan tempat tidur di rumah sakit , jadwal tindakan opreasi dan masih banyak lagi fitur yang menarik dalam Mobile JKN tersebut.

“Mobil JKN ini tentunya sangat-sangat membantu saya, apalagi dengan kondisi saat ini dimana kita semua sedang mengalami masa pandemic dan membuat saya sedikit trauma untuk pergi ketempat kerumunan, apalagi untuk pergi ke Rumah sakit. Untungnya ada Aplikasi Mobile JKN ini yang dapat mempermudah saya dan keluarga untuk berkonsultasi dengan dokter di saat kami sedang sakit,” Ungkap dina.

Dina pun sangat bangga dengan BPJS Keshatan yang telah mengerti akan keadaan pesertanya, tentunya disaat masa pandemi seperti ini membuat BPJS Keshatan trus berkembang untuk mengikuti kemajuannya jaman.

“Saya pun sanggat bangga dengan BPJS Kesehatan ini yang trus berkembang dengan mengikuti kemajuan di era seperti ini. Sehingga peserta JKN-KIS merasa nyaman dan tenang.” tutur Dina

dh/yn/Jamkesnews




Libur Panjang Diprediksi Jumlah Penumpang Naik 10 Persen

Memprioritaskan penerapan protokol kesehatan secara ketat baik untuk para petugas maupun para penumpang seluruh moda transportasi darat, laut, udara

MATARAM.lombokjournal.com

Memasuki liburan Natal dan tahun baru, Dinas Perhubungan provinsi NTB memprediksi jumlah penumpang akan naik 10 persen.

Hal itu dikarenakan aktifitas kedatangan orang dari berbagai pintu masuk mulai terlihat ada pergerakan, baik pintu masuk dari pelabuhan maupun bandara.

“Mudah-mudahan ada kenaikan sekitar 10 persen. Karena pasti akan datang banyak penumpang dari berbagai daerah, baik untuk liburan atau hal lainnya,” Ujar Kepala Dishub provinsi NTB, Lalu Bayu Windya, Senin (30/11/20).

  1. Bayu mengatakan, kenaikkan jumlah penumpang karena melihat dari trendnya belakangan ini terjadi kenaikkan dari sebelum-sebelumnya.

Terutama ketika kondisi pandemi Covid-19 sejak beberapa bulan lalu. Selain dari libur panjang akhir yang menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah penumpang pada akhir November 2021 ini.

“Libur akhir tahun kemudian sekarang juga sudah dimulai kegiatan dari pusat dan daerah lain. Ada yang datang berkunjung banyak ke NTB baik dari pemerintah pusat maupun kabupaten kota lain,” terangnya.

Dikatakan sebelumnya sempat mengalami penurunan karena pandemi Covid-19, karena adanya penutupan pelabuhan maupun bandara untuk mengakut orang. Sehingga membuat pergerakan orang masuk ke NTB menurun drastis.

“Tapi sekarang trend beberapa bulan ini naik, baik dari pintu masuk di bandara maupun pelabuhan,” ucapnya.

Dalam penyelenggaraan nataru 2020-2021 ditegaskan, pihaknya memprioritaskan penerapan protokol kesehatan secara ketat baik untuk para petugas maupun para penumpang seluruh moda transportasi darat, laut, udara. Sehingga membuat orang-orang berani untuk melakukan aktifitas di luar.

“Sekarang sudah lebih memahami protokol, seperti pertemuan yang berkerumun sudah dibolehkan tapi tentu dengan mengukiti protokol yang ada,” pungkasnya

Aya

[




Respon Medsos, Gubernur Bantu Warga Dompu

Gubernur banyak merespon pertanyaan dan permintaan masyarakat mulai dari masalah kesehatan, bantuan sosial serta persoalan lainnya

MATARAM.lombokjournal.com

Penderitaan Haerudin, pria kelahiran tahun 1991 warga Dusun Kuta, Desa Rasabou Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, yang  sakit berupa luka di bagian tenggorokan dan sakit-sakit di bagian telinga, dibagi oleh para netizen di media sosial (Medsos).

Informasi dari medsos itu mendapat respon cepat dari Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah

Gubernur melalui tim assessment pendamping PKH Dinas Sosial Provinsi NTB dan Dinas Sosial Kabupaten Dompu, langsung bergerak memberikan bantuan kepada Haerudin sesaat setelah informasi tersebut mencuat di media sosial.

Atas kesigapan dari tim assessment pendamping PKH Dinas Sosial Provinsi NTB dan Dinas Sosial Kabupaten Dompu, Gubernur pun menyampaikan pujian dalam merespon adanya warga yang membutuhkan bantuan.

“Saya sampai kehabisan kata-kata melihat kesigapan para PKH kita di lapangan. Terima kasih Pak Kadis Sosial Provinsi dan Kabupeten/Kota serta tim-tim nya yang sampai ke pelosok-pelosok desa. Baru saja di keluhkan di sosmed langsung meluncur,” kata Gubernur, Minggu (29/11/20).

Iksan, salah seorang pendamping PKH Kecamatan Hu’u sebelumnya telah memberikan laporan kepada Gubernur dan ditembuskan kepada Dinas Kesehatan Provinsi NTB, perihal kondisi Haerudin yang segera membutuhkan bantuan.

Untungnya Haerudin memiliki BPJS Kesehatan, sehingga diharapkan bisa mendapatkan penanganan medis yang lebih baik lagi agar segera pulih.

Di media sosial, salah satunya Facebook, Gubernur memang banyak merespon pertanyaan dan permintaan masyarakat mulai dari masalah kesehatan, bantuan sosial serta persoalan lainnya.

Salah satu permintaan yang juga ditanggapi Gubernur yaitu dari pengguna dengan nama akun Dody Andi Hamda.

Ia melaporkan anaknya yang berusia 2,5 tahun yang bernama Galang Saputra yang kini menderita sakit berupa adanya cairan di kepala dan semua tubuhnya tidak ada yang berfungsi.

“Kalau bisa Pak Gubernur mohon bantuan untuk anak saya. Alamat Batu Alang Desa Leseng RT 10 RW 1 Kecamatan Moyo Hulu, Kabupeten Sumbawa,” kata Dody selaku orang tua dari Galang.

Gubernur langsung memberikan respon dengan menyanggupi permintaan netizen tersebut “Saya tindaklanjuti ya” kata Gubernur.

Rr/HmsNTB




UPDATE Covid-19: Hari Minggu, 29 Nopember 2020, Bertambah 8 (Delapan) Pasien Positif Covid-19, Pasien Sembuh 4 (Empat)  Orang, Kasus Kematian 2 (Dua) Orang

Mari kita sayangi dan saling menjaga keselamatan diri kita dan orang-orang di sekitar kita

MATARAM.lombokjournal.com

Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark, Laboratorium TCM RSUD Bima, Laboratorium TCM RSUD Dompu, Laboratorium TCM RSUD Praya dan Laboratorium TCM RS H.L Manambai Abdulkadir Sumbawa mengkonfirmasi, ada tambahan 8 (delapan) pasien positif Covid-19.

Lalu Gita Aryadi

Dalam siaran pers hari Minggu  (29/11/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus  Tugas NTB, Drs. HL Gita Aryadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 199 sampel dengan hasil 181 sampel negatif, 10 sampel positif ulangan, dan 8 (delapan) sampel kasus baru positif Covid-19, pasien sembuh 4 (empat) orang, kasus kematian 2 (dua) orang.

Dijelaskan, adanya tambahan 8 (delapan) kasus baru terkonfirmasi positif, 4 (empat) tambahan sembuh baru, dan 2 (dua) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Minggu ini (29/11/20) sebanyak 4.752 orang, dengan perincian 3.887 orang sudah sembuh, 253 meninggal dunia, serta 612 orang masih positif.

“Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.,” kata Lalu Gita Aryadi.

TAMBAHAN 8 (DELAPAN) KASUS BARU POSITIF, 4 (EMPAT) PASIEN SEMBUH, KEMATIAN BARU 2 (DUA) ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 4745, an. BR, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Janapria, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang tanpa gejala Covid-19. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Praya;
  2. Pasien nomor 4746, an. S, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Praya;
  3. Pasien nomor 4747, an. AS, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Bima;
  4. Pasien nomor 4748, an. A, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Tembalai, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Dompu;
  5. Pasien nomor 4749, an. S, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Lito, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini menjalani isolasi mandiri dalam pengawasan RSUD H. L Manambai Abdulkadir Sumbawa dan Puskesmas Moyo Hulu;
  6. Pasien nomor 4750, an. SK, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Labuan Sumbawa, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  7. Pasien nomor 4751, an. ZNZ, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L Manambai Abdulkadir Sumbawa;
  8. Pasien nomor 4752, an. P, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD H. L. Manambai Abdulkadir Sumbawa.

Hari Minggu  terdapat 4 (empat) penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19, yaitu :

  1. Pasien nomor 4378, an. SA, perempuan, usia 61 tahun, penduduk Desa Teke, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima;
  2. Pasien nomor 4515, an. YTS, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Karang Dima, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa;
  3. Pasien nomor 4586, an. HG, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat;
  4. Pasien nomor 4594, an. SU, laki-laki, usia 67 tahun, penduduk Desa Teke, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima.

Hari Minggu ini juga terdapat penambahan 2 (dua) kasus kematian baru, yaitu :

  1. Pasien nomor 4589, an. S, laki-laki, usia 72 tahun, penduduk Kelurahan Uma Sima, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien memiliki penyakit komorbid dan dilakukan tatalaksana Covid-19;
  2. Pasien nomor 4655, an. A, laki-laki, usia 68 tahun, penduduk Kelurahan Brang Bara, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak memiliki penyakit komorbid dan dilakukan tatalaksana Covid-19.

Lalu Gita Aryadi menghimbau, seuruh warga NTB  agar tetap menjaga kewaspadaan terhadap virus ini dengan menerapkan 3M dan 1T, yakni mamakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, menjaga jarak minimal dua meter serta tidak berkerumun dan menjauhi keramaian. Mari kita sayangi dan saling menjaga keselamatan diri kita dan orang-orang di sekitar kita.

“Mari kita doakan juga saudara-saudara kita yang sedang berjuang untuk sembuh dari Covid-19. Jauhkan stigma negatif, kita bersama pasti bisa beradaptasi dengan tatanan kehidupan baru serta optimis dapat keluar dari ujian wabah ini,” katanya.

Rr/Aya

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

 Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




BPJS Kesehatan Apresiasi Anggota Korpri Yang Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan   

Peringatan HUT Korpri ke-49 ini senantiasa mengutamakan semangat kebersamaan dan kekeluargaan antaranggotanya

Lombokjournal.com –

JAKARTA;   Korps Pegawai Negeri (Korpri) yang bertugas di bidang pelayanan public mendapat apresiasi karena konsisten menerapkan protokol kesehatan (prokes) di era Pandemi Covid-19.

Apresiasi itu disampaikan Direktur Utama Badan Pegelola Jaminan SosiaL (BPJS) Kesehatan, Fachmi Idris saat menyampaikan laporan kegiatan, saat puncak peringatan HUT Korpri ke-49. Tahun ini Direktur Utama BPJS Kesehatan mendpata mandatmenjadi Ketua Panita HUT Korpri.

Fachmi mengatakan, anggota KORPRI Selain menjadi peserta JKN-KIS, tentu menjadi role model atau contoh bagi masyarakat untuk tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan.

“Melalui peringatan HUT Korpri ke-49 ini, saya berharap para anggota diharapkan dapat memantapkan fungsi organisasi Korpri sebagai perekat pemersatu bangsa, meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani serta meningkatkan kepedulian sosial dan lingkungan,” ujar Fachmi dalam siaran perya, Minggu (29/11/20).

Dikatakan Fachmi, memang  peringatan HUT Korpri ke-49 tahun ini dilaksanakan sederhana dan tetap menerapkan protokol kesehatan, namun peringatan HUT Korpri ke-49 ini senantiasa mengutamakan semangat kebersamaan dan kekeluargaan antaranggotanya.

Tahun ini kegiatan acara puncak dilaksanakan secara offline dan online, dan BPJS Kesehatan dipercaya menjadi tuan rumah sekaligus sebagai ajang silaturahim anggota Korpri seluruh Indonesia.

“Saya sampaikan salam sehat selalu untuk seluruh anggota Korpri yang juga adalah peserta JKN-KIS. Kami harapkan berbagai inovasi dan layanan digital yang dibangun oleh BPJS Kesehatan kepada anggota Korpri khususnya di era pandemi ini dapat senantiasa dirasakan kemudahan serta manfaatnya,” kata Fachmi.

Rangkaian kegiatan HUT Korpri ke-49 ini diisi dengan acara bakti sosial, MTQ Virtual KORPRI Tingkat Nasional, serta pertemuan ilmiah yang terdiri dari Webinar Netralitas ASN dalam Pilkada Serentak, serta Webinar Kesejahteraan ASN di Masa Pandemi.

Puncak peringatan HUT Korpri ke-49 yang dilaksanakan pada hari ini, ditutup dengan doa bersama lintas agama untuk bangsa. Pelaksanaannya dilakukan secara terpusat dan dihadiri secara virtual oleh masing-masing Tingkat Kepengurusan Korpri Daerah.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri RI, Zudan Arif Fakrullah mengungkapkan harapannya, terkait kinerja dan kontribusi bersama anggota Korpri dalam penanganan Covid-19. Zudan Arif Fakrullah saat ini juga merangkap selaku Ketua Umum Korpri.

“Pengurus Korpri di setiap tingkatan dan seluruh ASN marilah kita berkontribusi maksimal kepada negara. Saat inilah momentum yang sangat tepat bagi kita para ASN dan pengurus Korpri berkarya maksimal dan berkontribusi optimal dalam penanganan Covid-19,” kata Zudan.

Rr/BPJSKes