Pemprov NTB Takbiran Online di Tengah Pandemi Covid-19

Ummi Rohmi mengucapkan selamat menyambut hari raya Idul Fitri 1 syawal 1441 H dan mengingatkan untuk sholat di rumah masing-masing dengan khusyu

MATARAM.lombokjournal.com — Kerja sama dan sinergi dari masyarakat NTB dalam menghadapi pandemi Covid-19 diapresiasi oleh Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, saat menyampaikan sambutan acara “Takbiran Online” yang dilakukan secara daring di Pendopo Wakil Gubernur, Sabtu (23/05/20).

“Terima kasih kepada masyarakat NTB dan kontribusi dari tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh pihak yang memberikan pengaruh yang sangat besar dalam mengingatkan kita semua dalam menghadapi pandemi Covid-19,” ungkap Wagub Hj Sitti Rohmi.

Ia merasa haru karena bulan Ramadhan tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Tanpa ada tarawih di masjid, tidak bisa takbiran seperti biasanya.

Dan lagi, tidak bisa bersilaturahmi dengan jumlah yang banyak.

Diingatkan, agar masyarakat NTB meningkatan kedisiplinan dan ketaqwaan dalam melawan Covid-19.

“Tetapi saya sangat percaya, bahwa warga NTB akan selalu paham bahwa dengan adanya pandemi ini kita kuat. Dengan dukungan alim ulama, tokoh masyarakat dan tokoh agama bersatu padu, bersama-sama melawan corona dan kita harus menang melawan Covid-19,” jelas Wagub.

Dalam kesempatan ini Wakil Gubernur yang kerap disapa Ummi Rohmi menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh tenaga medis.

Sebab, perjuangannya mempertaruhkan nyawa dan mengorbankan keluarga dan jiwanya untuk merawat pasien Covid-19 di NTB.

“Mereka sungguh-sungguh mengorbankan dirinya untuk merawat pasien Covid-19, semoga kita semua bisa mengorbankan sedikit kegoisan kita untuk meningkatkan kedisiplinan kita dalam mengatasi pandemi Covid-19 ini,” tutur Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi mengingatkan kepada seluruh masyarakat NTB untuk tetap menggunakan masker jika keluar rumah, jaga jarak, jaga kebersihan dan tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

“InsyaAllah dengan sinergi luar biasa yang sudah kita tunjukan saat ini bisa terus ditingkatkan dalam melawan Covid-19 di NTB,” katanya.

Ummi Rohmi mengucapkan selamat menyambut hari raya Idul Fitri 1 syawal 1441 H dan mengingatkan untuk sholat di rumah masing-masing dengan khusyu.

“Semoga Allah SWT memberkahi semuanya dan kita bisa segera bisa menang melawan pandemi Covid-19 di NTB,” ujarnya.

Kesadaran masyarakat

Ketua KPID NTB, Yusron Saudi, ST., M.Pd menyampaikan hal serupa, dalam melawan pandemi Covid-19, Pemerintah membutuhkan kerja sama seluruh komponen masyarakat di NTB.

“Pemerintah dan aparat tidak bisa sendiri tanpa ada dukungan dan kesadaran masyarakat kita,” jelasnya.

Yusron berpesan kepada seluruh masyarakat NTB untuk malam takbiran di rumah melalui media elektronik seperti televisi dan radio.

“Takbiran cukup di rumah saja, mari hidupkan televisi dan nyalakan radio kita takbiran di rumah saja,” tutupnya.

AYA/HumasNTB




Kelas Peserta Mau Dihapus, Akan Menekan Defisit BPJS Kesehatan

 Rencana penghapusan kelas ini akan dilakukan secara bertahap dimulai dari 2021-2022 mendatang. Sembari menunggu kesiapan Rumah Sakit (RS)

MATARAM.lombokjournal.com – Rencana Pemerintah untuk menghapus kelas peserta BPJS Kesehatan. akan dilakukan secara bertahap mulai 2021.

Nantinya kelas peserta menjadi ‘kelas standar; JKN BPJS Kesehatan yang akan menggabung kelas 1, 2, dan 3 untuk peserta mandiri.

“Kelas standar itu bagian dari pembiayaan yang efektif dan efisien sebagaimana amanat UU SJSN (Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional),” kata M Iqbal Anas Ma’ruf, Kepala Humas BPJS Kesehatanf seperti dikutip detikcom, Rabu (20/5/20).

Memang besarnnya iuran peserta bakal sama.

Kebijakan penghapusan kelas peserta, menurut BPJS Kesehatan menilai tak akan membuat defisit makin dalam. Sebab, penentuan besarnya iuran diambil rata-rata dari ketiga kelas tersebut.

Dikatakan Iqbak,  kelas standar tidak harus persis (mengikuti tarif) kelas 3 atau kelas apa, tapi diambil jalan tengah.

Diharapkan pemerintah bisa menetapkan kebijakan yang kuat, agar perubahan kelas ini nantinya bisa menyehatkan kembali keuangan BPJS Kesehatan.

Rencana penghapusan kelas ini akan dilakukan secara bertahap dimulai dari 2021-2022 mendatang. Sembari menunggu kesiapan Rumah Sakit (RS).

Setelah itu, barulah kelas tunggal atau kelas standar benar-benar bisa diterapkan seutuhnya pada 2024 mendatang.

Rencana penghapusan kelas peserta BPJS Kesehatan ini sudah disetujui dalam rapat tingkat menteri. Kebijakan ini juga sesuai amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 Pasal 54 A dan 54.

Dijelaskan Iqbal, menuju kelas tunggal membutuhkan waktu terkait konsep dan spesifikasi kelas standar, kesiapan RS, pendanaan, maupun harmonisasi regulasi.

Proses tersebut akan dilaksanakan bertahap. Tahap awal, akan ditetapkan dua kelas standar dulu dimulai 2021-2022.

Tahapan Penghapusan Kelas

Sistem kelas 1, 2, dan 3 untuk peserta mandiri dihapus dan tergabung menjadi hanya satu kelas saja yang disebut kelas tunggal atau kelas standar JKN.

Perlu dipahami,  yang dimaksud kelas standar JKN adalah meniadakan pembagian kelas peserta mandiri yang selama ini berlaku.

Tujuannya, agar peserta BPJS Kesehatan bisa menikmati layanan kesehatan yang sama dan tidak dibedakan lagi berdasarkan kemampuan ekonomi peserta tersebut.

“Yang dimaksud kelas tunggal tidak ada lagi kelas peserta di kelas 1, 2 dan 3. Jadi hanya ada kelas JKN. Manfaat secara medis dan nonmedis akan sama semua, tidak ada perbedaan antar peserta,” ungkap Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Muttaqien seperti dikutip detikcom, Rabu (20/5/20).

Pengadaan kelas tunggal atau kelas standar JKN ini digenjot sebagai upaya untuk menerapkan kembali prinsip ekuitas yang tertuang dalam amanat Undang-Undang (UU) No.40 Tahun 2014 Pasal 23 Ayat (4).

Konsep kelas tunggal atau standar JKN ini akan disusun dengan tetap memperhatikan kualitas layanan kesehatan dan keterjangkauan pesertanya.

“Konsep Kelas standar JKN yang akan disusun tetap memperhatikan kualitas dan affordability dari peserta,” sambungnya.

Apabila ada peserta yang ingin mendapatkan layanan kesehatan yang lebih tinggi lagi, maka peserta bisa mengikuti asuransi kesehatan tambahan.

“Atau membayar sendiri selisih antara biaya yang dijamin oleh BPJS dengan biaya yang harus dibayar akibat peningkatan kelas perawatan tersebut,” imbuhnya.

Rencananya penghapusan kartu peserta ini akan dilakukan secara bertahap mulai dari 2021-2022 mendatang sambil menunggu kesiapan RS.

Setelah itu, barulah kelas tunggal benar-benar bisa diterapkan seutuhnya pada 2024 mendatang.

Rr




UPDATE Covid-19: Hari Sabtu, 23 Mei,  Bertambah 10 Pasien Positif Covid-19,  Tidak Ada Pasien Sembuh

Lebaran tahun ini kita semua menahan untuk tidak berkumpul dan bersilaturrahmi dengan keluarga, saudara dan sahabat serta seluruh kerabat

MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium RSUD Provinsi NTB dan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark mengkonfirmasi  adanya tambahan 10 pasien  positif Covid-19, dan tidak ada  yang dinyatakan sembuh.

Dalam press release hari Sabtu (23/05/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat,  Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 73 sampel swab dengan hasil 57 sampel negatif, dan 6 (enam) sampel positif ulangan serta 10 sampel kasus baru positif Covid-19, dan tidak pasien yang dinyatakan sembuh.

Lalu Gita Ariadi menjelaskan, adanya tambahan 10 (sepuluh) kasus baru terkonfirmasi positif, tidak ada tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Sabtu (23/05/20) sebanyak 474 orang.

Rinciannya 258 orang sudah sembuh, 8 (delapan) meninggal dunia, serta 208 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

“Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19,” jelasnya.

10 PASIEN POSITIF COVID-19, TIDAK ADA PASIEN SEMBUH

Kasus baru positif tersebut, antara lain

  1. Pasien nomor 465, an. Ny. H, perempuan, usia 70 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 466, an. Ny. NJ, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 393. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 467, an. Tn. I, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 393. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 468, an. Ny. LZ, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 393. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 469, an. Ny. FA, perempuan, usia 33 tahun, penduduk Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 393. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 470, an. Ny. BNS, perempuan, usia 42 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 393. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 471, an. Tn. IMM, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 393. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 472, an. Ny. NNK, perempuan, usia 71 tahun, penduduk Desa Tempos, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 473, an. An. AM, perempuan, usia 4 tahun, penduduk Desa Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 474, an. Tn. M, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 55. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Sumbawa dengan kondisi baik.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat, yang bertepatan dengan Hari Ahad, 24 Mei 2020.

“Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Minal ‘Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan bathin,” ucapnya.

Dikatakan, lebaran tahun ini kita semua menahan untuk tidak berkumpul dan bersilaturrahmi dengan keluarga, saudara dan sahabat serta seluruh kerabat.

“Ini adalah sikap terbaik dari kita semua untuk menghindari penyebaran Covid-19, senantiasa dapat terus sehat serta dapat melihat senyuman dari orang-orang terdekat dan orang yang kita kasihi walaupun dari jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi informasi,” ujarnya.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB  di nomor 0818 0211 8119. 




Screening Covid-19, Pakai Mobile JKN

Dalam menu Skrining Mandiri Covid-19 ini, peserta JKN-KIS akan disajikan dengan sejumlah pertanyaan seperti kondisi kesehatan peserta, riwayat perjalanan dan kontak peserta dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com – BPJS Kesehatan hadirkan fitur tambahan pada aplikasi Mobile JKN, yakni layanan Skrining Mandiri Covid-19.

Skrining Mandiri Covid-19 adalah salah satu cara untuk membantu mendeteksi apakah seseorang sehat atau memiliki gejala yang memerlukan pemeriksaan dan pengujian lebih lanjut terkait Covid-19.

Penambahan fitur ini merupakan salah satu bentuk keseriusan BPJS Kesehatan dalam menanggapi wabah Covid-19 dan untuk memberikan kemudahan informasi kepada peserta JKN-KIS.

Dalam menu Skrining Mandiri Covid-19 ini, peserta JKN-KIS akan disajikan dengan sejumlah pertanyaan seperti kondisi kesehatan peserta, riwayat perjalanan dan kontak peserta dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Denny Fradona (28) atau pria yang akrab dipanggil Deni, merupakan salah satu peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Pada saat ditemui Jamkesnews, ia menceritakan pengalamannya dalam memanfaatkan layanan skrining mandiri melalui aplikasi Mobile JKN.

“Kemarin setelah saya update aplikasi Mobile JKN, muncul beberapa menu baru, yang mana salah satunya menu Skrining Mandiri Covid-19 ini. Karena penasaran, saya coba buka dan mengisi seluruh pertanyaan sampai selesai,” ungkapnya, Jumat (22/05).

Pengisiannyapun diakui Deni sangat mudah, dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Di akhir pengisian peserta dapat melihat hasil seberapa besar risiko terhadap Covid-19.

Bila beresiko, maka peserta akan diarahkan untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan fasilitas kesehatan terdekat. Peserta juga diimbau untuk tetap tinggal dirumah saja, mencuci tangan dengan sabun, makan-makanan bergizi, dan berolah raga secara teratur.

“Munculnya pandemi Covid-19 ini mengharuskan kita memahami gejala-gejalanya dengan melakukan skrining dan mengetahui langkah awal apa yang harus dilakukan untuk menekan perkembangannya. Pada masa-masa seperti ini BPJS Kesehatan sangat tanggap untuk berinovasi dalam upaya menekan perkembangan Covid-19. Jadi sekarang kalau mau screening Covid-19, pakai Mobile JKN saja,” katanya.

Hp/JAMKESNEWS

Denny  Fradona




HBK Sampaikan Selamat Idul Fitri, Berharap Masyarakat Lombok Bersabar Ditengah Pandemi Covid19

Meski tak bisa hadir langsung ditengah-tengah masyarakat pemilihnya di P. Lombok, namun sepanjang bulan Ramadhan, juga bulan-bulan sebelumnya, Tim HBK PEDULI besutannya terus bergerak, terutama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dalam membantu masyarakat terdampak Covid19 di NTB ini

lombokjournal.com —

JAKARTA  ;  Anggota DPR RI H. Bambang Kristiono bersama istri tercinta, Hj. Dian BK menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, kepada segenap masyarakat NTB, khususnya masyarakat di P. Lombok.

Petinggi Partai Gerindra ini berharap, Idul Fitri 1441 H, bisa menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dalam menghadapi masa pandemi Covid19.

“Minal Aidin Wal Faidzin. Saya HBK, bersama istri dan keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, untuk masyarakat NTB pada umumnya serta masyarakat P. Lombok pada khususnya,” kata HBK didampingi Hj. Dian BK, Jumat 22/05) malam  di Jakarta.

HBK mengatakan, moment Lebaran tahun ini memang banyak hal yang harus ditahan dan disesuaikan, lantaran keadaan wabah dan pandemi Covid19 yang terjadi secara global.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di sejumlah daerah, telah merubah tradisi dan kebiasaan yang selama ini berlangsung di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Himbauan Pemerintah untuk tetap berada di rumah, beribadah di rumah, bekerja di rumah, dan bersekolah di rumah, harus dilaksanakan dengan optimal dan penuh kesadaran demi memutus rantai penyebaran Covid19 di negeri ini.

“Sekarang ini, banyak masyarakat yang tidak bisa mudik, banyak yang terdampak secara sosial, ekonomi akibat dari pandemi Covid19 ini. Tetapi yakinlah, bahwa dengan kebersamaan dan tetap mentaati anjuran Pemerintah, in syaa Allah pandemi ini bisa kita lewati dengan baik,” katanya.

HBK mengaku sangat berat, dan sedih sekali tidak bisa mengunjungi masyarakat P. Lombok, disaat bulan suci Ramadhan serta hari kemenangan Idul Fitri 1441 H ini. Namun demi kebaikan bersama, dimana trafic bepergian setiap warga negarapun dibatasi, untuk menekan dan membatasi angka penyebaran wabah Covid19 ini.

Tapi menurut HBK, dari hati yang paling dalam, Ia bersama keluarga tetap merasa dekat dengan masyarakat P. Lombok.

“Mungkin kita tidak bisa bersilaturahmi secara fisik, tidak bisa bersalam-salaman saat Lebaran, tapi silaturahmi secara bathin, dan kita akan selalu bersama-sama untuk saling mendo’akan yang terbaik ke epan,” imbuhnya

Sementara itu, istri tercinta HBK, Hj. Dian BK juga menyampaikan salam dan kerinduannya kepada masyarakat NTB, khususnya kepada kaum perempuan di P. Lombok.

Ia berharap para perempuan NTB juga bisa tabah dan sabar dalam melewati masa-masa sulit di tengah pandemi Covid19 ini.

“Ibu-ibu tentu yang paling merasakan dampak dari pandemi Covid19 ini. Tetapi tetaplah yakin, sabar, dan tegar dalam melewati masa sulit ini. Saya juga merasakan kesulitan yang sangat luar biasa akibat pandemi Covid19 ini. Isolasi mandiri, secara ekonomi juga sangat memberatkan, biaya hidup meningkat tajam,”ujar Hj. Dian BK.

HBK dan Hj. Dian BK juga dengan kerendahan hati menyampaikan permintaan ma’af yang sebesar-besarnya kepada masyarakat P. Lombok, karena tidak bisa hadir langsung di moment Idul Fitri tahun ini.

HBK, Ketua Badan Pengawasan dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra, yang dikenal Samurainya Prabowo, kini duduk di DPR RI sebagai Wakil Ketua Komisi-1 DPR RI melalui Pileg 2019 yang lalu, dengan Dapil NTB-2 P. Lombok.

Meski tak bisa hadir langsung ditengah-tengah masyarakat pemilihnya di P. Lombok, namun sepanjang bulan Ramadhan, juga bulan-bulan sebelumnya, Tim HBK PEDULI besutannya terus bergerak, terutama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dalam membantu masyarakat terdampak Covid19 di NTB ini.

Tim HBK PEDULI yang ada disetiap Kab/Kota di P. Lombok, telah membagikan ribuan paket sembako untuk masyarakat miskin yang tidak mampu, menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan bagi para lansia, melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum.

Serta menyalurkan Alat Pelindung Diri (APD) dan Masker pelindung, langsung kepada masyarakat serta sejumlah Puskesmas yang berada di P. Lombok, selama masa pandemi Covid19 ini.

Me

 




UPDATE Covid-19: Hari Jum’at, 22 Mei,  Bertambah 54 Pasien Positif Covid-19,  Pasien Sembuh 7 Orang

 adanya tambahan 54 kasus baru terkonfirmasi positif merupakan peringatan tegas bagi kita semua untuk sepenuhnya sadar dengan kondisi penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Laboratorium RSUD Provinsi NTB, Laboratorium RS Unram, dan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark mengkonfirmasi  adanya tambahan 54 pasien  positif Covid-19, dan yang dinyatakan sembuh 7 (tujuh) pasien.

Dalam press release hari Jum’at (22/05/20), Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Provinsi Nusa Tenggara Barat,  Drs. HL Gita Ariadi, M.Si menjelaskan, telah diperiksa sebanyak 193 sampel swab dengan hasil 131 sampel negatif, dan 8 (delapan) sampel positif ulangan serta 54  sampel kasus baru positif Covid-19, pasien yang diyatakan sembuh 7 (tujuh) orang.

Lalu Gita Ariadi

Lalu Gita Ariadi mengatakan, tambahan 54 kasus baru terkonfirmasi positif, 7 (tujuh) tambahan sembuh baru, dan ada 1 (satu) kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Jum’at  (22/05/20) sebanyak 464 orang.

Rinciannya 258 orang sudah sembuh, 8 (delapan) meninggal dunia, serta 198 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

Petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif. Ini untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, jelas Lalu Gita.

Lebih lanjut ditegaskan, adanya tambahan 54 kasus baru terkonfirmasi positif merupakan peringatan tegas bagi kita semua untuk sepenuhnya sadar dengan kondisi penyebaran Covid-19 di Provinsi NTB.

Terutama untuk daerah-daerah dengan status transmisi lokal seperti Kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Timur.

“Kembali kami mengingatkan bahwa masyarakatlah sebagai garda terdepan untuk memutus penyebaran Covid-19. Patuh, taat dan disiplin adalah kunci dalam menjalankan seluruh protokol pencegahan Covid-19,” tegas Lalu Gita Ariadi.

54 PASIEN POSITIF COVID-19, PASIEN SEMBUH 7 ORANG

Kasus baru positif tersebut, yaitu :

  1. Pasien nomor 411, an. Ny. AO, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  2. Pasien nomor 412, an. Ny. NDAP, perempuan, usia 26 tahun, penduduk Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 391. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  3. Pasien nomor 413, an. Ny. AR, perempuan, usia 31 tahun, penduduk Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  4. Pasien nomor 414, an. Tn. MSPP, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 391. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  5. Pasien nomor 415, an. Ny. SW, perempuan, usia 30 tahun, penduduk Desa Nyiur Lembang, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  6. Pasien nomor 416, an. Tn. M, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  7. Pasien nomor 417, an. An. ATK, perempuan, usia 17 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  8. Pasien nomor 418, an. By. Nn, laki-laki, usia 3 bulan, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  9. Pasien nomor 419, an. An. APAG, perempuan, usia 1 tahun, penduduk Kelurahan Turide, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  10. Pasien nomor 420, an. Tn. ART, laki-laki, usia 19 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  11. Pasien nomor 421, an. Ny. S, perempuan, usia 62 tahun, penduduk Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  12. Pasien nomor 422, an. Tn. AA, laki-laki, usia 47 tahun, penduduk Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  13. Pasien nomor 423, an. An. AAR, laki-laki, usia 3 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  14. Pasien nomor 424, an. Tn. AS, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  15. Pasien nomor 425, an. Ny. AH, perempuan, usia 60 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 391. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  16. Pasien nomor 426, an. Tn. LRB, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 390. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  17. Pasien nomor 427, an. Ny. DP, perempuan, usia 29 tahun, penduduk Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 391. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  18. Pasien nomor 428, an. Ny. WSW, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 390. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  19. Pasien nomor 429, an. Ny. BAS, perempuan, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 391. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  20. Pasien nomor 430, an. Tn. LMR, laki-laki, usia 29 tahun, penduduk Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  21. Pasien nomor 431, an. Tn. YS, laki-laki, usia 61 tahun, penduduk Kelurahan Pagesangan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak  pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kota Mataram dengan kondisi baik;
  22. Pasien nomor 432, an. Ny. NA, perempuan, usia 38 tahun, penduduk Wilayah Puskesmas Dasan Agung, Kota Mataram. Pasien tidak  pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  23. Pasien nomor 433, an. Ny. H, perempuan, usia 43 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  24. Pasien nomor 434, an. An. LA, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Desa Kalijaga Baru, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  25. Pasien nomor 435, an. An. NLAPK, perempuan, usia 7 tahun, penduduk Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  26. Pasien nomor 436, an. Tn. JS, laki-laki, usia 62 tahun, penduduk Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Pasien tidak  pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  27. Pasien nomor 437, an. Ny. SP, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Desa Keru, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
  28. Pasien nomor 438, an. Tn. LMAW, laki-laki, usia 51 tahun, penduduk Wilayah Puskesmas Pagesangan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Harapan Keluarga dengan kondisi baik;
  29. Pasien nomor 439, an. Ny. S, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 389. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  30. Pasien nomor 440, an. Tn. MA, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur.. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 389. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  31. Pasien nomor 441, an. Tn. F, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 389. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  32. Pasien nomor 442, an. Ny. A, perempuan, usia 36 tahun, penduduk Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 388. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  33. Pasien nomor 443, an. An. MA, laki-laki, usia 5 bulan, penduduk Desa Aikmel Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Pasien meninggal dan dilakukan tatalaksana pemulasaran jenazah sesuai protokol Covid19;
  34. Pasien nomor 444, an. An. AAH, laki-laki, usia 1 tahun, penduduk Kelurahan Kelayu Jorong, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R. Soedjono Selong dengan kondisi baik;
  35. Pasien nomor 445, an. An. LA, perempuan, usia 1 tahun, penduduk Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik;
  36. Pasien nomor 446, an. Ny. NMW, perempuan, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
  37. Pasien nomor 447, an. Tn. N, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 333. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  38. Pasien nomor 448, an. Tn. N, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 333. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  39. Pasien nomor 449, an. Tn. M, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 333. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  40. Pasien nomor 450, an. An. MRDAH, laki-laki, usia 1 bulan, penduduk Desa Mekarsari, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  41. Pasien nomor 451, an. Tn. S, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patuh Patut Patju dengan kondisi baik;
  42. Pasien nomor 452, an. An. IKA, laki-laki, usia 7 tahun, penduduk Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak  pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 dari Bali. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  43. Pasien nomor 453, an. Tn. IGW, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 dari Bali. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  44. Pasien nomor 454, an. Ny. NKM, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 dari Bali. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  45. Pasien nomor 455, an. Ny. NWC, perempuan, usia 45 tahun, penduduk Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 dari Bali. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  46. Pasien nomor 456, an. Ny. C, perempuan, usia 24 tahun, penduduk Desa Mambalan, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 nomor 393. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  47. Pasien nomor 457, an. An. DA, laki-laki, usia 2 bulan, penduduk Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Awet Muda Narmada dengan kondisi baik;
  48. Pasien nomor 458, an. An. NNGA, perempuan, usia 7 bulan, penduduk Desa Giria Madia, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Awet Muda Narmada dengan kondisi baik;
  49. Pasien nomor 459, an. Tn. INS, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Denpasar Timur, Provinsi Bali. Pasien pernah melakukan perjalanan dari Bali. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 dari Bali. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  50. Pasien nomor 460, an. Tn. IGASA, laki-laki, usia 24 tahun, penduduk Nusa Penida, Pasien pernah melakukan perjalanan dari Bali. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 dari Bali. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  51. Pasien nomor 461, an. Tn. IKAA, laki-laki, usia 27 tahun, penduduk Denpasar, Bali. Pasien pernah melakukan perjalanan dari Bali. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 dari Bali. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  52. Pasien nomor 462, an. Ny. NKDY, perempuan, usia 23 tahun, penduduk Denpasar, Bali. Pasien pernah melakukan perjalanan dari Bali. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 dari Bali. Saat ini menjalani karantina di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
  53. Pasien nomor 463, an. Tn. H, laki-laki, usia 31 tahun, penduduk Tasikmalaya, Jawa Barat. Riwayat bekerja di Kabupaten Sumbawa. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina di Mataram dengan kondisi baik;
  54. Pasien nomor 464, an. Nn. K, perempuan, usia 19 tahun, penduduk Desa Soro, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Magetan Jawa Timur. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.

Hari ini terdapat penambahan 7 (tujuh) orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif, yaitu :

  1. Pasien nomor 48, an. Tn. A, laki-laki, usia 32 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima;
  2. Pasien nomor 150, an. Tn. ZT, laki-laki, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  3. Pasien nomor 166, an .Tn. J, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram;
  4. Pasien nomor 246, an. Tn. A, laki-laki, usia 44 tahun, penduduk Desa Nusa Jaya, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu;
  5. Pasien nomor 248, an. Tn. M, laki-laki, usia 54 tahun, penduduk Desa Keramat, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu;
  6. Pasien nomor 249, an. Tn. H, laki-laki, usia 25 tahun, penduduk Desa Nowa, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu;
  7. Pasien nomor 331, an. Ny. ES, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.

Sekda NTB sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, Lalu Gita Ariadi kembali menegaskan, tidak boleh ada lagi titik-titik keramaian.

Masyarakat diharapkan mengikuti seluruh anjuran dan himbauan pemerintah, tetap tinggal di rumah.

“Memakai masker jika keluar rumah, menjaga physical distancing minimal dua meter, menjaga pola hidup bersih dan sehat serta selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir,” kata Lalu Gita.

AYA/Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id

Layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB  di nomor 0818 0211 8119. 




Danrem 162/WB Ikuti Vicon Dengan Pangdam IX/Udayana, Bahas Kesiapan Prajurit Jelang Idul Fitri

Diharapkan, masyarakat mempedomani ketentuan yang dikeluarkan oleh MUI dan SK Gubernur NTB, tentang penetapan pelaksanaan Idul Fitri di tengah pandemi wabah Covid-19

MATARAM.lombokjournal.com — Danrem Jajaran Kodam IX/Udayana melaksanakan video conference (Vicon) dengan Pangdam IX/Udayana dari wilayah masing-masing.

Vicon itu membahas tentang kesiapan Prajurit Jajaran Kodam IX/Udayana dalam mengantisipasi perkembangan situasi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, di tengah Pandemi Covid-19 di wilayah masing-masing.

Danrem 162/WB mengikuti Vicon dengan Pangdam IX/Udayana, didampingi Kasrem 162/WB beserta Perwira staf Korem, bertempat di Ruang Rapat Makorem 162/WB Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram, Jumat (22/05/20).

Usai Vicon, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han, menyampaikan, satuan jajaran Korem 162/WB bersama Polda NTB dan stakeholder lainnya telah melakukan berbagai upaya termasuk  pengamanan, dalam mengantisipasi perkembangan situasi menjelang hari raya Idul Fitri di tengah pandemi wabah Covid-19 di wilayah Provinsi NTB.

Diungkapkan, para Dandim, Danramil dan Babinsa di wilayah Korem 162/WB bersama-sama dengan Polri dan stakeholder di wilayah masing-masing, melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan hari raya Idul Fitri.

Diharapkan, masyarakat mempedomani ketentuan yang dikeluarkan oleh MUI dan SK Gubernur NTB, tentang penetapan pelaksanaan Idul Fitri di tengah pandemi wabah Covid-19.

Satuan jajaran Korem 162/WB telah mengecek kesiapan Posko Gugus Tugas Covid-19 dan Pos Pengamanan Lebaran di seluruh pintu masuk wilayah masing-masing.

Serta memberikan penekanan agar selalu waspada terhadap kemungkinan adanya masyarakat yang memaksa keluar/masuk ataupun mudik melalui jalur-jalur alternatif lain jangan sampai lepas dari pantauan.

AYA




Danrem 162/WB Pantau Posko Gugus Tugas Covid-19 Dan Pos Pengamanan Idul Fitri

Danrem kembali menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, menjelang hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah, agar mentaati imbauan pemerintah untuk tidak mudik/pulang kampung dan tidak melaksanakan ibadah sholat Idul Fitri 1441 H di masjid maupun di lapangan, melainkan di rumah masing-masing

MATARAM.lombokjournal.com — Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H, Danrem 162/WB didampingi Dandim 1606/Lobar, Kapolres Kota Mataram dan Pasi Intelrem 162/WB, berkunjung dan mengecek Posko Pengamanan Covid-19 di beberapa pintu masuk Kota Mataram, Kamis (21/05/20).

Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han, memberikan arahan kepada personel Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 yang bertugas agar terus mengaktifkan Posko Covid-19.

Pesannya, jangan lalai dan tetap semangat melaksanakan tugas pengamanan, memonitor dan memeriksa setiap pengemudi kendaraan yang melintas keluar masuk kota Mataram, sesuai dengan SOP protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Menjelang Idul Fitri, personel di Posko Covid-19 khususnya di pintu masuk kota Mataram akan kita perkuat dengan penambahan personel Yonif 742/SWY, jaga kekompakan dan sinergitas dalam bertugas” ungkap Danrem.

Diingatkan, antisipasi aktifitas masyarakat menjelang Idul Fitri, karena tidak menutup kemungkinan ada masyarakat yang memaksa mudik ke kampung halaman, kemudian masuk kota mataram melalui jalur-jalur alternatif lain.

“Jangan sampai lolos screning dan melaksanakan sesuai protokol kesehatan,” kata Danrem.

Sebelumnya, Danrem 162/WB bersama Dandim 1606/Lobar dan Kapolres Kota Mataram memantau kegiatan patroli gabungan di pasar tradisional di Kota Mataram. Tujuannya untuk sosialisasi dan memberi imbauan kepada masyarakat berkaitan dengan pemberlakuan Surat Keputusan Gubernur NTB nomor 003.2-504/2020 tanggal 19 Mei 2020, tentang penetapan pelaksanaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah Pandemi Wabah Covid-19.

Danrem kembali menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, menjelang hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah, agar mentaati imbauan pemerintah untuk tidak mudik/pulang kampung dan tidak melaksanakan ibadah sholat Idul Fitri 1441 H di masjid maupun di lapangan, melainkan di rumah masing-masing.

Selain itu, tidak melakukan kunjungan/silaturrahmi secara fisik kepada tetangga ataupun sanak saudara, mengingat hal itu berpotensi menularkan Covid-19, selama lebaran tetap berada di rumah (stay at home).

“Namun jika terpaksa karena urusan darurat, maka protokol kesehatan harus dilaksanakan dengan ketat seperti penggunaan masker, sering mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak aman (physical distancing) demi keamanan dan keselamatan bersama,” tegasnya.

AYA

 




Wagub NTB Ikuti Rakor “Perumusan Protokol Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19″

Dianjurkan agar tiap daerah membentuk suatu komite yang mampu menentukan apakah daerahnya sudah siap atau tidak untuk memulai aktivitas di berbagai sektor seperti sedia kala

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengikuti Rapat Koordinasi melalui telekonferensi terkait “Perumusan Protokol Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19” yang menjadi arahan Presiden beberapa waktu yang lalu.

Wagub Hj Sitti Rohmi

Rakor tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Ir. Airlangga Hartarto dan diikuti sejumlah menteri lainnya, antara lain Menko PMK, Menko Marinves, Mendagri, Menkes, Menko Polhukam, Kepala Staf Kepresidenan, Panglima TNI, Kapolri dan Kepala BNPB serta sejumlah Gubernur seluruh Indonesia.

Bertempat di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Wagub turut didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Asisten I dan II Setda NTB dan sejumlah Kepala OPD lingkup Pemprov.

Corona Virus Disease 2019 atau biasa disebut Covid-19 diprediksi akan berlangsung dalam waktu yang lama.

Masyarakat pun diminta agar mampu berdamai dengan Covid-19, yakni dengan menyesuaikan diri dan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Perubahan pola kehidupan pada masyarakat diyakini akan memunculkan kondisi “new normal” atau tatanan kehidupan yang baru.

Oleh karenanya, pemerintah secara terus menerus mencari solusi dan inovasi sehingga kehidupan mampu berangsur-angsur berjalan normal.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Ir. Airlangga Hartarto, MBA, MMT di hadapan para peserta Rakor sore.

Hal tersebut merupakan tindaklanjut arahan presiden terkait strategi menuju peningkatan produktivitas dan aman dari Covid-19.

“Ini adalah strategi kita untuk bisa menyesuaikan perilaku kehidupan sesuai dengan yang sering disebut di dalam dunia internasional disebut sebagai normal baru (new normal),” ujarnya.

Aspek kesehatan dan sosial ekonomi menjadi hal yang penting dalam hal Protokol Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 ini.

Dengan adanya “new normal” ini masyarakat pun diharapkan dapat terus disiplin menjaga kesehatan meskipun akan kembali beraktivitas seperti sedia kala.

“Tentunya dalam situasi normal baru ini diharapkan aktivitas kemasyarakatan bisa berlangsung dengan situasi yang berbeda dibandingkan sebelum Covid-19 dan tentunya terkait dengan kesehatan ini menjadi syarat mutlak daripada kehidupan normal baru,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan jika strategi penanganan Covid-19 harus menyesuaikan perilaku Covid itu sendiri.

“Saya tidak aneh kalau melihat kita banyak melakukan penyesuaian strategi dan taktik kita menghadapi Covid-19 ini, jadi saya minta bahasa kita semua supaya sama juga,” ucapnya.

Dukungan juga dilontarkan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian yang menganggap pentingnya adaptasi dalam memulai “new normal” tersebut.

Kesiapan masing-masing daerah turut menjadi perhatian utama Tito, terutama agar tetap menjaga dan kampanye aktif mengikuti protokol kesehatan.

“Dari prinsipnya saya kira perlu ada upaya adaptasi seperti ini dilakukan,” sebutnya.

Tito juga memberikan masukan agar tiap daerah membentuk suatu komite yang mampu menentukan apakah daerahnya sudah siap atau tidak untuk memulai aktivitas di berbagai sektor seperti sedia kala.

AYA/HmsNTB




Surat Edaran Gubernur NTB, Perubahan Cuti Bersama Menjadi Hari Kerja

Ketiga menteri memutuskan untuk menghapus cuti bersama hari raya Idul Fitri 1441 Hijriyah tanggal 22 Mei 2020

MATARAM.lombokjournal.Com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerbitkan Surat Edaran Perubahan Cuti Bersama Tahun 2020 di Lingkungan Pemerintah Provinsi NTB.

Surat Nomor 060/194/ORG tanggal 21 Mei 2020 itu merupakan tindak lanjut Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).

Masing-masing Nomor 440 Tahun 2020, Nomor 3 Tahun 2020 dan Nomor 01 Tahun 2020 tentang perubahan ketiga atas keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 728 tahun 2019, Nomor 213 tahun 2019, Nomor 01 tahun 2019, tentang hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2020.

“Dengan ini disampaikan bahwa cuti bersama tanggal 22 Mei 2020 sesuai surat edaran Gubernur Nusa tenggara Barat nomor 60/156/ORG tanggal 17 April 2020 tentang perubahan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2020 diubah menjadi hari kerja,” jelas Gubernur Zul dalam surat tersebut.

Sebagaimana diketahui, Menteri Agama Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama tentang perubahan ketiga, atas keputusan bersama Menteri Agama Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 728 tahun 2019 nomor 213 tahun 2019 dan nomor 01 tahun 2019 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2020.

Ketiga menteri tersebut memutuskan untuk menghapus cuti bersama hari raya Idul Fitri 1441 Hijriyah tanggal 22 Mei 2020.

Sehingga lampiran keputusan bersama Menteri Agama Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 728 tahun 2019 nomor 213 tahun 2019 nomor 01 tahun 2019 tentang hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2020, menjdi hari kerja.

Perubahan tersebut dilakukan untuk menjamin efektivitas dan produktivitas intansi pemerintah dan swasta perlu dilakukan perubahan terhadap cuti bersama 2020.

Kemudian sehubungan dengan adanya kebijakan pemerintah dalam rangka pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19 berupa pelarangan mudik Lebaran, perlu menetapkan perubahan hari libur dan cuti bersama 2020.

Dijelaskan, SKB itu mengalami perubahan beberapa kali terakhir dengan keputusan bersama Menteri Agama Menteri, Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 391 tahun 2020, nomor 2 tahun 2020 tentang perubahan kedua atas keputusan bersama Menteri Agama Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 708 tahun 2019 nomor 213 tahun 2019 nomor 1 tahun 2019 tentang hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2020.

AYA/HmsNTB