UPDATE : Hari Selasa, 12 Mei, Bertambah 5 Pasien Positif Covid-19, 9 Pasien Sembuh

“Namun ditemukan sebagian kecil masyarakat yang belum menggunakan masker,” kata Lalu Gita Ariadi

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium Rumah Sakit Unram mengkonfirmasi, adanya tambahan 5 pasien  positif Covid-19.

Dalam press release hari Selasa (12/05/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat,  Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 145 sampel swab dengan hasil 136 sampel negatif, dan 10 sampel positif ulangan serta 5 (lima) sampel kasus baru positif Covid-19.

Adanya tambahan 5 (lima) kasus baru terkonfirmasi positif, 9 (sembilan) tambahan sembuh baru, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa (12/05/2020) sebanyak 344 orang.

Rinciannya;  126 orang sudah sembuh, 7 (tujuh) meninggal dunia, serta 211 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Lalu Gita Ariadi

Ada warga belum menggunakan masker

Lalu Gita Ariadi menyampaikan, hasil pantauan kegiatan sosialisasi dan edukasi wajib menggunakan masker yang dilakukan di titik-titik keramaian hari ini, sebagian besar masyarakat telah secara sadar menggunakan masker dalam aktivitasnya.

“Namun ditemukan sebagian kecil masyarakat yang belum menggunakan masker,” katanya.

Diharapkan, masyarakat saling mengingatkan pentingnya penggunaan masker sebagai salah satu ikhtiar memutus penularan wabah Covid-19.

Dengan status sebagai daerah dengan transmisi lokal terutama di Kota Mataram, Kabupaten Lombok barat dan Kabupaten Lombok Timur, maka sangat sulit untuk diketahui penularan Covid-19 ini terjadi.

Sehingga cara yang paling efektif selain menjaga pola hidup bersih dan sehat, selalu cuci tangan dengan sabun pada air mengalir serta saling menjaga jarak (physical distancing) adalah dengan selalu memakai masker dalam setiap aktivitas apapun di luar rumah.

“Maskermu melindungiku dan maskerku melindungimu,” ungkap Lalu Gita Ariadi.

Ia mengapresiasi  warga yang telah secara disiplin dan bersama-sama mematuhi protokol pencegahan Covid-19, termasuk mematuhi instruksi Gubernur NTB tentang wajib menggunakan masker pada seluruh aktivitas warga.

5 PASIEN POSITIF COVID-19, 9 PASIEN SEMBUH

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 340, an. Tn. R, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak ada. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Praya dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 341, an. Tn. IPY, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Baru, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Sukabumi. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 342, an. Ny. UI, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 343, an. Ny. EA, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19. Saat ini dirawat di RS Unram dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 344, an. Ny. DP, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 342. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Unram dengan kondisi baik.

Hari Selasa (12/05) terdapat penambahan 9 (sembilan) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 57, an. Ny. DH, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Batu Nampar, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur;
  2. Pasien nomor 59, an. Ny. S, perempuan, usia 48 tahun, penduduk Desa Batu Nampar, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur;
  3. Pasien nomor 60, an. Tn. IH, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur;
  4. Pasien nomor 162, an. Ny. AH, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  5. Pasien nomor 182, an. Tn. MZ, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  6. Pasien nomor 201, an. Tn. S, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 251, an. An. MH, laki-laki, usia 10 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  8. Pasien nomor 279, an. Ny. DLW, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram;
  9. Pasien nomor 280, an. Ny. APS, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19,” kata Lalu Gita Ariadi.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB kembai mengingatkan, penyakit Covid-19 ini bukanlah suatu aib. Kita semua tidak ingin penyakit ini menimpa diri kita dan orang-orang terdekat yang kita sayangi.

“Jika ada diantara saudara-saudara kita yang positif Covid-19 hendaknya tidak dikucilkan,” katanya.

Justeru harus bersama-sama bergotong royong, menyemangati serta membantu memenuhi keperluan selama masa karantina dan penyembuhannya.

Sekda kembali menekankan, masyarakat harus berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19.

“Tetap tinggal di rumah, memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir,” katanya.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB  di nomor 0818 0211 8119




Kebijakan Pembatasan Fisik di Pasar Mandalika Disambut Positif

Warganet juga banyak membicarakan Gubernur NTB yang menjadi narasumber di acara Apa Kabar Indonesia Malam TV One

MATARAM.lombokjournal.com — Kebijakan Gubernur NTB untuk menata Pasar Mandalika, Kota Mataram beberapa waktu lalu mendapat tanggapan positif dari warganet.

Kebijakan yang mengatur agar para penjual menjaga jarak fisik dengan pembeli dianggap warganet sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di NTB.

Hal ini diungkapkan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, Najamuddin, S. Sos, MM, dalam laporan Analitik Media Sosial dan Online Periode 2-8 Mei 2020.

Bang Najam, sapaan akrab Karo Humas dan Protokol itu menjelaskan ada 5 trending topik NTB di media sosial facebook, dimulai dari topik diberlakukannya physical distancing di Pasar Mandalika mulai Rabu 6 Mei 2020.

Tidak kurang 1.308 komentar yang memperbincangkan topik ini dan memberikan tanggapan positif.

Seperti akun Maya Hally Alawiyah “Semangat pak gubenur, lanjutkan di semua pasar tradisional di seluruh NTB dan kalau bisa dikasi atau diantau oleh satgas covid atau polisi, agar tetap terjaga dan teratur…”.

Selain itu jelas Bang Najam, warganet juga banyak membicarakan Gubernur NTB yang menjadi narasumber di acara Apa Kabar Indonesia Malam TV One.

Sebanyak 822 komentar yang membahas khusus topik tersebut. Pada acara itu, Bang Zul menjelaskan upaya pencegahan dan penyembuhan warga NTB dari wabah covid-19, seperti tersedianya laboratorium yang mampu mendeteksi seberapa banyak partikel virus di tubuh penderita.

Topik selanjutnya kata Kandidat Doktor itu adalah terkait terus bertambahnya jumlah pasien positif covid-19 yang dinyatakan sembuh di NTB, yaitu sebanyak 757 respon.

Hal ini mendapatkan respon positif khususnya apresiasi kepada tenaga medis seperti akun Rodiyan Eriyansa “Alhamdulillah terus berjuang teman sejawat,perawat,dokter, dan NAKES lainnya, semoga kalian tetap dalam lindungan Allah SWT”.

Berikutnya adalah terkait Gubernur NTB yang akan memberikan hadiah naik haji kepada para perawat Covid-19 di NTB, yaitu sebanyak 737 tanggapan

Hal ini mendapatkan respon positif seperti akun Indriati Aca “Semoga para medis diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam menjalankan tugasnya, dan Insya Allah nanti akan diberangkatkan haji oleh BPK Gubernur.”

“Terakhir adalah pernyataan Kepala BNPB yang menyatakan Provinsi NTB memiliki pengalaman dalam menangani bencana (716). NTB tidak hanya cepat dalam penanganan aspek kesehatan tapi juga dalam penanganan kebutuhan sosial ekonomi,” tutup Bang Najam.

AYA/HmsNTB

 

 




Kasus Positif Covid-19 di NTB Cenderung Menurun

Dari kegiatan sosialisasi dan edukasi wajib menggunakan masker, sebagian besar masyarakat telah secara sadar menggunakan masker dalam aktivitasnya

MATARAM.lombokjournal.com –– Seiring dengan peningkatan dispilin dan kekompakan masyarakat melaksanakan disiplin protokol pencegahan Covid-19, beberapa hari ini jumlah pasien yang sembuh  terus meningkat. Sedangkan temuan kasus positif baru juga cenderung menurun.

“Jumlah pasien sembuh  Covid-19 sore ini tercatat 9 orang, sehingga total yang sembuh menjadi 126 orang atau 36,6 persen dari total jumlah kasus positif Covid-19 di NTB sebanyak 344 orang,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB yang juga Koordinator Bidang Humas Gugus Tugas Covid-19, Gde Putu Aryadi, S.Sos., M.H., di Mataram, Selasa (12/05/20).

Mantan Irbansus pada Inspektorat NTB ini menyebut syukur, adanya kecendrungan melandai atau menurunnya jumlah kasus positif baru berdasarkan hasil pemeriksaan sampel/swab di tiga laboratorium di NTB, yakni Laboratorium Biomedik RSUD Provinsi NTB, Laboratorium RS Unram dan Laboratorium STP di Sumbawa.

“Hari ini jumlah positif baru 5 kasus dan pasien sembuh sebanyak 9 orang,” terangnya seraya menegaskan, Kota Mataram masih mendominasi temuan kasus positif baru tersebut.

Menurutnya, penurunan temuan kasus positif Covid-19 baru tersebut, selain karena petugas all out bekerja tanpa lelah dan solid dalam membangun kolaborasi dan kerja sama antar sektor.

Juga  karena sebagian besar warga NTB menunjukkan semangat disiplin dan taat melaksanakan protokol pencegahan Covid-19. Diantaranya selalu menggunakan masker, jaga jarak, lebih banyak dirumah dan sering mencuci tangan pakai sabun pada air yang mengalir.

Berdasarkan pantauannya, Aryadi mengungkapkan bahwa dari kegiatan sosialisasi dan edukasi wajib menggunakan masker yang dilakukan di titik-titik keramaian oleh berbagai OPD pemerintah Provinsi dan Kota Mataram, bersama TNI, Polri dan Satpol PP  sejak kemarin dan hari ini, sebagian besar masyarakat telah secara sadar menggunakan masker dalam aktivitasnya.

Namun ia juga tidak menampik masih ada ditemukan sebagian kecil dari warga masyarakat di pasar, lalu lintas di jalanan, di terminal dan tempat-tempat lainnya  yang belum menggunakan masker.

“Tapi itu hanya sedikit saja, namun langsung diberikan masker dan diberikan pemahaman oleh petugas,” ujar Gde.

Ia kembali mengingatkan  betapa pentingnya menggunakan masker bagi seluruh warga sebagai salah satu ikhtiar memutus penularan wabah Covid-19. Dengan status

sebagai daerah dengan transmisi lokal terutama di Kota Mataram, Kabupaten Lombok barat dan Kabupaten Lombok Timur, kata Aryadi, maka sangat sulit untuk mendeteksi sumber atau carrier penularan Covid-19 dalam interaksi sosial sehari-hari.

Sehingga cara yang paling efektif, menurutnya selain menjaga pola hidup bersih dan sehat, selalu cuci tangan

dengan sabun pada air mengalir serta saling menjaga jarak (physical distancing) adalah dengan selalu memakai masker dalam setiap aktivitas apapun di luar rumah.

“Maskermu melindungiku dan maskerku melindungimu,” tutupnya seraya mengajak seluruh warga untuk tetap menerapkan mematuhi instruksi Gubernur NTB tentang wajib menggunakan masker pada seluruh aktivitas warga.

AYA




LSM Bisa Ambil Peran Mencari Investor Yang Dibutuhkan NTB

Pemprov NTB nantinya akan mengeluarkan Pergub untuk melindungi petani Lobster di NTB

MATARAM.lombokjournal.com —   Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) memiliki peranan yang penting dalam pembangunan daerah. Salah satu bisa dilakukan untuk mendukung pembangunan yaitu mencari investor yang dibutuhkan oleh Provinsi NTB.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc saat menerima silaturahmi Lombok Lobster Asosiasi (LLA) yang berlangsung di ruang kerja Gubernur, Selasa (12/05/2020).

Selain didorong bergerak untuk mencari investor yang dibutuhkan oleh NTB, LSM ini diminta untuk menjadi jembatan dalam hal penyelesaian masalah-masalah antara investor dan masyarakat.

“Kita butuh di NTB itu LSM yang mencari investor yang benar, apalagi di Lombok Tengah investor itu banyak sekali. Teman-teman LSM NTB bisa seperti LSM di negara maju yang tidak hanya menyelesaikan masalah sosial di masyarakat,” jelasnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB H. Yusron Hadi dalam kesempatan tersebut lebih banyak berbicara mengenai investasi dan potensi di sektor kelautan NTB.

Salah satu yang mencuat saat ini adalah terkait dengan regulasi lobster di Indonesia.

Seperti diketahui Pemerintah saat ini memberikan izin untuk penangkapan, budidaya dan ekspor losbter melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2020 tentang pengelolaan lobster, kepiting, dan rajungan di wilayah Indonesia.

“Secara teknis pemerintah pusatlah yang memberikan kuota budidaya lobster untuk masing-masing daerah. Mungkin nanti kita akan bersurat melihat potensi yang ada di daerah dan disampaikan ke pusat untuk di tambah kuota untuk NTB,” jelasnya.

Yusron mengatakan, Pemprov NTB nantinya akan mengeluarkan Pergub untuk melindungi petani Lobster di NTB. Hal ini dilakukan agar petani merasakan manfaat yang besar dari potensi lobster yang besar ini.

Sementara itu Muhanan, SH mewakili Lombok Lobster Asosiasi (LLA) mengatakan, lantaran Permen KP yang lama, sudah banyak nelayan lobster di Pulau Lombok yang berurusan dengan masalah hukum lantaran mereka menangkap lobster.

Namun pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 12/2020 saat ini lobster dapat dibudidayakan hingga diekspor dengan syarat-syarat tertentu.

“Oleh karena itu, kami meminta agar Pemerintah Provinsi NTB memiliki andil untuk mengambil kuota mengingat stok bibit lobster di NTB terbanyak dan memiliki kualitas terbagus,” harapnya.

AYA/HmsNTB




Naja, Hafiz Cilik Yang Menjadi Inspirasi dan Motivasi dalam Hal Pendidikan Anak

Sejak kecil Naja telah divonis oleh dokter sebagai penderita kelumpuhan otak, Naja tidak dapat menggerakkan tubuhnya karena gangguan di saraf motoriknya

MATARAM.lombokjournal.com —   Muhammad Naja Hudia Afifurrohman, anak usia 10 tahun yang telah menjadi Hafiz Al Qur’an 30 Juz , menjadi inspirasi dan motivasi bagi anak-anak lain dalam hal pendidikan.

Muhammad Naja Hudia Afifurrohman atau yang biasa disapa Naja ini ditemani oleh Kepala Dinas DP3AP2KB Provinsi Hj. Putu Selly Andayani bertemu dengan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc di Ruang Kerja Gubernur, Selasa (12/05/2020).

Dalam kesempatan itu, Gubernur NTB mengaku kaget sekaligus sangat bangga dengan sosok Naja yang bukan hanya mampu menghafal Al-Qur’an saja, tetapi juga mengetahui arti dari ayat-ayat yang dibacanya.

Gubernur mengaku penasaran terkait dengan metode atau cara belajar Naja sehingga dalam waktu yang relatif singkat telah mampu menghafal 30 juz Al Qur’an.

Gubernur Zul juga berbincang dengan Naja terkait dengan cita-citanya kelak setelah dewasa.

Dan terkait dengan penyakit yang sedang dideritanya, Pemerintah Provinsi NTB kata Gubernur dengan tangan terbuka akan membantu Naja dalam proses pemulihannya.

Menurutnya, anak yang cerdas seperti Naja tidak hanya diajarkan tentang Al-Qur’an dan Hadits saja tetapi juga bisa diajarkan tentang banyak hal yang mungkin saja Naja memiliki kelebihan-kelebihan yang lain, misalnya dalam hal penguasaan bahasa asing.

“Bisa bahasa Inggris? Habis ini belajar bahasa Inggris dan bahasa Mandarin ya,” ucap Gubernur.

Sementara itu Ibu Naja, Dahlia Andayani menjelaskan bahwa sejak kecil Naja telah divonis oleh dokter sebagai penderita kelumpuhan otak. Dimana Naja tidak dapat menggerakkan tubuhnya karena gangguan di saraf motoriknya.

“Namun sejak kecil sering didengarkan ayat-ayat Al-Quran kepada Naja. Dari situ saya tahu bahwa Naja memiliki kelebihan di indera pendengarannya,” jelasnya.

AYA/HmsNTB

 




Danrem 162/WB Sambut Hangat Silaturrahim Kapolda NTB Yang Baru

Sinergitas dan soliditas TNI Polri dapat dilihat dari beberapa kegiatan atau event besar dihadapi bersama-sama TNI-Polri, misalnya kegiatan pengamanan VVIP, pengamanan Pemilu baik Pilpres, Pileg dan Pilkada

MATARAM.lombokjournal.com  – Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., bersama Kepala Staf Korem Letnan Kolonel Inf Endarwan Yansori, para Dandim dan para Kasi, Dan/Ka Satdisjan dan seluruh Perwira menyambut kehadiran Kapolda NTB yang baru, Inspektur Jenderal Polisi Drs. M. Iqbal, S.H., M.H., bersama rombongan di Makorem 162/WB jalan Lingkar Selatan nomor 162 Mataram, Selasa (11/05/20).

Kunjungan Kapolda NTB ke Makorem dalam rangka silaturrahmi dan menjalin hubungan komunikasi dengan para pejabat Korem 162/WB dan jajarannya.

Setibanya di Makorem 162/WB, Kapolda NTB disambut dengan Hormat Berjajar, kegiatan foto bersama di halaman depan Makorem 162/WB.

Selanjutnya Kapolda NTB beserta rombongan menuju ruang tamu Korem 162/WB dengan tetap mempedomani protokol pencegahan Covid-19.

Pada kesempatan tersebut, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han. mengucapkan selamat atas jabatan sebagai Kapolda NTB kepada Irjen Pol. Drs. M. Iqbal, S.H., M.H. dan selamat datang di Makorem 162/WB.

Danrem 162/WB menyampaikan, pihaknya sangat bangga atas kunjungan dan silaturrahmi Kapolda NTB yang baru bersama rombongan ke Makorem 162/WB.

“Silaturahmi ini akan meningkatkan sinergitas dan soliditas TNI Polri, khususnya di Provinsi NTB dan jajaran kedua instansi yang sudah terjalin dengan baik, mulai tingkat paling bawah sampai unsur pimpinan,” tutur Danrem.

Hal ini, menurut Bang Rizal sapaan akrab Danrem 162/WB, dapat dilihat dari beberapa kegiatan atau event besar dihadapi bersama-sama TNI-Polri, misalnya kegiatan pengamanan VVIP, pengamanan Pemilu baik Pilpres, Pileg dan Pilkada.

Termasuk dalam kegiatan sosial misi kemanusiaan penanganan bencana Gempa Bumi baik pada saat tanggap darurat, masa trasisi,  masa rehab rekon  pasca bencana gempa bumi di wilayah NTB.

Dan saat ini bergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 di wilayah NTB, mensinergikan tugas-tugas baik yang menyangkut stabilitas keamanan yang meliputi ipoleksosbud dan Hankam di tengah mewabahnya pandemi Covid-19 di wilayah Provinsi NTB, jelas Danrem.

“Serta tanggap dalam menjaga stabilitas dan kondusifitas wilayah NTB dari berbagai bentuk instabilitas yang ditimbulkan pertikaian antar kampung, perseteruan politik yang melibatkan masa serta indikasi konflik yang mengarah pada isu SARA. Karena dengan Bersinergi inysaa Allah semua permasalahan, dapat kita cari jalan keluar dalam mengatasinya, serta memberikan keyakinan jaminan keamanan kepada masyarakat  NTB,” ungkap Danrem.

Orang baru

Kapolda NTB Irjen Drs. M. Iqbal, S.H., M.H. mengucapkan terimakasih atas sambutan sangat hangat Danrem162/WB beserta jajarannya.

Dikatakan Kapolda, sudah selayaknya sebagai orang baru sesuai adat ketimuran untuk bersilaturrahim memperkenalkan diri.

Agar lebih saling mengenal dengan harapan terjalin komunikasi yang baik dengan Korem 162/WB dan jajarannya serta stakeholder lainnya,  dalam menjalankan tugas di wilayah provinsi NTB, katanya.

Selain itu, menurut orang nomor satu di jajaran Polda NTB ini, hari ini adalah hari ketiga dirinya berada di Kota Mataram dalam menjalankan tugasnya di NTB.

Kesempatan kali ini dimanfaatkan untuk bersilaturrahmi ke Korem 162/WB, dan secara kebetulan dirinya adalah keluarga besar TNI dan keluarga terdekat POLRI adalah TNI. Dengan penuh kekeluargaan TNI-POLRI akan terus bersama melanjutkan kebersamaan untuk lebih ditingkatkan kembali dimasa-masa akan datang.

“Terimakasih atas kerjasama dan mohon dukungan doa sehingga dapat melaksanakan amanah meljalankan tugs sebagai Kapolda NTB,” harapnya.

Di akhir kunjungannya, Kapolda NTB didampingi Danrem 162/WB menyempatkan diri melihat-lihat bangunan Makorem, tempat fitness dan diakhiri dengan foto bersama di Hall Makorem 162/WB.

Dalam kunjungan tersebut Kapolda didampingi oleh Dir. Intelkam Kabid Propam, Dirbinmas dan Kabid Humas Polda NTB.

AYA




BNN Musnahkan Sabu Senilai 1 Miliyar

BB dimusnahkan dengan cara diblender kemudian dilarutkan kedalam air yang sudah dicampur dengan oil dan minyak tanah

MATARAM.lombokjournal.com —  Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) NTB musnahkan barang bukti narkotika jenis Sabu dan Ekstasi senilai hampir Rp 1 Miliar, Selasa (12/05/20) pagi.

Kepala BNNP NTB, Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra, menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan berupa Sabu seberat 368,67 gram, dan Ekstasi sebanyak 469 butir.

“Barang bukti yang dimusnahkan ini dari tiga kasus narkotika yang sedang di tangani oleh penyidik BNNP NTB,” jelasnya.

Dikatakan, kasus yang hari ini dilaksanakan pemusnahan barang buktinya yaitu pada tanggal 6 Maret 2020 sekitar pukul 15.00 Wita.

Dan merupakan hasil kerjasama antara Bea Cukai Mataram, AVSEC Angkara Pura 1 BIL, dan BNNP dalam operasi bersinar di BIL. Dengan tersangka Irwan (37) asal Bireun Aceh, dan Pak Di (41) warga Pancor Lombok Timur NTB, barang bukti Sabu berat bruto 135,77 gram.

Untuk kasus yang kedua,  merupakan hasil kerjasama antara BEA Cukai Mataran, AVSEC Angkasa Pura 1 BIL dan BBNP NTB yang terjadi pada tanggal 9 Maret 2020 pukul 15.00 Wita, dengan tersangka Zaenal W (22) asal Madura Jatim.

Dari tangannya BB yang dibawa dari Batam tersebut berat bruto keseluruhan 41,76 gram.

Sedangkan kasus ketiga yang hari ini BB nya dimusnahkan, yaitu terjadi pada 10 April 2020 sekitar 08.30 Wita, di sebuah jasa ekspedisi di Cakranegara Kota Mataram.

“Dengan tersangka Saleh (27) warga Dasan Agung Mataram. Tersangka bertindak sebagai penjemput barang di kantor ekspedisi antar kabupaten Kota di NTB dan diberi upah Rp 400 ribu. Dari tangannya diamankan BB dengan berat bruto keseluruhan 200,48 gram, “ paparnya.

Pemusnahan barang bukti yang disaksikan langsung pihak Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Bea Cukai Mataram, Polres Mataram, BBPOM Mataram serta para tersangka yang didampingi oleh penasehat hukumnya.

BB dimusnahkan dengan cara diblender kemudian dilarutkan kedalam air yang sudah dicampur dengan oil dan minyak tanah.

AYA

 

 




UPDATE : Hari Senin, 11 Mei, Bertambah 8 Pasien Positif Covid-19, 11 Pasien Sembuh

Trend kesembuhan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan

MATARAM.lombokjournal.com —  Laboratorium RSUD Provinsi Nusa Tenggara dan Laboratorium RS Universitas Mataram mengkonfirmasi, adanya tambahan 8 pasien  positif Covid-19.

Dalam press release hari Senin (11/05/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat,  Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 278 sampel swab dengan hasil 260 sampel negatif, dan 10 sampel positif ulangan serta 8 (delapan) sampel kasus baru positif Covid-19

Adanya tambahan 8 (delapan) kasus baru terkonfirmasi positif, 11 tambahan sembuh baru, dan 1 (satu) kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Senin (11/5/2020) sebanyak 339 orang.

Rinciannya; 117 orang sudah sembuh, 7 (tujuh) meninggal dunia, serta 215 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Lalu Gita Ariadi kembali menjelaskan, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19,“ kata Lalu Gita.

Lalu Gita Ariadi

Trend kesembuhan menggembirakan

Dalam release yang diteria media hari Senin (11/05), Lalu Gita Ariadi menjelaskan,   trend kesembuhan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Hingga hari ini total kesembuhan mencapai 34,51 persen, sedangkan angka kematian sebesar 2,06 persen.

“Ini menunjukkan bahwa penanganan Covid-19 di Provinsi NTB berjalan dengan baik,” tegasnya.

Optimisme ini selanjutnya juga harus diikuti dengan kepatuhan masyarakat untuk disiplin mengikuti seluruh protokol pencegahan dan penanganan Covid-19, termasuk patuh mengikuti seluruh himbauan dan instruksi pemerintah.

Penanganan Covid-19 berbasis PCBL/PCBD di beberapa kabupaten/kota serta langkah-langkah dan kebijakan lainnya, harus didukung masyarakat.

Termasuk instruksi Gubernur NTB terkait kewajiban menggunakan masker untuk semua diseluruh aktivitas masyarakat di luar rumah.

Lalu Gita menegaskan,  70 persen pencegahan Covid-19 ada di penggunaan masker, sehingga diharapkan kepada seluruh masyarakat NTB senantiasa menggunakan masker disetiap aktivitasnya selama masa pandemi Covid-19.

8 PASIEN POSITIF COVID-19, 11 PASIEN SEMBUH

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 332, an. Tn. USS, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak ada. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 333, an. Tn. M, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 173. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 334, an. Tn. S, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Kramajaya, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 260. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 335, an. Ny. J, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Kramajaya, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 260. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 336, an. Ny. M, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Penimbung, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 337, an. An. S, perempuan, usia 4,5 tahun, penduduk Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 98. Saat ini menjalani karantina dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 338, an. An. ANK, perempuan, usia 5 bulan, penduduk Desa Toya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Pasien dirawat di RSUD dr. R. Soedjono Selong karena pneumonia berat. Pasien meninggal dunia saat menjalani perawatan;
  8. Pasien nomor 339, an. An. RH, laki-laki, usia 10 tahun, penduduk Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 155. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Timur dengan kondisi baik.

Selain adanya kasus baru, hari ini juga terdapat 11 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 167, an. Tn. U, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Lantan, Kecamatan Batu Kliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah;
  2. Pasien nomor 173, an. Tn. AN, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  3. Pasien nomor 197, an. Ny. M, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Moyot, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  4. Pasien nomor 200, an. Tn. B, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 203, an. Tn. S, laki-laki, usia 52 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  6. Pasien nomor 206, an. Tn. D, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Batulayar, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 216, an. An. ZS, laki-laki, usia 10 tahun, penduduk Desa Toya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur;
  8. Pasien nomor 258, an. Tn. AM, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Desa Terara, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur;
  9. Pasien nomor 275, an. An. ENP, perempuan, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur;
  10. Pasien nomor 281, an. Ny. A, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur;
  11. Pasien nomor 284, an. An. UAQ, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Sekda NTB sebagai Ketua Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi kembali mengingatkan seluruh masyarakat, penyakit Covid-19 ini bukanlah suatu aib.

“Kita semua tidak ingin penyakit ini menimpa diri kita dan orang-orang terdekat yang kita sayangi.,” katanya.

Dikatakan, jika ada di antara saudara-saudara kita yang positif Covid-19 hendaknya tidak dikucilkan.

Justeru kita semua harus bersama-sama bergotong royong, menyemangati serta membantu memenuhi keperluan selama masa karantina dan penyembuhannya.

Ditegaskan, masyarakat harus berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

AYA/HmsNTB

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB  di nomor 0818 0211 8119. 

 




Mobile JKN, Permudah Layanan BPJS Kesehatan di Tengah Pandemi Covid-19

Melalui kanal tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat guna mencegah risiko penularan penyebaran virus Corona

lombokjourna.com —

MATARAM   ;    Mobile JKN merupakan satu di antara aplikasi dari BPJS Kesehatan yang memberikan beragam kemudahan bagi pesertanya apalagi  di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Dalam aplikasi tersebut menghadirkan fitur skrining mandiri Covid-19 yang dapat diakses peserta melalui aplikasi Mobile JKN.

Layanan skrining mandiri dapat membantu peserta secara mandiri memeriksakan kesehatan diri dengan mengisi pertanyaan terkait kondisi atau gejala-gelaja yang dialami melalui aplikasi Mobile JKN.

Dengan menjawab seluruh pertanyaan secara jujur peserta dapat mengetahui potensi risiko tertular virus Covid-19.

Kerahasiaan data peserta akan dijamin oleh BPJS Kesehatan.

Salah satu peserta JKN-KIS yang telah menggunakan aplikasi Mobile JKN sejak 2 tahun lalu, menuturkan kemudahan layanan yang diperolehnya dengan memanfaatkan Mobie JKN.

Dikatakannya, jika aplikasi mobile JKN memudahkan urusan administrasi Program JKN-KIS.

Ditemui tim Jamkesnews, ia menyebut aplikasi besutan BPJS Kesehatan itu sudah memenuhi kriteria kebutuhan di era digital.

Dengan satu aplikasi sudah dapat mengakomodir segala kebutuhan peserta JKN-KIS tanpa menyita waktu di Kantor Cabang.

Peserta itu sudah lama memanfaatkan aplikasi Mobile JKN. Menurutnya, aplikasi ini sesuai dengan kebutuhan zaman yang serba digital.

Mulai pindah faskes tingkat 1, tampilan KIS digital, melihat status keaktifan kartu, mengubah data pribadi dapat diakses melalui aplikasi ini tanpa harus mengantre di kantor BPJS Kesehatan.

Kehadiran fitur Skrining Covid-19 secara mandiri menambah komplit pelayanan yang dapat diakses peserta BPJS Kesehatan Program JKN-KIS.

Dengan mulai diterapkannya kebijakan khusus guna mencegah penyebaran virus corona, ia mengapresiasi yang diterapkan oleh BPJS Kesehatan sangat baik dan memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat yang berkunjung ke kantor cabang.

Protokol-protokol pencegahan penularan virus Covid-19 sudah seharusnya kita lakukan untuk menghentikan penyebaran virus ini.

Apresiasi diberikan kepada tiap Kantor Cabang BPJS Kesehatan yang menerapkan protokol pencehagan seperti wajib cuci tangan dan pengecekan suhu tubuh sebelum masuk ke kantor BPJS Kesehatan.

Ditambah lagi adanya fasilitas skrining mandiri melalui Mobile JKN. Tambah maksimal pelayanan BPJS Kesehatan.

Beberapa pelayanan administrasi yang biasanya dapat dilakukan di Kantor Cabang maupun kantor kabupaten juga dapat diakses melalui aplikasi Mobile JKN dan BPJS Kesehatan Care Center 1500 400.

Melalui kanal tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat guna mencegah risiko penularan penyebaran virus Corona.

Selain skrining mandiri, aplikasi Mobile JKN juga menyediakan informasi dan layanan seperti pendaftaran peserta, pendaftaran online di faskes, konsultasi dokter, jadwal tindakan operasi, pendaftaran autodebet.

Informasi lokasi kantor BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan serta pengaduan keluhan juga dapat di akses melalui aplikasi Mobile JKN.

Rr/Jamkesnews

 

 

 




PLN Bantu Pemprov NTB Hadapi Covid-19

Untuk menunjang perekonomi masyarakat di tengah pandemi, Gubernur Zul uga meminta agar APD yang disalurkan merupakan hasil dari UKM UKM lokal yang terdapat NTB

MATARAM.lombokjournal.com – Kepeduian PT PLN membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB  mendapat apresiasi  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang secara langsung menerima bantuan alat pelindung diri (APD), masker dan hand sanitizer di ruang kerjanya, Senin (11/05/20).

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTB membantu Pemerintah Provinsi NTB dalam bentuk alat pelindung diri (APD), masker dan hand sanitizer itu, dalam upaya melawan dan memutuskan rantai penularan Covid-19.

“Saya mengucapkan rasa bangga dan apresiasi yang setingginya kepada pada teman-teman PLN, di tengah wabah corona, tanpa kenal lelah 24 jam terus bekerja untuk tetap menjamin dan memastikan, NTB dan indonesia menjadi tempat yang nyaman, menyenangkan dan lebih baik lagi,” ungkap Gubernur Zul.

Untuk menunjang perekonomi masyarakat di tengah pandemi, Gubernur Zul uga meminta agar APD yang disalurkan merupakan hasil dari UKM UKM lokal yang terdapat NTB.

Hal itu juga dinilai sebagai salah satu langkah dalam menekan angka kemiskinan di NTB.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTB, Rudi Purnomoloka mengapresiasi langkah Gubernur dalam memberdayakan produk lokal berkomitmen akan menggunakan produk lokal dalam penyaluran bantuannya.

Rudi menerangkan, bantuan CSR-nya untuk penanganan Covid-19 ini totalnya Rp385 juta. Untuk tahap pertama, yang diserahkan kepada pemprov yakni Rp75 juta, sisanya langsung disalurkan kepada unit-unit PLN yang ada di NTB.

Total ksseluruhan dari bantuan dari PLN Grup yang ada di NTB sejumlah Rp765 juta.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir juga Asisten 1 Setda Provinsi NTB, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTB.

AYA/HmsNTB