Telekonferensi Bersama Seluruh Bupati/Walikota, Gubernur Zul; Jangan Abai Aspek Sosial dan Ekonomi

“Kami akan melengkapi jaring pengaman pusat dengan paket JPS Gemilang. JPS Gemilang akan memaksimalkan produk-produk lokal. Setiap warga terdampak akan diberikan paket senilai 250ribu/kk yaitu berisi paket sembako dan serta vitamin dan masker,” ujar Gubeernur Zul

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, melakukan telekonferensi dengan Kapolda NTB, Danrem 162/WB, Kajati NTB, serta seluruh Bupati dan Walikota se-NTB di ruang kerjanya, Selasa (07/04/20).

Telekonferensi itu membahas penanganan penyebaran wabah dan strategi mengatasi dampak ekonomi dan sosial Covid-19 di NTB.

“Jangan sampai kita hanyut dalam mengantisipasi corona saja, meminta masyarakat stay at home. Namun kita abai terhadap aspek sosial dan ekonomi masyarakat,” tegas Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB.

Dijelaskan, selain program dari pusat, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/kota juga harus berkontribusi dan berkoordinasi demi menghindari tumpang tindih dan ketepatan sasaran program.

“Akan ada jaring pengaman sosial dari Pemerintah pusat dan Provinsi sehingga ketika program ini dieksekusi tidak ada tumpang tindih implementasi di Kabupaten dan kota. Program ini akan di eksekusi selama 3 bulan, ada bantuan dari Pemerintah pusat, Provinsi dan kab kota sehingga masyarakat kita harapkan bisa berdamai dengan keadaan ini,” jelas Bang Zul.

Dalam kesempatan itu, Bang Zul menyampaikan Pemerintah Provinsi akan menyiapkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Sembako Gemilang.

“Kami akan melengkapi jaring pengaman pusat dengan paket JPS Gemilang. JPS Gemilang akan memaksimalkan produk-produk lokal. Setiap warga terdampak akan diberikan paket senilai 250ribu/kk yaitu berisi paket sembako dan serta vitamin dan masker,” ujarnya.

Dijelaskan, penerima JPS Gemilang adalah 73.000 KK warga tidak mampu, dan 32.000 KK sektor pekerja informal sehingga total ada 105.000 kk penerima manfaat.

Terkait upaya Pemerintah Provinsi NTB  dalam menangani dampak Covid-19 di Kabupaten dan Kota, Bang Zul menekankan agar Bupati dan Walikota segera menyampaikan data usulan tambahan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Tim untuk segera berkoordinasi terkait data PKH, lalu memastikan di Kabupaten kota agar tidak ada duplikasi program. Juga pastikan agar program ini mendukung produk-produk IKM sendiri,” harapnya.

Bang Zul menegaskan, mendukung produk Indusri kecil menengah (IKM), akan ada pembelajaran di dalamnya dan mereka nantinya diharapkan punya produk yang lebih baik di masa dating. .

Selain memaksimalkan IKM NTB, Gubernur Zul juga mengharapkan peran Danrem dan Baznas.

“Banyak dana di Baznas yang bisa disalurkan di warga terdampak. Saya juga berharap Danrem agar bisa berkoordinasi dengan para Dandim untuk antisipasi dengan rencana kontijensi, karena kita tidak tahu seberapa lama bencana wabah ini,” tegasnya.

Senada dengan Gubernur Zul, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd melalui telekonferensi juga menyampaikan apresiasinya, kepada seluruh pihak yang telah mengerahkan seluruh kemampuannya dalam penanganan Covid-19 di NTB.

“Terima kasih kepada Kapolda, Kajati, Danrem sudah totalitas dalam penanganan Covid-19,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, juga ditekankan untuk memaksimalkan peran Puskesmas dalam penanganan Covid-19.

“Puskesmas kita kedepannya fungsinya tidak hanya untuk edukasi, namun juga bisa berfungsi untuk perawatan kasus ringan di desa,” tegas wagub.

“Kita harus yakinkan betul puskesmas kita siap. Sehingga pasien-pasien yang sakit dengan gejala ringan tidak semuanya harus ke Rumah Sakit umum, cukup ke posyandu sehingga konsekuensinya APD disana harus cukup,” tambah Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub.

Wagub juga mengimbau seluruh Bupati dan Walikota untuk melakukan rapid test di daerah masing-masing.

“Terkait peralatan dan pengecekan, kami menghimbau untuk memesan alat rapid test, silahkan Dinkes kabupaten/kota berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi agar bersama-sama bisa memesan untuk kebutuhan identifikasi Covid-19,” harap Ummi Rohmi.

Untuk swap test di RSUD Provinsi sudah bisa mengecek sendiri sampelnya. Namun ini tidak mudah, saat ini ada 250 stok untuk mengecek di RSUD dan  UNRAM, tambahnya.

Wagub menginstruksikan untuk segera melakukan penambahan ruangan isolasi demi  mengantisipasi lonjakan pasien. Wagub juga berharap seluruh desa di NTB bisa terlibat dalam pengawasan OTG, ODP dan PDP.

“Alhamdulilllah babinsa dan babinkabtibmas luar biasa membantu, mari kita terus mensosialisasikan masker untuk semua. Mudah-mudahan masyarakat kita sadar,” tutup Wagub.

AYA/HmsNTB

 

 




Pasien Positif Covid-19, Bertambah Dua Dari Lotim

Masyarakat untuk tetap tenang, selalu menggunakan masker dalam setiap aktivitas, menghindari keramaian, menjaga kesehatan dengan melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat, dan mengurangi aktivitas di luar rumah

MATARAM.lombokjournal.com –  Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, H Lalu.Gita Aryadi hari ini, Senin (06/04/20) menyampaikan rilis pada media, terkait perkembangan kasus positif Covid-19 di Provinsi NTB.

Dikatakan, sampai dengan Hari Senin (06/04), jumlah pasien Positif Covid-19 bertambah menjadi 10 orang.

Pihaknya telah menerima konfirmasi tambahan 2 (dua) orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang positif Covid-19, keduanya dari Lombok Timur (Lotim), rinciannya:

  1. Penderita Positif Covid-19, dengan nomor pasien 09, bernama Ny. NM, perempuan, usia 28 tahun, penduduk Kabupaten Lombok Timur. Pasien memiliki riwayat kontak erat dengan pasien nomor 01. Dalam 14 hari terakhir sebelum sakit, pasien tidak pernah bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Saat ini Ny NM dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong dengan kondisi baik.
  1. Penderita Positif Covid-19, dengan nomor pasien 10, bernama MI, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kabupaten Lombok Timur. Pasien memiliki riwayat kontak erat dengan pasien nomor 01. Dalam 14 hari sebelum sakit, pasien tidak pernah bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD dr. R. Soedjono Selong dengan kondisi baik.

“Dengan adanya tambahan 2 (dua) kasus terkonfirmasi positif Covid-19 ini, maka jumlah pasien positif Covid-19 di NTB sampai hari ini (6/4/2020) sebanyak 10 (sepuluh) orang,” ujar Lalu Gita.

Untuk menghindari penularan lebih lanjut, petugas kesehatan melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan pasien-pasien yang bersangkutan.

Mulai hari ini laboratorium RSUD Provinsi NTB sebagai rumah sakit rujukan pemeriksaan Covid-19,  mulai melakukan pemeriksaan terhadap sampel PDP dari rumah sakit jejaring.

Selanjutnya hasil dari pemeriksaan sampel tersebut akan dilaporkan ke Litbangkes RI di Jakarta.

BNPB juga telah mengirimkan 1.900 buah APD Coverall dan 7000 buah masker bedah sehingga diharapkan kebutuhan APD untuk rumah sakit dan puskesmas dapat tercukupi dalam minggu ini.

Diminta kepada semua lapisan masyarakat untuk tetap tenang, selalu menggunakan masker dalam setiap aktivitas, menghindari keramaian, menjaga kesehatan dengan melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat, dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

AYA




Sosialisasi Sat Pol PP NTB, Masyarakat Harus Gunakan Masker di Luar Rumah

Penggunaan masker di luar rumah sangat penting untuk mencegah risiko penyebaran virus corona melalui droplet

MATARAM.lombokjournal.com – Masyarakat harus menggunakan masker jika keluar rumah.

Penegasan itu merupakan materi utama sosialisasi pencegahan penyebaran virus Covid-19, yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Provinsi NTB, mulai Senin (06/04).

Sat Pol PP melakukan patroli mulai pukul 10.00 – 12.00 Wita di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram.

Kepala Satuan Pol PP Provinsi NTB Drs Lalu Dirjaharta M.Si mengatakan, pasar tradisional yang menjadi sasaran sosialisasi yaitu Pasar Getap, Pasar Abiantubuh, Pasar Pagutan dan Pasar Pagesangan.

Selain itu, masyarakat diajak menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan mencuci tangan pakai sabun pada air yang mengalir, menjaga jarak dengan orang lain ( physical distancing).

”Jika batuk, flu dan demam agar segera ke fasilitas kesehatan,” kata Lalu Dirjaharta, Senin (06/04/20).

Ia mengatakan, sosialisasi pentingnya penggunaan masker dan beberapa prinsip utama dalam mencegah penularan virus corona tersebut direspon dengan positif oleh masyarakat.

”Masyarakat memang antusias menyimak imbauan dan sosialisasi kami, namun mereka juga meminta bantuan masker,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menjalankan program penggunaan masker untuk semua masyarakat mulai tanggal 5 April 2020 sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Penggunaan masker di luar rumah sangat penting untuk mencegah risiko penyebaran virus corona melalui droplet.

Masyarakat bisa menggunakan masker berbahan kain, sementara untuk tenaga kesehatan menggunakan masker medis atau N95.

AYA/HmsNTB




Covid-19, Sekda Ingatkan Jangan Percaya Informasi Liar

“Pemerintahlah yang berhak mengumumkan dan mengeluarkan data resmi terkait perkembangan kasus covid-19,” kata Lalu Gita

MATARAM.lombokjournal.com — Masyarakat diminta tidak percaya terhadap isu dan informasi yang sumber datanya tidak jelas. Khususnya, informasi liar yang banyak beredar di media sosial, yang menyebut data-data pribadi sejumlah warga terkait dengan covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Aryadi, M.Si., hari Minggu (05/04/20) menegaskan, informasi liar itu  merupakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Mari kita waspada dan bijak menerima informasi. Hindari hoax dan disinformasi lainnya,” kata Lalu Gita Aryadi saat dihubungi selepas press release yang dikeluarkan, Minggu 5 April 2020, Pukul 17.00 Wita.

Sekda selaku Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di NTB juga menegaskan, data-data yang beredar liar itu bukan data resmi yang bersumber dari Pemerintah Daerah atau Gugus Tugas Covid 19.

Tapi disebarkan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Ini menimbulkan keresahan dan rasa saling curiga di masyarakat. Dalam hal ini pemerintahlah yang berhak mengumumkan dan mengeluarkan data resmi terkait perkembangan kasus covid-19,” tegas Lalu Gita.

Pemerintah Daerah telah menyediakan akses informasi resmi, baik melalui media online  yaitu website http://corona.ntbprov.go.id dan masing-masing Pemerintah Kabupaten/Kota, serta layanan Province Call Center (PCC) NTB di nomor 0818 0211 8119.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., yang dikonfirmasi mengenai hal ini juga mengatakan bahwa tidak selayaknya identitas orang-orang yang terkait dengan Covid-19 diumbar secara vulgar.

“Waspada boleh, tapi tidak dengan meneruskan pesan yang datanya tidak diperoleh dari sumber yang jelas,” katanya.

AYA

 




Pemprov NTB Siapkan Anggaran JPS Gemilang 80 Miliar

Total penerima bantuan paket sembako ini sejumlah 105.000 KK, yang terdiri dari 73.000 KK miskin dan hampir miskin yang tidak mendapatakan bantuan JPS Pusat (PKH dan Bantuan Sembako), dan 32.000 KK kelompok masyarakat sektor formal dan informal serta dunia usaha yang terdampak

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi NTB fokus mempersiapkan jaring pengaman sosial (JPS) untuk mengantisipasi dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan dalam kurun waktu ke depan.

JPS merupakan salah satu fokus Pemprov NTB untuk melakukan pencegahan dan penanganan covid-19.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Prov. NTB, Ir. H. Ridwansyah, sebagai Koordinator Gugus Tugas dampak sosial ekonomi covid-19, di ruang kerjanya, Jumat (03/04/2020), menjelaskan konsep JPS yang digulirkan.

JPS yang digulirkan Pemprov NTB tidak saja menyangkut pemenuhan kebutuhan hidup minimal, namun juga bagaimana menciptakan stimulus ekonomi di daerah.

Menurut Ridwansyah, dalam penanganan wabah ini melawan corona, Pemprov NTB memberdayakan ekonomi lokal.

“Oleh karenanya dalam konsep jaring pengaman sosial yang kita siapkan, kita namakan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang,” ungkapnya, usai rapat dengan beberapa Kepala Dinas terkait.

JPS Gemilang ini rencananya akan mengcover kebutuhan hidup masyarakat miskin dan hampir miskin yang tidak tercover JPS Pusat, selama 3 bulan dalam bentuk sembako.

Barang-barang kebutuhan hidup masyarakat dalam JPS Gemilang ini seperti sembako, produk-produk perikanan, obat-obatan, vitamin, dan masker, diarahkan agar menggunakan produk lokal sekaligus untuk memberdayakan UKM dan IKM di NTB.

Total penerima bantuan paket sembako ini sejumlah 105.000 KK, yang terdiri dari 73.000 KK miskin dan hampir miskin yang tidak mendapatakan bantuan JPS Pusat (PKH dan Bantuan Sembako), dan 32.000 KK kelompok masyarakat sektor formal dan informal serta dunia usaha yang terdampak.

Anggaran JPS Gemilang yang disiapkan selama 3 bulan sementara dialokasikan sebesar Rp. 80 miliar.

Sumbernya dari dana Belanja Tak Terduga (BTT), realokasi belanja, serta anggaran program-program lain yang dijadwal ulang.

Pembiayaan dan distribusi bantuan JPS juga akan disinergikan dengan pemerintah kabupaten/kota.

Mengenai hal lainnya, saat ini program JPS Pemerintah Pusat berupa pembebasan dan keringanan tagihan listrik untuk 450 VA dan 900 VA sudah bisa dinikmati masyarakat.

Keringanan ini diberikan kepada 868.637 Pelanggan se-NTB, dengan kategori gratis 100 persen untuk pelanggan R1-450 VA sebanyak 566.335 pelanggan, dan diskon 50 persen untuk pelanggan R1-900 VA sebanyak 302.302 pelanggan.

Bantuan keringanan pembayaran listrik ini juga akan diberikan selama 3 bulan mulai dari bulan April ssampai dengan Juni 2020.

AYA (KominfotikNTB)




Pemprov NTB Fokus Pencegahan Covid 19 Dan Penanganan Dampak Sosial Ekonomi

 Gubernur Zulkieflimansyah  fokus pada penanganan dan antisipasi dampak sosial ekonomi, kemudian Wakil Gubernur fokus pada upaya pencegahan dan penanganan medis yang terpapar Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com —  Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Aryadi, M.Si., memastikan, kebijakan dan langkah yang akan diambil Pemprov NTB saat ini adalah fokus pada penanganan medis dan pencegahan penularan covid 19 secara ketat.

Sekaligus upaya tersebut diikuti dengan penyiapan program penanganan dampak sosial ekonomi, akibat menurunnya kemampuan daya beli masyarakat.

Berbagai program jaring keamanan sosial (social safty net) kini sedang disiapkan. Seperti kebutuhan bahan pangan (Bapok), pendataan UMKM yang lesu karena Covid, dan seluruh sektor lainnya yang terdampak dan rentan terhadap aspek sosial ekonomi masyarakat.

Menurut Gita, berbagai program Pemprov NTB selaras dengan kebijakan pemerintah pusat.

Hal itu disampaikannya,  pada sesi pemaparan kesiapan Nusa Tenggara Barat dalam penangangan Covid-19. Melalui  video conference dengan Sekretaris Jendral Kemendargri, Dr. Hadi Prabowo, M.M., dan Inspektur Jendral Kemendagri, Dr. Tumpak Haposan Simanjuntak, bersama seluruh pemerintah daerah wilayah Indonesia bagian timur, di Ruang Rapat Sekda NTB, Jumat (03/04/2020)

Gita mengatakan, apa yang menjadi kebutuhan daerah, payung-payung hukum untuk bertindak dalam penanganan Covid-19.

Baik melalui Inpres, Surat Edaran maupun Maklumat itu sudah disampaikan, dipedomani, sosialisasikan dan dikonsolidasikan di tingkat OPD kabupaten/kota.

“Dan Alhamdulillah semua sedang berproses,” terang Sekda NTB yang biasa dipanggil Miq Gita ini.

Gita menjelaskan,  semua terlibat dalam penanganan ini. Gubernur Zulkieflimansyah  fokus pada penanganan dan antisipasi dampak sosial ekonomi, kemudian Wakil Gubernur fokus pada upaya pencegahan dan penanganan medis yang terpapar Covid-19.

“Teman-teman OPD, BPKAD menyiapkan penganggaran baik dalam kondisi darurat. Skenario pertama, skenario kedua, kemudian dalam kondisi sangat darurat kami juga mempersiapkannya dalam mempedomani Permendagri Nomor 20 Tahun 2020,” ujar Miq Gita.

Beberapa perhatian utama seperti pengawasan pada pintu-pintu masuk ke NTB dilaksanakan dengan protokol penanganan standar yang dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan.

Mulai dari pintu-pintu kedatangan, dengan berkolaborasi bersama   Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Bahkan komunikasi dan koordinasi juga dilakukan dengan Cengkareng dan Padang Bai.

“Begitu tiba, kami akan melakukan pemeriksaan kepada semua pelaksana perjalanan, dengan bekerjasama antara dinas perhubungan dengan Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Terkait dengan anggaran penanganan dalam masa wabah ini, BAPPEDA sedang melakukan mapping terhadap program-program dengan mengacu pada Permendagri Nomor 20 Tahun 2020.

Mana yang harus fokus penanganan dan mana yang harus Realokasi Anggaran, yang dalam eksekusi selanjutnya semua dalam pengawalan inspektorat dan BPKP.

Dinas Kesehatan, juga melakukan protokol penanganan covid-19. Khusus untuk kesehatan, ada hal-hal yang perlu mendapatkan dukungan.

Yang pertama  terkait dengan surat dari Menteri Kesehatan tentang pemberian insentif dan santuan kematian, yang jumlah nominalnya sudah ditentukan.

Terhadap sinergi dengan kabupaten/kota, Miq Gita menyampaikan apresiasinya.  Pemerintah kabupaten/kota sudah melakukan penanganan dari awal, mulai dari bandara sampai sosialisasi dan edukasi seperti melakukan  karantina mandiri sampai dengan karantina terpusat yang dibiayai dari APBD.

“Kabupaten/kota semua dalam satu komando terus bersinergi,” terang pria kelahiran Praya Lombok Tengah itu.

Terakhir Ia memaparkan, demi mengantisipasi manakala dalam situasi yang sangat darurat, Pemerintah daerah membutuhkan tempat penampungan, seperti di PHI dan BLK.

Ia berharap Kemendagri agar menyurati Kementerian Agama dan Kementerian Tenaga Kerja, agar Asrama Haji  maupun Balai Latihan Kerja (BLK) dapat dijadikan tempat karantina terpusat.

“Kami akan manfaatkan Asrama Haji dan BLK untuk karantina terpusat.  Jadi mohon kami disurati,” katanya.

Turut mendampingi Sekda adalah Asisten I, Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si, Asisten III, Dr. H. Lalu Syafi’i, Kadis Kesehatan, Dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, Kadis Kominfotik Gde Aryadi, Kepala BPBD, H. Ahsanul Khalik dan Kadis Perhubungan, Drs, Lalu Bayu Windya.,M.Si.

Fitra@kominfotik




Gubernur Cek Kesiapan Pelabuhan Kayangan-Poto Tano, Antisipasi Pademi Convid-19

Di Pelabuhan Poto Tano petugas-petugas kita siaga 24 jam dan sangat ketat juga memeriksa para penumpang yang akan keluar dari Pulau Sumbawa ke Pulau Lombok,” kata gubernur

SUMBAWA Barat. Lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah turun ke lapangan mengecek kesiapan dua pelabuhan di NTB, yakni Pelabuhan Kayangan dan Pelabuhan Poto Tano,  kesiapan pelabuhan dalam melakukan pemeriksaan setiap orang yang keluar masuk dari jalur laut.

Pengecekan itu dilakuka setelah menerima sejumlah masukan dari wrga masyarakat.

Pemeriksaan di pelabukan dilakukan dalam mengantisipasi pandemi Covid-19, dengan memeriksa suhu tubuh para penumpang dengan alat thermo gun, Jumat malam (3/4/2020)

Gubernur Zul mengatakan, lalu lintas di Pelabuhan Kayangan sudah diperketat dengan pengawasan yang sesuai prosedur.

Di pelabuhan Poto Tano, Gubernur juga mengatakan pengawasannya relatif sama dengan Pelabuhan Kayangan.

“Di pelabuhan Pulau Lombok sangat ketat dan petugas-petugas kita sangat siaga 24 jam. Di Pelabuhan Poto Tano petugas-petugas kita siaga 24 jam dan sangat ketat juga memeriksa para penumpang yang akan keluar dari Pulau Sumbawa ke Pulau Lombok,” terangnya.

Ia mengapresiasi kesigapan petugas-petugas yang senantiasa berjaga siang dan malam, bukan hanya untuk menjaga pelabuhan, namun juga menjaga agar masyarakat NTB dapat merasa aman dari pandemi Covid-19.

“Terima kasih pada teman-teman ASDP,  Dishub Provinsi dan Kabupeten, KKP, Polisi, TNI dan lainnya, yang 24 jam tak kenal lelah untuk melindungi dan merawat daerah kita,” kata Gubernur Zul.

AYA/HmsNTB

 




HBK Peduli Perangi Covid19, Berikan Bantuan Sembako

“Walaupun pada saat ini saya bersama keluarga sedang melaksanakan isolasi mandiri, work from home sesuai imbauan Pemerintah, tapi hati dan pikiran saya selalu bersama para pemilih-pemilih saya,” kata HBK

lomokjournal.com —

MATARAM  ;   Mengantisipasi dan mengatasi penyebaran Corona Virus atau COVID-19, Tim Haji Bambang Kristiono (HBK) Peduli bersama kader Partai Gerindra NTB melakukan penyemprotan disinfektan dan pembagian sembako di P. Lombok.

Penyemprotan disinfektan dilakukan dimulai Senin (30/03/20). Disinfektan tersebut disemprot di rumah-rumah penduduk, pesantren-pesantren, tempat-tempat ibadah, sekolah-sekolah dan segala fasilitas umum.

Hal ini akan secara rutin terus dilakukan, sampai penyebaran wabah pandemi ini benar-benar selesai.

Tampak  hadir dalam kegiatan ini para kader Partai Gerindra NTB diantaranya, Ali Usman Ahim, Sekretaris DPD Gerindra NTB, Mori Hanafi, Wakil Ketua DPRD Prov. NTB, Lalu Wirajaya, Lalu Sudiartawan dan Machsun Ridwaini.

HBK mengatakan, meskipun pada saat ini Ia tengah menjalani isolasi mandiri, work from home sesuai anjuran Pemerintah, tapi hati dan pikirannya tidak pernah lepas bersama masyarakat yang diwakilinya.

“Walaupun pada saat ini saya bersama keluarga sedang melaksanakan isolasi mandiri, work from home sesuai imbauan Pemerintah, tapi hati dan pikiran saya selalu bersama para pemilih-pemilih saya,” kata HBK, Jumat (03/04/20).

Wakil Ketua Komisi 1  DPR RI itu mengatakan, dengan motto lindungi diri, lindungi sesama, saatnya kita berjuang bersama memerangi Covid19, Ia berharap semua elemen masyarakat P. Lombok bisa kompak dan bersatu dalam menghadapi dan mengatasi wabah virus Corona ini.

“Saya berharap, semua kader Partai Gerindra NTB mampu memelopori, melibatkan diri dan berpartisipasi aktif dalam memerangi Covid19 ini, bersama-sama Pemerintah Daerah maupun masyarakat NTB,”  tegasnya.

HBK juga meminta masyarakat untuk tidak panik terhadap penyebaran wabah COVID-19 ini, namun harus tetap hati-hati dan waspada dengan terus menjaga kebersihan dan kesehatan.

“Kita tidak perlu takut dalam menghadapi penyebaran wabah ini, yang penting, kita harus hati-hati dan waspada, ikuti semua himbauan Pemerintah seperti menghindari kerumunan massa, physicaly distancing atau jaga jarak, serta jaga kebersihan dengan sering mencuci tangan pakai sabun,”  katanya.

HBK menambahkan semua kegiatan ini dilakukan dalam rangka membangun kebersamaan antara kader Gerindra NTB dengan seluruh masyarakat P. Lombok, bahwa dalam perang menghadapi Covid19, kita akan melawannya secara bersama-sama

Sembako Juga Dibagikan Di P. Lombok

Hari Jum’at (03/04/20) Tim HBK Peduli bergerak  melakukan pembagian sembako bagi para orang tua yang tidak mampu, fakir miskin, yang sakit permanen dan yang hidupnya sendiri atau sebatang kara karena sudah tidak memiliki lagi keluarga

HBK mengatakan, pembagian sembako menyasar para orang tua yang tidak mampu, fakir miskin, yang sakit permanen, dan yang hidup sendiri atau sebatang kara.

“Pembagian sembako diberikan kepada para orang tua yang tidak mampu, fakir miskin, yang sakit permanen, dan yang hidup sendiri atau sebatang kara karena sudah tidak punya lagi keluarga, in syaa Allah akan dilaksanakan setiap hari Jum’at, sampai dengan minimal 3 bulan ke depan. Mudah-mudahan kita semua ada rezekinya, dan sembako yang kita bagikan, paling tidak bisa untuk bertahan hidup selama satu minggu kedepan,” ungkapnya.

Kegiatan pembagian sembako dilaksanakan secara merata disetiap Kecamatan di P. Lombok, sebagai salah satu karya nyata dan bentuk keseriusan HBK bersama kader Partai Gerindra NTB dalam memerangi virus Corona.

Apresiasi Warga Kepada HBK

“Terima kasih pak HBK, bantuan sembako ini sangat membantu kami dalam menjalani kehidupan yang sedang sulit ini. Mudah-mudahan berkah,” kata beberapa ibu tua di Lombok Timur yang mendapatkan bantuan sembako dari Tim HBK PEDULI.

Sementara itu Ruhman, seorang warga yang rumahnya berkesempatan disemprot disinfektan memberikan apresiasi atas inisiatif HBK melalui Tim HBK Pedulinya.

“Saya berterima kasih kepada HBK Peduli yang telah melakukan penyemprotan disinfektan. Semoga kegiatan ini tetap dilanjutkan,”,tukasnya.

Me




Rapat Paripurna Juga Bicarakan Penanganan Wabah Covid -19

“Saat ini DPRD tengah menyisir anggaran untuk penanganan wabah virus corona ini,” kata Isvie Rupaedah

MATARAM.lombokjournal.com  — Gubernur Nusa Tenggara Barat, H Zulkieflimansyah menyampaikan intisari dan himbauan kepada masyarakat NTB untuk bersatu melawan penyebaran virus Corona Covid-10 saat Rapat Paripurna DPRD NTB di ruang Sidang Utama Gedung Udayana, Jum’at (03/04/20).

Agenda Rapat Paripurna itu untuk mendengarkan penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur NTB Tahun 2019.

Gubernur Zulkieflimansyah

Dokumen LKPJ diserahkan kepada DPRD secara simbolis melalui Pimpinan DPRD NTB.

“LKPJ Tahun 2019 kami sampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban Gubernur dan Wakil Gubernur dalam penyelenggaraan pemerintahan pada tahun 2019,” kata Bang Zul kerap Gubernur NTB dipanggil.

LKPJ Tahun 2019 ini telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Itu sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan Pemerintah Provinsi NTB.

Akselerasi penanganan wabah

Saat itu Gubernur Zul menyampaikan pada Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi NTB, terkait upaya NTB untuk keluar dari wabah Covid -19, karena memukul perekonomian NTB yang tergantung pada sektor pariwisata.

“Namun dalam kesempatan ini, dan sesuai kondisi saat ini, kami harapkan adanya akselerasi percepatan penanganan wabah, salah satunya dengan memanfaatkan aspirasi DPRD NTB,” kata Gubernur Zul.

Ketua DPRD NTB Hj. Isvie Rupaedah juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah merasionalisasi anggaran khusus untuk penanganan wabah Covid-19.

“Saat ini DPRD tengah menyisir anggaran untuk penanganan wabah virus corona ini,” singkatnya.

Rapat paripurna kali ini dipimpin langsung oleh Hj Baiq Isvie Rupaedah-Ketua DPRD NTB didampingi H Muzihir selaku Wakil Ketua II DPRD setempat.

Tampak hadir, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, HL Gita Aryadi.

Sesuai Standar Operasional Prosedur

Sekedar informasi, rapat paripurna yang terlaksana pada hari ini tengah sesuai dengan Standar Operasion Prosedur (SOP) Pencagahan Covid-19. Selain peserta terbatas, segala sesuatunya juga telah diterapkan sesuai dengan SOP Covid-19.

Kepala Sub Bagian Humas Protokol dan Perjalanan Sekretariat DPRD NTB, Lalu Juan Hilary, pelaksanaan rpat sesuai SOP  itu berkat koordinasi degan Polda NTB.

“Pelaksanannya sudah sesuai dengan SOP Covid-19. Ini juga berkat koordinasi antara pihak Polda NTB (Kapolda NTB diwakili Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto) bersama Sekretariat DPRD NTB,” ujarnya.

Dua jam sebelumnya (paripurna dilangsungkan) pihak Polda NTB sudah melakukan pengecekkan segala sesuatunya.

Juan menerangkan, jumlah peserta sangat dibatasi. Sebelumnya pihak Polda juga telah meninjau ruangan yang ada. Selain itu, jarak duduk tiap anggota juga diatur sedemikian rupa yaitu memberikan jarak.

“Selain dibatasi (jumlah peserta rapat, anggota juga diberikan jarak). Kemudian, disediakan juga hand sanitizer, masker, alat pengukur suhu tubuh. Termasuk melakukan penyemprotan disinfektan sebelum rapat dimulai,” jelas  Juan Hilary.

AYA/HmsNTB




Kini Yang Positif Terpapar Virus Corona Jadi 8 Orang

Untuk meminimalisir penyebaran covid-19, Tim Gugus Tugas Penanganan covid-19 kini sedang melakukan tracking contact pasien

MATARAM.lombokjournal.om — Setelah satu orang warga Pengempel Indah Bertais di nyatakan positif covid-19, Pemprov NTB kembali mengumumkan satu orang lagi positif terpapar virus corona.

Dari rilis resmi Pemprov NTB yang di terima media ini, pasien positif covid-19 terbaru adalah H, laki laki berusia 33 tahun, berasal dari Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah.

H dinyatakan positif covid-19 setelah dikeluarkannya hasil swab laboratorium Litbangkes Kementerian Kesehatan.

Dari riwayat perjalanan H yang bekerja di kapal pesiar itu, datang dari negara pandemik virus corona yakni Amerika.

  1. Pulang  ke Lombok dari Amerika pada tanggal 16 Maret, dan dari catatan medis H sempat berobat ke puskesmas Lingsar.

Namun karena tidak ada perubahan, H kemudian berobat dan dirawat inap di IGD Rumah Sakit Awet Muda (RSAM).

Dari hasil pemeriksaan cek lab dan foto thorax H kemudian di rujuk ke RSUP Provinsi, dan dinyatakan postif covid-19 dari hasil pengecekan swab pasien.

Untuk meminimalisir penyebaran covid-19, Tim Gugus Tugas Penanganan covid-19 kini sedang melakukan tracking contact pasien.

Kini di NTB tercatat 8 orang positif terpapar Covid-19, tujuh orang dalam perawatan dan satu orang meninggal dunia.

AYA