Hari Selasa, 28 April, Pasien Positif Covid-19 Bertambah 21 Orang

Selain adanya kasus baru, hari ini juga terdapat 8 (delapan) orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif

MATARAM.lombokjournal.com —  Hari ini,  Selasa (28/04/20), Gugus Tugas Nusa Tenggara Barat (NTB) telah dikonfirmasi bertambahnya 21 pasien positif Covid-19.

Pemeriksaan telah dilakukan di Laboratorium RSUD Provinsi NTB, Laboratorium Universitas Mataram dan Laboratorium Genetik Sumbawa Techno Park, sebanyak 186 sampel. Hasilnya 164 sampel negatif, 1 (satu) sampel positif ulangan, dan 21 sampel kasus baru positif Covid-19.

Ketua Harian Gugus Tugas NTB, Drs alu Gita Ariadi, MSi melalui press release yang diterima media hari ini menjelaskan, terdapat warga NTB yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang saat ini tengah menjalani pemeriksaan dan perawatan serta tercatat sebagai pasien di Provinsi Bali.

Pasien positif Covid-19 yang sedang dirawat di Bali yaitu Tn. MHT, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.

Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah.

Lalu Gita Ariadi

“Saat ini menjalani perawatan di RSPTN Udayana Bali dengan kondisi baik,” kata Lalu Gita.

21 Kasus positif

Kasus baru positif yang kini dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19 atau menjalani karantina terpusat di masing-masing kabupaten/kota di Provinsi NTB. yaitu :

  1. Pasien nomor 207, an Tn. J, laki-laki, usia 80 tahun, penduduk Desa Kerujuk, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 208, an. Tn. H, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Karang Desa, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 209, an. Tn. D, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Teres Genit, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 210, an. Tn. A, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 211, an. Tn. AM, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Dasan Lendang, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 212, an. Tn. MA, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Lendang Bamben, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 213, an. Tn. M, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 214, an. Tn. M, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 215, an. Tn. AA, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Timur dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 216, an. An. ZS, laki-laki, usia 10 tahun, penduduk Desa Toya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan anggota asrama Pasien Covid-19 nomor 01. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Timur dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 217, an. Tn. US, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Desa Gapuk, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 218, an. Ny. E, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah bepergian ke Madura. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Timur dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 219, an. Tn. A, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Paok Montong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Timur dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 220, an. Ny. H, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Tete Batu Selatan, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Timur dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 221, an. Tn. LRA, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 222, an. Ny. NJ, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 223, an. Tn. LS, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 224, an. Tn. MA, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Panjisari, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 225, an. Tn. LR, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Desa Teratak, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 226, an. Ny. IR, perempuan, usia 21 tahun, penduduk Desa Punti, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Luwuk Sulawesi Selatan. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Bima dengan kondisi stabil;
  21. Pasien nomor 227, an. Tn. I, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Plembak, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 170. Saat ini dirawat di RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik.

Selain adanya kasus baru, hari ini juga terdapat 8 (delapan) orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif.

Dengan adanya tambahan 21 kasus baru terkonfirmasi positif, 8 (delapan) tambahan kasus sembuh baru, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (28/4/2020) sebanyak 227 orang.

“RInciannya 30 orang sudah sembuh, 4 (empat) meninggal dunia, serta 193 orang masih positif dan dalam keadaan baik,” kata Lalu Gita Ariadi.

Resiko Tinggi Terpapar

Melalui release itu, Lalu Gita juga menyerukan himbauan yang secara khusus disampaikan pada orang yang digolongkan berisiko tinggi  terpapar Covid-19.

Mereka yang memiliki risiko tinggi yakni orang-orang yang usianya di atas  50 tahun ke atas. Dan yang berisiko lainnya yakni bayi dan balita.

Juga  orang dengan penyakit komorbid seperti penyakit jantung, diabetes melitus, hipertensi, pneumonia dan kanker adalah orang-orang yang memiliki.

“Kepada orang-orang dengan risiko tinggi tersebut diminta tetap berada di rumah atau tidak melaksanakan aktivitas di luar rumah selama pandemi Covid-19, tetap menjaga jarak, melaksanakan pola hidup bersih dan sehat serta mengikuti protokol pencegahan Covid-19 secara ketat,” ujar Lalu Gita.

Pesannya, jika terdapat keluhan maka segera bisa menghubungi petugas kesehatan terdekat.

AYA/Rr 




Potensi Besar, Industri Perikanan di NTB Harus Dikembangkan

Dengan dimulainya industrialisasi di bidang perikanan di Lingsar ini, diharapkan NTB menjadi daerah yang mandiri khususnya dalam bidang industri perikanan, baik itu dari segi pakannya, hingga pengolahan ikannya

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan, industrialisasi di bidang perikanan ini harus dikembangkan, mengingat potensi yang besar dan tingkat konsumsi ikan yang semakin tinggi di NTB ini.

Industri dalam bidang perikanan ini tidak hanya ditekankan pada pengolahan ikannya saja, namun meliputi pembibitan, pembesaran, hingga produksi pakan ikan. Hal ini diharapkan dapat terwujud dalam waktu dekat.

“Inti dari industri perikanan adalah pakan, kalau melihat hasil produksi seperti ini, kita harus bisa membuat pakan sendiri,” tutur Gubernur saat berkeliling melihat kolam ikan Balai Benih Ikan Batu Kumbung Lingsar, Selasa (28/4/2020).

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki beberapa tempat pembibitan, salah satunya Balai Benih Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan di ikan Balai Benih Ikan Batu Kumbung Lingsar, Lombok Barat, untuk mengembangkan potensi dalam bidang industri perikanan ini.

Gubernur Zul menyampaikan,  industri di bidang perikanan ini dapat dimulai dari tingkat BUMDes dan IKM sehingga proses industrialisasi ini dikerjakan oleh masyarakat sekitar.

“Dalam hal ini, BUMDes harus diberdayakan, UKM-lKM kita yang memproduksi pakan ikan, pengolahan dilakukan oleh masyarakat sekitar, jadi manfaat industrialisasi ini dapat dirasakan oleh masyarakat kita,” ucapnya.

Senada dengan Gubernur, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, H. Yusron Hadi mengatakan bahwa prospek industrialisasi di bidang perikanan ini sangat tinggi, peluang ini tidak boleh disia-siakan.

“Potensi kita sangat banyak, baik di darat maupun di laut, untuk budidaya maupun perikanan tangkap, oleh karena itu peluang dan kesempatan ini harus segera kita tangkap. Industrialisasi tidak selalu harus muluk-muluk, bagaimana meningkatkan nilai tambah, itu yang penting,” terangnya.

Ia mencontohkan dari segi pakan ikan yang masih dianggap memiliki harga yang tinggi, membuat petani ikan harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk menjalankan usaha perikanannya. Industrialisasi perikanan ini akan dapat memproduksi pakan ikan dengan harga yang relatif terjangkau.

“Kalau misalkan selama ini pakannya terlalu mahal, dapat mengurangi pendapatan masyarakat kita, ya kita berpikir bagaimana membuat pakan sendiri, kita punya STIP yang akan membantu kita untuk merancang mesin pembuat pakan,” jelas Yusron.

Dengan dimulainya industrialisasi di bidang perikanan di Lingsar ini, diharapkan NTB menjadi daerah yang mandiri khususnya dalam bidang industri perikanan, baik itu dari segi pakannya, hingga pengolahan ikannya.

AYA/HmsNTB




NTB  Dinilai Lebih Cepat Mengantisipasi Dampak Covid19

Bang Zul panggilan akrab Gubernur kelahiran Sumbawa sigap menyiapkan berbagai program yang menempatkan  IKM/UMKM dan pengusaha lokal  sebagai sasaran pemberdayaan, untuk melakukan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com —  Kebijakan Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah  yang cepat dalam penanganan pandemi virus Corona Covid-19 mendapat pujian Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa.

Gubernur NTB,, Dr. Zulkieflimansyah dinilai tak hanya cepat dan sigap dalam penanganan pandemi Covid dari aspek kesehatan saja.

Namun juga cepat menyiapkan IKM/UMKM guna pemenuhan kebutuhan sosial masyarakat, dan menyiapkan program-program stimulus untuk pemulihan ekonomi masyarakat.

Suharso mengatakan, Gubernur NTB tak hanya fokus memutus matai rantai penyebaran virus corona. Namun juga melakukan langkah-langkah program pemulihan ekonomi.

“Sehingga selangkah lebih maju dari daerah lainnya,” ungkap Mentri Kelahiran Lombok NTB itu, saat rapat daring pada Pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Selasa (28/04/20).

Sejalan nafas industrialisasi

Di NTB sendiri berbagai program pemenuhan dan pemulihan kebutuhan sosial ekonomi telah diluncurkan oleh Gubernur NTB yang sejalan dengan nafas  industrialisasi,  sebagai program unggulan NTB Gemilang.

Bang Zul panggilan akrab Gubernur kelahiran Sumbawa sigap menyiapkan berbagai program yang menempatkan  IKM/UMKM dan pengusaha lokal  sebagai sasaran pemberdayaan, untuk melakukan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Program tersebut di antaranya, Jaring Pengaman Sosial  JPS Gemilang untuk membantu 105.000 KK  masyarakat yang kurang mampu dan Sektor formal/Informal terdampak Covid-19.

Bantuan tersebut diberikan selama tiga bulan di masa darurat Covid-19 dengan total pagu anggaran senilai Rp 80 Milyar.

JPS Gemilang tersebut dalam bentuk paket Sembako dan Paket Suplemen-Masker dibeli langsung dari IKM/UMKM lokal.

Bang Zul mengajak Pemerintah Daerah di NTB untuk terus memberdayakan dan memperkuat Peran UKM & Pengusaha Lokal. Baik untuk memproduksi Masker, APD maupun kebutuhan pangan di NTB.

Hal tersebut dimaksudkan untuk terus memberdayakan IKM/UMKM yang ada di NTB sehingga roda perekonomian dapat terus berputar.

Setelah program Pemberdayaan UKM, Gubernur NTB juga  memberdayaan BUMDES yang ada di desa-desa.

Dimulai dari Desa Kuripan Utara Kabupaten Lombok Barat, Pemprov NTB meresmikan Trade dan Distribution Centre (TDC) yang menjadi milik BUMDES. Semua produk yang di butuhkan oleh warga dan warung-warung kecil bisa di mulai dari TDC.

TDC sekalian menjadi outlet dan penyalur produk-produk UKM di NTB. Beberapa waktu yang lalu, melalui Science Technology Industrial Park (STIPARK), NTB juga berhasil memproduksi bilik disinfektan sendiri yang telah didistribusikan kepada masyarakat.

“Dengan dilakukannya pemberdayaan UMKM lokal ini, diharapkan ketika pemerintah sudah tidak mampu lagi memberikan bantuan, maka UMKM kita di NTB sudah punya cara untuk mengatasi hidup sendiri,” jelas Bang Zul saat melepas distribusi paket bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang Covid-19 kepada warga, Kamis (23/4-2020) lalu.

Pasca pandemi roda perekonomian dan aktivitas masyarakat diharapkan kembali normal, pembatasan sosial berakhir, usaha masyarakat dan pasar beroperasi lagi.

AYA




Fitur Screening Mandiri COVID-19 di Mobile JKN, Bisa Kurangi Beban Tenaga Medis di RS

Sebagai informasi, Mobile JKN turut serta menekan perkembangan COVID-19 dengan menghadirkan fitur baru untuk para peserta melakukan screening mandiri terhadap dirinya sendiri

lombokjournal.com  —

MATARAM – BPJS Kesehatan punya layanan terbaru dalam aplikasi Mobile JKN yaitu fitur screening mandiri COVID-19.

Layanan ini diyakini bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi beban tenaga medis di rumah sakit, serta memantau kondisi kesehatan peserta JKN-KIS dan mengidentifikasi perkembangan potensi penularan COVID-19.

Screening mandiri COVID-19 pun punya dua fitur di dalamnya.

Screening pada aplikasi Mobile JKN memiliki dua fitur yaitu self screening awal yang diisi sekali oleh peserta.

Dan screening harian yang dilakukan setiap hari dimulai pada pukul 10.00 WIB. Gunanya untuk melihat perkembangan kesehatan dan pergerakan dari peserta JKN.

Peserta tidak perlu khawatir karena kerahasiaan data yang diambil akan dijamin oleh BPJS Kesehatan. Dalam screening mandiri COVID-19 tersebut, lokasi peserta juga akan terkoneksi dengan sistem apabila peserta mengaktifkan GPS di smartphone mereka.

Nantinya data peserta tersebut akan disinergikan dengan data dan informasi status zona di wilayah masing-masing peserta.

Dalam kondisi pandemi seperti saat ini, kondisi kesehatan peserta JKN-KIS adalah prioritas. Hal ini dapat mendorong pemangku kepentingan terkait termasuk fasilitas kesehatan untuk terus melakukan pencegahan serta upaya promotif dan prevetif bagi peserta JKN-KIS.

Salah satu peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah Dynka (28) mengaku, dirinya telah memanfaatkan fitur screening mandiri COVID-19. Ia mengungkapkan bahwa fitur baru tersebut sangat membantu dirinya untuk melakukan pencegahan COVID-19.

“Saya sudah cukup lama memanfaatkan aplikasi Mobile JKN seperti pindah faskes, perubahan kelas atau sekedar melihat kartu. Nah, yang baru saya tahu itu tentang fitur screening mandiri COVID-19 ini. Dengan mengisi survey screening tersebut, kita sudah turut berkontribusi menjadi bagian dari pencegahan COVID-19,” jelas Dynka, saat ditemui, Senin (27/4/2020).

Dikatakan, banyak manfaat yang dapat diambil melalui aplikasi Mobile JKN khususnya di masa wabah seperti ini.

Mulai dari mendaftarkan diri menjadi peserta bagi yang belum mendaftar, hingga mengurus administrasi kepesertaan dari rumah saja tanpa perlu langsung datang ke kantor BPJS Kesehatan.

Pengalaman Dynka yang mengisi survey tersebut sangatlah bagus dan mudah sekali. Caranya masyarakat yang telah terdaftar aktif sebagai peserta JKN-KIS, bisa langsung mengunduh Mobile JKN di smartphone masing-masing peserta.

“Kemudian melalui fitur ini juga, peserta dapat diarahkan perlu melakukan kunjungan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau tidak,” ucap Dynka.

Karena itu, Dynka menyarakankan segera buka aplikasi Mobile JKN dan lakukan pengecekan status secara rutin dan isi dengan keadaan kita yang sebenar-benarnya.

“Dan tenang kalau misal kondisi kita sedang tidak baik, aplikasi akan mengarahkan kita untuk konsultasi kesehatan melalui fitur chat dokter di FKTP masing masing,” pungkas Dynka.

Sebagai informasi, Mobile JKN turut serta menekan perkembangan COVID-19 dengan menghadirkan fitur baru untuk para peserta melakukan screening mandiri terhadap dirinya sendiri, dengan ketentuan lokasi pengisian akan disimpan pada sistem dan data diisi sejujur-jujurnya.

Diharapkan dengan adanya upaya penambahan fitur screening mandiri Mobile JKN ini, BPJS Kesehatan bisa menekan perkembangan COVID-19 di Indonesia.

Rr/detikNews




Langkah Industrialisasi Gubernur NTB Diapresiasi Persatuan Insinyur

Heru Dewanto menginstruksikan jajaran pengurus PII di NTB untuk bisa terus bersinergi dan memberikan support profesional sebagaimana dijamin dalam UU 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran

MATARAM.lombokjournal.com —  Langkah Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc, dalam mengembangkan Industrialisasi di NTB mendapat apresiasi  Dr. Ir. Heru Dewanto, M.Sc (Eng), IPU, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia.

Dalam rapat Video Converence (ViCon) dengan Jajaran Pengurus Pusat, Wilayah dan Pengurus Cabang PII seluruh Indonesia, Senin (27/04/20)), Heru Dewanto mengatakan akan mensupport Pemprov NTB.

“Kami mengapresiasi langkah Gubernur NTB, yang telah intens menerapkan konsep Industrialisasi di NTB. Dan PII akan memberikan support kepada Pemerintah Nusa Tenggara Barat. Karena PII memang harus mampu menjalankan tiga fungsi utamanya, yakni bidang profesionalisme, pengabdian masyarakat, dan mitra strategis pemerintah,” ujar Heru Dewanto,

Pria yang juga merupakan CEO PT CEPR ini, mengaku sudah mengagendakan untuk berkunjung ke NTB, guna bersilaturrahim langsung dengan Gubernur NTB, sayangnya terkendala adanya Pendemi Covid-19 di Indonesia.

“Dr. Zulkieflimansyah merupakan sahabat karib saya. Kami dulu sering bertemu. Karena kesibukan yang ada sekarang, sudah lama tak jumpa. Insya Allah kalau sudah selesai Pendemi Covid-19 ini, saya akan agendakan berkunjung ke NTB. Dan memberikan support program-program yang berhubungan dengan keinsinyuran” imbuhnya.

Heru Dewanto menginstruksikan jajaran pengurus PII di NTB untuk bisa terus bersinergi dan memberikan support profesional sebagaimana dijamin dalam UU 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.

Hal itu merespon usulan dari Ketua Cabang PII Bima, yang juga Anggota Komite Pengembangan Organisasi Pengurus Pusat PII, Ir. Hadi Santoso, ST, MM, IPM.

“Kami Pengurus PII di NTB saat ini berusaha merespon tantangan dari program Industrialisasi, yang merupakan Program Prioritas Gubernur-Wakil Gubernur NTB. Telah kami selenggarakan FGD bekerjasama dengan BK Teknik Indsutri PII dan Stake holder terkait. Namun tentu butuh langkah implementatif lebih lanjut. mohon arahan Pak Ketum,” ujar Hadi Santoso saat rapat ViCon tersebut.

AYA




NTB Manfaatkan Krisis Sebagai Peluang Bangun UMKM dan Industri

Program JPS Gemilang, didorong untuk menjadi pemantiknya. Caranya adalah dengan memasukkan produk-produk UMKM dan IKM di NTB dalam 105.000 paket bantuan yang didistribusikan untuk masyarakat NTB

MATARAM.lombokjournal.com —   Krisis sering menakutkan, padahal krisis bisa dipandang sebagai peluang lahirnya hal-hal baru yang menggembirakan.

Di NTB, krisis ekonomi, disikapi sebagai peluang untuk mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta merangsang pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, menyampaikan itu usai mendengarkan arahan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dalam rapat yang digelar di kantor Gubernur NTB, Senin (27/04/20).

Najamuddin mengakui, saat ini terdapat banyak permasalahan dihadapi lapangan dalam proses penyaluran bantuan sembako JPS Gemilang.

Permasalahan tumpang tindih data, adanya bantuan makanan yang mengalami kerusakan maupun busuk, dan masalah lainnya, menurutnya patut dianggap sebagai proses pembelajaran yang dapat dimaklumi.

“Kalau ada masalah dan lain sebagainya, bisa dimaklumi. Yang jelas, permasalahan yang kita hadapi sekarang ini dialami juga seluruh daerah di kabupaten/kota, bahkan pemerintah pusat,” ujar Najamuddin.

Ia menegaskan, Pemprov NTB tidak menampik adanya temuan-temuan lapangan mengenai permasalahan yang muncul.

Namun menurutnya, adanya persoalan-persoalan itu justru mendatangkan hikmah berupa pembelajaran yang akan diraih dalam memperbaiki pelaksanaan program ini di fase dan gelombang berikutnya.

“Jadi permasalahan-permasalahan itu membuat kita semua bisa mendapatkan kesempatan untuk terus memperbaiki diri. Dan kita tentu berkomitmen, supaya mudah-mudahan tahap berikutnya jadi lebih baik,” tegasnya.

Najamuddin menegaskan, Gubernur NTB sangat bersemangat dalam mengelola setiap persoalan yang muncul dalam situasi saat ini. Sebab, Gubernur meyakini bahwa krisis adalah peluang belajar hal-hal baru.

“Dan biasanya, krisis sering mendorong orang untuk menemukan terobosan baru yang mencengangkan,” tegasnya.

Najamuddin mengatakan, dalam kesempatan itu Gubernur juga mendorong agar para pimpinan OPD tidak menutup diri dan sesegera mungkin merespon setiap keluhan dan masukan masyarakat. Terutama yang disampaikan melalui media sosial.

Gubernur Zul secara terbuka menyindir pimpinan OPD yang tidak aktif memperbarui informasi melalui kanal media sosial mereka, baik yang pribadi maupun laman organisasinya.

Ditegaskan Gubernur, NTB saat ini sedang memanfaatkan krisis untuk mendorong tumbuhnya UMKM dan IKM yang memiliki daya tahan lebih baik.

Program JPS Gemilang, didorong untuk menjadi pemantiknya. Caranya adalah dengan memasukkan produk-produk UMKM dan IKM di NTB dalam 105.000 paket bantuan yang didistribusikan untuk masyarakat NTB.

“Gubernur juga menegaskan kembali bahwa agen pembangunan ekonomi itu ya memang UMKM dan IKM itu. Makanya terobosan itu dibuat untuk memajukan mereka. Dan hasilnya sudah mulai terlihat,” tegas Najam.

Ia mencontohkan, selain JPS Gemilang, Gubernur juga mulai memproyeksikan penguatan BUMDes sebagai pengguna produk-produk industri lokal.

Salah satu produk industri lokal yang bisa dimanfaatkan oleh BUMDes di NTB adalah cold storage yang baru-baru ini telah dihasilkan dari tangan para guru dan pelajar SMK di Kuripan, Lombok Barat.

Sebelumnya, ada pula motor listrik Lingsar yang telah diujicoba sendiri oleh Gubernur NTB beberapa waktu lalu.

Menurut Najam, BUMDes nantinya akan didorong untuk menghimpun komoditas-komoditas lokal sebagai bahan pangan yang dijual untuk warga.

Kebutuhan setiap Kepala Keluarga selama sepekan atau sebulan, nantinya dapat dipesan melalui Trade Distribution Center (TDC) di masing-masing desa.

“Bahkan Gubernur mendorong agar TDC ini bisa menjadi outlet dari produk-produk lokal kita. Nantinya, untuk menyimpan bahan-bahan kebutuhannya, mereka bisa menggunakan cold storage buatan anak-anak SMK di NTB, dan untuk mendistribusikan produk-produknya, mereka bisa menggunakan motor listrik buatan SMK di NTB. Jadi secara tidak langsung kita menyediakan pasar dan insentif untuk kemajuan industri kita,” tegas Najam.

Najamuddin pun mengimbau masyarakat NTB untuk terus memberikan dukungan bagi upaya yang saat ini tengah dilakukan Pemprov NTB.

Ia pun menegaskan, tidak ada alasan untuk merasa pesimis dengan lesunya kondisi perekonomian akibat wabah Covid-19 ini.

“Karena bagi kita, krisis ini justru menjadi peluang untuk bangkit dan menjadi lebih baik,” pungkasnya.

AYA/HmsNTB




Pemprov NTB Serahkan Bantuan APD dan Hand Sanitizer ke Pemkot Mataram

Pemakaian APD di tim Gugus Tugas Kota Mataram setidaknya menggunakan 200 Pcs setiap hari dalam penanganan kasus Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com — Pemprov NTB menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan Hand Sanitizer ke Pemkot Mataram, Senin (27/04/20) petang.

Penyerahan APD itu secara simbolis, dilakukan Kepala BPBD NTB H. Ahsanul Khalik pada Asisten II Setda Mataram H. Mahmudin Tura di Aula Pendopo Walikota Mataram.

Turut hadir menyaksikan serah terima itu, yakni Kepala BPBD Mataram Mahfudin Noor.

Kalak BPBD NTB H. Ahsanul Khalik mengatakan, perkembangan kasus positif Covid-19 di Kota Mataram terus menjadi perhatian jajaran Pemprov NTB.

Tingginya kasus di Mataram dibandingkan daerah lainnya di NTB, lantaran  telah terjadi penularan transmisi lokal yang sulit dilacak menjadi alasan pentingnya APD bagi para tenaga medis di wilayah ini.

“Saat ini, APD dan Hand Sanitizer merupakan barang yang sangat sulit di cari. Tapi, itu bukan menjadi alasan untuk kita tidak memperhatikan Pemkot Mataram,” ujar Ahsanul.

Mantan Kadis Sosial NTB itu mengungkapkan, pihaknya sangat mengatensi kinerja yang dilakukan jajaran Pemkot Mataram, khususnya Tim Gugus Tugas Covid-19 Mataram dalam melakukan deteksi dini pasien positif Covid-19 saat ini.

Sebab, semakin cepat diketahui asal riwayat pasien positif beserta klusternya, maka akan mudah dilakukan penangangan, serta contact trackingnya.

“Jangan lihat angka kasusnya. Tapi, angka itu menjadi indikator samakin cepat mengetahui pasien positif Covid-19. Yang utama, penangangan pasien yang tertular Covid-19 akan cepat ditangani secara medis,” jelas Ahsanul.

Sementara itu, Asisten II Setda Mataram H. Mahmudin Tura mengatakan sangat berterima kasih kepada Pemprov NTB terkait pemberian bantuan APD dan Hand Sanitizer kali ini.

Menurut mantan Kadis PU Mataram itu,  saat ini, pemakaian APD di tim Gugus Tugas Kota Mataram setidaknya menggunakan 200 Pcs setiap hari dalam penanganan kasus Covid-19.

“Jadi, adanya bantuan ini sangat berharga dalam membantu penanganan dan contact tracking pasien yang terpapar Covid-19,” kata Mahmudin.

AYA

.




Bila Masyarakat Disiplin, Akhir Ramadhan Penularan Covid-19 Dapat Diputus

Untuk meningkatkan disiplin pencegahan penyebaran Covid-19 secara lebih luas maka pemerintah daerah melakukan penertiban dan penindakan

MATARAM.lombokjournal.com – Berdasarkan prediksi dari aplikasi yang dibuat Pemerintah Pusat, bila  seluruh masyarakat disiplin menerapkan seluruh protokol pencegahan Covid-19.

Total kasus virus Corona Covid-19 akan ditekan semaksimal mungkin.

“Dan Insya Allah pada akhir Ramadhan penularannya sudah dapat diputus,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Nusa Tenggara Barat selaku Ketua Harian Gugus Tugas NTB, Drs H Lalu Gita Ariadi, MSi, Senin (27/04/20).

Dalam release yang diterima media ini, Lalu Gita menegaskan, jika masyarakat dan kita semua tidak mampu menerapkan disiplin yang ketat terhadap protokol pencegahan Covid-19, maka penyelesaiannya akan membutuhkan waktu yang jauh lebih lama.

Menurut Lalu Gita, Ini selain berdampak pada masalah kesehatan juga akan berdampak besar terhadap kehidupan social,dan terpuruknya pertumbuhan ekonomi nasional.

Karena itu, untuk meningkatkan disiplin pencegahan penyebaran Covid-19 secara lebih luas maka pemerintah daerah melakukan penertiban.

“Melalui Satuan Polisi Pamong Praja bersama aparat TNI, Polri dan institusi terkait lainnya, terus melakukan penertiban dan penindakan terhadap pelanggaran protokol pencegahan Covid-19,” jelas Lalu Gita.

Upaya pencegahan terhadap penyebaran Covid-19 lebih luas, ada tiga hal yang terus dilakukan pemerintah.

Dilakukan tes kepada semua PDP, ODP dan PPTG untuk mempercepat indentifikasi dan penanganan kasus, kemudian dilakukan pelacakan dan penelusuran secara massif.

Kedua melakukan pengawasan dan isolasi secara ketat serta penanganan medis yang tepat terhadap kasus terkonfirmasi Covid-19

“Ketiga, pemerintah melakukan sosialisasi dan edukasi tentang perilaku hdup bersih dan sehat (PHBS), penggunaan masker untuk semua, serta physical distancing,” jelas Lalu Gita Ariadi.

Rr

 

 




Hari Senin, 27 April, Pasien Positif Covid-19 Bertambah 11 Orang  

MATARAM.lombokjournal.com — Hari ini,  Senin (27/04/20), Gugus Tugas Nusa Teggara Barat(TB) telah dilakukan pemeriksaan terhadap 106 sampel swab dengan hasil 89 sampel negatif, 6 (enam) sampel positif ulangan dan 11 sampel kasus baru positif Covid-19.

Kasus baru positif tersebut, yakni:

  1. Pasien nomor 196, an. Ny. HH, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Moyot, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 94. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 197, an. Ny. M, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Moyot, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan orang yang pernah bepergian ke Gowa Makassar. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 198, an. Tn. RS, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 109. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 199, an. Ny. M, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 109. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 200, an. Tn. B, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 201, an. Tn. S, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 202, an. Tn. K, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 203, an. Tn. S, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 204, an. Tn. AMI, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 205, an. Tn. F, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 206, an. Tn. D, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Batulayar, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik.

Dengan adanya tambahan 11 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, tidak ada tambahan kasus sembuh, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (27/04/20) sebanyak 206 orang.

Rinciannya, 23 orang sudah sembuh, 4 (empat) meninggal dunia, serta 179 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

AYA

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id;

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB  di nomor 0818 0211 8119. 

 




Dari Sembako Hingga Ambulance, Cara HBK bantu Warga P. Lombok Lawan Corona

Selain pembagian sembako, kegiatan penyemprotan disinfektan juga terus dilakukan Tim HBK Peduli Kab/Kota untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid19

MATARAM.lombokjournal.com —   Tim Haji Bambang Kristiono (HBK) Peduli, terus menyasar masyarakat miskin di P. Lombok yang terdampak secara ekonomi maupun social, akibat serangan pandemi COVID-19.

Genap di minggu ke-4 ini, Tim HBK Peduli terus menyalurkan bantuan sembakonya untuk menolong warga miskin yang tidak mampu.

Mereka terus mendistribusikan penyaluran sembako tersebut hingga ke pelosok-pelosok di P. Lombok.

Untuk di KLU, penyaluran bantuan paket-paket sembako dibarengi dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pemberian vitamin gratis bagi warga.

HBK mengatakan, sasaran penyaluran sembako diprioritaskan kepada warga miskin yang benar-benar tidak mampu seperti para orang tua jompo yang sakit permanen, dan yang hidup sebatangkara atau hidup sendiri karena sudah tidak memiliki keluarga lagi.

“Sasaran penyaluran bantuan sembako-sembako itu masih sama, yaitu para orang tua jompo yang fakir miskin, yang sakit permanen, dan yang hidup sendiri karena sudah tidak memiliki keluarga lagi”, kata HBK saat dihubungi dari Mataram, Minggu (26/04/20).

Minggu ini, menjadi minggu keempat untuk penyaluran bantuan sembako bagi warga.

HBK menargetkan, untuk tahap pertama ini, penyaluran bantuan akan dilakukan selama tiga bulan. Dan penyaluran sudah dilakukan merata di 54 Kecamatan di P. Lombok.

“Untuk tahap pertama ini, in syaa Allah, penyaluran bantuan sembako yang dilaksanakan HBK Peduli akan berlangsung setiap minggu, selama tiga bulan ini. Sekarang sudah melewati minggu yang keempat, dan merata dilaksanakan di 54 Kecamatan di P. Lombok,”  kata HBK.

Selain pembagian sembako, kegiatan penyemprotan disinfektan juga terus dilakukan Tim HBK Peduli Kab/Kota untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid19.

“Kegiatan penyemprotan disinfektan juga terus berjalan, dilakukan HBK Peduli Kab/Kota di wilayahnya masing-masing,” pungkasnya.

Penyerahan Bantuan Mobil Ambulance

Selain itu, pada hari Kamis, 23 April 2020, HBK Peduli telah menyerahkan satu unit mobil Ambulance untuk melayani masyarakat di Kab. Lobar.

Penyerahan mobil Ambulance tersebut, dilaksanakan di Desa Dasan Tapen, Kec. Gerung, Kab. Lobar.

Di serah-terimakan kepada Kepala Desa, dan disaksikan para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Desa tersebut.

Sebelumnya, satu unit mobil Ambulance juga telah diserahkan HBK Peduli untuk memperkuat dan melayani masyarakat KLU di bidang kesehatan.

“Mudah-mudahan di tahun 2020 ini, semua Kab/Kota di P. Lombok sudah dapat dilayani oleh Ambulance-ambulance baru HBK Peduli, diluar 7 (tujuh) unit Ambulance milik Partai Gerindra yang sudah beroperasi dengan sangat baik dalam melayani masyarakat selama ini. Semuanya akan diberdayakan untuk membantu dan melayani masyarakat P. Lombok dalam mengatasi kesulitan akses pelayanan Ambulance gratis,” ungkap Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.

Ketua DPC Partai Gerindra KLU, Sudirsah Sujanto, mengatakan bahwa pemberian bantuan sembako, pemeriksaan kesehatan gratis, dan pembagian vitamin gratis untuk masyarakat yang tidak mampu di KLU  adalah salah satu upaya dan ikhtiar HBK Peduli dalam memerangi Covid19.

“Pemeriksaan kesehatan gratis, dan pemberian vitamin gratis ini adalah bagian penting dari upaya dan ikhtiar kita dalam memerangi Covid-19, karena rata-rata para penerima bantuan sembako juga adalah mereka-mereka yang tingkat kesehatannya sangat rendah,” kata Sudirsah Sujanto.

Ketua HBK Peduli KLU, Ustad Zainur mengungkapkan, saat HBK mengirim satu unit Ambulance untuk warga Kab. Lobar, HBK juga telah menitipkan bantuan obat-obatan untuk warga KLU.

“Alhamdulillah, selain mengirimkan 1 (satu) unit Ambulance baru ke Kab. Lobar, pak HBK juga telah menitipkan bantuan obat-obatan untuk kegiatan bakti sosial Kesira HBK Peduli KLU. Obat-obatan ini, dipastikan akan sangat bermanfaat dalam mendukung pelayanan kesehatan gratis bagi warga KLU yang kurang mampu,” kata Ustad Zainur.

Ketua DPD Partai Gerindra Prov. NTB, Ridwan Hidayat mengatakan, sangat bangga dan mengapresiasi sosok HBK sebagai wakil rakyat P. Lombok. Dia mengatakan, HBK tidak hanya turun ke masyarakat pada saat Pemilu, namun juga turun untuk menunaikan janji-janji kampanyenya secara nyata.

“Kami sangat bangga memiliki sosok wakil rakyat yang seperti mas HBK ini, disela-sela kesibukannya memimpin dan mengikuti rapat-rapat di Komisi-1 DPR RI, beliau terus berkomunikasi dengan kami, memantau dampak pandemi Covid-19 di P. Lombok ini. Kesetiaan, keberpihakan, dan kecintaannya kepada masyarakat P. Lombok yang beliau wakili sudah sangat teruji,” kata Ridwan Hidayat.

“Bahkan untuk pembelian bahan-bahan paket sembako yang akan disalurkanpun, beliau pikirkan dengan sangat detail. Saya kaget ketika beliau perintahkan para pengurus HBK Peduli untuk membeli beras tidak di toko-toko besar di Mataram, tapi langsung di tempat-tempat penggilingan padi milik masyarakat di Kab. Lombok Timur,” ungkapnya.

Ridwan mengungkapkan, di tengah serangan pandemi Covid19 ini, HBK juga memikirkan nasib UKM-UKM terdampak.

Bahkan untuk membuat masker-masker pelindung yang akan dibagikanpun, HBK mengarahkan untuk membuatnya di ibu-ibu penjahit rumahan yang ada di P. Lombok, tidak membelinya dari Jakarta.

“Pak Ketua, dampak krisis yang diakibatkan serangan Covid-19 ini sangat luar biasa, bisa menghancurkan hampir semua sendi-sendi kehidupan kita sebagai bangsa, kita juga harus pikirkan para pelaku UKM kita, karena dalam krisis yang sekarang ini, justeru merekalah yang mendapatkan pukulan pertama”, begitu kira-kira diskusi saya dengan mas HBK setelah beliau memutuskan untuk membentuk satuan relawan HBK Peduli yang ada di Kab/Kota di P. Lombok, beberapa waktu yang lalu,” terang Ridwan Hidayat.

Me