UPDATE : Hari Sabtu, 2 Mei,  Bertambah 17 Pasien Positif Covid-19

“Kerja sama pemerintah bersama masyarakat menjadi faktor paling penting untuk memutus mata rantai wabah ini. Masalah Covid-19 hanya bisa dicegah dengan sikap kepatuhan dan disiplin dari kita semua,” ujar Lalu Gita Ariadi.

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium RSUD Provinsi NTB dan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark mengkonfirmasi  adanya tambahan 17 pasien positif Covid-19.

Dalam press release hari Sabtu (02/05/20) Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat,  Drs. HL Gia Ariadi, M.Si menjelaskan,  telah diperiksa sebanyak 148 sampel swab dengan hasil 119 sampel negatif, 9 (sembilan) sampel positif ulangan, dan 17 sampel kasus baru positif Covid-19.

Kasus baru positif tersebut, yakni :

  1. Pasien nomor 234, an. An. MB, laki-laki, usia 3 bulan, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 106 dan nomor 181. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 235, an. An. ZZM, perempuan, usia 6 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 106 dan nomor 181. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 236, an. Tn. D, laki-laki, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Kebon Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 147 dan nomor 162. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 237, an. Ny. N, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Kebon Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 147 dan nomor 162. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 238, an. An. DAK, laki-laki, usia 15 tahun, penduduk Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 73. Saat ini menjalani karantina dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 239, an. Ny. NA, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 73. Saat ini menjalani karantina dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 240, an. Ny. DR, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 73. Saat ini menjalani karantina dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 241, an. Ny. R, perempuan, usia 57 tahun, penduduk Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 73. Saat ini menjalani karantina dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 242, an. Ny. RM, perempuan, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 171. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 243, an. Tn. ATA, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 171. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 244, an. Ny. M, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 171. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 245, an. Tn. A, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Kandai I, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 246, an. Tn. A, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Nusa Jaya, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 247, an. Tn. J, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Desa Keramat, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 248, an. Tn. M, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Desa Keramat, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 249, an. Tn. H, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Nowa, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 250, an. Tn. M, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Desa Matua, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu dengan kondisi baik;

Selain kasus baru, hari Sabtu juga terdapat 4 (empat) orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu

  1. Pasien nomor 23, an. Ny. MP, perempuan, usia 51 tahun, penduduk Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 103, an. Ny. RM, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 106, an. Tn. MZ, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 227, an. Tn. I, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Plembak, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Adanya tambahan 17 kasus baru terkonfirmasi positif, 4 (empat) tambahan sembuh dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu i (02/05/20) sebanyak 250 orang,

Rinciannya 36 orang sudah sembuh, 4 (empat) meninggal dunia, serta 210 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Belum disiplin

Menurut Lalu Gita, dari hasil pemantauan, selain kasus baru dari klaster-klaster yang sudah dipetakan serta status dibeberapa daerah sebagai tansmisi lokal, perkembangan peningkatan ini juga terjadi karena masyarakat sebagai garda terdepan belum semuanya kompak dan bersatu.

“Untuk disiplin memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 secara ketat,” katanya.

Kerumunan masyarakat masih terpantau dibeberapa tempat, seperti pasar tradisional, di beberapa ruas jalan dan tempat ibadah.

Ditegaskannya, perlu adanya penertiban oleh pemerintah daerah setempat berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri serta unsur keamanan terkait lainnya.

“Kerja sama pemerintah bersama masyarakat menjadi faktor paling penting untuk memutus mata rantai wabah ini. Masalah Covid-19 hanya bisa dicegah dengan sikap kepatuhan dan disiplin dari kita semua,” ujara Lalu Gita Ariadi.

AYA

 




Minyak Kayu Putih Jadi Paket Suplemen JPS Gemilang? Ini Penjelasannya

“NTB punya tiga industri minyak kayu putih, dan ini adalah bukti NTB bisa. Item minyak kayu putih masuk dalam paket JPS Gemilang tentunya masyarakat yang terlibat dalam industri ini bisa sejahtera, ini adalah  kebanggaan produk lokal kita,”  kata Najamuddin

MATARAM.lombokjournal.com – Pemerintan Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB)  telah mewujudkan industrialisasi di bidang kehutanan, tiga pabrik minyak kayu putih telah hadir di Pulau Lombok dan Sumbawa.

‘’Sudah ada tiga unit pabrik minyak kayu putih yang berada di KPH. Di Lenangguar dekat Klui dan Bentek KLU. Satu lagi di KPH Batulanteh Sumbawa,’’ sebut Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB Najamuddin Amy S.Sos, MM, Sabtu (2/5/2020) saat ditemui di ruang kerjanya.

“NTB punya tiga industri minyak kayu putih, dan ini adalah bukti NTB bisa. Item minyak kayu putih masuk dalam paket JPS Gemilang tentunya masyarakat yang terlibat dalam industri ini bisa sejahtera, ini adalah  kebanggaan produk lokal kita,” ujarnya.

Ini juga sesuai dengan kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, dimana isi paket bantuan sembako JPS Gemilang menggunakan produk-produk IKM dan UKM lokal di NTB.

Semua ini bertujuan untuk menggairahkan para petani dan menggerakkan IKM/UMKM lokal agar tetap berproduksi di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

‘’JPS Gemilang menggunakan produk lokal, kita tidak pesan dari luar daerah, karena sebenarnya petani, IKM dan UMKM kita mampu memproduksinya. Otomatis, perekonomian kita juga akan bergairah di NTB,” jelas Najam.

Khusus untuk minyak kayu putih, dari uji laboratorium oleh Balai BPOM, minyak kayu putih NTB adalah kualitas super dengan kadar Sineol 68 persen.

Hal itu masuk dalam kategori SNI 354 : 2014 yang merupakan level super. Artinya produk kayu putih di NTB menjadi salah satu kualitas terbaik di Indonesia.

Menurut Najam, potensi pengembangan minyak kayu putih cukup besar di NTB.

“Hadirnya industri minyak kayu putih ini akan menjamin kesejahteraan masyarakat.  Untuk itu, pemerintah hadir dan JPS Gemilang adalah salah satu ikhtiar pemerintah dalam menghidupkan sektor Industri tersebut,” terangnya.

Dansir dari berbagai sumber, minyak kayu putih memang memiliki banyak manfaat. Minyak kayu putih dapat meredakan masalah pernapasan, mengurangi sakit kepala, mengatasi gejala pilek, meringankan nyeri sendi dan otot, menjaga keaehatan gigi serta bisa menjadi  aromaterapi.

Manfaat lainnya juga bisa dirasakan dari seluruh kalangan usia. Mulai bayi, anak2, remaja, orang dewasa dan para lansia. Alangkah membanggakannya jika yg kita pakai adalah hasil dari ukm/ikm saudara2 kita di NTB.

AYA/HmsNTB




Pengalaman NTB Dapat Tangani Pandemi Covid-19 Dengan Cepat

Menyakinkan masyarakat supaya patuh terhadap himbauan pemerintah menjadi faktor paling penting untuk memutus mata rantai wabah tersebut. Masalah Covid-19 hanya bisa dicegah dengan sikap kepatuhan dan disiplin dari masyarakat itu sendiri

MATARAM.lombokjurnal.com — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, Provinsi NTB memiliki pengalaman yang cukup banyak dalam hal menangani bencana.

Doni Monardi

Hal itu terlihat bagaimana NTB segera bangkit dari bencana gempa bumi tahun 2018 lalu. Sehingga recovery pasca gempa selesai lebih cepat dari waktu yang ditentukan.

Dengan modal itulah, NTB akan menjadi daerah yang lebih cepat menangani penyebaran wabah corona.

“Bukan saja cepat dalam penanganan aspek kesehatan tapi juga penanganan kebutuhan sosial dan pemulihan ekonomi masyarakat,” ungkap Doni Monardo, Sabtu (02/05/20).

Doni meyampaika itu saat memimpin rapat percepatan penanganan Covid-19 melalui video conference bersama 12 gubernur se-Indonesia,  yang juga diikuti Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah,

Menurut Doni, kekuatan NTB terletak pada kekompakan pemerintah dengan masyarakat begitu besar.

Sehingga menghadapi situasi di tengah pandemi Covid-19 akan lebih cepat jika dilakukan dengan kekuatan bersama.

“Semoga kekompakan di daerah NTB bisa terus dijaga dan mudah-mudahan berjalan terus untuk mempercepat penanganan penyebaran Covid-19,” ungkapnya sekaligus Ketua Gugus Tugas Pusat.

Doni  juga mengajak serta mendorong seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, budayawan, seniman dan pemuda serta kelompok masyarakat lain untuk memberi edukasi secara masif kepada masyarakat, dengan lebih banyak informasi yang dapat membangun optimisme.

Mengajak masyarakat agar bersama melawan Covid-19 dengan tindakan yang sederhana yaitu tetap mematuhi segala himbauan pemerintah.

Dikatakannya, menyakinkan masyarakat supaya patuh terhadap himbauan pemerintah menjadi faktor paling penting untuk memutus mata rantai wabah tersebut. Masalah Covid-19 hanya bisa dicegah dengan sikap kepatuhan dan disiplin dari masyarakat itu sendiri.

“Kalau kita disiplin terhadap himbauan, maka kita dapat meminimalisir jatuhnya korban yang banyak. Sebaliknya, jika kita mengabaikan maka tidak mehutup kemungkinan korban akan terus bertambah,” tegas jenderal. Dengan demikian, kalau himbauan pemerintah tidak dipatuhi dengan kesadaran masing-masing maka otomatis situasi semakin panjang. Sehingga waktu pemerintah untuk berperang melawan penyebaran wabah corona semakin lama.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah mengatakan, menindaklanjuti perintah presiden Jokowi bahwa Pemerintah NTB sudah membagi dua kegiatan dalam mempercepat penanganan pencegahan penyebaran Covid-19.

Antisipasi Dampak Sosial Ekonomi

Pertama, kegiatan yang berkaitan dengan persoalan bagaimana mengatasi pandemi Virus Corona dengan teknis kesehatan. Kedua, bagaimana mengatisipasi dampak sosial ekonomi.

“Karena dampak sosial ekonomi saat ini, benar-benar dirasakan oleh masyarakat. karena itu, pemprov sudah menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat dengan program JPS gemilang,” jelas gubernur yang akrab disapa Dr.Zul.

Walupun ruwet dan banyak yang complaint, kata Dr. Zul, Kami bisa memberanikan diri dengan memberi bantuan tidak dalam bentuk cash tapi dalam bentuk produk-produk lokal

“Alhamdullah sangat membantu sehingga geliat UKM-UKM semakin meningkat. Kami ingin membangun UKM-UKM di daerah kita sendiri,” kata gubernur dengan bangga.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menjelaskan, perkembangan Covid-19 di NTB dipengaruhi oleh beberapa klaster. Di antaranya, klaster jakarta, bogor, gowa dan lain-lain.

Namun penambahan kasus Covid-19 di NTB memang didominasi oleh klaster Gowa. Menariknya, 70 persen tidak menunjukan gejala. 30 persen menunjukan gejala. Dengan begitu, ini menjadi  tuntunan pemerintah untuk melakukan langkah-langkah yang tepat.

“Kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten kota sangat baik. Sehingga kita dapat mencegah penyebaran yang lebih lanjut dan dapat diminimalisir dengan baik. Karena yang kita takutkan adalah transmisi lokal. Tapi segala SOP protokol Covid-19 sudah dilakukan di NTB,” jelas Wagub dihadapan Kepala BNPB.

 man@kominfo




NTB Berhasil Identifikasi Klaster Penyebaran COVID-19

Diharapkan masyarakat dapat memahami kondisi yang sedang dialami oleh dunia saat ini, dengan cara tetap mengikuti aturan-aturan yang telah dibuat oleh pemerintah demi kebaikan bersama

MATARAM.lmbokjurnal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan, pemerintah sangat serius dan berhati-hati melakukan tindakan dalam mencegah penyebaran COVID-19 ini.

“Jumah di NTB ini meningkat hingga 230, 80 hingga 90 persen berasal dari klaster Gowa, kita memang sudah mampu mengindentifikasi klaster mana yang berkontribusi paling besar dalam penyebaran ini,” ungkap Gubernur Zul saat berbicara di salah satu stasiun televisi, Jumat (01/05/20).

Ini berarti, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah berhasil mengidentifikasi penyebaran wabah COVID-19.

Hal ini menjadi kabar baik untuk masyarakat, agar sementara tidak melakukan kontak langsung dengan orang-orang yang berpotensi menjadi carrier penyebaran COVID-19 ini.

Masyarakat NTB yang berangkat ke Gowa lebih dari 1.200 orang. Pemerintah melakukan penanganan dengan pendekatan untuk memberikan pemahaman terkait COVID-19 ini kepada masyarakat yang sudah melakukan perjalanan ke Gowa.

“Kami betul-betul hati-hati melakukan pengawasan dan tes terhadap teman-teman yang masuk dalam klaster Gowa, ini tidak gampang karena memang secara fisik mereka sehat-sehat,” tuturnya.

Bang Zul, sapaan akrab Gubernur Zul menyampaikan, sosialisasi perlu dilakukan lebih masif lagi agar masyarakat mengerti dan mengetahui apa yang harus dilakukan untuk melawan COVID-19 ini.

“Memang sosialisasi terus intensif dilakukan, dan mudah-mudahan dengan tidak mengenal lelah dan dengan cara yang persuasif masyarakat mulai mengerti apa lagi di bulan puasa ini kita imbau untuk menutup masjid, tidak salat tarawih, tidak solat berjamaah kadang-kadang jadi ribut juga,” jelas Bang Zul.

Terkait masih adanya masyarakat yang melaksanakan ibadah secara berjemaah, Bang Zul menyampaikan,  tim Gugus COVID-19 tetap melakukan tindakan pendekatan.

Salah satunya bertemu dengan tokoh agama agar menemukan jalan terbaik untuk masalah ini.

Diharapkan masyarakat dapat memahami kondisi yang sedang dialami oleh dunia saat ini, dengan cara tetap mengikuti aturan-aturan yang telah dibuat oleh pemerintah demi kebaikan bersama.

AYA/HmsNTB




Hari Jum’at, 1 Mei, Ada Tambahan 3 pasien positif Covid-19, Dari  Lombok Utara dan Mataram

Selain ada tambahan 3 kasus pasien yang positif Covid-19, hari ini juga 1 (satu) pasien yang sembuh/pulih dari Covid-19 setelah diperiksa di laboratorium swab dua kali dan memberikan hasil negatif

MATARAM.lombokjournal.com —  Gugus Tugas Pelaksana Covid-19 Nusa Tenggara Barat (NTB) telah dikonfirmasi hari Jum’at (01/05/20), ada tambahan 3 pasien positif Covid-19.

Press realese Gugus Tugas NTB menjelaskan, dari 28 sampel yang diambil di Laboratorium Universitas Mataram dan Laboratorium RSUD Provinsi NTB menunjukkan hasil 22 sampel negatif, 2 (dua) sampel positif ulangan, dan 3 (tiga) sampel kasus baru positif Covid-19.

Dari tiga kasus baru tersebut dua dari Kabupaten Lombok Utara dengan klaster Goa, yaitu;

  1. Pasien nomor 231, an Tn. S, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini penanganan karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 232, an. Tn. S, laki-laki, usia 75 tahun, penduduk Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini penanganan karantina terpusat di Kabupaten Lombok Utara dengan kondisi baik;

Dan satu kasus dari Mataram,  pasien terpapar dari orang yang baru pulang dari luar negeri, yaitu:

  1. Pasien nomor 233, an. Ny. SM, perempuan, usia 69 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Sejarah perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 tidak pernah. Riwayat kontak dengan anggota keluarga yang pulang dari luar negeri. Pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan demam dan sesak. Saat ini diterjemahkan di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik.

Sekda NTB yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Pelaksana Covid-19 HL. Gita Aryadi mengatakan, selain ada tambahan 3 kasus pasien yang positif Covid-19, hari ini juga 1 (satu) pasien yang sembuh/pulih dari Covid-19 setelah memeriksa laboratorium swab dua kali dan memberikan hasil negative.

Pasien yang dimaksud adalah pasien nomor 19, an. Tn. AS, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Dasan Griya, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Adanya tambahan 3 (tiga) kasus baru terkonfirmasi positif, 1 (satu) tambahan kasus pulih baru, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at (01/05/20) berjumlah 233 orang.

Rincian 32 orang sudah pulih, 4 (empat) meninggal dunia, serta 197 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” jelas Lalu Gita Ariadi.

AYA




Semangat Gotong-royong Hadapi Pandemi Virus Corona

“Kita tahu dan yakin pemerintah sudah bekerja keras dalam menghadapi pandemi ini, dalam keadaan seperti ini, kita harus saling mendukung dan membantu,” ujar Hj Niken Saptarini

MATARAM.lombokjournal.com —  Seluruh Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di daerah masing-masing dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Menteri Sosial Republik Indonesia  Juliari P. Batubara mengatakan itu dalam sambutannya saat melakukan telekonferensi terkait potensi dan sumber kesejahteraan sosial dalam memutus mata rantai Covid-19, Jumat (01/05/20).

Hj Niken Saptarini Widiawati

Menurut Mensos, dalam kondisi pandemi ini, semangat gotong royong tidak boleh hilang dari diri kita.

“Saya berharap teman-teman-teman di lapangan, seluruh pekerja sosial. membantu mengawasi, dan mengoreksi apabila ada data-data yang tidak sesuai,” kata Menteri Sosial Juliari.

Dalam perbincangan ini, terlibat beberapa peserta yang terdiri dari Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Karang Taruna, dan Pendamping Sosial Komunitas Adat Terpencil (KAT).

Mensos tak lupa menyampaikan apresiasi bagi seluruh pilar-pilar sosial sebagai mitra Kementerian Sosial RI, atas kerja kerasnya dan sudah turut serta dalam memutus mata rantai Covid-19 ini.

Mensos Juliari berpesan agar mereka senantiasa menjalankan protokol kesehatan dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Misalnya, menerapkan ketentuan pembatasan sosial atau menjaga jarak aman kurang lebih 1-2 meter, menggunakan masker ketika bertugas di luar rumah, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta tidak melakukan penyemprotan disinfektan langsung kepada tubuh manusia karena berbahaya.

“Untuk sosialisasi langkah-langkah pencegahan penyebaran virus, jangan lupakan ketentuan yang sudah di gariskan. Misalnya, dengan memperhatikan social distancing, memakai alat pelindung diri, seperti masker, dan sebagainya,” katanya.

Saling mendukung

Ketua Umum LKKS NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah merasa senang dengan adanya rapat koordinasi tersebut. Menurutnya, dengan begitu, dalam kondisi apapun, silaturahmi harus berjalan.

“Kita tahu dan yakin pemerintah sudah bekerja keras dalam menghadapi pandemi ini, dalam keadaan seperti ini, kita harus saling mendukung dan membantu,” ujar Hj Niken Saptarini.

Ia bersyukur, sejak dulu hingga saat ini, LKKS NTB secara rutin pada bulan Ramadan melaksanakan kegiatan (Bulan Peduli Sosial Ramadan), dan untuk Ramadan tahun ini tetap akan terlaksana.

Kegiatan itu akan dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, sesuai arahan menteri sosial.

“Pengumpulan bantuan hingga pendistribusian bulan peduli Ramadan ini tetap dilaksanakan dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, InsyAllah pembagiannya kita mulai hari Senin besok,” kata Bunda Niken.

AYA/HmsNTB




Pelabuhan Lembar Tutup Akses untuk Penyeberangan Penumpang dan Mobil Pribadi

Penumpang umum/pejalan kaki yang kembali ke daerah asal yang dilengkapi dengan surat keterangan perjalanan tertentu dari Polres tempat berangkat masih dibolehkan mendapatkan layanan transportasi menuju Bali

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemprov Bali kembali mempertegas kebijakan pengendalian pintu masuk menuju Provinsi tersebut.

Gubernur Bali Wayan Koster tertanggal 30 April 2020, menandatangani pengetatan akses penyebrangan ke Provinsi Bali, dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

Poin penting dari surat tersebut, yaitu seluruh kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan mobil pribadi, kendaraan bermotor perseorangan dengan jenis mobil penumpang, mobil bus dan sepeda motor serta pejalan kaki yang masuk/keluar wilayah Bali agar dilarang menyebrang di seluruh pintu masuk pelabuhan penyeberangan Bali.

Menindaklanjuti surat Gubernur Wayan Koster, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Drs.Lalu Bayu Windia, M.Si mengatakan, mulai hari Kamis tanggal 30 April pukul 00.00 Wita, Pelabuhan Lembar telah ditutup untuk akses kendaraan penumpang.

“Malam ini (Kamis malam-red) tiket penumpang pejalan kaki motor dan mobil pribadi di tutup di Pelabuhan Lembar,” kata Bayu, Kamis (30/04/2020).

Namun pembatasan layanan transportasi tidak berlaku bagi kendaraan dinas operasional dengan TNKB TNI atau Polri, kendaraan pemadam kebakaran, ambulans dan mobil jenazah, kendaraan penumpang/logistik dengan tidak membawa penumpang, kendaraan lainnya sepanjang dalam rangka penanganan Covid-19 atau dalam rangka kedaruratan lainnya.

Pembatasan layanan transportasi ini dikecualikan juga untuk kendaraan angkutan untuk repatriasi PMI dari luar negeri, menuju daerah masing-masing yang dilengkapi dengan surat keterangan negatif Covid-19 berdasarkan hasil uji rapid test atau PCR.

Begitu juga penumpang umum/pejalan kaki yang kembali ke daerah asal yang dilengkapi dengan surat keterangan perjalanan tertentu dari Polres tempat berangkat masih dibolehkan mendapatkan layanan transportasi menuju Bali.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB Najamuddin Amy, S.Sos, MM mengatakan, Pemprov NTB meminta masyarakat agar senantiasa mematuhi aturan pemeritah untuk kepetingan pengendalian Covid-19. Termasuk larangan mudik di momentum puasa dan lebaran tahun ini.

“Setiap pemeritah daerah, termasuk Pemprov NTB memiliki sejumlah upaya yang sungguh-sungguh dalam memutus mata rantai Covid-19 ini. Tidak ada lain, tujuannya untuk mempercepat agar pandemi ini segera berakhir,” jelasnya.

AYA/HmsNTB




BPJS Kesehatan Mataram Sediakan Fasilitas Standar Untuk Pencegahan Covid-19

Sarana dan prasarana yang dimaksud seperti penyediaan fasilitas cuci tangan bagi peserta JKN-KIS yang ingin mengakses pelayanan di Kantor BPJS Kesehatan, pengecekan suhu badan sebelum masuk area pelayanan, pembatasan jaga jarak bagi peserta, penyedian hand sanitizer, serta penyemprotan disinfectan di seluruh ruang Kantor BPJS Kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com — Di era Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pemerintah menganjurkan masyarakat menjaga kebersihan termasuk mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin, dan menutup mulut saat bersin atau batuk guna mencegah penyevaran Covid- 19.

Untuk itu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Mataram menerapkan upaya preventif yaitu menyediakan hand sanitizer di setiap sudut ruangan, fasilitas cuci tangan bagi peserta JKN-KIS yang ingin mengakses pelayanan di kantor cabang serta penerapan jaga jarak.

Kepala Bidang SDM, Umum, dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Mataram, Nur Rochman mengatakan, BPJS Kesehatan sebagai lembaga pemerintah harus mengikuti program yang dihimbau oleh pemerintah pada era pandemi Covid- 19 ini.

Salah satunya dengan penyediaan sarana dan prasarana standar bagi peserta JKN-KIS yang berkunjung ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mataram.

Sarana dan prasarana yang dimaksud seperti penyediaan fasilitas cuci tangan bagi peserta JKN-KIS yang ingin mengakses pelayanan di Kantor BPJS Kesehatan, pengecekan suhu badan sebelum masuk area pelayanan, pembatasan jaga jarak bagi peserta, penyedian hand sanitizer, serta penyemprotan disinfectan di seluruh ruang Kantor BPJS Kesehatan.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan Covid- 19 yang sedang mewabah.

Kota Mataram merupakan salah satu kota yang termasuk dalam zona merah. Karena itu, pihak BPJS Kesehaan berharap masyarakat sadar akan pentingnya menjaga kebersihan salah satunya dengan cara mencuci tangan.

Dalam kesempatan yang sama, salah seorang peserta JKN-KIS, Rahmat (45) memberikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan Cabang Mataram atas upaya yang telah dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid- 19.

Awalnya Rahmat sempat  tidak nyaman saat diminta oleh security untuk mencuci tangan, diukur suhu tubuh dan wajib menggunakan masker serta diberikan hand sanitizer sebelum masuk ke dalam kantor BPJS Kesehatan, dan bertemu dengan petugas di dalam untuk mendapatkan pelayanan.

“Tetapi hal tersebut dilakukan untuk kebaikan saya juga, jadi saya merasa senang dan aman saat mendapatkan pelayanan di Kantor BPJS Kesehatan.  Ternyata BPJS Kesehatan sangat sigap dalam mengantisipasi Covid- 19 yang sekarang sedang menjadi pandemi,” ujar Rahmat saat diwawancari di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mataram padaSelasa (28/04/20).

dh/yn/Jamkesnews




Peningkatan Positif Covid-19 di KLU, Pemda KLU Terbitkan Surat Keputusan Bersama

Komandan Kodim 1606/Lobar Kolonel (Czi). Efrijon Kroll menyampaikan, latar belakang melaksanakan SKB ini untuk mematangkan pencegahan penyebaran Covid-19. Artinya memutus mata rantai Covid-19

TANJUNG,lombokjournal.com — Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH MH, menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) dengan Dandim 1606/Lobar Kolonel (Czi), Efrijon Kroll, Ketua DPRD Nasrudin, SH.I, Kapolres AKBP Fery Jaya Satriansyah, SH, Ketua MUI TGH. Abdul Karim, dan unsur Kantor Kementerian Agama di Aula Kantor Bupati Lombok Utara (29/04/20).

Penandatangaan keputusan bersama itu untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Isi SKB yang dibacakan langsung oleh bupati usai ditandatangani tersebut antara Pemda KLU, DPRD KLU, Kodim 1606/Lobar, Polres Lombok Utara, Kementerian Agama, dan Majelis Ulama Indonesia, tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idhul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah di Tengah Pandemi Covid-19.

Bupati menegaskan, seyogianya semua pihak turut menciptakan dan menjaga kondusivitas kehidupan beragama dengan tetap mengedepankan Ukhuwah Islamiah, Ukhuwah Wathoniah dan Ukhuwah Basyari’ah.

Senantiasa memperhatikan instruksi pemerintah pusat dan daerah, terkait pencegahan Covid-19 untuk dapat dipatuhi dalam rangka menekan laju penyebaran virus Covid-19 di KLU.

“Dari hari ke hari yang terpapar positif corona (Covid-19) di KLU bertambah. Karena itu, KLU dinyatakan sebagai daerah tanggap darurat. Kita ikhtiar bersama, mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Bupati menyatakan agar sementara waktu meniadakan sholat Jum’at, dan menggantinya dengan sholat Zuhur di rumah, meniadakan sholat tarawih dan kegiatan ibadah lainnya di masjid, serta meniadakan kegiatan adat dan lainnya yang melibatkan orang banyak.

Komandan Kodim 1606/Lobar Kolonel (Czi). Efrijon Kroll menyampaikan, latar belakang kita melaksanakan SKB ini untuk mematangkan pencegahan penyebaran Covid-19. Artinya memutus mata rantai Covid-19.

Peningkatan Pasien Positif Covid-19

Sudah mulai ada peningkatan jumlah yang positif menjadi 11 orang, tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi yang menangani yaitu Dinas kesehatan termasuk tim yang tergabung dalam gugus tugas.

“Sudah banyak negara yang me-lockdown dan PSBB, mungkin kita juga arahnya ke sana. Tetapi, semoga kita tidak sampai ke sana apabila kita bersatu di sini, melalui SKB kita bergandengan tangan, secepatnya memutus mata rantai Covid-19,” tandasnya.

Ditambahkannya, dari gagasan terbentuk SKB ini mesti ada tindakan lanjut turun ke lapangan melibatkan semua pihak. Mulai pengetahuan atau edukasi tentang Corona seperti apa keganasan atau dengan penayangan video contoh penanganan Corona maupun pasien yang telah sembuh.

“Harapan kita, semua bisa menyadari arti pentingnya pencegahan daripada pengobatan,”  tutupnya.

Dalam pada itu, Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansyah, SH menyampaikan penjabaran dari SKB dengan pemantapan satuan tugas dari kabupaten sampai tingkat desa, karena di desa punya Babinkantibmas dan Babinsa.

“Adapun yang maju lebih awal adalah satuan tugas tingkat desa. Ada MUI, Depag, minimal enam unsur yang terlibat, terstruktur, sistematis, dan terjadwal. Kita tidak melakukan pendekatan hukum tapi pendekatan sosial,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah KLU Drs. H. Suardi, MH menjelaskan Satgas (Gugus Tugas Covid-19) sudah sampai di tingkat desa sehingga tinggal kita perkuat saja. Kita buat rencana yang jelas, dan buat panduan bersama sehingga langkahnya sama antara desa, kecamatan dan kabupaten.

“Hari ini, 22 orang pasien yang kita pulangkan, dijemput Satgas Desa bersama Satgas Kecamatan sehingga kita memperkuat saja,” ujarnya.

Diharapkan, pencegahan terhadap pandemi Covid-19 bisa terlaksana dengan kerja sama semua pihak.

Adapun Ketua MUI KLU TGH Abdul Karim menyoroti  pelaksanaan SKB di lapangan, jika ada kesannya sulit, mohon tetap dengan persuasif untuk tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, berkomunikasi lebih nyaman.

“Selama kita melakukan imbauan kepada masyarakat tentang sholat Jum’at ataupun Tarawih kita harus tetap persuasif. Semoga tugas bagi kita semua, wabil khusus TNI dan Polri tetap pendekatan sehumanis mungkin, tetapi tujuan tercapai,” harapnya.

Acara penandatanganan SKB diakhiri dengan foto bersama antar enam komponen. Adanya SKB diharapkan menjadi panduan untuk mencegah mewabahnya Covid-19 di Lombok Utara.

api




Hari Kamis Tidak Ada Tambahan Pasien Positif Covid-19, Masih 195 Positif Dalam Kondisi Baik.

Masyarakat dihimdbu bijak menggunakan media sosial, tidak mendokumentasikan serta menyebarkan foto, video dan informasi yang dapat menimbulkan kepanikan serta berita hoax

MATARAM.lombokjournal.com – Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), hari  Kamis (30/04/20), telah dikofirmasi dari Laboratorium RSUD Provinsi NTB, tidak ada tambahan kasus baru terkonfirmasi Positif Co9vid-19.

Dari pemeriksaan Laboratorium RSUD Provinsi NTB, sebanyak 8 (delapan) sampel swab dengan hasil semuanya negatif.

Dengan tidak ada tambahan kasus positif Covid-19, tidak adanya tambahan kasus sembuh baru, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Kamis  (30/4/2020) tetap sebanyak 230 orang.

Rinciannya 31 orang sudah sembuh, 4 orang meninggal dunia, serta 195 orang masih positif dan dalam perawatan dalam kondisi baik.

Ketua Gugus Tugas NTB, HL Gita Ariadi menjelaskan, Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

526 Pasien Dalam Pengawasan (PDP)

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 526 orang. Rinciannya 341 orang (65 ersen) PDP masih dalam pengawasan, 185 orang (35 persen) PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 16 orang PDP meninggal.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 4.993 orang, terdiri dari 744 orang (15 persen) masih dalam pemantauan dan 4.249 orang (85 persen) selesai pemantauan.

Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 3.072 orang, terdiri dari 1.981 orang (64 persen) masih dalam pemantauan dan 1.091 orang (36 persen) selesai pemantauan.

Sedangkan Pelaku PerjalananTanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid19 sebanyak 51.365 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 11.487 orang (22 persen), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 39.878 orang (78 persen).

Seluruh pasien Covid-19 diminta tetap taat dan disiplin mengikuti seluruh SOP proses isolasi dan perawatan/pengobatan yang sedang dilakukan.

“Sikap kooperatif penting dalam rangka melindungi keluarga dan orang-orang terdekat kita agar tidak tertular Covid-19,” pesan Lalu Gita.

Selain itu, masyarakat dihimdbu bijak menggunakan media sosial, tidak mendokumentasikan serta menyebarkan foto, video dan informasi yang dapat menimbulkan kepanikan serta berita hoax.

“Dengan kedisipilinan dan semangat gotong royong dari kita semua untuk melakukan pencegahan bersama, Insya Allah wabah ini akan segera berakhir,” kata Lalu Gita

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id;

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 08180211 8119.