Tim Satgas Lakukan Penyemprotan Disinfeksi Di Semua Kecamatan Lombok Utara

Bagi ASN yang ingin mudik lebaran diharapkan lapang dada untuk mengurungkan niatnya, lantaran sudah ada imbauan untuk tidak mudik

TANJUNG.lombokjournal.com — Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara Drs. H. Suardi, MH memimpin apel pelepasan Satgas Covid-19 untuk penyemprotan disinfektan pada lima kecamatan di halaman Posko Satgas Covid-19 (22/04/2020).

Drs. H. Suardi, MH menyatakan, perlu edukasi kepada masyarakat agar tetap mematuhi anjuran dan imbauan pemerintah menjadi kewajiban bersama bagi semua elemen. Terutama Gugus Tugas Covid-19 untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran pandemi virus corona di Kabupaten Lombok Utara.

“Mudah-mudahan kita bisa disiplin untuk memelihara pola hidup sehat, sesuai anjuran pemerintah,” harapnya.

Menurutnya, dalam memutus rantai penularan virus corona dan menjaga perilaku PHBS, Satgas Covid-19 secara reguler melanjutkan kembali penyemprotan disinfektan untuk semua wilayah di lima kecamatan se-Lombok Utara.

Anggota Satgas Covid-19 diminta melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dengan tetap mengatensi dan mempertimbangkan kesehatan diri.

“Saya tidak ingin hal-hal terjadi, seperti ada laporan masuk karena saking semangatnya menyemprot sehingga kurang memperhatikan kesehatan diri dan yang bersangkutan kena mata hingga sekarang masih sakit,” tuturnya.

Pihaknya meminta semua tim agar mendukung kegiatan ini terutama logistik, alat-alat dan bahan. Jangan sampai menimbulkan penyakit baru, karena kebutuhan logistik mereka tidak terpenuhi.

Usai memimpin apel siaga, dihadapan awak media Sekda Drs. H. Suardi, MH menyampaikan terima kasih kepada para insan media seraya berharap semua pihak termasuk wartawan sehat bugar.

“Hari ini kita melakukan penyemprotan pada lima wilayah kecamatan, terutama di tempat-tempat umum dan hari ini juga di lakukan pembagian masker kepada masyarakat di tempat umum,” pungkasnya.

Harapannya, dengan kegiatan ini, bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam beraktivitas.

“Semua lapisan masyarakat betul-betul menaati anjuran pemerintah yang dipublikasikan baik melalui pamflet, media ruang publik, media cetak, media elektronik maupun media online,” harap sekda.

Kegiatan penyemprotan tersebut dilakukan secara simultan melalui kerja sama semua anggota tim mulai dari Polri, TNI, OPD, NGO, dan Pers.

Dalam kesempatan itu disampaikan, bagi ASN yang ingin mudik lebaran diharapkan lapang dada untuk mengurungkan niatnya, lantaran sudah ada imbauan untuk tidak mudik.

“Imbauan itu menyiratkan ASN harus berjibaku menangani keadaan, optimal dalam bekerja agar wabah pandemi corona cepat berlalu dan semua elemen bisa kembali hidup normal seperti biasanya,” katanya.

Apel pelepasan Satgas Covid-19 ditutup dengan yel-yel yang dipimpin sekda sembari memberi semangat kepada anggota satgas.

api




Tiga Kabupaten/Kota Di NTB Kategori Daerah Transmisi Lokal

Kadikes mengingatkan masyarakat agar tetap di rumah, itu adalah cara paling ampuh untuk mencegah penularan virus Corona yang sedang melanda hampir seluruh wilayah di dunia ini

MATARAM,lombokjoural.com —  Tiga kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Timur ditetapkan sebagai daerah yang menjadi transmisi lokal.

Tiga kabupaaten/kota disebut sebagai daerh trasmisi lokal iu berdasarkan pengumuman dari Kementerian Kesehatan pada tanggal 17 April 2020 lalu. Transmisi lokal adalah daerah yang sudah terjadi penularan dari penderita pertama ke orang-orang di sekitarnya.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, di Mataram hari Kamis (23/04/20).

“Kita melihat beberapa penderita, keluarganya juga sakit atau ikut terjangkit virus ini, ada yang suaminya pertama kena dan kemudian anak serta istri juga menderita, inilah yang dimaksud dengan transmisi lokal,” jelasnya.

Dengan ditetapkannya tiga kabupaten/kota ini menjadi daerah transmisi lokal, dr. Eka mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap wabah ini.

Meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti aturan-aturan yang telah dibuat oleh pemerintah demi kebaikan bersama.

“Kita tidak tahu siapa dia di sekitar kita yang kemungkinan menularkan kepada kita. Karena itu anjuran memakai masker saat keluar rumah itu harus dipatuhi. Maskerku melindungimu, maskermu melindungiku,” katanya.

Ia menekankan kepada masyarakat untuk tetap memakai masker, dan tetap menjaga jarak dengan orang lain jika terpaksa harus keluar rumah.

“Masker bapak ibu akan melindungi dari percikan ludah lawan bicara, social distancing dua meter harus dipatuhi,” tegasnya.

Dalam penjelasannya, Kadikes mengingatkan masyarakat agar tetap di rumah, itu adalah cara paling ampuh untuk mencegah penularan virus Corona yang sedang melanda hampir seluruh wilayah di dunia ini.

“Anjuran di rumah saja itulah anjuran yang benar-benar efektif untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 ini,” tuturnya.

Untuk masyarakat yang telah berkeluarga yang mempunyai anak, ia mengimbau agar keluarga tersebut tetap menjaga putera/puteri  mereka dan mengurangi kontak fisik antara anak dengan orang lain karena hal itu dapat berisiko bagi anak-anak.

“Yang punya anak-anak tolong kalau tidak perlu sekali anak-anaknya tidak usah keluar rumah. Jaga anak-anak anda, jangan dibiarkan digendong oleh sembarang orang yang kita tidak kenal. Kita tidak tahu keadaan kesehatannya dan mungkin mempunyai risiko untuk menularkan kepada anak-anak kita,” pintanya.

Sementara itu imbauan Gubernur NTB melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB Najamuddin Amy S.Sos, MM agar kerjasama dan  kolaborasi gugus tugas dapat terus ditingkatkan terutama dengan pemeritah kabupaten/kota.

Najamuddin juga mengatakan, Pemprov NTB sejak awal sudah  melakukan pencegahan hingga melakukan penanggulangan dampak sosial akibat pandemi ini.

“Salah satunya yaitu pemerintah membentuk Corona Crisis Center Provinsi NTB , dengan mengupdate

jumlah warga yang diduga terinfeksi melalui laman resmi Satgas Pemerintah Provinsi NTB Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id/ dan menyediakan layanan Hotcall Covid-19 di 081802118119,” terangnya.

Pemerintah Provinsi NTB juga menyediakan empat Rumah Sakit Rujukan Utama bagi penanganan Covid-19 yaitu RSUD Provinsi, RS Selong Lotim, RS Manambai Sumbawa dan RS Bima serta 17 Rumah Sakit Rujukan Kedua di seluruh kabupaten/kota se-NTB.

Jumlah tempat tidur ruangan isolasi di seluruh NTB sebanyak 68 pada pertengahan April kemarin.

Jumlah jumlah ini akan terus ditambah sampai mencapai 235 tempat tidur di isolasi dan yang sedang dalam persiapan sejumlah 380 tempat tidur dengan  RS Unram, Asrama Haji, hingga Wisma Tambora.

AYA




Para Jurnalis Bagi-bagi Sembako dan Alat Pelindung Diri

MATARAMlombokjournal.com — Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) NTB dan perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) Kota Mataram, didampingi juga DPW MOI NTB hari ini Rabu(22/04/20) mengadakan kegiatan sosial.

Dalam kegiatan sosial itu membagikan paket sembako dan Alat Pelindung Diri (APD) kepada masyarakat Kota Mataram, serta Lombok Barat dan juga rekan-rekan jurnalis.

“Yang menjadi target utama dalam pembagian paket sembako ini diberikan kepada masyarakat yang layak terima, di antaranya pegiat ojol dan juga masyarakat terdampak secara ekonomi serta rekan-rekan jurnalis”, terang Riadi Sulhi, Ketua IJTI NTB di kantor posko.

Paket sembako yang dibagikan terdiri dari beberapa jenis, mulai dari beras, mi instan, minyak goreng, gula pasir, dan juga APD terdiri dari vitamin, hand sanitizer serta beberapa lembar masker pelindung diri, yang dikumpulkan oleh IJTI NTB serta MOI Kota Mataram dan didukung oleh beberapa donatur.

Kegiatan social ini merupakan bentuk kepedulian dan keseriusan para jurnalis untuk meringankan beban hidup sehari-hari saat terjadi wabah Covid-19.

“Bantuan yang Kami berikan ini sebagai bentuk keseriusan dan kepedulian Kami para jurnalis untuk meringankan beban hidup masyarakat,” terang Riadi

Ia menambah, bukan hanya memberikan informasi saja, akan tetapi hari ini para jurnalis turun kelapangan memberikan beberapa paket sembako dan APD untuk masyarakat.

Pembagian paket sembako dan APD juga dibagikan kepada para jurnalis sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Diharapkan bantuan ini mampu memberikan semangat kepada para jurnalis untuk memberikan informasi akurat terkait informasi COVID-19 kepada masyarakat.

“Kami juga mengajak kepada masyarakat untuk sama-sama Kita bersatu perangi Covid-19 ini.” tutupnya

Sementara Ketua MOI Mataram menyebut, peran serta MOI sebagai bentuk kepedulian sosial untuk mengurangi beban mereka saat ini kondisi perekonomian masyarakat sudah terdampak covid19

“Semoga bermanfaat buat mereka, dan mengurangi beban mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup,”imbuhnya.

Sulardi, Branch Manager Alfamart Lombok saat wawancara di lapangan menyampaikan, selama masa covid-19 ini, Alfamart khsusunya di NTB Kita sekarang udah berbagi mengenai kebutuhan bahan pokok diseluruh NTB.

Sumbangan ini dapat dari mana?

Sulardi menjelaskan, dapat dari custemer-custemer Alfamart selama mereka belanja yang disisikan uang pengembaliannya, 200 perak, 100 perak, itu yang mereka donasikan dan itu dipakai untuk membantu masyarakat.

Lanjutnya lagi, pihaknya akan mengikuti Pemerintah, Alfmart itu DIsuruh tetap menjual kebutuhan sehari-hari. Karena itu Alfamart akan tetap buka meski kondisi penurunan omset dan sebagainya.

Namun Alfamart tetap peduli dengan kebutuhan masyarakat,  sehingga masyarakat tidak merasa khawatir kesulitan mendapatkan bahan pokok.

“Hari ini kita ucapkan terima kasih kepada IJTI, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia yang mengundang kita, sehingga kita berperan aktif menyalurkan bantuan kepada masyarakat, terutama masyarakat, ojek online, serta tim jurnalis itu sendiri yang membutuhkan uluran tangan.” ujar Sulardi

AYA




Kasus Positif Covid-19 Bertambah 7 Pasien

MATARAM.lombokjournal.com — Perkembangan terbaru kasus covid-19 di NTB hingga hari Rabu (22/04.20) dari 52 sampel yang di periksa,, hasilnya ada penambahan 7 kasus baru positif covid-19.

Satu pasien asal Kelurahan Dayen Peken Kecamatan Ampenan sampai saat ini belum di ketahui penyebab tertulanya virus berbahaya tersebut.

Tujuh pasien baru positif covid-19 seperti press release resmi dari Gugus Tugas NTB yang di terima media ini, yaitu;

  1. Pasien nomor 109, an .Tn. NI, laki-laki, usia 72 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Pasien dirawat di rumah sakit karena sesak, mual, dan muntah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 110, an. Tn. AK, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Jelantik, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 111, an. Tn. SH, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 112, an. Tn. R, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak erat dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 113, an. Ny. RPL, perempuan, usia 54 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 30. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut patuh Patju dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 114, an. Tn. MS, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 115, an. Tn. AA, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Desa Lembah Sembaga, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan keGowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpadu di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.

Dengan adanya tambahan 7 (tujuh) kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, tidak ada sembuh baru, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (22/04/20) sebanyak 115 orang, dengan perincian 11 orang sudah sembuh, 4 (empat) meninggal dunia, serta 100 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif.

AYA




Gubernur Bangga SMKN 4 Mataram Bisa Produksi APD

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, mengaku sangat bangga dengan hasil karya Siswa SMKN 4 Mataram yang bisa memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) dalam menghadapi wabah Virus Corona (Covid-19) di NTB.

Hal itu diungkapkan Gubernur Zukiefimansyah saat menerima APD hasil karya anak SMKN 4 Mataram yang diserahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, di Kantor Dikbud NTB, Rabu (22/04/20).

Gubernur Zul akan menyerahkan APD sumbangan dari SMKN 4 Mataram ini kepada tenaga-tenaga-yenaga yang berjuang tanpa kenal lelah di garda terdepan dalam penangnanan wabah Virus Corona di NTB.

“Anak-anak SMK kita memang luar biasa,” ujarnya.

Selain penyerahan APD, dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan 2.000 Masker kapada Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 NTB.

Selain itu, juga dilakukan penyerahan 1.165 pake Sembako secara simbolis kepada cleaning service, Satpam, tukang kebun sekolah, penjaga sekolah dan masyarakat sekitar kantor DIKBUD NTB.

Selanjutnya paket bantuan sembako nantinya akan di distribusikan melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di masing-masing Kabupaten/Kota se NTB.

AYA/HmsNTB




Peningkatan Pasien Positif, Akan Mempercepat Penuntasan Covid-19

Dengan memperhatikan jumlah kasus positif, jumlah pasien yang sudah sembuh, jumlah penderita yang meninggal dunia dan data-data lainnya sesungguhnya yang terjadi di NTB, maka Tim dari Fakultas Kedokteran Unram memperkirakan puncak kasus ini akan terjadi di bulan Agustus 2020

MATARAM.lombokjournal.com — Meningkatnya jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi NTB memberi sinyal yang positif, untuk memutus mata rantai penyebarannya.

Penyebaran Covid-19 seperti fenomena gunung es, yang muncul di permukaan hanya sebagian kecil dari kasus yang sesungguhnya terjadi.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (Unram) dr. Hamsu Kadriyan, M.Kes, Sp.THT mengatakan, meningkatnya kasus positif Covid-19 di NTB sebenarnya bagus. Karena Pemda sudah memiliki kemampuan untuk melakukan screening dan deteksi serta mengkorfirmasi kasus positif lebih banyak lagi.

“Kalau kita tahu yang di bawah gunung es ini lebih banyak, maka kita akan bisa melakukan intervensi-intervensi yang lebih terukur. Sehingga kita bisa melakukan isolasi pasien yang positif tadi agar tidak menjangkiti orang lain” kata dr. Hamsu.

Jika orang tidak tahu dirinya terinfeksi Covid-19 dan menularkannya ke orang lain yang tidak tahu, hal ini justru akan berdampak buruk bagi upaya memutus mata rantai penularan virus.

“Dengan kita mengetahui yang terkonfirmasi positif ini, maka kita punya peluang untuk melakukan treatmen yang lebih bagus,” ujarnya.

Data-data orang yang berisiko atau rentan terkena Covid-19 ini sudah dimiliki oleh Pemeritah Daerah, mulai dari jumlah ODP, PDP, OTG dan beberapa istilah lainnya.

Pemda atau Tim Gugus Tugas sudah berhasil melacak orang-orang yang rentan ini dan sudah melakukan screening, termasuk kepada warga yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Sulawesi Selatan ini.

“Kita sudah melakukan identifikasi dan sudah mendapatkan hasil sementara melalui screening tadi. Dari screening ini kita tahu jumlah orang yang reaktif. Dari yang reaktif ini akan dilanjutkan dengan swab yang merupakan metode standar,” lanjutnya.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak terlalu panik dengan angka-angka positif yang cenderung meningkat ini. Ini berarti Pemda telah mampu mengungkap kasus ini lebih dalam.

Kapan puncak Covid-19 dan apa yang harus dilakukan oleh masyarakat?

Menurutnya, Fakultas Kedokteran Unram dan tim ahli sudah melakukan perkiraan atau simulasi dengan metode penyakit menular SIR (Suceptible, infected, recovery).

Dengan memperhatikan jumlah kasus positif, jumlah pasien yang sudah sembuh, jumlah penderita yang meninggal dunia dan data-data lainnya sesungguhnya yang terjadi di NTB, maka Tim dari Fakultas Kedokteran Unram memperkirakan puncak kasus ini akan terjadi di bulan Agustus 2020.

“Hal ini kalau kita tidak melakukan intervensi dengan baik dan cermat , maka puncaknya betul-betul ketemu di bulan Agustus. Namun jika kita bisa mencegah secara bersama-sama, maka kita akan bisa mempercepatnya, dua bulan misalnya atau pada saat lebaran nanti kita sudah bebas dari virus ini. Namun Kita harus bekerjasama menuntaskannya,” terangnya.

Dari hasil perhitungan Fakultas Kedokteran Unram dan tim yang terlibat di sana menunjukkan, jika Covid-19 tanpa mendapat intervensi apapun, maka pada bulan Agustus mendatang jumlah kasus Covid-19 diperkirakan sekitar 5.800 an kasus.

“Karena itulah, mari kita sama-sama mencegah penyakit ini. Jangan takut diperiksa,” ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu hal yang bisa mempercepat penurunan kasus Covid-19 yaitu dengan mempercepat penemuan kasus.

“Jika tim dapat  menemukan kasus lebih awal maka derajat sakitnya bisa lebih rendah. Jika derajat sakit rendah maka sakit ringan yang menderita covid ini, tentunya penyembuhannya juga akan lebih cepat. Jika dia lebih cepat sembuh yang tadinya rata-ratanya dua mingguan dapat kita turunkan di bawah satu minggu, maka akan lebih cepat penurunan angkanya,” kata dr.Hamsu.

Corona Crisis Center NTB

Sementara itu Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB Najamuddin Amy S.Sos, MM mengatakan, pihak Pemprov NTB sejak awal sudah melakukan sejumlah langkah pencegahan penyebaran virus ini serta melakukan penanggulangan dampak sosial akibat pandemi ini.

“Salah satunya yaitu pemerintah membentuk Corona Crisis Center Provinsi NTB, dengan mengupdate

jumlah warga yang diduga terinfeksi, melalui laman resmi Satgas Pemerintah Provinsi NTB Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id/ dan menyediakan layanan Hotcall Covid-19 di 081802118119,” terangnya.

Pemerintah Provinsi NTB menyediakan empat Rumah Sakit Rujukan Utama bagi penanganan Covid-19 yaitu RSUD Provinsi, RS Selong Lotim, RS Manambai.

Sumbawa dan RS Bima serta 17 Rumah Sakit Rujukan Kedua di seluruh kab/kota se-NTB, dengan jumlah tempat tidur ruangan isolasi di seluruh NTB sebanyak 68 pada pertengahan April kemarin.

Jumlah ini akan terus ditambah sampai mencapai 235 tempat tidur di isolasi, dan yang sedang dalam persiapan sejumlah 380 tempat tidur dengan  RS Unram, Asrama Haji, hingga Wisma Tambora.

AYA/HmsNTB




Pemprov NTB Terima 100 Alat Pelindung Diri Dari Pertamina dan Hiswana Migas

Masyarakat NTB diajak berpartisipasi agar kooperatif dengan petugas kesehatan serta petugas keamanan yang datang mencari warga, berdasarkan tracking dia pernah bersentuhan dengan pasien-pasien OPD

MATARAM.lombokjournal.com —  Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si menerima bantuan 100 buah Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga kesehatan. dari PT. Pertamina dan Hiswana Migas NTB di Depan Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Rabu (22/04/20).

Sekda memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PT. Pertamina dan Hiswana Migas NTB yang telah memberikan donasi.

Tidak hanya itu bantuan juga berupa 30 buah tandon air cuci tangan dan hand sanitizer yang dibagikan kepada masyarakat NTB, yang akan letakkan di tempat-tempat stategis.

Tandon air cuci tangan

“Jadi dengan bantuan ini, atas nama Pemerintah Provinsi NTB dan masyarakat yang akan menikmati dan memanfaatkan mengucapkan terima kasih. Mudah-mudahan setelah ini, diawali dengan Pertamina dan Hiswana Migas akan diikuti oleh BUMN, pengusaha, asosiasi lain yang ada di daerah kita ini,” jelasnya.

Sekda mengatakan, angka-angka pasien Covid-19 di NTB memang mengalami peningkatan. Lonjakan kasus itu bukan karena kelalaian pemerintah.

Justru penambahan angka pasien yang meningkat signifikan adalah hasil kerja dari tenaga kesehatan dan pihak lainnya yang berada di garda terdepan dalam menangani kasus Covid-19.

“Hikmahnya dengan terjadinya lonjakan kasus ini, kita dapat mengetahui lebih cepat pasien-pasien yang kondisinya positif atau negatif. Semakin cepat kita mengetahui, maka semakin tepat treatment yang akan kita lakukan,” ungkapnya.

Ancaman ekonmi dan sosial

Dampak dari Covid-19 ini bukan hanya mengancam aspek kesehatan, tetapi juga mengancam sendi-sendi yang lainnya seperti perekonomian dan juga sosial.

“Hal ini tentunya menjadi fokus dan perhatian Pemerintah dengan merelokasikan dana untuk masalah kesehatan, ekonomi agar tidak terpuruk lebih dalam lagi. Kami terus berupaya agar permasalahan sosial bisa teratasi sehingga tidak ada gangguan kriminal, keamanan dan lain sebagainya,” terang Lalu Gita.

Sekda mengajak seluruh masyarakat NTB untuk berpartisipasi agar kooperatif dengan petugas kesehatan serta petugas keamanan yang datang mencari warga, berdasarkan tracking dia pernah bersentuhan dengan pasien-pasien OPD.

“Upaya-upaya itu merupakan kerja keras pemerintah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat. Dengan kebersamaan ini, maka kita berdoa mudah-mudahan penularan virus corona dapat kita putus. Sehingga permasalahan corona di daerah kita juga dapat selesai lebih cepat dari yang kita prediksikan,” harapnya.

Mahfud Nadyo Hantoro selaku Sales Area Manager Retail Pertamina Wilayah NTB mengatakan, bantuan ini merupakan rencana Pertamina bersama Hiswana Migas untuk membuat tandon cuci tangan.

Ia berharap dengan adanya bantuan ini, masyarakat NTB dapat menjaga pola hidup bersih dan sehat.

“Harapannya kami dapat membantu masyarakat NTB dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang seperti kita ketahui jumlah penyebarannya semakin naik,” tuturnya.

Hal serupa juga diungkapkan Ketua Hiswana Migas NTB Komang Mahendra Gandi. Ia mengatakan, Hiswana Migas NTB bersama dengan PT. Pertamina ikut berkontribusi dalam menangani pandemi Covid-19 ini. Harapannya dengan bantuan ini akan bisa meminimalisir penyebaran atau perkembangan wabah Covid-19 di daerah ini.

“Mudah-mudahan apa yang kami sumbangkan kepada masyarakat melalui Pemerintah Provinsi NTB bisa bermanfaat untuk masyarakat,” harapnya.

Ikha/HmsNTB




Cegah Penumpukan Pasien, BPJS Kesehatan Hadirkan Dokter Online

Jika keadaan pasien masih bisa ditangani melalui konsultasi tersebut, maka cukup dengan memanfaatkan fitur itu

lombokjournal.com —

MATARAM  ;    BPJS Kesehatan dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) berupaya meminimalisir penumpukan pasien di fasilitas kesehatan guna mencegah peyebaran COVID-19,.

Caranya dengan menghadirkan layanan ‘konsultasi dokter’ melalui Mobile JKN.

Hadirnya fitur konsultasi dengan dokter di Mobile JKN ini dapat mendukung penerapan physical distancing di masyarakat.

Hanya melalui fitur tersebut, dokter dapat melakukan komunikasi serta edukasi ke peserta tanpa harus melakukan tatap muka.

Fitur ini sebagai first contact sehingga peserta dapat diarahkan apakah perlu melakukan kunjungan ke tempat praktik atau tidak.

Melalui konsultasi dokter on line dapat meminimalisir penumpukan pasien di FKTP.

Jika keadaan pasien masih bisa ditangani melalui konsultasi tersebut, maka cukup dengan memanfaatkan fitur itu.

Peserta JKN-KIS hanya cukup mengklik fitur ‘Konsultasi Dokter’ yang telah tersedia di Mobile JKN, dan langsung dapat berkonsultasi dengan dokter di tempat FKTP terdaftar.

Salah satu peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) yang terdaftar di Dokter Praktek Perorangan (DPP), Martina (26), mengaku fitur konsultasi dokter di aplikasi Mobile JKN ini akan sangat membantu dirinya saat menjalani physical distancing.

“Saya sudah cukup lama memanfaatkan fitur-fitur dari Mobile JKN, yang terbaru ini fitur konsultasi dokter dan kebetulan FKTP tempat saya terdaftar sudah diterapkan. Komunikasi dengan dokter pribadi melalui fitur ini akan sangat membantu saya saat seperti ini. Menurut saya, selama masih bisa berkonsultasi melalui fitur ini kenapa tidak dimanfaatkan,” ungkap Martina.

mul/mpr/ detikNews

 




Iuran BPJS Kesehatan Batal Naik, Peserta yang  Telanjur Bayar Kelebihannya Diperhitungkan

Untuk masyarakat yang telah membayarkan iuran BPJS Kesehatan pada April 2020 sesuai dengan tarif yang berlaku sejak awal tahun, maka kelebihan bayar akan diperhitungkan pada pembayaran iuran bulan selanjutnya

lombokjournal.com —

JAKARTA  ;   Besaran iuran yang dibayarkan oleh peserta program Jaminan Kesehatan Nasinal – Karus Indonesia Sehat (JKN-KIS) kembali disesuaikan dengan Peraturan Presiden Nomor 82/2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Pemerintah memutuskan untuk membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan bagi Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Peserta Bukan Pekerja (BP).

Keputusan tersebut diambil berdasarkan Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 7/P/HUM/2020 yang membatalkan kenaikan iuran jaminan kesehatan bagi Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Peserta Bukan Pekerja (BP) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Pemerintah hormati keputusan MA. Prinsipnya, Pemerintah ingin agar keberlangsungan JKN terjamin dan layanan kesehatan pada masyarakat dapat diberikan sebagai bentuk negara hadir,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam keterangan tertulis yang diterima media, Selasa (21/04/20).

Iuran BPJS Kesehatan  sempat naik  sejak Januari naik menjadi Rp 42.000 untuk kelas III kembali menjadi Rp 25.500, kelas II dari Rp 110.000 menjadi Rp 51.000, dan kelas I dari Rp 160.000 menjadi Rp 80.000.

Putusan MA Nomor 7P/HUM/2020 diterima Pemerintah secara resmi pada tanggal 31 Maret 2020 berdasarkan surat dari Panitera Muda Tata Usaha Negara Mahkamah Agung Nomor 24/P.PTS/III/2020/7P/HUM/2020 tanggal 31 Maret 2020 perihal Pengiriman Putusan Perkara Hak Uji Materiil Reg. No. 7P/HUM/2020.

Namun demikian, keputusan pembatalan kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut mulai berlaku untuk iuran per 1 April 2020. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma’ruf.

“Kalau dari rilis Menko PMK (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) kan per 1 April 2020 ya,” ujar dia ketika dihubungi Kompas.com.

Untuk masyarakat yang telah membayarkan iuran BPJS Kesehatan pada April 2020 sesuai dengan tarif yang berlaku sejak awal tahun, maka kelebihan bayar akan diperhitungkan pada pembayaran iuran bulan selanjutnya.

“Tentu BPJS kesehatan berkomitmen melaksanakan regulasi yang ditetapkan pemerintah,” ujar Iqbal.

Apa pun yang ditetapkan pemerintah, BPJS Kesehatan akan patuhi.

Sesuai ketentuan Pasal 8 ayat (2) Peraturan Mahkamah Agung No. 01/2011 tentang Hak Uji Materiil, Pemerintah mempunyai waktu paling lambat 90 hari untuk melaksanakan Putusan MA tersebut (sampai dengan 29 Juni 2020).

Pemerintah saat ini sedang membahas langkah-langkah strategis yang akan dilakukan untuk menyikapi putusan tersebut.

Dan terus berupaya agar pelayanan terhadap peserta BPJS berjalan baik, serta tetap menjaga demi mempertahankan kesinambungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Langkah strategis itu diejawantahkan dalam rencana penerbitan Peraturan Presiden yang substansinya antara lain mengatur keseimbangan dan keadilan besaran iuran antar-segmen peserta, dampak terhadap kesinambungan program dan pola pendanaan JKN, konstruksi ekosistem jaminan kesehatan yang sehat, termasuk peran Pemerintah (pusat dan daerah).

Rancangan Peraturan Presiden tersebut telah melalui proses harmonisasi dan selanjutnya akan berproses paraf para menteri dan diajukan penandatanganan kepada Presiden.

Rr

(Kompas.com)




Hari Selasa, Pasien Positif Covid-19 Tambah Lagi 15 Orang

MATARAM.lombokjournal.com — Hari  Selasa (21/04/20),  Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat telah dikorfirmasi hasil pemeriksaaan sampel swab di laboratorium secara mandiri di RSUD Provinsi NTB, tambahan 15 orang positif Covid-19.

Dari pemeriksaan 74 sampel swab, hasilnya 55 sampel negatif, 4 (empat) pasien sampel ulangan positif, dan 15 sampel kasus baru positif Covid-19.

Dalam press release yang diteima media hari Selasa (21/04), Ketua Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi menjelaskan, peningkatan kasus positif Covid-19 karena pemerintah sudah dapat mengidentifikasi pola penyebaran virus dengan peta lima klaster penyebarannya.

“Pertambahan angka pasien positif adalah hasil kerja keras dan tindakan cepat tenaga kesehatan,” kata Lalu Gita.

Pra petugas segera mengetahui OTG, ODP maupun PPTG dengan melakukan penelusuran contact tracing.

Pasien yang dikonfirmasi positif yaitu:

  1. Pasien nomor 94, an. Ny. M, perempuan, usia 33 tahun tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 95, an. Ny. S, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Moyot, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 96, an. Ny. JH, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Moyot, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 97, an. Ny. R, perempuan, usia 65 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 98, an. Tn. U, laki-laki, usia 74 tahun, penduduk Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar dalam 14 hari sebelum sakit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 99, an. Ny. N, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Desa Bengkel Selatan, Kecamatan Labu Api, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Pasien ke rumah sakit karena batuk, sesak, demam, dan riwayat bronkhitis. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 100, an. Tn A, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina di Wisma Nusantara Kota Mataram dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 101, an. Tn. KM, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina di Wisma Nusantara Kota Mataram dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 102, an. Tn. RA, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina di Wisma Nusantara Kota Mataram dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 103, an. Ny. RM, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina di Wisma Nusantara Kota Mataram dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 104, an. Tn. H, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina di Wisma Nusantara Kota Mataram dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 105, an. Tn. CAF, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Cakra Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina di Wisma Nusantara Kota Mataram dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 106, an. Tn. MZ, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina di Wisma Nusantara Kota Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 107, an. Tn. H, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina di Wisma Nusantara Kota Mataram dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 108, an. Tn. AA, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina di Wisma Nusantara Kota Mataram dengan kondisi baik.

“Peningkatan jumlah orang terkonfirmasi Covid-19 ini tidak perlu membuat kita panik. Namun tetap harus waspada dan disiplin melaksanakan seluruh protokol penanganan Covid-19 untuk mencegah penularan yang lebih luas,” ujar Lalu Gita.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id;

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB  di nomor 0818 0211 8119.