Diingatkan, Peran Penting Pers di Masa Pandemi

“Hasil pemantauan Isi siaran yang telah dilakukan oleh KPID NTB menunjukkan bahwa lembaga penyiaran telah membuat program siaran dan Iklan layanan masyarakat (ILM) terkait Covid-19 secara mandiri dan bahkan menggunakan bahasa lokal, “ kata Yusron Saudi

MATARAM.lombokjournal..com —  Para insan pers yang bertugas mencari informasi di lokasi pasien Covid-19 dan fasilitas kesehatan juga memiliki kerentanan terpapar.

Hal itu disampaikan Ketua KPID NTB Yusron Saudi, ST, M.Pd mengatakan itu dalam Seminar Nasional secara daring melalui aplikasi zoom, Rabu (13/05/20).

Yusron mengingatkan pentingnya peran pers dan lembaga penyiaran di masa pandemi Covid-19, terutama dalam menyajikan informasi, sosialisasi dan edukasi penanganan Covid-19 di masyarakat.

Dikatakan,  ada risiko besar yang dihadapi jurnalis lembaga penyiaran seperti televisi dan radio saat meliput berita terkait Covid-19.

Karena itu, KPID NTB telah mengeluarkan surat imbauan yang ditujukan kepada pimpinan lembaga penyiaran agar mengutamakan faktor kesehatan dan keselamat jurnalis, mengurangi kontak langsung dengan narasumber, mengoptimalkan penggunaan media online sebagai media utama komunikasi.

Lembaga publik juga didorong mengeluarkan press release baik dalam bentuk teks dan video untuk konsumsi publik melalui pers.

Adapun peran lembaga penyiaran dalam penanganan pandemi Covid – 19  kata Yusron, harus mengambil peran sebagai media informasi dan edukasi.

Radio dan televisi sebagai media mainstream dituntut memberikan informasi kredibel, update dan aktual.

Lembaga penyiaran juga harus menerapkan kode etik jurnalistik dan mematuhi peraturan Komisi penyiaran Indonesia tentang Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

“Hasil pemantauan Isi siaran yang telah dilakukan oleh KPID NTB menunjukkan bahwa lembaga penyiaran telah membuat program siaran dan Iklan layanan masyarakat (ILM) terkait Covid-19 secara mandiri dan bahkan menggunakan bahasa lokal, “ ujarnya

Lebih lanjut , Yusron menjelaskan bahwa lembaga penyiaran juga harus menjalankan fungsi pendidikan.

“Program belajar dari rumah yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan yang melibatkan TVRI juga patut diapresiasi” ujarnya.

Peran masyarakat

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM usai menyaksikan seminar tersebut via daring menyampaikan bahwa selain tenaga medis dan pers, masyarakatlah yang juga memiliki peran yang sangat penting dalam melawan Covid-19.

“Masyarakat adalah garda terdepan yang memiliki peran sangat penting dalam penanganan Covid-19. Apapun bentuk kebijakan yang dibuat pemerintah, bagaimana canggih dan hebatnya alat medis, dan gencarnya media mensosialisasikan kebijakan  akan sia-sia jika masyarakat tidak mengikuti imbauan dan kebijakan pemerintah.” ujarnya.

“Ayo, kita pakai masker untuk mencegah penularan virus Corona ini. Maskerku melindungimu, maskermu melindungiku,” ajaknya.

AYA/HmsNTB




UPDATE : Hari Kamis, 14 Mei,  Bertambah 6 Pasien Positif Covid-19, 33 Pasien Sembuh

Masih adanya tambahan pasien yang positif Covid-19,  mengharuskan kita semua untuk tetap disiplin, tetap menerapkan  protokol pencegahan Covid-19, mengikuti seluruh anjuran dan himbauan pemerintah

MATARAM.lombokjournal.com – Laboratorium RSUD Provinsi NTB, Laboratorium RS Unram, dan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark mengkonfirmasi, adanya tambahan 6 pasien  positif Covid-19, dan terdapat penambahan 33 orang yang dinyatakan sembuh.

Dalam press release hari Kamis (14/05/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat,  Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 233 sampel swab dengan hasil 211 sampel negatif, dan 16  sampel positif ulangan serta 6 (lima) sampel kasus baru positif Covid-19.

Adanya tambahan 6 (enam) kasus baru terkonfirmasi positif, 33 tambahan sembuh baru dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (14/5/2020) sebanyak 356 orang.

Rinciannya 183 orang sudah sembuh, 7 (tujuh) meninggal dunia, serta 166 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hal itu dilakukan Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19.

Lalu Gita Ariadi

Lonjakan pasien sembuh

“Angka pasien sembuh baru hari ini sebanyak 33 orang merupakan kabar yang menggembirakan bagi kita semua,” kata Lalu Gita Ariadi.

Total pasien yang sembuh sebanyak 183 orang atau 51,4 persen dari total pasien positif Covid-19 sebanyak 356 orang.

Menurut Lalu Gita, meski terjadi angka lonjakan pasien yang sembuh hari ini, namun setiap hari juga masih terjadi tambahan kasus positif baru dengan jumlah yang tidak sedikit.

“Meskipun trendnya mengalami penurunan,” katanya.

6 PASIEN POSITIF COVID-19, 24 PASIEN SEMBUH

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 351, an. Tn. AN, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 218. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Timur dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 352, an. Ny. N, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Labuan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 156. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Timur dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 353, an. Ny. F, perempuan, usia 27 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 312. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 354, an. Ny. A, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 309. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 355, an. Nn. U, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Sai, Kecamatan Suromandi, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Tangerang Banten. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 356, an. Tn. MEE, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Sanolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Ponorogo Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.

Hari Kamis (14/05) terdapat penambahan 33 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 44, an. Ny. R, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 121, an. Tn. JH, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Nowa, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  3. Pasien nomor 122, an. Tn. AH, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa Nowa, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  4. Pasien nomor 124, an. Tn. K, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu;
  5. Pasien nomor 125, an. Tn. S, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu;
  6. Pasien nomor 127, an. Tn. A, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Soriutu, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu;
  7. Pasien nomor 128, an. Tn. S, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Nusa Jaya, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu;
  8. Pasien nomor 130, an. Tn. A, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  9. Pasien nomor 131, an. Tn. M, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Desa Kapasi Meci, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu;
  10. Pasien nomor 135, an. Tn. A, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu;
  11. Pasien nomor 136, an. Tn. AS, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Nowa, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  12. Pasien nomor 137, an. Tn. L, laki-laki, usia 43 tahun, penduduk Desa Hu’u, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu;
  13. Pasien nomor 138, an. Tn. R, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Simpasai, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  14. Pasien nomor 140, an. Tn. S, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Doropeti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu;
  15. Pasien nomor 141, an. Tn. KJ, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Kelurahan Dorotangga, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  16. Pasien nomor 142, an. Tn. F, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu;
  17. Pasien nomor 154, an .Tn. M, laki-laki, usia 63 tahun, penduduk Desa Kuang, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat;
  18. Pasien nomor 178, an. Tn.S, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat;
  19. Pasien nomor 183, an. Tn. I, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  20. Pasien nomor 184, an. Tn. R, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu;
  21. Pasien nomor 185, an. Tn. J, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu;
  22. Pasien nomor 186, an. Tn. W, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Nangakara, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu;
  23. Pasien nomor 187, an. Tn. J, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Tambora, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu;
  24. Pasien nomor 188, an. Tn. RH, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Pekat, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu;
  25. Pasien nomor 189, an. Tn. MSR, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Desa Pekat, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu;
  26. Pasien nomor 190, an. Tn. APR, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Doromelo, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu;
  27. Pasien nomor 215, an. Tn. AA, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  28. Pasien nomor 218, an. Ny. E, perempuan, usia 40 tahun, penduduk Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur;
  29. Pasien nomor 283, an. An. MYK, laki-laki, usia 2 tahun, penduduk Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram;
  30. Pasien nomor 285, an. An. MRM, laki-laki, usia 11 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram;
  31. Pasien nomor 310, an. Tn. M, laki-laki, usia 56 tahun, penduduk Desa Moyot, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur;
  32. Pasien nomor 311, an. Ny. T, perempuan, usia 80 tahun, penduduk Desa Terara, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur;
  33. Pasien nomor 339, an. An. RH, laki-laki, usia 10 tahun, penduduk Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi NTB mengigatkan, masih adanya tambahan pasien yang positif Covid-19,  mengharuskan kita semua untuk tetap disiplin.

“Dengan tetap menerapkan  protokol pencegahan Covid-19, mengikuti seluruh anjuran dan himbauan pemerintah, tetap tinggal di rumah, memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir,” pesan Lalu Gita Ariadi.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB  di nomor 0818 0211 8119. 




Layanan Cepat BPJS Kesehatan untuk Pendaftaran Bayi

Pelayanan khusus ini menurut saya cukup baik diterapkan BPJS Kesehatan, dari pihak peserta lainnya bisa dengan mudah mengakses layanan lewat online dari rumah

lombokjournal.com —

MATARAM  ;     Kesehatan tetap menjalankan pelayanan khusus di Kantor Cabang dan kantor kabupaten/kota, dengan tetap menjalankan prosedur kesehatan di masa pandemic Covid-19.

Untuk layanan yang sifatnya tidak segera, masyarakat maupun peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dapat melakukan layanan secara online melalui aplikasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan Care Center 1500400 maupun Layanan Chika melaui media sosial Whatsapp, Telegram dan Facebook Massenger.

Meskipun begitu, di Kantor Cabang dan kantor kabupaten/kota tetap memberikan pelayanan prima kepada peserta yang berkunjung sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Salah satu peserta JKN-KIS, Heru (30), yang melakukan kunjungan ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan, Selasa (12/05) untuk mendaftarkan kelahiran bayi pertamanya, menceritakan pengalamannya tetap merasakan pelayanan dari petugas.

“Alhamdulillah, kepengurusan pendaftaran bayi saya lancar. Di tengah pandemi ini kami sempat was-was menghindari berkumpul di keramaian sebenarnya, tapi karena jaminan kesehatan itu penting saya yakinkan diri untuk mengurus ke kantor BPJS Kesehatan,”ujarnya kepada tim Jamkesnews.

Setelah mengetahui bahwa layanan pendaftaran bayi baru lahir masuk dalam layanan yang mengharuskan ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan, Heru pun mendapatkan layanan tersebut dengan cepat tanpa mengalami kendala.

Heru  merasa berterima kasih kepada BPJS Kesehatan karena tetap memberikan layanan yang terbaik kepada pesertanya.

Menurutnya, pelayanan khusus ini menurut saya cukup baik diterapkan BPJS Kesehatan, dari pihak peserta lainnya bisa dengan mudah mengakses layanan lewat online dari rumah.

Dan untuk peserta yang membutuhkan layanan yang hanya bisa ditangani di kantor seperti saya ini tetap merasakan aman dan nyaman saat berkunjung karena berkurangnya antrean.

“Yang terpenting keramahan, ketanggapan dari petugasnya memuaskan, pelayanannya tetap maksimal,” ungkap Heru setelah menyelesaikan kepengurusannya.

Rr




BPJS Kesehatan Beri Kelonggaran Penunggak Iuran

Besaran iuran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sesuai dengan usulan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Mahkamah Agung (MA)

lombokjournal.com —

JAKARTA  ;        Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan, sebagai dukungan  tanggap Covid-19, tahun 2020 peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang menunggak dapat mengaktifkan kepesertaan kembali, hanya dengan melunasi tunggakan iuran selama paling banyak 6 bulan.

“Sisa tunggakan, apabila masih ada, akan diberi kelonggaran pelunasan sampai dengan tahun 2021, agar status kepesertaaannya tetap aktif. Untuk tahun 2021 dan tahun selanjutnya, pengaktifan kepesertaan harus melunasi seluruh tunggakan sekaligus,” ujar Iqbal dalam siaran pers yang diterima media, Rabu (13/05/20).

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan memberikan kelonggaran bagi para peserta yang menunggak iuran selama maksimal 6 bulan.

Pemerintah resmi menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) No.64/2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Perpres itu mengatur mengenai penyesuaian besaran iuran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Beleid tersebut diteken oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa, 5 Mei 2020.

Iqbal mengatakan, besaran iuran JKN-KIS peserta PBPU dan BP/Mandiri untuk Januari, Februari, dan Maret 2020, masih akan mengikuti Perpres Nomor 75 Tahun 2019, yaitu Rp160.000 untuk kelas I, Rp110.000 untuk kelas II, Rp42.000 untuk kelas III.

Namun untuk bulan April, Mei, dan Juni 2020, besaran iurannya mengikuti Perpres No.82 Tahun 2018, yaitu Rp 80.000 untuk kelas I, Rp 51.000 untuk kelas II, dan Rp 25.500 untuk kelas III.

“Per 1 Juli 2020, iuran JKN-KIS bagi peserta PBPU dan BP disesuaikan menjadi Rp 150.000 untuk kelas I, Rp 100.000 untuk kelas II, dan Rp 42.000 untuk kelas III,” ujar Iqbal.

Iqbal menambahkan pemerintah juga menetapkan kebijakan khusus untuk peserta PBPU dan BP kelas III. Tahun 2020, iuran peserta PBPU dan BP kelas III tetap dibayarkan sejumlah Rp 25.500. Sisanya sebesar Rp 6.500, diberikan bantuan iuran oleh pemerintah.

“Kemudian, pada 2021 dan tahun berikutnya, peserta PBPU dan BP kelas III membayar iuran  Rp35.000, sementara pemerintah tetap memberikan bantuan iuran sebesar Rp7.000,” katanya.

Di samping itu, dia menegaskan bahwa besaran iuran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sesuai dengan usulan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Mahkamah Agung (MA).

“Perlu diketahui juga, Perpres yang baru ini juga telah memenuhi aspirasi masyarakat seperti yang disampaikan wakil-wakil rakyat di DPR RI, khususnya dari para Anggota Komisi IX, untuk memberikan bantuan iuran bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)/mandiri dan Bukan Pekerja kelas III,” ujarnya.

Rr/BPJS Kesehatan




Hj.Niken Harap Anak-anak di BRSAMPK “Paramita” Tetap Semangat dan Kreatif

Masyarakat NTB diminta ikut andil dan berpartisipasi memberikan sentuhan kasih sayang kepada anak-anak di Balai Rehabilitasi Sosial Anak

MATARAM.lombokjournal.com — Para pengurus dan warga Balai Rehabilitasi Sosial Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) “Paramita” di Mataram diberikan motivasi oleh Ketua TP.PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah SE, MS.c, agar tetap semangat dan kreatif dalam menjalani hidup sehari-hari, terlebih di bulan Ramadhan ini.

Hj. Niken mengunjungi BRSAMPK “Paramita”, Kamis (14/05/20), usai mengunjungi Balai Sosial Lanjut Usia  (BLSU) Mandalika.

Ia mengatakan sangat senang karena melihat banyak perubahan positif di Balai ini.

Anak-anak di BRSAMPK “Paramita” dinilai sudah banyak melakukan kreatifitas yang membanggakan, sehingga apa yang telah dilakukan selama ini diharapkan agar tetap terjaga dengan baik.

Selain memberi motivasi, dalam kesempatan tersebut TP. PKK NTB membawa bantuan untuk anak-anak serta bayi yang ditampung di Balai ini.

“Mudah-mudahan mereka segera mendapatkan keluarga yang bisa memberikan kasih sayang, perhatian dan membesarkan mereka menjadi orang yang berguna,” ungkapnya.

Kepala BSRAMPK “Paramita” Ketut Supena berterimakasih kepada Ketua PKK NTB bersama Pokja I yang sudah mengunjungi anak-anak Balai.

“Terimakasih kedatangan Ibu Gubernur, yang sangat memperhatikan anak-anak yang ada di balai ini”, ucap Ketut Supena. Hal ini membuktikan, Ketua TP. PKK sangat peduli terhadap keberadaan anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus. Mudah-mudahan dengan dukungan  ini kami terus semangat mencapai kapabilitas sosial, tentunya dukungan selalu kami harapkan,” kata Ketut Supena.

Ia berharap anak-anak yang kini ada di BRSAMPK “Paramita” menjadi anak yang baik yang memiliki kapabilitas sosial dan responsibilitas sosial di masyarakat.

Hj. Niken Saptarini Widyawati

Kelak mereka diharapkan memiliki kemandirian secara ekonomi.

BACA JUGA ;  Hj Niken Kunjungi Panti Sosial Lanjut Usia di Mandalika

Saat yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana  (DP3AP2KB) NTB Hj. Putu Selly Andayani, meminta kepada masyarakat NTB agar ikut andil dan berpartisipasi memberikan sentuhan kasih sayang kepada anak-anak di Balai ini.

“Berikanlah kasih sayang kepada anak-anak kita di sini. Jangan ada kehamilan yang tidak dikehendaki. Semoga ibu-ibu di NTB menjadi ibu-ibu yang hebat di masa depan,” ujar Selly.

AYA/HmsNTB




Ditandatangani Kerjasama Gubernur dan BPKP, Untuk Pengawasan Dana Covid-19

Hal ini merupakan langkah antisipatif Pemprov NTB untuk mengurangi risiko kesalahan penggunaan anggaran

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah kembali menandatangani kerjasama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB dalam pengawasan penggunaan penggunaan dana untuk Covid-19 di NTB, Kamis (14/5/2020).

Sebeumnya, hari Rabu (13/05/20), Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melakukan kerjasama terkait penanganan dan ketertiban Covid-19 dengan Kepolisian Daerah NTB.

Gubernur Zul bersama Dra. Dessy Adin, M.M, M.Si

Kerjasama dilakukan sebagai langkah Pemprov mengawasi dengan ketat penggunaan anggaran untuk Covid-19 di wilayah NTB, sehingga penggunaan dana dapat efektif dan efisien sesuai dengan regulasi dan perundang – undangan yang berlaku.

Hal ini merupakan langkah antisipatif Pemprov NTB untuk mengurangi risiko kesalahan penggunaan anggaran.

Penyerahan nota kerjasama dilaksanakan di Ruang Rapat Utama Setda Provinsi NTB, Kamis (14/5).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Pelantikan Kepala Perwakilan BPKP NTB yang baru, Dra. Dessy Adin, M.M, M.Si.

Gubernur NTB melantik Kepala BPKP yang baru dalam kapasitasnya sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Pusat di daerah (NTB).

Pelantikan didasarkan Surat Keputusan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan  Nomor KEP-166/K/SU/2020 tentang Pengangkatan dan Pemindahan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan BPKP.

Kepala BPKP yang baru sebelumnya menjabat Koordinator Pengawasan Kelompok Jabatan Fungsional Auditor Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Pusat pada Perwakilan BPKP Provinsi Sumatera Barat di Padang.

“Selamat atas Pelantikannya, semoga mampu mengemban tugas dan amanah yang baru dengan sebaik-baiknya,” pesan Gubernur Zul  yang didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi.

Gubernur Zul juga optimis, Kepala Perwakilan BPKP yang baru dapat meningkatkan kinerja BPKP lebih baik,khususnya dalam masa pendemi Covid-19. “kita optimis kinerja BPKP akan lebih baik, demi kesejahteraan masyarakat NTB” tutup Gubernur.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan laporan hasil pemeriksaan BPKP Semester II thn 2019 oleh Kepala Perwakilan BPKP NTB yang baru kepada Gubernur NTB.

Turut menyaksikan secara daring kesempatan tersebut, Kepala BPKP RI, Muhammad Yusuf Ateh dan Pejabat lama Kaper BPKP Dr. Agus Puruhita Arga Purnomo Widodo.

AYA/HmsNTB




Wagub Paparkan Penanganan Covid-19 di NTB, Pada Para Awardee Beasiswa NTB

“Sekeras apa pun usaha pemerintah melawan Covid 19, tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat menjalankan protrokol kesehatan, semua tak akan berarti. Kesadaran kita bersama adalah suatu  berkah yang indah bagi kehidupan,” kata Hj Sitti Rohmmi

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah memberikan materi kuliah umum secara daring kepada para awardee beasiswa NTB di luar negeri terkait penanganan wabah Covid-19 pada Kamis (14/5/2020).

Pada kuliah umum yang diinisiasi oleh awardee di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) itu Wakil Gubernur secara umum memaparkan penanganan Covid-19 di NTB.

“Peran masyarakat adalah hal terpenting dalam penanganan Covid-19 ini. Kerja keras pemerintah tidak akan bisa maksimal jika masyarakat tidak ikut berperan dalam penanganan wabah Covid-19 ini,” kata Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi.

Peran yang dimaksud, adalah pentingnya kedisiplinan masyarakat untuk mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan pemerintah guna mencegah penularan virus ini.

Peran yang sangat penting dilakukan yaitu tetap menjaga jarak (physical distancing), memakai masker,

Wagub memaparkan sejumlah upaya pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 ini. Ia menjelaskan, pemerintah Provinsi NTB melaksanakan tiga tahap dalam penanganan pandemi ini.

“Pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran Covid -19 ini, kita bagi menjadi tiga bagian, melakukan proteksi, melakukan deteksi, kemudian melakukan respon,” ungkapnya.

Proteksi dilakukan dalam bentuk gerakan hidup sehat, sosialisasi dan edukasi yang massif terkait Covid -19, dan menyiapkan masker bagi masyarakat.

Untuk pendeteksian, pemerintah menyediakan tiga laboratorium dalam daerah yaitu di rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB, di Rumah Sakit Unram dan STP Sumbawa.

Laboratorium di rumah sakit ini mampu melakukan pemeriksaan hingga 264 pemeriksaan per hari, sehingga keluar angka yang jelas terkait jumlah kasus Covid-19 di Provinsi NTB.

Pemerintah kemudian melaksanakan respon dengan menyiapkan 20 tempat karantina dan isolasi yang tersebar di beberapa wilayah di NTB ini.

“Jika ada kasus, cepat kita deteksi cepat kita lokalisir, cepat kita lakukan penanganan. Penanganan tersebut dilakukan sesuai standar. Kita siapkan 20 tempat karantina dan isolasi, selain adanya rumah sakit. Untuk masyarakat yang rapid tesnya reaktif, ini sangat membantu untuk mempercepat pemutusan mata rantai Covid-19,” papar Wagub.

Dikatakan, dalam melaksanakan penanganan ini, pemerintah mempunyai beberapa kendala. Di antaranya, masyarakat  yang kurang kooperatif tidak mau memeriksakan diri, tidak melakukan isolasi mandiri.

Dan pada beberapa kasus orang takut memeriksakan diri karena stigma negatif terhadap pasien Covid-19.

Di akhir penyampaiannya, Wagub minta  seluruh peserta kuliah umum dan masyarakat luas agar tetap mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan pemerintah untuk kepentingan bersama.

“Sekeras apa pun usaha pemerintah melawan Covid 19, tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat menjalankan protrokol kesehatan, semua tak akan berarti. Kesadaran kita bersama adalah suatu  berkah yang indah bagi kehidupan,” kata Hj Sitti Rohmmi.

AYA/HmsNTB




Hj Niken Kunjungi Panti Sosial Lanjut Usia di Mandalika

“Panti sosial harus diprioritaskan, karena didalamnya ada orang tua-orang tua kita yang butuh perhatian dan kasih sayang kita semua,” kata Hj Niken

MATARAM.lombokjournal.com —  Ketua TP PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, meninjau dan menyerahkan paket  bantuan kepada para lansia di  Panti Sosial Usia Lanjut (PSLU) Mandalika Mataram NTB, Kamis (14/05/20).

Dalam kunjungan itu, Hj Niken juga ingin memastikan, penghuni  panti sosial mendapat pelayanan yang baik di tengah  pandemi Covid-19.

Menurut Hj. Niken, di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, biasanya perhatian orang terhadap  panti sosial minim.

Karena itu, TP PKK NTB, berinisiatif mengunjungi dan memberikan bantuan kepada orang tua-orang tua lanjut usia yang ada di PSLU dan panti sosial lainnya.

Apalagi untuk sementara PSLU Mandalika melarang adanya kunjungan keluarga guna memutus penularan Covid-19.

Hj Niken mengatakan, kunjungannya merupakan bentuk perhatian kita, bagaimana melihat langsung pelayanan dan aktivitas di rumah panti, baik itu dalam hal penanganan lansia maupun sarana prasarana yang tersedia.

“Kita berikan perhatian kepada orang tua kita, apalagi sekarang bulan suci Ramadhan,” kata Istri Gubernur NTB yang akrab disapa Bunda Niken ini.

Bunda Niken mengajak pemerintah dan semua pihak untuk dapat memberikan perhatian khusus serta membantu memenuhi kebutuhan dan fasilitas-fasilitas yang diperlukan oleh para lansia dan orang-orang yang hidup dan bergantung pada panti sosial.

Secara khusus Bunda Niken meminta Kepala Dinas Sosial, H. Ahsanul Khalik, S. Sos., M.H., yang ikut mendampingi beserta seluruh jajarannya, agar dapat memberikan pelayanan dengan penuh perhatian dan kasih sayang kepada para orang tua lansia yang ada di panti jompo.

“Panti sosial harus diprioritaskan, karena didalamnya ada orang tua-orang tua kita yang butuh perhatian dan kasih sayang kita semua. Mereka orang tua kita, perlakukan mereka dengan sebaik-baiknya,” pinta Bunda Niken yang sekaligus juga Ketua Dekranasda NTB.

Butuh perhatian

Kadis Sosial NTB, pada kesempatan tersebut juga mengajak semua pihak untuk memberikan perhatian kepada para lanjut usia.

Ia menjelaskan, semua manusia pasti akan menua, yang pada saatnya nanti juga butuh perhatian. Menurutnya, bagi orang yang memasuki usia senja, hanya membutuhkan perhatian dan didengar saja.

Lebih lanjut, mantan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB ini menerangkan, rombongan TP. PKK NTB yang dipimpin Hj. Niken dapat menjadi contoh untuk semua pihak.

Yaitu ikut peduli dalam meringankan beban material dan spiritual penghuni panti sosial. Apalagi di bulan Ramadhan di tengah pandemi Covid-19.

BACA JUGA ;   Hj.Niken Harap Anak-anak di BRSAMPK “Paramita” Tetap Semangat dan Kreatif

“Kegiatan Ibu Gubernur ini menjadi tauladan bagi semua pihak. Memperhatikan kebutuhan material maupun batiniah orang lanjut usia ini,” katanya.

Senada dengan Kadis Sosial, Hj. Gustini Widjaningsih, S.Sos, M.Pd., Kepala PSLU Mandalika mengapresiasi kunjungan Ketua TP PKK Provinsi NTB.

Ia meminta agar pelayanan  panti sosial di tengah dampak Covid-19 agar bisa lebih diperhatikan.

“Panti sosial itu ibarat rumah sakit. Mengurus banyak orang yang di dalamnya ada kehidapan sosial kemasyarakatan bagi warga  berjumlah 85 orang lansia dan pegawai serta pelayannya,”terangnya.

Hj. Gustini berharap, pemerintah maupun pihak lain juga terus ikut membantu.

Menurut keterangannya, beberapa kebutuhan yang diperlukan PSLU Mandalika saat ini adalah sarung tangan karet, pamper lansia termasuk perbaikan infrastruktur, seperti rehab dan perbaikan kamar mandi.

Kunjungan rombongan TP.PKK NTB kali ini menyerahkan sebanyak 85 paket berisi biskuit, pempers, sarung, susu dan masker.

Usai menyerahkan bantuan, rombongan meninjau sejumlah fasilitas pelayanan yang ada di panti jompo.

edy@diskominfotikntb




Tim Satgas Gugus Tugas Covid-19 Batukliang Lakukan Razia Masker

Bila pengendara kendaraan tidak menggunakan masker, mereka diberikan peringatan, dan dibagikan masker

LOTENG.lombokjournal.com —  Satgas Covid-19 Kecamatan Batukliang melakukan razia masker , sekaligus dan membagikan masker terhadap pengguna jalan lampu merah perempatan Mantang Desa, Mantang Kecamatan Batukliang Lombok Tengah, Rabu (13/05.20).

Camat Batukliang H. Suhartono bersama Danramil 1620-07/Batukliang, Kapten Inf Lalu Mas’ud dan Kapolsek Batukliang Iptu Gede Gisi Yasa SH., beserta anggota dan Satpol PP Kecamatan menghentikan pengguna kendaraan baik roda dua maupun roda empat untuk memastikan pengendara menggunakan masker.

Dandim 1620/Loteng Letkol Czi Prastiwanto, SE., M.I.Pol., di sela-sela kesibukannya membenarkan dan mengapresiasi langkah positif Satgas Covid-19 di wilayah mengingat penyebaran Covid-19 masih terjadi.

“Ini langkah positif Sub Satgas Covid-19 untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan saling mengingatkan,” ujarnya.

Prastiwanto mengatakan, bila pengendara kendaraan tidak menggunakan masker, mereka diberikan peringatan, dan dibagikan masker. Harapannya, maskernya tetap digunakan di manapun berada terutama saat keluar rumah.

Prastiwanto juga menginstruksikan pihaknya bersama Satgas Covid-19 aktif memberikan imbauan dan mengingatkan masyarakat akan kesehatan dan keselamatan, sehingga dapat menekan jumlah warga terpapar virus corona khususnya di Kabupaten Lombok Tengah.

AYA




292 Mahasiswa  Asal NTT dan Papua Mendapat Bantuan Sosial

Pemerintah Provinsi NTB akan selalu siap melayani dan memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi semua orang

MATARAM.lombokjournal.com — Sebanyak 292 mahasiswa mahasiswa NTT dan Papua yang menuntut ilmu di Mataram, diberikan bantuan sosial,  Rabu (13/05/20) sore.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH menyerahkan bantuan sosial itu di Asrama Mahasiswa NTT.

Berdasarkan data Dinsos NTB, bantuan yang diserahkan pada hari ini pun sama jumlahnya dengan mahasiswa yang ada, yakni 292 paket bantuan.

Gubernur Zul mengaku senang dapat bertatap muka dengan banyaknya mahasiswa NTT yang tengah mengenyam pendidikan di NTB.

Ia mengajak para mahasiswa yang berasal dari sejumlah wilayah NTT itu untuk selalu bersyukur karena mampu menuntut ilmu keluar daerahnya, sehingga dapat memperoleh pengalaman yang begitu banyak.

“Oleh karena itu, dengan hadirnya kita disini kita jadi mengerti betapa rindu pada kampung halaman itu suatu hal yang istimewa,” tutur Gubernur yang akrab disapa Bang Zul tersebut.

Bagi Bang Zul, NTB adalah rumah bagi semua orang. Untuk itu ia menjamin bahwa Pemerintah Provinsi NTB akan selalu siap melayani dan memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi semua orang.

“Kalau teman-teman merasa kesulitan atau jika ada yang perlu kita bantu, kami dari pemerintah daerah dengan senang hati untuk melayani teman-teman semua,” pungkasnya.

Bantuan yang diberikan pada hari ini terasa begitu berarti bagi mahasiswa NTT. Mereka gembira karena begitu diperhatikan oleh pemerintah dan masyarakat di tempat mereka belajar.

Hal tersebut diucapkan langsung oleh Manuel Wandikbo yang berasal dari Papua.

“Kami dari mahasiswa Papua yang kuliah di Mataram mengucapkan terima kasih kepada bapak Gubernur NTB beserta Dinas Sosial NTB atas bantuannya,” ucapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Jonatan, yang juga merupakan  mahasiswa asal NTT. Kepada Gubernur Zul dan Dinas Sosial Provinsi NTB, ia bersyukur dapat dikunjungi oleh orang nomor satu di NTB itu.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Dinas Sosial dan pak Gubernur yang telah datang berkunjung ke tempat kami,” ucapnya.

AYA/HmsNTB