Operasi Batu Ginjal Dijamin Penuh Berkat Kartu JKN-KIS

Dokter menyarankan,  untuk melakukan operasi dengan jaminan kesehatan dari JKN-KIS, karena biaya operasi batu ginjal cukup mahal

Narasumber: Siti Hindun Hijaiyah

MATARAM.lombokjournal.com —  Penyakit batu ginjal atau nefrolitiasis adalah pembentukan materi keras menyerupai batu yang berasal dari mineral dan garam di dalam ginjal.

Batu ginjal dapat terjadi di sepanjang saluran urine, dari ginjal, ureter (saluran kemih membawa urine dari ginjal menuju kandung kemih), kandung kemih, serta uretra (saluran kemih yang membawa urine ke luar tubuh).

Seperti yang dirasakan oleh Siti Hindun Hijaiyah, 36 th, seorang Kader JKN BPJS Kesehatan Cabang Mataram, saat ditemui tim jamkesnews di rumahnya.

Ia menceritakan pengalamannya saat menggunakan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk melakukan pengobatan batu ginjal yang dialaminya.

“Sebenarnya saya tidak menyangka bakal sakit separah ini, awalnya saya berobat ke rumah sakit karena merasakan sakit di sekitar perut. Setelah dilakukan USG oleh dokter ternyata ada satu batu ginjal yang cukup besar di sebelah kiri kantong kemih. Dokter menyarankan untuk minum obat terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk operasi,” ungkapnya.

Ia pun menambahkan, hari berikutnya Siti Hindun  pun lemas dan tidak kuat merasakan sakit perut hebat. Akhirnya suaminya membawa ke rumah sakit berbeda untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Saat itu Siti tidak menggunakan KIS untuk pemeriksaan. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lengkap ternyata ada 3 batu ginjal di sekitar kantong kemih saya dengan ukuran yang cukup besar.

Sehingga dokter memutuskan untuk operasi secepatnya. Dokter menyarankan,  untuk melakukan operasi dengan jaminan kesehatan dari JKN-KIS, karena biaya operasi batu ginjal cukup mahal.

“Saat dokter mengatakan seperti itu saya pun terus gelisah dan tidak bisa tidur selama 3 hari. Berat badan saya pun turun sampai dengan 10kg karena rasa takut untuk melakukan operasi. Suami dan anak saya pun terus membujuk saya untuk melakukan operasi secepatnya. Akhirnya saya pun memutuskan untuk operasi di Rumah Sakit Harapan Keluarga,” Ujar Hindun kepada tim Jamkesnews pada, Senin (27/04/20).

Di tengah sakitnya, Hindun pun tetap melakukan pekerjaannya sebagai Kader JKN dari rumah.

“Dalam kondisi seperti ini saya tetap melayani masyarakat yang ingin mendapatkan informasi seputar JKN-KIS maupun masyarakat yang ingin membayar iuran JKN-KIS. Saya melakukan ini semua karena tanggung jawab saya sebagai Kader JKN dan bentuk terima kasih saya kepada BPJS Kesehatan yang telah menjamin semua biaya pengobatan penyakit batu ginjal yang saya alami,” tutup Hindun.

dh/yn/Jamkesnews.




Disiarkan Live, Wisata NTB Tetap Dapat Dinikmati dari Rumah

Diingatkan,  agar di tengah merebaknya pandemik covid-19, semua pihak bahu-membahu dan bersinergi,  untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan cara mengikuti himbauan pemerintah dan ulama

MATARAM.lombokjournal.com — Pesona Khazanah Ramadhan di Bumi Seribu Masjid kembali digelar di NTB. Namun di tahun 2020, tajuknya berbeda.

Di tengah merebaknya covid-19, wisata religi ini dilaksanakan secara virtual yang disiarkan live streaming sehingga pesona budaya dan keindahan alam NTB tetap dapat dinikmati para wisatawan dari berbagai belahan dunia.

Meski tengah menghadapi pandemik Covid-19, pesona dan keramah tamahan kita sebagai warga NTB harus tetap kita lestarikan.

”Mudah-mudahan setelah wabah ini berlalu, wisata NTB tetap menjadi primadona wisatawan mancanegara,” ujar Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc melaui Asisten I Setda Provinsi NTB, Baiq Eva Nurcahyaningsih, M.Si, saat membuka acara Pesona Khazanah Ramadhan tahun 2020, Kamis (30/04/20) di Balroom Islamic Center, Kota Mataram NTB.

Menurutnya, sebagai salah satu tujuan wisata halal terbaik di Indonesia bahkan dunia, NTB harus tetap melestarikan budaya berdimensi religius termasuk tradisi islami yang dicerminkan dalam kegiatan Pesona Khazanah Ramadhan.

Event ini bukan hanya salahsatu cara kita mengisi kegiatan di bulan Ramadhan, tapi juga media dalam mempromosikan ragam destinasi yang begitu indah.

“Banyak pihak mengakui bahwa keindahan NTB bak surga tersembunyi di bumi,” ujarnya.

Disaksikan oleh Dinas Pariwisata dan pelaku pariwisata se-NTB, mantan Kadis Perindustrian NTB ini mengingatkan agar di tengah merebaknya pandemik covid-19, semua pihak bahu-membahu dan bersinergi,  untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan cara mengikuti himbauan pemerintah dan ulama.

“Mari kita ikuti tata cara dan prosedur protocol pencegahan Covid-19, dengan tetap dirumah, menjaga jarak, memakai masker ketika keluar rumah dan memncuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Kemudian tetap menjaga pola hidup bersih dan menjaga ketahanan imun tubuh, ”ajak Eva Nurcahyaningsih.

Kepala Dinas Pariwisata NTB H. Lalu Moh. Faozal, S.Sos, M.Si dalam laporannya menyampaikan sejumlah kegiatan selama Pesona Khazanah Ramadhan di antaranya adzan Ramadhan di setiap menjelang waktu sholat tiba, tausiah Ramadhan, dialog Ramadhan, mauizoh Ramadhan, tadarus Qur’an, Nuzulul Qur’an, Ramadhan berdzikir, program kuliner Ramadhan, dan untuk memberikan suasana beda ada juga musik Ramadhan dengan akustik religi.

Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan live di Islamic Center saja, namun juga dilaksanakan dibeberapa destinasi wisata dan desa wisata.

Sehingga para wisatawan dapat menyaksiakan keindahan wisata NTB. Program ini dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2020 sampai dengan 20 Mei 2020 akan disiarkan secara live melalui media sosial dan RRI Mataram.

AYA




Pencegahan Korupsi di NTB, Lebih Baik Dari Nasional

Kata Gubernur Zul, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-NTB dalam menjalankan program sangat membutuhkan pembinaan yang terus menerus yang dilakukan oleh KPK

MATARAM.lombokjournal.com —  Capaian kinerja program pencegahan korupsi di Provinsi Nusa Tenggra Barat  masih berada di atas rata-rata nasional, dengan angka mencapai 77 persen.

Jika dilihat dari urutan nasional maka Provinsi NTB berada pada posisi ke-12 dari 34 provinsi di seluruh Indonesia. Akumulasi capaian Program pencegahan korupsi menurutnya, dilakukan meliputi 8 area intervensi hingga 09 Januari 2020 lalu.

Koordinator Wilayah Korsupgah KPK RI, Adlinsyah M. Nasution mengungkapkan itu saat rapat Sosialisasi Program Korsupgah tahun 2020, bersama Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah dengan bupati walikota se-NTB melalu Video Conference, Kamis (30/04/20)

Ardiansya M Nasution

Gubernur Zulkieflimansyah

 

 

 

 

Adiansyah merincikan 8 area intervensi sebagai berikut;

Pertama, perencanaan dan penganggaraan APBD 84 persen. Kedua, pengadaan barang dan jasa 69 persen. Ketiga, pelayanan terpadu satu pintu 78 persen. Keempat, kapabilitas apip 61 persen.

Selanjutnya, Kelima, manajemen ASN 72 persen. Keenam, optimalisasi pendapatan daerah 93 persen. Ketujuh, manajemen aset daerah 90 persen, dan terakhir tata kelolah dana desa 71 persen.

“Alhamdulillah NTB masih berada di rata-rata nasional dengan nilai mencapai 77 persen,” jelasnya.

Dijelaskan Ardlinsyah, sementara upaya pencegahan korupsi di NTB akan lebih difokuskan pada tiga program utama yaitu pertama, perbaikan tata kelolah pemerintah. Kedua, penyelematan keuangan dan aset daerah. Ketiga, program Tematik.

“Untuk program Tematik, kita akan lebih fokus melakukan monitoring pada penanganan Covid-19 terutama untuk realokasi anggaran, pengadaan barang dan jasa serta pendataan dan penyluran bantuan,” ungkapnya .

Fokus ini, lanjutnya, diperkuat dengan surat edaran KPK Nomor 02 Tahun 2020 tanggal 2 April tentang pengguanaan anggaran pelaksanaan pengadaan barang/jasa dalam rangka percepat penanganan Covid-19.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah melihat upaya yang dilakukan oleh KPK sudah begitu luar biasa.

Karena tindakan lebih mengedepankan pada tindak pencegahan korupsi. Oleh karena itu, menurut Dr. Zul sapaan akrabnya, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten kota se-NTB dalam menjalankan program sangat membutuhkan pembinaan yang terus menerus yang dilakukan oleh KPK.

“Sehingga NTB ini bisa terbebas dari tindakan-tindakan korupsi. Dan mudah-mudahan NTB menjadi daerah yang lebih baik ke depannya,” harap Dr. Zul.

@kominfo




Iuran Peserta Segmen PBPU dan BP Telah Disesuaikan, Berlaku Per 1 Mei 2020

BPJS Kesehatan sudah melakukan penyesuaian sistem teknologi informasi (TI) serta penghitungan kelebihan iuran peserta. Diharapkan per 1 Mei 2020, peserta sudah mendapatkan tagihan yang telah disesuaikan

lombokjournal.com —

JAKARTA   ;   Iuran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP), kembali mengacu pada Peraturan Presiden 82 tahun 2018.

Itu berarti, iuran peserta kembali sprit sebelum kenaikan, yaitu sebesar Rp 80.000 untuk kelas 1, Rp 51.000 untuk kelas 2 dan Rp 25.500 untuk kelas 3.  Iuran peserta yang kembali sesuai  dengan Peraturan Presiden 82 tahun 2018 itu mulai berlaku  per 1 Mei 2020.

Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 7P/HUM/2020 yang menyatakan membatalkan Pasal 34 Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2019.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’ruf menjelaskan, perhitungan pemberlakuan penyesuaian iuran sesuai dengan Putusan MA adalah per 1 April 2020.

Untuk iuran bulan Januari sampai Maret 2020 tetap mengacu pada Perpres 75 tahun 2019 yaitu sebesar Rp 160.000 untuk kelas 1, Rp 110.000 untuk kelas 2 dan Rp 42.000 untuk kelas 3.

“Jadi untuk iuran Januari sampai Maret 2020 tidak ada pengembalian atau dikompensasi di bulan berikutnya. Namun, terhadap kelebihan iuran peserta JKN-KIS yang telah dibayarkan pada bulan April 2020 akan dikompensasikan ke iuran pada bulan berikutnya,” kata Iqbal.

BPJS Kesehatan sudah melakukan penyesuaian sistem teknologi informasi (TI) serta penghitungan kelebihan iuran peserta. Iqbal berharap per 1 Mei 2020, peserta sudah mendapatkan tagihan yang telah disesuaikan.

Menurut Iqbal. prinsipnya pihak BPJS Kesehatan ingin pelayanan kesehatan kepada peserta JKN-KIS tidak terhambat. Terutama memperhatikan kondisi sosial ekonomi saat ini di tengah pandemi Covid-19.

“Dengan dikembalikannya nominal iuran segmen PBPU sesuai Putusan MA per 1 Mei 2020 ini, kami harapkan dapat membantu dan tidak membebani masyarakat. Peserta dapat terus berkontribusi, menjaga status kepesertaannya tetap aktif dengan rajin membayar iuran rutin setiap bulannya. Ini merupakan salah satu wujud gotong royong khususnya di saat bangsa sedang bersama melawan Covid 19,” tambah Iqbal.

Iqbal menambahkan, apabila pada 1 Mei 2020 peserta mendapat kendala terkait status kepesertaan, tagihan serta membutuhkan informasi lainnya dapat menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500 400.

Iqbal juga mengingatkan peserta untuk tetap memprioritaskan jaminan kesehatan sebagai kebutuhan dasar terlebih di masa pandemi Covid-19. Risiko sakit akan semakin memperlebar keterpurukan ekonomi apabila tidak memiliki jaminan kesehatan.

Iqbal juga menekankan, penyesuaian iuran ini hanya berlaku bagi segmen peserta PBPU dan BP. Untuk segmen peserta lain seperti peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan Pekerja Penerima Upah (PPU) masih mengacu pada Perpres 75 tahun 2019.

Pemerintah saat ini sudah menyiapkan rencana penerbitan Peraturan Presiden yang substansinya antara lain mengatur keseimbangan dan keadilan besaran iuran antar segmen peserta, dampak terhadap kesinambungan program dan pola pendanaan JKN, konstruksi ekosistem jaminan kesehatan yang sehat, termasuk peran Pemerintah (pusat dan daerah).

Rancangan Peraturan Presiden tersebut telah melalui proses harmonisasi dan selanjutnya akan berproses paraf para menteri dan diajukan penandatanganan kepada Presiden.

Yani/Rr

(BPJS Kesehatan)




Hari Rabu, 29 April, Pasien Positif Covid-19 Bertambah 3 Orang

MATARAM.lombokjournal.com —  Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  telah dikonfirmasi pada hari Rabu (29/04/20), adanya tambahan tiga pasien yang positif Covid-19.

Penambahan tiga pasien positif itu, setelah Laboratorium RSUD Provinsi NTB memeriksa sebanyak 19 sampel. Hasilnya 16 sampel negatif dan 3 (tiga) sampel kasus baru positif Covid19.

Psien baru positif Covid-19, yakni:

  1. Pasien nomor 228, an Tn. J, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 229, an. Tn. S, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 230, an. Tn. S, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.

Selain adanya kasus baru, hari ini juga ada seorang pasien yang sudah sembuh dari Covid19, setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negative.

Pasien yang sembuh itu adalah pasien nomor 41, Ny. Z, perempuan, 63 tahun, penduduk Kecamatan Mpunda, Kota Bima.

Adanya tambahan 3 pasien  baru terkonfirmasi positif, 1 pasien sembuh, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif terpapar Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Rabu (29/04/2020), sebanyak 230 orang.

Rincian 31 orang sudah sembuh, 4 orang  meninggal dunia, serta 195 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Ketua harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi menegaskan, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan pasien yang terkonfirmasi positif.

“Ini mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19,” katanya.

AYA

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id;

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB  di nomor 0818 0211 8119




Fitur Konsultasi Dokter Di Mobile JKN, Bantu Peserta JKN-KIS Di Situasi Pandemik Covid-19

Kepala BPJS Kesehatan Mataram Sarman Palipadang mengimbau kepada faskes untuk melakukan edukasi kepada peserta dengan memasang poster informasi terkait dengan pelayanan kontak tidak langsung

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Mataram melakukan beberapa penyesuaian pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Sebagai upaya pencegahan penyebaran pandemik Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bagi peserta JKN-KIS.

Bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang mengakses layanan FKTP dapat dilakukan kontak tidak langsung dengan dokter melalui aplikasi Mobile JKN.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Mataram I Nengah Dwi Jendraatmadja, menyatakan telah ada penambahan fitur baru berupa chatting pada aplikasi Mobile JKN yang dapat diakses peserta tanpa perlu kunjungan langsung ke fasilitas kesehatan.

“Caranya sangat mudah, peserta hanya tinggal login pada aplikasi Mobile JKN dan memilih menu Konsultasi Dokter, kemudian muncul pilihan dokter pada fasilitas kesehatan terdaftar dan dapat langsung berkomunikasi via chatting, agar dapat diakses pastikan sesuai dengan jam praktik dokternya,” ungkapnya.

Fitur chatting pada aplikasi Mobile JKN ini dirasa tepat menjadi solusi untuk mengurangi angka kontak langsung (physical distancing) di tengah pandemik Covid-19, terlebih kondisi saat ini Provinsi NTB sudah menduduki peringkat ke 7 daerah dengan jumlah kasus Covid terbanyak secara Nasional.

Kepala BPJS Kesehatan Mataram Sarman Palipadang mengimbau kepada faskes untuk melakukan edukasi kepada peserta dengan memasang poster informasi terkait dengan pelayanan kontak tidak langsung.

“Faskes dan apotek PRB diharapkan untuk membuat pengumuman kepada peserta dan Kantor Cabang tentang jam pelayanan serta nomor kontak dokter dan apoteker. Dengan diberlakukannya pelayanan kontak tidak langsung di faskes bukan berarti tidak ada lagi pelayanan kontak langsung oleh Dokter. Jika berdasarkan hasil kontak tidak langsung peserta terdapat indikasi medis yang membutuhkan penanganan, maka pelayanan dapat dilakukan dengan kontak langsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang berlaku,” terangnya.

Dini, salah satu peserta JKN KIS yang telah memanfaatkan fitur konsultasi dokter mengungkapkan pengalamannya menggunakan aplikasi Mobile JKN.

“Di situasi pandemik Covid-19 seperti ini, jujur saya sendiri takut datang langsung ke faskes untuk memeriksakan diri, untung ada aplikasi mobile JKN yang bisa diakses kapanpun dan dimana pun, fitur konsultasi dokternya sangat membantu,” ujarnya.

dh/yn/Jamkesnews




Memutus Mata Rantai Covid-19, Masyarakat Harus Patuhi  Pemerintah dan Ulama

Kunci dari terhindarnya kita dari Virus Corona yang sedang mewabah saat ini, masyarakat harus senantiasa menjaga kebersihan diri. Mulai dari kebersihan fisik dan kebersihan hati

MATARAM.lombkjournal.com —  Pimpinan Pondok Pesantren Qomarul Huda, Bagu, Kabupaten Lombok Tengah, TGH. L. Turmudzi Badaruddin meminta masyarakat NTB untuk senantiasa mematuhi Himbauan Pemerintah dan Fatwa Majelis Ulama Indonesia.

Hal itu sebagai salah satu upaya serius kita dalam memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19) di NTB.

Dikatakan, himbauan pemerintah dan fatwa majelis ulama indonesi dalam upaya memutus mata rantai Covid-19 diantaranya, tidak melakukan jabat tangan, karena Virus ini dapat menular melalui bersentuhan.

Selain itu, juga dianjurkan untuk selalu di Rumah, melakukan aktivitas ibadah di rumah, khususnya di bulan Ramadan ini.

Untuk itu, pengurus besar Nahdlatul Ulama NTB ini meminta masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan. Selalu mencuci tangan dengan Sabun, dengan Handsanitaiser dan tisu basah.

“Islam selalu menganjurkan kita untuk selalu bersih. Bahkan kita mencuci tangan minimal lima kali sehari dengan berwudu,” ujarnya, di Ponpes Qomarul Huda, Rabu (29/04/20).

Menurutnya, kunci dari terhindarnya kita dari Virus Corona yang sedang mewabah saat ini, masyarakat harus senantiasa menjaga kebersihan diri. Mulai dari kebersihan fisik dan kebersihan hati.

“Insyaallah kebersihan badan dan kebersihan hati, kita akan terhindar dari Virus ini,” tandasnya.

Selain itu, Ia juga meminta masyarakat NTB, khususnya yang beragama islam, untuk memanfaatkan momentum bulan suci ramadan untuk memperbanyak do’a, agar wabah Virus Corona ini segera berakhir.

“Mari kita perbanyak do’a dan melakukan Qunut Nazilah setiap sholat waktu agar kita dijauhkan dari segala macam balak,” katanya.

Mawardi




Percepatan Smelter,  Aternatif Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19

Sektor pariwisata NTB terutama Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika tetap menjadi super prioritas pembangunan nasional

MATARAM.lombokjournl.com — Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, S.E. mengusulkan agar pembangunan smelter di KSB Provinsi NTB dipercepat.

Usulan itu merupakan bagian dari upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemic Covid-19

Bahlil Lahadalia, S.E.

Menurut Bahlil, sektor tambang masih dapat berjalan baik di tengah pandemic Covid-19, meski dalam pelaksanaannya tetap harus memperhatiakan protokol pencegahan pandemi tersebut.

Bahlil pun memuji realisasi investasi NTB pada triwulan pertama cukup baik meski di tengah pandemi Covid 19. Total nilai investasi NTB dalam catatan BKPM RI cukup baik.

Realisasi Investasi Triwulan I tahun 2020 dari 233 Perusahaan sampai dengan 20 April 2020 sebasar Rp 2.14 Triliun lebih, 12,75 pesen dari Target Realisasi sebesar Rp 16.8 Triliun.

Realisasi investasi tersebut terdiri atas investasi  asing (PMA) sebesar  Rp 992.4 Miliar lebih atau (46,35 persen) dan  investasi dalam negeri (PMDN) Rp 1.14 Triliun lebih atau sebesar 53,65 persen.

Dalam video conference bersama Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah, Rabu (29/04/20), Bahlil yang juga Ketua HIPMI ini menjelaskan, sektor pariwisata NTB terutama Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika tetap menjadi super prioritas pembangunan nasional.

Menurutnya, terdapat 17 Perusahaan yang berencana investasi di KEK Mandalika.

Namun saat ini sebanyak 9 Perusahaan (52,94 persen) yang aktif realisasi investasnya, 8 Perusahaan (47,06 pesen) masih melengkapi dokumen perencanaan & perizinan, serta masih menunggu kondisi aman dari adanya Pandemi COVID-19.

Ia menegaskan berbagai kendala yang masih dihadapi yang merupakan tanggungjawab pusat,  akan segera diselesaikan oleh pihaknya bersama para investor, termasuk penanganan kendala investasi di kawasan wisata tiga gili.

“Meski pariwisata masih butuh lama untuk pulih karena pandemi global Covid-19, kita tetap optimis, bahwa KEK Mandalika tetap akan bisa menggelar Moto GP pada 2021 mendatang,”pungkasnya.

Fokus penanganan pandemi

Gubernur NTB mengatakan, pihaknya juga optimis bahwa  ekonomi akan segera pulih. Meski saat ini tengah fokus penanganan pandemi Covid 19 serta dampak sosial ekonomi yang menyertainya.

Namun harus tetap memastikan,  daerah ini bersahabat dengan investasi, ujar pria yang akrab disapa Doktor Zul.

“Karena tanpa investasi tidak ada kesempatan kerja yang membawa kemakmuran di masyarakat,” tegasnya.

Gubernur Zul meminta pemerintah pusat melalui BKPM mencarikan solusi, terhadap berbagai permasalahan yang sedang dihadapi.

Di antaranya beberapa perusahaan yang belum mulai konstruksi, karena terkendala administrasi dan perizinan, kiranya bisa dipermudah.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah, HL Gita Ariadi menyampaikan beberapa kendala di lapangan.

Termasuk perubahan realisasi investasi sebesar 12 persen dari target pada triwulan pertama tahun ini serta perkembangan investasi pembangunan smelter dan industri turunannya di KSB, kawasan tiga gili dan KEK Mandalika.

Terlebih saat ini pandemi COVID-19, membuat beberapa perusahaan bersikap menunggu dan melihat situasi dan kondisi aman untuk meralisasikan investasinya.

AYA




Jubir Gugus Tugas Covid-19 Ungkapkan Kegiatan Penanganan Pandemi Covid-19 di KLU

Gugus Tugas bersama Bapenda KLU menyediakan pasar murah, pemberian sembako dan beras dari cadangan pangan kepada keluarga pasien reaktif, menyediakan dapur umum kepada pasien reaktif yang kini tengah dikarantina di Unit Pelayanan Karantina Covid-19

TANJUNG.lombokjournal.com —  Juru bicara Gugus Covid-19 Kabupaten Lombok Utara (KLU), Evi Winarni, M.Si mengungkapkan, pencegahan dan pemutusan rantai penyebaran pandemi virus corona oleh Gugus Tugas Covid-19 KLU, dilakukan dengan berbagai upaya

Langkah-langkah yang dilakukan secara umum berlangsung sinergis dan komprehensif bersama multipihak termasuk unsur TNI, Polri, PMI, Orari -Rapi dan lainnya.

Evi Winarni, M.Si

Penyampaian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melalui Bidang Kehumasan/Juru Bicara itu dalam konferensi pers, terkait progress pengendalian pandemi Corona di Kabupaten Lombok Utara, Selasa (28/04/20).

Konferensi pers yang dihelat sesuai prosedur protokol penanganan Covid-19 itu, selain dihadiri Koordinator Bidang Kehumasan/Jubir Gugus Covid-19 KLU, Evi Winarni, M.Si, juga didampingi Kabag Organisasi dan Tata Laksana Setda KLU, Khairul Anwar, S.Kom, serta Kabag Humas dan Protokol Setda KLU Mujaddid Muhas, M.A.

Evi Winarni memaparkan pula kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan, antara lain pengamanan dan pengecekan suhu tubuh tiap orang di kawasan perbatasan pintu masuk KLU.

Selain itu juga dilakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum, pembagian masker, sosialisasi bahaya wabah corona serta menyampaikan imbauan kepada masyarakat terkait pencegahan Covid-19.

Upaya lainnya, Gugus Tugas bersama Bapenda KLU menyediakan pasar murah, pemberian sembako dan beras dari cadangan pangan kepada keluarga pasien reaktif, menyediakan dapur umum kepada pasien reaktif yang kini tengah dikarantina di Unit Pelayanan Karantina Covid-19.

Serta melaksanakan protap Covid-19 di pasar-pasar tradisional yang diawali dari Pasar Tanjung.

74 orang reaktif

Berdasarkan data tebaru dari Gugus Tugas Covid-19 KLU, telah dilakukan contact tracing kepada 337 orang untuk kemudian di-RDT (Rapid Diagnosis Test) dengan hasil ditemukan 74 orang reaktif.

Dari 74 orang berstatus reaktif tersebut, sejumlah 65 orang dikarantina di Unit Pelayanan Covid-19 KLU, serta 9 orang lainnya melakukan isolasi mandiri dengan pemantauan puskesmas setempat  (Survailence dan TGC Puskesmas).

“Dari sejumlah 65 pasien reaktif yang sedang dikarantina di Unit Pelayanan Covid-19, telah dilakukan Swab terhadap 30 orang pada tanggal 25 April 2020. Swab juga dilakukan kepada 16 orang pada tanggal 27 April 2020,” tuturnya.

Ditambahkannya, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara juga terus memberikan bantuan sembako kepada keluarga pasien atau desa yang berkategori zona merah. Bantuan yang diberikan tersebut, bersumber dari pemerintah maupun para donatur.

Dalam kesempatan konferensi pers tersebut, Staf Ahli Bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan itu juga menyampaikan anggaran penanganan Covid -19 di KLU mencapai Rp. 65.143.766.544, meliputi anggaran BTT (APBD Murni) sejumlah Rp. 1.250.000.000 dan Refocusing sejumlah Rp. 63.893.766.544.

“Sementara sampai saat ini anggaran yang sudah dikeluarkan ke BPBD, Dinsos, dan Dikes sejumlah Rp. 6.089.830.000,-,” imbuhnya.

Kegiatan konferensi pers ditutup dengan wawancara dari beberapa perwakilan pewarta dan berlangsung khidmat dalam suasana Ramadhan.

sid




Pasien Positif Corona Asal Penujak Kabur Dari Rumah Sakit

MATARAM.lombokjournal.com – Seorang pasien nomor 223 berinisial LS (50 tahun) kabur dari ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Praya, Lombok Tengah. Pasien kabur pukul 20.26 Wita, hari Selasa, tanggal  28 April 2020.

LS merupakan pria asal Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Termasuk pasien klaster Gowa Makassar yang memiliki riwayat perjalanan ke Gowa.

Dalam video yang beredar, terlihat LS yang tengah berada di ranjang rumah sakit kabur melalui jendela di samping ranjangnya. Ia tidak lupa mengambil sebuah kantong merah barang miliknya.

Saat ini petugas masih mencari keberadaan LS. Sementara, warga tempat LS tinggal mulai mewaspadai pasien tersebut pulang ke rumah dengan menutup akses masuk desa.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi, mengatakan LS merupakan pasien positif baru pada 28 April 2020.

“Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah,” katanya.

Gugus Tugas NTB mengatakan pasien positif baru pada Selasa 28 April 2020 berjumlah 21 orang, salah satunya adalah LS yang memiliki riwayat perjalanan ke Gowa.

AYA