Dilakukan Rapid Test,  Pendopo Gubernur Bebas Covid-19

Selain TGP2D yang biasa berkantor di pendopo, seluruh ASN, pramusaji, driver, Satpol PP dan staf lainnya ikut rapid test, untuk memastikan keamanan pimpinan daerah, keluarganya dan seluruh staf dan karyawan di pendopo Gubernur NTB

MATARAM.lombokjournal.com —  Seluruh staf, ASN dan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan Daerah (TGP2D) NTB yang berkantor di Pendopo Gubernur, dilakukan rapid diagnostic test (RDT) atau rapid test, Rabu (15/04/20) di pendopo Gubernur NTB.

Rapid test ini untuk memastikan keamanan lingkungan dan kesehatan di rumah dinas Gubernur NTB dari sebaran virus Corona Covid-19,

Sri Endang Kusrini, Koordinator Pemeriksaan RDT , Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan (Dikes) i NTB, mengaku test ini atas permintaan Gubernur  Zulkieflimansyah, melalui Biro Umum.

Sehingga Kadis Kesehatan memerintahkan, tim bekerjasama dengan Balai LAB Kesehatan Provinsi melakukan pengecekan awal atau RD untuk mengetahui respon ada atau tidak Covid-19 di lingkungan pendopo Gubernur NTB.

“Jadi semua orang yang berada di pendopo dilakukan rapid test, Hasil test ini akan diumumkan secara resmi oleh Kepala Dikes NTB,” tutupnya.

Salahsatu tim TGP2D Made Agus Adi, usai rapid test menjelaskan,  tujuan tes ini untuk mengetahui kondisi kesehatan annggota tim.

Dan ada salah satu staf TGP2D,  Senin (13/04/2020)  lalu, diumumkan tim Gusus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, positif Corona Virus.

Salahsatu  staf TGP2D yang dinyatakan positif Covid-19 adalah pasien nomor 37. Yang juga merupakan ASN Bappeda Provinsi NTB.

“Kami yang pernah berinteraksi dengan pasien nomor 37,  walaupun dua bulan yang lalu. Bahkan ia tidak pernah  masuk kerja selama 1 bulan lebih saat itu. Namun  tetap dilakukan rapid test untuk memastikan kondisi kesehatan kami,” ungkapnya.

Staf TGP2D pasien nomor 37, telah melakukan upaya sesuai anjuran pemerintah, termasuk mengisolasi diri secara mandiri.

Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dalam 14 hari sebelum sakit, namun memiliki riwayat kontak dengan Pasien 04.

“Bahkan saat rapat dengan Gubernur, tim dan segala aktifitas lain tidak pernah lagi diikutinya,” kata Agus Adi.

Secara umum hasil laporan Labkes NTB, dari hasil test RDT Covid-19,  terhadap lingkungan Pendopo Gubernur 36 orang, Pendopo Sekda 5 orang dan Pendopo Wagub sebanyak 6 orang dengan total 47 orang. hasilnya Non Reaktif.

Selain TGP2D yang biasa berkantor di pendopo, seluruh ASN, pramusaji, driver, Satpol PP dan staf lainnya ikut rapid test, untuk memastikan keamanan pimpinan daerah, keluarganya dan seluruh staf dan karyawan di pendopo Gubernur NTB.

Edy@Diskominfotik NTB

 

 




BPJS Kesehatan Menanggung Semua Biaya Cuci Darah Ramnah  

Ramnah menjalani hemodialisa (cuci darah) dua kali dalam seminggu sejak tahun lalu. Sebelum dinyatakan menderita gagal ginjal yang akhirnya harus menjalani hemodialisa,  awalnya ia menderita hipertensi

Narasumber : RAMNAH, Penderita Gagal Ginjal

MATARAM.lombokjournal.com — Hipertensi atau yang lebih sering dikenal dengan darah tinggi merupakan salah satu jenis penyakit yang sering dialami setiap orang.

Penyakit hipertensi yang tidak terkontrol cukup besar risikonya.

Seperti yang sedang dialami oleh Ramnah, 41 th,  seorang istri dari Pegawai Negeri Sipil Kota Mataram.

Ibu dari dua orang anak ini tinggal di Pagutan Kota Mataram.  Saat ditemui tim Jamkesnews, Selasa (14/04/20) di rumah sakit, Ramnah  menceritakan pengalamannya selama menggunakan Kartu JKN-KIS untuk cuci darah.

Selain mendeita hipertnsi, Ramnah juga terkena gagal ginjal.

Ramnah bercerita, dirinya menjalani hemodialisa (cuci darah) dua kali dalam seminggu sejak tahun lalu. Sebelum dinyatakan menderita gagal ginjal yang akhirnya harus menjalani hemodialisa,  awalnya ia menderita hipertensi.

Tekanan darah Ramnah sampai lebih dari 250. Tetapi ia tidak merasakan gejala-gejala seperti sakit kepala dan lainnya.

“Sampai akhirnya saya pun lemas dan tidak sadarkan diri, lalu suami dan anak saya langsung membawa saya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Setelah dokter memeriksakan kondisi saya, ternyata akibat hipertensi yang tidak terkontrol saya pun didiagnosa gagal ginjal dan dokter menyarankan untuk melakukan cuci darah seminggu dua kali,” ujar Ramnah.

Selama pengobatan, Ramnah menggunakan Kartu JKN-KIS yang ia dapatkan dari suaminya yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil di Kota Mataram.

Dituturkanya, tentu saja saat mendengar diagnosa dari dokter di rumah sakit,  Ramnah pun terpikir biaya yang harus  dikeluarkannya untuk setiap tindakan cuci darah.  Ia banyak  mendengar dan megetahui dari orang-orang di sekitarnya, bahwa biaya cuci darah itu membutuhkan biaya berjuta-juta untuk satu kali tindakan.

Sedangkan dokter meminta saya melakukan cuci darah dua kali dalam satu minggu. Kalau saya mengandalkan dari gaji suami, hanya cukup untuk satu kali cuci darah dalam sebulan. Akhirnya dokter menyarankan saya untuk menggunakan Kartu JKN-KIS untuk cuci darah.

“Alhamdulillah semua biaya cuci darah saya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Saya selalu mengucapkan syukur dan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah membantu pengobatan saya,” tutup Ramnah.

dh/yn/Jamkesnews

 




Agenda ‘Jumpa Bang Zul dan Umi Rohmi’ (Jangzulmi) Digelar Melalui Daring

Kegiatan tersebut juga akan disiarkan TVRI NTB, juga  36 stasiun radio swasta se-NTB. Dan selama dua jam,  masyarakat dapat menyampaikan pertanyaan atau aspirasi terkait dua tema yang dibahas

MATARAM.lombokjournal.com —  Agenda yang mempertemukan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang dikenal dengan dengan rakyat NTB, yang dikenal dengan acara ‘Jangzulmi’, akan berlangsung  hari Kamis (16/04/20), pukul 09.00 hingga pukul 11.00 Wita.

Tapi karena di tengah situasi pandemi Covid-19, agenda Jangzulmi  akan digelar melalui jalur daring alias online. Kegiatan itu juga diikuti melalui saluran interaktif di RRI Mataram.

”Agenda Jangzulmi ini merupakan upaya untuk tetap menjaga komunikasi langsung antara rakyat dan pemimpinnya di NTB.” kata Najamuddin Amy, S.Sos, MM, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Selasa (14/04/20).

Najamuddin menegaskan, protokoler kegiatan akan disesuaikan dengan kebijakan pembatasan sosial dan pembatasan fisik.

Karenanya, dipilih jalur daring yang akan memanfaatkan saluran streaming melalui media sosial facebook dan instagram Humas NTB.

Selama streaming berlangsung, warga NTB bisa berinteraksi dengan cara bertanya atau memberi masukan langsung di kolom komentar.

Streaming ini juga nantinya akan dilakukan oleh sejumlah pengelola kanal media sosial terkemuka di NTB.

“Kita juga menggandeng para influencer di instagram dan facebook, yang memiliki ratusan ribu pengikut di NTB,” jelas Najamuddin.

Humas NTB akan menggelar kegiatan ini di studio RRI NTB, sehingga audiens nantinya juga bisa berinteraksi langsung melalui jalur telepon RRI NTB.

“Intinya, kita ingin memanfaatkan semua platform daring yang dimungkinkan agar Jangzulmi ini bisa diakses, atau diikuti sebanyak mungkin warga,” kata bang Najamuddin.

Berkat kerjasama dengan KPID NTB, kegiatan tersebut juga akan disiarkan TVRI NTB, juga  36 stasiun radio swasta se-NTB.

Selama dua jam acara itu, masyarakat dapat menyampaikan pertanyaan atau aspirasi terkait dua tema yang dibahas.

Kali ini, tema yang akan diusung adalah #ntblawancovid19 dan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang NTB.

Tema ini diangkat karena saat ini Pemerintah Provinsi NTB akan mengucurkan bantuan untuk warga yang membutuhkan, selama ancaman wabah Covid-19 ini.  Bentuknya adalah program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang NTB.

Najamuddin mengakui, berbagai program bantuan pemerintah akan sangat membutuhkan sosialisasi secara luas.

Agar  warga penerima manfaat akan lebih mudah mengetahui informasi seputar bantuan-bantuan dan program pemerintah yang bisa mereka peroleh selama wabah Covid-19 ini.

Warga juga dimungkinkan untuk berinteraksi langsung melalui siaran langsung facebook dan instagram serta melalui akun Humas NTB, Diskominfotik NTB, tidak ketinggalan Influencer Lombok Inside ikut live di Instagram.

Sebagai informasi bagi masyarakat, sejauh ini Pemerintah Provinsi NTB telah menginisiasi berbagai program untuk penanganan COVID-19 di NTB.

Misalnya membentuk Corona Crisis Center Provinsi NTB, mengupdate jumlah warga yang diduga terinfeksi melalui laman resmi Satgas Pemerintah Provinsi NTB Penanganan Covid-19, menyediakan layanan Hotcall penanganan penyebaran Pendemik Covid-19 di NTB yaitu, 081802118119.

Pemerintah Provinsi NTB menyediakan 4 Rumah Sakit Rujukan Utama bagi penanganan Covid-19, yaitu RSUD Provinsi, Rs Selong Lotim, Rs Manambai Sumbawa dan Rs Bima dan 17 Rumah Sakit Rujukan Kedua di seluruh kab/kota se-NTB.

Maklumat Isolasi Diri

Gubernur juga mengeluarkan Maklumat tentang isolasi diri untuk diterapkan di seluruh eleman lapisan masyarakat NTB, serta himbauan bagi seluruh pemilik toko dan Bank agar menyediakan tempat cuci tangan.

Serta mengeluarkan Instruksi untuk Membentuk Gugus Tugas Covid-19 di tingkat Kecamatan, Kelurahan hingga Tk. Dusun dan lingkungan dengan melibatkan peran serta penyuluh desa, penghulu desa, karang taruna, takmir masjid, dan PGRI.

Gubernur Zul juga melibatkan peran TNI dan Polri guna melancarkan peran gugus tugas di seluruh kab/kota di NTB.

TMenerbitkan Kartu Siap Isolasi Mandiri selama 14 hari bagi Warga NTB/Pendatang yang baru sampai pelabuhan/bandara sebagai basis data OTG, ODP dan PDP.

Untuk desiminasi informasi, Pemerintah daerah bekerja sama dengan provider telekomunikasi untuk senantiasa menyampaikan himbauan, pengumuman, dan instruksi agar bisa dibaca oleh seluruh lapisan masyarakat NTB.

Gubernur Zul mengeluarkan Instruksi untuk seluruh kepala desa dan lurah untuk merevisi anggarannya dalam penanganan Covid-19. Terbaru, Pemerintah Provinsi NTB akan mengajukan kajian ke pusat untuk menerapkan Pembatasan Sosial Skala Besar

Sementara untuk Batuan Jaring Pengaman Sosial (JPS), Pemprov NTB telah mengalokasikan paket bantuan JPS Gemilang bagi masyarakat yang kurang mampu sebanyak 105.000 KK se NTB, dalam bentuk paket Sembako Plus.

Terdiri dari beras, telor, minyak goreng, teh, minyak kayu putih, dll. Dimana satu paketnya senilai Rp 250.000,- per KK per bulan. Dan akan diberikan selama masa Darurat Covid-19 yakni dalam tempo tiga bulan.

Data 105.000 KK tersebut dibagi menjadi dua kriteria penerima bantuan. Sebanyak 73.000 KK berbasis data KK Desil 1 (Sangat Miskin), Desil 2 (Miskin) dan Desil 3 (Rentan Miskin/Hampir Miskin) yang belum tercover dalam program dari Kementrian Sosial RI, baik berupa bantuan PKH maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Bantuan Sembako.

32.000 KK sisanya, akan diperuntukan sektor Non Formal yang terimbas oleh dampak wabah Covid-19. Antara lain, tukang ojek, korban PHK, PKL/Asongan, Buruh Migran, IKM, PDP dan ODP, dll. Yang kuotanya per kabupaten/kota akan didasarkan pada tingkat rasio kemiskinan masing-masing daerah.

AYA/HmsNTB




TMMD ke-107 Tahun 2020 Di Lombok Utara Ditutup Danrem

Kalau dulu kegiatan TMMD hanya dua kali setahun, tetapi sekarang tiga kali dalam setahun, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat

TANJUNG.lombokjournal.com —  Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-107 Kodim 1606/Lobar di wilayah Kabupaten Lombok Utara resmi ditutup Komandan Resor Militer (Danrem) 162/Wira Bhakti Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos, SH, M.Han, di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Selasa(14/4/2020).

Penutupan TMMD itu dihadiri Ketua DPRD Lombok Utara Nasrudin, SHI, Sekretaris Daerah Drs. H. Suardi, MH, Dandim 1606/Lobar Kolonel Efrijon Krol, Kaplores Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansyah, SH, serta beberapa Kepala OPD lingkup Pemda KLU.

Bupati Najmul Akhyar

Danrem 162/WB menyatakan, penutupan kegiatan TMMD 2020 berlangsung sederhana, karena situasi pandemi Covid-19.

Acara yang diikuti berbagai elemen masyarakat itu tetap menjalankan anjuran pemerintah, dengan cara setiap orang harus menjaga jarak, serta membatasi dan meretas berkembangnya virus Covid-19 di wilayah masing masing.

Danrem mengaku bangga kepada masyarakat Lombok Utara yang mengerti dan taat dengan anjuran pemerintah.

Menurutnya, masyarakat Lombok Utara mengerti dan taat dengan anjuran pemerintah, yang dibuktikan dengan jalan-jalan masuk kampung sudah di-close oleh mereka sendiri.

“Bermacam-macam spanduk peringatan dipajang. Ada portal pada tiap jalan masuk wilayah disertai dengan penjagaan yant ketat. Ini luar biasa sekali. KLU layak dicontoh oleh kabupaten/kota lain terkait tingginya partisipasi masyarakat dalam penanganan virus Covid -19,” tuturnya.

Kegiatan TMMD ke-107 sesuai program TNI Angkatan Darat.  Kalau dulu kegiatan TMMD hanya dua kali setahun, tetapi sekarang tiga kali dalam setahun, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Semoga hasil yang diperbuat prajurit kami bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Paling utama adalah kemanunggalan TNI dengan rakyat maupun stakeholders yang lain baik Polri, Pemda, masyarakat maupun LSM. Bangunan yang dibuat tentu harus sesuai dengan spek,” jelas Danrem.

TMMD membantu masyarakat

Di tempat sama, Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH  mengatakan, memberi sosialisasi sekaligus edukasi kepada masyarakat saat ini merupakan kewajiban semua pihak.

Ditegaskan bupati,  hal-hal yang memang bisa disederhankan dengan jumlah yang terbatas mesti dilakukan.

Bupati Najmul berterima kasih kepada Danrem, Dandim serta seluruh jajaran TNI yang telah melakukan program TMMD di Lombok Utara.

Diakuinya, kegiatan TNI memang membantu masyarakat Lombok Utara lantaran efektivitas pekerjaan lebih tepat waktu.

“Harapan kami program ini akan kita lakukan kembali pada tahun berikutnya dalam program-program pembangunan fisik kerja sama dengan TNI baik, melalui TMMD maupun program kemitraan,” ujarnya.

Bupati Najmul menegaskan semua pihak berjibaku melayani masyarakat untuk melawan Covid-19 seraya memaklumkan kondisi masyarakat Lombok Utara.

“Bahwa kebersamaan yang kita bangun dengan cara menempatkan anggota TNI di rumah penduduk sangat membantu masyarakat. Ikhtiar ini dapat kita teruskan pada tahun-tahun berikutnya,” tuturnya.

Acara diakhiri dengan foto bersama serta agenda penandatanganan berita acara serah terima hasil TMMD ke-107 oleh Bupati Lombok Utara, Dandim 1606/Lobar dan Ketua DPRD.

api




4 Orang Lagi Dikonfirmasi Positif Covid-19

Sebaliknya, pasien sembuh dari Covid-19 bertambah 1 (satu) orang, pasien sembuh yang semula 4 bertambah menjadi 5 orang

MATARAM.lombokjournal.com —   Jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat sampai hari ini (Selasa, 14/04), bertambah 4 (empat)  orang, sehingga keseluruhan pasien yang positif Covid-19 di NTB mencapai 41 orang.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB H.L Gita Ariadi selaku Ketua Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui release yang diterima media (Selasa, 14/04/20)  menjelaskan, bertamnahnya jumlah pasien yang positif Covid-19.

Rincianmya 5 (lima) orang sudah sembuh, 2 (dua) orang meninggal dunia, 34 masih positif dalam perawatan serta dalam kondisi kesehatan semakin baik.

4 (empat) orang PDP positif Covid-19 yang dikonfirmasi ke Pemerintah Provinsi NTB hari Selasa (14/04/20), yaitu :

  • Pasien nomor 38, an. Tn. H, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Lingkungan Kebon Roek, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang PPTG perjalanan dari Makassar. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Siloam dalam keadaan baik;
  • Pasien nomor 39, an. Ny. SM, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Desa Dasan Griya, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan Pasien positif Covid-19 nomor 19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda Narmada dengan kondisi baik;
  • Pasien nomor 40, an. Tn. AS, laki-laki, usia 49 tahun, penduduk Desa Dasan Tereng, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Awet Muda Narmada dengan kondisi baik;
  • Pasien nomor 41, an. Ny. Z, perempuan, usia 63 tahun, penduduk Kecamatan Mpunda Kota Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan ODP yang melakukan perjalanan ke Makassar dengan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) reaktif. Saat ini dalam keadaan baik;Sebaliknya, pasien sembuh dari Covid-19 bertambah 1 (satu) orang. Pasien sembuh yang semula 4 bertambah menjadi 5 orang.Satu orang yang sembuh itu adalah  pasien nomor 08, an. Tn. H, laki￾laki, usia 33 tahun, penduduk Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah, setelah hasil swab diambil dua kali dan keduanya negatif.Hingga press release ini dikeluarkan hari Selasa, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 162 orang dengan perincian 74 (46 persen) PDP masih dalam pengawasan, 88 (54 persen) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 2 orang PDP meninggal.

    Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 3.912 orang, terdiri dari 1.325 (34 persen) orang masih dalam pemantauan dan 2.587 (66 persen) orang selesai pemantauan.

    Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 779 orang, terdiri dari 708 (91 persen) orang masih dalam pemantauan dan 71 (9 persen) orang selesai pemantauan.

    Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 32.862 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 16.847 (51 persen) orang.

    Sedang yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 16.015 (49 persen) orang.

    AYA




JPS Gemilang Disalurkan Untuk 105 ribu KK Sangat Miskin, Miskin dan Rentan Miskin

Untuk jaring pengaman sosial selama tiga bulan disiapkan dana sebesar Rp 80 miliar, sisanya pemerintah menyiapkan 60 miliar untuk keadaan darurat

MATARAM.lombokjournal.com — Kesiapan sembako Jaringan Pengaman Sosial (JPS) Gemilang di Gudang Bulog Dasan Cermen, Kota Mataram, dikujungi Tim Gugus Tugas Sosial Ekonomi Pemprov NTB, Selasa (14/4/2020) siang.

Kunjungan ke gudang sembako JPS Gemilang ini guna memastikan kualitasnya baik.

Sesuai instruksi Gubernur NTB, sembako JPS Gemilang ini akan disalurkan guna membantu keluarga sangat miskin, miskin dan rentan miskin yang belum tercover oleh bantuan Pemerintah Pusat.

“Jumlah keluarga yang akan disasar sebanyak 105 ribu KK,” jelas Ir. Ridwan Syah, M.Sc., M.M., MTP, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB.

Dikatakan Ridwan, di NTB ini terdapat 863.000 kepala keluarga yang miskin hingga rentan miskin. Yang telah di bantu oleh Pemerintah Pusat itu sekitar 500.000 kepala keluarga. Sisanya masih sekitar 300 ribuan lebih.

“Sebanyak 105.000 ini dari Pemerintah Provinsi yang merupakan penduduk sangat miskin, miskin, hingga rentan miskin di desil 1,2 dan 3 yang masuk dalam daftar orang-orang yang ada di basis data terpadu. Sisanyanya untuk warga terdampak Covid-19 lainnya,” kata Ridwan.

Berdasarkan data di atas, terdapat puluhan ribu KK yang belum terselsaikan oleh Pemerintah Provinsi.

Diharapkan masyarakat miskin yang belum tercover tersebut akan diselesaikan dengan cara berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota.

Program JPS Gemilang ini berupa paket sembako yang teridiri dari beras 10 kg, minyak goreng 1 L, telur 20 butir, dan paket suplemen yang berupa masker dan lainnya.

“Sebagaimana arahan Gubernur dan Wakil Gubernur perinsip yang sangat mendasar dari JPS ini ialah, memaksimalkan semua isi bantuan ini merupakan produk lokal. Ini untuk mendorong UKM dan IKM kita, karena mereka juga turut terdampak,” jelas Ridwan.

Lebih jauh Ridwan Syah juga menjelaskan,  JPS Gemilang ini direncanakan berjalan selama tiga bulan yakni, bulan April, Mei dan Juni.

Namun demikian rentang waktu dari pelaksanaan JPS Gimilang ini dapat saja bertambah tergantung pada kondisi ke depan.

Diungkapkan, saat ini pemerintah sedang melakukan refocusing anggaran.

“Anggaran mana yang dapat ditunda, kita arahkan unuk melakukan antisipasi dampak sosial ekonomi akibat covid-19 ini sendiri, selain pada pencegahan dan penanganannya,” kata Ridwan.

Diterangkan, total dana yang disiapkan Pemerintah Provinsi NTB untuk kegiatan selama tiga bulan ini sekitar Rp 160 miliar rupiah. Yang sudah terserap untuk alat pelindung diri (APD) dan lain lain sebesar 20 miliar.

Untuk jaring pengaman sosial selama tiga bulan sebesar Rp 80 miliar. Sisanya pemerintah menyiapkan 60 miliar untuk keadaan darurat.

Dalam konteks JPS ini, sebagaimana arahan dari pusat, kuncinya adalah soal data yang valid. Siapa saja yang berhak menerima JPS.

Karena itu, Pemerintah berharap kepada Dinas Sosial sudah memiliki basis data terpadu atau data kesejahteraan sosial terpadu.

“Data ini yang harus divalidasi sampai tingkat desa, jangan sampai ada orang yang berhak menerima tapi karena namanya tidak masuk dalam daftar itu lalu tidak menerima,” tambahnya.

Data calon penerima JPS telah dibagikan ke tingkat desa untuk proses validasi. Pemerintah Desa diminta untuk menambahkan siapa saja yang menurut mereka perlu mendapat bantuan ini.

“Yang terdampak ini bukan hanya orang yang ada di dalam daftar, tetapi banyak orang yang tidak ada namanya dalam daftar tetapi terdampak, misalnya tukang ojek, pegawai yang dirumahkan dan lainnya,” ungkap Ridwan.

Pada tahap pertama ini, Pemerintah melakukan validasi dan verifikasi data. Sehingga pada bantuan Tahap kedua akan ada perbaikan.

Siapa saja yang belum tercover oleh pemerintah pusat dapat tercover oleh Pemrintah Provinsi dan Kabupaten/Kota.

“Kedatangan kami kali ini untuk memastikan kecukupan bahan-bahan yang akan dibagikan, kapan pendistribusiannyadan kualitas dari bahan-bahan yang akan dibagikan kepada masyarakat,” KATA Ridwan.

AYA/HmsNTB




Kebutuhan Tenaga Medis Saat Tanggap Darurat, 10 Ribu APD dan Masker Didistribusikan

Peningkatan status siaga darurat bencana non alam dari siaga darurat ke tanggap darurat berpengaruh pada eskalasi penanganan medis, sehingga tim medis di NTB harus memiliki APD dan masker

MATARAM.lombokjournal.com — 10 ribu alat pelindung diri (APD) dan masker didistribusikan ke seluruh rumah sakit dan Puskesmas di NTB.

Pemerintah Provinsi NTB melalui BPBD NTB melakukan pendistribuan APD dan masker itu menyikapi kebutuhan yang mendesak, terutama bagi tenaga medis

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB, Ir. Lies Nurmalasari, MT mengatakan, pendistribusian dilakukan mulai Senin (13/04) ke pelosok Puskesmas se NTB.

Menurutnya, pendistribusian APD bagi tenaga medis diperbanyak mulai hari ini Senin sampai di tingkat Puskesmas.

APD ini diprioritaskan bagi tenaga medis di Puskesmas  dan Rumah Sakit se NTB, untuk mempercepat penjangkauan PPTG (Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala), OTG dan ODP di tingkat desa.

“Ini sebagai langkah antisipasi 1,5 bulan ke depan akan ada kepulangan PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang jumlahnya juga ribuan,” katanya, Selasa (14/04/20) di Mataram.

Dalam mendistribusikan APD dan masker, petugas harus melalui perjalanan panjang dengan medan yang berat untuk sampai ke pelosok tiap Puskesmas.

Nurmalasari mengatakan, seluruh APD dan masker harus tuntas didistribusikan hari Selasa untuk memastikan seluruh tim medis memperolehnya.

“Kenapa harus tuntas hari ini, karena besok sudah tanggap darurat harus dipastikan kebutuhan APD tenaga medis tercukupi,” ujarnya.

Untuk diketahui, status tanggap darurat mulai berlaku 15 April 2020 hingga 28 April 2020 mendatang. Masa tanggap darurat 14 hari dan dapat diperpanjang.

Dijelaskan, untuk wilayah Pulau Lombok, seluruh APD dan masker telah diambil masing-masing Gugus Tugas Kabupaten/Kota ke Kantor BPBD hari Senin.

Selanjutnya didistribusikan ke rumah sakit maupun Puskesmas.

Untuk wilayah Pulau Sumbawa, petugas BPBD langsung mendistribusikan ke masing-masing rumah sakit dan Puskesmas.

“Untuk Pulau Lombok sudah diambil Gugus Tugas Kabupaten/Kota yang akan didistribusikan ke Puskesmas dan rumah sakit sesuai hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan di kabupaten/kota,” katanya.

Masker yang diberikan adalah masker bedah merek Sensi yang higenis dan dikhususkan buat tim medis. APD pun demikian, yang memiliki standar kesehatan.

APD dan masker begitu tiba di NTB langsung didistribusikan dan tidak disimpan. Mengingat NTB saat ini naik level penanganan COVID-19 dari siaga darurat menjadi tanggap darurat.

Peningkatan status siaga darurat bencana non alam dari siaga darurat ke tanggap darurat berpengaruh pada eskalasi penanganan medis, sehingga tim medis di NTB harus memiliki APD dan masker.

“Nah kita akan fokus pada peningkatan status ini yang tentu berpengaruh pada eskalasi penanganan medis sesuai banyaknya kasus yang terkonfirmasi” katanya.

Lima poin yang harus dilakukan dalam masa tanggap darurat. Pertama, lingkungan atau dusun yang warganya positif Corona ditetapkan sebagai Area Tertib Soacial Distancing/Physical Distancing, yang dikawal langsung oleh aparat kepolisian.

Kemudian, percepatan penjangkauan dan pelayanan di tingkat desa/kelurahan dengan membuat ruang observasi mandiri di desa/kelurahan, kemudian TNI-Polri dan Satpol PP perlu langkah tegas untuk mengurangi keramaian masyarakat.

Berikutnya, pendistribusian APD dan masker untuk tenaga medis di rumah sakit dan Puskesmas di NTB dan fokus perhatian pada setiap klaster yang menjadi sumber Corona di NTB, seperti klaster Gowa agar menjalani isolasi mandiri dengan baik.

AYA




Tak Perlu Panik Jika Ada Tetangga Positif Covid-19

Pasien positif Covid-19 yang tidak merasakan gejala atau merasakan gejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri di rumah

MATARAM.lombokjornal.com — Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi mengingatkan, masyarakat  tidak perlu panik jika mengetahui ada tetangga yang dinyatakan positif Covid-19.

Yang perlu kita pikirkan, hanya bagaimana caranya agar terhindar dari potensi penularan.

“Bila di lingkungan kita sudah ada yang positif, kita jangan panik. Tapi segera kita pikirkan bagaimana caranya agar kita terhindar dari potensi penularan di lingkungan kita yang memang sudah ada pasien positif,” ujar Lau Gita menjawab wartawan, Selasa (14/2).

Menurut Sekda NTB itu, jika ada pasien positif di wilayahnya maka yang perlu dilakukan masyarakat adalah menerapkan langkah pencegahan penularan secara disiplin.

Langkah-langkah yang dimaksud itu yakni tetap rajin mencuci tangan memakai sabun dan air yang mengalir. Selain itu tetap menjaga jarak komunikasi sosial sejauh 1 -2 meter.

“Kemudian berikutnya, saat bersin dan batuk menutupnya memakai siku tangan bagian dalam. Dan yang penting, selalu pakai masker apabila di tempat umum. Ini tolong diingat saat ini kita semua harus pakai masker,” tegas dia.

Gita menuturkan, masyarakat bisa memakai masker kain jika berada di tempat umum atau bepergian.

“Saat ini kita sudah tahu bagaimana kita sebaiknya ada di rumah. Itu yang sangat penting. Lalu waspadai juga jika merasakan gejala (tertular Covid-19) segera cari fasilitas kesehatan,” sarannya.

Segera Berobat

Dalam kesempatan itu, Sekda Gita meminta agar setiap individu cermat saat merasakan gejala yang menyerupai kondisi tertular Covid-19.

Menurutnya, hal ini penting dipahami masyarakat supaya tidak salah dalam mencari fasilitas kesehatan (faskes) untuk segea beroba sehingga gejala yang dialami mendapat penanganan yang tepat.

Menurut Gita, yang penting kita waspadai adalah bagaimana gejala itu sehingga segera cari faskes,” kata Gita.

“Untuk penyakit Covid-19 ini, kita semua sudah tahu pasti gejalanya demam, batuk, sakit tenggorokan dan mungkin yang agak berat akan timbul sesak nafas,” sambungnya.

Apabila setelah diperiksa dinyatakan positif tertular Covid-19, maka individu harus segera mendapatkan pengobatan.

“Lalu kita tentukan bagaimana cara kita ke faskes tersebut (untuk pengobatan Covid-19),” kata Gita.

Dia menuturkan, faskes berupa RS rujukan siap melakukan penanganan pasien positif Covid-19 dengan kondisi sedang atau berat.

Gita mencontohkan di Provinsi NTB kini telah ada empat rumah sakit yang ditetapkan sebagai rujukan Covid-19. Di antaranya, RSUD Kota Mataram, RSUD Provinsi NTB, RSUD dr Raden Soedjono Selong Lombok Timur, dan RSUD NTB Manambai Abdul Kadir di Kabupaten Sumbawa.

Pasien positif Covid-19 yang tidak merasakan gejala atau merasakan gejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri di rumah.

Gita menambahkan, Dalam penerapan di lapangan,  empat RSUD rujukan yang sudah ditetapkan juga ditopang oleh RSUD Kota Mataram yang juga telah ditetapkan pula untuk merawat para pasien positif dengan gejala ringan, orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) yang memerlukan perawatan.

AYA




TP PKK Lombok Utara Support Tim Medis Covid-19

Untuk efektifnya PKK Lombok Utara juga memanfaatkan media sosial untuk menyosialisasikan pentingnya semua lapisan masyarakat melaksanakan anjuran pemerintah

TANJUNG.lombokjornal.com  — Tim Penggerak PKK Lombok Utara memberikan support semangat kepada Tim Medis RSUD dan Puskesmas se-Kabupaten Lombok Utara.

Kegiatan ini dipimpin Ketua TP PKK Hj. Rohani Najmul Akhyar beserta jajaran pengurus lainya.

Hj. Rohani menyampaikan kegiatan itu digelar pihaknya untuk membantu pemerintah melakukan penanganan Covid-19.

Menurut Hj Rohani, peran PKK dalam upaya membantu pemerintah adalah membuat masker dimulai dari pengadaan bahan hingga menjahit.

Hj. Rohani

“Alhamdulillah saat ini mulai kita distribusikan ke RSUD dan Puskesmas yang ada di Lombok Utara. Kami juga mengedukasi masyarakat untuk sering mencuci tangan dan cara-cara cuci tangan yang baik. Ada juga gerakan memberi support semangat kepada tim medis agar selalu sehat, kuat, dan penuh kesabaran dalam melayani masyarakat terlebih pada saat situasi sekarang ini,” tutur Rohani kepada  Tim Humaspro usai bertemu Tim Medis Penanganan Covid-19, Senin (13/04/2020).

Kegiatan itu berlangsung selama 2 hari tersebut dimulai dari Puskesmas Nipah dan direncanakan berakhir di Puskesmas Senaru.

“Selebihnya nanti kami menyasar ke masyarakat lewat Tim PKK kecamatan dan PKK desa,” kata istri Bupati Lombok Utara ini.

Menurutnya, saat ini sesuai dengan arahan Pemerintah warga tidak boleh melakukan aktivitas berkumpul dalam jumlah banyak.

Untuk efektifnya PKK Lombok Utara juga memanfaatkan media sosial untuk menyosialisasikan pentingnya semua lapisan masyarakat melaksanakan anjuran pemerintah.

Hj Rohani menghimbau kepada masyarakat agar ikut serta memberikan support dan semangat kepada para pihak yang berperan di garda terdepan dalam penanganan Covid-19, terutama tim medis.

“Mari kita bersama-sama ikut mengambil peran dalam melawan pandemi Covid-19 ini. Hilangkan pikiran seolah-olah tenaga medis sangat menakutkan bagi kita, padahal mereka semua adalah orang yang paling berjasa memberi pertolongan kepada kita semua,” imbau Hj Rohani.

Direktur RSUD Kabupaten Lombok Utara dr. H. Samsul Hidayat mengapresiasi gerakan PKK KLU untuk ikut serta berbagi, memberi support serta semangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kepada kawan-kawan tenaga medis yang menangani Covid-19 dalam melakukan pelayanan, RSUD KLU juga sudah menyiapkan SOP penanganan Covid -19 baik dari APD-nya maupun yang lainnya,” ujar dr. Syamsul.

Sid




Satu Orang Positif Covid-19, Bupati Najmul Anjurkan Masyarakat Berhati-hati

Bupati Najmul berpesan agar bijak menyikapi kondisi itu, dan tidak melakukan generalisasi bahwa seluruh masyarakat di desa itu kondisinya sama sehingga cenderung dikucilkan

PEMENANG.lomokjournal.com —  Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar SH MH, menerima kunjungan tim Relawan Covid-19 Provinsi NTB,di Pendopo kediamannya,  Senin(12/4/2020).

Para relawan itu didampingi Kadis Kominfo H. Muhammad, S. Pd, Kadis Kesehatan dr. Lalu Bahrudin dan Direktur RSUD Tanjung, dr. H. Syamsul Hidayat.

Usai menerima kunjungan tim Relawan Bupati Najmul berpesan, masyarakat lebih berhati-hati menjaga diri, menjaga keluarga, sehingga penyebaran virus ini tidak sama dengan daerah lain.

Bupati Najmul menyampaikan pesan itu mengingat di Lombok Utara ada satu pasien terkonfirmasi positif COVID-19.

“Adanya satu pasien terkonfirmasi positif, maka tentu saja masyarakat harus lebih berhati-hati. Saya berharap kita selalu berpikir dan bertindak profesional terhadap adanya satu warga kita yang positif, bahwa kondisi yang bersangkutan sampai saat ini, Insya Allah baik,” tuturnya.

Bupati Najmul berpesan agar bijak menyikapi kondisi itu, dan tidak melakukan generalisasi bahwa seluruh masyarakat di desa itu kondisinya sama sehingga cenderung dikucilkan.

“Kita tidak boleh generalisasi saudara kita yang sakit, pasien sudah ditangani dengan baik, sedangkan yang tidak sakit atau masih sehat, saya harapkan jangan sampai melakukan penolakan terhadap saudara-saudara kita,” pesan bupati.

Direktur RSUD KLU dr. H. Syamsul Hidayat mengajak masyarakat bersama-sama mengatasi penyebaran covid-19.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengatasi penyebaran covid-19,” imbuhnya.

Ditambahkannya, apa yang menjadi imbauan bupati perlu betul-betul ditaati untuk memutus rantai penyebaran sehingga covid-19.

“Kami dari tim medis sudah siap, walaupun APD masih kurang dan terus berupaya melengkapinya, agar petugas dapat memberikan layanan medis maksimal kepada pasien terkait covid-19.

Masyarakat sudah patuh

Usai diterima Bupati Najmul, Relawan Covid-19 Provinsi NTB, Erwin Pandi mengugkapkan,  setelah keliling KLU pihaknya menilai masyarakat patuh dengan aturan yang dibuat pemerintah setempat.

“Pada tiap tempat yang didatangi sudah tersedia sabun untuk cuci tangan, sudah dipasang portal-portal. Termasuk siapapun yang melewati tempat itu diminta untuk mencuci tangan, sebelum masuk wilayah itu,” jelasnya kepada tim liputan Humaspro.

KLU ada satu orang yang positif dan ada PDP yang masih di rawat dan ada pula yang sudah pulang.

Ke depan, perlu sinkronisasi program antara Pemda Lombok Utara dengan Provinsi NTB, supaya tidak terjadi miskomunikasi penanganan.

Pada akhir wawancara dijelaskan, informasi tentang kepulangan TKI harus dipantau bersama mencegah mewabahnya covid-19.

api