Gugus Tugas KLU Melakukan Penanganan Medis

Sampai dengan hari Selasa (19/05), jumlah Kasus Positif sebanyak 21 orang, sembuh 14 orang.

TANJUNG.lombokjournal.com –  Rangkaian pelayanan medis telah dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease (Covid-19) Kabupaen Lombok Utara (KLU), untuk pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) di Kabupaten Lombok Utara.

Koordinator Bidang Kehumasan/Juru Bicara  Covid-19 KLU, Evi Winarni, M.Si mengungkapkan itu dalam konferensi pers yang dihadiri watawan KLU, dengan tema ‘Perkembangan Penanganan COVID-19 di KLU’ di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Selasa (19/05/20).

Pelayanan medis  dilakukan Gugus Tugas KLU di dua lokasi, yaitu di RSUD Tanjung dan di Unit Layanan Karantina.

Ketentuan yang diberlakukan, bagi pasien reaktif dan positif Covid-19 disertai dengan penyakit penyerta yang didiagnosis memberatkan, anak-anak, bayi, dan lansia, ditempatkan di ruang isolasi biasa RSUD Tanjung.

Sedang bagi pasien reaktif dan positif Covid-19 yang tidak menunjukkan gejala penyakit penyerta serta tidak termasuk bayi, anak-anak dan lansia, di tempatkan di Unit Layanan Karantina.

“Saat ini Unit Layanan Karantina dalam keadaan kosong/tidak merawat,” kata Evi.

Positif Covid-19

Evi Winarni

Plt. Asisten Administrasi Umum Setda KLU itu menjelaskan,  di RSUD Tanjung masih merawat 10 orang dengan rincian 7 orang di antaranya positif Covid-19, dan 3 orang lainnya Reaktif serta menunggu hasil Swab kedua.

“Dari pemeriksaaan Swab,  14 Mei, sejumlah 34 orang yang hasilnya keluar tanggal 16 Mei, positif 3 (iga) Swab ulangan, dan terdapat 4 (empat) kasus baru positif Covid-19.  Sebanyak 16 orang dinyatakan negatif, 2 (dua) di antaranya dinyatakan positif,” jelas Evi.

Menurutya,  sampai dengan hari Selasa (19/05), jumlah Kasus Positif sebanyak 21 orang, sembuh 14 orang.

Dan masih dalam perawatan sebanyak 7 orang yang saat ini berada di RSUD Tanjung,  4 (empat) orang di antaranya penambahan terdampak baru.

Rincian 4 (empat) orang kasus positif baru, masing-masing adalah;

  1. Pasien nomor kode 362 Ny “IS” umur 55 tahun, alamat Dasan Lendang, Anyar Bayan, merupakan kontak dari 211.
  2. Pasien nomor kode 363 An “IR” umur 10 tahun, alamat Dasan Lendang, Anyar Bayan, merupakan kontak dari 211.
  3. Pasien nomor kode 364 Ny “ S” umur 27 tahun, alamat Embar Embar, Akar Akar Bayan, merupakan kontak dari 214.
  4. Pasien nomor kode 365 Tn “ S” umur 61 tahun alamat Embar Embar, Akar Akar Bayan, merupakan kontak dari 214.

Dijelaskan Evi, jumlah yang sudah di lakukan RDT sebanyak 1740 orang dengan hasil Reaktif 101 orang dan Non reaktif 1639 orang.  Total RDT sejumlah 2480 test, dan saat ini ketersediaan RDT di Dinas Kesehatan masih tersisa sejumlah 740.

Perkembangan penanganan Covid-19 pertanggal 18 Mei 2020 di KLU;

  1. ODP (Orang Dalam Pemantauan) : 65 orang (isolasi mandiri);
  2. OTG (Orang Tanpa Gejala) : 432 orang (isolasi mandiri);
  3. PDP (Pasien Dalam Pengawasan) : 15 orang (isolasi mandiri);
  4. Positif : 21 orang;
  5. Sembuh : 14 orang.

Bantuan dari Intansi dan Donatur

Pendistribusian masker telah dilakukan di beberapa tempat, antara lain;

  1. Distribusi dalam giat tempat umum = 6.372 pcs;
  2. Desa di kec pemenang = 12.896 pcs;
  3. Desa di kec. Bayan = 26.000 pcs;
  4. Desa di Kayangan = 25.780;
  5. Desa di kec. Gangga = 14.300 pcs;
  6. Desa ke kec. Tanjung = 16.900

“Hingga kini total pendistribusian masker sebanyak 102.248 pcs,” kata Evi.

Juru Bicara Gugus Tugas KLU itu juga merinci bantuan yang disalurkan. Antara lain, pemberian sembako oleh Dinas Sosial kepada keluarga pasien yang reaktif dan positif sebanyak 168 paket sembako.

Pada tanggal 14 Mei 2020 telah dilaksanakan kegiatan pembagian Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) secara simbolis oleh Bupati KLU kepada masyarakat sejumlahh 335 KK.

Layanan terhadap pasien positif Covid-19 dan ODP reaktif pada Unit Layanan Karantina di laboraturium secara teratur, dari mulai layanan medis, layanan tempat, maupun layanan kuliner bagi yang terdampak Covid-19.

“Pemda Lombok Utara juga menyalurkan bantuan yang bersumber dari lembaga maupun instansi swasta, seperti pemberian sembako dari Islamic Relief yang diberikan kepada anak-anak yatim piatu di Desa Sambiq Bangkol,” ungkap Evi.

Selain itu, tanggal 16 dan 17 Mei, telah disalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos RI oleh PT. Pos Indonesia Kec. Tanjung dan petugas pos Provinsi Mataram untuk 502 orang warga Desa Tanjung dan 679 warga Desa Bentek, dengan jumlah Rp. 600.000,- per KK

“Berdasarkan hasil refocusing II APBD KLU terjadi penurunan BTT untuk pencegahan dan penanganan Covid-19, dari yang awalnya Rp. 65.143.766.544,- menjadi Rp. 40.417.405.905,-,” kata Evi.

BACA JUGA ;  Gugus Tugas KLU Menjelaskan Kegiatan Berkala Penanganan Covid-19

Bantuan lainnya yang telah diterima berupa bantuan alat pelindung diri (APD) dari Tambak Udang PLN.

Gugus Tugas KU menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang berkontribusi bagi kemanusiaan. Bersama mencegah Covid-19 di KLU dengan tetap bekerja profesional dan tangguh untuk kemanusiaan.

“Mari cegah penyakitnya, tidak mengucilkan penderitanya.,’ kata Evi.

Rr/humasproKLU




Gugus Tugas KLU Menjelaskan Kegiatan Berkala Penanganan Covid-19

Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar  melakukan roadshow bersama Satgas Covid-19 KLU di Kec. Bayan, Kayangan dan Akar Akar, memberikan alat perlindungan diri (APD) di Puskesmas Bayan,  serta berkunjung ke Ponpes Tahfiz Qur’an memberikan sembako dan bingkisan

TANJUNG.lombokjournal.com — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease (Covid-19) Kabupaen Lombok Utara (KLU) menjelaskan rangkaian kegiatan  sepekan sebelumnya, dalam pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) di Kabupaten Lombok Utara.

Penjelasan itu disampaikan dalam konferensi pers yang dihadiri watawan KLU, dengan tema ‘Perkembangan Penanganan COVID-19 di KLU’ di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Selasa (19/05/20).

Evi Winarni

Koordinator Bidang Kehumasan/Juru Bicara  Covid-19 KLU, Evi Winarni, M.Si yang didampingi Kabag Humas dan Protokol Setda KLU, mengungkapkan kegiatan berkala yang telah dilakukan.

Tanggal 9-15 Mei 2020, Gugus Tugas KLU melaksanakan  pengamanan dan pengecekan suhu tubuh pada 3 kawasan perbatasan KLU, yaitu Pusuk Pas, Klui Malaka dan Loloan Bayan.

“Pada periode tanggal yang sama, juga telah dilaksanakan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum yang ada di Lombok Utara,” jelasnya.

Penyuluhan tentang penyebaran pandemi Covid-19, penertiban penataan jarak lapak antarpedagang di Pasar Tanjung, Pasar Pemenang dan Pasar Gondang, juga dilaksanakan pada periode tanggal yang sama.

Di Pelabuhan Bangsal dilakukan kontrol keluar masuknya masyarakat lokal yang menyebrang ke tiga Gili.

“Saat itu, sekaligus disosialisasikan imbauan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker,” kata Evi.

Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar  melakukan roadshow bersama Satgas Covid-19 KLU di Kec. Bayan, Kayangan dan Akar Akar, tanggal 8 Mei 2020.

Dalam kunjungan tersebut Bupati Najmul Akhyar  memberikan alat perlindungan diri (APD) di Puskesmas Bayan,  serta berkunjung ke Ponpes Tahfiz Qur’an untuk memberikan sembako dan bingkisan.

Bupati Lombok Utara bersama SKPD KLU,  11 Mei, juga melakukan kunjungan ke Puskesmas Santong, Kayangan dan Dangiang, sekaligus menyerahkan Bansos secara simbolis kepada masyarakat di Puskesmas Santong, Kayangan dan Desa Dangiang.

Personil Gugus Tugas KLU, tanggal 9 Mei, melakukan giat patroli serta memberikan imbauan kepada security dan pemilik cafe di Gili Trawangan, agar selalu menerapkan SOP Covid-19.

Kegiatan serupa dilaksanakan di Pasar Mingguan Santong, Batu Keruk, Anyar dan Pasar Kayangan. 9-10 Mei, melalui pengamanan dan kontrol serta giat imbauan agar tetap menerapkan social distancing

Juga diberikan masker ke Puskesmas Pemenang, 9 Mei,  untuk dibagikan pada pengunjung puskesmas yang tidak menggunakan masker.

Hari berikutnya, 10-11 Mei, dilaksanakan  sosialisasi/imbauan terkait pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah koramil Gangga dan di Wilayah Koramil 03/Bayan.

“Tanggal 10 Mei 2020, telah dibagikan masker kepada Warga Desa Mandala.” Kata Evi.

Pihak Dinas Kesehatan bersama PMI, 12 Mei 2020, melaksanakan edukasi langsung di kepada masyarakat di dua dusun terpapar, yaitu Telok Kodek dan Mentigi, sekaligus menyerahkan 50 masker ke Puskesmas Nipah.

Hari berikutnya, 13 Mei, dilaksanakan kegiatan patroli sekaligus memberikan imbauan kepada Warga Desa Karang Bajo serta membagikan masker.

Evi Winarni kembali menjelaskan kunjungan kerja road show Bupati Najmul Akhyar  bersama Satgas Covid-19 KLU dan OPD di Wilayah Kec. Gangga dan Puskesmas Nipah Desa Malaka, 13-15 Mei.

“Dalam kunjungan tersebut Bupati melakukan pengecekan puskesmas, memantau keadaan dan memberikan bantuan sembako  kepada pasien yang sedang dirawat. Sekaligus berkunjung langsung ke rumah para pasien yang pernah di karantina di Unit Layanan Karntina dan RSUD Tanjung, baik itu yang positif maupun negative,” tutur Evi.

BACA JUGA ;  Gugus Tugas KLU Melakukan Penanganan Medis

Dikatakan, pembuatan video imbauan untuk tidak mudik sementara waktu, sekaligus silaturahmi dengan petugas kesehatan desa di Desa Sambiq Bangkol, tanggal 14 Mei.

Rr/HumasproKLU




Danrem 162/WB  Serahkan Paket  Sembako Kepada  Awak Media

Insan pers selama ini menjadi ujung tombak informasi aktual, yang memberikan pengetahuan kepada masyarakat semua hal terkait Pandemi Covid-19, hampir terlupakan

MATARAM.lombokjournal.com —  Sejak pandemi Covid – 19 mewabah, hampir semua lini sendi kehidupan terdampak.

Termasuk salah satunya  jaring sosial ekonomi masyarakat, secara khusus termasuk  awak media sebagai pahlawan terdepan dalam memberikan informasi serta pengetahuan terkait pandemi Covid – 19.

Danrem 162/WB Kolonel Czi. Ahmad Rizal Ramdhani ,S,Sos ,SH,M.han, menyampaikan itu dalam sambutan penyerahan sembako kepada insan pers di Koridor  Makorem 162/WB jalan lingkar selatan  Mataram Selasa, (19/05/20)

Menurut Danrem sejak wabah pendemi,  sebelumnya Korem 162/WB telah memberikan bantuan bingkisan Paket sembako  kepada masyarakat yang membutuhkan di beberapa tempat, juga kepada Prajurit, PNS Korem 162/WB  serta Pengurus Persit Koorcabrem 162.

Hari ini, lanjut Danrem, Korem kembali  berkesempatan sedikit berbagi dengan wartawan yang selama ini, menjadi salah satu bagian  keluarga besar Korem 162/WB.

Para awak media yang menjadi mitra Korem 162/WB dalam membantu publikasi  pemberitaan di Korem 162/WB, yang juga merasakan dampak Pandemi  Covid -19, jelas Danrem.

Insan pers selama ini menjadi ujung tombak informasi aktual, yang memberikan pengetahuan kepada masyarakat semua hal terkait Pandemi Covid -19, hampir terlupakan.

“Sehingga kami pada kesempatan kali ini memberikan bantuan sekedar paket sembako, semoga dapat sedikit membantu rekan – rekan media, jangan dinilai besar kecilnnya tapi inilah bentuk perhatian kepedulian korem kepada rekan rekan, “ ungkap Danrem.

Alumni Akmil 93 tersebut mengharapkan, peran aktif awak media untuk terus memberikan informasi aktual, update terpercaya kepada masyarakat, tetap semangat walau di tengah pandemi Covid-19.

Serta mengucapkan terimakasih dan apresiasi selama ini membantu mempubilkasikan semua kegiatan yang dilakukan Korem 162/WB dan Jajaran, sehingga menjadi informasi dapat diakses masyarakat luas.

Korem 162/WB selalu hadir membantu memberi solusi setiap permasalahan sosial yang dihadapi masyaraka., tutup Danrem.

Hadir Pada  kesempatan tersebut Kasrem 162/WB, Letkol Inf Endarwan Yansori, Para Kasi Korem serta Kabalakyan Rem 162/WB

AYA

 




UPDATE : Hari Selasa, 19 Mei,  Bertambah 18 Pasien Positif Covid-19,  Pasien Sembuh 8 Orang

Dengan adanya tambahan positif baru ini, menunjukkan bahwa daerah kita belum bebas dari penularan Covid-19

MATARAM.lombokjournal..com — Laboratorium RSUD Provinsi NTB, Laboratorium RS Unram, dan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark mengkonfirmasi  adanya tambahan 3 pasien  positif Covid-19, dan yang dinyatakan sembuh 4 pasien.

Dalam press release hari Selasa (19/05/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat,  Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak  230 sampel swab dengan hasil 194 sampel negatif, dan 18 sampel positif ulangan serta 18  sampel kasus baru positif Covid-19

Menurut Lalu Gita, patut bersyukur jumlah sembuh baru masih menjadi trend baik penanganan Covid-19 di NTB.

Lalu Gita Ariadi

“Namun demikian, hari ini juga terdapat 18 tambahan kasus positif baru, sehingga ini menjadi peringatan penting bagi kita semua bahwa kita tidak boleh lengah,” katanya..

Pasien positif baru masih terus terjadi, terlebih pada daerah dengan status trasmisi lokal.

“Adanya tambahan positif baru ini, menunjukkan bahwa daerah kita belum bebas dari penularan Covid-19,” tegas Lalu Gita.

Adanya tambahan 18 kasus baru terkonfirmasi positif, 8 (delapan) tambahan sembuh baru, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah kasus positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa (19/05/20) sebanyak 392 orang.

Rinciannya 244 orang sudah sembuh, 7 (tujuh) meninggal dunia, serta 141 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hal it uterus dilakukan untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19,

18 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 8 ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 375, an. Tn. M, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Selagalas, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 376, an. Tn. S, laki-laki, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 358. Saat ini menjalani karantina terpusat Kota Mataram dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 377, an. By. MB, laki-laki, usia 3 bulan, penduduk Kelurahan Ampenan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 181. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 378, an. An. IA, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Batu Layar, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 379, an. Tn. A, laki-laki, usia 20 tahun, penduduk Desa Batu Layar, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 380, an. Tn. AM, laki-laki, usia 21 tahun, penduduk Desa Batu Layar, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 381, an. Tn. S, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Desa Batu Layar, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 382, an. An. MR, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Batu Layar, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 383, an. Ny. D, perempuan, usia 56 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 384, an. Ny. I, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Desa Beru, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 350. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Sumbawa Barat dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 385, an. Tn. S, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Beru, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 350. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Sumbawa Barat dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 386, an. An. M, perempuan, usia 14 tahun, penduduk Desa Beru, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 350. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Sumbawa Barat dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 387, an. Tn. K, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSJ Mutiara Sukma dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 388, an. An. MS, laki-laki, usia 18 tahun, penduduk Desa Rakam, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSJ Mutiara Sukma dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 389, an. Ny. N, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 390, an. Ny. EI, perempuan, usia 52 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan  orang sakit Covid-19 tidak ada. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 391, an. Ny. DWY, perempuan, usia 46 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 392, an. Ny. DEH, perempuan, usia 47 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik.

Hari Selasa (19/05) juga terdapat penambahan 8 (delapan) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 50, an. Ny. BSD, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram;
  2. Pasien nomor 51, an. Tn. LEP, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Brangbiji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa;
  3. Pasien nomor 101, an. Tn. KM, laki-laki, usia 22 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 117, an. Tn. HAG, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat;
  5. Pasien nomor 257, an. An. AA, laki-laki, usia 16 tahun, penduduk Desa Barebali, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah;
  6. Pasien nomor 287, an. Ny. SIN, perempuan, usia 59 tahun, penduduk Desa Senteluk, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat;
  7. Pasien nomor 289, an. An. MYS, laki-laki, usia 14 tahun, penduduk Desa Senteluk, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat;
  8. Pasien nomor 292, an. Tn. W, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Panjisari, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harrian Gugus Tugas NTB menegaskan, agar masyarakat tetap disiplin menerapkan  protokol pencegahan Covid-19.

“Dan mengikuti seluruh anjuran dan himbauan pemerintah, tetap tinggal di rumah, memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir,” tegasnya.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB  di nomor 0818 0211 8119.




Imbauan Sholat Idul Fitri di Rumah, Ini Penjelasan Gubernur Zul

Menurut Gubernur, imbauan sholat Idul Fitri di rumah, harus dibarengi dengan keseriusan semua pihak untuk tak membiarkan keramaian di pusat perbelanjaan dan pusat keramaian lainnya

MATARAM.lombokjournal.com —  Surat Keputusan Bersama (SKB) diterbitkan yang mengijikan pelaksanaan sholat Idul Fitri 1 Syawal 1441, khususnya di wilayah yang bebas Covid-19.

Namun SKB tersebut akahirnya dicabut gubernur. Gubernur Zulkieflimansyah, yang mengaku tidak ingin membuka peluang penyeberan Covid-19 baru. Apalagi saat ini kondisi pasien positif sudah banyak yang sembuh.

Menurut Gubernur Zul, hal itu dilakukan karena adanya arahan dari Pemerintah Pusat. Jangan sampai kita yang mulai landau, kemudian ada gelombang kedua yang lebih besar.

“ Bayangkan kemarin satu klaster kita menyelesaikan apalagi kalau kerumunan banyak. Jadi kami mentaati apa yang diputuskan oleh Pusat, dan menghimbau dengan sangat mohon sebaiknya kita sholat Idul Fitri di rumah aja,” ungkap Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah di Mataram saat ditemui usai rapat pimpinan, Selasa (19/05/20).

Gubernur Zul juga berharap, SKB yang telah disepakati bersama dengan Ormas NU, Muhammadiyah dan NW agar juga disosialisasikan kepada masyarakat, agar betul betul dipahami bahwa saat ini masyarakat perlu menjauh dari keramaian.

“Pemerintah tidak mau ambil resiko jangan sampai eforia kita merayakan lebaran akhirnya kita lama pulihnya mendingan kita sabar sebentar mudahan pandemi ini  tidak tiap tahun. Sabar sebentar untuk yang lebih baik kedepan,” jelasnya.

Gubernur Zul  tidak menampik dirinya memahami kerinduan masyarakat untuk kembali beribadah dan merayakan lebaran secara normal.

Namun, Covid-19 telah melahirkan kendala dan membatasi banyak aktivitas. Kendala ini  tidak hanya dirasakan warga NTB sendirian. Karena itu, Pemprov NTB minta seluruh kabupaten/kota untuk mengimbau seluruh masyarakat untuk sHOalat Idul fitri di rumah saja.

Ia berharap, apa yang telah diputuskan hari ini bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten/kota di NTB.

Menurut Gubernur, imbauan salat Idul Fitri di rumah, harus dibarengi dengan keseriusan semua pihak untuk tak membiarkan keramaian di pusat perbelanjaan dan pusat keramaian lainnya.

“Sekali lagi, jangan sampai masyarakat bertanya-tanya, kenapa Mall dibuka dan ramai, sedangkan masjid kelihatan di tekan, kedua tempat ini harus kita tegaskan bersama,” ungkapnya.

Gubernur juga menegaskan imbauan menjauh dari keramaian bukan saja hanya untuk shoat Idul Fitri, tapi juga kerumunan lain di pertokoan dan mall mall besar.

Pemrov sendiri bahkan juga sudah memutuskan menutup sementara yang memungkinkan tumbuhnya keramain seperti pusat perbelanjaan.

“Kita persuasif dulu demi kebaikan bersama,” kata Gubernur Zul.

AYA




 Perhatian Kepada Anak Yatim Tak Boleh Berkurang

Hj. Niken juga memasangkan langsung masker kepada anak-anak Panti Asuhan yang belum menggunakan masker

MATARAM.lombokjournal.com – Ketua Umum Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengatakan, dalam masa pandemi Covid-19 ini perhatian kepada anak yatim  tidak boleh berkurang.

Dan ia berhaap kunjunganya itu tidak menjadi kunjungan pertama tapi sewaktu-waktu akan mampir lagi ke Panti Asuhan.

“Jangan segan-segan menegur dan menyapa Bunda ya, Insyallah apa yang kita kerjakan mendapat berkah dan ridho dari Allah SWT,” kata Hj Niken saat .menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako dari PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), kepada empat Panti Asuhan di Kecamatan Narmada, Selasa (19/05/20).

Empat Panti Asuhan penerima bantuan sosial itu, yaitu Panti Asuhan Al-Ikhlas, Lembuak Narmada, Panti Asuhan Nurul Hikmah, Langko Duman, Panti Asuhan Asy Syifa, Tanak Tepong Presak Narmada, Panti Asuhan Qur’aniyah Batu Kuta Narmada.

Salah satu dari keempat Panti Asuhan yang diserahkan langsung Ketua Umum LKKS NTB adalah Panti Asuhan Al-Ikhlas, Lembuak Narmada.

Pada penyerahan tersebut, Hj. Niken sempat langsung memasangkan masker kepada anak-anak Panti Asuhan yang belum menggunakan masker.

Hj Niken mengucapkan terimakasih kepada PT. AMNT yang tetap mengulurkan tangan, berbagi di bulan suci Ramadhan ini.

Diunkapkan, adanya musibah ini seluruh dunia mengalami banyak perubahan dan mengalami efek begitu beragam. Hal ini mempengaruhi banyak hal di kehidupan kita.

Dikatakan, anak-anak di Panti Asuhan diharapkan lebih memperhatikan kebersihan. Yakni dengan selalu mencuci tangan pakai sabun, dan menggunakan masker ketika berada di luar rumah. Tentu jangan lupa, menjaga jarak,

Sebab, banyak orang sakit yang tidak terlihat gejalanya.

Motivasi anak-anak

Kepala Panti Asuhan Al-Ikhlas, H. Muhammad Nur Samak menyampaikan rasa syukur dan terimakasihnya atas kehadiran Ketua Umum LKKS NTB beserta rombongan.

Tiap kondisi panti di Narmada memiliki kondisi yang berbeda-beda.

“Semoga kehadiran bapak ibu ini diberikan keberkahan oleh Allah SWT terlebih ini dalam bulan suci Ramadhan, dan ini dapat memberikan motivasi kepada anak-anak kami dimasa mendatang,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Zulkifli Fajariadi selaku Superintendent Public Affair PT. AMNT mengatakan, ada sekitar 1000 box paket yang akan dibagikan secara bertahap oleh PT. AMNT.

“Kami bersyukur dapat ikut berbagi kepada masyarakat di NTB dan di Lombok. Dalam situasi ini kami ingin tetap berbagi, hal yang sama kami salurkan untuk wilayah Sumbawa dan Sumbawa Barat,” tuturnya.

AYA/bw/HmsNTB




Kehumasan NTB Menghadirkan “The New Public Relations”

The Good news is a good news, jadi berita yang baik adalah sesuatu yang baik, bukan seperti dulu bad news is a good news. Masyarakat bisa melakukan cek dan ricek kebenarannya. Ini adalah salah satu girah kita bersama.

MATARAM.lombokjournal.com — Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) menginisiasi diskusi terbuka untuk umum yang bisa disaksikan secara daring, Senin (18/05/20).

Dialog daring dilangsungkan di aplikasi Zoom dan dapat disaksikan di platform lain seperti Facebook dan YouTube., dengan tema “Memahami Konten Media di Tengah Covid-19”.

Narasumber dalam diskusi daring itu  antara lain, Ketua NU NTB, Prof. TGH. Masnus Tahir, Sekretaris Daerah NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, Kepala Dinas Kominfotik NTB I Gede Putu Aryadi, Karo Humas dan Protokol NTB, Najamuddin Amy, Ketua KPID NTB, Yusron Saudi, Ketua LTN NU NTB, Suaeb Qury, Sumiarto dari Inewstv, dan dimoderatori oleh M. Baihaqi Alkawy.

Dialog diawali dengan pandangan Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. Lalu Gita Ariyadi tentang peran media di masa pandemi Covid-19.

Konten media

“Media sebagai ujung tombak saluran infomasi dari negara kepada masyarakat. Namun tetap perlu dievaluasi, apa saja konten media yang dikomsumsi masyarakat NTB. Konten yang diberikan harus sesuai data dan akurat. Karena media dapat memengaruhi persepsi masyarakat,” jelas Sekda NTB.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM menyampaikan bahwa masa pandemi Covid-19 membuat pers berada dalam paradigma baru, yaitu the new public relations.

“Kita dihadapkan pada dunia saat ini adalah dunia yang tidak pasti. Kita harus segera sadar, kita harus segera menghadirkan the new public relations. Dimana the Good news is a good news, jadi berita yang baik adalah sesuatu yang baik. Tidak seperti dulu dimana bad news is a good news. Masyarakat bisa melakukan cek dan ricek kebenarannya. Ini adalah salah satu girah kita bersama” jelas Najam

Pada kesempatan tersebut, Najamuddin menyampaikan bahwa di saat pandemi ini, Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB memiliki beberapa hal yang terus di gesa untuk pelayanan informasi.

“Konten-konten dalam akun media sosial Humas Protokol NTB yang selalu kami tampilkan, merupakan the new public relations,” jelas Bang Najam, sapaan akrab Karo Humas Protokol.

“Ada 4 jenis konten yang kami gesa antara lain. Konten edukatif, yaitu konten yang mencerdaskan dan memberikan informasi bermanfaat. Konten promotif, yang bersifat menyampaikan ikhtiar-ikhtiar penanganan Covid-19, promosi kesehatan, progres UMKM, dan program-program penanganan Covid-19 yang dikombinasikan industrialiasasi, zero waste, TDC di desa-desa,” ujarnya.

Melanjutkan paparannya, Bang Najam menjelaskan konten inspiratif dan motivasi yang selama ini menghiasi akun sosial media Humas dan Protokol NTB.

“Yang ketiga adalah Konten inspiratif, berisi kisah-kisah kesembuhan, yang mungkin kita anggap selama ini adalah pencitraan namun sesungguhnya itu adalah kondisi rill di NTB. Bapak Gubernur adalah inspirator bagi OPD dan warga NTB, beliau mengajak IKM DAN UMKM bangkit di masa pandemi, memberi contoh dengan keteladanan dan  tindakan,” lanjut Najam.

Kemudian Najam menjelaskan  yang ke empat, adalah motivasi. Dicontohkan, Bu Wagub tiada henti-hentinya menggugah kesadaran warga NTB, menyampaikan terus menerus agar warga mau mengikuti imbauan pemerintah untuk diam di rumah, menggunakan masker dan menjaga kesehatan.

“Juga ada konten-konten motivasi seperti lagu Bima, Sumbawa dan Nas Daily content creator dari Palestina. Kami ingin memberikan inspirasi motivasi, bahwa selalu ada kebaikan setelah bencana yang kita hadapi,” jelas Najam.

Membedah media sosial

Bang Najam menjelaskan tentang Public Relations Comand Centre (PRCC) yang secara berkala mengeluarkan data analitik dari berbagai media di NTB.

“Kami punya PRCC, yang setiap pekan membedah komentar-komentar di 3 platform, yaitu Facebook, Instagram dan Twitter. kami melihat isu-isu apa yang berkembang sehingga mampu mengeluarkan rekomendasi untuk formulasi kebijakan,” ujar bang Najam.

Contohnya minggu lalu, bagaimana kesungguhan Pemerintah membangkitkan UMKM kita, lalu bagaimana respon netizen tentang gerakan maskerisasi.

“Ternyata sangat positif di masyarakat,” kata Bang Najam.

Bang Najam menutup paparannya sambil mengapresiasi seluruh insan pers di NTB.

“Kami di Biro Humas dan protokol sangat mengapresiasi rekan-rekan dari media cetak, media online, Pegiat sosial media yang telah bersama – sama menjadi pilar demokrasi dan mengawal kebijakan pemerintah untuk NTB yang lebih baik,” katanya.

AYA/aff/HmsNTB




Bupati Najmul; Tim Satgas Covid-19 KLU Mengacu Keputusan Pusat

Terkait pelaksanaan Sholat Idhul Fitri, pemerintah mengacu pada rekomendasi MUI Pusat, masyarakat diperbolehkan melaksanakan Sholat Idhul Fitri terutama di daerah-daerah yang memang sejak awal aman dari wabah Covid-19

TANJUNG.lombokjournal.com –  Tim Satuan Gugus Tugas Corona Virus Disease 2019 KLU tidak bisa melakukan hal-hal yang bertentangan dengan keputusan pemerintah yang lebih tinggi. Demikian pula MUI juga harus mengacu pada keputusan MUI Provinsi dan MUI Pusat.

Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH  mengatakan itu saat  memimpin rapat evaluasi Tim Satuan Gugus Tugas Covid-19 KLU bersama MUI setempat serta para Koordinator Bidang, di Aula Kantor Bupati Lombok Utara (18/05/20).

“Ayo silakan cari solusi, misalkan saja memberikan rekomendasi yang berbeda dengan provinsi berdasarkan kondisi di tempat masing-masing,” katanya.

Bupat Najmul lantas memberi contoh, misalnya MUI Lombok Utara memberi rekomendasi berdasarkan penjelasan dari Dinas Kesehatan boleh melaksanakan salat Jum’at,

“Kemudian tidak ada persoalan di MUI Provinsi, ini bagus,” ujar Bupati Najmul. .

Dikatakan,  mungkin MUI bisa membicarakan hal itu karena berkaitan dengan ibadah. Tentu akan dilaksanakan apa pun yang menjadi rekomendasi MUI, berdasarkan pandangan Kepala Dinas Kesehatan.

“Sementara ini belum ada perubahan, karena yang dibahas oleh MUI kemarin hanya berkaitan dengan sholat Idhul Fitri dan pawai takbiran,” jelasnya.

Sholat Idhul Fitri

Saat bicara pada watawan, Bupati Najmul menjelaskan terkait pelaksanaan Sholat Idhul Fitri, pemerintah mengacu pada rekomendasi MUI Pusat, masyarakat diperbolehkan melaksanakan Sholat Idhul Fitri terutama di daerah-daerah yang memang sejak awal aman dari wabah Covid-19.

“Pelaksanaan Sholat Idhul Fitri perlu mematuhi dan melaksanakan protokol Covid-19 secara ketat, seperti mengenakan masker, bawa sajadah sendiri, cuci tangan sebelum masuk masjid (berwudhu), dan khatib mempercepat khutbahnya,” jelasnya. .

Terkait kegiatan silaturahmi di hari Idhul Fitri juga dibatasi. Saat ini kebiasaan salaman sambil berpelukan itu dibatasi, demi keselamatan bersama.

“Tempat hiburan seperti pantai, air terjun, kolam renang juga akan kita tutup, karena juga bagian dari rekomendasi,” kata Bupati.

Dalam rapat evaluasi itu Bupati H. Najmul Akhyar didampingi Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansyah SH, Sekretaris Daerah KLU Drs. H. Suardi, MH serta Danramil Tanjung, Kapten Inf. Zainul Fahri bersama MUI setempat serta para koordinator bidang.

Api




Ini Syarat Turun Kelas BPJS Kesehatan

Untuk perubahan turun kelas bisa dilakukan di aplikasi mobile JKN, kantor cabang BPJS Kesehatan, Mobile Customer Service (MCS), Mal Pelayanan Publik, dan BPJS Kesehatan Care Center 1500 400

lombokjournal.com —

JAKARTA   ;   Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, kenaikan iuran baru.

Sebelumnya dalam putusan pada 31 Maret 2020, Mahkamah Agung (MA) sudah membatalkan kenaikan iuran yang dibuat pemerintah pada 2019.

Kenaikan iuran itu diatur dalam Pasal 34 Perpres yang ditandatangani pada 5 Mei 2020.

Disebutkan tarif BPJS Kesehatan 2020, iuran BPJS Kesehatan 2020 bagi peserta segmen peserta mandiri yang meliputi;

  • Pekerja Bukan Penerima Uupah (PBPU) dan peserta Bukan Pekerja (BP) kelas I naik dari Rp 80.000 jadi Rp 150.000 per bulan.
  • Iuran peserta kelas II naik dari Rp 51.000 menjadi Rp 100.000 per bulan.
  • iuran peserta kelas III jadi Rp 42.000 per bulan dari sebelumnya Rp 25.500.

Iuran BPJS Kesehatan naik mulai 1 Juli 2020 (iuran BPJS 2020).

Demi selamatkan defisit BPJS Kesehatan, Direktur Utama BPJS Kesehatan  mengatakan, Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 yang salah satu ketentuannya mengatur mengenai besaran iuran akan membuat pembiayaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tidak defisit pada tahun 2020.

“Proyeksinya kalau nanti Perpres 64 ini berjalan, kita hampir tidak defisit. Kurang lebih bisa diseimbangkan antara cash in dan cash out,” kata Fachmi, Senin (14/05/20).

Fachmi menerangkan, BPJS Kesehatan menanggung tunggakan klaim ke rumah sakit untuk tahun anggaran 2019 yang dibebankan pada tahun 2020 sebesar Rp 15,5 triliun.

Dijelaskan, kewajiban pembayaran klaim tersebut perlahan-lahan telah dilunasi oleh BPJS Kesehatan kepada rumah sakit hingga tinggal menyisakan utang yang jatuh tempo sebesar Rp 4,8 triliun.

Dengan adanya subsidi pemerintah kepada peserta mandiri kelas III yang dibayarkan di muka kepada BPJS Kesehatan sebesar RP 3,1 triliun, utang jatuh tempo tersebut bisa segera diselesaikan.

Banyak peserta turun kelas

Imbas kenaikan tarif ini, mendorong banyak masyarakat untuk memilih turun kelas agar pembayaran iurannya bisa lebih ringan.

Bagaimana syarat turun kelas?

Dari keterangan resmi BPJS Kesehatan, Minggu (17/05/2020), dijelskan syarat turun kelas BPJS Kesehatan, yaitu;

  • Peserta membawa Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu peserta BPJS Kesehatan, Formulir perubahan data peserta yang bisa didapatkan di kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat;
  • Peserta tidak menunggak iuran;
  • Peserta sudah terdaftar sebagai peserta selama 1 tahun;
  • Perubahan kelas harus diikuti seluruh anggota keluarga yang terdaftar;
  • Bagi peserta yang belum melakukan Autodebet rekening tabungan dilengkapi dengan fotokopi buku rekening tabungan BNI/BRI/Mandiri/BCA (dapat menggunakan rekening tabungan Kepala Keluarga/anggota keluarga dalam Kartu Keluarga/penanggung) dan formulir autodebet pembayaran iuran BPJS Kesehatan bermaterai Rp 6.000.

Untuk perubahan turun kelas bisa dilakukan di aplikasi mobile JKN, kantor cabang BPJS Kesehatan, Mobile Customer Service (MCS), Mal Pelayanan Publik, dan BPJS Kesehatan Care Center 1500 400

Sebelumya sudah naik

Sebelumnya, iuran peserta naik setelah pemerintah menerbitkan Perpres Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Namun kenaikan itu lalu dibatalkan MA Pada Oktober 2019.

Tarif baru ini berlaku pada 1 Januari 2020, Dalam Perpres tersebut, ada kenaikan untuk peserta mandiri untuk semua kelas, rinciannya Kelas I mengalami kenaikan menjadi Rp 160.000 dari sebelumnya Rp 80.000, lalu kelas II naik menjadi Rp 110.000 dari sebelumnya Rp 51.000, dan kelas III menjadi Rp 42.000 dari sebelumnya Rp 25.500.

Namun kenaikan tarif BPJS Kesehatan ini tak berlangsung lama. MA membatalkan kenaikan tarif setelah lembaga peradilan tertinggi ini mengabulkan judicial review Perpres Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan.

Dalam putusannya (BPJS batal naik), MA membatalkan kenaikan iuran BPJS per 1 Januari 2020.

Judicial review ini diajukan oleh Komunitas Pasien Cuci Darah (KPCDI) yang selama ini sangat bergantung pada BPJS Kesehatan.

Rr




Pemberdayaan UMKM Berlanjut, Tak Hanya Saat Wabah Covid-19

Program pemberdayaan UMKM di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam upaya menangani dampak wabah Covid-19 menjadi salah satu jalan untuk membangkitkan perekonomian masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan, pemberdayaan UMKM lokal di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak berhenti hanya sampai wabah Covid-19.

Namun program pemberdayaan UMKM lokal di NTB akan tetap berlanjut ke depan.

Menurut Gubernur Zul, Program JPS Gemilang akan terus berlanjut.Jika kita bisa berkembang dengan teknologi dan menghasilkan kualitas dan kuantitas lebih.

“Bukan hanya memenuhi kebutuhan NTB, bisa jadi kita dapat memenuhi kebutuhan kabupaten kota lain di luar NTB,” kata Gubernur Zul saat rapat bersama UMKM-UMKM di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Senin (18/05/20).

Program pemberdayaan UMKM di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam upaya menangani dampak wabah Covid-19 menjadi salah satu jalan untuk membangkitkan perekonomian masyarakat.

Melalui program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap II, UMKM ikan di NTB misalnya menyediakan produknya berupa ikan kering untuk menjadi salah satu item JPS Gemilang tahap II ini.

Dalam JPS tahap II, ikan kering dipilih sebagai pengganti telur karena ikan kering dapat bertahan lebih lama dan tidak mudah rusak.

Selain itu, ikan kering ini juga dapat membantu nelayan yang selama ini memiliki hasil tangkapan yang tinggi,  namun sering kali tersisa karena tidak habis terbeli.

Gubernur Zul mengakui, hal ini tidaklah gampang dilakukan, namun tujuannya bukan hanya sekedar mengadakan program JPS Gemilang dan mendistribusikannya, melainkan melaksanakan misi yang besar untuk kesejahteraan masyarakat.

“Memang kerjanya lebih rumit, namun tujuan kita bukan mengadakan ikan saja, tapi memberdayakan UMKM-UMKM kita untuk menjadi besar ke depan, semangat kita memberdayakan UMKM,” terang Doktor Zul.

Ia mengingatkan kepada stakeholder terkait, untuk berkomunikasi dengan dinas-dinas lain yang berada di kabupaten/kota untuk menghimpun UMKM-UMKM yang ada di sekitar lokasi untuk diberdayakan dalam pengadaan ikan kering ini.

JPS Gemilang ini dianggap sebagai program bersama dengan kabupaten/kota. Fungsi provinsi adalah koordinasi dari masing-masing Kabupeten/kota.

“Semua ikan kering itu sebisa mungkin dikumpulkan dari kabupaten kota sendiri, kalau kurang, baru provinsi yg mendatangkan dari kabupaten kota lain,” tuturnya.

Gubernur Zul berharap, program ini berjalan dengan baik agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi selama wabah Covid-19.

Ia meminta kepada seluruh UMKM-UMKM yang hadir untuk menjadi penyambung lidah pemerintah dalam menyampaikan pentingnya menerapkan protokol kesehatan di tengah Covid-19 ini.

Pemprov NTB akan melibatkan sebanyak 346 IKM dan UMKM untuk memasok barang-barang yang akan dijadikan paket sembako dan suplemen JPS Gemilang tahap II.

JPS Gemilang tahap II dalam bentuk paket sembako dan masker plus suplemen.

Bedanya,  pada tahap ini telur ditiadakan dan akan diganti dengan produk ikan kering. Dengan rincian paket untuk Pulau Lombok berupa 10 kg beras, 1 liter minyak kelapa, 1 ons abon ikan dan ikan kering.

Sedangkan paket sembako untuk Pulau Sumbawa berupa, 10 kg beras, 1 liter minyak goreng sawit, 1 ons abon ikan, produk ikan kering dan garam.

Paket masker dan suplemen berupa, dua buah masker non medis, susu kedelai, teh kelor/kopi, sabun cair/batang, dan minyak kayu putih.

AYA/HmsNTB